/  32
 
Pekan Biasa IXSt. Yustinus; St. Simeon; St. Yohanes Storey
B
ukan setiap orang yang berserukepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akanmasuk ke dalam Kerajaan Surga,melainkan dia yang melakukan kehendakBapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhirbanyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, danmengadakan banyak mukjizat demi nama-Mujuga? Pada waktu itulah Aku akan berterusterang kepada mereka dan berkata: Aku tidakpernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku,kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Renungan
 A 
lkisah, tiga anak domba sibuk membuat rumahnya masing-masing. Dua anak dombamembuat rumah dari jerami. Cepat selesai memang. Yang satu membuat rumah dari batu.Lama selesainya. Dan dengan susah payah. Suatu hari serigala mendekati rumah mereka hendakmemangsa anak domba itu. Dua anak domba bersembunyi di rumah jerami mereka. Serigala itumeniup dengan sekuat tenaga dan rumah jerami pun berantakan. Dua anak domba itu lari terbirit- birit menuju rumah batu milik anak domba yang lain. Serigala mengejar mereka. Serigala meniupdengan sekuat tenaga. Namun, rumah batu itu tetap kokoh melindungi ketiga anak domba.Membangun rumah kehidupan yang kokoh pasti memerlukan kerja keras dan usaha yangsungguh-sungguh. Tidak cukup dengan kata-kata, namun dengan perbuatan yang nyata. Sekarangini banyak orang pandai, namun kurang tahan uji. Begitu menghadapi kesulitan berat, sering cepatputus asa. Sabda Tuhan adalah sabda kebenaran. Mereka yang mendengarkan dan melaksanakansabda Tuhan membangun hidup berdasarkan kekuatan yang dapat diandalkan, bahkan ketika ada badai kehidupan.
Tuhan, ajarilah aku membangun rumah kehidupan yang kokoh berdasarkan sabda- Mu. Ajarilah aku untuk melaksanakan sabda-Mu. Amin.
Bacaan I : Ul 11:18.26-28.32Mazmur : 31:2-3a.3bc-4.17.25; R:3bBacaan II : Rm 3:21-25a.28Bacaan Injil : Mat 7:21-27
Setiap orang yang mendengar perkataan-Kuini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnyadi atas batu. Kemudian turunlah hujan dandatanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu,tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan diatas batu. Tetapi setiap orang yang mendengarperkataan-Ku ini dan tidak melakukannya,ia sama dengan orang yang bodoh, yangmendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudianturunlah hujan dan datanglah banjir, lalu anginmelanda rumah itu, sehingga robohlah rumahitu dan hebatlah kerusakannya.”
Minggu,
01
Juni 2008
 
L
alu Yesus mulai berbicara kepada merekadalam perumpamaan: “Adalah seorangmembuka kebun anggur dan menanampagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempatmemeras anggur dan mendirikan menara jaga.Kemudian ia menyewakan kebun itu kepadapenggarap-penggarap lalu berangkat ke negerilain. Dan ketika sudah tiba musimnya, iamenyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian darihasil kebun itu dari mereka. Tetapi merekamenangkap hamba itu dan memukulnya, lalumenyuruhnya pergi dengan tangan hampa.Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lainkepada mereka. Orang ini mereka pukul sampailuka kepalanya dan sangat mereka permalukan.Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, danorang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yanglain, ada yang mereka pukul dan ada yang merekabunuh. Sekarang tinggal hanya satu oranganaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh
Bacaan I : 2Ptr 1:1-7Mazmur : 91:1-2.14-15ab.15c-16; R:2bBacaan Injil : Mrk 12:1-12
dia kepada mereka, katanya: Anakku akanmereka segani. Tetapi penggarap-penggarapitu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalahahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisanini menjadi milik kita. Mereka menangkapnyadan membunuhnya, lalu melemparkannyake luar kebun anggur itu. Sekarang apa yangakan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Iaakan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebunanggur itu kepada orang-orang lain. Tidakpernahkah kamu membaca nas ini: Batu yangdibuang oleh tukang-tukang bangunan telahmenjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihakTuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus,karena mereka tahu, bahwa merekalah yangdimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu.Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadimereka pergi dan membiarkan Dia.
St. Erasmus; St. Marselinus dan Petrus;St. Nicephorus dari Konstantinopel; Para martir dr Lyon
Senin,
02
Juni 2008
Renungan
 A 
da orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka tidak bisa diberi kepercayaan. Ketikamereka diminta bertanggung jawab, mereka menghindar. Ada yang — anehnya — malahanmarah atau justru berbuat jahat kepada orang yang meminta pertanggungjawaban mereka. Adayang lari dari tanggung jawab. Dan kemudian mereka meneruskan hidup seolah-olah tidak adaapa-apa.Bagaimana dengan kita? Apakah kita dapat dipercaya dan diberi tanggung jawab? Nilaiseseorang tidak terutama ditentukan dari apa yang dimilikinya, namun dari tanggung jawabnya.Seorang pimpinan dihormati bukan karena kedudukannya, namun bagaimana ia menjalankantanggung jawabnya sebagai pimpinan. Seorang pribadi mempunyai nilai karena bisa dipercaya danmampu bertanggung jawab. Kalau ada kesalahan dan kekurangan, mereka akan tetap bertanggung jawab. Mereka tidak akan lari dari tanggung jawab seberat apa pun.
Tuhan, ajarilah aku menjadi orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Amin.
 
Pw St. Carolus Lwanga dkk; Sta. Klotilda; St.
K
emudian disuruh beberapa orang Farisidan Herodian kepada Yesus untukmenjerat Dia dengan suatu pertanyaan.Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka,melainkan dengan jujur mengajar jalan Allahdengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkanmembayar pajak kepada Kaisar atau tidak?Haruskah kami bayar atau tidak?” Tetapi Yesus
Renungan
S
eseorang berniat membayar semua pajak sesuai peraturan yang ada. Petugas pajak sampai bingung. “Apa bapak sungguh mau membayar semua kewajiban pajak bapak?” Di negarakita jumlah pembayar pajak semakin bertambah. Namun, lebih banyak lagi yang tidak membayarpajak. Ada berbagai alasan. Ada yang tidak mau membayar karena ingin untung lebih banyak. Ada yang merasa membayar pajak tidak ada gunanya. Ada yang khawatir uang pajak malahanhilang dikorupsi.Kita sendiri bagaimana? Selain pajak, dalam kehidupan kita juga ada banyak kewajiban. Apakah kita mau memenuhi berbagai kewajiban kita dengan tulus? Apakah kita dengan suka relamenjalankan kewajiban kita? Atau kita malahan mencari-cari alasan untuk menghindari kewajibankita? Menjalankan kewajiban itu tanggung jawab yang tidak selalu mudah dilaksanakan. Namun,percayalah bahwa menjadi orang yang dapat memenuhi kewajiban membuat hidup kita lebih bernilai.
Tuhan, ajarilah aku mendahulukan kewajiban daripada hak. Amin.
Bacaan I : 2Ptr 3:12-15a.17-18Mazmur : 90:2.3-4.10.14.16; R:1Bacaan Injil : Mrk 12:13-17
mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkatakepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku?Bawalah kemari suatu dinar supaya Kulihat!”Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepadamereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlahkepada Kaisar apa yang wajib kamu berikankepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajibkamu berikan kepada Allah!” Mereka sangatheran mendengar Dia.
Selasa,
03
Juni 2008

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...

sm271083left a comment

palui