• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
D3 Elektronika UNJ 
Eko Priatna
Traffic Light 2 Mode dengan Mikroprosesor Z-80
 
(8 BIT Port A)Eko Priatna
 Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik ElektronikaMPF-1 merupakan sebuah mikroprosesor yang mempunyai piranti masukan dan keluaranyang komponen utamanya adalah mikroprosesor Z-80. untuk dapat mengendalikan trafficlight diperlukan rangakaian penghubung yang disebut interface, yang bertugas untuk mengaktifkan bit-bit yang diperlukan. Sistem kontrol automatik dikendalikan dengansistem kendali. Sistem mikroprosesor MPF-1 digunakan untuk pemrograman. Untuk membuat alat ini diperlukan juga komponen lain yang disusun menjadi satu rangkaian.
Kata kunci: Mikroprosesor, Traffic light, Sistem Kontrol Automatik, Sistem Mikroprosesor MPF-1,Penggunaan alat
 
A. Mikroprosesor
 Munculnya terminologi komputer sebenarnya berawal dari kebutuhan akan suatu alatyang dapat dijalankan secara otomatis, dengan kemampuan dapat mengerjakan hal yangdiinginkan. Ditambah lagi dengan munculnya perkembangan teknologi semikonduktordengan diawali penemuan transistor, yang telah membawa mayarakat pada kemajuanteknologi elektronika hingga saat ini. Seperti halnya mikroprosesor memegang perananpenting untuk kelancaran proses produksi suatu alat pada dunia industri.Pada alat ini digunakan dua cara yaitu dengan pengendalian (controller) danmenggunakan mikroprosesor yang dapat bekerja secara otomatis sesuai dengan programyang diinginkan. Sistem mikroprosesor pada alat ini digunakan sebagai pengendali lampu
 
lalu lintas. Sistem mikroprosesor mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses pusat( CPU ) serta menjalankan program yang akan diolah secara aritmatis danlogis. Dengan kemampuan tersebut sebuah mikrorosesor dapat mengerjakan fungsinyasebagai pengendali ( controller ) yang salah satu penerapannya adalah sebagai alatpengendali lampu lalu lintas. Bersamaan dengan kemajuan IPTEK, maka duniapendidikan harus bisa mengimbanginya. Untuk pencapaian kompetensi tersebut makaTeknik Elektro FT UNJ dalam mengimbangi kemajuan teknologi. Adapun cara untuk mengimbangi kemajuan teknologi tersebut, terdapat teknologi komputer yang terkaitdengan prosesor/ mikroprosesor. Hal tersebut yag membawa kemajuan dalam pengerjaanalat atau mesin yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dilakukan secara otomatisdan dapat terkendali. Berdasarkan identifikasi masalah, apakah mikrroprosesor MPF-1yang didalamnya terdapat mikroprosesor Z-80, sehingga dapat mengendalikan lampu lalulintas ( traffic light ) yang telah diaplikasikan pada perempatan jalan atau simpang empat.Bagaimana cara membuat program ( software ) agar traffic light dapat menyala denganbaik. Pada masalah ini alat ini dititik beratkan pada obyek dapat dikendalikan denganMPF-1 adalah lampu-lampu lalu lintas untuk ke bebagai arah. Bagi mahasiswa alat inidigunakan untuk mempelajari dan berlatih mikroprosesor, dan dapat dijadikan konsepdasar dalam pembuatan traffic light pada perempatan jalan.
II. Traffic Light
 Pada tugas akhir ini sebuah sistem pengendalian traffic light 2 in 1( 2 mode dalam 1program ) pada simpang empat / perempatan jalan dibuat dengan perangkat instruksisistem mikroprosesor. Pengendalian dengan menggunakan sistem mikroprosesor inimerupakan sebuah sistem pengendali otomatis, dimana seluruh instruksi bekerjaberdasarkan program yang terdapat dalam memory. Instruksi-instruksi tersebut akanmemberikan input untuk rangkaian interface. Rangkaian interface ini berperan agartraffic light bekerja dengan 2 mode penyalaan. Rangkaian interface ini merupakanpaduan dari rangkaian logika, saklar transistor ( driver lampu ) dan pensaklaran relay.Dalam landasan teori dijelaskan variabel – variabel yang mendukung yaitu :
 
II.1 Pengaturan Traffic Light
 Berdasarkan Undang-undang lalu lintas dan angkutan darat tahun 1992 pasal 1 perihallalu lintas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan lalu lintas adalah gerak kendaraan,orang, dan hewan dijalan raya dan pasal 4 perihal perlengkapan jalan bahwa untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan pemakai jalan wajib dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas. Alat pemberi isyarat lalulintas yang dimaksud adalah peralatan teknis berupa isyarat lampu yang dapat dilengkapidengan bunyi untuk memberi peringatan atau mengatur lalu lintas orang atau kendaraandipersimpangan, persilangan sebidang ataupun pada ruas jalan.
1. Pengaturan Lalu Lintas
 Pengaturan lalu lintas bertujuan untuk mendapatkan tertibnya jalan lalu lintas yangteratur, meningkatkan kapasitas lalu lintas pada perempatan jalan, mengurangi frekuensikecelakaan tertentu, mengkoordinasi gerakan lalu lintas dibawah kondisi sinyal agarperjalanan lancar, mengatur penggunaan jalur lalu lintas, memutuskan arus jalur tertentuuntuk memberi kesempatan bagi kendaraan jalur lain untuk melintasi persimpangan anpara pejalan kaki yang melakukan penyebrangan serta memberikan kemudahan bagilewatnya kendaran darurat.a. Pengaturan Secara ManualPengaturan secara manual dilakukan dengan memberikan isyarat lalu lintas dengantangan untuk memberi peringatan atau mengatur lalu lintas para pemakai jalan dipersimpangan, persilangan sebidang ataupun pada ruas jalan.b. Pengaturan Dengan Menggunakan Lampu Lalu LintasLampu lalu lintas mrupakan alat pemberi isyarat lalu lintas yang termasuk dalam UULalu Lintas dan Angkutan Darat bagian 9 pasal 8 alinea (1) yang merupakan peralatanteknis berupa isyarat lampu yang dapat dilengkapi bunyi untuk memberi peringatan atau
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...