MAKALAH DIPLOMASI INDONESIA

“ Analisis Dampak ACFTA (Asean-China Free Trade Area) dalam Kurun Waktu 2004-2010 dan Kebijakan Pemerintah Indonesia di Balik Keputusan Penandatanganan ACFTA sebagai ASEAN-6 “

Oleh : Anindita Brilianti (1006664653) Colley Windya Tyas Buana (1006694334) Monica Agnes Sylvia (1006764164) Muhammad Iqbal (1006773755) Rista Sanjaya (1006694555)

Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Depok

1

1 Latar Belakang Globalisasi adalah sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan adanya kerjasama global yang intens antara aktor-aktor (state maupun non-state) dalam berbagai aspek seperti politik. ACFTA ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) adalah sebuah persetujuan kerjasama ekonomi regional yang mencakup perdagangan bebas antara negara anggota ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation) dengan China. Atas dasar pertimbangan itu. walaupun industri Indonesia (khususnya UKM) dinilai cenderung belum siap dalam menghadapi dampak impelementasinya. tulisan ini akan membahas tentang indikasi tindakan pemerintah Indonesia yang bergabung dengan ACFTA sebagai suatu usaha pembangunan citra politik yang baik bagi Indonesia di mata internasional melalui diplomasi. Dalam perkembangannya. Dalam rangka mewujudkan kerjasama yang memberikan dampak positif bagi negara-negara tersebut. budaya. Seiring dengan terjadinya globalisasi yang didukung juga oleh aspek teknologi yang telah berkembang pesat. Malaysia. yakni melalui sebuah institusi yang disepakati bersama. sosial & budaya hingga lingkungan.semakin banyak negara di wilayah Asia Tenggara yang bergabung ke ASEAN. Lebih jauh lagi. Persetujuan ini telah disetujui dan ditandatangani oleh negara-negara ASEAN dan China pada tanggal 29 November 2004. Perkembangan itu seperti dibentuknya ACFTA antara ASEAN dengan China yang memperbolehkan barang China secara bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN. Mengapa pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk menyetujui ACFTA? 1. Kerjasama tersebut membuat batas-batas antarnegara seakan-akan tidak lagi menjadi penghalang. Bagaimana dampak yang diberikan oleh ACFTA terhadap perekonomian negara-negara yang menyetujuinya? 2. Seiring perkembangan. Indonesia sebagai anggota ASEAN menjadi salah satu negara yang ikut serta menyetujui adanya ACFTA.BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam kerjasama ini. Sebagai suatu organisasi dengan wilayah cakupan regional. tercetuslah ide untuk merumuskan kerjasama tersebut ke dalam lembaga yang lebih formal. Kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang mutlak bagi negara-negara tersebut untuk mewujudkan tujuan mereka masing-masing. tulisan ini akan membahas tentang dampak ACFTA terhadap perekonomian negara-negara anggotanya serta analisis mengenai keputusan pemerintah Indonesia yang bergabung dalam ACFTA. Meskipun Indonesia dinilai tidak siap menghadapi ACFTA dilihat dari UKMnya. Filipina. ekonomi. Thailand.2 Pertanyaan Permasalahan 1.3 Kerangka Teori / Konsep 1. 1. dan Singapura mendirikan organisasi regional yang mencakup kawasan Asia Tenggara yang kita kenal sebagai ASEAN. dan bidang-bidang lainnya. ASEAN berfokus pada beberapa bidang di antaranya ekonomi. Delapan Agustus 1967 Indonesia bersama empat negara lain yakni. masing-masing bidang mengalami perubahan signifikan yang disesuaikan dengan keadaan anggotanya. interdependensi dan kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang sangat esensial dan tidak terelakkan. sosial. hambatan-hambatan tarif dan non-tarif dihilangkan atau dikurangi 2 .

Secara lebih spesifik. Meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa serta menciptakan suatu sistem yang transparan dan untuk mempermudah investasi. 4 Martin Grifffiths dan Terry O’Challenge. Thailand.id/Umum/Regional/Win/ASEAN %20-%20China%20FTA. Myanmar.go. Kebijakan luar negeri dan diplomasi merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam prakteknya. (London: Routledge. Mereka berdua akan saling mempengaruhi satu sama lain. telekomunikasi. teknologi informasi. peraturan dan ketentuan investasi serta meningkatkan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para Pihak ACFTA. Harold Nicholson membagi diplomasi ke dalam dua kelompok besar. dan Vietnam– CLMV) dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi diantara negara-negara anggota. Kerjasama ekonomi ini dilakukan untuk mencapai tujuan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan China2.depdag. “Diplomasi Indonesia: Dahulu. Lebih jauh lagi. 3 . perbankan. energi.dan Vietnam) baru akan mengeliminasi dan menghapus tarif per 1 Januari 2015. negara-negara yang telah menyetujuinya juga akan meningkatkan akses pasar jasa. Konsep Diplomasi Diplomasi secara garis besar didefinisikan sebagai proses bagi pemerintah menjalankan kebijakan luar negerinya. ACFTA antara lain bertujuan untuk : • • • • Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi. investasi.79. 1991). dan Masa Depan”. Namun. pertambangan. dan Filipina menyetujui penghapusan per 1 Januari 2010 sedangkan CMLV (Cambodia.cit. Menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijaksanaan yang tepat dalam rangka kerjasama ekonomi antara negara-negara anggota.dalam rangka mewujudkan perdagangan bebas dalam kawasan regional ASEAN dan China 1. produk-produk hutan dan sebagainya. pengembangan SDM. Tidak hanya itu. Kelompok pertama mengartikan diplomasi sebagai pembuatan kebijakan luar negeri dan kelompok kedua mengartikan diplomasi sebagai negoisasi. transportasi. Kebijakan luar negeri menjadi pedoman bagi para pelaku diplomasi dalam menjalankan fungsi diplomasinya. Di dalam Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and People’s Republic of China. Singapura. Dalam Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa ed. 3 Log.org/16646.3 2. Myanmar. kedua pihak sepakat akan melakukan kerjasama yang lebih intensif di beberapa bidang seperti pertanian. pengembangan Sungai Mekong. tidak semua anggota ASEAN menyetujui penghapusan tarif dalam waktu bersamaan. 5 Bantarto Bandoro. Di sisi lain.( Jakarta: CSIS. perdagangan. diplomasi akan menyesuaikan diri dengan kondisi politik luar negeri5. perikanan. Kini. Pengertian kedua menjadi pemahaman umum yang sering digunakan 1 “Agreement on Trade in Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of Southeast Asian Nations and the People’s Republic of China” diakses dari http://www.aseansec. Malaysia. industri. International Relations : The Key Concept. 2 “ASEAN-China Free Trade Area” diakses dari http://ditjenkpi. Laos. ASEAN6 yang terdiri dari Indonesia. keuangan.htm pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB. 2002) p. Hadi Sosastro. Brunei Darussalam. pemerintah menempatkan diplomasi sebagai pengimplementasian kebijakan luar negeri yang telah dirumuskan 4. kehutanan.pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB. Laos. dan investasi antara negara-negara anggota. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota ASEAN baru (Cambodia.

teori mercantile lebih mengarah pada negosiasi6. (United States:Pearson Longman. Konsep Regionalisme Dalam kerangka Teori Ekonomi dan Politik Internasional. Interdependensi apabila dilihat secara analisis dapat diartikan sebagai kondisi dimana aktor-aktor atau kejadiankejadian di dalam bagian yang berbeda dari sebuah sistem mempengaruhi satu sama lainnya. 41. Teori Mercantile tidak menginginkan adanya satu pihak yang kalah sebagai konsekuensi adanya pemenang. Interdependensi dapat dibagi menjadi interdependensi militer yang muncul dari kompetisi militer dan interdependensi ekonomi. hlm. ―”Regionalism in Theoretical Perspective”. Teori warrior menekankan pada prestige negara dan politik kekuatan. Nye. Terdapat dua teori diplomasi yang dikembangkan oleh Nicholson yakni warrior dan mercantile. diplomasi merupakan jalan yang dipunyai oleh negara untuk menunjukkan kekuatan politik mereka kepada negara lain. interdependensi dapat berarti ketergantungan yang saling menguntungkan7. Perbedaan yang ada di kedua teori tersebut terletak pada aspek yang digunakan oleh suatu Negara dalam menjalankan politik luar negerinya. Mercantile melihat pada negosiasi sebagai upaya perundingan. 3. diantaranya adalah: 1. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan masyarakat luas menjadi lebih sadar akan interdependensi. 6 7 Bandoro.Regionalism in World Politics: Regional Organization and International Order(New York: Oxford University Press. Joseph S. Konsep Interdependensi Interdependensi merupakan konsep yang dekat dengan paradigma liberalisme.oleh orang kebanyakan dalam mengartikan diplomasi. Teori Nicholson tersebut ingin menunjukkan bahwa diplomasi digunakan oleh negara-negara di dunia untuk menunjukkan pada yang lain bahwa mereka merupakan negara yang mempunyai posisi lebih kuat dan terdapat prestis di dalamnya. Bentrokanbentrokan antar kepentingan negara dapat diminimalisir sekecil mungkin dan kepentingankepentingan tersebut memperoleh penyelesaian yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. 208. Dalam interdependensi ekonomi negara memiliki kepentingan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus memelihara hubungan dengan negara lain. Economic Interdependence and International Politics:The Case of OPEC. Dengan kata lain. Kebijakan negara yang memperbolehkan masuknya barang impor akibat permintaan pasar dalam negeri8. 1995). h. Jika melihat pada teori ini. Teori warrior memposisikan diplomasi sebagai poltik kekuatan. Kebijakan interdependensi ekonomi selalu melibatkan nilai dan harga. 2. 109-110. 3. Di lain sisi. 4 . 2009). hlm. melainkan lebih kepada bagaimana aktor-aktor politik internasional menginterpretasikan makna dari region itu sendiri 9. Meningkatnya aktivitas yang melewati batas-batas negara seperti turisme dan investasi. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History. 46. hlm. Negara-negara di dunia tidak bisa mengisolasi diri mereka secara keseluruhan karena negara tersebut tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan akhirnya kebijakan isolasi tersebut akan memakan biaya yang besar. Jr. Meningkatnya komunikasi dan transportasi. 4. suatu region/kawasan tidak hanya didefinisikan sebagai wilayah yang memiliki kesamaan letak geografis. 1975). 9 Andrew Hurrell. dalam Louise Fawcett dan Andrew Hurrell (ed.). Di sini. Karya tulis ini juga akan lebih melihat diplomasi yang diartikan sebagai negoisasi. 8 Gary Michael Salloum. Implementasi diplomasi macam ini mengharuskan adanya satu pihak yang kalah dan ada pihak lain yang menang. Ibid. Mereka menginginkan adanya pemahaman satu sama lain. (Canada. negara-negara yang terlibat berusaha mencari jalan tengah atas persoalan yang ada dan dapat berdampak menguntungkan bagi kedua belah pihak.

1996). aktor utama di balik regionalisme adalah negara. melainkan juga sebuah proses dinamis yang di dalamnya mencakup hubungan ekonomi. 2. atau masalah di mana tindakan suatu negara akan mempengaruhi negara lainnya 12. “Introduction: the Political Economy of Regionalism and World Order”. 12 Ibid. regionalisme didefinisikan sebagai kondisi di mana sekelompok negara. h. pukul 21. politik. dan aspirasi yang dipegang oleh pihak-pihak tertentu. 2005). sementara pada beberapa definisi lain. 11 David N.).ucm. Regionalisme merupakan sebuah respon logis yang diambil suatu negara dalam menghadapi masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri.Introduction to International Political Economy(New Jersey: Pearson Prentice Hall. setuju untuk bekerja sama dan membagi tanggung jawab untuk meraih tujuan yang sama 11. Dalam konsep regionalisme. Balaam dan Michael Veseth. dan sosial budaya10. h. h. identitas. aktor yang berperan tidak hanya terbatas pada negara. Pada beberapa definisi.243.Realism and Reactive Regionalism: Where Is East Asian Regionalism Heading http://revistas. Secara umum.07. dalam Andrew Gamble and Anthony Payne (eds. 13 Andrew Payne dan Andrew Gamble. 5 . Menurut Anthony Payne dan Andrew Gamble. 10 Yeo Lay Hwee.pdf diakses pada 6 Mei 2011.Regionalisme bukan hanya sebuah konsep geografis. “regionalisme adalah sebuah proyek state-led atau states-led yang bertujuan untuk mengatur ulang suatu ruang regional tertentu bersama dengan tujuan ekonomi dan politik yang telah ditentukan”13. 242. biasanya yang terletak dalam wilayah geografis yang sama. Regionalisme merupakan konsep normatif yang merujuk pada nilai. tiap-tiap negara memiliki interestnya masing-masing.Regionalism and World Order (Macmillan.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A. norma.

6 milyar14. Selain itu.000.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB. Cina merupakan negara ketiga terbesar sumber impor ASEAN. Data dibawah juga menunjukkan bahwa hampir semua hubungan ekspor-impor yang dilakukan negaranegara anggota ASEAN dengan China menunjukkan defisit perdagangan. Impor dari China mencapai senilai 107 miliar US$. Pada tabel di bawah juga ditunjukkan bahwa pada tahun 2004 jumlah ekspor Indonesia masih berada di atas jumlah impornya dengan China. Merujuk pada data dalam tabel dibawah. Hal ini khususnya terwujud dalam hal interdependensi ekonomi. Berdasarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia. impor dan ekspor diharapkan akan meningkat sebesar 50%. 6 .1 miliar US$ pada tahun 2008. yang permasalahan adalah apakah ACFTA dalam implementasinya memang membawa dampak baik bagi perekonomian setiap negara anggota seperti apa yang diekspektasikan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bertendensi semakin tergantung dengan impor barang dari China. sementara akumulasi investasi ASEAN pada tahun 2008 sebesar US$5. Hal inilah yang menjadi latar belakang dari tercetusnya ide ACFTA.com/ASEAN-China-ACFTA. Volume perdagangan bilateral naik sebesar 38.9 milyar populasi yang sejumlah dengan 30% populasi dunia. ACFTA merupakan area perdagangan bebas terbesar di dunia dengan 1.42 miliar dibanding tahun 2009.2 trilyun US$. Dengan diimplementasikannya ACFTA.reingex. kecuali yang terjadi pada Brunei Darussalam yang sejak 2004 hingga 2007 berhasil mempertahankan surplus perdagangan akan tetapi pada tahun 2008 turut mengalami defisit. China melihat peluang pasar yang besar dari negara-negara anggota ASEAN. terlihat bahwa negara-negara ASEAN memiliki hubungan dagang yang cukup signifikan dengan China. khususnya negaranegara anggota ASEAN dan China. Total perdagangan mencapai 1. Namun demikian.000. yaitu jumlah impor dari China menjadi lebih tinggi daripada jumlah ekspor yang berujung pada terjadinya defisit neraca perdagangan.BAB II PEMBAHASAN ACFTA merupakan perwujudan dari konsep interdependensi antarnegara. dimana tiap-tiap negara memiliki spesialisasi masing-masing dalam memproduksi komoditas tertentu sehingga akan lebih efisien bagi negara-negara tersebut apabila melakukan ekspor dan impor perdagangan. peluang pasar beserta ikatan geografis juga menjadi faktor utama interdependensi negara-negara ASEAN dan China. begitu pula sebaliknya negara-negara ASEAN (termasuk Indonesia) juga melihat peluang pasar yang besar dari China.9% per tahun mencapai US $ 105. 14 http://en.900. China merupakan negara terbesar kedelapan investor ASEAN dengan akumulasi investasi sebesar 6. Negara yang memiliki jumlah ekspor dan impor yang cukup tinggi dengan China adalah Singapura dengan jumlah impor yang sedikit berada di atas jumlah ekspor dan menunjukkan angka yang defisit. namun sejak tahun 2007 hal yang terjadi justru sebaliknya. pelaksanaan ACFTA (terutama perdagangan China dengan Indonesia) telah membuat nilai impor produk industri China di 2010 naik 45% menjadi US$ 20.

082 15.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB.973 20.908 16.361 286 2.098 2.558 171 933 15.659 16.xls diakses pada Senin.(Value in million US$) Country Name Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Export Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Import 2004 243 12 4.010 120 516 6.116 5.637 23 15.828 52.247 131 18.306 74.183 4.id/index.653 15.322 61.go. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB.setneg.527 11.897 35 15.543 397 3.001 31.422 499 5.843 185 14.491 85.662 4 9.101 89 11.443 475 5.951 2007 201 11 8.1 ASEAN Member States Trade with China.250 31.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 diakses pada Jumat.945 157 653 8.321 7.897 564 4.173 2008 0 13 11.077 19.136 2006 174 13 8.465 119 4.647 27.925 14.185 13.936 15.114 Tabel 2.634 75 2.391 133 4.kontan. 15 www.aseansec.336 77.931 4.184 12.770 9.353 351 2. 17 http://www.Trade-with-China-2004-2008.083 2.583 19.646 671 4.714 2005 234 15 6.628 26.co.015 65.873 3.637 15 18.616 43 18.711 41. 16 http://lipsus.258 94 430 5.137 8.416 47.545 107. 7 .344 1 11. 2 Mei 2011 pukul 15:34 WIB.472 10.605 1 8.org/documents/acfta/AMS.148 93. 2004-200815 Dampak ACFTA terhadap perekonomian Indonesia16 tabel Di dalam berikut ini Source: ASEAN Trade Statistics Database (Data as of July 2009) disajikan data mengenai jumlah ekspor impor Indonesia ke negara-negara ASEAN dan China17.840 3.750 28.352 87 337 4.578 7.467 29.

tekstil dan produk tekstil (TPT) sebesar 33% dan permesinan sebesar 22%. Beberapa sektor industri seperti mebel.3 Share Impor Total Indonesia dari RRT vs Dunia Terhadap 6 Sektor Berdasarkan Survei Kementerian Perindustrian pada Maret 2011. Posisi kedua ditempati produk mebel China dengan menguasai 54% dari total negara pengekspor lainnya. penurunan penjualan. Hal ini membuat penjualan melorot sekitar 25%. Produk impor dari China yang mendominasi pasar di dalam negeri adalah mainan anak yang menguasai 73% dari total impor negara pengekspor lainnya. MS Hidayat. 8 . Dikutip dari Menteri Perindustrian. namun sebaliknya angka impor turut naik berbanding lurus dengan angka ekspor. logam dan barang logam. Contohnya hubungan dagang yang dilakukan dengan Singapura.google. penurunan produksi. (lihat tabel )18.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus. Tidak hanya itu. terlihat bahwa Indonesia sangat bergantung pada impor dari negara ASEAN lainnya. penurunan keuntungan dan pengurangan tenaga kerja. pasca pelaksanaan ACFTA rata-rata industri telah memangkas produksi sekitar 25%-50%. industri elektronika dan TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) khususnya garmen. produk elektronika menguasai 36%.Tabel 2. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masih sangat bergantung pada impor yang dilakukan dengan negara lain. Hal ini membuat perdagangan Indonesia-China pada tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 5 miliar. Tabel 2.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgrefurl=http://lips us. terlebih lagi bergantung pada China.kontan. Perbandingan antara jumlah ekspor dan impor yang dilakukan Indonesia masih jauh timpang. peningkatan nilai ekspor produk industri Indonesia ke China melalui ACFTA pada tahun 2010 juga hanya naik 34% dibanding tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 15.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT.co. mengalami peningkatan impor bahan baku. mainan anak serta TPT cenderung mengalami peningkatan impor setiap bulannya sepanjang 2010.jpg&w=326&h=260&ei=YcXDTea OL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB.co. Tidak hanya itu.kontan. 18 Diakses dari http://www. Indonesia melakukan ekspor yang terus naik mulai dari bulan Januari 2009 hingga Januari 2010.69 miliar.2 Ekspor Impor Indonesia ke Negara-negara ASEAN China Merujuk pada data diatas.co.

Faktor internal merupakan faktor lemahnya daya saing produk-produk Indonesia yang berasalah dari hambatan domestik. idealnya suku bunga kredit yang diperuntukkan bagi pengembangan sektor UKM harus berada di tingkat satu digit atau maksimal 10%. http://bataviase. Ketidakstabilan sumber energi listrik yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir membuat pengusaha industri mengubah sumber listriknya menjadi genset. Kerusakan infrastruktur perhubungan dapat mempengaruhi efektivitas dari kegiatan industri di Indonesia.Penyebab Lemahnya daya saing produksi Indonesia Meskipun aktualisasi ACFTA dapat menjadi peluang yang baik bagi Indonesia. terdapat permasalahan terhadap lemahnya daya saing produk Indonesia dalam implementasi ACFTA bagi Indonesia. kemacetan dan inefektivitas kerja pelabuhan menjadi beban biaya bagi perusahaan sehingga menambah biaya produksi. Lemahnya daya saing produk-produk industri dan manufaktur Indonesia dalam kompetisi dengan negara-negara ACFTA berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. Permasalahan infrastruktur menjadi hal yang perlu disoroti dalam hal lemahnya daya saing produk industri dan manufaktur Indonesia. Hal ini dikarenakan oleh high cost economy yang terjadi di Indonesia. 9 .China Free Trade Area) dan Kaitannya dengan KKUM. Adapun. dapat dikatakan bahwa produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang relatif rendah. suku bunga KUR ritel untuk pinjaman Rp 20 juta-Rp 500 juta. Sementara itu. suku bunga kredit di Cina dan Thailand hanya berkisar pada level 4-8%.co. 7 Mei 2011 20 Suku Bunga Kredit Mikro Tertinggi Kedua di Dunia. 7 Mei 2011. Lebih lanjut. dan 19 Pariaman Sinaga. daya saing produk industri dan manufaktur di Indonesia ke sesama negara ASEAN hanya 15% yang memiliki saing kuat dan hampir 60% produk memiliki daya saing yang lemah. sisanya memiliki daya saing sedang 29% dan lemah 55%19. Kenaikan biaya produsi ini kemudian berimbas pada harga jual yang meningkat sehingga mengurangi daya saing produk tersebut. Faktor eksternal ini merupakan faktor yang berasal dari keunggulan komparatif dan kualitas produk dari negara yang berkompetisi dengan Indonesia. Permasalahan suku bunga berasal dari tingkat suku bunga bank di Indonesia yang masih tinggi untuk menunjang pertumbuhan industri. Proses yang rumit dalam birokrasi yang mengatur perindustrian menyebabkan pungutan-pungutan yang membebani biaya produksi. Kerusakan jalan.smecda. Misalnya. permasalahan infrastruktur seperti kesediaan energi listrik bagi dunia industri juga menjadi hambatan. saat ini suku bunga KUR untuk usaha mikro di Indonesia untuk pinjaman Rp 20 juta ke bawah. Sedangkan. sebesar 14%. Kenyataannya. Permasalahan birokrasi merupakan permasalahan yang berasal dari sistem prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan proses industri dan proses perdagangan luar negeri. daya saing produk Indonesia yang bersifat kuat hanya 7%.com/File_ACFTA/kebijakan_acfta_PS. setelah Myanmar20. Kajian Awal terhadap Kebijakan ACFTA ( ASEAN. terutama China. Begitu pula halnya terhadap Cina. infrastruktur. Biaya ekonomi yang tinggi ini terjadi karena permasalahan birokrasi. Biaya-biaya produksi tambahan ini berasal dari prosedural birokrasi. Selain hal yang berhubungan dengan perhubungan.id/node/424865 diakses pada hari Sabtu. tanggungan utang dari suku bunga yang tinggi. Penggunaan genset lebih menambah biaya produksi dibanding menggunakan listrik dari perusahaan pembangkit. suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan sumber pendanaan yang paling potensial bagi sektor UKM di Indonesia merupakan suku bunga kredit rakyat tertinggi kedua di dunia. produk manufaktur yang berasal dari China lebih murah atau produk agrobisnis Thailand lebih berkualitas. Menurut Kementrian Perindustrian Indonesia. dan suku bunga. Jadi. Daya saing produk-produk buatan Indonesia relatif lebih rendah dibanding dengan negaranegara yang menyepakati ACFTA. Besarnya suku bunga ini menyebabkan semakin tingginya costs of loan yang harus ditanggung oleh perusahaan yang dibiayai melalui kredit. http://www. sebesar 22%.pdf diakses pada hari Sabtu. Hambatan domestik ini berasal dari high cost economy Indonesia atau biaya tinggi yang ditanggung dalam kegiatan industri dan perdagangan.

Kedua hal ini menunjukkan besarnya peran Indonesia dalam ASEAN. Pertanyaan yang muncul adalah apa alasan pemerintah Indonesia dibalik keputusan bergabung dengan ASEAN-6 dalam memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2010 dan bukan bergabung dengan CLMV yang memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2015. dapat dilihat bahwa Indonesia cenderung belum siap dengan keputusannya bergabung dengan ASEAN-6 untuk melakukan perdagangan bebas dalam ACFTA per 1 Januari 2010. yakni penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. hal.). 2006. Disini kita dapat melihat interest Indonesia terutama dalam bidang ekonomi untuk menciptakan citra positif agar dapat mendorong iklim investasi yang baik dan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan ekonomi kepada Indonesia. Dengan menyetujui ACFTA dan bergabung dengan ASEAN-6 yang notabene dinilai lebih siap dari CLMV. Hal ditandai dengan pertumbuhan ekonomi bergerak positif dan tahun 2003 mencapai 4. pemerintah tetap memberlakukan kebijakan tersebut.. 285. Namun demikian. hal ini dapat menjadi sebuah pembenaran bagi pemerintah demi mewujudkan citra positif Indonesia terkait diplomasi dalam aspek ekonomi. Perlu ditekankan pada fenomena terakhir. Hal ini disebabkan karena forum internasional akan melihat bahwa Indonesia telah siap secara ekonomi untuk bersaing dan stabil secara ekonomi sehingga peluang investasi akan lebih besar. menguatnya kecenderungan arus globalisasi dan regionalisasi. Tidak hanya itu. meningkatnya peranan pelaku non-state. Jakarta:LP3ES. hal 286-287.kerusakan infrastruktur. yang antara lain adalah meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat 21 Makarim Wibisono. Langkah Pemerintah Indonesia dalam Mengambil Keputusan Bergabung dengan ACFTA Berdasarkan analisis di atas. Indonesia dapat menciptakan citra kematangan ekonominya.1%. hal ini dapat dikatakan sebagai wujud penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. Peranan Indonesia yang besar dalam ASEAN dan pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif merupakan hal yang patut dipertahankan dalam rangka mengharumkan citra Indonesia di forum internasional21. 10 . Ekonomi biaya tinggi ini mempengaruhi harga jual yang menjadi tinggi tinggi dan kalah bersaing dengan harga negara-negara kompetitor terutama China. Tantangan Diplomasi Multilateral. citra Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1998 yang sempat terpuruk semenjak krisis ekonomi thn 1998 mulai beranjak pulih. Hubungan internasional saat ini ditandai oleh pergeseran konstelasi politik global dari bipolar ke multipolar. Makmur Keliat dan Mohtar Mas'oed (ed. Indonesia merupakan salah satu negara pencetus berdirinya ASEAN pada tahun 1967. 22 Ibid. Namun demikian. terutama citra positif yang terkait dengan aspek ekonomi. Hal ini didukung dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Makarim Wibisono dalam bukunya yang berjudul Tantangan Diplomasi Multilateral bahwa arah dan kebijakan politik Luar Negeri Indonesia tidak terlepas dari pernyataan visi politik dan hubungan luar negeri yang dituangkan dalam GBHN 1999-2004. Indonesia juga sedang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun 2011. Adapun kebijakan Indonesia utnuk bergabung dengan ASEAN-6 dirasakan sebagai sebuah upaya yang dinilai cukup efektif untuk membangun dan mempertahankan citra positifnya di forum internasional. Dalam kasus persetujuan Indonesia bergabung dengan ASEAN-6 terkait ACFTA. berkembangnya isu sektoral yang telah menjadi agenda internasional dan meningkatnya kecenderungan perumusan serta penerapan perumusan dan penerapan norma-norma internasional baru yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas22.

.kabarbisnis. Akan tetapi. ACFTA dapat menciptakan integrasi ekonomi dan regional melalui peningkatan laju perdagangan di antara anggotanya. Kepentingan Indonesia dalam ACFTA dapat dikatakan sebagai bentuk kebijakan dalam menarik investasi asing demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. 11 . Dalam hal ini terlihat kaitan antara peranan dasar diplomasi yakni untuk menciptakan citra positif sebuah negara dan konsep regionalisme yang menjunjung tinggi nilai interdependensi antar negara demi mencapai interestnya masing-masing.100 trilyun sehingga memerlukan investasi asing24. kerja sama dan pembangunan kawasan23. masuknya posisi Indonesia dalam perjanjian ACFTA dianalisis sebagai sebuah upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk memenuhi tujuan pertumbuhan ekonomi. 1000 trilyun per tahun. hal. 2.pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional di segala bidang.com/nasional/286810. Dilihat dari segi diplomasi ekonomi. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa investasi dalam negeri tidak cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan. Ia menjelaskan Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen pada tahun 2014. Sebagai contoh.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. 23 24 Ibid. Hal ini disebabkan karena dengan ikut sertanya Indonesia dalam perdagangan bebas akan menciptakan citra positif bahwa perekonomian Indonesia telah stabil dan layak untuk ditanamkan modal. diakses dari http://www. melalui kerjasama ekonomi maupun internasional dalam rangka membangun stabilitas.286 Kejar Target Pertumbuhan Indonesia Pacu Investasi Asing. Hal inilah yang disinyalir menjadi alasan pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan untuk bergabung dengan ASEAN-6 daripada bergabung dengan CLMV dalam ACFTA. pemerintah memiliki keterbasan anggaran pembangunan yang berkisar Rp. citra positif ekonomi Indonesia akan terbangun. masuknya Indonesia dalam perjanjian ACFTA juga mampu meningkatkan daya tarik investasi dari dunia internasional. rencana investasi China untuk membuat pabrik semen di Manokwari dan pembangkit listrik di Papua. Selain menarik investasi asing dari negara-negara ACFTA.Kejar_target_pertumbuhan __Indonesia_ pacu_investasi _asing. Dampak dari liberalisasi perdagangan dan integrasi tersebut juga mampu menciptakan liberalisasi investasi dari negara-negara ASEAN dan China ke Indonesia. Melalui ACFTA.

kebijakan pemerintah Indonesia untuk bergabung dengan ASEAN-6 yang melaksanakan ACFTA per 1 Januari 2010.1 Kesimpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan di atas. akan tetapi impor dari China justru cenderung lebih besar (mengingat China lebih efisien dalam hal memproduksi barang). Hal ini membuat neraca perdagangan ASEAN cenderung defisit dalam hal perdagangan dengan China. Di sisi lain. Ekspor negara-negara ASEAN memang meningkat. dapat disimpulkan bahwa konsep regionalisme memiliki keterkaitan dengan konsep diplomasi dalam upaya mewujudkan interest masing-masing negara. dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya implementasi ACFTA meningkatkan perdagangan kedua belah pihak. meskipun kebijakan ini dinilai cenderung terlalu dini. Dalam penjelasan ini. Hal tersebut diwujudkan dalam pencitraan stabilitas ekonomi Indonesia yang dapat meningkatkan iklim investasi dan membawa keuntungan ekonomi bagi Indonesia. 12 . Oleh sebab itu.BAB III PENUTUP 3. hal ini sebenarnya merupakan sebuah upaya diplomasi Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan citra yang baik di dunia internasional. dalam perjanjian ACFTA keuntungan China pada dasarnya lebih mendominasi.

pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB. Regionalism and World Order. http://lipsus.aseansec. Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. http://en.kontan. www. Gary Michael.07. Joseph. __Indonesia_ pacu_investasi 13 . Jr.setneg.go.org/documents/acfta/AMS-Trade-with-China-2004-2008.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB. Economic Interdependence and International Politics: The Case of OPEC. diakses http://www.id/index. http://www. Jakarta: CSIS Wibisono. Macmillan: St Martin Press.go.Nye.depdag. 1996. 2006.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT. Martin dan O’Challenge Terry. 1991.co.pdf diakses pada 6 Mei 2011.jpg&w=326&h=260& ei=YcXDTeaOL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB.com/nasional/286810Kejar_target_pertumbuhan _asing.co. Hadi.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB. Tantangan Diplomasi Multilateral. Web http://ditjenkpi.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History.kontan. Makarim.com/ASEAN-China-ACFTA. Canada. Sosatro.co.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 pada Jumat. New York: Oxford University Press Gamble. http://www.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.xls diakses pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB. David N & Veseth Michael. London: Routledge S.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgref url=http://lipsus.google. 2009.ucm.id/Umum/Regional/Win/ASEAN%20-%20China%20FTA. pukul 21.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus. 2009. Jakarta: LP3ES Thesis Salloum. Griffiths. International Relations: The Key Concept. New Jersey: Pearson Longman. Introduction to International Political Economy. 2005. 1975.co. http://revistas.kontan.reingex. Andrew & Payne Anthony (ed).DAFTAR PUSTAKA Buku Balaam.kabarbisnis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful