Sintaksis Suatu Analisa

Oleh : Ahmad

the users of language are expeted to be able to apply and analyse the structural use of a language based on the actual rules. Those materials are: ­ What is syntax? ­ Levels in syntax and their relations. theoretically. . Therefore. ­ Nuclear and extranuclear functions of a sentence ­ Syntactic analysis according to some theories. however the writer tries to present some main materials which are deemed impor­ tant as the basic of understanding Syntax in more detail. And practically. this article aims at providing a bit information about the significance of understanding syntax.Abstract Syntax is the study of sentence structure. In view of the above descriptions.

Abstrak Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari struktur kalimat. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas. maka penulis mencoba menyajikan beberapa pokok bahasan yang dianggap penting sebagai dasar untuk memahami sintaksis secara lebih mendetail. Dan secara praktis para pemakai bahasa diharapkan dapat menerapkan dan menganalisa struktur penggunaan suatu bahasa sesuai dengan kaidah­­kaidah yang sebenarnya. . Oleh karena itu secara teoritis karya tulis ini bertujuan memberikan sedikit informasi mengenai manfaat memahami sintaksis. Analisis sintaksis menurut beberapa teori. Materi­materi tersebut antara lain: Apa itu sintaksis? Tataran dalam sintaksis dan hubungannya Fungsi inti dan fungsi luar Inti (sampingan) dari suatu kalimat.

sintaksis memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan kemampuan kita untuk memahami seperangkat kalimat­kalimat yang tidak dibatasi oleh jumlah kata­kata. perubahan dan variasi suatu bahasa berdasarkan kaidah­­kaidah yang sebenarnya. khususnya kalimat sebagai sistem gabungan unsur­unsur yang saling menunjang dan merupakan objek studi linguistik untuk menyusun teori­teori bahasa. khususnya teori sintaksis.Pendahuluan Kita melihat bahasa. Sintaksis menentukan bagaimana caranya kata­kata digabungkan untuk membentuk kalimat. . tanpa sintaksis seorang akan mengalami kesulitan untuk memakai kalimat­kalimat yang rumit dan panjang. Sintaksis memudahkan seseorang untuk mengingat dan memahami sejumlah informasi. Kita sangat berharap dengan memahami sintaksis kita akan dapat menganalisa struktur penggunaan. Dengan demikian.

Lebih lanjut Ramlan mengatakan kalau ingin memahami sintaksis sebaiknya menggunakan pendekatan­pendekatan: . Di Vesta dalam bukunya Language. Learning. and Cognitive processes. kalimat. Menurut Longman Dictionary of Contemporary English.Masalah dan Pembahasan 2. menurutnya sintaksis adalah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana. bahwa sintaksis adalah susunan kata­kata menjadi frase­frase dan kalimat­kalimat (the organization of words into phrases and sentences). Apa itu Sintaksis? Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani Sun dan Tattein = menempatkan bersama­sama kata­kata menjadi kelompok kata atau kalimat. klausa. dan frase. Sedangkan menurut Francis J. sintaksis adalah kaidah­kaidah tata bahasa yang digunakan untuk menggolongkan dan menggabungkan kata­kata dalam suatu kalimat (syntax is the rules of grammar which are used for ordering and connecting words in a sentence).1. Lain halnya dengan Ramlan.

Tataran Kategori c.Tataran Fungsi b. secara struktural maupun formalitas. tapi apabila ditinjau dari segi fungsi ternyata tidak memenuhi syarat. Karena tidak mungkin anjing memukul manusia.-Pendekatan struktural -Pendekatan formalitas bahasa -Pendekatan fungsional Dalam hal ini Mansoer Pateda menggambarkan melalui contoh berikut ini: Saya memukul Anjing. Berdasarkan penjelasan dan difinisi di atas. kalimat ini memang memenuhi syarat. namun apabila ada kalimat mengatakan Anjing memukul saya.Tataran Peran . 2. maka dapat disimpulkan bahwa sintaksis adalah ilmu yang mempelajari struktur kalimat (the study of sentence structure).2 Tataran-tataran dalam sintaksis dan hubungan-hubungannya Tataran­tataran dalam sintaksis dapat dibagi menjadi tiga yaitu: a. kalimat ini baik secara struktural maupun formalitas sudah memenuhi syarat.

Tataran Peran Penderita (patient) Penerima (receiver) Aktif (active) Pasif (passive) . Tataran Fungsi Subjek (subject) Predikat (predicate) Objek (object) Keterangan (adverb) b. Tataran Kategori Kata Benda (Noun) Kata Kerja (Verb) Kata Sifat (adjective) Kata Depan (preposition) c.a.

dan peran merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Fungsi­fungsi itu tidak memiliki "makna" tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi­fungsi itu sendiri tidak memiliki "bentuk" tertentu. Oleh karena itu antara fungsi. maka Ayah termasuk dalam tataran peran (role) yaitu pelaku (agent). serta kalau ditinjau dari segi makna.Hubungan antara ketiga tataran tersebut di atas dapat kita aplikasikan melalui contoh berikut ini: "Ayah Pergi" subjeknya adalah Ayah. . Jadi setiap fungsi dalam kalimat konkrit adalah tempat "Kosong" yang harus diisi oleh dua pengisi yaitu pengisi Kategorial (menurut bentuknya) dan pengisi semantis (menurut perannya). Kata ayah berarti sesuatu. kalau ditinjau dari segi posisinya maka Ayah termasuk tataran Fungsi yaitu subject (subject) dan apabila ditinjau dari segi bentuknya. kategori. Maksudnya. tetapi itu menyangkut arti leksikalnya. bukan arti grammatikalnya. maka Ayah termasuk tataran Kategori yaitu kata benda (noun). tetapi harus diisi oleh bentuk tertentu yaitu suatu Kategori. tetapi harus diisi oleh makna tertentu yaitu Peran.

misalnya: Kembali Duduk disini Kalau kita ingin menentukan mana yang termasuk fungsi inti. Konstituen di Mataram terdapat di tempat keterangan. Memang subjek dan predikat itu lebih inti sifatnya dari pada fungsi lainnya.Fungsi Inti dan Fungsi Luar Inti (Sampingan) dari suatu Kalimat Biasanya subjek serta predikat dianggap sebagai fungsi "Inti" (nuclear functions) dan semua fungsi lainnya disebut sebagai fungsi "Luar Inti" atau fungsi "Sampingan" (extra­ nuclear functions). sedangkan Saya tinggal dikatakan sebagai fungsi Inti (nuclear function). . sehingga kita berasumsi bahwa keterangan itu sebagai fungsi sampingan. karena banyak kalimat tanpa subjek. dan mana yang termasuk fungsi sampingan. akan tetapi hal ini hanya secara agak abstrak. kiranya dapat ditentukan hanya dalam kalimat konkrit. Misalnya: Saya tinggal di Mataram.

Tata bahasa Tradisional tidak memperhatikan tata tingkat atau hierarki dalam bahasa. Bolinger bahwa tata bahasaTradisional mendasarkan pendekatan sintaksis dari segi makna. benda.4. ChaedarAlwasilah berpendapat bahwa struktur sintaksispun diberi batasan berdasarkan makna. Subjek adalah sesuatu tentang mana sesuatu dibicarakan (sub­ject is that of which something is said). hingga batasannya tidak jelas. Para ahli sejarah (historical scien­tists) melihat bahwa grammar ini merupakan warisan dari studi Preskriptif abad ke­18 yang pada pokoknya merupakan aturan­aturan berbahasa yang benar. Kata kerja ialah yang menunjukkan kegiatan. Karenanya Tarigan berpendapat bahwa tata bahasa tradisional bertujuan untuk mengatakan kepada pembaca bagaimana cara membuat kalimat­kalimat yang benar berdasarkan seperangkat resep yang eksplisit.Analisis Sintaksis Menurut Beberapa Teori (Aliran) Dalam hal ini mencoba mengekspresikan analisis sintaksis menurut teori tata bahasa Tradisional. tata bahasa Transformasi. Tata bahasa Tradisional merupakan karya Dionysus Thrax yang hidup di Aleksandria. umpamanya: kalimat adalah sekelompok kata­kata yang menyatakan pikiran lengkap dan memiliki subjek dan predikat (sentence is a group of words expressing a complete thought and pos­sessing a subject and predicate). misalnya: kata benda ialah nama orang. Menurut D. dan yang dibendakan. Oleh karena itu A. Mesir pada abad pertama. Dan predikat adalah sesuatu yang dikatakan tentang subjek (predicate is that which is said of the subject). Dari berbagai analisa yang telah dilakukan oleh pakar linguistik. Teori atau tata bahasa Tradisional adalah suatu istilah yang kerap kali digunakan untuk meringkas jajaran sikap­sikap dan metode­metode yang dijumpai pada masa studi sebelum munculnya ilmu Linguistik.1 Tata Bahasa Tradisional (Tradisional Grammar) Aliran ini disebut juga Functional Grammar. 2. tata bahasa Struktural. sebenarnya tata bahasa tradisional tidak merumuskan kaidah bahasa (grammatical rule). . Hal ini jelas dari definisi. tetapi justru menuntut intelegensi pembaca untuk menentukan tata bahasa tersebut berdasarkan petunjuk­petunjuk dan contoh­contoh.

e. Aliran yang dimotori Bloomfield ini lebih banyak menaruh perhatiannya pada Fonologi. phonemes or morphemes which in term may be used to construct larger units. Dalam menganalisa kalimat. Pandangan Bloomfield sebagai pelopor aliran struktural bersifat Antimentalis dan mempertahankan Behaviorisme. Menurut mekanistis ini. yang pal­ ing penting untuk dipelajari adalah yang bisa dijelaskan dengan penuh kepastian dan ketetapan. Di dalam mempertahankan kestrukturalannya. e. . words or sentences). Pandangan demikian menyebabkan Bloomfield dan para pengikutnya menjadi terkenal dengan sebutan Mekanistis. Tepatnya suatu metode analisis linguistik dimana ucapan­ucapan dianalisis ke dalam unit­unit. bahkan sama sekali tidak memperhatikan pada masalah Semantik.g.Tata Bahasa Struktural (Structural Grammar) Tata bahasa struktural dipelopori/dimotori oleh pakar linguistic Amerika kelahiran Jerman Leonard Bloomfield. Struktur yang dimaksud adalah struktur luar (surface structure).g. misalnya: Fonem­fonem atau morfem­morfem yang pada gilirannya mungkin dipakai untuk membangun unit­unit yang lebih besar misalnya: kata­kata atau kalimat­kalimat. Tata bahasa struktural ini meninjau sintaksis dari segi struktur. kemudian morfologi dan sedikit sekali pada sintaksis. (A Method of Linguistic analysis in which utterances are analysed into units. Dalam morfologi dan sintaksis gaya analisis kaum struktural mengikuti gaya yang dipakai dalam fonem. kaum struktural khususnya Amerika mengadakan klasifikasi kata dasar bentuk dan lingkungan (distribusinya) berdasarkan sifatnya menjadi dua golongan besar: (a) Kata yang bersifat terbuka (b) Kata yang bersifat tertutup. yaitu teknik yang ditanamkan Segmentation dan Segmental Analysis. kaum struktural menempuh apa yang disebut Analisis Unsur Bawahan Langsung (Immedia Constituent Analysis) yaitu metode analisis kalimat atau kata­kata dengan membaginya kepada unsur­­unsurnya.

Contoh : The hunter shot the tiger shot the tiger The hunter The hunter shot The tiger the atau shot the tiger shot The tiger the tiger tiger The hunter The hunter .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful