METODE ILMIAH

Tidak tahu Diberi tahu   ← panca indera Tahu Dijelaskan   ← pikiran & pengalaman Pengetahuan Metode ilmiah   ← filsafat ilmu Ilmu

Apa ini ?

Tak tahu 

ingin tahu

Tak tahu   diberi tahu Tahu

 ini mata

  dijelaskan berbagai hal ttg mata
(Filsafat: ontologis + aksiologis)

Pengetahuan
  dijelaskan melalui metode ilmiah
(Filsafat: epistemologis)

ILMU

 opthalmologi / ilmu mata

Bagaimana pendapat Anda tentang istilah ILMU PENGETAHUAN ? Ilmu tentang pengetahuan ? Science about knowledge ? Mana lebih tepat - Filsafat Ilmu - Filsafat Ilmu Pengetahuan

LIPI  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia IPA  Ilmu Pengetahuan Alam Simpulan Anda  ruwet / pusing?

- kemudian ada kata “sains” - MSi = Magister Sains - istilah ilmu pengetahuan merupakan suatu “pleonasme”  pemakaian lebih dr satu kata yg sama artinya - ilmu  segenap pengetahuan ilmiah - ilmu jantung = kardiologi  pengetahuan sistematis / ilmiah tentang jantung - ilmu “pengetahuan”  ilmu yg menyangkut pengetahuan ilmiah apa saja

Ilmu
Bhs Latin  scientia Inggeris  science = pengetahuan scientific = ilmiah know = tahu  knowledge = pengetahuan Awalnya  science - menunjuk pd pengetahuan apa saja  knowledge - digunakan untuk menunjukkan banyaknya ilmu  astronomi, biologi, fisika, geologi, kimia, psikologi - ilmu abstrak  matematika dan logika - ilmu deskriptif dan ilmu empiris  botani, kedokteran

Science
- dipergunakan untuk menjelaskan kerangka dr sistematika pengetahuan  hipotesis, teori, dan hukum yg telah dihasilkan oleh para ilmuwan - serangkaian konsep yg saling terkait, dan skema konsep ini telah berkembang sebagai hasil eksperimen dan observasi yg selanjutnya memperluas kegiatan eksperimen dan observasi berikutnya

- metode untuk memperoleh pengetahuan yg objektif dan dapat diuji kebenarannya  melalui scientific method = metode ilmiah Kemudian science berarti  pengetahuan yg sistematik - termasuk ilmu kealaman dan kemanusiaan

Apa ciri utama ilmu?
Ciri ilmu yg pertama  ada aktivitas - kegiatan yg dilakukan secara sadar - rangkaian aktivitas  suatu proses - prosesnya bersifat intelektual dan mengarah pd suatu tujuan tertentu Aktivitas intelektual - kegiatan yg membutuhkan kemampuan berpikir untuk melakukan penalaran logis atau hasil pengalaman empiris

Ilmu dikembangkan untuk mencapai kebenaran  dengan pengetahuan yg benar  akan diperoleh pemahaman yg benar mengenai alam semesta beserta segala isinya

dengan kemampuan yg meningkat  dapat menyesuaikan diri terhadap alam dan mengubah lingkungan, serta mengubah ciri-cirinya sendiri

Ilmu  kumpulan pengetahuan yg merupakan hasil berpikir
 hasil yg berupa pengetahuan inilah yg menjadi ciri kedua dari ilmu, yakni sebagai suatu produk  produk ini dihasilkan melalui suatu tuntunan / metode tertentu  inilah ciri ketiga dr ilmu

Ciri utama ilmu
1. ujud aktivitas  perilaku 2. hasil aktivitas  berupa produk 3. tuntunan aktivitas  metode  ketiga ciri ini  tak terpisahkan satu dg lainnya

Ciri ilmu (Gie, 2004; Tim Dosen UGM,2007) 1. Pengetahuan - berarti ilmu itu = pengetahuan  kumpulan yg sistematis dr pengetahuan yg dihimpun dg metode ilmiah / kumpulan teratur dari data 2. Aktivitas - ilmu lahir dr aktivitas manusia yg dilakukan secara sadar - aktivitasnyas berupa suatu proses bertahap yg teratur - aktivitas ini bersifat intelektual, dan mengarah pd tujuan tertentu

Ciri ilmu (Gie, 2004; Tim Dosen UGM,2007)
3. Metode - aktivitas dilakukan dg metode tertentu - metode ilmiah - metode ini merupakan suatu prosedur yg mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yg telah ada

Metode
Metode  serangkaian cara dan langkah tertib yg mewujudkan pola tetap Pengertian ilmu sebagai aktivitas penelitian  perlu dipahami berbagai unsur dan cirinya yg lengkap Penelitian sebagai suatu rangkaian aktivitas mengandung prosedur tertentu  metode Untuk menegaskan cakupannya hanya di bidang keilmuan  disebut metode ilmiah

Metode langkah yg diambil menurut urutan tertentu untuk mencapai pengetahuan yg benar Urutan tsb meliputi - tata cara, teknik, atau jalan yg telah dirancang dan telah dipergunakan dlm proses memperoleh pengetahuan jenis apapun, baik pengetahuan humanistik dan historis, maupun pengetahuan filsafat dan ilmiah Metode  prosedur untuk mendapatkan dan mempergunakan data

Metode ilmiah
Suatu prosedur yg mencakup berbagai - tindakan pikiran - pola kerja - cara teknis - tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru, atau mengembangkan pengetahuan yg telah ada  Metode ilmiah  prosedur yg dipergunakan oleh ilmuwan dalam pencarian sistematis thd pengetahuan baru dan peninjauan kembali pengetahuan yg telah ada

Metode ilmiah - berbagai prosedur yg mewujudkan pola dan tata langkah dlm melaksanakan penelitian
 struktur rasional dr penyelidikan ilmiah  dimana pangkal duga disusun dan diuji

 prosedur dan ukuran yg dipergunakan oleh ilmuwan dlm penyusunan dan pengembangan cabang pengetahuan khusus mereka
 proses dan langkah yg diambil dimana ilmu memperoleh pengetahuan

Ada lima langkah sebagai pola umum metode ilmiah
1. Penentuan masalah 2. Perumusan dugaan sementara 3. Pengumpulan & analisis data 4. Perumusan simpulan 5. Verifikasi / menguji hasil

Ilmu  suatu metode khusus yg telah dikembangkan secara berangsur-angsur sepanjang zaman untuk meningkatkan pengetahuan mengenai alam semesta ini

Corak metodologis yg dikembangkan menyebabkan ilmu pengetahuan eksakta bersifat 1. Positivistik - bebas dr pikiran etis 2. Deterministik - berdasarkan pd hukum kausalistik 3. Evolusionistik - melihat sejarah sebagai dasar menentukan objek yg diteliti  dijelaskan / pendekatan dg metode kuantitatif dan eksperimental melalui observasi

Pola metode ilmiah yg lain

1. Analisis 2. Pemerian 3. Penggolongan 4. Pengukuran 5. Perbandingan 6. Suvai

analysis description classification measurement comparison survey

Karena ilmu merupakan aktivitas kognitif yg harus mematuhi berbagai kaidah pemikiran yg logis  maka metode ilmiah berkaitan erat dengan logika

Prosedur yg termasuk dlm metode logis tercakup pula dlm ruang lingkup metode ilmiah Misalnya - deduksi - abstraksi - penalaran analogis - analisis logis
 Metode ilmiah meliputi suatu rangkaian

langkah yg tertib

George Abell (1969) merumuskan 3 prosedur khusus metode ilmiah
1. Pengamatan gejala / hasil dr percobaan 2. Perumusan pangkal duga yg melukiskan gejala ini, dan yg bersesuaian dg kumpulan pengetahuan yg ada 3. Pengujian pangkal duga ini dg mencatat apakah mereka secara memadai meramalkan dan melukiskan gejala baru atau hasil dari percobaan yg baru

Delapan langkah dlm metode ilmiah
1. Ada suatu situasi yg tak menentu. Situasi ini merupakan suatu situasi yg bertentangan atau kabur sehingga mengharuskan dilakukan penyelidikan 2. Nyatakan masalah itu dlm istilah spesifik 3. Rumuskan suatu hipotesis kerja

4. Rancang suatu metode penyelidikan yg dapat dikendalikan dengan cara pengamatan, atau dengan jalan percobaan, atau keduanya 5. Kumpulkan dan catat bahan pembuktian / data kasar 6. Alihkan data kasar ini menjadi suatu pernyataan yg mengandung makna dan kepentingan

7. Buat penegasan yg dapat dipertanggungjawabkan Kalau penegasan ini betul, prakiraan dpt dibuat dari data ini

8. Satu-padukan penegasan yg dpt dipertanggungjawabkan tsb, jika terbukti  merupakan pengetahuan baru dlm ilmu  bergabung dg kumpulan pengetahuan yg telah mapan

Contoh - makan pagi merupakan hal terpenting dr seluruh jenis hidangan (Site, 2008) - sarapan mahasiswi Unud dg komposisi KH 70,0%, Pr 10,0% dan L 20,0% - KH yg tinggi merangsang lebih banyak keluar hormon insulin - insulin yg meningkat memacu pengambilan Branched Chain Amino Acid (BCAA) darah masuk ke dalam sel otot - kadar BCAA plasma menurun - terjadi peningkatan serotonin  timbul rasa lelah dan mengantuk (Winters, 2001)

Rumusan masalah  kalimat tanya Apakah sarapan dg komposisi KH 45,0%, Pr 25,0% dan L 30,0% lebih efektif menurunkan kelelahan dibandingkan dg komposisi KH 70,0%, Pr 10,0% dan L 20,0%?

Hipotesis kerja  kalimat aktif Sarapan dg komposisi KH 45,0%, Pr 25,0% dan L 30,0% lebih efektif menurunkan kelelahan dibandingkan dg komposisi KH 70,0%, Pr 10,0% dan L 20,0%

Metode penelitian - penelitian eksperimental dg rancangan sama subjek (Bakta, 2003)
R Po P1

P  S  O1  O2 │ WO │ O3  O4
P = Populasi S = Sampel R = Randomisasi dg metode acak O1/O3 = pengukuran awal O3/O4 = pengukuran akhir Po = pengaturan sarapan KH 70.0%, Pr 10%, L 10% P1 = pengaturan sarapan KH 45,0%, Pr 25%, L 30% WO = washing out = pencucian / menghilangkan efek

Ilmu berkembang akibat adanya revolusi industri & komunikasi dan transportasi
Revolusi ini membawa perubahan besar dlm bidang ekonomi, pendidikan, hukum, teknik, budaya, dan perilaku sosial, baik dlm arti manfaat maupun masalah yg ditimbulkannya Keinginan untuk memecahkan masalah inilah yg mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu / pengetahuan

Metode ilmiah
1. Penemuan / penentuan masalah

2. Perumusan kerangka masalah
3. Pengajuan hipotesis 4. Deduksi dan hipotesis 5. Pembuktian hipotesis 6. Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah

Deskripsi langkah metode ilmiah
1. Penentuan masalah - secara sadar ditetapkan masalah yg akan ditelaah dg ruang lingkup dan batas-batasnya 2. Perumusan masalah - upaya untuk mendeskripsikan masalah yg lebih jelas - mengidentifikasi faktor yg terlibat - faktor-faktor tsb membentuk suatu kerangka masalah yg berujud gejala yg sedang ditelaah

3. Pengajuan hipotesis
- upaya memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab akibat yg mengikat faktor-faktor yg membentuk kerangka masalah - hipotesis ini merupakan hasil penalaran induktif - deduktif, dg mempergunakan ilmu / pengetahuan yg sudah dimiliki

4. Deduksi dr hipotesis
- langkah sementara dlm upaya menguji hipotesis - secara deduktif dijabarkan konsekuensinya secara empiris - deduksi-hipotesis merupakan identifikasi fakta apa saja yg dpt dilihat dlm dunia fisik yg nyata yg berhubungan dg hipotesis yg diajukan

5. Pembuktian hipotesis
- usaha mengumpulkan fakta - jika fakta itu memang nyata dlm dunia empiris  dikatakan bhw hipotesis itu telah terbukti  sebab didukung oleh fakta nyata - kalau tak terbukti  hipotesis tsb ditolak kebenarannya  diajukan hipotesis lain  sampai menemukan hipotesis yg didukung oleh fakta

6. Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah - hipotesis yg tlh terbukti kebenarannya dianggap merupakan pengetahuan baru dan diterima sebagai ilmu - hipotesis tsb sekarang dianggap sebagai teori ilmiah yg baru - teori ilmiah  penjelasan teoritis mengenai gejala tertentu - pengetahuan ini sebagai premis dlm upaya untuk menjelaskan berbagai gejala lainnya - proses kegiatan ilmiah mulai berputar lagi dlm suatu daur

Langkah-langkah dlm metode ilmiah
Penentuan masalah

Penyusunan kerangka masalah
Pengajuan hipotesis Deduksi dan hipotesis Pembuktian hipotesis Benar diterima Teori ilmiah

ditolak

Diferensiasi ilmu  ilmu terkotak-kotak - spesialisasi yg muncul dlm bentuk ilmu khusus merupakan konsekuensi logis dari pengembangan berbagai macam metode, objek, dan tujuan yg ingin dicapai

- spesialisasi merupakan tuntutan demi perkembangan ilmu itu sendiri
- anatomi, histologi, fisiologi, patologi anatomi, farmakologi, mikrobiologi, dst - ilmu peny. dalam, jantung, paru, ginjal, otak, gigi, hidung, telinga, tenggorokan, pencernaan, dst

Diferensiasi ilmu

- bidang keilmuan terutama medotodologinya secara langsung menyangkut objeknya, dan dibedakan secara jelas antara ilmu yg disebut kealaman dan ilmu budaya

Ilmu kealaman
- objeknya adalah benda fisik - termasuk dlm ilmu ini adalah ilmu fisika, kimia, biologi, serta ilmu khusus lain yg merupakan pengkhususan lebih lanjut atau cabang dr ilmu tsb  yg kemudian berkembang menjadi ilmu yg berdiri sendiri  anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, dst

Ilmu budaya
- objeknya adalah hasil atau ekspresi jiwa manusia - disebut juga sebagai ilmu sosial atau kemanusiaan  ilmu sosial-humanistik - termasuk dlm ilmu ini adalah ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi sosial / budaya, hukum, psikologi, bahasa, komunikasi

Sifat objek yg berbeda dr kedua tipe ilmu tsb membawa konsekuensi logis adanya perbedaan yg mendasar di bidang metodologi bagi masing-masing ilmu tsb Objek ilmu dg metode selalu berkaitan Setiap ilmu memiliki objek formal sendiri dan metode yg dipergunakan didasarkan pd susunan dan hukum seperti yg ada pd objek tsb Sebaliknya susunan dan hukum yg berlaku pd objek hanya dpt diketahui melalui metode yg tepat dan sesuai

Berdasarkan hubungan objek – metode tsb untuk memahami metode yg seharusnya dipergunakan dlm ilmu-ilmu tipe tertentu, hrs dipahami terlebih dahulu ciri dasar yg berlaku dlm objek ilmu tsb

Ciri dasar ilmu kealaman

- ilmu itu melukiskan kenyataan menurut aspek yg memungkinkan pencatatan inderawi / panca indera secara langsung
- data inderawi yg merupakan objeknya hrs dimengerti tepat menurut penampakkannya  bentuk, padat, cair, gas, besar, luas, berat, tinggi, warna, dsb

- bahan inderawi ini disaring, diselidiki, dikumpulkan, diawasi, diidentifikasi, dan diklasifikasi secara ilmiah (digunakan instrumen sebagai alat bantu)
- dlm perkembangan ilmu kealaman sekarang pencatatan inderawi dilakukan dlm ujud eksperimen

- eksperimentasi ilmu kealaman mampu menjangkau objek potensi alam yg semula sukar diamati, seperti elektron dan inti protein  sekarang relatif lebih mudah
- ilmu kealaman memperoleh suatu objektivitas yg khas  bersifat empiris - eksperimental

Ciri lain dari ilmu kealaman - ada suatu determinisme dlm objeknya, sedemikian rupa shg suatu aksi tertentu niscaya menimbulkan reaksi tertentu pula - hukum aksi-reaksi ini berlangsung menurut sifatnya yg spesifik, ok itu eksperimen yg dilakukan pd prinsipnya dpt diulangi - selain sifat penelaahannya mencakup beberapa variabel dlm jumlah yg relatif sedikit, gejala fisik yg diamati pd umumnya seragam

Metodologi yg dipergunakan dlm ilmu kealaman disebut siklus-empirik  mencakup dua macam hal yg pokok, yakni  siklus yg mengandalkan adanya suatu kegiatan yg dilaksanakan berulangulang  empirik yg menunjukkan pd sifat bahan yg diselidiki, yaitu - hal-hal yg dlm tingkatan pertama dpt dicatat secara inderawi

Metode siklus-empirik mencakup 4 tahapan 1. Observasi 2. Induksi 3. Deduksi 4. Eksperimen - watak siklusnya tampak dlm hal setelah melakukan evaluasi, dimungkinkan dilakukan lagi observasi, induksi, dst

- sifat ilmiahnya terletak pd kelangsungan proses yg runtut dr segenap tahapan prosedur ilmiah tsb

1. Tahap observasi - lebih luas dr hanya sekedar pengamatan biasa - kenyataan empirik yg terjadi  objeknya diselidiki, dikumpulkan, diidentifikasi, didaftar, dan diklasifikasikan secara ilmiah - observasi mencari saling hubungan dr bahan tsb dan disoroti dlm suatu kerangka ilmiah

2. Tahap induksi
- pernyataan hasil observasi disimpulkan dlm suatu pernyataan yg lebih umum - dipermudah dg dipergunakannya alat bantu matematika dlm merumuskan serta mengumpulkan data empirik

- pengukuran secara kuantitatif thd besaran tertentu yg saling berhubungan  hubungan tsb dpt digambarkan dlm simbol matematika

- jika suatu kejadian terjadi secara berulang, maka pernyataan umum tsb  memperoleh kedudukan sebagai hukum

3. Tahap deduksi
- data empirik diolah lebih lanjut dlm suatu sistem pernyataan yg runtut - penyusunan sistem semacam ini juga tergantung dipergunakannya pengertian operasional tertentu, yaitu bahasa buatan dlm rangka teori ilmiah - berdasarkan sistem semacam ini dapatlah dijabarkan pernyataan khusus tertentu

4. Observasi eksperimental
- pernyataan yg telah dijabarkan secara deduktif / secara rasional, diuji dg melakukan verifikasi / klarifikasi secara empirik - untuk mengukuhkan pernyataan rasional hasil deduksi sebagai teori - verifikasi merupakan tahapan untuk mengukuhkan / menggugurkan pernyataan rasional hasil deduksi logis

Metode ilmiah merupakan langkah berpijak epistemologi ilmu

Kriteria ilmu 1. Secara ontologis - ilmu membatasi bidang telaahannya pd wilayah pengalaman manusia / daerah empiris 2. Secara epistemologis - ilmu mendapatkan pegetahuannya melalui metode ilmiah

3. Secara aksiologis - ilmu dimanfaatkan nilai kegunaannya bagi kepentingan umat manusia  sesuai dg moral, etika dan estetika yg berlaku
 metode ilmiah  cara untuk

mendapatkan pengetahuan secara ilmiah

 pengetahuan yg diperoleh dg mempergunakan metode ilmiah  pengetahuan yg bersifat ilmiah = pengetahuan ilmiah = ilmu
 metode ilmiah dlm prosesnya untuk menemukan pengetahuan yg dipercayai  tdr atas beberapa langkah tertentu yg semuanya saling berkaitan secara dinamik

Seorang ilmuwan hrs tahu tentang langkah-langkah / metode ilmiah ini agar memperoleh simpulan yg benar

Metode ilmiah
Suatu prosedur yg mencakup - tindakan pikiran - pola kerja - cara teknis - tata langkah untuk memperoleh pengetahuan atau untuk mengembangkan pengetahuan  sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pd data empirik

• berpikir secara empirik menyadarkan kita akan adanya masalah Misalnya  seorang lanjut usia lewat tertatih-tatih di depan kita • bila kita tak berpikir secara empirik tak akan timbul masalah thd lansia ini • jika kita berpikir secara empirik  akan timbul berbagai pertanyaan - apa sebabnya dia menjadi tua? - mengapa jalannya tertatih-tatih? - apakah bisa dihambat prosesnya?

Pola umum dlm tata langkah metode ilmiah

1. penentuan masalah 2. perumusan dugaan sementara 3. pengumpulan data 4. perumusan simpulan 5. verifikasi

Beberapa jenis metode ilmiah
1. Observasi 2. Trial and eror 3. Eksperimen 4. Statistik 5. Sampling 6. Berpikir reflektif

1. Metode observasi - mencakup pengamatan inderawi - melihat, mendengar, membau, meraba, mengecap - kita sadar berada dlm situasi yg bermakna dg berbagai fakta yg saling berhubungan - observasi yg cermat penting sekali dlm suatu penelitian - ada beberapa kondisi yg perlu dicermati ketika melakukan observasi, yakni

a. Indra yg normal dan sehat - kejelian penglihatan, ketajaman pendengaran b. Kematangan mental - paham akan instrumen intelektual yg dibutuhkan, seperti istilah, konsep dan kemampuan menggunakan simbol secara umum c. Alat bantu fisik - teleskop, mikroskop, stopwatch, meteran, termometer, timbangan, dsb

d. Cara mengatur posisi, tempat, atau kondisi yg memungkinkan observasi dpt dilakukan dg cermat - ok melakukan observasi terus menerus dlm waktu lama  perlu diperhatikan faktor tempat, waktu, gerakan, suhu, cahaya, cuaca, ganguan bunyi, dll e. Pengetahuan lapangan - mengenal lapangan penelitian, sejarah lapangan, pengalaman mengenai lapangan, dsb

2. Metode trial and error / coba-salah / coba-coba - binatang sering mempergunakan metode ini tanpa sadar  mencoba beberapa cara untuk mendapat makanan
- learning by doing

- learning by thinking

-

dlm berpikir reflektif pemecahannya diselesaikan dlm imajinasi  mengecek mana yg cocok / tepat dan mana yg tidak - dg metode ini pd taraf ideologis dan imajinasi akan dihemat waktu, tenaga dan kehidupan itu sendiri

3. Metode eksperimen - kegiatan eksperimen  berdasarkan pd prinsip metode penemuan sebab akibat dan pengujian hipotesis

- dlm eksperimen termasuk masalah manipulasi / perlakuan dan pengawasan / kontrol

- peneliti mengontrol kondisi yg berhubungan dg subjek yg sedang dipelajari - kemudian memanipulasi kondisi ini, pd saat mengubah satu faktor tertentudan mencata akibatnya

Contoh untuk melatih atlet pelari cepat 100 m, 200m atau 400m orang cenderung memberi tipe pelatihan dg lari sejauh tugasnya, yakni - pelari cepat 100m dilatih lari cepat 100m beberapa kali dlm sehari

- pelari cepat 200m dilatih lari cepat 200m beberapa kali dlm sehari

Timbul pertanyaan - apakah metode pelatihan yg dipilih oleh pelatih merupakan metode yg paling efektif untuk meningkatkan kecepatan lari atletnya? Untuk menjawab pertanyaan ini dilakukanlah penelitian  dg mempergunakan metode ilmiah

Contoh dua kelompok pelari cepat 200 m diberi pelatihan yg berbeda  Kelompok I dilatih lari cepat sejauh 200 m, diikuti dg istirahat selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dg lari cepat 200 m. Pelatihan dilakukan sebanyak 10 set dlm sehari, dg frekuensi 3 kali seminggu  Kelompok I ini dalam sehari berlatih lari cepat sejauh 10 x 200 m = 2 000 m

Kelompok II dilatih lari interval, yakni lari cepat 100 m diselingi jalan 100 m, dilanjutkan dg lari cepat 100 m. Pelatihan dilakukan sebanyak 10 set, dg frekuensi 3 kali seminggu

 Kelompok II dlm sehari berlatih lari cepat 10 x (100 m + 100 m) = 2 000 m

 Skema pelatihan - kelompok I lari cepat 200m - kelompok II lari cepat interval 100m

Lari cepat 200 m Istirahat 10 mnt Lari cepat 200 m Klp I
Lari cepat 100 m Lari cepat 100 m Istirahat 10 mnt

Klp II
Jalan 100 m

Pada tes awal dg lari cepat 200 m hasil Kelompok I dan II tidak berbeda secara signifikan

Tes akhir dg lari cepat 200 m ternyata hasil Kelompok II lebih baik dr Kelompok I dengan perbedaan yg signifikan - dg lari interval berupa lari cepat 100 m diselingi jalan 100 m lebih baik dlm meningkatkan kemampuan pelari cepat 200 m dibandingkan dg dilatih lari cepat 200 m diselingi istirahat 10 menit

 simpulan
pelatihan lari cepat interval lebih baik dibandingkan dengan lari cepat tanpa interval untuk meningkatkan kecepatan lari

4. Metode statistik
- statistik  pengetahuan tentang mengumpulkan, menganalisis, dan menggolongkan bilangan data sebagai dasar induksi - memungkinkan peneliti melihat yg tak tertangkap oleh inderawi

- menjelaskan sebab dan akibat serta pengaruhnya, melukiskan tipe dr fenomena, membuat perbandingan dg menggunakan tabel, gambar (grafik, foto)

- meramalkan kejadian yg akan datang dg tingkat ketepatan yg tinggi

5. Metode sampling

- mengambil beberapa orang / bahan dr suatu kelompok tertentu, sebagai wakil dr keseluruhan kelompok tsb  bila kelompok homogen  sampel kecil
dg sampel random yg wajar sdh mencukupi sebab tak ada kondisi lainnya yg hrs diperhatikan  jika kelompok heterogen  sampel besar ada beberapa kondisi yg hrs diperhatikan agar sampelnya representatif  usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama

6. Metode berpikir reflektif
Ada 6 tahapan 1). Kesadaran adanya masalah 2). Data yg relevan dikumpulkan 3). Data yg terorganisasi 4). Formulasi hipotesis 5). Deduksi hrs berasal dr hipotesis 6). Pembuktian kebenaran verifikasi

1). Kesadaran adanya masalah - mulai berpikir bila ada masalah  hambatan / kesulitan - kesanggupan menyatakan masalah secara jelas dan tepat
2). Data yg relevan dikumpulkan - masalah sederhana  data mudah diperoleh - ada data yg dikumpulkan bertahuntahun

3). Data yg terorganisir

- data yg tlh disusun / dihitung, dianalisis, diklasifikasikan
- diadakan perbandingan dan perbedaan diusahakan agar data memiliki makna

4). Formulasi hipotesis - dipilih data yg paling dekat probabilitasnya untuk diuji - tak ada pembatasan dlm jumlah hipotesis yg direncanakan - hipotesis harus  masuk akal  menjadi sebuah deduksi untuk diuji  merupakan penuntun untuk penelitian berikutnya

5). Deduksi hrs berasal dr hipotesis - dlm mengambil simpulan  prinsip logika formal akan sangat membantu - matematika  menemukan bentuk prumusan dan hubungannya  mempertimbangkan contoh pengungkapan deduksi yg berasal dr hipotesis - seandainya A dan B benar, maka C hrs benar - hal ini mengarah pd langkah selanjutnya

6). Pembuktian kebenaran verifikasi
- stl ditentukan dg cara analisis deduktif  apapun akan benar seandainya hipotesis itu benar

- kmd dilihat apakah kondisi lainnya sebagai suatu kenyataan benar juga - seandainya itu menyatakan benar  hipotesis tlh dibuktikan kebenarannya

- proses pembuktian kebenaran ini dpt dilakukan dg mempergunakan media observasi, eksperimen, atau dg mengecek ketepatan dg pd hipotesis yg berhubungan dg faktanya yg dipercayai akan kebenarannya - seandainya hipotesis itu dibuang oleh karena tak benar  kembali ke awal dengan memilih hipotesis baru

- pengujian kebenaran verifikasi akan memberikan kpd kita  pendekatan kebenaran saja, atau  hanya derajat probabilitasnya saja Keenam langkah tsb, mulai dr adanya kesadaran kpd suatu permasalahan sampai pd pembuktian kebenaran verifikasi, dpt dilaksanakan dimana saja

Corak metode ilmiah yg terus berkembang menyebabkan ilmu menjadi bersifat 1. Positivistik 2. Deterministik 3. Evolusionistik sehingga analisisnya selalu dibantu dg pendekatan kuantitatif dan eksperimental melalui observasi Determinisme - suatu kejadian ditentukan sebelumnya - semua kejadian mempunyai sebab

Ilmu kealaman pd umumnya menggunakan metode siklus - empirik dan objektivitasnya diuji secara empiris eksperimental
Ilmu sosial dan humanistik pd umumnya menggunakan metode linier dan analisisnya dimaksudkan untuk menemukan arti, nilai dan tujuan

Ilmu sosial humanistik = ilmu tingkah laku - berkaitan dg aspek tingkah laku manusiawi - sebab pd dasarnya berobjekkan hasil atau ekspresi jiwa manusia yg dalam ujudnya tampak sebagai bahasa, permainan, sair, agama, institusi (bentuk kelembagaan)

- objek ilmu sosial humanistik merupakan gejala yg dpt diamati dan dinalar sebagai suatu fakta empiris, ttp sekaligus termuat di dalamnya arti, nilai dan tujuan
- ingat  manusia berbeda dg binatang, tumbuhan dan benda fisik lainnya, karena mampu berpikir

Lapangan penyelidikan ilmu-ilmu sosial humanistik  meliputi apa yg diperbuat manusia dlm dunianya serta yg dipikirkan ttg dunia tsb Ilmu sosial dan humanistik
- mempunyai ciri khas  normatif-teleologis - menemukan arti, nilai dan tujuan - menggunakan metodologi  metode linier

Metode linier

3 tahap

1. Persepsi penangkapan data melalui indera 2. Konsepsi pengolahan data dan penyusunannya dlm suatu sistem
3. Prediksi penyimpulan dan peramalan

Kemajuan yg telah dicapai oleh ilmu sosial tidak terlepas dr pengaruh - positivisme August Comte - pemikiran ttg dasar logis dan etimologis John Stuart Mill
Dasar teori dari Comte dan Mill menjadikan ilmu sosial bersifat positivistik dan empirik

Ilmu ekonomi, politik, hukum, dan sosiologi  menjadi ilmu empirik Ciri empirik inilah yg membentuk ciri umum dari ilmu

Positivisme aliran filsafat yg menyatakan  ilmu kealaman (empiris) merupakan satusatunya sumber pengetahuan yg benar dan menolak nilai kognitif yg berasal dari studi filosofis atau metafisika

Positivisme
 suatu istilah untuk posisi filosofis yg menekankan aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah
 upaya untuk menjabarkan pernyataan faktual pd suatu landasan pencerapan / sensasi

- positivisme tampil sebagai jawaban thd ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yg muncul sebagai akibat dr perkembangan ilmu

- kaum positivisme menolak spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan

- positivisme menyatakan salah dan tak bermakna semua masalah, konsep dan proposisi dari filsafat tradisional tentang ada, substansi, sebab, dsb, yg tak dpt dipecahkan / diverifikasi oleh pengalaman yg berkaitan dg suatu tingkat yg tinggi dlm alam abstrak

- positivisme merupakan empirisme, yg dlm segi tertentu sampai kpd simpulan logis ekstrim  ok pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dlm satu atau bentuk lain  dg demikian tak ada spekulasi dpt menjadi pengetahuan

- karena proposisi-proposisinya sendiri (mis: penolakan thd spekulasi, fenomenalisme, dsb)  positivisme beralih menjadi tak dpt diverifikasi dg pengalaman  akibatnya positivisme menjadi metafisika

- positivisme terlalu mendewakan ilmu dan metode ilmiah - metode ilmiah dianggap berpotensi tidak saja memperbarui filsafat, tetapi juga masyarakat - versi yg kemudian berpusat pd pembaruan filsafat

- implikasi filsafat positif mencakup pembaruan politik, pendidikan dan agama Comte masyarakat berkembang dr tahap teologis  lewat tahap metafisis ke tahap  ilmiah, dimana filsafat positif dominan

Simpulan  Metode ilmiah
Suatu prosedur yg meliputi 1. tindakan pikiran 2. pola kerja 3. cara teknis 4. tata langkah  untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yg telah ada

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful