Nama : Nur Rokim NIM :1001050 Prodi DIII: Keperawatan II/4 Kep.

jiwa

STRATEGI PELAKSANAAN ( SP )

A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien : Klien datang ke Rumah Sakit diantar oleh keluarganya karena marah-marah dan memecahkan jendela rumah.

2. Diagnosa Keperawata

: Perilaku Kekerasan.

3. Tujuan Khusus

: a. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya. b. Menjelaskan cara kontrol PK dengan minum obat (prinsip 5 benar minum obat). c. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

4. Tindakan Keperawatan

: a. Anjurkan klien untuk mengungkapkan masalahnya kembali dan mengulang latihan yang telah di berikan untuk mengatasi masalahnya b. Ajari pasien minum obat secara teratur dengan prinsip 5 benar (benar nama pasien, benar nama obat, benar cara meminum obat, benar waktu minum obat, dan benar dosis obat). c. Ajari pasien menyusun jadwal minum obat secara teratur.

B. Strategi Komunikasi 1. Fase orientasi a. Salam terapeutik “Selamat pagi bapak?” “Masih ingat dengan saya?”coba siapa?” “Bagus, ternyata bapak masih ingat”. “Sesuai janji saya kemarin hari ini kita bertemu lagi”.

b. Evaluasi/validasi “Bagaimana perasaan bapak saat ini ? „„Apakah bapak sudah melakukan latihan tarik nafas dalam, pukul kasur bantal, bicara baik, solat dan berdo‟a?” “Apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?” “coba bapak peraktekkan kembali latihannya?” “Bagus ternyata bapak masih ingat”

c. Kontrak T.W.T Topik : “Bagaimana kalau kita bicara dan latihan tentang cara minum obat yang benar untuk mengontrol rasa marah?” Tempat : “Enaknya di mana bapak mau berbincang-bincang?” “Apa di tempat kemarin saja pak?” Waktu : “Mau berapa lama pak ? bagaimana kalau 10 menit ?”

2. Fase Kerja a. “Apakah bapak sudah dapat obat dari dokter?” b. “Berapa macam obat yang bapak minum?” c. “Warnanya apa saja?”. Bagus. d. “Jam berapa bapak minum?”. Bagus.

e. “Obatnya ada tiga macam pak yang warnanya orenge namanya CPZ, gunanya agar pikiran tenang, yang putih namanya THP agar rileks dan tegang dan yang merah jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang. Semuanya ini harus bapak minum 3x sehari, jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam” f. “Bila nanti setelah minum obat mulut bapak terasa kering, untuk membantu mengatasinya bapak bisa mengisap-isap es batu” g. “Bila terasa mata berkunang-kunang bapak sebaiknya istirahat dan jangan beraktifitas dulu”. h. “Nanti di rumah sebelum minum obat ini bapak lihat dulu label di kotak obat, apakah benar nama bapak tertulis di situ, berapa dosis yang harus di minum, jam berapa saja harus di minum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar?di sini minta obatnya pada suster kemudian cek lagi apakah benar obatnya?” i. “Jangan pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter ya pak, karena dapat terjadi kekambuhan”. j. “Sekarang kita masukkan waktu minum obatnya kedalam jadwal ya pak”

3. Fase Terminasi a. Evaluasi Subyektif “ bagaimana perasaan bapak, setelah kita berbincang-bincang tentang cara minum obat yang benar?

b. Evaluasi Obyektif “ Coba sebutkan lagi obat yang bapak minum? Bagaimana cara minum obat yang benar? Bagus, ternyata bapak masih ingat. “ Sudah berapa cara mengontrol perasaan marah yang kita pelajari?” “ Sekarang kita tambah jadwal kegiatannya dengan minum obat. Jangan lupa kita laksanakan semua secara teratur ya?” c. Rencana Tindak lanjut “ Baiklah, waktu kita sudah habis, besok kita bertemu kembali untuk melihat sejauh mana bapak melaksanakan kegiatan dan sejauh mana dapat mencegah rasa marah. Sampai jumpa”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful