dunia, mereka tidak bisa melihat sesuatu yang lebih indah, lebih besar, lebihagung, selain daripada hiruk pikuk duniawi. Al Qur'an menyiratkan,
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar,maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dansekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah
(QS. Faathir 35 : 5). Jadi kalau kita terlalu terkesima oleh dunia,berarti kita telah siap tertipu. Lalu, apakah dunia harus kita acuhkan ?oh..tentu tidak, karena dunia ini merupakan ladang kita beramal.Semakin cinta kepada dunia, akan semakin takut kehilangan. Namun, jika kitamencintai akherat dengan bekal dunia, kita tidak akan takut kehilangan.Nah..., orang-orang yang buta hatinya, mereka takut kehilangan dunia,namun tidak takut kehilangan kedudukan di sisi Alloh.
Wallahu alam.
Diperbudak Nafsu
Sesungguhnya pemboros sejati adalah orang-orang yang memang pecintaduniawi ini, yang mengutamakan topeng ingin dipuji dihormati orang lain,yang bersikukuh menjaga gengsi , yang ingin serba enak dengan kemewahan, yang larut sebagai korban mode atau korban jaman, yang pada ujungnyapenyebabnya adalah kurang iman akibat kurang pengetahuan tentanghakekat hidup mulia yang sebenarnya.Memang menyedihkan kehidupan yang selalu diukur dengan ukuran materidengan badai informasi lewat media cetak maupun elektronik lewat film ,sinetron , lagu, iklan dll, mempertontonkan kehidupan mewah , glamour ,membuat banyak orang yang hidup tidak realistis seakan jauh lebih besar pasak daripada tiang, dan semua ini menjadi biang keresahan dankesengsaraan batin juga menjadi biang ketidakjujuran atau kejahatan, karenauntuk mendapatkan obsesinya tersebut akan menghalalkan segala cara.Tukang jaga gengsi , kasihan benar orang yang sangat menjaga gengsi takuttertinggal oleh orang lain , dia akan pontang panting untuk memiliki sesuatuagar gengsinya dianggap tetap terjaga, walaupun harus pinjam sana pinjamsini tentu saja barang yang dimilikinya tak akan membahagiakannya karenataruhan untuk memilikinya sesungguhnya diluar kemampuannya.Korban mode, inipun selain pemboros juga menderita, karena ingin selalutampil up to date bermode sesuai dengan jaman, tentu akan repot karenamode kan terus menerus berubah pasti akan sangat menguras tenaga, waktudan biaya, dan yang paling menyedihkan sering seseorang merasa kerensesuai dengan mode padahal yang melihatnya menjadi sangat geli bahkanmengasihani, karena selain seringkali mode itu tak sesuai /tak pantas juga,orang lain kan sudah tahu juga modal yang sebenarnya.Sisombong, kalau sisombong tak pernah tahan melihat orang lain melebihikeadaannya, sehingga yang terus ada dalam benak pikirannya adalahbagaimana selalu kelihatan lebih dari orang lain dalam hal apapun, makanyadia begitu menderita melihat kesuksesan , kekayaan dan kemajuan orang
Leave a Comment