• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Perekonomian yang terjadi saat ini mengacu pada perekonomian terbuka,dimana dalam kondisi ini setiap negara melakukan perdagangan antar negara atau perdagangan internasional. Tujuan dari suatu negara melakukan Perdagangan adalah peningkatan welfare atau kemakmuran dari negara tersebut, yang diindikasikandengan meningkatnya GDP
(Gross domestic Products
), meningkatnya Industrialisasi,kemajuan transportasi, dan usaha pengembangan kearah globalisasi. HubunganPerdagangan Internasional tersebut kemudian menciptakan suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan dan stabil. Namun Krisis keuangan yangterjadi di Amerika Serikat telah mempengaruhi stabilitas ekonomi global di beberapakawasan dunia. Menurut perspektif ekonomi, perdagangan antar satu negara dengannegara lain saling berkaitan, misalnya melalui aliran barang dan jasa. Dalam hal ini,Impor suatu negara merupakan ekspor bagi negara lain, sehingga dimungkinkanresesi di satu negara akan menular dan mempengaruhi negara lainnya secara global,karena penurunan impor di satu tempat menyebabkan tertekannya ekspor di tempatlain.Saat ini hampir semua negara-negara di dunia menganut sistem pasar bebassehingga terhubung satu sama lain. Sistem tersebut menyebabkan aliran dana bebaskeluar masuk dari satu negara ke negara lain, dengan regulasi moneter tiap negarayang beragam. Akibatnya setiap negara memiliki risiko terkena dampak krisis.Penanganan dampak krisis membutuhkan regulasi yang cepat dan tepat. Di setiapnegara cara penanganannya dapat dipastikan akan berbeda, sehingga dampak krisisekonomi juga akan berbeda. Secara umum, negara yang paling rentan terhadapdampak krisis adalah negara yang fundamental ekonomi domestiknya tidak kuat.Lemahnya fundamental ekonomi sebuah negara salah satunya dapat disebabkan olehkebijakan yang tidak tepat.Krisis keuangan global yang bermula dari krisis kredit perumahan diAmerika Serikat memang membawa implikasi pada kondisi ekonomi global dan perdagangan internasional secara menyeluruh. Hampir di setiap negara, baik di
1
 
kawasan Amerika, Eropa, maupun Asia Pasifik, merasakan dampak akibat krisiskeuangan global tersebut. Dampak tersebut terjadi karena tiga permasalahan, yaituadanya investasi langsung, investasi tidak langsung, dan perdagangan.Di negara kita sendiri, Pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen dankeberhasilan penerapan kebijakan di bidang ekonomi yang lain serta pemberantasankorupsi diyakini sebagai fundamental perekonomian negara yang kuat. Selain itu,Berbagai upaya lainnya juga telah diambil. Mulai dari pencairan anggaran belanjadepartemen untuk membantu likuiditas keuangan di masyarakat, dan mengutamakan program untuk rakyat dengan melindungi atas kemungkinan dampak krisis.Implementasi upaya tersebut adalah dengan memastikan semua program pengentasankemiskinan tersalurkan dan meningkatkan program-program untuk mewujudkankesejahteraan rakyat.Dalam menghadapi krisis keuangan dan resesi ekonomi global, dibutuhkanketenangan semua pihak agar dapat senantiasa berpikir rasional untuk mencarikan jalan dan solusi. Meskipun tidak seluruh masalah berada di jangkauan wilayahkebijakan dan wewenang pemerintah, partisipasi dan peran serta semua pihak,termasuk kita sebagai praktisi dan pelajar dalam mengatasi dampak krisis keuanganglobal mutlak dibutuhkan.Berkaitan dengan fenomena tersebut, Makalah ini dibuat dengan tujuanuntuk mengulas tentang pengaruh krisis keuangan global terhadap perdagangan dan perekonomian internasional. Sehingga dimasa yang akan datang, kita selaku pelakuekonomi dapat memahami lingkungan bisnis terkini kita dengan lebih baik. Denganmemahami fenomena dunia bisnis terkini, kita akan lebih mudah menyusun strategidalam beradaptasi di lingkungan global.Sebagai batasan pembahasan, Makalah ini hanya berfokus pada sosialisasidan pemahaman terhadap krisis keuangan global yang sesungguhnya, serta mengulaslangkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam mensuspensi sektor perdagangandan perekonomian Indonesia di area internasional.
2
 
BAB IITEORI2.1Perdagangan dalam Globalisasi
Globalisasi mengacu pada meningkatnya pergerakan barang, jasa dan modalkeluar perbatasan nasional. Perusahaan dapat masuk dan berkompetisi di pasar globalatau pasar internasional dengan banyak cara. Kebanyakan perusahaan pada awalnyamembangun kesuksesan bisnis mereka di tanah air mereka sendiri, dan kemudianmereka mulai mengekspor produk atau jasa mereka kepada pembeli diluar negeri.Seiring dengan bertambahnya waktu dan kebutuhan, mereka mulai menyadari bahwamereka dapat memotong biaya operasional mereka dengan mengalokasikan beberapaatau semua kegiatan operasional mereka di negara lain. Dalam prakteknya di luar negeri, terkadang perusahaan mendirikan perusahaan dan kantor mereka sendiri ataumelakukan perjanjian subkontrak dengan pihak lain diluar negeri. Contohnya, dalamindustri pakaian dan sepatu, perusahaan NIKE, The GAP, dan GUESS memiliki jaringan ekstensive dengan para subkontraktor diluar Amerika. Dalam merancangdan memproduksi produk mereka, perusahaan melakukan pembelian barang mentah,komponen, atau supply lainnya dari vendor diluar Amerika. Dengan kata lain, perusahaan-perusahaan tersebut mengembangkan "global supply chain" walaupundalam prakteknya mereka tidak memproduksi seluruh produk mereka diluaAmerika.Perdagangan internasional telah terbentuk sejak ribuan tahun lalu. Awalnya bermula dari eksplorasi dan kolonialisasi di Afrika, Asia, dan Amerika oleh bangsaEropa di awal abad ke 15, dan kemudian selama lebih dari 60 tahun yang lalu, perdagangan internasional (
 global commerce
) telah bertransformasi kedalam perekonomian dunia.Ada beberapa hal yang mempengaruhi timbulnya akselerasi globalisasi perdagangan ini, diantaranya adalah:
1.
Tekhnologi Komunikasi yang semakin mempermudah dan mempercepatkomunikasi perusahaan kepada para karyawan, rekanan, dan supplier diseluruh dunia.
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...