P. 1
Cara Aman Konsumsi Antibiotik

Cara Aman Konsumsi Antibiotik

|Views: 7|Likes:
Published by familyman80
penjelasan aturan menggunakan antibiotk dimana intinya tidak boleh sembarangan membeli antibiotik, perlu memahami ada perbedaan antara infeksi bakteri dengan infeksi virus, sehingga tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, dan ingat bila sudah diresepin antibiotik harus konsumsi sd tuntas minimal 3 hari , untuk typus bisa sd 2 minggu, jadi ikuti petunjuk dokter & apoteker anda
penjelasan aturan menggunakan antibiotk dimana intinya tidak boleh sembarangan membeli antibiotik, perlu memahami ada perbedaan antara infeksi bakteri dengan infeksi virus, sehingga tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, dan ingat bila sudah diresepin antibiotik harus konsumsi sd tuntas minimal 3 hari , untuk typus bisa sd 2 minggu, jadi ikuti petunjuk dokter & apoteker anda

More info:

Published by: familyman80 on Jul 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

S E H AT

CARA AMAN KONSUMSI

ANTIBIOTIK
Antibiotik merupakan obat mujarab untuk menghilangkan rasa sakit. Sudah 70 tahun lebih antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik dalam berbagai bentuk baik tablet maupun sirup hampir di antara kita pasti pernah menggunakannya. Namun, tidak semua orang tahu bahwa antibiotik sebenarnya tidak bisa digunakan untuk mengobati semua penyakit. Oleh karena itu, antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Bagaimana cara aman konsumsi antibiotik? Berikut ulasannya.

52

INFOASKES

SEPTEMBER 2010

S E H AT

B

anyak orang awam menganggap enteng penggunaan antibiotik. Ketika demam dan lu menyerang, obat antibiotik selalu menjadi solusi. Bahkan luka terjatuh pun tidak lengkap obat jika tanpa antibiotik. Tak sampai di situ, khasiat dari obat antibiotik pun dapat mengobati penyakit serius seperi tuberkulosis atau kolera. Dr. Masrul Syafri, Sp.PD, Sp.JP, FIHA menjelaskan bahwa obat antibiotik dapat menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakterial. Akan tetapi, harus disadari pula bahwa proses penyembuhan infeksi bakterial juga dibantu oleh status gizi dan imunitas pasien. Jadi, antibiotik tidak selalu dapat diandalkan. Obat antibiotik tidak boleh diberikan sebagai preventif dan tidak boleh diberikan berdasarkan hasil laboratorium saja. Dokter harus meresepkan antibiotik kepada pasien secara empiris dan bukan berdasarkan hasil kultur. Sama halnya dengan penggunaan jenis obat lainnya, antibiotik pasti menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan sampai dampak jangka panjang. Reaksi alergi ringan, seperti gatal-gatal sampai pada efek samping jangka pendek, seperti perut kembung, pusing, sakit di ulu hati, jantung berdebar-debar, diare, dan lain-lain biasa mendera pasien yang mengonsumsi antibiotik. “Adapun dampak jangka panjang yang dapat diderita pasien dari penggunaan antibiotik, antara lain gagal ginjal, hepatitis toksik pada hati, pada telinga berupa ketulian, pada syaraf bisa neuritis, dan lain-lain. Di samping itu, hal yang patut juga jadi perhatian khusus, yaitu antibiotik dapat menyuburkan pertumbuhan jamur yang sulit diobati,” ujar Masrul. Jenis Antibiotik Dokter Internist Cardiologist RS dr. M. Jamil, Padang ini memaparkan bahwa secara umum antibiotik dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme

Tips Aman Konsumsi Antibiotik
» Jangan pernah menggunakan antibiotik secara sembarangan jika Anda tidak benar-benar memerlukannya. Pelajari perbedaan antara virus dan bakteri. Jangan langsung Anda menggunakan antibiotik ketika terinfeksi virus lain, seperti cacar air atau diare (gastroenteritis). Minumlah antibiotik Anda hanya sesuai dengan resep dokter dan selalu habiskan resep dokter. Jangan pernah menyimpan beberapa antibiotik Anda untuk mengobati infeksi yang mungkin terjadi di masa mendatang. Jangan pernah mengonsumsi antibiotik apapun berdasarkan rekomendasi dan pengalaman pribadi orang lain.

»

»

Dr. Masrul Syafri, Sp.PD, Sp.JP, FIHA

kerjanya. Ada yang membunuh kuman (bakterisid) dan ada yang menghambat pertumbuhan kuman (baktriostatik). Selain itu, ada lagi pengelompokan berdasarkan sensitiitasnya terhadap gram positif atau gram negatif, spektrumnya (broad/narrow), route penggunaan (oral/injeksi/topikal), dan berdasarkan struktur kimianya. Antibiotik boleh diresepkan untuk pasien yang memiliki tanda-tanda infeksi. Pemilihan pada pemberian antribiotik lebih ditentukan pada jenis infeksinya. Dapat dilihat dari ada tidaknya kontraindikasi untuk pasien tersebut, seperti tidak boleh diberikan golongan quinolone pada anak-anak dan tidak boleh tertrasiklin untuk ibu hamil. “Penggunaan antibiotik yang tepat baik dalam hal jenisnya, dosisnya, dan lama penggunaannya tentu akan memperbaiki dan mempercepat penyembuhan. Akan tetapi, bila antibiotik digunakan secara serampangan, tentu akan membahayakan pasien,” tutur dokter yang menyelesaikan studi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di FKUI tahun 2006 ini.

»

Bagi Peserta ASKES Mintalah Selalu Resep Obat DPHO kepada Dokter Anda

Benar adanya ungkapan “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Selain pembahasan tentang cara aman konsumsi antibiotik, ada baiknya Anda juga menghindari resistensi terhadap bakteri. Cara terbaik menghindari infeksi adalah dengan selalu menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun setiap kali selesai dari kamar mandi dan sebelum makan. Cara itu akan menghindarkan Anda dari bakteri masuk ke tubuh. Jika ada bagian tubuh Anda yang terluka, usahakan selalu menjaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi yang lebih akut. Jadi, jagalah kesehatan Anda karena kesehatan adalah aset untuk Anda menjalani kehidupan indah ini.

SEPTEMBER 2010

INFOASKES

53

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->