KARYA TULIS KIAT – KIAT MENJADI GURU TK

Malida Perwitasari

TPIT BINTANG EMAS

Kata Pengantar

S

egala puji hanyalah milik Allah swt, zat Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sholawat serta salam tetap tercurah atas NabiyaAllah, penuntun umat dari kegelapan kepada alam terang benderang, nabi akhir zaman, penutup para nabi, Nabi Muhammad saw sebagai uswatun hasanah. Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan tugas membuat sebuah karya tulis tentang hasil pembelajaran kursus pendididikan guru taman kanak – kanak yang diberikan oleh ibu Primasari dengan tepat waktu. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan Mulia Hati yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti pembelajaran teori dan pelatihan kerja lapangan di TPIT Bintang Emas dan kepada ibu Primasari yang telah membimbing dan membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ini, serta rekan – rekan sekalian. Akhir kata “Tak ada gading yang tak retak”, saya menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik – Nya. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun selalu saya harapkan demi perbaikan pada masa – masa mendatang. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi setiap yang membacanya.

Jakarta, 27 Juni 2011

Malida perwitasari

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah
Dewasa ini banyak guru taman kanak – kanak yang mengajarkan anak didiknya tidak menggunakan metode – metode jitu. Padalah, guru taman kanak – kanak adalah guru yang sangat berperan penting dalam proses perkembangan emosi anak – anak untuk masa depannya. Dari sekolah taman kanak – kanak, anak belajar bersosialisasi dengan lingkungannya, belajar mengendalikan diri dalam beradaptasi dengan sebayanya, dan di tempat ini mereka diajarkan pelajaran berhitung, membaca, dan keterampilan selain pelajaran moral atau agama. Dalam situasi seperti ini, guru harus dapat membimbing anak didiknya dengan baik dan dengan cara – cara yang tepat. Pada karya tulis ini, saya menjabarkan beberapa cara dalam mengajar di taman kanak – kanak serta contoh pelajaran yang diajarkan di taman kanak – kanak serta pengalaman saya selama mengikuti kursus pendidikan guru.

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan hypnosis dan seluk – beluknya? 2. Bagaimana cara untuk mengelola kelas yang benar agar menciptakan suasana yang nyaman? 3. Bagaimana cara mengisi waktu peralihan kegiatan atau transisi? 4. Apakah tujuan dari satuan kegiatan mingguan? 5. Apa yang dimaksud dengan gerak dan lagu dan apa pula tujuannya? 6. Bagaimana contoh pelajaran membaca dan berhitung di taman kanak – kanak? 7. Apa saja yang kerjakan diwaktu praktik pelatihan lapangan?

Tujuan Penulisan
Untuk mengulas hal – hal yang harus diperhatikan dan dipelajari oleh para calon atau guru taman kanak – kanak. Untuk mengetahui kegunaan hypnosis untuk diri sendiri dan dalam pengelolaan kelas. Untuk mengetahui bagaimana menjadi guru yang kreatif dalam mengembangkan dan mengelola sebuah kelas dan anak – anak yang efektif. Untuk mengetahui pelajaran apa saja yang dapat diajarkan pada anak usia dini dan taman kanak – kanak.

Pembahasan

HYPNOSIS
Sejarah Hypnosis Kebudayaan Yunani pada abad kelima menggunakan “kuil tidur” guna membantu dalam upaya penyembuhan penyakit seseorang. Mereka juga biasanya menempatkan tangan mereka di atas orang – orang yang sakit untuk menggerakkan “energy magnetis” dalam diri mereka. Pada tahun 1765, Franz Anton Mesmer dikenal sebagai bapak “Mesmerisme”, membuka tempat – tempat penyembuhan di mana para pasien menggunakan magnet untuk mengobati bagian – bagian tubuh mereka yang sakit. Pada tahun 1841, seorang dokter Inggris bernama dr. James Braid membuat istilah Neurypnology (secara harfiah : “tidur syaraf”), dari kata hypnos, dewa tidur Yunani. Saat pasiennya tertidur, ia memberikan sugesti pada pasiennya. Itulah pertama kalinya hypnosis digunakan. Hipnosis adalah sarana, bukan penyembuhan itu sendiri. Hypnosis digunakan untuk pengelolaan stress, kelainan yang berkaitan dengan stress, gangguan gigi dan medis, serta sebagai obat bius, bahkan oleh para ahli kandungan. Hypnosis juga digunakan untuk pengelolaan rasa sakit, sebagai pelengkap bagi psikoterapi, dan dalam pengelolaan phobia serta mental dan psikologis lainnya.

Hypnosis = Komunikasi + Psikologi

Hypnosis Introduction
Secara ilmiah, hypnosis adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Komunikasi Pengubahan Kondisi Mental Perubahan Orientasi Keadaan yang Sangat Suhestif Penangkapan yang Intens (Cepat) Kondisi Fokus yang Tinggi Bekerja dengan Berbagai Ide (biasanya di luar pikiran sadar)

 Penerapan Hypnosis Hypnosis dapat diterapkan dalam beberapa hal, yaitu sebagai berikut : 1. Hypnotherapy 2. Entertainment 3. Show Hypnosis 4. Performance

 Konsep Pikiran
1. Pikiran Sadar (Permukaan)  Analitis  Logis  Kalkulasi  Detail Terdapat 12% pada potensi diri kita 2. Pikiran Bawah Sadar (tersembunyi)  Kreativitas  Imaginasi  Karakter  Citra Diri  Emosi Terdapat 88% pada potensi diri kita

Brainwave
1. Alpha (kondisi focus / light hypnosis, 8 – 13 Hz) Gelombang otak kita berada pada kondisi gerbang bawah sadar menjadi terbuka dan menjadi lebih mudah bagi kita memberikan sugesti. 2. Beta (kondisi normal kesadaran penuh, 14 – 30 Hz) Kondisi ini merupakan kondisi pada saat kita dalam kondisi “normal” keseharian kita. 3. Theta (kondisi fakos / deep hypnosis, 4 – 7 Hz) Di sinilah kondisi yang disebut sebagai somnambulism, kondisi yang memungkinkan seseorang untuk mengalami mimpi yang nyata, seseorang yang berbicara atau berjalan ketika tidur. 4. Delta (kondisi tidur / deep sleep, 1.5 – 3 Hz) Di sini adalah keadaan ketika kita benar – benar tertidur pulas, di mana gerbang bawah sadar kembali tertutup. Sleeping Programming merupakan sebuah proses untuk memasukkan nilai – nilai positif ke dalam pikiran manusia, dengan memanfaatkan prinsip dasar kerja otak manusia.

Ada dua kondisi sleeping programming, yaitu :  Hypnotic Trance (kondisi mata terpejam, rileks, terlihat tidur)  Waking Trance (kondisi mata terbuka, fokus / terbungkus faktor emosi, santai) Kondisi hypnosis sendiri merupakan kondisi yang :  Fokus, konsentrasi internal  Relaks, secara mental dan fisiks

Hypnotisability
(Kemampuan Untuk Memasuki Hypnosis State) Secara umum, setiap orang normal rata – rata, jika TIDAK MENOLAK (secara sadar), maka pasti dapat memasuki Hypnosis State secara mudah, terkecuali jika :     Tidak memiliki kemampuan untuk berkosentrasi (fokus) Stress berat, kemampuaun konsentrasi berkurang (akibat drug, alcohol, dll), paranoid. Tidak memahami komunikasi Gangguan panca indera, intelektual rendah.

Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS)
Secara statistic, keadaan suggestibilitas dalam populasi dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. 5% manusia mengalami kesulitan untuk memasuki kondisi trace. 2. 85% manusia berada dalam kondisi suggestibility normal. 3. 10% manusia memiliki kemampuan memasuki trance dengan cepat.

5 Hukum Bahasa Bawah Sadar
1. 2. 3. 4. 5. Kata – kata bersifat PERSONAL Kata – kata bersifat SEKARANG Kata – kata bersifat BERULANG Kata – kata bersifat POSITIF Kata – kata bersifat EMOSIONAL

STRUKTUR DASAR HYPNOSIS
Pre – Induction merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hypnosis dan Suyet. Induction adalah sarana utama untuk membawa seoarang untuk berpindah dari Conscious Mind (netral, sugestif) ke Sub Conscious Mind (bawah sadar). Depth Level Test merupakan test untuk melihat seberapa jauh kesadaran seseorang sudah berpindah dari Conscious Mind (netral, sugestif) ke Sub Conscious Mind (bawah sadar). Suggestion atau sugesti adalah suatu kalimat – kalimat saran yang disampaikan oleh Hypnotist ke pikiran bawah sadar obyek. Termination adalah memberikan sugesti atau perintah agar seorang Suyet tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari “tidur hyipnosis”.

Mengelola Prasekolah
Teknik pengelolaan kelas adalah sebuah komponen kunci dalam membantu anak – anak berkembang menjadi individu yang mandiri, yang dapat menguasai emosi mereka, membuat keputusan yang positif mengenai kegiatan – kegiatan mereka, dan belajar secara efektif. Ini merupakan sebuah proses yang memerlukan interaksi di antara guru, orang tua, dan anak – anak untuk membantu anak – anak mengerti perasaan mereka dan perasaan orang lain. Interaksi dan hubungan – hubungan positif antara anak dan orang tua sangat kritis dalam menentukan kesuksesan belajar si anak. Teknik – teknik pengelolaan kelas dilandasi oleh tiga (3) hal, sebagai berikut : 1. Orang tua harus memberi contoh perilaku yang mandiri dalam hubungan mereka dengan anak – anak 2. Para guru harus sensitive terhadap keperluan anak – anak. 3. Anak – anak ingin tahu bagaimana caranya berperilaku dan melakukan apa yang diharapkan dari mereka. Lalu, komponen terpengting dalam pengelolaan kelas ialah mengajarkan perilaku sosial yang lazim. Adapun caranya agar perlaku sosial tersebut dapat dicapai oleh anak – anak, yaitu : 1. Anda perlu memiliki harapan yang realitas mengenai anak – anak dalam kelas Anda. 2. Anda perlu membantu anak – anak memperjelas rangkaian peraturan dan batasan yang harus mereka patuhi di dalam kelas. Anak – anak dapat belajar untuk :  Menjadi seorang teman yang baik di dalam kelas  Ingat untuk bergantian  Mengutamakan keselamatan Merancang peraturan – peraturan pada awal masa sekolah dan mengingatkan anak –anak mengenai peraturan tersebut secara berkala merupakan bagian dari “payung” pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas, yang merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, tidak selamanya mudah. Anak – anak memerlukan konsistensi. Penuh kesabaran dan sering berinteraksi dengan anak – anak dan orang tuanya merupakan komponen yang sangat penting dalam pengelolaan kelas yang efektif. Untuk membangun pengelolaan kelas, kita juga harus dapat mengelola perilaku. Mengelola perilaku pada dasarnya adalah pengembangan sebuah hubungan dengan anak – anak. Apabila para guru peduli dengan anak – anak, dan kebaikan serta empati meraka jelas dirasakan anak –

anak, maka anak – anak akan merespons sama baiknya. Saat berhadapan dengan sebuah masalah perilaku, seharusnya jelas bagi si anak bahwa Anda sedang mencoba untuk membantu mengembangkan kemampuan sosial yang tepat, dan membantu mereka beradaptasi lebih baik di kelas. Memberikan panduan dengan mengajarkan, dan ini sama pentingnya dengan mengajarkan mengenai angka, huruf, dan warna. Bredekamp dan Copple (1997) mendefinisikan guru – guru yang efektif sebagai “mereka yang mendengar dan memahami perasaan – perasaan dan rasa frustasi, merespons dengan rasa hormat, memandu anak – anak untuk memecah masalah, dan mencontohkan kemampuan – kemampuan yang dapat membantu anak – anak memecahkan masalah mereka”. Bila para guru percaya perilaku anak – anak dapat berubah, maka perubahan akan terjadi. Bila para guru percaya bahwa para orang tua akan merespons usulan dan rekomendasi dengan baik, maka perubahan akan terjadi. Bila para guru melihat perilaku anak sebagai bagian dari pertumbuhan dan perkembangan anak, maka usha – usaha mereka untuk mengajari si anak perilaku yang positif akan berhasil. Lebih dari itu semua, saat Anda bekerja dengan ana – anak, Anda perlu bersikap konsisten, penuh pertimbangan, dan dapat menguasai diri dengan baik. Bila Anda memperlihatkan control diri dan kebaikan hati, Anda akan mencotohkan perilaku yang ingin ditiru oleh anak – anak.

Bermain dan Kreativitas Pengisi Waktu Luang

Dalam hal bermain dan kreativitas di sini dapat digunakan pada waktu luang atau saat peralihan kegiatan (transisi) agar waktu tidak terbuang sia – sia dan anak – anak tidak membuat kebisingan. Permainan dan kreativitas ini dapat mendorong anak – anak untuk berkreasi dengan ide – idenya sendiri, melatih anak – anak untuk aktif di dalam kelas, membantu anak – anak untuk bekerja sama. Transisi atau saat peralihan kegiatan adalah saat – saat ketika anak – anak berpindah dari satu aktvitas atau rutinitas ke aktivitas atau rutinits lainnya.

Tingkat Perkembangan Anak
Jenis permainan dan kreativitas juga tergantung pada tingkat usia anak – anak. Tingkat perkembangan anak secara umum dibagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu sebagai berikut : Anak usia 3 tahun  Mengeksplorasi dunia sekeliling mereka secara aktif  Meniru peran – peran dan tanggung jawab orang dewasa  Memusatkan perhatian pada aspek – aspek yang dapat diamati dan tampak jelas dari suatu kejadian  Menangani tugas – tugas baru melalu cara coba – coba  Meniru anak – anak lain atau mengikuti anjuran mereka  Menyatakan dengan jelas kebutuhan – kebutuhan dan keinginan – keinginan mereka  Mulai menegosiasikan konflik dengan teman – teman sebaya  Mengekspresikan perasaan dengan kuat  Menyadari perasaan – perasaan anak lain dan menunjukkan empati  Mulai melakukan tugas – tugas rutin secara mandiri  Bisa mengikuti dua atau tiga langkah arahan Anak usia 4 tahun     Mengeksplorasi dunia terdekat mereka secara aktif Mulai menunjukkan keterkaitan pada dunia di luar rumah dan ruang kelas Mulai memiliki ide dan saran untuk peristiwa sehari – hari Menbuat rencana – rencana dan dugaan – dugaan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya  Mulai bermain secara kooperatif

 Menganggap “berteman” sebagai hal penting  Mulai mau melakukan sesuatu secara bergiliran  Mungkin secara spontan menawarkan bantuan, hiburan, ataupun barang – barang pada anak lain  Mengatur rutinitas.  Mulai memahami bahwa hal – hal yang mereka lakukan memiliki konsekuensi  Bisa mengikuti tiga dan empat langkah arahan Anak usia 5 dan 6 tahun             Menunjukkan ketertarikan dalam mengeksplorasi dunia di luar sekolah Mempertahankan ketertarikan pada tugas Bekerja kelas menyelesaikan masalah secara mandiri Memusatkan perhatiabtak hanya pada apa yang bisa diamati, namun juga pada yang akan terjadi berikutnya Mengungkapkan keinginan – keinginan dan kebutuhan – kebutuhan mereka secara verbal Hampir selalu bekerja sama dalam permainan dan waktu kerja berkelompok Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan perasaan Bernegosiasi untuk menyelesaikan perselisihan Memiliki ide – ide sendiri tentang cara menolong anak lain Secara mandiri mengatur rutinitas Mulai memahami konsekuensi – konsekuensi dari perilakunya sendiri ataupun anak lain Bisa mengikuti empat sampai lima langkah arahan

Tips – tips ketika merencanakan transisi :  Kurangi jumlah peralihan kegiatan dalam jadwal  Jadikan aktivitas – aktivitas untuk mengisi waktu selama peralihan kegiatan sebagai        
bagian dari perencanaan Anda Siapkan aktivitas – aktivitas sebelum waktunya Beri peringatan pada anak – anak sebelum saat berpindah kegiatan terjadi Gunakan petunjuk – petunjuk sensoris Umumkan aktivitas berikutnya Biarkan salah seorang asisten memulaaii aktivitas pengisi waktu yang singkat di area target, sementara seorang asisten lain menyelesaikan aktivitas sebelumnya Hindari memindahkan anak – anak dalam kelompok besar Gunakan aktivitas – aktivitas menenangkan dalam area yang telah dirancang sebelumnya untuk menenangkan anak – anak Yang paling penting dari semuanya, ingatlah untuk bersenang – senang

Satuan Kegiatan Mingguan (SKM)
Satuan kegiatan mingguan ini digunakan sebagai pedoman untuk mengatur jadwal harian dalam mengajar di kelas. Dalam tempo dua tahun, terdapat empat SKM, dengan dua semester untuk TK A dan dua semester untuk TK B. SKM ini adalah silabus pembelajaran resmi dari pemerintahan. SKM semester I TK A dan semester II TK B adalah hasil revisi yang terbaru, lebih terperinci dan lebih memudahkan para pengajar untuk menyusun Satuan Kegiatan Harian (SKM). Di dalam SKM terdapat beberapa pembelajaran untuk dikembangkan di dalam mengajar, yaitu : 1. Pembiasaan Pembiasaan merupakan pembelajaran tentang moral atau agama. Di sini, ada materi – materi yang digunakan untuk mengajarkan kebiasaan yang baik kepada anak – anak, seperti berdo’a, membantu teman, mengenal ciptaan Tuhan, dan sebagainya. 2. Kognitif Kognitif adalah kemampuan anak – anak untuk berhitung atau bermain dengan angka dan lambing. 3. Kemampuan Bahasa Kemampuan bahasa ialah pembelajaran yang mengacu kepada perkembangan pengucapan anak dan mengajarkan anak – anak untuk menambah kosa katanya dari hari ke hari. 4. Fisik atau Motorik Di sini anak – anak dilatih untuk menggerakkan anggota tubuhnya yang berperan sebagai alat gerak, seperti bagaimana cara memegang pensil dengan baik dan benar, menangkap atau melempar bola, meniru gerakan, dan lain sebagainya. 5. Seni Seni disini seperti keterampilan atau kreativitas untuk melatih anak – anak berkreasi dan untuk menghibur mereka agar tidak jenuh. Contohnya ialah menggambar, mewarnai, mencocok, menjulur, meronce, dan lain – lain. Keterampilan juga bermanfaat untuk melatih kesabaran anak – anak. Pada setiap SKM terdapat masing – masing tema yang digunakan untuk tiga atau empat minggu secara bergantian. Dalam SKM semester I TK A dan B, tema – temanya adalah sebagai berikut :      Diri Sendiri Lingkunganku Kebutuhanku Binatang Tanaman

Sedangkan dalam SKM semester II TK A dan B, tema – temanya ialah :       Rekreasi Pekerjaan Air, Udara, dan Api Alat Komunikasi Tanah Airku Alam Semesta

Gerak dan Lagu
Sebagai guru taman kanak – kanak, guru tidak boleh monoton dalam mengajari anak – anak menyanyi, guru harus dapat bernyanyi sambil menari. Anda tidak boleh merasa malu dan harus percaya diri untuk menari di depan anak – anak karena jika ada perlombaan di atas panggung, guru harus mengajari anak – anak gerak dan lagu. Jika lagunya panjang seperti lagu – lagu daerah, gerakkannya juga harus ditulis secara terperinci supaya mudah untuk dihafal. Dalam pentas di atas panggung, setiap kelompok peserta lomba diberi durasi waktunya sekitar empat sampai lima menit. Yang dinilai di dalam perlombaan ialah gerakan dan kekompakan kelompok peserta lomba. Semakin rumit gerakan dan semakin kompak anak – anaknya, maka nilainya semakin bagus. Contoh gerak dan lagu yang mudah diikuti oleh anak – anak : Potong Bebek Angsa Potong bebek angsa Masak dikuali Nona minta dansa Dansa empat kali Sorong ke kanan, sorong ke kiri La . . . la . . . la . . . la . . . la . . . la . . . la . . . la Masuk ke hutan Ambil rambutan Dikejar – kejar sama orang hutan (*syairnya dapat diulang dua sampai tiga kali)

 Gerakan :  Kepakkan kedua tangan seperti seekor bebek  Gerakan tangan kanan seolah sedang memasak  Goyangkan kedua tangan ke kanan dan ke kiri  Angkat emapat jari pada tangan kanan  Sorongkan langkah kaki ke kanan dan ke kiri  Putar badan seraya menggoyangkan ke dua tangan di atas kepala  Gerakan berjalan ke depan  Angkat tangan kanan seperti memetik buah di dahan yang cukup tinggi  Kemudian berlari seakan dikejar – kejar oleh orang hutan

Berhitung, Membaca, dan Tulis Sambung
Di sini, sebagai pengajar juga mengajari anak didiknya tentang berhitung, membaca, dan tulis sambung di TK. Sebetulnya dalam program pendidikan pemerintah, berhitung itu diwajibkan untuk dipelajari di sekola TK, namun mayoritas orang tua mengingkan anak – anaknya dapat berhitung ketika kelas duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Di sini, saya akan memberi beberapa contoh tentang pelajaran berhitung, membaca, dan tuling sambung. Semoga bermanfaat.

Praktik Kerja Lapangan
Praktik Kerja Lapangan atau sering disingkat PKL adalah lahan untuk melatih diri kita sebagai calon guru agar dapat merasakan terjun langsung ke dunia pendidikan. Di dalam kursus pendidikan guru di sini, saya diberi kesempatan selama kurang lebih tiga bulan untuk mengikuti praktik kerja lapangan di TPIT Bintang Emas. Satu bulang di TK B atau dikenal dengan sebutan Group Pintar dan dua bulan berikutnya di TK A atau Group Hebat. Di sini saya berpartisipasi untuk mengajar anak – anak. Saya pun dapat melihat karakter anak – anak yang berbeda – beda satu sama lain. Dan saya juga mengamati bagaimana para guru inti mengajar anak didiknya. Cara mereka dalam mmenangani anak – anak dan ruang kelas pun berbeda – beda. Selama praktik kerja lapangan, saya belajar apa yang harus diajarkan kepada anak didik, bagaimana mengatasi emosional mereka, dan masih banyak lagi. Ternyata, menjadi seorang guru harus memiliki kesabaran yang tinggi. Selain harus memiliki kesabaran, kita juga harus memiliki daya tarik agar anak didik mau mengikuti ajakan kita dengan baik. Pelajaran yang diajarkan kepada anak – anak dapat diambil pada Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) yang sudah tertera pada penjabaran di topik sebelumnya mengenai Satuan Kegiatan Mingguan (SKM). Setiap hari harus diselingi dengan pelajaran seni atau keterampilan supaya anak – anak tidak merasa jenuh setelah atau sebelum melakukan pelajaran inti (Kognitif, Fisik / Motorik, dan Kemampuan Bahasa) dan juga untuk melatih kesabaran mereka. Selain itu, pelajaran seni atau keterampilan ini juga dapat meningkatkan ide – ide kreatif seorang pengajar serta membangun nulari kreatif anak – anak karena mereka yang kreatif sejak dini, saat besar nanti dapat menyelesaikan masalahnya sendiri (tidak stuck pada satu penyelesaian saja). Pelajaran intinya yaitu seperti mendikte kata atau kalimat, matematika berhitung, dan olahraga. Setelah pembelajaran selesai juga ada saat makan untuk anak – anak. Di sini, sebelum dan setelah melakukan sesuatu dibiasakan untuk membaca do’a. Di luar jam belajar, juga diadakan kegiatan Pendalaman Materi (PM) seperti, membaca dan menulis, bahasa Inggris, dan komputer. Jam belajar untuk TK A adalah mulai dari pukul 07.45 s.d. 09.15 sedangkan untuk TK B, mulai dari pukul 07.45 s.d. 09.30. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan Pendalaman Materi (PM) selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu, dan Kamis. Pada hari Jumat anak – anak mengenakan pakaian muslim dan muslimah dan pelajarannya adalah tentang agama Islam.

Penutup
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dalam karya tulis adalah tentang apa yang harus dilakukan baik oleh para calon pengajar ataupun yang sudah menjadi pengajar agar lebih mengerti tentang hal – hal yang perlu dipersiapkan dalam mengajar. Di sini diterangkan tentang apa yang dibuthkan oleh pengajar atau oleh anak didiknya supaya menghasilkan kesatuan kelas yang efektif. Dalam karya tulis ini juga diberikan contoh tentang pelajaran gerak dan lagu, berhitung, membaca, serta menulis indah. Kemudian, ada sedikit ulasan tentang pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) di TPIT Bintang Emas.

Saran
Karya tulis ini masih memiliki banyak kekurangan, sehingga saya menyarankan agar para pembaca siap membantu saya untuk mengkritik dengan baik. Lalu, cobalah ikuti kiat – kiat menjadi guru TK yang telah saya jabarkan dan pelajari. Yang terpenting dalam dunia pendidikan terutama di taman kanak – kanak ialah kesabaran dan kreativitas untuk menjaga keseimbangan kesatuan antara guru dan murid di dalam kelas dan anggaplah anak didik seperti anak kita sendiri karena dengan begitu kita dapat mengetahui karakter mereka dan mereka akan menurut pada nasehat kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful