• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
A.ILMU EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP
Dalam tahun-tahun terakhir ini, para ekonom semakin menyadaribahwa betapa pentingnya implikasi-implikasi yang ditimbulkan olehberbagai persoalan lingkungan hidup terhadap keberhasilan upaya-upayapembangunan ekonomi. Sekarang kita memahami bahwa interaksi antarakemiskinan dengan degradasi lingkungan dapat menjurus ke suatu prosesperusakan tanpa henti.Kerusakan atau degradasi lingkungan juga dapat menurunkan lajupembangunan ekonomi tingkat produktivitas sumber daya alam yangsemakin berkurang serta munculnya berbagai macammasalah kesehatan,dan gangguan kenyamanan hidup.
B.LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN: BeberapaPersoalan Dasar 1.pembangunan yang berkelanjutan dan perhitungan nilailingkungan hidup
Para ahli lingkungan hidup membelakukan istilah “berkelanjutanatau berkesinambungan” dalam upaya memperjelas keseimbangna yangpaling diinginkan antara pertumbuhan ekonomi di satu sisi, dan pelestaianligkungan hidup atau sumber daya alam di sisi lainnya.Salah satu contoh perhitungna lingkungan telah dikemukakan olehDavit pearche dan Jeremy Warford.pengertian asset modal dalamrumusan merek, tidak hanya modal-modal manufaktur, tatapi juga modalmanusia serta modal ligkungan hidup.yakni mulai dari hutan kualitastanah, rentang kehijauan yang menyejukan dan sebagainya. Berdasarkandevinisi ini, maka pembangunan yang berkelanjutan mensyaratkan terjagaatau meningkatnya seluruh modal tersebut dari waktu.atas dasar itu, makapendapata nasional neto yang berkelanjutan.
 
NNP
+=
GNP -D
m -
D
n
dimana NNP
x =
pendapatan naisonal yang berkesinambunganD
m =
depresiasi modal manufaktur D
N=
depresiasi modal lingkunganMasalah-masalah yang paling serius mengancam kemajuanPembangunan yang berkelanjutan di Indonesia adalah:
Dorongan yang keliru yang menghambat penggunaansumber daya alam secara berkelanjutan
Kesenjangan antara kebijakan dan praktek setelahdesentralisasi dapat memperlambat perbaikan yang signifikan padakualitas lingkungan
Persepsi masyarakat tentang masalah lingkungan danprioritas pembangunan Pemerintah
Manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi, risiko dan biayalangkah-langkah alternatif pembangunan
2.Populasi, Sumber Daya Alam, dan LIngkungan Hidup
Pada umumnya, perhatian terhadap masalah kelestarianlingkungan hidup bermula dari persepsi bahwa daya dukung sumbe dayayang ada di bumi serba terbatas. Ada semacam angka maksimalpenduduk bumi yan gjka di lampaui, maka kebutuhan-kebutuhan hidupsebagian dari umat-umat manusia akan tidak terpenuhi.Penurunan laju pertumbuhan penduduk sangatlah penting. Karenahal itu berpotensi untuk meredakan intensifikasi aneka persoalanlingkungan hidup. Namun, tingkat dan saat penurunan angka kelahiran,dan dengan demikian penentuan jumlah total populasi dunia, akan sangattergantung pada komitmen pemerintah segenap Negara umtuk
 
menciptakan berbagai kondisi ekonomi dan kelembagaan yangmendukung upaya-upaya pembatasa fertilitas.
3
.
Kemiskinan Dan Lingkungan Hidup
Selama ini angka fertilitas yang tinggi sering disalahkan sebagaipenyebab utama kemiskinan. Di Cina misalnya, kepadatan pendudukperarealahan subur dua kali lebih tinggi dari pada yang ada di India.Artinya , di Cina, jumlah orang yang menggarap sebidang lahan dalamluas yang sama lebih banyak dari pada yang ada di India.
4.Pertumbuhan Ekonomi Vs Kelestarian LingkunganHidup
Seandainya suatu Negara atau masyarakat bisa mengurangikerusakan lingkungan dengan cara meningkatkan pendapatan kelompokpenduduk termiskin, maka apakah Negara atau masyarakat tersebut akanmampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonminya tnpa menimbulkankerusakan lingkungan hidup lebih jauh lagi?Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terusmeningkat sembari menjaga agar degradasi lingkungan hidup tetapberada dalam taraf minimal benar-benar merupakan tugas yang samasekali tidak bisa dikatakan kecil.
5.Pembangunan Daerah Pedesaan Dan Lingkungan Hidup
Untuk memenuhi kebutuhan pangan segenap penduduknya yangterus bertambah, paling tidak Negara-negara berkembang harus mampumelipatgandakan produksi pangannya pada tahun 2010 nanti. Karenalahan dinegara-negara berkembang harus menanggung beban kehidupanpenduduk yang terlalu banyak, maka pemenuhan target surplus produksibahan pangna tersebut menuntut dilakukannya sernagkaian perubahanradikal dalamdistribusi, penggunaan, dan kualitas sumber daya.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...