P. 1
Sambungan Las

Sambungan Las

|Views: 42|Likes:
Published by hendrihandyani6394

More info:

Published by: hendrihandyani6394 on Jul 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

SAMBUNGAN LAS

Proses pembentukan
sambungan las
• Baja yang akan disambung dipanaskan
pada ujung-ujung bagian baja yang akan
disambung sampai mecapai titik lelehnya
• Baja yang telah cair akan menyatu
membentuk joint las



Fillet weld
Fillet weld
Fillet weld Fillet weld
Fillet weld Fillet weld
P
P
P
P
Berdasarkan tipe dari las
Las sudut/ Fillet weld
Las tumpul/ Groove weld

Berdasarkan tipe dari joint/sambungan
Butt, lap, tee, edge or corner

Berdasarkan proses pengelasan
SMAW (shielded metal arc welding)
SAW (submerged arc welding )

68402/61420 Slide # 4
Klasifikasi Sambungan Las
68402/61420 Slide # 5
Proses Pengelasan
Shielded Metal Arc Welding (SMAW),
 Dalam proses ini busur las melintasi celah antara elektroda dan logam
dasar, pengelasan terjadi dengan pemanasan bagian yang terhubung
dan menyetorkan bagian elektroda ke logam dasar yang mencair.
•Terbentuk sebuah lapisan perisai/pelindung dari hasil campuran
elektroda dan logam cair untuk mencegah logam cair tadi menguap
sebelum dingin
•Elektroda dipindahkan keseluruh lintasan sambungan dan ketebalan
las sangat bergantung pada jumlah lintasan elektroda yang
diberikan saat proses pengelasan
•Las SMAW biasanya digunakan secara manual dilapangan
Submerged Arc Welding (SAW)
- Biasanya prosesnya dilakukan secara otomatis atau semi-
otomatis.
- Ujung elektroda dipenetrasikan ke logam dasar yang akan
disambung sehingga membentuk lapisan pelindung
- Kekuatan jenis las ini hasilnya lebih kuat dibandingkan
SMAW
- Digunakan pada proses pengelasan dipabrik, misal pada
pembuatan pipa, dan profil lain

68402/61420 Slide # 6
Proses Pengelasan
- Beberapa proses pengelasan lainnya yang juga digunakan;
(proses dipabrik), antara lain ; gas shielded metal arc, flux cored
arc, and electro-slag welding.
- Kontrol kualitas pengelasan sulit diprediksi, sebab tergantung
adanya cacat dibawah permukaan las, adanya gelembung gas
serta pelaksanaan yang kurang sempurna (pada proses SMAW)
- Welders (yang melakukan pekerjaan pengelasan) harus memiliki
sertifikat welder, dan untuk pekerjaan khusus diperlukan teknik
pengawasan dengan menggunakan radiography or ultrasonic
testing.

68402/61420 Slide # 7
Konsep pengleasan
TIPE SAMBUNGAN LAS
TIPE SAMBUNGAN
LAS
Kondisi batas pada kekuatan sambungan las adalah
kondisi fracture (patah)

Kondisi leleh bukan faktor yang menentukan karena
deformasi yang terjadi pada sambungan las saat leleh
tidak terjadi dan tidak mempengaruhi performance
struktur.
Kondisi Batas
a
a
Throat = a x cos45
o
= 0.707 a
a
a
Throat = a x cos45
o
= 0.707 a
Perencanaan sambungan las
 Las sudut sering digunakan dan dipakai pada semua struktur.
 Tebal las biasanya berukuran 1 mm dan kelipatannya.
 Las sudut dapat dibebani pada berbagai arah geser, tekan
atau tarik. Oleh karena itu las tersebut selalu gagal pada
geser
 Kegagalan geser pada las sudut terjadi sepanjang bidang
kritis las yang dilalui.
Failure Plane
L
L – length of the weld
a – size of the weld
Perencanaan sambungan las
 Teg. geser dari las sudut sepanjang L yang menerima beban P yakni
f
v
=
 Kapasitas geser las adalah R
n
dimana ;

R
n
=
|R
n
= dimana | = 0.75
 Dimana f
w
= teg.geser ultimit electroda = 0,6 x kuat tarik electroda
las (tergantung pada electrode yang digunakan pada proses SMAW)
•Kuat tarik dari electroda las antara lain ; 413, 482, 551, 620, 688, 758, atau
827 MPa.
•Terminologi standar electrode las yang dipakai adalah E60XX, E70XX,
E80XX, dan seterusnya.
w w
L a 707 . 0 f × × ×
w w
L a 707 . 0 f 75 . 0 × × × ×
w
L a 707 . 0
P
Perencanaan sambungan las
 Kekuatan dari electroda diperhitungkan dari base metal
dipakai.
•Jika teg.leleh (o
y
) base metal s 413 - 448 MPa, dipakai elektroda E70XX.
•Jika teg.leleh (o
y
) base metal > 413 - 448 MPa, dipakai elektroda E80XX.
 E70XX adalah electroda yang paling banyak digunakan untuk
las sudut yang dibuat dengan proses SMAW.
E – electrode 70 – tensile strength of electrode (ksi) = 482 MPa

XX – type of coating
- Lebih kuat menahan tarik atau tekan dibandingkan menahan geser






- Penyebutan las sudut :
12 mm SMAW E70XX: lasa sudut dengan tebal las 12 mm, dibentuk dengan
Shielded Metal Arc Welding Process, dengan pengisi elektroda kuat tarik
minimum 70 ksi.
9 mm-by-12 mm SAW E110XX: las sudut ukuran kaki tidak sama, dibentuk
dengan Submerged Arc Metal process, dengan pengisi logam elektroda
kuat tarik minimum 758 MPa.
Las Sudut
Leg
Leg
Throat
Convex
Surface
Leg
Leg
Throat
Concave
Surface
Unequal leg
fillet weld
Teg.geser las sudut = beban / luas bidang patahan
geser
Kondisi batas las sudut ditentukan oleh :
(1) Patahan geser pada lintasan kritis atau kuat geser las


Untuk kaki las sudut yang sama (equal):
w e w n
L t f V | | =
w w n
L a f V ) 707 . 0 ( | | =
Misalkan elektroda las E70XX, mempunyai tegangan geser las sebesar
•f
w
= 0.60 F
EXX
| f
w
= 0.75 x 0.60 x 482 = 217 MPa
(2) Kemampuan geser base metal atau pelat :
|R
n
= 0.9 x 0.6 F
y
x Luas base metal yang menerima geser
dimana F
y
= Teg.leleh pada base metal.
T
Elevation
Plan
T
Elevation
Plan
Kuat geser las menerima beban adalah :

Vn = 0.75 x (0.707 a) x L
w
x f
w
> T

 Dalam kasus desain lebih menguntungkan untuk menentukan
kekuatan las per meter panjang
Contoh
- Minimum size (a
min
)
Tergantung pada tebal pelat yang paling tipis pada sambungan
- Maximum size (a
max
)
Tergantung pada pelat yang paling tipis pada sambungan :
 Untuk pelat dengan tebal s 6 mm, a
max
= 6 mm.
 Untuk pelat dengan tebal > 6 mm, a
max
= t – 2 mm.
- Minimum length (L
w
)
Panjang las Length (L
w
) > 4 a ; sebaliknya, a
eff
= L
w
/ 4 a = tebal las
Las sudut yang terputus-putus : L
w-min
= 4 a dan atau 38 mm.


Batasan dimensi sambungan las
 Maximum effective length
Jika L
w
< 100 a, maka panjang las efektif (L
w-eff
) = L
w

Jika L
w
< 300 a, maka panjang las efektif (L
w-eff
) = L
w
(1.2 – 0.002 L
w
/a)
Jika L
w
> 300 a, maka panjang las efektif (L
w-eff
) = 0.6 L
w
 Pemutusan las
•Lap joint – pemutusan las sudut pada jarak > a dari ujung.
•Pengait las pada daerah sudut harus > 2 a
SNI 03-1729-2002 ; Halaman-107
Pedoman Perencanaan las Sudut
- Dua tipe las sudut yang digunakan

- Shielded Metal Arc Welding (SMAW)




- Automatic Submerged Arc Welding (SAW)




68402/61420 Slide # 19
a
a 707 . 0
a t
eff
707 . 0 =
a t
eff
=
Fillet weld on arrow side. Weld’s leg size is 10 mm. Weld
size is given to the left of the weld symbol. Weld length
(200 mm) is given to the right of the symbol

Fillet weld, 12 mm size and 75 mm long intermitten welds
125 on center, on the far side

Field fillet welds, 6 mm in size and 200 mm long, both
sides.

Fillet welds on both sides, staggered intermitten 10 mm
in size, 50 mm long and 150 mm on center

Weld all around joint

Tail used to reference certain specification or process

Simbol Las
(American Welding Society AWS)
10 200
12 75@125
6 200
10 50@150
Pedoman Perencanaan Las Sudut
- Perencanaan las sudut diambil nilai terkecil dari kondisi berikut
- Weld material strength



- Base Metal Strength


) f L a 707 . 0 ( P
w weld Weld _ u
| =
Exx w
F f 6 . 0 =
75 . 0 = |
a
a 707 . 0
) 6 . 0 (
_ Y weld base BM u
F L t P | =
9 . 0 = |
551 E80XX
482 E70XX
F
EXX
(MPa) Electrode
&
Kondisi batas leleh
- Kekuatan las akan meningkat jika gaya
yang bekerja tidak pararael pada las
) 707 . 0 (
_ w weld weld u
f L a P | =
( ) u
5 . 1
sin 5 . 0 1 6 . 0 + =
Exx w
F f
75 . 0 = |
u
Maksimun ukuran las, t-max
¹
´
¦
> ÷
s
s
mm 6 mm 2
mm 6 mm 6
max _
basemetal base
base
weld
t if t
t if
t
part thinner min _ weld
t t s
Minimum ukuran las, t-min
Pedoman Perencanaan Las Sudut
Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las
- Tentukan kemampuan batang tarik pada sistem sambungan seperti
tergambar. Batang tarik adalah pelat persegi ukuran 100x10 mm dilas
pada pelat sambung tebal 15 mm dengan memakai elektroda E70XX.
- Pertimbangkan batang tarik tersebut pada kondisi leleh dan patah.
Periksa juga kuat geser las dan base metal disekitar pelat dengan Fy = 573
MPa.
125 mm
125 mm
12 mm
12 mm
100 mm x 10 mm
t = 15 mm
Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las
Step I. Periksa batasan dimensi dari las
t
min
= 10 mm (batang tarik)
t
max
= 15 mm (pelat sambung)
oleh karena itu,
a
min
= 5 mm
a
max
= 10 mm – 2 mm = 8 mm
Ukuran kaki las, a = 6 mm ..............OK!
L
w-min
= 4 x 6 = 24 mm dan atau 38 mm ..............OK!
Panjang las = 125 mm, dimana > L
min
. ...............OK!
Panjang kait las pada ujung pelat - minimum = 2 a = 12 mm .......OK!

Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las
Step II. Hitung kuat geser las
Kuat geser las = |x 0.707 x a x 0.60 x F
EXX
x L
w
= 0.75 x 0.707 x 6 x 0.60 x 482 x 250/1000
= 230 kN
Step III. Hitung kuat geser base metal
|R
n
= 0.9 x 344 x 100 x 10/1000 = 310 kN .................tension-yield
Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las
Step IV : Kuat tarik pelat
|R
n
= 0.75 x A
e
x Fu - tension fracture
dimana ; A
e
= U A (luas penampang tarik efektif)
A
e
= A
g
= 100 x 10 = 1000 mm
Fu = teg.tarik ultimit pelat = 597 MPa
Maka :
|R
n
= o,75 x 1000 x 448 /1000 = 336 kN
- Beban tarik yang dapat ditaham oleh sistem sambungan tersebut adalah
sebesar 230 kN.
- Las kait pada pojok sambungan tidak termasuk dalam hitungan ini.
Sambungan las menerima momen
 Diasumsikan bahwa rotasi pada bidang patahan sambungan las terjadi
disekitar pusat elastis las. Perbedaan dengan sambungan baut adalah
pada sambungan las kekuatannya dihitung sebagai per-satuan panjang
las.
J
d M
f =
2
 Tegangan geser pada las akibat momen, M adalah
M
M = momen yang bekerja pada pusat elastis las,
d = jarak terjauh dari pusat elastis las
J = momen inersia polar dari las
F
e
d
Sambungan las menerima momen dan geser
y x
I I J + =
e F M =
J
d M
f =
2
 Tegangan akibat momen, M adalah
J
y M
f
x
=
2
J
x M
f
y
=
2
&
Perhitungan harus dilakukan untuk
w t
eff
707 . 0 =
atau diasumsikan t
eff
= 1 mm
Sambungan las menerima momen dan geser
x x x
f f f
2 1
+ =
weld
x
x
A
F
f =
1
 Tegangan akibat gaya geser terpusat adalah
 Tegangan total pada las adalah
weld n y x v
R f f f
_
2 2
| s + =
weld
y
y
A
F
f =
1
y y y
f f f
2 1
+ = &
Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser
- Tentukan ukuran las yang diizinkan
untuk sambungan “bracket” seperti
tergambar. Beban mati yang
bekerja 50 kN dan beban hidup 120
kN secara terpusat (lihat gambar).
Digunakan mutu baja A36 untuk
bracket dan mutu baja A992 untuk
kolom.

Hitung untuk tebal las t
eff
= 25 mm
250 mm
200
mm
300
mm
D = 50 kN
L = 120 kN
15 mm PL
Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser
Step I : Hitung beban ultimit:
P
u
= 1.2D + 1.6L = 1.2(50)+1.6(120) = 252 kN
Step II: Hitung tegangan las akibat gaya geser :


Step III: Hitung titik berat sambungan las:

Step IV: Hitung momen lentur pada titik berat las:

e = 250+ 200 – 57.1 = 392.9
M = Pe = 252(392.9)=99011 kN-mm.

N/mm 360
200 300 200
1000 252
1
=
+ +
×
=
y
f
mm 57.1 or ) 2 )( 100 ( 200 ) 700 ( = = x x
Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser
Step V: Hitung momen inersia total sambungan las /tebal las:
I
x
= 1(300)
3
(1/12)+2(200)(150)
2
=11.25×10
6
mm
4

I
y
= 2 {(200)
3
(1/12)+(200)(100-57.1)
2
}+ 300(57.1)
2
=3.05×10
6
mm
4

J = I
x
+ I
y
= (11.25 + 3.05)×10
6
= 14.3×10
6
mm
4


Step VI: Hitung tegangan kritis pada las (ambil jarak terjauh las
terhadap titik beratnya):


( ) N/mm 1703 ) 360 989 ( ) 1039 (
N/mm 989
10 3 . 14
1000 ) 1 . 57 200 ( 99011
N/mm 1039
10 3 . 14
1000 ) 150 ( 99011
2 2
2
2 1
2
2
6
2
6
2
= + + = + + =
=
×
× ÷
= =
=
×
×
= =
y y x v
y
x
f f f f
J
x M
f
J
y M
f
68402/61420 Slide # 32
Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser
Step VII: Periksan tegangan geser pada base metal
Kapasitas geser pada kaki las :
ΦR
n
= (0.9)0.6F
y
t = 0.9(0.6)(248)(15) = 2009 N/mm

Kontrol Kekuatan geser pada sambungan las:
2009 N/mm > 1703 N/mm (OK).

Step VIII: Hitung tebal kaki las , asumsi F
w
= 0.6F
EXX



 pakai tebal kaki las sudut 12 mm dengan E70XX

mm 11.1
) 482 6 . 0 )( 707 . 0 ( 75 . 0
1703
) 707 . 0 (
=
×
= =
W
n
F
R
a
|
|

Proses pembentukan sambungan las
• Baja yang akan disambung dipanaskan pada ujung-ujung bagian baja yang akan disambung sampai mecapai titik lelehnya • Baja yang telah cair akan menyatu membentuk joint las

P

P
Fillet weld

Fillet weld

P

P

tee. lap.Klasifikasi Sambungan Las Berdasarkan tipe dari las Las sudut/ Fillet weld Las tumpul/ Groove weld Berdasarkan tipe dari joint/sambungan  Butt. edge or corner Berdasarkan proses pengelasan  SMAW (shielded metal arc welding)  SAW (submerged arc welding ) 68402/61420 Slide # 4 .

• Terbentuk sebuah lapisan perisai/pelindung dari hasil campuran elektroda dan logam cair untuk mencegah logam cair tadi menguap sebelum dingin las sangat bergantung pada jumlah lintasan elektroda yang diberikan saat proses pengelasan • Elektroda dipindahkan keseluruh lintasan sambungan dan ketebalan • Las SMAW biasanya digunakan secara manual dilapangan 68402/61420 Slide # 5 .  Dalam proses ini busur las melintasi celah antara elektroda dan logam dasar.Proses Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW). pengelasan terjadi dengan pemanasan bagian yang terhubung dan menyetorkan bagian elektroda ke logam dasar yang mencair.

Ujung elektroda dipenetrasikan ke logam dasar yang akan disambung sehingga membentuk lapisan pelindung Kekuatan jenis las ini hasilnya lebih kuat dibandingkan SMAW Digunakan pada proses pengelasan dipabrik. misal pada pembuatan pipa. dan profil lain 68402/61420 Slide # 6 .Proses Pengelasan Submerged Arc Welding (SAW)     Biasanya prosesnya dilakukan secara otomatis atau semiotomatis.

Konsep pengleasan  Beberapa proses pengelasan lainnya yang juga digunakan.  Kontrol kualitas pengelasan sulit diprediksi. dan untuk pekerjaan khusus diperlukan teknik pengawasan dengan menggunakan radiography or ultrasonic testing. flux cored arc. and electro-slag welding. sebab tergantung adanya cacat dibawah permukaan las. (proses dipabrik). 68402/61420 Slide # 7 . adanya gelembung gas serta pelaksanaan yang kurang sempurna (pada proses SMAW)  Welders (yang melakukan pekerjaan pengelasan) harus memiliki sertifikat welder. gas shielded metal arc. antara lain .

TIPE SAMBUNGAN LAS .

TIPE SAMBUNGAN LAS .

.Kondisi Batas Kondisi batas pada kekuatan sambungan las adalah kondisi fracture (patah) Kondisi leleh bukan faktor yang menentukan karena deformasi yang terjadi pada sambungan las saat leleh tidak terjadi dan tidak mempengaruhi performance struktur.

tekan atau tarik.707 a Failure Plane L – length of the weld a – size of the weld .Perencanaan sambungan las    Las sudut sering digunakan dan dipakai pada semua struktur. L  a a Throat = a x cos45o = 0. Las sudut dapat dibebani pada berbagai arah geser. Oleh karena itu las tersebut selalu gagal pada geser Kegagalan geser pada las sudut terjadi sepanjang bidang kritis las yang dilalui. Tebal las biasanya berukuran 1 mm dan kelipatannya.

6 x kuat tarik electroda las (tergantung pada electrode yang digunakan pada proses SMAW) • Kuat tarik dari electroda las antara lain E80XX. • Terminologi standar electrode las yang dipakai adalah E60XX.75  f w  0. 758.75 Dimana fw = teg. dan seterusnya. 413. E70XX. 620. geser dari las sudut sepanjang L yang menerima beban P yakni fv = P 0.Perencanaan sambungan las  Teg.707 a L w  Kapasitas geser las adalah Rn dimana . 551.707  a  L w  dimana  = 0. . 688. 482. atau 827 MPa. Rn = f w  0.geser ultimit electroda = 0. .707  a  L w Rn = 0.

448 MPa.Perencanaan sambungan las E – electrode 70 – tensile strength of electrode (ksi) = 482 MPa XX – type of coating  Kekuatan dari electroda diperhitungkan dari base metal dipakai. • Jika teg. . dipakai elektroda E80XX.leleh (y) base metal  413 . • Jika teg. dipakai elektroda E70XX.448 MPa.  E70XX adalah electroda yang paling banyak digunakan untuk las sudut yang dibuat dengan proses SMAW.leleh (y) base metal  413 .

dengan pengisi logam elektroda kuat tarik minimum 758 MPa. dibentuk dengan Submerged Arc Metal process. .Las Sudut  Lebih kuat menahan tarik atau tekan dibandingkan menahan geser Convex Surface Leg Leg Leg Leg Concave Surface Unequal leg fillet weld Throat Throat  Penyebutan las sudut : 12 mm SMAW E70XX: lasa sudut dengan tebal las 12 mm. dengan pengisi elektroda kuat tarik minimum 70 ksi. 9 mm-by-12 mm SAW E110XX: las sudut ukuran kaki tidak sama. dibentuk dengan Shielded Metal Arc Welding Process.

75 x 0.60 FEXX  fw = 0.geser las sudut = beban / luas bidang patahan geser  Kondisi batas las sudut ditentukan oleh : (1) Patahan geser pada lintasan kritis atau kuat geser las Vn  f wte Lw Untuk kaki las sudut yang sama (equal): Vn   f w (0.9 x 0.leleh pada base metal. mempunyai tegangan geser las sebesar • fw = 0. Teg.6 Fy x Luas base metal yang menerima geser dimana Fy = Teg.60 x 482 = 217 MPa (2) Kemampuan geser base metal atau pelat : Rn = 0. .707a) Lw Misalkan elektroda las E70XX.

75 x (0.Contoh T Elevation Plan Kuat geser las menerima beban adalah : Vn = 0.707 a) x Lw x fw  >T Dalam kasus desain lebih menguntungkan untuk menentukan kekuatan las per meter panjang .

maka panjang las efektif (Lw-eff) = 0. aeff = Lw / 4 a = tebal las Las sudut yang terputus-putus : Lw-min = 4 a dan atau 38 mm.  Minimum length (Lw) Maximum effective length Jika Lw < 100 a. sebaliknya.002 Lw/a) Jika Lw > 300 a.6 Lw  Pemutusan las • Lap joint – pemutusan las sudut pada jarak > a dari ujung.  Panjang las Length (Lw)  4 a . • Pengait las pada daerah sudut harus > 2 a . maka panjang las efektif (Lw-eff) = Lw Jika Lw < 300 a. amax = 6 mm. amax = t – 2 mm.2 – 0.Batasan dimensi sambungan las   Minimum size (amin) Tergantung pada tebal pelat yang paling tipis pada sambungan Maximum size (amax) Tergantung pada pelat yang paling tipis pada sambungan :  Untuk pelat dengan tebal  6 mm.  Untuk pelat dengan tebal  6 mm. maka panjang las efektif (Lw-eff) = Lw (1.

Halaman-107 .SNI 03-1729-2002 .

707 a a  Automatic Submerged Arc Welding (SAW) teff  a 68402/61420 Slide # 19 .707 a teff  0.Pedoman Perencanaan las Sudut  Dua tipe las sudut yang digunakan  Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 0.

on the far side 12 75@125 6 200 Field fillet welds. 6 mm in size and 200 mm long. staggered intermitten 10 mm in size. Weld length (200 mm) is given to the right of the symbol Fillet weld. Fillet welds on both sides.Simbol Las (American Welding Society AWS) 10 200 Fillet weld on arrow side. Weld’s leg size is 10 mm. 12 mm size and 75 mm long intermitten welds 125 on center. 50 mm long and 150 mm on center Weld all around joint Tail used to reference certain specification or process 10 50@150 . Weld size is given to the left of the weld symbol. both sides.

707 a a  Perencanaan las sudut diambil nilai terkecil dari kondisi berikut  Weld material strength Pu _ Weld   ( 0.75  Base Metal Strength & f w  0.6 FExx Pu _ BM   ( tbase Lweld 0.9 Kondisi batas leleh .707 a Lweld f w ) Electrode E70XX E80XX FEXX (MPa) 482 551   0.6FY )   0.Pedoman Perencanaan Las Sudut 0.

t-max if tbase  6 mm 6 mm t weld _ max   tbase  2 mm if tbasemetal  6 mm Minimum ukuran las.Pedoman Perencanaan Las Sudut  Kekuatan las akan meningkat jika gaya yang bekerja tidak pararael pada las P u _ weld   (0.5       0.5 sin1.6 FExx 1  0.707 a Lweld f w ) f w 0.75 Maksimun ukuran las. t-min tweld _ min  tthinner part .

 Pertimbangkan batang tarik tersebut pada kondisi leleh dan patah. Periksa juga kuat geser las dan base metal disekitar pelat dengan Fy = 573 MPa. t = 15 mm 100 mm x 10 mm 125 mm 12 mm 12 mm 125 mm . Batang tarik adalah pelat persegi ukuran 100x10 mm dilas pada pelat sambung tebal 15 mm dengan memakai elektroda E70XX.Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las  Tentukan kemampuan batang tarik pada sistem sambungan seperti tergambar.

Periksa batasan dimensi dari las tmin = 10 mm (batang tarik) tmax = 15 mm (pelat sambung) oleh karena itu. amin = 5 mm amax = 10 mm – 2 mm = 8 mm Ukuran kaki las. a = 6 mm Lw-min = 4 x 6 = 24 mm dan atau 38 mm Panjang las = 125 mm.......minimum = 2 a = 12 mm ......... .OK! ....OK! . dimana > Lmin..............Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las Step I.....OK! Panjang kait las pada ujung pelat ....OK! ..........

707 x a x 0.707 x 6 x 0...75 x 0.. Hitung kuat geser base metal Rn = 0.Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las Step II..... Hitung kuat geser las Kuat geser las = x 0...9 x 344 x 100 x 10/1000 = 310 kN ..60 x 482 x 250/1000 = 230 kN Step III.....60 x FEXX x Lw = 0..tension-yield ..

tarik ultimit pelat = 597 MPa Maka : Rn = o. Ae = U A (luas penampang tarik efektif) Ae = Ag = 100 x 10 = 1000 mm .  Las kait pada pojok sambungan tidak termasuk dalam hitungan ini. .Contoh : Perencanaan kekuatan sambungan Las Step IV : Kuat tarik pelat Rn = 0.75 x 1000 x 448 /1000 = 336 kN  Beban tarik yang dapat ditaham oleh sistem sambungan tersebut adalah sebesar 230 kN.tension fracture Fu = teg.75 x Ae x Fu dimana .

F M d e  Tegangan geser pada las akibat momen. d = jarak terjauh dari pusat elastis las J = momen inersia polar dari las . M adalah f2  Md J M = momen yang bekerja pada pusat elastis las.Sambungan las menerima momen  Diasumsikan bahwa rotasi pada bidang patahan sambungan las terjadi disekitar pusat elastis las. Perbedaan dengan sambungan baut adalah pada sambungan las kekuatannya dihitung sebagai per-satuan panjang las.

M adalah M Fe J  Ix  Iy f2  Md J M y J Perhitungan harus dilakukan untuk t atau diasumsikan teff = 1 mm eff  0.707 w & f2x  f2 y  M x J .Sambungan las menerima momen dan geser  Tegangan akibat momen.

Sambungan las menerima momen dan geser  Tegangan akibat gaya geser terpusat adalah f1x   Fx Aweld f1 y  Fy Aweld Tegangan total pada las adalah fx  f1x  f 2 x & fy  f1 y  f 2 y fv  f x  f y   Rn _ weld 2 2 .

Beban mati yang bekerja 50 kN dan beban hidup 120 kN secara terpusat (lihat gambar). Digunakan mutu baja A36 untuk bracket dan mutu baja A992 untuk kolom. 250 mm D = 50 kN L = 120 kN 300 mm 15 mm PL 200 mm Hitung untuk tebal las teff = 25 mm .Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser  Tentukan ukuran las yang diizinkan untuk sambungan “bracket” seperti tergambar.

1 = 392.Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser Step I : Hitung beban ultimit: Pu = 1.9 M = Pe = 252(392.6(120) = 252 kN Step II: Hitung tegangan las akibat gaya geser : f1 y  252 1000  360 N/mm 200  300  200 Step III: Hitung titik berat sambungan las: x (700)  200(100)(2) or x  57.2(50)+1.2D + 1.9)=99011 kN-mm.6L = 1.1 mm Step IV: Hitung momen lentur pada titik berat las: e = 250+ 200 – 57. .

1) 1000    989 N/mm 6 J 14.05×106 mm4 J = Ix + Iy = (11.3 10 M x 99011(200  57.3×106 mm4 Step VI: Hitung tegangan kritis pada las (ambil jarak terjauh las terhadap titik beratnya): f2x  f2 y 99011(150) 1000  1039 N/mm 6 J 14.1)2=3.Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser Step V: Hitung momen inersia total sambungan las /tebal las: Ix = 1(300)3 (1/12)+2(200)(150)2=11.3 10 M y  2 fv  f 22x   f1 y  f 2 y   (1039) 2  (989  360) 2  1703 N/mm 68402/61420 Slide # 32 .25 + 3.25×106 mm4 Iy = 2 {(200)3 (1/12)+(200)(100-57.1)2 }+ 300(57.05)×106 = 14.

Perencanaan sambungan las akibat momen dan geser Step VII: Periksan tegangan geser pada base metal Kapasitas geser pada kaki las : ΦRn = (0. asumsi Fw = 0.1 mm 0.6Fyt = 0.707) FW Rn  1703  11.9)0.707)(0. Step VIII: Hitung tebal kaki las .75(0.6)(248)(15) = 2009 N/mm Kontrol Kekuatan geser pada sambungan las: 2009 N/mm > 1703 N/mm (OK).6FEXX a  (0.9(0.6  482)  pakai tebal kaki las sudut 12 mm dengan E70XX .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->