• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 13
    CommentGo Back
Download
 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang
 
Sebagai sebuah negara “besar”, baik dari luas wilayah maupun jumlahpenduduknya, ternyata Indonesia bukanlah negara yang besar dari sisi ekonomi.Data tahun 2001 menunjukkan bahwa Indonesia hanya ada pada peringkat ke 7 di
Asia, atau peringkat ke 26 di dunia (lihat
 Microsoft Encarta Weltatlas,
2001).
Posisi ini cukup
menyedihkan
mengingat Indonesia sebenarnya negarayang sangat kaya sumberdaya alam. Disamping anugerah berupa minyak bumi,gas alam, emas, tembaga serta beraneka ragam bahan tambang lainnya, Indonesia juga memiliki potensi pertanian yang luar biasa, mulai dari t
eh
, kopi, karet, kakao,
kelapa sawit, rempah-rempah sampai dengan produk pertanian dan perikanan.Keadaan demikian tidak terlepas dari sejarah ekonominya yang masih singkat,
lengkap dengan problematika yang masih melingkupinya hingga saat ini.
Sejarah perkembangan ekonomi Indonesia bisa dirunut mulai awal 70-
an
seiring dengan berkuasanya Orde Baru. Progran PELITA yang dicanangkanpemerintah waktu itu tercatat sukses, khususnya jika diukur dari parameter
pertumbuhan (
lihat tabel berikut
).
 
Tabel 1.1 Tingkat Pertumbuhan PDB Indonesia 1971
-
2000
 
dalam %
 
Tahun
 
Pertumbuhan
 
Tahun
 
Pertumbuhan
 
1971
 
6.997373526
 
1986
 
5.96451664
 
1972
 
7.882683628
 
1987
 
5.300
00782
 
1973
 
9.776157352
 
1988
 
6.355679035
 
1974
 
8.25688839
 
1989
 
9.084620476
 
1975
 
6.183423996
 
1990
 
9.00170517
 
1976
 
5.988148689
 
1991
 
8.92760849
 
1977
 
8.636469841
 
1992
 
7.221589088
 
1978
 
9.20554924
 
1993
 
7.253303051
 
1979
 
7.092617512
 
1994
 
7.539958477
 
1980
 
8.7
25007057
 
1995
 
8.213098526
 
1981
 
8.148189545
 
1996
 
7.82477951
 
1982
 
1.104072213
 
1997
 
4.700130939
 
1983
 
8.449905396
 
1998
-
13.2012758
 
1984
 
7.172152996
 
1999
 
0.791183469
 
1985
 
3.477537394
 
2000
 
4.898266444
 
Sumber : World Development Index 2000
 
Dari tahun 197
1
- 1981 Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi yangkonsisten dan sangat mengesankan (di atas 5 persen per tahun). Keberhasilan initerutama karena adanya lonjakan harga minyak dari hanya 4 US$ per barel padatahun 1971 menjadi 14 US$ pada tahun 1977 dan bahkan mencapai sekitar 35US$ pada tahun 1981. Sebagai negara pengekspor minyak, tentu saja kenaikanharga ini sangat menguntungkan Indonesia. Akan tetapi, seiring jatuhnya hargaminyak mulai sekitar awal 1982 (menjadi hanya sekitar 10 US$ per barrel), ma
ka
laju pertumbuhan ekonomi Indonesia juga melambat (kurang dari 5 persen pertahun). Oleh karena itu, pemerintah selanjutnya mengeluarkan serangkaian
kebijaksanaan untuk mendorong pertumbuhan ekspor non
-
migas.
 
Sebagai hasilnya, mulai tahun 1988-1997 ekonomi Indonesia kembalitumbuh secara mengesankan. Pertumbuhan ekonomi saat itu tidak terlepas dariproses industrialisasi yang digalakkan pemerintah dengan didukung oleh investasiasing dan pinjaman luar negeri. Karena sukses itu, Indonesia bersama-
sama
den
gan Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Thailand dan Philippinadijuluki sebagai “
the new Asian tiger 
” atau sering juga disebut “
the new
industrialized countries (NIC)
.
Belakangan terbukti bahwa julukan tersebut ternyata tidak tepat. Seiring
deng
an krisis keuangan yang melanda Asia sejak 1997, Indonesia seolah berubahmenjadi “macan ompong”. Pada tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami
pertumbuhan negatif sekitar 12,5 persen. Nilai mata uang anjlok sekitar 80 persen,
sedangkan bursa saham anjlok lebih dari 50 persen. Selain itu, puluhan industriterpaksa ditutup karena kekurangan bahan baku yang mengakibatkan terjadinyapeningkatan angka pengangguran yang luar biasa. Saat ini pengangguran tercatat
sekitar 43 juta orang, yang berarti sekitar 50 persen dari angkatan kerja.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara konsisten selama hampir 30tahun seakan hilang seketika. Kemajuan yang dicapai selama ini ternyata hanyalah
semu, karena fondasi ekonomi Indonesia ternyata sangat rapuh
1
.
Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negaraadalah pengeluaran pemerintah. Di Indonesia pengeluran pemerintah
memliki
1
Noer Azam Achsani, “Sukses” Masa Lalu, Problema Masa Kini dan Tantangan Masa Depan,Sekilas ekonomi Indonesia,
Diskusi Dwi Bulanan ISTECS Eropa, 5 Juli 2003 di Frankfurt,RFJ.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

maksih ya sangat berguna

bisa sopan sdikit gak???or **** U 2 !!! ashole...

01 / 17 / 2010This doucment made it onto the Rising List!

ada yg pnya proposal skripsi mengenai tambang g'...yg judulnya bebas mngenai smua kegitan tambng.. klo ad tlong d kirim k e-mail iaaa... art04@rocketmail.com. makasi sebelumnya

tmen2 ad yg punya skribsi buat tambang g'... yg pokok permasalahan nya bebas seputar tambang... klo ad tlong ia kirim ke almt e-mail aq.. art04@rocketmail.com

ada yang punya skripsi tentang 1. faktor-faktor resiko penyakit hipertensi pada usia produktif. 2. survei penyakit Gonorhe dan faktor yang mempengaruhinya klu ada tlg kirim ke chie_cutezZz@ymail.com.....Makasih

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...