P. 1
55624141-“-Analisis-Dampak-ACFTA-Asean-China-Free-Trade-Area-dalam-Kurun-Waktu-2004-2010-dan-Kebijakan-Pemerintah-Indonesia-di-Balik-Keputusan-Penandatangan

55624141-“-Analisis-Dampak-ACFTA-Asean-China-Free-Trade-Area-dalam-Kurun-Waktu-2004-2010-dan-Kebijakan-Pemerintah-Indonesia-di-Balik-Keputusan-Penandatangan

|Views: 225|Likes:
Published by David Novan

More info:

Published by: David Novan on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

MAKALAH DIPLOMASI INDONESIA

“ Analisis Dampak ACFTA (Asean-China Free Trade Area) dalam Kurun Waktu 2004-2010 dan Kebijakan Pemerintah Indonesia di Balik Keputusan Penandatanganan ACFTA sebagai ASEAN-6 “

Oleh : Anindita Brilianti (1006664653) Colley Windya Tyas Buana (1006694334) Monica Agnes Sylvia (1006764164) Muhammad Iqbal (1006773755) Rista Sanjaya (1006694555)

Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Depok

1

Meskipun Indonesia dinilai tidak siap menghadapi ACFTA dilihat dari UKMnya. tercetuslah ide untuk merumuskan kerjasama tersebut ke dalam lembaga yang lebih formal. Mengapa pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk menyetujui ACFTA? 1. Dalam kerjasama ini. Perkembangan itu seperti dibentuknya ACFTA antara ASEAN dengan China yang memperbolehkan barang China secara bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN. dan bidang-bidang lainnya. Atas dasar pertimbangan itu.3 Kerangka Teori / Konsep 1. sosial. Persetujuan ini telah disetujui dan ditandatangani oleh negara-negara ASEAN dan China pada tanggal 29 November 2004.BAB I PENDAHULUAN 1. ACFTA ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) adalah sebuah persetujuan kerjasama ekonomi regional yang mencakup perdagangan bebas antara negara anggota ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation) dengan China. ASEAN berfokus pada beberapa bidang di antaranya ekonomi. hambatan-hambatan tarif dan non-tarif dihilangkan atau dikurangi 2 . Kerjasama tersebut membuat batas-batas antarnegara seakan-akan tidak lagi menjadi penghalang. Dalam perkembangannya.1 Latar Belakang Globalisasi adalah sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan adanya kerjasama global yang intens antara aktor-aktor (state maupun non-state) dalam berbagai aspek seperti politik. dan Singapura mendirikan organisasi regional yang mencakup kawasan Asia Tenggara yang kita kenal sebagai ASEAN. masing-masing bidang mengalami perubahan signifikan yang disesuaikan dengan keadaan anggotanya.2 Pertanyaan Permasalahan 1. Dalam rangka mewujudkan kerjasama yang memberikan dampak positif bagi negara-negara tersebut. 1. walaupun industri Indonesia (khususnya UKM) dinilai cenderung belum siap dalam menghadapi dampak impelementasinya. Indonesia sebagai anggota ASEAN menjadi salah satu negara yang ikut serta menyetujui adanya ACFTA. tulisan ini akan membahas tentang dampak ACFTA terhadap perekonomian negara-negara anggotanya serta analisis mengenai keputusan pemerintah Indonesia yang bergabung dalam ACFTA. Thailand. yakni melalui sebuah institusi yang disepakati bersama. sosial & budaya hingga lingkungan. Bagaimana dampak yang diberikan oleh ACFTA terhadap perekonomian negara-negara yang menyetujuinya? 2. Sebagai suatu organisasi dengan wilayah cakupan regional. budaya. ekonomi. Seiring perkembangan. Filipina. Delapan Agustus 1967 Indonesia bersama empat negara lain yakni. interdependensi dan kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang sangat esensial dan tidak terelakkan. Malaysia. tulisan ini akan membahas tentang indikasi tindakan pemerintah Indonesia yang bergabung dengan ACFTA sebagai suatu usaha pembangunan citra politik yang baik bagi Indonesia di mata internasional melalui diplomasi. Lebih jauh lagi. Kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang mutlak bagi negara-negara tersebut untuk mewujudkan tujuan mereka masing-masing. Seiring dengan terjadinya globalisasi yang didukung juga oleh aspek teknologi yang telah berkembang pesat.semakin banyak negara di wilayah Asia Tenggara yang bergabung ke ASEAN.

Myanmar.cit. 4 Martin Grifffiths dan Terry O’Challenge.htm pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB. Hadi Sosastro.go. dan Filipina menyetujui penghapusan per 1 Januari 2010 sedangkan CMLV (Cambodia. Myanmar. Di dalam Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and People’s Republic of China. dan Vietnam– CLMV) dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi diantara negara-negara anggota. 3 Log. 1991). Meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa serta menciptakan suatu sistem yang transparan dan untuk mempermudah investasi. Laos.( Jakarta: CSIS. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota ASEAN baru (Cambodia.dan Vietnam) baru akan mengeliminasi dan menghapus tarif per 1 Januari 2015. Pengertian kedua menjadi pemahaman umum yang sering digunakan 1 “Agreement on Trade in Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of Southeast Asian Nations and the People’s Republic of China” diakses dari http://www. International Relations : The Key Concept. Malaysia.depdag. kedua pihak sepakat akan melakukan kerjasama yang lebih intensif di beberapa bidang seperti pertanian. perdagangan. perbankan. Dalam Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa ed. investasi. energi. Konsep Diplomasi Diplomasi secara garis besar didefinisikan sebagai proses bagi pemerintah menjalankan kebijakan luar negerinya. peraturan dan ketentuan investasi serta meningkatkan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para Pihak ACFTA. perikanan. pemerintah menempatkan diplomasi sebagai pengimplementasian kebijakan luar negeri yang telah dirumuskan 4. ASEAN6 yang terdiri dari Indonesia. Thailand. telekomunikasi. Kerjasama ekonomi ini dilakukan untuk mencapai tujuan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan China2. Kelompok pertama mengartikan diplomasi sebagai pembuatan kebijakan luar negeri dan kelompok kedua mengartikan diplomasi sebagai negoisasi. Kebijakan luar negeri menjadi pedoman bagi para pelaku diplomasi dalam menjalankan fungsi diplomasinya.dalam rangka mewujudkan perdagangan bebas dalam kawasan regional ASEAN dan China 1. 5 Bantarto Bandoro. Tidak hanya itu.aseansec.79.pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB. (London: Routledge. 2002) p. pengembangan Sungai Mekong. tidak semua anggota ASEAN menyetujui penghapusan tarif dalam waktu bersamaan.3 2. Secara lebih spesifik. Menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijaksanaan yang tepat dalam rangka kerjasama ekonomi antara negara-negara anggota. Harold Nicholson membagi diplomasi ke dalam dua kelompok besar. dan investasi antara negara-negara anggota. 3 . Lebih jauh lagi. 2 “ASEAN-China Free Trade Area” diakses dari http://ditjenkpi. Mereka berdua akan saling mempengaruhi satu sama lain. Singapura. Kini. diplomasi akan menyesuaikan diri dengan kondisi politik luar negeri5. teknologi informasi. Di sisi lain. negara-negara yang telah menyetujuinya juga akan meningkatkan akses pasar jasa.id/Umum/Regional/Win/ASEAN %20-%20China%20FTA.org/16646. Kebijakan luar negeri dan diplomasi merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam prakteknya. kehutanan. Namun. “Diplomasi Indonesia: Dahulu. Laos. Brunei Darussalam. transportasi. pertambangan. industri. ACFTA antara lain bertujuan untuk : • • • • Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi. pengembangan SDM. dan Masa Depan”. keuangan. produk-produk hutan dan sebagainya.

Negara-negara di dunia tidak bisa mengisolasi diri mereka secara keseluruhan karena negara tersebut tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan akhirnya kebijakan isolasi tersebut akan memakan biaya yang besar. Mereka menginginkan adanya pemahaman satu sama lain. Implementasi diplomasi macam ini mengharuskan adanya satu pihak yang kalah dan ada pihak lain yang menang. 1975). Karya tulis ini juga akan lebih melihat diplomasi yang diartikan sebagai negoisasi. Meningkatnya komunikasi dan transportasi. Teori warrior memposisikan diplomasi sebagai poltik kekuatan. dalam Louise Fawcett dan Andrew Hurrell (ed. melainkan lebih kepada bagaimana aktor-aktor politik internasional menginterpretasikan makna dari region itu sendiri 9. 2. Terdapat dua teori diplomasi yang dikembangkan oleh Nicholson yakni warrior dan mercantile. 8 Gary Michael Salloum. hlm. Konsep Interdependensi Interdependensi merupakan konsep yang dekat dengan paradigma liberalisme. Konsep Regionalisme Dalam kerangka Teori Ekonomi dan Politik Internasional. Joseph S. 208. 6 7 Bandoro. h. interdependensi dapat berarti ketergantungan yang saling menguntungkan7. Dalam interdependensi ekonomi negara memiliki kepentingan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus memelihara hubungan dengan negara lain. 2009).oleh orang kebanyakan dalam mengartikan diplomasi. 3. 46. Meningkatnya aktivitas yang melewati batas-batas negara seperti turisme dan investasi. Bentrokanbentrokan antar kepentingan negara dapat diminimalisir sekecil mungkin dan kepentingankepentingan tersebut memperoleh penyelesaian yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. (Canada. teori mercantile lebih mengarah pada negosiasi6. hlm.Regionalism in World Politics: Regional Organization and International Order(New York: Oxford University Press.). Interdependensi dapat dibagi menjadi interdependensi militer yang muncul dari kompetisi militer dan interdependensi ekonomi. Interdependensi apabila dilihat secara analisis dapat diartikan sebagai kondisi dimana aktor-aktor atau kejadiankejadian di dalam bagian yang berbeda dari sebuah sistem mempengaruhi satu sama lainnya. Dengan kata lain. Teori warrior menekankan pada prestige negara dan politik kekuatan. diantaranya adalah: 1. Di sini. Teori Mercantile tidak menginginkan adanya satu pihak yang kalah sebagai konsekuensi adanya pemenang. diplomasi merupakan jalan yang dipunyai oleh negara untuk menunjukkan kekuatan politik mereka kepada negara lain. hlm. Teori Nicholson tersebut ingin menunjukkan bahwa diplomasi digunakan oleh negara-negara di dunia untuk menunjukkan pada yang lain bahwa mereka merupakan negara yang mempunyai posisi lebih kuat dan terdapat prestis di dalamnya. negara-negara yang terlibat berusaha mencari jalan tengah atas persoalan yang ada dan dapat berdampak menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kebijakan interdependensi ekonomi selalu melibatkan nilai dan harga. 4 . ―”Regionalism in Theoretical Perspective”. Ibid. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan masyarakat luas menjadi lebih sadar akan interdependensi. 1995). Kebijakan negara yang memperbolehkan masuknya barang impor akibat permintaan pasar dalam negeri8. Jika melihat pada teori ini. 4. (United States:Pearson Longman. Perbedaan yang ada di kedua teori tersebut terletak pada aspek yang digunakan oleh suatu Negara dalam menjalankan politik luar negerinya. Nye. Di lain sisi. Mercantile melihat pada negosiasi sebagai upaya perundingan. suatu region/kawasan tidak hanya didefinisikan sebagai wilayah yang memiliki kesamaan letak geografis. 9 Andrew Hurrell. 41. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History. Economic Interdependence and International Politics:The Case of OPEC. 3. 109-110. Jr.

Regionalism and World Order (Macmillan. “Introduction: the Political Economy of Regionalism and World Order”. sementara pada beberapa definisi lain. 13 Andrew Payne dan Andrew Gamble. dan sosial budaya10. 2. biasanya yang terletak dalam wilayah geografis yang sama. atau masalah di mana tindakan suatu negara akan mempengaruhi negara lainnya 12. Regionalisme merupakan sebuah respon logis yang diambil suatu negara dalam menghadapi masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri.ucm. 12 Ibid. aktor yang berperan tidak hanya terbatas pada negara. regionalisme didefinisikan sebagai kondisi di mana sekelompok negara. 242. 2005). pukul 21. 10 Yeo Lay Hwee. 1996). Pada beberapa definisi. 5 . politik. tiap-tiap negara memiliki interestnya masing-masing.07. dalam Andrew Gamble and Anthony Payne (eds. “regionalisme adalah sebuah proyek state-led atau states-led yang bertujuan untuk mengatur ulang suatu ruang regional tertentu bersama dengan tujuan ekonomi dan politik yang telah ditentukan”13. norma. dan aspirasi yang dipegang oleh pihak-pihak tertentu.). 11 David N. Menurut Anthony Payne dan Andrew Gamble. identitas. aktor utama di balik regionalisme adalah negara. Regionalisme merupakan konsep normatif yang merujuk pada nilai.Regionalisme bukan hanya sebuah konsep geografis.Introduction to International Political Economy(New Jersey: Pearson Prentice Hall. melainkan juga sebuah proses dinamis yang di dalamnya mencakup hubungan ekonomi.Realism and Reactive Regionalism: Where Is East Asian Regionalism Heading http://revistas.243. h.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.pdf diakses pada 6 Mei 2011. h. h. Secara umum. Balaam dan Michael Veseth. Dalam konsep regionalisme. setuju untuk bekerja sama dan membagi tanggung jawab untuk meraih tujuan yang sama 11.

yang permasalahan adalah apakah ACFTA dalam implementasinya memang membawa dampak baik bagi perekonomian setiap negara anggota seperti apa yang diekspektasikan sebelumnya.9% per tahun mencapai US $ 105. ACFTA merupakan area perdagangan bebas terbesar di dunia dengan 1. Berdasarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia. khususnya negaranegara anggota ASEAN dan China. Negara yang memiliki jumlah ekspor dan impor yang cukup tinggi dengan China adalah Singapura dengan jumlah impor yang sedikit berada di atas jumlah ekspor dan menunjukkan angka yang defisit.1 miliar US$ pada tahun 2008. Merujuk pada data dalam tabel dibawah. Total perdagangan mencapai 1. Volume perdagangan bilateral naik sebesar 38. namun sejak tahun 2007 hal yang terjadi justru sebaliknya. 6 . yaitu jumlah impor dari China menjadi lebih tinggi daripada jumlah ekspor yang berujung pada terjadinya defisit neraca perdagangan.42 miliar dibanding tahun 2009.reingex. Cina merupakan negara ketiga terbesar sumber impor ASEAN. sementara akumulasi investasi ASEAN pada tahun 2008 sebesar US$5.2 trilyun US$. China merupakan negara terbesar kedelapan investor ASEAN dengan akumulasi investasi sebesar 6. Hal ini khususnya terwujud dalam hal interdependensi ekonomi. peluang pasar beserta ikatan geografis juga menjadi faktor utama interdependensi negara-negara ASEAN dan China. terlihat bahwa negara-negara ASEAN memiliki hubungan dagang yang cukup signifikan dengan China.6 milyar14. 14 http://en. Pada tabel di bawah juga ditunjukkan bahwa pada tahun 2004 jumlah ekspor Indonesia masih berada di atas jumlah impornya dengan China.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB.9 milyar populasi yang sejumlah dengan 30% populasi dunia.000.900.com/ASEAN-China-ACFTA. kecuali yang terjadi pada Brunei Darussalam yang sejak 2004 hingga 2007 berhasil mempertahankan surplus perdagangan akan tetapi pada tahun 2008 turut mengalami defisit. impor dan ekspor diharapkan akan meningkat sebesar 50%. Dengan diimplementasikannya ACFTA. begitu pula sebaliknya negara-negara ASEAN (termasuk Indonesia) juga melihat peluang pasar yang besar dari China. Selain itu. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bertendensi semakin tergantung dengan impor barang dari China.BAB II PEMBAHASAN ACFTA merupakan perwujudan dari konsep interdependensi antarnegara. Impor dari China mencapai senilai 107 miliar US$. Data dibawah juga menunjukkan bahwa hampir semua hubungan ekspor-impor yang dilakukan negaranegara anggota ASEAN dengan China menunjukkan defisit perdagangan.000. Namun demikian. pelaksanaan ACFTA (terutama perdagangan China dengan Indonesia) telah membuat nilai impor produk industri China di 2010 naik 45% menjadi US$ 20. China melihat peluang pasar yang besar dari negara-negara anggota ASEAN. Hal inilah yang menjadi latar belakang dari tercetusnya ide ACFTA. dimana tiap-tiap negara memiliki spesialisasi masing-masing dalam memproduksi komoditas tertentu sehingga akan lebih efisien bagi negara-negara tersebut apabila melakukan ekspor dan impor perdagangan.

148 93.077 19.098 2.714 2005 234 15 6.750 28.aseansec.org/documents/acfta/AMS.Trade-with-China-2004-2008.659 16.583 19.931 4.422 499 5.id/index.416 47. 7 .322 61. 2004-200815 Dampak ACFTA terhadap perekonomian Indonesia16 tabel Di dalam berikut ini Source: ASEAN Trade Statistics Database (Data as of July 2009) disajikan data mengenai jumlah ekspor impor Indonesia ke negara-negara ASEAN dan China17. 17 http://www.183 4.637 23 15.545 107.136 2006 174 13 8.908 16.711 41.616 43 18. 2 Mei 2011 pukul 15:34 WIB.491 85.258 94 430 5.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB.114 Tabel 2.843 185 14.634 75 2.co. 16 http://lipsus.951 2007 201 11 8.391 133 4.897 564 4.662 4 9.001 31.go.361 286 2.527 11. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB.897 35 15.306 74.578 7.083 2.1 ASEAN Member States Trade with China.840 3.925 14.637 15 18.173 2008 0 13 11.973 20.646 671 4.628 26.247 131 18.353 351 2.543 397 3.828 52.653 15.336 77.558 171 933 15.647 27.467 29.137 8.443 475 5.101 89 11.352 87 337 4.605 1 8.xls diakses pada Senin.344 1 11.465 119 4.945 157 653 8.250 31.kontan.082 15.(Value in million US$) Country Name Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Export Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Import 2004 243 12 4.472 10.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 diakses pada Jumat.184 12.770 9.116 5.setneg.185 13.010 120 516 6.873 3.015 65.321 7. 15 www.936 15.

mengalami peningkatan impor bahan baku.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgrefurl=http://lips us. logam dan barang logam. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masih sangat bergantung pada impor yang dilakukan dengan negara lain. mainan anak serta TPT cenderung mengalami peningkatan impor setiap bulannya sepanjang 2010. 18 Diakses dari http://www.jpg&w=326&h=260&ei=YcXDTea OL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB. Perbandingan antara jumlah ekspor dan impor yang dilakukan Indonesia masih jauh timpang. Posisi kedua ditempati produk mebel China dengan menguasai 54% dari total negara pengekspor lainnya. Indonesia melakukan ekspor yang terus naik mulai dari bulan Januari 2009 hingga Januari 2010.co. produk elektronika menguasai 36%. penurunan produksi.kontan. penurunan penjualan.Tabel 2.2 Ekspor Impor Indonesia ke Negara-negara ASEAN China Merujuk pada data diatas. industri elektronika dan TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) khususnya garmen.co. tekstil dan produk tekstil (TPT) sebesar 33% dan permesinan sebesar 22%. terlihat bahwa Indonesia sangat bergantung pada impor dari negara ASEAN lainnya. Tabel 2. penurunan keuntungan dan pengurangan tenaga kerja. terlebih lagi bergantung pada China. Hal ini membuat penjualan melorot sekitar 25%. pasca pelaksanaan ACFTA rata-rata industri telah memangkas produksi sekitar 25%-50%. Beberapa sektor industri seperti mebel. Produk impor dari China yang mendominasi pasar di dalam negeri adalah mainan anak yang menguasai 73% dari total impor negara pengekspor lainnya.google. peningkatan nilai ekspor produk industri Indonesia ke China melalui ACFTA pada tahun 2010 juga hanya naik 34% dibanding tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 15. Tidak hanya itu. namun sebaliknya angka impor turut naik berbanding lurus dengan angka ekspor.co.3 Share Impor Total Indonesia dari RRT vs Dunia Terhadap 6 Sektor Berdasarkan Survei Kementerian Perindustrian pada Maret 2011. Dikutip dari Menteri Perindustrian. Contohnya hubungan dagang yang dilakukan dengan Singapura.69 miliar. MS Hidayat. Tidak hanya itu. (lihat tabel )18. 8 .id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus.kontan.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT. Hal ini membuat perdagangan Indonesia-China pada tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 5 miliar.

terutama China. Menurut Kementrian Perindustrian Indonesia. dan 19 Pariaman Sinaga. dan suku bunga. 7 Mei 2011 20 Suku Bunga Kredit Mikro Tertinggi Kedua di Dunia. tanggungan utang dari suku bunga yang tinggi. Penggunaan genset lebih menambah biaya produksi dibanding menggunakan listrik dari perusahaan pembangkit. http://bataviase. Misalnya. http://www. Sementara itu. Permasalahan suku bunga berasal dari tingkat suku bunga bank di Indonesia yang masih tinggi untuk menunjang pertumbuhan industri. dapat dikatakan bahwa produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang relatif rendah. Begitu pula halnya terhadap Cina. Sedangkan. Permasalahan infrastruktur menjadi hal yang perlu disoroti dalam hal lemahnya daya saing produk industri dan manufaktur Indonesia. idealnya suku bunga kredit yang diperuntukkan bagi pengembangan sektor UKM harus berada di tingkat satu digit atau maksimal 10%. Faktor eksternal ini merupakan faktor yang berasal dari keunggulan komparatif dan kualitas produk dari negara yang berkompetisi dengan Indonesia.id/node/424865 diakses pada hari Sabtu. Besarnya suku bunga ini menyebabkan semakin tingginya costs of loan yang harus ditanggung oleh perusahaan yang dibiayai melalui kredit. 9 . setelah Myanmar20.Penyebab Lemahnya daya saing produksi Indonesia Meskipun aktualisasi ACFTA dapat menjadi peluang yang baik bagi Indonesia. terdapat permasalahan terhadap lemahnya daya saing produk Indonesia dalam implementasi ACFTA bagi Indonesia. sebesar 22%. Hambatan domestik ini berasal dari high cost economy Indonesia atau biaya tinggi yang ditanggung dalam kegiatan industri dan perdagangan. Daya saing produk-produk buatan Indonesia relatif lebih rendah dibanding dengan negaranegara yang menyepakati ACFTA. Kerusakan jalan. suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan sumber pendanaan yang paling potensial bagi sektor UKM di Indonesia merupakan suku bunga kredit rakyat tertinggi kedua di dunia. infrastruktur. sebesar 14%. Proses yang rumit dalam birokrasi yang mengatur perindustrian menyebabkan pungutan-pungutan yang membebani biaya produksi. kemacetan dan inefektivitas kerja pelabuhan menjadi beban biaya bagi perusahaan sehingga menambah biaya produksi. Faktor internal merupakan faktor lemahnya daya saing produk-produk Indonesia yang berasalah dari hambatan domestik. Lebih lanjut.com/File_ACFTA/kebijakan_acfta_PS. Kenaikan biaya produsi ini kemudian berimbas pada harga jual yang meningkat sehingga mengurangi daya saing produk tersebut. Kerusakan infrastruktur perhubungan dapat mempengaruhi efektivitas dari kegiatan industri di Indonesia. Adapun. permasalahan infrastruktur seperti kesediaan energi listrik bagi dunia industri juga menjadi hambatan. Permasalahan birokrasi merupakan permasalahan yang berasal dari sistem prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan proses industri dan proses perdagangan luar negeri. daya saing produk Indonesia yang bersifat kuat hanya 7%. Selain hal yang berhubungan dengan perhubungan.China Free Trade Area) dan Kaitannya dengan KKUM. Biaya-biaya produksi tambahan ini berasal dari prosedural birokrasi.smecda. produk manufaktur yang berasal dari China lebih murah atau produk agrobisnis Thailand lebih berkualitas.pdf diakses pada hari Sabtu.co. saat ini suku bunga KUR untuk usaha mikro di Indonesia untuk pinjaman Rp 20 juta ke bawah. Kenyataannya. Lemahnya daya saing produk-produk industri dan manufaktur Indonesia dalam kompetisi dengan negara-negara ACFTA berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. Biaya ekonomi yang tinggi ini terjadi karena permasalahan birokrasi. suku bunga kredit di Cina dan Thailand hanya berkisar pada level 4-8%. Hal ini dikarenakan oleh high cost economy yang terjadi di Indonesia. daya saing produk industri dan manufaktur di Indonesia ke sesama negara ASEAN hanya 15% yang memiliki saing kuat dan hampir 60% produk memiliki daya saing yang lemah. Kajian Awal terhadap Kebijakan ACFTA ( ASEAN. 7 Mei 2011. Ketidakstabilan sumber energi listrik yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir membuat pengusaha industri mengubah sumber listriknya menjadi genset. suku bunga KUR ritel untuk pinjaman Rp 20 juta-Rp 500 juta. sisanya memiliki daya saing sedang 29% dan lemah 55%19. Jadi.

Hal ditandai dengan pertumbuhan ekonomi bergerak positif dan tahun 2003 mencapai 4.. Tidak hanya itu. Dengan menyetujui ACFTA dan bergabung dengan ASEAN-6 yang notabene dinilai lebih siap dari CLMV. meningkatnya peranan pelaku non-state. yakni penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. Namun demikian. Makmur Keliat dan Mohtar Mas'oed (ed. berkembangnya isu sektoral yang telah menjadi agenda internasional dan meningkatnya kecenderungan perumusan serta penerapan perumusan dan penerapan norma-norma internasional baru yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas22. Indonesia dapat menciptakan citra kematangan ekonominya.kerusakan infrastruktur. dapat dilihat bahwa Indonesia cenderung belum siap dengan keputusannya bergabung dengan ASEAN-6 untuk melakukan perdagangan bebas dalam ACFTA per 1 Januari 2010. 285. Hubungan internasional saat ini ditandai oleh pergeseran konstelasi politik global dari bipolar ke multipolar. 10 . Peranan Indonesia yang besar dalam ASEAN dan pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif merupakan hal yang patut dipertahankan dalam rangka mengharumkan citra Indonesia di forum internasional21. Pertanyaan yang muncul adalah apa alasan pemerintah Indonesia dibalik keputusan bergabung dengan ASEAN-6 dalam memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2010 dan bukan bergabung dengan CLMV yang memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2015. 22 Ibid. Adapun kebijakan Indonesia utnuk bergabung dengan ASEAN-6 dirasakan sebagai sebuah upaya yang dinilai cukup efektif untuk membangun dan mempertahankan citra positifnya di forum internasional. hal. pemerintah tetap memberlakukan kebijakan tersebut. hal ini dapat menjadi sebuah pembenaran bagi pemerintah demi mewujudkan citra positif Indonesia terkait diplomasi dalam aspek ekonomi. Indonesia juga sedang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun 2011. Disini kita dapat melihat interest Indonesia terutama dalam bidang ekonomi untuk menciptakan citra positif agar dapat mendorong iklim investasi yang baik dan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan ekonomi kepada Indonesia. Ekonomi biaya tinggi ini mempengaruhi harga jual yang menjadi tinggi tinggi dan kalah bersaing dengan harga negara-negara kompetitor terutama China. Kedua hal ini menunjukkan besarnya peran Indonesia dalam ASEAN. Indonesia merupakan salah satu negara pencetus berdirinya ASEAN pada tahun 1967. Perlu ditekankan pada fenomena terakhir. 2006. Dalam kasus persetujuan Indonesia bergabung dengan ASEAN-6 terkait ACFTA. Namun demikian. yang antara lain adalah meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat 21 Makarim Wibisono. Jakarta:LP3ES. hal 286-287. Langkah Pemerintah Indonesia dalam Mengambil Keputusan Bergabung dengan ACFTA Berdasarkan analisis di atas.). Hal ini didukung dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Makarim Wibisono dalam bukunya yang berjudul Tantangan Diplomasi Multilateral bahwa arah dan kebijakan politik Luar Negeri Indonesia tidak terlepas dari pernyataan visi politik dan hubungan luar negeri yang dituangkan dalam GBHN 1999-2004. terutama citra positif yang terkait dengan aspek ekonomi. Hal ini disebabkan karena forum internasional akan melihat bahwa Indonesia telah siap secara ekonomi untuk bersaing dan stabil secara ekonomi sehingga peluang investasi akan lebih besar. hal ini dapat dikatakan sebagai wujud penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. Tantangan Diplomasi Multilateral.1%. citra Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1998 yang sempat terpuruk semenjak krisis ekonomi thn 1998 mulai beranjak pulih. menguatnya kecenderungan arus globalisasi dan regionalisasi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen pada tahun 2014. rencana investasi China untuk membuat pabrik semen di Manokwari dan pembangkit listrik di Papua.com/nasional/286810.Kejar_target_pertumbuhan __Indonesia_ pacu_investasi _asing.286 Kejar Target Pertumbuhan Indonesia Pacu Investasi Asing.pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional di segala bidang. ACFTA dapat menciptakan integrasi ekonomi dan regional melalui peningkatan laju perdagangan di antara anggotanya. Akan tetapi.kabarbisnis. Sebagai contoh. Dilihat dari segi diplomasi ekonomi. Kepentingan Indonesia dalam ACFTA dapat dikatakan sebagai bentuk kebijakan dalam menarik investasi asing demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. citra positif ekonomi Indonesia akan terbangun. pemerintah memiliki keterbasan anggaran pembangunan yang berkisar Rp. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa investasi dalam negeri tidak cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan. Selain menarik investasi asing dari negara-negara ACFTA. melalui kerjasama ekonomi maupun internasional dalam rangka membangun stabilitas. Hal ini disebabkan karena dengan ikut sertanya Indonesia dalam perdagangan bebas akan menciptakan citra positif bahwa perekonomian Indonesia telah stabil dan layak untuk ditanamkan modal. 11 .. diakses dari http://www.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. Melalui ACFTA. Dalam hal ini terlihat kaitan antara peranan dasar diplomasi yakni untuk menciptakan citra positif sebuah negara dan konsep regionalisme yang menjunjung tinggi nilai interdependensi antar negara demi mencapai interestnya masing-masing. 23 24 Ibid. hal. Dampak dari liberalisasi perdagangan dan integrasi tersebut juga mampu menciptakan liberalisasi investasi dari negara-negara ASEAN dan China ke Indonesia. kerja sama dan pembangunan kawasan23. masuknya posisi Indonesia dalam perjanjian ACFTA dianalisis sebagai sebuah upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk memenuhi tujuan pertumbuhan ekonomi. masuknya Indonesia dalam perjanjian ACFTA juga mampu meningkatkan daya tarik investasi dari dunia internasional. Ia menjelaskan Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1000 trilyun per tahun.100 trilyun sehingga memerlukan investasi asing24. Hal inilah yang disinyalir menjadi alasan pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan untuk bergabung dengan ASEAN-6 daripada bergabung dengan CLMV dalam ACFTA. 2.

Di sisi lain. hal ini sebenarnya merupakan sebuah upaya diplomasi Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan citra yang baik di dunia internasional. akan tetapi impor dari China justru cenderung lebih besar (mengingat China lebih efisien dalam hal memproduksi barang). Oleh sebab itu. dapat disimpulkan bahwa konsep regionalisme memiliki keterkaitan dengan konsep diplomasi dalam upaya mewujudkan interest masing-masing negara. dalam perjanjian ACFTA keuntungan China pada dasarnya lebih mendominasi. Hal ini membuat neraca perdagangan ASEAN cenderung defisit dalam hal perdagangan dengan China. meskipun kebijakan ini dinilai cenderung terlalu dini.1 Kesimpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan di atas.BAB III PENUTUP 3. dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya implementasi ACFTA meningkatkan perdagangan kedua belah pihak. kebijakan pemerintah Indonesia untuk bergabung dengan ASEAN-6 yang melaksanakan ACFTA per 1 Januari 2010. Ekspor negara-negara ASEAN memang meningkat. Hal tersebut diwujudkan dalam pencitraan stabilitas ekonomi Indonesia yang dapat meningkatkan iklim investasi dan membawa keuntungan ekonomi bagi Indonesia. 12 . Dalam penjelasan ini.

http://www. 2005. Martin dan O’Challenge Terry. http://en. New York: Oxford University Press Gamble. 2006.co. New Jersey: Pearson Longman. Macmillan: St Martin Press.pdf diakses pada 6 Mei 2011. 1991.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 pada Jumat. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB. diakses http://www.pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB.id/Umum/Regional/Win/ASEAN%20-%20China%20FTA. London: Routledge S.jpg&w=326&h=260& ei=YcXDTeaOL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB.depdag. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.aseansec.kabarbisnis.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgref url=http://lipsus.go.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT. Joseph.co. __Indonesia_ pacu_investasi 13 .kontan. Griffiths.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus.Nye.org/documents/acfta/AMS-Trade-with-China-2004-2008. Web http://ditjenkpi. Tantangan Diplomasi Multilateral. http://lipsus.co. Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. Andrew & Payne Anthony (ed). http://www.xls diakses pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB.DAFTAR PUSTAKA Buku Balaam. http://revistas. International Relations: The Key Concept.com/nasional/286810Kejar_target_pertumbuhan _asing. pukul 21.07.id/index.co. Gary Michael.com/ASEAN-China-ACFTA.google. Jr. David N & Veseth Michael. Sosatro. 1996.kontan. 2009. 2009.go.ucm. Jakarta: LP3ES Thesis Salloum. Introduction to International Political Economy. Economic Interdependence and International Politics: The Case of OPEC. www. Regionalism and World Order. 1975.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. Jakarta: CSIS Wibisono. Hadi. Makarim.kontan.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB. Canada.reingex.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB.setneg.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->