P. 1
Performance Audit

Performance Audit

|Views: 169|Likes:
Published by Benny Ardiansah

More info:

Published by: Benny Ardiansah on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Konsep atas pertanggungjawaban sumber daya publik (public resources) merupakan kunci dari proses pengelolaan negara serta merupakan elemen yang utama bagi demokrasi yang sehat. Pihak legislatif, eksekutif dan masyarakat sangat ingin mengetahui, apakah pelayanan pemerintah kepada masyarakat (public services) telah dilaksanakan secara efisien, efektif, ekonomis serta telah menaati hukum dan aturan yang ada. Mereka juga ingin tahu, apakah program-program pemerintah telah mencapai tujuannya dengan hasil yang diinginkan, serta dengan biaya berapa. Eksekutif pemerintah bertanggung jawab kepada badan-badan legislatif dan masyarakat atas kegiatan mereka serta hasil-hasil yang telah dicapai. Audit Pemerintah, khususnya Audit Kinerja merupakan kunci utama untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pertanggungjawaban kepada rakyat. Audit ini akan memberikan tingkat keyakinan atas informasi yang dilaporkan mengenai hasil-hasil program atau kegiatan; demikian pula dalam hubungannya dengan sistem pengendalian intern dalam organisasi/lembaga. Kegiatan audit juga akan dapat memberikan arah kepada perbaikan pengelolaan pemerintah, pengambilan keputusan, dan pertanggungjawaban kepada publik.

1

Tuntutan akan terselenggaranya suatu pemerintahan yang bersih serta tersedianya pelayanan kepada publik yang lebih baik merupakan kecenderungan yang semakin nyata dari hari ke hari. Sektor pemerintahan diharapkan secara terus menerus mengevaluasi diri serta melakukan perbaikan kinerja secara berkelanjutan agar bisa bekerja secara efektif, efisien dan ekonomis. Untuk menunjang pemenuhan tuntutan tersebut, peran audit kinerja di sektor pemerintahan merupakan kebutuhan yang mutlak untuk segera diterapkan pada masa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang.

2

dan 4. Tahap pelaporan (reporting phase) 4. Tugas-tugas tertentu yang diperluakan untuk mencapai setiap tujuan. struktur audit terdiri atas: 1. Tahap pengenalan dan perencanaan (familiarization and planning phase) 2. Tahap-tahap audit.1 Struktur Audit Kinerja Hal yang membedakan antara satu macam audit dengan audit lainnya terletak pada tugas-tugas spesifik (specific tasks) pada masing-masing tahap audit yang menggambarkan kebutuhan dari masing-masing audit. Elemen masing-masing tahap audit. 3. Berdasarkan kerangka umum struktur audit di atas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tujuan umum masing-masing elemen. dapat dikembangkan struktur audit kinerja yang terdiri atas: 1. Secara umum. Tahap pengauditan (audit phase) 3. Tahap tindaklanjutan (follow-up phase) 3 . 2.

Review ekonomi .Review dan revisi .Investigasi .1 Struktur Audit Kinerja TAHAP Tahap Pengenalan dan Perencanaan ELEMEN .Review sistem manajemen pengendalian Tahap Audit .Review kepatuhan .Tabel 2.Persiapan pelaporan . 4 . proses kerja. validitas.Pengiriman dan penyajian laporan . Pemahaman lingkungan masing-masing organisasi akan memberikan dasar untuk memperoleh penjelasan dan analisis yang mendalam mengenai sistem pengendalian manajemen.Pelaporan Tahap Pelaporan Tahap Follow-up Sebeleum melakukan audit.Review hasil-hasil program . misi organisasi.Desain follow-up . Berdasarkan hasil analisis terhadap kelemahan dan kekuatan sistem pengendalian dan pemahaman mengenai keluasan (scope). auditor kemudian menetapkan kriteria audit dan mengembangkan ukuran-ukuran kinerja yang tepat. auditor terlebih dahulu harus memperoleh informasi umum organisasi guna mendapatkan pemahaman yang memadai tentang lingkungan organisasi yang diaudit. dan reliabilitas informasi kinerja yang dihasilkan oleh entitas/organisasi. serta sistem informasi dan pelaporan. struktur organisasi.Survei pendahuluan .

lingkungan manajemen.Berdasarkan rencana yang telah dibuat. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey) Pada tahap survei pendahuluan auditor akan berupaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit. mendisain tugas secara efisien dan menghindari kesalahan.1 Tahap pengenalan dan Perencanaan Tahap pengenalan dan perencanaan terdiri dari dua elemen yaitu survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen. 5 . a. kebijakan. 2. memanfaatkan sumber daya yang ada untuk hal-hal yang sifatnya material. Rekomendasi-rekomendasi yang diusulkan oleh auditor pada akhirnya akan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang.1. auditor kemudian melakukan pengauditan. Hasil temuan kemudian dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang disertai dengan rekomendasi yang diusulkan oleh auditor. standard an prosedur kerja. Deskripsi yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit akan membantu auditor untuk menentukan tujuan audit dan rencana audit secara detail. Pekerjaan yang dilakukan pada masing-masing elemen bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian (research plan) yang detail yang dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja dan mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. mengembangkan hasil-hasil temuan audit dan membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. terutama berkaitan dengan struktur dan operasi organisasi.

Review Sistem Pengendalian (Control System Review) Pada audit keuangan. dan reliability data. sedangkan audit kinerja. 2. auditor memulai pekerjaan dengan melakukan review dan evaluasi terhadap sistem pengendalian intern (SPI) terutama yang berkaitan dengan prosedur akuntansinya. 6 . Penilaian Ekonomi dan Efisiensi Kriteria yang digunakan untuk menilai reliabilitas data dibagi dalam dua area: 1) Proses pengumpulan. perhitungan dan pelaporan data  Prosedur yang ada didisain untuk memastikan fairness. dependability. Membandingkannya dengan model yang ada. Kriteria Pengendalian untuk Hasil-Hasil Program. auditor harus menelaah sistem pengendalian manajemen atau sistem pengendalian administrative dengan tujuan untuk menemukan kelemahan pengendalian yang signifikan agar menjadi perhatian manajemen dan untuk menentukan luas. dan waktu pekerjaan pemeriksaan berikutnya. 3.b. Prosedur audit yang dilakukan pada tahap review sistem pengendalian secara garis besar terdiri dari tiga langkah yaitu: 1. sifat.  Terdapat pengendalian dalam proses pengumpulan dan perhitungan data untuk memastikan integritas data. Menganalisis sistem manajemen organisasi. Mencatat dugaan terhadap setiap ketidakcocokan/ketidaksesuaian.

dan efektifitas kepemimpinan manajemen. Analitical memorandum untuk kepatuhan. dibuat dengan dasar yang konsisten dengan tahun sebelumnya. dibuat berdasarkan hasil review sistem pengendalian untuk menentukan sifat. ekonomi dan efisiensi. Fokus evaluasi kepatuhan dalah memastikan apakah entitas sudah 7 . struktur organisasi yang memadai. berisi identifikasi kelemahan yang material dalam sistem pengendalian manajemen dan pembuatan rekomendasi untuk perbaikan atas kelemahan tersebut. perencanaan. Memorandum perencanaan (planning memorandum). luas dan waktu untuk pekerjaan audit berikutnya. Terdapat dokumentasi yang memadai untuk menentukan integritas data. 2. serta hasilhasil program memiliki format umum yang sama. Pekerjaan audit pada tahap pengenalan dan perencanaan diharapkan mampu mempersiapkan dua buah dokumen yaitu: 1. 2) Kecukupan pelaporan data  Data yang dikumpulkan dan dihitung. Memorandum analitis (analitical memorandum).  Kewajaran dan reliabilitas data disajikan dengan kriteria tertentu.  Pengendalian yang telah ditetapkan sudah dijalankan. tetapi berbeda dalam hal kriteria yang digunakan. Pengendalian manajemen fokus evaluasinya adalah kecukupan.

hokum. Penggunaan indikator kinerja untuk masing-masing organisasi juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa ukuran kinerja untuk suatu organisasi berbeda dengan ukuran kinerja organisasi yang lain. Hasil-hasil program fokus evaluasinya adalah apakah hasil yang diinginkan telah tercapai. apakah tujuan ditetapkan oleh pihak yang berwenang dan apakah entitas telah mempertimbangkan alternatif-alternatif yang memberikan hasil yang diinginkan dengan biaya yang lebih rendah. dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa contoh kriteria audit atau standar evaluasi yang dapat digunakan oleh auditor. efisiensi. dan efektifitas selain berkaitan dengan hal-hal yang bersifat kuantitatif juga berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya kualitatif dan sulit diukur secara pasti.mengikuti peraturan. 8 . Ekonomi dan efisiensi fokus evaluasinya adalah penentuan apakah entitas menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara ekonomis dan efisien. Pemakaian indikator/kriteria kinerja oleh organisasi sektor publik akan membantu pemakai laporan dalam menilai kinerja yang dilaporkan oleh organisasi meningat audit ekonomi.

Seluruh karyawan dievaluasi secara periodik dan diinformasikan hasil pekerjaan mereka. keseimbangan Rentang pengendalian dalam sebuah organisasi harus lengkap dan seimbang di antara aktivitas-aktivitas organisasi yang banyak jumlahnya dan sangat kompleks. Perencanaan 7. Job description harus dikembangkan untuk seluruh posisi dalam organisasi untuk memudahkan komunikasi. Kualifikasi manajemen 5.1 Contoh Kriteria Audit KRITERIA 1.Sistem evaluasi harus didasarkan pada atribut-atribut yang paling efektif 2.Tabel 2. jumlah dana yang diperlukan.1. Penetapan strategi 3. Evaluasi kinerja karyawan 9 . Orang-orang yang duduk di posisi manajemen harus mempunyai kemampuan yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kelengkapan pengendalian dan 4. koordinasi dan memastikan tanggungjawab masing-masing posisi. . dan standar pelaksanaan. kapan akan dilaksanakan. Perencanaan harus menetapkan hasil yang ingin dicapai. dan program-program disusun berdasarkan strategi yang telah dibuat. Strategi untuk mencapai tujuan harus ditetapkan. . Penetapan tujuan KRITERIA AUDIT Tujuan masing-masing unit organisasi yang menggambarkan kontribusi dari masing-masing unit terhadap organisasi secara keseluruhan harus ditetapkan konsisten dengan kebutuhan dan diranking sesuai dengan prioritas. Job description 6.

Sistem bagi prosedur dan praktek untuk menyampaikan informasi tentang produktifitas ditetapkan untuk memastikan informasi yang akurat. . Penyebab terjadinya penyimpangan diidentifikasi dan dianalisa untuk mengambil tindakan koreksi yang tepat. 8.Kualitas jasa yang diharapkan dapat dicapai. Garis wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi harus ditetapkan dengan jelas. Garis wewenang dan tanggung jawab 10. yang meliputi : . Ada standar untuk mengukur produktifitas masing-masing departemen atau fungsi. . Sistem pengendalian untuk produktifitas manajemen a. d. Indikator untuk mengukur produktifitas masing-masing departemen atau fungsi harus ditetapkan. dan ditetapkan secara logis dan konsisten. e. Perbandingan antara kinerja yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dilaporkan secara periodik.Jumlah output yang ingin dicapai. 10 . c. b.dalam mendukung pencapaian tujuan evaluasi. lengkap dan tepat waktu.Biaya untuk mencapai output yang diinginkan. Pelaksanaan kegiatan dan pengendalian Pelaksanaan. . 9. tidak terduplikasi. koordinasi dan pembatasan tindakan disesuaikan dengan rencana yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan.Tingkat jasa yang diharapkan dapat disediakan oleh masing-masing departemen atau fungsi.

10) area khusu investigasi (special areas of investigation). 6) pengendalian dan metode pengendalian. Telaah kepatuhan (compliance review). dan karyawan. Telaah hasil-hasil program (program results review). 2. 7) sumber daya manusia dan lingkungan fisik. b. 9) analisis fiskal.1. c. 4) kebijakan dan praktik. d. 3) struktur organisasi. Telaah ekonomi dan efisiensi (economy and efficiency review). Pemahaman karyawan atas kebutuhan dan harapan. Sistem informasi dan pengendalian. komponen audit terdiri dari: 1) identifikasi lingkungan manajemen. organisasi.2 Tahap Audit Tahapan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen yaitu: 1. Auditor mengumpulkan informasi sehubungan dengan: a.2. 1) Identifikasi lingkungan manajemen Auditor harus familiar dengan lingkungan manajemen klien untuk memahami keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi organisasi. Gambaran organisasi. Secara lebih rinci. Untuk itu auditor harus mengetahui dengan seksama dan akurat gambaran menyeluruh organisasi dari perspektif hukum. 2) perencanaan dan tujuan. 8) praktik pengelolaan staf (staffing prcties). dan 3. Persyaratan hukum dan kinerja. 5) sistem dan prosedur. 11 .

dan diformalkan dalam peraturan atau petunjuk administratif yang mengacu pada sejumlah aktivitas yang harus dilaksanakan. Struktur organisasi menunjuk pada otoritas formal maupun informal dan tanggung jawab yang terkait dengan organisasi. Salah satu contoh sistem dan prosedur yang biasa digunakan adalah Standard Operating Procedures yang menjelaskan bagaimana sebuah fungsi atau tanggungjawab dilaksanakan.2) Perencanaan dan tujuan Komponen ini berkaitan dengan review atas proses penetapan rencana dan tujuan organisasi. 12 . efektifitas. 5) Sistem dan prosedur Sistem dan prosedur merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas untuk menelaah struktur pengendalian. 4) Kebijakan dan praktik Komponen ini mengacu pada kebijakan yang berlaku umum (kebijakan publik) yang merupakan kesepakatan yang dirumuskan oleh masyarakat yang diwakili oleh lembaga legislatif. ketepatan. Auditor menguji keberadaan tujuan yang ditetapkan secara jelas dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. 3) Struktur organisasi Kompenen ini berkaitan dengan bagaimana sebuah unit diatur dan sumber daya dialokasikan untuk mencapai tujuan organisasi. logika dan kebutuhan suatu organisasi. serta keterkaitan antara aktivitas-aktivitas yang dilakukan dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.

dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen serta ketentuan yang berlaku. dan prosedur organisasi yang berfokus pada efisiensi operasional. 8) Praktik penempatan karyawan (staffing practices) Komponen ini mengacu pada: a. Pengendalian akuntansi diperlukan untuk menyusun rencana. Auditor perlu mengevaluasi affirmative action 13 . dan kondisi fisik pekerjaan. yaitu rencana-rencana tindakan yang disetujui oleh pihak-pihak tertentu. c. Metode dan proseduryang digunakan untuk menilai kinerja karyawan. Kebijakan dan prosedur pelatihan karyawan. Metode dan prosedur yang digunakan untuk mengatur administrasi penggajian. dan e. dan prosedur organisasi untuk menjaga kekayaan perusahaan dan reliabilitas data keuangan. d. metoda.6) Pengendalian dan metode pengendalian Komponen ini berhubungan dengan pengendalian intern terutama accounting control dan administrative control. Metode dan prosedur yang digunakan untuk melindungi sumber daya manusia yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Affirmative action plans. dokumentasi tentang berbagai aktivitas. b. 7) Sumber daya manusia dan lingkungan fisik Komponen sumber daya manusia dan lingkungan fisik berkaitan dengan sikap karyawan. Pengendalian administratif terdiri dari rencana. efektifitas organisasi. metode.

10) Investigasi khusus Jika dibandingkan dengan analisis pengendalian manajemen. Tanpa memandang sejauh mana profesionalisme dan kemampuan pemeriksaan yang dimiliki oleh auditor. ekonomis dan efektifitas unit organisasi yang dievaluasi. Selain itu. laporan tertulis juga sangat penting untuk akuntabilitas publik. laporan yang disajikan oleh auditor merupakan kriteria yang penting bagi kesuksesan atau kegagalan pekerjaannya.plans untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan pelaksanaan rencana berjalan efektif. Ada tiga langkah utama yang sangat penting dalam mengembangkan laporan audit secara tertulis.3 Tahapan Pelaporan Pengorganisasian dan pelaporan temuan-temuan audit secara tertulis akan membuat hasil pekerjaan yang telah dilakukan menjadi lebih permanen. 9) Analisis fiskal Analisis fiskal diperlukan untuk menganalisis informasi keuangan yang secara langsung atau tidak langsung dapat digunakan untuk mengidentifikasikan efisiensi operasi. 2.1. Investigasi ini lebih diarahkan pada usaha untuk mengevaluasi solusi alternatif yang didesain untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi atau peningkatan nilai ekonomis sebuah fungsi organisasi. investigasi khusus sifatnya lebih spesifik. Laporan secara tertulis merupakan sebuah ukuran yang nyata atas nilai sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor. yaitu: 14 .

menggabungkan temuan-temuan tersebut menjadi sebuah laporan yang koheren dan logis. Pada tahap persiapan. c. Umumnya. Penelaahan (review). auditor sebaiknya menerangkan dan menjalaskan lebih detail aktivitas atau program yang diuji dalam audit kinerja. pemakaian dalam kalimat-kalimat dalam paragraf yang koheren. Meliputi persiapan tertulis sebuah laporan yang permanen agar dapat dikirim ke lembaga yang member tugas untuk mengaudit dan kepada auditee. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan audit kinerja: 1. Persiapan (preparation). logis. Merupakan tahap analisis kritis terhadap laporan tertulis yang dilakukan oleh staf audit. Oleh karena itu. Penggunaan kata-kata yang tepat. Pengiriman (transmission). 15 . pembaca laporan audit adalah orang-orang yang well educated di bidangnya masingmasing dan mempunyai kemampuan yang bagus untuk membaca laporan audit. dan mempunyai penekanan akan membantu pembaca dalam memahami laporan. review dan komentar atas laporan diberikan oleh pihak manajemen atau auditee.a. Auditor tidak boleh terlalu overstate. 2. Hal terpenting dalam sebuah laporan adalah bahwa laporan tersebut dapat dipahami oleh pihak-pihak yang menerima dan membutuhkan laporan. b. serta menyiapkan bukti-bukti pendukung dan dokumentasi yang diperlukan. Laporan audit kinerja harus ditulis secara objektif. auditor mulai mengembangkan temuan-temuan audit.

3. 4. Keahlian interpersonal (interpersonal skills) Keahlian interpersonal adalah keahlian untuk menjaga hubungan baik dengan auditee. Auditor hendaknya menulis laporan secara konstruktif.3. 16 . mengorganisasikan. Keahlian teknis (technical skills) Keahlian yang dibutuhkan untuk mengorganisasikan atau menyusun informasi audit menjadi sebuah laporan yang koheren. memberikan pengakuan terhadap kinerja yang baik maupun kinerja yang buruk. Selain berpedoman pada hal-hal tersebut diatas. Keahlian manajerial (managerial skills) Keahlian yang dibutuhkan untuk merencanakan. 5. ada beberapa keahlian yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh auditor agar mampu menghasilkan laporan yang efektif: 1. melaksanakan dan mengendalikan masing-masing tahap audit untuk memastikan hasil akhir yang berkualitas dan tepat waktu. 2. Auditor hendaknya mengakomodasi usaha-usaha yang dilakukan oleh manajemen untuk memperbaiki kinerjanya. kemampuan untuk menyampaikan temuan-temuan negative menjadi kesempatan-kesempatan positif sehingga mampu meyakinkan manajemen atas potensi-potensi yang ada. Informasi yang disajikan harus disertai suatu bukti yang kompeten.

Daftar table dan gambar II. laporan audit untuk audit kinerja terdiri atas: I. Badan (body). Secara lebih rinci. mencakup: 1) Pengantar masalah (bila perlu) 2) Temuan-temuan 3) Kesimpulan dan rekomendasi c. Pendahuluan a. Teks a. Daftar isi laporan secara keseluruhan e. Umum b. Lampiran c.Laporan audit untuk audit kinerja mempunyai struktur dan format yang hamper sama dengan laporan audit pada umumnya. Bibliografi d. Footnotes b. Komentar auditee (jika tidak dimasukkan ke dalam teks) 17 . Referensi masalah a. Pendahuluan b. Komentar auditee III. Laporan ringkasan d. Kekhususan laporan audit untuk audit kinerja terletak pada bagian pemberian rekomendasi untuk perbaikan. Surat pengiiman atau memorandum c.

5. Mengumpulkan semua referensi yang diperlukan untuk mendukung teks. Prosedur review follow-up dimulai dengan tahap perencanaan melalui pertemuan dengan pihak manajemen untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi organisasi dalam mengimplementasikan rekomendasi auditor. Menyiapkan memorandum pengiriman laporan. Menyiapkan teks.1. Tahap penindaklanjutan didisain untuk memastikan/memberikan pendapat apakah rekomendasi yang diusulkan oleh auditor sudah diimplementasikan. Dari sisi auditor. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penindaklanjutan antara lain: 1) 18 . Menyiapkan temuan-temuan secara individual. 2.4 Tahap Penindaklanjutan (Follow-Up) Dalam tahap penindaklanjutan akan melibatkan auditor. dan pihak- pihak lain yang berkompeten. auditee. Kemudian auditor mengumpulkan data-data yang ada dan melakukan analisis terhadap data-data tersebut untuk kemudian disusun dalam sebuah laporan. 2.e. 4. Menyiapkan laporan inti. auditor harus melakukan halhal berikut untuk mengembangkan sebuah laporan audit: 1. Bahan referensi Format diatas menggambarkan susunan laporan akhir audit kinerja. bukan langkah-langkah dalam menulis laporan. Dalam praktik. 3.

jika diterima apakah rekomendasi tersebut diimplementasikan atau tidak. auditor secara formal memberikan rekomendasirekomendasi yang didasarkan pada temuan-temuan selama proses audit. hal pertama yang harus diputuskan adalah penjadwalan followup. 2) Pelaksanaan review follow-up Perencanaan manajemen memberikan dasar untuk review follow-up. 3) batasan review follow-up. 2) pelaksanaan review follow-up. Rekomendasi ini sangat penting untuk perbaikan kinerja di masa yang akan datang. manajemen harus menentukan apakah rekomendasi tersebut ditolak atau diterima. Pada audit kinerja. Berdasarkan prosedur. jika tidak diimplementasikan periode sekarang. Untuk setiap rekomendasi yang diberikan oleh auditor. kapan implementasi direncanakan akan dilaksanakan. 19 . 1) Dasar pelaksanaan follow-up Dasar untuk melakukan follow-up adalah perencanaan yang dilakukan oleh pihak manajemen. namun sebaliknya juga dihindari terjadinya follow-up yang overload. 3) Batasan follow-up Pelaksanaan follow-up sebaiknya tidak terbatas pada penilaian pelaksanaan dan dampak rekomendasi yang diusulkan oleh auditor.dasar untuk melakuakan follow-up. yang mana hal ini sangat bergantung pada kompleksitas rekomendasi dan tingkat kesulitan implementasi.

Auditor memberikan penjelasan tentang bagaimana dan mengapa sebuah rekomendasi diberikan. b. auditor hanya berperan sebagai pendukung. c. Implementasi oleh unit kerja Unit yang diaudit memiliki kesempatan pertama kali untuk mempelajari temuan dan rekomendasi audit. Diskusi antara auditor dengan manajemen sebelum laporan audit dipublikasikan akan memungkinkan dihsailkan petunjuk administratif yang didisain untuk mengoreksi permasalahan.Rekomendasi yang diberikan oleh auditor perlu segera ditindaklanjuti oleh pihakpihak yang berwenang agar perbaikan kinerja dapat sesegera mungkin dilaksanakan. Keterlibatan organisasi dalam telaah awal rekomendasi dan pengambilan tindakan yang tepat atas rekomendasi pendahuluan akan memberikan respon positif dari pihak legislatif sebelum dikeluarkannya laporan akhir audit. a. Hal ini memungkinkan unit kerja untuk mengevaluasi dan menggunakan rekomendasi yang diberikan oleh staf auditor. tidak terlibat langsung didalamnya. Hal ini penting untuk menjaga obyektifitas dan independensi auditor karena ada kemungkinan bahwa di masa-masa yang akan datang organisasi tersebut akan diaudit oleh auditor yang sama. Peranan auditor dalam pengimplementasian rekomendasi audit Dalam proses pengimplemetasian rekomendasi audit. Auditor juga memonitor tindakan manajemen sehubungan dengan laporan audit untuk mengetahui perkembangan pengimplemetasian 20 . Implementasi oleh eksekutif Manajemen (eksekutif) biasanya menerima hasil audit terlebih dahulu dibandingkan lembaga pengambil kebijakan atau legislatif.

mosi. 2. karena hal ini memrlukan komitmen yang kuat dari lembaga pembuat kebijakan. d. misalnya melalui public hearing terhadap temuan audit. 1. baik tingkat pusat maupun daerah merupakan otoritas tingkat akhir yang dapat mengambil tindakan implemetasi rekomendasi secara formal dengan mengadopsi peraturan.rekomendasi audit. 3. Tindakan legislatif melalui anggaran 21 . Adapun tindakan yang dapat dilakukan untuk memastikan implemtasi rekomendasi audit. Tetapi secara keseluruhan implemetasi rekomendasi menrupakan tanggung jawab penuh manajemen. Tindakan legislatif secara informal Pengimplementasian rekomendasi dilakukan tidak secara formal. dan sebagainya. Peranan legislatif dalam mengimplemetasikan rekomendasi audit Lembaga legislatif. kontak langsung antara anggota legislatif dengan masing-masing eksekutif untuk membicarakan implementasi rekomendasi. Rekomendasi yang akan diimplemetasikan melalui kebijakan formal hendaknya menyangkut hal-hal yang sifatnya sangat penting. dan pengadopsian rekomendasi dalam bentuk kebijakan formal merupakn tanggung jawab legislatif. Tindakan legislatif secara formal Pendekatan untuk mengimplementasikan rekomendasi audit dengan jalan memasukkan rekomendasi tersebut ke dalam kebijakan formal.

dan isu-isu spesifik dapat diidentifikasi lebih awal pada proses perencanaan. Peranan lembaga legislatif sangat signifikan dalam pengimplementasian rekomendasi audit. karena biasanya alokasi dana akan disesuaikan dengan tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai. 22 . Laporan hasil pemeriksaan sebelumnya dapat dijadikan sebagai dasar untuk memulai pekrjaan audit sehingga dapat menghemat waktu untuk perencanaan audit. Setiap organisasi dapat menjadi obyek pemeriksaan kembali. Implementasi rekomendasi dapat dilakukan melalui penetapan tujuan dalam anggaran yang akan dibiayai dengan sejumlah dana. kinerja sebuah organisasi juga dapat mengalami peningkatan atapun penurunan. Audit kinerja merupakan suatu usaha yang meliputi lebih dari satu periode waktu karena sebagaimana variabel-variabel lain yang berubah-ubah.Lembaga legislatif mempunyai otoritas atas alokasi dana melalui pengendalian terhadap anggaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->