• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Perhimpunan AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH
LAJNAH DAKWAH
Sekretariat :
 Jl. Mayjend. Soetoyo No. 7 Tegal Telp. 0283 – 353655, 350100, 3566618
ميحرلا نحرلا ا مسب 
SEJARAH QURBAN
Kurban wajib bagi orang yang mampu atau berkecukupan tapi bilatidak melaksanakan kurban, Nabi Muhammad SAW mengingatkan : "Barangsiapa yang sudah mampu dan mempunyai kesanggupan tapi tidakberkurban, maka dia jangan dekat-dekat kemushallahku." Hadis tersebutmerupakan sindiran bagi orang-orang yang mampu dan banyak harta tapitidak mau berkurban.Sejarah qurban itu dibagi menjadi tiga, yaitu : zaman Nabi Adam As;zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad SAW.Pertama pada zaman Nabi Adam As. Qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabilmewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok peternak. Saatitu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak makasebagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasilpertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewanpeliharaanya untuk kurban, untuk siapa semua itu diqurbankan, padahalwaktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yangdiqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yangsekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.Baik buah-buahan yang diqurbankan si Qabil maupun hewan ternakyang diqurbankan si Habil, dari kedua orang tersebut mempunyai sifatberbeda. Si Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan tulus ikhlas.Dipilih hewan yang gemuk dan sehat, dan dia taat terhadap petunjukayahnya Nabi Adam.Berbeda dengan si Qabil, Dia memilih buah-buahanyang jelek-jelek dan sudah afkiran.Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalahqurban yang dikeluarkan oleh si Habil sementara buah-buahan yangdikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak berkurang. Hal ini dijelaskan oleh Allahdalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 : "Ceritakan kepada mereka kisahkedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketikakeduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang darimeraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata :"Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil " Sesungguhnya Allah hanyamenerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".
 
Kurban si Habil di terima Allah SWT karena dia mengeluarkan sebagianhartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas.Sementara si Qabil mengeluarkan sebagian harta yang jelek-jelek danterpaksa. Oleh karena kurban tidak diterima Allah. Akhirnya si Qabil menaruhdendam kepada si Habil. Berawal dari perebutan calon istrinya, dimanaperaturan waktu itu dengan sistem silang.Kedua, pada zaman Nabi Ibrahim As. Dikisahkan dalam Al-Qur'an suratAsh-Shafaat ayat 100-111 yang menceritakan mengenai qurban danpengorbanan. Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum jugadikaruniai putra oleh Allah dan beliau selalu berdoa: Ya Tuhanku,anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh" (Q.S. 37:100)Kemudian dari istrinya yang kedua yakni Siti Hajar yang dinikahinyaketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir (setiap kedatanganpembesar diberi hadiah seorang istri yang cantik oleh pembesar Mesir).DariSiti Hajar lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Islam, ia lahir ditengah-tengah padang pasir yang disebut. Bahkan kemudian dikenal denganMekkah.Pada saat Nabi Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah, agar meninggalkanistrinya Siti Hajar dengan seorang putranya yang dari lahir dan ia disuruhmenemui istrinya yang pertamanya yakni Siti Sarah yang berada di Yerussalem kota tempat Masjidil Agsho. Beliau meninggalkan beberapapotong roti dan sebuah guci besiris air untuk Siti Hajar dan Ismail.Pada waktu Siti Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat disebelahtimur ada air yang ternyata adalah fatamorgana yaitu di Bukit Sofa. Di situIsmail ditinggalkan dan Siti Hajar naik Kebukit Marwah serta kembali ke Sofasampai berulang tujuh kali, tapi tidak juga mendapatkan air sampai aikembali ke Bukit Marwah yang terakhir. Ia merasa khawatir terhadapanaknya barangkali Ismail kehausan dilihat kaki Ismail bergerak-gerak diatastanah dan tiba-tiba keluar air dari dalam tanah. Siti Hajar berlari kebawahsambil berteriak kegirangan :"zami-zami?" itulah kemudianmenjadi sumur Zam-Zam itulah kemudian menjadi sumur Zam-zam. Disitulah Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir yang kering kerontang yangditinggalkan oleh Nabi Ibrahim dan ditempat itulah Allah SWT. Menetapkansebagai tempat ibadah haji.Allah SWT, berfirman dalam surat Al-Hajj : 27 : "Dan berserulah kepadamanusia untuk mengerjakan Haji, niscaya akan datang kepadamu denganberjalan kaki, dan mengendarai onta kurus yang datang dari segenappenjuru yang jauh".Memang sudah disiapkan oleh Allah, disana tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada gunung berapi yang menyebabkan ada sumberkehidupan tapi atas kehendak Allah maka jadilah sumur "Zam-zam"."NabiIsmail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yang berada di Yerusalem sampai NabiIsmail menjelang remaja. Kemudian di Yerusalem ternyata Siti Sarah hamilyang melahirkan seorang putra yang diberi nama Iskhak. Nabi Ibrahimdiperintahkan lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah untuk menengok istridan anaknya yang pertama yaitu Nabi Ismail, yang rupanya sudah mulai
 
besar. Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkansampai besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberiujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 :"Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersamaIbrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa akumenyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu " Ia menjawab: "haibapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamuakan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".Asbabun Nujul atau latar belakang sejarahnya ketika nabi Ibrahimbermimpi (ruyal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allahsupaya menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliaumenginap, beliau mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafahmalamnya di Mina, masih bermimpi yang sama juga. Betapa ujian Beratkepada Nabi Ibrahim as. Supaya menyembelih putra kesayangannya. Itulahyang dijelaskan dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102.Setelah terjadi dialog dengan putranya. Ibrahim mengajak putranyaNabi Ismail, kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Minah),baru lebih kurang 70-80 meter berjalan, setan menggoda istrinya Siti Hajar:"Ya Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akanmenyembelih anakmu Ismail yang sedang tumbuh dan menggemaskan itu?".Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: "Ya Ibrahim, ya Ibrahim maudikemanakan anakku?" Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah AllahSWT, ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaahhaji disuruh melempar batu dengan membaca : Bismillahi Allahu Akbar. Haltersebut mengandung arti bahwa kita melempar setan atau sifat-sifat setanyang ada di dalam diri kita. Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana difirmankan oleh Allah didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107: "Tatkalakeduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya ataspelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya kamu telah membenarkanmimpi itu, sesungguhnyademikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik".Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anakitu dengan seekor sembelihan yang besar ".Dan yang ketiga, dalam Zaman Nabi Muhammad SAW. Masalah kurbandiceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 "Se-sungguhnyaKami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlahsholat karena Tuhanmu, dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yangmembenci kamu dialah yang terputus".Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: "Dan jika kamumenghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu mengitungnya" (QS:Ibrahim:34). Oleh karena itu berkaitan dengan ibadah kurban yang sudah ada sejakNabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Allah berfirman:"Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah", Sholat merupakanhubungan vertikal dengan Allah untuk mensyukuri nikmat Allah. Hubunganantara sesama manusia secara horisontal diwujudkan bahwa setelah shalat
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...