P. 1
Intoksikasi o2, Premed Dan Pretreat

Intoksikasi o2, Premed Dan Pretreat

|Views: 275|Likes:
Published by Sindy Hadian

More info:

Published by: Sindy Hadian on Jul 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2015

pdf

text

original

Intoksikasi oksigen : adalah kondisi yang terjadi akibat bernapas dengan oksigen bertekanan parsial tinggi.

Kerusakan yang terjadi berupa atelektasis dan pembentukan shunt atriovenula akibat bernapas dengan oksigen murni (100%) sehingga menggantikan nitrogen yang terdapat dalam paru.

Mekanisme : Dasar biokimia dari toksisitas oksigen adalah adanya partial reduksi dari satu atau dua elektron yang membentuk spesies oksigen reaktif, yang secara alami diproduksi oleh metabolisme oksigen normal dan memiliki peran penting dalam cell signaling. Salah satu spesies oksigen reaktif yang diproduksi oleh tubuh adalah anion superoksida (O2-). Oksigen diperlukan untuk metabolisme sel, dan darah mengalirkannya ke seluruh tubuh. Ketika oksigen dihirup dalam tekanan partial yang tinggi, kondisi hiperoksik akan menyebar dengan cepat, jaringan yang paling rentan adalah jaringan yang paling banyak memiliki vaskularisasi. Selama terjadinya enviromental stress, level dari spesies oksigen reaktif dapat bertambah secara drastis, sehingga dapat merusak struktrur sel dan menimbulkan stres oksidatif. Sementara keseluruhan mekanisme reaksi ini belum dapat sepenuhnya dipahami. Satu dari produk yang paling reaktif dari stres oksidatif yaitu hidroksil radikal (OH), produk ini dapat menginisiasi kerusakan pada rantai reaksi lipid peroksidasi pada lipid unsaturated dalam sel membran. Konsentrasi oksigen yang tinggi juga meningkatkan pembentukan radikal bebas, seperti nitric oxida, peroksinitrit dan trioksidan, yang dapat merusak DNA dan biomelekul lain. Meskipun tubuh memiliki sistem antioksidan seperti gluthatione yang bertugas melawan stres oksidatif, sistem ini seringkali dipenuhi oleh konsetrasi oksigen bebas yang sangat tinggi, dan jumlah sel yang mengalami kerusakan melebihi kemampuan yang bisa diperbaiki maupun dicegah oleh sistem. Dan kemudian terjadilah kerusakan dan kematian sel.

CNS oxygen toxicity. Pulmonary oxygen toxicity Ditandai dengan generalized pain di belakang sternum.Intoksikasi oksigen dapat dibagi menjadi 2: 1. ansietas. Pasien dengan terapi hiperbarik. Pasien dengan terapi oksigen 4. Bayi prematur 3. pusing. muntah. Ditandai dengan gangguan pengelihatan dan pendengaran. biasanya disertai dengan batuk. iritabilitas. dan kejang. perubahan mental. gangguan kesadaran. mual. . Nyeri ini akan bertambah sedikit demi sedikit intensitas maupun area nya. Penyelam laut dalam 2. 2. Kelompok dengan resiko tinggi : 1.

Konsentrasi nya berkisar antara 21-100%. Efek FiO2 dapat ditingkatkan dengan manipulasi volume per menit dan PEEP.5 Berdasarkan penelitian Belda dkk.Fraksi O2 Fraksi O2 : adalah jumlah oksigen yang dihantarkan atau diberikan oleh ventilator ke pasien. Kadar ini akan diturunkan sedikit demi sedikit. sedangkan konsentrasi Fi02 pada awal pemasangan ventilator adalah 100%. atau pada prosedur-prosedur yang berat Fi02 harus dipertahankan 100% selama 15 menit serta menambahkan 20%-30% dari pressure atau TV sebelumnya. Konsentrasi FiO2 di udara normal adalah 21%. Sebaliknya kadar FiO2 sebaiknya dinaikkan. Pada tindakan suctioning. mengingat resiko intoksikasi oksigen yang diakibatkan oleh pemberian Fi02 100% dalam jangka panjang. bronkoskopi. fraksi oksigen 80% paling baik digunakan intraoperatif karena dapat mengurangi persentase surgical site infection. nilai FiO2 yang paling stabil untuk mengubah indeks hipoksia adalah FiO2 ≥ 0. Tujuan pemberian adalah untuk mengoptimalkan pertukaran gas pada pasien. Pada pasien dengan hipoksia berat karena atelektasis atau ARDS sebaiknya kadar Fi02 jangan diturunkan karena bahaya kolaps paru. sebelum terapi. . chest fisioterapi.

Mengurangi sekresi saluran napas. Mengurangi resiko aspirasi 7. Dosis fentanyl untuk premedikasi dan pretreatment : Premedikasi : 1-2 µmg/kgIM Pretreatment : 3-5 µg/kgbbIV . menghilangkan rasa khawatir. membuat amnesia. memberikan ketengangan. Menekan reflek yang tidak diharapkan 5.Premedikasi : pemberian obat sebelum induksi anesthesi dilakukan Tujuan : 1. Memudahkan atau memperlancar induksi 3. memberikan analgesia dan mencegah muntah. 2. Memberikan rasa nyaman kepada pasien. Merupakan salah satu teknik anestesi Pretreatment : pemberian medika mentosa sebelum induksi dengan tujuan mengurangi efek samping induksi. Mengurangi dosis obat anestesi 4. saliva 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->