P. 1
Karakteristik Ibu Hamil Resti

Karakteristik Ibu Hamil Resti

|Views: 51|Likes:
Published by Hafizah Adni

More info:

Published by: Hafizah Adni on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Scribd

post partum

Explore

Hafizah Adni

inShare
    

Embed Doc Copy Link Readcast Collections Comment

Download Paritas Frekuensi ( F ) Presentase ( % )PrimiparaMultiparaGrande Multipara72712143,9143,2912,80Jumlah 164 100Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa ibu hamil resiko tinggi yang terbanyak pada paritas primipara sebanyak 72 orang ( 45,12% ).Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tekanan Darah Ibu Hamil Resiko Tinggi Terhadap KejadianPre eklampsia di Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2006Tekanan darah Frekuensi ( F ) Presentase ( % )> 140 / 90 mmhg> 160 / 110 mmhg< 140 / 90 mmhg65613839,6337,1923,17Jumlah 164 100Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa 65 orang ( 39,63% ) ibu hamil resiko tinggimemiliki tekanan darah > 140 / 90 mmhg.Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Bedasarkan Jarak Kehamilan Ibu Hamil Resiko Tinggi Terhadap KejadianPre eklampsia di Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu tahun 2006Jarak kehamilan Frekuensi ( F ) Presentase ( % )< 2 tahun> 4 tahun818349,3950,61Jumlah 164 100Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa 83 orang ( 50,61% ) ibu hamil resiko tinggimempunyai jarak kehamilan > 4 tahun.

B. Pembahasan 1. Kejadian Pre eklampsiaHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi yangmengalami pre eklampsia sebanyak 126 orang ( 76,83% ) dan yang tidak mengalami preeklampsia sebanyak 38 orang ( 23,17% ). Dari hasil distribusi frekuensi berdasarkan kejadian preeklampsia sebagian besar ibu hamil mengalami pre eklampsia. Masalah ini sangat erathubungannya dengan kurangnya pengetahuan, status sosial-ekonomi dan pendidikan rendah, jauh dari informasi, serta kurang aktifnya petugas kesehatan dalam mendeteksi dini komplikasiyang menyertai kehamilan ( Depkes RI, 2002 ).2. UsiaBerdasarkan hasil penelitian dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi usia < 20 tahunsejumlah 44 orang dengan pre eklampsia ( 22,56% ) yang tidak pre eklampsia ( 4,27% ). Padaibu hamil dengan usia reproduktif ( 20-35 tahun ) sejumlah 84 orang yang mengalami preeklampsia ( 34,15% ) yang tidak mengalami preeklampsia ( 17,1% ). Sedangkan pada ibuhamil resiko tinggi dengan usia > 35 tahun sejumlah 36 orang ( 21,95% ) yang semuanyamengalami pre eklampsia. Dari hasil distribusi frekuensi berdasarkan usia ibu hamil diketahui bahwa penyebab utama dari pre eklampsia adalah usia reproduktif, yaitu usia 20 ± 35 tahunsebanyak 56 orang ( 34,15% ), hasil ini sesuai dengan apa yang didapatkan oleh Hadi S. ( 1997 )di RSHS Bandung dan Siregar F. (1997) di RS Pirngadi. Sedangkan Wibowo H. (1993)mendapatkan kejadian preeklampsia terbanyak pada umur diatas 35 tahun ( 58,3% ), tapi hal initidak sejalan dengan Spellacy ( 2005 ) melaporkan bahwa pada wanita diatas usia 40 tahun

insiden hipertensi karena kehamilan meningkat tiga kali lipat ( 9,6 lawan 2,7% ) dibandingkandengan wanita yang berusia 20 ± 35 tahun.3. ParitasBerdasarkan hasil penelitian dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi dengan primiparasejumlah 72 orang mengalami preeklampsia (34,76%) yang tidak preeklampsia (9,15%). Padaibu dengan multipara sejumlah 71 orang yang mengalami preeklampsia (28,66%) yang tidak preeklampsia (14,63%). Sedangkan pada ibu grande mutipara didapatkan 21 orang (12,80%)dengan preeklampsia. Dari hasil distribusi frekuensi berdasarkan paritas, preeklampsia terbanyak diderita oleh primipara sebanyak 57 orang (34,76%). Hasil penelitian ini sesuai dengan teoriCunningham (1995) yang menyatakan bahwa pada primigravida insiden preeklampsia lebihtinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda karena hampir seluruh primipara menderita hipertensi kehamilan, dimana pengaturan darah selama kehamilansangat tergantung pada hubungan antara curah jantung dan tekanan atau retensi pembuluh darah,yang keduanya berubah selama kehamilan. Peningkatan tekanan darah pertama timbul pada saatkehamilan , disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah pada plasenta. Selainitu juga dapat timbul pada ginjal yaitu menurut fungsi filtrasi glomerulus mengakibatkan protenuria serta retensi natrium dan air maka diuresis menurun sehingga terjadi edema dan peningkatan berat badan (Cakul, Pers, Com, 2005)4. Tekanan DarahHasil penelitian menunjukkan dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi yang memilikitekanan darah > 140 / 90 mmhg sejumlah 65 orang (39,63%), sedangkan ibu hamil yangmemilikitekanan darah > 160 / 110 mmhg sejumlah 61 orang ( 37,19% ), dan 38 orang ibu hamil(23,17%) memiliki tekanan darah < 140 / 90 mmhg. Dari hasil distribusi frekuensi berdasarkan tekanan darah, sebagian besar ibu hamil memiliki tekanan darah > 140 / 90 mmhg ( 39,63% ).Tinggi rendahnya tekanan darah dalam berbagai referensi digunakan sebagai salah satu indikator tingkat keparahan dari hipertensi akibat kehamilan. Makin tinggi tekanan darah penderita makin parah tingkat hipertensi akibat kehamilan yang diderita.5. Jarak KehamilanBerdasarkan hasil penelitian dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi, sebanyak 81 orang(49,39%) memiliki jarak kehamilan < 2 tahun, sedangkan sebanyak 83 orang (50,61%) memiliki jarak kehamilan > 4 tahun. Dari hasil distribusi frekuensi lebih banyak ibu hamil dengan jarak kehamilan > 4 tahun, hal ini sejalan dengan penelitian Sarwono (1999) pada preeklampsia. Padakehamilan dengan jarak > 4 tahun sel telur yang dihasilkan sudah tidak baik, sehinggamenimbulkan kelainan bawaan, saat persalinan pun beresiko terjadi perdarahan post partum. Halini disebabkan otot ± otot rahim tidak selentur dulu, hingga saat harus mengkerut kembali bisaterjadi gangguan, juga beresiko terjadi preeklampsia karena terjadi kerusakan sel - sel endotel. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Basuki Rahmad KotaBengkulu tahun 2006 dapat disimpulkan bahwa :1. Usia Pre eklampsia banyak terjadi pada kelompok usia reproduktif, yaitu usia 20 ± 35 tahun sebanyak 56 orang ( 34,15% ) dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi.2. ParitasKelompok ibu hamil resiko tinggi yang mengalami preeklampsia tertinggi pada ibu dengan paritas primipara sebanyak 57 orang ( 34,76% ) dari 164 ibu hamil resiko tinggi.3. Tekanan DarahSebagian besar ibu hamil resiko tinggi memiliki tekanan darah > 140 / 90 mmhg sebanyak 65orang (

39,63% ) dari 164 orang ibu hamil resiko tinggi.4. Jarak KehamilanKelompok ibu hamil resiko tinggi yang mengalami preeklampsia terbanyak pada ibu hamildengan jarak kehamilan >4 tahun sebanyak 83 orang ( 50,61% ) dari 164 orang ibu hamil resikotinggi. B. Saran Berdasarkan hasil dari kesimpulan penelitian yang telah dilaksanakan di PuskesmasBasuki Rahmad Kota Bengkulu maka peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak yangterlibat antara lain :1. Bagi PuskesmasDiharapkan kepada petugas kesehatan terutama petugas KIA agar dapat lebihmeningkatkan penyuluhan kesehatan kepada ibu ± ibu hamil, khususnya pada ibu hamil usia 20 ± 35 tahun dengan primipara untuk melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara teratur, agar dapat mendeteksi dini komplikasi dan dapat melakukan penatalaksanaan sesuai dengankomplikasi yang timbul.2. Bagi Akademik Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh Mahasiswi Poltekkes BengkuluJurusan Kebidanan sebagai tambahan referensi untuk menambah wawasan mengenai preeklampsia pada ibu hamil resiko tinggi.3. Bagi Peneliti LainKepada peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dari penelitianini, mengenai faktor lain yang juga mempengaruhi kejadian pre eklampsia dengan menggunakanmetode dan tempat penelitian yang berbeda. Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Resiko Tinggi / Komplkasi ditanganimenurut Kecamatan dan PuskesmasKota Bengkulu tahun 200 6 No Kecamatan Puskesmas JumlahIbuHamil Bumil Risti Bumil Ristidirujuk Bumil RistikDirujuk danDitangani Jml % Jml % Jml %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Gading Cempaka Jembatan Kecil Jalan Gedang Lingkar Barat Lingkar Timur 343 403 449 1,019 89 81 90 204 20,12

20,10 20,04 20,02 0 0 8 0 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0 17 0 0,.00 0,00 3,79 0,00 2 Ratu Agung KualaLempuing Nusa IndahSawah Lebar 136 692

695 27 138 139 19,85 19,94 20,00 7 3 3 25,15 0,43 0,43 7 3 3 5,15 0,43 0,43 3 Ratu Samban Anggut Atas 966 193 19,98

2 0,00 2 0,21 4 Teluk Segara Pasar IkanKampung Bali 520 330 104 66 20,00 20,00 2 0 0,00 0,00 2 0 0,38 0,00 5 Sungai Serut Sukamerindu 643 129 20,06

12 9,30 12 1,87

Leave a Comment

Submit Characters: 400 Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Resiko Tinggi Terhadap Kejadian Preeklamsia Download or Print 1,922 Reads

Uploaded by Ridho Doger'z Maulana

Follow TIP Press Ctrl-F to quickly search anywhere in the document.

22 p. Diare

33 p. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Resiko Tinggi Terhadap Kejadian Pr...
post partum

                  

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog Partners Scribd 101 Web Stuff Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright AdChoices Advertise Privacy

Copyright © 2012 Scribd Inc. Language: English Searching for post partum resiko 4 terlalu dengan...? Search for popular queries post partum resiko 4 terlalu dengan karakteristik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->