A. Aktivitas diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan Inonesia a. Diplomasi Indonesia menghadapi sekutu dan Nica 1).

Perjanjian linggarjati (25 Maret 1947) Inggris mencoba mempertemukan kembali pihak-pihak yang bertikai dengan mengirim diplomat Lora Killearn. Perundingan di Jakarta pada 7 Oktober 1946, delegasi Indonesia diketahui perdana menteri Sultan Syahrir, sedangkan delegasi Belanda dipimpin Prof. Schermerhom. Perundingan tersebut menghasilkan persetujuan yang isinya sebagai berikut : a. Diperlakukannya genjatan senjata antara Indonesia, Belanda dan Inggris. b. Dibentuk sebuah komisi bersama gencatan senjata untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata. Sebagai kelanjutan perundingan sebelumnya pada 10-15 November 1946 dilangsungkan perundingan dilinggarjati dekat Cirebon. Perundingan ini menghasilkan 17 pasal yang intinya berisi sebagai berikut : a. Belanda mengakui Defacto RI dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa dan Madura. b. RI dan Belanda akan bekerjasama membentuk Negara Indonesia Serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat yang salah satu bagiannya adalah RI. c. Republic Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk UNI Indonesia-Belanda dengan satu Belanda sebagai ketuanya. Persetujuan linggarjati ditanda tangani wakil Indonesia dan Belanda di istana Rijswijk (sekarang istana merdeka) pada 25 Maret 1947. 2) Perjanjian Reville (17 Januari 1948) Delegasi RI dipimpin Mr. Amir Syariffudin, sedangkan Belanda dipimpin oleh R. Abdul Kadim Wijoatmojo (orang Indonesia yang memihak Belanda). Setelah melalui pembicaraan yang panjang, persetujuan Reville ditanda tangani pada 17 januari 1948. Isi pokok perjanjian Reville yakni sebagai berikut : a. Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata.

b. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah RI dan daerah penduduk Belanda. Moh. Roem sedangkan pihak Belanda diketuai Dr. Van Royem. 4) Konferensi Inter Indonesia Dalam menghadapi KMB. Delegasi Indonesia diperkuat Drs. 3) Perundingan Roem-Royem (7 Mei 1949) Dewan Keamanan PBB memerintahkan UNCI untuk merealisasi resolun pada 28 Januari 1949. Pemerintah Republik Indonesia mengadakan persiapan-persiapan. Indonesia bersedia turut serta dalam KMB yang akan dilaksanakan di Denhaag Belanda. Moh. membangkitkan kembali jiwa dan semangat . 17 April 1949 dimulailah perundingan pendahuluan di Jakarta dipimpin oleh Merle Cochran selaku wakil Amerika Serikat di dalam UNCI delegasi Indonesia diketahui Mr. kemudian Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatera memerintahkan Sri Sultan Hamengkubowono IX untuk mengambil alih pemerintahan Yogyakarta dari tangan Belanda. b. c. c. Isi pokok persetujuan tersebut adalah sebagai berikut: a. antara lain mengadakan konferensi bersama dengan Negara BFO (Negara Boneka bentukan Belanda). Kesepakatan untuk menghentikan tembak menembak antara kedua belah pihak. Dengan berhasilnya panggentiyawan merebut kembali kota Yogyakarta. namun mereka menentang Agresi Militer Belanda II. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya dari wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah RI di Yogyakarta. Hatta dan Sri Sultan Hamengkubowono. Pada 7 Mei tercapai persetujuan diantara kedua belah pihak. Dengan tercapainya perjanjian Roem-Royem. Persetujuan ini terkenal dengan nama persetujuan Roem-Royem. Pemerintah Belanda mengakui Republik Indonesia menjadi bagian RIS.

Konferensi meja bundar berlangsung antara tanggal 23 Agustus – 2 November 1949 dengan hasil kesepakatan. d. Belanda mengakui kedaulatan RIS. Pembentukan UNI Indonesia-Belanda. sedangkan Negara bagian tak mempunyai angkatan perang. baru terhadap perusahaan Belanda di Indonesia. yaitu tahap pertama berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 19-22 Juli 1949 dan tahap kedua diselenggarakan di Jakarta tanggal 31 Juli 1949 yang menghasilkan kesepakatan sebagai berikut : a. Dibentuk UNI Indonesia-Belanda RIS mengembalikan hak milik Belanda dan memberikan izin RIS membayar utang-utang Pemerintah Belanda. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mencari jalan penyelesaian sengketa Indonesia-Belanda secara damai. d. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Moh. c. Pertahanan Negara adalah hak RIS. e. delegasi BFO dipimpin oleh Mr. pihak RI pun membusuhkan BFO. 5) Konferensi Meja Bundar (KMB) Konferensi meja bundar dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949 di Danhaag Belanda. c. konferensi Inter Indonesia dapat berlangsung dalam 2 tahap. b. mereka perlu menjalin kerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia. e. Maarseveen sebagai penengah dari UNCI adalah Chritchley dari Australia. Hatta. Masalah Irian Barat ditunda satu tahun sesudah KMB. Pembentukan RIS b. . TNI jadi inti APRIS dan menerima KNIL (Koning Kujk Kederland Indische Legers dan VBC (Veiligheids Batalyons) yang syarat-syaratnya dibicarakan lebih lanjut. APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) adalah angkatan perang nasional. Akhirnya. antara lain : a.kebangsaan sehingga Negara-negara BFO pun ingin merdeka penuh untuk itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful