/  8
 
PENGANTAR TELEMATIKALAYANAN TELEMATIKANama anggota kelompok :1.Alghazali Akbar (10107143)2.Ardhy Prasetyo W. (10107226)3.Mitra Rinaldi Noor (11107895)4.Rieki Risapratama (11107447)Universitas Gunadarma2010
 
Berdasarkan Instruksi Pesiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 tahun 2001. Pesatnyakemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologitelematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dancara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembanganilmupengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan.Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukanmasa depan kesejahteraan bangsa.Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan
 potensi teknologi telematika secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam “digital divide”
yang semakin tertinggal terhadap negara-negara maju. Kesenjangan prasarana dan saranatelematika antara kota dan pedesaaan, juga memperlebar rurang perbedaan sehingga terjadi pula
“digital divide” di dalam negara kita
sendiri. Indonesia perlu melakukan terobosan agar dapatsecara efektif mempercepat pendayagunaan teknologi telematika yang potensinya sangat besaritu,untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempererat persatuan bangsa sebagai landasanyang kokoh bagi pembangunan secara berkelanjutan. Di dalam hal ini pemerintah perlu secaraproaktif dan dengan komitmen yang tinggi membangunkesadaran politik dan menumbuhkankomitmen nasional,membentuk lingkungan bisnis yang kompetitif, serta meningkatkan kesiapanmasyarakat untuk mempercepat pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika secarasistematik.Indonesia perlu menyambut komitmen dan inisiatif berbagai lembaga internasional,kelompok negara atau negara-negara lain secara sendiri-sendiri dalam meningkatkankerja samayang lebih erat dalam penyediaan sumber daya pembiayaan, dukungan teknis, dan sumber dayalain
untuk membantu Indonesia sebagai negara berkembang mengatasi “digital divide”. Dengan
kenyataan tersebut, pemerintah dengan ini menyatakan komitmen untuk melaksanakan kebijakanserta melakukan langkah-langkahdalam bentuk program aksi yang dapat secara nyata mengatasi
“digital divide”, dengan arah pengembangan sebagai yang dimaksud dalam isi kerangka
kebijakan ini.
A. Layanan Telematika dibidang Informasi
Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan,serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harusdiarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkankeharmonisan di kalangan masyarakatWartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi danWarung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet,baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempattinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong
 
pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanankesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan
 pedesaan, serta menyediakan layanan “e
-
commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat
diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.
B. Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telemaatika juga dimanfaatkan pada sektor
 – 
sektor keamanan seperti yang sudahdijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanankeamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan ataulaporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telahdilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki websitedi http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kinimasih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan BadanReserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website inidan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalammemantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupunlaporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata,tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) dimasyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisamenyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisianmelalui email atau website . Semoga saja daerah
 – 
daerah lainnya yang tersebar diseluruhIndonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanyanegara Indonesia yang aman serta disiplin. Indonesia perlu menciptakan suatu lingkunganlegislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik,tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dankeamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pulapenyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI,perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, danpenyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel,serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dankejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.
C. Layanan Context Aware dan Event-Based
Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapatbereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yangtersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...