PRA RENCANA PABRIK

KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE
DAN ASAM KLORIDA DENGAN PROSES NETRALISASI
KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN
TUGAS AKHIR
Disusun oleh:
Elmi Yuni Adi Maghfiroh NIM 0205010003
Endah Via Dolorosa NIM 0305010034
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
2008
i
LEMBAR PERSETUJUAN
PRA RENCANA PABRIK
KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE DAN
ASAM KLORIDA DENGAN PROSES NETRALISASI
KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN
TUGAS AKHIR
Disusun oleh:
Elmi Yuni Adi MaghfirohNIM 0205010003
Endah Via Dolorosa NIM 0305010034
Menyetujui,
Dosen Pembimbing Utama Dosen Pembimbing Kedua
Ir. Achmad Chumaidi, M.T. Zuhdi Ma’sum, S.T.
Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknik Ketua Program Studi
Teknik Kimia
Nawir Rasidi, ST., MT. SP. Abrina Anggraini, ST. MT.
ii
LEMBAR PENGESAHAN
PRA RENCANA PABRIK
KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE DAN
ASAM KLORIDA DENGAN PROSES NETRALISASI
KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN
TUGAS AKHIR
Disusun oleh:
Elmi Yuni Adi MaghfirohNIM 0205010003
Endah Via Dolorosa NIM 0305010034
Tim Penguji:
1. Ir. Achmad Chumaidi, M.T.
2. Zuhdi Ma’sum, S.T.
3. Ir. Taufik Iskandar
iii
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Elmi Yuni Adi Maghfiroh (0205010003)
Endah Via Dolorosa (0305010034)
Program studi : Teknik Kimia
Menyatakan bahwa tugas akhir yang berjudul:
Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat Dari Limestone Dan Asam
Klorida Dengan Proses Netralisasi.
Merupakan karya tulis yang kami buat sendiri dan menurut perhitungan sendiri.
Tugas perancangan pabrik ini tidak mengandung bagian atau karya tulis yang
pernah ditulis oleh orang lain kecuali literatur yang dimuat dalam naskah tugas
akhir ini.
Apabila ternyata dikemudian hari pernyataan kami tidak benar, kami sanggup
menerima sangsi akademik apapun dari Universitas Tribuwana Tunggadewi
Malang.
Malang, 15 Mei 2008
Penyusun
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
Tugas Akhir ini dengan judul pra rencana pabrik kalsium klorida dihidrat dari
limestone dan asam klorida dengan proses netralisasi.
Tugas Akhir ini merupakan salah satu persyaratan akademis dalam
menempuh program sarjana Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Kami menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak tidaklah mungkin
semua ini dapat terlaksana dengan baik, untuk itulah pada kesempatan ini kami
ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. DR. Ir. Wani Hadi Utomo, selaku Rektor Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang.
2. Bapak Nawir Rasidi, ST. MT, selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Malang.
3. Ibu SP. Abrina Anggraini, ST. MT, selaku Ketua Program Studi Teknik Kimia
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
4. Ir. Ahmad Chumaidi.,MT., selaku dosen pembimbing I, Zuhdi Ma’sum, ST.,
selaku dosen pembimbing II dan Ir. Taufik Iskandar, selaku dosen penguji
yang telah memberikan arahan dalam pelaksanaan dan penyusunan tugas akhir
ini.
v
5. Bapak/Ibu dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang.
6. Yang tercinta Ayah dan Ibunda atas cintanya yang tulus serta segala
bimbingan, perhatian dan dukungannya baik material maupun spritual.
7. Seluruh teman mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Malang serta semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu persatu telah banyak membantu dalam menyelesaikan Tugas
Akhir ini.
Kami sadar bahwa penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan untuk kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata dengan mengucapkan syukur atas rahmat-Nya kami berharap
Tugas Akhir ini dapat memberi manfaat bagi pembaca.
Malang, Maret 2008
Penyusun
vi
DAFTAR ISI
H
alaman
HALAMAN JUDUL ………………………………………………..………
LEMBAR PERSETUJUAN………………………………………………………
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………
SURAT PERNYATAAN…………………………………………………….
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………….
DAFTAR TABEL ………………………………………………………………
ABSTRAK …………………………………………………………….………….
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………..
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ………………………………..
BAB III NERACA MASSA ………………………………………………….
BAB IV NERACA PANAS …………………………………………………….
BAB V SPESIFIKASI PERALATAN ……………………………………….
BAB VI PERANCANGAN ALAT UTAMA …………………………………
BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA ……………
BAB VIII UTILITAS …………………………………………………………….
BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK …………………………..
BAB X STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN ……………………..
BAB XI ANALISIS EKONOMI ………………………………………………
vii
i
ii
iii
ivv
vii
ix
x
xi
I - 1
II – 1
III – 1
IV – 1
V – 1
VI – 1
VII – 1
VIII – 1
IX – 1
X - 1
XI – 1
XII - 1
BAB XII KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
APENDIKS A NERACA MASSA ……………………………..………………….
APENDIKS B NERACA PANAS ……………………………...………………….
APENDIKS C SPESIFIKASI PERALATAN …………………….……………….
APENDIKS D UTILITAS ………………………………………...……………….
APENDIKS E ANALISIS EKONOMI ……………………………………………
viii
XII – 1
A – 1
B – 1
C – 1
D – 1
E – 1
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Diagram Alir Proses Netaralisasi …………………………...……….
Gambar 2.2 Diagram Alir Proses Solvey…………………………………..…….
Gambar 9.1 Peta Indonesia…………… ………………………………………...
Gambar 9.2 Peta Jawa Timur.. …………………………………………...……….
Gambar 9.3. Peta Tuban……… ………………………………………….…..…….
Gambar 9.4. Tata Letak Pabrik …….. ………………………………………...
Gambar 9.5. Tata Letak Peralatan ……….………………………………………...
Gambar 9.4. Break Event Point (BEP) Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida
Dihidrat dari Limestone dan asam klorida……………………………
Gambar E. 1 Hubungan Antara Tahun dengan Cost Indek……………………
ix
II-3
II-4
IX-5
IX-5
IX-6
IX-14
IX-17
XI-18
E-1
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Import Kalsium Klorida Dihidrat ……………………………….
Tabel 2.1. Analisa Pemilihan Proses……….………………………………..
Tabel 7.1 Instrumentasi……………………………………………..……..
Tabel 7.2 Alat Keselamatan Kerja……………………………… ………………
Tabel 8.1 Kebutuhan Steam…………………………………………………..
Tabel 8.2 Kebutuhan Air Proses …………………………………………..
Tabel 8.3 Kebutuhan Air Pendingin… ……………………………………..
Tabel 9.1 Perencanaan Pabrik Kalsium Kloraida Dihidrat.. ……………………
Tabel 10.1 Jadwal Kerja Karyawan Pabrik……………………………..……….
Tabel 10.2 Jabatan dan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja…………………
Tabel 10.3 Daftar Upah (Gaji) Karyawan ………………………………….
Tabel 11.1. Perhitungan Modal Sendiri……………………………………….……
Tabel 11.2. Perhitungan Modal Pinjaman…………………………………………..
Tabel 11.3. Perhitungan Biaya Operasi……………………………………….……
Tabel 11.4. Cash Flow………………….…………………………………………..
Tabel 11.5. Rate on Equity ……………………………….………………….…
Tabel 11.6. Internal Rate of Return …………………………………………..
Tabel 11.7. Pay Out Time…………………………………………………….……
Tabel 11.8. Break Even Point….…………………………………………..
x
I – 2
II – 5
VII – 4
VII – 10
VIII – 2
VIII – 10
VIII– 11
IX –8
X – 14
X – 17
X – 21
XI - 7
XI – 7
XI - 7
XI - 11
XI - 13
XI - 14
XI – 15
XI - 17
ABSTRAK
Dewasa ini kebutuhan akan kalsium klorida dihidrat (CaCl
2.
2H
2
O) terus
mengalami peningkatan sejalan meningkatnya kebutuhan industri sebagai bahan
baku pembuatan pulp, paper, dan dapat pula dipakai sebagai bahan baku
pendukung dalam industri kimia yang lainnya. CaCl
2.
2H
2
O juga dapat
dikembangkan dalam bidang farmasi, dan dalam proses pembuatan pestisida.
Desain proyek kalsium klorida dihidrat ini, mula-mula limestone yang
telah dihaluskan diumpankan bersama-sama dengan asam klorida ke dalam
reaktor pada suhu 30
0
C. Kemudian larutan dipompa ke thickener untuk
mengendapkan padatan-padatan yang tidak diinginkan, yaitu Mg(OH)
2
, Ca(OH)
2
dan impurities yang ada. Kemudian masuk ke rotary drum vacuum filter , untuk
memisahkan MgCl
2
dan filtrat. Filtrat kemudian masuk ke tangki penampung
CaCl
2
, setelah itu dipompa ke evaporator untuk dijenuhkan. Kemudian masuk ke
kristalizer untuk dikristalkan, kristal basah yang keluar dari evaporator kemudian
dipisahkan dari mother liquornya dengan centrifuge, sedangkan mother liquor
dikembalikan ke tangki penampung CaCl
2
dan kristalnya dialirkan melalui screw
conveyor menuju ke rotary dryer. Udara dari blower yang telah dipanaskan
dengan heater udara masuk rotary dryer. Solid yang keluar bersama dengan udara
panas ditangkap oleh cyclone, dimana pada cyclone terjadi pemisahan antara solid
dengan gas. Solid dengan gaya gravitasi turun ke bawah dan diumpankan
bersama-sama kristal yang keluar dari rotary dryer diangkut dengan screw
conveyor dan bucket elevator menuju ke silo untuk kemudian dipacking dan siap
untuk dipasarkan.
Pabrik kalsium klorida dihidrat ini direncanakan akan beroperasi 24 jam
sehari, 330 hari kerja dalam setahun dan kapasitas 70.000 ton/tahun. Data-data
pabrik adalah sebagai berikut:
1. Produksi
• Sistem operasi : kontinu
• Lama operasi : 330 hari kerja/tahun (24 jam per hari)
• Kapasitas produksi : 70.000 ton/tahun
• Bahan baku utama:
- Limestone : 536181,782 ton/tahun
- Asam klorida 27 % b/b : 38791,9818 ton/tahun
• Bahan baku penunjang:
- Lime (Ca(OH)
2
: 356,6067 ton/tahun
2. Utilitas
- Air sungai : 253,1117 m
3
/hari
- Steam : 629867,7332 kg/hari
- Kebutuhan air pendingin : 657,5176 m
3
/hari
- Bahan bakar : 53270,9188 kg/hari
- Listrik : 250 kW/hari
3. Lokasi Pabrik : Sidayu, Gresik, Jatim
4. Luas pabrik : 14 ha
xi
5. Jumlah tenaga kerja : 187 orang
6. Analisa ekonomi:
a. Pembiayaan
 FCI (modal tetap) : Rp. 331.670.239.701,84
 WCI (modal kerja) : Rp. 58.530.042.300,00
 TCI (investasi total) : Rp. 390.200.000.000,00
 TPC(biaya produksi total) : Rp 676.660.000.000,00
b. Penerimaan
 Hasil penjualan produk per tahun : Rp. 1.469.580.000.000,00
c. Analisa ekonomi:
- IRR : 22%
- POT : 1,1133 tahun
- BEP : 16,62 %
Dari uraian di atas, baik dari segi teknik maupun ekonomis desain proyek
kalsium klorida dihidrat ini dinyatakan layak dan dapat dilanjutkan ke tahap
perencanaan.
xii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sesuai dengan tujuan pembangunan negara Indonesia menuju era
industrialisasi maka diperlukan pembangunan industri untuk memperluas dan
menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan sumber daya alam. Indonesia
sebagai salah satu negara berkembang yang sedang giatnya melaksanakan
pembangunan baik dari sektor ekonomi dan industri.
Saat ini Indonesia masih tergantung pada negara lain dalam memenuhi
bahan baku, baik yang digunakan sebagai bahan baku maupun sebagai bahan
pembantu. Oleh karena itu perlu adanya pembangunan dalam industri kimia.
Industri kimia yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan baik secara kualitas
maupun kuantitasnya, sehingga kebutuhan akan bahan baku dan pembantu akan
meningkat pula.
Salah satu industri kimia yang sedang berkembang dengan pesatnya
adalah
industri kalsium klorida dihidrat. kalsium klorida dihidrat merupakan salah satu
jenis kalsium klorida yang dapat diperoleh dari Calcium carbonate dan
pemanfaatannya sebagai pupuk tanaman dan industri kimia lainnya. Dewasa ini
kebutuhan kalsium klorida dihidrat dalam negeri menurut data yang diperoleh
semakin meningkat, hal ini erat dengan penggunaan industri semen, industri
I - 1
I -
paper, industri pulp juga semakin meningkat. Hal ini disebabkan juga karena
faktor antara lain yaitu pertumbuhan penduduk semakin meningkat dan kebutuhan
kalsium klorida dihidrat meningkat seiring dengan pertumbuhan di berbagai
sektor industri.
1.2. Perkembangan Industri Kalsium Klorida Dihidrat (CaCl
2.
2H
2
O)
Dilihat dari peningkatan akan bahan ini dari tahun ke tahun, dimana
jumlah industri yang memproduksi kalsium klorida dihidrat akan teratasi baik dari
dalam ataupun dari luar negeri. Mengingat kebutuhan kalsium klorida dihidrat
yang cukup besar dan hingga saat ini Indonesia masih mengimport bahan tersebut,
maka sangat diperlukan studi kelayakan yang akan menaikkan nilai tambah dari
Calcium carbonate yang ada di Indonesia.
Tabel 1.1 Data Import dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002
Tahun Import (kg/tahun) Kenaikan (%)
1998 586700 -
1999 867600 47,87
2000 969700 11,76
2001 1989900 105,2
2002 2290900 15,126
(Sumber: Biro Pusat Statistik, Surabaya)
Dari data yang tercantum diatas, maka kebutuhan Kalsium Klorida
Dihidrat akan bertambah dari tahun ke tahun sehingga pabrik Kalsium Klorida
Dihidrat ini layak untuk didirikan.
1.3. Pembuatan Kalsium Klorida Dihidrat (CaCl
2.
2H
2
O)
2
I -
Dalam rencana pabrik kalsium klorida dihidrat melalui proses :
1. Persiapan bahan baku
2. Proses reaksi antara batu kapur

dengan asam klorida
3. Proses netralisasi dan pengkristalan
4. Penanganan produk
1.4. Manfaat didirikan Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat (CaCl
2.
2H
2
O)
Manfaat lebih lanjut dengan didirikannya pabrik ini diharapkan dapat
mendukung dan mendorong pertumbuhan industri-industri kimia, menciptakan
lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, dan diharapkan dapat
menumbuhkan dan memperkuat perekonomian Indonesia.
Adapun manfaat kalsium klorida dihidrat sebagai bahan pendukung dan
membantu penyediaan bahan baku pada industri lain :
1. Industri pulp
2. Industri tanning agent
3. Industri coagulating agent
4. Industri drying agent
5. Industri peleburan batu bara
6. Industri kertas
7. Industri lem digunakan untuk menurunkan temperature gel
8. Industri semen untuk mengurangi kandungan alkali
9. Industri plastik untuk mengontrol ukuran dari partikel dan mencegah
terjadinya gumpalan.
3
I -
10. Kalsium klorida dihidrat juga banyak digunakan pada proses produksi
beton dan pemboran minyak karena sifatnya yang stabil pada berbagai
temperatur.
11. Pada proses pembuatan beton, kalsium klorida ditambahkan sekitar 1-2%
dari berat semen yang dibutuhkan agar bahan cepat mengeras. Pada
pembuatan beton di musim dingin, kalsium klorida dapat melindungi
beton agar tidak membeku dengan cara menurunkan titik beku air dalam
beton.
12. Sebagai pupuk
13. Proses pembuatan pestisida
(Ullmann’s. Encyclopedia of Industrial Chemistry. 6
th
)
1.5 Sifat-sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku, Bahan Pembantu dan Produk
1.5.1 Sifat Bahan Baku
1.5.1.1 Limestone (Calcium Carbonate)
a) Sifat Fisika :
 Rumus molekul : CaCO
3
 Berat molekul

: 100,087 g/mol
 Bentuk : Padatan, tidak berbau
 Warna : putih
 Titik didih : -
 Titik lebur : 825
o
C (18.98K)
 Densitas : 2,83 g/cm
3
4
I -
 pH : 9,5-10,5
b) Sifat Kimia :
 Kelarutan : Tidak Larut Dalam Air
 Stabilitas dan reaktifitas : Kondisi yang harus dihindari
adalah pemanasan, bahan yang harus dihindari adalah asam,
senyawa flourin, ammonium.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/calcium_chloride
1.5.1.2 Asam Klorida (Hydrochloric acid / Hydrochloride / Chlorohydric acid)
a) Sifat Fisika :
 Rumus molekul : HCl
 Berat molekul

: 36,4606 g/mol
 Bentuk : Cair, berbau tajam
 Warna : tidak berwarna
 Titik didih : -85.1°C (187.9 K)
 Titik lebur : -114.2°C (158.8 K)
 Densitas : 1.477 g/l, gas (25°C)
 pH : 9,5-10,5
 Tekanan uap : 12 hPa (mmHg)
b) Sifat Kimia :
 Kelarutan : 72 g/100 ml (20°C)
 Stabilitas dan reaktifitas : Kondisi yang harus dihindari
adalah pemanasan, bahan yang harus dihindari adalah
5
I -
aluminum, amina, fluorin, karbida hidrida, logam, logam
alkali, aldehid, sulfida.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/HCl
I.5.2. Sifat-Sifat Produk
I.5.2.1 Kalsium Klorida Dihidrat
a) Sifat Fisika :
 Rumus molekul : CaCl
2
.2H
2
O
 Berat molekul

: 147,02 g/mol
 Bentuk : Kristal padat, tidak berbau
 Warna : putih
 Titik didih : >1600 °C
 Titik lebur : 772 °C
 Densitas : 1,835 g/cm
3
 pH : 4,5 - 6,5
 Tekanan uap : 12 hPa (mmHg)
c) Sifat Kimia :
 Kelarutan : 74.5 g/100 ml (20 °C)
 Stabilitas dan reaktifitas : Kondisi yang harus dihindari
adalah lembab, bahan yang harus dihindari adalah vinilmetil
eter.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/calcium_chloride
6
I -
I.6. Perkiraan Kapasitas Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat (CaCl
2.
2H
2
O)
Dalam pendirian sebuah pabrik diperlukan suatu perkiraan kapasitas
produksi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan. Untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri akan produksi yang dihasilkan, meningkatkan
devisa negara, maka ditentukan menurut nilai terhadap konsumsi setiap tahun
dengan melihat perkembangan industri pada jangkauan tiga tahun kemudian.
Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat direncanakan akan didirikan tahun 2010.
Berdasarkan data statistik yang diperoleh dari BPS Surabaya tahun 1998 sampai
2002 prakiraan kebutuhan Kalsium Klorida Dihidrat di Indonesia pada tahun 2010
dapat ditentukan.
RUMUS:
P = Po (1+i)
n
Dimana:
P : Jumlah kapasitas yang diperkirakan (kg)
Po : Data Impor tahun terakhir (kg)
I : Persentase kenaikan rata-rata impor (kg)
n : Rencana pendirian pabrik (dihitung dari data terakhir)
Diketahui:
P = 2.290.900 kg
i = 44,989 %
n = 8
P = Po (1+i)
n
7
I -

= 2.290.900 kg (1+44,989 %)
8
= 2.290.900 kg(19,53)
= 44739030,46 kg/tahun
= 44.739.030 ton/tahun
M = P + (P . M1)
M = Kapasitas produksi
M1 = perkiraan jumlah ekspor
Diperkirakan jumlah ekspor tahun 2010 adalah 50% dari kapasitas
produksi, maka:
M = P + (P . M1)
= 44.739.030 ton + (44.739.030 ton x 0,5)
= 67.108.545 ton/tahun
Maka kapasitas pabrik baru tahun 2010 sebesar 70.000 ton/tahun.
8
BAB II
SELEKSI DAN URAIAN PROSES
Untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas Kalsium Klorida Dihidrat yang
baik, maka harus dilakukan seleksi proses terhadap proses yang ada. seleksi
didasarkan pada aspek teknis dan ekonomi.
2.1 Macam – Macam Proses
Proses pembuatan Kalsium Klorida Dihidrat dapat dilakukan dengan dua
macam proses, yaitu :
1. Proses Netralisasi.
2. Proses Solvay.
2.1.1 Proses Netralisasi
Calcium carbonate yang telah dihaluskan diumpankan bersama-sama
dengan asam klorida ke dalam reaktor. Calcium carbonate mudah larut dalam
asam terutama asam kuat sebagai pelarut.
Reaksi yang terjadi :
CaCO
3
+ 2 HCl → CaCl
2
+ H
2
O + CO
2
MgCO
3
+ 2 HCl → MgCl
2
+ H
2
O + CO
2
Karbondioksida yang keluar reaktor selanjutnya didinginkan dan
ditampung sebagai produk samping. Kemudian larutan dipompa ke tangki
netralizer untuk menghilangkan MgCl
2
serta menambah produk yang terbentuk.
II-1
MgCl
2
direaksikan dengan Ca(OH)
2
yang akan menghasilkan CaCl
2
dan Mg(OH)
2
.
Adapun reaksinya adalah sebagai berikut :
MgCl
2
+ Ca(OH)
2
→ CaCl
2
+ Mg(OH)
2
Untuk Ca(OH)
2
dibuat dengan mereaksikan CaO dengan air pada tangki
pelarutan CaO. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut :
CaO + H
2
O → Ca(OH)
2
Setelah dari netraliser CaCl
2
dipisahkan dari komponen lainnya dengan
menggunakan alat sedimentasi. Kemudian masuk ke filtrasi untuk menyaring
MgCl
2
. Setelah dari filtrasi larutan yang mengandung CaCl
2
dan air dipekatkan
dengan evaporator. Setelah dari evaporator larutan masuk ke kristalizer untuk
dikristalkan. Kemudian kristal dan mother liquornya dipisahkan di centrifuge
dimana kristalnya akan dialirkan ke rotary dryer untuk dikeringkan sedangkan
mother liquornya direcycle menuju tangki penampung. Dari rotary dryer
didapatkan produk CaCl
2
.2H
2
O sedangkan kristal yang terikut udara di rotary
dryer ditangkap oleh cyclone. Selanjutnya produk dari rotary dryer dan cyclone
masuk ke dalam silo.
II-2
Gambar 1. Diagram Alir Proses Netralisasi
2.1.2 Proses Solvay
Pada proses ini digunakan bahan baku Calcium carbonate, ammonia,
brine, dan coke. Garam-garam pada proses ini harus dimurnikan untuk
menghilangkan kalsium, magnesium dan ion-ion logam berat dengan penambahan
soda abu/soda ash, hal ini dilakukan untuk menghindari terdepositnya mineral-
mineral diatas pada peralatan. Brine yang sudah murni diumpankan menuju
absorber untuk menyerap amonia yang masuk dari bawah absorber. Ammonited
brine (campuran amonia yang tercampur oleh garam) meninggalkan absorber
pada suhu 20-25
o
C. kemudian dipompa menuju deretan kolom carbonating yang
disusun seri.
Produk samping dari kolom absorber adalah larutan brine yang
mengandung garam kalsium klorida untuk kemudian dimurnikan dengan
II-3
Limestone
CaCl2 solution
Flaking Bagging
and
storage
Rotary dryer
Evaporation
Milk of
limeCaO
Fuel oil
combustion
gases
Steam
HCl
CO2
S
e
d
i
m
e
n
t
a
t
i
o
n
F
i
l
t
r
a
t
i
o
n
pH adjusment
Precipitation of Mg
and transition metals
Contrentrated CaCl2
solution
CaCl2
solution
Steam Fuel oil
combustion
gases
penambahan kalsium hidroksida sehingga mengendapkan garam lainnya,
sedangkan kalsium klorida yang dihasilkan berupa larutan kalsium klorida 55%.
Gambar 2. Diagram Alir Proses Solvay
(Keyes, Donald.B. Industrial Chemical. 2
nd
)
2.2 Seleksi Proses
Untuk mendapatkan proses yang terbaik perlu menyeleksi macam proses
yang ada. Dai kedua proses yang dijelaskan diatas didapat data operasi yang
digunakan sebagai data perbandingan dan pertimbangan untuk mempermudah
pemilihan atau menyeleksi proses mana yang akan digunakan, aspek yang perlu
dipertimbangkan itu antara lain aspek ekonomi, teknik, mutu, pengaruh erhadap
lingkungan, produk dan sebagainya. Dibawah ini adalah gambaran dari berbagai
proses pembuatan Kalsium klorida dihidrat.
II-4
Solvay waste liquor
Finishing
pan
Flaker
Calcium
Chloride
(solution)
Or purified brine
HCl + Steam
Sodium
Chloride
M
u
l
t
i
p
l
e

e
f
f
e
c
t

e
v
a
p
o
r
a
t
o
r
Calcium
Chloride
(solid)
Calcium
Chloride
(anhydrous
Calcium
Chloride
(Flukes
Furnace
Tabel 2.1. Analisa Pemilihan Proses
Permasalahan Proses Solvay Proses Netralisasi
.1 Bahan baku
.2 Peralatan
.3 Teknik
.4 Produk
.5 Dampak lingkungan
dan ekonomi
 Lebih mahal
 Mudah didapat
 Cukup sulit
 Investasi mahal
 Proses pembuatan
mudah
 Kadar impuritis banyak
 Harga jual murah
 Kurang menguntungkan
 Murah
 Mudah didapat
 Sederhana
 Investasi rendah
 Proses pembuatan lebih
sederhana dan mudah
 Kadar impurities sedikit
 Harga jual mahal
 Sesuai kondisi operasi
 Lebih menguntungkan
karena harga jual mahal
Dari perbandingan kedua proses tersebut maka dipilih proses pembuatan
kalsium klorida dihidrat dengan proses netralisasi dengan alasan sebagai berikut :
1. Bahan baku yang digunakan kalsium karbonat dan asam klorida, sehingga
untuk biaya bahan baku lebih murah dan mudah didapat.
2. Secara ekonomi produk yang dihasilkan lebih murni sehingga dapat
menaikkan harga produk.
2.3 Uraian Proses
Proses pembuatan kalsium klorida dihidrat dari limestone dan asam klorida
dengan proses netralisasi dibagi menjadi 5 tahap, yaitu:
1. Persiapan bahan baku
2. Proses reaksi antara limestone dan asam klorida
II-5
3. Proses netralisasi dan pengkristalkan
4. Penanganan produk
2.3.1 Persiapan bahan baku
Limestone dari closed yard diangkut oleh belt conveyor (J-130) menuju
ball mill (C-131) untuk dihaluskan. Limestone selanjutnya menuju vibrating
screen (H-132). Limestone yang tidak lolos dikembalikan ke Ball mill dan
diangkut oleh bucket elevator (J-133) ke reaktor (R-110) untuk direaksikan
dengan asam klorida.
Asam klorida dari tangki penampung (F-121) dialirkan ke tangki
pengenceran (M-120) kemudian dipompa ke dalam reaktor (R-110). Sedangkan
steam didapatkan dari utilitas dimasukan ke bagian atas reaktor.
2.3.2 Proses reaksi antara limestone dan asam klorida
Dalam reaktor (R-110), limestone, steam dan asam klorida yang telah
diencerkan akan bereaksi menghasilkan CaCl
2
, MgCl
2
, CO
2
dengan konversi
reaksi 100%. Reaksi yang terjadi pada reaktor setelah limestone, steam dan asam
klorida dimasukan adalah :
CaCO
3
+ 2 HCl → CaCl
2
+ H
2
O + CO
2
MgCO
3
+ 2 HCl → MgCl
2
+ H
2
O + CO
2
(http.//www.tetraChemical.com)
II-6
2.3.3 Proses netralisasi dan pengkristalkan
CaO dari silo (F-221) dialirkan dengan screw conveyor (J-222) dan bucket
elevator (J-223) ke tangki Ca(OH)
2
(M-220), untuk membentuk Ca(OH)
2
dengan
mereaksikan CaO dengan air. Adapun reaksi pembuatan Ca(OH)
2
adalah sebagai
berikut :
CaO + H
2
O → Ca(OH)
2
Aliran produk dari reaktor (R-110) dan tangki penampung Ca(OH)
2
(M-
220), direaksikan dalam reaktor netralizer (R-210) untuk menetralkan kandungan
MgCl
2
.
MgCl
2
+ Ca(OH)
2
→ CaCl
2
+ Mg(OH)
2

Setelah dari reaktor netralizer (R-210) masuk ke thickener (H-230), untuk
mengendapkan padatan-padatan yang tidak diinginkan, yaitu Mg(OH)
2
, Ca(OH)
2
dan impurities yang ada. Kemudian masuk ke rotary drum vacuum filter (H-240) ,
untuk memisahkan MgCl
2
dan filtrat.. Filtrat kemudian masuk ke tangki
penampung CaCl
2
(F-241), setelah itu dipompa ke evaporator (V-310) untuk
dijenuhkan. Kemudian masuk ke kristalizer (X-320) untuk dikristalkan, kristal
basah yang keluar dari evaporator (V-310) kemudian dipisahkan dari mother
liquornya dengan centrifuge (H-320) sedangkan mother liquor dikembalikan ke
tangki penampung CaCl
2
(F-241) dan kristalnya dialirkan melalui screw conveyor
(J-321) menuju ke rotary dryer (B-330). Udara dari blower (G-341) yang telah
dipanaskan dengan heater udara (E-342) masuk rotary dryer. Kristal yang terikut
dipisahkan oleh cyclone (H-343).
II-7
2.3.4 Penanganan Produk
Produk berupa kristal kering CaCl
2
.2H
2
O dialirkan dengan screw conveyor
(J-344) dan bucket elevator (J-345) menuju ke silo CaCl
2
.2H
2
O (F-350)
untuk dikemas dan siap disalurkan ke konsumen.
II-8
Calcium
Chloride
(Flukes)
Calcium
Chloride
(anhydrous)
BAB III
NERACA MASSA
Kapasitas produksi : 70000 ton/tahun
Waktu operasi : 330 hari/tahun, 1 hari = 24 jam
Basis perhitungan : 1 jam
Produksi kalsium klorida dihidrat =
tahun
ton 70000
x
ton 1
1000
x
hari
tahun
330
1
x
jam
hari
24
1
= 8838,3838 kg/jam
Tabel molekul :
Nama Molekul Berat Molekul
CaCO
3
MgCO
3

MgCl
2
CaCl
2
CO
2
CaO
H
2
O
HCl
CaCl
2
.2H
2
O
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
Impurities (Fe
2
O
3
)
100,09
84,32
95,26
110,99
44
56,08
18
36,47
147,03
74,09
58,32
159,7
1. BALL MILL (C-131)
III-1
Neraca massa Ball Mill (C – 131) :
Komponen Massa Masuk
(Kg/jam)
Komponen Massa Keluar
(Kg/jam)
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Dari Recycle
Vibratng Screen:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
6594,3314
67,2891
67,2891
6728,9096
732,7035
7,4766
7,4766
747,6566
Ke Vibrating
Screen:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
7327,0349
74,7657
74,7657
Total masuk 7476,5662 Total keluar 7476,5662
2. VIBRATING SCREEN (H-132)
III-2
Recycle (D=0,1 B)
Ball Mill
Limestone Screw conveyor
Vibrating
Screen
(A) ( C )
B
Neraca massa Vibrating Screen (H – 132) :
Komponen Massa Masuk
(Kg/jam)
Komponen Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Ball Mill:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
7327,0349
74,7657
74,7657
Ke Screw
conveyor:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Recycle ke Ball
Mill:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
6594,3314
67,2891
67,2891
6728,9096
732,7035
7,4766
7,4766
747,6566
Total masuk 7476,5662 Total keluar 7476,5662
3. TANGKI PENGENCER HCl (M – 120)
III-3
Recycle
Vibrating Screen
Limestone
Screw Conveyor
Tangki
Pengenceran
H
2
O
HCl 26,7% HCl 17,5%
Neraca massa tangki pengencer HCl (M – 120) :
Komponen Massa Masuk
(Kg/jam)
Komponen Massa Keluar
(Kg/jam)
Larutan HCl
26,7% :
HCl
H
2
O
Air proses
4868,2694
13373,2256
9577,1874
Larutan HCl
17,5% :
HCl
H
2
O
4868,2694
22950,4130

Total masuk 27818,6824 Total keluar 27818,6824
4. REAKTOR (R – 110)
Reaktor
HCl 17,5%
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
CaCl
2
MgCl
2
Impurities
CO
2
Neraca massa Reaktor (R – 110) :
III-4
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Screw conveyor:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Larutan HCl 17,5 %
HCl
H
2
O
6594,3314
67,2891
67,2891
4868,2694
22950,4130
Produk Atas :
CO
2
Produk Bawah :
CaCl
2
MgCl
2
Impurities
H
2
O
2934,2994
7319,1280
76,0673
67,2891
24150,8082
Total masuk 34547,5920 Total keluar 34547,5920
5. TANGKI Ca(OH)
2
(M – 220)
Tangki
Ca(OH)2
H
2
O
CaO Ca(OH)
2
Neraca massa tangki Ca(OH)
2
(M – 220) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
CaO
Air proses
44,7530
14,3644
Ca(OH)
2

59,1174

Total masuk 59,1174 Total keluar 59,1174
6. REAKTOR NETRALISER (R – 210)
III-5
Neraca massa Reaktor Netraliser (R – 210):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari reaktor :
CaCl
2
MgCl
2

H
2
O
Impurities

Ca(OH)
2
7319,1280
76,0673
67,2891
24150,8082
59,1174
Ke Thickener:
CaCl
2
Mg(OH)
2
Impurities
H
2
O
MgCl2
Ca(OH)2
7398,9077
41,8865
67,2891
24150,8082
7,6067
5,9118
Total masuk
31672,4100
Total keluar
31672,4100
7. THICKENER (H – 230)
III-6
Ca(OH)2
Netraliser
CaCl
2
MgCl
2
H2O
Impurties
CaCl2
MgCl
2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
Neraca massa Thickener (H – 230) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Netralizer :
CaCl
2
Mg(OH)
2
Impurities
H
2
O
Ca(OH)
2

MgCl
2

7398,9077
41,8865
67,2891
24150,8082
5,9118
7,6067
Underflow:
Mg(OH)
2
Ca(OH)2
Impurities
CaCl
2
MgCl2
H2O

Overflow:
CaCl2
MgCl2
H2O


41,8865
5,9118
67,2891
17,98889
0,0185
58,7176

7380,9189
7,5882
24092,0906
Total masuk 31672,4100 Total keluar 31672,4100
8. ROTARY DRUM VACUUM FILTER (H-240)
III-7
Underflow:
CaCl
2
MgCl2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
Thickener
Overflow:
CaCl
2
MgCl2
H2O
CaCl2
MgCl2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
Neraca massa Rotary Drum Vacuum Filter (– 240):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Thickener :
CaCl
2
MgCl
2

H
2
O

7380,9189
24092,0906
7,5882
Ke Tangki
Penampung:
CaCl
2
H
2
O

Cake:
MgCl
2

Retention liq:
CaCl
2
H
2
O

7380,3567
24090,2557
7,5882
0,0562
2,3409
Total masuk
31480,5977
Total keluar
31480,5977
9. TANGKI PENAMPUNG CaCl
2
(F-241)
III-8
Endapan
CaCl
2
MgCl
2
H
2
O
Rotary Drum
Vacuum Filter
Ke tangki Penampung
CaCl
2
H
2
O
Dari Thickener
CaCl
2
MgCl
2
H
2
O
Dari Rotary Drum Vacuum
Filter (F)
CaCl
2
MgCl
2
H
2
O
Neraca massa Tangki Penampung CaCl
2
(F-241):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Rotary Drum
Vacuum Filter:
CaCl2
H2O

Dari recycle
Centrifuge:
CaCl2
H2O
7380,3567
24090,2557
3996,190328
1074,1333
Ke Evaporator:
CaCl2
H2O
11376,5470
25164,3890
Total masuk 36540,9360 Total keluar 36540,9360
10. EVAPORATOR (V – 310)
III-9
Recycle dari Centrifuge
(R)
Tangki
Penampung
CaCl
2
Ke Evaporator (A)
CaCl
2
H
2
O
Neraca massa Evaporator (V – 310) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Tangki
Penampung :
CaCl
2
H
2
O
11376,5470
25164,3890
Produk atas:
H
2
O
Produk Bawah:
Ke Crystalizer
CaCl
2
H
2
O
17714,1290
11376,5470
7450,2600
Total masuk 36540,9360 Total keluar 36540,9360
11. KRISTALIZER (X-320)
Neraca massa kristalizer (X-320):
Komponen Massa Masuk Komponen Massa Keluar
III-10
Tangki
penampung
Recycle dari Centrifuge (R)
Evaporator
F
C
B
Kristalizer
Centrifuge
A D
E
Kristalizer
Dari Evaporator
CaCl
2
H
2
O
Ke Centrifuge
CaCl
2
.2H
2
O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
(Kg/jam) (Kg/jam)
Dari Evaporator :
CaCl
2
H
2
O
11376,5470
7450,2600
Ke Centrifuge:
CaCl2.2H2O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
8532,4103
4932,5701
5361,8267
Total masuk 18826,8070 Total keluar 18826,8070
12. CENTRIFUGE (H – 330)
Neraca massa Centrifuge (H - 330) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
III-11
Centrifuge
Recycle ke Tangki penampung
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
Ke Rotary Dryer
CaCl
2
.2H
2
O
Retention Liquid:
CaCl
2
H
2
O
Dari Crystalizer
CaCl
2
.2H
2
O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
Dari Kristalizer:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O




4932,5701
5361,8267
8532,4103
Cake :
CaCl
2
.2H
2
O
Retention liquid:
CaCl
2
H
2
O
Recycle ke Tangki
Penampung:
CaCl
2
H
2
O
8532,4103

222,2049
204,4156


4728,1544
5139,6218
Total masuk 18826,8070 Total keluar 18826,8070
13. ROTARY DRYER (B- 340)
Rotary Dryer
Udara kering
- Udara basah
H
2
O
CaCl
2
Ke cyclone:
CaCl
2
.2H
2
O
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
Ke Screw Conveyor :
H
2
O
CaCl
2
.2H
2
O
CaCl
2
H
2
O
Neraca massa rotary dryer (B – 340) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
III-12
Dari Centrifuge:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
(s)
H
2
O



204,4156
8532,4103
222,2049
Ke Screw
Conveyor :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
Ke Cyclone:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
H
2
O yang
menguap
204,2112
8523,8779
88,1625
0,2044
8,5324
0,0883
133,9541
Total masuk 8959,0308 Total keluar 8959,0308
14. CYCLONE (H – 343)
Cyclone
Udara
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
CaCl
2
Udara
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
Ke Tangki Penampung :
H
2
O
Neraca massa Cyclone (H – 343):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
III-13
Dari Rotary
Dryer:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
(s)
H
2
O



0,2044
8,5324
134,0424
Ke udara :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
Ke silo :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
0,0020
0,0853
120,5596

0,2024
8,4471
13,4828
Total masuk 142,7792 Total keluar 142,7792
15. SILO CaCl
2
.2H
2
O (F – 350)
Neraca massa silo CaCl
2
.2H
2
O (H – 350):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
III-14
Silo CaCl
2
. 2H
2
O
Dari Cyclone:
CaCl
2
H
2
O
CaCl
2
.2H
2
O
Dari Rotary Dryer
CaCl
2
.2H
2
O
Retention Liquid:
CaCl
2
H
2
O
Dari screw
conveyor:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
(s)
H
2
O
Dari Cyclone:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
204,2112
8523,8779
88,1625

0,2024
8,4471
13,4828
Ke Silo :
CaCl
2
.2H
2
O
CaCl
2
H
2
O
8532,3250
204,4136
101,6453
Total masuk 8838,3838 Total keluar 8838,3838
III-15
BAB IV
NERACA PANAS
Kapasitas produksi : 70000 ton/tahun
Waktu operasi : 330 hari/tahun, 1 hari = 24 jam
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Suhu referensi : 25
o
C = 273,15
0
K
Satuan : kkal

Tabel molekul :
Nama Molekul Berat Molekul
CaCO
3
MgCO
3

MgCl
2
CaCl
2
CO
2
CaO
H
2
O
HCl
CaCl
2
.2H
2
O
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
Impurities (Fe
2
O
3
)
100,09
84,32
95,26
111,08
44
56,08
18
36,47
147,03
74,09
58,32
159,7
Tabel Fasa :
IV-1
Fase
Liquid Solid Gas
Ca
2
Cl
2
H
2
O
MgCl
2
H
2
O
HCl
CaCO
3
MgCO
3
Impurities (Fe
2
O
3
)
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
CO
2
Udara
1. Tangki Pengencer HCl (M – 120)
Larutan HCl 26,69%
T = 30
o
C Tangki Pengencer
HCl
H
2
O
T = 30
o
C
Larutan HCl 17,5%
T = 30
o
C
Q
Neraca panas tangki pengencer HCl (M - 120) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
107556,7575 ∆H
2
102287,3969
Q 4669,36064
Total masuk 107556,7575 Total keluar 107556,7575
2. Reaktor (R – 110)
IV-2
Δ H
1
, T=30
o
C
Q loss
Δ H
3
, T=40
o
C
Δ H
2
, T=30
o
C Q
Neraca panas reaktor (R – 110) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
6659,2783 ∆H
3
389922,4598
∆H
2
102887,3969 ∆Hr -190193,08
Q steam 110704,94 Q loss 20522,2347
Total masuk 220251,62 Total keluar 220251,62
3. Tangki Ca(OH)
2
(M – 220)
Tangki Pelarut
CaO
H
2
O
T = 30
o
C
Larutan Ca(OH)2
T= 40 ºC
CaO padat
T = 30
o
C
Q
Neraca panas tangki Ca(OH)
2
(M – 220) :
Masuk Kkal Keluar Kkal
∆H
1
40,93942 ∆H
3
256,1302
∆H
2
71,88105 ΔH Reaksi -12501,97

Q 12358,66
Total masuk 112,82 Total keluar 112,82
IV-3
4. Reaktor netraliser (R – 210)
Umpan dari reaktor
T = 40
o
C
Ca(OH)2
T = 40
o
C
Produk
T =45
o
C
Netralizer
Q
Neraca panas reaktor netralizer (R – 210) :
Masuk Kkal Keluar Kkal
∆H
1
380808,7624 ∆H
3
508049,0618
∆H
2
257,7277 ΔH Reaksi 29726,31

Q Steam 183448,31 Q Loss 26739,42431
Total masuk 564514,80 Total keluar 564514,80
5. Evaporator (V – 310)
Umpan (F)
T = 45
o
C Produk
(L)
T =100
o
C
Steam
T = 148
o
C
Kondensat
T = 148
o
C
Evaporator
Uap Air (V)
T = 90
o
C
Recycle centrifuge
(R)
T = 45
o
C
Neraca panas evaporator (V – 310) :
Masuk kkal Keluar kkal
IV-4
∆H
1
540755,1759 ∆H
2
11918585,74
Q steam 12005124,55 Q loss 627136,0913
Total masuk 1254879,73 Total keluar 1254879,73
6. Kristalizer ( X-320 )
Neraca panas kristaliser (X – 320) :
Masuk Kkal Keluar Kkal
∆H
1
604938,0622 ∆H
2
299484,9601
Q loss 60493,80622
Q serap 244959,2929
Total masuk 604938,0622 Total keluar 604938,0622
7. Rotary Dryer (B – 340)
Rotary Dryer
Kristal kering
T = 80
o
C
Udara keluar
T = 51,5
o
C
Kristal basah
T = 60
o
C
Udara masuk
T = 100
o
C
Neraca panas rotary dryer (B – 340) :
IV-5
Δ H
1
, T=90
o
C
Δ H
4
, T=48
o
C
Δ H Δ H
3
, T=60
o
C
Δ H
2
, T=30
o
C
Kristalizer
Masuk Kkal Keluar Kkal
CaCl2.2H2O 8532,4103 Ke Screw :
CaCl2 1166,9876 CaCl2.2H2O 131094,2575
H2O 7783,5661 CaCl2 1835,9070
H2O 4852,9244
Ke Cyclone :
CaCl2.2H2O 63,2267
CaCl2 0,8827
H2O 2,3419
H2O (v) 81749,4129
H Udara masuk 418565,9236 H Udara keluar 291424,6496
Total masuk 511023,6027 Total keluar 511023,6027
8. Heater udara (E – 342)
Udara in
T = 30
o
C
Udara out
T = 120
o
C
Steam
T = 148
o
C
Kondensat
T = 148
o
C
Pemanas Udara
Neraca panas Heater udara (E – 342) :
Masuk kkal Keluar kkal
Udara masuk 7051903,041 Udara keluar 7321774,917

Q Steam 655228,4505 Q loss 385356,5746

Total masuk 7707131,492 Total keluar 7707131,492
IV-6
BAB IX
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK
9.1 Lokasi Pabrik
Dalam perencanaan pabrik, penentuan lokasi pabrik merupakan faktor
yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena lokasi suatu pabrik berpengaruh
terhadap perolehan bahan baku, perolehan tenaga kerja, fasilitas angkutan,
distribusi produk, dan lain-lain. Mengingat alasan tersebut diatas, maka dalam
mendirikan suatu pabrik perlu dipertimbangkan pemilihan lokasi pabrik yang
sebaik mungkin.
Dalam penentuan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan-
pertimbangan teknis dan ekonomis, dan umumnya terdapat dua faktor yang
digunakan dalam penentuan lokasi, yaitu: faktor utama dan faktor khusus.
Faktor utama digunakan untuk menentukan region industri pabrik yang
akan didirikan, sedangkan faktor khusus digunakan untuk memilih lokasi pabrik
dalam region industri yang telah ditentukan.
1. Faktor Utama
Yang termasuk faktor utama adalah:
a. Bahan baku (Raw material)
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
− Harga bahan baku
− Besarnya persediaan bahan baku
− Pengangkutan bahan baku dan biayanya
IX -1
− Kualitas bahan baku yang tersedia dan apakah kualitas yang tersedia itu
memenuhi spesifikasi bahan yang diharapkan
b. Pemasaran (Marketing)
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
− Besarnya kebutuhan pasar akan produk
− Jarak dari pabrik ke pasaran
− Fasilitas pergudangan
− Kemungkinan naik turunnya kebutuhan pasar di kemudian hari
− Adanya persaingan pada waktu sekarang maupun yang akan datang
c. Power dan persediaan bahan bakar
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
− Adanya tenaga listrik dan bahan bakar
− Kapasitas persediaan pada saat sekarang maupun yang akan datang
− Harga listrik dan bahan bakar
d. Persediaan air
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai
− Persediaan air setiap saat
− Kualitas air
− Biaya (harga air dan biaya pengolahan air)
e. Iklim atau cuaca
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
− Kelembaban udara
− Sering tidaknya terjadi bencana alam
IX -2
− Kecepatan angin rata-rata
− Biaya pendirian yang berhubungan dengan faktor diatas
2. Faktor Khusus
Yang termasuk faktor khusus adalah:
a. Transportasi
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Ada tidaknya berbagai macam angkutan (darat, laut, dan udara) baik untuk
bahan baku, hasil produksi dan juga pegawai
- Ada tidaknya jalan menuju lokasi pabrik
- Ongkos pengangkutan
b. Pembuangan limbah (waste disposal)
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Jenis buangan dapat berupa padat, cairan, slurry, maupun gas
- Ada tidaknya tempat pembuangan
- Pengolahan buangan
- Hukum mengenai peraturan atau waste disposal yang ada
c. Tenaga kerja (labor)
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Ada tidaknya tenaga ahli dan terampil.
- Sistem perburuhan termasuk upah
- Persatuan tenaga kerja
- Apakah ada lembaga untuk training di daerah tersebut
IX -3
d. Peraturan Pemerintah
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Peraturan pemerintah mengenai zone industri
- Peraturan pemerintah mengenai penggunaan tanah, bangunan, jalan
- Peraturan pemerintah mengenai buangan dan polusi
- Peraturan pemerintah mengenai perpajakan, asuransi, dan perburuhan
e. Keadaan khusus dari lokal
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Struktur alam
- Luas tanah yang tersedia
- Harga tanah di tempat itu
- Fasilitas-fasilitas tertentu yang sudah ada di tempat itu
- Kemungkinan untuk perluasan
f. Perpajakan dan Asuransi
- Harus mengetahui macam pajak dan sistem yang berlaku, misalnya pajak
kekayaan, pajak upah, pajak penghasilan, pajak persero dan peraturan-
peraturan yang berhubungan dengan perpajakan.
- Asuransi peralatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan kerja, dan lain-
lain
g. Komunitas
Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan mengenai:
- Aspek kultural dan keagamaan dari penduduk di sekitarnya
- Apakah daerah tersebut merupakan daerah pertanian, perumahan,
IX -4
perindustrian, atau perdagangan
- Ada tidaknya fasilitas kesehatan (rumah sakit, dokter) dan fasilitas rekreasi
Dari faktor utama dan faktor khusus yang telah diuraikan di atas maka dipilih
lokasi pabrik Kalsium Klorid Dihidrat di daerah Tuban, Jawa Timur
Gambar 9.1 Peta Indonesia
Gambar 9.2 Peta Jawa Timur
IX -5
Lokasi pabrik
Gambar 9.3 Peta Gresik
9.2 Tata Letak Pabrik (Plant Lay out)
Penyusunan tata letak pabrik merupakan hal yang cukup penting yang
menentukan efisiensi dan kelancaran kegiatan operasi dalam suatu pabrik. Dalam
penyusunan tata letak pabrik ini harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan sistem operasi yang baik dan lancar, konstruksi yang baik dan
ekonomis, pemeliharaan yang efektif, pengaturan peralatan dan bangunan yang
fungsional, menciptakan suatu suasana kerja yang baik, menimbulkan kegairahan
kerja dan menjamin keselamatan kerja para karyawan.
Penyusunan tata letak dari pabrik ini, secara langsung akan berpengaruh
sekali terhadap:
- Efisiensi
IX -6
- Biaya pabrik (biaya produksi)
- Keselamatan kerja
- Investasi (modal kerja)
Semua pabrik akan memiliki susunan tata letak yang berbeda meskipun
pabrik tersebut sejenis, sebab untuk membuat tata letak harus mempertimbangkan
factor-faktor antara lain: maintenance, safety, efisiensi, dan lain-lain.
Tujuan dari tata letak pabrik ini adalah:
- Untuk mengatur peralatan pabrik seefisien mungkin
- Untuk keselamatan kerja
- Mempermudah pemeliharaan
- Menekan biaya serendah mungkin
- Menjamin gairah kerja para karyawan
- Meningkatkan fungsi peralatan dan bangunan.
Pada Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat dari Limestone dan
asam klorida ini akan disediakan tanah seluas :
1400 m
2
x 100 m
2
= 140000 m
2
Perencanaan Pabrik CaCl
2
.2H
2
O dapat dilihat pada tabel 9.1 dibawah ini:
IX -7
Tabel 9.1 Perencanaan Pabrik CaCl
2
.2H
2
O
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan tata letak pabrik:
1. Letak Tangki Storage
No. Bangunan Ukuran Luas (m2)
1 Pos keamanan 15 x 20 300
2 Parkir khusus tamu 30 x 20 600
3 Parkir karyawan 20 x 50 1000
4 Parkir truk 50 x 50 2500
5 Kantin 25 x 20 500
6 Poliklinik 25 x 20 500
7 Mushola 50 x 20 1000
8 Toilet 25 x 20 200
9 Unti PMK 40 x 10 400
10 Gudang peralatan 50 x 40 2000
11 Bengkel 50 x 40 2000
12 Laboratorium quality control 50 x 40 1500
13 Kantor umum 50 x 40 2000
14 Departemen produksi 20 x 42,5 850
15 Departemen teknik 20 x 42,5 850
16 Kantor devisi litbang 20 x 42,5 850
17 Perpustakaan 25 x 20 500
18 Area pengolahan limbah 60 x 50 3000
19 Boiler 20 x 35 750
20 Unit listrik/ generator 20 x 50 1000
21 Ruang control 125 x 10 1250
22 Area penyimpanan bahan baku 100 x 50 5000
23 Area penyimpanan produk 120 x 50 6000
24 Area proses 500 x 100 50000
25 Area utilitas dan unit pengolahan air 100 x 50 5000
26 serba guna 50 x 40 2000
27 Area perluasan 300 x 100 30000
28 Jalan, taman dan halaman - 18450
Total 140000
IX -8
Storage penyimpanan bahan baku, intermediate produk dan hasil produk
diletakkan di tempat berbeda-beda atau diletakkan di tempat yang saling
berdekatan, tentu saja dengan memperhatikan letak benda yang disimpan.
Misalnya: benda-benda yang membahayakan harus dipikirkan dan diletakkan
di tempat-tempat terisolir.
Kesukarannya adalah jika kuantitasnya besar. Bila diletakkan di daerah
yang berdekatan, menguntungkan dilihat dari segi material handling, tetapi
menimbulkan rintangan bagi perluasan pabrik di masa yang akan datang.
Seringkali kita memanfaatkan tempat ketinggian untuk storage sehingga
pemindahan dengan sistem gravitasi.
2. Layout dari peralatan
Peralatan harus mempunyai ruangan yang cukup besar tetapi tidak
berlebihan. Hal ini harus dipertimbangkan agar pemeriksaan peralatan dan
perbaikan dapat dilakukan. Tidak jarang alat yang sudah dipasang harus
dipindahkan karena ternyata pemasangan pertama kurang harmonis walaupun
sudah dipertimbangkan secara masak pada waktu konstruksi.
Suatu pabrik kurang menguntungkan bila alat-alat diletakkan
berdekatan. Berilah ekstra ruangan beberapa persen, hal ini akan lebih murah
bila dibandingkan kalau kita harus memindahkan alat-alat itu dan kesukaran-
kesukaran kalau alat terlalu berdekatan. Untuk peralatan overhead (diatas
lantai) memerlukan tempat-tempat kosong di bagian atasnya.
3. Faktor keamanan
Keamanan yang perlu diperhatikan pada layout ada dua macam yaitu:
IX -9
- Keamanan pada waktu pembangunan
- Keamanan pada waktu pabrik beroperasi
Berhubungan dengan faktor keamanan terutama untuk pabrik berjalan,
maka kita harus menyediakan tempat luas untuk bahan-bahan beracun, alat
pemadam kebakaran, tempat-tempat ruang gerak bebas untuk lalin,
menyediakan hose, benteng-benteng untuk benda-benda eksplosif, dan
sebagainya. Harus dipikirkan keamanan pabrik dan keselamatan kerja
semaksimal mungkin.
4. Kemungkinan perluasan pabrik
Dalam pembuatan layout harus memberi ruangan yang cukup untuk
perluasan. Perluasan ini dapat timbul karena kenaikan produksi, pengolahan
produk samping, pembuatan produk-produk baru dengan bahan yang
dihasilkan dari pabrik atau karena hal-hal lain.
5. Ruangan-ruangan lantai
Ruangan lantai (floor space) merupakan bagian penting dalam
perencanaan. Kita harus menggunakan ruangan lantai ini seekonomis mungkin
dengan memperhatikan pemeliharaan yang baik, perpindahan bahan dan
kenyamanan operator. Untuk peralatan yang membutuhkan perawatan sering
diberi ruang yang cukup tetapi tidak berlebihan.
6. Utilitas
IX -10
Menyngkut distribusi gas, udara, power, bahan bakar, dsb. Pelayanan
ini harus ditempatkan dan direncanakan agar dalam penggunaannya nanti
setelah operasi yang terakhir mudah dilaksanakan dengan ongkos serendah
mungkin. Perpipaan yang berhubungan dengan utilitas hendaknya jangan
diletakkan di permukaan lantai. Biasanya beberapa feet antara lantai dengan
atasnya yang bias dilalui orang. Biasanya pipa-pipa tersebut sudah diberi
nomor, kode dan warna sesuai dengan ukuran dan fungsinya.
Misal : Warna merah untuk steam
Warna biru untuk air
Warna putih untuk gas
7. Bangunan
Setelah mengatur lokasi dari peralatan kemudian dilakukan pemilihan
bentuk bangunan. Biasanya sudah ada bangunan standar (dari Perry) atau
minta bantuan ahli. Bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan proses.
Untuk outdoor construction (peralatan sama sekali tanpa bangunan/tertutup).
Biasanya bangunan diperlukan untuk central panel.
Dalam layout bangunan ini tidak boleh dilupakan cara pembuangan
bahan buangan yang berupa liquida, gas, debu, dsb, dengan menyediakan
ventilasi secukupnya. Absorber untuk fume atau gas, drainage, dan alat-alat
yang serupa lainnya.
8. Material hadling equipment (peralatan penangan bahan)
IX -11
Handling Equipment dari bahan harus diatur sedemikian rupa sehingga
handling adalah seminimum mungkin. Biasanya material handling merupakan
faktor kecil dan penilaian yang lebih mendasar baru dilakukan apabila
material handling tersebut merupakan faktor yang sangat penting pada pabrik
itu. Misal: handling pemasukan liquida dalam botol (bottling)
Material handling jangan diletakkan terlalu jauh karena dapat
menyebabkan harga menjadi mahal. Bila dengan sistem pneumatic conveying
sebisanya diletakkan berdekatan.
9. Plant service
Seperti bengkel, kantin, PPPK, rung ganti pakaian, dsb harus
diletakkan sedemikian rupa sehingga didapat efisiensi seoptimal mungkin dari
pengunaannya. Disamping itu kalau ada gangguan operasi dan kesehatan
dapat diusahakan seminimal mungkin.
10. Jalan raya
Biasanya pabrik didirikan di pinggir jalan dan mempunyai akses jalan
dari pabrik ke jalan raya, maksudnya supaya segala sesuatu yang
berhubungann dengan luar mudah dilakukan, disamping itu diperhatikan pula
fasilitas pelabuhan yang ada.
Lay out pabrik ini dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :
1. Tata letak pabrik (plant lay out).
2. Tata letak peralatan proses (process lay out).
9.2.1 Tata Letak Pabrik
IX -12
Pengaturan posisi bangunan diatur sedemikian rupa agar transportasi
proses dan lalu lintas manusia menjadi efektif dan efisien.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tata letak pabrik adalah :
1. Letak bangunan hendaknya memperlancar keperluan administrasi.
2. Bahan baku dan produk dapat didistribusikan dengan mudah ke dalam maupun
keluar pabrik.
3. Letak bangunan proses berpisah dari perkantoran.
4. Menempatkan bahan-bahan yang berbahaya di daerah terisolasi.
5. Menyediakan lahan kosong untuk perluasan pabrik.
Tata letak Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat dapat dilihat pada gambar
9.2.1 dibawah ini:
IX -13
29
1 29 1 2
13
8
1
25
3
8
23
10
7
26
Jalan Raya
27
5
23
17
12
11
6
9
21
20
29
U
S
T B
18
14
24
4
22
19
24
Sungai
16
15
Gambar 9.4 Tata Letak Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat
Keterangan:
IX -14
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
Pos keamanan
Parkir khusus tamu
Parkir karyawan
Parkir truk
Kantin
Poliklinik
Mushola
Toilet
Unit PMK
Gudang peralatan
Bengkel
Laboratorium qualty control
Kantor umum
Departemen produksi
Departemen teknik
Kantor devisi litbang
Perpustakaan
Koperasi
Area pengolahan limbah
Boiler
Unit istrik/ generator
Ruang control
Area penyimpanan bahan baku
Area penyimpanan produk
Area proses
Area utilitas dan unit pengolahan air
serba guna
Area perluasan
29 Jalan, taman dan halaman
9.2.2 Tata Letak Peralatan Proses
IX -15
Dalam perencanaan process layout ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan,yaitu :
1. Aliran bahan baku dan produk.
Pengaturan aliran bahan baku dan produk yang tepat dapat menunjang
kelancaran dan keamanan produksi. Pemasangan elevasi perlu memperhatikan
ketinggian. Biasanya pipa atau elevator dipasang pada ketinggian minimal
3 meter agar tidak mengganggu lalu lintas karyawan.
2. Aliran udara.
Aliran udara di sekitar area proses harus lancar agar tidak terjadi stagnasi
udara pada tempat yang dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia
berbahaya sehingga mengancam keselamatan pekerja.
3. Pencahayaan.
Penerangan seluruh area pabrik terutama daerah proses harus memadai
apalagi pada tempat-tempat yang prosesnya berbahaya sangat membutuhkan
penerangan khusus.
4. Lalu lintas manusia.
Dalam perencanaan process layout perlu memperhatikan ruang gerak
pekerja agar dapat mencapai seluruh alat proses dengan mudah dan cepat
sehingga penanganan khusus seperti kerusakan alat (trouble shooting) dapat
segera teratasi.
4. Efektif dan efisien.
Penempatan alat-alat proses diusahakan agar dapat menekan biaya operasi tapi
sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan produksi pabrik sehingga dapat
IX -16
menguntungkan dari segi ekonomis.
5. Jarak antar alat proses.
Untuk alat proses bertekanan tinggi atau bersuhu tinggi sebaiknya berjauhan
dari alat lainnya agar bila terjadi ledakan atau kebakaran tidak cepat merambat
ke alat proses lainnya.
Tata letak peralatan proses dapat dilihat pada gambar 9.5 dibawah ini:
M-220
Lime-
stone
H-230 X-320
F--350
J-130
C-131
F-221
J-222
J-223
R-210
F-121
M-120
R-110
J
-
1
3
3
H-240
F-241
V-310
H-330
J-332 B-340
F-113
H-343
E-312 G-313
G-341
E-342
U
S
T B
Gambar 9.5 . Tata letak peralatan
Keterangan:
IX -17
Kode Nama Alat Kode Nama Alat
R-110 Reaktor H-240 Rotary drum vacum filter
F-113 Tangki penampung CO
2
F-241 Tangki penampung CaCl
2
F-121 Tangki HCl V-310 Evaporator
F-122 Tangki Pengencer HCl E-312 Barometrik kondensor
J-130 Screw conveyor G-333 Steam jet ejector
C-131 Ball Mill X-320 Kristaliser
J-133 Bucket Elevator H-330 Centrifuge
M-220 Tangki Ca(OH)
2
J-331 Screw conveyor
F-221 Tangki CaO B-340 Rotary dryer
J-220 Screw conveyor G-341 Blower udara
J-223 Bucket Elevator E-342 Heater udara
R-210 Reaktor Netralisasi J-345 Bucket elevator
H-230 Thickener F-380 Tangki penyimpanan produk
IX -18
BAB V
SPESIFIKASI ALAT
1. Tangki penampung HCl (F – 121)
Fungsi : Menampung HCl
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas standard dished head dan
tutup bawah berbentuk plat datar
Diameter dalam : 232,3192 in
Tinggi silinder: 348,4782 in
Tebal silinder :
4
1
in
Tebal tutup bawah :
4
1
in
Tebal tutup atas :
4
1
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
2. Pompa larutan HCl (L-122)
Fungsi : Memompa larutan HCl dari tangki penampung HCl menuju
ke tangki pengenceran HCl
Tipe : Centrifugal Pump
Kapasitas : 85,1577gpm
Efisiensi pompa : 60%
V - 1
Power motor : 3 hp
Ukuran pipa : 3 in schedule 40
Bahan konstruksi : Stainless Steel
Jumlah : 1 buah
3. Tangki pengencer HCl (M - 120)
Fungsi : Mengencerkan HCl 26,9 % menjadi HCl 17,5 %.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa
standard dished head dan dilengkapi dengan pengaduk.
Bahan Konstruksi : Stainless Steel SA-204 grade C tipe 316
Kapasitas : 13909,34 kg = 30664,53 lb
Jumlah tangki : 1 buah
Ukuran :
Tangki :
Diameter dalam tangki : 94,0476 in
Tinggi tangki : 177,9 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tinggi silinder : 141,0714 in
Tebal tutup atas dan bawah :
16
3
in
Tinggi tutup atas dan bawah : 0,4677 in
V - 2
sf atas = sf bawah : 2 in
tinggi jaket : 60,4596 in
Impeller :
Jenis impeller : four-pitched blades turbin
Diameter impeller : 2,6124 ft
Kecepatan impeller : 65 rpm
Lebar impeller : 0,5225 ft
Panjang impeller : 0,6531 ft
Jumlah impeller : 1 buah
Power impeller : 1,5 hp
Baffle :
Lebar baffle : 0,6531 ft
Jumlah : 4 buah
4. Pompa larutan HCl (L-123)
Fungsi
: Memompa larutan HCl dari tangki pengenceran ke reaktor.
Type : Centrifugal Pump
Kapasitas : 129.900 gpm
Power motor : 6 hp
Ukuran pipa : 4 in sch 40
Bahan : Stainless steel
Jumlah : 1
5. Open Yard
V - 3
Kapasitas : 6,7700 ton/jam
Volume : 200.000 m
3
Panjang : 50 m
Lebar :120 m
6. Belt Conveyor (J – 130)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari open yard
ke ball mill (C-131).
Type : Troughed Belt Conveyor
Kapasitas : 32 ton/jam
Bahan : karet
Lebar : 14 in
Panjang : 10 m
Kemiringan : 20
o
Kecepatan belt : 30,5 m/min
Power motor : 1 hp
Jumlah : 1 buah
7. Ball Mill (C – 131)
Fungsi : Menghaluskan bahan baku limestone sebelum masuk
Vibrating Screen (H-132).
Type : Marcy Ball Mill
Kapasitas : 180 ton/hari
V - 4
Ukuran : 5 x 4 ft
Berat bola : 5,25 ton
Kecepatan : 27 rpm
Power : 47 Hp
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
8. Vibrating Screen (H-132)
Fungsi : Untuk mendapatkan limestone dengan ukuran 48 mess.
Tipe : High speed vibrating screen
Ukuran : 54,3750 ft
2
Kecepatan vibrasi : 25 – 120 vibrasi/detik
Power : 13 hp
Bahan konstruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
9. Bucket Elevator (J – 133)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari vibrating
screen (H-132) ke reaktor (R-110).
Type : Centrifugal discharge bucket elevator
Laju alir masuk : 6728,9096 kg/jam = 6,7289 ton/jam = 147,0938 ton/hari
V - 5
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 225 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran Bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 1 hp
Diameter shaft : Head : 1
16
15
in
Tail : 1
16
11
in
Diameter pully: Head : 20 in
Tail : 14 in
Jumlah : 1 buah
10. Reaktor (R – 110)
Fungsi : Tempat terjadinya reaksi antara limestone dengan larutan HCl.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa standar dished
head, dilengkapi pengaduk, dan sistem pemanas menggunakan
coil.
Laju alir volumetrik feed masuk : 989,6675 ft
3
/jam
Bahan konstruksi : high silicon cast iron
Waktu tinggal 0,5207 jam
Jumlah tangki : 1 buah
Ukuran :
V - 6
Tangki :
Diameter dalam tangki : 93,8448 in
Tinggi tangki : 140,7672 in
Tinggi silinder : 118,6824 in
Tinggi tutup atas : 18,4143 in
Tinggi tutup bawah : 18,5829 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup atas :
16
3
in
Tebal tutup bawah :
16
3
in
sf atas = sf bawah : 2 in
Koil Pemanas :
- panjang coil : 289,6349 in
- diameter coil : 84,8184 in
- jumlah lilitan: 21 lilitan
Pengaduk :
Jenis impeller : four-pitched blades turbin
Diameter impeller : 2,6068 ft
Lebar impeller : 0,5214 ft
V - 7
Panjang impeller : 0,6517 ft
Jarak antar impeller : 5,1099 ft
Kecepatan impeller : 90 rpm
Power impeller : 7 hp
Jumlah impeller : 2 buah
11. Pompa ke Reaktor Netraliser (L-111)
Fungsi : Memompa larutan dari Reaktor (R-110) ke Reaktor Netraliser
(R210).
Type : Centrifugal Pump
Kapasitas : 135,5198 gpm
Power motor : 5 hp
Ukuran pipa : 4 in sch 40
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1
12.Blower CO
2
(G – 112)
Fungsi : Mengalirkan CO
2
dari reaktor (R-110) ke tangki penampung
CO
2
(F-113).
Type : Centrifugal Blower
Kapasitas : 6468,9565 lb/jam
Power motor : 0,5 hp
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
V - 8
13. Tangki Penampung CO
2
(F-113)
Fungsi : Untuk Menampung produk samping CO
2
selama 30 hari
Type : Spherical Tank
Kapasitas : 6040,969 m
3
Dimensi : d = 11,29 ≈ 12 m
ts =
16
5
in
Bahan : High Alloy Steel SA-240 Grade B
Jumlah : 1 buah
14. SILO CaO (F-221)
Fungsi = Menampung bahan baku CaO.
Type = Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan
tutup bawah berbentuk konis.
Kapasitas = 99,2825 lb/jam
Diameter dalam = 2,3947 ft
Tinggi silinder = 2,3947 ft
Tinggi tutup atas = 0,0208 ft
Tinggi tutup bwh = 2,4281 ft
Tebal silinder
=
16
3
in
Tebal tutup atas
=
4
1
in
Tebal tutup bwh
=
16
3
in
Sf bawah = 2 in
Bahan konstruksi = Carbon steel
Jumlah = 1 buah
15. Screw Conveyor (J-222)
V - 9
Fungsi : Mengangkut CaO dari silo CaO (F-221) ke bucket
elevator (J-223)
Type : Horisontal screw conveyor with bin gate & plain
discharge opening
Kapasitas : 44,7530 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 0,5 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
16. Bucket Elevator (J – 223)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku CaO dari screw conveyor
(J-223) ke ke tangki penampung Ca(OH)
2
(M-220).
Type : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Kapasitas : 0,0450 ton/jam
Kapasitas max :14 ton/jam
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 77,0191 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 43 rpm
Power : 0,5 hp
Diameter shaft :
Head
: 1
16
15
in
V - 10
Tail
: 1
16
11
in
Diameter pully:
Head
: 20 in
Tail :14 in
Bahan konstruksi : High Silicon Cast Iron
Jumlah : 1 buah
17. Tangki Ca(OH)
2
(M-220)
Fungsi : Untuk membuat larutan Ca(OH)
2
dari CaO dengan H
2
O
Kapasitas bahan masuk : 59,1174 kg/jam = 3127,9253 lb/hari
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berbentuk
standard dished
Diameter dalam : 36,1308 in
Tinggi silinder : 54,1962 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup bawah:
16
3
in
Tebal tutup atas :
16
3
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
18. Pompa ke Reaktor Netraliser (L-224)
Fungsi : Memompa larutan dari tangki Ca(OH)
2
(M-220) menuju
V - 11
ke reaktor netraliser (R-210).
Type : Centrifugal pump
Kapasitas : 0,6860 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 1/8 in sch 40
Bahan : Carbon Steel
Jumlah 1
19. Reaktor Netralizer (R-210)
Perhitungan Reaktor Netralizer dapat dilihat pada Bab VI Perancangan Alat
Utama oleh Endah Via Dolorosa.(0305010034)
20. Pompa ke Thickener (L-211)
Fungsi : Memompa larutan dari Reaktor Netralizer (R-210) menuju
ke Thickener (H-230).
Type : Pompa Centrifugal
Kapasitas : 212,5352 gpm
Efisiensi pompa : 80%
Power motor : 6 hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi: Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
21. Thickener (H-230)
Fungsi : Untuk mengendapkan padatan-padatan yang tidak diinginkan,
yaitu Mg(OH)
2
, Ca(OH)
2
dan impurities yang ada.
V - 12
Type : Tangki berbentuk silinder tegak dengan bagian atas terbuka dan
bagian bawah tertutup berbentuk toriconical
Kapasitas : 760137,8400 kg/hari
Kondisi operasi : bahan masuk thickener pada suhu 35,3714°C
Diameter dalam : 157,242 in
Tinggi tangki : 10,1379 ft
Tinggi tutup bawah : 6,5518 ft
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup bawah :
16
3
in
Sf bawah : 2 in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
22. Rotary Drum Vacuum Filter (H-240)
Fungsi : Untuk memisahkan MgCl
2
dan filtrat yang masih terikut dari
thickener (H-230).
Tipe : Rotary drum filter
Kapasitas : 31471,9 kg/hari
Diameter : 6 in
Panjang : 4 ft
Kecepatan : 0,2 rpm
Power motor : 11 Hp
V - 13
Jumlah : 1 buah
23. Tangki Penampung CaCl
2
(F-241)
Fungsi : Untuk menampung larutan CaCl
2
dari Rotary Drum Vacum Filter
(H-240) dan recycle dari centrifuge (H-330).
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas standard dished head dan tutup
bawah berbentuk konis
Diameter dalam : 228,6046 in
Tinggi silinder : 525,3795 in
Tebal silinder :
16
5
in
Tebal tutup bawah :
4
1
in
Tebal tutup atas :
4
1
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
24. Pompa ke Evaporator (L-242)
Fungsi : Memompa larutan dari tangki penampung CaCl
2


(F-241)
menuju
ke evaporator (V-310).
Type : Centrifugal Pump
V - 14
Kapasitas : 166,3834 gpm
Efisiensi pompa : 80%
Power motor : 2 hp
Ukuran pipa : 4 in schedule 40
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
25. Evaporator (V-310)
Perhitungan Evaporator (V-310) dapat dilihat pada Bab VI Perancangan Alat
Utama oleh Elmi Yuni Adi Maghfiroh
26. Pompa ke Kristaliser (L-311)
Fungsi : Memompa larutan dari evaporator (V-310) ke kristaliser (X-320)
Tipe : Centrifugal Pump
Kapasitas :180,5494 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 6 in sch 40
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1
27. Barometrik Kondensor (E- 312)
Fungsi : Mengkondensasikan uap yang keluar dari evaporator
(V-310)
Tipe : Dry air counter current barometric condensor
Dimensi : Diameter = 10 ft
Tinggi = 8 ft
Kebutuhan air pendingin : 222643,0818 lb/jam
Bahan konstruksi : Carbon steel
V - 15
Jumlah : 1 buah
28.Steam Jet Ejektor (G-313)
Fungsi : Mempertahankan kondisi vakum pada evaporator
(V-310).
Tipe : Single stage steam jet ejector
P
suction
: 357,6264 mmHg
Kapasitas udara : 20 lb/jam
Dimensi : ~ D
1
= 4 in
~ D
2
= 3 in
~ L = 27 in
~ A = 5,2002 in
~ D
d
= 4 in
~ D
n
= 0,3 in
Berat : 231,3211 lb
Kebutuhan steam : 177,1200 lb/jam
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
29. Hot Well (F-314)
Fungsi : Untuk menampung kondensat dari baromatrik kondensor
(E-312)
Kapasitas : 39059,6544 lb/jam
V - 16
Panjang : 7,7128 ft
Lebar : 3,8564 ft
Tinggi : 4 ft
Jumlah : 1 buah
30. Kristalizer ( X-320 )
Fungsi : Untuk membentuk kristal CaCl
2
.2H
2
O
Tipe : Swenson Walker Crystallizer
Kapasitas : 18826,8070 kg/jam
Lebar : 24 in
Panjang per unit : 20 ft
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
31. Centrifuge (H – 330)
Fungsi : Memisahkan kristal CaCl
2
.
2
H
2
O dengan mother liquor
yang keluar dari kristaliser (X-320).
Tipe : Disk Centrifuge
Diameter drum : 24 in
Kecepatan putar : 1500 rpm
Power motor : 6,5 hp
Bahan : High Silicon Cast Iron
V - 17
Jumlah : 1 buah
32. Pompa ke Tangki Penampung CaCl
2
(L-331)
Fungsi : Memompa larutan dari centrifuge (H-330) ke tangki penampung CaCl
2
(F-241)
Tipe : Centrifugal pump
Kapasitas : 37,6504 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 2 ¼ in sch 40
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1
33. Screw Conveyor (J-332)
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari centrifuge (H-330)
menuju rotary dryer (B-340)
Tipe : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain
Discharge Opening
Kapasitas : 8959,0308 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 3 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
V - 18
34. Rotary Dryer (B-340)
Fungsi : Mengurangi kadar air kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari Centrifu
(H-330).
Tipe : Direct heat rotary dryer
Diameter : 4,1 ft
Panjang : 7,4982 m = 24,6 ft
Jumlah flight : 12 buah
Kecepatan putaran : 3 rpm
Kemiringan : 4 cm / m
Power motor : 17 hp
Bahan konstruks i : carbon steel
Jumlah : 1 buah
35. Blower Udara (G – 341)
Fungsi : Menyuplai udara ke rotary dryer (B-340).
Tipe : Centrifugal Blower
Kapasitas : 26576,801 lb/jam
Power motor : 8 hp
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
36. Heater Udara (E – 342)
Fungsi : Memanaskan udara yang akan masuk ke dalam rotary
V - 19
dryer (B-340).
Tipe : Shell And Tube Heat Exchanger
Ukuran :
Shell Side : ID = 23,25 in
Passes = 1
ΔP = 1,8791 psi
Tube Side : OD = ¾ in
BWG = 16
Panjang = 8 ft
Jumlah = 378 buah
Pitch = 1 in square pitch
Passes = 2
ΔP = 0,0065 psi
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
37. Cyclone Separator (H – 343)
Fungsi : Untuk memisahkan padatan kristal CaCl
2
.2H
2
O yang terikut
keluar rotary dryer (B-340) bersama dengan udara pengering.
Tipe : High efficiency cyclone separator
Ukuran : D
C
= (8 . A
C
)
0,5
= 1,2872 m
B
C
= 0,3218 m
D
e
= 0,6436 m
V - 20
H
C
= 0,6436 m
L
C
= 2,5744 m
S
C
= 0,1609 m
Z
C
= 2,5744 m
J
C
= 0,3218 m
Bahan konstruksi : carbon steel
Jumlah : 1 buah
38. Screw Conveyor (J-344)
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari rotary dryer
(B-340) menuju bucket elevator (J-345)
Type : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain Discharge
Opening
Kapasitas bahan masuk : 8838,3838 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 3 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
V - 21
39. Bucket Elevator (J – 345)
Nama alat : Bucket Elevator (J – 345)
Fungsi : Untuk mengangkut produk kristal CaCl
2
.2H
2
O dari screw
conveyor (J-344) ke silo CaCl
2
.2H
2
O (F-350).
Tipe : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Kapasitas : 8,8384 ton/jam
Kapasitas max : 14 ton/jam
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 77,0191 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 43 rpm
Power : 0,5 hp
Diameter shaft Head
: 1
16
15
in
Tail
: 1
16
11
in
Diameter pully Head : 20 in
Tail : 14 in
Bahan konstruksi : High Silicon Cast Iron
Jumlah : 1 buah
40. Silo CaCl
2.
2H
2
O (F-350)
Fungsi : Menampung produk CaCl
2
.2H
2
O.
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan
tutup bawah berbentuk konis.
Kapasitas : 19485,1009 lb/jam
Diameter dalam : 197,31 in
Tinggi silinder : 295,965 in
Tinggi tutup atas : 0,25 in
Tinggi tutup bwh : 59,0889 in
Tebal silinder
:
16
3
in
Tebal tutup atas
:
4
1
in
Tebal tutup bwh
:
16
3
in
V - 22
Sf bawah : 2 in
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
V - 23
BAB VI
PERANCANGAN ALAT UTAMA
Nama alat : Single Effect Evaporator
Type : Short tube vertical (calandria) dengan tutup atas berbentuk
standard dished dan tutup bawah berbentuk conis
Bahan konstruksi : High Alloy Steel SA 240 Grade B Type 316
Perlengkapan : Shell and tube exchanger, dimana pada bagian shell
mengalir fluida yang akan dipekatkan, sedangkan pada
bagian tube mengalir steam yang berfungsi sebagai media
pemanas.
Dasar pemilihan : - Biaya rendah
- Koefisien perpindahan panas tinggi dengan luas
perpindahan panas tinggi.
- Terjadi pemindahan panas yang baik pada dinding tube.
- Untuk cairan yang agak kental, atau hasilnya banyak
mengandung kristal
Prinsip kerja : Evaporator merupakan alat penguap atau pemekatan
larutan yang terdiri dari silinder besar (shell) dan
didalamnya terdapat pipa-pipa kecil (tube), steam dengan
konsentrasi 40 % masuk ke dalam tube evaporator dan
disirkulasikan pada tube evaporator tersebut sedangkan
liquid yang digunakan sebagai pemanas berada didalam
VI-I
shell sehingga terjadi kontak tidak langsung antara steam
dan liquida yang akhirnya sebagian liquida (H
2
O) akan
menguap dan sebagian liquida akan turun melalui down
take untuk keluar sebagai liquida dengan konsentrasi
yang lebih pekat.
Perencanaaan
Massa masuk = 36540,9360 kg/jam = 80558,1475 lb/jam.
Suhu larutan masuk = 45
o
C = 113
o
F
Suhu larutan keluar evaporator = 90
o
C = 194
o
F
Suhu steam (T
1
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu steam kondensat (T
2
) =

148
o
C = 298,4
o
F
Tekanan steam pemanas = 451,01 Kpa = 65,3964 psia
Jumlah steam (s) = 23699,2907 kg/jam = 52247,45628 lb/jam
Jumlah larutan yang keluar dari evaporator (L) = 41505,57871 lb/jam
Jumlah uap yang keluar dari evaporator (V) = 39052,5688 lb/jam
Direncanakan
Bagian pemanas dan bagian badan akan berbentuk silinder vertikal dengan tutup
atas berbentuk standard dishead dan tutup bawah berbentuk conis dengansudut
puncak α = 120
0
Bahan konstruksi High Alloy Steel SA 240 Grade M Type 316 dengan harga
f = 18750 [App.D, Brownell and Young, hal. 342]
Efisiensi pengelasan jenis double welded dengan E = 0,8 dan C = 1/16 in
VI-II
6.1. Perhitungan Luas Pemanas
Diketahui :
F = Feed
S = Steam
V = Uap
L = Larutan
C = Kondensat
Dari neraca massa diperoleh :
F = L + V
F = 36540,9360 kg/jam = 80558,1475 lb/jam.
L = 18826,807 kg/jam = 41505,57871 lb/jam
V = 17714,1290 kg/jam = 39052,5688 lb/jam
Dari neraca panas diperoleh :
S = 23699,2907 kg/jam = 52247,45628 lb/jam
Q = S . λ
s

= 52247,45628 . 961,3758
= 5022944,08 Btu/jam
∆ T = Ts - T panas keluar
= (298,4 - 194)
o
F = 104,4
o
F
Perhitungan Luas Pemanasan
U
D
= 100 – 500 Btu/jam.ft
2
.
o
F
U
D
trial = 250 Btu/jam.ft
2
.
o
F [Kern, hal 840]
2 2
D
6991 , 44 ft 1249 , 481
104,4 x 250
5022944,08
x tΔ trial U
Q
A m = = = =
VI-III
Dari Ulrich tabel 4-7 hal.94, luas pemanas di antara 30 – 300 m
2
menggunakan
evaporator jenis short tube (calandria).
6.2. Perhitunngan Dimensi Bagian Pemanas (Tube)
Dari tabel 10, Kern hal. 843 dirancang dimensi pemanas dengan menggunakan
ukuran 1 in sch. 40, 16 BWG.
Panjang tube = 8 ft
Diameter luar (OD) = 1 in
Diameter dalam (ID) = 0,87 in = 0,0725 ft
Susunan tube = triangular pitch
a’ = 0,594 in
2
a” = 0,2618 ft
2
Luas pemanasan = 1924,4996 ft
2
A = N
t
. a” . L
Jumlah tube (Nt) = A / (a” . l)
= 481,1249 / (0,2618 . 8) = 229,7197 buah
Dipilih ukuran standar shell: [Kern tabel 9 hal 842]
ID shell = 23 ¼ in dengan jumlah tube (N
t
) = 232
dengan ukuran pitch = 1 ¼ in.
Direncanakan susunan pipa berbentuk segitiga (triangular pitch)
VI-IV
Gb.
Pt
Asumsi :
Pt = 1 ¼ in = 0,1042 ft
C = Pt – ID = 0,1042 – 0,0725 = 0,0317 ft
Luasan triangular pitch = ½ x alas x ½ Pt sin 60
0
= ½ x 0,1042 x ½ 0,1042 x sin 60 = 0,002235 ft
2
Jumlah luasan triangular = (n – 2) x luasan triangular
Dimana n = jumlah tube
Maka :
Jumlah luasan triangular untuk penempatan tube = (232 – 2) x 0,00236
= 0,5428 ft
2
Safety factor untuk penempatan tube = 10%
= 1,1 x 0,5428 = 0,59708 ft
2

VI-V
6.3. Perhitungan Dimensi Evaporator
Gb.
V1
V2
V3
Is
Dimana :
V1 = Volume tutup bawah
V2 = Volume liquida dalam pipa
V3 = Volume liquida di atas tube
Ls = Tinggi silinder
D = Diameter calandria
Kapasitas larutan = 80558,1475 lb/jam
Suhu feed masuk = 35
O
C = 113
O
F
ρ campuran = 72,4188 lb/ft
3

Direncanakan lama pemisahan dengan liquidanya ½ jam sehingga:
Vol. Liquida =
jam
ft
jam
ft
lb
jam
lb
3
3
1964 , 556
2
1
4188 , 72
1475 , 80558
= ×
Asumsi = tangki terisi 80 %
Volume tangki =
3
2455 , 695
8 , 0
1964 , 556
ft =
VI-VI
Menentukan diameter dan tinggi tangki
Ls = 1,5 di
Volume tangki =
[ ]
3 2
3
di 084672 , 0
4 2 / 1 . 24
.
+






+






Ls di
tg
d π
α
π
695,2455 = [ ] [ ] [ ]
3 3 3
di 084672 , 0 di 1775 , 1 0755 , 0 + + di
di = 8,040 ft = 96,48 in
Ls = 1,5 . di
= 1,5 . 8,040
= 12,06 ft = 144,72 in
Menentukan tinggi larutan pada bagian silinder
Volume liquid =






+






Ls di
tg
d
2
3
4 2 / 1 . 24
. π
α
π
556,1964 ft
3
/jam =






+






Ls
tg
2
3
) 8,040 (
4 60 . 24
) 8,040 .( π π
556,1964 = 39,2578 + 50,7437Ls
Ls = 6,1799 ft
Menentukan Tebal silinder
P op = 7,28 psia
VI-VII
P hidrostatik =
Psi 1079 , 3
144
1 6,1799 4188 , 72
144
=
× ×
=
× ×
gc
g
hL ρ
P design = = 7,28 + 3,1079 = 10,3879 Psia = 4,3121 psig
Menentukan tebal silinder
Diketahui :
di = 8,040 ft = 96,48 in
pi = 3,2633 Psig
f = 18750
E = 0,8
C = 1/16 in
ts =
( )
C
pi 6 , 0 E . f 2
di . pi
+

dimana:
ts =
( )
in
16
3
in 073 , 0
16
1
4,3121 6 , 0 8 , 0 18750 2
48 , 96 4,3121
= = +
× − ×
×
Standarisasi di :
do = di + 2ts
= 96,48 + 2. (3/16)
= 96,855 in
Dari tabel 5.7. Brownell and Young hal 90 diperoleh :
Do = 96 in
di = do - 2ts
= 96 - 2. (3/16)
di = 95,625 in = 7,9688 ft
Ls/di = 12,06 /7,9688 = 1,5134 > 1,5 (Memenuhi)
VI-VIII
Menentukan ruang uap (Lru)
Lru = 2 . tinggi tube
= 2 . 8 ft = 16 ft
Menentukan dimensi tutup atas dan bawah
Dari tabel 5.7. hal. 90 Brownell and Young dengan OD = 96 in dan ts = 3/16
diperoleh Icr = 5 7/8 in.
Dari tabel 5.6. hal 88 Brownell and Young diperoleh sf = 2
Menentukan tebal dan tinggi tutup atas
Gb.
VI-IX
OD
b = depth
of dish icr
B
O
A
s
f
A
ID
a
r
t
C
Dimana : r = di
C
pi E f
r pi
th
a
+

× ×
=
1 , 0 .
885 , 0
in
16
3
0811 , 0
16
1
) 4,3121 1 , 0 8 , 0 18750 (
95,625 4,3121 885 , 0
= = +
× − ×
× ×
=
Tutup atas berbentuk standard dished
di = 95,625 in
rc = 96 in
icr = 5 7/8 in.
AB = (di/2)-i
cr
= (95,625 /2) – 5,875 = 41,9375 in
VI-X
BC = r – i
cr
= 96 - 5,875 = 90,125 in
AC= ) AB BC (
2 2
− =
2 2
) 9375 , 41 ( ) 125 , 90 ( −
= 79,7732 in
b = r - AC = 96 - 79,7732 = 16,2268 in
Tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 3/16 + 16,2268 +2
= 18,4143 in =1,5345 ft = 0,4677 m
Menentukan tinggi dan tebal tutup bawah conical
Gb.
OD
OA
sf
thb =
( )
C
2 / 1 cos Pi 6 , 0 E . f 2
di . Pi
+
α −
VI-XI
thb =
( )
in
o
16
3
in 0729 , 0
16
1
0 6 cos 4,3121 6 , 0 8 , 0 18750 2
95,625 4,3121
= = +
× − ×
×
Tinggi tutup bawah (hb)
Dari Brownell and Young tabel 5.8. hal. 90 untuk thb = 3/16 in, maka sf = 1,5 –
2,25 in. diambil sf = 2 in
b =
in 6038 , 27
60
625 , 5 9 2 / 1
tg1/2
d 2 / 1
=
×
=
tg α
hb = b + sf = 27,6038 + 2
= 29,6038 in = 2,4669 ft
Total tinggi tangki = tinggi tutup atas + tinggi silinder + tinggi tutup bawah
= 18,4143 in + 144,72 in + 29,6038 in
= 192,7381 in
Perhitungan down take
Gb.
VI-XII
ID
OD
Direncanakan pan masakan calandria dengan pipa down take di tengah Diameter
down take = 0,25 diameter shell (Hugot, hal. 664)
D
DT
= 0,25 x D
shell
= 0,25 x 95,625 = 23,9063 in.

Diameter ruang kosong = D
shell
– D
down take
- D
tube
= 95,625 – 23,9063 – 0,75
= 70,9687 in
6.4. Perhitungan Nozzel
a. Nozzel untuk steam masuk
Massa steam masuk = 23699,2907 kg/jam = 52247,45628 lb/jam
VI-XIII
Suhu steam = 148
o
C = 298
o
F
ρ
steam = 32,77 lb/ft
3
µ steam = 1,488 Cp = 9,99 . 10
-3
lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
32,77
/3600 8 52247,4562
= 0,4449 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,4429)
0,45
x (32,77)
0,13
= 4,2553 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 4 in sch 40
OD = 4,5 in
ID = 4,026 in = 0,5054 ft
A = 12,7 in
2
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 0215 , 5
0882 , 0
4429 , 0
= =
N
RE
=
2100 3317 , 5526
10 . 99 , 9
77 , 32 0215 , 5 3355 , 0 . .
3
> =
× ×
=

µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
b. Nozzel untuk feed masuk
Massa feed masuk = 36540,9360 kg/jam = 80558,1475 lb/jam
VI-XIV
Suhu feed = 45
o
C = 113
o
F
ρ
campuran = 72,4188 lb/ft
3
µ campuran = 0,0006 lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
72,4188
/3600 80558,1475
= 0,3089 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,3089)
0,45
x (72,4188)
0,13
= 4,0110 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 4 in sch 40
OD = 4,5 in
ID = 4,026 in =0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 5023 , 3
0882 , 0
3089 , 0
= =
N
RE
=
2100 7631 , 141822
0006 , 0
4188 , 72 5023 , 3 3355 , 0 . .
> =
× ×
=
µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
c. Nozzel untuk produk keluar
Massa feed masuk = 18826,807 kg/jam = 41505,5787 lb/jam
VI-XV
Suhu feed = 90
o
C = 194
o
F
ρ
campuran = 96,1538 lb/ft
3
µ campuran = 0,0006 lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
96,1538
/3600 41505,578
= 0,1199 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,1199)
0,45
x (96,1538)
0,13
= 2,7184 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 3 in sch 40
OD = 3,5 in
ID = 3,068 in = 0,2557 ft
A = 7,38 in
2
= 0,05125ft
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 3395 , 2
05125 , 0
1199 , 0
= =
N
RE
=
2100 9652 , 95866
0006 , 0
1538 , 96 3395 , 2 2557 , 0 . .
> =
× ×
=
µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
d. Nozzel untuk uap keluar
Massa uap keluar = 17714,1290 kg/jam = 39052,56879 lb/jam
VI-XVI
Suhu uap keluar = 90
o
C = 194
o
F
ρ
uap keluar = 62,3 lb/ft
3
µ uap keluar = 1,353 Cp = 9,99 . 10
-4
lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
62,3
/3600 9 39052,5687
= 0,1741 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,1741)
0,45
x (62,3)
0,13
= 5,7349 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 6 in sch 40
OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A = 28.9 in
2
= 0,2007 ft
2
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 8675 , 0
0882 , 0
1741 , 0
= =
N
RE
=
2100 30048
10 . 99 , 9
3 , 62 8675 , 0 5054 , 0 . .
4
> =
× ×
=

µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
e. Nozzel untuk kondensat keluar
Massa kondensat keluar = 23699,2907 kg/jam = 52247,45628 lb/jam
VI-XVII
Suhu kondensat keluar = 148
o
C = 298
o
F
ρ
kondensat = 32,77 lb/ft
3
µ kondensat = 1,488 Cp = 9,99 . 10
-3
lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
32,77
/3600 8 52247,4562
= 0,4449 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,4429)
0,45
x (32,77)
0,13
= 4,2553 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 4 in sch 40
OD = 4,5 in
ID = 4,026 in = 0,5054 ft
A = 12,7 in
2
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 0215 , 5
0882 , 0
4429 , 0
= =
N
RE
=
2100 3317 , 5526
10 . 99 , 9
77 , 32 0215 , 5 3355 , 0 . .
3
> =
× ×
=

µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
6.5. Menentukan flange pada Nozzel
VI-XVIII
Ukuran flange pada lubang digunakan standard 150 lb steel weeding-neek flanges
(168) dari Brownell & Young, hal 221.
Maka :
Tabel 6.6.1. Dimensi flange pada masing-masing nozzel (m)
No. Lubanng NPS A T R E K L B
1. Steam 4 9 1 5/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
2. Feed 4 9 1 5/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
3. Produk 3 7 1/2 1 5/16 5 4 1/4 3,50 2 3/4 3,07
4. Kondensat 4 9 1 5/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
5. Uap 6 11 1 8 1/2 7 9/16 6,63 3 1/2 6,07
Dimana:
A = diameter luar flange (in)
T = ketebalan flange (in)
R = diameter luar dari pembesaran permukaan (in)
E = diameter hubungan pada dasar (in)
K = diameter pada titik pengelasan (in)
L = panjang hubungan (in)
B = diameter dalam (in)
VI-XIX
Tabel 6.6.2. Diameter flange
No. Nozzle NPS Diameter
lubang
Diameter
baut
Sirkulasi
baut
Jumlah
baut
1.
2.
3.
4.
5.
Steam
Feed
Produk
Kondensat
Uap
4
4
3
4
6
3/4
3/4
3/4
3/4
7/8
5/8
5/8
5/8
5/8
3/4
7 ½
7 ½
6
7 ½
9 ½
15
15
10
15
24
6.6. Menghitung dimensi man hole
a. Dimensi man hole
Sebuah man hole direncanakan dengan diameter 20 in. Flange untuk hand hole
digunakan type standar 150 lb forged slip on-flange (168), dari Brownell &
Young hal.222, didapat:
Ukuran nominal pipa (NPS) = 20 in
Diameter luar flange (A) = 27,5
Ketebalan flange (T) = 1 1/16 in
Diameter luar dari pembesaran permukaan (R) = 23 in
Diameter pusat dari dasar (E) = 22 in
Panjang (L) = 2 7/8 in
Jumlah lubang baut = 20 buah
Diameter lubang = 1 ¼ in
VI-XX
Diameter baut = 1 1/8 in
Bolt circle = 25
Diameter dalam = 20,19
b. Tutup man hole
Dipilih standart 150 lb blind flange (168) dari Brownell & Young hal 222,
didapat:
Ukuran nominal pipa (NPS) = 20 in
Diameter luar flange(A) = 27,5 in
Tebal flange minimum = 1 11/16 in
Diameter luar dari pembesaran permukaan = 23 in
Diameter lubang baut = 1 1/4
Jumlah lubang baut = 20 buah
Diameter baut = 1 1/8
Bolt cycle = 25
6.7. Perhitungan perlu tidaknya penguat pada lubang man hole
Gb.
VI-XXI
in c Tn-trn-c
two
twi
A
4
A
2
A
1
A
1
A
C
(ts-trs-C)
trs
2,25 - tn
ts
tn
din
dp max=2 in
a. Lubang steam masuk
Diameter lubang = 4 in
Diameter dalam (ID) = 4,026 in = 0,3355 ft
Diameter luar (OD) = 4,5 in = 0,375ft
Asumsi :
T
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
T
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
T
p
= 3/16
Diketahui :
T
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
T
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 4,5 – 4,026 = 0,474 in
t
wo
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min
VI-XXII

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
dp = 2 . din
max
= 2 x 4,062 = 8,124 in
di = 95,625 in = 7,9688 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
625 , 95 644 , 7

×
= 0,02437 in
din = 4,026 in = 0,3355 ft
C
lubanng
= 0
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
026 , 4 644 , 7

×
= 0,00102 in
A = t
rs
x d
in
= 0,02437 x 0,3355 = 0,00818 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 4,026.(3/16 – 0,02437 – 0) = 0,6568 in
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

= 2. [ ] ) 0 00102 , 0 0,474 )( 16 / 3 0,474 4 / 21 ( − − + × = 1,2657 in
A
1
+ A
2
= 0,6568 + 1,2657 = 1,9225 > 0,0198
Jadi tidak diperlukan penguat
b. Lubang feed masuk
VI-XXIII
Diameter lubang = 4 in
Diameter dalam (ID) = 4,026 in = 0,3355 ft
Diameter luar (OD) = 4,5 in = 0,375ft
Asumsi :
T
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
T
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
T
p
= 3/16
Diketahui :
T
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
T
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 4,5 – 4,026 = 0,474 in
t
wo
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
dp = 2 . din
max
= 2 x 4,062 = 8,124 in
di = 95,625 in = 7,9688 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
625 , 95 644 , 7

×
= 0,02437 in
VI-XXIV
din = 4,026 in = 0,3355 ft
C
lubanng
= 0
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
026 , 4 644 , 7

×
= 0,00102 in
A = t
rs
x d
in
= 0,02437 x 0,3355 = 0,00818 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 4,026.(3/16 – 0,02437 – 0) = 0,6568 in
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

= 2. [ ] ) 0 00102 , 0 0,474 )( 16 / 3 0,474 4 / 21 ( − − + × = 1,2657 in
A
1
+ A
2
= 0,6568 + 1,2657 = 1,9225 > 0,0198
Jadi tidak diperlukan penguat
c. Lubang pada produk
Diameter lubang = 3 in
Diameter dalam (ID) = 3,068 in = 0,2557 ft
Diameter luar (OD) = 3,5 in = 0,2917 ft
Asumsi :
t
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
t
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
t
p
= 3/16
Diketahui :
t
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
VI-XXV
t
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 3,5 – 3,068 = 0,432 in
t
wo
min = 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
dp = 2 . din
max
= 2 x 3,068 = 6,136 in
di = 3,068 in = 0,2557 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
625 , 95 644 , 7

×
= 0,02437 in
C
lubanng
= 0
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
068 , 3 644 , 7

×
= 0,0078 in
A = t
rs
x d
in
= 0,02437 x 3,068 = 0,07477 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 3,068.(3/16 – 0,02437 – 0) = 0,1127 in
2
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

VI-XXVI
= 2. [ ] ) 0 0078 , 0 0,432 )( 16 / 3 0,432 / 2 (
4
1
− − + × = 0,4918 in
2
A
1
+ A
2
= 0,1127 + 0,4918 = 0,6045 in
2
> 0,0198
Jadi tidak diperlukan penguat
d. Lubang pada kondensat
Diameter lubang = 4 in
Diameter dalam (ID) = 4,026 in = 0,3355 ft
Diameter luar (OD) = 4,5 in = 0,375ft
Asumsi :
T
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
T
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
T
p
= 3/16
Diketahui :
T
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
T
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 4,5 – 4,026 = 0,474 in
t
wo
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
VI-XXVII
dp = 2 . din
max
= 2 x 4,062 = 8,124 in
di = 95,625 in = 7,9688 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
625 , 95 644 , 7

×
= 0,02437 in
din = 4,026 in = 0,3355 ft
C
lubanng
= 0
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
026 , 4 644 , 7

×
= 0,00102 in
A = t
rs
x d
in
= 0,02437 x 0,3355 = 0,00818 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 4,026.(3/16 – 0,02437 – 0) = 0,6568 in
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

= 2. [ ] ) 0 00102 , 0 0,474 )( 16 / 3 0,474 4 / 21 ( − − + × = 1,2657 in
A
1
+ A
2
= 0,6568 + 1,2657 = 1,9225 > 0,0198
Jadi tidak diperlukan penguat
e. Lubang pada uap keluar
Diameter lubang = 6 in
Diameter dalam (ID) = 6,065 in = 0,5054 ft
Diameter luar (OD) = 6,625 in = 0,5521 ft
VI-XXVIII
Asumsi :
T
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
T
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
T
p
= 3/16
Diketahui :
T
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
T
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 6,625 – 6,065 = 0,56 in
t
wo
min = 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
dp = 2 . din
max
= 2 x 6,065 = 12,13 in
di = 65,625 in = 5,4688 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
625 , 95 644 , 7

×
= 0,02437 in
din = 6,065 in = 0,5054 ft
C
lubanng
= 0
VI-XXIX
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 644 , 7 . 6 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 ( . 2
065 , 6 644 , 7

×
= 0,00155 in
A = t
rs
x d
in
= 0,0392 x 0,5054 = 0,0198 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 6,065.(3/16 – 0,0392 – 0) = 0,8994 in
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

= 2. [ ] ) 0 0015 , 0 56 , 0 )( 16 / 3 56 , 0 4 / 21 ( − − + × = 0,8084 in
A
1
+ A
2
= 0,8994 + 0,8084 = 1,7078 > 0,0198
Jadi tidak diperlukan penguat
f. Man hole
Diameter lubang = 20 in
Diameter dalam (ID) = 19,25 in 1,6042 ft
Diameter luar (OD) = 20 in = 1,6667 ft
Asumsi :
t
wo
= tebal pengelasan luar = 3/16 in
t
wi
= tebal pengelasan dalam = 3/16 in
t
p
= 3/16
Diketahui :
t
min
= (terkecil di antara t
s,
t
n
dan t
p
)
t
n
= OD
lubang
– ID
lubang
= 20 – 19,25 = 0,75 in
VI-XXX
t
wo
min = 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wo
> t
wo
min maka pengelasan memadai
t
wi
min = 0,5 x t
min
= 0,5 x t
min

= 0,5 x 3/16 = 0,0938
t
wi
> t
wi
min maka pengelasan memadai
Diameter penguat max
dp = 2 . din
max
= 2 x 19,25 = 38,5 in
di = 65,625 in = 5,4688 ft
t
rs
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 7662 , 17 . 6 , 0 ( ) 85 , 0 . 17500 ( . 2
625 , 65 7662 , 17

×
= 0,0392 in
C
lubanng
= 0
t
rn
=
[ ] ) . 6 , 0 ( ) . ( . 2
.
Pi E f
di Pi


=
[ ] ) 7662 , 17 . 6 , 0 ( ) 85 , 0 . 17500 ( . 2
25 , 19 7662 , 17

×
= 0,0115 in
A = t
rs
x d
in
= 0,0392 x 19,25 = 0,7546 in
2
A
1
= d
in
. (t
s
– t
rs
– c)
= 19,25.(3/16 – 0,0392 – 0) = 2,8548 in
2
A
2
= 2.
[ ] ) )( 4 / 21 ( c t t t t
rn n p n
− − +

= 2. [ ] ) 0 0115 , 0 75 , 0 )( 16 / 3 75 , 0 / 2 (
4
1
− − + × = 2,7694 in
2
A
1
+ A
2
= 2,8548 + 2,7694 = 5,6242 in
2
> 0,7546
VI-XXXI
Jadi tidak diperlukan penguat
6.8. Perhitungan Dimensi Flange Dan Bolting
OD
evaporator
= 96 in
ID
evaporator
= 95,625 in
t
s
= 3/16 in
Dasar pemilihan berdasarkan Brownell and Young hal.228, diperoleh:
a. Gasket pada tangki
Bahan : Asbestos
Tebal : 1/16
Faktor gasket (m) : 2,75
Design stress seating minimal:3700 psi
b. Bolting
Bahan : High Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Stress : 15000 psi [Brownell & Young hal. 340]
c. Flange
Bahan : High Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Stress : 15000 psi [Brownell & Young, hal. 340]
Perhitungan Gasket
Menentukan lebar gasket
) 1 .(
) (
+ −
× −
=
m P y
m P y
di
do
VI-XXXII
Dimana : do = diameter luar gasket
di = diameter dalam gasket = 96 in
P = 7,28 psi
Y = 3700 psi
m (factor gasket) = 2,75
) 1 75 , 2 .( 28 , 7 3700
) 75 , 2 28 , 7 ( 3700
+ −
× −
=
di
do
= 1,00099
Asumsi di gasket = 96 in, maka
Do = 1,0009 x 96 = 96,09504 in
Lebar minimum gasket (A) = ½ . (do – di)
= ½ . (96,09504 – 96) = 0,04752 = 3/16 in
Diameter rata-rata gasket (G) = di + A
= 96 + 0,04752 = 96,04752 in
Perhitungan beban gasket
W
m2
= H
y
= π . b . G . y [Brownell & Young, pers 12.88 hal 240]
Dimana : b = lebar efektif gasket
y = yield = 1600 psi
G = diameter rata-rata gasket
n = tebal gasket = 1/16 (asumsi)
bo = A/2
=
2
16
3
= 0,02376 in
VI-XXXIII
Dari Brownell, hal.229 fig. 12.12 diketahui bahwa :
b = bo = 0,02376 in
Maka :
W
m2
= H
y
= π . b . G . y
= 3,14 x 0,02376 x 96,04752 x 3700
= 26513,31088 in
Beban untuk menjaga sambungan (Hp)
Hp = 2.b. π x G x p x m [Brownell & Young, pers 12.90 hal 240]
= 2. 0,02376 . 3,14 x 96,04752 x 2,75 x 7,28
= 286,9170 lb
Beban karena tekanan dalam (H)
H = π /4 . G
2
x P [Brownell & Young, pers 12.89 hal 240]
= π /4 . (96,04752 )
2
x 7,28
= 52719,75063 lb
Jadi beban berat pada kondisi operasi didapatkan :
W
m1
= H + Hp [Brownell & Young, pers 12.91 hal 240]
= 52719,75063 + 286,9170 = 53006,66763 lb
W
m1
> W
m2
maka beban yang mengontrol dalam proses adalah W
m1
Perhitungan Bolting (Baut )
Menghitung luas minimum baut area (Am)
A
m1
=
2 1
5338 , 3
15000
66763 , 53006
in
fb
W
m
= =
[Brownell & Young, hal.240]
VI-XXXIV
Ukuran baut optimum, dari Brownell & Young , tabel 10.4 hal. 188 diperoleh :
Ukuran nominal baut = ¾ in
Root area = 0,302 in
2
Bolt spacing (Bc) = 1 ¾
Jarak radial minimum (R) = 13/16in
Jarak dari tepi (E) = 1 1/8 in
Nut dimension = 1 ¼ in
Radius fillet maks (r) = 3/8 in
Jumlah bolting minimum [Brownell & Young, hal. 188]
N =
11 7013 , 11
302 , 0
5338 , 3
1
≈ = =
Rootarea
A
m

Pengecekan lebar gasket
Ab actual = jumlah baut x root area
= 11 x 0,302 = 3,322 in
2
Lebar gasket minimum
W =
π × × ×
×
G y
fallowable Abactual
2
=
in . 0223 , 0
04752 , 96 3700 2
15000 322 , 3
=
× × ×
×
π
Karena W = 0,0223 in < lebar gasket yang ditentukan 3/16, maka lebar gasket
memadai.
VI-XXXV
Perhitungan flange
Diameter luar flange (A)
A = bolt circle diameter + 2 E
= C + 2E
C = 2. (1,45 go + R) + ID gasket [Brownell & Young, hal 243]
Diambil go = 0,8 in
C = 2 x (1,4159. 0,8 +13/16) + 96
= 98,757 in
Diameter luar flange (A) = OD = 98,757 + (2 x 1 1/16)
= 100,882 in
Perhitungan momen
Untuk keadaan bolting up (tanpa tekanan dalam)
W = ½. (A
m1
+ Ab) x f
all
= ½ . (3,5338 + 3,322) x 15.000
= 51418,5
Jarak radial dari beban gasket yang bereaksi terhadap bolt cicle
h
G
= ½. (C - G)
= ½ . (98,757 – 96,04752) = 2,70948 in
Momen flange (Ma)
Ma = h
G
x W
= 2,70948 x 51418,5 = 139317,3974 lb in
Untuk kondisi operasi
VI-XXXVI
W = Wm
1
= 53006,66763 lb
Tekanan hidrostatik pada daerah flange (H
D
)
H
D
= 0,785.B
2
x P [Brownell & Young, pers. 12-94 hal. 242]
B = OD shell = 96 in
P = 7,28 psia
H
D
= 0,785 x (96)
2
x 7,28 = 52667,5968 lb
Jarak jari-jari dari bolt cicle pada H
D
h
D
= ½ . (C - B)
= ½ . (98,575 – 96) = 1,2875 in
Momen komponen (M
D
)
M
D
= H
D
x h
D
= 52667,5968 x 1,2875 = 67809,53088 lb in
Perbedaan antara beban baut flange dengan gaya hidrostatis total :
H
G
= W - H = W
m1
- H
= 53006,66763 - 52667,5968 = 339,07083 lb
Momen komponen (M
G
)
M
G
= H
G
x h
G
= 339,07083 lb x 2,70948 = 918,7056 lb in
Perbedaan antara gaya hidrostatis total dengan gaya hidrostatis dalam area flange
H
T
= H - H
D
= 52719,75063 - 52667,5968 = 52,15383 lb
h
T
= ½ . (h
D
+ h
G
)

VI-XXXVII
= ½ . (1,2875 + 2,70948) = 1,99849 in
Momen komponen (M
T
)
M
T
= H
T
x h
T
= 52,15383 x 1,99849 = 104,2289 lb in
Total momen pada kondisi operasi
M
O
= M
D
+ M
G
+ M
T
= 67809,53088 + 918,7056 + 104,2289
= 68832,4654 lb in
karena momen pada kondisi operasi lebih besar dari momen pada kondisi bolting
up, maka yag digunakan sebagai M max adalah M operasi sehingga didapat
M max = Mo = 68832,4654 lb in
Perhitungan tebal flange

t =
B f
M y
×
× max
[Brownell & Young, hal. 244]
M max = Mo
F = stress = 18.750 psi
B = D luar evaporator = 96 in
K =
0509 , 1
96
100,882
= = =
rator dluarevapo
e dluarflang
B
A
Dari fig. 12.12, hal. 238, Brownell & Young, didapatkan:
Y = 38
t =
96 18750
68832,4654 38
×
×
= 1,2055 in
Dipakai tebal flange = 2 in
VI-XXXVIII
6.9. Menghitung dimensi penyangga
Menentukan berat total (Wt)
Densitas bahan konstruksi (ρ) = 489 lb /ft
3
[ Perry, edisi 6, table 3-118]
Menentukan berat silinder
Ws = (π/4) . (do
2
– di
2
) . ρ . H
Keterangan:
Ws = berat silinder bejana (lb)
Do = diameter luar silinder bejana = 8 ft
Di = diameter dalam silinder bejana = 7,9688 ft
H = tinggi silinder bejana = 12,06 ft
Maka:
Ws = (π /4) . (do
2
– di
2
) . ρ . H
= (π /4) x (8
2
– 7,9688
2
) x 489 x 12,06
= 2306,5119 lb
Menentukan Berat tutup atas bejana
W
da
= A . t . ρ [Hesse, pers.4-16 hal 92]
A = 6,28 . L . ha
Keterangan:
W
da
= berat tutup atas bejana (lb)
A = luas tutup silinder yang berbentuk standart dishead (ft
2
)
VI-XXXIX
t = tebal tutup standart dishead = 3/16 in
ρ = Densitas bahan konstruksi (ρ) = 489 lb /ft
3
[Perry, edisi 6, table 3-118]
ha = tinggi tutup standart dishead = 1,5345 ft
L = crown radius ( r ) = 96 in = 8 ft
Maka:
A = 6,28 . L . ha
= 6,28 . 8 . 1,5345 = 77,,0933 ft
2
W
da
= A . t . ρ
= 77,0933 . 3/16 . 489
= 589,041 lb
Menentukan berat tutup bawah
W
db
= W
da
= A . t . ρ
A = 0,785 (D + m) m) (D h 4
2
+ + + 0,78

d
2
Keterangan:
W
da
= berat tutup atas bejana (lb)
A = luas tutup silinder yang berbentuk standart dishead (ft
2
)
t = tebal tutup bawah = 3/16 in
ρ = Densitas bahan konstruksi (ρ) = 489 lb /ft
3
[Perry, edisi 6, table 3-118]
h = tinggi tutup bawah = 2,4669 ft
D = diameter dalam silinder = 95,625 in = 7,9688 ft
m = flat spot diameter = 0,5 x di = 0,5 x 95,625 = 47,8125 in
Maka:
VI-XL
A = 0,785 (D + m) m) (D h 4
2
+ + + 0,78

d
2
= 514,7066 ft
2
W
db
= W
da
= A . t . ρ
= 514,7066 . (3/16)/12 . 489
= 3932,6801 lb
Menentukan Berat larutan
W
l
= 80558,1475 lb/jam = 40279,0737 lb
Menentukan Berat tube (Wt)
Diameter luar = ¾ in = 0,0625 ft
Diameter dalam = 0,620 in = 0,0517 ft
ρ tube = 489 lb/ft
3
Wt = (π/4) . (do
2
– di
2
) . ρ. Nt. L
= (π/4) . (0,0625
2
– 0,0517
2
) . 489. 1200 . 8
= 4422,1248 lb
Menentukan Berat steam
W
st
= 23699,2907 kg/jam =52247,45628 lb/jam
Menentukan Berat isolasi
Pemilihan isolasi = Asbestos Fibber Standart
ρ
asbestos
= 14 lb/ft
3
[Kern, hal 795]
VI-XLI
Asumsi tebal isolasi = 2 in
OD
isolasi
= D
shell
+ 2
= 96 + 2 = 98 in = 8,167 ft
ID
shell
= (95,625 + 2) in = 8,1354 ft
H = 12,06 ft = 144,72 in
W
1
= (π/4) . (OD isolasi
2
– ID shell
2
) x H x ρ
= (π /4) . (8,167
2
– 8,1354
2
) x 12,06 x 14
= 68,2843 lb
Menentukan Berat attachment
Diambil 18% berat shell maka :
W
p
= 18% x 2306,5119 = 209,2454 lb
Maka :
Berat total = 2306,5119 + 589,041 + 3932,6801 + 40279,0737 + 4422,1248 +
52247,45628 + 68,2843 + 209,2454
= 104054,4175 lb
Untuk faktor pengamanan dipakai safety 10% lebih besar, maka berat total
menjadi :
W
total
= 1,1 x 104054,4175 lb
= 114459,8593 lb
Menentukan kolom penyangga (leg)
Untuk penahan dipilih kolom jenis I-Beam dengan jumlah 4 buah.
VI-XLII
Beban tiap kolom (P) = lb
berattotal
9648 , 28614
4
3 114459,859
4
= =
Evaporator dianggap terletak di dalam ruangan sehingga tekanan angin tidak
dikontrol (tanpa beban eksentrik).
Untuk I-Beam dicoba dengan ukuran (5x3)
Dari Brownell & Young, hal. 355, diperoleh:
Berat = 14,75 lb
Ay = 4,29 in
H = 5 in
B = 3,284 in
R
2-2
= 0,63 in
I
2-2
= 1,7 in
4
Jarak dari base plate ke dasar kolom L = 5 ft
L = (0,5 x H) + (0,5 x L)
= (0,5 x 12,06 ) + (0,5 x 5) = 8,53 ft = 102,36 in
Jadi tinggi leg = 8,53 ft

4762 , 162
63 , 0
3 , 102
= =
r
l

fc aman =
18000
) (
1
18000
2
r
l
+
=
psi 4945 , 7297
18000
4762 , 162
1
18000
2
=
+
Luas (A) yang dibutuhkan =
9212 , 3
4945 , 7297
9648 , 28614
.
= =
aman fc
P
in
2
VI-XLIII
Karena A yang dibutuhkan < A yang tersedia, maka I-Beam dengan ukuran
tersebut memadai.
6.10 Menentukan Dimensi Base Plate
Menentukan luas base plate
Dari Hesse tabel 7-7 diperoleh strees yang diterima oleh pondasi yang terbuat dari
beton sebesar 600 lb/in
2
Abp =
bp
f
P
Dimana:
Abp = Luas base plate, in
2
P = beban dari tiap-tiap base plate = 28614,9648 lb
f
bp
= stress yang diterima oleh pondasi
Sehingga :
VI-XLIV
2
1 1
2
a
b
h
Abp =
2
6916 , 47
600
9648 , 28614
in =
Menghitung panjang dan lebar dari base plate
Abp = P x L
P = 2m + 0,95h
L = 2n + 0,8b
Abp = (0,8b + 2n) . (0,95h + 2m)
Dimana m = n
Abp = (0,8(b) + 2n)) x (0,95.(5) + 2m))
47,691 = (2,6272 + 2m) x (4,75 + 2m)
= 47,691 + 14,7544 m + 4m
2
4m
2
+ 10,004 m – 38,837
Dengan rumus abc, didapatkan:
m = 2,1070
Maka didapatkan :
P = 2m + 0,95h
= (2 x 2,1070 ) + (0,95 x 5) = 8,964 in
l = 2n + 0,8b
= (2 x 2,1070 ) + (0,8 x 3,284) = 6,8412 in
Ditetapkan dimensi panjang dan lebar yang digunakan adalah: 8 x 6 in
Luas base plate = P x L = 8 x 6 =48 in
2

Peninjauan harga m dan n
P = 2m + 0,95h
VI-XLV
8 = 2m + (0,95.5)
m = 1,625
L = 2n + 0,8b
6 = 2n + (0,8 . 3,284)
n = 1,6864
Dari nilai m dan n diatas m<n, maka yang digunakan adalah nilai n.
Beban yang harus ditahan
F =
A
P
= 145 , 596
48
9 , 28614
= lb/in
2
Karena f = 596,145 < f op (600), maka base plate dengan ukuran 8 x 6 dapat
digunakan.
Menentukan Tebal base plate
Tbp =
2
00015 , 0 n P × ×
=
2
6864 , 1 145 , 596 00015 , 0 × ×
= 0,5043 ≈ ½ in
Menentukan ukuran baut
P
baut
=
baut
n
P
= 74 , 7153
4
96 , 28614
= lb
f
baut
= beban tiap baut max = beban tiap baut max = 12000 lb/in
2
A baut =
2
.
5961 , 0
12000
74 , 7153
.
in
ft
P
baut
baut tiap
= =
VI-XLVI
Dari Brownell & Young tabel 10-4 hal 188, didapatkan ukuran baut 5/8 in
dengan dimensi:
Ukuran D
baut
= 5/8 in
Bolt spacing = 1 ½
Jarak radial minimum = 1 5/16
Edge distance = 3/4
Nut dimension = 1 1/16
Menentukan lug dan gusset
Type : Double Gusset Plate
Tebal plate horuzontal / lug (thp)
thp =
all f
My
.
. 6
[Brownell & Young pers. 10-41]
M =
h b
ro e P t
× −
× × × ×
). 1 .( 12
2 2 3
µ
β
β =
3 2
2
4
) 1 .( 3
ts ro ×
− µ
Keterangan:
thp = tebal plate horizontal (in)
M
y
= jumlah moment pada baut (lb/in)
f
all
= allowable working stress = 12000 lb/in
2
t = tebal silinder = 3/16 in
P = beban baut =
μ = poisson’s rasio, untuk baja = 0,33
VI-XLVII
e = nut dimension
r
o
= ½ diameter silinder = ½ . 96 = 48 in
b = lebar lug
h = tinggi lug
karena peletakan leg dengan tanpa eksentris, maka:
e = ½ ts + ½ bi + 1,5
= (1/2 x 3/16) + (1/2 x 3,284) + 1,5
= 3,2357 in
L = hi = 5
Lebar lug (b) = hi + 2db = 5 +(2 . 5/8) = 6,25 in
Panjang lug (l) = b + 2db = 3,284 + (2 . 5/8) = 4,534 in
Tinggi lug (h) = 5/3 (l) = 5/3 . 4,534 = 7,5557 in
β =
3 2
2
4
) 16 / 3 ( 48
) 33 , 0 1 .( 3
×

= 1,1459 in
M =
5567 , 7 25 , 6 ) 33 , 0 1 .( 12
48 2357 , 3 96 , 28614 ) 16 / 3 ( 14 , 1
2
2 2 3
× × −
× × × ×
= 365,6687 lb/in
thp =
12000
6687 , 365 6 ×
= 0,4276 = 7/16 in
Tebal plate vertical /gusset (tg)
tg = 3/8 x thp
= 3/8 x 0,4276 = 1,2828 in = 1 1/8 in
Tinggi gusset = hg = A + ukuran baut
VI-XLVIII
= 4 + 5/8 = 4,625 in
Tinggi lug = hg + 2 thp
= 4,625 + (2 . 0,5114) = 5,6478 in
6.11 Rancangan Pondasi
Beban tiap kolom (W) = 28614,9648 lb
Beban base plate (W
bp
)
W
bp
= P x L x T x ρ
P = panjang base plate = 8 in = 0,6667 ft
L = lebar base plate = 6 in = 0,5 ft
T = tebal base plate = 7/16 in = 0,0365 ft
ρ baja = 489 lb/ft
3
W
bp
= P x L x T x ρ
= 0,667 x 0,5 x 0,0365 x 489
= 5,9525 lb
Beban kolom penyangga (W
p
)
W
p
= L x A x ρ x f
L = tinggi kolom = 8,03 ft
A = luas kolom I-beam = 4,29 in
2
= 0,0298 ft
2
ρ baja = 489 lb/ft
3
f = faktor koreksi = 3,4
VI-XLIX
W
p
= L x A x ρ x f
= 8,03 x 0,0298 x 489 x 3,4
= 397,8502 lb
Beban total (W
T
)
W
T
= W + W
bp
+ W
p
= 28614,9648 + 5,9525 + 397,8502
= 29018,7675 lb
Dengan menganggap hanya ada gaya vertical dari berat kolom itu sendiri yang
bekerja pada pondasi, maka diambil bidang kerja yang berbentuk bujur sangkar
dengn dara sebagai berikut:
Luas pondasi atas = 10 in x 10 in
Luas pondasi bawah = 15 in x 15 in
Tinggi pondasi = 20 in
Luas pondasi rata-rata (A) =
2
. . . . bawah pondasi luas atas pondasi luas +
=
2
5 , 162
2
) 15 15 ( ) 10 10 (
in =
× + ×
Volume pondasi = A x H
= 162,5 x 20 = 3250 in
3
= 1,8808 ft
3
Menentukan berat pondasi
ρ semen dan gravel = 196 lb/ft
3
[Perry, 6
th
ed, tabel 3-118]
Berat pondasi = V x ρ
= 1,8808 x 196 = 368,6368 lb
VI-L
Menentukan tekanan tanah
Pondasi didirikan diatas semen dan gravel dengan safe bearing power minimum:
5 ton/ft
2
<P<10 ton/ft
2
[Hesse, hal.327]
P =
A
W
Dimana:
W = berat beban total + berat pondasi
= 29015,3579 + 368,6368 = 29383,9947 lb
A = luas bawah pondasi = (15 x 15) in
2
=225 in
2
Tekanan tanah =
pondasi permukaan luas
pondasi berat pondasi beban
. .
. . +
=
2
/ 5955 , 130
225
9947 , 29383
in lb =
Karena tekanan pada tanah terletak di antara nilai yang diizinkan maka pondasi
yang digunakan memadai.
SPESIFIKASI
Nama alat : Evaporator (V-310)
Type : Short tube vertical (calandria), dengan tutup
atas berbentuk standard dished dan tutup bawah
berbentuk conical.
Bahan konstruksi : High Alloy Steel SA 240 Grade B Type 316
Massa masuk : 36540,9360 kg/jam
Suhu feed masuk evaporator : 45
0
C = 113
o
F
VI-LI
Suhu produk keluar evaporator: 90
0
C = 194
o
F
Suhu steam : 148
0
C = 298,4
o
F
Suhu kondensat : 148
0
C = 298,4
o
F
Dimensi Alat
A. Bagian Silinder
ID : 95, 625 in
OD : 96 in
Tinggi : 144,72 in
Tebal : 3/16 in
B. Bagian tutup atas
ID : 95, 625
OD : 96 in
Tinggi : 18,4143 in
Tebal : 3/16 in
C. Bagian tutup bawah
ID : 95, 625
OD : 96 in
Tinggi : 29,6023 in
Tebal : 3/16 in
D. Tube
Susunan pipa : triangular pitch
Panjang pipa : 8 ft
Diameter dalam pipa : 0,87 in = 0,0725 ft
VI-LII
Diameter luar pipa : 1 in = 12 ft
Jumlah tube : 232 buah
E. Perpipaan
Ukuran pipa pemasukan steam : 4 Nps
Ukuran pipa pemasukan feed : 4 Nps
Ukuran pengeluaran kondensat : 4 Nps
Ukuran pengeluaran produk : 3 Nps
Ukuran pengeluaran uap : 6 Nps
F. Gasket
Bahan : Asbestos
Tebal : 1/16
Lebar : 3/16
G. Bolting
Bahan : High Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Ukuran : ¾ in
Jumlah : 8 buah
H. Flange
Bahan : Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Tebal : 2 in
OD : 100,882 in
I. Leg Support
Jenis : I-Beam (5 x 3)
Berat : 14,75
VI-LIII
Ay : 4,2 in
H : 5 in
B : 3,284 in
R
2-2
: 0,63 in
I
2-2
: 1,7 in
4
J. Base Plate
Bahan konstruksi : Carbon steel
Tebal base plate : ½ in
Ukuran : 8 x 6
Jumlah baut : 4 buah
Tebal diameter baut: 5/8
K. Pondasi
Bahan : Semen, sand & gravel
Ukuran atas : 10 x 10
Ukuran bawah: 15 x15
Tinggi pondasi : 20 in
VI-LIV
BAB VI
PERANCANGAN ALAT UTAMA
Alat utama dalam memproduksi kristal kalsium klorida (CaCl
2
.2H
2
O) ini
adalah reaktor netralizer berpengaduk. Spesifikasi alat ini adalah sebagai berikut :
Nama alat : Reaktor netaliser (R-210)
Fungsi : Menetralkan produk samping MgCl
2.

Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa standard
dished head dan dilengkapi dengan pengaduk
Jumlah : 1 buah
LC
R - 2 1 0
--
LC
V1-1
STEAM
Ca(OH)
2
FEED IN
PRODUCT
STEAM CONDENSANT

S f
S f
L 1
D i
D o
6.1 Rancangan Dimensi Tangki
A. Menghitung volume tangki :
Reaksi yang terjadi di reactor
MgCl
2
+ Ca(OH)
2
 CaCl
2
+ Mg(OH)
2
Asumsi reaksi:
1. Steady state
2. Reaksi berlangsung sangat cepat
3. Reaksi irreversible
4. Densitas diasumsikan tetap.
ρ
larutan
= 71,2934 lb/ft
3
Suhu feed masuk = 45
O
C
Massa masuk = 31672,4100 kg/jam = 69824,995 lb/jam.
Asumsi waktu tinggal = 13,5 menit = 0,225 jam
Volume larutan dalam tangki =
jam
ft
jam
ft
lb
jam
lb
3
3
3657 , 220 225 , 0
71,2934
69824,995
· ×
Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : volume tangki =
80%
tangki dalam larutan volume
V1-2
=
% 80
220,3657

= 275,4572 ft
3
B. Menghitung dimensi tangki :
Menentukan diameter tangki (Di)
Volume tangki =
[ ] [ ]
3 2 3
di 084672 , 0
4
di 084672 , 0 +
1
]
1

¸

+ Ls di
π
275,4572 ft
3
= [ ] [ ] [ ]
3 3 3
di 084672 , 0 di 1775 , 1 084672 , 0 + + di
di = 6,1596 ft = 73,9153 in
Menentukan tinggi tangki (Ls)
Ls = 1,5 . di
= 1,5 . 6,1596 ft
= 9,2394 ft = 110,8728 in
Menentukan tinggi larutan pada bagian silinder (LIs)
Volume Larutan = volume larutan pada bagian silinder + volume tutup bawah
220,36575 ft
3
= LIs
4
π
2
⋅ ⋅ Di + 0,084672 . Di
3
220,36575 ft
3
= LIs 1596 , 6
4
π
2
⋅ ⋅ + 0,084672 .6,1596
3
Tinggi larutan pada bagian silinder = LIs = 6,7345 ft
= 80,8146 in
V1-3
Menentukan tekanan design (P)
-. Tekanan hidrostatik :
P = ρ
larutan
.
144
1) - (LIs
[Brownell & Young pers 3.17, hal 47]
= 71,2934.
144
1) - (6,73455
= 2,839 psi
-. Tekanan design :
P = ( 14,7 + 2,839 ) psi – 1 4,7 psi
= 2,839 psig
Menentukan tebal silinder (ts)
ts =
C
P 0,6 - E f. . 2
Di . P
+
[Brownell & Young pers 13.12, hal 258]
=
2,839 0,6. - 0,8 18750. . 2
73,9153 . 2,839
+
16
1
= 0,006995 in + · · in 0694 , 0
16
1
16
3
Tebal shell standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 89]
Standarisasi Di :
Do = Di + (2. ts)
= 73,9153 in + (2.
16
3
)
= 74,0403 in
Dari Brownell & Young, tabel 5 – 7, hal 90 diperoleh :
V1-4
Do = 72 in
Di = Do – 2.ts = 72 – (2.
16
3
)= 71,875 in = 5,989 ft
Icr = 4 ¾ = 4,75 in = 0,39 ft
Di
Ls
=
5,989
9,2394
= 1,5427 (Memenuhi)
C. Menghitung Dimensi Tutup :
D0
O
A
s
f
a
t
C
A
b
B
icr
Rc
Di
Menentukan tebal tutup atas (tha)
t =
C
P 0,1 E f
R P 0,885
c
+
⋅ − ⋅
⋅ ⋅
[Brownell & Young pers 13.12, hal 258]
P = 2,839 psig
Rc = Di
t
head

atas
=
16
1
839 , 2 1 , 0 8 , 0 18750
71,875 839 , 2 885 , 0
+
⋅ − ⋅
⋅ ⋅
= 0,0745 in
Tebal tutup atas diambil :
16
1
in [Brownell & Young, hal 332 bagian f]
Tutup atas berbentuk standard dished
V1-5
Menentukan tebal tutup bawah (thb)
thb = tha =
16
3
in
Menentukan tinggi tutup atas (ha)
b =
2 2
c
(AB) (BC) R − − [Brownell & Young, hal 87]
Icr = 4 ¾ = 4,75 in
AB =
cr
i
i
2
D
− = in 31,187 ¾ 4
2
71,875
· −
BC = R
c
- i
cr
= 71,875 in – 4,75 in = 67,125 in
b =
2 2
c
(AB) (BC) R − − =
2 2
) 31,187 ( ) 125 , 67 ( 71,875 − −
= 12,43 in
Sf = 2,0 in [Brownell & Young, tab.5.6 hal 88]
Tinggi tutup atas (ha) = tha + Sf + b =
16
3
+ 2 + 12,43
= 14,49 in
Menentukan tinggi tutup bawah (hb)
hb = ha = 14,49 in
Menentukan tinggi total tangki (H) :
H = ha + Ls + hb
= 14,49 in + 110,8728 in + 14,49 in
= 139,85 in
V1-6
Dari perhitungan di atas, maka diperoleh dimensi tangki sebagai berikut :
Diameter dalam tangki (Di) : 71,875 in
Diameter luar tangki (Do): 72 in
Tinggi larutan dalam tangki (Lls): 80,8146 in
Tinggi tangki (Ls) : 110,8728 in
6.2. Rancangan Dimensi Pengaduk
Tipe pengaduk yaitu four-pitched blades turbin dengan bahan stainless
steel karena pengaduk dengan tipe ini memiliki poros vertikal dan terletak persis
di pusat tangki, komponen tangensial mengikuti suatu lintasan berbentuk
lingkaran di sekililing poros dan menimbulkan vortek pada permukaan zat cair
karena adanya sirkulasi aliran laminan, cenderung membentuk stratifikasi pada
lapisan tanpa adanya lapisan longitudinal antara lapisan-lapisan itu.
Di dalam tangki netraliser terdapat partikel zat padat, arus sirkulasi
cenderung melemparkan partikel tersebut dengan gaya sentrifugal, ke arah luar
dan bergerak ke bawah setelah sampai di dasar tangki lalu ke pusat . Karena itu,
bukannya pencampuran yang berlangsung di sini, tetapi pengumpulan.
J
Da
E
H
Di
L
W
V1-7
Data proporsi pengaduk turbine sebagai berikut : [Mc.Cabe ed 5 hal 243]
D
a
/D
t
= 1/3 ; W/D
a
= 1/5
E/D
a
= 1 ; J/D
t
= 1/12
L/D
a
= ¼ ; H/D
t
= 1
Dimana: D
i
= diameter dalam tangki = 5,989 ft
D
a
= diameter impeller = D
i
/3 = 1,996 ft
W = lebar impeller = D
a
/5 = 0,399 ft
L = panjang impeller = D
a
/4 = 0,499 ft
J = lebar baffle = D
i
/12 = 0,499 ft
E = tinggi impeller dari dasar tangki = 5,989 ft
Jumlah baffle = 4 buah
Menentukan jumlah pengaduk (n)
n =
Di Di
Lls
. . 2
=
736 , 71
7345 , 6
= 0,0938 ≈1 buah
Menentukan bilangan renold ( Nre)
μ
larutan
= 2 . μ
air
[Kern, hal 161]
= 2 . 0,6500
= 1,3000 cp = 3,1460 lb/ft.j=8,738.10
-4
lb/ft.s
ρ
larutan
= 71,2934 lb/ft
3
N
Re
=
larutan
2
larutan
μ
v D ρ ⋅ ⋅ a
=
3,1460
3657 , 220 1,996 71,2934
2
⋅ ⋅
= 19895,537 > 2100 → Aliran turbulen
V1-8
Menentukan Kecepatan
N
Re
=
larutan
2
larutan
μ
n D ρ ⋅ ⋅ a
19895,537 =
3,1460
1,996 71,2934
2
n ⋅ ⋅
n = 220 rpm
Menentukan Daya Pengadukan
Untuk four-pitched blades turbin dengan 4 baffle dan lebar baffle 10% diameter
tangki, maka K
L
= 44,5 dan K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed tabel 9-3, hal 254]
Untuk N
Re
> 10000 → N
p
= K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed pers 9-23, hal 253]
P =
c
5
a
3
g
ρ D n Np ⋅ ⋅ ⋅
[Mc Cabe 5
th
ed pers 9-20, hal 253]
=
32,174
71,2934 1,996
60
220
27 , 1
5
3
⋅ ⋅

,
_

¸
¸

= 326,311 lb.ft/s = 0,593 hp
Gland losses = 10% . P
= 10% . 0,593
= 5,93 hp
Power input = P + Gland losses = 0,593 + 5,93
= 6,523 hp
V1-9
Transmission sistem losses = 20% . power input [Joshi, hal 399]
= 20% . 6,523
= 1,304 hp
Total power input = power input + transmission sistem losses
= 6,523 + 1,304 = 7,827 hp ≈ 8 hp
Menentukan diameter poros pengaduk
τ =
16
D3 . s . π
[Hesse, pers. 16-2, hal.465]
T=
n
P . 63025
[Hesse, hal.469]
Dimana : T = Momen puntir (lb.in)
P = Daya motor pada poros = 8 hp
n = Putaran pengaduk = 220 rpm
Sehingga :
T=
220
8 . 63025
= 2291,8181 lb.in
Dari Hesse, tabel 16-1, halaman 467, untuk bahan Hot Rolled Steel SAE 1020,
mengandung karbon = 20%, dengan batas elastisitas 36000 lb/in
2

S = maksimum design shearing stress yang diijinkan
= 20 % . 36000 lb/in
2
= 7200 lb/in
2

Maka didapatkan diameter poros pengaduk (D) :
τ =
16
D3 . s . π

V1-10
2291,8181 =
16
D3 . 7200 . 3,14

D = 25,41 in = 2,11 ft
Menentukan panjang poros pengaduk
L = (H + Z) – E
= 10,999 ft - 5,989 ft
= 5,0104 ft
Dimana : L = Panjang poros (ft)
H = Ls + ha
= 9,2394 ft + 1,76 ft = 10,999 ft
Z = Panjang poros di atas tangki
= 1,3123 ft
E = Jarak impeller dari dasar tangki
= 5,989 ft
Dari perhitungan di atas, maka diperoleh dimensi pengaduk sebagai berikut :
diameter impeller (D
a
) : 1,996 ft
lebar impeller (W) : 0,399 ft
panjang impeller (L) : 0,499 ft
lebar baffle (J) : 0,499 ft
tinggi impeller dari dasar tangki (E) : 5,989 ft
Jumlah baffle : 4 buah
Jumlah pengaduk : 1 Buah
Daya pengadukan (P) : 8 hp
Diameter poros pengaduk (D) : 2,11 ft
V1-11
Panjang poros (L) : 5,989 ft
6.3 Rancangan Dimensi Jaket Pemanas
Panas yang harus disupply oleh media pemanas = 564514,80 kkal/jam
= 364455,6004 Btu/jam
Media pemanas : steam
Massa steam yang dibutuhkan (w) = 31672,4100 kg/jam = 69824,995 lb/jam
t
1
T
1
t
2
T
2
Suhu steam masuk (T
1
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu steam keluar (T
2
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu larutan masuk (t
1
) = 40
o
C = 104
o
F
Suhu larutan keluar (t
2
) = 45
o
C = 113
o
F
∆t
1
= T
2
– t
1
= 298,4 – 104 = 194,4
o
F
∆t
2
= T
1
- t
2

= 298,4 – 113 = 185,4
o
F
Ta =
2
4 , 298 4 , 298 +
= 298,4
o
F
V1-12
ta =
2
113 104 +
= 108,5
o
F
185,4
194,4
ln
185,4 - 194,4
t
t
ln
t t
LMTD
2
1
2 1
·


∆ − ∆
·
= 189,8644
o
F
N
Re
=
larutan
larutan
2
μ
ρ N L ⋅ ⋅
=
( )
4 - 8,738.10
71,2934 . 60 . 34 . 0,5477
2
= 44804,8850
koefisien perpindahan panas steam (h
i
)
jH = 420
0.14
3
1
i
i
μw
μ
k
μ c
D
k
jH h
1
]
1

¸

1
]
1

¸

⋅ ⋅ · [Kern pers 20.1, hal 718]
ϕ
s
=
14 . 0
w
larutan μ
larutan μ
1
]
1

¸

Dari Kern fig 20.2, hal 718 diperoleh :
s
i
φ
h
= 8,6881 Btu/jam.ft
2
.
o
F
koefisien perpindahan panas larutan (h
i
)
t
io
φ
h
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F
h
io
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F untuk steam [Kern, hal 164]
V1-13
t
w
=
( )
a a
s
o
t
io
s
o
a
t T
φ
h
φ
h
φ
h
t − ⋅
+
+
t
w
= 112
o
F
pada saat t
w
= 112
o
F, μ
w
larutan = 2,9029 lb/j.ft
ϕ
s
=
14 . 0
w
larutan μ
larutan μ
1
]
1

¸

= 1,0837
h
i
=
s
φ
hi
. ϕ
s
= 8,6881 . 1,0837
h
i
= 9,4153
h
io
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F untuk steam [Kern, hal 164]
U
C
=
io i
io i
h h
h h

+

= 9,3566 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Ditetapkan Rd = 0,001 [Kern tabel 12, hal 845]
D
U
1
=
Uc
1
+ Rd
=
001 , 0
9,3566
1
+
U
D
= 9,2698 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Q
koil
= U
D
. A’ . LMTD
A’ =
LMTD U
Q
D
koil

=
189,8644 . 9,2698
69824,995
= 164,7117 ft
2
V1-14
blank diameter untuk tutup bawah
cr
i
3
2
2sf
24
D
D BD + + + ·
i
i [Brownell & Young, hal 88]

( ) 0,39
3
2
0,167 2
24
5,989
989 , 5

,
_

¸
¸
+ +

,
_

¸
¸
+ ·
= 6,822 ft
Menentukan tinggi jaket
A
dish
= ¼ . π .BD
2
= ¼ . π . 6,822
2

= 37,179 ft
dish jaket o
A h . D . π A' + ·
164,7117 ft
2
= π .6. h
jaket
+ 37,179
h
jaket
= 6,7692 ft = 81,231 in
Menentukan Tebal Jaket
t
s
=
C
P 0,6 - E f
R P
i
+
⋅ ⋅

[Brownell & Young pers 13-1, hal 254]
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatis
= ρ . (g/g
c
) . h
steam di jaket
= 0,0329 . 1 . 9,0894
= 0,1903 lb/ft
2

= 0,001321 psig
P
desain
= 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatis
)
= 1,05 . (0 + 0,001321)
V1-15
= 0,001387 psig
t
s
=
16
1
0,001387 0,6 - 0,8 18750
71,875 0,001387
+
⋅ ⋅

= 0,0625 in
Tebal jaket diambil :
16
1
in [Brownell & Young, hal 332 bagian f]
Menentukan diameter luar dan dalam jaket
Ditetapkan : spasi jaket 0,5 in = 0,04167 ft
D
i
jaket = D
o
shell + 2 . spasi jaket
= 6 + (2 . 0,04167)
= 6,0833 ft = 73,00 in
D
o jaket
= D
i jaket
+ 2 t
s

= 6,0833 + (2 .
16
1
)
= 6,1458 ft = 73,749 in
Dari perhitungan di atas, maka diperoleh dimensi jaket sebagai berikut :
Suhu steam masuk (T
1
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu steam keluar (T
2
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu larutan masuk (t
1
) = 40
o
C = 104
o
F
Suhu larutan keluar (t
2
) = 45
o
C = 113
o
F
Tinggi jaket (h
jaket
) = 81,231 in
Tebal jaket =
16
1
in
Diameter luar jaket (Do
jaket
) = 73,749 in
Diameter dalam jaket (Di
jaket
) = 73,00 in
V1-16
6.4 Rancangan Dimensi Nozzle :
• Nozzle untuk steam masuk
Massa steam masuk = 362,14 kg/jam = 798,3738 lb/jam
Suhu steam = 148
o
C = 298
o
F
ρ
steam = 32,77 lb/ft
3
µ steam = 1,488 Cp = 9,99 . 10
-3
lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
32,77
/3600 798,3738
= 0,006767 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,006767)
0,45
x (32,77)
0,13
= 0,6482 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 1/2 in sch 40
Do = 0,840 in
Di = 0,622 in = 0,0518 ft
A = 0,304 in
2
=0,00211 ft
2
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 2071 , 3
00211 , 0
0,006767
· ·
N
RE
=
2100 4568 , 5449
10 . 99 , 9
77 , 32 2071 , 3 0,0518 . .
3
> ·
× ×
·

µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
V1-17
• Nozzle untuk feed masuk :

Massa feed masuk = 31613,2926 kg/jam = 69694,6649 lb/jam
Suhu feed = 40
o
C = 104
o
F
ρ
campuran = 71,2934 lb/ft
3
µ campuran = 3,1460 lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
71,2934
/3600 69694,6649
= 0,2715 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,2715)
0,45
x (71,2934)
0,13
= 3,7774 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 4 in sch 40
Do = 4,5 in
Di = 4,026 in =0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 3979 , 2
0882 , 0
0,2715
· ·
N
RE
=
2100 4386 , 18127
1640 , 3
2934 , 71 3979 , 2 3355 , 0 . .
> ·
× ×
·
µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
V1-18
• Nozzle untuk Ca(OH)
2
:
Massa Ca(OH)
2
masuk = 59,1174 kg/jam = 130,330 lb/jam
Suhu feed = 40
o
C = 104
o
F
ρ
Ca(OH)
2
= 0,17126 lb/ft
3
µ Ca(OH)
2
= 0,00369 lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
0,17126
/3600 130,330
= 0,2114 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,2114)
0,45
x (0,17126)
0,13
= 1,540667in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 1,5 in sch 40
Do = 1,90 in
Di = 1,610 in = 0,1342 ft
A = 2,04 in
2
= 0,0142 ft
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 8873 , 14
0142 , 0
2114 , 0
· ·
N
RE
=
2100 2535 , 92725
0,00369
0,17126 8873 , 14 1342 , 0 . .
> ·
× ×
·
µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
V1-19
• Nozzle untuk kondensat keluar :
Massa kondensat masuk = 362,14 kg/jam = 798,3738 lb/jam
Suhu kondensat = 148
o
C = 298
o
F
ρ
kondensat = 32,77 lb/ft
3
µ kondensat = 1,488 Cp = 9,99 . 10
-3
lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
32,77
/3600 798,3738
= 0,006767 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,006767)
0,45
x (32,77)
0,13
= 0,6482 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 1/2 in sch 40
Do = 0,840 in
Di = 0,622 in = 0,0518 ft
A = 0,304 in
2
=0,00211 ft
2
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 2071 , 3
00211 , 0
0,006767
· ·
N
RE
=
2100 4568 , 5449
10 . 99 , 9
77 , 32 2071 , 3 0,0518 . .
3
> ·
× ×
·

µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar
V1-20
• Nozzle untuk mengeluarkan produk :
Massa produk keluar = 31672,4100 kg/jam = 69824,9951 lb/jam
Suhu feed = 45
o
C = 113
o
F
ρ
campuran = 71,2934 lb/ft
3
µ campuran = 3,1460 lb/ft.dtk
Kecepatan volumetric (Qf) =
71,2934
/3600 69824,9951
= 0,2721 ft
3
/dtk
Asumsi : aliran turbulen
Di
optimum
= 3,9 . (Ø
f
)
0,45 . ρ 0,13
[Peter and Timmerhaus pers 15. hal 496]
= 3,9 x (0,2721)
0,45
x (71,2934)
0,13
= 3,7808 in
Standarisasi ukuran pipa dari table 11, hal.844, Kern diperoleh :
Ukuran pipa nominal = 4 in sch 40
Do = 4,5 in
Di = 4,026 in =0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
Kecepatan linier (v) =
dtk ft
A
Qf
/ 0850 , 3
0882 , 0
2721 , 0
· ·
N
RE
=
2100 1547 , 23455
1460 , 3
2974 , 71 0850 , 3 3355 , 0 . .
> ·
× ×
·
µ
ρ V D
N
Re
> 2100, maka asumsi bahwa aliran turbulen adalah benar.
V1-21
Menentukan flange pada Nozzel
Ukuran flange pada lubang digunakan standard 150 lb steel weeding-neek flanges
(168) dari Brownell & Young, hal 221.
Maka :
Tabel 6.6.1. Dimensi flange pada masing-masing nozzel (m)
No. Lubanng NPS A T R E K L B
1. Steam 0,5 3,5 7/16 1 3/8 1 3/16 0,84 1 7/8 0,62
2. Feed 4 9 1 5/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
3. Ca(OH)
2
1,5 5 1 1/16 2 7/8 2 9/16 1,90 2 7/16 1,61
4. Produk 4 9 1 5/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
5. Kondensat 0,5 3,5 7/16 1 3/8 1 3/16 0,84 1 7/8 0,62
Dimana:
A = diameter luar flange (in)
T = ketebalan flange (in)
R = diameter luar dari pembesaran permukaan (in)
E = diameter hubungan pada dasar (in)
K = diameter pada titik pengelasan (in)
L = panjang hubungan (in)
B = diameter dalam (in)
Tabel 6.6.2. Diameter flange
V1-22
No. Nozzle NPS Diameter
lubang
Diameter
baut
Sirkulasi
baut
Jumlah
baut
1.
2.
3.
4.
5.
Steam
Feed
Ca(OH)
2
Produk
Kondensat
1/2
4
1,5
4
1/2
5/8
3/4
5/8
3/4
5/8
½
5/8
1/2
5/8
1/2
25/8
7 1/2
3 7/8
7 1/2
25/8
2
15
4
15
2
6.5 Rancangan dimensi man hole :
Menentukan dimensi man hole
Sebuah man hole direncanakan dengan diameter 20 in. Flange untuk hand hole
digunakan type standar 150 lb forged slip on-flange (168), dari Brownell &
Young hal.222, didapat:
Ukuran nominal pipa (NPS) = 20 in
Diameter luar flange (A) = 27,5
Ketebalan flange (T) = 1 1/16 in
Diameter luar dari pembesaran permukaan (R) = 23 in
Diameter pusat dari dasar (E) = 22 in
Panjang (L) = 2 7/8 in
Jumlah lubang baut = 20 buah
Diameter lubang = 1 ¼ in
Diameter baut = 1 1/8 in
V1-23
Bolt circle = 25
Diameter dalam = 20,19
Menentukan tutup man hole
Dipilih standart 150 lb blind flange (168) dari Brownell & Young hal 222,
didapat:
Ukuran nominal pipa (NPS) = 20 in
Diameter luar flange(A) = 27,5 in
Tebal flange minimum = 1 11/16 in
Diameter luar dari pembesaran permukaan = 23 in
Diameter lubang baut = 1 1/4
Jumlah lubang baut = 20 buah
Diameter baut = 1 1/8
Bolt cycle = 25
6.6 Rancangan dimensi gasket, bolting, dan flange :
6.6.1 Gasket
Berdasarkan Brownell and Young, pers.12.2, hal.228, diperoleh:
Bahan : Asbestos
Tebal : 1/16
Faktor gasket (m) : 2,75
Design stress seating minimal :1600 psi
Menentukan lebar dan diameter gasket
) 1 .(
) (
+ −
× −
·
m P y
m P y
di
do
[Brownell & Young, pers. 12.2, hal 226]
V1-24
Dimana : do = diameter luar gasket
di = diameter dalam gasket = 96 in
P = 14,7 psi
y = 1600 psi
m (factor gasket) = 2,75
) 1 75 , 2 .( 7 , 14 1600
) 75 , 2 7 , 14 ( 1600
+ −
× −
·
di
do
·
875 , 71
do
1,0095
Do = 72,558 in
Lebar gasket (A) = ½ . (do – di)
= ½ . (72– 71,875) = 0,0625 in
Diameter rata-rata gasket (G) = di + A
= 71,875+ 0,3419 = 71,9375 in
Menentukan beban gasket
W
m2
= H
y
= π . b . G . y [Brownell & Young, pers 12.88 hal 240]
Dimana : b = lebar efektif gasket
y = yield = 1600 psi
G = diameter rata-rata gasket
n = tebal gasket = 1/16 (asumsi)
Diperoleh data dari Brownell, fig. 12.12, hal.229 sebagai berikut :
bo = A/2
V1-25
=
2
0,0625
= 0,03125 in
b = bo = 0,03125 in
Maka :
W
m2
= H
y
= π . b . G . y
= 3,14 x 0,03125 in x 71,9375 in x 1600
= 11294,1875 in
Beban karena tekanan dalam (H)
H = π /4 x G
2
x P [Brownell & Young, pers 12.89 hal 240]
= π /4 .( 71,9375)
2
x 14,7
= 59716,957 lb
Beban untuk menjaga sambungan (Hp)
Hp = 2.b. π x G x P x m [Brownell & Young, pers 12.90 hal 240]
= 2. 0,03125. 3,14 x 71,9375 x 14,7x 2,75
= 570,709 lb
Jadi beban berat pada kondisi operasi didapatkan :
W
m1
= H + Hp [Brownell & Young, pers 12.91 hal 240]
= 59716,957 lb + 570,709 lb = 60287,666 lb
W
m1
> W
m2
maka beban yang mengontrol dalam proses adalah W
m1
6.6.2 Bolting
Berdasarkan Brownell and Young, App D-4, hal 344, diperoleh :
Bahan kontruksi : High Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Stress : 75000 psi
Allowable stress (f) :15000
V1-26
Menentukan luas minimum bolting area (Am)
A
m1
=
2
1
0191 , 4
15000
60287,666
in
fb
W
m
· ·
[Brownell & Young, pers 12.92, hal.240]
Ukuran baut optimum, dari Brownell & Young , tabel 10.4 hal. 188 diperoleh :
Ukuran nominal baut = 7/8 in
Root area = 0,419in
2
Bolt spacing (Bc) = 2 1/16
Jarak radial minimum (R) = 1 1/4in
Jarak dari tepi (E) = 15/16 in
Nut dimension = 1 7/16 in
Radius fillet maks (r) = 3/8 in
Menentukan bolting minimum (N)
Jumlah bolting minimum = N =
9 59 , 9
419 , 0
0191 , 4
1
≈ · ·
Rootarea
A
m
buah
Pengecekan lebar gasket (Ab aktual)
Ab aktual = Jumlah Bolting X Root Area
= 9 x 0,419= 3,77 in
2
Lebar gasket minimum (W)
W =
π × × ×
×
G y
fallowable Abactual
2
=
in . 0781 , 0
71,9375 1600 2
15000 3,77
·
× × ×
×
π
Karena W = 0,0781 in < lebar gasket yang ditentukan 3,77 in maka lebar gasket
memadai.
6.6.3 Flange
V1-27
Berdasarkan Brownell and Young, App D-4, hal 344, diperoleh :
Bahan konstuksi : High Alloy Steel SA 193 Grade B 8 type 304
Stress : 60000 psi
Allowable stress (f) :15000
Menentukan diameter luar flange (Do
flange
)
(Do
flange
) = C + 2 E
Diketahui : Bolt circle diameter (C); Jarak dari tepi (E)
C = Di
gasket
+ 2 [(1,415 x go) + R] [Brownell & Young, hal 243]
Diambil go = 0,8 in
C = 71,9375 + 2 [(1,415 x 0,8) + 1 ¼] = 76,70 in
Do
flange
= 76,70 + (2 x 15/16)
= 78,575 in
Perhitungan momen
Untuk keadaan bolting up (tanpa tekanan dalam)
W = ½. (A
m1
+ Ab aktual) x f [Brownell & Young, pers 12..94, hal 242]
= ½ . (4,019 + 3,77) x 15.000
= 58417,5
Jarak radial dari beban gasket yang bereaksi terhadap bolt cicle
h
G
= ½. (C-G) [Brownell & Young, pers 12.101, hal 242]
= ½ . (76,70 in - 71,9375) = 2,381 in
Momen flange (Ma)
Ma = h
G
x W
= 2,381 x 58417,5= 139106,67 lb in
V1-28
Untuk kondisi operasi
W = Wm
1
= 60287,666 lb
Tekanan hidrostatik pada daerah flange (H
D
)
H
D
= 0,785.B
2
x P [Brownell & Young, pers. 12-94 hal. 242]
B = Do shell = 72 in
P = 14,7 psi
H
D
= 0,785 x (72)
2
x 14,7 = 59820,768 lb
Jarak jari-jari dari bolt cicle pada H
D
h
D
= ½ . (C - B)
= ½ . (76,70 – 72) = 2,35 in
Momen komponen (M
D
)
M
D
= H
D
x h
D
[Brownell & Young, pers. 12-96 hal. 242]
= 59820,768 lb x 2,35 in = 140578,8048 lb.in
Perbedaan antara beban baut flange dengan gaya hidrostatis total :
H
G
= W - H = W
m1
- H
D
[Brownell & Young, pers.12-98, hal. 242]
= 60287,666 lb - 59820,768 lb = 466,898 lb
Momen komponen (M
G
)
M
G
= H
G
x h
G
[Brownell & Young, pers.12-98, hal. 242]
= 466,898 lb x 2,381 in = 1111,6841 lb in
Perbedaan antara gaya hidrostatis total dengan gaya hidrostatis dalam area flange
H
T
= H - H
D
= 59716,957 lb - 59820,768 lb = 103,811 lb
V1-29
h
T
= ½ . (h
D
+ h
G
)

= ½ . (2,35 + 2,381) = 2,365 in
Momen komponen (M
T
)
M
T
= H
T
x h
T
[Brownell & Young, pers.12-97, hal. 242]
= 103,811 x 2,365 = 245,513 lb in
Total momen pada kondisi operasi
M
O
= M
D
+ M
G
+ M
T
[Brownell & Young, pers.12-99, hal. 242]
= 140578,8048 + 1111,6841 + 245,513 = 141936,0019 lb in
Karena momen pada kondisi operasi lebih besar dari momen pada kondisi bolting
up, maka yag digunakan sebagai M max adalah M operasi sehingga didapat
M max = Mo = 141936,0019 lb in
Menentukan tebal flange

t =
B f
M y
×
× max
[Brownell & Young, hal. 244]
M max = Mo
F = stress = 2,839 psia
B = Do = 72 in
K = 0913 , 1
72
78,575
· · ·
Doshell
Doflange
B
A
Dari fig. 12.12, hal. 238, Brownell & Young, didapatkan:
Y = 100
t =
72 839 , 2
9 141936,001 100
x
×
= 6,466 in .
Dipakai tebal flange = 6 in
V1-30
6.7 Rancangan dimensi penyangga
Sistem penyangga didesain untuk menahan berat tangki total dan
perlengkapannya. Penyangga yang dipakai tipe Lug Support dari carbon steel SA-
283 grade C.
6.7.1. Perhitungan Beban Total
Menentukan beban tangki
ρ bahan konstruksi carbon steel = 0,279 lb/in
3
[Brownell & Young hal 341]
W
shell
= ρ
π
⋅ ⋅ − ⋅ h D D
i o
) (
4
2 2
= 127 , 551 279 , 0 85 , 139 ) 71,875 72 (
4
2 2
· ⋅ ⋅ − ⋅
π
lb
Keterangan:
Ws = berat silinder bejana (lb)
Do = diameter luar tangki (in)
Di = diameter dalam tangki (in)
H = tinggi tangki (in)
Menentukan beban tutup atas tangki
W
head
= A . t . ρ [Hesse, pers.4-16 hal 92]
A = 6,28 . L . ha
Keterangan:
W
head
= berat tutup atas bejana (lb)
A = luas tutup silinder yang berbentuk standart dishead (ft
2
)
t = tha = tebal tutup atas= 1/16 in
ρ = Densitas bahan konstruksi (ρ) = 0,279 lb/in
3
= 482,1150 lb/ft
3
V1-31
[Brownell & Young hal 341]
ha = tinggi tutup standart dishead = 1,2075 ft
L = crown radius ( r ) = 96 in = 8 ft
Maka:
A = 6,28 . L . ha
= 6,28 . 8 . 1,2075 = 60,6648 ft
2
W
head
= A . t . ρ
= 60,6648. 1/16 . 482,1150
= 1827,963 lb
Menentukan beban tutup bawah shell
ρ bahan konstruksi carbon steel = 0,279 lb/in3 [Brownell & Young hal 341]
W
head
= ρ π ⋅ − ⋅ ⋅

) (
45 tan 24
1
3 3
i o
D D
= 8377 , 70 279 , 0 ) 71,875 72 (
45 tan 24
1
3 3
· ⋅ − ⋅ ⋅

π lb
Menentukan berat cairan ( campuran reaksi)
W cairan = massa larutan yang ditampung
= V
larutan
x ρ
= 220,3657 ft
3
x 71,2934 lb/ft
3
= 15710,62 lb
Menentukan berat tambahan
Berat perlengkapan yang lain seperti nozzle dan lainnya diperkirakan = 20% berat
total reaktor.
V1-32
Dengan faktor pengaman 10%, maka berat total reactor ( ΣWd )
= (1,2 ( 551,127 + 1827,963 lb +70,8377 + 15710,62)) x 1,1 = 23971,92296 lb
6.7.2 Perancangan Jenis Penyangga (Leg)
Dipakai 4 buah support tipe I-beam [Brownell & Young App G hal 353]
Beban yang akan disangga tiap support dihitung dari persamaan:
P =
n
W
D n
H H P
d
b
C W

+

− ⋅ ) ( 4
[Brownell & Young persamaan 10-76 hal 197]
dengan: P = Beban total yang akan disangga per support, lb
P
W
= Total beban angin yang mengenai permukaan ( P
W
= 0 jika
terletak di dalam gedung)
H = Tinggi bejana diatas pondasi, ft
H
C
= Jarak antara tutup bawah dengan pondasi, ft
n = Jumlah support
D
b
= bolt circle diameter, ft
ΣWd = Beban mati total, lb
P = 0 + 980741 , 5992
4
6 23971,9229
· lb
H reaktor =139,575 in
Dibuat jarak bagian bawah reactor dengan pondasi = 1 m = 39,37 in, sehingga
Tinggi kolom (L) = · + 37 , 39
2
H
109,295 in
Reaktor netralizer dianggap terletak di dalam ruangan sehingga tekanan angin
tidak dikontrol (tidak ada beban eksentrik)
V1-33
Gaya eccentric pada sumbu 1-1

2
2
1
1
h
a > ½
Dipakai I beam ukuran 8 in (B 12).
Luas permuakaan I-beam (A) = 6, 71 in
2
Lebar I-beam (b) = 4 in
Terhadap sumbu 1-1: I
1-1
= 56,9 in
4
S
1-1
= 14,2 in
3
r
1-1
= 3,26 in
Allowable stress compressive pada kolom support dihitung dari persamaan

,
_

¸
¸

+
·
2
2
18000
1
18000
g
r
L
fc
lb/in
2
[Brownell & Young persamaan 4-21 hal 67]
dengan : L = panjang kolom dari bawah tutup bagian bawah lug sampai pondasi
r
g
= jari-jari girasi kolom
526 , 35
26 , 3
295 , 109
1 1
· ·

r
L
< 120
fc =

,
_

¸
¸

+
2
2
26 , 3 18000
295 , 109
1
18000
= 16942,06942 lbf/in
2
> 15.000 lbf/in
2
V1-34
ditetapkan fc = 15000 lbf/in
2
Luas (A) yang dibutuhkan :
A =
39953 , 0
15000
980741 , 5992
· ·
fc
P
in
2
< A
tabel
(memenuhi syarat)
6.7.3 Perancangan Lug
Lug terdiri atas 2 plate horizontal dan 2 gusset.
Harga poison ratio (µ) = 0,3 untuk steel [Brownell & Young hal 192]
Dibuat l ≈ a = 6 in
Ukuran bolt = 7/8 in
Jarak antara gusset (b) = ukuran bolt + 8 in = 8,875 in
479 , 1
6
875 , 8
· ·
l
b
,maka
γ
1
= 0,211 dan γ
2
= 0,085 [Brownell & Young tabel 10-6 hal 192]
Menentukan tebal plate horizontal (t
hp
)
Bending moment dihitung dari: [Brownell & Young pers 10-38 dan 10-39 hal 192]
( ) ( )
1
]
1

¸

− − −
1
1
1
1
]
1

¸

+

,
_

¸
¸

⋅ ⋅
+ ·
π
γ µ
π
π
µ
π 4
1 1
sin 2
ln 1
4
2
P
e
l
a
l
P
M
X
( )
1
]
1

¸


1
1
1
1
]
1

¸

+

,
_

¸
¸

⋅ ⋅
+ ·
π
γ
π
π
µ
π 4
1
sin 2
ln 1
4
1
P
e
l
a
l
P
M
Y
dengan:
M
X
= Bending moment maksimum sepanjang sumbu aksial, lb.in
M
Y
= Bending moment maksimum sepanjang sumbu radial, lb.in
P = Beban total maksimum yang akan disangga per support, lb
V1-35
µ = poisson’s ratio = 0,3 untuk baja
l = jarak radial dari dinding terluar kolom ke dinding terluar dinding shell
a = jarak antara pusat kolom support dengan pusat dinding shell tangki, in
e = radius dimana reaksi beban terkonsentrasi, in
2 1
,γ γ = konstanta dari tabel 10-6 Brownell & Young
Karena a ≈ l maka persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi:
699 , 243 ) 211 , 0 3 , 0 (
4
980741 , 5992
) (
4
2
· + · + ·
π
γ µ
π
P
M
X

369 , 436 ) 085 , 0 1 (
4
980741 , 5992
) 1 (
4
1
· − · − ·
π
γ
π
P
M
Y
Karena M
Y
> M
X
maka yang mengontrol M
Y
, sehingga M
max
= M
Y
= 436,369 lb.in
f
allowable
untuk carbon steel SA-283 grade C= 12650 psi
Menentukan tebal plate horizontal
·

·

·
12650
369 , 36 4 6 6
max
allowable
hp
f
M
t
0,4548 in
Menentukan tebal gusset
Syarat dimensi gusset: t
g
≥ 3/8 t
hp
→ t
g
≥ 0,0571 in
Dibuat t
g
= 0,0571 in
0002721 , 0
12
0571 , 0
12
2
2
· · ·
g
g
t
r
in
Syarat tinggi gusset: h/r
g
< 60
h = 50 r
g
= 0,0136 in
V1-36
6.8 Rancangan dimensi base plate :
Dari Hesse tabel 7-7 diperoleh strees yang diterima oleh pondasi yang terbuat dari
beton sebesar 600 lb/in
2
Abp =
bp
f
P
Dimana:
Abp = Luas base plate, in
2
P = beban dari tiap-tiap base plate, lb
f
bp
= stress yang diterima oleh pondasi, lb/in
2
Jarak antara gusset (b) = 8,875 in = 0,739 ft
H reaktor =139,575 in = 11,63 ft
Sehingga :
Abp =
2
98830 , 9
600
1 5992,98074
in ·
Menentukan panjang dan lebar dari base plate
Abp = P x L
V1-37
2
1 1
2
a
b
h
Dimana : P = 2m + 0,95h ; L = 2n + 0,8b ; m = n
Abp = (2m + 0,95h) x (2n + 0,8b)
9,98830 = (2m + 0,95h) x (2m + 0,8b)
4m
2
+ 407 m + 9404
Dengan rumus abc, didapatkan:
m = 50
Maka didapatkan :
P = 2m + 0,95h
= (2 x 50) + (0,95 x 139,575) = 232,6 in = 19 ft = 6 m
l = 2n + 0,8b
= (2 x 50) + (0,8 x 8,875) = 107 in = 9 ft = 2,7 m
Ditetapkan dimensi panjang dan lebar yang digunakan adalah: 19 x 9 ft
Luas base plate = P x L = 19 x 9 =171 ft
2

Peninjauan harga m dan n
• P = 2m + 0,95h
19 = 2m + (0,95. 11,63)
m = 4
• L = 2n + 0,8b
9 = 2n + (0,8 . 0,739)
n = 4,2
Dari nilai m dan n diatas m<n, maka yang digunakan adalah nilai n.
Menentukan beban yang harus ditahan (fbp)
V1-38
fbp =
Abp
P
=
600
9,98830
980741 , 5992
·
lb/in
2
Keterangan :
P = Beban total yang akan disangga per support, lb
Abp = Luas base plate, in
2
f bp = Beban base plate, lb/in
2
Karena f bp = f op, maka base plate dengan ukuran 19 x 9 ft dapat digunakan.
Menentukan tebal base plate
Tbp =
2
00015 , 0 n P × ×
=
2
2 , 4 1 5992,98074 00015 , 0 × ×
= 3,98 ≈ 4 in
Menentukan ukuran baut
P
baut
=
baut
n
P
= 245 , 1498
4
1 5992,98074
· lb
f
baut
= beban tiap baut max = beban tiap baut max = 12000 lb/in
2
A baut =
2 .
1248 , 0
12000
245 , 1498
.
in
ft
P
baut
baut tiap
· ·
Dari Brownell & Young tabel 10-4 hal 188, didapatkan ukuran baut 1/2 in
dengan dimensi:
Ukuran baut = 1/2 in
Bolt spacing = 1 1/4 in
Jarak radial minimum (R) = 13/16
V1-39
Edge distance (E) = 5/8 in
Nut dimension = 7/8 in
6.8.1 Rancangan pondasi
Beban tiap kolom (W) = 5992,940741 lb
Menentukan beban base plate (W
bp
)
W
bp
= P x L x T x ρ
P = panjang base plate = 19 ft
L = lebar base plate = 9 ft
T = tebal base plate = 0,3 ft
ρ baja = 489 lb/ft
3
W
bp
= P x L x T x ρ
= 19x 9x 0,3 x 489
= 25085,7 lb
Menentukan beban kolom penyangga (W
p
)
W
p
= L x A x ρ x f
L = tinggi kolom = 109,295 ft
A = luas kolom I-beam = 0,39953 in
2
= 2,7x10
-3
ft
2
ρ baja = 489 lb/ft
3
f = faktor koreksi = 3,4
W
p
= L x A x ρ x f
= 109,295 x 2,7x10
-3
x 489 x 3,4
= 504,167 lb
Menentukan beban total (W
T
)
V1-40
W
T
= W + W
bp
+ W
p
= 5992,940741 + 25085,7 + 504,167
= 31582,80839 lb
Dengan menganggap hanya ada gaya vertical dari berat kolom itu sendiri yang
bekerja pada pondasi, maka diambil bidang kerja yang berbentuk bujur sangkar
dengan data sebagai berikut:
Luas pondasi atas = 10 in x 10 in
Luas pondasi bawah = 15 in x 15 in
Tinggi pondasi = 20 in
Luas pondasi rata-rata (A) =
2
. . . . bawah pondasi luas atas pondasi luas +
=
2
5 , 162
2
) 15 15 ( ) 10 10 (
in ·
× + ×
Volume pondasi = A x H
= 162,5 x 20 = 3250 in
3
= 1,8808 ft
3
Menentukan berat pondasi
ρ semen dan gravel = 196 lb/ft
3
[Perry, 6
th
ed, tabel 3-118]
Berat pondasi = V x ρ
= 1,8808 x 196 = 368,6368 lb
Menentukan tekanan tanah
Pondasi didirikan diatas semen dan gravel dengan safe bearing power minimum:
5 ton/ft
2
<P<10 ton/ft
2
[Hesse, hal.327]
V1-41
P =
A
W
Dimana:
W = W
T
+ berat pondasi
= 31582,80839 + 368,6368 = 31951,44519 lb
A = luas bawah pondasi = (15 x 15) in
2
=225 in
2
Tekanan tanah =
A
W
=
2
/ 142
225
9 31951,4451
in lb ·
6.9 Instrumentasi
Tujuan pemasangan instrumentasi dimaksudkan untuk mengontrol suatu proses
agar tetap berada dalam kondisi yang diinginkan. Pada reaktor ini instrumentasi
yang digunakan adalah:
• Flow control (FC)
V1-42
Untuk mengontrol laju alir liquida keluar reaktor agar memenuhi kondisi yang
diinginkan. Alat kontrol yang digunakan adalah Proportional Integral
Derivative Controller (PID Controller)
• Level Control (LC)
Untuk mengontrol tinggi liquida dalam reaktor. Pengontrolan dilakukan
dengan cara mengatur laju alir liquida masuk reactor. Alat kontrol yang
digunakan Proportional Integral Derivative Controller (PID Controller).
• Ratio (R)
Untuk mengontrol ratio dari laju alir umpan agar memenuhi kondisi yang
diinginkan.
V1-43
BAB VII
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas produk yang diinginkan,
instrumentasi dan keselamatan kerja merupakan dua faktor yang tidak dapat
terpisahkan. Instrumen digunakan dalam mengontrol jalannya suatu proses agar
produksi menjadi optimal dan mempermudah jalannya proses produksi agar dapat
dikendalikan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan faktor keselamatan kerja juga
harus diperhatikan sejak perencanaan pabrik dimulai karena faktor ini dapat
mencegah kerugian nyawa, materi, alat-alat, sarana, dan prasarana pabrik yang
dapat timbul sewaktu-waktu. Dengan pertimbangan tersebut perlu adanya suatu
bagian yang berfungsi untuk mengontrol peralatan proses dan manajemen tentang
keselamatan kerja.
7.1.Instrumentasi
Instrumentasi merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu industri,
instrumentasi digunakan untuk mengetahui kondisi operasi agar mendapatkan
hasil produksi yang berkualitas dan memiliki kuantitas sesuai dengan standart
yang ditetapkan. Instrumentasi merupakan alat kontrol yang terdiri dari indikator
(petunjuk), pencatat dan alat kontrol (pengendali).
Tujuan utama dari pemasangan alat-alat instrumentasi adalah:
a. Menjaga keamanan operasi suatu proses, dapat dilakukan dengan jalan:
 Menjaga variable-variabel proses agar berada dalam batas operasi yang
aman.
VII – 1
 Mendeteksi situasi bahaya dengan membuat tanda-tanda bahaya dan
memutuskan hubungan secara proses otomatis.
b. Mendapatkan rate produksi yang diinginkan.
c. Menjaga kualitas produk.
d. Meningkatkan efisiensi kerja
e. Efisiensi dan keselamatan kerja karyawan lebih terjamin.
Pengendalian proses meliputi keseluruhan unit pabrik ataupun hanya pada
unit pabrik tertentu yang memerlukan pengontrolan secara cermat dan akurat.
Adapun varibel yang dikendalikan yaitu temperature, tekanan, kecepatan alir,
ketinggian liquid dalam suatu tangki.
Pengendalian proses dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.
Pengendalian secara manual dapat dilakukan apabila pengendalian proses
sepenuhnya menggunakan tenaga manusia, sedangkan penggunaan pengendalian
secara otomatis jika tidak mungkin dilakukan secara manual sehingga digunakan
alat-alat kontrol yang bisa bekerja dengan sendirinya dan terhubung oleh monitor
agar setiap saat kita dapat memantau sistem kerja alat proses.
Pengendalian proses yang dilakukan secara otomatis dilakukan dengan
pertimbangan biaya yang cukup matang, karena biasanya penggunaan alat kontrol
otomatis memakan biaya yang lebih besar atau sebaliknya justru lebih murah
daripada pemakaian alat kontrol manual. Pengendalian proses secara otomatis
memiliki keuntungan antara lain :
a. Mengurangi jumlah pegawai (man power).
b. Keselamatan kerja lebih terjamin.
VII – 2
c. hasil proses lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat dari Limestone dan
Asam Klorida ini menggunakan instrumentasi atau alat kontrol otomatis dan
manual, tergantung dari sistem peralatan dan faktor pertimbangan teknis serta
faktor pertimbangan ekonomis.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan instrumentasi
adalah sebagai berikut :
1. Jenis instrumentasi
2. Range yang diperhitungkan untuk pengukuran
3. Ketelitian instrumen
4. Bahan konstruksi serta pengaruh pemasangan instrumen pada kondisi
operasi.
5. Mudah perawatan dan perbaikan
6. Mudah dalam pengoperasian
7. Faktor ekonomis.
Macam-macam instrumentasi yang digunakan pada Pra Rencana Pabrik
Kalsium Klorida Dihidrat dari Limestone dan Asam Klorida ini adalah :
1. Temperature Controller (TC), merupakan instrumen pengontrol untuk
mengatur suhu proses agar tetap dalam keadaan konstan dan sesuai dengan
kondisi yang diperlukan.
2. Temperature Indicator (TI), merupakan alat instrumen penunjuk suhu
fluida pada aliran tertentu.
VII – 3
3. Pressure Control (PC), merupakan instrumen pengatur tekanan pada
tangki.
4. Flow Controller (FC), merupakan instrumen pengatur laju aliran.
5. Level Control (LC), merupakan instrumen pengatur ketinggian fluida
dalam tangki.
6. Level Indikator (LI), merupakan alat instrumen penunjuk ketinggian fluida
di dalam suatu tangki.
7. Ratio (R), untuk mengontrol ratio dari laju alir umpan agar memenuhi
kondisi yang diinginkan
Penempatan perlengkapan instrumentasi pada alat proses Pra Rencana
Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat dari Limestone dan Asam Klorida dapat dilihat
pada tabel 7.1 dibawah ini:
Tabel 7.1 Tabel Instrumentasi.
No. Instrumen Nama Alat Kode
1. TC
Tangki penampung Ca(OH)
2
Tangki pengencer HCl
Reaktor
Netralizer
Evaporator
Kristaliser
Rotary dryer
Heater udara
M – 220
M – 120
R – 110
R – 210
V – 310
X – 320
B – 340
E – 342
VII – 4
2. FC
Tangki penampung Ca(OH)
2
Tangki pengencer HCl
Tangki penampung CaCl
2
Reactor
Netralizer
Evaporator
Rotary dryer
M – 220
M – 120
F – 241
R – 110
R – 210
V – 310
B – 340
3. PC
Evaporator
Steam Jet Ejector.
V – 310
G – 313
4. LC
Tangki penampung Ca(OH)
2

Tangki pengencer HCl
Reactor
Netralizer
Evaporator.
M – 220
M – 120
R – 110
R – 210
V – 310
5. LI
Tangki penampung CaCl
2
Tangki penampung CO
2
F – 241
F – 113
6. R
Tangki penampung Ca(OH)
2
Tangki pengencer HCl
Reaktor
Netralizer
Evaporator.
M – 220
M – 120
R – 110
R – 210
V – 310

7.2. Keselamatan Kerja
VII – 5
Pada suatu pabrik, keseiamatan kerja merupakan faktor yang harus
mendapatkan perhatian besar, sebab apabila suatu pabrik mengabaikan masalah
ini dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan kerja yang
terjamin secara psikologis dapat membuat para pekerja yang terlibat didalamnya
merasa aman dan tenang serta lebih berkonsentrasi pada pekerjaan yang ditangani
sehingga produktivitas akan meningkat.
Usaha menjaga keselamatan kerja dan keamanan pabrik tidak hanya
ditujukn kepada faktor manusianya saja, tetapi juga untuk menjaga peralatan yang
ada dalam pabrik. Dengan terpeliharanya peralatan dengan baik maka diharapkan
peralatan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan dari pemasangan alat-alat instrumentasi adalah :
a. Untuk menjaga variabel proses berada dalam batas operasi suatu proses
produksi
b. Untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi
c. Untuk mempermudah pengoperasian peralatan yang dipakai dalam proses
produksi
d. Efisiensi dan keselamatan kerja lebih terjamin
Berdasarkan proses kerjanya, instrumentasi dapat dibedakan menjadi :
1. Proses Manual
Pada proses manual biasanya peralatan itu hanya terdiri dari instrumen
penunjuk dan pencatat yang sepenuhnya ditangani oleh tenaga manusia.
2. Proses Otomatis
VII – 6
Pengendalian secara otomatis dilakukan dengan alat kontrol yang dapat
bekerja dengan sendirinya dan terhubung oleh monitor agar setiap saat kita
dapat memantau performance alat proses.
Macam-macam bahaya yang biasa terjadi dalam pabrik yang harus
diperhatikan dalam perencanaan, yaitu :
1. Bahaya kebakaran
Bahaya kebakaran merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian,
oleh sebab itu diperlukan pengaman yang sebaik-baiknya terutama dalam
proses produksi.
Cara untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya
kebakaran antara lain :
a. Pemasangan pipa air melingkar (water hydrant) di seluruh areal pabrik.
b. Pemasangan alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau disetiap
tempat rawan ledakan dan kebakaran, terutama disekitar alat-alat proses
bertekanan dan bersuhu tinggi.
c. Pemasangan alat-alat listrik harus diatur sedemikian rupa agar tidak
berdekatan dengan sumber panas.
d. Membuat plakat-plakat, slogan-slogan atau Standar Operational
Procedures (SOP) pada setiap proses yang salah satu isinya menerangkan
bahaya dari proses atau alat yang bersangkutan.
Cara penanggulangan kebakaran, yaitu :
VII – 7
− Pencegahan kebakaran
− Pemasangan isolasi pada seluruh kabel-kabel transmisi yang ada
− Menempatkan alat-alat utilitas yang cukup jauh tetapi praktis dari unit
produksi
− Penempatan bahan-bahan yang mudah terbakar ditempat tertutup dan jauh
dari sumber api.
− Pemasangan pipa air melingkar diseluruh lokasi pabrik
− Penyediaan alat pemadam kebakaran disetiap bagian pabrik dan
pemasangannya harus pada tempat yang mudah terjangkau
− Pengamanan dan pengontrolan terhadap kebakaran
2. Bahaya mekanik
Bahaya mekanik biasanya disebabkan oleh pengerjaan konstruksi yang
tidak memenuhi syarat yang berlaku.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah kecelakaan adalah :
a. Konstruksi harus mendapat perhatian yang cukup tinggi
b. Perencanaan alat harus sesuai dengan aturan yang berlaku termasuk
pemilihan bahan konstruksi, pertimbangan faktor korosi. Perencanaan alat
under design biasanya lebih besar menciptakan bahaya ini.
c. Pemasangan alat kontrol atau indikator yang baik dan sesuai, serta
pemberian alat pengaman proses pada alat-alat yang beresiko besar
menciptakan terjadinya bahaya ini.
3. Bahaya terhadap kesehatan
VII – 8
Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja perlu adanya kesadaran
dari seluruh karyawan agar dapat bekerja dengan baik sehingga tidak
membahayakan keselamatan jiwa-jiwa dan orang lain. Untuk itu pengetahuan
akan bahaya masing-masing alat sangat penting diketahui oleh semua
karyawan terutama operator kontrol. Karyawan pada line bahan baku dan
produksi harus menggunakan pelindung diri, misalnya : topi, sepatu karet,
sarung tangan karet, dan masker.
Bahaya terhadap kesehatan juga perlu diwaspadai, umumnya berasal dari
bahan baku, bahan yang diproses dan produk. Karena itu diusahakan agar
ruangan proses maupun ruangan lainnya mempunyai ventilasi/pertukaran
udara, shower dan wastafel yang cukup sehingga dapat memberikan kesegaran
kepada karyawan serta dapat menghindari gangguan terhadap pernafasan atau
iritasi pada kulit..
4. Bahaya listrik
Bahaya pengoperasian maupun perbaikan instalasi listrik hendaknya selalu
digunakan alat pengaman yang disediakan pabrik, dengan demikian para
pekerja dapat terjaga keselamatannya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
-. Semua bagian pabrik harus diberi penerang yang cukup
-. Peralatan yang penting harus diberi switcher dan transformator diletakan
ditempat yang aman dan tersendiri
-. Peralatan listrik di bawah tanah sebaiknya diberi tanda dengan jelas
VII – 9
Tabel 7.2 Alat-alat keselamatan kerja pada pabrik CaCl
2
. 2H
2
O
No Lokasi Pengamanan Alat Pengaman
1 Semua unit proses Sepatu karet, pemadam
kebakaran, topi
2 Pekerja dan area pada bagian produksi dan
bahan baku
Masker, sarung tangan
plastik, shower dan
wastafel
3 Evaporator Isolasi panas
VII – 10
BAB VIII
UTILITAS
Utilitas pada suatu pabrik adalah salah satu bagian yang sangat penting
untuk menunjang jalannya proses produksi dalam suatu industri kimia, sehingga
kapasitas produksi semaksimal mungkin dapat dicapai. Unit utilitas yang
diperlukan pada Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini yaitu:
a. Air yang berfungsi sebagai air proses, air pendingin, air umpan boiler, air
sanitasi dan air untuk pemadam kebakaran.
b. Steam sebagai media pemanas dalam proses produksi.
c. Listrik yang berfungsi untuk menjalankan alat-alat produksi, utilitas dan
untuk penerangan.
d. Bahan bakar untuk mengoperasikan boiler.
Dari kebutuhan unit utilitas yang diperlukan, maka utilitas di dalam Pra
Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini terbagi atas 4 unit, yaitu:
1. Unit Penyediaan Steam
2. Unit Penyediaan Air
3. Unit Penyediaan Tenaga Listrik
4. Unit Penyediaan Bahan Bakar
.
8.1 Unit Penyediaan Steam
Kebutuhan steam dipenuhi dengan jalan menguapkan air di dalam sebuah
boiler. Untuk itu maka kesadahan air pengisi boiler harus benar-benar
VIII – 1
diperhatikan dan diperiksa dengan teliti serta harus bebas dari kotoran yang akan
mengganggu jalannya operasi pabrik. Jumlah steam yang dibutuhkan untuk
memproduksi Kalsium klorida Dihidrat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 8.1 Kebutuhan Steam
Kode Alat Nama Alat Massa steam (kg/jam)
R-110
R-210
V-310
G - 313
E-332
Reaktor
Netralizer
Evaporator
Steam Jet Ejector
Heater udara
218,5424
362,14
23699,2907
80,3411
1293,4851
Jumlah
25653,7993
Steam yang dibutuhkan dalam pabrik hidrogen dari batu bara ini
mempunyai kondisi :
- Tekanan 30 atm (145,3423 psia)
- Temperatur 300
o
C
Zat-zat yang terkandung dalam umpan air boiler yang dapat menyebabkan
kerusakan pada boiler adalah :
• Kadar zat terlarut (soluble matter) yang tinggi
• Zat padat terlarut (suspended solid).
• Garam-garam kalsium dan magnesium.
• Zat organic (organic matter)
• Silika, sulfat, asam bebas dan oksida.
8.2 Unit Penyediaan Air.
VIII – 2
Air di alam sangat jarang ditemukan dalam keadaan murni, air di alam selalu
mengandung senyawa-senyawa lain yang terlarut di dalamnya. Sebelum
digunakan sebagai bahan baku proses produksi, air harus dimurnikan untuk
mendapatkan kualitas yang diinginan. Berdasarkan zat pengotor air dibagi dalam
tiga karakteristik, yaitu fisik, kimia, dan biologi.
1. Karakteristik fisik :
a. Tidak berwarna.
b. Tidak berbau.
c. Tidak berbusa.
d. Mempunyai suhu dibawah suhu udara.
e. Kekeruhan kurang dari 1 ppm SiO
2
.
2. Karakteristik kimia :
a. Derajat Keasaman (pH)
Merupakan pengukur sifat keasaman dan kebasaan air yang
didefinisikan sebagai logaritma dari pertukaran konsentrasi ion-hidrogen
dalam mol per liter. Dengan demikian pH air murni adalah 7.
b. Alkalinitas.
Alkalinitas merupakan ketidakmurnian air karena adanya karbonat
dan bikarbonat dan hidroksida dalam air. Kebanyakan air bersifat alkalin
karena garam-garam alkalin sangat umum berada di tanah.
Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/L) kalsium
karbonat (CaCO
3
). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100
VIII – 3
ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari
100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang.
c. Kesadahan (Hardness)
Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca
2+
dan
Mg
2+
yang terdapat pada air tanah. Salah satu proses untuk pelunakan air
ialah melalui pengendapan senyawa Ca
2+
dan Mg
2+
. Proses ini bersifat
cepat (1 sampai 2 jam), dapat bersamaan dengan flokulasi, cara sederhana,
efisiensi cukup tinggi dan harga relatif lebih murah.
Sebagai kation kesadahan, Ca
2+
selalu berhubungan dengan anion
yang terlarut khususnya anion alkaliniti : CO
3
2-
, HCO
3
-
dan OH
-
. Ca
2+
dapat
bereaksi dengan HCO
3
-
membentuk garam yang terlarut tanpa terjadi
kejenuhan. Sebaliknya reaksi dengan CO
3
2-
akan membentuk garam
karbonat yang larut sampai batas kejenuhan dimana titik jenuh berubah
dengan nilai Ph. Bila titik jenuh dilampaui, akan terjadi endapan CaCO
3
dan terbentuk kerak pada dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada
proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit jenuh, karena
dalam keadaan tidak jenuh terjadi reaksi yang mengakibatkan karat pada
pipa. Ion Mg
2+
akan bereaksi dengan OH
-
membentuk garam yang terlarut
sampai batas kejenuhan dan mengendap sebagai Mg(OH)
2
bila titik
kejenuhan dilampaui.
Ion Ca
2+
dan Mg
2+
diendapkan sebagai CaCO
3
dan Mg(OH)
2
menurut reaksi kesetimbangan kimiawi sebagai berikut :
Mg
2+
+ 2 OH
-
Mg(OH)
2
(1)
VIII – 4
Ca
2+
+ CO
3
2-
CaCO
3
(2)
CO
3
2-
berasal dari karbondioksida CO
2
dan bikarbonat HCO
3
yang
sudah terlarut dalam air sesuai dengan reaksi berikut :
CO
2
+ OH
-
HCO
3
-

(3)
HCO
3
+ OH
-
CO
3
2-

+ H
2
O

(4)
Di dalam praktek, reaksi (1) dan (2) agak lambat. Untuk mempercepat
reaksi maka dosis bahan pelunak harus sedikit lebih banyak dari jumlah
yang diperhitungkan secara teoritis.
Ion OH
-
dapat memindahkan kesetimbangan reaksi (1) ke kanan
sehingga Mg(OH)
2
mengendap. Tambahan OH
-
juga membentuk CO
3
2-
melalui reaksi (3) dan (4) yang memindahkan kesetimbangan reaksi (2) ke
kanan sehingga CaCO
3
mengendap. Sumber ion OH
-
yang murah adalah
Ca(OH)
2
. Biasanya CO
2
dan HCO
3
-
yang terlarut dalam air cukup
jumlahnya untuk membentuk CO
3
2-
melalui reaksi (3) dan (4). Kalau kadar
karbonat kurang maka CO
3
2-
harus dibubuhkan melalui garam Na
2
CO
3
.
CO
3
2-
lebih mudah bergabung dengan Ca
2+
sehingga Na
+
tertinggal dalam
lautan.
Proses pengendapan (pemisahan lumpur CaCO
3
dari air) dapat
dipercepat dengan menggunakan tawas; demikian pelunakan dapat
dilaksanakan bersamaan dengan proses flokulasi. Tawas mengasamkan
larutan (pH turun) dan merubah perbandingan CO
2
/HCO
3
-
, sehingga
diperlukan tambahan Ca(OH)
2
untuk menetralkan larutan tersebut.
VIII – 5
Unit penyediaan air berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baik ditinjau
dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas air merupakan jumlah
kebutuhan air yang harus dipenuhi sedangkan dari segi kualitas air menyangkut
syarat air yang harus dipenuhi. Kebutuhan air total yang digunakan dalam Pra
Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini sebesar 329348,7715 kg/jam, yang
meliputi air sanitasi sebesar 2172,2646 kg/jam, air pendingin 284882 kg/jam, air
pemanas (umpan boiler) sebesar 6795, 30784 kg/jam, dan air proses sebesar 5592,
11509,8622 kg/jam.
8.2.1 Air sanitasi
Air sanitasi diperlukan untuk keperluan laboratorium, kantor, air untuk
mencuci, mandi, taman dan lain-lain. Air sanitasi untuk kebutuhan Pabrik
Kalsium Klorida Dihidrat adalah sebesar 2172,2646 kg/jam.
Standar air sanitasi yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Syarat fisik :
− Tidak berwarna.
− Tidak berbau.
− Tidak berbusa.
− Mempunyai suhu dibawah suhu udara.
− Kekeruhan kurang dari 1 ppm SiO
2
.
− pH netral.
3. Syarat kimia :
− Tidak beracun.
VIII – 6
− Tidak mengandung zat-zat organic maupun zat anorganik yang tidak
larut dalam air, seperti PO
4
3-
, Hg, Cu dan sebagainya.
3. Syarat mikrobiologis
Tidak mengandung kuman maupun bakteri, terutama bakteri patogen yang
dapat merubah sifat fisik air [Salvato Jr, Hal 34]
Kebutuhan air sanitasi pada Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat
ini adalah:
1. Untuk kebutuhan karyawan
Menurut standar WHO kebutuhan air untuk tap orang adalah 120
L/hari/orang.
2. Untuk laboratorium dan taman
Direncanakan kebutuhan air untuk taman dan laboratorium adalah sebesar
30% dari kebutuhan karyawan.
3. Untuk pemadam kebakaran dan cadangan air
Air sanitasi untuk pemadam kebakaran dan air cadangan direncanakan
sebesar 40% dari kebutuhan air sanitasi. Sehinga didapatkan kebutuhan air
sanitasi untuk pabrik sebesar 2172,2646 kg/jam.
8.2.2 Air umpan boiler
Air umpan boiler merupakan bahan baku pembuatan steam yang berfungsi
sebagai media pemanas. Kebutuhan steam pada Pra Rencana Pabrik Kalsium
Klorida Dihidrat ini digunakan pada Reaktor (R-110), Netralizer (R-210),
Evaporator (V-310), Steam Jet Ejector (G–313), Heater udara (E-332). Banyaknya
air yang disuplai untuk umpan boiler yaitu sebesar 30784,5592 kg/jam.
VIII – 7
Steam yang digunakan adalah saturated steam yang mempunyai tekanan
9,89 atm (145,3423 psia) dan temperatur 180 °C (356
o
F). Steam yang telah
dikondensasi dikembalikan lagi ke air umpan boiler.
Air untuk keperluan ini harus memenuhi syarat-syarat agar air tidak
merusak boiler (ketel). Air umpan boiler harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
Total padatan ( Total suspended solid ) = 3.500 ppm
Alkalinitas = 700 ppm
Padatan terlarut = 300 ppm
Silika = 60 – 100 ppm
Besi = 0,1 mg/L
Tembaga = 0,5 mg/L
Oksigen = 0,007 mg/L
Kesadahan (hardness) = 0 mg/L
Kekeruhan (turbidity) = 175 ppm
Minyak = 7 ppm
Residu fosfat = 140 ppm
[Perry, 6
th
ed, hal 9 – 76 ].
Selain harus memenuhi persyaratan tersebut diatas, air umpan boiler harus
bebas dari :
1. Zat-zat yang menyebabkan korosi, yaitu gas – gas terlarut, seperti O
2
,
CO
2
, H
2
S dan NH
3

VIII – 8
2. Zat-zat yang dapat menyebabkan busa, yaitu zat organik, anorganik dan
zat tak terlarut dalam jumlah besar.
3. Zat-zat yang dapat menimbulkan kesadahan akibat adanya ion Ca
2+
dan
atau Mg
2+
yang dapat menimbulkan kerak karena membentuk garam-
garam hidrogen karbonat dan garam-garam lain seperti CaSO
4
, MgSO
4
,
CaCl
2
, dan MgCl
2
. Untuk menghilangkan kesadahan dapat menggunakan
cara pertukaran ion di dalam ion exchanger.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut dan mencegah kerusakan pada
boiler, sebelum digunakan umpan air boiler, harus diolah lagi terlebih dahulu
melalui :
1. Demineralisasi, untuk menghilangkan ion-ion pengganggu.
2. Deaerator, untuk menghilangkan gas-gas terlarut.
Zat-zat yang terkandung dalam air umpan boiler yang dapat menyebabkan
kerusakan pada boiler adalah :
• Kadar zat terlarut (soluable matter) yang tinggi
• Zat padat terlarut (suspended solid)
• Garam-garam kalsium dan magnesium
• Zat organic (organic matter)
• Silica, sulfat asam bebas, dan oksida
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh air umpan boiler.
a. Tidak boleh membuih (berbusa)
Busa disebabkan oleh adanya solid matter, suspended matter, dan
kebasaan yang tinggi. Kesulitan yang dihadapi dengan adanya busa :
VIII – 9
• Kesulitan pembacaan tinggi liquida dalam boiler
• Buih dapat menyebabkan percikan yang kuat yang mengakibatkan adanya
solid-solid yang menempel dan mengakibatkan terjadinya korosi dengan
adanya pemanasan lebih lanjut.
Untuk mengatasi hal ini perlu adanya pengontrolan terhadap adanya
kandungan lumpur, kerak dan alkalinitas air umpan boiler.
b. Tidak boleh membentuk kerak dalam boiler
Kerak dalam boiler dapat menyebabkan :
• Isolasi terhadap panas sehingga proses perpindahan panas terhambat
• Kerak yang terbentuk dapat pecah sewaktu-waktu, sehingga dapat
menimbulkan kebocoran karena boiler mendapat tekanan yang kuat.
c. Tidak boleh menyebabkan korosi pada pipa
Korosi pada pipa boiler disebabkan oleh keasaman (pH rendah), minyak
dan lemak, bikarbonat dan bahan organik, serta gas-gas H
2
S, SO
2
, NH
3
, CO
2
,
O
2
yang terlarut dalam air. Reaksi elektrokimia antara besi dan air akan
membentuk lapisan pelindung anti korosi pada permukaan baja, yaitu :
Fe
2+
+ 2 H
2
O Fe(OH)
2
+ 2 H
+
Tetapi jika terdapat oksigen dalam air, maka lapisan hydrogen yang terbentuk
akan bereaksi dengan oksigen membentuk air. Akibat hilangnya lapisan
pelindung tersebut terjadilah korosi menurut reaksi :
4H
+
+ O
2
2H
2
O
4 Fe (OH)
2
+ O
2
+ 2H
2
O 4 Fe(OH)
3
VIII – 10
Adanya bikarbonat dalam air akan menyebabkan terbentuknya CO
2
, karena
pemanasan adanya tekanan. CO
2
yang terjadi bereaksi dengan air menjadi
asam karbonat, asam karbonat akan bereaksi dengan metal dan besi
membentuk garam karbonat. Dengan adanya pemanasan (kalor), garam
bikarbonat ini membentuk CO
2
lagi.
Reaksi yang terjadi :
Fe
2+
+ 2 H
2
CO
3
Fe(HCO)
2
+ H
2
Fe (HCO)
2
+ H
2
O + panas Fe(OH)
2
+ 2 H
2
O + 2 CO
2
Pelunakan air umpan boiler
Pelunakan air boiler yang dilakukan dengan pertukaran ion dalam
demineralisasi yang terdiri dari dua tangki, yaitu tangki kation exchanger dan
anion exchanger. Kation exchanger yang digunakan adalah resin zeolit (H
2
Z) dan
anion yang digunakan adalah deacidite (DOH).
Air dari bak air bersih dialirkan dengan pompa menuju kation exchanger.
Dalam tangki kation exchanger terjadi reaksi-reaksi sebagai berikut :
Ca(HCO
3
)
2
+ H
2
Z CaZ + 2CO
2
+ 2H
2
O
Na(HCO
3
)
2
+ H
2
Z NaZ + 2CO
2
+ 2H
2
O
Mg(HCO
3
)
2
+ H
2
Z MgZ + 2CO
2
+ 2H
2
O
CaSO
4
+ H
2
Z CaZ + H
2
SO
4
MgSO
4
+ H
2
Z MgZ + H
2
SO
4
CaCl
2
+ H
2
Z CaZ + 2HCl
2NaCl

+ H
2
Z NaZ + 2HCl
MgCl
2
+ H
2
Z MgZ + 2HCl
VIII – 11
Ion-ion bikarbonat, sulfat dan klor diikat dengan ion Z membentuk CO
2
dan
air, H
2
SO
4
dan HCl. Selanjutnya air yang bersifat asam ini dialirkan ke tangki
anion exchanger untuk dihilangkan anion-anion yang menggangu proses. Resin
yang digunakan dalam anion exchanger adalah Deacidite (DOH)
Dalam tangki anion exchanger terjadi reaksi sebagai berikut :

2DOH

+ H
2
SO
4
D
2
SO
4
+ 2H
2
O
2DOH

+ 2HCl D
2
Cl + 2H
2
O
2DOH

+ 2HNO
3
D
2
NO
3
+ 2H
2
O
sehingga air keluaran dari tangki demineralisasi adalah garam-garam kalsium,
natrium dan magnesium yang terikat pada kation exchanger dalam bentuk CaZ,
NaZ dan MgZ. Sedangkan H2SO4, HCl dan HNO3 terkut pada anion exchanger
dalam bentuk D2SO4, DCl dan DNO3. setelah keluar dari demineralisasi, air
umpan boiler telah bebas dari ion-ion pengganggu.
Setelah keluar dari tangki demineralisasi, air lunak digunakan untuk
memenuhi kebutuhan umpan boiler, air lunak ditampung dalam bak air lunak
yang selanjutnya dipompa ke bak steam kondensat yang befungsi sebagai tempat
penampungan air boiler dan steam kondensat. Dari bak steam kondensat air
dipompa ke deaerator untuk menghilangkan gas-gas impuritis pada air umpan
boiler dengan sistem pemanasan. Dari deaerator air dialirkan ke bak boiler feed
water. Dari bak boiler feed water air siap diumpankan ke boiler dengan pompa.
Steam yang dihasilkan boiler didistribusikan ke peralatan dan kondensat yang
dihasilkan di recycle.
Pemakaian resin yang terus menerus menyebabkan resin tidak aktif lagi. Hal
ini dapat diketahui dari pemeriksaan kesadahan air umpan boiler. Resin yang
VIII – 12
sudah tidak aktif menunjukkan bahwa resin sudah tidak jenuh dan perlu
diregenerasi. Regenerasi hidrogen exchanger dilakukan dengan menggunakan
asam sulfat atau asam klorida. Dengan reaksi sebagai berikut :
CaZ + H
2
SO
4
H
2
Z + CaSO
4
Na
2
Z + H
2
SO
4
H
2
Z + Na
2
SO4
MgZ + H
2
SO
4
H
2
Z + MgSO
4
CaZ + HCl H
2
Z + CaCl
Na
2
Z + HCl H
2
Z + NaCl
MgZ + HCl H
2
Z + MgCl
Sedangkan regenerasi anion exchanger dengan menggunakan larutan Na
2
CO
3
atau NaOH.
Reaksi yang terjadi :
D
2
SO
4
+ Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + Na
2
SO
4
+CO
2
2DCl + Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + 2NaCl + CO
2
2DNO
3
+ Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + NaNO
3
+ CO
2
8.2.3 Air Proses
Air proses digunakan untuk keperluan proses operasi. Jumlah air proses
yang dibutuhkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 8.2 Kebutuhan Air Proses
Kode alat Nama Laju air proses (kg/jam)
M-220
M-120
Tangki Ca(OH)
2
Tangki Pengenceran
14,3644
9577,1874
Jumlah 9591,5518
VIII – 13
8.2.4 Air pendingin
Berfungsi untuk mendinginkan alat perpindahan panas. Untuk penghematan,
air yang telah didinginkan pada cooling tower dapat digunakan kembali kecuali
bila terjadi kebocoran atau kehilangan maka perlu dilakukan penggantian air
pendingin.
Air digunakan sebagai media pendingin dengan alasan :
• Air merupakan materi yang banyak didapat
• Mudah dikendalikan dan dikerjakan
• Dapat menyerap panas
• Tidak mudah menyusut karena dingin
• Tidak mudah terkondensasi
Jumlah air pendingin yang dibutuhkan sebagai media pendingin pada
peralatan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 8.3 Kebutuhan Air Pendingn
Kode Alat Nama Alat
Kebutuhan
(kg/jam)
M - 120
M - 220
E - 213
X – 320
Tangki Ca(OH)
2
Tagki pengencer HCl
Barometrik Kondensor
Kristaliser
824,9831
311,6959
222643,0818
13622, 4721
Jumlah 237402,2329
Sebagai media pendingin air harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu
tidak mengandung :
VIII – 14
• Besi penyebab korosi.
• Silika penyebab kerak.
• Kesadahan yang memberikan efek pada pembentukan kerak.
• Minyak penyebab menurunnya efisiensi heat transfer yang merupakan
makanan mikroba karena terbentuknya endapan.
Proses Pengolahan Air Pada Unit Pengolahan Air
Air kawasan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air proses, air sanitasi,
air pendingin, air umpan boiler dan air panas.
Adapun proses pengolahannya adalah :
Air dari sungai dipompa (L-211) menuju bak skimmer (F-212) yang
berfungsi untuk membersihkan kotoran-kotoran yang terapung dalam air sungai.
Setelah itu air dipompa (L-213) menuju bak clarifier (F-214), disini terjadi proses
koagulasi dan flokulasi dengan penambahan alum sebagai koagulan dan diadakan
pengadukan dangan kecepatan yang cepat dan lambat agar alum dan air dapat
tercampur secara homogen. Untuk menganalisa hasil pengolahan air dari bak
clarifier, dapat menggunakan analisa alkalinitri melalui titrasi asam basa, asam
kuat seperti H2SO4 dan HCl menetralkan zat-zat alkaliniti yang merupakan zat
basah sampai titik akhir titrasi atau titik ekuivalen, kira-kira pada pH 8,3 dan pH
4,5. Titik akhir ini ditentukan oleh:
1. Jenis indikator yang dipilih dimana warnanya berubah-ubah pada pH titik
akhir titrasi.
VIII – 15
2. Perubahan nilai pH pada pH meter waktu titrasi asam basa dimana
lengkungan pada grafik pH versus volume asam memperlihatkan titik
akhir titrasi.
Titrasi asam basa menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer.
Setelah terjadi proses koagulasi dan flokulasi dalam bak clarifier,
kemudian menuju ke sand filter. Air yang keluar dari sand filter akan memiliki
turbiditas yang lebih rendah dibandingkan air keluaran clarifier, sebab flok-flok
ringan yang tidak terendapkan dan mengalir bersama air akan tertahan dalam
unggun.
Selama pengoperasian filter berlangsung, akan terbentuk timbunan
padatan pada media filtrasi. Hal tersebut akan menyebabkan berkurangnya laju
filtrasi, bahkan akan menyebabkan media filtrasi menjadi jenuh, dan proses filtrasi
tidak akan berjalan. Pada saat ini juga akan terjadi peningkatan hilang tekan
akibat tumbukan antara flok dan pasir. Penurunan tekanan pada sand filter ketika
terjadi kejenuhan akan mencapai 2 kg/cm
2
. Bila kondisi tersebut terjadi maka
perlu dilakukan backwash (pencucian balik) untuk membersihkan pasir dari flok-
flok yang tertangkap. Keluar dari sand filter air masuk ke bak air bersih (F-218)
dan diolah sesuai dengan fungsinya masin-masing, yaitu:
a. Pengolahan air sanitasi.
Air dari bak air bersih (F-218) dialirkan dengan pompa (L−228)
menuju ke bak klorinasi (F−230) dan ditambahkan desinfektan klorin (Cl
2
)
sebanyak 1 ppm yang diinjeksikan langsung ke pipa melalui nozzle. Dari bak
VIII – 16
klorinasi (F−230) air dialirkan menuju bak air sanitasi (F−231) dengan
menggunakan pompa (L−229) dan siap digunakan untuk air sanitasi.
b. Prose pelunakan air
Proses pelunakkan air (water softening) yang dilakukan pada 2 tangki
yaitu tangki kation exchanger (D-210A) dan anion exchanger (D-210B)
dengan menggunakan resin zeolit(H
2
Z) dan anion yang digunakan adalah
deacidite (DOH). Air yang dialirkan ke dalam tangki-tangki pelunakkan ini
akan melewati resin-resin tersebut sehingga terjadi pertukaran anion dan
kation.
Setelah keluar dari ion exchanger ini diharapkan air sudah tidak mengandung
ion Ca
2+
dan Mg
2+
sehingga air ini siap digunakan sebagai air pengisi boiler.
Untuk menghilangkan kandungan oksigen pada deaerator, ke dalam air
umpan boiler ditambahkan hidrazin (N
2
H
4
) yang akan bereaksi dengan
oksigen membentuk gas nitrogen.
N
2
H
4
+ O
2
2H
2
O + N
2
Gas Nitrogen yang dihasilkan ini tidak berbahaya bagi sistem dan tidak
menyebabkan bertambahnya total solid. Efisiensi dan kemurnian hidrazin
dapat mencapai 100 % yaitu 1 ppm hidrazin akan menghilangkan 1 ppm
oksigen dengan bertambahnya temperatur. Selain itu hidrazin juga melindungi
permukaan besi sehingga dapat terhindar dari korosi.
Jika diperlukan dapat juga ditambahkan natrium bisulfit untuk
mencegah terjadinya busa yang dapat membahayakan proses di dalam boiler
(busa menyebabkan kesulitan untuk melihat permukaan air di dalam boiler
VIII – 17
sehingga jika ketinggian air di bawah batas minimum yang diperbolehkan,
maka boiler harus dihentikan agar tidak meledak. Tetapi busa yang terjadi
dapat dihilangkan dengan melakukan spui yaitu penurunan tekanan di dalam
boiler tetapi cara ini juga merugikan karena kehilangan banyak energi (steam
terbuang).
Pemakaian resin yang terus menerus menyebabkan resin tidak aktif
lagi dan ini dapat diketahui dari pemeriksaan kesadahan air yang terus
menerus dan dilakukan regenerasi terhadap resin. Regenerasi terhadap resin
kation exchanger dilakukan dengan menggunakan HCl sedangkan resin anion
exchanger diregenerasi dengan NaOH.
Air lunak yang terdapat dalam bak air lunak (F−221) selanjutnya
digunakan untuk umpan boiler. Untuk air umpan boiler dialirkan dengan
pompa (L-222) ke deaerator (D−223) untuk menghilangkan gas-gas impurities
dengan sistem pemanasan. Keluar dari deaerator (D−223) air diumpankan ke
boiler dengan pompa (L−224). Steam yang dihasilkan boiler didistribusikan ke
peralatan dan kondensat yang terbentuk disirkulasi.
c. Air pendingin
Untuk memenuhi kebutuhan air pendingin, dari bak air bersih (F−218),
air dipompa (L−225) ke bak cooling tower (F−226). Kemudian air pendingin
tersebut dipompa ke peralatan dengan menggunakan pompa (L−227). Dan
setelah digunakan, air pendingin tersebut direcycle ke cooling tower (P−240).
8.3. Unit Penyediaan Listrik
VIII – 18
Kebutuhan listrik Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat menggunakan listrik dari
PLN dan generator set sebagai cadangan apabila suplai listrik dari PLN
mengalami gangguan. Tenaga listrik yang disediakan dipergunakan untuk
menggerakkan motor-motor penggerak, alat instrumentasi , pompa, dan lain-lain.
Perincian kebutuhan listrik :
Penunjang proses produksi = 217,7444 KW
Penerangan pabrik = 78,150 KW
8.4 Unit Penyediaan Bahan Bakar
Bahan bakar yang dibutuhkan oleh pabrik adalah berasal dari 2 sumber, yaitu
boiler dan generator. Pemilihan jenis bahan bakar yang digunakan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
• Harganya relative lebih murah
• Mudah didapat
• Viscositasnya relative rendah sehingga mudah mengalami pengabutan
• Heating valuenya relative lebih tinggi
• Tidak menyebabkan kerusakan pada alat
1. Boiler
Kebutuhan bahan bakar boiler sebesar 4781,1955 lb/jam.
2. Generator
Heating value bahan bakar = 19525
Kebutuhan bahan bakar = 0,0477 lbm/jam
VIII – 19
Jadi total kebutuhan bahan bakar dibutuhkan oleh Pabrik Kalium Klorida
Dihidrat pada unit penyediaan bahan bakar adalah:
= (4781,1955 + 0,0477) lbm/jam
= 4781,2432 lbm/jam
8.5 Unit Pengolahan Limbah
Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida dihidrat dari limestone dan asam
klorida ini dalam melaksanakan proses produksinya menghasilkan limbah, limbah
ini berupa limbah cair yang berasal dari sanitasi, bahan bakar dan minyak pelumas
dan limbah padat berupa sludge yang berasal dari thickener dan rotary vacum
filter.
Pengolahan limbah yang dilakukan, yaitu:
a. Pengolahan limbah cair
Tahapan pengolahan limbah cair, yaitu dipisahkan antara minyak dan air.
Sehingga air dapat dibuang dan aman bagi lingkungan.
b. Pengolahan limbah padat (sludge)
Pengolahan limbah sludge dengan proses pengendapan TSS (total
suspended solid), kemudian ditampung pada bak penampung sludge yang
kemudian dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari.
VIII – 20
STRUKTUR ORGANISASI PRA RENCANA PABRIK KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT
Diirektur Produksi dan Teknik
Direktur Administrasi dan Keuangan
Kabag Quality Control Kabag Umum Kabag Produksi
Kasie Proses
Kasie Pengendalian
Mutu
Kasie Penyediaan
Bahan
Kasie Gudang
Kabag Pemasaran Kabag Keuangan Kabag SDM
Kasie Humas
Kasie Personalia /
ketenagakerjaan
Kasie Transportasi
Kasie Kebersihan
Kasie Pemasaran
Kasie Penjualan
Kasie Promosi
Kasie Research
Marketing
Kasie Keamanan
Kasie Penyediaan
dan Pembelanjaan
Kasie Kesehatan
Kasie Pembukuan
Keuangan
Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Direktur Utama
Devisi Litbang
Kabag Teknik
Kasie Bengkel dan
Perawatan
Kasie Pemeliharaan
dan Perbaikan
Kasie Utilitas
Kasie Proses
X - 23
BAB X
STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Suatu perusahaan biasanya memiliki bentuk organisasi yang berfungsi
sebagai penghubung yang sifatnya dinamis, dalam arti dapat menyesuaikan diri
terhadap segala perubahan, dan pada hakekatnya struktur organisasi merupakan
suatu bentuk yang dengan sadar diciptakan manusia untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pada umumnya organisasi dibuat dalam suatu struktur yang merupakan
gambaran skematis tentang hubungan atau kerjasama antar departemen yang
terdapat dalam kerangka usaha untuk mencapai suatu tujuan tersebut.
10.1.Dasar Perusahaan
Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Lokasi pabrik : Sidayu, Gresik
Kapasitas produksi : 70.000 ton/thn
10.2.Bentuk Perusahaan
Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat dasar direncanakan berstatus perusahaan
swasta nasional yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), bentuk ini digunakan
dengan alasan :
1. Terbatasnya tanggung jawab para pemegang saham karena segala sesuatu
yang menyangkut kelancaran perusahaan dipegang oleh pimpinan perusahaan
X − 1
X − 2
dan setiap pemegang saham hanya mungkin menderita kerugian sebesar
jumlah yang ditanamkan pada PT yang bersangkutan.
2. Kedudukan atau wewenang antara pimpinan perusahaan dan para pemegang
saham (pemilik) terpisah satu sama lain.
3. Kemungkinan terhimpunnya modal yang besar dan mudah, yaitu dengan
membagi modal atas sejumlah saham-sahamnya. PT dapat menarik modal dari
banyak orang.
4. Kehidupan PT lebih terjamin karena tidak berpengaruh oleh berhentinya salah
seorang pemegang saham, direktur atau karyawan. Ini berarti suatu PT
mempunyai potensi hidup lebih permanen dari bentuk perusahaan lainnya.
5. Adanya efisiensi dalam perusahaan. Tiap bagian dalam PT dipegang oleh
orang yang ahli dalam bidangnya. Tiap orang atau tiap bagian mempunyai
bagian dengan tugas yang jelas, sehingga ada dorongan untuk mengerjakan
sebaik-baiknya.
10.3.Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang digunakan adalah sistem garis dan staff. Alasan
pemilihan sistem garis dan staff adalah :
1. Terdapat kesatuan pimpinan dan perintah, sehingga disiplin kerja lebih baik.
2. Biasa digunakan untuk organisasi yang cukup besar dengan produksi kontinu.
3. Sering digunakan dalam perusahaan yang berproduksi secara massal.
4. Masing-masing kepala bagian/manager secara langsung bertanggung jawab
atas aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
X − 3
5. Pimpinan tertinggi pabrik dipegang oleh seorang direktur yang bertanggung
jawab kepada Dewan Komisaris. Anggota Dewan Komisaris merupakan
wakil-wakil dari pemegang saham dan dilengkapi dengan staff ahli yang
bertugas memberikan saran kepada direktur.
Di samping alasan tersebut ada beberapa kebaikan yang dapat mendukung
pemakaian sistem organisasi staf dan garis yaitu :
1. dapat digunakan oleh setiap organisasi besar, apapun tujuannya, betapapun
luas tugasnya dan betapapun kompleks susunan organisasinya.
2. pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah dapat diambil, karena adanya
staf ahli.
3. perwujudan “the right man in the right place” lebih mudah dilaksanakan.
Dari kelebihan-kelebihan sistem organisasi garis dan staf di atas maka
dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan sistem organisasi
perusahaan pada Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat yaitu menggunakan sistem
organisasi garis dan staf. Pembagian tanggung jawab dan wewenang berdasarkan
departementasi. Pada setiap departemen dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil lagi yaitu divisi. Selanjutnya tiap divisi dibagi lagi menjadi unit-unit.
Setiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang dibantu oleh
asisten manajer, sedangkan untuk divisi dikepalai oleh seorang divisi manajer
yang dibantu oleh asisten divisi manajer.
X − 4
10.4. Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi
1. Pemegang Saham
Pemegang saham adalah sekelompok orang yang ikut dalam pengumppulan
modal untuk mendirikan pabrik dengan cara membeli saham perusahaan.
Pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang besarnya tergantung dari
prosentase kepemilikan saham. Kekayaan pribadi pemegang saham tidak
dipertanggungjawabkan sebagai jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
Penanam saham wajib menanamkan modalnya paling sedikit 1 tahun. Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah rapat dari pemegang saham yang
memiliki kekuasaan tertinggi dalam mengambil keputusan untuk kepentingan
perusahaan. RUPS biasanya dilakukan paling sedikit sekali dalam setahun,
atau selambat-lambatnya enam bulan sejak tahun buku yang bersangkutan
berjalan (neraca telah aktif).
2. Dewan Komisaris
Dewan komisaris terdiri dari para pemegang saham perusahaan. Pemegang
saham adalah pihak−pihak yang menanamkan modalnya untuk perusahaan
dengan cara membeli saham perusahaan. Besarnya kepemilikan pemegang
saham terhadap perusahaan tergantung/sesuai dengan besarnya modal yang
ditanamkan, sedangkan kekayaan pribadi dari pemegang saham tidak
dipertanggungjawabkan sebagai jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
Pemegang saham harus menanamkan saham paling sedikit 1 (satu) tahun.
Tugas dan wewenang dewan komisaris adalah :
X − 5
a. Bertanggung jawab terhadap pabrik secara umum dan memberikan laporan
pertanggungjawaban kepada para pemegang saham dalam RUPS.
b. Menerima pertanggungjawaban dari para manager pabrik.
3. Direktur Utama
Posisi direktur utama merupakan pemimpin tertinggi perusahaan secara
langsung dan penanggung jawab utama dalam perusahaan scara keseluruhan
selama perusahaan berdiri. Tugas dan wewenang direktur utama adalah :
a. menetapkan strategi perusahaan, membuat perencanaan kerja dan
menginstruksikan cara-cara pelaksanaannya kepada manager.
b. Mengurus harta kekayaan perusahaan.
c. Menetapkan sistem organisasi yang dianut dan menetapkan pembagian
ekrja, tugas, dan tanggung jawab dalam eprusahaan untuk mencapai
tujuan atau target perusahaan yang telah direncanakan.
d. Mengadakan koordinasi yang tepat pada seluruh bagian organisasi.
e. Memberikan instruksi resmi kepada bawahannya untuk melaksanakan
tugas masin-masing.
f. Mempertanggungjawabkan kepada dewan komisaris semua anggaran
pembelanjaan dan pendapatan perusahaan.
g. Selain tugas diatas, direktur utama berhak mewakili perseroan secara sah
dan langsung dalam segala hal dan kejadian yang berhubungan dengan
keperntingan perusahaan. Dan harus berkonsultasi kepada dewan
komisaris setiap akan melakukan tindakan perusahaan yang krusial seperti
X − 6
peminjaman uang ke Bank, memindahtangankan perseroan untuk
menanggung hutang perusahaan, dll).
4. Penelitian dan Pengembangan (R&D).
Divisi LITBANG bersifat independent. Divisi ini bertanggung jawab langsung
kepada direktur utama. Divisi LITBANG bertugas mengembangkan secara
kreatif dan inovatif segala aspek perusahaan terutama yang berkaitan dalam
peningkatan kualitas produksi sehingga mempu bersaing dengan produk
kompetitor.
5. Manajer Pabrik
Manager pabrik diangkat dan diberhentikan oleh direktur utama. Manager
pabrik bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran produksi, dimulai dari
perencanaan produksi, perencanaan bahan baku, perangkat produksi. Tugas
utamanya adalah merencanakan, mengontrol, dan mengontrol semua kegiatan
yang berkaitan dari mulai bahan baku sampai menghasilkan produk.
6. Manager Admnistrasi
Manager administrasi memiliki ruang lingkup kerja yang lebih luas dari
amnager produksi. Manager administrasi bertanggung jawab atas segala
kegiatan kerja diluar produksi. Semua manajemen perusahaan diatur dan
dijalankan oleh bagian administrasi, termasuk strategi pemasaran, pengaturan
keuangan perusahaan, hubungan masyarakat, dan mengatur masalah
ketenagakerjaan.
X − 7
7. Departemen Quality Control (Pengendalian Mutu)
Departemen QC bertugas mengawasi mutu bahan baku yang diterima dan
produk yang dihasilkan. Selama mengawasi mutu produk, tidak hanya produk
jadi saja yang di analisis tapi juga pada setiap tahapan proses. Misalnya pada
tahap dewatering dan defueling, departemen QC harus mengontrol apakah
base oil yang keluar dari alat flash drum II sudah memenuhi ketentuan yang
ditetapkan untuk dialirkan ke proses selanjutnya.
8. Departemen Produksi
Kepala Dept. Produksi bertanggung jawab atas jalannya proses produksi
sesuai yang direncanakan, termasuk merencanakan kebutuhan bahan baku
agar target produksi terpenuhi.
a. Divisi Produksi
Divisi produksi bertanggung jawab kepada kepala Dept. Produksi atas
kelancaran proses. Divisi ini juga mengatur pembagian shift dan kelompok
kerja sesuai spesialisasinya pada masing-masing tahapan proses dan
mengendalikan kondisi operasi sesuai prosedurnya.
b. Divisi Gudang
Bertanggung jawab kepada kepala Dept. Produksi atas ketersedian bahan
baku yang dibutuhkan sesuai banyaknya produksi yang diinginkan
sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan, mengatur aliran
distribusi bahan baku dari tangki supply ke dalam gudang dan selain itu
juga mengatur aliran distribusi produk untuk dialirkan ke tangki suply.
X − 8
9. Departemen Teknik
Kepala Dept. Teknik bertanggung jawab atas kelancaran alat-alat proses
selama produksi berlangsung, termasuk pemeliharaan alat proses dan
instrumentasinya. Apabila ada keluhan pada alat penunjang produksi maka
dept. teknik langsung mengatasi masalahnya.
a. Divisi Utilitas
Bertanggung jawab kepada kepala Dept. Teknik mengenai kelancaran alat-
alat utilitas.
b. Divisi Bengkel & Perawatan
Bertugas memperbaiki alat-alat atau instrumen yang rusak baik alat
produksi maupun peralatan utilitas. Divisi ini juga diharapkan
menciptakan alat-alat yang inovatif untuk menunjang kelancaran produksi.
10. Departemen Pemasaran
Kepal Dept. Pemasaran bertanggung jawab dalam mengatur masalah
pemasaran produk, termasuk juga melakukan research marketing agar
penentuan harga dapat bersaing di pasaran, menganalisis strategi pemasaran
perusahaan maupun kompetitor, mengatur masalah dsitribusi penjualan
produk ke daerah-daerah, melakukan promosi pada berbagai media massa baik
cetak maupun elektronik agar produk dapat terserap konsumen.
a. Divisi Penjualan
Bertanggung jawab kepada kepala Dept. Pemasaran mengenai penjualan
produk pada berbagai daerah distribusi sekaligus mensurvei kebutuhannya
agar dapat dipasok setiap saat.
X − 9
b. Divisi promosi
Melakukan promosi ke berbagai sumber tentang kelebihan produk
perusahaan minimal masyarakat konsumen mengetahui produk yang
diproduksi perusahaan.
c. Divisi Research Marketing
Melakukan analisis pasar untuk memenangkan persaingan dengan
kompetitor dan selalu membuat strategi pemasaran setiap saat sesuai
perkembangan di lapangan.
d. Divisi Transportasi
Mengatur distribusi produk agar tepat sasaran dan tepat waktu.
11. Departemen Keuangan
Kepala Dept. Keuangan bertanggung jawab mengatur neraca perusahaan
dengan melakukan pembukuan sebaik-baiknya baik pemasukan ataupun
pembelanjaan untuk kebutuhan perusahaan, selain itu juga membayarkan gaji
ke rekening bank tiap karyawan pada setiap akhir bulan. Dan juga
membayarkan jaminan sosial atas pemutusan hak kerja (PHK) karyawan.
Dept. Keuangan membawahi 2 divisi yaitu :
a. Divisi Pembukuan Keuangan
b. Divisi Penyediaan & Pembelanjaan
12. Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Kepala Dept. SDM bertugas merencanakan, mengelola, dan mendayagunakan
SDM, baik yang telah bekerja ataupun yang akan dipekerjakan. Selain itu
Dept. SDM mengatur masalah jenjang karier dan masalah penempatan
X − 10
karyawan, atau pemindahan karyawan antar departermen atau antar divisi
sesuai dengan tingkat prestasinya.
a. Divisi Kesehatan
Bertugas memperhatikan kesehatan karyawan. Apabila poliklinik yang
tersedia tidak dapat mengatasi masalah kesehatan karyawan maka dapat
diintensifkan di rumah sakit langganan perusahaan sesuai kebutuhan
pengobatan.
b. Divisi Ketenagakerjaan
Mengatur kesejahteraan karyawan seperti pemberian fasilitas atau bonus
perusahaan untuk karyawan yang berprestasi. Selain itu merekrut tenaga
kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
13. Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS)
Kepala Dept. Humas bertugas menjalin hubungan kemasyarakatan baik di
dalam perusahaan, antar instansi ataupun dengan masyarakat setempat. Selain
itu menjaga kenyamanan, keindahan, dan keamanan perusahaan dari mulai
keindahan taman, toilet sampai kebersihan gudang dan produksi. Keamanan
perusahaan meliputi pengontrolan setiap kendaraan yang masuk perusahaan
baik kendaraan bahan baku, produk, sampai kendaraan tamu. Dan juga
menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja di seluruh area pabrik.
Dept. Humas membawahi 2 divisi yaitu :
a. Divisi Keamanan
b. Divisi Kebersihan
X − 11
10.5.Jaminan Sosial
Jaminan sosial adalah jaminan yang diterima oleh pihak karyawan jika
terjadi sesuatu hal yang bukan karena kesalahannya menyebabkan dia tidak dapat
melakukan pekerjaan.
Jaminan sosial yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan adalah :
a. Tunjangan
• Tunjangan di luar gaji pokok, diberikan kepada tenaga kerja tetap
berdasarkan prestasi yang telah dilakukannya dan lama pengabdiannya
kepada perusahaan tersebut.
• Tunjangan lembur yang diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja di luar
jam kerja yang telah ditetapkan (khusus untuk tenaga kerja shift)
b. Fasilitas
Fasilitas yang diberikan berupa seragam kerja untuk karyawan, perlengkapan
keselamatan kerja (misal helm, sarung tangan, sepatu boot, kacamata
pelindung dan lain-lain), antar jemput bagi karyawan, kendaraan dinas, tempat
tinggal dan lain-lain.
c. Pengobatan
Untuk pengobatan dan perawatan pertama dapat dilakukan di poliklinik
perusahaan dan diberikan secara cuma-cuma kepada karyawan yang
membutuhkan dengan ketentuan sebagai berikut :
• Untuk pengobatan dan perawatan yang dilakukan pada rumah sakit yang
telah ditunjuk akan diberikan secara cuma−cuma
X − 12
• Karyawan yang mengalami kecelakaan atau terganggu kesehatannya
dalam menjalankan tugas perusahaan, akan mendapat penggantian ongkos
pengobatan penuh.
d. Insentive atau bonus
Insentive diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan
merangsang gairah kerja karyawan. Besarnya insentive ini dibagi menurut
golongan dan jabatan. Pemberian insentive untuk golongan operatif (golongan
kepala seksi ke bawah) diberikan setiap bulan sedangkan untuk golongan di
atasnya diberikan pada akhir tahun produksi dengan melihat besarnya
keuntungan dan target yang dicapai.
e. Cuti
• Cuti tahunan selama 12 hari kerja dan diatur dengan mengajukan
permohonan satu minggu sebelumnya untuk dipertimbangkan ijinnya
• Cuti sakit bagi tenaga kerja yang memerlukan istirahat total berdasarkan
surat keterangan dokter
• Cuti hamil selama 3 bulan bagi tenaga kerja wanita
• Cuti untuk keperluan dinas atas perintah atasan berdasarkan kondisi
tertentu perusahaan
10.6.Jadwal dan Jam Kerja
Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini direncanakan akan beroperasi selama
330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari, sisa harinya digunakan untuk
perbaikan dan perawatan atau dikenal dengan istilah shut down.
X − 13
a. Untuk pegawai non shift
Bekerja selama 6 hari dalam seminggu (total kerja 40 jam per minggu)
sedangkan hari minggu dan hari besar libur. Pegawai non shift ini termasuk
karyawan yang tidak langsung menangani operasi pabrik, misalnya : direktur,
kepala departemen, kepala divisi, karyawan kantor/administrasi dan divisi−
divisi di bawah tanggung jawab non teknik atau yang bekerja di pabrik dengan
jenis pekerjaan tidak kontinu.
Ketentuan jam kerja adalah sebagai berikut :
• Senin – Kamis : 08.00 – 16.00 (Istirahat : 12.00 – 13.00)
• Jum’at : 08.00 – 16.00 (Istirahat 11.00 – 13.00)
• Sabtu : 08.00 – 12.00
b. Untuk pegawai shift
Sehari bekerja 24 jam, yang terbagi dalam 3 shift. Karyawan shift ini termasuk
karyawan yang secara langsung menangani proses operasi pabrik, misalnya :
kepala shift, operator, karyawan-karyawan shift, gudang serta keamanan dan
keselamatan kerja. Ketentuan jam kerja pegawai shift sebagai berikut :
Shift I : 07.00 – 15.00
Shift II : 15.00 – 23.00
Shift III : 23.00 – 07.00
Jadwal kerja dibagi dalam empat minggu dan empat kelompok (regu). Setiap
kelompok kerja akan mendapatkan libur satu kalil dari tiga kali shift. Jadwal
kerja karyawan shift dapat dilihat pada tabel 10.1.
X − 14
Tabel 10.1. Jadwal Kerja Karyawan Pabrik
Regu
Minggu
Pertama Kedua Ketiga Keempat
I
II
III
IV
Libur
Pagi
Siang
Malam
Pagi
Siang
Malam
Libur
Siang
Malam
Libur
Pagi
Malam
Libur
Siang
Malam
Karena kemajuan suatu pabrik atau perusahaan tergantung pada
kedisiplinan karyawannya, maka salah satu cara untuk menciptakan kedisiplinan
adalah dengan memberlakukan presensi. Dari mulai direktur utama sampai
karyawan kebersihan diberlakukan presensi setiap jam kerjanya yang nantinya
dapat menjadi pertimbangan perusahaan dalam meningkatkan karier
karyawannya.
10.7.Penggolongan dan Tingkat Pendidikan Karyawan
Penggolongan dan tingkat pendidikan karyawan berdasarkan tingkat
kedudukan dalam struktur organisasi Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida
Dihidrat (gambar 10.1) yaitu :
1. Direktur Utama : Sarjana Teknik Kimia S-2 atau min S-1
2. Manager
a. Manager pabrik : Sarjana Teknik Kimia.
b. Manager administrasi : Strata 2 administrasi (FIA).
3. Penelitian & Pengembangan : Sarjana Kimia (MIPA)
X − 15
4. Kepala Departemen
a. Departemen QC : Sarjana Kimia (MIPA)
b. Departemen produksi : Sarjana Teknik Kimia
c. Departemen teknik : Sarjana Teknik Mesin
d. Departemen pemasaran : Sarjana Ekonomi
e. Departemen keuangan : Sarjana Ekonomi
f. Departemen SDM : Sarjana Psikologi Industri
g. Departemen Humas : Sarjana Hukum
5. Kepala divisi
a. Divisi produksi : Sarjana Teknik Kimia
b. Divisi gudang : Sarjana segala jurusan
c. Divisi utilitas : Sarjana Teknik Mesin
d. Divisi bengkel&perawatan : Sarjana Teknik Mesin
e. Divisi penjualan : Sarjana Ekonomi
f. Divisi promosi : Diploma Public Relation & Promotion
g. Divisi research marketing : Sarjana Ekonomi
h. Divisi tranportasi : Diploma Ekonomi
i. Divisi pembukuan & keuangan : Sarjana Ekonomi
j. Divisi penyediaan & pembelanjaan : Sarjana Ekonomi
k. Divisi kesehatan : Kedokteran
l. Divisi ketenagakerjaan : Sarjana segala jurusan
m. Divisi keamanan : Diploma
n. Divisi kebersihan : Diploma
X − 16
6. Staff : Diploma / SMU / SMK.
10.8.Perincian Jumlah Tenaga Kerja
Step dalam proses = 5.
Kapasitas produksi = 70.000 ton/th = 210,1212 ton/hari, dengan M = 15,2 P
0,25
.
Berdasarkan Vilbrant, fig. 6.35, hal. 235 M = 58 orang
tahapan hari
jam
×
.
Karena jumlah proses keseluruhan terbagi dalam 5 tahap, maka :
Karyawan proses = 58 orang
tahapan hari
jam
×
× 5 tahap = 290 orang
hari
jam
Karena satu hari terdapat 3 shift kerja, maka :
Karyawan Proses =
hari
shift
3
hari
jam
orang 290
= 97 orang
shift
jam
Karena setiap karyawan shift bekerja selama 8 jam / hari, maka :
Karyawan proses =
hari
jam
8
shift
jam
orang 7 9
= 12 orang
shift
hari
Karena karyawan shift terdiri atas 4 regu, yaitu 3 regu bekerja dan 1 regu libur,
maka :
Jumlah karyawan proses keseluruhan = 12 orang
shift
hari
x 4 regu = 48 orang setiap
hari (untuk 4 regu).
Jumlah karyawan harian = 139 orang
X − 17
Jadi jumlah karyawan total yang diperlukan pada pabrik kalsium klorida dihidrat
dari limestone dan asam klorida adalah 187 orang. Perincian kebutuhan tenaga
kerja dapat dilihat pada tabel 10.2.
Tabel 10.2. Jabatan dan tingkat pendidikan tenaga kerja.
No. Jabatan (Tugas) SLTP SMU D3 S1 S2
1. Direktur utama 1
2. Manager pabrik 1
3. Manager administrasi 1*
4. Sekretaris 2*
5. Kepala LITBANG (R&D) 1*
6. Staff LITBANG (R&D) 2 2* 2
7. Kepala Dept. QC 1
8. Staff QC 5* 5*
9 Kepala Dept. Produksi 1
10. Kepala Dept. Teknik 1
11. Kepala Dept. Pemasaran 1
12. Kepala Dept. Keuangan 1
13. Kepala Dept. SDM 1
14. Kepala Dept. Humas 1
15. Kepala Divisi Produksi 1*
16. Staff Produksi 48
17. Kepala Divisi Gudang 1
18. Staff Gudang 8 2
19. Kepala Divisi Utilitas 1
20. Staff Utilitas 6 3
21. Kepala Divisi Bengkel & Perawatan 1
22. Staff Bengkel & Perawatan 15*
23. Kepala Divisi Penjualan 1
24. Staff Penjualan 5*
25. Kepala Divisi Promosi 1
26. Staff Promosi 4*
27. Kepala Divisi Research Marketing 1
28. Staff Research Marketing 4*
29. Kepala Divisi Transportasi 1
30. Staff Transportasi 10* 2
31. Kepala Divisi Pembukuan Keuangan 1
32. Staff Pembukuan Keuangan 5*
X − 18
33. Kepala Divisi Penyediaan &
Pembelanjaan
1
34. Staff Penyediaan & Pembelanjaan 2*
35. Kepala Divisi Kesehatan 1
36. Staff Kesehatan 2
37. Kepala Divisi Ketenagakerjaan 1
38. Staff Ketenagakerjaan 2*
39. Kepala Divisi Keamanan 1*
40. Staff Keamanan 18*
41. Kepala Divisi Kebersihan 1*
42. Staff Kebersihan 12*
JUMLAH 15 48 55 72
TOTAL KARYAWAN 187
Catatan :
* Pendidikan minimal
Pendidikan SMU dan yang sederajat.
10.9.Status Karyawan dan Sistem Pengupahan (Gaji)
Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini mempunyai sistem pembagian gaji
yang berbeda-beda kepada karyawan. Hal ini berdasarkan pada kriteria sebagai
berikut :
1. Tingkat pendidikan
2. Pengalaman kerja
3. Tanggung jawab dan kedudukan.
4. Keahlian
5. Pengabdian pada perusahaan (lamanya bekerja).
X − 19
Berdasarkan kriteria di atas, karyawan akan menerima gaji sesuai dengan
status kepegawaiannya. Status kepegawaiannya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Karyawan reguler
Karyawan reguler adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan
surat keputusan (SK) dan mendapat gaji bulanan berdasarkan kedudukan,
keahlian dan masa kerjanya
2. Karyawan borongan
Karyawan borongan adalah pekerja yang dipergunakan oleh pabrik bila
diperlukan saja, misalnya bongkar muat barang dan lain-lain. Pekerja ini
menerima upah borongan untuk pekerjaan tersebut.
3. Karyawan harian
Karyawan harian adalah pekerja yang diangkat dan diberhentikan oleh
manajer pabrik berdasarkan nota persetujuan manajer pabrik atas pengajuan
kepala yang membawahinya dan menerima upah harian yang dibayarkan
setiap akhir pekan.
X − 20
Tabel 10.3. Daftar Upah (Gaji) Karyawan
No Jabatan (Tugas) Jumlah Gaji/bulan Total
(Rp) (Rp)
1
Direktur utama
1 9.000.000 9.000.000
2
Manager pabrik
1 6.000.000 6.000.000
3
Manager administrasi
1 6.000.000 6.000.000
4 Sekretaris
2 1.500.000 3.000.000
5
Kepala LITBANG (R&D)
1 5.000.000 5.000.000
6
Staff LITBANG (R&D)
2 2.500.000
5.000.000
2 1.250.000 2.500.000
2 900.000 1.800.000
7 Kepala Dept. QC
1 3.000.000 3.000.000
8
Karyawan QC 5 1.250.000 6.250.000
5 900.000 4.500.000
9
Kepala Dept. Produksi
1 3.000.000 3.000.000
10 Kepala Dept. Teknik 1 3.000.000 3.000.000
11 Kepala Dept. Pemasaran
1 3.000.000 3.000.000
12 Kepala Dept. Keuangan 1 3.000.000 3.000.000
13 Kepala Dept. SDM
1 3.000.000 3.000.000
14
Kepala Dept. Humas
1 3.000.000 3.000.000
15 Kepala Divisi Produksi
1 3.000.000 3.000.000
16 Karyawan Produksi
48 1.000.000 48.000.000
17
Kepala Divisi Gudang
1 3.000.000 3.000.000
18 Staff Gudang
10 900.000 9.000.000
19
Staff Utilitas 3 900.000 2.700.000
6 600.000 3.600.000
20
Kepala Divisi Bengkel &
Perawatan
1 3.000.000 3.000.000
21
Staff Bengkel &
Perawatan
15 750.000 11.250.000
22 Kepala Divisi Penjualan
1 3.000.000 3.000.000
23
Staff Penjualan
5 850.000 4.250.000
24 Kepala Divisi Promosi
1 3.000.000 3.000.000
25 Staff Promosi 4 850.000 3.400.000
26
Kepala Divisi Research
Marketing
1 3.000.000 3.000.000
X − 21
27 Staff Research Marketing
4 1.250.000 5.000.000
28 Kepala Divisi Transportasi 1 2.000.000 1.500.000
29
Staff Transportasi 2 900.000 1.800.000
10 600.000 6.000.000
30
Kepala Divisi Pembukuan
Keuangan
1 3.000.000 3.000.000
31
Staff Pembukuan
Keuangan
5 1.500.000 7.500.000
32
Kepala Divisi Penyediaan
& Pembelanjaan
1 3.000.000 3.000.000
33
Staff Penyediaan &
Pembelanjaan
2 1.250.000 2.500.000
34 Kepala Divisi Kesehatan
1 3.000.000 3.000.000
35 Staff Kesehatan
2 1.500.000 2.500.000
36
Kepala Divisi
Ketenagakerjaan
1 3.000.000 3.000.000
37 Staff Ketenagakerjaan
2 1.250.000 2.500.000
38 Kepala Divisi Keamanan 1 2.000.000 2.000.000
39 Staff Keamanan 18 800.000 14.400.000
40 Kepala Divisi Kebersihan
1 1.500.000 1.500.000
41 Staff Kebersihan 15 600.000 9.000.000
Total
238.450.000
BAB XI
EVALUASI EKONOMI PABRIK
Dalam pendirian suatu pabrik selain perencanaan prosesnya. Analisa
ekonomi merupakan salah satu faktor yang penting untuk mengetahui apakah
pabrik itu layak didirikan atau tidak bila ditinjau dari segi ekonomi. Untuk
perhitungan analisa ekonomi pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini dibuat suatu
evaluasi yang ditinjau terhadap :
1. Laju pengembalian modal (Rate of Return)
2. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time)
3. Titik impas (Break Even Point)
Dalam perhitungan ketiga faktor tersebut perlu diketahui :
a. Total Capital Investment (TCI). yang terdiri dari:
1. Modal tetap (Fixed Capital Investment)
2. Modal kerja (Working Capital Investment)
b. Total Production Cost (TPC). yang terdiri dari:
1. Biaya pembuatan (Manufacturing Cost)
2. Biaya pengeluaran umum (General Expenses)
c. Pendapatan Total
d. Biaya Total
Untuk mengetahui besarnya titik impas (BEP) perlu dilakukan penafsiran
terhadap:
1. Biaya tetap (Fixed Cost)
XI - 1
2. Biaya semi variable (Semi Variable Cost)
3. Biaya variable (Variable Cost)
Berikut ini adalah rincian harga peralatan, bahan baku, produk, utilitas,
tanah dan gaji karyawan (perhitungan dapat dilihat pada Appendiks E), dari
Appendiks E didapatkan :
1. Harga total peralatan = Rp. 58.469.967.607,00
2. Harga bahan baku /tahun = Rp 283.948.000.000,00
3. Harga produk/tahun = Rp 1.469.580.000.000,00
4. Biaya utilitas = Rp 649.302.417,00
5. Harga tanah dan bangunan = Rp 132.580.000.000,00
6 Gaji karyawan/tahun = Rp 2.861.400.000,00
11.1 TOTAL CAPITAL INVESTMENT (TCI)
A. Modal langsung (Direct Cost /DC)
Harga Peralatan E Rp. 58.469.967.607,00
Isolasi 14% Rp. 8.185.795.464,98
Tanah
Rp.
56.000.000.000,00
Pemasangan Instalasi 40%
Rp.
23.387.987.042,80
Instrumentasi dan alat kontrol 13%
Rp.
7.601.095.788,91
Perpipaan 31%
Rp.
18.125.689.958,17
Listik 10%
Rp.
5.846.996.760,70
Bangunan
Rp.
76.580.000.000,00
Halaman pabrik 55%
Rp.
32.158.482.183,85
Perbaikan 20%
Rp.
11.693.993.521,40
Angkutan 0,50%
Rp.
292.349.838,04
Total direct cost
Rp.
298.342.358.165,85
B. Modal tidak langsung (Indirect Cost /IC)
XI - 2
Enginering 32%E
Rp
18.710.389.634,24
Biaya konstruksi 15%E
Rp
8.770.495.141,05
Biaya tidak terduga 10%E Rp 5.846.996.760,70
Total indirect Cost Rp 33.327.881.535,99
C. Modal tetap (Fixed Capital Investment/FCI)
Modal tetap (FCI) = Total Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung
FCI = Rp. 298.342.358.165,85 + Rp. 33.327.881.535,99
= Rp 331.670.239.701,84
D. Modal Kerja (Work Capital Investment/WCI)
Work Capital Investation (WCI) = 15 % TCI
Total Capital Investment (TCI) = WCI + FCI
= 15 % TCI + Rp 331.670.239.701,84
= Rp. 390.200.000.000
Jadi WCI = 15 % TCI = Rp. 58.530.042.300
Modal yang digunakan terdiri dari :
a. 60 % modal sendiri = Rp. 35.118.025.380
b. 40 % pinjaman = Rp 14.047.210.152
11.2 Biaya Produksi (TPC)
A. Biaya Produksi Langsung (Direct Production Cost/DPC)
Bahan baku untuk 1 tahun Rp. 283.948.000.000,00
Gaji karyawan untuk 1 tahun Rp. 2.861.400.000,00
Utilitas untuk 1 tahun Rp. 649.302.417,00
Pemeliharaan & perbaikan 2 % FCI Rp. 6.633.404.794
Laboratorium 10 % FCI Rp. 33.167.023.970
Patent & royalties 1 % FCI Rp. 3.316.702.397
Supervisi 15 % FCI Rp. 49.750.535.955
Total Rp. 380.326.000.000
XI - 3
B. Biaya Produksi Tetap ( FPC )
Pajak kekayaan 2 % FCI Rp. 6633404794
Asuransi 5 % FCI Rp. 16583511985
Depresiasi peralatan 10 % FCI Rp. 33167023970
Bunga pinjaman 10 % pinjaman Rp. 1404721015
Total
Rp. 57.788.661.765
Biaya overhead = 60 % (gaji karyawan + supervisi + pemeliharaan)
= 60 % (2.861.400.000,00 + 49.750.535.955,00 + 6.633.404.794,00)
= Rp. 35.547.204.450
C. Biaya umum ( General Expenses)
Biaya administrasi 20% TPC Rp. 135.332.000.000
Biaya distribusi dan penjualan 5% TPC Rp. 33833016839
Biaya Research & Development 5% TPC Rp. 33833016839
Biaya Pengeluaran Umum 202.998.000.000
TPC = Biaya produksi langsung (DPC) + biaya produksi tetap (FPC) + biaya
umum (GE)
= Rp 380.326.000.000,00 + Rp 57.788.661.765,00 + 202.998.000.000,00
Total Production Cost (TPC) = Rp. 676.660.000.000,00
11.3 ANALISA EKONOMI
Metode yang digunakan : Discounted Cash Flow
11.3.1. Asumsi yang Diambil
1. Modal
∗ Modal milik sendiri (equity) : 60 %
XI - 4
∗ Modal pinjaman bank : 40 %
2. Bunga pinjaman per tahun: : 15 %
3. Masa konstruksi : 2 tahun
∗ Tahun I : 50 % modal sendiri dan 50 % modal pinjaman
∗ Tahun II : 50 % modal sendiri dan 50 % modal pinjaman
4. Laju inflasi : 10 %
5. Pengembalian pinjaman : 10 tahun
6. Umur Pabrik : 10 tahun
7. Kapasitas produksi
∗ Tahun I : 60 %
∗ Tahun II : 80 %
∗ Tahun III : 100 %
8. Pajak pendapatan
∗ untuk Rp25 juta pertama : 5 %
∗ untuk Rp25 juta –50 juta : 10 %
* untuk Rp 50 juta – 100 juta : 15 %
* untuk Rp 100 juta – 200 juta : 20 %
∗ untuk > Rp 200 juta : 35 %
11.3.2 Perhitungan Investasi
Investasi awal = Rp 390.200.282.002,16
Modal sendiri = Rp 234.120.000.000,00
Modal pinjaman = Rp 156.080.000.000,00
XI - 5
Total investasi pabrik pada masa konstruksi pada tahun pertama dan kedua seperti
terlihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 11.1 Perhitungan modal sendiri pada masa konstruksi
Modal
sendiri % Jumlah Inflasi (10%) Total (Rp)
I 100 234.120.000.000,00 23.412.016.920 257.532.186.121,43
II 25.753.218.612 25.753.218.612
Total modal sendiri pada saat akhir waktu konstruksi 283.285.404.733,57
Tabel 11.2 Perhitungan modal pinjaman pada masa konstruksi
Modal
pinjaman
Kredit
modal (%) Jumlah Bunga (15%) Total
I 50 78.040.056.400 11.706.008.460 89.746.064.860
II 50 78.040.056.400 11.706.008.460 89.746.064.860
Pada akhir tahun kedua 11.666.988.432 11.666.988.432
Modal pinjaman akhir masa konstruksi 179.492.000.000
11.3.3 Perhitungan Biaya Operasi
Tabel 11.3 Perhitungan biaya operasi untuk beberapa kapasitas produksi
Biaya-biaya operasi
Berdasarkan kapasitas / thn
60% 80% 100%
Bahan baku dan pembantu 170369000000 227158000000 283.948.000.000,00
Gaji karyawan 2861400000 2861400000 2.861.400.000,00
Direct Supervisory 429210000 429210000 429210000
Utilitas 389581450,2 519441933,6 649.302.417,00
Pemeliharaan dan perbaikan 3677760962 3677760962 3.677.760.962,00
Operating supplies 551664144,3 551664144,3 551664144,3
Biaya laboratorium 18388804812 18388804812 18388804812
Depresiasi peralatan dan bangunan 18388804812 18388804812 18.388.804.812,00
Pajak lokal 2758320722 2758320722 2.758.320.722,00
Asuransi 9194402406 9194402406 9.194.402.406,00
Bunga pinjaman bank 778819968 778819968 778.819.968,00
Biaya overhead 65969680909 65969680909 65.969.680.909,00
General expenses 175976000000 175976000000 175.976.000.000,00
XI - 6
Total biaya operasi 469733000000 526653000000 583.572.171.152,30
Untuk kapasitas produksi yang lain biaya bahan baku dan pembantu, biaya utilitas
serta biaya umum harganya berubah. sedangkan biaya yang lain tetap.
11.3.4Tabel Cash Flow
Penyusunan Tabel Cash Flow
Thn % Produksi Investasi Hasil TPC
Modal Pin- Total Pen- Biaya Depre- Bunga
Sendiri jaman jualan operasi siasi


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Thn
%
Produksi Laba Cash Pengembalian
Net
Cash
Sebe- Pajak Sete- Flow Pokok Flow
lum lah
pajak pajak

(1) (2) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
Keterangan Tabel Cash Flow
Kolom 1 : Tahun mulai dari masa konstruksi sampai umur pabrik
Kolom 2 : Persentase produksi
Kolom 3 : Modal sendiri
Kolom 4 : Pinjaman (sudah termasuk bunga bank atas pinjaman dan bunga
dari pinjaman tahun pertama). Jumlahnya merupakan total
pinjaman pada akhir masa konstruksi yang harus dikembalikan
secara mengangsur selama 10 tahun.
XI - 7
Kolom 5 : Modal total
Kolom 6 : Hasil penjualan untuk masing-masing persentase produksi
Kolom 7 : Biaya operasi untuk masing-masing persentase produksi
Kolom 8 : Depresiasi per tahun = 0,1 (FCI – tanah – 0,5 bangunan)
Kolom 9 : Bunga pinjaman
= 0,18 Pinjaman per tahun
Kolom 10 : Laba sebelum pajak = hasil penjualan – biaya operasi –
depresiasi – bunga
Kolom 11 : Pajak = (5%×25 juta) + (10%×25 juta) + (15%×50 juta) + (20%
×100 juta) + (35%×(laba sebelum pajak – 200 juta))
Kolom 12 : Laba sesudah pajak = laba sebelum pajak – pajak
Kolom 13 : Cash Flow = laba sesudah pajak + depresiasi
Kolom 14 : Pengembalian pinjaman
* Tahun 1 = 5% × total pinjaman pokok
* Tahun 2-10 = 10% × total pinjaman pokok
* Tahun 10 = 15% × total pinjaman pokok
Kolom 15 : Net Cash Flow = cash flow – pengembalian pinjaman
XI - 8
Tabel 11.4 Cash Flow
Investasi
Tahun ke -
n
%
produksi Modal sendiri
Modal
pinjaman Investasi
Hasil
penjualan Biaya operasi Depresiasi Bunga
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
-2 0 257532186121 89746064860 347278250982
-1 0 25753218612 89746064860 115499283473
0 0 283285404734 179492129721 462777534455
1 60 1426158000000 469733250186 18388804812 26923819458
2 80 1901544000000 526652710669 18388804812 25597765819
3 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 24072804134
4 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 22319098196
5 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 20302336368
6 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 19309113904
7 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 15514800793
8 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 12477394354
9 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 8984376949
10 100 2,37693E+12 583572171152 18388804812 4967406933
XI - 9
Laba
Sebelum pajak Pajak Sesudah pajak Cash Flow
(10) (11) (12) (13)
Pengembalian
pinjaman
(14)
Net cash flow
(15)
911112125544 318850493941 592261631604 610650436416 8840357594 601810078821
1330904718700 465777901545 865126817155 883515621967 10166411234 873349210733
1750896219902 612774926966 1138121292936 1156510097748 11691372919 1144818724830
1752649925840 613388724044 1139261201796 1157650006608 13445078856 1144204927751
1754666687668 614094590684 1140572096984 1158960901796 15461840685 1143499061111
1755659910132 614442218546 1141217691586 1159606496398 16455063148 1143151433249
1759454223243 615770228135 1143683995108 1162072799920 20249376260 1141823423660
1762491629682 616833320389 1145658309293 1164047114105 23286782699 1140760331406
1765984647087 618055876480 1147928770606 1166317575418 26779800104 1139537775315
1770001617102 619461815986 1150539801117 1168928605929 30796770119 1138131835809
XI - 10
A. Rate On Equity (ROE)
Untuk memperoleh laju pengembalian modal sendiri digunakan
persamaan :

=
+
10
1 n
n
) i 1 (
NCF

; NCF = Net Cash Flow ; Harga i dicari dengan trial
Tabel 11.5 Rate On Equity
Tahun ke - n Net Cash Flow Discounted Cash Flow
Trial i = 0.32
0 283285404734
1 601810078821 451580888878
2 873349210733 491745196884
3 1144818724830 483687669297
4 1144204927751 362750653000
5 1143499061111 272029685060
6 1143151433249 204061158929
7 1141823423660 152943712855
8 1140760331406 114657690275
9 1139537775315 85943611972
10 1138131835809 64410036359
Total 2683810303509
Dari trial didapatkan i = 0,32
Karena i = 0,32 > 0,18 maka pabrik kalsium klorida layak didirikan
B. Internal Rate Of Return ( IRR )
Untuk memperoleh laju pengembalian investasi total digunakan persamaan :

=
+
10
1 n
n
) i 1 (
CF

= Investasi total akhir masa konstruksi
CF = Cash Flow ; Harga i dicari dengan trial
Tabel 11.6 Internal Rate Of Return
XI - 11
Tahun ke - n Cash Flow Discounted Cash Flow
Trial i = 0.22
0 462777534455
1 610650436416 500869832642
2 883515621967 594399778889
3 1156510097748 638184186199
4 1157650006608 523969600699
5 1158960901796 430258838717
6 1159606496398 353104992895
7 1162072799920 290240997472
8 1164047114105 238466942561
9 1166317575418 195977696329
10 1168928605929 161105370544
Total 3926578236947
Dari trial diperoleh i = 0,22
Karena i = 0,22 > 0,18 maka pabrik kalsium klorida layak didirikan
C. Pay Out Time (POT)
Pay Out Time adalah masa pengembalian modal investasi dari laba
yang dihitung dikurangi penyusutan, atau waktu yang diperlukan untuk
mengembalikan modal investasi.
Tabel 11.7 Pay Out Time
Tahun ke - n Cash Flow Kumulatif Cash Flow
0 462777534455
1 610650436416 610650436416
2 883515621967 1494166058383
3 1156510097748 2650676156131
4 1157650006608 3808326162739
5 1158960901796 4967287064535
6 1159606496398 6126893560932
7 1162072799920 7288966360852
8 1164047114105 8453013474958
9 1166317575418 9619331050376
10 1168928605929 10788259656305
XI - 12
Interpolasi antara tahun ke-4 dan ke-5
x
1
= 4
x
2
= 5
y
1
= 3808326162739
y
2
= 4967287064535
y = 253.981.845.291
x =
) y y (
) x x ( ) y - y (
x
1 2
1 2 1
1


+
Sehingga didapatkan pay out time (= x) = 1,1133 tahun
D. Break Even Point (BEP)
Break Even Point atau titik impas adalah titik dimana jika tingkat
kapasitas pabrik berada pada titik tersebut maka pabrik tidak untung dan tidak
rugi, atau harga penjualan sama dengan biaya produksi.
1. Fixed charge (Cf) 57.788.661.765
2. Biaya semi variabel (Csv)
a. gaji karyawan 2.861.400.000
b. direct supervisory 49.750.535.955
c. pemeliharaan dan perbaikan 6.633.404.794
d. operating supplies 3.316.702.397
e. biaya laboratorium 33.167.023.970
f. biaya overhead 35.547.204.450
g. general expenses 202.998.101.035
total Csv 334.274.372.601
3. Biaya variabel (Cv)
a. bahan baku 283.948.000.000
b. utilitas 649.302.417
total biaya variabel 284.597.302.417
4. penjualan (S) 1.469.580.000.000
XI - 13
% 100
2.417 284.597.30 2.601 334.274.37 7 , 0 000.000 1.469.580.
2.601) 334.274.37 (0,3 .765 57.788.661

100%
C 0.7C S
0.3C C
BEP
v Sv
Sv f
×
− × −
× +
=
×
− −
+
=
= 16,62 %
Tabel 11.8 Break Even Point / titik impas
Kapasitas
produksi C
f
S C
sv
Cv C
f
+C
sv
+C
v
0 57788661765 0 100282311780 0 158070973545
60% 57788661765 881748000000 200564623560 170758381450 429111666775
80% 57788661765 1175664000000 267419498081 227677841934 552886001779
100% 57788661765 1469580000000 334274372601 284597302417 676660336782
Titik impas dapat juga dilihat dari grafik berikut ini:
Cf
S
Cf+Csv+Cv
0
200000000000
400000000000
600000000000
800000000000
1000000000000
1200000000000
1400000000000
1600000000000
0 20 40 60 80 100 120
Kapasitas Produksi (%)
B
i
a
y
a

(
R
p
)
XI - 14
BAB XII
KESIMPULAN
12.1. Kesimpulan
Dari hasil beberapa analisa perhitungan pra rencana pabrik Kalsium
Klorida Dihidrat dapat diambil kesimpulan bahwa sangat menguntungkan dan
dapat direalisasikan pada tahap pembangunan. Untuk menilai sampai dimana
kelayakan Desain Proyek Kalsium Klorida Dihidrat ini, maka perlu ditinjau
beberapa hal sebagai berikut :
12.1.1 Segi bahan Baku
Bahan baku yang digunakan mudah didapatkan di pasaran dan juga sering
digunakan di industri kimia lain.
12.1.2 Segi Produk
Produk yang dihasilkan memiliki daya jual yang tinggi karena di
Indonesia. Hal ini juga didukung dari data yang ada, yaitu industri-industri yang
menggunakan Kalsium Klorida Dihidrat yang menggunakan seperti industri
industri pulp, industri peleburan batu bara, industri drying agent, industri paper
dan lain-lain.
12.1.3 Teknik dan Peralatan
Secara teknik dalam pra rencana pabrik ini digunakan banyak peralatan
yang umum dipakai dalam industri kimia, mudah didapat serta tidak terlalu rumit
dalam perancangan dan pengoperasiannya.
XII - 1
12.1.4 Segi Sosial
Dari segi sosial, pendirian Pabrik ini sangat bermanfaat, karena:
a. Menciptakan lapangan pekerjaan
b. Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)
12.1.5 Segi Lokasi Pabrik
Dari segi lokasi, pemilihan daerah pada Pra Rencana Pabrik Kalsium
Klorida Dihidrtat ini sangat tepat, karena :
a. Mudah memperoleh bahan baku.
b. Mudah dalam hal transportasi dan pemasaran
c. Sarana penunjang seperti air, tanah dan tenaga kerja cukup memadai
12.1.6 Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor dominan yang perlu dipertimbangkan
dalam pendirian suatu pabrik. Setelah dilakukan analisa ekonomi terhadap Pra
Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat yang direncanakan beroperasi selama
10 tahun ini layak didirikan, melihat data − data sebagai berikut:
a. Sistem operasi : kontinu
b. Lama operasi : 330 hari kerja/tahun (24 jam per hari)
c. Kapasitas produksi : 70000 ton/tahun
d. Bahan baku utama :
- Limestone : 536181,782 ton/tahun
- Asam klorida 26 % b/b : 38791,9818 ton/tahun
e. Bahan baku penunjang:
- Lime (Ca(OH)
2
: 356,6067 ton/tahun
XII - 2
f. Utilitas
- Air sungai : 253,1117 m
3
/hari
- Steam : 629867,7332 kg/hari
- Kebutuhan air pendingin : 657,5176 m
3
/hari
- Bahan bakar : 53270,9188 kg/hari
- Listrik : 250 kW/hari
g. Lokasi Pabrik : Sidayu,Gresik, Jatim
h. Luas pabrik : 14 ha
i. Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
j. Jumlah tenaga kerja : 187 orang
k. Analisa Ekonomi
a. Pembiayaan
 FCI (modal tetap) : Rp. 331.670.239.701,84
 WCI (modal kerja) : Rp. 58.530.042.300,00
 TCI (investasi total) : Rp. 390.200.000.000,00
 TPC(biaya produksi total) : Rp 676.660.000.000,00
b. Penerimaan
 Hasil penjualan produk per tahun : Rp. 1.469.580.000.000,00
c. Analisa ekonomi:
- IRR : 22%
- POT : 1,1133 tahun
- BEP : 16,62 %
XII - 3
Secara keseluruhan, dari uraian tersebut diatas baik dari segi ekonomi
maupun segi teknis, Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini layak
didirikan.
XII - 4
DAFTAR PUSTAKA
Badger, W.L. and Banchero, J.T. 1955. Introduction to Chemical Engineering.
International Student Edition. Sidney: McGraw-Hill.
Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya.
Brownell, L.E. and Young, E.H. 1959. Process Equipment Design. New York:
Wiley Eastern Limited.
Brown, G.G. 1950 . Unit Operations . New York: John Wiley & Sons.
Evans Jr., F.L. 1979. Equipment Design Handbook for Refineries and
ChemicalPlants. 2
nd
ed. Texas: Gulf Publishing Company.
Foust, A.S. 1980. Principles of Unit Operations. 2
nd
ed. New York: John Wiley
& Sons.
Geankoplis, C.I. 1993. Transport Processes and Unit operations. 3
rd
ed. New
Jersey: Prentice-Hall, Inc
.
Hesse, H.C and Rushton, J.H., 1959. Process Equipment Design. D. Vann
Nostrand Company. Inc, New Jersey.
Himmelblau, D.M. 1996. Basic Principles and Calculation in Chemical
Engineering. 6
th
ed. New Jersey: Prentice-Hall.
Hougen, O.A. 1943 . Chemical Process Principles. 2
nd
ed. New York Wiley
International Edition.
Hugot, E. 1986 . Handbook of Cane Sugar Engineering.3
rd
ed. Amsterdam:
Elsevier.
Incropera, F.P. 2002. Fundamentals of Heat and Mass Transfer. 5
th
ed.
Singapore: John Wiley & Sons.

Joshi, M.V. 1981 . Process Equipment Design.Professor of Engineering
Department of Chemical Technology University of Bombay. 2
nd
ed.
Kern, D.Q. 1965. Process Heat Transfer. Singapore: International Student
Edition McGraw-Hill.
Keyes, Donald.B. 1957. Industrial Chemical. 2
nd
ed. John Wiley & Sons, Inc.
Kirk-Othmer. 1979 . Encyclopedia of Chemical Technology. vol.6, 3
rd
ed. New
York: John Wiley & Sons.
Levenspiel, O. 1999.Chemical Reaction Engineering.3
rd
ed. New York:John
Wiley & Sons.
Mc.Cabe, W.L. and Smith, J.C. , Harriot, P. 1993 .Unit Operations of Chemical
Engineering. 5
th
ed. Singapore:McGraw-Hill,
McKetta, John J. 1979. Encyclopedia of Chemical Processing and Design. Vol.
8. New York: Marcel Dekker.
Perry, R.H. and Chilton, C.H. 1950. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook.
3
th
ed. New York: McGraw-Hill.
Perry, R.H. and Chilton, C.H. 1973. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook.
5
th
ed, New York: McGraw-Hill.
Perry, R.H. and Chilton, C.H. 1984. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook.
6
th
ed, New York: McGraw-Hill.
Perry, R.H. and Chilton, C.H. 1997. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook.
7
th
ed, New York: McGraw-Hill.
Peters, M.S. and Timmerhaus, K.D. 2003. Plant Design and Economics for
Chemical Engineers. 5
th
ed. New York: McGraw-Hill.
Rase, Howard F. 1977. Chemical Reactor Design for Process Plants. New
York: John Wiley & Sons.
Saverns, W.H., Degler, H.E. and Miles, J.C. 1996. Steam, Air and Gas Power.
5
th
edition. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Smith, J.M., Van Ness, H.C. 1996. Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics. 5
th
ed. Singapore: McGraw-Hill.
Ullmann’s. 2003. Encyclopedia of Industrial Chemistry. 6
th
ed. Weinheim:
Wiley-VCH.
Ulrich, G.D. 1984. A Guide to Chemical Engineering Process Design and
Economics.Canada: John Wiley & Sons.
Wallas Stanley M. 1988 .Chemical Process Equipment Selection and Design.
Singapore: Butterworths Publisher
http:/ptcl.chem.ox.ac.uk/MSDS/SO/calcium_chloride.html.

http://ptcl.chem.ox.ac.uk/MSDS/SO/calcium_chloride.html
http://www.bu.edu/es/labsafety/ESMSDSs/MScalcium_carbonate.html
http://avogadro.chem.iastate.edu/MSDS/HCl-0.1Mto55pct.html
http://en.wikipedia.org/wiki/
Limestone
HCl
WP
CWR
CO2
SC
S
LI
TC
CaO
CaCl2.2H2O
G- 112
F -121
L- 211
L- 232
L- 111
L-122
L-224
L- 322
J-345
G-341
H- 343
E-342
B
- 330
R- 110
J-130
J-133
J - 223
LC F- 241 LI
ALIRAN MASSA ( Kg / jam )
Udara
H-330
J- 344
J- 331
TC
X-320
V-310
E-312 G-313
PC TI
TC
TC
LC
TC
R
M- 220
LC
C-131
H-132
F- 113
LC
CTW
TC
FC
R FI
H-230
H-240
F-314
Udara
W
R-210
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
UNIT PENGOLAHAN AIR
PRA RENCANA PABRIK
KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE DAN ASAM KLORIDA
DENGAN PROSES NETRALISASI
Ir. ACHMAD CHUMAIDI, MT.
ZUHDI MA’SUM, ST.
DOSEN PEMBIMBING MENYETUJUI
DIRANCANGOLEH :l
ELMI YUNI ADI MAGHFIROH (0205010003)
ENDAH VIA DOLOROSA (0305010034)
NO
1
2
3
4
5
6
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
KODE
F-121
L-122
M-120
L-123
-
J-130
J-133
G-112
F-113
F-221
J-222
J-223
M-220
L-224
R-210
L-211
NAMA ALAT
TANGKI PENAMPUNGHCl
POMPA
TANGKI PENGENCER HCl
POMPA
OPEN YARD
BELT CONVEYOR
BALL MILL
VIBRATINGSCREEN
BUCKET ELEVATOR
REAKTOR
BLOWER CO2
TANGKI CO2
POMPA
SILOCaO
SCREWCONVEYOR
BUCKET ELEVATOR
TANGKI Ca(OH)2
POMPA
REAKTOR NETRALISER
POMPA
R-110
7
8
C-131
H-132
L-111
21
22
23
24
25
H-230
H-240
L-242
V-310
THICKENER
ROTARY DRUM VACUM FILTER
TANGKI CaCl2
POMPA
EVAPORATOR
F-241
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
G-312
G-313
X-320
H-330
L-331
J-332
B-340
G-341
POMPA
BAROMETRIK KONDENSOR
STEAMJET EJECTOR
HOT WILL
KRISTALISER
CENTRIFUGE
POMPA
SCREWCONVEYOR
ROTARY DRYER
BLOWER UDARA
L-311
F-314
36
37
38
39
40
E-342
H-343
J-344
J-345
F-350
HEATER UDARA
CYCLONE
SCREWCONVEYOR
BUCKET ELEVATOR
SILOCaCl2
CaCO3
MgCO3
Impur i t i e s
4868, 2694
13373, 2256 9577, 1874
5
67, 2891
1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
MgCl 2
H2 O 7
8
9
10
CO2
Ca O
Ca( OH)2
Mg( OH) 2 11
12 CaCl 2 . 2H2 O
TOTAL
1
2
3
4
5
6
NO
HCl
KOMP ONEN
CaCl 2
4868, 2694
22950, 4130
6594, 3314
67, 2891
732, 7035
67, 2891
7, 4766
7, 4766
7327, 0349
74, 7657
74, 7657
6594, 3314
67, 2891
67, 2891 67, 2891 67, 2891
2934, 2994
7319, 1280
76, 0673
24547, 5920
44, 7530
14, 3644
59, 1174
7398, 9077
7, 6067
24150, 8082
5, 9118
41, 8865
7380, 9189 17, 98889
0, 0185 7, 5882
24092, 0906 58, 7176
5, 9118
41, 8865
7380, 3567
24090, 2557
0, 0562
7, 5882
2, 3409
19 20 21 22 23 24 25 18
11376, 5470
25164, 3890
11376, 5470
7450, 2600 17714, 1290
4932, 5701
5361, 8267
222, 2049
204, 4156
4728, 1544
5139, 6218 134, 0424
0, 2044 204, 2112
88, 1625
8523, 8779 8, 5324 8532, 4103 8532, 4103
26 27 28
0, 2024
13, 4828
8, 4471
0, 0020
120, 5596
0, 0853
204, 2112
88, 1625
8523, 8779
S
CTW
SC
CTWR
WT
L I
T C
T I
F C
P C
LC
NO
1
2
3
4
5
6
9
10
11
12
13
14
15
16
KODE KETERANGAN
7
8
NOMOR ALIRAN MASSA
TEMPERATUR
ALIRAN LIQUID
TEKANAN
ALIRAN SOLID
LEVEL CONTROLLER
PRESSURE CONTROLLER
FLOWCONTROLLER
TEMPERATUR CONTROLLER
TEMPERATUR INDICATOR
LEVEL INDICATOR
STEAM
COLLINGWATER
STEAMCONDENSATE
COOLINGWATER RETURN
WATER TREATMENT
3 0
4
3 0
6
3 0
5
3 0
7
1
1 1
3
L-123
M- 120
LC
FC R
FI
2
9
8
F-221
J- 222
3 0
1 0
12
13
14
3 0
1 5
16
3 0
1 7
18
20
23
24
6 0
2 1
6 0
2 2
26
3 0
2 7
2 5
2 8
F- 350
3 0
3 0
3 0
4 0 4 0
4 0
3 0
4 0
4 5
4 5
9 0
3 0
8 0
5 1 , 5
1 0 0
18241, 495 9577, 1874 27818, 6824 679552, 6205 747, 6567 7476, 5663 6728, 9096 32010, 1284 2934, 2994 44, 7530 14, 3644 59, 1174 17714, 1290 31672, 41 31480, 5977 191, 81239 41470, 6124 9, 9853 13940, 936 18826, 807 292, 3737 13, 6852 120, 6469 8816, 2516 134, 2468 9867, 7762 436, 6205 10294, 3968
PROGRAMSTUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
FLOWSHEET PRA RENCANA PABRIK
KALSIUMKLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE DAN ASAM
KLORIDA DENGAN PROSES NETRALISASI
L- 311

¯I.|¯¯ |a
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
UNIT PENGOLAHAN AIR
PRA RENCANA PABRIK
KALSIUM KLORIDA DIHIDRAT DARI LIMESTONE DAN ASAM KLORIDA
DENGAN PROSES NETRALISASI
Ir. ACHMAD CHUMAIDI, MT.
ZUHDI MA’SUM, ST.
DOSEN PEMBIMBING MENYETUJUI
DIRANCANG OLEH :
ENDAH VIA DOLOROSA (0305010034)
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
PERANCANGAN ALAT UTAMA
REAKTOR NETRALISER
]\|ll!
xä//ll llälll
xä//ll läxllx\\!
xä//ll llll 1\\ll
läxl\\l
r\\l ll\!l
llx\\x||\
ll| \xl |l\\l!
|l1lxl \\xl \xl |l\\l!
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ Iº1 |l\ll r | !\ll 11J
\\rl\!ä\

\lllxlll
xä//ll |.(äl,:
1\xläll
ll\x|l
|\\ll!
!l!ll \!\\
xä//ll \!l\1
ll!ll\x|\x r\l\x läx\!lll\l
lälä\ llx|\lll
I
:
1
J
¯
»
¯
|
º
I1
II
I:
I1
IJ



I|

llx|\lll
räl!llx|
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
|\lräx \!lll \\ :|1 |l\ll |
|\lräx \!lll
ll|l \llä\ \!lll \\ Iº1 |l\ll r | !\ll 11J
ll|l \llä\ \!lll \\ :J1 |l\ll 1 !\ll 1I»
|\lräx \!lll
h|¡\|l ¡|¡|| \¡\·
¡\h|\k \¡\·
¡\h|\k \¡\·
h|¡\|l |\·| |l\¡|
¯: |a
h|¡\|l \0IIl|
: |a
I».J 1 | a
|0¡0\|\\ h|h||||k
h|¡\|l l|| h\\ l||
¡\h|\k ·\h||\| ¡\h|\k h||\\
¯ |a
J.: |a
h|¡\|l ||\|\h|k
!\1l\l \\1llx|
¯.: |a
h|¡\|l ll\\|| h\\ |\|¡
h|¡\|l ¡|¡|| |\v\h
¯: |a
¯I.|¯¯ | a
: |a
:1 |a
:1 | a
3 1/2
9
1 1/16
7/16
6 3/16
1 3/16
5 5/16
0,62
4,03
0,5 1 3/8
5
9
3 1/2
1 5/16
1 5/16
7/16
2 7/8
6 3/16
1 3/8
2 9/16
5 5/16
1 3/16
4
1,5
4
0,5
1,61
4,03
0,62
0,84
4,50
1 7/8
3
1 7/8
2 7/16
3
1,90
4,50
0,84
K L B NPS
A
B
C
D
E
A T R E NOZZLE
!\1l\l \!\\
1.1ºº ||
1.Jºº ||
¯,| |a
4
I,I» |a
¯: | a
J.¯¯ |a
¯I.|¯¯ |a
1¯.º1¯¯ |a
I:.J1 |a
I,I» |a
I». J1 | a
l
r l
!
l
l
\
I,I» |a
I,I» |a
1¯ ' |a
|.|¯¯ |a
|.|¯¯ | a
:1 | a
J |a
1,I» |a
:.¯1º¯ |a
¯,I» |a
A
¡\h|\k ·\h||\| |0¡0\|\\ h|h||||k
|\
19
15
11
17
10
16
9
8
6
13
2
5
12
3
18
1
7
B C
F
E A
D



APPENDIKS A
PERHITUNGAN NERACA MASSA
Kapasitas produksi : 70000 ton/tahun
Waktu operasi : 330 hari/tahun, 1 hari = 24 jam
Basis perhitungan : 1 jam
Produksi kalsium klorida dihidrat =
tahun
ton 70000
x
ton 1
1000
x
hari
tahun
330
1
x
jam
hari
24
1
= 8838,3838 kg/jam
Tabel molekul :
Nama Molekul Berat Molekul
CaCO
3
MgCO
3

MgCl
2
CaCl
2
CO
2
CaO
H
2
O
HCl
CaCl
2
.2H
2
O
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
Impurities (Fe
2
O
3
)
100,09
84,32
95,26
110,99
44
56,08
18
36,47
147,03
74,09
58,32
159,7
Komposisi Limestone :
Appendik A - 1
CaCO
3
= 98,00 %
MgCO
3
= 1,00 %
Impurities = 1,00 %
1. Ball Mill (C-131)
A + D = B
6728,9096 + 0,1 B = B
B = 7476,5662 Kg/jam
D = 747,6566 Kg/jam
Komponen masuk:
Limestone masuk ball mill
CaCO
3
=

98 % x 6728,9096 kg/jam = 6594,3314kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 6728,9096 kg/jam = 67,2891kg/jam
Impurities = 1 % x 6728,9096 kg/jam = 67,2891kg/jam
Jumlah = 6728,9096 kg/jam
Dari recycle vibratng screen sebanyak 10% limestone menuju ball mill
CaCO
3
=

98 % x 747,6566kg/jam= 732,7035kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 747,6566kg/jam = 7,4766kg/jam
Appendik A - 2
Recycle (D=0,1 B)
Ball Mill
Limestone Screw conveyor
Vibrating
Screen (A) ( C )
B
Impurities = 1 % x 747,6566kg/jam = 7,4766kg/jam
Jumlah = 747,6566kg/jam
Komponen keluar:
Limestone masuk ke vibrating screen
CaCO
3
=

98 % x 7476,5662 kg/jam = 7327,0349kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 7476,5662 kg/jam = 74,7657kg/jam
Impurities = 1 % x 7476,5662 kg/jam = 74,7657kg/jam
Jumlah = 7476,5662kg/jam
Neraca massa Ball Mill (C – 131) :
Komponen Massa Masuk
(Kg/jam)
Komponen Massa Keluar
(Kg/jam)
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Dari Recycle
Vibratng Screen:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
6594,3314
67,2891
67,2891
6728,9096
732,7035
7,4766
7,4766
747,6566
Ke Vibrating
Screen:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
7327,0349
74,7657
74,7657
Total masuk 7476,5662 Total keluar 7476,5662
2. Vibrating Screen (H-132)
Appendik A - 3
komponen limestone masuk Vibrating scren
CaCO
3
=

98 % x 7476,5662 kg/jam = 7327,0349kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 7476,5662 kg/jam = 74,7657kg/jam
Impurities = 1 % x 7476,5662 kg/jam = 74,7657kg/jam
Jumlah = 7476,5662kg/jam
Komponen bahan keluar Vibrating Screen
Limestone keluar ke screw conveyor
CaCO
3
=

98 % x 6728,9096 kg/jam = 6594,3314kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 6728,9096 kg/jam = 67,2891kg/jam
Impurities = 1 % x 6728,9096 kg/jam = 67,2891kg/jam
Jumlah = 6728,9096 kg/jam
Di recycle Vibrating screen sebanyak 10% batu bara yang menuju ball mill
= 7476,5662 x 10 % = 747,6566kg/jam
CaCO
3
=

98 % x 747,6566kg/jam= 732,7035kg/jam
MgCO
3
=

1 %

x 747,6566kg/jam = 7,4766kg/jam
Impurities = 1 % x 747,6566kg/jam = 7,4766kg/jam
Jumlah = 747,6566kg/jam
Neraca massa Vibrating Screen (H – 132) :
Komponen Massa Masuk Komponen Massa Keluar
Appendik A - 4
Recycle
Vibrating Screen
Limestone
Screw Conveyor
(Kg/jam) (Kg/jam)
Dari Ball Mill:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
7327,0349
74,7657
74,7657
Ke Screw
conveyor:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Recycle ke Ball
Mill:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
6594,3314
67,2891
67,2891
6728,9096
732,7035
7,4766
7,4766
747,6566
Total masuk 7476,5662 Total keluar 7476,5662
3. Tangki Pengencer HCl (M – 120)
Tangki
Pengenceran
H
2
O
HCl 26,7% HCl 17,5%
HCl yang digunakan 32% v/v (HCl teknis) = 26,7% b/b.
HCl yang diperlukan untuk reaksi di reaktor sebanyak = 4868,2694kg.
HCl 26,7% masuk :
% 7 , 26
2694 , 4868
= 18241,4950 kg
aliran masuk HCl 26,7% :
Appendik A - 5
- HCl = 4868,2694 kg
- H
2
O = 13373,2256 kg
Pembuatan larutan HCl 17,5% dari HCl 26,7% :
Kadar HCl =
air massa HCl massa
HCl massa
+
17,5 % =
air massa 4868,2694
4868,2694
+
Massa air = 22950,4130 kg
Larutan HCl 17,5% mengandung air sebesar 22950,4130 kg, sehingga air
proses yang harus ditambahkan = 22950,4130 - 13373,2256 = 9577,1874 kg.
Neraca massa Tangki Pengencer HCl (M – 120) :
Komponen Massa Masuk
(Kg/jam)
Komponen Massa Keluar
(Kg/jam)
Larutan HCl
26,7% :
HCl
H
2
O
Air proses
4868,2694
13373,2256
9577,1874
Larutan HCl
17,5% :
HCl
H
2
O
4868,2694
22950,4130

Total masuk 27818,6824 Total keluar 27818,6824

4. Reaktor (R – 110)
Appendik A - 6
Reaktor
HCl 17,5%
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
CaCl
2
MgCl
2
Impurities
CO
2
Limestone masuk reaktor = 6728,9096 kg
Komposisi Limestone:
CaCO
3
= 98,00 % x 6728,9096 = 6594,3314 kg
MgCO
3
= 1,00 % x 6728,9096 = 67,2891 kg
Impurities = 1,00 % x 6728,9096 = 67,2891 kg
Perbandingan mol limestone dan HCl yang masuk reaktor berdasarkan
persamaan reaksinya adalah 1 : 2
Jadi HCl yang masuk reaktor :
Mol CaCO
3
=
08 , 100
6594,3314
= 65,8906 kmol
Mol MgCO
3
=
32 , 84
67,2891
= 0,7980 kmol
Jadi HCl yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan limestone sebesar :
=
1
2 x ) 0,7980 66,8906 ( +
= 133,3772kmol
= 133,3772 x 36,5 = 4868,2694 kg
HCl yang digunakan dengan konsentrasi : 17,5 % w/w
Jadi dibutuhkan HCl 17,5 % sebesar :
=
% 5 , 17
4868,2694
= 27818,6824 kg
Appendik A - 7
Kandungan air dalam HCl sebesar :
= 27818,6824 - 4868,2694 = 22950,4130 kg
REAKSI YANG TERJADI :
Reaksi I :
CaCO
3
+ 2 HCl → CaCl
2
+ H
2
O + CO
2

Asumsi : konversi reaksi 100 %
Reaktan :
- CaCO
3
mula-mula = 6594,3314 kg = 65,8906 kmol
- CaCO
3
yang bereaksi = 65,8906 kmol = 6594,3314 kg
- HCl yang bereaksi = 65,8906 kmol x 2 = 131,7812 kmol
= 4810,0139 kg
Produk :
- CaCl
2
yang terbentuk = 1 x 65,8906 kmol x 111,08 = 7313,1979 kg
- H
2
O yang terbentuk = 1 x 65,8906 kmol x 18,00 = 1186,0308
kg
- CO
2
yang terbentuk = 1 x 65,8906 kmol x 44,00 = 2899,1865
kg
Reaksi II :
MgCO
3
+ 2 HCl → MgCl
2
+ H
2
O + CO
2
Asumsi : konversi reaksi 100 %
Reaktan :
- MgCO
3
mula-mula = 67,2891kg = 0,7980 kmol
Appendik A - 8
- MgCO
3
yang bereaksi = 0,7980kmol = 67,2891 kg
- HCl yang bereaksi = 0,7980 kmol x 2 = 1,596 kmol
= 4810,0139 kg
Produk :
- MgCl
2
yang terbentuk = 1 x 0,7980 kmol x 95,32 = 76,0673 kg
- H
2
O yang terbentuk = 1 x 0,7980 kmol x 18,00 = 14,3644 kg
- CO
2
yang terbentuk = 1 x 0,7980 kmol x 44,00 = 35,1129 kg
Jadi dibutuhkan HCl untuk reaksi I dan reaksi II :
= 4810,0139 + 4810,0139
= 4868,2694 kg
Total H
2
O yang ada :
= 22950,4130 + 1186,0308 + 14,3644
= 24150,8082 kg
Total CO
2
yang terbentuk :
= 2916,8784 + 35,3272
= 2934,2994 kg
Appendik A - 9
Neraca massa Reaktor (R – 110) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Screw conveyor:
CaCO
3
MgCO
3
Impurities
Larutan HCl 17,5 %
HCl
H
2
O
6594,3314
67,2891
67,2891
4868,2694
22950,4130
Produk Atas :
CO
2
Produk Bawah :
CaCl
2
MgCl
2
Impurities
H
2
O
2934,2994
7319,1280
76,0673
67,2891
24150,8082
Total masuk 34547,5920 Total keluar 34547,5920
5. Tangki Ca(OH)
2
(M – 220)
Tangki
Ca(OH)
2
H
2
O
CaO Ca(OH)
2
Reaksi yang terjadi :
CaO + H
2
O → Ca(OH)
2

Ca(OH)
2
yang diperlukan untuk reaksi di netralizer adalah sebesar 59,1174 kg.
Appendik A - 10
CaO + H
2
O → Ca(OH)
2

m (kmol) : 0,7980 0,7980 0
r (kmol) : 0,7980 0,7980 0,7980
s (kmol) : 0 0 0,7980
Komposisi aliran masuk :
- CaO = 0,7980 x 56,08 = 44,7530 kg
- Air proses = 0,7980 x 18 = 14,3644 kg
Komposisi aliran keluar :
- Ca(OH)
2
= 0,7980 x 74,08 = 59,1174 kg
Neraca massa tangki Ca(OH)
2
(M – 220) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
CaO
Air proses
44,7530
14,3644
Ca(OH)
2


59,1174

Total masuk 59,1174 Total keluar 59,1174
6. Reaktor Netraliseer (R – 210)
Appendik A - 11
Reaksi yang terjadi :
MgCl
2
+ Ca(OH)
2
→ CaCl
2
+ Mg(OH)
2
Asumsi : Konversi reaksi 90%
Aliran masuk dari reaktor :
- CaCl
2
= 7319,1280 kg
- MgCl
2
= 76,0673 kg
- Impurities = 67,2891 kg
- H
2
O = 24150,8082 kg
MgCl
2
+ Ca(OH)
2
→ CaCl
2
+ Mg(OH)
2
m (kmol) : 0,7980 0,7980
r (kmol) : 0,7182 0,7182 0,7182 0,7182
s (kmol) : 0,0798 0,0798 0,7182 0,7182
Reaktan :
- MgCl
2
mula-mula = 76,0673 kg = kmol
- MgCl
2
bereaksi = 0,7182kmol x 95,32 = 68,4606 kg
- Mg Cl
2
sisa = 0,0798 kmol x 95,32 = 7,6067 kg
- Ca(OH)
2
mula-mula= 0,7980 kmol x 74,08 = 59,1174 kg
- Ca(OH)
2
bereaksi = 0,7182 kmol x 1 x 74,08 = 53,2056kg
- Ca(OH)
2
sisa = 0,0798kmol x 74,08 = 5,9118 kg
Appendik A - 12
Ca(OH)2
Netraliser
CaCl2
MgCl2
H2O
Impurties
CaCl2
MgCl2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
Produk :
- CaCl
2
terbentuk = 1 x 0,7182 kmol x 110,99= 79,7797 kg
- Mg(OH)
2
terbentuk = 1 x 0,7182 kmol x 58,32 = 41,8865 kg
Neraca massa Reaktor Netraliser (R – 220):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari reaktor :
CaCl
2
MgCl
2

H
2
O
Impurities

Ca(OH)
2
7319,1280
76,0673
67,2891
24150,8082
59,1174
Ke Thickener:
CaCl
2
Mg(OH)
2
Impurities
H
2
O
MgCl2
Ca(OH)2
7398,9077
41,8865
67,2891
24150,8082
7,6067
5,9118
Total masuk
31672,4100
Total keluar
31672,4100
7. Thickener (H – 230)
Komponen masuk dari netraliser:
Appendik A - 13
Underflow:
CaCl2
MgCl2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
Thickener
Overflow:
CaCl2
MgCl2
H2O
CaCl2
MgCl2
H2O
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Impurties
CaCl
2
= 7398,9077 kg/jam
Mg(OH)
2
= 41,8865 kg/jam
Impurities = 67,2891 kg/jam
H
2
O = 24150,8082 kg/jam
MgCl
2
= 2 7,6067 kg/jam
Ca(OH)
2
= 25,9118 kg/jam
Komponen keluar dari Thickener:
• Underflow
Ditetapkan cake basah pada slurry mengandung padatan = 60 % berat
[Ulrich tabel 4-23, hal.223]
Massa Padatan = massa Mg(OH)
2
+ massa Ca(OH)
2
+ massa impurities
= 41,8865 + 5,9118 + 67,2891
= 115,0874 kg
Massa Cairan = (40 / 60) x 115,0874kg = 76,7249 kg
Komposisi :
CaCl
2
=
7249 , 76
3226 , 31557
9077 , 7398
×
= 17,9778 kg
MgCl
2
=
7249 , 76
3226 , 31557
6067 , 27
×
= 0,0185 kg
H
2
O =
7249 , 76
3226 , 31557
8082 , 24150
×
= 58,7286kg
• Overflow
Massa overflow = massa total – massa underflow
Appendik A - 14
= 31672,4100 – 191,8123= 31480,5977 kg
Komposisi :
CaCl
2
=
5977 , 31480
3226 , 31557
9077 , 7398
×
= 7380,9189 kg
MgCl
2
=
5977 , 31480
3226 , 31557
6067 , 27
×
= 7,5882 kg
H
2
O =
5977 , 31480
3226 , 31557
8082 , 24150
×
= 24092,0906 kg
Neraca massa Thickener (H – 230) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Netralizer :
CaCl
2
Mg(OH)
2
Impurities
H
2
O
Ca(OH)
2

MgCl
2

7398,9077
41,8865
67,2891
24150,8082
5,9118
7,6067
Underflow:
Mg(OH)
2
Ca(OH)2
Impurities
CaCl
2
MgCl2
H2O

Overflow:
CaCl2
MgCl2
H2O


41,8865
5,9118
67,2891
17,98889
0,0185
58,7176

7380,9189
7,5882
24092,0906
Appendik A - 15
Total masuk 31672,4100 Total keluar 31672,4100
8. Rotary Drum Vacuum Filter (H-240)
Untuk memisahkan endapan MgCl
2
Komponen masuk dari Thickener:
Padatan : MgCl
2
= 7,5884 kg
Cairan : CaCl
2
= 7374,9998 kg
H
2
O = 24092,0796 kg
Massa total cairan = 31471,8732kg
Densitas pada 45°C
Komponen Massa (kg) ρ (kg/m3) x
i
x
i
/ ρ
i
MgCl
2
7,5884 2,325 0,0002 0,000086
CaCl
2
7374,9998 2,152 0,234372 0,000109
H
2
O 24092,0796 958,38 0,765628 0,000799
Total 31471,8732 962,857 1 0,000908
= Σ =
i
i
laru
x
ρ ρ
tan
1
0,000908
ρ
larutan
= 1101,580917 kg/m
3
Appendik A - 16
Endapan
CaCl2
MgCl2
H2O
Rotary Drum
Vacuum Filter
Ke tangki
Penampung
CaCl2
H2O
Dari Thickener
CaCl2
MgCl2
H2O
Ditentukan porositas cake (ε) = 0,4 [Brown hal.214]
Vsilinder = So x L [McCabe hal.147]
So = luas penampang silinder
L = kedalaman total hamparan
Vrongga = So x L x ε
Vtotal padatan = So x L x (1- ε)
M = massa cairan yang menempel pada padatan / massa padatan
=
tan tan pada pada
cairan rongga
V
V
ρ
ρ
×
×
=
= ×

=
− 2325
5809 , 1101
4 , 0 1
4 , 0
.
1
tan pada
cairan
ρ
ρ
ε
ε
0,3159
Massa cairan yang menempel pada padatan = M x massa padatan
= 0,3159 x 7,5884
= 2,3969 kg
Ditetapkan air pencuci yang diperlukan = 2 x massa cairan yang menempel
= 2 x 2,3969
= 4,7938 kg
Komponen keluar dari Thickener:
Ditetapkan efisiensi pencucian = 90% [Brown hal.251]
• Cake
MgCl
2
(padatan) = 7,5884 kg
Cairan yang menempel = 2,3969 kg 31467,0793
Appendik A - 17
CaCl
2
=
= × × 3969 , 2
8732 , 31471
9998 , 7374
1 , 0
0,0562 kg
H
2
O =
= × × 3969 , 2
8732 , 31471
0796 , 24092
1 , 0
2,3407 kg
• Air cucian
CaCl
2
=
= × × 3969 , 2
8732 , 31471
9998 , 7343
9 , 0
0,5056 kg
MgCl
2
=
= × × 3969 , 2
8732 , 31471
5884 , 7
9 , 0
0,0005 kg
H
2
O =
= × × 3969 , 2
8732 , 31471
0796 , 24092
9 , 0
4,2882kg
• Filtrat
m
filtrat
= m
cairan
– m
cairan yang menempel
= 31471,8732 - 2,3969
= 31464,68 kg
CaCl
2
=
= × 68 , 31464
8732 , 31471
9998 , 7343
7374,4380 kg
H
2
O =
= × 68 , 31464
8732 , 31471
0796 , 24092
24090,2444 kg
Appendik A - 18
Neraca massa Rotary Drum Vacuum Filter (H– 240):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Thickener :
CaCl
2
MgCl
2

H
2
O

7374,9998
24092,0796
7,5882
Ke Tangki
Penampung:
CaCl
2
H
2
O

Cake:
MgCl
2

Retention liq:
CaCl
2
H
2
O

7374,4380
24090,2444
7,5882
0,0562
2,3407
Total masuk
31474,6676
Total keluar
31474,6676
9. Tangki Penampung CaCl
2
(F-241)
Appendik A - 19
Recycle dari
Centrifuge
(R)
Tangki Penampung
CaCl2
Ke Evaporator (A)
CaCl2
H2O
Dari Rotary Drum
Vacuum Filter (F)

CaCl2
MgCl2
H2O
Komponen masuk dari Rotary Drum Vacuum Filter:
CaCl
2
= 7374,4380 kg
H
2
O = 24090,2444 kg
Aliran masuk dari recycle centrifuge
CaCl
2
= 3994,7421 kg
H
2
O = 1074,1333 kg
A = F + R
CaCl
2
= 7374,4380 + 3994,7421 = 11369,1801 kg
H
2
O = 24090,2444 + 1074,1333 = 25164,3777 kg
Neraca massa Tangki Penampung CaCl
2
(F-241) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Rotary Drum
Vacuum Filter:
CaCl
2
H
2
O

Dari recycle
Centrifuge:
CaCl
2
H
2
O
7374,4380
24090,2444
3994,742085
1074,1333
Ke Evaporator:
CaCl
2
H
2
O
11369,1801
25164,3777
Total masuk 36533,5578 Total keluar 36533,5578
Appendik A - 20
10. Evaporator (V – 310)
Aliran masuk dari tangki penampung:
CaCl
2
= 11369,1801 kg
H
2
O = 25164,3777 kg
Harga kelarutan bahan dalam H
2
O pada suhu 90
o
C:
CaCl
2
= 152,7 kg/100 kg air [Perry]
H
2
O yang dibutuhkan agar seluruh CaCl
2
larut (H
2
O keluar)
=
masuk CaCl total
CaCl kelarutan
1
2
2

=
1801 , 1369 1
7 , 152
100

= 7445,4355 kg
Jadi, H
2
O yang harus diuapkan = total H
2
O masuk – H
2
O keluar
= 25164,3777 – 7445,4355
= 17718,9422 kg
Appendik A - 21
Tangki
penampund
g
Recycle dari Centrifuge (R)
Evaporator
F
C
B
Kristalizer Centri-
fuge
A D E
Neraca massa Evaporator (V – 310) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Tangki
Penampung :
CaCl
2
H
2
O
11369,1801
25164,3777

Produk atas:
H
2
O
Produk Bawah:
Ke Cristalizer
CaCl
2
H
2
O
17718,9422

11369,1801
7445,4355
Total masuk 36533,5578 Total keluar 36533,5578
11. Kristaliser (X – 320)
Komposisi masuk dari evaporator:
CaCl
2
=

11369,1801 kg
H
2
O = 7445,4355 kg
Asumsi : 75% CaCl
2
jadi CaCl
2
.2H
2
O
• CaCl
2
.2H
2
O = 0,75 x 11369,1801 = 8526,8851 kg
CaCl
2
dalam kristal =
= × 98 , 110
012 , 147
8851 , 8526
6434,5864 kg
Appendik A - 22
Kristaliser
Dari Evaporator
CaCl
2
H
2
O
Ke Centrifuge
CaCl
2
.2H
2
O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
H
2
O dalam kristal =
= × × 18 2
012 , 147
8851 , 8526
2087,0809 kg
• CaCl
2
= 8526,8851 - 6434,5864
= 4934,5936 kg
• H
2
O = 7445,4355 - 2087,0809
= 5358,3546 kg
Total cairan = 10292,9483 kg
Neraca massa Kristaliser (X – 320):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Evaporator :
CaCl
2
H
2
O
11369,1801
7445,4355

Ke Centrifuge:
CaCl2.2H2O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
8526,8851

4934,5936
5358,3546
Total masuk 18819,8333 Total keluar 18819,8333
12. Centrifuge (H – 330)
Appendik A - 23
Asumsi : - retention liquid 5% dari cake kering
Aliran masuk liquid : fraksi massa
- CaCl
2
=

4934,5936 kg 0,4794
- H
2
O = 5358,3546 kg 0,5206
Aliran masuk solid :
- CaCl
2
.2H
2
O = 8526,8851 kg
Retention liquid = 5% x cake kering
= 5% x 8526,8851
= 426,3443 kg
Komposisi retention liquid = fraksi massa x retention liquid
- CaCl
2
= 0,4794 x 426,3443 = 204,3958 kg
- H
2
O = 0,5206 x 426,3443 = 221,9484 kg
Komposisi filtrat = aliran masuk liquid – retention liquid
- CaCl
2
= 4934,5936 - 204,3958 = 4730,1978 kg
- H
2
O = 5358,3546 - 221,9484= 5136,4062 kg
Neraca massa Centrifuge (H - 330) :
Appendik A - 24
Centrifuge
Recycle ke Tangki
penampung
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
Ke Rotary Dryer
CaCl
2
.2H
2
O
Retention Liquid:
CaCl
2
H
2
O
Dari Crystalizer
CaCl
2
.2H
2
O
Mother Liquor:
CaCl
2
H
2
O
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Crystalizer:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O




4934,5936
8526,8851
5358,3546
Cake :
CaCl
2
.2H
2
O
Retention liquid:
CaCl
2
H
2
O
Recycle ke Tangki
Penampung:
CaCl
2
H
2
O
8526,8851
204,3958
221,9484
4730,1978
5136,4062
Total masuk 18819,8333 Total keluar 18819,8333
13. Rotary Dryer (B - 340)
Rotary Dryer
Udara kering
- Udara basah
H
2
O
CaCl
2
Ke cyclone:
CaCl
2
.2H
2
O
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
Ke Screw Conveyor :
H
2
O
CaCl
2
.2H
2
O
CaCl
2
H
2
O
Aliran masuk dari centrifuge :
- CaCl
2
= 204,3958 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8526,8851 kg
- H
2
O = 221,9484 kg
Jumlah = 8953,2293 kg
Appendik A - 25
Asumsi : kadar air produk 1 % dari produk basah
kering produk produk dalam air
produk dalam air
W W
W
% 1
+
=
( ) 2809 , 8731 W
W
1%
produk dalam air
produk dalam air
+
=
W
air

dalam produk
= 88,1948kg
Komposisi produk :
- CaCl
2
= 221,9484 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8526,8851 kg
- H
2
O = 88,1948 kg
Asumsi: - produk terbawa udara ke cyclone 0,1 % dari komposisi produk.
Komposisi produk terbawa udara ke cyclone :
- CaCl
2
= 221,9484 x 0,1 % = 0,2044 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8526,8851 x 0,1 % = 8,5269 kg
- H
2
O = 88,1948 x 0,1 % = 0,0882 kg
H
2
O yang menguap = H
2
O masuk – H
2
O dalam produk
= 204,3958 - 88,1948 = 133,7537kg
Komposisi produk keluar :
- CaCl
2
= 204,1914 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8518,3582 kg
- H
2
O = 88,1066 kg
Komposisi aliran ke cyclone :
- CaCl
2
= 0,2044 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8,5269 kg
Appendik A - 26
- H
2
O = 0,0882 kg
Neraca massa Rotary Dryer (B – 340) :
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
Dari Centrifuge:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
(s)
H
2
O



204,3958
8526,8851
221,9484
Ke Screw
Conveyor :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
Ke Cyclone:
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
H
2
O yang
menguap
204,1914
8518,3582
88,1066
0,2044
8,5269
0,0882
133,7537
Total masuk 8953,2293 Total keluar 8953,2293
14. Cyclone (H – 343)
Appendik A - 27
Cyclone
Udara
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
CaCl
2
Udara
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
Ke Tangki Penampung :
H
2
O
Aliran masuk dari Rotary Dryer:
- CaCl
2
= 0,2044 kg
- CaCl
2
.2H
2
O
(s)
= 8,5269 kg
- H
2
O = 0,0882 kg
- H
2
O menguap = 133,7537 kg
Asumsi :
- effisiensi cyclone 99%
- H
2
O yang mengembun didalam cyclone 10 % dari H
2
O menguap.
Komposisi produk bawah (ke tangki penampung) = 99% dari aliran masuk
- CaCl
2
= 99% x 0,2044 = 0,2603 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 99% x 8,5269 = 8,3952 kg
- H
2
O = (99% x 0,0882) + 13,3754 = 13,4627 kg
H
2
O yang mengembun = H
2
O menguap x 10 %
= 133,7537 x 0.1 = 13,3754 kg
Komposisi produk atas (ke udara) = 1% dari aliran masuk :
- CaCl
2
= 1% x 0,2044 = 0,002044 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 1% x 8,5269 = 0,008569 kg
- H
2
O = (1% x 0,0882) +120,291) = 120,3783 kg
Appendik A - 28
Neraca massa Cyclone (H – 343):
Komponen
Massa Masuk
(Kg/jam) Komponen
Massa Keluar
(Kg/jam)
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
(s)
H
2
O




0,2044
8,5269
133,8419
Ke Silo :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
Ke udara :
CaCl
2
CaCl
2
.2H
2
O
H
2
O
0,2024
8,4416
13,4627
0,0020
0,0853
120,3792
Total masuk 142,5731 Total keluar 142,5731
10. Silo CaCl
2
.2H
2
O (F – 350)
Produk dari screw conveyor :
- CaCl
2
= 204,1914 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8518,3582kg
- H
2
O = 88,1066kg
Produk dari cyclone :
- CaCl
2
= 0,0020 kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 0,0853 kg
- H
2
O = 120,3792 kg
Produk Total :
Appendik A - 29
- CaCl
2
= 204,5239kg
- CaCl
2
.2H
2
O = 8532,2261kg
- H
2
O = 101,6339kg
8838,3838 kg
Appendik A - 30
APPENDIK B
PERHITUNGAN NERACA PANAS
Kapasitas produksi : 70000 ton/tahun
Waktu operasi : 330 hari/tahun, 1 hari = 24 jam
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Suhu referensi : 25
o
C = 273,15
0
K
Satuan : kkal

Tabel molekul :
Nama Molekul Berat Molekul
CaCO
3
MgCO
3

MgCl
2
CaCl
2
CO
2
CaO
H
2
O
HCl
CaCl
2
.2H
2
O
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
Impurities (Fe
2
O
3
)
100,09
84,32
95,26
111,08
44
56,08
18
36,47
147,03
74,09
58,32
159,7
Tabel Fasa :
Appendik B -
Fase
Liquid Solid Gas
Ca
2
Cl
2
H
2
O
MgCl
2
H
2
O
HCl
CaCO
3
MgCO
3
Impurities (Fe
2
O
3
)
Ca(OH)
2
Mg(OH)
2
CO
2
Udara
Data Cp :
Untuk gas:
Cp CO
2
= 10,34 + 0,00274T – 195500T
-2
kkal / kmol K
[Perry 5
th
ed, tabel 3-181]
Cp H
2
O = 8,22 + 0,00015T + 0,00000134T
2
kkal / kmol K
[Perry 5
th
ed, tabel 3-181]
Cp Udara = 1,0089 kJ/kg K = 0,2411 kkal / kg K
[Incropera 5
th
table, A.4, hal 917]
Untuk liquid:
Cp HCl (26,69 % b/b) = 0,6538 kkal / kg K [Perry 5
th
ed, tabel 3-137]
Cp HCl (17,5 % b/b) = 0,7397 kkal / kg K [Perry 5
th
ed, tabel 3-137]
Cp H
2
O = 1 kkal / kg K = 18,0148 kkal / kmol K
[Geankoplis 3
th
ed, hal.856]
Cp CaCl
2
= 16,9 + 0,00386 T kkal / kmol K [Perry 5
th
ed, tabel 3-181]
Cp MgCl
2
= 17,3 + 0,00377 T kkal / kmol K[Perry 5
th
ed, tabel 3-181]
Untuk solid:
Cp CaCO
3
= 19,68 + 0,01189T-307600 T
-2
kkal / kmol K
[Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Appendik B -
Cp MgCO
3
= 16,9 kkal / kmol K [Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Cp CaO = 10,00 + 0,00484T – 108000 / T
2
kkal / kmol K
[Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Cp impurities (Fe
2
O
3
) = 24,72 + 0,01604T-423400 T
-2
kkal / kmol K
[Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Cp Mg(OH)
2
= 18,2 kkal / kmol K [Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Cp Ca(OH)
2
= 21,4 kkal / kmol K [Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Cp CaCl
2
.2H
2
O = 41,1280 kkal / kmol K [Perry 5
th
ed tabel 3-181]
Harga ΔH
f
:
CaCO
3
= -289500
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
HCl
= -39850
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
CaCl
2
= -209150
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
CO
2
= -94052
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
H
2
O
= -68317,1
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
MgCO
3
= -261700
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
MgCl
2
= -189760
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
CaO
= -151700
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
Ca(OH)
2
= -235580
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
Mg(OH)
2
= -221900
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
Cp =
( ) ( )

,
_

¸
¸
− − − + −
To T
C To T
B
To T A
1 1
2
2 2
1. Tangki Pengencer HCl (M – 120)
Larutan HCl 26,69%
T = 30
o
C Tangki Pengencer
HCl
H
2
O
T = 30
o
C
Larutan HCl 17,5%
T = 30
o
C
Q
Appendik B -
Asumsi : - panas dari sekeliling masuk ke dalam sistem diabaikan
H Masuk = H Keluar + Q
H HCl 26,69% + H H
2
O = H HCl 17,5% + Q
Neraca panas bahan masuk (∆H
1
):
• Larutan HCl 26,69% :
- H HCl 26,69% = (n
HCl 26,69%
+ n
H2O
) .Cp. ∆T
= (4868,2694 + 13373,2256) . 0,6538. (303,15-298,15)
= 59631, 4471 kkal
• Air proses :
- H H
2
O = n
H2O
. .Cp. ∆T
= (9577,1874/18). 18,0148. (303,15-298,15)
= 47925,31038 kkal
∆H
1
= 59631, 4471 + 47925,31038
= 107556,7575 kkal
Neraca panas bahan keluar (∆H
2
):
• Larutan HCl 17,5% :
- H HCl 17,5% = (n
HCl 17,5%
+ n
H2O
)

. Cp. ∆T
= (4868,2694 + 22950,4130) . 0,7397. (303,15-298,15)
= 102287,3969 kkal
Menghitung panas yang diserap oleh air pendingin :
Appendik B -
∆H
1
= ∆H
2
+ Q
107556,7575 = 102287,3969 + Q
Q = 4669,36064 kkal
Menghitung kebutuhan air pendingin :
Massa air pendingin =
T Cp
Q
∆ .
= 311,6959 kg
Neraca panas tangki pengencer HCl (M - 120) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
107556,7575 ∆H
2
102287,3969
Q 4669,36064
Total masuk 107556,7575 Total keluar 107556,7575
2. Reaktor (R – 110)
Appendik B -
Δ H
1
, T=30
o
C
Q loss
Δ H
3
, T=40
o
C
Δ H
2
, T=30
o
C Q
Neraca panas total pada Reaktor Gasifikasi:
∆H
1
+ ∆H
2
+ Q
steam
= ∆H
3
+ ∆ Hr + Q
loss
Dimana:
∆H
1
= panas yang terkandung dalam bahan masuk
∆H
2
= panas yang terkandung dalam Larutan HCl
∆H
3
= panas yang terkandung dalam bahan keluar
Q
steam
= panas steam
Q loss = panas yang hilang
1. Panas bahan masuk (ΔH
1
):
- Limestone :
H CaCO
3
= n
CaCO3
.
298,15

303,15
Cp
CaCO3
dT
=
dT

+
15 , 303
15 , 298
2 -
T 307600 - 0,01189T 19,68
09 , 100
3314 , 6594
=
15 , 303
15 , 298
2
1
307600
2
01189 , 0
68 , 19 8840 , 65
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
Appendik B -
=
15 , 303
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 303 (
1
307600
) 15 , 298 15 , 303 (
2
01189 , 0
) 15 , 298 15 , 303 ( 68 , 19
8840 , 65
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 65,8840 . 99,2574
= 6539,4764 kkal
H MgCO
3
= n
MgCO3
.
298,15
. Cp. ΔT
= (67,2891/ 84,32) . 16,9. (303,15-298,15)
= 67,4327 kkal
H Impurities = n
imp
.
298,15

303,15
Cp
imp
dT
=
dT

+
15 , 303
15 , 298
2 -
T 423400 - 0,01604T 24,72
7 , 159
2891 , 67
=
15 , 303
15 , 298
2
1
423400
2
01604 , 0
72 , 24 4213 , 0
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
=
15 , 303
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 303 (
1
423400
) 15 , 298 15 , 303 (
2
01604 , 0
) 15 , 298 15 , 303 ( 72 , 24
4213 , 0
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 0,4213 . 124,2899
= 52,3692 kkal
Total ΔH
1
= 6539,4764 + 67,4327 + 52,3692
= 6659,2783 kkal
2. Panas yang terkandung dalam HCl (ΔH
2
)
H HCl = (n
HCl 17,5%
+ n
H2O
)

. Cp . ΔT
= (4868,2694 + 22950,4130) . 0,7397. (303,15-298,15)
Appendik B -
= 102887,3969 kkal
3. Panas Reaksi (ΔHr):
Reaksi I :
CaCO
3
+ 2 HCl → CaCl
2
+ H
2
O + CO
2
a. Mencari Panas Standart
ΔH
f
CaCO
3
= -289500
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
HCl
= -39850
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
CaCl
2
= -209150
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
CO
2
= -94052
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
H
2
O
= -68317,4
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk

- ∑n ΔH
f
reaktan
ΔH
f
CaCO
3
= n
CaCO3 .
ΔH
f
CaCO
3
= 65,8906 kmol/jam x -289500 kkal / mol
= -19075328,7 kkal/jam
ΔH
f
HCl = n
HCl .
ΔH
f
HCl
= (2 x 65,8906 kmol/jam) x -39850 kkal / mol
= -5251480,8 kkal
ΔH
f
CaCl
2
= n
CaCl2 .
ΔH
f
CaCl
2
= 65,8906 kmol/jam x -209150 kkal / mol
= -13781018,99 kkal/jam
ΔH
f
H
2
O = n
H2O
. ΔH
f
H
2
O
= 65,8906 kmol/jam x -68317,4 kkal / mol
= -4501474,5 kkal/jam
ΔH
f
CO
2
= n
CO2 .
ΔH
f
CO
2
= 65,8906 kmol/jam x -94052 kkal / mol
Appendik B -
= -6197142,7 kkal/jam
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk

- ∑n ΔH
f
reaktan
=
8) (-5251480, 8,7) ((-1907532 - 5) (-4501474, 7) (-6197142, 8,99) ((-1378101 + + +
= -152826,7 kkal/jam
b. Mencari ΔH Produk
ΔH produk = n.Cp. ΔT
H CaCl
2
= n
CaCl2
.
298,15

313,15
Cp
CaCl2
dT
= (7319,1280/ 111,08). dT

+
313,15
298,15
T 0,00386 16,9
=
15 , 313
15 , 298
2
2
00386 , 0
9 , 16 89 , 65
1
]
1

¸

+ T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 303 (
2
00386 , 0
) 15 , 298 15 , 303 ( 9 , 16 89 , 65
1
]
1

¸

− + −
= 65,89 . 271,1371
= 17865,3862 kkal/jam
HCO
2
= n
CO2
.
298,15

313,15
Cp
CO2
dT
= (2934,2994 / 44) . dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
195500T - 0,00274T 10,34
=
15 , 313
15 , 298
2
1
195500
2
00274 , 0
1034 6688 , 66
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
1
195500
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00274 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 1034
6688 , 66
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 66,6688 . 136,2535
Appendik B -
= 8977,8249 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
.

Cp. ΔT
= (1186,0308 / 18). 18,0148 (313,15-298,15)
= 65,8906 . 270,2220
= 17805,08971 kkal/jam
ΔH Produk = (17865,3862 + 8977,8249 +17805,08971) kkal/jam
= 44648,3008 kkal/jam
c. Mencari ΔH Reaktan
ΔH Reaktan = n.Cp. ΔT
H CaCO
3
= n
CaCO3
.
298,15

313,15
Cp
CaCO3
dT
=
dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
T 307600 - 0,01189T 19,68
09 , 100
3314 , 6594
=
15 , 313
15 , 298
2
1
307600
2
01189 , 0
68 , 19 355 , 65
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
1
307600
) 15 , 298 15 , 313 (
2
01189 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 68 , 19
355 , 65
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 65,355 . 300,1891
= 19779,6399 kkal/jam
ΔH HCl = (n x Cp HCl x ΔT)
= 4810,0139. 0,7397. (313,15-298,15)
= 53369,5092 kkal/jam
ΔH Reaktan = 19779,6399 kkal/jam + 53369,5092 kkal/jam
Appendik B -
= 73149,1491 kkal/jam
ΔH Reaksi I = ΔH Produk - ΔH Reaktan + ΔH
f 25
= 44648,3008 - 73149,1491 + (-152826,7)
= -181327,55 kkal/jam
Reaksi II :
MgCO
3
+ 2 HCl → MgCl
2
+ H
2
O + CO
2
a. Mencari Panas Standart
ΔH
f
MgCO
3
= -261700
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
MgCl
2
= -189760
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
HCl
= -39850
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
CO
2
= -94052
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
H
2
O
= -68317,4
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk
-
∑n ΔH
f
reaktan
ΔH
f
MgCO
3
= n
MgCO3 .
ΔH
f
MgCO
3
= 0,7980 kmol/jam x -261700 kkal / mol
= -208836,6 kkal/jam
ΔH
f
MgCl
2
= n
MgCl2 .
ΔH
f
MgCl
2
= 0,7980 kmol/jam x -189760 kkal / mol
= -151428,5 kkal/jam
ΔH
f
HCl = n
HCl .
ΔH
f
HCl
= (2 x 0,7980) kmol/jam x -39850 kkal / mol
= -63600,6 kkal/jam
ΔH
f
CO
2
= n
CO2 .
ΔH
f
CO
2
= 0,7980 kmol/jam x -94052 kkal / mol
Appendik B -
= -75053,5 kkal/jam
ΔH
f
H
2
O = n
H2O
. ΔH
f
H
2
O
= 0,7980 kmol/jam x -68317,4 kkal / mol
= -54517,3 kkal/jam
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk

- ∑n ΔH
f
reaktan
= ((-151428,5)+(-54517,3)+(-75053,5))–((-208836,6) + (-63600,3))
= -8562,1 kkal/jam
b. Mencari ΔH Produk
ΔH produk = m.Cp. ΔT
H MgCl
2
= n
MgCl2
.
298,15

313,15
Cp
MgCl2
dT
=

+
15 , 313
15 , 298
dT T 0,00377 17,3
26 , 95
0673 , 76
=
15 , 313
15 , 298
2
2
00377 , 0
3 , 17 7985 , 0
1
]
1

¸

+ T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00377 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 3 , 17 355 , 65
1
]
1

¸

− + −
= 0,7980 . 276,7845
= 220,8740 kkal/jam
H H
2
O = n
CO2
. Cp. ΔT
= (14,3644 / 44) . 18,0148. (313,15-298,15)
= 215,6372 kkal/jam
H CO
2
= n
H2O
.
298,15

313,15
Cp
H2O
dT
= (35,1129/ 18) . dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
195500T - 0,00274T 10,34
Appendik B -
=
15 , 313
15 , 298
2
1
195500
2
00274 , 0
34 , 10 9507 , 1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
1
195500
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00274 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 34 , 10
9507 , 1
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 1,9507 . 270,2220
= 108,7303 kkal/jam
ΔH produk = 220,8740+215,6372 +108,7303
= 545,2415 kkal/jam
c. Mencari ΔH Reaktan
ΔH Reaktan = n.Cp. ΔT
H MgCO
3
= n
MgCO3
. Cp
MgCO3 .
ΔT
=
32 , 84
2874 , 67
. 16,9 . (313,15-298,15)
= 202,293 kkal/jam
ΔH HCl = n x Cp x ΔT
= 58,2555 . 0,7397. (313,15-298,15)
= 646,3739 kkal/jam
ΔH Reaktan = 202,293 + 646,3739
= 848,6669 kkal/jam
ΔH Reaksi II = ΔH Produk - ΔH Reaktan + ΔH
f 25
= (545,2415 - 848,6669 + (-8562,1)) kkal/jam
= -8865,53 kkal/jam
Appendik B -
Δ Hr = ΔH Reaksi I + ΔH Reaksi II
= -181327,55 kkal/jam + (-8865,53) kkal/jam
= -190193,08 kkal/jam
4. Panas bahan keluar (ΔH
3
)
H CaCl
2
= n
CaCl2
.
298,15

313,15
Cp
CaCl2
dT
= (7319,1280/ 111,08). dT

+
313,15
298,15
T 0,00386 16,9
=
15 , 313
15 , 298
2
2
00386 , 0
9 , 16 89 , 65
1
]
1

¸

+ T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00386 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 9 , 16 89 , 65
1
]
1

¸

− + −
= 65,89 . 271,1971
= 17869,34001 kkal/jam
H MgCl
2
= n
MgCl2
.
298,15

313,15
Cp
MgCl2
dT
=

+
15 , 313
15 , 298
dT T 0,00377 17,3
26 , 95
0673 , 76
=
15 , 313
15 , 298
2
2
00377 , 0
3 , 17 7985 , 0
1
]
1

¸

+ T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00377 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 3 , 17 7985 , 0
1
]
1

¸

− + −
= 0,7985 . 276,7845
= 221,0188 kkal/jam
HCO
2
= n
CO2
.
298,15

313,15
Cp
CO2
dT
Appendik B -
= (2934,2994/ 44) . dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
195500T - 0,00274T 10,34
=
15 , 313
15 , 298
2
1
195500
2
00274 , 0
34 , 10 688 , 66
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
=
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
1
195500
) 15 , 298 15 , 313 (
2
00274 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 34 , 10
688 , 66
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 66,688 . 136,2535
= 9086,5583 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
.

Cp. ΔT
= (24150,8082/ 18) . 18,0148. (313,15-298,15)
= (24150,8082/ 18) .270,2220
= 362559,9830kkal/jam
H Impurities = n
imp
.
298,15

313,15
Cp
imp
dT
=
dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
T 423400 - 0,01604T 24,72
7 , 159
2891 , 67
=
15 , 313
15 , 298
2
1
423400
2
01604 , 0
72 , 24 422 , 0
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
T
T T
…….. =
15 , 313
15 , 298
2
) 15 , 298 15 , 313 (
1
423400
) 15 , 298 15 , 313 (
2
01604 , 0
) 15 , 298 15 , 313 ( 72 , 24
422 , 0
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸


− + −
= 0,422 . 376,3165
= 185,5598 kkal/jam
ΔH
3
= 17869,34001 + 221,0188 + 9086,5583 +362559,9829 + 185,5598
Appendik B -
= 389922,4598 kkal/jam
Menghitung panas yang diserap :
Neraca panas total :
ΔH
1
+ ΔH
2
-ΔH
R
+

Q
steam
= ΔH
3
+ Q
loss
Asumsi Q
loss
= 5% dari panas masuk
ΔH
1
+ ΔH
2
-ΔH
R
+

Q
steam
= ΔH
3
+ 0,5 (ΔH
1
+ ΔH
2
-ΔH
R
+

Q
steam
)
0,95 x (ΔH
1
+ ΔH
2
-ΔH
R
+

Q
steam
) = ΔH
3
0,95 x Q
steam
= 0,95 x (ΔH
1
+ ΔH
2
-ΔH
R
)- ΔH
3
Q
steam
=
0,95
H - H H ( x 0,95 - H
r 2 1 3
) ∆ ∆ + ∆ ∆
=
0,95
8)) (-190193,0 - 9 102887,396 (6659,2783 x 0,95 - 8 389922,459 +
= 105169,69/0,95
= 110704,94 kkal
Q loss = 0,05 x (ΔH
1
+ ΔH
1
+ Q steam -ΔH
R
)
= 0,05 . (6659,2783 +102887,3969+ 110704,94 - (-190193,08))
= 20522,23 kkal
Massa steam =
λ
steam
Q
= 218,5424 kg
Neraca panas reaktor (R – 110) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
6659,2783 ∆H
3
389922,4598
Appendik B -
∆H
2
102887,3969 ∆Hr -190193,08
Q steam 110704,94 Q loss 20522,2347
Total masuk 220251,62 Total keluar 220251,62
3. Tangki Ca(OH)
2
(M – 220)
Tangki Pelarut
CaO
H
2
O
T = 30
o
C
Larutan Ca(OH)2
T= 40 ºC
CaO padat
T = 30
o
C
Q
Asumsi : - panas dari sekeliling masuk ke dalam sistem diabaikan.
∆H
1
+ ∆H
2
= ∆H
3
+ Q + ΔH Reaksi
H CaO + H H
2
O = H Ca(OH)
2
+ Q + ΔH Reaksi
1. Panas bahan masuk:
∆H
1

(CaO)
= (m
CaO
/ BM
CaO
) . ∫
dT Cp
CaO
15 . 303
15 . 298
=(44,7530 / 56,08).

+
303,15
298,15
2
dT T / 108000 0,00484T 10,00
= (44,7530 / 56,08) . 51,3012
= 40,93942 kkal
∆H
2

(H2O)
= (m
H2O
/ BM
H2O
)

. Cp. ∆T
= (14,4520 / 18). 18,0148. (303,15-298,15)
= 71,88105 kkal
Appendik B -
2. Panas Reaksi (ΔHr):
Reaksi yang terjadi :
CaO + H
2
O → Ca(OH)
2

∆H
f
CaO
= -151700
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
∆H
f
H
2
O
= -68317,4
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
∆H
f
Ca(OH)
2
= -235580
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
a. Mencari Panas Standart
ΔH
f
Ca(OH)
2
= n
HCl .
ΔH
f
Ca(OH)
2
= 0,7980 kmol/jam x -235580 kkal / mol
= -187992,8 kkal/jam
ΔH
f
CaO = n
CaCl2 .
ΔH
f
CaO
= 0,7980 kmol/jam x -151700 kkal / mol
= -121056,6 kkal/jam
ΔH
f
H
2
O = n
H2O
. ΔH
f
H
2
O
= 0,7980 kmol/jam x -68317,4 kkal / mol
= -54517,3 kkal/jam
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk

- ∑n ΔH
f
reaktan
= (-187992,8) – (-121056,6 + (-54517,3))
= -12418,9 kkal/jam
b. Mencari ΔH produk
ΔH produk = n . Cp. ΔT
H Ca(OH)
2
= (59,1174/74,09). 21,4. (313,15-298,15)
= 256,1302 kkal/jam
c. Mencari ΔH Reaktan
Appendik B -
H CaO = (m
CaO
/ BM
CaO
) . ∫
dT Cp
CaO
15 . 313
15 . 298
=(44,7530 / 56,08).

+
313,15
298,15
2
dT T / 108000 0,00484T 10,00
= (44,7530 / 56,08) . 154,8391
= 123,5616 kkal/jam
∆H
2

(H2O)
= (m
H2O
/ BM
H2O
)

. Cp. ∆T
= (14,4520 / 18). 18,0148. (313,15-298,15)
= 215,6372 kkal/jam
ΔH Reaktan = 123,5616 + 215,6372
= 339,1988 kkal/jam
ΔH Reaksi = ΔH produk - ΔH Reaktan + ΔH
f 25
= 256,1302 - 339,1988 + (-12418,9)
= -12501,97 kkal/jam
3. Panas bahan keluar (ΔH
3
):
• Larutan Ca(OH)
2
:
H Ca(OH)
2
= (m
Ca(OH)2
/ BM
Ca(OH)2
) . Cp. ΔT
= (59,1174/ 74,08) . 21,4. (313,15-298,15)
= 256,1302 kkal/jam
Menghitung panas yang diserap oleh air pendingin :
Appendik B -
∆H
1
+ ∆H
2
- ΔH Reaksi

= ∆H
3
+ Q
Q = ∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

-

∆H
3

= 40,93942 + 71,88105 – (-12501,97) – 256,1302
= 12358,66 kkal/jam
Menghitung kebutuhan air pendingin :
Massa air pendingin =
T Cp
Q
∆ .
= 824,9831 kg
Neraca panas tangki Ca(OH)
2
(M – 220) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
40,93942 ∆H
3
256,1302
∆H
2
71,88105 ΔH Reaksi -12501,97

Q 12358,66
Total masuk 112,82 Total keluar 112,82
4. Reaktor netralizer (R – 210)
Umpan dari reaktor
T = 40
o
C
Ca(OH)2
T = 40
o
C
Produk
T =45
o
C
Netralizer
Q
∆H
1
+ ∆H
2
+ Q steam = ∆H
3
+ Q loss + ΔH Reaksi
(H CaCl
2
+

H MgCl
2
+ H H
2
O + H
impurities
) + H Ca(OH)
2
+ Q steam =
(H CaCl
2
+ H Mg(OH)
2
+ H H
2
O + H
impurities
) + ΔH Reaksi + Q loss
Appendik B -
1. Panas bahan masuk (∆H
1
):
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 313
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (7319,1280 / 111.08) dT

+
313,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (7319,1280 / 111.08). 271,1971
= 17869,3400 kkal
H MgCl
2
= n
MgCl2
.

15 . 313
15 . 298
2
dT Cp
MgCl
= (76,0673 / 95,32). dT

+
15 , 313
15 , 298
T 0,00377 17,3
= (76,0673 / 95,32) . 276,7845
= 220,87966 kkal
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (24150,8082 / 18) . 18,0148. (313,15-298,15)
= 362559,9829 kkal
H
impurities
= n
imp
.

15 . 313
15 . 298
.dT Cp
imp
= (67,2891/159,7) dT

+
15 , 313
15 , 298
2 -
T 423400 - 0,01604T 24,72
= (67,2891/159,7) . 376,3165
= 158,55979 kkal
∆H
1
= 17869,3400 + 220,87966 + 362559,9829 + 158,55979
= 380808,7624 kkal/jam
Appendik B -
2. Panas yang terkandung dalam Ca(OH)
2
(ΔH
2
)
H Ca(OH)
2
= n
Ca(OH)2
. Cp. ∆T
= (59,1174 / 74,08) . 21,4. (313,15-298,15)
= 257,7277 kkal
3. Panas Reaksi (∆ Hr):
Reaksi yang terjadi :
Ca(OH)
2
+ MgCl
2
→ CaCl
2
+ Mg(OH)
2
ΔH
f
CaCl
2
= -209150
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
MgCl
2
= -189760
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
Ca(OH)
2
= -235580
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
ΔH
f
Mg(OH)
2
= -221900
kkal / mol
[Perry 5
th
ed tabel 3-206]
a. Mencari Panas Standart
ΔH
f
Ca(OH)
2
= n
HCl .
ΔH
f
Ca(OH)
2
= 0,7980 kmol/jam x -235580 kkal / mol
= -187992,8 kkal/jam
ΔH
f
MgCl
2
= n
CaCl2 .
ΔH
f
MgCl
2
= 0,7980 kmol/jam x -189760 kkal / mol
= -151428,5 kkal/jam
ΔH
f
CaCl
2
= n
H2O
. ΔH
f
CaCl
2
= 0,7182 kmol/jam x -209150kkal / mol
= -150221,5 kkal/jam
ΔH
f
Mg(OH)
2
= n
H2O
. ΔH
f
Mg(OH)
2
Appendik B -
= 0,7182 kmol/jam x -221900 kkal / mol
= -159368,6 kkal/jam
ΔH
f 25
= ∑n ΔH
f
produk

- ∑n ΔH
f
reaktan
= ((-150221,5)+ (-159368,6))- ((-187992,8) +
(-151428,5))
= 29841,2 kkal/jam
b. Mencari ΔH produk
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 313
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (79,7797 / 111.08) dT

+
318,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (79,7797 / 111.08). 361,7892
= 259,8370 kkal
H Mg(OH)
2
= n
Mg(OH)2
. Cp. ΔT
= (41,8865 / 58,32). 18,2. ( 318,15-298,15)
= 261,4315 kkal
ΔH produk = 259,8370 + 261,4315
= 521,2685 kkal/jam
c. Mencari ΔH Reaktan
H Ca(OH)
2
= n
Ca(OH)2
. Cp. ΔT
= (59,1174/74,09). 21,4. (318,15-298,15)
= 341,5069 kkal/jam
H MgCl
2
= n
MgCl2
. ∫
dT Cp
CaO
15 . 318
15 . 298
Appendik B -
=(76,0673 / 95,32). dT

+
318,15
298,15
T 0,00377 17,3
= 0,7980. 369,2345
= 294,6491 kkal/jam
ΔH Reaktan = 341,5069 + 294,6491
= 636,156 kkal/jam
ΔH Reaksi = ΔH produk - ΔH Reaktan + ΔH
f 25
= 521,2685 - 636,156 + 29841,2
= 29726,31 kkal/jam
4. Panas bahan keluar (ΔH
3
):
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 313
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (79,7797 / 111.08) dT

+
318,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (79,7797 / 111.08). 361,7892
= 259,8370 kkal
H Mg(OH)
2
= n
Mg(OH)2
. Cp. ΔT
= (41,8865 / 58,32). 18,2. ( 318,15-298,15)
= 261,4315 kkal
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (24150,8082 / 18) . 18,0148. (318,15-298,15)
= 483413,3106 kkal
H
impurities
= n
imp
.

15 . 318
15 . 298
.dT Cp
imp
Appendik B -
= (67,2891/159,7) dT

+
15 , 318
15 , 298
2 -
T 423400 - 0,01604T 24,72
= (67,2891/159,7) . 503,9828
= 212,3516 kkal
H MgCl
2
= n
MgCl2
. ∫
dT Cp
CaO
15 . 318
15 . 298
=(7,6067 / 95,32). dT

+
318,15
298,15
T 0,00377 17,3
= (7,6067 / 95,32) . 369,2345
= 29,4655 kkal/jam
H Ca(OH)
2
= n
Ca(OH)2
. Cp. ΔT
= (5,9118/74,09). 21,4. (318,15-298,15)
= 34,1510 kkal/jam
ΔH
3
= 259,8370 + 261,4315 + 483413,3106 + 212,3516 + 29,4655 + 34,1510
= 508049,0618 kkal
Menghitung panas yang diserap:
∆H
1
+ ∆H
2
- ΔH Reaksi

+ Q steam = ∆H
3
+ Q loss
Asumsi Q loss = 5% dari panas masuk
∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

+ Q steam = ∆H
3
+ 5%(∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

+ Q steam)
0,95 (∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

+ Q steam) = ∆H
3
0,95 Q steam = ∆H
3
- 0,95 (∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

)
Q steam =
95 , 0
- H H ( 0,95 - H
2 1 3
) ∆ Η ∆ + ∆ ∆
r
Appendik B -
=
95 , 0
) (29726,31) - 257,7277 24 (380808,76 0,95 - 8 508049,061 +
= 174275,89/0,95
= 183448,31 kkal/jam
Q loss = 5%(∆H
1
+ ∆H
2
- ΔHr

+ Q steam)
= 0,05 (380808,7624 + 257,7277 – (29726,31) + 183448,31)
= 26739,42 kkal/jam
Menghitung kebutuhan steam :
Digunakan steam pada suhu 148
o
C dari steam tabel didapat harga :
P = 451,01 kpa
λ = 2119,5 kJ / kg = 506,5605 kkal / kg
m
steam
=
λ
steam
Q
=
506,5605
183448,31
= 362,14kg
Neraca panas reaktor netralizer (R – 210) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
380808,7624 ∆H
3
508049,0618
∆H
2
257,7277 ΔH Reaksi 29726,31

Q Steam 183448,31 Q Loss 26739,42431
Total masuk 564514,80 Total keluar 564514,80
Appendik B -
5. Evaporator (V – 310)
Umpan (F)
T = 45
o
C Produk
(L)
T =100
o
C
Steam
T = 148
o
C
Kondensat
T = 148
o
C
Evaporator
Uap Air (V)
T = 90
o
C
Recycle centrifuge
(R)
T = 45
o
C
∆H
1
+ Q steam = ∆H
2
+ Q loss
(H CaCl
2
+ H H
2
O) + Qsteam = (H CaCl
2
+ H H
2
O + H Uap air) + Q loss
Kenaikan titik didih larutan :
( ) [ ] α 1 1
M
W
W
1000
K KTD
2
2
1
b
− +
1
]
1

¸

· n x
[Maron, hal 454]
Dimana : K
b
= konstanta kenaikan titik didih larutan molal
= 0,52 → untuk pelarut ai
W
1
= berat pelarut
W
2
= berat zat terlarut
M
2
= berat molekul zat terlarut
n = jumlah ion dari elektrolit yang terbentuk
α = derajat ionisasi
CaCl
2
→ Ca
2+
+ 2Cl
-
( ) [ ] 1 1 3 1 .
111,08
1376,5470 1
5164,3890 2
1000
0,52 KTD − +
,
_

¸
¸
⋅ ⋅ ·
= 6,3429
o
C
Appendik B -
Ditetapkan: tekanan vacuum Evaporator = 7,28 Psia
Dari steam tabel didapat = T Uap jenuh = 182,58
o
F
= 83,6571
o
C
Jadi titik didih larutan =90
o
C
Dari Steam Tabel pada T
didih larutan
= 90
o
C, didapatkan :
H
s,v
= 2660,1 kJ/kg
Hv = Hs,v + (1,884 . KTD)
= 2660,1 + (1,884 . 6,3429)
= 2672,05 kJ/kg
= 638,6353 kkal/kg
Neraca panas bahan masuk (∆H
1
):
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 318
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (11367,5470 / 111.08) dT

+
318,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (11367,5470 / 111.08). 361,7892
= 37053,5815 kkal
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (25164,3890 / 18) . 18,0148. (318,15-298,15)
= 503701,5944 kkal
∆H
1
= 37053,5815 + 503701,5944
= 540755,1759 kkal
Neraca panas produk keluar (∆H
2
):
Appendik B -
Produk bawah :
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 363
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (11367,5470 / 111.08) dT

+
363,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (11367,5470 / 111.08). 1181,9509
= 121052,5744 kkal
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (7450,2600 / 18) . 18,0148. (363,15-298,15)
= 484665,075 kkal
Produk atas uap air:
H Uap air = m
v
. H
v

= 17714,1290 . 638,6353
= 11312868,09 kkal
∆H
2
= H produk bawah + H produk atas
= 121052,5744 + 484665,075 + 11312868,09
= 11918585,74kkal
Menghitung panas dibutuhkan :
∆H
1
+ Q steam = ∆H
2
+ Q loss
Asumsi Q loss = 5% dari panas masuk
Qsteam =

(∆H
2
- 0,95(∆H
1
))/0,95
Appendik B -
=
0,95
59) (540755,17 0,95 - 4 11918585,7
= 12005124,55 kkal
Q loss = 5%(∆H
1
+ Qsteam)
= 0,05 (540755,1759 + 12005124,55)
= 627136,0913 kkal
Menghitung kebutuhan steam :
Digunakan steam pada suhu 148
o
C dari steam tabel didapat harga:
P = 451,01 kpa
λ = 2119,5 kJ/kg = 506,5605 kkal/kg
m
steam
=
λ
steam
Q
=
506,5605
5 12005124,5
= 23699,2907 kg
Neraca panas evaporator (V – 310) :
Masuk kkal Keluar kkal
∆H
1
540755,1759 ∆H
2
11918585,74
Q steam 12005124,55 Q loss 627136,0913
Total masuk 1254879,73 Total keluar 1254879,73
6. . Kristalizer ( X-320 )
Appendik B -
Neraca panas bahan masuk (Δ H
1
):
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 363
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (11367,5470 / 111.08) dT

+
363,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (11367,5470 / 111.08). 1181,9509
= 121052,5744 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (7450,2600 / 18) . 18,0148. (363,15-298,15)
= 484665,075 kkal/jam
Δ H
1
= 121052,5744 + 484665,075
= 604938,0622 kkal/jam
Neraca panas bahan masuk (Δ H
2
):
H CaCl
2.
H H
2
O = n
CaCl2
. Cp. ∆T
= (8532,4103/147,08). 41,1280 . (333,15-298,15)
= 83507,1660 kkal/jam
Appendik B -
Δ H
1
, T=90
o
C
Δ H
4
, T=48
o
C
Δ H Δ H
3
, T=60
o
C
Δ H
2
, T=30
o
C
Crystalizer
Mother Liquor:
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 333
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (4932,5701 / 111.08) dT

+
333,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (4932,5701 / 111.08). 634,1443
= 28159,55813 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ∆T
= (5361,8267 / 18) . 18,0148. (333,15-298,15)
= 187818,236 kkal/jam
Δ H
1
= 28159,55813 + 187818,236
= 299484,9601 kkal/jam
Q loss = 10% dari panas masuk (Δ H
1
)
= 0,1 x 604938,0622
= 60493,80622 kkal/jam
Air pendingin masuk = 30
o
C
Air pendingin keluar = 48
o
C
Menghitung panas yang diserap oleh air pendingin :
Δ H
1
= Δ H
2
+ Q loss + Q serap
Q serap = Δ H
1
- (Δ H
2
+ Q loss)
= 604938,0622 - (299484,9601 + 60493,80622)
Appendik B -
= 244959,2929 kkal/jam
Menghitung kebutuhan air pendingin :
Massa air pendingin =
T Cp
Q
serap
∆ .
= 13622,4721 kg
Neraca panas kristaliser (X – 320) :
Masuk Kkal Keluar Kkal
∆H
1
604938,0622 ∆H
2
299484,9601
Q loss 60493,80622
Q serap 244959,2929
Total masuk 604938,0622 Total keluar 604938,0622
7. Rotary Dryer (B – 340)
Rotary Dryer
Kristal kering
T = 80
o
C
Udara keluar
T = 51,5
o
C
Kristal basah
T = 60
o
C
Udara masuk
T = 100
o
C
keluar kering H Kristal keluar H Udara masuk basah H Kristal masuk H Udara + · +

Neraca panas kristal basah masuk :
H CaCl
2
.2H
2
O = n
CaCl2
. Cp. ΔT
= (8532,4103 / 147,08) . 1439,4793
= 83507,12541 kkal/jam
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 333
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
Appendik B -
= (204,4156 / 111.08) dT

+
333,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (204,4156 / 111.08) . 634,1443
= 1166,9876 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ΔT
= (222,2049/ 18) . 18,0148. (333,15-298,15)
= 7783,5661 kkal/jam
H Kristal basah masuk total= 7783,5661 1166,9876 1 83507,1254 1 83507,1254 + + +
= 92457,67911 kkal/jam
Neraca panas udara masuk :
Misal : massa udara = G
H
G2
= G . [ Cs
2
(T
G2
– T
ref
) + λ
ref
. H
2
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
2
) (T
G2
– T
ref
) + λ
ref
. H
2
] . . . . (1)
Neraca panas kristal kering keluar :
Kristal kering yang terbawa udara ke cyclone :
H CaCl
2
.2H
2
O = n
CaCl2
. Cp. ΔT
= (8,5324 / 147,08) . 41,1280 . (324,15-298,15)
= 63,2267 kkal/jam
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

65 . 324
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (0,2044 / 111.08) . dT

+
324,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (0,2044 / 111.08). 479,7031
Appendik B -
= 0,8827 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ΔT
= (0,0883 / 18) . . 18,0148. (324,15-298,15)
= 2,7419 kkal/jam
H H
2
O
(v)
= n
H2O(v)
. Cp. ΔT + m λ
= ((133,9541/18) . 477,3922)+( 133,9541 . 2442,31 . 0.239)
= 81749,4129 kkal/jam
Produk kristal kering ke screw conveyor :
H CaCl
2
.2H
2
O = n
CaCl2
. Cp. ΔT
= (8471,5194 / 147,08) . 41,1280 . (353,15-298,15)
= 131094,2575 kkal/jam
H CaCl
2
= n
CaCl2
.

15 . 353
15 . 298
2
dT Cp
CaCl
= (204,2112 / 111.08) . dT

+
353,15
298,15
T 0,00386 16,9
= (262,6171 / 111.08) . 998,6355
= 1835,9070 kkal/jam
H H
2
O = n
H2O
. Cp. ΔT
= (88,2236 / 18) . 18,0148 . (353,15-298,15)
= 4852,9244 kkal/jam
H Kristal kering keluar total = H kristal kering terbawa udara ke cyclone +
H produk kristal kering ke srew
Appendik B -
= 63,2267 + 0,8827 + 2,7419 + 81749,4129 +
131094,2575 + 1835,9070 + 4852,9244
= 219598,9531 kkal/jam
Neraca panas udara keluar :
misal: massa udara = G
H
G1
= G . [Cs
1 .
(T
G1
– T
ref
) + λ
ref
. H
1
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
1
) (T
G1
– T
ref
) + λ
ref
. H
1
] . . . . (2)
Neraca panas rotary dryer :
H Udara masuk + H Kristal basah masuk = H Udara keluar + H Kristal kering
keluar + panas yang hilang ke
lingkungan
Asumsi : proses adiabatik → panas yang hilang ke lingkungan = 0
3) keluar...( kering Kristal keluar HUdara masuk basah HKristal masuk HUdara + · +
Media Pemanas
Digunakan udara pada suhu 30°C dengan RH= 70% dari humidity chart
(Geankoplis, hal. 529) didapatkan humidity udara (H
2
) adalah 0,0190 kg H
2
O/kg
udara kering. Sebelum masuk rotary dryer, udara ini dipanaskan sampai suhu
120°C.
Dari Humidity chart;
Untuk T dry bulb (suhu udara masuk / T
G2
)= 120°C
Humidity udara (H
2
) = 0,0190 kg H
2
O/kg udara kering
Didapatkan T wet bulb in (Tw
in
) = 41,25°C.
Appendik B -
Menentukan suhu udara keluar :
Agar rotary dryer beroperasi ekonomis, maka :
harga NTU harus berkisar antara 1,5 – 2,5. [McCabe 5
th
ed, hal.796]
NTU =

,
_

¸
¸


in out ud,
in in ud,
Tw T
Tw T
ln
Diambil harga NTU =
2
5 , 2 5 , 1 +
= 2
2 =

,
_

¸
¸


25 , 41 T
25 , 41 20 1
ln
out ud,
Tudara,out (T
G1
) = 51,91
o
C
Neraca massa air :
G . H
2
+ Ls . X
1
= G . H
1
+ Ls . X
2
Dimana :
G = massa udara kering masuk rotary dryer (kg)
Ls = massa bahan kering masuk rotary dryer = 8736,8262 kg
H
2
= humidity udara masuk rotary dryer = 0,0190 kg uap air/kg udara kering
H
1
= humidity udara keluar rotary dryer (kg uap air/kg udara kering)
X
1
=
kering bahan air/kg uap kg 0,0248 dryer rotary masuk bahan dalam air kandungan ·
X
2
=
kering bahan air/kg uap kg 0,01 dryer rotary keluar bahan dalam air kandungan ·
G . 0,019 + 8736,8262 . 0,0248 = G . H
1
+ 8736,8262 . 0,01
G . (H
1
- 0,019) = 129,305 . . . . (4)
λ
ref
pada suhu 25
o
C = 2442,31 kJ/kg
Substitusi harga TG
2
, H
2
, TG
1
ke persamaan (1) dan (2) :
Appendik B -
Persamaan (1) :
H
G2
= G . [ Cs
2
(T
G2
– T
ref
) + λ
ref
. H
2
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
2
) (T
G2
– T
ref
) + λ
ref
. H
2
]
= G . [(1,005 + 1,88 . 0,019) (120-25) + 2442,31 . 0,019]
= (145,2759 . G) kJ/kg
= (34,7209 . G) kkal/kg . . . . (5)
Persamaan (2) :
H
G1
= G . [ Cs
1
(T
G1
– T
ref
) + λ
ref
. H
1
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
1
) (T
G1
– T
ref
) + λ
ref
. H
1
] .
= G . [(1,005 + 1,88 H
1
) (51,91 – 25) + 2442,31 H
1
]
= G . [27,0446 + 2492,9008H
1
]
= (27,0446. G + 2492,9008H
1
. G) kJ/kg
= (6,4636 . G + 595,8176 . H
1
. G) kkal/kg . . . (6)
Substitusi persamaan (5), persamaan (6), entalpi bahan masuk, dan entalpi bahan
keluar ke persamaan (3) :
H Udara masuk+H Kristal basah masuk = H Udara keluar+H Kristal kering keluar
34,7209 . G + 92457,67911 = 6,4636 . G + 595,8176 . H
1
. G + 219598,9531
28,2573 . G – 595,8176 . H
1
. G = 127141,274 . . . . (7)
Eliminasi persamaan (7) dan persamaan (4), didapat :
Massa udara = G = 12055,15766 kg
Substitusi harga G ke persamaan (4), didapat :
Humidity udara keluar = H
1
= 0,0297 kg uap air/kg udara kering
Appendik B -
substitusi harga G ke persamaan (5), didapa t :
H udara masuk = H
G2
= 418565,9236 kkal
Substitusi harga G dan H1 ke persamaan (6), didapat :
H udara keluar = H
G1
= 291424,6496 kkal
Neraca panas rotary dryer (B – 340) :
Masuk Kkal Keluar Kkal
CaCl2.2H2O 8532,4103 Ke Screw :
CaCl2 1166,9876 CaCl2.2H2O 131094,2575
H2O 7783,5661 CaCl2 1835,9070
H2O 4852,9244
Ke Cyclone :
CaCl2.2H2O 63,2267
CaCl2 0,8827
H2O 2,3419
H2O (v) 81749,4129
H Udara masuk 418565,9236 H Udara keluar 291424,6496
Total masuk 511023,6027 Total keluar 511023,6027
8. Heater udara (E – 342)
Udara in
T = 30
o
C
Udara out
T = 120
o
C
Steam
T = 148
o
C
Kondensat
T = 148
o
C
Pemanas Udara
∆H
1
+ Q steam = ∆H
2
+ Q loss
Neraca panas udara masuk (∆H
1
) :
H Masuk = G . [ Cs
in
(T
in
– T
ref
) + λ
ref
. H
in
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
in
) (T
in
– T
ref
) + λ
ref
. H
in
]
Appendik B -
=12055,15766.[(1,005+(1,88.0.19)) . (30 – 25) + (2442,31 .0,019)]
= 29505162,32 kJ
= 7051903,041 kkal
Neraca panas udara keluar (∆H
2
)

:
H Keluar = G . [ Cs
in
(T
in
– T
ref
) + λ
ref
. H
in
]
= G . [(1,005 + 1,88 H
in
) (T
in
– T
ref
) + λ
ref
. H
in
]
= 12055,15766[(1,005+(1,88.0,19)).(120 – 25) + (2442,31 . 0,019)]
= 30634306,25 kJ
= 7321774,917 kkal
Menghitung panas yang diserap:
∆H
1
+ Qsteam = ∆H
2
+ Qloss
Asumsi Q loss = 5% dari panas masuk
Qsteam =
95 , 0
) H ( - H
1 2
∆ ∆
=
0,95
41) (7051903,0 0,95 - 7 7321774,91
= 655228,4505 kkal
Q loss = 0,05 (∆H
1
+ Q steam)
= 0,05 . (7051903,041 + 655228,4505)
= 385356,5746 kkal
Menghitung kebutuhan steam pemanas :
Digunakan steam pada suhu 148
o
C dari steam tabel didapat harga :
P = 451,01 kPa
Appendik B -
λ = 2119,5 kJ/kg
= 506,5605 kkal/kg
Massa steam =
λ
steam
Q

=
5605 , 506
5 655228,450
= 1293,4851 kg
Neraca panas heater udara (E – 342) :
Masuk kkal Keluar kkal
Udara masuk 7051903,041 Udara keluar 7321774,917

Q Steam 655228,4505 Q loss 385356,5746

Total masuk 7707131,492 Total keluar 7707131,492
Appendik B -
APPENDIK C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT
1. Tangki Penampung HCl (F – 121)
Fungsi : Menampung larutan HCl
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas standard dished head dan tutup
bawah berbentuk plat datar
Asumsi : waktu tinggal = 7 hari
Jumlah tangki : 8 buah
Kebutuhan larutan HCl untuk 7 hari = 3064,5712 ton
ρ
HCl
= 57,6419 lb/ft
3
Volume HCl dalam tangki =
HCl
hari 7 untuk HCl larutan kebutuhan
ρ
=
57,6419
7 4 965339,915 ⋅
= 58615,1425 ft
3
Volume 1 tangki =
8
ft 58615,1425
3
= 7326,8928 ft
3
Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : Volume tangki =
80%
tangki dalam HCl volume
=
% 80
7326,8928
Appendik C - 1
= 9158, 6160 ft
3
Menghitung diameter dalam tangki :
Volume tangki = volume silinder + volume tutup atas + volume sf atas
h
t
= 1,5 D
i
[Brownell & Young pers 3.11, hal 43]
7256,2340 ft
3
=
t
2
i
h D
4
π
⋅ ⋅ + 0,000049(12 . Di)
3
73268,9281 ft
3
= ) (1,5D
4
π
i
+ 0,000049(12 . Di)
3
Diameter dalam tangki = D
i
= 19,3599 ft = 5,9009 m = 232,3192 in
Menghitung tinggi larutan HCl pada bagian silinder :
Volume larutan HCl = volume larutan HCl pada bagian silinder
7326,8928 ft
3
= h D
4
π
2
i
⋅ ⋅
7326,8928 ft
3
= h 19,3599) (
4
π
2
⋅ ⋅
Tinggi larutan HCl pada bagian silinder = h = 7,5903 m = 24,9026 ft = 298,8307 in
Menghitung tinggi silinder
H = 1,5 Di
= 1,5 . 19,3599 ft
= 29,0398 ft = 8,85 m = 348,4782 in
Menghitung Tebal silinder:
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatik
= ρ
HCl
.
c
g
g
. h
larutan HCl di dalam silinder
= 57,6419 . 1 . 24, 9026
Appendik C - 2
= 1435,4332 lb/ft
2
= 9,9683 psia
P design = 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 9,9683)
= 10,4667 psig
C
P E F
Di P
+

·
) 6 . 0 . ( 2
.
t
shell
[Brownell & Young pers 13.1, hal 254]
8
1
10,4667) 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
3192 , 232 . 4667 , 0 1
t
shell
+
⋅ − ⋅
·
= 0,2061 in
Tebal shell standard diambil :
4
1
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 88]
Diameter luar tangki = D
o
= D
i
+ 2 . (tebal shell)
= 232,3192 + 2
4
1
= 19,4016 ft = 232,8196 in ≈ 240 in
Harga di baru
Di = Do – 2 (tebal shell)
= 240 - 2
4
1
= 239,5 in = 19, 9583 ft
Menentukan tebal tutup atas dan bawah:
Tutup atas dan bawah berbentuk standart dishead
tha =
C
P 0,1 - E f
di P 0,885
+
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Brownell & Young pers.13-12, hal 258]
=
8
1
4667 , 10 . 1 , 0 8 , 0 . 18750
5 , 239 . 4667 , 10 . 885 , 0
+

Appendik C - 3
= 0,2729 in ≈
16
5
in [Brownell & Young tabel 5.7, hal 89]
Tebal tutup bawah (tha) = tebal tutup atas (thb) =
16
5
in
Menghitung tinggi tutup atas :
Tutup atas berbentuk standart dishead
Di = 239, 5 in
rc = 180 in
i
cr
= 14
16
7
in
AB = (di/2)-i
cr
= (
2
5 239,
– 14
16
7
) = 119,75 – 14,4375 in = 105, 3125 in
BC = r – i
cr
= 165, 5625 in
AC= ) AB BC (
2 2
− =
2 2
) 3125 , 105 ( ) 5625 165, ( −
= 127,7506 in
b = r
c
- AC = 180 – 127,7506 in = 52,2494 in = 4,35412 ft
dari Brownel & Young, tabel 5-6 hal 88 untuk ts =
4
1
diperoleh harga sf = 3 in
tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 5/16 + 52,2494 +3
= 55,5619 in = 4,6302 ft
Tinggi tutup bawah (hb) ditetapkan :
4
1
in [Brownell & Young, hal 332 bagian f]
Total tinggi tangki = tinggi tutup atas + tinggi silinder + tinggi tutup bawah
= 55,5619 + 348,4782 + 0,25 = 404,2901 in
Appendik C - 4
Spesifikasi :
Nama alat : Tangki penampung HCl (F – 121)
Fungsi : Menampung HCl
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas standard dished head dan
tutup bawah berbentuk plat datar
Diameter dalam : 232,3192 in
Tinggi silinder : 348,4782 in
Tebal silinder :
4
1
in
Tebal tutup bawah :
4
1
in
Tebal tutup atas :
4
1
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
2. Pompa larutan HCl (L-122)
Fungsi : Memompa larutan HCl dari tangki penampung HCl menuju ke
tangki pengenceran HCl.
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi : P
op
= 1 atm, T
op
= 30
o
C
Laju alir massa larutan HCl = 18241,495 kg/jam
= 11,1709 lb/s
HCl
ρ
= 1,1315 g/cm
3
= 1131,5432 kg/m
3
= 70,6400 lb/ft
3
Appendik C - 5
HCl
μ
= 1.8 cp = 0,0012 lbm/ft.s
Laju alir Volumetrik (q
fm
) =
HCl
ρ
massa alir laju
=
70,6400
11,1709
= 0,1581 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,1581
= 0,1897 ft
3
/s = 85,1577gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΛ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . 0,1581
0,45
. 70,6400
0,13
D
i,opt
= 2,98 in
Dipilih Stainless steel 3 in sch 40, diperoleh data : [Kern tabel 11, hal 844]
OD = 3,50 in
ID = 3,068 in = 0,2557 ft
A = 7,38 in
2
= 0,615 ft
2
v =
0,615
0,1581
A
q
fm
·
= 0,2571 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0012
70,6400 0,2571 0,2557 ⋅ ⋅
Appendik C - 6
= 46433,014
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
• Pipa lurus
• Elbow 90
o
• Gate valve
• Globe valve
4
1
1
30
13
340
20
30,684
3,3241
86,938
Total 120,8861
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,00087 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,004 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal 86]
=
0,25571 174 , 32 2
0,2571 8861 , 120 0047 , 0 . 4
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 0,00913 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, app C-2.a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


Appendik C - 7
=
1740 , 2 3 2
0,2571 5 , 0
2


= 0,000514 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2 c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
0,2571 1
2


= 0,001027 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 0,00913 + 0,000514 + 0,001027
= 0,01067 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = (P
2
– P
1
)
P
1
= 14,7 psi
P
2
= (14,7 + P
hidrostatik
) psi
P
hidrostatik
= (ρ.
gc
g
.h)
= (70,6400 . 1 . 43,8706)
= 3099,0192 lb/ft
2
∆P = - 3099,0192 lb/ft
2
Appendik C - 8
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 0,2571 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

-
70,6400
3099,0192
+ (20 . 1) +
174 , 32 2
2571 , 0 . 1
2

+ 0,01067 = -W
p
-W
p
= 63,8823 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 63,8823
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
= 63,8823 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W ( m
p
− ⋅
=
550
,8823 11,1709.63
= 1,2975 hp
Maka efisiensi pompa = 60% [Peters & Timmerhaus fig14-37, hal 520]
BHP =
6 , 0
1,2975
η
WHP
pompa
·
= 2,1625 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus fig14-38, hal 521]
Power aktual pompa =
8 , 0
2,1625
η
BHP
motor
·
= 2,7031 hp ≈ 3 hp
Appendik C - 9
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa larutan HCl (L – 122)
Fungsi : Memompa larutan HCl dari tangki penampung HCl menuju
ke tangki pengenceran HCl
Tipe : Centrifugal Pump
Kapasitas : 85,1577gpm
Efisiensi pompa : 60%
Power motor : 3 hp
Ukuran pipa : 3 in schedule 40
Bahan konstruksi : Stainless Steel
Jumlah : 1 buah
3. Tangki pengencer HCl (M - 120)
Fungsi : Untuk mengencerkan HCl 26,9 % menjadi HCl 17,5 %.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa standard
dished head dan dilengkapi dengan pengaduk.
Dirancang untuk kapasitas 30 menit
massa HCl 17,5 % untuk 1 jam = 27818,6824 kg
massa HCl 17,5 % untuk 30 menit = 13909,34 kg = 30664,53 lb
ρ
HCl 17,5%
= 59,1208 lb/ft
3
Volume HCl dalam tangki =
HCl
menit 30 untuk % 17,5 HCl massa
ρ
Appendik C - 10
=
59,1208
30664,53
= 518,68 ft
3
Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : volume tangki =
80%
tangki dalam HCl volume
=
% 80
518,68
= 648,35 ft
3
Menentukan diameter dalam tangki :
h
t
= 1,5 D
i

Volume tangki = volume tutup atas + volume silinder + volume tutup bawah
= (0,000049(12.Di)
3
) + ht D
4
π
2
i
⋅ ⋅ + +(0,000049(12.Di)
3
)
[Brownell & Young pers 3.11, hal 43]
648,35 ft
3
= 0,000049(12 . Di)
3
+ + ) D 5 , 1 ( D
4
π
i
2
i
⋅ + 0,000049(12 . Di)
3
Diameter dalam tangki = D
i
= 7,8373 ft = 2,3888 m = 94,0476 in
h
t
= 1,5 Di = 11,75595 ft = 141,0714 in = 3,5832 m
Menentukan tinggi larutan HCl pada bagian silinder :
Volume HCl 17,5 % = Volume HCl pada bagian silinder + volume tutup bawah
518,68 = Li D
4
π
2
⋅ ⋅ + + 0,000049(12 . Di)
3
518,68 = Li 8373 , 7
4
π
2
⋅ ⋅ + 0,000049(12 . 7,8373)
3
tinggi larutan HCl pada bagian silinder = Li = 5,8293 ft = 69,9518 in = 1,7768 m
Appendik C - 11
Menghitung tebal Silinder
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatik
= ρ
HCl
.
c
g
g
. h
HCl di dalam silinder

= 59,1208 .
144
1
. 5,8293
= 2,3933 psia
P design = 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 2,3933)
= 2,513 psig
C
P E F
Di P
+

·
) 6 . 0 . ( 2
.
t
shell
[Brownell & Young pers 13.1, hal 254]
8
1
) 513 , 2 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
0476 , 94 513 , 2
t
shell
+
⋅ − ⋅

·
= 0,1408 in
Tebal shell standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 88]
Diameter luar tangki = D
o
= D
i
+ 2 . (tebal shell)
= 94,0475+ 2
,
_

¸
¸
16
3
= 7,8686 ft = 94,4226 in ≈ 96 in
Harga di baru = D
i
= D
o
- 2 . (tebal shell)
= 96 - 2
,
_

¸
¸
16
3
= 95,645 in = 7,9688 ft
Appendik C - 12
Menentukan Tebal tutup atas dan bawah :
Tutup atas dan bawah berbentuk standart dishead
&
'
L
D
6
I
2
$
W
5
F
E
$
'
2
L
FU
%
tha =
C
P 0,1 E f
d P 0,885
+
⋅ − ⋅
⋅ ⋅ i
[Brownell & Young pers 13.12, hal 258]
tha =
8
1
513 , 2 1 , 0 8 , 0 18750
625 , 95 . 513 , 2 885 , 0
+
⋅ − ⋅

= 0,1392 in
Tebal tutup atas diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal 332 bagian f]
Tebal tutup bawah = tebal tutup atas :
16
3
in
Menentukan tinggi Tutup atas dan bawah
Di = 95,645
rc = 96 in
icr = 5 7/8 in
AB = (di/2 – icr) = 41,9375 in
BC = 90,125 in
b =
2 2
c
(AB) (BC) R − − [Brownell & Young, hal 87]
= 96 -
2 2
) 9373 , 41 ( ) 90,125 ( −
= 16,2268 in
Appendik C - 13
dari Brownel & Young, tabel 5-6 hal 88 untuk ts =
16
3
diperoleh harga sf = 2 in
tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 3/16 + 16,2268 + 2
= 18,4143 in = 0,04677 ft
Tinggi tangki total :
tinggi tutup atas = t
head atas
+ sf + b =
16
3
+ 2 + 16,2268 = 18,4143 in
tinggi silinder = h
t
= 141,0714 in
tinggi tutup bawah = t
head bawah
+ sf + b =
16
3
+ 2 + 16,2268 = 18,4143 in +
Tinggi total = 177,9 in = 14,825 ft
Sistem Pengadukan :
Tipe : four-pitched blades turbin dengan 4 baffle [Mc Cabe ed.5 hal 243]
Bahan: Stainless Steel

L
W
H
E D
a
D
i
J
Dimensi dan posisi impeller dalam tangki:
Dari Mc Cabe ed.5 hal 243 tangki berpengaduk standar mempunyai ketentuan
sebagai berikut :
Appendik C - 14
D
a
/D
t
= 1/3 ; W/D
a
= 1/5
E/D
a
= 1 ; J/D
t
= 1/12
L/D
a
= ¼ ; H/D
t
= 1
Dimana: D
t
= diameter dalam tangki = 7,8373 ft
D
a
= diameter impeller = D
t
/3 = 2,6124 ft
W = lebar impeller = D
a
/5 = 0,5225 ft
L = panjang impeller = D
a
/4 = 0,6531 ft
J = lebar baffle = D
t
/12 = 0,6531 ft
E = tinggi impeller dari dasar tangki = 2,6134 ft
Jumlah baffle = 4 buah
Power impeller :
Kecepatan periperal untuk turbin (v
p
) = 450-850 fpm [Joshi, hal 389]
Asumsi: kecepatan pengadukan = 65 rpm
Check : v
p
= π . D
a
. n
= π . 2,6124 . 65
= 533,1909 ft/menit = 162,5185 m/menit
Jadi n = 65 rpm memenuhi syarat
µ
HCl
= 0,0006 lbm/ft.s
N
Re
=
HCl
2
a
μ
n D ρ ⋅ ⋅
=
( )
0,0006
60
65
2,6124 1208 , 59
2
⋅ ⋅
Appendik C - 15
= 728497,9933 > 10000 → Aliran turbulen
Untuk four-pitched blades turbin dengan 4 baffle dan lebar baffle 10% diameter
tangki, maka : K
L
= 44,5 dan K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed tabel 9-3, hal 254]
Untuk N
Re
> 10000 → N
p
= K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed pers 9-23, hal 253]
P =
c
5
a
3
g
ρ D n Np ⋅ ⋅ ⋅
[Mc Cabe 5
th
ed pers 9-20, hal 253]
=
32,174
1208 , 59 2,6124
60
65
27 , 1
5
3
⋅ ⋅

,
_

¸
¸

= 0,4322 hp
Gland losses = 10% . P
= 10% . 0,4322
= 0,0432 hp
Karena gland losses kurang dari 0,5 hp, maka ditetapkan gland losses sama
dengan 0,5 hp
Power input = P + Gland losses = 0,4322 + 0,5 [Joshi, hal 399]
= 0,9322 hp
Transmission sistem losses = 20% . power input [Joshi, hal 399]
= 20% . 0,9322
= 0,1864 hp
Total power input = power input + transmission sistem losses
= 0,9322 + 0,1864 = 1,1186 hp
Appendik C - 16
Jumlah Impeller :
Jumlah impeller =
i
g
D
liquid kedalaman s ⋅
[Rase vol.I per 8-9, hal 345]
=
( )
i
air
HCl
D
bawah tutup tinggi h
ρ
ρ
+ ⋅
=
( )
7,8373
29045 , 13
62,43
59,1208

= 1,6059 ≈ 1 buah
Power untuk 1 buah impeller = 1 . total power input
= 1 . 1,1186
= 1,1186 hp ≈ 1,5 hp
Perancangan Jaket Pendingin :
Panas yang harus diserap oleh media pendingin = 4669,36064 kkal/jam
= 18517,2835 Btu/jam
Media pendingin : Air
T in = 30
o
C = 86
o
F
T out = 45
o
C = 113
o
F
T avg =
2
T T
out in
+
=
2
5 4 30 +
= 37, 5
o
C = 99, 5
o
F
Appendik C - 17
t
1
T
1
t
2
T
2
Suhu larutan masuk (T
1
) = 30
o
C = 86
o
F
Suhu larutan keluar (T
2
) = 30
o
C = 86
o
F
Suhu air pendingin masuk (t
1
) = 30
o
C = 86
o
F
Suhu air pendingin keluar (t
2
) = 45
o
C = 113
o
F
∆t
1
= T
2
– t
1
= 0
o
F
∆t
2
= T
1
- t
2

= 27
o
F
LMTD = (∆t
2+
∆t
1
)/2 = 13,5
o
F
Massa air pendingin yang dibutuhkan :
W = 311,6959 kg/jam
= 687,2895 lb/jam
N
Re
=
air
air
2
μ
ρ N L ⋅ ⋅
=
9370 , 1
43 , 2 6 3900 . 0,6478
2

= 88843,9617
Koefisien perpindahan panas air (ho) :
0.14
3
1
i
μw
μ
k
μ c
shell D
k
jH ho
1
]
1

¸

1
]
1

¸

⋅ ⋅ · [Kern pers 20.1, hal 718]
Appendik C - 18
jH = 800 [Kern fg 20-2, hal 718]
c = 1 Btu/lb.
o
F
μ = 0,7051 cp [Kern fig 15, hal 825]
= 0,7051 . 2,42 = 1,7064 lb/j.ft
k = 0,3612 Btu/j.ft
2
.(
o
F/ft)
untuk air,
w
μ
μ
= 1 [Kern, hal 719]
sehingga didapatkan harga ho :
ho = 64,4189 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Koefisien perpindahan panas larutan (h
i
) :
k
D h
i i

= 0,36
3 2
2
μ
ρ N L

,
_

¸
¸ ⋅ ⋅
3 1
k
μ c

,
_

¸
¸ ⋅
( )
0,14
φ [Kern persamaan 20.1, hal 718]
dimana: L = panjang impeller = 0,7265 ft
N = kecepatan pengadukan = 65 rpm = 3900 putaran/jam
D
i
= diameter dalam tangki = 7,9688 ft
ρ = densitas larutan = 58,1208 lbm/ft
3
µ = viskositas larutan = 4,3544 lbm/ft.j [Kern fig 14, hal 823]
c = spesifik heat larutan = 0,9099 Btu/lb.
o
F
k = konduktivitas panas larutan = 0,3091 Btu/j.ft
2
.(
o
F/ft)
[Kern tabel 4, hal 800]
ϕ =
w
μ
μ
didapat :
φ
h
i
= 36,3407 Btu/jam ft
2
.
o
F
Appendik C - 19
φ
h
io
=
o
i i
D
D
φ
h

=
7,8686
9688 , 7
3407 , 6 3 ⋅
= 36,8032 Btu/jam.ft
2
.
o
F
t
w
=
( )
a a
s
o
t
io
o
a
t T
φ
h
φ
h
h
t − ⋅
+
+
t
a
=
2
t t
2 1
+
=
2
13 1 86 +
= 99,5
o
F
T
a
=
2
T T
2 1
+
=
2
86 86 +
= 86
o
F
t
w
=
( ) 5 , 99 86
64,4189 8032 , 36
64,4189
5 , 9 9 − ⋅
+
+
= 90,9084
o
F
pada t
w
= 90,9084
o
F, μ
w
= 4,3544 lb/ft.j
ϕ =
w
μ
μ
=
4,3544
2,1665

= 0,4975
hio =
φ
h
io
. ϕ = 36,1985 . 0,4975
= 18,0087
Koefisien perpindahan panas overall :
U
C
=
hio ho
hio ho

+

=
0087 , 8 1 4189 , 4 6
0087 , 8 1 4189 , 4 6
+


Appendik C - 20
= 14,0742 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Ditetapkan Rd = 0,003 [Kern tabel 12, hal 845]
D
U
1
=
Uc
1
+ Rd
=
003 , 0
14,0742
1
+
U
D
= 13,5040 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Q = U
D
. A’ . LMTD
A’ =
LMTD U
Q
D

=
5 , 13 5040 , 3 1
2 426537,833

= 347,6473 ft
2
Blank diameter untuk tutup bawah :
cr
o
o
i
3
2
2sf
24
D
D BD + + + · [Brownell & Young pers 5.12, hal 88]

4896 , 0
3
2
12
2
2
24
7,8686
8686 , 7

,
_

¸
¸
+

,
_

¸
¸
+

,
_

¸
¸
+ ·
= 8,8562 ft
Adish = ¼ . π .BD
2
= ¼ . π . 8,8562
2
= 61,5693 ft
2
dish jaket o
A h . D . π A' + ·

347,6473 = π . 7,8686 . h
jaket
+ 61,5693
h
jaket
= 11,5786 ft ≈ tinggi HCl dalam silinder (11,5786 ft) → Memenuhi
Appendik C - 21
Perhitungan Tebal Jaket :
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatik
= ρ
air
. (g/g
c
) . h
air di jaket
= 62,43 . 1 . 11,7214
= 728,5829 lb/ft
2

= 2,1748 psig
P
desain
= 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 2,1748)
= 2,2835 psig
t
jaket
=
C
P 0,6 - E f
d P
i
+
⋅ ⋅

[Brownell & Young pers 13-1, hal 254]
t
jaket
=
8
1
2,2835 0,6 - 0,8 18750
2673 , 93 2,2835
+
⋅ ⋅

in = 0,1321 in
Tebal jaket diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal 332 bagian f]
D
o jaket
= D
i jaket
+ 2 t
s

= 7,8869+ 2 .
16
3
= 7,9182 ft
Spesifikasi :
Nama alat : Tangki pengencer HCl 17,5 % (M - 120)
Fungsi : Mengencerkan HCl 26,9 % menjadi HCl 17,5 %.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa
standart dished head dan dilengkapi dengan pengaduk.
Bahan Konstruksi : Stainless Steel SA-204 grade C tipe 316
Appendik C - 22
Kapasitas : 13909,34 kg = 30664,53 lb
Jumlah tangki : 1 buah
Ukuran :
Tangki :
Diameter dalam tangki : 94,0476 in
Tinggi tangki : 177,9 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tinggi silinder : 141,0714 in
Tebal tutup atas dan bawah :
16
3
in
Tinggi tutup atas dan bawah : 0,4677 in
sf atas = sf bawah : 2 in
tinggi jaket : 60,4596 in
Impeller :
Jenis impeller : four-pitched blades turbin
Diameter impeller : 2,6124 ft
Kecepatan impeller : 65 rpm
Lebar impeller : 0,5225 ft
Panjang impeller : 0,6531 ft
Jumlah impeller : 1 buah
Appendik C - 23
Power impeller : 1,5 hp
Baffle :
Lebar baffle : 0,6531 ft
Jumlah : 4 buah
4. Pompa larutan HCl (L-123)
Fungsi : Memompa larutan HCl dari tangki pengencer ke reaktor.
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi : P
op
= 1 atm, T
op
= 30
o
C
Laju alir massa larutan HCl = 27818,6824 kg/jam
= 17,0359 lb/s
HCl
ρ
= 1,1315 g/cm
3
= 1131,5432 kg/m
3
= 70,6400 lb/ft
3
HCl
μ
= 1.8 cp = 0,0012 lbm/ft.s
Laju alir Volumetrik (q
fm
) =
HCl
ρ
massa alir laju
=
70,6400
17.0359
= 0,2412 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,2412 ft
3
/s
= 0,2894 ft
3
/s = 129.900 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
Dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
Appendik C - 24
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΜ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . 0,2412
0,45
. 70,6400
0,13
D
i,opt
= 3,5768 in
Dipilih Stainless steel 4 in sch 40, diperoleh data : [Kern tabel 11, hal 844]
OD = 4,50 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
2
v =
0,0882
0,2894
A
q
fm
·
= 3,2812 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0012
70,6400 3,2812 0,3355 ⋅ ⋅
= 64802,9344
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
• Pipa lurus
• Elbow 90
o
• Gate valve
• Globe valve
4
1
1
30
13
340
35
40,26
4,3615
114,07
Total 193,6915
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,000447 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Appendik C - 25
f = 0,0038 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal 86]
=
0,3355 174 , 32 2
3,2812 6915 , 193 0038 , 0 . 4
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 31,6971 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, app C-2.a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
3,2812 5 , 0
2


= 0,0837 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2 c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
3,2812 1
2


= 0,1673 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 31,6971 + 0,0837+ 0,1673
= 31,9481 ft.lbf/lbm
Appendik C - 26
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = (P
2
– P
1
)
P
1
= 14,7 psi
P
2
= (14,7 + P
hidrostatik
) psi
P
hidrostatik
=(ρ.
gc
g
.h)
= (70,6400 . 1 . 43,8706)
= 3099,0192 lb/ft
2
∆P = - 3099,0192 lb/ft
2
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 3,2812 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

-
70,6400
3099,0192
+ (20 . 1) +
174 , 32 2
2812 , 3 . 1
2

+ 31,9481= -W
p
-W
p
= 95,9860 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 95,9860
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
Appendik C - 27
= 95,9860 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W (
p
− ⋅ m
=
550
95,9860 17,0359⋅
= 2,9731 hp
Efisiensi pompa = 60% [Peters & Timmerhaus fig14-37, hal 520]
BHP =
6 , 0
2,9731
η
WHP
pompa
·
= 4,9552 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus fig14-38, hal 521]
Power aktual pompa =
8 , 0
4,9552
η
BHP
motor
·
= 6,194 hp ≈ 6 hp
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa larutan HCl (L – 123)
Type : Centrifugal Pump
Fungsi : Memompa larutan HCl dari tangki pengenceran ke reaktor.
Kapasitas : 129.900 gpm
Power motor : 6 hp
Ukuran pipa : 4 in sch 40
Bahan : Stainless steel
Jumlah : 1
5. Open Yard
Fungsi : Untuk menyimpan bahan baku limestone.
Kapasitas : 6,7700 ton/jam
Penyimpanan dilakukan pada suhu dan tekanan udara lingkungan.
Dari Ulrich tabel 4-27 hal 248 diperoleh data-data masksimum :
Appendik C - 28
Volume : 200.000 m
3
Panjang : 50 m
Lebar : 120 m
Spesifikasi :
Nama alat : Open yard
Kapasitas : 6,7700 ton/jam
Volume : 200.000 m
3
Panjang : 50 m
Lebar :120 m
6. Belt Conveyor (J – 130)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari open yard ke Ball
Mill (C-131)
Tipe : Troughed Belt Conveyor
Kapasitas = 6728,9096 kg/jam
Faktor keamanan = 20%
Kapasitas = 120% . 6728,9096 = 8074,6915 kg/jam
= 8,0747 ton/jam
ρ
limestone
= 169,1853 lb/ft
3

Kapasitas limestone =
3
lb/ft 169,1853
lb/jam 17801,4649
= 105,2187 ft
3
/jam = 1,7536 ft
3
/menit
Dari Perry 7
th
ed tabel 21-7 hal 21-11, dipilih belt conveyor dengan ukuran :
Tipe : Troughed Belt Conveyor
Kemiringan : 20
o
Lebar Belt : 14 in = 35 cm
Appendik C - 29
Kecepatan belt : 30,5 m/min
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Panjang belt : 10 m
Power yang dibutuhkan : [Badger, hal 713]
33000
F x W x L x C
HP ·
Dengan: C = kapasitas (ft3/menit)
L = panjang (ft)
W = berat jenis material (lb/ft3)
F = factor koefisien = 3,5 [Badger, tabel 16-6 hal 711]
Hp
x x x
HP 3147 , 0
33000
5 , 3 1853 , 169 10 1,7536
· ·
Jika power < 2 Hp, maka power harus dikalikan 2.
Power = 2 x 0,3147 = 0,6294 Hp
Ditetapkan η
motor
= 80%, maka
Power motor =
Hp 7868 , 0
8 , 0
6294 , 0
·
≈ 1 Hp
Spesifikasi:
Nama Alat : Belt Conveyor (J – 130)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari open yard
ke ball mill (C-131).
Type : Troughed Belt Conveyor
Kapasitas : 32 ton/jam
Bahan : karet
Appendik C - 30
Lebar : 14 in
Panjang : 10 m
Kemiringan : 20
o
Kecepatan belt : 30,5 m/min
Power motor : 1 hp
Jumlah : 1 buah
7. Ball Mill (C – 131)
Fungsi : Menghaluskan bahan baku limestone sebelum masuk Vibrating Screen (H-132).
Tipe : Marcy Ball Mill
Laju alir massa masuk Ball Mill = 6728,9096 kg/jam
= 147,0938 ton/hari
Ditetapkan kapasitas ball mill 10% lebih besar, maka :
Kapasitas ball mill = 1,1 . 147,0938
= 161,8032 ton/hari
Dipilih Ball Mill dengan spesifikasi : [Perry 7
th
ed tabel 20-16, hal 20-35]
Kapasitas : 180 ton/hari
Ukuran : 5 x 4 ft
Berat bola : 5,25 ton
Kecepatan : 27 rpm
Power : 47 Hp
Spesifikasi:
Nama alat : Ball Mill (C – 131)
Appendik C - 31
Fungsi : Menghaluskan bahan baku limestone sebelum masuk
Vibrating Screen (H-132).
Type : Marcy Ball Mill
Kapasitas : 180 ton/hari
Ukuran : 5 x 4 ft
Berat bola : 5,25 ton
Kecepatan : 27 rpm
Power : 47 Hp
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
8. Vibrating Screen (H-132)
Fungsi : Untuk mendapatkan limestone dengan ukuran 48 mess.
Type : High speed vibrating screen
Aliran massa masuk: 6728,9096 kg/jam = 6,7289 ton/jam = 161,4938 ton/hari
Ukuran screen: 48 mesh = 0,297 mm [Geankoplis App A.5-3]
Untuk memisahkan partikel 48 mesh dipakai screen dengan tipe high speed vibrating
screen dengan kecepatan vibrasi 25–120 vibrasi/detik [Perry 7
th
ed hal 19-21]
Kapasitas vibrating screen = 5 – 20 ton/ft
2
luas/mm lubang/24 jam
[Brown, 1978, tabel 3, hal 16]
Diambil kapasitas vibrating screen = 10 ton/ft
2
luas/mm lubang/24 jam
Appendik C - 32
A =
jam 24 lubang mm luas ft
ton
10 x mm 0,074
ton/hari 161,4938
2
⋅ ⋅
= 54,3750 ft
2
Power: [Ulrich hal 223]
P (kW) = 1600 x
p
D
m
Dengan: m = laju alir massa masuk screening
= 161,4938 ton/hari
= 1,8691 kg/detik
D
p
= ukuran screening = 0,297 mm = 297 m
Power yang dibutuhkan = 1600 x
p
D
m
= 1600 x
μm 297
kg/detik 1,8691
= 10,0694kW
= 13,2313 hp ≈ 13 hp
Spesifikasi:
Nama alat : Vibrating Screening (H-132)
Fungsi : Untuk mendapatkan limestone dengan ukuran 48 mess.
Type : High speed vibrating screen
Ukuran : 54,3750 ft
2
Kecepatan vibrasi : 25 – 120 vibrasi/detik
Power : 13 hp
Appendik C - 33
Bahan konstruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
9. Bucket Elevator (J – 133)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari vibrating screen (H-132)
ke reaktor (R-110).
Tipe : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Laju alir masuk = 6728,9096 kg/jam = 6,7289 ton/jam = 147,0938 ton/hari
Dari perry 7
th
ed tabel 21-8 hal 21-15, dipilih bucket elevator yang berukuran :
Kapasitas max = 14 ton/jam
Tinggi elevasi = 25 ft
Kecepatan bucket = 225 ft/min
Bucket spacing =12 in
Ukuran Bucket = 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt = 7 in
Putaran head shaft = 1 hp
Diameter shaft : Head = 1
16
15
in
Tail = 1
16
11
in
Diameter pully: Head = 20 in
Tail = 14 in
Jumlah = 1 buah
Spesifikasi:
Appendik C - 34
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku limestone dari vibrating
screen (H-132) ke reaktor (R-110).
Type : Centrifugal discharge bucket elevator
Laju alir masuk : 6728,9096 kg/jam = 6,7289 ton/jam = 147,0938 ton/hari
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 225 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran Bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 1 hp
Diameter shaft : Head : 1
16
15
in
Tail : 1
16
11
in
Diameter pully: Head : 20 in
Tail : 14 in
Jumlah : 1 buah
10. Reaktor (R – 110)
Fungsi : Tempat terjadinya reaksi antara limestone dengan larutan HCl.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa standard
dished head, dilengkapi pengaduk, dan sistem pemanas
menggunakan koil.
Digunakan 1 buah reaktor
Appendik C - 35

S f
S f
L 1
D i
D o
Kapasitas bahan masuk = 34547,5920 kg/jam = 76163,6213 lb/jam
Menghitung waktu tinggal :
Asumsi : reaksi merupakan reaksi padat cair dengan mengikuti shrinking sphere
(small particle)
ρ
larutan
= 76,9588 lb/ft
3
τ =
l
o B
C D b
R
. . . 2
.
2
ρ
[Levenspiel edisi 3, hal 580]
B
ρ = 2943,7657 kg/m
3
R
o
= 0,0000635 m
D = 0,00000006 m
2
/ jam
C
l
= 189,1351 kg/m
3
τ = 0,5207 jam
Menghitung volume tangki :
Appendik C - 36
τ =
o
v
V
[Levenspiel 3
th
ed pers 8, hal 93]
Dimana: τ = waktu tinggal
V = volume larutan
v
o
= laju alir volumetrik feed masuk
Kapasitas bahan masuk = 34547,5920 kg/jam = 76163,6213 lb/jam
Laju alir volumetrik feed =
ρ
masuk bahan Kapasitas
=
76,9588
76163,6213
= 989,6675 ft
3
/jam
0,5207 =
989,6675
V
volume larutan dalam tangki = V = 515,3199 ft
3
Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : volume tangki =
80%
tangki 1 dalam larutan volume
=
% 80
515,3199
= 644,1499 ft
3
Menghitung diameter dalam tangki :
volume tangki = volume tutup atas + volume silinder + volume tutup bawah
644,1499 = 0,000049(12 . Di)
3
+
t
2
i
h D
4
π
⋅ ⋅ + + 0,000049(12 . Di)
3
Appendik C - 37
h
t
= 1,5 D
i
[Brownell & Young pers3.11, hal 43]
644,1499 = 2(0,000049(12 . Di)
3
) + ) 5 , 1 ( D
4
π
2
i
D ⋅ ⋅
Di
3
= 478,2818
Di = 7,8204 ft = 93,8448 in = 2,3837 m
H = 1,5 . Di
= 1,5 . 7,8204 = 11,7306 ft = 140,7672 in = 3,5755 m
Mencari tinggi larutan pada bagian silinder :
volume larutan = volume silinder + volume tutup bawah
515,3199 = h D
4
π
2
⋅ ⋅ + 0,000049(12 . Di)
3

515,3199 = h (7,8204)
4
π
2
⋅ ⋅ + 0,000049(12 . 7,8204)
3

h = 9,8902 ft = 118,6824 in = 3,0145 m
Menghitung tinggi tangki :
P
hidrostatik
= ρ
larutan
.
c
g
g
. h
larutan di dalam silinder
= 76,9588 . 1/144 . 9,8902
= 5,2857 psia
P design = 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 5,2857)
= 5,5499 psig
Tebal silinder :
Appendik C - 38
C
P E F
Di P
+

·
) 6 . 0 . ( 2
.
t
shell
[Brownell & Young pers 13.1, hal
254]
8
1
5,5499) 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
93,8448 . 5,5499
t
shell
+
⋅ − ⋅
·
= 0,1597 in
Tebal shell standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 88]
Standarisasi:
D
o
= D
i
+ 2 . ts
= 93,8448 + 2 .
16
3
= 94,2198 in = 96 in
Harga Di baru
Di = D
o
– 2 ts
= 96 – 2 .
16
3
= 95,625 in = 7,9688 ft
Menentukan tebal tutup atas dan tutup bawah:
Tutup atas berbentuk standart dishead
tha =
C
P 0,1 - E f
d P 0,885
+
⋅ ⋅
⋅ ⋅ i
[Brownell & Young pers.13-12, hal 258]
=
8
1
5499 , 5 . 1 , 0 8 , 0 . 18750
625 , 95 . 5499 , 5 . 885 , 0
+

= 0,1557 in ≈
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.7, hal 89]
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah:
Appendik C - 39
Tutup atas dan bawah berbentuk standart dishead
Di = 95,625 in
icr = 5 7/8 in
r = 96 in
AB = (di/2)-i
cr
= (95,625 /2) – 5,875 = 41,9375 in
BC = r – i
cr
= 96 - 5,875 = 90,125 in
AC= ) AB BC (
2 2
− =
2 2
) 9375 , 41 ( ) 125 , 90 ( −
= 79,7732 in
b = r - AC = 96 - 79,7732 = 16,2268 in
tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 3/16 + 16,2268 +2
= 18,4143 in = 0,4677 m
Total tinggi tangki = tinggi tutup atas + tinggi silinder + tinggi tutup bawah
= 18,4143 + 140,7672 + 18,4143
= 177,5958 in = 14,7997 ft
Sistem Pengadukan :

L
W
H
E D
a
D
i
J
Ketentuan : [Mc Cabe 5
th
ed, hal 243]
D
a
/D
t
= 1/3 ; W/D
a
= 1/5
Appendik C - 40
E/D
a
= 1 ; J/D
t
= 1/12
L/D
a
= ¼ ; H/D
t
= 1
Dimana: D
t
= diameter dalam tangki = 7,8204 ft
D
a
= diameter impeller = D
t
/3 = 2,6068 ft
W = lebar impeller = D
a
/5 = 0,5214 ft
L = panjang impeller = D
a
/4 = 0,6517 ft
J = lebar baffle = D
t
/12 = 0,6517 ft
E = tinggi impeller dari dasar tangki = 2,6068 ft
Power impeller :
Kecepatan periperal untuk turbin (v
p
) = 200-250 m/min [Joshi, hal 389]
Asumsi : kecepatan pengadukan = 90 rpm
Check : v
p
= π . D
a
. n
= π . 2,6068 . 90
= 736,6817 ft/menit = 224,543 m/menit
Jadi n = 90 rpm memenuhi syarat
μ
larutan
= 2,3716 lb/ft.j
N
Re
=
larutan
2
a larutan
μ
n D ρ ⋅ ⋅
=
( )
2,3716
60 90 6068 , 2 76,9588
2
⋅ ⋅ ⋅
= 1190764,915 → Aliran turbulen
Untuk four-pitched blades turbin dengan 4 baffle dan lebar baffle 10% diameter
tangki, maka K
L
= 44,5 dan K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed, tabel 9-3, hal 254]
Appendik C - 41
Untuk N
Re
> 10000 → N
p
= K
T
= 1,27 [Mc Cabe 5
th
ed, pers 9-23, hal 253]
P =
c
5
a
3
g
ρ D n Np ⋅ ⋅ ⋅
[Mc Cabe 5
th
ed, pers 9-20, hal 253]
=
32,174
76,9588 6068 , 2
60
90
27 , 1
5
3
⋅ ⋅

,
_

¸
¸

= 1234,1538 lb.ft/s = 2,2439 hp
Kehilangan karena gesekan = 10% . P
(Gland losses) = 10% . 2,2439
= 0,2244 hp
Karena gland losses kurang dari 0,5 hp, maka ditetapkan gland losses sama
dengan 0,5 hp
Power input = P + Gland losses = 2,2439 + 0,5 [Joshi, hal 399]
= 2,7439 hp
Transmission sistem losses = 20% . power input [Joshi, hal 399]
= 20% . 2,7439
= 0,5488 hp
Total power input = power input + transmission sistem losses
= 2,7439+ 0,5488
= 3,2927 hp
Jumlah Impeller :
Appendik C - 42
Jumlah impeller =
i
g
D
liquid kedalaman s ⋅
[Rase vol. I per 8-9, hal 345]
=
i
air
larutan
D
H
ρ
ρ

=
7,8204
9,8902
62,43
76,9588

= 1,559 ≈ 2 buah
Power untuk 2 buah impeller = 2 . total P
input
= 2 . 3,2927
= 6,5854 hp ≈ 7 hp
Perancangan Pemanas :
Media pemanas : steam
Pemanas yang digunakan : koil pemanas
Panas yang harus disupply oleh media pemanas total = 439012,1174 Btu/jam
Total massa steam yang dibutuhkan (w) = 128,6613 lb/jam
t
1
T
1
t
2
T
2
Suhu steam masuk (T
1
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu steam keluar (T
2
) = 148
o
C = 298,4
o
F
Suhu larutan masuk (t
1
) = 30
o
C = 86
o
F
Appendik C - 43
Suhu larutan keluar (t
2
) = 40
o
C = 104
o
F
t
a
=
2
104 86
2
t t
2 1
+
·
+
= 90
o
F
T
a
=
2
4 , 298 4 , 298
2
T T
2 1
+
·
+
= 298,4
o
F
Digunakan pipa 1/8 in IPS sch 40 : [Kern tabel 11, hal 844]
ID = 0,2690 in = 0,0224 ft
OD = 0,4050 in = 0,0338 ft
a
t
= 0,0580 in
2
= 0,0087 ft
2
a” = 0,0048 ft
2
/ft panjang
∆t
1
= T
2
– t
1
= 298,4 – 86 = 212,4
o
F
∆t
2
= T
1
- t
2

= 298,4 – 104 = 108
o
F
212,4
108
ln
212,4 - 108
t
t
ln
t t
LMTD
1
2
1 2
·


∆ − ∆
·
= 154,3602
o
F
N
Re
=
larutan
larutan
2
μ
ρ N L ⋅ ⋅
=
( )
4,1140
76,9588 . 60 . 90 . 0,6517
2
= 42902,5594
Koefisien perpindahan panas steam (h
o
) :
Appendik C - 44
0.14
3
1
i
o
μw
μ
k
μ c
D
k
jH h
1
]
1

¸

1
]
1

¸

⋅ ⋅ · [Kern pers 20.1, hal 718]
jH = 680 [Kern fig.20-2, hal 718]
ϕ
s
=
14 . 0
w
larutan μ
larutan μ
1
]
1

¸

s
o
φ
h
= 43,8906 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Koefisien perpindahan panas larutan (h
i
) :
t
io
φ
h
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F
h
io
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F
t
w
=
( )
a a
s
o
t
io
s
o
a
t T
φ
h
φ
h
φ
h
t − ⋅
+
+
t
w
= 106
o
F
pada saat t
w
= 106
o
F, μ
w
larutan = 3,3880 lb/j.ft
ϕ
s
=
14 . 0
w
larutan μ
larutan μ
1
]
1

¸

= 1,0276
h
o
=
s
o
φ
h
. ϕ
s
= 43,8906 . 1,0276
= 45,1000 Btu/jam.ft
2
.
o
F
h
io
= 1500 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Perancangan koil pemanas :
Appendik C - 45
U
C
=
io o
io o
h h
h h

+

=
500 1 45,1000
500 1 45,1000
+

= 43,7836 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Ditetapkan Rd = 0,001 [Kern tabel 12, hal 845]
D
U
1
=
Uc
1
+ Rd
=
001 , 0
43,7836
1
+
U
D
= 41,9470 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Q
koil
= U
D
. A’ . LMTD
A’ =
LMTD U
Q
D
jaket

=
154,3602 . 41,9470
4 439012,117
= 67,8017 ft
2
Panjang koil yang dibutuhkan (L) =
a"
A
=
0,1410
67,8017
= 480,8631 ft
Jumlah lilitan =
koil diameter π
L

=
7,0682 π
480,8631

= 21,6663 ≈ 21 lilitan
Ditetapkan jarak antar lilitan (z) = 0.5 in
Tinggi koil =
( ) [ ] ( )
pipa
OD lilitan jumlah z 1 - lilitan jumlah ⋅ + ⋅
= ( ) [ ] ( ) 0,5400 21 5 . 0 1 - 21 ⋅ + ⋅
= 21,34 in
= 1,7783 ft < tinggi larutan dalam silinder (9,8902 ft)
Appendik C - 46
Spesifikasi :
Nama alat : Reaktor (R - 110)
Fungsi : Tempat terjadinya reaksi antara limestone dengan larutan HCl.
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berupa standar dished
head, dilengkapi pengaduk, dan sistem pemanas menggunakan
coil.
Laju alir volumetrik feed masuk : 989,6675 ft
3
/jam
Bahan konstruksi : high silicon cast iron
Waktu tinggal : 0,5207 jam
Jumlah tangki : 1 buah
Ukuran :
Tangki :
Diameter dalam tangki : 93,8448 in
Tinggi tangki : 140,7672 in
Tinggi silinder : 118,6824 in
Tinggi tutup atas : 18,4143 in
Tinggi tutup bawah : 18,5829 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup atas :
16
3
in
Appendik C - 47
Tebal tutup bawah :
16
3
in
sf atas = sf bawah : 2 in
Koil Pemanas :
- panjang coil : 289,6349 in
- diameter coil : 84,8184 in
- jumlah lilitan: 21 lilitan
Pengaduk :
Jenis impeller : four-pitched blades turbin
Diameter impeller : 2,6068 ft
Lebar impeller : 0,5214 ft
Panjang impeller : 0,6517 ft
Jarak antar impeller : 5,1099 ft
Kecepatan impeller : 90 rpm
Power impeller : 7 hp
Jumlah impeller : 2 buah
11. Pompa ke Reaktor Netraliser (L-111)
Fungsi : Memompa larutan dari reaktor (R-110) ke reaktor netraliser (R-210).
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi : P
op
= 1 atm, T
op
= 30
o
C
Laju alir massa larutan = 31613,2926 kg/jam
Appendik C - 48
= 19,3596 lb/s
ρ campuran = 76,9588 lb/ft
3
HCl
μ
= 2,3716 lb/ft jam = 0,0006588 lbm/ft.s
Laju alir Volumetrik (q
fm
) =
HCl
ρ
massa alir laju
=
76,9588
19,3596
= 0,2516 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,2516
= 0,30192 ft
3
/s = 135,5198 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΝ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . 0,30192
0,45
. 76,9588
0,13
D
i,opt
= 4,0016 in
Dipilih Stainless steel 4 in sch 40, diperoleh data : [Kern tabel 11, hal 844]
OD = 4,5 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
2
v =
0,0882
0,30192
A
q
fm
·
= 3,4231 ft/s
Appendik C - 49
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0006588
76,9588 3,4231 0,3355 ⋅ ⋅
= 134158,0718
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
• Pipa lurus
• Elbow 90
o
• Gate valve
• Globe valve
4
1
1
30
13
340
50
40,26
4,3615
114,07
Total 208,6915
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,000447 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,0038 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal 86]
=
0,3355 174 , 32 2
3,4231 6915 , 208 0038 , 0 . 4
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 37,1696 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, app C-2.a]
Appendik C - 50
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
3,4231 5 , 0
2


= 0,091 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2 c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
3,4231 1
2


= 0,1821 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 37,1696 + 0,091 + 0,1821
= 37,4427 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
∆P = (P
2
– P
1
)
P
1
= 14,7 psi
P
2
= (14,7 + P
hidrostatik
) psi
P
hidrostatik
=(ρ.
gc
g
.h)
= (76,9588 . 1 . 11,7306)
Appendik C - 51
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

= 902,7729 lb/ft
2
∆P = 902,7729 lb/ft
2
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 3,4231 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

-
76,9588
902,7729
+ (20 . 1) +
174 , 32 2
.3,4231 1
2

+ 37,4427 = -W
p
-W
p
= 69,3554 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 69,3554
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
= 69,3554 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W (
p
− ⋅ m
=
550
.69,3554 19,3596⋅
= 2,4413 hp
Efisiensi pompa = 60% [Peters & Timmerhaus fig14-37, hal 520]
BHP =
6 , 0
2,4413
η
WHP
pompa
·
= 4,0688 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus fig14-38, hal 521]
Appendik C - 52
Power aktual pompa =
8 , 0
4,0688
η
BHP
motor
·
= 5,086 hp ≈ 5 hp
Spesifikasi:
Nama alat : Pompa ke reaktor Netraliser (L-111)
Type : Centrifugal Pump
Fungsi : Memompa larutan dari Reaktor (R-110) ke Reaktor Netraliser
(R210).
Kapasitas : 135,5198 gpm
Power motor : 5 hp
Ukuran pipa : 4 in sch 40
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1
12.Blower CO
2
(G – 112)
Fungsi : Mengalirkan CO
2
dari reaktor (R-110) ke tangki penampung CO
2
(F-113).
Tipe : Centrifugal Blower
Kondisi operasi: P
atm
= 1 atm, T
op
= 30
o
C
Massa udara yang dibutuhkan = 2934,2994 kg/jam
= 6468,9565 lb/jam
ρ CO
2
pada 30
o
C = 473,16 kg/m
3

= 29,336 lb/ft
3
Laju alir volumetrik = Q =
2
CO ρ
udara Massa

=
3
lb/ft 29,336
lb/jam 6468,9
= 220,5106 ft
3
/jam
Appendik C - 53
= 110,2553 ft
3
/menit
Power untuk menghembuskan udara:
Hp = 1,57 . 10
-4
. Q . P [Perry 7
th
ed pers 10-88, hal 10-46]
Dimana: Q = ratio volume gas, ft
3
/menit
P = tekanan operasi blower, in H
2
O = 0-0,5 psi
Diambil = 0,2 psi = 5,5158 inHg
Hp = 1,57 . 10
-4
. 110,2553. 5,5158
= 0,0955 hp
Efisiensi blower (η) = 70% [Perry 7
th
ed, hal 10-46]
Hp shaft =
0,7
0,0955
= 0,1364
= 0,1364 ≈ 0,5 Hp
Spesifikasi :
Nama alat : Blower CO
2
(G – 112)
Fungsi : Mengalirkan CO
2
dari reaktor (R-110) ke tangki penampung CO
2
(F-113).
Tipe : Centrifugal Blower
Kapasitas : 6468,9565 lb/jam
Power motor : 0,5 hp
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
13. Tangki Penampung CO
2
(F-113)
Fungsi : Menampung produk samping CO
2
Appendik C - 54
Bahan : High Alloy Steel SA-240 Grade B
Type : Spherical Tank
Kapasitas bahan masuk : 2934,2994 kg/jam
Menentukan densitas bahan
Direncanakan untuk menampung 30 hari
Kapasitas CO
2
= 2934,2994 kg/jam x 24jam/hari x 30 hari
= 2112695,568 kg
Jumlah tangki = 1 buah
Dari Smith Van Ness, tabel B 1 hal 635, didapatkan:
Tc = 33,19 K
Pc = 13,13 bar = 1313000 pa
Zc = 0,305
Dari data diatas, maka:
Tr =
13 , 9
19 , 33
303
Tc
operasi T
· ·
Dari Tabel 2-396, Perry hal 2-361 didapat harga Z
RA
= 0,3218
n = 1 + (1 - T
r
)
2/7
n = 1 + (1-1,93)
2/7

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
·

,
_

¸
¸

,
_

¸
¸
·
1
3218 , 0
1
19 , 33 8314
1313000
1
x
Z
RTc
Pc
n
RA
ρ
ρ
= 14,786 kmol/m
3
= 473,16 kg/m
3
= 29,336 lb/ft
3
Appendik C - 55
Menentukan volume tangki (Vt)
Volume CO
2
=
ρ
Kapasitas
=
3
kg/m 473,16
kg 8 2112695,56
= 4832,7752 m
3
Jika CO
2
mengisi 80% tangki, maka volume tangki :
V tangki = 4832,7752 m
3
/0,8 = 6040,969 m
3
Dari Ulrich tabel 4-27, hal 248 volume maksimum untuk spherical tank adalah
15000 m
3
. maka rancangan volume tangki diatas sudah memenuhi.
Menentukan diameter tangki
Vt = 4/3.π.D
3
6040,969 = 4/3. π.D
3
D
3
3 / 4 π x
V
·

3
14 , 3 3 / 4
969 , 6040
x
·
= 11,29 m = 37,0730 ft
R = 5,645 m = 18,5365 ft = 222,438 in
Menentukan Tekanan Design
Tekanan hidrostatik (Ph) =
144
1 ) − Η ( ρ
=
144
) 1 5365 , 18 ( / 336 , 29
3
− ft ft lb
Appendik C - 56
= 3,5725 psi
Tekanan desifn = P + Ph
= 44,088 + 3,5725 psi
= 47,6605 psi
Menghitung tebal tangki (ts)
t =
xp xf
pxR
2 , 0 85 , 1 −
[Ulrich, Pers. 4-115, hal 250]
dimana :
ts = tebal tangki (in)
P = tekanan design (psi)
R = jari-jari tangki (in)
F = Stress yang diijinkan (psi) = 18750 [Brownel and Young, App.D, hal342]
Maka :
Ts =
6605 , 47 2 , 0 18750 85 , 1
222,438 6605 , 47
x x
x

= in
16
5
·
Spesifikasi:
Nama : Tangki Penampung CO
2
(F-113)
Fungsi : Untuk Menampung produk samping CO
2
selama 30 hari
Type : Spherical Tank
Kapasitas : 6040,969 m
3
Dimensi : d = 11,29 ≈ 12 m
ts =
16
5
in
Appendik C - 57
Bahan : High Alloy Steel SA-240 Grade B
Jumlah : 1 buah
14. SILO CaO (F-221)
Fungsi : Menampung bahan baku CaO.
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan tutup bawah
berbentuk konis.
Perhitungan :
Jumlah bahan masuk = 44,7530 kg/jam = 1074,072 kg/hari
Jumlah bahan masuk selama 7 hari = 7518,504 kg
ρ
CaO
= 62,4987 lb/ft
3
Volume bahan masuk =
4987 , 62
504 , 7518
= 11,0524 ft
3
Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : Volume tangki =
8 , 0
0524 , 11
= 13,8155 ft
3

Menentukan diameter dan tinggi tangki :
Untuk H = 1,5 D, maka : [Brownell & Young, hal.43,pers.3.11]
Volume tangki = V silinder + V tutup bawah
13,8155 ft
3
= H D . .
4
2
π
+

,
_

¸
¸
tan30 2
D
4
π
3
1
3
i
= ) 5 , 1 .( .
4
2
D D
π
.

,
_

¸
¸
tan30 2
D
4
π
3
1
3
i
D = 3,6752 ft = 44,1024 in
Appendik C - 58
H = 1,5 D = 1,5 x 3,6752 ft
= 5,5128 ft = 66,1536 in
• Tebal dinding tangki :
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
B
=
1
1
]
1

¸


⋅ ⋅
⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅
r
Z K
t
' '
μ 2 -
' '
c
B
e 1
K μ 2
g
g
ρ r
[Mc Cabe jilid 1 pers 26-24, hal 30]
Dengan : ρ
B
= bulk density material
P
B
= tekanan vertikal pada bagian dasar tangki
µ

= koefisien gesek yaitu antara 0,35 – 0,55 → dipilih 0,5
r = ½ D
i

Z
t
= h
P
B
=
1
1
1
]
1

¸


⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅

⋅ ⋅
6752 , 3
2
1
,128 5 . 5 , 0 5 , 0 2 -
e 1
5 , 0 5 , 0 2
1 4987 , 62 6752 , 3
2
1
= 229,6952 lb/ft
2

= 1,5951 lb/in
2
Tekanan lateral pada tangki :
P
L
= K

. P
B
[Mc Cabe 5
th
ed, hal
938]
= 0,5 . 1,5951 lb/in
2
= 0,7976 lb/in
2
P = (P
B
– P
L
) cos
2
α + P
L
= (1,5951 – 0,7976) . cos
2
30 + 0,7976
Appendik C - 59
= 1,3958 lb/in
2
P design = 1,05 . (P
op
+ P)
= 1,05 . (0 + 1,3958)
= 1,4656 psig
Tebal silinder :

C
P E f
d P
t
i
+
× − ×
×
·
6 , 0
[Brownell & Young, pers.13.1, hal.254]
dimana :
E = efisiensi penyambungan= 0,8 [Brownell & Young, table 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12,650 psi (SA 283 gradeC) [Brownell & Young, table 13.1, hal.254]
r
i
= jari-jari dalam silinder (= in)
C = faktor korosi =
8
1
jadi :
8
1
4656 , 1 6 , 0 8 , 0 12650
1024 , 44 4656 , 1
+
× − ×
×
· t
= 0,1314 in
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal.88]
Diameter luar tangki :
OD = ID + 2 x (tebal silinder) = 44,1024 + 2
,
_

¸
¸
16
3
= 44,4774 in = 3,7065 ft
• Tebal tutup atas :
Tebal standard diambil :
4
1
in
Appendik C - 60
• Tebal tutup bawah :
t =
( )
C
P E f
D P
+
× − ×
×
6 , 0 30 cos 2

Dimana :
E = efisiensi penyambungan = 0,8 [Brownell & Young, table 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12.650 psi (SA 283 grade C) [Brownell & Young, table 13.1, hal.254]
D = diameter dalam silinder (in)
C = faktor korosi =
8
1
Jadi :
8
1
) 4656 , 1 6 , 0 8 , 0 12650 ( 30 cos 2
1024 , 44 1,4656
+
× − ×
×
· t
= 0,1265 in
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal.88]
Tebal tutup bawah :
h =
30 tan 2
Di
h = 38,1938 in = 3,1828 ft
Tinggi tangki total :
- tinggi tutup bawah = t head + sf + h = 38,1938 in
- tinggi silinder = H = 66,1536 in
Tinggi total = 104,3474 in = 8,6956 ft
Spesifikasi:
Nama alat = Silo CaO (F - 221)
Fungsi = Menampung bahan baku CaO.
Type = Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan
Appendik C - 61
tutup bawah berbentuk konis.
Kapasitas = 99,2825 lb/jam
Diameter dalam = 2,3947 ft
Tinggi silinder = 2,3947 ft
Tinggi tutup atas = 0,0208 ft
Tinggi tutup bwh = 2,4281 ft
Tebal silinder
=
16
3
in
Tebal tutup atas
=
4
1
in
Tebal tutup bwh
=
16
3
in
Sf bawah = 2 in
Bahan konstruksi = Carbon steel
Jumlah = 1 buah
15. Screw Conveyor (J-222)
Fungsi : Mengangkut CaO dari silo CaO (F-221) ke bucket elevator (J-223)
Type : Horisontal screw conveyor with bin gate & plain discharge opening
Kapasitas bahan masuk : 44,7530 kg/jam
Direncanakan kapasitas screw conveyor 20 % lebih besar dari pada kapasitas
masuk
Kapasitas = 1,2 . 44,7530 kg/jam = 53,7036 kg/jam = 118,395 lb/jam
ρ CaO = 62,4987 lb/ft
3
Rate volumetric =
ρ
CaO Kapasitas
=
4987 , 62
395 , 118
= 1,8944 ft
3
/jam = 0,0316 ft
3
/menit
Appendik C - 62
Perhitungan:
Ukuran screw conveyor yang dogunakan = 6 in [Perry 6
th
ed. Tabel 7-5]
Material termasuk kelas d [Perry 6
th
ed. Tabel 7-5]
Kecepatan screw conveyor 55 rpm
Faktor material = 4 [Badger, hal 713]
Diameter flight = 10 in
Diameter pipa = 2,5 in
Diameter shaft = 2 in
Panjang = 25 ft
Power motor =
33000
. . . F W L C
Dimana:
C = Kapasitas (ft
3
/menit)
L = Panjang (ft)
W = Berat material (lb/ ft
3
)
F = Faktor material = 4
Hp =
33000
4984 , 62 . 25 . 0316 , 0
= 0,00598 Hp
Jika power < 2 Hp, maka power harus dikalikan 2.
= 2 . 0,00598 Hp = 0,01196 Hp
Jadi motor digunakan mempunyai power 0,1 Hp
Ditetapkan η
motor
= 80%, maka
Power motor =
01495 , 0
8 , 0
01196 , 0
·
Hp ≈ 0,5 Hp
Appendik C - 63
Spesifikasi:
Fungsi : Mengangkut CaO dari silo CaO (F-221) ke bucket elevator
(J-223)
Type : Horisontal screw conveyor with bin gate & plain discharge
opening
Kapasitas : 44,7530 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 0,5 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
16. Bucket Elevator (J – 223)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku CaO dari screw conveyor (J-222)
ke tangki penampung Ca(OH)
2
(M-220).
Type : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Laju alir masuk = 44,7530 kg/jam = 0,0447 ton/jam = 1,0741 ton/hari
Dari perry 7
th
ed tabel 21-8 hal 21-15, dipilih bucket elevator yang berukuran :
Kapasitas max = 14 ton/jam
Tinggi elevasi = 25 ft
Appendik C - 64
Kecepatan bucket = 225 ft/min
Bucket spacing =12 in
Ukuran Bucket = 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt = 7 in
Putaran head shaft = 1 hp
Diameter shaft : Head = 1
16
15
in
Tail = 1
16
11
in
Diameter pully: Head = 20 in
Tail = 14 in
Jumlah = 1 buah
Spesifikasi :
Nama alat : Bucket Elevator (J – 223)
Fungsi : Untuk mengangkut bahan baku CaO dari screw conveyor
(J-223) ke ke tangki penampung Ca(OH)
2
(M-220).
Type : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Kapasitas : 0,0450 ton/jam
Kapasitas max : 14 ton/jam
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 77,0191 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 43 rpm
Power : 0,5 hp
Diameter shaft :
Head
: 1
16
15
in
Tail
: 1
16
11
in
Diameter pully: : 20 in
Appendik C - 65
Head
Tail :14 in
Bahan konstruksi : High Silicon Cast Iron
Jumlah : 1 buah
17. Tangki Ca(OH)
2
(M-220)
Fungsi : Untuk membuat larutan Ca(OH)
2
dari CaO dengan H
2
O
Kapasitas bahan masuk : 59,1174 kg/jam = 3127,9253 lb/hari
ρ campuran : 106,3548 lb/ft
3
Volume Ca(OH)
2
dalam tangki =
ρ
2
) (OH a KapasitasC
=
3548 , 106
3127,9253
= 29,4103 ft
3
Asumsi tangki terisi 80%, maka:
Volume tangki =
0,8
29,4103

= 36,7629 ft
3
Menentukan diameter tangki
V tangki = V tutup atas + V silinder + V tutup bawah
36,7629 = 0,000049 (12 Di)
3
+ H Di
2
4
π
+ 0,000049 (12 Di)
3
H = 1,5 D
36,7629 = 2 (0,000049 (12 Di)
3
)
+ ) 5 , 1 (
4
2
Di Di
π
Di
3
= 27,2964
Di = 3,0109 ft = 36,1308 in = 0,9177 m
Appendik C - 66
H = 1,5 Di
=1,5 x 3,0109 ft = 4,5164 ft = 54,1962 in = 1,3766 m.
Menentukan tinggi larutan pada bagian silinder
V
Liquid
= Vsilinder + V tutup bawah
29,4103 = H
2
0109 , 3
4
π
+ 0,000049 (12. 3,0109)
3

H = 3,808 ft = 45,696 in = 1,1607 m
Menentukan Tebal silinder:
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatik
= ρ
CaCl2
.
c
g
g
. h
larutan Ca(OH)2 di dalam silinder
= 106,3548. 1/144 . 3,808
= 2,8125 psia
P design = 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 2,8125)
= 2,9531 psig
t
shell =
C
P E f
ri P
+
− ) 6 , 0 . ( 2
.
[Brownell & Young pers 13.1, hal 254]
8
1
2,9531) 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
.36,1308 2,9531
t
shell
+
⋅ − ⋅
·
= 0,1286 in
Tebal shell standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 88]
Standarisasi:
D
o
= D
i
+ 2 . ts
Appendik C - 67
= 36,1308 + 2
,
_

¸
¸
16
3
= 36,5058 in = 36 in
Harga Di baru
Di = D
o
– 2 ts
= 36 – 2
,
_

¸
¸
16
3
= 35,625 in = 2,9688 ft
Menentukan tebal tutup atas dan bawah :
Tutup atas berbentuk standart dishead
tha =
C
P 0,1 - E f
d P 0,885
+
⋅ ⋅
⋅ ⋅ i
[Brownell & Young pers.13-12, hal 258]
=
8
1
9531 , 2 . 1 , 0 8 , 0 . 18750
625 , 35 . 9531 , 2 . 885 , 0
+

= 0,1312 in ≈
16
3
in [Brownell & Young tabel 5.7, hal 89]
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah:
Jenis tutup standart dishead
Di = 35,625 in
r = 36 in
icr = 2 1/4 in
sf = 2 in
AB = (di/2)-i
cr
= (35,625/2) – 2,25 = 15,5625 ft
BC = r – i
cr
= 36-2,25 = 33,75 in
AC= ) AB BC (
2 2
− =
2 2
) 5625 , 15 ( ) 75 , 33 ( −
Appendik C - 68
= 29,9478 in
b = r - AC = 36 – 29,9478 = 6,0522 in
Tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 3/16 + 6,0522 +2
= 8,2397 in = 0,2093 m
Total tinggi tangki = tinggi tutup atas + tinggi silinder + tinggi tutup bawah
= 8,2397 + 54,1962 + 8,2397
= 70,6756 in
Spesifikasi :
Nama alat : Tangki penampung Ca(OH)
2
(M - 220)
Fungsi : Untuk membuat larutan Ca(OH)
2
dari CaO dengan H
2
O
Kapasitas bahan masuk : 59,1174 kg/jam = 3127,9253 lb/hari
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah berbentuk standard
dished
Diameter dalam : 36,1308 in
Tinggi silinder : 54,1962 in
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup bawah :
16
3
in
Tebal tutup atas :
16
3
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
Appendik C - 69
18. Pompa ke Reaktor Netraliser (L-224)
Fungsi : Memompa larutan dari tangki Ca(OH)
2
(M-220) menuju ke reaktor
netraliser (R-210).
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi: P
op
= 1 atm, T
op
= 45
o
C
Laju alir massa larutan = 59,1174 kg/jam
= 0,0362 lb/s
larutanl
ρ
= 106,3548 lb/ft
3
larutan
μ
= 0,0012 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (q
fm
) =
larutan
ρ
massa alir laju
=
106,3548
0,0362
= 0,00034 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,00034
= 0,0000408 ft
3
/s = 0,183135 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΟ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . 0,00034
0,45
. 106,3548
0,13
D
i,opt
= 0,1967 in
Appendik C - 70
Dipilih pipa Stainless steel 1/8 in sch 40, diperoleh data : [Kern, tabel 11, hal 844]
OD = 0,405 in
ID = 0,269 in = 0,0224ft
A = 0,058 in
2
= 0,0004 ft
2
v =
0,0004
0,00034
A
q
fm
·
= 0,85 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0012
3548 , 106 0,85 0,0224 ⋅ ⋅
= 2687,49616
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
50
24,69
2,67475
69,955
Total 147,31975
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,00015/0,20575 = 0,000729 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,0045 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus
Appendik C - 71
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal.86]
=
20575 , 0 174 , 32 2
5189 , 2 31975 , 147 4.0,0045
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 1,2708 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, App C-2.a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
5189 , 2 5 , 0
2


= 0,0493 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2 c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
2,5189 1
2


= 0,0986 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,2708 + 0,0493 + 0,0986
= 1,4187 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

Appendik C - 72
∆P = 0
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 2,5189 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

0 + (20 . 1) +
174 , 32 2
5189 , 2 . 1
2

+ 1,4187= -W
p
-W
p
= 21,5173 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 21,5173
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
= 21,5173 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W ( m
p

=
550
21,5173 6,0429⋅
= 0,2364 Hp
Efisiensi pompa = 60% [Ulrich, tabel 4-20 hal; 206]
Appendik C - 73
BHP =
6 , 0
0,2364
η
WHP
pompa
·
= 0,3944 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus, fig14-38 hal 521]
Power actual pompa =
8 , 0
0,3944
η
BHP
motor
·
= 0,4933 hp ≈ 0,5 hp
Spesifikasi:
Nama alat : Pompa ke Reaktor Netraliser (L-224)
Type : Centrifugal pump
Fungsi : Memompa larutan dari tangki Ca(OH)
2
(M-220) menuju ke
reaktor netraliser (R-210).
Kapasitas : 0,6860 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 1/8 in sch 40
Bahan : Carbon Steel
Jumlah 1
19. Reaktor Netraliser (R-210)
Perhitungan Reaktor Netraliser dapat dilihat pada Bab VI Perancangan Alat
Utama oleh Endah Via Dolorosa (0305010034).
20. Pompa ke Thickener (L-211)
Fungsi : Memompa larutan dari Reaktor Netraliser (R-210) menuju ke Thickener
(H-230).
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi: P
op
= 1 atm, T
op
= 45
o
C
Appendik C - 74
Laju alir massa larutan = 31672,4100 kg/jam
= 19,3958 lb/s
larutanl
ρ
= 0,7873 g/cm
3
= 787,2670 kg/m
3
= 49,1475 lb/ft
3
larutan
μ
= 1,1856 cp = 0,0008 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (q
fm
) =
larutan
ρ
massa alir laju
=
49,1475
19,3958
= 0,3946 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,3946
= 0,4735 ft
3
/s = 212,5352 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΠ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . (0,4735)
0,45
. (49,1475)
0,13
D
i,opt
= 4,6223 in
Dipilih pipa Stainless steel 6 in sch 40, diperoleh data : [Kern tabel 11, hal 844]
OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A = 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2
Appendik C - 75
v =
0,2007
0,3946
A
q
fm
·
= 1,9661 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0008
1475 , 9 4 1,9661 0,5054 ⋅ ⋅
= 61045,3074
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
50
60,648
6,5702
171,836
Total 89,0542
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,00015/0,5054 = 0,000297 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,0027 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal.86]
=
5054 , 0 174 , 32 2
9661 , 1 0542 , 289 0,0027
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
Appendik C - 76
= 0,3710 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, App C-2.a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
661 1,9 5 , 0
2


= 0,0300 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2 c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
1,9661 1
2


= 0,0601 ft.lbf/lbm
• menghitung friksi pada pompa :
∆P = 30 psi = 4320 lb/ft
2
F p =
ρ
P ∆
=
1475 , 49
4320
= 87,8987
ΣF = F + F
C
+ F
E
+ Fp
= 0,3710 + 0,0300 + 0,0601 + 87,8987
= 88,3598 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
Appendik C - 77
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = (P
2
– P
1
)
P
1
= 14,7 psi
P
2
= (14,7 + P
hidrostatik
) psi
P
hidrostatik
=(ρ.
gc
g
.h)
= (49,1475 . 1 . 5,7823)
= 284,1853 lb/ft
2
∆P = - 284,1853 lb/ft
2
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 1,9661 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

-
49,1475
284,1853
+ (20 . 1) +
174 , 32 2
9661 , 1
2
1
2


+ 88,3598 = -W
p
-W
p
= 114,2021 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 114,2021
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
Appendik C - 78
= 114,2021 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W ( m
p
o
− ⋅
=
550
114,2021 19,39 ⋅
= 4,0273 hp
Efisiensi pompa = 80% [Ulrich, tabel 4-20 hal 206]
BHP =
8 , 0
4,0273
η
WHP
pompa
·
= 5,0341 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus, fig14-38 hal 521]
Power actual pompa =
8 , 0
5,0341
η
BHP
motor
·
= 6,2926 hp ≈ 6 hp
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa ke Thickener (L – 211)
Fungsi : Memompa larutan dari Reaktor Netralizer (R-210) menuju
ke Thickener (H-230).
Type : Pompa Centrifugal
Kapasitas : 212,5352 gpm
Efisiensi pompa : 80%
Power motor : 6 hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi : carbon steel
Jumlah : 1 buah
Appendik C - 79
21. Thickener (H-230)
Fungsi : Untuk mengendapkan padatan-padatan yang tidak diinginkan,
yaitu Mg(OH)
2
, Ca(OH)
2
dan impurities yang ada.
Type : Tangki berbentuk silinder tegak dengan bagian atas terbuka dan
bagian bawah tertutup berbentuk toriconical
Kondisi operasi : Bahan masuk thickener pada suhu 45°C
Perhitungan :
Jumlah umpan masuk : 31672,4100 kg/jam = 760137,8400 kg/hari
Jumlah padatan dalan umpan : 2762,0976 kg/hari
Maka : % padatan dalam umpan =
% 100
4100 , 31672
0976 , 2762
×
= 0,35 %
Dengan komposisi :
CaCl
2
= 177573,7848 kg/hari = 7398,9077kg/jam
MgCl
2
= 182,5608 kg/hari = 7,6067 kg/jam
Mg(OH)
2
= 1005,276 kg/hari = 41,8865kg/jam
Ca(OH)
2
= 141,8832 kg/hari = 5,9118 kg/jam
Impurities = 1614,9384 kg/hari = 67,2891kg/jam
H
2
O = 579619,3968 kg/hari = 24151,5071kg/jam
Total = 760137,8400kg/hari = 31672,4100 kg/jam
Volume total bahan masuk dalam 1 jam :
a. Padatan
- Mg(OH)
2
= 1,3588 m
3

- Ca(OH)
2
= 0,00016m
3

- impurities = 0,0042 m
3

Appendik C - 80
Total padatan = 1,3632 m
3

b. Cairan
- CaCl
2
= 0,2146 m
3

- MgCl
2
= 0,0002 m
3

- H
2
O = 1,5149 m
3

Total cairan = 1,7297 m
3
Jumlah total cairan + padatan = 3,0929 m
3
Underflow :
Massa sludge = 4603,495 kg/hari = 191,8123 kg/jam
Terdiri dari :
a. Padatan
Mg(OH)
2
= 1005,276 kg/hari = 41,8865kg/jam
Ca(OH)
2
= 141,8832 kg/hari = 5,9118 kg/jam
Impurities = 1614,9384 kg/hari = 67,2891kg/jam
Total padatan = 115,0874 kg/jam
b. Cairan
- CaCl
2
= 431,4672 kg/hari = 17,9778 kg/jam
- MgCl
2
= 0,4428 kg/hari = 0,01845 kg/jam
- H
2
O = 1409,2296 kg/hari = 58,7179 kg/jam
Total cairan = 76,7291 kg/jam
Volume underflow :
a. Padatan
- Mg(OH)
2
= 0,0011m
3

Appendik C - 81
- Ca(OH)
2
= 0,0002m
3
- impurities = 0,1008m
3

Total padatan = 0,1021m
3

b. Cairan
- CaCl
2
= 0,0005m
3

- MgCl = 0,004.10
-4
m
3

- H
2
O = 0,0037m
3

Total cairan = 42.10
–4
m
3

ρ
padatan
= 1214,5356 kg/m
3
ρ
larutan
= 1111,1111 kg/m
3
0976 , 2762
0976 , 2762 0 760137,840 −
·
1
]
1

¸

umpan
S
L
= 275,2031
0976 , 2762
0976 , 2762 495 , 4603 −
·
1
]
1

¸

sludge
S
L
= 0,6727
Kecepatan Pengendapan :
v
H
=
( )
R
Dp g
l s
×
×
× × −
µ
ρ ρ
18
2
[Foust, hal.615, pers.22.22]
Dimana : v
H
= kecepatan terminal pada waktu pengendapan
Dp = diameter partikel = 0,002646 cm = 0,00086811 ft
R = faktor koreksi = 0,5333 (data dari Foust hal 615, fig.22.3)
µ = viskositas umpan
Mencari µ umpan
Appendik C - 82
4
) 1 (
5 , 0 1
s
s
liquid
camp
φ
φ
µ
µ

+
·
[Perry, hal.3-
126]
Ф
s
= fraksi volume solid di umpan
=
0929 , 3
3632 , 1
·
t
s
V
V
= 0,4408
Viskositas campuran liquid dicari dengan menggunakan rumus :
3 / 1 3 / 1 3 / 1 3 / 1
2 2 2 2
O H O H MgCl MgCl CaCl CaCl camp liq
x x x µ µ µ µ × + × + × ·
= ( ) ( ) ( )
3 / 1 3 / 1 3 / 1
7175 , 0 7653 , 0 0462 , 2 0002 , 0 0074 , 1 0,2345 × + × + ×
= 0,9212
µ
liquid camp
= 0,9733 cp
( )

,
_

¸
¸

× +
× ·
4
4408 , 0 1
4408 , 0 5 , 0 1
9733 , 0
camp
µ
= 1,2344 cp
v
H
=
( )
5333 , 0
10 . 2344 , 1 18
) 10 . 02646 , 0 ( 1 1111 , 1111 5356 , 1214
3
2 2
×
×
× × −


= 1,7379.10
-4
m/dt
Luas tangki Pengendap :
A =
H umpan
sludge umpan
v
S
L
S
L
Q
×

,
_

¸
¸
1
]
1

¸


1
]
1

¸

ρ
Dimana : Q = kapasitas umpan = 31672,4100 kg/jam
A =
( )
4
10 . 7379 , 1 1111 , 1111
6727 , 0 2031 , 275
det 3600
) / 4100 , 31672 (

×
− ×
ik
jam kg
= 12,50796 m
2

Appendik C - 83
Diameter Tangki :
A = h D × ×
2
4
π
D = ·
×
·
π π
50796 , 12 4 4A
2,1982 m = 7,1135 ft = 86,5425 in
Volume Tutup Bagian Bawah
Tinggi konikal :
h =
45 tan 2
1135 , 7
tan 2
·
α
D
= 3,5568 ft = 1,0841 m
Volume Tutup Bawah :
V =
5558 , 3 1135 , 7
12 4 3
1
2 2
× × ·

,
_

¸
¸
× ×
π π
h D
= 6,6205 ft
3
= 0,1875 m
3

Kedalaman Tangki Pengendap :
Volume umpan masuk = 3,0929 m
3
Volume umpan = volume silinder + volume torikonikal
3,0929 m
3
= volume silinder +
in
m
in
1
10 . 54 , 2
2 1982 , 2
4
2
2

× × ×
π
+ 0,1875 m
3
Volume silinder = 2,8177 m
3
= 99,5026 ft
3

H D V × × ·
2
4
π

H =
2
1982 , 2
8177 , 2 4
×
×
π
= 0,740m = 2,4277 ft
Asumsi : tangki terisi 90%
H tangki =
9 , 0
3736 , 1
= 1,5262 ft = 0,4652 m
Tebal dinding tangki :
Appendik C - 84
Pop = 1 atm = 14,7 psia
P hidrostatik = ρ x g x h
= 1111,1111 x 1 x 1,9848
= 2205,333 kg/m
2
= 3,1488 psig
P desain = 1,05 x (Pop + P hidrostatik)
= 1,05 x (0 + 3,1488) = 3,3063 psig
Tebal silinder :
C
P E f
d P
t
i
+
× − ×
×
·
6 , 0
[Brownell & Young, pers.13.1, hal.254]
dimana :
E = efisiensi penyambungan = 0,8 [Brownell & Young, table 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12.650 psi (SA 283 grade C) [Brownell & Young, table 13.1, hal.254]
r
i
= jari-jari dalam silinder ( in)
C = faktor korosi =
16
1
Jadi :
16
1
) 3063 , 3 6 , 0 8 , 0 650 . 12 ( 2
242 , 157 3063 , 3
+
× − ×
×
· t
= 0,0881 in
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young hal.88]
Diameter luar tangki :
OD = ID + 2 x (tebal silinder) = 157,242 + 2
,
_

¸
¸
in
16
3
= 157,617 in = 13,1348 ft
Tebal tutup bawah :
Appendik C - 85
Pop = 1 atm = 14,7 psia
P hidrostatik = ρ x g x h
= 1111,1111 x 1 x 1,9848 = 2205,3333 kg/m
2
= 3,1488 psig
P desain = 1,05 x (Pop + P hidrostatik)
= 1,05 x (0 + 3,1488) = 3,3063 psig
t =
( )
C
P E f
Di P
+
× − ×
×
6 , 0 45 cos 2

dimana :
E = efisiensi penyambungan = 0,8 [Brownell & Young, tabel 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12.650 psi (SA 283 grade C) [Brownell & Young, tabel 13.1, hal.254]
D = diameter dalam silinder (in)
C = faktor korosi =
16
1
Jadi :
16
1
3063 , 3 6 , 0 8 , 0 650 . 12 ( 45 cos 2
242 , 157 3063 , 3
+
× − ×
×
· t
= 0,0988 in
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal.88]
Spesifikasi:
Nama alat : Thickener (H-230)
Fungsi : Untuk mengendapkan padatan-padatan yang tidak diinginkan,
yaitu Mg(OH)
2
, Ca(OH)
2
dan impurities yang ada.
Type : Tangki berbentuk silinder tegak dengan bagian atas terbuka dan
bagian bawah tertutup berbentuk toriconical
Kapasitas : 760137,8400 kg/hari
Appendik C - 86
Kondisi operasi : Bahan masuk thickener pada suhu 35,3714°C
Diameter dalam : 157,242 in
Tinggi tangki : 10,1379 ft
Tinggi tutup bawah : 6,5518 ft
Tebal silinder :
16
3
in
Tebal tutup bawah :
16
3
in
Sf bawah : 2 in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
22. Rotary Drum Vacuum Filter (H-240)
Fungsi : Untuk memisahkan MgCl
2
dan filtrat yang masih terikut dari thickener
(H-230).
Tipe : Rotary Drum Filter
Laju alir masuk = 31471,9 kg/jam
ρ larutan = 1138,9262 kg/m
3
Laju alir volumetrik =
3743 , 663
1138,9262
31471,9
·
m
3
/hari = 27,6406 m
3
/jam
Laju filtrasi = 10 m
3
/(m
2
.jam)
Luas filter = 7606 , 2
10
6406 , 27
· m
2
= 29,7441 ft
2
Ditetapkan luas filter = 76 ft
2
= 7,0606 m
2
dengan: [Walas, hal 327]
Diameter = 6 ft
Appendik C - 87
Panjang = 4 ft
Kecepatan putaran = 0,1 – 10 rpm [Perry, ed 6
th
hal 19-79]
Daya motor = 1,5 x A
0,75
[Ulrich, tabel 4-23 hal 222]
= 1,5 x (7,0606)
0,75
= 6,4971 kW = 8,713 Hp
Ditetapkan η
motor
= 80%, maka
Power motor =
8 , 0
713 , 8
= 10,89 Hp ≈ 11 Hp
Spesifikasi:
Nama alat : Rotary Drum Vacuum Filter (H-240)
Fungsi : Untuk memisahkan MgCl
2
dan filtrat yang masih terikut dari thickener
(H-230).
Tipe : Rotary drum filter
Kapasitas : 31471,9 kg/hari
Diameter : 6 in
Panjang : 4 ft
Kecepatan : 0,2 rpm
Power motor : 11 Hp
Jumlah : 1 buah

23. Tangki Penampung CaCl
2
(F-241)
Fungsi : Untuk menampung larutan CaCl
2
dari Rotary Drum Vacum Filter
(H-240) dan recycle dari centrifuge (H-330).
Kapasitas bahan masuk : 36540,9360 kg/jam = 80558,1475 lb/jam
ρ campuran : 75,7576 lb/ft
3
Appendik C - 88
direncanakan tangki penampung selama 8 jam
Kapastas CaCl
2
dalam tangki = 8 . 80558,1475 lb/jam
= 644465,18 lb
Volume liquid =
ρ
2
aCl KapasitasC
=
7576 , 75
18 , 644465
= 8506,9377 ft
3
Untuk Tangki penampung faktor keamanannya 20%, maka:
= 1,2 x 8506,9377 ft
3
= 10208,3252 ft
3
Menentukan diameter tangki
V tangki = V tutup atas + V silinder + V tutup bawah
10208,3252 = 0,000049 (12 Di)
3
+
α
π
π
2 1
.
24
4
3
2
tg
Di
H Di +
H = 1,5 D
α = 60
o
10208,3252 = 0,000049 (12 Di)
3
+
30
.
24
) 5 , 1 (
4
3
2
tg
Di
Di Di
π
π
+
Di
3
= 6857,2078
Di = 18,9983 ft = 227,9796 in = 5,79 m
H = 1,5 Di
=1,5 x 18,9983 ft = 28,49745 ft = 341,9694 in = 8,6860 m
Mencari tinggi larutan pada bagian silinder
V
L
= V ta + V tb + Vs
Appendik C - 89
8506,9377 = 0,000049 (12 18,9983)
3
+
30
18,9983
24
18,9983
4
3
2
tg
H
π
π
+
283,3343 H = 6732,5615
H = 22,4913 ft = 269,8956 in = 6,8553 m
Menghitung Tebal silinder:
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
hidrostatik
= ρ
CaCl2
.
c
g
g
. h
larutan CaCl2 di dalam silinder
= 76,9588. 1/144 . 22,4913
= 11,8325 psia
P design = 1,05 . (P
op
+ P
hidrostatik
)
= 1,05 . (0 + 11,8325)
= 12,4241 psig
t
shell =
C
P E f
di P
+
− ) 6 , 0 . ( 2
.
[Brownell & Young pers 13.1, hal 254]
8
1
16,3644) 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
7,9796 12,4241.22
t
shell
+
⋅ − ⋅
·
= 0,3139 in
Tebal shell standard diambil :
16
5
in [Brownell & Young tabel 5.6, hal 88]
Standarisasi:
D
o
= D
i
+ 2 . ts
= 227,9796 + 2
,
_

¸
¸
16
5
= 228,6046 in = 228 in
Harga Di baru
Appendik C - 90
Di = D
o
– 2 ts
= 228 – 2
,
_

¸
¸
16
5
= 227,375 in = 18,9479 ft
Jenis tutup standart dishead
r = 180 in
icr = 13 ¾ in
sf = 2 in
Menentukan tebal tutup atas :
Tutup atas berbentuk standart dishead
tha =
C
P 0,1 - E f
d P 0,885
+
⋅ ⋅
⋅ ⋅ i
[Brownell & Young pers.13-12, hal 258]
=
8
1
4241 , 12 . 1 , 0 8 , 0 . 18750
375 , 227 . 4241 , 12 . 885 , 0
+

= 0,2921 in ≈
4
1
in [Brownell & Young tabel 5.7, hal 89]
thb =
C
30 P)cos 0,6 E 2(f
d P
+
⋅ − ⋅
⋅ i
=
8
1
30 cos ) 4241 , 12 . 1 , 0 8 , 0 . 18750 ( 2
375 , 227 . 4241 , 12
+

= 0,2337 in ≈
4
1
in
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah:
Tutup atas berbentuk standart dishead
Di = 227,25 in
Appendik C - 91
icr = 13 ¾ in
r = 180 in
AB = (di/2)-i
cr
= (227,25/2) – 13,75 = 99,875 ft
BC = r – i
cr
= 180-13,75 = 166,25 in
AC= ) AB BC (
2 2
− =
2 2
) 875 , 99 ( ) 25 , 166 ( −
= 132,9062 in
b = r - AC = 180 – 132,9062 = 47,0938 in
tinggi tutup atas (ha) = t
head
+ b + S
f
= 1/4 + 47,0938 +2
= 49,3438 in = 1,2533 m
Total tinggi tangki = tinggi tutup atas + tinggi silinder + tinggi tutup bawah
= 49,3438+ 341,9694 + 49,3438
= 440,657 in
Spesifikasi :
Nama alat : Tangki penampung CaCl
2
(F – 241)
Fungsi : Untuk menampung larutan CaCl
2
dari Rotary Drum Vacum Filter
(H-240) dan recycle dari centrifuge (H-330).
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas standard dished head dan tutup
bawah berbentuk konis
Diameter dalam : 228,6046 in
Tinggi silinder : 525,3795 in
Tebal silinder :
16
5
in
Appendik C - 92
Tebal tutup bawah :
4
1
in
Tebal tutup atas :
4
1
in
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
24. Pompa ke Evaporator (L-242)
Fungsi : Memompa larutan dari tangki penampung CaCl
2


(F-241)
menuju
ke evaporator (V-310).
Type : Centrifugal Pump
Laju alir massa larutan = 36540,9360 kg/jam
= 80558,1475 lb/jam
larutanl
ρ
= 72,4188 lb/ft
3
larutan
μ
=0,0006 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (q
fm
) =
larutan
ρ
massa alir laju
=
72,4188
/3600 80558,1475
= 0,3089 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,3089
= 0,37068 ft
3
/s = 166,3834 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
Appendik C - 93
dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΘ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . (0,3089)
0,45
. (72,4188)
0,13
D
i,opt
= 4,0109 in
Dipilih pipa Stainless steel 4 in sch 40, diperoleh data : [Kern ,tabel 11, hal 844]
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A = 12,7 in
2
= 0,0882 ft
2
v =
0,0882
0,37068
A
q
fm
·
= 4,2027 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0006
4188 , 72 4,2027 3355 , 0 ⋅ ⋅
= 170184,8861
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
10
10,065
4,3615
114,07
Total 138,4965
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
Appendik C - 94
ε/D = 0,00015/0,3355 = 0,000447 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,0035 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅

[Geankoplis, hal.86]
=
3355 , 0 174 , 32 2
2027 , 4 4965 , 138 0035 , 4.0
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 1,5863 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, App C-2a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
2027 , 4 5 , 0
2


= 0,1372 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
4,2027 1
2


= 0,2745 ft.lbf/lbm
Appendik C - 95
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,5863 + 0,1372 + 0,2745
= 1,998 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = 0
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 4,2027 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

0 + (20 . 1) +
174 , 32 2
2027 , 4
2

+ 1,998 = -W
p
-W
p
= 22,2725 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 22,2725
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
= 22,2725 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
Appendik C - 96
WHP =
550
) W ( m
p
− ⋅
=
550
2725 , 2 2 3600 / 1475 , 0558 8 ⋅
= 0,9062 hp
Efisiensi pompa = 80% [Ulrich, tabel 4-20 hal 206]
BHP =
8 , 0
0,9062
η
WHP
pompa
·
= 1,1328 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus, fig14-38 hal.521]
Power actual pompa =
8 , 0
1,1328
η
BHP
motor
·
= 1,4159 hp ≈ 2 hp
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa ke Evaporator (L – 242)
Fungsi : Memompa larutan dari tangki penampung CaCl
2


(F-241)
menuju ke evaporator (V-310).
Type : Centrifugal Pump
Kapasitas : 166,3834 gpm
Efisiensi pompa : 80%
Power motor : 2 hp
Ukuran pipa : 4 in schedule 40
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
25. Evaporator (V-310)
Appendik C - 97
Perhitungan Evaporator (V-310) dapat dilihat pada Bab VI Perancangan
Alat Utama oleh Elmi Yuni Adi Maghfiroh
26. Pompa ke Kristaliser (L-311)
Fungsi : Memompa larutan dari evaporator (V-310) ke kristaliser (X-320).
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi: P
op
= 1 atm, T
op
= 45
o
C
Laju alir massa larutan = 18826,8070 kg/jam
= 11,5292 lb/s
larutanl
ρ
= 34,3903 lb/ft
3
larutan
μ
= 0,0006 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (q
fm
) =
larutan
ρ
massa alir laju
=
34,3903
11,5292
= 0,3352 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,3352
= 0,40224 ft
3
/s = 180,5494 gal/min
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΡ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
Appendik C - 98
D
i,opt
= 3,9 . 0,40224
0,45
. 34,3903
0,13
D
i,opt
= 4,1005 in
Dipilih pipa Stainless steel 6 in sch 40, diperoleh data : [Kern tabel 11, hal 844]
OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A = 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2
v =
0,2007
0,40224
A
q
fm
·
= 2,0042 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0006
3903 , 34 2,0042 0,5054 ⋅ ⋅
= 58057,8581
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
3
1
1
30
13
340
35
45,486
6,5702
171,836
Total 258,8922
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,00015/0,5054 = 0,000297 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Appendik C - 99
f = 0,0038 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis, hal.86]
=
5054 , 0 174 , 32 2
0042 , 2 8922 , 258 0,0038
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 0,4860 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, App C-2a]
F
C
=
c
2
g 2
v k


=
1740 , 2 3 2
0042 , 2 5 , 0
2


= 0,0312 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
2,0042 1
2


= 0,0624 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 0,4860 + 0,0312 + 0,0624
= 0,5796 ft.lbf/lbm
Appendik C - 100
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = (P
2
– P
1
)
P
1
= 14,7 psi
P
2
= (14,7 + P
hidrostatik
) psi
P
hidrostatik
=(ρ.
gc
g
.h)
= (34,3903 . 1 . 9,2907)
= 319,5099 lb/ft
2
∆P = - 319,5099 lb/ft
2
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 2,0042 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

-
34,3903
672,8213
+ (20 . 1) +
174 , 32 2
0042 , 2 . 1
2

+ 0,5796 = -W
p
-W
p
= 29,9383 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 29,9383
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
Appendik C - 101
= 29,9383 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W (
p
− ⋅ m
=
550
9383 0,3352.29,
= 0,0182 hp
Efisiensi pompa = 60% [Ulrich, tabel 4-20 hal. 206]
BHP =
6 , 0
0,0182
η
WHP
pompa
·
= 0,0303 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus, fig14-38 hal 521]
Power actual pompa =
8 , 0
0,0303
η
BHP
motor
·
= 0,0379 hp ≈ 0,5 hp
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa ke Kristaliser (L-311)
Tipe : Centrifugal Pump
Fungsi : Memompa larutan dari evaporator (V-310) ke kristaliser (X-320)
Kapasitas :180,5494 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 6 in sch 40
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1
27. Barometrik Kondensor (E- 312)
Fungsi : Mengkondensasikan uap yang keluar dari evaporator (V-310).
Tipe : Dry air counter current barometric condensor
Uap air yang hendak dikondensasi = 17714,1290 kg/jam
Ditetapkan toleransi 20%
Appendik C - 102
Jumlah total uap air yang hendak dikondensasi = 1,2 x 17714,1290 kg/jam
= 21256,9548 kg/jam
= 46871,5853 lb/jam
Untuk tiap ton/jam uap yang dikondensasi, besarnya luas penampang horisontal
body kondensor (S) = 1,7 ft
2
Sehingga:
A =
1000
46871,5853 x 1,7
= 79,6817 ft
2
= 1/4.π.D
2
→ D = 10,0704 ft ≈ 10 ft
tinggi kondensor = H = 8 ft [Hugot, tabel 41.2, hal 801]
Menghitung jumlah air pendingin
Suhu air pendingin masuk = t
1
= 30
o
C = 86
o
F
Suhu uap jenuh yang akan dikondensasi = t
v
= 194
o
F
Suhu air panas keluar kondensor = t
2
t
v
– t
2
= 0,12 x (t
v
– t
1
) [Hugot, pers.41.9, hal 808]
t
2
= 181,0400
o
F
Mencari kebutuhan air pendingin :
sikan dikondensa akan yang uap x
T T
32) (T Hv
flow Vapor
flow Water
1 2
2

− −
·
[Perry 5
th
ed., hal 11 – 36]
Dimana : Hv = Entalpi uap (btu/lb)
T
1
= Suhu air masuk (
o
F)
T
2
= Suhu air keluar (
o
F)
Jumlah air pendingin =
9728 , 507
86,0000 - 181,0400
32) - (181,0400 - 1144,4788
x
,
_

¸
¸
Appendik C - 103
= 490927,9953 lb/jam
= 222643,0818 kg/jam
Spesifikasi :
Nama alat : Barometric condensor (E-312)
Fungsi : Mengkondensasikan uap yang keluar dari evaporator
(V-310)
Tipe : Dry air counter current barometric condensor
Dimensi : Diameter = 10 ft
Tinggi = 8 ft
Kebutuhan air pendingin : 222643,0818 lb/jam
Bahan konstruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
28.Steam Jet Ejektor (G-313)
Fungsi : Mempertahankan kondisi vakum pada evaporator (V-310)
Tipe : Single stage steam jet ejector
Tekanan yang harus dipertahankan = 7,2800 psia
= 376,4488 mmHg
P
suction
= Pin – 5%.Pin (untuk faktor keselamatan)
[Evans, hal 116]
= 357,6264 mmHg
Untuk P
suction
tersebut diatas, dilihat pada Perry 5
th
ed. fig.6-75, single stage steam
jet ejector dapat digunakan.
Appendik C - 104
Dengan basis steam pada 100 psig: R
a
= 9 lb steam/lb udara
[Evans, fig.3-3, hal 108]
Untuk typical size correction factor, R
a
ditambah 20%, sehingga:
[Evans, hal 108]
R
a
= 1,2000 x 9 = 10,8000 lb steam/ lb udara
Ditetapkan kapasitas udara = 20 lb/jam [Evans, hal 115]
Digunakan steam: P = 65,4112 psia = 50,7112 psig
Faktor koreksi = F = 0,8200 [Evans, fig.3-4, hal 109]
Jadi: kebutuhan steam = R
a
x kapasitas udara x F =177,1200 lb/jam
Ukuran ejector [Evans, hal 114]
D
1
= 2
48 , 0
1
a,1
P
W

,
_

¸
¸
D
2
= ¾ D
1
L = 9 D
1
A = 2,5 (D
1
)
2/3
D
d
= 0,94
5 , 0
2
a,2
P
W

,
_

¸
¸
Berat (lb) = 110
7 , 0
1
a,1
P
W

,
_

¸
¸
W
s,m
= 50 (P
m
)
0,96
D
n
2
W
a,1
= 20 lb/jam
P
1
= P
suction
= 357,6264 mmHg = 6,9160 psia
Ditetapkan: P
2
= P
discharge
= 1 psig = 14,7000 psia
W
s,m
= kebutuhan steam = 177,1200 lb/jam
W
a,2
= 177,1200 + 20 = 197,1200 lb/jam
P
m
= tekanan steam = 65,4112 psia
Jadi:
Appendik C - 105
D
1
= 2
48 , 0
6,9160
20

,
_

¸
¸
= 3,3296 in ≈ 4 in
D
2
= ¾ x 4 = 3 in
L = 9 x 3 = 27 in
A = 2,5 x (3)
2/3
= 5,2002 in
D
d
= 0,94
5 , 0
14,7
197,12

,
_

¸
¸
= 3,4422 in ≈ 4 in
Berat = 110
7 , 0
9,6447
20

,
_

¸
¸
= 231,3211 lb
D
n
=
0,96
m
m s,
50.P
W
=
0,96
(65,4112) x 50
177,12
= 0,2530 in ≈ 0,3 in
Spesifikasi :
Nama alat : Steam jet ejector (G-313)
Fungsi : Mempertahankan kondisi vakum pada evaporator
(V-310).
Tipe : Single stage steam jet ejector
P
suction
: 357,6264 mmHg
Kapasitas udara : 20 lb/jam
Dimensi : ~ D
1
= 4 in
~ D
2
= 3 in
~ L = 27 in
~ A = 5,2002 in
~ D
d
= 4 in
~ D
n
= 0,3 in
Appendik C - 106
Berat : 231,3211 lb
Kebutuhan steam : 177,1200 lb/jam
Bahan : carbon steel
Jumlah : 1 buah
29. Hot Well (F-314)
Fungsi : Untuk menampung kondensat dari baromatrik kondensor
(E-312)
Laju alir masuk : 17714,1290 kg/jam = 39059,6544 lb/jam
ρ air = 62,4300 lb/ft
3
Direncanakan berupa bak dengan waktu tinggal 5 menit
W = 39059,6544 lb/jam
Vc =
60 . 43 , 62
6544 , 39059
= 52,1379 ft
3
Direncanakan volume hotwel = 10% > volume liquida
=1,1 . 52,1379 = 57,3517 ft
3
Direncanakan:
P= 3,8564 ft. 2 = 7,7128 ft
L= 3,8564 ft
h= 4 ft
Spesifikasi:
Fungsi : Untuk menampung kondensat dari baromatrik kondensor (E-312)
Kapasitas : 39059,6544 lb/jam
Panjang : 7,7128 ft
Appendik C - 107
Lebar : 3,8564 ft
Tinggi : 4 ft
Jumlah : 1 buah
30. Kristalizer ( X-320 )
Fungsi : Untuk membentuk kristal CaCl
2
.2H
2
O
Tipe : Swenson Walker Crytallizer
Kapasitas = 18826,8070 kg/jam = 451843,386 kg/hari
ρ larutan = 34,3903 lb/ft
3
Panas yang diserap air pendingin (Q) = 244959,2929 kJ/jam
= 40475,9635 Btu/jam
Pendingin yang digunakan: air
Air pendingin yang dibutuhkan = 13622,4721 kg/hari
Panjang kristalizer per unit = 10 – 40 ft [Badger, hal 524]
Ditetapkan :
Panjang kristaliser per unit = 10 ft
Lebar kristalizer = 24 in [Badger, hal 524]
Luas pendingin = 3,5 ft
2
/ft panjang [Badger, hal 524]
Ud = 350 Btu/(j.ft
2
.°F) [Kern, tabel 8, hal 840]
Kecepatan putar spiral agitator : 7 Rpm [Badger, hal 524]
LMTD =
F
o
5845 , 66
86 140
113 194
ln
) 86 140 ( ) 113 194 (
·

,
_

¸
¸


− − −
Luas pendingin yang dibutuhkan:
Appendik C - 108
7368 , 1
5845 , 66 . 350
9635 , 40475
.
· · ·
LMTD U
Q
A
d
ft
2
Luas pendingin tiap unit kristalizer = 3,5 x 10 = 35 ft
2
Jadi jumlah kristalizer yang dibutuhkan =
35
7369 , 1
= 0,0496 ≈ 1 buah
Spesifikasi :
Nama alat : Kristalizer (X-320)
Fungsi : Untuk membentuk kristal CaCl
2
.2H
2
O
Tipe : Swenson Walker Crystallizer
Kapasitas : 18826,8070 kg/jam
Lebar : 24 in
Panjang per unit : 20 ft
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
31.Centrifuge (H – 330)
Fungsi : Untuk memisahkan kristal CaCl
2
.
2
H
2
O dengan mother liquor
yang keluar dari kristaliser (X-320).
Type : Disk Centrifuge
Laju alir massa masuk centrifuge = 18826,8070 kg/jam
= 41505,579 lb/jam, terdiri dari :
• Massa solid masuk = 5361,8267 kg/jam
• Massa mother liquor masuk = 13464,98 kg/jam
Appendik C - 109
ρ
larutan
= 34,3903lb/ft
3
Laju alir volumetrik =
34,3903
41505,579
= 1206,8978 ft
3
/jam
Ditetapkan : [Perry 7
th
ed, tabel 18-12, hal 18-112]
Type = disk centrifuge
Diameter drum = 24 in
Kecepatan putar = 1200 rpm
Power yang dibutuhkan:
Hp = 5,167 . 10
-9
. G. R
2
. (rpm)
2

[Perry 3
th
ed, hal 1006]
Dimana:
Hp = power teoritis
G = Trought put, lb/menit = 691,7597 lb/menit
R = jari-jari silinder (ft)
= ½ . 24 = 12 in = 1 ft
rpm = kecepatan putaran
Maka: Hp = 5,167 . 10
-9
. 691,7597. (1)
2
. (1200)
2
= 5,1470 Hp
Efisiensi motor 80%
Power motor =
Hp 4338 , 6
8 , 0
1470 , 5
·
≈ 6,5 Hp
Spesifikasi:
Appendik C - 110
Nama alat : Centrifuge (H - 330)
Fungsi : Memisahkan kristal CaCl
2
.
2
H
2
O dengan mother liquor
yang keluar dari kristaliser (X-320).
Tipe : Disk Centrifuge
Diameter drum : 24 in
Kecepatan putar : 1500 rpm
Power motor : 6,5 hp
Bahan : High Silicon Cast Iron
Jumlah : 1 buah
32. Pompa ke Tangki Penampung CaCl
2
(L-331)
Fungsi : Memompa larutan dari centrifuge (H-330) ke tangki penampung CaCl
2
(F-241)
Type : Centrifugal Pump
Kondisi operasi: P
op
= 1 atm, T
op
= 45
o
C
Laju alir massa larutan = 9867,7762 kg/jam
= 6,0429 lb/s
larutanl
ρ
= 86,3782 lb/ft
3
larutan
μ
= 0,0008 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (q
fm
) =
larutan
ρ
massa alir laju
=
86,3728
6,0429
= 0,0629 ft
3
/s
Diambil toleransi keamanan 20%, maka :
Laju alir volumetrik (q
fm
) = 120% . 0,0629
= 0,08388 ft
3
/s = 37,6504 gal/min
Appendik C - 111
Asumsi : Aliran turbulen
D
i,opt
= 3.9 . q
fm
0.45
. ρ
0.13
[Peters & Timmerhaus, 2003]
dengan :
D
i,opt
= Diameter pipa dalam optimum (in)
q
fm
= Laju alir fluida (ft
3
/s)
ρΣ = Massa jenis fluida (lb/ft
3
)
D
i,opt
= 3,9 . 0,08388
0,45
. 86,3782
0,13
D
i,opt
= 2,2825 in
Dipilih pipa Stainless steel 2 1/4 in sch 40, diperoleh data :
[Kern, tabel 11, hal 844]
OD = 2,88 in
ID = 2,469 in = 0,20575 ft
A = 4,79 in
2
= 0,0333 ft
2
v =
0,0333
0,08388
A
q
fm
·
= 2,5189 ft/s
Nre =
μ
ρ v ID ⋅ ⋅
=
0,0008
3782 , 86 2,5189 0,20575 ⋅ ⋅
= 55958,35421
N
Re
> 2100 → aliran turbulen
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Appendik C - 112
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
50
24,69
2,67475
69,955
Total 147,31975
Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D = 0,00015/0,20575 = 0,000729 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
f = 0,0045 [Geankoplis, fig. 2.10-3]
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus
F =
D g 2
v L 4f
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅

[Geankoplis, hal.86]
=
20575 , 0 174 , 32 2
5189 , 2 31975 , 147 4.0,0045
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
= 1,2708 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
k = 0,5 [Foust, App C- `]
F
C
=
c
2
g 2
v k


Appendik C - 113
=
1740 , 2 3 2
5189 , 2 5 , 0
2


= 0,0493 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
k = 1 [Foust, app C-2c]
F
E
=
c
2
g 2
v k


=
174 , 2 3 2
2,5189 1
2


= 0,0986 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,2708 + 0,0493 + 0,0986
= 1,4187 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

∆P = 0
Z
2
– Z
1
= 20 ft
v
1
= 0
∆v = v
2
= 2,5189 ft/s
untuk aliran turbulen → α = 1
P
c
2
c
-W F
2g
v α
g
g
Z
ρ
P
· Σ +
∆ ⋅
+ ∆ +

Appendik C - 114
0 + (20 . 1) +
174 , 32 2
5189 , 2 . 1
2

+ 1,4187= -W
p
-W
p
= 21,5173 ft.lbf/lbm
Head = -Wp .
c
g
g
= 21,5173
2
2
s
ft
lbf . s
lbm.ft
.
lbm
ft.lbf
= 21,5173 ft
Power yang dibutuhkan pompa :
WHP =
550
) W ( m
p

=
550
21,5173 6,0429⋅
= 0,2364 hp
Efisiensi pompa = 60% [Ulrich, tabel 4-20, hal 206]
BHP =
6 , 0
0,2364
η
WHP
pompa
·
= 0,3944 hp
Efisiensi motor, η
motor
= 80% [Peters & Timmerhaus, fig14-38, hal 521]
Power actual pompa =
8 , 0
0,3944
η
BHP
motor
·
= 0,4933 hp ≈ 0,5 hp
Spesifikasi :
Nama alat : Pompa ke Tangki Penampung CaCl
2
(L-322)
Fungsi : Memompa larutan dari centrifuge (H-330) ke tangki penampung CaCl
2
(F-241)
Tipe : Centrifugal pump
Kapasitas : 37,6504 gpm
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 2 ¼ in sch 40
Appendik C - 115
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1
33. Screw Conveyor (J-332)
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari centrifuge (H-330)
menuju rotary dryer (B-340)
Tipe : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain Discharge
Opening
Kapasitas bahan masuk : 8959,0308 kg/jam
Direncanakan kapasitas screw conveyor 20 % lebih besar dari pada kapasitas
masuk.
Kapasitas = 1,2 . 8959,0308 kg/jam = 10750,837 kg/jam = 23701,2952 lb/jam
ρ campuran = 113,6707 lb/ft
3
Rate volumetric =
ρ
masuk bahan Kapasitas
=
6707 , 113
2952 , 23701
= 208,5084 ft
3
/jam = 3,4751 ft
3
/menit
Perhitungan:
Ukuran screw conveyor yang dogunakan = 6 in [Perry 6
th
ed, Tabel 7-5]
Material termasuk kelas d [Perry 6
th
ed, Tabel 7-5]
Kecepatan screw conveyor = 55 rpm
Faktor material = 4 [Badger, hal 713]
Diameter flight = 10 in
Diameter pipa = 2,5 in
Appendik C - 116
Diameter shaft = 2 in
Panjang = 25 ft
Power motor =
33000
. . . F W L C
Dimana:
C = Kapasitas (ft
3
/menit)
L = Panjang (ft)
W = Berat material (lb/ ft
3
)
F = Faktor material = 4
Hp =
33000
4 . 6707 , 113 . 25 . 475 , 3
= 1,1970 Hp
Jika power < 2 Hp, maka power harus dikalikan 2.
= 2 . 1,1970 Hp = 2,394 Hp
Jadi motor digunakan mempunyai power 0,1 Hp
Ditetapkan η
motor
= 80%, maka
Power motor =
9925 , 2
8 , 0
394 , 2
·
Hp ≈ 3 Hp
Spesifikasi:
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari centrifuge (H-330)
menuju rotary dryer (B-340)
Tipe : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain Discharge
Opening.
Kapasitas : 8959,0308 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Appendik C - 117
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 3 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
34. Rotary Dryer (B-340)
Fungsi : Untuk mengurangi kadar air kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari centrifuge
(H-330).
Tipe : Direct heat rotary dryer
Dari perhitungan neraca massa diperoleh data sebagai berikut :
• Massa CaCl
2
.2H
2
O masuk (m
s
) = 8532,4103 kg/jam
• Massa H
2
O dalam kristal masuk = 222,2049 kg/jam
• Massa H
2
O dalam kristal keluar = 88,1625 kg/jam
• Massa H
2
O yang menguap (m
v
) = 133,9541 kg/jam
Diameter rotary dryer (D) :
Udara yang dibutuhkan untuk memanaskan produk = 12055,1577 kg/jam
= 26576,801 lb/jam
Range kecepatan udara dalam rotary drayer = 370-3700 lb/ft
2
.jam
Appendik C - 118
[Perry6
th
ed, hal.20-30]
Dalam perancangan diambil kecepatan udara = 2000 lb/ft
2
.jam
G
m
D
.
4
π
·
Keterangan:
m = kecepatan udara masuk ke rotary drayer
G = kecepatan udara dalam perencanaan (lb/ft
2
)
2000 .
4
801 , 26576
π
· D
= 4,1 ft = 1,2497 m
Menghitung volume bahan
Aliran bahan masuk ke rotary dryer = 8959,0308 kg/jam = 198751,07 lb/jam
= 2488,6197 g/dtk
Densitas bahan = 113,6707 lb/ft
3

= 1,8208 gr/cm
3
waktu tinggal ditetapkan = 300 detik
berat bahan = 2488,6197 g/dtk x 300 dtk = 746585,919 g/dt
2
Volume bahan =
1,8208
746585,919
= 410031,8096 cm
3

= 0,410 m
3
Menghitung panjang rotary dryer
Dari tabel 4-10 Ulrich diperoleh L/D = 4-6 m
Ditetapkan L/D = 6 m
Sehingga L = 6 x 1,2497 m
Appendik C - 119
= 7,4982 m = 24,6 ft
Volume Rotary dryer =
4
π
x 1 m
2
x 7,4982 m
= 9,1926 m
Saat operasi 10% - 15% volume material ada dalam rotary dryer
Volume bahan saat operasi =
100
10
x 9,1926
= 0,91926 m
3
Volume bahan < volume bahan saat operasi (memenuhi)]
Dari tabel 4-10 hal 1321 ditetapkan panjang rotary dryer adalah 4-20 m
Jadi ukuran rotary dyer
Panjang = 7,4982 m = 24,6 ft
Lebar = 1,2497 m = 4,1 ft
Menentukan sudu-sudu (Flight) :
Jumlah flight standart dihitung menggunakan persamaan : a . D, dimana 2,4 < a <
3 dan diameter dalam satuan ft. [Perry 7
th
ed, hal 12-54]
ditetapkan a = 3
Jumlah flight = 3 . 4,1
= 12,3 ≈ 12 buah
Kecepatan putaran :
Rentang hasil kali kecepatan putaran dengan diameter 25 – 35
[Walas, hal 256]
Ditetapkan 30, sehingga kecepatan putaran =
0459 , 7
30
= 4,2578 ≈ 5 rpm
Appendik C - 120
Power motor :
D = 1,2497 m
P = 8 . D
2
= 8 . (1,2497)
2
[Ulrich, tabel 4-10, hal 132]
= 12,494 kW = 16,75 hp ≈ 17 hp
Spesifikasi :
Nama : Rotary Dryer (B – 340)
Fungsi : Mengurangi kadar air kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari Centrifu
(H-330).
Tipe : Direct heat rotary dryer
Diameter : 4,1 ft
Panjang : 7,4982 m = 24,6 ft
Jumlah flight : 12 buah
Kecepatan putaran : 3 rpm
Kemiringan : 4 cm / m
Power motor : 17 hp
Bahan konstruksi : carbon steel
Jumlah : 1 buah
35. Blower Udara (G – 341)
Fungsi : Menyuplai udara ke rotary dryer (B-340).
Tipe : Centrifugal Blower
Kondisi operasi: P
atm
= 1 atm, T
op
= 30
o
C
Massa udara yang dibutuhkan = 12055,1577 kg/jam
Appendik C - 121
= 26576,801 lb/jam
ρ udara pada 30
o
C = 1,1676 kg/m
3
[Geankoplis, tabel A.33, hal 866]
= 0,0729 lb/ft
3
Laju alir volumetrik = Q =
udara ρ
udara Massa

=
3
lb/ft 0,0729
lb/jam 26576,801
= 364565,166 ft
3
/jam
= 6076,0861 ft
3
/menit
Power untuk menghembuskan udara:
Hp = 1,57 . 10
-4
. Q . P [Perry 7
th
ed, pers 10-88, hal 10-46]
Dimana: Q = ratio volume gas, ft
3
/menit
P = tekanan operasi blower, in H
2
O = 0-0,5 psi
Diambil = 0,2 psi = 5,5158 inHg
Hp = 1,57 . 10
-4
. 6076,0861. 5,5158
= 5,2618 hp
Efisiensi blower (η) = 70% [Perry 7
th
ed, hal 10-46]
Hp shaft =
0,7
7,5168
= 7,5168
= 7,5168 ≈ 8 Hp
Spesifikasi :
Appendik C - 122
Nama alat : Blower Udara (G – 341)
Fungsi : Menyuplai udara ke rotary dryer (B-340).
Tipe : Centrifugal Blower
Kapasitas : 26576,801 lb/jam
Power motor : 8 hp
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
36. Heater Udara (E – 342)
Fungsi : Memanaskan udara yang akan masuk ke dalam rotary dryer (B-340).
Tipe : Shell and tube heat exchanger
T
1
t
1
T
2
t
2
Kondisi operasi :
• Tekanan operasi = 1 atm
• Suhu steam masuk (T
1
) = 302
o
F
• Suhu steam keluar (T
2
) = 302
o
F
• Suhu udara masuk (t
1
) = 86
o
F
• Suhu udara keluar (t
2
) = 248
o
F
• λ
steam
= 908,964 Btu/lb
Appendik C - 123
Ditetapkan : R
d
design = 0,001 [Kern, tabel 12, hal 845]
ΔP
max
untuk masing-masing aliran = 2 psi
Digunakan tube dengan ukuran : ¾ in OD tube
16 BWG
1” square pitch
L = 8 ft
2 buah passes
Massa udara masuk = 12055,15766 kg/jam
= 26576,8006 lb/jam
T udara rata
2
=
2
t t
2 1
+
=
2
48 2 6 8 +
= 167
o
F
cp udara pada suhu 167
o
F = 1,008926 kJ/kg.K = 0,241 Btu/lb.
o
F
Q
serap
= Q
lepas
m
udara
. cp
udara
. (t
2
– t
1
) = m
steam
. λ
steam
26576,8006. 0.241 . (248 – 86) = m
steam
. 908,964
m
steam
= 1141,532 lb/jam
Q = m
steam
. λ
steam
= 1141,532 . 908,964
= 1037611,493 Btu/jam
Δt
1
= T
2
– t
1
= 302 – 86 = 216
o
F
Δt
2
= T
1
– t
2
= 302 – 248 = 54
o
F
LMTD =
1
2
1 2
Δt
Δt
ln
Δt Δt −
Appendik C - 124
=
54
216
ln
54 216 −
= 116,8583
o
F
R =
1 2
2 1
t - t
T - T
= 0, maka harga Δt = LMTD = 116,8583
o
F
T
a
= F 02 3
2
02 3 02 3
2
T T
o 2 1
·
+
·
+
t
a
= F 167
2
248 86
2
t t
o 2 1
·
+
·
+
Harga U
d
= 5 – 50 [Kern, tabel 8, hal 840]
Dipilih U
d
= 15
t U
Q
A
d
∆ ⋅
·
=
3 15.116,858
3 1037611,49
= 591,9485 ft
2
Dari Kern table 10, hal 843 :
a” = 0,1963 ft
2
/ft panjang
a’
t
= 0,302 ft
2
ID tube = 0,62 in
A = N
t
. a” . L
Nt (jumlah tube) =
8 0,1963
591,9485
L a"
A

·

= 376,9412 ≈ 377
Dipilih ukuran standar shell : [Kern, tabel 9, hal 841]
ID shell = 23,25 in dengan jumlah tube (Nt) = 378
Koreksi A = N
t
. a” . L
Appendik C - 125
= 378 . 0,1963 . 8
= 593,6112 ft
2
U
D
=
t A
Q
∆ ⋅
=
116,8583 6112 , 593
3 1037611,49

= 27,7163 Btu/j.ft
2
.
o
F
Bagian shell (fluida dingin : udara) Bagian tube (fluida panas : steam)
Flow Area
Pt = 1 in [Kern fig 28, hal 838]
c’ = Pt-OD = 1 - 0,75 = 0, 25 in
Ns = 1
B = 1 . ID shell = 1 . 23,25
= 23,25 in
a
s
=
Pt 144
B c' shell ID

⋅ ⋅

=
1 144
25 , 23 25 , 0 23

⋅ ⋅
= 0,9385 ft
2
Kecepatan massa
G
s
=
s
a
w
=
0,9385
26576,8006
= 28318,38103 lb/j.ft
2
Bilangan Reynold
Pada t
a
= 167
o
F
μ = 0,02 cps [Kern fig 15, hal 825]
Flow Area
a’t = 0,302 ft
2

at =
t
n 144
t a' Nt


=
2 144
302 , 0 . 204

= 0,2139 ft
2
Kecepatan massa
G
t
=
t
a
W

0.2139
605,7192
·
= 2831,5660 lb/j.ft
2
Bilangan Reynold
Pada T
a
= 302
o
F
μ = 0,0143 cps [Kern fig 15, hal 825]
= 0,0143 . 2,42 = 0,0346 lb/j.ft
D = 0,62 in [Kern tabel 10, hal 843]
=
12
62 , 0
= 0,0517 ft
Re
t
=
μ
G D
t

Appendik C - 126
= 0,02 . 2,42 = 0,0484 lb/j.ft
D
e
= 0,95 in [Kern fig 28, hal 838]
=
12
95 , 0
= 0,0792 ft
Re
s
=
μ
G D
s e

=
0,0484
3 28318,3810 0792 , 0 ⋅
= 46339,169
J
H
= 130 [Kern fig 28, hal 838]
Pada t
a
= 167
o
F
k = 0,017225
ft
F
. j.ft
Btu
o
2
[Kern tabel 5, hal 801]
c = 0,25 Btu/lb.
o
F
k
μ c ⋅
=
017225 , 0
0484 , 0 25 , 0 ⋅
= 0,7025
h
o
=
s
3 / 1
e
H
φ
k
μ c
D
k
j ⋅

,
_

¸
¸ ⋅
⋅ ⋅

s
φ
= 1
h
o
=
( )
3 / 1
7025 , 0
0,0792
017225 , 0 130⋅
= 25,1279
=
0,0346
5660 , 2831 0517 , 0 ⋅
= 4227,5206
hio = 1500 Btu/j.ft
2
.
o
F [Kern, hal 164]
Appendik C - 127
U
C
=
o io
o io
h h
h h
+

=
1279 , 25 500 1
1279 , 25 500 1
+

=24 ,7139
R
d
=
C D
U
1
U
1

=
24,7139
1
14,96
1

= 0,0263 > Rd min (0,001)
R
d
perhitungan > R
d
min, maka dari segi faktor kotoran memenuhi syarat.
PRESSURE DROP
Bagian shell (fluida dingin : udara) Bagian tube (fluida panas : steam)
Re
s
= 46339,169
f = 0,0015 [Kern, fig 29, hal 839]
T P V
T P BM
ρ
o o
o
udara
⋅ ⋅
⋅ ⋅
·
=
) 86 460 ( 7 , 14 359
) 32 460 ( 7 , 14 29
+ ⋅ ⋅
+ ⋅ ⋅
= 0,0728 lb/ft
3
O H
udara
2
ρ
ρ
s ·
=
43 , 62
0,0728
= 0,0012
N + 1 =
B
L
12⋅ =
23,25
8
12 ⋅
Re
t
= 4227,5206
f = 0,00040 [Kern, fig 26, hal 836]
pada T steam = 302
o
F,
V = 6,2895 ft
3
/lb
[Kern, tabel 7, hal 816]
3
steam
lb/ft 0,1590
6,2895
1
V
1
ρ · · ·

s =
0,0025
62,43
0,1590
ρ
ρ
H2O
steam
· ·
n = 2
ΔP
t
=
t
10
2
t
φ s D 10 5,22
n L G f
⋅ ⋅ ⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅
Appendik C - 128
= 4,1290 ≈ 4
Ds =
12
ID
shell
=
12
25 , 23
= 1,9375
ΔP
s
=
s
10
2
s
φ s De 10 5,22
1) (N Ds G f
⋅ ⋅ ⋅ ⋅
+ ⋅ ⋅ ⋅
=
1 . 0012 , 0 0792 , 0 10 22 , 5
4 9375 , 1 318,38102 8 2 0015 , 0
10
2
⋅ ⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅
= 1,8791 psi < ∆P
max
(2 psi)
=
1 0025 , 0 0517 , 0 10 5,22
2 8 5660 , 831 2 00040 , 0
10
2
⋅ ⋅ ⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅
= 0,0065 psi < ∆P
max
(2 psi)
Ditinjau dari pressure drop, rancangan memenuhi syarat.
Spesifikasi :
Nama Alat : Heater Udara (E – 342)
Fungsi : Memanaskan udara yang akan masuk ke dalam rotary dryer
(B-340).
Tipe : Shell And Tube Heat Exchanger
Ukuran :
Shell Side : ID = 23,25 in
Passes = 1
ΔP = 1,8791 psi
Tube Side : OD = ¾ in
BWG = 16
Panjang = 8 ft
Jumlah = 378 buah
Appendik C - 129
Pitch = 1 in square pitch
Passes = 2
ΔP = 0,0065 psi
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
37.Cyclone Separator (H – 343)
Fungsi : Untuk memisahkan padatan kristal CaCl
2
.2H
2
O yang terikut keluar
rotary dryer (B-340) bersama dengan udara pengering.
Tipe : High efficiency cyclone separator
Bahan masuk cyclone :
- Feed masuk cyclone = 142,7792 kg/jam
- Laju alir massa udara = 12055,15766 kg/jam
Kondisi udara masuk cyclone pada suhu 51,91
o
C, sehingga :
ρ
udara
= 1,078 kg/m
3
[Incropera 5
th
ed, hal 917]
ρ
feed
masuk = 1047,7491 lb/ft
3
= 65,4089 kg/m
3
Kecepatan linier udara masuk cyclone (V
C
) = 8 – 30 m/s [Perry 7
th
ed, hal 17-29]
Ditetapkan : V
C
= 15 m/s [Perry 7
th
ed, hal 17-27]
Perhitungan spesifikasi :
Luas penampang (A
C
) =
masuk udara linier kecepatan
ik volumetr rate
=
masuk udara linier kecepatan
ρ
udara massa alir laju
ρ
masuk feed
udara masuk feed
+
Appendik C - 130
=
m/jam 3600) (15
kg/m 1,0780
6 12055,1576
kg/m 1047,7491
kg/jam 142,7792
3 3

+
= 0,2071 m
2
D
C
= (8 . A
C
)
0,5
= 1,2872 m
B
C
=
4
D
C
= 0,3218 m
D
e
=
2
D
C
= 0,6436 m
H
C
=
2
D
C
= 0,6436 m
L
C
= 2 x D
C
= 2,5744 m
S
C
=
8
D
C
= 0,1609 m
Z
C
= 2 x D
C
= 2,5744 m
J
C
=
4
D
C
= 0,3218 m
Spesifikasi :
Nama alat : Cyclone Separator (H – 343)
Fungsi : untuk memisahkan padatan kristal CrO
3
yang terikut keluar
rotary dryer (B – 330) bersama dengan udara pengering.
Tipe : High efficiency cyclone separator
Ukuran : D
C
= (8 . A
C
)
0,5
= 1,2872 m
B
C
= 0,3218 m
D
e
= 0,6436 m
H
C
= 0,6436 m
L
C
= 2,5744 m
Appendik C - 131
S
C
= 0,1609 m
Z
C
= 2,5744 m
J
C
= 0,3218 m
Bahan konstruksi : carbon steel
Jumlah : 1 buah
38. Screw Conveyor (J-344)
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari rotary dryer (B-340)
menuju bucket elevator (J-345)
Type : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain Discharge
Opening
Kapasitas bahan masuk : 8838,3838 kg/jam
Direncanakan kapasitas screw conveyor 20 % lebih besar dari pada kapasitas
masuk
Kapasitas = 1,2 . 8838,3838 kg/jam = 10606,0606 kg/jam = 23382,1211 lb/jam
ρ campuran = 114,9689 lb/ft
3
Rate volumetric =
ρ
masuk bahan Kapasitas
=
9689 , 114
1211 , 23382
= 203,3778 ft
3
/jam = 3,3896 ft
3
/menit
Perhitungan:
Ukuran screw conveyor yang dogunakan = 6 in [Perry 6
th
ed, Tabel 7-5]
Material termasuk kelas d [Perry 6
th
ed, Tabel 7-5]
Appendik C - 132
Kecepatan screw conveyor 55 rpm
Faktor material = 4 [Badger, hal 713]
Diameter flight = 10 in
Diameter pipa = 2,5 in
Diameter shaft = 2 in
Panjang = 25 ft
Power motor =
33000
. . . F W L C
Dimana:
C = Kapasitas (ft
3
/menit)
L = Panjang (ft)
W = Berat material (lb/ ft
3
)
F = Faktor material = 4
Hp =
33000
4 . 9689 , 114 . 25 . 3896 , 3
= 1,1809 Hp
Jika power < 2 Hp, maka power harus dikalikan 2.
= 2 . 1,1809 Hp = 2,3618 Hp
Jadi motor digunakan mempunyai power 0,1 Hp
Ditetapkan η
motor
= 80%, maka
Power motor =
9523 , 2
8 , 0
2,3618
·
Hp ≈ 3 Hp
Spesifikasi:
Fungsi : Mengangkut kristal basah CaCl
2
.2H
2
O dari rotary dryer (B-340)
menuju bucket elevator (J-345)
Appendik C - 133
Type : Horisontal Screw Conveyor With Bin Gate & Plain Discharge
Opening
Kapasitas bahan masuk : 8838,3838 kg/jam
Kecepatan : 55 rpm
Diameter flight : 10 in
Diameter pipa : 2,5 in
Diameter shaft : 2 in
Panjang : 25 ft
Power : 3 Hp
Bahan : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
39. Bucket Elevator (J – 345)
Fungsi : Untuk mengangkut produk CaCl
2
. 2H
2
O dari screw conveyor
(J-344) ke silo CaCl
2
. 2H
2
O (F-350).
Type : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Laju alir masuk = 8838,3838 kg/jam = 8,8384 ton/jam = 212,1212 ton/hari
Dari perry 7
th
ed tabel 21-8 hal 21-15, dipilih bucket elevator yang berukuran :
Kapasitas max = 14 ton/jam
Tinggi elevasi = 25 ft
Kecepatan bucket = 225 ft/min
Bucket spacing =12 in
Ukuran Bucket = 6 x 4 x 4,25 in
Appendik C - 134
Lebar belt = 7 in
Putaran head shaft = 1 hp
Diameter shaft : Head = 1
16
15
in
Tail = 1
16
11
in
Diameter pully: Head = 20 in
Tail = 14 in
Jumlah = 1 buah
Spesifikasi :
Nama alat : Bucket Elevator (J – 345)
Fungsi : Untuk mengangkut produk kristal CaCl
2
.2H
2
O dari screw
conveyor (J-344) ke silo CaCl
2
.2H
2
O (F-350).
Tipe : Centrifugal Discharge Bucket Elevator
Kapasitas : 8,8384 ton/jam
Kapasitas max : 14 ton/jam
Tinggi elevasi : 25 ft
Kecepatan bucket : 77,0191 ft/min
Bucket spacing : 12 in
Ukuran bucket : 6 x 4 x 4,25 in
Lebar belt : 7 in
Putaran head shaft : 43 rpm
Power : 0,5 hp
Diameter shaft
Head
: 1
16
15
in
Tail
: 1
16
11
in
Diameter pully Head : 20 in
Tail : 14 in
Bahan konstruksi : High Silicon Cast Iron
Jumlah : 1 buah
Appendik C - 135
40. Silo CaCl
2.
2H
2
O (F-350)
Fungsi : Menampung kristal kering CaCl
2.
2H
2
O.
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan tutup bawah
berbentuk konis.
Perhitungan :
Jumlah bahan masuk = 8838,3838 kg/jam = 212121,2112 kg/hari
= 467642,4222 lb/hari
Jumlah bahan masuk selama 7 hari = 3273496,955 kg
ρ
CaCl2.2H2O
= 114,9689 lb/ft
3
Volume bahan masuk =
ρ
O H aCl KapasitasC
2 2
2 .
=
9689 , 114
5 3273496,95
= 28472,891 ft
3

Asumsi : tangki terisi 80%
Maka : Volume tangki =
8 , 0
28472,891
= 35591,1138 ft
3

Jumlah tangki 4 buah
Volume satu tangki = 8897,7785 ft
3
Menentukan diameter dan tinggi tangki :
Untuk H = 1,5 D, maka : [Brownell & Young, hal.43,pers.3.11]
Volume tangki = V silinder + V tutup bawah
8897,7785 ft
3
= H D . .
4
2
π
+

,
_

¸
¸
tan30 2
D
4
π
3
1
3
i
Appendik C - 136
8897,7785 = ) 5 , 1 .( .
4
2
D D
π
.

,
_

¸
¸
tan30 2
D
4
π
3
1
3
i
D = 16,4425 ft = 197,31 in = 5,0117 m
H = 1,5 . D = 1,5 x 16,4425 ft
= 24,6638 ft = 295,965 in = 7,5175 m
Menentukan tinggi bahan pada tangki
Volume bahan = V silinder + V tutup bawah
7118,2228 ft
3
= H D . .
4
2
π
+

,
_

¸
¸
tan30 2
D
4
π
3
1
3
i
= H . ) 16,4425 .(
4
2
π
+

,
_

¸
¸
tan30 2
) (16,4425
4
π
3
1
3
H = 28,7941 ft = 84,6936 in = 7,3288 m
Menentukan tebal dinding tangki :
P
op
= 1 atm = 14,7 psia = 0 psig
P
B
=
1
1
]
1

¸


⋅ ⋅
⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅
r
Z K
t
' '
μ 2 -
' '
c
B
e 1
K μ 2
g
g
ρ r
[Mc Cabe jilid 1, pers 26-24, hal 30]
Dengan : ρ
B
= bulk density material
P
B
= tekanan vertikal pada bagian dasar tangki
µ

= koefisien gesek yaitu antara 0,35 – 0,55 → dipilih 0,5
r = ½ D
i

Z
t
= h
Appendik C - 137
P
B
=
1
1
1
]
1

¸


⋅ ⋅
⋅ ⋅ ⋅

⋅ ⋅
4425 , 16
2
1
24,6638 . 5 , 0 5 , 0 2 -
e 1
5 , 0 5 , 0 2
1 114,9689 4425 , 16
2
1
= 945,1880 lb/ft
2

= 6,5638 lb/in
2
Tekanan lateral pada tangki :
P
L
= K

. P
B
[Mc Cabe 5
th
ed, hal
938]
= 0,5 . 6,5638 lb/in
2
= 3,2819 lb/in
2
P = (P
B
– P
L
) cos
2
α + P
L
= (6,5638 – 3,2819) . cos
2
30 + 3,2819
= 5,7433 lb/in
2
P design = 1,05 . (P
op
+ P)
= 1,05 . (0 +5,7433)
= 6,0305 psig
Tebal silinder :
t
shell =

C
P E f
di P
+
− ) 6 , 0 . ( 2
.
[Brownell & Young, Pers.13.1, hal.254]
Dimana :
E =efisiensi penyambungan= 0,8 [Brownell & Young, Tabel 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12,650 psi (SA 283 gradeC) [Brownell & Young, Tabel 13.1, hal.254]
r
i
= diameter dalam silinder (in)
Appendik C - 138
C = faktor korosi =
8
1

jadi :
16
1
) 0305 , 6 6 , 0 8 , 0 12650 ( 2
31 , 197 0305 , 6
+
× − ×
·
x
t
= 0,1205 in
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young hal.88]
Diameter luar tangki :
OD = ID + 2 x (tebal silinder) = 197,31 + 2
,
_

¸
¸
16
3
= 197,685 in = 16,4738 ft
Menentukan tebal tutup atas dan bawah
Tutup atas berbentuk datar dan tutup bawah berbentuk datar
Tebal tutup atas diambil :
4
1
in
Tebal tutup bawah :
thb =
( )
C
P E f
Di P
+
× − ×
×
30 cos 6 , 0 2

Dimana :
E = efisiensi penyambungan = 0,8 [Brownell & Young, table 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (psi)
= 12.650 psi (SA 283 grade C) [Brownell & Young, table 13.1, hal.254]
D = diameter dalam silinder (in)
C = faktor korosi =
16
1
Jadi :
16
1
30 cos ) 0305 , 6 6 , 0 8 , 0 12650 ( 2
197,31 0305 , 6
+
× − ×
×
· t
= 0,1304 in
Appendik C - 139
Tebal standard diambil :
16
3
in [Brownell & Young, hal.88]
Tinggi tutup bawah
h =
2
30 tan Di
h = 56,9585 in = 4,7465 ft = 1,4467 m
Tinggi tangki total :
tinggi tutup bawah = t head + sf + h = 59,0889 in
tinggi silinder = H = 295,965 in
Tinggi total = 355,0539 in = 29,5878 ft = 9,0184 m
Spesifikasi :
Nama alat : Silo CaCl
2
.2H
2
O (F - 340)
Fungsi : Menampung produk CaCl
2
.2H
2
O.
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk datar dan tutup
bawah berbentuk konis.
Kapasitas : 19485,1009 lb/jam
Diameter dalam : 197,31 in
Tinggi silinder : 295,965 in
Tinggi tutup atas : 0,25 in
Tinggi tutup bwh : 59,0889 in
Tebal silinder
:
16
3
in
Tebal tutup atas
:
4
1
in
Tebal tutup bwh
:
16
3
in
Sf bawah : 2 in
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
Appendik C - 140
Appendik C - 141
APPENDIK D
UTILITAS
Utilitas merupakan bagian penunjang dan proses utama dalam suatu pabrik
dalam perancangan pabrik Kalsium Klorida Dihidrat. Utilitas yang diperlukan
terdiri atas beberapa unit antara lain :
1. Unit Penyediaan Steam.
2. Unit Penyediaan Air.
3. Unit Penyediaan Listrik.
4. Unit penyediaan Bahan Bakar.
1. Unit Penyedia Steam
Kebutuhan Steam
Kode Alat Nama Alat Massa steam (kg/jam)
R-110
R-210
V-310
G - 313
E-332
Reaktor
Netralizer
Evaporator
Steam Jet Ejector
Heater udara
218,5424
362,14
23699,2907
80,3411
1293,4851
Jumlah
25653,7993
Total kebutuhan steam = 25653,7993 kg/jam
= 56556,36894 lb/jam
Untuk faktor keamanan ditetapkan sebesar 10%.
Sehingga total kebutuhan steam = 1,1 x 56556,36894 lb /jam
Appendik D – 1
Appendik D –
= 62212,00253 lb/jam
Steam yang keluar boiler adalah steam jenuh pada kondisi :
Tekanan : 4,5 bar = 65,436 psia
T in : 30ºC = 86ºF
H
1
= 54,03 btu/lb
T out : 148ºC = 298,4 ºF
H
2
= 1179,72 btu/lb
∆H = 1125,69 Btu/lbm
Perhitungan Power Boiler
HP =
( )
5 , 34 H
H H m
fg
f g s
×
− ×
[Savern W.H., persamaan 172 hal. 140]
Dimana :
m
s
= rate steam yang dihasilkan (lb/jam)
H
g
= enthalpi steam pada 86
o
F (Btu/lb)
H
f
= enthalpi liquid pada saat air masuk boiler (Btu/lb)
H
fg
= enthalpi uap air pada 298,4
o
F (Btu/lb)
34,5 = angka penyesuaian pada penguapan 34,5 HP/lb. air/jam pada 273,6
o
F
menjadi uap kering. [Van Ness, App. C, tabel C-3, hal. 628]
Sehingga :
HP =
( )
( )
lb
HP
lb
Btu
lb
Btu
jam
lb
5 , 34 3 , 970
3 , 54 72 , 1179 3 62212,0025
×
− ×

,
_

¸
¸
= 2091,52800 hp ≈ 2100 hp.
2
Appendik D –
Perhitungan kapasitas boiler
Q =
( )
1000
H H m
f g s
− ×
[Savern W.H., persamaan 172 hal.
140]
Q =
( )
1000
3 , 54 72 , 1179 3 62212,0025
lb
Btu
jam
lb
− ×

,
_

¸
¸
= 70014,6319
Btu/jam
Berdasarkan Savern W.H. persamaan 173 hal.140 didapatkan :
Faktor evaporasi =
3 , 970
H H
f g

=
( )
jam
Btu
jam
Btu
3 , 970
3 , 54 72 , 1179 −
= 1,1599
Kebutuhan air = faktor evaporasi x rate steam
= (1,1599) x (62212,00253lb/jam)
= 72159,7017 lb/jam
= 32731,426 kg/jam.
Perhitungan kebutuhan bahan bakar
( )
f e
H H m
m
b
1 2 s
f
×

·
[Savern W.H., hal.
140]
Dimana: m
f
= berat bahan bakar yang diperlukan (lb/jam)
e
b
= efisiensi boiler (diasumsikan sebesar 75 %)
f = nilai panas dari bahan bakar (diesel oil = 19525 Btu/lb)
[Perry, 1984]
m
f
=
19525 75 . 0
1125,42 x 3 62212,0025
×
= 4781,1955 lb/jam
3
Appendik D –
Perhitungan luas area pemanasan
Dari Savern diketahui bahwa luas pemanasan boiler, luas area pemanasan adalah
sebesar 10 ft
2
untuk setiap 1 hp boiler.
Direncanakan
Panjang tube = 20 ft
Ukura pipa yang digunakan = 4 in OD, tringular pitch
Luas permukaan linear feed (at) = 1,178 ft
2
/ft [Kern, tabel 10 hal. 844]
Luas perpindahan panas boiler :
A = BHP x 10 ft
2
/ hp
= 2100 hp x 10 ft
2
/hp = 21000 ft
2
Jumlah tube = Nt =
L at
A
×

Dimana :
A = luas perpindahan panas boiler
at = luas permukaan linear feed
L = panjang tube
Maka:
Nt =
( ) ft
ft
ft
ft
20 178 , 1
21000
2
2
×

,
_

¸
¸
= 891,341 ≈ 892 tube.
Jadi jumlah tube yang digunakan pada boiler 892 buah.
4
Appendik D –
SPESIFIKASI
Nama alat : Boiler
Type : Fire tube boiler
Fungsi : Menghasilkan steam jenuh sebagai media pemanas
Heating surface : 22000 ft
2
Jumlah tube : 892 buah
Ukuran tube : 4 in
Panjang tube : 20 ft
Tekanan operasi : 4,5 bar
Rate steam : 62212,00253 lb/jam
Efisiensi : 75%
Rate bahan bakar : 4781,1955 lb/jam
Jenis bahan bakar : Diesel oil
Jumlah boiler : 1 buah
2. Unit Penyediaan Air
Air memegang peranan yang sangat penting dalam suatu industri kimia
dan harus memenuhi persyaratan tertentu yang disesuaikan dengan masing-
masing kepentingan dalam pabrik. Kebutuhan air dalam jumlah yang cukup besar
ini direncanakan dipenuhi dari air sungai yang sebelumnya diolah dulu sampai
layak dipakai. Kebutuhan air untuk pabrik Kalsium Klorida ini dapat dibedakan :
5
Appendik D –
a. Air Sanitasi
Air ini digunakan untuk keperluan karyawan, laboratorium, taman dll.
Kebutuhan air sanitasi dapat diperinci sebagai berikut :
1. Air kebutuhan karyawan.
Kebutuhan karyawan = 120 L/hari per orang [Standard WHO]
Jumlah karyawan = 187 orang.
Jam kerja untuk setiap karyawan 8 jam/hari
Sehingga pemakaian air sanitasi untuk setiap karyawan adalah :
Kebutuhan air = 120 L/hari × (187/3)
= 7480 L/hari
= 311,67 L/jam.
Jika ρ air = 995,68 kg/m
3
.
Maka kebutuhan air karyawan = 0,31167 m
3
/jam x 995,68 kg/jam
= 310,3235 kg/jam.
A. Untuk laboratorium, taman dan air pencucian.
Kebutuhan air ini diperkirakan 50 % dari air kebutuhan karyawan
= 1,5 × 310,3235 kg/jam
= 465,4853 kg/jam.
Jadi kebutuhan air untuk sanitasi :
= (310,3235 + 465,4853) kg/jam
= 775,80875 kg/jam.
B. Untuk pemadam kebakaran dan cadangan air.
Kebutuhan air ini diperkirakan 40% dari kebutuhan air sanitasi.
6
Appendik D –
Jadi total kebutuhan air sanitasi = 1,4 × 775,80875 kg/jam
= 1086,1323 kg/jam.
Jadi total kebutuhan air sanitasi yang diperlukan adalah:
= 310,3235 + 775,80875 + 1086,1323
= 2172,2646 kg/jam
C. Air Pendingin
Air pendingin digunakan sebagai media pendingin pada peralatan berikut ini:
Kode Alat Nama Alat
Kebutuhan
(kg/jam)
M - 120
M - 220
E - 213
X – 320
Tangki Ca(OH)
2
Tagki pengencer HCl
Barometrik Kondensor
Kristaliser
824,9831
311,6959
222643,0818
13622, 4721
Jumlah 237402,2329
Direncanakan make up air pendingin sebanyak 20 % untuk mengantisipasi
kehilangan air selama proses sirkulasi.
Kebutuhan air pendingin = 1,2 x 237402,2329 kg/jam.
= 284882,6795 kg/jam.
D. Air Umpan Boiler
Air pemanas digunakan sebanyak = 25653,7993kg/jam
7
Appendik D –
Direncanakan make up air pemanas sebanyak 20 % untuk mengantisipasi
kehilangan air selama proses sirkulasi.
Kebutuhan air pemanas = 1,2 x 25653,7993Kg/jam.
= 30784,5592 kg/jam.
b. Air Proses
Kebutuhan air proses
Kode alat Nama Laju air proses (kg/jam)
M-220
M-120
Tangki Ca(OH)
2
Tangki Pengenceran
14,3644
9577,1874
Jumlah 9591,5518
Kebutuhan air proses = 9591,5518 kg/jam
Faktor keamanan ditetapkan sebesar 20%
Sehingga kebutuhan air proses = 1,2 x 9591,5518
= 11509,8622 kg/jam
= 277,4352 m
3
/hari
Jadi total penyediaan air untuk kebutuhan unit utilitas adalah :
No. Kebutuhan Jumlah (kg/jam)
8
Appendik D –
1.
2.
3.
4.
Air sanitasi
Air pendingin
Air pemanas
Air proses
2172,2646
284882,6795
30784,5592
11509,8622
Jumlah 329348,7715
Untuk menghemat kebutuhan air, maka dilakukan sirkulasi air.
Diperkirakan air yang dapat disirkulasi adalah 95% dari air pendingin dan
kondensat. Maka jumlah air yang dapat di sirkulasi adalah :
Air pendingin = 284882,6795 x 0,9 = 256394,4116 kg/jam
Air kondensat = 30784,5592 x 0,9 = 27706,1033 kg/jam
= 284100,5148 kg/jam
Make Up = kebutuhan air total – sirkulasi air
= 329348,7715 – 284100,5148
= 45248,2567 kg/jam
Untuk faktor keamanan disediakan cadangan 30% dari kebutuhan air yang harus
masuk, maka :
Kebutuhan air total = 1,3 x 45248,2567
= 58822,7337 kg/jam
Peralatan yang digunakan untuk pengolahan air sungai adalah sebagai
berikut :
1. Pompa Air Sungai (L-211)
Fungsi : Untuk memompa air sungai ke bak skimmer.
Type : Centrifugal pump.
9
Appendik D –
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
36,0224
ft
lb
dt
lb
= 0,5795 ft
3
/dt.
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,5795)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 5,2189 in
Standarisasi ID = 6 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A= 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
2007 , 0
0,5795
ft
dt
ft
= 2,8874 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 8874 , 2 5054 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
168591,1417 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
10
Appendik D –
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
5054 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000297
f = 0,0032 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
1640,4
60,648
6,5702
171,836
Total 1879,4542
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,5054 2
8874 , 2 4542 , 1879 0032 , 0 4
2
x
x x x
= 100,2826 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k


11
Appendik D –

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 55 , 0
2


= 0,0713 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 1
2


= 0,1296 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 100,2826 + 0,0713 + 0,1296
= 100,4835 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [pers. 2.7.28, Geankoplis 6
th
hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
12
Appendik D –
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,8874 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
4835 , 00 1
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,8874
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 106,7057
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,5795 7057 , 106 ⋅ ⋅
= 6,9887 HP
Kapasitas = 0,5795 ft
3
/dt
= 260,1144 gpm
η (effisiensi) pompa = 75 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
6,9887 HP
BHP ·
= 11,6478 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
13
Appendik D –
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
11,6478
= 14,5597 Hp ≈ 15 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 260,1144 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 15 hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
2. Skimmer (F-212)
Fungsi : Untuk memisahkan kotoran yang mengapung sekaligus
sebagai bak pengendapan awal.
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar Perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik =
3
68 , 955
58822,7337
m
kg
jam
kg
= 59,0779 m
3
/jam
Waktu pengendapan = 12 jam
14
Appendik D –
Volume air = Rate volumetrik x waktu pengendapan
= (59,0779 m
3
/jam) x (12 jam)
= 708,9348 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
708,9348
3
m
= 886,1685 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
Panjang : lebar : tinggi = 5 : 3 : 2
Volume bak = (5 m) x (3 m) x (2 m) = 30 m
3

Sehingga :
Volume bak = 30 x
3

886,1685 m
3
= 30 x
3

29,539 m
3
= x
3

x = 3,0912 m
Jadi ukuran bak skimer :
• Panjang = 5 x (3,0912 m) = 15,456 m
• Lebar = 3 x (3,0912 m) = 9,2736 m
• Tinggi = 2 x (3,0912 m) = 6,1824 m
Spesifikasi bak skimmer :
• Bentuk : Persegi panjang
• Panjang : 15,456 m
• Lebar : 9,2736 m
15
Appendik D –
• Tinggi : 6,1824 m
• Bahan : Beton Bertulang
• Jumlah : 1 buah
3. Pompa Air Sungai (L-211)
Fungsi : Untuk memompa air sungai ke bak skimmer.
Type : Centrifugal pump.
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
36,0224
ft
lb
dt
lb
= 0,5795 ft
3
/dt.
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,5795)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 5,2189 in
Standarisasi ID = 6 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A= 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2

16
Appendik D –
Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
2007 , 0
0,5795
ft
dt
ft
= 2,8874 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 8874 , 2 5054 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
168591,1417 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
5054 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000297
f = 0,0032 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
120
60,648
6,5702
171,836
Total 359,0542
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
17
Appendik D –
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,5054 2
8874 , 2 0542 , 359 0032 , 0 4
2
x
x x x
= 1,1783 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 55 , 0
2


= 0,0713 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 1
2


= 0,1296 ft.lbf/lbm
18
Appendik D –
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,1783 + 0,0713 + 0,1296
= 1,3792 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [pers. 2.7.28, Geankoplis 6
th
hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,8874 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
1,3792
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,8874
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 7,6014 ft . lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,5795 6014 , 7 ⋅ ⋅
19
Appendik D –
= 0,4978 HP
Kapasitas = 0,5795 ft
3
/dt
= 260,1144 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,4978 HP
BHP ·
= 0,8297 Hp
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,8297
= 1,037 Hp ≈ 1,25 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 260,1144 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 1,25 hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi : Stainless Steel
Jumlah : 1 buah
4. Tangki Clarifier (F-214)
Fungsi : Untuk tempat terjadinya koagulasi dan flokulasi dengan
penambahan koagulan alum (Al
2
(SO
4
)
3
. 18 H
2
O)
20
Appendik D –
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar Perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik (Q
f
) =
3
95,6800 9
58822,7337
m
kg
jam
kg
= 59,078 m
3
/jam.
Waktu tinggal = 2 jam
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (59,078 m
3
/jam) x (2 jam)
= 118,1559 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
118,1559
3
m
= 147,6949 m
3

Kebutuhan alum sebanyak 25% dari volume air total dengan konsentrasi 80
ppm atau 80 mg tiap 1 L air (0,08 kg/m
3
).
Kebutuhan alum = (25%) x (147,6949 m
3
) x (0,08 kg/m
3
)
= 2,9539 Kg tiap 2 jam = 35,4468 kg/hari.
Perhitungan Dimensi Clarifier.
Volume bak = π/4 x d
2
x Ls. (dianggap Ls = 1,5 d)
147,6949 m
3
= π/4 x d
2
x 1,5 d
147,6949 m
3
= 1,1781 d
3
.
d = 5,0049 m
21
Appendik D –
= 197,0425 in = 16,4285 ft
Tinggi Tangki Clarifier
Ls = 1,5 d
Ls = 1,5 (5,0049)
Ls = 7,5073 m
Volume tutup =
α
π
2 / 1 tg 24
di
3
Volume tutup =
60 24
(5,0149)
3
tg
π
= 9,4699 m
3
.
Volume clarifier = V bak + V tutup
= 147,6949 m
3
+ 9,4699 m
3
.
= 638,0002 m
3
.
Tinggi tutup =
α tg
di 2 / 1
Tinggi tutup =
60 tg
(5,0149) 2 / 1
= 1,4476 m
Tinggi clarifier = Tinggi tangki + Tinggi tutup
= 7,5073 m + 1,4476 m
= 8,9549 m.
Menentukan Tebal Silinder
Tekanan hidrostatik =
144
) 1 .( − H ρ
22
Appendik D –
=
144
) 1 3792 , 29 .( 1606 , 62 −
= 12,2505 psi
P desain = 12,2505 + 14,7
= 26,9505 psia

C
P E f
d P
t
i
+
× − ×
×
·
) 6 , 0 .( 2
[Brownell & Young, pers.13.1, hal.254]
Dimana :
E =efisiensi penyambungan= 0,8 [Brownell & Young, table 13.2, hal.254]
f = stress maksimum yang diijinkan (= psi)
= 12,650 psi (SA 283 gradeC) [Brownell & Young, table 13.1, hal.254]
d
i
= diameter dalam silinder (= in)
C = faktor korosi =
16
1
jadi :
16
1
) 9505 , 26 6 , 0 8 , 0 12650 .( 2
9505 , 26 0425 , 197
+
× − ×
×
· t
= 0,3253 in
Tebal standard diambil :
8
3
in [Brownell & Young, hal.88]
Menentukan dimensi impeller
Jenis pengaduk = flat blode turbine
Si = Da/Dt = 0,33, dimana Da = 0,33 Dt
Dt = di + 2 ts
= 197,0425 + (2 . 3/8 )
= 197,7925 in
= 16,4827 ft
23
Appendik D –
Da = 0,33 . 16,4827 = 5,4393 ft
S
2
= E/Da = 1
E = Da = 5,4393 ft.
L = 0,25 . Da
= 0,25 . 5,4393 = 1,3598 ft
S
3
= W/Da = 0,25
W = 0,25 . 5,4393 = 1,3598 ft
Menentukan Putaran Impeller
n = 162,1 / Da
2/3
= 162,1 / (5,4393)
2/3
= 52,4087 rpm
= 0,8735 putaran per detik
Menentukan daya
µ = 0,538.10
-3
lb/ft.det.
ρ = 62,1606 lb/ft
3
.
N
Re
=
µ
ρ × × n Da
2
[Mc.Cabe, jilid I, pers.9-17, hal
241]
=
3
2
10 . 538 , 0
1606 , 62 8735 , 0 4393 , 5

× ×
= 2985667,884
Dari fig 9-13, Mc.Cabe jilid I, didapatkan N
P
= 6
Power = P =
C
5 3
P
g
Da n N × × ρ ×
24
Appendik D –
=
550 174 , 32
4393 , 5 8735 , 0 1606 , 62 6
5 3
×
× × ×
= 66,8827 Hp
Efisien motor = 90 % [Peter Timmer, fig. 14-38, hal. 521]
Power yang diperlukan =
9 , 0
8827 , 66
= 74,3141 HP ≈ 75 HP.
Spesifikasi tangki clarifier :
Volume clarifier : 147,6949 m
3

Tinggi clarifier : 8,9549 m.
Diameter : 5,0049 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 1 buah
5. Bak Penampung (F – 215)
Fungsi : Sebagai tempat penampung sementara over flow dari clarifier
sebelum disalurkan ke sand filter.
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik =
3
68 , 955
58822,7337
m
kg
jam
kg
= 59,0779 m
3
/jam
Waktu tinggal = 24 jam
Volume bak = 59,0779 m
3
/ jam x 3 jam = 177,2337 m
3
Direncanakan bak berisi 80% volume,

maka :
25
Appendik D –
volume bak = 177,2337 / 0,8 = 221,5421 m
3

Bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran :
tinggi = lebar = X
panjang = 4 X
V = 4 X
3

Maka : 221,5421 m
3
= 4 X
3

X = 3,8118 m
Kesimpulan :
Tinggi = 3,8118 m
Lebar = 3,8118 m
Panjang = 15,2473 m
6. Pompa Clarifier (L-216)
Fungsi : Untuk memompa air dari clarifier ke sand filter
Type : Centrifugal pump.
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
36,0224
ft
lb
dt
lb
= 0,5795 ft
3
/dt.
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
26
Appendik D –
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,5795)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 5,2189 in
Standarisasi ID = 6 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A= 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
2007 , 0
0,5795
ft
dt
ft
= 2,8874 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 8874 , 2 5054 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
168591,1417 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
5054 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000297
f = 0,0032 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
27
Appendik D –
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
120
60,648
6,5702
171,836
Total 359,0542
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,5054 2
8874 , 2 0542 , 359 0032 , 0 4
2
x
x x x
= 1,1783 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 55 , 0
2


= 0,0713 ft.lbf/lbm
28
Appendik D –
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
8874 , 2 1
2


= 0,1296 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,1783 + 0,0713 + 0,1296
= 1,3792 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [pers. 2.7.28, Geankoplis 6
th
hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,8874 ft/dt
• α = 1
29
Appendik D –
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
1,3792
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,8874
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 7,6014 ft . lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,5795 6014 , 7 ⋅ ⋅
= 0,4978 HP
Kapasitas = 0,5795 ft
3
/dt
= 260,1144 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,4978 HP
BHP ·
= 0,8297 Hp
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,8297
= 1,037 Hp ≈ 1,25 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 260,1144 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
30
Appendik D –
Power motor : 1,25 hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi : Stainless Steel
Jumlah : 1 buah
7. Sand Filter (F-214)
Fungsi : Tempat untuk menghilangkan warna, rasa dan bau air sungai.
Type : Tangki mendatar
Waktu tinggal : 30 menit.
Dasar Perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik =
3
68 , 955
58822,7337
m
kg
jam
kg
= 59,0779 m
3
/jam
Waktu tinggal = 30 menit
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (59,0779 m
3
/jam) x (30 menit)
= 29,5369 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
31
Appendik D –
Volume bak =
8 , 0
29,5369
3
m
= 36,9237 m
3

Volume ruang kosong = 20% volume tangki.
Volume ruang kosong = (20%) x (36,9237 m
3
)
= 7,3847 m
3

Porositas =
tan pada V kosong ruang V
kosong ruang V
+
Diasumsikan porositas bad sebesar 0,4, maka:
0,4 =
tan 7,3847
7,3847
3
3
Vpada m
m
+
0,4 (7,3847 m
3
+ V padatan) = 7,3847 m
3

2,9539 m
3
+ 0,4 V padatan = 7,3847 m
3
0,4 V padatan = 4,4308 m
3

Vol. Padatan = 11,077 m
3

Volume total tangki = Volume padatan + Volume air
= 11,077 m
3
+ 29,5369 m
3
= 40,6139 m
3

Menentukan dimensi tangki
Volume tangki = ¼ π . D
i
2
. L
s

Diasumsikan L
s
= 1,5 D
i

40,6139 m
3
= ¼ π . (D
i
)
2
. 1,5 D
i

D
i
3
= 34,4916 m
3

D
i
= 3,2552 m
tinggi tangki (L
s
) = 1,5 x 3,2552 m
32
Appendik D –
= 4,8827 m
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah (h)
h = 0,196 D
i

= 0,196 (3,2552 m)
= 0,6380 m
Jadi tinggi total tangki = L
s
+ h
= 4,8827 m + 0,6380 m
= 5,5207 m
Speisifikasi tangki sand filter :
Type : Silinder
Tinggi : 5,5207 m
Diameter : 3,2552 m
Tutup : standard dishead
Jumlah : 1 buah
8. Bak Air Bersih (F-218)
Fungsi : Untuk menampung air dari tangki sand filter
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar Perhitungan :
Rate aliran = 58822,7337 kg/jam = 36,0224 lb/detik.
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik =
3
68 , 955
58822,7337
m
kg
jam
kg
= 59,0779 m
3
/jam
33
Appendik D –
Waktu tinggal = 24 jam
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (59,0779 m
3
/jam) x (24 jam)
= 1417,8696 m
3
.
Bak air bersih terbagi menjadi 3 bak, sehingga :
Volume 1 bak =
3
1417,8696
3
m
= 472,6232 m
3

Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
472,6232
3
m
= 590,779 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
Panjang : lebar : tinggi = 4 : 3 : 2
Volume bak = (4 m) x (3 m) x (2 m) = 24 m
3

Sehingga :
Volume bak = 24 x
3

590,779 m
3
= 24 x
3

24,6158 m
3
= x
3

x = 2,909 m.
Jadi ukuran bak clarifer :
Panjang = 4 x (2,909 m) = 11,636 m
Lebar = 3 x (2,909 m) = 8,727 m
Tinggi = 2 x (2,909 m) = 5,818 m
Spesifikasi bak air bersih :
34
Appendik D –
Bentuk : persegi panjang
Panjang : 11,636 m
Lebar : 8,727 m
Tinggi : 5,818 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 3 buah
9. Pompa Air Bersih (L-219)
Fungsi : Untuk memompa air bersih dari bak bersih ke tangki demineraliser
Type : Centrifugal pump
Dasar perhitungan :
Air yang dipompa ke tangki demineraliser adalah air yang akan gunakan
untuk air pemanas (umpan boiler).
Rate aliran = 42293,8274 kg/jam = 25,9003 lb/detik.
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
25,9003
ft
lb
dt
lb
= 0,4167 ft
3
/dt.
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,4167)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 4,4992 in
35
Appendik D –
Standarisasi ID = 6 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 6,625 in
ID = 6,065 in = 0,5054 ft
A= 28,9 in
2
= 0,2007 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
2007 , 0
0,4167
ft
dt
ft
= 2,0762 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 0762 , 2 5054 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
121226,338 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
5054 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000297
f = 0,0032 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
36
Appendik D –
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
131,230
60,648
6,5702
171,836
Total 370,2842
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,5054 2
0762 , 2 2842 , 370 0036 , 0 4
2
x
x x x
= 0,7068 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
0762 , 2 55 , 0
2


= 0,0368 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
37
Appendik D –
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
0762 , 2 1
2


= 0,0669 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 0,7068 + 0,0368 + 0,0669
= 0,8105 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,0762 ft/dt
• α = 1
38
Appendik D –
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
0,8105
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,0762
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 6,9598 ft . lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,4167 9598 , 6 ⋅ ⋅
= 0,3282 HP
Kapasitas = 0,4167 ft
3
/dt
= 187,0399 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,3282 HP
BHP ·
= 0,5471 Hp
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,5471
= 0,6838Hp ≈ 1 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 187,0399 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
39
Appendik D –
Power motor : 1 Hp
Ukuran pipa : 6 in schedule 40
Bahan konstruksi : Stainless Steel
Jumlah : 1 buah
10. Tangki Demineraliser
Terdiri dari kation dan anion exchanger
Kation Exchanger (D-210A)
Fungsi : menghilangkan ion-ion positif yang dapat menyebabkan
kesadahan air.
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-240 Grade M type 316.
Resin yang digunakan adalah Hidrogen exchanger (H
2
Z). Dimana tiap 1 m
3
H
2
Z dapat menghilangkan 6500 – 9000 gram hardness.
Direncanakan H
2
Z yang digunakan sebanyak 7000 g/m
3
.
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 42293,8274 kg/jam = 93240,9719 lb/jam
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
93240,9719
ft
lb
jam
lb
= 1500,0012 ft
3
/jam
= 187,0251 gpm.
Direncanakan :
40
Appendik D –
Tangki berbentuk silinder
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2

Tinggi bad = 3 m
Luas penampang tangki =
air tan Kecepa
volumetrik Rate
=
2
5
187,0251
ft
gpm
gpm
= 37,4050 ft
2
= 11,4012 m
2
Volume bad = Luas x tinggi
= (11,4012 m
2
) x 3 m
= 34,2036 m
3
Diameter bad
Luas = π/4 . d
2

11,4012 m
2
= (π/4) x d
2

d = 3,8110 m.
H/D = 1,5
H = 1,5 x D
= 1,5 x (3,8110 m)
= 5,7165 m
Volume tangki
V = H . A
41
Appendik D –
= (5,7165 m) x (11,4012 m
2
)
= 65,1749 m
3

Diasumsikan :
tiap galon air mengandung 5 grain hardness, maka :
Kandungan kation = 187,0251 gpm. x 5 grain
= 935,1255 grain/menit
= 56107,53 grain/jam.
Dalam 34,2036 m
3
H
2
Z dapat menghilangkan hardness sebanyak :
= 34,2036 x 7000 gr/m
3
= 239425,2 gram
= 239425,2 x (2,2046/1000 lb/gram) x 7000
= 3694857,571 grain
Umur resin =
jam
grain
grain
53 , 56107
1 3694857,57
= 65,8531 jam.
Jadi setelah 65,8531 jam resin harus segera diregenerasi dengan
menambahkan asam sulfat atau asam klorida.
Spesifikasi kation exchanger :
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-240 Grade M type 316
Diameter : 3,8110 m.
Tinggi : 5,7165 m
Anion Exchanger (D-210B)
42
Appendik D –
Fungsi : menghilangkan ion-ion negatif yang dapat menyebabkan
kesadahan air.
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-240 Grade M type 316.
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 42293,8274 kg/jam = 93240,9719 lb/jam
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
93240,9719
ft
lb
jam
lb
= 1500,0012 ft
3
/jam
= 187,0251 gpm.
Direncanakan :
Anion exchanger yang digunakan sebanyak 1000 g/m
3
Tangki berbentuk silinder
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2

Tinggi bad = 3 m
Luas penampang tangki =
air tan Kecepa
volumetrik Rate
=
2
5
187,0251
ft
gpm
gpm
= 37,4050 ft
2
= 11,4012 m
2
Volume bad = Luas x tinggi
= (11,4012 m
2
) x 3 m
= 34,2036 m
3
43
Appendik D –
Diameter bad
Luas = π/4 . d
2

11,4012 m
2
= (π/4) x d
2

d = 3,8110 m.
H/D = 2
H = 2 x D
= 2 x 3,8110 m.
= 7,622 m
Volume tangki
V = H . A
= (7,622 m) x 11,4012 m
2
= 86,8999 m
3

Diasumsikan :
Tiap galon air mengandung 20 grain hardness, maka :
Kandungan anion = 187,0251 gpm.x 20 grain
= 3740,502 grain/menit
= 224430,12 grain/jam
Dalam 34,2036 m
3
H
2
Z dapat menghilangkan hardness sebanyak :
= 34,2036 m
3
x 1000
= 34203,6 gram
= 34203,6 x (2,2046/1000 lb/gram) x 7000
= 527836,7959 grain
44
Appendik D –
Umur resin =
jam
grain
grain
12 , 224430
9 527836,795
= 2,3519 jam
Jadi setelah 2,3519 jam resin harus segera diregenerasi dengan menambahkan
asam sulfat atau asam klorida.
Spesifikasi anion exchanger :
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-240 Grade M type 316
Diameter : 3,8110 m.
Tinggi : 7,622 m
11. Bak Air Lunak (F-221)
Fungsi : Untuk menampung air bersih daei tangki demineraliser
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 42293,8274 kg/jam = 93240,9719 lb/jam
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Rate volumetrik (Q
f
) =
3
6800 , 995
42293,827
m
kg
jam
kg
= 42,4773 m
3
/jam
Waktu tinggal = 8 jam
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (42,4773 m
3
/jam) x (8 jam)
= 339,8186 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
45
Appendik D –
Volume bak =
8 , 0
339,8186
3
m
= 424,7733 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
Panjang : lebar : tinggi = 5 : 3 : 2
Volume bak = (5 m) x (3 m) x (2 m) = 30 m
3

Sehingga :
Volume bak = 30 x
3

424,7733 m
3
= 30 x
3

14,159 m
3
= x
3

x = 2,4192 m
Jadi ukuran bak air lunak :
Panjang = 5 x (2,4192 m) = 12,096 m
Lebar = 3 x (2,4192 m) = 7,2576 m
Tinggi = 2 x (2,4192 m) = 4,8384 m
Spesifikasi bak air lunak :
Bentuk : persegi panjang
Panjang : 12,096 m
Lebar : 7,2576 m
Tinggi : 4,8384 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 1 buah
12. Pompa Deaerator (L-222)
Fungsi : Untuk memompa air dari bak air lunak ke deaerator
46
Appendik D –
Type : Centrifugal pump
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 30783,9652 kg/jam = 67866,3297 lb/jam =
18,8518 lb/dt
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
18,8518
ft
lb
dt
lb
= 0,3033 ft
3
/dt
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,3033)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 3,8999 in
Standarisasi ID = 4 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 4,50 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A= 12,7 in
2
= 0,0882 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
0882 , 0
0,3033
ft
dt
ft
= 3,4388 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
47
Appendik D –
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 4388 , 3 3355 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
133288,2926 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
3355 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000447
f = 0,0039 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
98,424
40,26
4,3615
114,07
Total 257,1155
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,3355 2
4388 , 3 1155 , 257 0039 , 0 4
2
x
x x x
= 2,1937 ft.lbf/lbm
48
Appendik D –
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
4388 , 3 55 , 0
2


= 0,1011 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
4388 , 3 1
2


= 0,1838 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 2,1937 + 0,1011 + 0,1838
= 2,4822 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
49
Appendik D –
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,8874 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
2,4822
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
3,4388
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 8,7586 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,3033 7586 , 8 ⋅ ⋅
= 0,3002 Hp
Kapasitas = 0,3033 ft
3
/dt
= 136,1392 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
50
Appendik D –
6 , 0
0,3002 HP
BHP ·
= 0,5004 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,5004
= 0,6255 Hp ≈ 1Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 136,1392 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 1 hp
Ukuran pipa : 4 in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
13. Deaerator (D-223)
Fungsi : Untuk menghilangkan gas impurities dalam air umpan
boiler dengan injeksi steam
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-240 Grade M type 316
Type : Silinder horisontal
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 30783,9652 kg/jam
51
Appendik D –
ρ air pada 30
o
C = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3
Rate volumetrik =
3
68 , 955
9652 , 30783
m
kg
jam
kg
= 30,9175 m
3
/jam.
Waktu tinggal = 1 jam
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (30,9175 m
3
/jam) x (1jam)
= 30,9175 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
30,9175
3
m
= 38,6469 m
3

Menentukan dimensi tangki
Volume tangki = ¼ π . D
i
2
. L
s

Diasumsikan L
s
= 1,5 D
i

38,6469 m
3
= ¼ π . (D
i
)
2
. 1,5 D
i

38,6469 m
3
= 1,178571 D
i
3

D
i
3
= 32,7913 m
3

D
i
= 3,2008 m
Jadi tinggi tangki (L
s
) = 1,5 x 3,2008 m
= 4,8011 m
Menentukan tinggi tutup atas dan bawah (h)
h = 0,196 D
i

52
Appendik D –
h = 0,196 (3,2008 m)
= 0,6274 m.
Jadi tinggi total tangki = L
s
+ h
= 4,8011 m + 0,6274 m
= 5,4285 m
Speisifikasi deaerator :
Type : Silinder horisontal
Tinggi : 4,8011 m
Diameter : 3,2008 m
Tutup : standard dishead
Jumlah : 1 buah
14. Pompa Boiler (L-224)
Fungsi : Untuk memompa air deaerator ke boiler
Type : Centrifugal pump
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 30783,9652 kg/jam = 67866,3297 lb/jam =
18,8518 lb/dt
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
18,8518
ft
lb
dt
lb
= 0,3033 ft
3
/dt
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
53
Appendik D –
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,3033)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 3,8999 in
Standarisasi ID = 4 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 4,50 in
ID = 4,026 in = 0,3355 ft
A= 12,7 in
2
= 0,0882 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
0882 , 0
0,3033
ft
dt
ft
= 3,4388 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 4388 , 3 3355 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
133288,2926 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
3355 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000447
54
Appendik D –
f = 0,0039 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
98,424
40,26
4,3615
114,07
Total 257,1155
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,3355 2
4388 , 3 1155 , 257 0039 , 0 4
2
x
x x x
= 2,1937 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
55
Appendik D –

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
4388 , 3 55 , 0
2


= 0,1011 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
4388 , 3 1
2


= 0,1838 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 2,1937 + 0,1011 + 0,1838
= 2,4822 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
56
Appendik D –
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 3,4388 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
2,4822
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
3,4388
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 8,7586 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,3033 7586 , 8 ⋅ ⋅
= 0,3002 Hp
Kapasitas = 0,3033 ft
3
/dt
= 136,1392 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,3002 HP
BHP ·
= 0,5004 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,5004
= 0,6255 Hp ≈ 1Hp.
Spesifikasi pompa :
57
Appendik D –
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 136,1392 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 1 hp
Ukuran pipa : 4 in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
15. Pompa Bak Cooling Tower (L-225)
Fungsi : Untuk memompa air bersih ke bak air pendingin.
Type : Centrifugal pump
Dasar Perhitungan :
Air yang dipompa ke dalam bak air pendingin adalah air yang akan
dipergunakan untuk kebutuhan sanitasi.
Rate aliran = 14244,134 kg/jam = 31402,6178 lb/jam =
8,7229 lb/dt
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
= 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8087 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
8,7229
ft
lb
dt
lb
= 0,1403 ft
3
/dt
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
58
Appendik D –
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,1403)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 2,7567 in
Standarisasi ID = 3 in Sch. 40 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 3,50 in
ID = 3,068 in = 0,2557 ft
A= 7,38 in
2
= 0,05125 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
05125 , 0
0,1403
ft
dt
ft
= 2,7376 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 7376 , 2 2557 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
80871,0873 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
2557 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000587
59
Appendik D –
f = 0,0043 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
131,23
30,684
3,3241
86,938
Total 252,1751
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 0,2557 2
7376 , 2 1761 , 252 0043 , 0 4
2
x
x x x
= 1,9759 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
60
Appendik D –
F
c
=
174 , 2 3 2
7376 , 2 55 , 0
2


= 0,0641 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
7376 , 2 1
2


= 0,1165 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 1,9759 + 0,0641 + 0,1165
= 2,1565 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
61
Appendik D –
• ∆v = 2,7376 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
2,1565
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,7376
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 7,2702 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,1403 2702 , 7 ⋅ ⋅
= 0,1153 Hp
Kapasitas = 0,1403 ft
3
/dt
= 62,9751 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,1153 HP
BHP ·
= 0,1921 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,1921
= 0,2402 Hp ≈ 0,5Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
62
Appendik D –
Kapasitas : 62,9751 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 0,5 hp
Ukuran pipa : 3 in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
16. Bak Air Pendingin (F-226)
Fungsi : Sebagai tempat penampungan air pendingin
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar perhitungan :
Rate aliran = 14244,134 kg/jam
Densitas air = 995,6800 kg/m
3
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
68 , 955
14244,134
m
kg
jam
kg
= 14,3059 m
3
/dt
Waktu tinggal = 8 jam
Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (14,3059 m
3
/jam)x (8 jam) = 114,4475 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
114,4475
3
m
= 143,0594 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
63
Appendik D –
Panjang : lebar : tinggi = 4 : 3 : 1
Volume bak = (4 m) x (3 m) x (1 m) = 12 m
3

Sehingga :
Volume bak = 12 x
3

143,0594 m
3
= 12 x
3

11,9216 m
3
= x
3

x = 2,2844 m
Jadi ukuran bak air sanitasi :
Panjang = 4 x (2,2844 m) = 9,1376 m
Lebar = 3 x (2,2844 m) = 6,8532 m
Tinggi = 1 x (2,2844 m) = 2,2844 m
Spesifikasi bak cooling tower :
Bentuk : persegi panjang
Panjang : 9,1376 m
Lebar : 6,8532 m
Tinggi : 2,2844 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 1 buah
17. Pompa Peralatan (L-227)
Fungsi :Untuk memompa air dari bak air pendingin ke peralatan proses
Type : Centrifugal pump
Dasar Perhitungan :
64
Appendik D –
Air yang dipompa ke dalam bak air pendingin adalah air yang akan
dipergunakan untuk kebutuhan sanitasi.
Rate aliran = 284882,6795 kg/jam = 174,459 lb/detik.
Densitas air = 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8007 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
174,459
ft
lb
dt
lb
= 2,8066 ft
3
/dt
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (2,8066)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 10,6144 in
Standarisasi ID = 10 in Sch. 30 [Kern, tabel 11 hal
844]
Diperoleh : OD = 12,75 in
ID = 12,09 in = 1,0075 ft
A= 115 in
2
= 0,7986 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
7986 , 0
2,8066
ft
dt
ft
= 3,5144 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 5144 , 3 0075 , 1
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
409061,6889 > 2100
65
Appendik D –
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
0075 , 1
00015 , 0
·
D
ε
= 0,000149
f = 0,0036 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal 88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
328,08
120,9
13,0975
342,55
Total 804,6275
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 1,0075 2
5144 , 3 6275 , 804 0036 , 0 4
2
x
x x x
= 40,7201 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k


66
Appendik D –

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
5144 , 3 55 , 0
2


= 0,03004 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
5144 , 3 1
2


= 0,0546 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 40,7201 + 0,03004 + 0,0546
= 40,8047 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
67
Appendik D –
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 3,5144 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
40,8047
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
3,5144
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 47,0892 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 02,8066 0892 , 47 ⋅ ⋅
= 14,9367 Hp
Kapasitas = 2,8066 ft
3
/dt
= 1259,7705 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
14,936 HP
BHP ·
= 24,8945 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
68
Appendik D –
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
24,8945
= 31,1181 Hp ≈ 32 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 1259,7705 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 32 hp
Ukuran pipa : 10 in schedule 30
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
18. Pompa Bak Klorinasi (L-230)
Fungsi : Untuk memompa air bak air bersih ke bak klorinasi
Type : Centrifugal pump
Dasar Perhitungan :
Air yang dipompa ke dalam bak klorinasi adalah air yang akan dipergunakan
untuk kebutuhan sanitasi.
Rate aliran = 2172,2646 kg/jam = 1,3303 lb/detik.
Densitas air = 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8007 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
1,3303
ft
lb
dt
lb
= 0,0214 ft
3
/dt
69
Appendik D –
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,0214)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 1,1828 in
Standarisasi ID = 1 ¼ in Sch. 30 [Kern, tabel 11 hal 844]
Diperoleh : OD = 1,66 in
ID = 1,380 in = 0,1155 ft
A= 1,50 in
2
= 0,0104 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
0104 , 0
0,00214
ft
dt
ft
= 2,0577 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 0577 , 2 115 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
27338,36012 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
0104 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,0013
70
Appendik D –
f = 0,005 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
150
13,8
1,495
39,1
Total 204,395
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 115 , 0 2
0577 , 2 395 , 204 005 , 0 4
2
x
x x x
= 2,3393 ft.lbf/lbm
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k


71
Appendik D –

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
0577 , 2 55 , 0
2


= 0,0176 ft.lbf/lb
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
0577 , 2 1
2


= 0,0658 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 2,3393 + 0,0176 + 0,0658
= 2,4227 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
72
Appendik D –
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,0577 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
2,4227
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,0577
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 8,5811 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,0214 5811 , 8 ⋅ ⋅
= 0,0208 Hp
Kapasitas = 0,0214 ft
3
/dt
= 9,6056 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
6 , 0
0,0208 HP
BHP ·
= 0,0346 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
73
Appendik D –
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,0346
= 0,0432 Hp ≈ 0,25 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 9,6056 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 0,25 hp
Ukuran pipa : 1 ¼ in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
19. Bak Klorinasi (F-231)
Fungsi : Untuk menampung air bersih yang digunakan sebagai
air sanitasi.
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar perhitungan :
• Rate aliran = 2,1817 m
3
/jam
• Waktu tinggal = 24 jam
• Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (2,1817 m
3
/jam)x (24 jam)
= 52,3608 m
3
Direncanakan
74
Appendik D –
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
52,3608
3
m
= 65,451 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
Panjang : lebar : tinggi = 5 : 3 : 2
Volume bak = (5 m) x (3 m) x (2 m) = 30 m
3

Sehingga :
Volume bak = 30 x
3

65,451 m
3
= 30 x
3

2,1817 m
3
= x
3

x = 1,297 m
Jadi ukuran bak klorinasi :
Panjang = 5 x (1,297 m) = 6,485 m
Lebar = 3 x (1,297 m) = 3,891 m
Tinggi = 2 x (1,297 m) = 2,594 m
Spesifikasi bak klorinasi :
Bentuk : persegi panjang
Panjang : 6,485 m
Lebar : 3,891 m
Tinggi : 2,594 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 1 buah
20. Pompa Bak Air Sanitasi (L-229)
75
Appendik D –
Fungsi :Untuk memompa air bak klorinasi ke bak air sanitasi
Type : Centrifugal pump
Bahan konstruksi : Cast Iron
Dasar Perhitungan :
Air yang dipompa ke dalam bak klorinasi adalah air yang akan dipergunakan
untuk kebutuhan sanitasi.
Rate aliran = 2172,2646 kg/jam = 1,3303 lb/detik.
Densitas air = 62,1606 lb/ft
3

Viskositas (μ) air = 0,8007 cp = 5,3805 . 10
-4
lb/ft.dt
Rate volumetrik (Q
f
) =
3
1606 , 62
1,3303
ft
lb
dt
lb
= 0,0214 ft
3
/dt
Diasumsikan aliran fluida turbulen, maka diperoleh :
ID
opt
= 3,9 x (Q
f
)
0,45
x (ρ)
0,13
[Peter & Timmerhaus, pers. 15, hlm
892]
ID
opt
= 3,9 (0,0214)
0,45
x (62,1606)
0,13

= 1,1828 in
Standarisasi ID = 1 ¼ in Sch. 30 [Kern, tabel 11 hal 844]
Diperoleh : OD = 1,66 in
ID = 1,380 in = 0,1155 ft
A= 1,50 in
2
= 0,0104 ft
2

Kecepatan linier (V) =
A
Qf
=
2
3
0104 , 0
0,00214
ft
dt
ft
= 2,0577 ft/dt
Cek jenis aliran fluida
76
Appendik D –
( ) ( )
dt ft lb
ft lb dt ft ft V D
N

⋅ ⋅
·
⋅ ⋅
·

/ 10 . 3805 , 5
/ 1606 , 62 / 0577 , 2 115 , 0
4
3
Re
µ
ρ
·
Re
N
27338,36012 > 2100
Karena N
Re
> 2100, maka jenis aliran fluida adalah turbulen.
[Mc. Cabe jilid II, hlm.
47]
Dipilih Bahan komersial steel dengan ε = 0,00015
ε/D =
0104 , 0
00015 , 0
·
D
ε
= 0,0013
f = 0,005 [Geankoplis ed.3, fig. 2.10.3 hal
88]
Perhitungan panjang ekivalen : [Foust, App.C-2.a]
Perpipaan Jumlah L
e
/D L
e
(ft)
Pipa lurus
Elbow 90
o
Gate valve
Globe valve
4
1
1
30
13
340
150
13,8
1,495
39,1
Total 204,395
Menghitung friksi pada sistem perpipaan :
• Pipa lurus :
F =
D g 2
v L f 4
c
2
⋅ ⋅
⋅ ⋅
[Geankoplis ed.3, hal 97]
=
⋅ 174 , 32 x 115 , 0 2
0577 , 2 395 , 204 005 , 0 4
2
x
x x x
= 2,3393 ft.lbf/lbm
77
Appendik D –
• Sudden contraction :
F
C
=
c
2
g 2
v k

,
_

¸
¸
− ·
1
2
c
A
A
1 55 , 0 K
[Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]

,
_

¸
¸
− ·
2006 , 0
0
1 55 , 0 K
c
= 0,55
F
c
=
174 , 2 3 2
0577 , 2 55 , 0
2


= 0,0176 ft.lbf/lbm
• Sudden enlargement :
F
E
=
c
2
g 2
v k


2
2
1
ex
A
A
1 K

,
_

¸
¸
− · [Geankoplis ed.3, pers 2.10.16 hal 93]
1
0
2006 , 0
1 K
2
ex
·
,
_

¸
¸
− ·
F
E
=
174 , 2 3 2
0577 , 2 1
2


= 0,0658 ft.lbf/lbm
ΣF = F + F
C
+ F
E

= 2,3393 + 0,0176 + 0,0658
= 2,4227 ft.lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa.
Berdasarkan pers. Bernoulli [Geankoplis 6
th
, pers. 2.7.28, hlm 64]
78
Appendik D –
( ) ( ) 0 W F
P P
z z g v v
2
1
S
1 2
1 2
2
av 1
2
av 2
· + ∑ +
ρ

+ − + −
α
0 W F
P
g
g z
g 2
v
S
c c
2
· + ∑ +
ρ

+
⋅ ∆
+
⋅ α ⋅

Direncanakan :
• ∆z = 20 ft
• ∆P = 0
• ∆v = 2,0577 ft/dt
• α = 1
Maka :
-W
S
=
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( )
2,4227
1606 , 62
0
174 , 32
8 , 9 20
174 , 32 1 2
2,0577
2
+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

+
1
]
1

¸

⋅ ⋅
-W
S
= 8,5811 ft.lbf/lbm
Tenaga penggerak
WHP =
550
Q W
f S
ρ ⋅ ⋅
=
( ) ( ) ( )
550
1606 , 62 0,0214 5811 , 8 ⋅ ⋅
= 0,0208 Hp
Kapasitas = 0,0214 ft
3
/dt
= 9,6056 gpm
η (effisiensi) pompa = 60 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.37 hlm 520]
η
·
WHP
BHP
79
Appendik D –
6 , 0
0,0208 HP
BHP ·
= 0,0346 HP
η (effisiensi) motor = 80 % [Peter & Timmerhaus, fig. 14.38 hlm 521]
Daya motor =
η
BHP
=
8 , 0
0,0346
= 0,0432 Hp ≈ 0,25 Hp.
Spesifikasi pompa :
Type : Pompa Centrifugal
Lama operasi : 24 jam
Kapasitas : 9,6056 gpm
Efisiensi pompa : 60 %
Power motor : 0,25 hp
Ukuran pipa : 1 ¼ in schedule 40
Bahan konstruksi : stainless steel
Jumlah : 1 buah
1. Bak Air Sanitasi (F-231)
Fungsi : Sebagai tempat penampungan air sanitasi
Bahan konstruksi : Beton bertulang
Dasar perhitungan :
• Rate aliran = 2,1817 m
3
/jam
• Waktu tinggal = 24 jam
• Volume air = Rate volumetrik x waktu tinggal
= (2,1817 m
3
/jam)x (24 jam)
80
Appendik D –
= 52,3608 m
3
Direncanakan
Volume liquid = 80% volume bak, sehingga :
Volume bak =
8 , 0
52,3608
3
m
= 65,451 m
3

Bak berbentuk empat persegi panjang dengan ratio :
Panjang : lebar : tinggi = 5 : 3 : 2
Volume bak = (5 m) x (3 m) x (2 m) = 30 m
3

Sehingga :
Volume bak = 30 x
3

65,451 m
3
= 30 x
3

2,1817 m
3
= x
3

x = 1,297 m
Jadi ukuran bak klorinasi :
Panjang = 5 x (1,297 m) = 6,485 m
Lebar = 3 x (1,297 m) = 3,891 m
Tinggi = 2 x (1,297 m) = 2,594 m
Spesifikasi bak klorinasi :
Bentuk : persegi panjang
Panjang : 6,485 m
Lebar : 3,891 m
Tinggi : 2,594 m
Bahan : Beton Bertulang
Jumlah : 1 buah
81
Appendik D –
3. Unit Penyediaan Listrik
Kebutuhan tenaga listrik pada Pra Rencana Pabrik Kalsium Klorida
Dihidrat dari limestone dan asam klorida ini dipenuhi oleh PLN dan Generator
Set. Kebutuhan listrik perusahaan terbagi menjadi 2 bagian :
a. Kebutuhan listrik untuk proses produksi :
1. Pengolahan air (utilitas)
2. Peralatan proses
Tabel D.1 Kebutuhan listrik untuk keperluan proses
No Nama Alat Kode Jumlah Hp
1 Tangki Pengencer HCl M – 120 1 6,5
2 Pompa L -122 1 3
3 Pompa L -123 1 6
4 Belt conveyor J – 130 1 1
5 Ball Mill C – 130 1 47
6 Vibrating Screen H – 132 1 13
7 Bucket Elevator J – 133 1 1
8 Reaktor R – 110 1 8
9 Pompa L – 111 1 5
10 Blower G – 112 1 0,5
11 Tangki Penampung Ca(OH)2 M – 220 1 6,5
12 Screw conveyor J – 222 1 0,5
13 Bucket Elevator J – 223 1 0,5
14 Pompa L – 224 1 0,5
15 Reaktor Netralizer R – 110 1 6,5
16 Pompa L – 211 1 6
17 Pompa L – 242 1 2
18 Rotary Drum Vacuum Filter H – 320 1 11
19 Pompa L – 311 1 0,5
20 Centrifuge H – 230 1 6,5
21 Screw conveyor J – 331 1 3
22 Pompa L – 322 1 0,5
23 Rotary Dryer B – 330 1 17
24 Blower Udara G – 331 1 8
25 Screw conveyor J – 344 1 3
26 Bucket Elevator J – 345 1 0,5
82
Appendik D –
Jumlah 163,5
Tabel D.2 Kebutuhan listrik untuk Pengolahan air (uitlitas)
No Nama Alat Kode Alat Jumlah Hp
1 Pompa L-211 1 15
2 Pompa L-213 1 1,25
3 Pompa L-216 1 1
4 Motor clarifier F-214 1 75
5 Pompa L-219 1 0,5
6 Pompa L-222 1 1
7 Pompa L-224 1 1
8 Pompa L-225 1 0,5
9 Pompa L-227 1 32
10 Pompa L-228 1 0,5
11 Pompa L-229 1 0,5
Jumlah 128,25
Total kebutuhan listrik untuk proses produksi dan utilitas adalah:
= (128,5 + 163,5) = 292 Hp
= 292 Hp x 0,7475 KW/Hp
= 217,7444 KW
b. Kebutuhan listrik untuk penerangan.
Untuk keperluan oenerangan dapat diperoleh dengan mengetahui luas
bangunan dan areal tanah dengan menggunakan rumus:
D U
F A
L
×
×
·
Dimana :
L = lumen outlet
A = luas daerah
83
Appendik D –
F = Foot Candle
U = Koefisien Utilitas = 0,8
D = Effisiensi rata-rata penerangan = 0,75
Tabel D.3 kebutuhan daya untuk penerangan
No. Ruang Luas (m2)
Foot
Candle Lumen
1 Pos keamanan 30 5 1614,5473
2 Parkir khusus tamu 60 10 6458,1892
3 Parkr karyawan 100 10 10763,6486
4 Parkir truk 250 10 26909,1216
5 Kantin 50 10 5381,8243
6 Poliklinik 50 5 2690,9122
7 Mushola 100 10 10763,6486
8 Toilet 20 10 2152,7297
9 Unti PMK 40 5 2152,7297
10 Gudang peralatan 200 15 32290,9459
11 Bengkel 200 15 32290,9459
12 Laboratorium qualty control 150 30 48436,4189
13 Kantor umum 200 20 43054,5946
14 Departemen produksi 85 10 9149,1013
15 Departemen teknik 85 10 9149,1013
16 Kantor devisi litbang 85 10 9149,1013
17 Perpustakaan 50 10 5381,8243
18 Area pengolahan limbah 300 15 48436,4189
19 Boiler 75 15 12109,1047
20 Unit istrik/ generator 100 15 16145,4730
21 Ruang control 125 15 20181,8412
22 Area penyimpanan bahan baku 500 10 53818,2432
23 Area penyimpanan produk 600 10 64581,8918
24 Area proses 5000 40 2152729,7280
25 Area utilitas 500 15 80727,3648
26 Ruang Serba guna (aula) 200 10 21527,2973
27 Area perluasan 3000 10 322909,4592
28 Jalan, taman dan halaman 1800 10 193745,6755
Total 13955 3244701,8825
84
Appendik D –
Untuk taman,utilitas, area proses dan area penyimpanan produk akan
diapaki lampu mercusuar 250 watt dengan out put lumen sebesar 10.000.
[Perry 3
th
ed hal
1758]
Dari perhitungan diatas didapatkan :
1. Luman untuk jalan, taman dan halaman = 193745,6755
2. Lumen untuk areal utilitas = 80727,3648
3. Lumen untuk areal proses = 2152729,7280
4. Lumen untuk areal produk = 64581,8918
5. Luman untuk areal penyimpanan bahan baku = 53818,2432
6. Luman untuk daerah parkir = 44130,9594
Total luman = 2589733,8628
Jumlah total lampu pijar yang digunakan = 2589733,8628 /10000
= 258,9734
= 259 buah
Untuk penerangan daerah lainnya digunakan lampu TL 40 watt dengan
out put lumen 1960, sehingga lampu TL watt yang dibutuhkan adalah:
Jumlah lampu TL yang dibutuhkan = 3244701,8825- 2589733,8628
= 654968,0197
= 335 buah
Kebutuhan listrik untuk penerangan = (259 x 250) + (335 x 40)
= 78150 Watt
= 78,150 KW
85
Appendik D –
Jadi total kebutuhan listrik, yaitu untuk kebutuhan proses dan penerangan
adalah :
Total Listrik = 78 + 218
= 296 KW
kebutuhan listrik disuplai dari generator.
Power faktor untuk generator = 80 %
Power yang harus dibangkitkan generator = 218 / 0,8
= 273 KW
Tenaga generator set = 931,7490 Btu/jam
Digunakan generator pembangkit = 300 KW (300 KVA)
Kebutuhan bahan bakar = 0,0477 lbm/jam
Spesifikasi Alat
Type Generator : AC Generator
Kapaasitas : 300 KVA
Power faktor : 80 %
Frekuensi : 200 Hz
Penggerak : Diesel Oil (solar)
Jumlah : 1 buah
4. Unit Penyediaan Bahan Bakar
Unit penyediaan bahan bakar memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk
boiler (penghasil steam) dan bahan bakar untuk generator (pembangit listrik).
a. Boiler
86
Appendik D –
Kebutuhan bahan bakar boiler sebesar 4781,1955 lb/jam.
b. Generator
Heating value bahan bakar = 19525
Kebutuhan bahan bakar = 0,0477 lbm/jam
Jadi total kebutuhan bahan bakar pada unit penyediaan bahan bakar
= (4781,1955 + 0,0477) lbm/jam
= 4781,2432 lbm/jam
Perancangan Tangki Bahan Bakar
Fungsi : Untuk menyimpan bahan bakar yang akan digunakan.
Type : Fixed roof
Bahan : High Alloy Steel SA 240 Grade A
Kondisi : P = 14,7 psi, T = 30
o
C
Dasar Perhitungan
Rate bahan bakar = 4781,2432 lb/jam = 114749,8368 lb/hari.
Densitas = 875,7 kg/m
3
= 55 lb/ft
3
Waktu tinggal = 30 hari.
Massa bahan bakar = 114749,8368 lb/hari x 30 hari
= 3442495,104 lb.
Volume bahan bakar =
3
lb/ft 50
lb 4 3442495,10
= 62590,8201 ft
3
.
Direncanakan :
Volume liquid dianggap menempati 80% volume tangki :
Volume tangki =
8 , 0
62590,8201
3
ft
= 78238,5251 ft
3

87
Appendik D –
Menghitung diameter tangki
Volume tangki = ¼ x π x D
2
x H (dianggap H = 1,5 D)
78238,5251 ft
3
= ¼ x π x D
2
x 1,5 D
78238,5251 ft
3
= 1,1781 D
3

D
3
= 66410,7674 ft
3

D = 40,4961 ft
= 485,9528 in
Menghitung tinggi tangki (H)
H = 1,5 D
= 1,5 x (40,4961 ft)
= 60,7442 ft = 728,9298 in
Menghitung tebal tangki
t
s
=
( )
C
P 6 , 0 E f 2
D P
i
+
⋅ − ⋅
×
, dimana :
f = 15600 psi
E = 0,85
C = 1/16 in = 0,0625 in
Jadi tebal tangki =
( ) ( )
( )
0625 , 0
) 7 , 14 6 , 0 ( ) 85 , 0 15600 ( 2
485,9528 7 , 14
+
× − ×
×
= 0,332 in ≈ 3/8 in
Menghitung tebal tutup
th =
( )
C
5 , 0 cos P 6 , 0 E f 2
D P
i
+
α ⋅ − ⋅
×
88
Appendik D –
th =
( ) ( )
( ) ( )
0625 , 0
5 , 0 ) 7 , 14 6 , 0 ( ) 85 , 0 15600 ( 2
485,9528 7 , 14
+
× − ×
×
= 0,3319 in ≈ 3/8 in

Spesifikasi tangki bahan bakar :
Fungsi : Menyimpan bahan bakar sebelum sebelum digunakan
pada unit utilitas.
Type : Fixed roof
Bahan : High Alloy Steel SA 240 Grade A
Jumlah : 1 buah
Dimensi tangki
Tinggi silinder : 60,7442 ft
Diameter silinder : 40,4961 ft
Tebal silinder : 3/8 in
Tebal tutup : 3/8 in.
89
APPENDIK E
ANALISA EKONOMI
Kapasitas = 8.838,3838 kg / hari
= 70.000.000 kg / tahun
Operasi = 330 hari / tahun
Basis = 1 tahun
E.1. Metode Penafsiran Harga
Harga peralatan setiap saat akan berubah tergantung pada perubahan
kondisi ekonomi. Untuk penaksiran harga peralatan, diperlukan indeks harga yang
dapat digunakan untuk mengkonvesi harga peralatan pada masa lalu, sehingga
diperoleh harga alat saat ini. Harga peralatan dapat ditaksir dengan menggunakan
persamaan dibawah ini:
C
x
= C
k
.








k
x
I
I
……………………..[Peter & Timmerhaus, hal 164]
Di mana :
C
x
: Tafsiran harga alat saat ini
C
k
: Tafsiran harga alat pada tahun k
I
x
: Indeks harga saat ini
I
k
: Indeks harga saat k
Sedangkan untuk menaksir harga alat yang sama dengan kapasitas yang
berbeda digunakan persamaan :
Appendik E - 1
V
A
= V
B

n
B
A
C
C








…………….. [Peter & Timmerhaus edisi IV, hal 169]
Di mana:
V
A
: Harga alat dengan kapasitas A
V
B
: Harga alat kapasitas B
C
A
: Kapasitas alat A
C
B
: Kapasitas alat B
N : eksponen harga alat.
Harga alat pada pra rencana pabrik Kalsium Klorida Dihidrat ini
didasarkan pada harga alat yang terdapat pada Peter & Timmerhaus dan Ulrich,
G.D.
Tabel E.1 Indeks Harga alat
Tahun Cost Index Tahun Cost Index
1987 324 1995 381,1
1988 343 1996 381,7
1989 355 1997 386,5
1990 357,6 1998 389,5
1991 361,3 1999 390,6
1992 358,2 2000 394,1
1993 359,2 2001 394,3
1994 368,1 2002 390,4
Appendik E - 2
y = 4,1315x - 7869,3
R
2
= 0,897
0
100
200
300
400
500
1985 1990 1995 2000 2005
Tahun
C
o
s
t

I
n
d
e
x
Grafik E.1 Regresi linier
Dengan regresi linier didapatkan :
Y = 4,1315 X – 7869,3 dengan R
2
= 0,897
Dengan persamaan diatas maka dapat dicari index tahun 2010.
Index harga tahun 2010 = 428,277
E.2 Harga Peralatan
Dengan menggunakan persamaan-persamaan pada metode penafsiran
harga didapatkan harga peralatan proses seperti terlihat pada tabel E.2 dan harga
peralatan utilitas pada tabel E.3.
Contoh perhitungan peralatan:
Nama alat : pompa (L - 112)
Type : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Power : 3 Hp = 2,2371 KW
Appendik E - 3
Dari fig 5-49, Ulrich hal 31, didapatkan :
F
M
= 1,9
C
P
= $ 4100
C
BM
= C
P
. F
M
= $ 4100 . 1,9 = $ 7790
Harga pada tahun 2010 adalah :
=
1982 arg
1982 arg
2010 arg
tahun alat a h x
tahun a h Indeks
tahun a h Indeks
= (428,277/ 315 ) x $ 7790
= $ 10591,35819
Tabel E.2. Harga Peralatan Proses
No Kode Nama alat Jumlah Harga/Unit ($)
1. R-110 Reaktor 1 113890,411
2. L-111 Pompa 1 6526,125714
3. G-112 Blower Udara 1 44187,30952
4. F-113 Tangki penampung CO2 1 60077,48686
5. M-120 Tangki Pengencer HCl 1 54384,38095
6. F-121 Tangki penampung HCl 8 1.903.453
7. L-122 Pompa 1 5574,399048
8. L-123 Pompa 1 6798,047619
9. J-130 Belt conveyor 1 24472,97143
10. C-131 Ball Mill 1 68524,32
11. H-132 Vibrating Screen 1 27736,03429
12. J-133 Bucket elevator 1 17674,92381
13. M-220 Tangki Ca(OH)2 1 4078,828571
14. F-221 Silo CaO 1 6934,008571
15. J-222 Screw Conveyor 1 23793,16667
16. J-223 Bucket elevator 1 17674,92381
17. L-224 Pompa 1 3127,101905
18. R-210 Reaktor Netralizer 1 47586,33333
19. L-221 Pompa 1 6798,047619
20. H-230 Thickener 1 48945,94286
21. H-240 Rotary Drum Vacuum Filter 1 135960,9524
22. F-241 Tangki penampung CaCl2 1 140069,6924
Appendik E - 4
23. L-242 Pompa 1 4350,750476
24. V-310 Evaporator 1 2613169,505
25. L-311 Pompa 1 3127,101905
26. E-312 Barometrik Kondensor 1 4758,633333
27. G-313 Steam Jet Ejector 1 2719,219048
28. F-314 Hot Well 1 17674,92381
29. X-320 Kristaliser 1 159785,3901
30. H-330 Centrifuge 1 129162,9048
32 L-331 Pompa 1 3127,101905
33 J-332 Screw Conveyor 1 23793,16667
34 B-340 Rotary Dryer 1 42147,89524
35 G-341 Blower Udara 1 9517,266667
36 E-342 Heater Udara 1 5166,51619
37 H-343 Cyclone 1 4418,730952
38 J-344 Screw Conveyor 1 23793,16667
39 J-345 Bucket elevator 1 17674,92381
40 F-350 Silo CaCl2.2H2O 1 8837,461905
Jumlah 47 5841493,4
Tabel E.3. Harga Peralatan Utilitas
No.
Kode Nama Peralatan Jumlah
Total Harga ($)
1. D-210A Kation Exchanger 1 23450,939
2. D-210B Anion Exchanger 1 25720,3847
3. L-211 Pompa Air Sungai 1 10434,7523
4. F-212 Skimmer 1 9106,6929
5. L-213 Pompa Skimmer 1 10434,7523
6. F-214 Tangki Clarifier 1 9163,6098
7. F-215 Sand Filter 1 19733,5483
8. F-216 Bak Air Bersih 1 27450,0575
9. L-217 Pompa Air Bersih 1 5501,9603
10. F-218 Bak Air Lunak 1 7968,3563
11. L-219 Pompa Daerator 1 5501,9603
12. Q-220 Boiler 1 14293,2122
13. F-221 Daerator 1 8552,1867
14. L-222 Pompa Boiler 1 5501,9603
15. L-223 Pompa Bak Cooling Tower 1 5501,9603
16. L-224 Bak Cooling Tower 1 750,2346
17. L-225 Pompa Peralatan 1 10434,7523
Appendik E - 5
18. L-226 Pompa ke Bak Klorinasi 1 10434,7523
19. F-227 Bak Klorinasi 1 3980,2227
20. L-228 Pompa Bak Air Sanitasi 1 10434,7523
21 F-229 Bak Air Sanitasi 1 5501,9603
22 P-230 Cooling Tower 1 19275,2182
Jumlah 22 249128,2259
Harga alat total = Harga peralatan proses + Harga peralatan utilitas
= US$ 5.841.493,4 + US$ 249.128,2259
= US$ 6.090.621,63
1 US$ = Rp. 9.600 [Headline News, 4 Februari 2008]
Jadi harga alat total = Rp. 58.469.967.607
Dengan safety faktor 20 %
= 1,2 x Rp. 58.469.967.607
= Rp. 70163961128
E.3. Perhitungan Harga Bahan Baku dan Bahan Pembantu
1. Limestone
Harga beli = Rp.5.000,00
Kebutuhan per tahun = 53.831,2768 kg /hari x 330 hari/tahun
= 17.764.321,34 kg/tahun
Harga beli per tahun = 17.764.321,34 x Rp. 5.000,00
= Rp. 88.821.606.700,00
2. HCl
Harga beli = Rp 7000 / kg 4868,2694
Appendik E - 6
Kebutuhan per tahun = 12.852.231,22 kg/tahun
Harga beli per tahun = 12.852.231,22 x Rp 7000
= Rp. 89.965.618.510,00
3. CaO
Harga beli = 5.000 / kg
Kebutuhan per tahun = 118.147,92 kg/tahun
Harga beli per tahun = 118.147,92 x Rp 5000
= Rp. 590.739.600,00
Jadi harga total bahan baku per tahun = Rp. 179.377.964.800,00
E.4. Perhitungan Harga Jual Produk
1. CaCl
2
.2H
2
O
Produksi per tahun = 70.000 ton
Harga jual = Rp. 19.500 / kg
Harga jual per tahun = 70.000.000 kg x Rp 19.500
= Rp. 1.365.000.000.000,00
2. CO
2
Produksi per tahun = 23239651 kg
Harga jual = Rp. 45.000 / kg
Harga jual per tahun = 23239651 kg x Rp. 45.000
= Rp. 1.045.780.000.000,00
3. CaCl
2
Produksi per tahun = 1617353 kg
Appendik E - 7
Harga jual = Rp. 9.100 / kg
Harga jual per tahun = 1617353 kg x Rp. 9100
= Rp. 14.717.909.606,00
Total harga jual produk = Rp 2.376.930.000.000,00
E.5. Perhitungan Biaya Utilitas
a. Air
• Air sanitasi
Kebutuhan air sanitasi = 2172,2646 kg/jam
Kebutuhan air sanitasi per tahun = 17206,57 m
3
• Air Sungai
Kebutuhan air sungai = 58822,7337 kg/jam
Kebutuhan air sungai per tahun = 465936,6 m
3
Biaya pengolahan air rata – rata = Rp 600 / m
3
Biaya pengolahan air sungai per tahun = Rp 279.561.974,00
Biaya air total per tahun = biaya untuk air sanitasi + biaya untuk air sungai
= Rp 10.323.943,00 + Rp 279.561.974,00
= Rp 289.855.917,00
b. Bahan bakar
Kebutuhan bahan bakar = 4781,2432 lbm/jam = 715,78778 liter/tahun
Harga diesel oil = Rp 5.000 / liter
Biaya bahan bakar boiler per tahun = 715,78778 × Rp 5.000
= Rp 3.578.938,923,00
Appendik E - 8
c. Listrik (PLN)
Kebutuhan listrik = 217,7444 KW = 217,7444 KW x 8 x 330
= 574.845,216 KW/tahun
Biaya listrik total / tahun = Rp 369.740.442,9
Jadi total biaya utilitas per tahun = Rp 3.964.634.464,00
E.6. Perhitungan Harga Tanah dan Bangunan
• Tanah
Luas tanah = 14.000 m
2
Harga tanah per m
2
= Rp 400.000,00
Total harga tanah = Rp 5.600.000.000,00
• Bangunan
Luas bangunan gedung = 10.290 m
2
Luas bangunan pabrik = 3.710 m
2
Harga bangunan gedung per m
2
= Rp 600.000,00
Harga bangunan pabrik per m
2
= Rp 400.000,00
Total harga bangunan gedung = Rp 2.226.000.000,00
Total harga bangunan pabrik = Rp 4.116.000.000,00
Total harga bangunan = Rp 3.084.800.000,00
Jadi total harga tanah dan bangunan = Rp 11.942.000.000,00
E.7 Gaji Karyawan
Tabel E.4 Daftar Gaji Karyawan
Appendik E - 9
No Jabatan (Tugas) Jumlah Gaji/bulan Total
(Rp) (Rp)
1
Direktur utama
1 9.000.000 9.000.000
2
Manager pabrik
1 6.000.000 6.000.000
3
Manager administrasi
1 6.000.000 6.000.000
Appendik E - 10
4 Sekretaris
2 1.500.000 3.000.000
5
Kepala LITBANG (R&D)
1 5.000.000 5.000.000
6
Staff LITBANG (R&D)
2 2.500.000
5.000.000
2 1.250.000 2.500.000
2 900.000 1.800.000
7 Kepala Dept. QC
1 3.000.000 3.000.000
8
Karyawan QC 5 1.250.000 6.250.000
5 900.000 4.500.000
9
Kepala Dept. Produksi
1 3.000.000 3.000.000
10 Kepala Dept. Teknik 1 3.000.000 3.000.000
11 Kepala Dept. Pemasaran
1 3.000.000 3.000.000
12 Kepala Dept. Keuangan 1 3.000.000 3.000.000
13 Kepala Dept. SDM
1 3.000.000 3.000.000
14
Kepala Dept. Humas
1 3.000.000 3.000.000
15 Kepala Divisi Produksi
1 3.000.000 3.000.000
16 Karyawan Produksi
48 1.000.000 48.000.000
17
Kepala Divisi Gudang
1 3.000.000 3.000.000
18 Staff Gudang
10 900.000 9.000.000
19
Staff Utilitas 3 900.000 2.700.000
6 600.000 3.600.000
20
Kepala Divisi Bengkel &
Perawatan
1 3.000.000 3.000.000
21
Staff Bengkel &
Perawatan
15 750.000 11.250.000
22 Kepala Divisi Penjualan
1 3.000.000 3.000.000
23
Staff Penjualan
5 850.000 4.250.000
24 Kepala Divisi Promosi
1 3.000.000 3.000.000
25 Staff Promosi 4 850.000 3.400.000
26
Kepala Divisi Research
Marketing
1 3.000.000 3.000.000
27 Staff Research Marketing
4 1.250.000 5.000.000
28 Kepala Divisi Transportasi 1 2.000.000 1.500.000
29
Staff Transportasi 2 900.000 1.800.000
10 600.000 6.000.000
30
Kepala Divisi Pembukuan
Keuangan
1 3.000.000 3.000.000
31
Staff Pembukuan
Keuangan
5 1.500.000 7.500.000
32
Kepala Divisi Penyediaan
& Pembelanjaan
1 3.000.000 3.000.000
33 Staff Penyediaan & 2 1.250.000 2.500.000
Appendik E - 11
Pembelanjaan
34 Kepala Divisi Kesehatan
1 3.000.000 3.000.000
35 Staff Kesehatan
2 1.500.000 2.500.000
36
Kepala Divisi
Ketenagakerjaan
1 3.000.000 3.000.000
37 Staff Ketenagakerjaan
2 1.250.000 2.500.000
38 Kepala Divisi Keamanan 1 2.000.000 2.000.000
39 Staff Keamanan 18 800.000 14.400.000
40 Kepala Divisi Kebersihan
1 1.500.000 1.500.000
41 Staff Kebersihan 15 600.000 9.000.000
Total
238.450.000
E.8 Pengemasan
1. Produk Utama : CaCl
2
.2H
2
O
Pengemasan produk dilakukan dengan kemasan 50 kg
Produksi = 70.000 ton /tahun
Kebutuhan kemasan = 1400000 /tahun
Harga kemasan = Rp. 800,00/kemasan
Biaya pengemasn = Rp. 800,00 x 1400000 = Rp. 1.120.000.000,00
2. CaCl
2
Pengemasan produk dilakukan dengan kemasan 50 kg
Produksi = 1617353 kg
Kebutuhan kemasan = 32347,06/tahun
Harga kemasan = Rp. 800,00/kemasan
Biaya pengemasan = Rp. 800,00 x 32347,06
= Rp. 2.587.7648/tahun
Appendik E - 12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.