User Datagram Protocol (UDP

)
Dicky Hadiyuwono 10/309324/PTK/07080 Pambudi 10/308903/PTK/07026

1. INTRODUCTION UDP sering diplesetkan dengan Unreliable Transport Protocol, karena UDP tidak memberikan service IP apapun kecuali komunikasi process-to-process dan hostto-host dan sedikit pemeriksaan kesalahan. UDP adalah protocol yang sangat sederhana dengan overhead yang minimum, jika suatu proses perlu untuk mengirim pesan yang realatif kecil dan tidak terlalu mementingkan kehandalan, tepat jika menggunakan UDP. Pengiriman pesan kecil menggunakan UDP membutuhkan interaksi antara pengirim dan penerima lebih sedikit dibandingkan bila menggunakan TCP atau SCTP. Tabel 23.1 dibawah ini menunjukkkan beberapa nomor port yang sering digunakan oleh UDP. Beberapa port dapat juga digunakan baik oleh TCP maupun UDP. Tabel 23.1 Port 7 9 11 13 17 19 53 67 Protocol Echo Discard Users Daytime Quote Chargen Description Memngirim balik datagram ke pengirim Membatalkan semua datagram yang datang. Pengguna/User yang aktif Memgembalikan dan tanggal Mengembalikan hari waktu kutipan

Mengembalikan serangkaian karakter

Nameserver Domain Name Service BOOTPs Port server untuk mendownload informasi bootstraping

1

68

BOOTPc

Port Client untuk mendownload informasi bootstrapping Trivial File Protocol Transfer

69 111 123 1161 162

TFTP RPC NTP SNMP SNMP

Remote Procedure Call Network Time Protocol Simple Network Management Protocol Simpe Management (trap) Network Protocol

Pada sistem UNIX port yang sering digunakan disimpan dalam file fetchservice, Setiap baris pada file ini merupakan daftar nama server dan port yang digunakan. Kita dapat menggunakan grep untuk mendapatkan aplikasi dan port yang berhubungan. Barikut ini contoh untuk port FTP (FTP dapat menggunakan port 21 baik UDP maupun TCP).

$

grep
21udp

ftp

fetchfservice ftp 21ftcp ftp

SNMP menggunakan dua port yaitu 161 dan 162, masing-masing dengan kegunaan yang berbeda-beda. $grep snmp snmp snmptrap snmp fetclservices #Simple Net Mgmt Prot o #Simple Net Mgmt Prot o #Traps for SNMP 161ftcp 1611udp 162/udp

2

1.1 User Datagram
Bit 0 31 64 … 65503 Data 0-15 No Port Sumber Panjang 16-31 No Port Tujuan Chacksum

Gambar. Format User Datagram Paket UDP disebut user datagram, dengan ukuran header 8 byte, yang terdiri : 1. Port sumber, dengan panjang 16 bit, jika host sumber sebagai client, kebanyakan nomor port ditentukan oleh software UDP yang berjalan di host sumber, namun jika host sumber sebagai server, nomor port menggunakan port yang umum digunakan.
2. Port tujuan, panjang 16 bit, jika host tujuan adalah server, biasanya nomor port adalah yang biasa digunakan, jika host tujuan adalah client, nomor port adalah nomor yang dikopi dari nomor port sementara yang diterima pada paket.

3. Panjang data, sepanjang 16 bit menyatakan panjang total user datagram dan header. Sesungguhnya angka panjang user datagram di UDP tidak terlalu penting karena user datagram terbungkus dalam IP datragram, dan didalamnya sudah terdapat definisi panjang totalnya. Namun karena dirasa UDP akan lebih efisien bila UDP langsung memberikan panjang datagram dibanding software IP yang menyediakannya. 4. Checksum, bagian ini digunakan untuk mengetahui adanya error pada user datagram. 1.2 Checksum Perhitungan checksum pada UDP berbeda dengan IP maupun ICMP, disini checksum melibatkan 2 bagian : pseudoheader, header UDP, dan data yang berasal dari layer applikasi. Pseudoheader adalah bagian dari header paket IP pada user datagram yang dibungkus dengan mengisi beberapa bagian dengan 0. Jika checksum tidak memuat pseudoheader, user datangram mungkin masih utuh namun jika header IP rusak kemungkinan terkirim ke host yang salah.

3

Bagian kode protokol menjamin bahwa paket merupakan UDP bukan protokol layer transport lainnya. Kita akan melihat bahwa proses menggunakan UDP maupun TCP, nomer port tujuan bisa sama. Nomer dari kode protokol UDP adalah 17, jika nilai ini berubah selam transmisi, perhitungan checksum pada penerima akan mendeteksinya dan membatalkan paket UDP, jika tidak maka akan terhantarkan pada protokol yang salah.

2. Operasi UDP 2.1 Connectionless Service
UDP memberikan layanan connectionless services, yang artinya setiap user datagram yang dikirim adalah datagram yang independent, Sehingga tidak ada hubungan antara datagram yang berbeda meskipun mereka berasal dari proses yang sama dan program tujuan yang sama. User datagram juga tidak dinomori, serta tidak ada koneksi yang dibangun dan tidak ada koneksi yang diputuskan, seperti pada TCP, ini artinya setiap user datagram dapat menuju tujuan yang berbeda-beda.

Salah satu hasil dari connectionless ini adalah proses menggunakan UDP tidak dapat mengirim aliran data dan mengaitkan user datagram satu sama lain. Dan juga request harus cukup kecil untuk dimuat dalam satu datagram. 2.2 Kontrol Aliran dan Galat/Error
UDP sangat sederhana, protokol transport yang unreliable. Tidak ada kontrol aliran dan juga window mechanism. Penerima hanya akan dibanjiri dengan pesan yang datang.

Sedangkan untuk kontrol error UDP juga tidak ada kecuali hanya untuk checksum. Sehingga pengirim tidak tahu apakah pesannya ganda atau hilang dijalan. Ketika penerima mendapatkan kesalahan pada checksum maka user datagram akan diabaikan begitu saja secara diam-diam. 2.3 Enkapsulasi dan Dekapsulasi Untuk mengirimkan pesan dari satu proses ke proses yang lain, UDP mekapsulasi dan dekapsulasi pesan dalam IP datagram. 2.4 Antrian/Queuing Pada sisi client ketika proses dimulai maka proses akan meminta nomer port dari sistem operasi. Beberapa implementasi membuat antrian kedatangan dan pengiriman yang berkaitan untuk setiap proses, namun ada juga yang hanya membuat antrian pengiriman saja yang berkaitan dengan proses. Meskipun komunikasi melibatkan banyak proses namun port yang digunakan tetap satu. Kebanyakan antrian dimulai oleh client, yang berfungsi selama proses berjalan, ketika proses selesai maka antrian akan dihapus.

4

Proses di client dapat mngirim pesan melalui antrian pemberangkatan dengna menggunakan port number yang dikhusukan untuk meminta/raquest. UDP akan menghapus pesan satu demi satu kemudian menambahkan header UDP, lalu memberikannya ke IP. Pada antrian pemberangkatan dapat meluap, jika ini terjadi Sistem Operasi dapat meminta proses di client untuk menunggu sebelum mengirimkan pesan lagi. Ketika pesan sampai ke client, UDP akan memeriksa apakah antrian ang datang dibuat untuk nomer port sesuai dengang nomer port tujuan. Jika benar maka UDP akan meletakkan user datagram ke bagian akhir antrian, jika tida sesuai maka UDP akan membuang user datagram dan meminta protokol ICMP untuk mengirim persan "port unreachable" ke server. Semua pesan yang masuk hanya khusus untuk program client tertentu, baik dari server yang sama atau berbeda akan di kirim ke antrian yang sama. sebagai mana antrian pengiriman antrian kedatangan juga bisa meluap, jika ini terjadi maka UDP akan memutus user datagram dan meminta pesan "port unreachable" dikirim ke server. Pada sisi server, mekanisme untuk membuat antiran sedikit berbeda. Secara sederhana server miminta antiran kedatangan dan pengiriman menggunakan port yang biasa digunakan. Semua ini terjadi pada saat server mulai dan antrian akan tetap dibuka selama server aktif. Ketika ada pesan datang ke server UDP akan memeriksa apakah antrian kedatangan sudah ada untuk port number yang sesuai dengan milik penerima yang dibawa dalam user datagram. Jika ternyata antrian sudah ada UDP akan menempatkan user datagram tersebut kedalam antrian, jika antrian belum ada maka UDP akan membuangnya dan meminta protokol ICMP untuk mengirim pesan "Port Unreachable" ke client. Semua pesan yang datang untuk server tertentu, meskipun datang dari client yang berbeda akan tempatkan pada antrian yang sama. Antrian kedatangan mungkin juga untuk meluap, jika ini terjadi UDP akan membuang user datagram yang datang dan meminta agar dikirim pesan "Port unreachable" ke client. Ketika server akan memberikan respon ke client, maka akan mengirimkan pesan ke antrian pengiriman menggunakan nomor port sumber yang dibawa oleh request. UDP akan membuang pesan satu demi satu lalu menambahkan header UDP dan memberikannya ke IP. Jika antrian keluaran meluap, sistem operasi akan meminta server untuk menunggu sebelum mengirim pesan lagi. 3. Penggunaan UDP Berikut ini adalah beberapa penggunaan protokol UDP 1. UDP cocok untuk proses yang memerlukan komunikasi request-respon yang sederhana dan sedikit perhatian terhadap kendali aliran dan galat. Hal ini tidak lazim digunakan pada proses seperti FTP yang perlu untuk mengirimkan data besar.

5

2. UDP cocok untuk proses dengan mekanisme kendali aliran dan galat internal. seperti Trivial File Transfer Protokol (TFTP) dimana TFTP memiliki kendali aliran dan galat sendiri pada prosesnya.
3. UDP adalah protokol transport yang cocok untuk multicasting, Kemampuan multicasting sudah tertanam pada software UDP namun tidak pada TCP.

4. UDP dapat digunakan pada pengaturan proses seperti pada SNMP. 5. UDP dapat digunakan pada beberapa protokol untuk rutin update seperti Routing Information Protocol.

4. Perbandingan UDP dengan TCP No 1 TCP UDP

2

3

TCP (Transmission Control UDP adalah protokol koneksi yang Protocol) adalah protokol yang sederhana/simple . UDP tidak berorientasi pada koneksi, melakukan persiapan koneksi sehingga memerlukan sebelum mengirimkan data. handshaking untuk memulai Komunikasi terjadi dengan komunikasi, setelah pengiriman informasi secara satu koneksi dengan TCP terjalin arah dari sumber tanpa adanya memungkinkan pengiriman pemeriksaan apakan sampai atau data terbaca oleh secara bolak-balik (bi-directional). penerima. Reliable – TCP mengatur Unreliable – Ketika sebuah pesan pesan untuk perkenalan dikirim, maka tidak diketahui (acknowledment), pengiriman apakah sampai ke tujuan atau tidak. ulang dan tengang waktu (time out). Jika terjadi pesan hilang selama perjalanan, server akan mengirim ulang bagian yang hilang. Secara umum TCP dirancang untuk tidak ada data yang hilang karena koneksi yang terputus dan habisnya tenggang Ordered, jika ada dua pesan Not O rdered – Jika dua pesa n dikirim secara berurutan maka dikirimkan maka tidak dipedulikan manakah yang terlebih dahulu pesan yang pertama harus sampai ke penerima. diterima aplikasi terlebih dahulu, jika pecahan (segmen) data datang dengan urutan yang sala h, m aka TC P buffer akan menyimpannya dulu
6

kemudian di berikan ke applikasi. 4. Heavyweight - Sebelum memulai Lightweight – pada UDP tidak ada pengiriman data TCP pesan untuk pengurutan, tracking membutuhkan sedikitnya 3 paket connection dan sebagainya. pesan untuk memulai koneksi dengan socket. Streaming Data terbaca Datagram – Paket dikirim secara individual dan di cek keadaanya sebagai byte stream, tidak ada pembeda antara ketika sampai. Setiap paket memiliki penanda yang membedakan satu bagian-bagian yang dikirim. dengan yang lain.

5.

REFERENCES [1] Behrouz A. Forouzan, “Data Comunications And Networking,” Mc Graw Hill, Fourth Edition, 2007.

7