P. 1
Laporan Kasus Trauma Multipel- Tension Peneumotoraks

Laporan Kasus Trauma Multipel- Tension Peneumotoraks

|Views: 1,243|Likes:
Published by Laksmi Karim
ini adalah laporan skenario A blok 19 fk unsri 2012 oleh kelompok B 5
ini adalah laporan skenario A blok 19 fk unsri 2012 oleh kelompok B 5

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Laksmi Karim on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Pasien berbaring posisi supine, Mikulicz line, dengan fleksi pada art genu.

Prosedur aseptik/antiseptik

32

Approach, pada distal femur 1 inchi inferior tubercle adduktor. Pada proximal tibia 1

inchi inferior dan 5 inchi inferior tubercle tibia.

Anestesi lokal dengan lidokain 1%. Anestesi disuntikkan hingga ke periosteum.

Insisi dengan pisau no.11. Approach bagian medial untuk distal femur dan lateral

untuk proksimal tibia

Wire diinsersikan dengan menggunakan hand drill, untuk menghindari nekrosis tulang

sekitar insersi pin (bila menggunakan alat otomatis). Jenis wire yang bisa digunakan

disini adalah Kirschner wire no.5

Pemasangan K-Nail (Kuntscher-Nail) secara terbuka pada fraktur femur 1/3 tengah —

> Adapun teknik pemasangan K-nail adalah sebagai berikut:

- Pasien tidur miring ke sisi sehat dengan fleksi sendi panggul dan lutut

- Approach posterolateral dari trochanter mayor ke condylus lateral sepanjang 15cm di atas

daerah fraktur

- Fascia lata dibelah dan m. vastus lateralis dibebaskan secara tajam dan septum

intermuskularis disisihkan ke anterior

- Ligasi a/v perforantes

- Bebaskan periosteum untuk mencapai kedua fragmen fraktur.

- Bebaskan kedua fragmen fraktur dari darah dan otot

- Ukur panjang K-nail. Pasang guide ke arah fragmen proksimal dan Ietakkan di tengah,

dengan posisi fleksi dan adduksi sendi panggul. Bagian kulit yang tertembus dibuat sayatan.

- K-nail dipasang dengan guide menghadap posteromedial

- Ujung proksimal K-nail dibenamkan 1-2 cm di atas tulang, jika terdapat rotational

instability, beri anti rotation bar, atau pakai cerelage wiring atau ganti K-nail

- Pemasangan K-nail sebaiknya setelah 7-14 hari pasca trauma.

- Cara lain pemasangan K-nail dengan bantuan fluoroscopy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->