Kamis, 15 November 2007 Ceramah bulan Muharram (Tahun Baru Islam) Tahun Baru Islam Oleh: Marhadi Muhayar

, Lc., M.A. َ َ ٌ ْ ‫وما تَذسي وَفس مارا ( :اَنحمذ ِهللِ سب األصمان واآلوَاء، فَال اتتِذَاء نىجىدي وال اوتهاء، يستىي تعهمً انسش وانخفاء، انقائم‬ ُْ َ ْ ُّ ُ َ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ِّ َ ِ ِ ْ َ َ َ ُ ِ ْ َّ ُ ِ َ ُ .‫تَكسة غذًا). أشهذ أن ال انع إال هللا انكثيش انمتَعال، انمىَضيُ عه انشثيً وانمثال، انزي يسثِّح تحمذي كم شيء في انغذُو واآلصال‬ ِ ِّ ُ ُّ ّ ‫وأشهذ أن محمذا عثذي سسىنً انزي حزسوا مه داس انفتىن، انمىضَ ل عهيً (إوك ميّتٌ وإوهم ميتىن). انههم صهي هللا عهي سيذوا‬ ُ ُْ ‫.محمذ خاتم األوثياء وانمشسهيه وعهي آنً انطيثيه وأصحاتً األخياس أجمعيه. أما تعذ‬ Yang saya hormati para alim ulama, para asatidz, para hujjaj, para sesepuh kampung, bapakbapak, ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian.... Wabil khusus... Al-Alim... guru kita... Wabil khusus... Bapak Walikota... Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah... Rasanya, ketika kita berbicara tentang hijrah, tentang Muharram, atau tentang tahun baru Islam, tidak ada sesuatu yang baru atau menarik bagi kita. Sekilas pandang, kita –seakan– merasa sudah terlalu pandai dalam mengenali bulan Islam yang satu ini. Benarkah demikian? Sudahkah khasanah keilmuan kita, sesuai dan memadai sebagai seorang muslim yang sejatinya mengenal dengan baik tentang bulan-bulan Islam. Sejarah bulan Hijriah Sejarah mencatat, manusia pertama yang berhasil mengkristalisir hijrah nabi sebagai event terpenting dalam penaggalan Islam adalah Sayidina Umar bin Al Khattab, ketika beliau menjabat sebagai Khalifah. Hal ini terjadi pada tahun ke-17 sejak Hijrahnya Rasulullah Saw dari Makkah ke Madinah. Namun demikian, Sayidina Umar sendiri tidak ingin memaksakan pendapatnya kepada para sahabat nabi. Sebagaimana biasanya, beliau selalu memusyawarahkan setiap problematika umat kepada para sahabatnya. Masalah yang satu ini pun tak pelak dari diktum diatas. Karenanya, beberapa opsi pun bermunculan. Ada yang menginginkan, tapak tilas sistem penanggalan Islam berpijak pada tahun kelahiran Rasulullah. Ada juga yang mengusulkan, awal diresmikannya (dibangkitkannya) Muhammad Saw sebagai utusannyalah yang merupakan timing waktu paling tepat dalam standar kalenderisasi. Bahkan, ada pula yang melontarkan ide akan tahun wafatnya Rasulullah Saw, sebagai batas awal perhitungan tarikh dalam Islam. Walaupun demikian, nampaknya Sayidina Umar r.a. lebih condong kepada pendapat –sayidina Ali karamallâhu wajhah-- yang meng-afdoliah-kan peristiwa hijrah sebagai tonggak terpenting ketimbang event-event lainnya dalam sejarah Islam, pada masalah yang satu ini. Relevan dengan klaim beliau: “Kita membuat penaggalan berdasar pada Hijrah Rasulullah Saw, adalah lebih karena hijrah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dengan yang batil. Dalam penulisan tahun Hijriah sendiri, biasa ditulis dengan karakter hurup (‫ )ٕـ‬dalam bahasa

disaat menenggelamkan Firaun. serta para pengikutnya. mereka semuanya merasa lapar dan dahaga. bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabiul Awal –bukan pada bulan Muharram--. Ketika sejarah mengatakan. pada hari kesepuluh dari bulan tersebut. Islam memerintahkan umatnya untuk berpuasa sunah dan meluaskan perbelanjaan kepada keluarganya pada hari tersebut. atau (A. tergantung budaya masing-masing tempat dalam mengekspresikan rasa bahagianya terhadap hari Islam tersebut. Konon. beliau memandang di bulan Muharramlah Nabi berazam untuk berhijrah. atau mungkin dalam bentuk lain semacam nasi tumpeng. dan keluar dari tempat persembunyiannya di Gua Tsur pada awal bulan Rabiul Awal. bukan pada bulan Rabiul Awal. yaitu bulan Muharram”. Ini lebih karena. pilihan jatuh pada bulan Muharram. Sehingga Rasulullah pernah menamakannya dengan “Bulan Allah”. tepatnya pada hari Senin tanggal 13 September 622. sebagaimana sabdanya: “Sebaik-baik puasa selain dari puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Allah. hingga Nabi kita Muhammad Saw. Sayidina Umar beserta sahabat-sahabatnya menginginkan bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah.H.Arab. maupun makanan lain sejenisnya. Rasulullah Saw. karena pada hari itulah Allah menyelamatkan Nabi Musa a. ketika Nabi Nuh As. Yang Unik Dalam Hijriah Nampaknya. Kalau kita berupaya untuk menelusuri keterangan dari junjungan kita. juga dikarenakan dia termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dilarang Allah untuk berperang di dalamnya. Adapun tradisi bubur Asyura --berdasarkan riwayat dhaif--. yang menjadi unik bagi kita –sebagai kaum terpelajar– adalah tradisi bubur Asyura tersebut. Hari Asyura. yang berarti sepuluh. ( Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihya). Sepertinya.). dari hadits sahihnya kita dapati. sebagai pinangan pertama bagi awal penanggalan Islam. dalam peristiwa hijrah ini Nabi bertolak dari Mekah menuju Madinah pada hari Kamis terakhir dari bulan Safar. sedangkan untuk bahasa Indonesia biasa ditulis dengan (H. dan para pengikutnya turun dari bahtera. Ternyata keunikan awal Hijriah tidak hanya sampai di situ. sebagian orang dari kampung kita membuat makanan sejenis bubur yang dinamakan bubur Asyura.) singkatan dari Anno Hegirea (sesudah hijrah) untuk bahasa-bahasa Eropa. tapi mengapa pada dataran realita. karena pada hari itu Allah mengaruniakan nikmat yang besar kepada para nabi terdahulu. sejak zaman Nabi Adam As. sedangkan perbekalan masing-masing telah habis. bertepatan dengan 16 Juli 622 M. bahwa ia adalah hari yang bersejarah bagi umat Yahudi. padanya Rasulullah Saw selesai mengerjakan ibadah haji. di hari Asyura ini. ada sesuatu yang unik dalam kalenderisasi Islam ini. Hanya saja. Adakah hubungannya dengan Islam? Asyura itu sendiri terambil dari ucapan “`Asyarah”. hari Jumat. Memang.s. hari yang ke sepuluh dari bulan Muharram. Maka . Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 1 Muharam. Biasanya.

kenyanglah para pengikutnya pada hari itu. Zulka‟dah. berkenaan dengan hari Asyura tersebut. apakah memang ada landasannya dalam Islam. Semacam tradisi atau bahkan keyakinan tentang tidak mau melangsungkan akad pernikahan di bulan ini. di antaranya empat bulan yang dihormati. Berdasarkan ayat ini. segala aktifitas kebaikan tidak ada larangannya untuk dilakukan di bulan Muharram. Menurut hemat penulis. Adapun aktifitas positif --semacam pernikahan--. yang selalu ditekankan oleh junjungan kita. dalam perspektif Islam adalah satu aktifitas atau amalan kebajikan. sadar dan insaf kepada-Nya. oleh karenanya. Muharram dalam perspektif Islam. kita dilarang melancarkan peperangan kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat kita elakan. Ketetapan yang demikian itu adalah agama yang lurus. berkenaan dengan Muharram ini. bisa terjadi pada musim . Maka mereka menghukumi haram untuk melangsungkan akad dan resepsi pernikahan. Zulhijjah dan Muharram). Berkat ide Nabi Nuh As. bahwa ketabuan semacam ini. Sebagai contoh.. tidak ada larangan dalam Islam untuk melangsungkan acara perkawinan di bulan Muharram. merupakan salah satu dari empat bulan haram yang ada dalam Islam (Rajab. meminta masing-masing membawa satu genggam biji-bijian dari jenis apa saja yang ada pada mereka. di saat tradisi semacam ini mengandung nilai positif dan seiring (implisit) dengan ajaran Islam. musim haji dan bulan puasa. Hanya saja. Dari cerita inilah. Terkumpullah tujuh jenis biji-bijian. semua pada asalnya boleh-boleh saja. maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar larangan-Nya). Dalam empat bulan ini. bahkan mungkin karena kontaminasi dan pengaruh kultur Islam-Kejawen yang terkadang masih melekat dalam budaya Indonesia. Terlebih.adalah sebagai pengaruh dari doktrin Syiah. Pemahaman semacam ini tersebar luas ke negara-negara Islam dan akhirnya sampai ke negara kita (wallahu a‟lam). Mengingat bahwa kalender hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan yang berlawanan dengan rotasi matahari. Firman Allah Swt dalam surah At Taubah ayat 36: “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah ketika menciptakan langit dan bumi. Zulka‟dah dan Zulhijjah. Sebagaimana gejala lain terkadang kita dapati juga dari masyarakat kita –masyarakat Bekasi atau Betawi--. hendaknya manusia selalu mengenang dan mengingat hari ketika Allah menurunkan nikmat atau azab kepada manusia. Hanya maksiat dan kezaliman saja yang dilarang lebih keras oleh Allah Swt pada bulan-bulan tersebut. Demikian juga dengan bulan Rajab. Mungkin sekedar inilah yang ditekankan Rasululullah Saw. bukan maksiat dan kezaliman. Fenomena semacam ini. dikatakan sunat membuat bubur Asyura dari tujuh jenis biji-bijian untuk dihidangkan kepada fakir miskin pada hari itu.Nabi Nuh As. agar kita semua dapat bersyukur. selagi tidak bertentangan dengan kaidah agama yang lain. Namun saya lebih melihat. atau hanya sekedar khurafat. --barangkali-. Secara kebetulan. Karenanya masyarakat Syiah memandang bulan Muharram sebagai bulan dukacita dan bulan berkabung. Sayidina Hussain terbunuh di Karbala pada bulan Muharram. maka mengakibatkan semua hari-hari besar Islam dapat terjadi pada musimmusim yang berbeda. semuanya dicampurkan menjadi satu. lalu dimasak oleh beliau untuk dijadikan bubur. atau acara suka-ria lainnya di bulan itu.

atau Madinatul Munawarah (kota . perbedaan tersebut terjadi dikarenakan: Pertama.dingin atau pada musim panas.dalam penentuan hari besar. Cita-cita dari hijrah Nabi Saw adalah untuk mewujudkan peradaban Islam yang kosmopolit dalam wujud masyarakat yang adil. keadaan cuaca dan peralatan yang dipakai dalam melihat anak bulan. adalah proklamasi tentang terbentuknya suatu ummah. humanis. Dari sini. Kelahiran Piagam Madinah. jelas tidak harus menggunakan parameter sosiologis sejarah jaman Rasulullah. Sebagaimana klaim seorang profesor di bidang kultur Indo-Muslim Universitas Harvard. Annemarie Schimmael. Kedua. Eksistensi Hijrah Menginterpretasikan hijrah sebagai the founding of Islamic Community seperti dideskripsikan oleh Fazlur Rahman (guru besar kajian Islam di Universitas Chicago). Kita pun sering menemukan perbedaan di antara beberapa kalender hijriah yang dicetak. yang waktu itu baru berjumlah 100-an orang. sehingga proses melihat anak bulan (ru‟yah) masih tetap relevan –meskipun sebenarnya dilematis-. Jadi memaknai makna hijrah saat ini adalah dengan menarik peristiwa itu sebagai ibrah (pelajaran). Idul Fitri dan Idul Adha. egaliter. Sebab jika Rasulullah Saw mempertahankan eksistensi kaum muslimin di Makkah kala itu. yang oleh Montgomery Watt disebut sebagai Konstitusi Madinah dan konstitusi modern yang pertama di dunia. dan optimisme dalam meraih cita-cita. maka tidak akan ditemukan adanya program penanggalan hijriah yang 100 persen benar. Karena hijrah bukanlah pelarian akibat takut terhadap kematian. menyebut hijrah sebagai tahun (periode) menandai dimulainya era muslim dan era baru menata komunitas muslim. karena tidak mung-kin Rasulullah takut terhadap kematian. penghargaan atas prestasi kerja. Karena Rasulullah telah tiada. Dan yang perlu diingat. Karena menarik sosiologi sejarah menjadi kemestian yang harus dilalui itu merupakan kemuskilan. Adapun dalam mengembangkan makna hijrah untuk menarik relevansi kekiniannya. penggunaan cara penghitungan dan proses melihat bulan yang berbeda. Hijrah menggambarkan perjuangan menyelamatkan akidah. seperti bulan puasa. Rasulullah berhijrah setelah mempersiapkan kondisi psikologis dan sosiologis di kota Madinah dengan mengadakan perjanjian Aqabah I dan Aqabah II di musim haji. Fazlur Rahman menyebut peristiwa hijrah sebagai marks of the beginning of Islamic calender and the founding of Islamic Community. sepenuhnya benar dan dapat dielaborasi dalam perspektif sejarah. Ketiga. tidak ada standardisasi internasional tentang cara melihat anak bulan. dan demokratis tercermin dalam keputusan Nabi mengganti nama Yastrib menjadi Madinah. hari-hari besar Islam tidak akan terjadi persis dengan musim kejadiannya. ini akan menyulitkan kaum muslimin itu sendiri. Itulah sebabnya. kecuali sekali dalam 33 tahun.

Karena itulah. Allah mewajibkan mereka untuk hijrah (QS 4: 97-100). orang yang mampu hijrah tetapi tidak melaksanakannya disebut sebagai orang yang menganiaya dirinya sendiri (zhalim). Bahkan lebih dari itu. kebebasan masyarakat dipasung oleh struktur budaya feodal. Transformasi Kebijaksanaan Sejarah Peristiwa hijrah ke Madinah atau yang saat ini kita peringati sebagai tahun baru Hijrah (1 Muharram 1419). Mengenai apa saja martabat kemanusiaan atau hak-hak asasi -yang merupakan pundamen utama suatu kebudayaan-. pada dasarnya tidak lain adalah penyangkalan terhadap keimanan atau keislamannya sendiri. Jadi tidak semata-mata perpindahan fisik dari satu daerah ke satu daerah lain.yang dilindungi Islam. sebab luasnya bumi dan melimpahnya rezeki di atasnya. adalah transformasi kebudayaan. Pada spektrum ini. orientasi keummatan mengadakan suatu transformasi ekonomi dan politik. telah terbukti mampu mewujudkan suatu kepemimpinan yang di dalamnya berlangsung tatanan masyarakat berdasarkan moral utama (makarimal akhlaq). berperadaban. adalah transformasi keummatan. agar manusia dapat mengenyam 'kebebasan'. Betapa serangkaian peristiwa hijrah itu. meneladani. sebagai sunnatullah dan sunnatur-rasul. yaitu kota par exellence. adalah peristiwa yang di dalamnya tersimpan suatu kebijaksanaan sejarah (sunnatullah) agar kita senantiasa mengambil hikmah. adalah merupakan suatu kewajiban. pada dasarnya memang disediakan oleh Allah untuk keperluan manusia. al-Qur'an telah menggariskan pokok-pokoknya seperti perlindungan fisik individu dan masyarakat dari tindakan . pelanggaran terhadap hak-hak aasasi yang telah dilindungi dan diatur dalam Islam. apalagi hanya sekadar untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan politik belaka. Setidaknya ada tiga hal utama dari serangkaian peristiwa hijrah Rasulullah. Bahwa nilai penting atau missi utama hijrah Rasulullah beserta kaum muslimin adalah untuk penyelamatan nasib kemanusiaan. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an. sehingga mereka memperoleh 'kesadaran baru' bagi keutuhan martabatnya. Kedua. dengan demikian pada dasarnya ditujukan untuk mengembalikan keutuhan moral dan martabat kemanusiaan secara universal (rahmatan lil-'alamiin). maka setelah hijrah hak-hak asasi mereka dijamin secara perundang-undangan (syari'ah). Pelanggaran terhadap syari'ah bagi seorang muslim. yang agaknya amat penting untuk kita transformasikan bagi konteks kekinian. Pertama. Hijrah dalam konteks ini telah mengentaskan masyarakat dari kebudayaan jahili menuju kebudayaan Islami. dan mentransformasikan nilai-nilai dan ajaran Rasulullah saw (sunnatur-rasul). melainkan lebih dari itu melibatkan hijrah mental-spiritual. otoritarian dan destruktif-permissifistik. suasana tentram penuh persaudaraan dalam pluralitas (ukhuwah) dan pengedepanan misi penyejahteraaan rakyat (al-maslahatu al-ra'iyah). Jika sebelum hijrah. Kebijaksanaan hijrah. di mana masyarakat mengalami ketertindasan. selalu didahului oleh fenomena penindasan dan kekejaman oleh orang-orang kaya atau penguasa terhadap rakyat kecil. Tujuan dari hijrah. tempat madaniyah atau tamadun.yang bercahaya). dalam visi al-Qur'an itu. jika manusia atau masyarakat mengalami ketertindasan. akan dikenai hukum yang tujuannya untuk mengembalikan keutuhan moral mereka dan martabat manusia secara universal. Hijrah Nabi ke Madinah. Nilai transformatif kebudayaan berasal dari ajaran hijrah Rasulullah.

Kita punya lima hari yang harus kita isi dengan amal baik. akhiran.. . Pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu ini adalah menyadari sekaligus mengintrospeksi sepak terjang kita selama ini.. dimana tempatnya adalah surga. lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. kita tidak tahu apakah itu milik kita atau bukan. Dari sejarah kita mengetahui. Islam secara tertulis mengeluarkan undang-undang yang melindungi kaum Nasrani dan Yahudi.. Dan pada saat membangun kepemimpinan Madinah. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. apakah kita sudah siap dengan amal kita? Hari kelima. "Wahai manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. bernama Hasan Al-Basri. atau mendapat rapor dengan tangan kiri kita. bahwasanya yang pertama menunjukkan 'tanda-tanda kerasulan' pada diri Nabi." (QS: At-Taubah:105) Tidak terasa umur kita bertambah satu tahun lagi. "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.. Persahabatan beliau dan persaudaraan kaum Muslimin dengan kaum Yahudi dan Nasrani. yaitu masa lalu yang telah kita lewati apakah sudah kita isi dengan hal-hal yang dapat memperoleh ridho Allah? Hari kedua. adalah transformasi keagamaan. Ketiga. hari yang akan datang.. aqulu lakum.. kaum muslimin bersama kaum Yahudi dan Nasrani. setiap hari berkurang. perlindungan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan untuk berpindah agama. Karena itulah. pada masa kepemimpinan Nabi dan sahabat. bahu-membahu dalam ikatan persaudaraan dan perjanjian. yang dalam konteks hijrah. Wallahu „l hâdi ilâ sabîlirrasyâd! Menyongsong Tahun Baru Hijriyah "Dan katakanlah! Beramallah maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. kaum muslimin ditolong oleh raja Najasy.. adalah seorang pendeta Nasrani yang bertemu tatkala Nabi dan pamannya Abu Thalib berdagang ke Syria. sesungguhnya adalah basis utama dari misi (kerisalahan) yang diemban Rasulullah. perlindungan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. Saya akhiri. Transformasi inilah. harus kita gunakan untuk yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat.. Itu berarti jatah hidup kita berkurang dan semakin mendekatkan kita kepada rumah masa depan.. apakah kita mendapatkan rapor yang baik." Umar bin Khatab berkata. yaitu hari kita ditarik oleh malaikat pencabut nyawa menyudahi kehidupan yang fana ini. yang menunjukan nilai buruk tempatnya di neraka.. perlindungan keluarga dan keturunan. yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai kerja atau amal. dapat dikatakan sebagai pilar utama keberhasilan dakwah Rasulullah." Wallahu a'lam bishshowab. Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. Kemudian pada hijrah pertama dan kedua (ke Abesinia). dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata. perlindungan untuk menyatakan pendapat dan berserikat dan perlindungan untuk mendapatkan persamaan derajat dan kemerdekaan. Billahi taufik wal hidayah. berarti berkurang pula bagaianmu.. yaitu hari yang sedang kita alami sekarang ini. Hari keempat. kuburan. Hari pertama. Hadanallahu wa'iyyakum ajma'in. Benar sekali kata seorang ulama besar Tabi'in. Hari ketiga..badani di luar hukum.

Pada saat ini kita semua tengah memperingati hari besar Islam 1 Muharom. Dengan memasuki tahun baru ini membuat kita sadar bahwa umur kita telah bertambah dari satu tahun menjadi dua tahun. maka gunakanlah sisa dari umur yang ada itu dengan amalan-amalan atau aktifitas yang sesuai dengan norma-norma agama. hal itu menunjukan bahwa tingkat keimanan kita semakin bertambah. Dan dengan memasuki tahun baru ini hendaknya kita mengoreksi akan hasil-hasil perbuatan kita di masa yang sudah lalu atau pada tahun yang telah kita tinggalkan. oleh karena itu patutlah kita bersyukur kepada Allah SWT karena kitamasih diperkenankan oleh Allah untuk dapat menikmati apa yang telah diberikan oleh-Nya di muka bumi ini. Koleksilah diri kita masing-masing dengan kaca mata agama. Sesuai dengan hadits Rasulullah saw : . Begitu pula sebaliknya. Bapak-bapak. bila selama satu tahun yang itu banyak amalan jeleknya. Akan tetapi. kita semua dapat berkumpul di majlis ini guna untuk mendengar ceramah dalam rangka memperingati 1 Muharom. sehingga kita dapat membedakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang salah. Hadirin sekalian yang berbahagia. Kalau seandainya selama satu tahun kita tinggalkan itu banyak amalan-amalan baik. yang lazimnya disebut dengan tahun baru Islam. Patutlah pasa hari ini kita mengucapkan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat. yang sebelumnya 17 tahun menjadi 18 tahun dan begitulah seterusnya. hidayat. dan itulah sebaik-baiknya tindakan manusia yang cerdik. serta inayat-Nya. maka tentunya kita harus lebih memperbaiki keimanan kita. ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Selnajutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw karena dari beliaulah kita semua dapat mengetahui akan ajaran-ajaran Islam. haruslah kita sadari pula bahwa dengan bertambahnya tahun. maka akan semakin satu tahun kesempatan kita dalam mencari atau berbuat amal soleh. Dengan bergantinya tahun baru ini yang membuat umur kita menjadi bertambah. Hadirin sekalian yang berbahagia. Kita buat neraca atau perbandingan selama satu tahun yang telah kita tinggalkan itu banyak perbuatan yang melanggar sayriat Islam atau kah banyak perbuatan yang diridloi oleh Allah.Assalamu‟alaikum Wr. Wb.

(HR. . Terimakasih atas perhatiannya. mohon maaf bila ada salah-salah kata dan kekhilafannya. uushikum wanafsii wa-iyyaaya bitaqwallohi. kita perbanyak mengumpulkan amalan-amalan yang bagus.Ahmad)” Berangkat dari hadits tersebut. wassalamu „alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu. Mudah mudahan apa yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal „alamin. Akhirul kalam. utamanya tahun baru hijriah yang tepatnya pada tanggal 1 Muharom kita koreksi diri.“Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalannya dan sejelekjeleknya manusia adalah yang diberi umur panjang dan jelek amalannya(perbuatannya). marilah kita dalam memperingati hari besar Islam. Itulah makna sebenarnya dalam acara memperingati 1 Muharom ini. Demikian sambutan dari saya.

Assalamualaikum Wr. mothers and brothers and sisters whom I respect. we must also realize that with increasing years. then use the rest of life that there was a deed-deeds or activities in accordance with the norms of religion. With each passing year that makes this new age we are getting. Yes Amin robbal 'alamin. so that we can tell which way is straight and which path is wrong. However. bad man is that given the longevity and ugly righteous deeds (actions). Selnajutnya sholawat and hopefully keep tercurahkan regards to the lord of the Prophet Muhammad because of beliaulah we all can learn to the teachings of Islam. (HR. commonly referred to as the Islamic new year.Ahmad) " Departing from the Hadith. a speech from me. let us commemorate the big day in Islam. We create a balance or ratio for one year we have left that many acts that violate Islamic sayriat or whether many acts that diridloi by God. if for one year which was a lot of bad deeds. Similarly. If the case for a year's leave it much good deeds-deeds. Ladies and gentlemen of the blessed. it shows that increasing the level of our faith. we can all gather in this majlis in order to hear a lecture in commemoration of a Muharom. and Inayat Him. Pasa is fitting today we say tahmid and tasyakur Allah SWT because it is only by grace. Wb. then surely we must further refine our faith. In accordance with the hadeeth of the Messenger of Allah: "At best people are those who long shelf life and good righteous deeds and bad. Vice versa. we multiply collect good deeds-deeds. At this time we all commemorate the middle of a major Islamic Muharom. the previous 17 years to 18 years and so on. And by entering into this new year we should be correcting the results of our actions in the future is past or in the year we have left. Koleksilah ourselves each with a glass eye of religion. By entering this new year makes us realize that our age has increased from one year to two years. especially the new Hijra year is exactly on the 1 Muharom our self-correction. therefore we must be grateful to Allah SWT for kitamasih allowed by God to be able to enjoy what has been given by Him on this earth. Ladies and gentlemen of the blessed. hidayat. . Hopefully what I have to say is beneficial to us all. Fathers. That's the true meaning of an event commemorating this Muharom. the more one year our chances in finding or pious charity. and that's the best of human actions that clever.

wassalamu 'alaykum warohmatullohi wabarokaatuhu. Akhirul kalam. uushikum wanafsii wa-iyyaaya bitaqwallohi. . sorry if there is one-one words and kekhilafannya.Thank you for your attention.

‬ ‫اىغٞذاد ٗاىغبدح اىَجبسمخ. إرا مبّذ اىقضٞخ ىزشمٔ فٜ اىعبً خٞشا مثٞشا‬ ‫األفعبه ، األفعبه ، فئّٔ ٝذه عيٚ أُ صٝبدح ٍغز٘ٙ إَٝبّْب. ٕزا ٕ٘ اىَعْٚ اىحقٞقٜ ىٖزا االحزفبه حذثب ‪. ثبىعنظ ، إرا مبُ ىغْخ ٗاحذح ٗاىزٜ مبُ ْٕبك اىنثٞش ٍِ اىغٞئبد ،‬ ‫فَِ اىَؤمذ أّْب ٝجت صقو عقٞذرْب.‬ ‫‪ّٗ sholawat Selnajutnya‬أٍو اىحفبظ ٝزعيق ‪ tercurahkan‬إىٚ سة اىْجٜ ٍحَذ ثغجت ‪ beliaulah‬عيْٞب جَٞعب أُ ّزعيٌ‬ ‫ىزعبىٌٞ اإلعالً ، ٗثبىزبىٜ َٝنْْب أُ ّق٘ه اىزٜ ٕٜ اىطشٝق اىَغزقٌٞ ٗاىطشٝق اىزٛ ٕ٘ خبطئ.Ahmad‬‬ ‫االثزعبد عِ اىحذٝث ، دعّ٘ب ّحزفو اىًٞ٘ اىنجٞش فٜ اإلعالً ، ٗخص٘صب اىعبً اىٖجشٛ اىجذٝذ ٕ٘ ثبىضجظ عيٚ 1 ‪Muharom‬‬ ‫ثأّفغْب اىزصحٞح ، ّٗضشة جَع األعَبه اىجٞذح ، أفعبه. ّعٌ اىعيَِٞ اٍِٞ ‪.‬ ‫قجو اىذخ٘ه فٜ ٕزا اىعبً اىجذٝذ ٝجعيْب ّذسك أُ عصشّب قذ اسرفع ٍِ عبً ٗاحذ إىٚ عْزِٞ ، فٜ اىغبثق 17 عبٍب إىٚ 17 عبٍب ،‬ ‫ٕٗيٌ جشا.‬ ‫اٟثبء ٗاألٍٖبد ٗاإلخ٘ح ٗاألخ٘اد اىزِٝ أمِ ىٌٖ احزشاٍب.‬ ‫‪ Koleksilah‬أّفغْب ٍع مو م٘ة ٍِ عِٞ اىذِٝ.robbal‬‬ ‫أشنشمٌ عيٚ إزَبٍنٌ ، ٗآعف إرا مبُ ْٕبك 7-7 اىنيَبد ٗ‪ Akhirul .‫ّبدٛ اىٖاله. عيْٞب خيق ر٘اصُ أٗ ّغجخ ىَذح عْخ ٗاحذح ىذْٝب اىعذٝذ ٍِ األعَبه اىزٜ رشمذ‬ ‫رْزٖل ‪ sayriat‬اإلعالٍٞخ أٗ ٍب إرا مبّذ األفعبه اىنثٞشح اىزٜ ‪ ٍِ diridloi‬قجو هللا.warohmatullohi wabarokaatuhu‬‬ .kekhilafannya‬اىنالً ، ‪uushikum wanafsii‬‬ ‫‪ wassalamu ،WA .‬ ‫فٜ ٕزا اى٘قذ ّحِ ّحزفو جَٞعب فٜ ٍْزصف ‪ Muharom‬إعالٍٞخ مجشٙ ، ىزىل ٝجت أُ ّنُ٘ ٍَزِْٞ ألجو هللا عجحبّٔ‬ ‫ٗرعبىٚ ‪ kitamasih‬عَح هللا ىزنُ٘ قبدسح عيٚ اىزَزع ٍب أعطٞذ ىٔ ٍِ قجو عيٚ ٕزٓ األسض.‬ ‫اىغٞذاد ٗاىغبدح اىَجبسمخ. ّأٍو أُ ٍب أٗد أُ أق٘ه ٕ٘ ٍفٞذ ىْب جَٞعب.‬ ‫ثبعب ٕ٘ اىًٞ٘ اىَْبعت ّق٘ه ‪ tasyakurٗ tahmid‬عجحبّٔ ٗرعبىٚ ألّٔ ٕ٘ فقظ ثبىْعَخ ، ٕٗذاٝخ ، ٗعْبٝذ ثٔ ، ّغزطٞع جَع‬ ‫مو ٍب فٜ ٕزا اىَجيظ ىالعزَبع إىٚ ٍحبضشح فٜ االحزفبه ٍِ ‪ٝ ، Muharom‬شبس إىٚ اىغْخ اىجذٝذح اإلعالٍٞخ. (‪" )HR. ٗفقب ىحذٝث سع٘ه هللا :‬ ‫"ٗفٜ أفضو اىْبط ٌٕ أٗىئل اىزِٝ اىعَش االفزشاضٜ اىط٘ٝو ٗاىعَو اىصبىح اىخٞش ٗاىشش ، ٗٝشد ٕزا اىشجو اىغٞئ ط٘ه اىعَش‬ ‫ٗاىعَو اىصبىح اىقجٞح (إجشاءاد).‬ ‫ٗاىذخ٘ه فٜ ٕزا اىعبً اىجذٝذ ٝجت أُ ٝنُ٘ رصحٞح ّزبئج أعَبىْب فٜ اىَغزقجو ٕ٘ اىَبضٜ أٗ فٜ اىغْخ ىذْٝب اىٞغبس.iyyaaya bitaqwallohi‬عيٞنٌ ‪.‬ ‫ٍع ٍشٗس مو عْخ ٝجعو ٕزا اىعصش اىجذٝذ اىزٜ ّزيقبٕب ، ثٌ اعزخذاً ٍب رجقٚ ٍِ اىحٞبح اىزٜ مبُ ْٕبك فعال ، أٗ أّشطخ األعَبه‬ ‫ٗفقب ىق٘اعذ اىذِٝ ، ٕٗزا أفضو األعَبه اىجششٝخ اىزٜ رمٞخ.Muharom‬‬ ‫ٗثبىَثو ، ميَخ ٍْٜ. اىجْل اىذٗىٜ. ٍٗع رىل ، ٝجت عيْٞب أُ ّذسك أٝضب أّٔ ٍع رضاٝذ عْ٘اد ، ٕٜٗ اىغْخ أمثش ٗاحذ فشصْب فٜ إٝجبد أٗ صذقخ‬ ‫ٗسعخ.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful