MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

K.EPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 425/MENKES/SK/VI/2006 TENTANG PIEDOMAN KEBIJAKAN CASAR BALAI KESEHATAN MASYARAKAT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a. bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran, kernauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masvarakat yang setinggi tingginya ; bahwa dalam ranqka mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang ditandai dengan insiden dan prevalensi tinggi rnaupun prevalensl rendah yang berdampak pada kesakitan dan kernatian tinggi perlu intervensi kesehatan masyarakat dan lntervensi medis dengan didukung sa.ana pelayanan kesehatan strata dua secara kornprehensif dan terkoordinasi; bahwa BaJal Kesehatan Masyarakat (6alkesmas) adalah Unit Pelaksana Teknis yang menyelenggarakan upaya kesehatan strata kedua, dalam rnenqatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu secara terlnteqrasl dan menyeluruh di suatu wilayah kerja; bahwa sehubungan denqan pertimbangan dlrnaksuc pada huruf a b dan c periu dltetapkan Pedoman Kebijakan Dasar Balai Kesehatan Masyarakat Dengan Keputusan Menteri Kesehatan;
l

b.

c.

d.

r -lenqi neat

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495); 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

REPUBLIK INDONESIA

MENTERIKESEHATAN

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenanqan Pemerlntah dan Kewenanqan Propinsi sebagai daerah otonomi (Lembaran Neg()ra Tahun 2000 Nomor 54 Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 3952); 5. Peraturan Pemerintah Nemer 8 tahun 2003 tentang Pedoman Organisasj Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262 );

6. Peraturan Presiden Presiden Nemer 9 Tahun 2005

tentanq

Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Menteri Kesehatan Nomor 556/Menkes/SK/VI/2002 tentang Perubahan Rumusan Kedudukan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Kesehatan; Aparatur Negara Nomor 62/Kep/MenPAN/7/2003 tentang Pedomim Organisasi Unit Pelaksana Teknis dl lingkungan Departemen Kesehatan dan Lembaga Pemerintah Non Departemen;

7. Keputusan

8. Keputusan Menteri Pendayaqunaan

9. Peraturan

Menter! Kesehatan Nomor 1575/Menkes /PER/XII 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan:

MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu

PEDOMAN KEBIJAKAN MASYARAKAT

[)ASAR

BALAI

KESEHATAN

Kedua

Pedoman Kebijakan Dasar Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana terlampir dalam lampiran keputusan Ini.

MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

Ketiga

Pedoman Kebijakan Dasar Balai kesehatan Masyarakat (Balkesrnas) sebagaimana dirnaksud Diktum Kedua dalam lampiran keputusan ini ITlenjadi acuan bagi aparatur kesehatan unit utama di Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota daJam pembentukan, penataan dan pengembangan Balai Kesehatan Masyarakat. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Keempat

- .".".'..: r.. ";._.:, ' ,""'..
.
'

..-"; ':::"',"';-'::,"P: :., .

Ditetapkan di Jakarta Pada Tanggal 19 Juni 2006

'.

,

,

!I'

'

ERI KESEHATAN,

:\,,:,~
',::-.~:/::}'::l:;·\D~.··dr. Siti
Fadilah Supari, Sp.JP (K)

REPUBLIK INDONESIA

MENTERIKESEHATAN

Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 42S/MENKES/SK/VI/2006 Tanggal: 19 Juni 2006
KEBIJAKANDASAR .BALAI KESEHATAN MASYARAKAT

I.

PENDAHULUAN

A. t.atar belakang
Undang Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyebutkan bahws setiap orang mempunyai hak yang sarna untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Pada dasarnya sehat merupakan hak asasi manusia. Setiap penduduk berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu «ewajlban pemerintah adalah rnenvedlakan fasllitas dan pelayanan

kesehatan yang bermutu serta terjangkau .

Dalarn Sistem Kesehatan Naslonal, Subsistem Upaya Kesehatan terdiri dari Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan

Perorangan (UKP) diselenggarakan secara berjenjang dari strata I,ll dan III dengan pendekatan promotif, preventif, kurCltif dan rehabilitatif secara

rnenyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Untuk mewujudkan kesehatan bagi semua, pemerintah telah menyediakan sarana peJayanan kesehatan dasar di Puskesmas Yllng menyelenggarakan pelavanan kesehatan dasar di dalam dan luar ;1edung di wllavah kerjanya. Rumail Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan spesialistik tetapi tidak mempunyai wilayah kerja.

Untuk mengatasi

berbagai masalah kesehatan masyarakat yang ditandai atau angka

dengan tingginya angka prevalensi dan angka insiden penyakit, prevalensi rendah tapi mempunyai dampak dibutuhkan

kesakitan dan kematian tinggi,

sarana pelayanan kesehatan masvarakat strata kedua yang

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

mempunyai

wilayah kerja. Sarana· pelayanan kesehatan

masyarakat

strata

kedua ini disebut

Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas).
yang ditangani, pada saat ini

Sesuai jenis masalah kesehatan masyarakat telah terbentuk Paru Masyarakat

Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Balai Kesehatan (BKPM), Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM),

Balai I<esehatan Kerja Masyarakat (BKKM), Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BIOtA).

B. Tujuan kebljakan unit Dasar Balai Kesehatan Masyarakat ini disusun sebagai acuan baql di Departemen Kesehatan, Dinas dalam

utama

xesenatan

Propinsi

dan Dinas dan

Kesehatan pengembangan

Kabupaten/Kota

pernbentukan,

penataan

Balai Kesehatan Masyarakat.

C. Ruang lingkup Ruang lingkup Kebijakan Dasar Balai

Kesehatan Masyarakat

mellputl

Konsep Dasar Balai Kesehatan Masyarakat, Pengorganisasian Kerja, Upaya dan PenyeJenggaraan serta .Manajemen

dan Hubungan Balai Kesehatan

MasYilrakat.

D. Ruan9 lingkup
1. Uncang-undang

Nomor 23 Tahun 1992 tenlang

Kesehatan (Lembaran Negara Nomor

Ne~ara Tahun

1992 Nemor 100 Tambahan

Lembaran

3495); 2. Undang-undang
Nornor 4437); 3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Pusat dan Pemertntahan Keuangan Nemor 32 Tahun 2004 tentanq Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan ternbaran Negari:1

Antara Pemerintah

Daerah (Lernbaran Negara Negara Nomor 4438);

Tahun 2004 Nemer 126 Tambahan lembaran

"ENTERI KESEHATAN AEPUBLIK INDONESIA

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia r\Jomor25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenanga!1 Propinsi sebagai daerah otonomi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54 Tambahan Lembaran Negara Nemer 3952); 5. PerC'lturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tcntang Pedor'-lan Organisasi Pel'angkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14 Tambahan Lernbaran Negara Nemer 4262 ); 6. Peraturan Presiden Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Kernenterlan Neqara Republik Indonesia; 7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 556jMenkesjSK/Vlj2002 Perubahan tentang

Rumusan Kedudukan Unit Pen~ksanaTeknls di lingkungan

Departemen Kesehatan; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Nega:-a Nomor

62/l<ep/MenPAN/7/2003 tentang Pedoman Organisasi ~nit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Kesehatan dan Lembuga Pemerintah Non Departemen; 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/~1enkes /PERjXI/ tentang Organisasi dan Tata Kefja Departemen Kesehatan; 2005

II.

KONSEF' OASAR BALAI KESEHATAN MASYARAKAT A. Penqertian Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) adalah Unit Pelaksana Teknis yang menyelenggarakan upaya kesehatan strata kedua, untuk mengatasi rnasalah kesehatan masyarakat tertentu secara terintegrasi dan menyeluruh di suatu wilayah kerja. l. Unit PelaksanaTeknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah satuan organisasi yang bersifat mandlri, yang melaksanakan tugas teknts operasional dan atau tugas teknis penunjang dari erganIsasi lnduknya.

MENTERlKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2. Upaya Kesehatan Strata Kedua Upaya kesehatan strata kedua adalah yang

upava

kesehatan tingkat lanjutan kesehatan

mendayagunakan ilmu penqetebuan dan teknologl

speslallstik, 3. Masalah kesehatan masyarakat tertentu
Masalah kesehatan masyarakat tertentu adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan insiden dan prevalensi yang rendah tapi mempunyai dampak kesakitan tinggi, atau prevalensi tinggi.

dan kematian

Tertentu artinya satu jenis masalah kesehatan masyarakat. 4. Wilayah kerja Wiluyah kerja Balai Kesehatan Masyarakat KabupatenjKota, Provlnsi atau sesuai dapat meliputi satu wilaY3h cenqan kewenangan yang

ditetapkan oleh organisasi induknya.

B. Vist Terwujudnya masyarakat sehat dalam mendukung tercapainya Sehat. Indonesia.

Setiap Balai Kesehatan Masyarakat dapat menetapkan visi masingcenqan kondlsi dan kebutuhan serta visj organisasi

masing sesuai lnduknya.

C. Misi
Untuk mencapai visi tersebut sebaqa. berikut : 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya Balal Kesehatan Masyarakat menggerakkan pembangunan yang Balai Kesehatan Masyarakat mempunyai misi

dilakukan oleh sektor lain di wilayah kerjanya, agar pembangunan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masalah kesehatan masyarakat tertentu. 2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wliClyahkerjanya Balai Kesehatan Masyarakat selalu berupaya agar setiap keluarga dan

masyarakat di wilayah kerjanya, secara mandiri mampu mencegah dan

REPUSLIK INt'ONESIA

UENTERIKESEHATAN

rnengatasi

masalahkesehatan

tertentu

di

masyarakat

sesuai

kemampuannya. 3. Meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan

kesehatan masyarakat
Balal Kesehatan Masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan strata kedua sesuai bidangnya, selalu berupaya memenuhi standar, mernuaskan masyarakat serta mengupayakan pemerataan dan

keterjangkauan pelayanan dengan menerapkan teknologi tepat guna.

4.

Mengembangkan institusi terkait .

jejaring

kemitraan

dan

koordinasi

dengan

Balai Kesehatan Masyarakat selalu berupava mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan institusi terkait dalam mengatasi

masalah kesehatan di masyarakat.

D. Tujuan : Tujuan Balal Kesehatan Masyarakat adalah meningkatkan status kesehatan rnasyarakat melalui penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat strata

kedua sesual bidangnya kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

E. Tugas P'okok dan Fungsi 1. Tugas Pokok Balai i<esehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan sebagian fungsi darl organisasi strata induknya, untuk melalul penyelenggaraan upaya

kesehatan

kedua

mengatasi

masalah kesehatan

masyarakat tertentu dl wilayah kerjanya. 2. Fungsi Balai Kesehatan Masyarakat mempunyai fungsi: a. tv1emberdayakanmasyarakat untuk mampu mencegah dan mengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu. b. Membantu organlsasi induknya rnernberlkan bimbingan teknis kepada sarana pelayanan kesehatan secara berjenjang sesuai bidangnya.

"ENTERI KESEHATAN IQEPUBLIK INDONESIA

c. Menyelenggarakan oidangnya.

pelayanan

kesehatan

strata

kedua

sesuai

d. Mengembangk~m jejaring kemitraan dan koordinasi denqan institusi terkait dalam mengatasi masalah kesehatan rnasvarakat tertentu. e. Menyelenggarakan penelitian dan pelatihan teknis masalah kese-hatan sesuai bidangnya,
III. PENGORGANISASIAN DAN HUBUNGAN KERJA

A. Kedudukan dan Wilayah Kerja

Kedudukan dan

wilayah kerja Balai Kesehatan Masyarakat dilakukan

berdasarkan besaran masalah kesehatan masyarakat, kemampuan daerah (tersedianya sumber daya dan potensi daerah ) serta kepemilikannya, yaItu 1. Balai Kesehatan MasyariJkat sebagai UPT Departemen Kesehatan Balai Kesehatan Masyarakat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Departemen Kesehatan, yang mempunyai wilayah kerja sesual kewenangan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan. 2. Balai kesehatan Masyarakat sebagai UPT Dinas Kesehatan Provinsi Balai Kesehatan Masyarakat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dinas Kesehatan Provinsi, yang mempunyai wilayah kerja sesuai kewenangan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi. 3. Balai Kesehatan Masyarakat sebagai UPT Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Balal Kesehatan Masyarakat berada dl bawah dan bertanggung jawab kepada Dlnas Kesehatan kabupaten/kota, yang mempunyai wilayah kerja sesuai kewenangan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kat upaten/Kota.

MENTERl KESEHA'TAN REPUBLIK INDONESIA

B. Pengorganisasian 1. Struktur organisasi Struktur organisasi Balai Kesehatan Masyarakat dibentuk oleh organisasi lncuknva berdasarkan ketentuan yang berlaku, besaran masalah kesehatan masyarakat, kemampuan daerah (tersedianya sumber daya dan potensi daerah) serta kedudukannya. Penetapan struktur organlsasi UPT Pusat ditentukan oleh Menteri Kesehatan dengan persetujuan melalui Menteri Pencavaqunaan Aparatur Negara. Sedangkan struktur organisasi UPT Daerah penetapannya oleh Gubernur atau Bupati/Walikota persetujuan DPRDdalam bentuk Peraturan Daerah. Struktur organisasi Sa[ai Kesehatan Masyarakat minimal terdiri dart Kepala, Unit Tata Usaha, Seksi dan Jabatan Fungsional. 2. Krileria personalia Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Balai Kesehatan Masyarakat disesuaikan dengan tugas dan tanggungjawab masingmasinq organisasi di Balat Kesehatan Masyarakat. Khusus untuk Kepala Balai Kesehatan Masyarakat dipersyaratkan seorang dokter atau paska sarjana di bidang I<esehatan masyarakat. Sedangkan untuk kualifikasf tenaga fungsional disesuaikan dengan tugas pokok dan fungs; masing masing jenis Balai Kesehatan Masyarakat. 3. Eselonisasi Eselonisasi struktur organisasi dan personalia mengacu kepada: a. Keputusan Menteri Pendayagunaan tentang Aparatur Negara No UPT di 6L/KEP/M.PAN/7/2003 pedoman organisasi

lingkungan Departemen dan Lembaga Pemsrlntah Non nepartemen b. Peraturan Pemerintah no 8 Tahun 2003 tf:ntang Pedoman Organisasi ~1erangkat Daerah.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

C. Hubungan Kerja 1. Baloi Kesehatan Masyarakat sebagai Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan Balai Kesehatan Masyarakat sebagai unit pelaksana teknis Departemen kesehatan, dengan demikian kepada secara teknis dan administratif Sebaliknya memberi

bertanggungjawab Departemen

Departemen

Kesehatan. membina dan

Kesehatan

bertanggungjawab

dukungan teknis serta administratif kepada B31aiKesehatan Masyarakat . Hubungan kerja dengan unit pelayanan kesehatan lainnya : a. Jaringan pelayanan kesehatan strata ketiga Balai Kesehatan Masyarakat menjalin kerjasama dan koordinasi

der.gan sarana pelayanan kesehatan strata ketiga milik pemerintah maupun swasta, termasuk diantaranya melakukan koordinasi dengan Oinas Kesehatan Provinsi. b. jaringan pelayanan kesehatan strata kedua Balai Kesehatan Masyarakat rnenjalln kerjasama dan koordinasi

dengan sarana pelayanan kesehatan strata kedua milik pemerintah maupun swasta, termasuk diantaranya rnelakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten /Kota. c. Jaringan pelayanan kesehatan strata pertama Balai Kesehatan Masyarakat membantu Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tehnis untuk melaksanakan bimbingan milik

kepada sarana pelayanan kesehatan strata

pertama

pemerintah maupun swasta. d. Jarlnqan pelayanan kesehatan rujukan 3alai Kesehatan Masyarakat menjalin kerjasama dengan berbagai

sarana pelayanan kesehatan rujukan bslk milik pemerintah maupun swasta. e. Untas sektor dan organisasi masyarakat Untuk mendapatkan hasil serta menjamin terselenggaranya berbagal upaya secara optimal maka Balai Kesehatan Masyarakat

REPUBLIK INDONESIA

MENTERIKESEHATAN

berkoordinasi

dengan lintas sektor dan organisasi masyarakat di

wilayah kerjanya. 2. Balai Kesehatan Kesehatan Provinsi Balal Kesehatan Masyarakat sebaqa) unit pelaksana teknls Dinas Masyarakat sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas

Kesehatan Provlnsl, dengan demikian secara teknls dan administratif bertanggungjawab kepada Dinas Kesehatan Provinsi. Sebaliknya Dinas

Kesehatan Provinsi bertanggungjawab membina dan memberi dukunqan teknis serta administratif kepada Balai Kesehatan Masyarakat. Hubunqan kerja dengan unit pelayanan kesehatan lainnya : a. Jaringan pelayanan kesehatan strata kedue Balai Kesehatan Masyarakat menjalin kerjasama dan koordinasi

dengan sarana pelayanan kesehatan strata kedua l1"'ilik pemerintah rnaupun swasta, termasuk diantaranya melakukan koordlnasl dengan Dinas Kesehatan Provinsi. b. Jaringan pelayanan kesehatan strata perta:na Balai Kesehatan Masyarakat membantu Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan bimbingan milik

tehnls kepada sarana pelayanan kesehatan strata pemerintah maupun swasta.

pertama

c.

Jaringan pelayanan kesehatan rujukan BaJai Kesehatan ~1asyarakat menjalin kerjasama dengan berbagai maupun

sarana pelayanan kesehatan rujukan balk milik perrerintah

swasta,
d. Lintas sektor dan organlsasi masyarakat . Untuk mendapatkan hasil serta meniarnln terselenggaranya berbagai upaya secara optimal maka Balai Kesehatan Masyarakat

berkoordinasi

dengan lintas sektor dan organisasi masyarakat di

wilayah kerjanya. 3. Balai Kesehatan Masyarakat sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas

Kesehatan KabupatenjKota

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Ba'al Kesehatan Masyarakat sebagai dengan unit pelaksana secara Dinas teknis teknis Dinas dan

Kesehatan administratif

Kabupaten/Kota,

demikian kepada

bertanggungjawab Sebaliknya membina Dinas dan

kesehatan

Kabupaten/Kota,
bertanggungjawab

Kesehatan

KabupatenjKota teknis serta

rnernbert

dukungan

administratif kepada Balai Kesehatan Masyar'lkat. Hubungan kerja dengan unit pelayanan kesehatan lainnya : a. Jaringan pelayanan kesehatan strata kedua Balai Kesehatan Masyarakat menjalin kerjasama dan koordinasi

dengan sarana pelayanan kesehatan strata kedua milik pemerintah rnaupun swasta, termasuk diar:taranya melakukan koordinasi dengan Dir:as Kesehatan Kabupaten/Kota . b. Jaringan pelayanan kesehatan strata pertama Dalai Kesehatan Masyarakat membantu Dinas Kesehatan

Kabupaten/Kota
pelayanan swasta.

untuk melaksanakan birnbingan tehnis kepada sarana strata pertama milik pemerintah maupun

kesehatan

c. Jaringan pelayanan kesehatan J'ujukan
Balai Kesehatan Masyarakat menjalln kerjasama dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan rujukan ba.k mlllk pemerintah maupun swasta. d. Untas sektor dan organisasi masyarakat . Untuk mendapatkan hasH serta menjamin terselenqcaranva upaya secara optimal rnaka BaJal Kesehatan berbagai

Masyarakat

berkoordinasi

dengan

lintas sektor dan organisasi

masyarakat di

wilayah kerjanya.

IV. UPAYA DAN AZAS PENYELENGGARAAN

A. UPAYA Sesuai dengan tugas dan fungsinya, upaya Balal Kesehatan Masyarakat meliputi :

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1. lV1emberikan pelayanan kesehatan strata kedua untuk

mengatasi

masalah kesehatan masyarakat tertentu di wilayah kerjanya mulai dari prornotif, preventif, kuratlf dan rehabilitatif. Baloi Kesehatan Masyarakat sebagai sarana pelayanan kesehatan strata kedua memberikan pelayanan medis speslallstik untuk mengatasi

masalah kesehatan masyarakat tertentu. 2. Memberikan bimbingan teknis ke sarana pelayanan kesehatan strata yang lebth rendah. 13alai Kesehatan Masyarakat mernbantu Dinas Kesehatan untuk

melaksanakan bimbingan tehnis kepada sarana pelayanan kesehatan strata yang lebih rendah baik pemerintah maupun swasta. Bimbingan teknis yang diselenggarakan balk dalam bidang medis dan kesehatan masyarakat sesuai dengan perkembangan Iptek untuk

. meningkatkan pengetahuan dan keterampuan

petugas kesehatan pada

strata yang lebih rendah. Contohnya melakukan pelauhan, konsultasi, rujukan, peningkatan kualltas tenaga dan Ifan-Iain

3. Mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan
terkait. Sebagai upaya untuk meningkatkan peiavanan

institu5i

kesehatan, maka Balai

Kesehatan Masyarakat perlu melaksanakan koordinasi untuk memadukan potensl sumberdaya dengan berbagai institusi terkait dalam dan luar negeri melalui jejaring kemitraan, sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat & keluarqa Upaya pemberdayaan jenls masyarakat dan keluarga disesuaikan dengan

pelayanan yang diberlkan oleh Bala! Kesehatan Masyarakat di

bawah koordtnasl Departemen Kesehatan atau Dinas Kesehatan Provinsi atau KabupatenjKota, agar masyarakat rnarnpu mencegah dan mengatasi masalah kesenatan masyarakat .

5. Pelatlhan teknis dan penelitian
Peladhan dl bidang kesehatan masyarakat tertentu, dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan sesual

bidenqnva, guna peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

UENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA PeneIitian yang dilakukan dl Balai Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk mengembangkan program dalam rangka mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan kebijakan di bidang kesehatan

S. AZAS PENYELENGGARAAN
Dalam menyelenggarakan berbagal upaya di Balai I<esehatan Masyarakat rnenerapkan azas penyeJenggaraan sebagai berikut : 1. Wilavah kerja Balai Kesehatan Masyarakat rnernpunyal tanggungjawab untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada bidang tertentu yang berternpat tinggal di wilayah kerjanya. Oleh i<arenanya upaya kesehatan dilaksanakan oleh 'Balai Kesehatan Masyarakat duaksanakan tidak hanya

di dalam
Dalam

gedung akan tetapi juga di luar gedung.

2. Pemberdayaan masyarakat melaksanakan berbagai upaya peJayanan kesehatan, Balai

kesehatan Masyarakat harus membercayakan perorangan, keluarga dan

masvarakat agar berperan aktif dalam setiap upava yang dilakukan.
3. Keterpaduan Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan strata kedua dalam bidang kesehatan tertentu di wilayah kerja, Balai Kesehatan Masyarakat harus rnelakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai sarana pelayanan

kesehatan, instansi terkait, swasta den Jembaga swadaya masyarakat, sehfngga kesehatan. 4. Rujukan Seb:3gai sarana pelayanan kesehatan strata kedua. maka Balai Kesehatan Masyarakat menerima rujukan timbal balik dari sarana pelayanan terjadi keselarasan dan keterpaduan dalam pelayanan

kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta,

REPUBLIK INDONESIA

MENTERIKESEHATAN

V.

MANAJl:MEN DAN SUMBER DAYA

A. Manajemen Sebagai unit organisasi, Balai Kesehatan Masyarakat melaksanakan manajemen yang meliputi fungsi

Perencanaan, Pelaksanaan dan PengendaHan, Semua fungsi manajemen tersebut

Pengawasan dan Pertanggungjawaban.

duaksenakan secara terkait dan berkesinambungan. 1. Pel-encanaan
Perencanaan adalah proses penyusunan rencana yang mellputl untuk perencanaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana

mengatasi masalah kesehatan masyarakat sesuai bidangnya kerjanya. Proses penyusunan
orqantsasi

di wilayah

perencanaan ini sesual jadwal

perencanaan dari

induknya (Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi

·atau Dinas Kesehatan Kab/Kota ) 2. Pelaksanaan dan Pengendalian Pe!aksanaan dan pengendalian adalah proses penyelenggaraan dan

pemantauan serta penilaian terhadap penyelenggaraan J<esehatan Masyarakat meliputi pengorganisasian,

rencana Ba1ai

penyelenggaraan,

pemantauan serta penilaian. a. Pengorganisasian dilakukan untuk menentukan para pelaksana dan penanggungjawab setlap kegiatan dalarn rangka menggalang

kerjasama dan koordinasi. b. Penyelenggaraan merupakan proses pelaksanaan kegiatan oleh

penanggungjawab keglatan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. c. Pemantauan dilakukan secara internal dan eksternal dalam kurun waktu tertentu (bulanan atau trtwuian) untuk menelaah

penyelenggaraan kegiatan dan hasll yang telah dicapai. d. Penilaian dllakukan pada setiap akhir tahun untuk menilai

keberhasilan rlitetapkan

dan kinerja Balkesmas , sesuai indikator yang telah sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan target yang

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

dltetapkan,

meliputi

perencanaan

keqlatan,

pendidlkan/pelatlhan,

penyuluhan dan cakupan pelayanan. Untuk mengetahui

keberhasilan dan kinerja Balai Kesehatan:v1asyarakat

tersebut diperlukan indikator tingkat kinena sesual dengan fungsi dan tugas pokok. 3. PengavJasanpertanggungjawaban Pengawasan dilaksanakan baik secara internal maupun eksternal sesuai dengan peraturan adalah proses yang berlaku. Pengawasan dan pertanggungjawaban dan pencapaian tujuan

kesesuaian

penyelenggaraan

Bajkesmas terhadap rencana tahunan dan peraturan perundang-undangan serta berbaqai kewajiban yang berlaku. a. Pengawasan dilaksanakan secara internal maupun eksternal sesuai

dengan peraturan yang berlaku, mencakup aspek admlnlstretir, keuangan clan tehnis pelayanan. Pengawasan dllakukan melalui supervisi, baik oleh

bimbingan teknis, pemantauan/monitoring,

penllalan /evaluasi,

plmplnan unit, Kepala Bafkesmas ataupun organisasi induknya. b. Pertanggungjawaban dibuat dalam bentuk laporan pertanggungjawaban tahunan oleh Kepala Balkesmas meliputi pelaksanaan kegiatan serta perolehan dan penggunaan berbagai sumberdaya termasuk keuangan dan disampaikan kepada organisasi induknya sesuai kedudukan

Balkesmas sebagai UPT Pusat atau Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 5. Slstern Informasi Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari

a. Sistem Informasi 8alal Kesehatan

slstem informasi kesehatan organisasi induknya. b. Pencatatan pelaporan sesuai dengan kebutuhan maupun sebagai pertanggungjawaban. untuk perencanaan

MENTERIKESEHATAN
REPU8L1K INDONESIA

A. Sumber Daya
1.

Tenaca Standar tenaga yang harus ada di 6ala.i Kesehatan Masyarakat a. tenaga teknts rnedis yaitu dokter spesialis dan dokter umum yang telah mengikuti
keteknisan

pelatihan administrasi

sesuai

bidangnya, yang

tenaga mengacu

perawat, pad a

tenaga

medis, tenaga kesehatan rnasyarakat. kesehatan, kebutuhan

b. tenaga

administrasi umum dan keuangan serta memfasilitasi kegiatan pelayanan.
2. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang harus ada di Balai Kesehatan Masyarakat

a. Gedung
b. Peralatan medis dan non medis

c. Obat-obatan
d. Sarana penunjanq lainnya.
3. Pembiayaan

Untuk menunjang operasional pelaksanaan kegiatan di Balai Kesehatan Masyarakat memerlukan pembiayaan. Sumber pembiayaan Balai Kesehatan Masyarakat berasal dari :

a. Pemerintah
Anggaran pemerintah APBD. b. Retribusi Salah satu sumber pembiayaan Balai Kesehatan retrbus: Daerah setempat. c. Sumber lain
Suruber

daerah baik provinsi maupun kabupatenjkota

sesual dengan kedudukan dan wilayah kerjar.va dalam bentuk APBN, dan

Masyarakat adaiah

pelayanan, yang ditetapkan rnela'ul Perda oleh Pemerintah

lainnya

yang

dapat

memberikan

dukungan

daJam

penyelenggaraan Balai Kesehatan Masyarakat. Kebutuhan tenaga, sarana dan prasarana serta pemblayaan
denqan
Illol',lIlq

disesuaikan

jenis

balai

yang disusun tersendiri dalam

pedornan tekrus

11],I',i1HIj(·lli'.IIoII.Ii.

MENTERI KESEHATAN REPUBLlK INDONESIA

VII. PENUTUP
Dengan disusunnya Kebijakan Dasar Balai Kesehatan Masyarakat ini, pada hskekatnva merupakan dasar bagi Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provir,si atau Dinas KabupatenjKota dalam pembentukan, penataan dan

pengembangan Balai Kesehatan Masyarakat sesuai dengan kondisi, situasi dan permasalahan kesehatan di daerah masing-masing.

Untuk dapat diterapkannya

kebijakan baru ini diperlukan

dukungan yang perundang-

mantap dari berbagai pihak, baik dukungan politis, peraturan undangan, maupun sumberdaya terrnasuk pembiaynannya.

Demikian pula halnya dalam hal teknis diperlukan

berbagai standar dan

pedoman untuk penerapannya sesuai masing masing jenis Balai Kesehatan Masyal"akat. Keberhasilan penerapan kebijakan ini sangat ditentukan sernangat, ketekunan dan pengabdian para penyelenggaranya. oleh

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful