Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . dan tabung reaksi.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Robert Koch (1843-1910).[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. Hans Christian Gram pada tahun 1884. vakuola gas.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. ribosom.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. (bentuk koma).[20] . jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.

terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. D-Peritrik. lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. permukaan daun.[22][21] Amfitrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Sama seperti struktur kapsul.[24] . kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Lofotrik. udara. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Habitatnya sangat beragam. B-Lofotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. tanah. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.

dan kaki manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mulut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. seperti mikroskop optikal. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[5][25] Di samping itu. dan cahaya. mikroskop elektron.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan daya tahan sel yang unik. kelembapan. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mekanisme metabolisme.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Secara umum.[2][33][34] Sebagai contoh.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan rendah. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Suhu . mata. derajat keasaman pH sangat tinggi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat pula kelompok bakteri lain. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yaitu probiotik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.Thermus aquatiqus. terutama pada usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM).[27][28][29] Di dalam rongga mulut.

[2] Sebagai contoh. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.114 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . kira-kira 85%. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. RH) yang cukup tinggi.

[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Sebagai contoh. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[42][43] Pada umumnya. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] .[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Bakteri nitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan.000 Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5]. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. hipertensi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terutama bakteri. Bakteri denitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sinar x. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. 1 Gy = 100 rad).[41] Akan tetapi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. yaitu kelompok Deinococcaceae. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.

termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[46] Di samping itu. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. dan Sinorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Dalam bidang pertanian. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[48][2] Secara umum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bradyrhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Pseudomonas aeruginosa. seperti dinitrogen oksida (N2O). Photorhizobium. Mesorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. and Paracoccus denitrificans.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bidang pangan .

terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 3.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. penyebab pelendiran makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Pseudomonas cocovenenans).[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 1. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penurunan pH. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 5. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 4. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 6. 2.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Lactobacillus sp. menghasilkan racun botulinin.[5] . menghasilkan asam bongkrek. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.

Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Beberapa jenis bakteri. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti karbohidrat. salah satunya adalah bakteri. dan lemak.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Selanjutnya. terutama bakteri heterotrof. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[52] Pada manusia.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas nitrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. protein. terutama karbon dan nitrogen. seperti asam amino.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Bakteri .Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.

cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

4 Radiasi 7 Peranan o 7. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.2 Bidang pangan o 7.5-5 μm. pengobatan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia. yaitu Thiomargarita. dan industri.1 Suhu o 6.1 Bidang lingkungan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). kerangka sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Cahaya o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.2 Kelembaban relatif o 6. udara. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . air.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

erlenmeyer. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703). diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13]Akan tetapi. Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dan Robert Koch. dimuat dalam Micrographia.[13] Akan tetapi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi). mulai berkembang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Selanjutnya. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[14] Robert Koch juga merupakan . tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. dan tabung reaksi. salah satu bakteri penghasil endospora. Ferdinand Cohn.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah.[13] Dalam bukunya tersebut. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Walau demikian. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. vakuola gas.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.

dan usia. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.

B-Lofotrik. tidak mempunyai flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. udara.[22][21] Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. lingkungan perairan. C-Amfitrik.[24] .[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Habitatnya sangat beragam. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. D-Peritrik.[22][21] Amfitrik. tanah.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

Bradyrhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). seperti dinitrogen oksida (N2O). dan Sinorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[46] Di samping itu. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Bidang pangan .[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[48][2] Secara umum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.Frankia alni. Photorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Dalam bidang pertanian. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti bakteri nitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. and Paracoccus denitrificans.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.

dan pembentukkan gas. 5. 3. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 1. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 4. Lactobacillus sp.[5] .[49] Clostridium botulinum. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penurunan pH. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. Pseudomonas cocovenenans). terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan asam bongkrek. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 2.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6.

salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. protein.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Sebagai contoh.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Pada tahap akhir. Beberapa jenis bakteri. dan lemak. gas nitrogen.[58] Bakteri . dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama bakteri heterotrof. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti asam amino.[58] Selanjutnya. terutama karbon dan nitrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas hidrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.

[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. yaitu Thiomargarita.2 Kelembaban relatif o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.1 Bidang lingkungan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. air. dan industri.2 Bidang pangan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya. udara. seperti sel tumbuhan dan jamur. bakteri berukuran 0.1 Suhu o 6.3 Cahaya o 6. bahkan dalam tubuh manusia.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.5-5 μm.

Ferdinand Cohn.[13] Dalam bukunya tersebut.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dimuat dalam Micrographia.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. terutama bakteri (bakteriologi).[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Akan tetapi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Walau demikian.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. salah satu bakteri penghasil endospora. Robert Koch.[13] Robert Koch (1843-1910). dan tabung reaksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. erlenmeyer.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. mulai berkembang.[13]Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Selanjutnya. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[5] Robert Hooke (1635-1703). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Sejak saat itulah.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. dan Robert Koch.

[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[18] Morfologi bakteri .[16] Bakteri juga memiliki kromosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. vakuola gas.

jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. dan usia. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.[20] . dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. (bentuk koma). yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Amfitrik. permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tanah. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yaitu:[22][21]      Atrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Sama seperti struktur kapsul. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. lingkungan perairan. tidak mempunyai flagel.[24] .[22][21] Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik. udara. D-Peritrik.

[38] Secara umum.[38] Suhu .Thermus aquatiqus.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya. seperti mikroskop optikal.[2][33][34] Sebagai contoh. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan atomic force microscope (AFM).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan rendah. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. yaitu probiotik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mikroskop elektron.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan kaki manusia. dan daya tahan sel yang unik. derajat keasaman pH sangat tinggi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5][25] Di samping itu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mekanisme metabolisme. terutama pada usus besar.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. kelembapan. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

Bakteri termofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . kira-kira 85%. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[39] Deinococcus radiodurans.[40] Secara umum.[2] Sebagai contoh.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 15 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[40] Akan tetapi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. Bakteri mesofil.114 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.

radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri dapat mengalami kematian. sinar x.[40][5]. Bakteri nitrifikasi. terutama bakteri. Bakteri denitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. 1 Gy = 100 rad). manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] .[41] Sebagai contoh pada manusia.[42][43] Pada umumnya. dan bahkan kanker.bagi pertumbuhan bakteri. hipertensi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. gas amoniak.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. [42] Sebagai perbandingan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[41] Akan tetapi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.000 Gy.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Sebagai contoh.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

1 Suhu o 6.2 Bidang pangan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bakteri berukuran 0. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.5-5 μm. pengobatan. yaitu Thiomargarita. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dan industri.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). udara.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7. bahkan dalam tubuh manusia.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. air.

[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. dan tabung reaksi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. dimuat dalam Micrographia. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13]Akan tetapi.[13] Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[14] Robert Koch juga merupakan . mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Antoni van Leeuwenhoek. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Ferdinand Cohn.[13] Sejak saat itulah. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Robert Koch. dan Robert Koch. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Walau demikian.[13] Selanjutnya.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Dalam bukunya tersebut. terutama bakteri (bakteriologi). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. melekat dan konjugasi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. Hans Christian Gram pada tahun 1884. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. ribosom. vakuola gas. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Morfologi bakteri .[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan usia. jika bergerombol o Streptococcus.

[2] Habitatnya sangat beragam. bakteri dibagi menjadi lima golongan. B-Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Amfitrik. udara.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Lofotrik.[24] . lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Monotrik. [23] Oleh karena itu.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. D-Peritrik. tanah.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik. permukaan daun. tidak mempunyai flagel.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.

[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan atomic force microscope (AFM).[5][25] Di samping itu.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan daya tahan sel yang unik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. kelembapan. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Suhu . adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan rendah.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. terdapat pula kelompok bakteri lain. terutama pada usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. seperti mikroskop optikal. mekanisme metabolisme. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[38] Secara umum. dan kaki manusia. mulut.Thermus aquatiqus.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu probiotik. kadar air rendah (kelompok xerofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mata.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. mikroskop elektron. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan cahaya.

[2] Sebagai contoh. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 50 . bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 88 °C.[40] Akan tetapi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil.114 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. kira-kira 85%. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[40] Secara umum. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .

radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] . dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. bakteri dapat mengalami kematian. gas amoniak.[40][5].[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.bagi pertumbuhan bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sinar x. hipertensi. katarak. Bakteri denitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). yaitu kelompok Deinococcaceae. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.000 Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan bahkan kanker. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri nitrifikasi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. [42] Sebagai perbandingan.[42][43] Pada umumnya. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama bakteri. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Akan tetapi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Sebagai contoh. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.

[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Mesorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Photorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bidang pangan .Frankia alni. dan Sinorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Pseudomonas aeruginosa.[46] Di samping itu. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Bradyrhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Dalam bidang pertanian.[48][2] Secara umum.

3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. dan pembentukkan gas. penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Pseudomonas cocovenenans).[5] .[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 4.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan asam bongkrek. 5. menghasilkan antibiotik polymixin. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.

Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. salah satunya adalah bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Bakteri . Pada tahap akhir. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama bakteri heterotrof.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. terutama karbon dan nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[52] Pada manusia. seperti karbohidrat.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. gas hidrogen. gas nitrogen. dan lemak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.

[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel. bakteri berukuran 0. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Bidang pangan o 7. udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7. yaitu Thiomargarita.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia. seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Bidang lingkungan o 7.3 Cahaya o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).5-5 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dan industri.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. air.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.

Ferdinand Cohn. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13]Akan tetapi. dan tabung reaksi. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Walau demikian.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. mulai berkembang. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dimuat dalam Micrographia. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Akan tetapi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. erlenmeyer.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Sejak saat itulah. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Selanjutnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[14] Robert Koch juga merupakan .[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

dan magnetosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri .[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. vakuola gas. melekat dan konjugasi. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. ribosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). dan usia.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.

lingkungan perairan. [23] Oleh karena itu. permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Sama seperti struktur kapsul.[24] . udara. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik. D-Peritrik.[22][21] Amfitrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. C-Amfitrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tidak mempunyai flagel. B-Lofotrik.[2] Habitatnya sangat beragam. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah.

derajat keasaman pH sangat tinggi. dan kaki manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain. seperti mikroskop optikal.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu probiotik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mulut. dan atomic force microscope (AFM). kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mikroskop elektron.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. mata.[5][25] Di samping itu.Thermus aquatiqus.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan daya tahan sel yang unik.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan cahaya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kelembapan. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terutama pada usus besar. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mekanisme metabolisme. dan rendah.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[38] Suhu . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.

[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39] Deinococcus radiodurans. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Khususnya bagi bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. Bakteri mesofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.65 °C Bakteri hipertermofil. Bakteri termofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.114 °C.[40] Akan tetapi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .

bagi pertumbuhan bakteri. bakteri dapat mengalami kematian. [42] Sebagai perbandingan. 1 Gy = 100 rad). dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri denitrifikasi. hipertensi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[40] Teknik penggunaan sinar UV. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[41] Akan tetapi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri nitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.000 Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] .[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5].[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. katarak. sinar x.[42][43] Pada umumnya. gas amoniak. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Sebagai contoh. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.

reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.Frankia alni.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Bidang pangan .[48][2] Secara umum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. and Paracoccus denitrificans. Pseudomonas aeruginosa.[46] Di samping itu.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti bakteri nitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti dinitrogen oksida (N2O). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Photorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 3.[5] . dan pembentukkan gas.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pseudomonas cocovenenans). penyebab pelendiran makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan asam bongkrek.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 5. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6. 4. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 2. 1.

protein. terutama bakteri heterotrof.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti karbohidrat.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas hidrogen. dan lemak.[52] Pada manusia. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas nitrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Beberapa jenis bakteri.[58] Selanjutnya. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Sebagai contoh. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Bakteri . dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Pada tahap akhir. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. salah satunya adalah bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dimulai dari jaringan-jaringan otot. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Cahaya o 6. bakteri berukuran 0. udara.1 Suhu o 6.1 Bidang lingkungan o 7.5-5 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur. air. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. pengobatan. dan industri. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Bidang pangan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. kerangka sel. bahkan dalam tubuh manusia.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

[13] Walau demikian.[13] Selanjutnya.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13]Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[14] Robert Koch juga merupakan . perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dan Robert Koch. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. dimuat dalam Micrographia.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Sejak saat itulah. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan tabung reaksi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. salah satu bakteri penghasil endospora. Robert Koch. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910). Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Akan tetapi. erlenmeyer.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Ferdinand Cohn. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Dalam bukunya tersebut.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. melekat dan konjugasi. ribosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan magnetosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.[20] . jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. (bentuk koma). dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.

terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[24] . flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. [23] Oleh karena itu. D-Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Amfitrik. tanah.[22][21] Monotrik.[22][21] Peritrik. tidak mempunyai flagel. permukaan daun.[2] Habitatnya sangat beragam. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.

[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan cahaya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. kelembapan.[5][25] Di samping itu.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terutama pada usus besar. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. seperti mikroskop optikal.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2][33][34] Sebagai contoh. mekanisme metabolisme. yaitu probiotik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan kaki manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Suhu . Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Secara umum.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mata. kadar air rendah (kelompok xerofil).Thermus aquatiqus. dan atomic force microscope (AFM). dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan rendah. mikroskop elektron. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat pula kelompok bakteri lain.

[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Secara umum. Bakteri termofil. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 50 .[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. kira-kira 85%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[40] Akan tetapi.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. RH) yang cukup tinggi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.114 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.

yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Akan tetapi. Bakteri denitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. sinar x. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.bagi pertumbuhan bakteri. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[42][43] Pada umumnya.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Sebagai contoh. hipertensi. Bakteri nitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[41] Sebagai contoh pada manusia. [42] Sebagai perbandingan. 1 Gy = 100 rad). gas amoniak.[5] . dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bakteri dapat mengalami kematian. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. katarak.[40][5].000 Gy. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.

akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[46] Di samping itu.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Mesorhizobium. dan Sinorhizobium. Photorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.Frankia alni.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum.[2] Bidang pangan . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Dalam bidang pertanian. Pseudomonas aeruginosa.

5.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 1. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 6. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan racun botulinin. penurunan pH. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik polymixin.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 4. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas.[5] . bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pseudomonas cocovenenans).[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp. 3.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penyebab pelendiran makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Clostridium botulinum.

mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. protein.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Sebagai contoh. Beberapa jenis bakteri.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama bakteri heterotrof. seperti asam amino. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. seperti karbohidrat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Pada tahap akhir. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. salah satunya adalah bakteri.[58] Bakteri . Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama karbon dan nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[52] Pada manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan lemak. gas hidrogen.[58] Selanjutnya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. dimulai dari jaringan-jaringan otot. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

3 Cahaya o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6.2 Bidang pangan o 7. bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bahkan dalam tubuh manusia. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. air.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Suhu o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).5-5 μm. kerangka sel. yaitu Thiomargarita.

ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dan Robert Koch. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Walau demikian. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Ferdinand Cohn.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Akan tetapi. dimuat dalam Micrographia.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Selanjutnya. terutama bakteri (bakteriologi).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Koch. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut. dan tabung reaksi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13]Akan tetapi.[5] Robert Hooke (1635-1703). mulai berkembang.[14] Robert Koch juga merupakan . erlenmeyer. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

bakteri dibagi menjadi lima golongan. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[24] . terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun. tanah. tidak mempunyai flagel. udara. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Habitatnya sangat beragam. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. D-Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. [23] Oleh karena itu.[22][21] Peritrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. B-Lofotrik. C-Amfitrik.[22][21] Amfitrik.[22][21] Lofotrik.

[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. derajat keasaman pH sangat tinggi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan atomic force microscope (AFM). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mata. kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.Thermus aquatiqus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2][33][34] Sebagai contoh.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan rendah. dan kaki manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terdapat pula kelompok bakteri lain.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Secara umum.[5][25] Di samping itu. seperti mikroskop optikal.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mikroskop elektron. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan daya tahan sel yang unik.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terutama pada usus besar. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mekanisme metabolisme.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yaitu probiotik. kelembapan. dan cahaya. mulut.[38] Suhu .[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.

[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 50 . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Bakteri mesofil.114 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . RH) yang cukup tinggi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.

terutama bakteri.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. yaitu kelompok Deinococcaceae. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Sebagai contoh. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[42][43] Pada umumnya. sinar x. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan bahkan kanker.000 Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5]. Bakteri denitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. hipertensi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. 1 Gy = 100 rad).[5] . beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Akan tetapi. [42] Sebagai perbandingan. gas amoniak.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[41] Sebagai contoh pada manusia.bagi pertumbuhan bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. Bakteri nitrifikasi. katarak.

yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Pseudomonas aeruginosa. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bidang pangan .[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[46] Di samping itu. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Mesorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. dan Sinorhizobium. and Paracoccus denitrificans.[48][2] Secara umum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Bradyrhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Photorhizobium.

[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pseudomonas cocovenenans).Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 2. 5. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. penurunan pH.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik polymixin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 3. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 4.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan asam bongkrek.[5] . menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 6. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan racun botulinin. Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.

Pada tahap akhir.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. terutama karbon dan nitrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Bakteri . gas nitrogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. protein.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. gas hidrogen.[52] Pada manusia. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Beberapa jenis bakteri. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. terutama bakteri heterotrof. salah satunya adalah bakteri. Sebagai contoh. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan lemak.[58] Selanjutnya. seperti asam amino. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. seperti karbohidrat.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dan industri.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Kelembaban relatif o 6.1 Suhu o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bahkan dalam tubuh manusia.5-5 μm. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. yaitu Thiomargarita.1 Bidang lingkungan o 7.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara. air. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). kerangka sel.

erlenmeyer.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Koch. dan tabung reaksi. terutama bakteri (bakteriologi). dan Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Ferdinand Cohn. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Akan tetapi. mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[14] Robert Koch juga merupakan . seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Selanjutnya. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13]Akan tetapi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Robert Koch (1843-1910).

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Morfologi bakteri . ribosom. vakuola gas.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. medium. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan usia.[20] . bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.

[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. lingkungan perairan. udara.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Lofotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. B-Lofotrik. tidak mempunyai flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. C-Amfitrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Monotrik. D-Peritrik. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[24] .

Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Suhu . mata. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .Thermus aquatiqus. dan daya tahan sel yang unik. dan cahaya.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. terutama pada usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan rendah. dan kaki manusia. seperti mikroskop optikal. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat pula kelompok bakteri lain.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Secara umum. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mikroskop elektron. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan atomic force microscope (AFM). yaitu probiotik. kelembapan.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mulut. mekanisme metabolisme.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[5][25] Di samping itu.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.

misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Sebagai contoh. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 50 .[40] Secara umum. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 88 °C.114 °C. RH) yang cukup tinggi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 15 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[40] Akan tetapi.[39] Deinococcus radiodurans.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

bakteri dapat mengalami kematian. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. sinar x.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.bagi pertumbuhan bakteri. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] . dan bahkan kanker. Bakteri denitrifikasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5].[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. 1 Gy = 100 rad).000 Gy. Bakteri nitrifikasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[42][43] Pada umumnya. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[41] Akan tetapi. gas amoniak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. hipertensi. [42] Sebagai perbandingan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. katarak.

seperti dinitrogen oksida (N2O).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Photorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans. seperti bakteri nitrifikasi. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Bradyrhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.Frankia alni.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.

menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 5. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] .Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp. 1.[49] Clostridium botulinum. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan racun botulinin.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 3. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pseudomonas cocovenenans). penurunan pH. 4.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6.

terutama bakteri heterotrof.[58] Selanjutnya. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. salah satunya adalah bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. gas hidrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti karbohidrat. Sebagai contoh. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. protein. seperti asam amino.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Beberapa jenis bakteri.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan lemak. gas nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[52] Pada manusia. Pada tahap akhir.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama karbon dan nitrogen.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

[6][7][8][9] Pada umumnya. kerangka sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Kelembaban relatif o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). udara.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur.4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.1 Suhu o 6.3 Cahaya o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. air. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.2 Bidang pangan o 7. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Bidang lingkungan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.5-5 μm. bahkan dalam tubuh manusia.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. pengobatan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[5] Robert Hooke (1635-1703). berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Dalam bukunya tersebut. erlenmeyer.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. salah satu bakteri penghasil endospora. dimuat dalam Micrographia.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Walau demikian. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Selanjutnya.[14] Robert Koch juga merupakan . mulai berkembang. terutama bakteri (bakteriologi).[13]Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah. dan tabung reaksi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Robert Koch. Ferdinand Cohn. dan Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Akan tetapi.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. ribosom. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. melekat dan konjugasi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas.[18] Morfologi bakteri . dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan magnetosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. C-Amfitrik. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. udara.[24] . terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tidak mempunyai flagel.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun. bakteri dibagi menjadi lima golongan. D-Peritrik. lingkungan perairan. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Habitatnya sangat beragam. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan atomic force microscope (AFM).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[5][25] Di samping itu. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mata. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan cahaya. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu probiotik. mekanisme metabolisme. terutama pada usus besar. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan kaki manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan rendah. mikroskop elektron.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Suhu .[38] Secara umum. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan daya tahan sel yang unik.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[26] Selain di dalam saluran pencernaan.Thermus aquatiqus. mulut. kadar air rendah (kelompok xerofil). kelembapan.

paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri termofil.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri mesofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Secara umum.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.114 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Akan tetapi.[2] Sebagai contoh.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 25° – 40 °C. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 15 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.

[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Bakteri nitrifikasi.[41] Akan tetapi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. yaitu kelompok Deinococcaceae. hipertensi. terutama bakteri. 1 Gy = 100 rad).[40] Teknik penggunaan sinar UV. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Sebagai contoh.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. katarak. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan bahkan kanker.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bakteri dapat mengalami kematian.[42][43] Pada umumnya. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. Bakteri denitrifikasi. sinar x. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. gas amoniak. [42] Sebagai perbandingan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] .[40][5].bagi pertumbuhan bakteri. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.000 Gy. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.

Frankia alni. Photorhizobium.[2] Bidang pangan . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium.[46] Di samping itu. Pseudomonas aeruginosa.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[48][2] Secara umum. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. and Paracoccus denitrificans.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Mesorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. dan Sinorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).

menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] . bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 5. penyebab pelendiran makanan. 4. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penurunan pH.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. dan pembentukkan gas.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 3. Pseudomonas cocovenenans). seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 1. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik polymixin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.

[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Beberapa jenis bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pada tahap akhir. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. gas hidrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri . seperti karbohidrat.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti asam amino. gas nitrogen. salah satunya adalah bakteri.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. protein.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[52] Pada manusia. dan lemak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama karbon dan nitrogen.[58] Selanjutnya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Sebagai contoh.

cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . air. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Suhu o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan industri.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7. yaitu Thiomargarita. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.5-5 μm. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bahkan dalam tubuh manusia.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Bidang lingkungan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[6][7][8][9] Pada umumnya. udara.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan. bakteri berukuran 0.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703). Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ferdinand Cohn. dan Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Selanjutnya. Robert Koch.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Dalam bukunya tersebut. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. erlenmeyer.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Akan tetapi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Sejak saat itulah. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Walau demikian. Antoni van Leeuwenhoek. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dan tabung reaksi.[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. dimuat dalam Micrographia.[13]Akan tetapi.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri . dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. vakuola gas. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.

dan usia. medium. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. (bentuk koma). Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.

[2] Habitatnya sangat beragam. C-Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. D-Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tanah.[24] . terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Lofotrik. tidak mempunyai flagel. lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. [23] Oleh karena itu.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. udara.

Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mikroskop elektron. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Suhu . mekanisme metabolisme.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. kelembapan. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan cahaya. dan atomic force microscope (AFM). mulut.[5][25] Di samping itu.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan rendah.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Secara umum. yaitu probiotik. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. seperti mikroskop optikal. terutama pada usus besar. mata. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terdapat pula kelompok bakteri lain. dan kaki manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).Thermus aquatiqus.

misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.114 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Bakteri termofil.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans.[2] Sebagai contoh.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Akan tetapi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Bakteri mesofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 50 .

1 Gy = 100 rad). Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan bahkan kanker. sinar x. bakteri dapat mengalami kematian. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. hipertensi.[41] Akan tetapi.[41] Sebagai contoh pada manusia. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.000 Gy.[40][5]. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.bagi pertumbuhan bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri denitrifikasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri nitrifikasi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] . gas amoniak. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[42][43] Pada umumnya.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Sebagai contoh. katarak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terutama bakteri.

[2] Bidang pangan . termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Bradyrhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.Frankia alni.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Photorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[46] Di samping itu.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Pseudomonas aeruginosa.[48][2] Secara umum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. dan Sinorhizobium.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 5. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin. 4. 3.[5] . penyebab pelendiran makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans). 2. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 6.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penurunan pH. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan asam bongkrek. 1.

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri. gas hidrogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[52] Pada manusia. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri . seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan lemak.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. gas nitrogen. terutama karbon dan nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Sebagai contoh.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. protein.[58] Selanjutnya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Bidang lingkungan o 7. udara. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bakteri berukuran 0.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. yaitu Thiomargarita.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur. pengobatan. air.3 Cahaya o 6.5-5 μm.2 Bidang pangan o 7. dan industri.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Suhu o 6. bahkan dalam tubuh manusia. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Sejak saat itulah. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[14] Robert Koch juga merupakan . mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Koch.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dan Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Dalam bukunya tersebut.[5] Robert Hooke (1635-1703). salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. erlenmeyer. dimuat dalam Micrographia.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Selanjutnya.[13]Akan tetapi. Ferdinand Cohn.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Akan tetapi. terutama bakteri (bakteriologi). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. dan tabung reaksi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan magnetosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. melekat dan konjugasi. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. vakuola gas.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. ribosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.

medium. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.

[22][21] Lofotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[24] . D-Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. udara.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. B-Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Monotrik. permukaan daun. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. C-Amfitrik. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. lingkungan perairan. [23] Oleh karena itu. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.

[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). mekanisme metabolisme. terdapat pula kelompok bakteri lain. derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Suhu . terutama pada usus besar. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[38] Secara umum. kelembapan. kadar air rendah (kelompok xerofil). yaitu probiotik.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mikroskop elektron. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan daya tahan sel yang unik. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan cahaya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.Thermus aquatiqus. dan kaki manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[5][25] Di samping itu. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mulut. mata. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan rendah. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan atomic force microscope (AFM).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. seperti mikroskop optikal.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.

Bakteri termofil.[40] Secara umum. Bakteri mesofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.65 °C Bakteri hipertermofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. RH) yang cukup tinggi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 50 .[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . kira-kira 85%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[39] Deinococcus radiodurans.114 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.

beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. 1 Gy = 100 rad).[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan bahkan kanker.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40][5]. Bakteri denitrifikasi.[5] . terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sinar x.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Akan tetapi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.000 Gy. gas amoniak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[42][43] Pada umumnya. bakteri dapat mengalami kematian. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Sebagai contoh pada manusia. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. katarak.[5] Sebagai contoh. [42] Sebagai perbandingan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. yaitu kelompok Deinococcaceae. terutama bakteri. hipertensi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.

[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Pseudomonas aeruginosa. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan . tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bradyrhizobium.[48][2] Secara umum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Mesorhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[46] Di samping itu.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.Frankia alni. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. dan Sinorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Photorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). and Paracoccus denitrificans.

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 2.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp. 3. menghasilkan asam bongkrek. 4. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] . penurunan pH. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. penyebab pelendiran makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 5. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Pseudomonas cocovenenans).

dan lemak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. gas nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Beberapa jenis bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Sebagai contoh. seperti asam amino. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama bakteri heterotrof. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama karbon dan nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Selanjutnya. Pada tahap akhir. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. protein. salah satunya adalah bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] . dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.