Seni dan Budaya Indonesia yang ber-Pancasila Tari Saman – Aceh, karakter Indonesia bernilai Pancasila

Oleh: Ayu Astria RA (208 000 033) Tulisan ini memang ditulis untuk kepentingan yang cukup pragmatis, namun bukan itu tujuan utamanya. Tulisan ini merupakan sebuah refleksi penulis, sebagai seorang penari atau orang yang belajar dalam tari, apakah ia dapat mengambil nilai-nilai non-teknis dari tarian yang ia kenal. Selain itu, apakah ia mampu tetap berpikir kritis atas apa yang ia dapatkan dalam pengetahunnya di bidang seni dan budaya. Memang cukup amatir namun tulisan ini akan menjadi ukuran awal penulis dalam mengembangkan diri dan lingkungannya. Sekelumit sejarah Pancasila Pancasila adalah sebuah hasil pemikiran, perenungan yang mendalam dari beberapa tokoh nasional Indonesia yang berisi ajaran, falsafah yang memuat nilai-nilai yang luhur dari Bangsa Indonesia. Lepas dari semua usaha-usaha untuk mempolitisi keberadaan Pancasila baik sebagai dasar negara, pandangan hidup maupun ideologi Bangsa Indonesia, kita masih mengakui bahwa Pancasila masih menjadi Dasar Negara Indonesia. Secara historis, nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan sebagai dasar Negara Indonesia telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Maka dari itu, secara objektif dapat dikatakan bahwa Pancasila merupakan sebuah cerminan dari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada suatu asas kultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Nilainilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bukanlah merupakan hasil konseptual satu pihak atau seseorang saja melainkan merupakan suatu hasil karya bangsa Indonesia sendiri yang diangkat dari nilai-nilai kultural yang dimiliki melalui proses refleksi filosofis para pendiri negara. Jajaran founding father Indonesia seperti Soekarno dan Hatta telah secara cerdas berusaha menuangkan beragam nilai dan norma yang lama terkandung dalam kehidupan sosial dan budaya rakyat Indonesia. Dan tidakkah itu sudah cukup menjadikan kita sadar bahwa memang Pancasila juga merupakan identitas kita sebagai sebuah bangsa yang besar juga plural. 1

Pancasila dan nilainya Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari hukum, politik, ekonimi hingga seni dan budaya. Nilai-nilai Pancasila bukan hanya sekedar turunan dari sila-sila yang terkandung dari Pancasila, mulai dari sila ke satu hingga ke lima. Namun lebih dari sekedar sila, seperti yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya bahwa nilai juga merupakan sebuah refleksi, gambaran dan juga tujuan hidup yang telah lama ada di dalam diri bangsa ini. Maka dari itu, pendidikan seni dan budayapun akan selalu menanamkan nilai Pancasila dalam setiap prosesnya. Karena Pancasila merupakan pembentuk karakter bangsa yang akan selalu ada. Dan bentuk seni serta budaya akan terus menjadi salah satu bentuk karakter bangsa yang bukan hanya dikenal bangsa lain di dunia tetapi juga menjadi nilai yang terkandung kuat bagi bangsanya sendiri. Nilai memang bersifat universal dan dapat kita rasakan sebagai sebuah pedoman atau pemahaman dalam berperilaku di dalam lingkungan kita. Maka dari itu nilai biasanya nilai berupa sebuah ajaran yang sebaiknya selalu kita gunakan dan tanamkan mulai dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil. Pancasila memiliki banyak nilai sebagai turunan, dari sila ke satu saja sudah aka nada beberapa nilai yang muncul, misalnya nilai relijiusitas, toleransi beragama dan sebagainya. Ajaran setiap agama sendiri dapat memunculkan nilai-nilai ketuhanan yang mengajarkan manusia hidup dalam sebuah Negara dan bangsa yang plural seperti Indonesia. Belum lagi sila-sila lain hingga sila ke lima. Tari Saman, Seni dan Budaya asli Indonesia Tari Saman akhir-akhir ini adalah salah satu tarian yang populer, baik didalam negeri maupun diluar negeri. Salah satu tarian asal pulau Sumatera tepatnya dari Suku Gayo, Daerah Istimewa Aceh ini telah sah menjadi salah satu warisan sejarah seni dan budaya dunia oleh UNESCO tahun ini. Dalam setiap festival nasional maupun internasional tarian ini hampir selalu dibawakan oleh kelompok-kelompok seni dan budaya dari berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Universitas atau kelompok yang professional. Di kota besar seperti Jakarta, tari Saman sudah menjadi tarian yang populer. Hampir setiap sekolah memiliki kelompok penari Saman. Acara rutin dalam bentuk lomba hingga festival

2

tak pernah absen diselenggarakan tiap tahunnya. Hal ini menjadikan tari Saman benar-benar telah menjadi sangat populer. Tarian ini memiliki nama lain yakni tarian „seribu tangan‟. Karena gerakan tangannya yang membutuhkan kesamaan dan kekompakan dari para penarinya. Tarian ini dilakukan dengan posisi duduk, para penarinya akan duduk sejajar dan menarikan gerakan tangan dengan serempak sambil bernyanyi dengan aturan tempo tertentu. Gerakannya merupakan sinkronisasi geraka tangan, tepukan tangan, dada serta paha para penarinya. Selain itu, dengan pimpinan seorang syekh maka tarian ini akan menjadi rampak atau kompak. Syekh juga sekaligus sebagai pengiring sang penari, karena tari Saman tidak membutuhkan alat musik apapun kecuali rapa‟I, alat musik yang digunakan syekh sebagai pengiring. Nyanyian dari tarian ini tidak sembarangan, ia merupakan syair bernafaskan nilai Islam. Tarian ini memang memiliki sejarah sebagai tarian yang biasa ditampilkan dalam upacara adat penting di Aceh. Syairnya biasanya berbahasa Arab atau bahasa Gayo, Aceh. Bahkan sebenarnya terdapat berbagai cara menyanyikan syair dari tari Saman. Berdasarkan sejarah, tari Saman didirikan dan dikembangkan oleh seorang Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Selain untuk merayakan upacara adat penting, Saman juga sering ditampilkan dalam memperingati hari-hari besar Islam seperti kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada awalnya hingga kini, tari Saman merupakan salah satu media dakwah. Tarian ini memiliki nilai-nilai pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebenarnya tari Saman ditampilkan oleh pria-pria muda, namun kini tari Saman banyak dikenal sebagai tarian oleh perempuan, namun jumlahnya harus selalu ganjil. Tarian ini akan semakin menarik jika jumlah penarinya dapat semakin banyak. Tari Saman adalah seni dan budaya asli Indonesia. Bukan hanya telah mendapat pengakuan dai dunia namun bangsanya sendiri memang telah cukup berhasil merasa memilikinya. Dan sebenarnya terdapat nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalamnya. Yang secara sadar maupun tidak telah ada dan terkandung didalamnya sejak dahulu hingga sekarang. Tari Saman dan Nilai-nilai Pancasila Nilai ketuhanan 3

Nilai ketuhanan merupakan nilai yang paling tampak jelas dalam tarian ini. Karena sejarah dan nilai awal dari tarian ini berasal dari agama Islam yang mengajarkan ketuhanan yang satu. Syair yang banyak dinyanyikan kebanyakan memang merupakan ajaran-ajaran Islam dalam hal kebaikan umat Islam. Namun sebenarnya, makna yang dapat kita ambil dari syairnya sudah dapat dikatakan universal. Karena Islam sendiri memiliki ajaran yang cukup universal untuk berbagai kelompok ataupun kalangan. Hal ini juga mecerminkan bahwa Indonesia memang memiliki mayoritas umat muslim namun tetap mencerminkan ketuhanan yang satu atau Esa. Dari penampilannya sendiri, kini Saman sudah dapat dinikmati oleh kalangan dan kelompok manapun karena ia merupakan hasil karya seni dan budaya. Seni dan budaya sendiri juga memiliki nilai universal. Nilai persatuan dan gotong royong Tari Saman membutuhkan kesatuan rasa dari para penarinya. Keindahan tarian ini akan sangat terlihat kektika para penarinya berhasil melakukan gerakan dengan kompak, berpower dan rasa yang sama. Apalagi jika memang penari dapat menari dari hati, maka keindahan akan terpancar dari tarian ini. Kekompakan dan kerampakan gerak Saman ini diyakini sebagai cerminan bangsa yang kental dengan nilai gotong royong dan persatuan. Kesatuan rasa para penari dalam menarikan gerakan-gerakan Saman di gambarkan sebagai rasa kesatuan yang kita miliki terhadap bangsa ini, meski bangsa ini nyata memiliki banyak perbedaan seperti kemampuan penari yang juga berbeda. Namun dengan nyanyian dan tempo dari syekh penari dapat bersatu. Sama halnya dengan bangsa ini, dalam sebuah satu tujuan dan dasar Negara yakni Pancasila bangsa ini berhasil bersatu meskipun seluruhnya. Nilai keterbukaan (dinamis) dan demokratis Dalam setiap pertunjukan seni dan budaya selalu terdapat unsur kedinamisan. Kedinamisan seluruh unsur gerakan, nyanyian hingga rasa dari penari menjadi sebuah hal menarik juga. Karena hal ini juga akan menarik yang menikmatinya kedalam emosi yang nikmat sebagai pihak yang menonton. Maka dari itu, tarian Saman terbuka untuk selalu dibuat semenarik mungkin untuk ditampilkan kepada khalayak. Sedangkan kedemokratisan terlihat dari bagian tari Saman yang mengijinkan seluruh penarinya mendapat porsinya yang sama untuk menari dan bersuara. Dalam tarian ini, seluruh penari dapat menunjukkan kemampuannya tanpa mempersilakan salah satu pihak 4

saja untuk menonjol. Hal ini juga memperlihatkan kemayoritasan yang dijunjung oleh bangsa ini sebagai salah satu asas demokrasi. Nilai perbedaan (plural) Meskipun tarian ini sangat membutuhkan kesatuan gerak dan rasa dari penarinya, namun sebenarnya tarian ini menampilkan ragam gerak yang berbeda-beda bahkan sangat ekstrim. Terdapat ragam yang sangat cepat hingga sangat lambat, lalu terdapat juga gerak yang rumit dengan pola gerakan tangan tertentu, namun ada juga gerakan tangan sederhana yang mudah dilakukan. Namun kesemuanya dapat ditampilkan sebagai rangkaian gerak kontinu yang satu dan terlihat sangat indah ketika dilakukan. Selain itu, biasanya Saman memakau kostum yang tidak satu jenis warna atau bentuknya. Ia biasanya memiliki ragam juga dalam kostum. Untuk menarik perhatian penonton, telah banyak perkembangan yang dilakukan dalam kreasi kostum. Namun ketika ditampilkan Saman tetap memiliki keindahan. Nilai disiplin dan kerja keras Dalam menarikan tarian seperti ini diperlukan bukan hanya kemampuan dan tehnik dalam menari, hal tersebut hanyalah bersifat teknis saja. Terdapat nilai lain yang seharusnya ada dan dijalankan dalam proses pembelajaran hingga penampilan tarian Saman. Disiplin dan kerja keras adalah nilai yang sebaiknya ada dan dipelihara oleh penari. Karena nilai tersebut akan terpancar ketika mereka menampilkan tarian Saman dihadapan penonton. Memang tidak secara tersurat dapat ditangkap oleh penoton, namun nilai seperti ini dapat ditangkap secara tersirat oleh penonton. Karena penampilan yang berasala dari proses yang disiplin serta kerja keras dari para penari tentunya akan menghasilkan suatu sajian seni yang sangat memuaskan. Nilai cinta terhadap bangsa dan tanah air Nilai ini mungkin dapat menjadi akibat paling akhir dari pengenalan tari Saman. Karena tari Saman sudah otentik dan asli berasal dari Indonesia dengan segala ciri, karakter dan nilai yang terkandung didalamnya. Dengan mencintai bentuk seni budaya yang sangat Indonesia ini tentunya kita dapat mulai dan terus memelihara kecintaan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Meskipun sebenarnya memang banyak hal lain juga yang dapat kita cintai selain seni dan budaya. Namun kita dapat memulainya dengan mencintai salah satu dan tidak berhenti di dalam satu hal ini. Tari Saman sebagai karakter Bangsa 5

Dari pemaparan ide-ide sejak awal penulisan, Pancasila sudah dibuat sebagai karakter bangsa. Karakter yang memuat berbagai nilai yang memang sejak dulu telah dimiliki bangsa ini bahkan jauh sebelum Pancasila disusun dan disahkan sebagai dasar dan ideologi Negara ini. Maka dari itu, tidak heran berbagai peninggalan sejarah bahkan dalam bentuk seni dan budaya yang berasal dari Negara ini telah memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Cerminan karakter bangsa dalam bentuk seni dan budaya ini merupakan salah satu bentuk yang mungkin lebih dapat dipahami dan dikenali. Salah satunya karena keotentikan dalam seni dan budaya cenderung lebih mutlak dan identik. Seperti tari Saman, yang telah lama kita kenal dan sekarang telah berhasil menjadi salah satu cermina karakter bangsa baik didalam maupun diluar negeri. Bukan hanya mendapay tingkat kepopuleran yang tinggi, Saman juga sudah mendapat tempat tertentu dalam ingatan dan hati sebagian bangsanya sebagai salah satu kekayaan yang patut disimpan dan dilestarikan. Tapi ingat, hanya salah satu karena sebenarnya harta Indonesia sangat banyak dan berlimpah. Tari Saman memiliki nilai-nilai yang sebenarnya kental nilai-nilai dengan Pancasila. Nilai Ketuhanan telah jelas terkandung didalamnya, syair dan penampilannya „akrab‟ dengan Islam. Meskipun begitu ia juga memiliki universalitas bagi agama lain yang juga mengajarkan tentang Ketuhanan yang Esa. Nilai Ketuhanan yang identik dengan relijiusitas tergambar jelas. Nilai persatuan dan gotong royong sebagai salah satu cirri dan karakter bangsa juga tergambar dalam rangkaian gerakan dan penampilan tari Saman. Nilai-nilai lain yang dapat kita gali diantaranya nilai keterbukaan dan demokrasi, nilai perbedaan (plural), kerja keras dan disiplin serta cinta terhadap bangsa dan tanah air. Kumpulan nilai tersebut hanyalah sebagian dari nilai-nilai Pancasila yang dapat ditemukan dalam tarian Saman. Jika diinginkan, sebaiknya mungkin diadakan penggalian secara khusus terhadap nilai-nilai tarian Saman dengan menggunakan metode yang lebih teliti dan ilmiah. Namun dari tulisan yang singkat dan mungkin kurang sempurna ini dapat dikatakan bahwa tari Saman setidaknya sudah memiliki beberapa nilai Pancasila yang sangat Indonesia sekali. Dikatakan Indonesia sekali karena ia telah memiliki karakter sebagai penanda kuat yang berdasarkan Pancasila. Semoga saja tulisan ini tidak hanya menjadi tulisan saja, tetapi dapat menjadi renungan bagi berbagai kalangan tentang kesadaran nilai dan karakter Indonesia dalam Pancasila. Dan Pancasila tidak patut dilupakan. 6

Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman Makalah-perbaikan dari makalah yang pernah disajikan pada kegiatan “Deseminasi MKPK Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan” bagi para Dosen Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di lingkungan Unpad, tanggal 24 November 2000, Kampus Unpad, Bandung. Oleh Drs. Pipin Hanapiah Bahan Pelatihan: Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa. Pengambangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. -

7

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful