Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
35Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN

KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN

Ratings: (0)|Views: 6,862|Likes:
Published by samosir_b
Critical Book Review, Memimpin Sesuai Amanah....
Salah satu tugas individu mahasiswa pasca sarjana UNIMED.
Critical Book Review, Memimpin Sesuai Amanah....
Salah satu tugas individu mahasiswa pasca sarjana UNIMED.

More info:

Published by: samosir_b on Apr 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
CRITICAL BOOK REVIEW
Oleh : Beslon Samosir NIM. 809225002 Angkatan XVI Tahun 2009Prodi: Teknologi Pendidikan Program Pasca Sarjana UNIMED
Judul Buku : MEMIMPIN SESUAI AMANAH: Apakah KepemimpinanKristiani itu?Penulis: Pdt. Radesman SitanggangDiterbitkan Oleh: L-SAPA, 2006 PematangsiantarCiri-ciri Fisik: halaman sampul x halamam; halaman isi 130 halaman; 14x21 cmtermasuk biografi, dilengkapi dengan daftar pustakaTinjauan Buku ini hanya pada Bab III : KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINANI. PROSES TERJADENYA KOMUNIKASI.
Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan dari pengirim kepada penerimadengan cara yang tepat sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Pada dasarnya dapatdisimpulkan proses terjadinya komunikasi adalah (a) Ketika si pengirim pesan (b)menyiapkan pesan (c) untuk diteruskan kepada seseorang atau sekelompok orang melaluisuatu saluran, (d) dan sipenerima pesan menafsirkan pesan tersebut (e) untuk diberikantindakan yang diperlukan sesuai dengan kepentingan pesan itu sendiri. Berdasarkankesimpulan ini yaitu : a – c dapat diidentifikasi adanya lima unsur-unsur yang utamaterdapat dalam komunikasi yaitu:(a) Komunikator atau
Communicator 
yaitu sipengirim pesan,(b) Pesan atau
massage
yaitu bahan informasi yang disampaikan,(c) Saluran atau
Channel 
yaitu media yang dipergunakan untuk menyampaikan informasi,(d) Komunikan atau
Communicatee
yaitu penerima pesan, dan(e) Respon yaitu tindakan atau kegiatan yang diperlukan oleh komunikan untuk merespon informasi yang diterima.Harus diberikan catatan disini bahwa pesan yang disampaikan oleh komunikator tentulahdilatar belakangi oleh keperibadiannya sendiri, begitupun komunikan dalam merespon ataumemberikan tindakan yang diperlukan atas informasi yang diterimanya juga dilatar belakangioleh keperibadiannya sendiri. Walaupun begitu, untuk menempatkan komunikasi yangkomunikatif dalam rangka melancarkan tugas-tugas pekerjaan dalam suatu organisasi dapatdilihat berdasarkan azas-azas komunikasi yang efektif. Dalam hal ini paling tidak terdapattujuh azas-azas dalam komunkasi yang efektif (Nawawi, 1989) yaitu: Kejelasan atau
Clearity,
Kesesuaian atau
Consistency,
Kecukupan atau
 Adequacy,
Tepat waktu atau
Timing,
Penyebaran atau
 Distribution,
Keseragaman atau
Uniformity,
Menarik dan dapatdimengerti atau
 Interest 
dan
acceptance.
Pertama:
Kejelasan
atau
Clearity.
Setiap pesan atau informasi yang disampaikan olehkomunikator kepada komunikan haruslah jelas agar maksudnya tidak disalah tafsirkan oleh si
 
komunikan. Pesan informasi yang tidak jelas tentulah dapat terjadi karena berbagai sebabumpamanya dalam lingkungan suatu instansi atau perusahaan, personal yang ditunjuk untuk menyampaikan suatu pesan tidak mampu menyampaikannya sesuai dengan maksud yangsebenarnya. Namun pada sisi yang lain dapat juga terjadi karena pesan yang disampaikanoleh komunikator ditafsirkan lain oleh komunikan karena kemampuannya terbatasuntuk menangkap makna yang terdapat dalam pesan yang disampaikan. Dalam rangkamenangkap makna tersebut bahasa menempati peran yang penting, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Oleh sebab itu penggunaan bahasa dalam rangka penyampaian pesan perlumemperhatikan paling tidak tiga hal. Pertama, kalimat yang dipergunakan haruslahsingkat dan sederhana, tidak berbelit-belit. Kedua, mempergunakan kata-kata yang tepat danistilah-istilahya serasi, tidak berlebih-lebihan. Ketiga, mempergunakan kata-kata dapatdimengerti oleh si penerima pesan.Kedua:
Kesesuaian
atau
Consistency.
Pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan yang secara berulang atau bersambung tidak boleh bertentangan satu samalain, tetapi haruslah saling menunjang dan saling melengkapi sehingga merupakan satukebulatan. Dengan perkataan lain, pesan dari satu sumber haruslah secara
consistency
 bilamana disampaikan lebih dari satu kali yaitu pesan kedua dan seterusnya haruslahmemperjelas pesan sebelumnya. Dapat saja terjadi bahwa pesan atau informasi ulanganmerupakan pembetulan atau koreksi terhadap pesan sebelumnya. Pesan atau informasi yangdisampaikan oleh komunikator kepada kornunikan yang secara
consistency
dalam lingkungansuatu instansi atau perusahaan tentulah sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan efisiensiuntuk pencapaian tujuan.Ketiga:
Kecukupan
atau
 Adequacy.
Pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadakomunikan haruslah cukup dan lengkap, tidak terlalu banyak tetapi juga tidak terlalu sedikit.Pesan yang terlalu sedikit dapat mengakibatkan kurangnya data yang dibutuhkan dalammengambil keputusan sebagai respon, namun pada sisi yang lain, pesan yang terlalu banyak dapatmenjadi tidak efisien ditinjau darl segi waktu, tenaga dan materi dalam mempersiapkannya,sementara pesan tersebut belum tentu dipergunakan semuanya. Oleh sebab itu azas kecukupanatau
adequacy
dalam hal ini menekankan dua segi. Seberapa banyakkah pesan atau informasi yangdapat disampaikan oleh komunikator kepada komunikan? Selanjutnya,seberapa jauhkah pesanatau informasi yang diterima oleh komunikan dapat direspon? Sehubungan dengan hal inikomunikator disyaratkan dapat mengetahui dengan jelas siapa yang menjadi komunikannya,dan kapan sebaiknya pesan disampaikan kepada komunikan sehingga dapat direspon sesuaidengan harapan komunikator.Keempat:
Tepat Waktu
atau
Timing.
Pesan atau informasi yang disampaikan olehkomunikator kepada Icomunikan haruslah tepat waktu. Pesan yang berbentuk data haruslah
upto date
dan disampaikan pada waktu yang tepat kepada komunikan. Tentu pesan yang out of 
date
tidaklah akan bermanfaat bagi komunikan, demikian juga ketika komunikan berhalanganmenerima pesan yang disampaikan karena berbagai sebab, umpamanya karena sakit, tugasIuar dan yang lain tentulah tidak akan bermanfaat untuk disampaikan.
 
Kelima:
Penyebaran
atau
 Distribution.
Penyebaran pesan atau informasi darl komunikator kepada komunikan haruslah tepat sasaran khususnya dilingkungan suatu instansi atau perusahaanharuslah mempertimbangkan batas-batas personal yang berhak atau tidak berhak menerimanya.Penerima pesan tidak perlu berlebih-lebihan sehingga orang yang tidak berhakpun ikutmenerima pesan tersebut. Demikian juga tidak boleh terjadi bahwa orangyang berhak menerima pesan. ternyata tidak menerimanya pada waktu yang tepat. Oleh sebabitu penyebaran pesan haruslah tepat sasarannya.Keenam:
Keseragaman
atau
Uniformity.
Pesan yang bersifat umum hendaklahdisampaikan dalam bentuk yang seragam dari komunikator kepada komunikan khususnyadilingkungan suatu instansi atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengarah kepadastandarisasi bentuk dan cara penyampaian pesan sehingga dapat menghemat tenaga dan danakarena dapat membatasi jenis-jenis pesan yang disampaikan tetapi juga dapat mempermudah penyampaian pesan kepada komunikan. Umpamanya, keseragaman dalam bentuk blankosehingga tinggal mengisi pesan sesuai dengan keperluan, istilah-istilah atau singkatan-singkatan, sandi-sandi format surat, symbol, peta, dan sebagainya semuanya sebaiknyadisampaikan berdasarkan azas keseragaman.Ketujuh:
Menarik dan dapat dimengerti
atau
 Interest 
dan
 Acceptance.
Dilingkungansuatu instansi atau perusahaan khususnya, komunikator haruslah berupaya agar pesan yang akandisampaikannya dapat menarik dan mudah dimengerti oleh komunikan. Umpamanya pesanlisan tentulah akan lebih menarik apabila disampaikan dalam suasana yang santai, akrab,terencana dan sistematis kepada komunikan darl pada penyampaiannya dilakukansebaliknya. Demikian juga pesan dalam bentuk tertulis termasuk apabila mempergunakanmedia audio-visual, umpamanya dengan gambar, tulisan dan bahasa lisan. Disamping hal-haldiatas, ternyata faktor personal yang menyampaikan pesan sangat besar pengaruhnya kepadakomunikan. Umpamanya pesan yang disampaikan oleh seseorang yang berpengaruh dan dapat dipercaya dalam lingkungan suatu organisasi, tentulah akan besar  pengaruhnya kepada komunikan dari pada hal tersebut disampaikan oleh seseorang yang tidak  berpengaruh dan tidak dapat dipercaya dalam suatu. organisasi.
CATATAN PERKEMBANGAN UNTUKPROSES KOMUNIKASI 
 Disamping ketujuh azas komunikasi yang efektif di atas, sisi lain yang perludipertimbangkan adalah bahwa pelaku yang berperan dalam proses terjadinya komunikasiitu adalah manusia, karena itu komunikasi sebenarnya menjelaskan mengapa dan untuk apahubungan antar manusia itu terjadi? Tentu dilingkungan suatu organisasi faktor status yang menyertai seseorang, karena jabatan, pangkat dan yang lain, dapat memberi pengaruhkepada hubungan antar manusia, baik yang bersifat positif maupun negatif. Ditinjau dariaspek-aspek manusiawi, tentu setiap manusia memiliki perasaan, pikiran dan kehendak 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->