MAKALAH DIPLOMASI INDONESIA

“ Analisis Dampak ACFTA (Asean-China Free Trade Area) dalam Kurun Waktu 2004-2010 dan Kebijakan Pemerintah Indonesia di Balik Keputusan Penandatanganan ACFTA sebagai ASEAN-6 “

Oleh : Anindita Brilianti (1006664653) Colley Windya Tyas Buana (1006694334) Monica Agnes Sylvia (1006764164) Muhammad Iqbal (1006773755) Rista Sanjaya (1006694555)

Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Depok

1

Perkembangan itu seperti dibentuknya ACFTA antara ASEAN dengan China yang memperbolehkan barang China secara bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN. tulisan ini akan membahas tentang dampak ACFTA terhadap perekonomian negara-negara anggotanya serta analisis mengenai keputusan pemerintah Indonesia yang bergabung dalam ACFTA. Dalam rangka mewujudkan kerjasama yang memberikan dampak positif bagi negara-negara tersebut. walaupun industri Indonesia (khususnya UKM) dinilai cenderung belum siap dalam menghadapi dampak impelementasinya. Malaysia. 1. Kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang mutlak bagi negara-negara tersebut untuk mewujudkan tujuan mereka masing-masing. Delapan Agustus 1967 Indonesia bersama empat negara lain yakni. ASEAN berfokus pada beberapa bidang di antaranya ekonomi. Sebagai suatu organisasi dengan wilayah cakupan regional. Mengapa pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk menyetujui ACFTA? 1. tercetuslah ide untuk merumuskan kerjasama tersebut ke dalam lembaga yang lebih formal. Seiring perkembangan. hambatan-hambatan tarif dan non-tarif dihilangkan atau dikurangi 2 . dan bidang-bidang lainnya. sosial. masing-masing bidang mengalami perubahan signifikan yang disesuaikan dengan keadaan anggotanya. Indonesia sebagai anggota ASEAN menjadi salah satu negara yang ikut serta menyetujui adanya ACFTA.semakin banyak negara di wilayah Asia Tenggara yang bergabung ke ASEAN. tulisan ini akan membahas tentang indikasi tindakan pemerintah Indonesia yang bergabung dengan ACFTA sebagai suatu usaha pembangunan citra politik yang baik bagi Indonesia di mata internasional melalui diplomasi.1 Latar Belakang Globalisasi adalah sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan adanya kerjasama global yang intens antara aktor-aktor (state maupun non-state) dalam berbagai aspek seperti politik. Seiring dengan terjadinya globalisasi yang didukung juga oleh aspek teknologi yang telah berkembang pesat. ACFTA ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) adalah sebuah persetujuan kerjasama ekonomi regional yang mencakup perdagangan bebas antara negara anggota ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation) dengan China. Kerjasama tersebut membuat batas-batas antarnegara seakan-akan tidak lagi menjadi penghalang. Filipina. Meskipun Indonesia dinilai tidak siap menghadapi ACFTA dilihat dari UKMnya. Persetujuan ini telah disetujui dan ditandatangani oleh negara-negara ASEAN dan China pada tanggal 29 November 2004. Lebih jauh lagi. Dalam perkembangannya. Bagaimana dampak yang diberikan oleh ACFTA terhadap perekonomian negara-negara yang menyetujuinya? 2. interdependensi dan kerjasama antarnegara menjadi suatu hal yang sangat esensial dan tidak terelakkan. yakni melalui sebuah institusi yang disepakati bersama.2 Pertanyaan Permasalahan 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Atas dasar pertimbangan itu. ekonomi. sosial & budaya hingga lingkungan. dan Singapura mendirikan organisasi regional yang mencakup kawasan Asia Tenggara yang kita kenal sebagai ASEAN. Thailand. budaya.3 Kerangka Teori / Konsep 1. Dalam kerjasama ini.

Thailand. Myanmar. pengembangan Sungai Mekong.79. 3 . Laos. investasi. transportasi.dalam rangka mewujudkan perdagangan bebas dalam kawasan regional ASEAN dan China 1. 1991). Kini.dan Vietnam) baru akan mengeliminasi dan menghapus tarif per 1 Januari 2015. Namun. Pengertian kedua menjadi pemahaman umum yang sering digunakan 1 “Agreement on Trade in Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of Southeast Asian Nations and the People’s Republic of China” diakses dari http://www. “Diplomasi Indonesia: Dahulu. Myanmar. 2 “ASEAN-China Free Trade Area” diakses dari http://ditjenkpi. Brunei Darussalam. perdagangan. dan investasi antara negara-negara anggota.aseansec. Kebijakan luar negeri menjadi pedoman bagi para pelaku diplomasi dalam menjalankan fungsi diplomasinya. ASEAN6 yang terdiri dari Indonesia. Meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa serta menciptakan suatu sistem yang transparan dan untuk mempermudah investasi. Laos. Kerjasama ekonomi ini dilakukan untuk mencapai tujuan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan China2. Singapura. Secara lebih spesifik. 2002) p.cit. Menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijaksanaan yang tepat dalam rangka kerjasama ekonomi antara negara-negara anggota. telekomunikasi.( Jakarta: CSIS. pertambangan. produk-produk hutan dan sebagainya. Mereka berdua akan saling mempengaruhi satu sama lain. perbankan. ACFTA antara lain bertujuan untuk : • • • • Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi. Harold Nicholson membagi diplomasi ke dalam dua kelompok besar.id/Umum/Regional/Win/ASEAN %20-%20China%20FTA.org/16646. dan Masa Depan”.go. peraturan dan ketentuan investasi serta meningkatkan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para Pihak ACFTA. dan Filipina menyetujui penghapusan per 1 Januari 2010 sedangkan CMLV (Cambodia. pemerintah menempatkan diplomasi sebagai pengimplementasian kebijakan luar negeri yang telah dirumuskan 4. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota ASEAN baru (Cambodia.3 2. diplomasi akan menyesuaikan diri dengan kondisi politik luar negeri5. industri. Kelompok pertama mengartikan diplomasi sebagai pembuatan kebijakan luar negeri dan kelompok kedua mengartikan diplomasi sebagai negoisasi. 4 Martin Grifffiths dan Terry O’Challenge. Kebijakan luar negeri dan diplomasi merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam prakteknya. 3 Log. Konsep Diplomasi Diplomasi secara garis besar didefinisikan sebagai proses bagi pemerintah menjalankan kebijakan luar negerinya. Dalam Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa ed. teknologi informasi. 5 Bantarto Bandoro.depdag. Tidak hanya itu. negara-negara yang telah menyetujuinya juga akan meningkatkan akses pasar jasa.htm pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB.pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB. Hadi Sosastro. tidak semua anggota ASEAN menyetujui penghapusan tarif dalam waktu bersamaan. keuangan. pengembangan SDM. (London: Routledge. International Relations : The Key Concept. kehutanan. dan Vietnam– CLMV) dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi diantara negara-negara anggota. Di sisi lain. Di dalam Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between the ASEAN and People’s Republic of China. energi. kedua pihak sepakat akan melakukan kerjasama yang lebih intensif di beberapa bidang seperti pertanian. Lebih jauh lagi. Malaysia. perikanan.

Negara-negara di dunia tidak bisa mengisolasi diri mereka secara keseluruhan karena negara tersebut tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan akhirnya kebijakan isolasi tersebut akan memakan biaya yang besar. Dalam interdependensi ekonomi negara memiliki kepentingan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus memelihara hubungan dengan negara lain. Di lain sisi. 3. (United States:Pearson Longman. 6 7 Bandoro. 1975). Interdependensi dapat dibagi menjadi interdependensi militer yang muncul dari kompetisi militer dan interdependensi ekonomi. Interdependensi apabila dilihat secara analisis dapat diartikan sebagai kondisi dimana aktor-aktor atau kejadiankejadian di dalam bagian yang berbeda dari sebuah sistem mempengaruhi satu sama lainnya. Teori warrior memposisikan diplomasi sebagai poltik kekuatan. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History. Teori Nicholson tersebut ingin menunjukkan bahwa diplomasi digunakan oleh negara-negara di dunia untuk menunjukkan pada yang lain bahwa mereka merupakan negara yang mempunyai posisi lebih kuat dan terdapat prestis di dalamnya. 3. Mercantile melihat pada negosiasi sebagai upaya perundingan.). 109-110. Jr. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan masyarakat luas menjadi lebih sadar akan interdependensi. hlm. 8 Gary Michael Salloum. Bentrokanbentrokan antar kepentingan negara dapat diminimalisir sekecil mungkin dan kepentingankepentingan tersebut memperoleh penyelesaian yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. (Canada. Teori Mercantile tidak menginginkan adanya satu pihak yang kalah sebagai konsekuensi adanya pemenang. 1995).Regionalism in World Politics: Regional Organization and International Order(New York: Oxford University Press. Konsep Interdependensi Interdependensi merupakan konsep yang dekat dengan paradigma liberalisme. 4. 2. h. Jika melihat pada teori ini. suatu region/kawasan tidak hanya didefinisikan sebagai wilayah yang memiliki kesamaan letak geografis. 4 . Teori warrior menekankan pada prestige negara dan politik kekuatan. negara-negara yang terlibat berusaha mencari jalan tengah atas persoalan yang ada dan dapat berdampak menguntungkan bagi kedua belah pihak. teori mercantile lebih mengarah pada negosiasi6. melainkan lebih kepada bagaimana aktor-aktor politik internasional menginterpretasikan makna dari region itu sendiri 9. Meningkatnya komunikasi dan transportasi. Joseph S. Perbedaan yang ada di kedua teori tersebut terletak pada aspek yang digunakan oleh suatu Negara dalam menjalankan politik luar negerinya. Kebijakan interdependensi ekonomi selalu melibatkan nilai dan harga. Economic Interdependence and International Politics:The Case of OPEC. diantaranya adalah: 1. diplomasi merupakan jalan yang dipunyai oleh negara untuk menunjukkan kekuatan politik mereka kepada negara lain. 41. Ibid. Meningkatnya aktivitas yang melewati batas-batas negara seperti turisme dan investasi. Terdapat dua teori diplomasi yang dikembangkan oleh Nicholson yakni warrior dan mercantile. dalam Louise Fawcett dan Andrew Hurrell (ed. Konsep Regionalisme Dalam kerangka Teori Ekonomi dan Politik Internasional. Di sini. Karya tulis ini juga akan lebih melihat diplomasi yang diartikan sebagai negoisasi.oleh orang kebanyakan dalam mengartikan diplomasi. 9 Andrew Hurrell. Mereka menginginkan adanya pemahaman satu sama lain. 2009). hlm. 46. Kebijakan negara yang memperbolehkan masuknya barang impor akibat permintaan pasar dalam negeri8. 208. Nye. Dengan kata lain. Implementasi diplomasi macam ini mengharuskan adanya satu pihak yang kalah dan ada pihak lain yang menang. hlm. ―”Regionalism in Theoretical Perspective”. interdependensi dapat berarti ketergantungan yang saling menguntungkan7.

biasanya yang terletak dalam wilayah geografis yang sama. h. 242. sementara pada beberapa definisi lain. politik.). dalam Andrew Gamble and Anthony Payne (eds. h. “Introduction: the Political Economy of Regionalism and World Order”. h. 1996).Regionalisme bukan hanya sebuah konsep geografis. Regionalisme merupakan konsep normatif yang merujuk pada nilai.07.Regionalism and World Order (Macmillan. Dalam konsep regionalisme. aktor utama di balik regionalisme adalah negara. 12 Ibid. 2005). regionalisme didefinisikan sebagai kondisi di mana sekelompok negara.pdf diakses pada 6 Mei 2011. Balaam dan Michael Veseth. 2.Introduction to International Political Economy(New Jersey: Pearson Prentice Hall.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.Realism and Reactive Regionalism: Where Is East Asian Regionalism Heading http://revistas. Secara umum. pukul 21. 13 Andrew Payne dan Andrew Gamble. Pada beberapa definisi. norma. aktor yang berperan tidak hanya terbatas pada negara. Regionalisme merupakan sebuah respon logis yang diambil suatu negara dalam menghadapi masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri. “regionalisme adalah sebuah proyek state-led atau states-led yang bertujuan untuk mengatur ulang suatu ruang regional tertentu bersama dengan tujuan ekonomi dan politik yang telah ditentukan”13. 10 Yeo Lay Hwee. atau masalah di mana tindakan suatu negara akan mempengaruhi negara lainnya 12.243. melainkan juga sebuah proses dinamis yang di dalamnya mencakup hubungan ekonomi. dan sosial budaya10.ucm. identitas. 11 David N. 5 . setuju untuk bekerja sama dan membagi tanggung jawab untuk meraih tujuan yang sama 11. dan aspirasi yang dipegang oleh pihak-pihak tertentu. tiap-tiap negara memiliki interestnya masing-masing. Menurut Anthony Payne dan Andrew Gamble.

Berdasarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia.9% per tahun mencapai US $ 105. Data dibawah juga menunjukkan bahwa hampir semua hubungan ekspor-impor yang dilakukan negaranegara anggota ASEAN dengan China menunjukkan defisit perdagangan. Cina merupakan negara ketiga terbesar sumber impor ASEAN.2 trilyun US$. Dengan diimplementasikannya ACFTA. Volume perdagangan bilateral naik sebesar 38. Pada tabel di bawah juga ditunjukkan bahwa pada tahun 2004 jumlah ekspor Indonesia masih berada di atas jumlah impornya dengan China. Impor dari China mencapai senilai 107 miliar US$. Selain itu. begitu pula sebaliknya negara-negara ASEAN (termasuk Indonesia) juga melihat peluang pasar yang besar dari China. Namun demikian. sementara akumulasi investasi ASEAN pada tahun 2008 sebesar US$5.com/ASEAN-China-ACFTA.000.BAB II PEMBAHASAN ACFTA merupakan perwujudan dari konsep interdependensi antarnegara.42 miliar dibanding tahun 2009. pelaksanaan ACFTA (terutama perdagangan China dengan Indonesia) telah membuat nilai impor produk industri China di 2010 naik 45% menjadi US$ 20. Hal ini khususnya terwujud dalam hal interdependensi ekonomi. ACFTA merupakan area perdagangan bebas terbesar di dunia dengan 1. terlihat bahwa negara-negara ASEAN memiliki hubungan dagang yang cukup signifikan dengan China. dimana tiap-tiap negara memiliki spesialisasi masing-masing dalam memproduksi komoditas tertentu sehingga akan lebih efisien bagi negara-negara tersebut apabila melakukan ekspor dan impor perdagangan. China melihat peluang pasar yang besar dari negara-negara anggota ASEAN. yang permasalahan adalah apakah ACFTA dalam implementasinya memang membawa dampak baik bagi perekonomian setiap negara anggota seperti apa yang diekspektasikan sebelumnya. China merupakan negara terbesar kedelapan investor ASEAN dengan akumulasi investasi sebesar 6. 14 http://en.6 milyar14. Merujuk pada data dalam tabel dibawah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bertendensi semakin tergantung dengan impor barang dari China. peluang pasar beserta ikatan geografis juga menjadi faktor utama interdependensi negara-negara ASEAN dan China. yaitu jumlah impor dari China menjadi lebih tinggi daripada jumlah ekspor yang berujung pada terjadinya defisit neraca perdagangan. 6 .9 milyar populasi yang sejumlah dengan 30% populasi dunia. kecuali yang terjadi pada Brunei Darussalam yang sejak 2004 hingga 2007 berhasil mempertahankan surplus perdagangan akan tetapi pada tahun 2008 turut mengalami defisit. Negara yang memiliki jumlah ekspor dan impor yang cukup tinggi dengan China adalah Singapura dengan jumlah impor yang sedikit berada di atas jumlah ekspor dan menunjukkan angka yang defisit.1 miliar US$ pada tahun 2008.000. impor dan ekspor diharapkan akan meningkat sebesar 50%. khususnya negaranegara anggota ASEAN dan China.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB.900. Total perdagangan mencapai 1.reingex. Hal inilah yang menjadi latar belakang dari tercetusnya ide ACFTA. namun sejak tahun 2007 hal yang terjadi justru sebaliknya.

184 12.353 351 2. 2004-200815 Dampak ACFTA terhadap perekonomian Indonesia16 tabel Di dalam berikut ini Source: ASEAN Trade Statistics Database (Data as of July 2009) disajikan data mengenai jumlah ekspor impor Indonesia ke negara-negara ASEAN dan China17.136 2006 174 13 8.Trade-with-China-2004-2008.082 15.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB.662 4 9.711 41.101 89 11. 17 http://www.840 3.465 119 4.578 7.646 671 4.543 397 3.org/documents/acfta/AMS.925 14.aseansec.491 85.001 31.098 2.659 16.xls diakses pada Senin.714 2005 234 15 6.setneg.828 52.583 19.336 77. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB.083 2.931 4.936 15.148 93.422 499 5.1 ASEAN Member States Trade with China.545 107.637 15 18.897 35 15.750 28.628 26. 7 .647 27.077 19.250 31.361 286 2.kontan.527 11.344 1 11.co.467 29.443 475 5.322 61.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 diakses pada Jumat.258 94 430 5.183 4.010 120 516 6.951 2007 201 11 8.go.137 8.416 47.908 16.185 13. 2 Mei 2011 pukul 15:34 WIB.897 564 4.247 131 18.352 87 337 4.015 65.634 75 2.605 1 8.653 15.616 43 18.945 157 653 8.173 2008 0 13 11.321 7.843 185 14.637 23 15.id/index.114 Tabel 2.306 74.873 3.391 133 4.(Value in million US$) Country Name Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Export Brunei Darussalam Cambodia Indonesia Lao PDR Malaysia Myanmar Philippines Singapore Thailand Viet Nam ASEAN Import 2004 243 12 4. 16 http://lipsus.558 171 933 15.770 9. 15 www.116 5.472 10.973 20.

Hal ini membuat penjualan melorot sekitar 25%. mainan anak serta TPT cenderung mengalami peningkatan impor setiap bulannya sepanjang 2010. Hal ini membuat perdagangan Indonesia-China pada tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 5 miliar. pasca pelaksanaan ACFTA rata-rata industri telah memangkas produksi sekitar 25%-50%. penurunan produksi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masih sangat bergantung pada impor yang dilakukan dengan negara lain. Contohnya hubungan dagang yang dilakukan dengan Singapura. Perbandingan antara jumlah ekspor dan impor yang dilakukan Indonesia masih jauh timpang. Indonesia melakukan ekspor yang terus naik mulai dari bulan Januari 2009 hingga Januari 2010. tekstil dan produk tekstil (TPT) sebesar 33% dan permesinan sebesar 22%.3 Share Impor Total Indonesia dari RRT vs Dunia Terhadap 6 Sektor Berdasarkan Survei Kementerian Perindustrian pada Maret 2011. 18 Diakses dari http://www. namun sebaliknya angka impor turut naik berbanding lurus dengan angka ekspor.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgrefurl=http://lips us. peningkatan nilai ekspor produk industri Indonesia ke China melalui ACFTA pada tahun 2010 juga hanya naik 34% dibanding tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 15. Tabel 2.kontan. (lihat tabel )18. MS Hidayat.jpg&w=326&h=260&ei=YcXDTea OL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus. penurunan penjualan.69 miliar. penurunan keuntungan dan pengurangan tenaga kerja.co. 8 . produk elektronika menguasai 36%.2 Ekspor Impor Indonesia ke Negara-negara ASEAN China Merujuk pada data diatas.co. logam dan barang logam.google. Dikutip dari Menteri Perindustrian. terlebih lagi bergantung pada China.Tabel 2.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT. Tidak hanya itu. terlihat bahwa Indonesia sangat bergantung pada impor dari negara ASEAN lainnya.kontan. Produk impor dari China yang mendominasi pasar di dalam negeri adalah mainan anak yang menguasai 73% dari total impor negara pengekspor lainnya. industri elektronika dan TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) khususnya garmen. Tidak hanya itu.co. Beberapa sektor industri seperti mebel. Posisi kedua ditempati produk mebel China dengan menguasai 54% dari total negara pengekspor lainnya. mengalami peningkatan impor bahan baku.

terutama China. Kenyataannya. sebesar 14%.id/node/424865 diakses pada hari Sabtu. daya saing produk industri dan manufaktur di Indonesia ke sesama negara ASEAN hanya 15% yang memiliki saing kuat dan hampir 60% produk memiliki daya saing yang lemah. daya saing produk Indonesia yang bersifat kuat hanya 7%. Proses yang rumit dalam birokrasi yang mengatur perindustrian menyebabkan pungutan-pungutan yang membebani biaya produksi. Sedangkan. Permasalahan infrastruktur menjadi hal yang perlu disoroti dalam hal lemahnya daya saing produk industri dan manufaktur Indonesia. 9 . Hal ini dikarenakan oleh high cost economy yang terjadi di Indonesia. http://www. suku bunga KUR ritel untuk pinjaman Rp 20 juta-Rp 500 juta. sebesar 22%. Besarnya suku bunga ini menyebabkan semakin tingginya costs of loan yang harus ditanggung oleh perusahaan yang dibiayai melalui kredit. Faktor eksternal ini merupakan faktor yang berasal dari keunggulan komparatif dan kualitas produk dari negara yang berkompetisi dengan Indonesia. produk manufaktur yang berasal dari China lebih murah atau produk agrobisnis Thailand lebih berkualitas. dan suku bunga. dapat dikatakan bahwa produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang relatif rendah.co. Kajian Awal terhadap Kebijakan ACFTA ( ASEAN. Jadi. tanggungan utang dari suku bunga yang tinggi. saat ini suku bunga KUR untuk usaha mikro di Indonesia untuk pinjaman Rp 20 juta ke bawah. Biaya-biaya produksi tambahan ini berasal dari prosedural birokrasi. suku bunga kredit di Cina dan Thailand hanya berkisar pada level 4-8%. Menurut Kementrian Perindustrian Indonesia. Selain hal yang berhubungan dengan perhubungan. Biaya ekonomi yang tinggi ini terjadi karena permasalahan birokrasi. Lebih lanjut. Lemahnya daya saing produk-produk industri dan manufaktur Indonesia dalam kompetisi dengan negara-negara ACFTA berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. http://bataviase. Faktor internal merupakan faktor lemahnya daya saing produk-produk Indonesia yang berasalah dari hambatan domestik. Misalnya. infrastruktur. Ketidakstabilan sumber energi listrik yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir membuat pengusaha industri mengubah sumber listriknya menjadi genset. terdapat permasalahan terhadap lemahnya daya saing produk Indonesia dalam implementasi ACFTA bagi Indonesia. 7 Mei 2011 20 Suku Bunga Kredit Mikro Tertinggi Kedua di Dunia. sisanya memiliki daya saing sedang 29% dan lemah 55%19. Penggunaan genset lebih menambah biaya produksi dibanding menggunakan listrik dari perusahaan pembangkit. kemacetan dan inefektivitas kerja pelabuhan menjadi beban biaya bagi perusahaan sehingga menambah biaya produksi.pdf diakses pada hari Sabtu.smecda. permasalahan infrastruktur seperti kesediaan energi listrik bagi dunia industri juga menjadi hambatan. suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan sumber pendanaan yang paling potensial bagi sektor UKM di Indonesia merupakan suku bunga kredit rakyat tertinggi kedua di dunia. Permasalahan birokrasi merupakan permasalahan yang berasal dari sistem prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan proses industri dan proses perdagangan luar negeri. Sementara itu. Hambatan domestik ini berasal dari high cost economy Indonesia atau biaya tinggi yang ditanggung dalam kegiatan industri dan perdagangan.China Free Trade Area) dan Kaitannya dengan KKUM. Begitu pula halnya terhadap Cina.com/File_ACFTA/kebijakan_acfta_PS. idealnya suku bunga kredit yang diperuntukkan bagi pengembangan sektor UKM harus berada di tingkat satu digit atau maksimal 10%. setelah Myanmar20. Kenaikan biaya produsi ini kemudian berimbas pada harga jual yang meningkat sehingga mengurangi daya saing produk tersebut.Penyebab Lemahnya daya saing produksi Indonesia Meskipun aktualisasi ACFTA dapat menjadi peluang yang baik bagi Indonesia. 7 Mei 2011. Permasalahan suku bunga berasal dari tingkat suku bunga bank di Indonesia yang masih tinggi untuk menunjang pertumbuhan industri. Kerusakan jalan. Daya saing produk-produk buatan Indonesia relatif lebih rendah dibanding dengan negaranegara yang menyepakati ACFTA. dan 19 Pariaman Sinaga. Adapun. Kerusakan infrastruktur perhubungan dapat mempengaruhi efektivitas dari kegiatan industri di Indonesia.

Hal ini didukung dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Makarim Wibisono dalam bukunya yang berjudul Tantangan Diplomasi Multilateral bahwa arah dan kebijakan politik Luar Negeri Indonesia tidak terlepas dari pernyataan visi politik dan hubungan luar negeri yang dituangkan dalam GBHN 1999-2004. hal 286-287. Perlu ditekankan pada fenomena terakhir. terutama citra positif yang terkait dengan aspek ekonomi. Pertanyaan yang muncul adalah apa alasan pemerintah Indonesia dibalik keputusan bergabung dengan ASEAN-6 dalam memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2010 dan bukan bergabung dengan CLMV yang memberlakukan ACFTA per 1 Januari 2015.1%. 10 . Tidak hanya itu. berkembangnya isu sektoral yang telah menjadi agenda internasional dan meningkatnya kecenderungan perumusan serta penerapan perumusan dan penerapan norma-norma internasional baru yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas22. Adapun kebijakan Indonesia utnuk bergabung dengan ASEAN-6 dirasakan sebagai sebuah upaya yang dinilai cukup efektif untuk membangun dan mempertahankan citra positifnya di forum internasional. 2006. hal ini dapat menjadi sebuah pembenaran bagi pemerintah demi mewujudkan citra positif Indonesia terkait diplomasi dalam aspek ekonomi. hal ini dapat dikatakan sebagai wujud penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. Hubungan internasional saat ini ditandai oleh pergeseran konstelasi politik global dari bipolar ke multipolar. Kedua hal ini menunjukkan besarnya peran Indonesia dalam ASEAN.). Langkah Pemerintah Indonesia dalam Mengambil Keputusan Bergabung dengan ACFTA Berdasarkan analisis di atas. Tantangan Diplomasi Multilateral.kerusakan infrastruktur. yakni penerapan perumusan yang tidak berpihak kepada aspirasi mayoritas. Disini kita dapat melihat interest Indonesia terutama dalam bidang ekonomi untuk menciptakan citra positif agar dapat mendorong iklim investasi yang baik dan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan ekonomi kepada Indonesia. Peranan Indonesia yang besar dalam ASEAN dan pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif merupakan hal yang patut dipertahankan dalam rangka mengharumkan citra Indonesia di forum internasional21. hal. Hal ditandai dengan pertumbuhan ekonomi bergerak positif dan tahun 2003 mencapai 4. 285. Jakarta:LP3ES. citra Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1998 yang sempat terpuruk semenjak krisis ekonomi thn 1998 mulai beranjak pulih. Indonesia merupakan salah satu negara pencetus berdirinya ASEAN pada tahun 1967. Namun demikian. yang antara lain adalah meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat 21 Makarim Wibisono. menguatnya kecenderungan arus globalisasi dan regionalisasi. Indonesia juga sedang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun 2011. pemerintah tetap memberlakukan kebijakan tersebut.. Dalam kasus persetujuan Indonesia bergabung dengan ASEAN-6 terkait ACFTA. Makmur Keliat dan Mohtar Mas'oed (ed. dapat dilihat bahwa Indonesia cenderung belum siap dengan keputusannya bergabung dengan ASEAN-6 untuk melakukan perdagangan bebas dalam ACFTA per 1 Januari 2010. 22 Ibid. Ekonomi biaya tinggi ini mempengaruhi harga jual yang menjadi tinggi tinggi dan kalah bersaing dengan harga negara-negara kompetitor terutama China. Hal ini disebabkan karena forum internasional akan melihat bahwa Indonesia telah siap secara ekonomi untuk bersaing dan stabil secara ekonomi sehingga peluang investasi akan lebih besar. Indonesia dapat menciptakan citra kematangan ekonominya. Namun demikian. meningkatnya peranan pelaku non-state. Dengan menyetujui ACFTA dan bergabung dengan ASEAN-6 yang notabene dinilai lebih siap dari CLMV.

Dampak dari liberalisasi perdagangan dan integrasi tersebut juga mampu menciptakan liberalisasi investasi dari negara-negara ASEAN dan China ke Indonesia. pemerintah memiliki keterbasan anggaran pembangunan yang berkisar Rp. Melalui ACFTA.Kejar_target_pertumbuhan __Indonesia_ pacu_investasi _asing.286 Kejar Target Pertumbuhan Indonesia Pacu Investasi Asing.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. 1000 trilyun per tahun. Dalam hal ini terlihat kaitan antara peranan dasar diplomasi yakni untuk menciptakan citra positif sebuah negara dan konsep regionalisme yang menjunjung tinggi nilai interdependensi antar negara demi mencapai interestnya masing-masing. masuknya posisi Indonesia dalam perjanjian ACFTA dianalisis sebagai sebuah upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk memenuhi tujuan pertumbuhan ekonomi. 2. diakses dari http://www. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen pada tahun 2014. ACFTA dapat menciptakan integrasi ekonomi dan regional melalui peningkatan laju perdagangan di antara anggotanya. 11 .pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional di segala bidang. rencana investasi China untuk membuat pabrik semen di Manokwari dan pembangkit listrik di Papua.com/nasional/286810. Ia menjelaskan Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp. masuknya Indonesia dalam perjanjian ACFTA juga mampu meningkatkan daya tarik investasi dari dunia internasional.. kerja sama dan pembangunan kawasan23. Hal inilah yang disinyalir menjadi alasan pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan untuk bergabung dengan ASEAN-6 daripada bergabung dengan CLMV dalam ACFTA. Akan tetapi. melalui kerjasama ekonomi maupun internasional dalam rangka membangun stabilitas. Sebagai contoh. 23 24 Ibid. hal. Hal ini disebabkan karena dengan ikut sertanya Indonesia dalam perdagangan bebas akan menciptakan citra positif bahwa perekonomian Indonesia telah stabil dan layak untuk ditanamkan modal. citra positif ekonomi Indonesia akan terbangun. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa investasi dalam negeri tidak cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan.kabarbisnis. Selain menarik investasi asing dari negara-negara ACFTA. Dilihat dari segi diplomasi ekonomi.100 trilyun sehingga memerlukan investasi asing24. Kepentingan Indonesia dalam ACFTA dapat dikatakan sebagai bentuk kebijakan dalam menarik investasi asing demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

1 Kesimpulan Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan di atas. kebijakan pemerintah Indonesia untuk bergabung dengan ASEAN-6 yang melaksanakan ACFTA per 1 Januari 2010. Hal ini membuat neraca perdagangan ASEAN cenderung defisit dalam hal perdagangan dengan China. meskipun kebijakan ini dinilai cenderung terlalu dini. Hal tersebut diwujudkan dalam pencitraan stabilitas ekonomi Indonesia yang dapat meningkatkan iklim investasi dan membawa keuntungan ekonomi bagi Indonesia. hal ini sebenarnya merupakan sebuah upaya diplomasi Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan citra yang baik di dunia internasional. dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya implementasi ACFTA meningkatkan perdagangan kedua belah pihak. Oleh sebab itu.BAB III PENUTUP 3. dapat disimpulkan bahwa konsep regionalisme memiliki keterkaitan dengan konsep diplomasi dalam upaya mewujudkan interest masing-masing negara. Ekspor negara-negara ASEAN memang meningkat. Dalam penjelasan ini. 12 . akan tetapi impor dari China justru cenderung lebih besar (mengingat China lebih efisien dalam hal memproduksi barang). Di sisi lain. dalam perjanjian ACFTA keuntungan China pada dasarnya lebih mendominasi.

Jakarta: CSIS Wibisono. David N & Veseth Michael.depdag. Joseph. http://www.kontan.co.com/nasional/286810Kejar_target_pertumbuhan _asing. Economic Interdependence and International Politics: The Case of OPEC.jpg&w=326&h=260& ei=YcXDTeaOL87orQfTyuDsBA&zoom=1&biw=1102&bih=452 diakses pada tanggal 06 Mei 2011 pukul 17:01 WIB. pukul 21.google. 6 Mei 2011 pukul 17:19 WIB.setneg.07.id/assets/lipsus_acfta/images/RRT. Regionalism and World Order. http://revistas. 1996. Web http://ditjenkpi. International Relations: The Key Concept. 1991. Jr. Hadi. __Indonesia_ pacu_investasi 13 .co. Andrew & Payne Anthony (ed).org/documents/acfta/AMS-Trade-with-China-2004-2008. 2006.DAFTAR PUSTAKA Buku Balaam.es/cps/16962206/articulos/UNIS0505230008A.go.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-tak-berdaya diakses pada 6 Mei 2011 pukul 18:05 WIB.aseansec. Jakarta: LP3ES Thesis Salloum. 2005. Martin dan O’Challenge Terry.pdf diakses pada 6 Mei 2011.id/Umum/Regional/Win/ASEAN%20-%20China%20FTA.kontan. 1975. Introduction to International Political Economy. Tantangan Diplomasi Multilateral. 2009.php?option=com_content&task=view&id=4375&Itemid=29 pada Jumat.co. Griffiths.id/index. http://lipsus. www. http://www. diakses http://www. Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa.html pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 18:05 WIB. Gary Michael.id/v2/acfta/produk-china-menjadi-raja-industri-lokal-takberdaya&imgurl=http://lipsus. http://en. Macmillan: St Martin Press. Canada. New York: Oxford University Press Gamble. New Jersey: Pearson Longman.kontan.ucm.id/imglanding? q=grafik+perdangangan+ACFTA&um=1&hl=id&tbm=isch&tbnid=uRxh9SgBgfRwHM:&imgref url=http://lipsus. London: Routledge S.Nye.go.com/ASEAN-China-ACFTA.kabarbisnis.shtml diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 18:21 WIB. Understanding International Conflicts: An Introduction to Theory and History. 2009.xls diakses pada tanggal 23 April 2011 pukul 18: 39 WIB. Makarim.reingex. Sosatro.co.pdf pada tanggal 23 April 2011 pukul 21: 50 WIB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful