Start Listening

Kisah Kehidupan Nabi Hud AS Edisi Bahasa Inggris (The Life of Prophet Hud)

Ratings:
16 minutes

Summary

Nabi Hud AS tinggal di negeri Yaman, di sebuah tempat yang bernama Al Ahqaaf (bukit-bukit berpasir), di sana tinggal kaum ‘Aad pertama yang nasab mereka sampai kepada Nabi Nuh. Mereka tinggal di rumah-rumah yang memiliki tiang-tiang yang besar sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:


“(Yaitu) penduduk Iram (ibu kota tempat tinggal kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi–Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” (QS. Al Fajr: 7-8)


Mereka juga membangun istana-istana dan benteng-benteng yang tinggi dan membanggakan diri dengan bangunan-bangunan itu. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (bermewah-mewah) –Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud agar kamu kekal (di dunia)?” (QS. Asy Syu’ara: 128-129)


Mereka juga memiliki peradaban yang tinggi; mereka unggul dalam bidang pertanian karena melimpahnya air yang segar kepada mereka, di samping mereka memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka ketika itu menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun-kebun yang indah dan mata air.Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengaruniakan kepada mereka bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain, badan mereka tinggi dan kuat. Apabila mereka berperang atau menyerang suatu kaum, maka mereka dapat memenangkan peperangan itu dan serangan mereka begitu mengerikan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala menyebutkan perkataan Nabi Hud kepada mereka,


“Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis.–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata air,” (QS. Asy Syu’ara: 130-134)


Prophet Hud (Eber) was a prophet of ancient Arabia mentioned in the Qur’an. The eleventh chapter of the Quran, Hud, is named after him, though the narrative of Hud comprises only a small portion of the chapter. Hud has sometimes been identified with Eber, an ancestor of the Israelites who is mentioned in the Old Testament.


The people of Ad were extremely powerful and wealthy and they built countless buildings and monuments to show their power. However, the Ad people's wealth ultimately proved to be their failure, as they became arrogant and forsook God and began to adopt idols for worship, including three idols named Samd, Samud and Hara. Prophet Hud (Pbuh), even in childhood, remained consistent in prayer to Allah SWT (God). It is related through exegesis that Hud's mother, a pious woman who had seen great visions at her son's birth, was the only person who encouraged Hud in his worship. Thus, the Lord raised up Hud as a prophet for the Ad people.


When Prophet Hud (Pbuh) started preaching and invited them to the worship of only the true God and when he told them to repent for their past sins and ask for mercy and forgiveness, the Ad people began to revile him and wickedly began to mock God's message. Hud's story epitomizes the prophetic cycle common to the early prophets mentioned in the Quran: the prophet is sent to his people to tell them to worship God only and tells them to acknowledge that it is God who is the provider of their blessings.

Read on the Scribd mobile app

Download the free Scribd mobile app to read anytime, anywhere.