Makalah Tumbuh Kembang Anak Dan Pediatri Sosial

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG ANAK

Oleh :

Dr. ISMATUL AMRI
Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah :

Dr. EVA CHUNDRAYETTI, Sp.A (K)

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ANAK COMBINED DEGREE PASCASARJANA ILMU BIOMEDIK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

Faktor internal. entik atau bangsa menyebabkan perbedaan struktur fisik sesorang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal. b. wanita tumbuh lebih cepat dibanding laki-laki. dan ada yang gemuk. maka ada kecendrungan keluarga tertentu memiliki postur tubuh tinggi.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG ANAK Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan intraseluler. dan masa remaja. tahun pertama kehidupan. seperti akondroplasia. sehingga akan menyebabkan bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh individu. d. c. f. sehingga anak bukanlah dewasa kecil. Perbedaan ras. Perbedaan ras. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang bersifat kualitatif. dan lain-lain. e. etnik atau bangsa. yaitu : 1. Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kelainan genetik Ada kelainan genetik tertentu yang menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Kelainan kromosom Kelainan kromosom tertentu dapat menyebabkan kegagalan . Keluarga Karena adanya faktor genetik dalam suatu keluarga. Pada masa pubertas. Contohnya ras kulit putih umumnya memiliki postur tubuh lebih tinggi dari ras mongoloid. sindrom marfan. Umur Pertumbuhan lebih cepat pada masa prenatal. a. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu karakteristik yang dimiliki anak. Jenis kelamin Wanita lebih cepat dewasa dibanding laki-laki.

Mekanis Posisi janin yang tidak normal dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot. Herpes . v. Sitomegalo virus. Asam amino esensial. Radiasi Paparan radiasi dan sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali. contohnya sindrom down. dan hiperplasia adrenal. Gizi Gizi yang cukup pada masa pranatal akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. spina bifida.pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. ii. kelainan kongenital mata. mikro nutrien seperti zat besi. asam lemak esensial. Faktor eksternal a. 2. dan lain sebagainya yang cukup ketika janin dalam kandungan akan mengoptimalkan pertumbuhan janin dan mengurangi resiko janin lahir cacat. Endokrin Kelainan endokrin seperti diabetes melitus pada ibu dapat menyebabkan makrosomia. Faktor pranatal i. dan kelainan jantung. Rubella. Toksin atau Zat kimia Toksin atau zat kimia tertentu seperti aminopterin dan obat kontrasepsi dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis. retardasi mental. vi. iii. deformitas anggota gerak. zinc. iv. kardiomegali. Infeksi Infeksi yang terjadi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toxoplasma.

vii. PMS (penyakit menular seksual). Contohnya kekurangan protein dapat menyebabkan anak menderita marasmic. Gizi Gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Psikologis ibu b. c. viii. retardasi mental. sehingga menimbulokan kerusakan otak. Penyakit kronis / kelainan kongenital Penyakit kronis yang diderita anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Pasca natal i.simpleks). atau seperti ABO yang pada penyakit inkompatibilitas menyebabkan hiperbilirubinemia dan kern ikterus. ii. ix. Hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. bisu. Anoksia embrio Kekurangan oksigen pada masa embrional dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Kelainan imunologi Kelainan imunologi tertentu dapat menyebabkan kerusakan eritrosit atau jaringan rhesus otak. Faktor persalinan Komplikasi atau penyulit yang timbul pada saat persalinan seperti trauma kepala dan asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak. serta penyakit virus lainnya dapat menyebabkan kalinan pada janin seperti katarak. mikrosefali. kekurangan zat besi dapat mengurangi perkembangan otak anak. dan kelainan jantung kongenital. Contohnya penyakit . tuli. Kekurangan zat gizi tertentu dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hal ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Endokrin Defisiensi hormon tertentu dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak. Defisiensi hormon pertumbuhan akan menyebabkan anak menjadi kerdil. akan dapat tumbuh dengan optimal. Anak dengan hipotiroid akan mengalami hambatan pertumbuhan. vii. . vi. Lingkungan pengasuhan Anak yang mendapat kasih sayang yang cukup. viii. iv. zat kimia tertentu seperti asap rokok. dan pendidikan orang tua yang rendah. Sebaliknya stimulasi yang kurang akan menyebabkan perkembangan otak tidak optimal. Stimulasi Stimulasi yang memadai pada saat periode emas perkembangan otak anak akan memaksimalkan perkembangan otak anak. Lingkungan fisis dan kimia Sanitasi yang kurang baik seperti kurangnya sinar matahari. v. Sosio-ekonomi Sosio-ekonomi yang rendah akan berhubungan dengan kekurangan gizi.tuberkulosis. Sebaliknya anak yang kurang mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang tua dapat mengalami gangguan perkembangan. paparan radioaktif. kelainan jantung bawaan. Psikologis Anak yang tidak dikehendaki orang tua akan merasa tertekan dan mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. timbal. kesehatan lingkungan. dan lain sebagainya akan mengganggu pertumbuhan anak. iii.

Pada literatur dilaporkan OI dapat terjadi pada salah satu anak yang kembar. Pada kasus yang ringan penderita dapat hidup sampai dewasa dengan kondisi fisik normal dan insiden fraktur .4 Patogenesis Kolagen tipe 1 adalah protein utama yang terdapat pada matrik ekstrasel kulit. tetapi tedapat kelainan lain pada jalur sintesis kolagen.000 orang. Kelainan ini berhubungan dengan kegagalan mutasi yang bersifat autosomal resesif pada enzim Prolil 3-hidroksilase 1 ( dikenal dengan LEPRE1) dan protein CRTAP.3 Epidemiologi Jumlah penderita OI di amerika serikat diperkirakan berjumlah 25.ix.000 sampai 20.000 kelahiran. dan jaringan ikat lainnya. jaringan kolagen tipe 1 ditemukan normal.1 Namun. Pada umumnya OI diturunkan secara autosomal dominan yang disebabkan mutasi pada gen COL1A1 dan COL1A2. Pada OI terjadi kekurangan jumlah atau kualitas jaringan kollagen tipe 1 yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.3.1. Salah satu kelainan genetik yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah Osteogenesis imperfekta.2.3 Gambaran klinis Gambaran klinis Oi bervariasi dari ringan sampai berat. Tidak ada perbedaan kejadian berdasarkan jenis kelamin atau ras tertentu. Pada kondisi ini.000 sampai 50.1. OSTEOGENESIS IMPERFEKTA Definisi Osteogenesis imperfekta adalah penyakit keturunan yang disebabkan karena kelainan pada jaringan kolagen dan ditandai dengan kerapuhan pada tulang. tulang tendon. sekitar 10 % kasus OI tidak ditemukan kelainan pada kolagen tipe 1. Obat-obatan Pemakaian obat-obatan seperti kortikosteroid jangka lama dapat menghambat pertumbuhan anak. 1. Insiden OI pada anak diperkirakan sekitar 1 per 12.

Tipe I Tipe ini adalah tipe yang paling ringan dan kelainan yang paling banyak ditemukan. ukuran dada kecil. 1 Tipe ini diwariskan secara autosomal dominan yang diturunkan dari orang tua yang menderita kelainan. dan deformitas minimal pada tungkai.1 2. vertebre yang datar. Pada pemeriksaan radiologi tidak tampak mineralisasi tulang tengkorak atau sangat sedikit.9 OI telah diklasifikasikan menjadi beberapa tipe oleh David Sillence sejak tahun 1979. Janin dapat mengalami fraktur ketika dalam kandungan. Pada saat lahir ditemukan panjang badan anak pendek dengan tungkai yang bengkok. Kelainan umunya timbul karena mutasi spontan.1 Klasifikasi OI adalah sebagai berikut : 1. atau dapat juga dari yang tidak menderita. Sistem klasifikasi ini berdasarkan tipe pewarisan. dan tulang tengkorak yang lunak. sangat pendek. sedangkan kasus berat penderita dapat mengalami kematian pada masa perinatal dengan gambaran multipel fraktur. dada kecil dengan deformitas. Derajat kerapuhan tulang dan kejadian fraktur sangat bervariasi. Seiring anak menjadi dewasa. dan gambaran radiologi. gejala klinis. Tepe II OI tipe II adalah tipe yang paling berat. Kelainan ini menyebabkan kurangnya matrik tulang. Selain itu ditemukan juga sklera kebiruan dan gangguan pendengaran. insiden fraktur semakin berkurang. Klasifikasi OI terus berlanjut seiring pertambahan informasi-informasi baru tentang OI. Dentinogenesis imperfekta jarang ditemukan. Tipe ini diperkirakan sekitar 50% dari total populasi OI. Manifestasi tipe ini adalah kerapuhan ringan pada tulang. Posisi kaki biasanya seperti kaki katak. tulang iga yang lebar dan pendek. dan malformasi tulang panjang.yang rendah.1 Pada kelainan ini struktur kolagen normal tetapi jumlah kolagen tipe I dibawah normal. dan tulang . femur yang lebar. Pada tipe ini terjadi kelainan struktur kolagen tipe I. Anak yang menderita OI tipe I dapat saja tidak mengalami fraktur sampai dia dapat berjalan. Tipe III Tipe ini termasuk tipe yang berat setelah anak lahir selamat pada masa perinatal. Pada saat lahir anak yang menderita OI tipe II biasanya lahir dengan tungkai yang sangat pendek.1 3. fraktur yang relatif sedikit.

Dapat ditemukan fraktur tulang panjang. tetapi tidak pada semua kasus. Tipe ini umumnya timbul karena mutasi dominan kolagen tipe I. Pada lempeng pertumbuhan tulang tampak gambaran popcorn. Sklera dapat putih atau dengan bercak kebiruan. tetapi derajatnya lebih ringan dari tipe III. fraktur kompresi vertebre. Penderita dapat tidak mengalami fraktur hingga dia dapat berjalan. fraktur tulang iga. Dentinogenesis imperfekta dapat ditemukan. Tulang panjang dapat ditemukan bengkok. tetapi dapat berkurang hingga putih ketika menjadi dewasa.1 . Tipe ini diturunkan secara autosomal dominan. Tipe IV Derajat penyakit pada tipe ini cukup luas. Gambar 2. Anak yang menderita OI tipe III 4 4. dapat berupa fraktur minimal seperti pada tipe I hingga berat seperti menyerupai tipe III. 1 Dibawah ini dapat dilihat gambar anak dengan OI tipe III. Pada waktu bayi dapat ditemukan sklera kebiruan.dan skoliosis. Perbedaan tipe ini dibanding tipe I adalah penderita pada tipe ini memiliki keterbelakangan ringan hingga berat.tengkorak yang lunak. Dentinogenesis imperfekta dapat ditemukan atau tidak. Anak pada umumnya mengalami perawakan pendek.

1 . Pola pewarisan tipe ini belum diketahui. Kalus tersebut juga dapat bertambah besar secara spontan. Tipe VI Tipe ini sangat jarang ditemukan. 1 7. Tipe VII Tipe ini memiliki kemiripan dalam hal gejala klinis dibanding tipe IV. Tipe VIII Tipe ini memiliki kemiripan gambaran klinis dengan OI tipe II dan III. Tipe ini diturunkan secara outosomal resesif karena mutasi gen CRTAP. Tipe V Tipe ini termasuk tipe sedang. dengan persentase sekitar 5% dari kasus OI. Tipe ini menyerupai tipe IV dalam hal frekuensi fraktur dan derajat deformitas tulang. tetapi pada tipe ini ditemukan sklera putih. tetapi dapat dibedakan dari tipe lainnya melalui biopsi tulang dengan gambaran defek mineralisasi pada tulang. tetapi pada tipe ini ditemukan sklera putih. Perbedaan mencolok pada tipe ini adalah terdapatnya kalus yang besar dan hipertrofi pada fraktur atau setelah prosedur pembedahan. Kelainan ini karena defisiensi atau tidak adanya aktifitas enzim prolil 3hidroksilase yang disebabkan oleh mutasi gen LEPRE1. Tipe ini memiliki karakteristik tulang yang mengalami mineralisasi yang sangat kurang denga difisiensi pertumbuhan. 1 6. Tipe ini diturunkan secara autosomal dominan. Tipe ini juga menyerupai tipe IV. Terdapatnya kalsifikasi pada membran intraosseus antara radius dan ulna mengurangi rotasi lengan bawah dan dapat menyebabkan dislokasi tulang radius.5. dan wajah bulat.1 8. Pada beberapa kasus dapat ditemui juga kemiripan dengan tipe II. ukuran kepala kecil. tapi dicurigai secara outosomal resesif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful