EDISI 125 AGUSTUS 2012

1

2

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

SALAM

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIM
Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/51/KPTS/013/2012
DEWAN PERTIMBANGAN Gubernur Jawa Timur dan Ketua Umum MUI Jawa Timur KOMISI PENGAWAS Ketua : Dr. H. Abd. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur). Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Unair Surabaya). Anggota: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Dr. H. Mahmud Musta’in (ITS Surabaya) BADAN PELAKSANA Ketua : Wakil Gubernur Jawa Timur. Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua II : Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua III : Kepala Biro Adminstrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat). Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sudaryanto, M.Ag (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya). Bendahara : Kepala Bagian Pendidikan, lhamdulillah! Mari terus bersyukur atas ni’mat Allah yang tak Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Bendahara : Mierza Rahman bertepi. Lalu, kepada Uswatun Hasanah, mari bershalawat, DR, SE (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Jawa Timur). Bidang Pengumpulan, Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Alhamdulillah, kita benar-benar telah dipertemukan oleh Allah Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. dengan Ramadhan. Kita syukuri hal ini dengan cara berpuasa di Anggota : KH. Abdurrahman Navis, Lc, M.HI (Pengurus MUI Jawa Timur). Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh dalamnya sepenuh iman dan kesabaran plus melakukan berbagai Masyarakat). Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat). amal terbaik lainnya. Bidang Pengembangan, Kordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Bule�n edisi ini sedikit bersuasana lain. Halaman 4-7 yang Daerah Provinsi Jawa Timur. Anggota : Kepala Seksi biasanya ditempa� Telaah Utama, kali ini ‘kapling’-nya dipakai untuk Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Drs. KH. Sholeh Laporan Utama terkait dengan acara Bak� Sosial UPZ BAZ Ja�m Hayat (Tokoh Masyarakat). Bidang Pendistribusian, untuk Orang dengan Kecacatan (ODK) di Desa Sidoharjo, Kecamatan Kordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jambon – Ponorogo pada 07/07/2012. Wilayah yang menjadi jujugan Jawa Timur. Anggota : Drs. H. Syamsul Arifin (RRI Stasiun bak� sosial itu juga dikenal dengan sebutan Kampung Idiot. Surabaya). SUSUNAN PEGAWAI Apa saja kegiatan mereka? Pada hari itu dimulai renovasi Kepala Sekretariat : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag. Wakil 6 rumah (sebelumnya sudah terenovasi 35 rumah). Ada juga Kepala Sekretariat : H. Sudarto. Kepala Bagian Keuangan : Mierza Rahman Dr, SE. Staf Keuangan : Dwindayatie, SE. penyerahan bantuan dari berbagai lembaga. Ada pula layanan Ahmad Rifa’i. Robby Cahyadi. Danang Bagus Triyono. Kepala Divisi Pendistribusian dan Pengembangan: Kholik, A.MD. pemeriksaan dan pengobatan gra�s. Pun, ada pembagian paket Staf Pendistribusian : Candra Asmara, SE. Syafrizal Kurniawan. sembako dan alat kebersihan diri. Dedy Eko F. Tatok Gunawan. Staf Program Pemberdayaan Ekonomi : Sukron Dossy, SS. H Mas’udah, S.HI. Staf Hal yang tak kalah mengharukan adalah ke�ka para Pengembangan : Imam Fauzi, S.Th.I. Fajar Cahyono, SE, Ak. Abdul donatur ikut membantu para relawan BAZ Ja�m melakukan Hamid, ST. Siswi Mei. Kepala Divisi Pengumpulan : Habib Tri W, SE. Staf Pengumpulan : Rismiati, SE. Sugeng. Rahmat Cahyono. Yoyok pembongkaran rumah yang siap dibedah. Sementara, untuk W. Makhrus Ihsan, S.HI. rumah yang sudah dikerjakan, mereka juga tak canggung turut REDAKSI BULLETIN Penanggung Jawab : H. Thoriq Afandie, SH, MM melakukakan pengecatan. Pemimpin Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag Semoga Ramadhan kali ini bisa menjadi ‘penghantar’ Pemimpin Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM Sekretaris Redaksi : H. Sudarto kita menuju pribadi taqwa yang –antara lain- bercirikan Redaktur Pelaksana : Anwar Djaelani suka memberi. Lalu, sikap yang baik ini, terus kita Reporter : Afif Amrullah. Sirkulasi : Danang ALAMAT REDAKSI tradisikan di bulan-bulan selanjutnya sampai bertemu Gedung Islamic Centre Lt.2, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Ramadhan lagi tahun depan. Kita op�mis bahwa sikap Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488 NO. REKENING BAZ JATIM pemurah itu bisa kita pertahankan di sepanjang tahun, INFAQ sebab para pelakunya pas� akan menemui kenyataan • Bank Syariah Mandiri 008-111-6666 • Bank Jatim 001-108-8588 manis: Bahwa tak akan pernah merugi orang yang • BRI 0096-01-000800-300 • Bank Mandiri 1410034346767 suka berbagi. Tetapi, sebaliknya, mereka akan ZAKAT mendapatkan ‘keuntungan’ dan kebahagiaan • Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1 • Bank Jatim 001-118-3450 yang berlipat. [] • BRI Syariah 707-31-16-00341 • Bank Bukopin Syariah 880-0249-032 • BTN Syariah 703-1000-284 EDISI 125 • BNI Syariah 0707070770 AGUSTUS 2012 • Bank Jatim Syariah 6101000108

Berbagi Itu Tak Pernah Merugi

A

3

LAPORAN UTAMA

dan Berbahagialah!

Berbagilah

T

emaram menjelang Subuh, Sukamto sudah terjaga. Meski hari libur, ayah dua anak ini sudah terbiasa mengawali aktivitas sebelum adzan Subuh dikumandangkan. Apalagi pada Sabtu (07/07/12) pagi itu ia hendak berangkat ke Ponorogo bersama BAZ Jatim. Sesaat setelah menunaikan shalat Subuh, ia langsung mengendarai sepeda motor dan meninggalkan rumahnya di Geluran, Taman, Sidoarjo. Ditemani angin dan embun pagi yang sejuk, koordinator donatur di Graha Amerta RSUD Dr Soetomo ini mengarahkan perjalanannya menuju Gedung Islamic Centre Surabaya. Di sana, ia bertemu dengan sesama donatur yang mewakili 24 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari beberapa SKPD di bawah naungan Pemerintah Provisni Jawa Timur, BUMN dan BUMD di Surabaya. Ketika anggota rombongan sudah lengkap, bus mini bertitel Kalisari beranjak menjauh dari gedung yang terletak di Jalan Raya Dukuh Kupang itu. Tepat pada 06.00 WIB, mereka berangkat ke Ponorogo guna melaksanakan bhakti sosial UPZ BAZ Jatim untuk Orang dengan Kecacatan (ODK) di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, atau biasa dikenal dengan sebutan Kampung Idiot. “Insya Allah saya pensiun tahun depan. Saya ingin mengisi masa-masa terakhir saya di kantor dengan kegiatan yang bermanfaat meskipun di hari libur. Salah satunya adalah aksi sosial bersama BAZ Jatim ini, ” kata pria kelahiran Sragen ini.

Penyerahan bantuan dari BNI untuk bak� sosial BAZ Ja�m
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah opening ceremony dan doa bersama untuk keberhasilan program ini. Dalam kesempatan tersebut, Pak Thoriq menyatakan bahwa BAZ Jatim telah menjadi kekuatan baru dan mampu mendukung program Gubernur Jatim yang berorientasi pada kesejahteraan. Salah satunya adalah kerjasama yang dijalin oleh BAZ Jatim dengan relawan yang ada di Sidoharjo. Sebagai daerah yang dihuni oleh sejumlah penderita down syndrome, tentu masyarakat Sidoharjo membutuhkan support dari berbagai pihak untuk meringankan atau bahkan menuntaskan akar masalah yang menyebabkan kecatatan itu. Apalagi sumber masasalah yang harus dicarikan jalan keluar adalah kemiskinan dan minimnya pengetahuan. “Alhamdulillah BAZ Jatim makin dipercaya masyarakat. Sehingga dana sosial yang terkumpul di BAZ Jatim berhasil didistribusikan dalam berbagai bentuk program pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Khusus di desa ini, BAZ Jatim sudah merenovasi 35 rumah dan hari ini akan dimulai renovasi 6 rumah lagi. BAZ Jatim juga sudah mengadakan pengobatan gratis secara berkala, pemberian paket sembako dan pemberian santunan tunai sebesar Rp. 200 ribu per bulan untuk 13 dhuafa fakir,” ujar Pak Thoriq yang

Orientasi Kesejahteraan
Di saat para donatur dan pengurus UPZ menempuh perjalan panjang, rangkaian kegiatan bhaksos di Kampung Idiot sudah dimulai. Lapangan di sisi masjid kampung tersebut sudah tampak penuh sejak pukul 09.30 WIB. Ketua Harian BAZ Jatim, H. Thoriq Afandie, SH, MM, juga sudah duduk di bangku terdepan bersama Asisten I Bupati Ponorogo Ir. Endang Ratna, MM dan Pengasuh Ponpes Gontor, KH. Muhammad Husni Jaelani.

4

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

juga Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan di Sekretariat Daerah Provinsi Jatim ini. Acara yang dihadiri oleh sekitar 200 warga itu juga diisi dengan penyerahan bantuan oleh BNI yang diwakili BNI Kantor Cabang Ponorogo. Untuk mendukung program ini, BNI memang mengalokasikan Rp. 10 juta melalui BAZ Jatim. Ada juga Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS) PLN Distribsi Jawa Timur yang menyumbangkan Rp. 35 juta untuk biaya renovasi 5 rumah warga dan Ibu Dona dari Jakarta yang menyumbang Rp. 7 juta untuk biaya renovasi 1 rumah, serta beberapa donatur personal yang donasinya sudah masuk ke rekening BAZ Jatim. Menurut Kepala Bagian Pengembangan dan Pendistribusian BAZ Jatim, dana masyarakat yang terkumpul untuk kegiatan bhakti sosial ini Rp. 55 juta. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan peletakan batu pertama pada rumah milik Pak Gemun yang sudah dibongkar sehari sebelumnya. Setelah itu, sekitar 300 warga Sidoharjo menikmati layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diberikan BAZ Jatim bekerjasama dengan tim medis RSUD Dr Soedono Madiun yang juga salah satu UPZ BAZ Jatim. Di tengah kegiatan pengobatan gratis itulah, para donatur dari Surabaya tiba di Sidoharjo. Mereka langsung berbaur dengan peserta untuk membagikan paket sembako dan alat kebersihan diri. Mereka juga diajak mengunjungi beberapa rumah warga yang keluarganya menderita down syndrome dan membagikan paket sembako. Beberapa di antara mereka juga telah menyiapkan sejumlah uang untuk diberikan secara langsung. Tak hanya itu, para donatur juga ikut membantu para relawan BAZ Jatim untuk melakukan pembongkaran dan pengecatan rumah yang siap dibedah. Mereka juga menyaksikan sendiri beberapa rumah yang sudah jadi dan dihuni oleh penerima bantuan bedah rumah dari BAZ Jatim.

Berbagi dan Berbahagia
Berbagi untuk orang lain memang erat kaitannya dengan kebahagiaan. Bagi pemberi, ia akan merasakan kebahagiaan yang hakiki ketika bisa membantu orang yang membutuhkan. Dan bagi penerima, tentu ia akan menikmati rasa bahagia karena sebagian beban hidupnya terasa ringan. Kebahagiaan multidimensi itulah sebagian dari manfaat berbagi dalam bentuk zakat dan sedekah. Allah juga telah memerintahkan untuk berbagi kebahagiaan. “Wahai orang-orang yang beriman! Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada kawan teman (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS Al-Baqarah ayat 254 ). Maka, dengan zakat dan sedekah akan ada semangat lagi dalam mencari rezeki agar terus bisa berbagi. Jika zakat dan sedekah telah menjadi bagian hidupnya maka seseorang akan merasa bahagia dan ia akan tetap yakin akan jalan rezeki yang akan diberikan Allah. Terlebih bagi orang yang diberikan segala kemudahan setelah berbagi kebahagiaan. Secara otomatis ia juga akan mengulangi lagi untuk berbagi sedekah dengan orang lain. Meskipun jumlah atau apa yang disedekahkan tidak selalu sama. Manfaat zakat dan sedekah juga nyata bagi penerima. Bagi mereka beban hidup memang bisa saja dianggap sebagai cobaan agar mereka bertahan. Pemberian itu akan membuat semangat mereka berlipat untuk melanjutkan kehidupan. Melalui pemberian tersebut akan semakin membuat mereka bersyukur bahwasanya Allah akan selalu membantu semua umat-Nya tanpa terkecuali dan dengan cara yang tidak diduga-duga. Maka, berbagilah dan berbahagialah. (fif)

EDISI 125 AGUSTUS 2012

5

LAPORAN UTAMA

“Program Percontohan yang Harus Diperluas”
“Alhamdulillah, Kami Sangat Terkesan”
Kami berterima kasih kepada BAZ Jatim atas kesempatan yang intimewa ini. Alhamdulillah, kami sebagai UPZ BAZ Jatim sangat terkesan. Ini sebagai program percontohan dan di waktu-waktu mendatang perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk di tempat lainnya.

JUNIED AGUS P
(UPZ Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim)

“Semoga BAZ Ja�m Tetap Jaya”
Alhamdulillah, saya melihat BAZ Jatim terus mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik. Dan saya sangat senang bisa mengikuti bhakti sosial ini. Mudah-mudahan bhakti sosial ini bisa berguna bagi warga yang ada di Desa Sidoharjo dan kami yang datang dari Surabaya. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu warga Desa Sidoharjo yang telah berpartisipasi untuk hadir dalam kegiatan ini dan tentunya terima kasih juga kepada BAZ Jatim yang telah merealisasikan kegiatan ini. Kami doakan semoga BAZ Jatim tetap jaya selamalamanya. Amin ya rabbal alamin.
(Koordinator donatur Graha Amerta RSUD Dr Soetomo Surabaya)

SUKAMTO

“Terus Dukung BAZ Ja�m”
Insya Allah apa yang dilakukan BAZ Jatim sangat bermanfaat bagi warga Desa Sidoharjo ini. Dan semoga BAZ Jatim tetap maju sehingga program yang selama ini terus berjalan dan didukung oleh seluruh masyarakat Jatim. Saya juga berharap agar pemerintah, pengusaha dan masyarakat Jatim pada umumnya terus meningkatkan kepedulian bersama BAZ Jatim untuk menolong saudara-saudara kita yang memang membutuhkan.

SUMANTO
(UPZ Bakesbangpol Jatim)

6

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

“Masih Membutuhkan Banyak Bantuan”
Bhakti sosial di Ponorogo ini sangat tepat karena memang ditujukan untuk mereka yang kurang beruntung. Setelah melihat ini semua ternyata mereka tidak bisa mandiri kalau tidak ada bantuan dari kita semua. Mudah-mudahan banyak pihak yang akan ikut membantu mereka sehingga harapan saya mereka bisa hidup dengan layak.

ESTI
(UPZ Sekretariat Daerah Provinsi Jatim)

“Berikan Kepedulian Lebih Besar”
Setelah seharian mengikuti bhakti sosial di Desa Sidoharjo, menurut saya pemerintah dan masyarakat Jatim perlu memberikan bantuan yang lebih supaya kehidupan masyarakat di sini lebih sejahtera. Harapan saya ke depan mudah-mudahan BAZ Jatim lebih banyak lagi memberikan bantuan di daerah ini dan daerah-daerah lain yang membutuhkan. fif

ABDUL RAHMAN
(UPZ Dinas Peternakan Jatim)

Mengawali proses bedah rumah Mbah Pi� Layanan pengobatan gra�s untuk ODK Sidoharjo

Proses finishing rumah yang sudah direnovasi Salah satu rumah warga yang sudah direnovasi
EDISI 125 AGUSTUS 2012

7

LIPUTAN KHUSUS

Zakatku adalah Penyelamat Hidupku
“Siapa yang ingin kaya dan selamat harus membayar zakat. Sungguh, ketika kita gemar mengeluarkan zakat, berkahnya rezeki itu jauh lebih besar. Makin senang mengeluarkan zakat, makin mudah kita menemukan jalan rezeki. Dan Alhamdulillah saya sudah membuktikannya. Demi Allah itu terjadi,”

tuntas. Mulai dari dasar hukum, ketentuan fikih, cara praktis menghitung zakat, manfaat zakat, hingga makna spiritual kewajiban zakat.

Apa Manfaat Zakat?
Prof Zahro memang berulang kali meyakinkan akan berkahnya harta yang sudah dizakati. Sebab, zakat adalah kewajiban formal yang wajib bagi setiap muslim ketika sudah memenuhi syarat. Sebagaimana shalat dan puasa, imbalan yang dijanjikan oleh Allah sangat besar. Begitu juga betapa berat ancaman bagi orang yang lalai terhadap kewajiban ini. “Jadi, nanti grade-nya imbalan zakat itu paling tinggi. Kemudian di bawahnya baru infaq atau sedekah. Karena zakat itu wajib, satu level dengan shalat dan puasa,” ujar pria kelahiran Nganjuk ini. Apa imbalan itu? Prof Zahro kemudian menyitir ayat Al-Qur’an yang ada di Surah AtTaubah ayat 103 yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” . Ayat ini, lanjut Prof Zahro, merupakan tawaran dari Allah kepada orang yang membayar zakat. Allah akan memberikan tiga keajaiban dengan membersihkan hatinya, memberkahi hartanya dan menyelamatkan hidupnya. Kalimat “berdoalah untuk mereka” dalam ayat tersebut adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW agar mendoakan umatnya yang membayar zakat. “Bayangkan, betapa hebatnya orang yang membayar zakat sampai-sampai Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan dan doa ini berlaku sepanjang masa. Prinsip ini kita pegangi dan ini adalah statemen Al-Qur’an yang pasti benar. Tinggal kita sanggup atau tidak menerima tawaran ini, bahwa kita benar-benar bersih hatinya, berkah hartanya dan selamat hidupnya,” urai Prof Zahro .

I

tulah kalimat yang ditegaskan oleh Porf. Dr. H. Ahmad Zahro, MA di hadapan 150 Pengurus UPZ dan Koordinator Donatur BAZ Jatim. Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya itu mengungkapkannya dalam Rapat Koordinasi UPZ BAZ Jatim pada Selasa (03/07/12) pagi di Hotel Sahid Surabaya. Para peserta tidak hanya datang dari Surabaya, melainkan dari berbagai kabupaten/ kota di Jatim yang mewakili Bakorwil, UPT, BUMN, BUMD dan SKPD lainnya. Ungkapan tersebut diutarakan oleh Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya ini ketika menanggapi beberapa pertanyaan peserta tentang zakat. Forum yang berlangsung selama sekitar dua jam itu memang menjadi semacam ruang konsultasi umum antara Prof Zahro dengan para peserta. Mereka seakan enggan menyianyiakan kesempatan istimewa untuk mendapatkan jawaban langsung dari pria yang juga menjabat Rektor Unipdu Jombang ini. Apalagi Prof Zahro adalah guru besar bidang hukum Islam dan disertasinya membahas tentang zakat di era modern. Maka, semua aspek tentang zakat-pun dibahas

Bagaimana Cara Menghitung Zakat?

Prof Zahro memberikan bekal terbaik untuk UPZ BAZ Ja�m

Cara praktis menghitung zakat juga disampaikan oleh Prof. Zahro. Ia memberikan formula yang mudah dan ringkas sehingga siapapun bisa menghitung zakat sendiri.

8

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Pertama, kriteria umum orang yang wajib zakat harus memperihatikan bahwa semua harta halal yang sudah mencapai nishab, wajib dikeluarkan zakatnya. Tidak peduli apa profesi atau pekerjaannya, yang penting harta itu didapat dengan cara yang halal dan sudah mencapai nishab. Dalil yang paling valid terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 267. Kedua, nishabnya dikonversikan dengan harga 90 gram emas dengan karat yang sesuai dengan kebiasaan di masyarakat. “Umpama sekarang 1 gram harganya Rp.500 ribu, berarti kalikan 90 gram sama dengan Rp. 45 juta. Jadi kalau ada orang yang punya penghasilan sebesar Rp. 45 juta dalam setahun atau Rp. 3,75 juta per bulan, dari manapun sumbernya, yang penting halal, maka dia sudah mencapai nishab dan wajib zakat,” tuturnya.

atau kendaraan dan sebagainya. Orang yang seperti ini tetap wajib zakat. Sedangkan yang masuk kategori gharim dan berhak menerima zakat adalah penghutang yang konsumtif. Yaitu orang yang hutang untuk keperluan sekali pakai dan habis seperti makan atau biaya sekolah anak. “Tapi saran saya, dalam zakat jangan hiraukan soal hutang. Kalau penghasilannya sudah mencapai nishab, langsung zakati. Soal hutang itu nanti pasti akan dibereskan oleh Allah. Orang sering khawatir kalau penghasilannya dikurangi nanti tidak cukup untuk biaya makan dan sekolah anakanak. Mestinya tidak usah mikir begitu, langsung keluarkan zakatnya. Pasti akan berkah dan dicukupi oleh Allah. Makin mikir begitu nanti Allah makin mengurangi jatah rezeki kita,” terang Prof Zahro.

Para Pengurus UPZ BAZ Jatim memancarkan energi optimisme Ketiga, pencapaian nishab ini harus dihitung berdasarkan perhitungan bruto sebagaimana kias kewajiban zakat pertanian. Dan jika dihitung netto dengan dikurangi pengeluaran atau kebutuhan sehari-hari itu tidak adil. Bisa jadi orang punya penghasilan Rp. 10 juta tapi karena kebutuhannya Rp. 9 juta, nanti malah tidak jadi zakat. Keempat, waktu mengeluarkan zakat tidak perlu menunggu satu tahun. Diperbolehkan juga untuk ta’jiluz zakat atau menyegerakan zakat setiap bulan. “Terus terang kalau saya menunaikan zakat setiap bulan. Saya catat semua penghasilan yang saya terima, kemudian di akhir bulan saya hitung dan langsung saya potong 2,5 persen lalu dikeluarkan. Tapi kalau mau nunggu satu tahun juga boleh. Misalnya harta dikumpulkan dulu mulai Syawal-Ramadhan, dihitung, kalau sudah mencapai nishab kemudian dikeluarkan ketika Ramadhan,” lanjutnya.

Kemana Disalurkan?
Menurut Prof Zahro, sebaiknya harta zakat yang akan dikeluarkan dibagi dua meskipun komposisinya tidak sama persis. Sebagian diberikan sendiri dari tangan pembayar zakat kepada saudara dan tetangga yang miskin. Kemudian sebagian lagi diserahkan kepada BAZ. “Saya biasanya seperti itu. Memang sulit juga kalau semua diserahkan kepada BAZ tapi ada saudara atau tetangga yang sangat membutuhkan. Usahakan bagaimana orang terdekat di sekeliling kita mendapatkan bagian dari penghasilan kita. Tapi bisa saja zakatnya dibayarkan ke BAZ kemudian oleh BAZ dana itu didistribusikan kembali untuk saudara atau tetangga kita yang miskin,” tegas Prof Zahro. Usai mendapat materi istimewa tersebut, para peserta kemudian mendapat materi penguatan spiritual dari Ustadz Heru Puji Hartanto. Dengan bekal ini, para pengurus UPZ siap menguatkan barisan untuk mengabdi lebih giat demi kemasalahat umat. Sehingga optimisme itu akan memacu BAZ Jatim semakin berkembang, semakin memuaskan dalam pelayanan dan sebanyakbanyaknya memberi manfaat kepada kaum dhuafa. fif
EDISI 125 AGUSTUS 2012

Sudah Nishab tapi Punya Hutang

Terkait dengan zakat, orang yang punya hutang itu biasanya disebut gharim dan dia tidak wajib zakat, malah berhak menerima zakat. Tapi harus dilihat dulu, ada penghutang produktif dan ada yang konsumtif. Hutang profuktif itu segala hutang yang tidak habis sekali pakai seperti hutang untuk usaha, beli rumah

9

KIPRAH DONATUR

B
Suhariono (berdiri kedua dari kiri) bersama para donatur BAZ Ja�m di BNI Kanwil Surabaya

ekerja di instansi perbankan tentu menuntut kesibukan yang padat, termasuk di bank nasional sebesar Bank Negara Indonesia (BNI). Namun kesibukan itu tidak membuat karyawan BNI Kanwil Surabaya mengabaikan kegiatan pengajian dan aksi sosial di kantornya. Apalagi kebijakan perusahaan mendukung penuh kegiatan-kegiatan tersebut. Dan hampir semua aktivitas itu dijalankan dengan menjalin kerjasama bersama BAZ Jatim.

Pilihan Tepat Penyaluran CSR

BAZ Jatim

sekarang,” kata karyawan BNI yang bertugas di bagian logistik ini. Kelancaran kegiatan pengajian ini, menurut Suhariono, juga karena dukungan dari kebijakan perusahaan. Sebab, pimpinan BNI tampaknya melihat efek positif dari kegiatan kerohanian dan aksi sosial itu terhadap peningkatan kinerja karyawan. “Pengajian kami harapkan bisa memberI manfaat untuk menguatkan tali silaturahim dan solidaritas antarkaryawan,”lanjut pria berusia 35 tahun ini.

Bank yang berkantor di Graha Pangeran Jl. Ahmad Yani Surabaya ini setiap bulan selalu mengagendakan pengajian rutin untuk para karyawan. Beberapa tahun lalu kegiatan ini tidak bisa berjalan secara konsisten. Namun sejak pengelolaannya diatur bersama BAZ Jatim sejak 2008, pengajian rutin itu berjalan lancar. Bahkan selama bulan Ramadhan, BNI Kanwil Surabaya juga rutin mengadakan kuliah tujuh menit (Kultum) seusai jamaah shalat Dhuhur. Menurut Koordinator Donatur BAZ Jatim di BNI Kanwil Surabaya, Suhariono, adalah Pak Saiful yang mengawali kerjasama kegiatan kerohanian bersama BAZ Jatim sejak tahun 2008. Kemudian setelah beliau pensiun, khusus untuk pengelolaan dana infaq dari para karyawan dipasrahkan kepadanya. “Bahkan sejak tahun lalu, Pak Sukarno sebagai CEO Kanwil Surabaya waktu itu mempersilakan kami mengadakan pengajian di ruangannya. Dan tradisi ini terus berjalan sampai

Selain kegiatan pengajian, BNI Kanwil Surabaya juga kerap menjalin kerjasama dengan BAZ Jatim dalam aksi sosial. Setiap tahun, mereka selalu mengagendakan kegiatan khitan massal untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BAZ Jatim. Bahkan, pada awal Juli lalu, BNI menyerahkan dana CSR kepada BAZ Jatim sebesar Rp. 10 juta untuk menyukseskan bhakti sosial UPZ BAZ Jatim di Kampung Idiot Ponorogo. “Kami sering menerima proposal permohonan bantuan dari berbagai pihak. Tapi kan semua harus diferivikasi, sementara waktu kami terbatas. Makanya hadirnya BAZ Jatim sangat membantu. Dan bagi kami, BAZ Jatim adalah pilihan yang tepat sebagai mitra BNI dalam kegiatan-kegiatan sosial. Sebab BAZ Jatim itu programnya jelas, lembaganya legal dan pendistribusiannya tepat sasaran,” pungkas pria asal Lamongan ini menegaskan. fif

10

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Para siswa SMP menerima bantuan alat sekolah

MUSTAHIK

dan Kebahagiaan Nanda

Tas Baru

S

enin (09/07/12) lalu menjadi hari pertamaku memasuki kelas 5 di SDN 13 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Seperti yang lain, aku pun memulai kelas baru ini dengan semangat dan keceriaan. Meskipun seragam dan tas yang aku miliki bukan barang baru sebagaimana teman-temanku yang lain. Aku bisa menerima keadaan ini. Ayahku, Suriyat, hanya bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan yang sangat kecil, ayah dan ibuku berusaha memenuhi kebutuhanku, seorang kakak dan seorang adikku. Karena itulah, siapapun yang melihatku pasti segera mendapat kesan betapa miskinnya keluarga kami. Kalau tidak percaya lihat saja kulitku. Hitam dan berkerak. Lihat juga rambutku. Memerah, kaku dan kasar. Perhatikan pula seragamku yang lusuh ini. Aku sampai ragu untuk menyebut seragamku ini berwarna putih dan merah. Juga satu-satunya tas yang aku miliki ini. Lubang dan guratan pudar sudah menyebar di hampir semua sudutnya. Tapi sehari kemudian, Selasa (08/07/12), aku menerima kabar baik. Sesaat sebelum aku pulang dari sekolah, ibu guru memanggilku dan beberapa temanku untuk datang ke Kantor Balai Desa. “Nanda, kamu ikut ibu ke Balai Desa, ya. Ada yang ingin memberi hadiah untuk kamu dan temantemanmu,” begitu kata ibu guruku. Hatiku bahagia sekali. Saat dibonceng ibu guruku mengendarai sepeda motor, aku bertanyatanya hadiah apa yang akan aku terima. Sampai di Balai Desa, aku melihat banyak orang. Beberapa di antara mereka ada yang berpakaian coklat mirip polisi. Ada juga yang berpakaian hitam-biru yang melayani para tetanggaku mengambil obatobatan. Dua orang di antara mereka menghampiri kami. Kemudian kami diminta menulis nama di

atas secarik kertas. Setelah itulah kami baru tahu bahwa hadiah yang disiapkan untuk kami adalah sebuah tas baru. Akupun makin merasa bahagia. Tas lama yang sudah sobek ini akhirnya akan berganti tas baru berwarna hitam yang bagus sekali. Dan setelah aku buka, ternyata di dalamnya ada sepuluh buku tulis dan satu tepak berisi pena, penggaris, pensil dan penghapus. Lumayanlah, meskipun seragam lama ini belum ada gantinya. Selain kami, ternyata ada juga beberapa kakak kelas kami yang sudah SMP. Mereka juga menerima hadiah yang sama seperti kami. Ada juga 5 orang kakak kelas kami yang sudah sekolah di SMK 1 Pujon. Katanya mereka mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar Rp. 800 ribu. Ada pula 10 orang mbah-mbah yang katanya menerima uang sebesar Rp. 200 ribu per bulan. Aku tidak tahu siapa yang memberi hadiah ini kepada kami. Tapi siapapun itu, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah membalas yang terbaik. (fif)

Nanda (kanan) dan teman-temannya menerima hadiah dari BAZ Ja�m

EDISI 125 AGUSTUS 2012

11

KONSULTASI SYARIAH

Penukaran Uang = Riba?
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yang terhormat Ustadz Navis. Seper� yang kita ketahui menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita punya tradisi bagi-bagi uang ke anak-anak kecil yang biasanya uang tersebut menggunakan pecahan tertentu. Hal ini yang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menawarkan jasa penukaran pecahan uang. Di mana mereka akan mengambil untung dari selisih uang yang mereka terima dengan yang mereka berikan. Jumlah selisih nilai uang tersebut akan semakin �nggi jika sudah mendeka� lebaran. Bagaimana hukumnya bagi mereka penyedia uang pecahan baru tersebut dengan kita sebagai konsumen yang membutuhkan uang pecahan? Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan terima kasih. Agung Prasetyo, Surabaya Wa-alaikumussalam wa-rahmatullahi wa-barakatuh. Pak Agung yang saya horma�. Memang betul banyak penukaran uang pecahan ke�ka menjelang lebaran untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan memberikan uang dengan jumlah kecil ke masyarakat. Biasanya mereka menukar uang ke kantor bank tertentu dengan gra�s namun harus rela antre berjam-jam lamanya. Itu cukup membantu namun harus diperha�kan ‘akad’ atau transaksi dalam tukar uang itu agar �dak terjadi riba. Pada dasarnya menukar uang dengan selisih nilai tertentu termasuk riba dan riba hukumnya haram. Misalnya uang pecahan Rp. 100.000 ditukar dengan uang pecahan Rp. 10.000 berjumlah Sembilan (Rp. 90.000), maka selisih yang ditentukan oleh penukar itu termasuk riba karena �dak sama dan sepadan. Nabi SAW juga sudah memperingatkan agar dalam tukar emas atau perak harus matsalan bi matsalin (sepadan) atau naqdan binaqdin (kontan).

KH. Abdurrahman Nafis, Lc. M.HI

Tapi ada cara agar transaksi itu terhindar dari unsur riba. Yaitu ke�ka menukarkan uang tetap diserahkan dengan jumlah yang sama, setelah itu penukar memberi sedekah atau imbalan sebagai gan� atas jasa yang ia berikan sesuai keikhlasan tanpa ada syarat sebelumnya. Jika demikian, itu bukan riba tapi ujrah (upah) bagi yang membantu menukarkan uang. Pak Agung, memang dalam masalah muamalat harus diperha�kan betul bentuk akadnya karena berbeda akad akan berbeda hukumnya walaupun barang dan hasilnya sama. Hal ini sama dengan menyembelih ayam. Pada dasarnya daging ayam itu halal dan hukumnya halal jika disembelih dengan menggunakan nama Allah. Namun daging itu bisa menjadi haram dikonsumsi jika disembelih tanpa menyebut nama Allah atau telah menjadi bangkai. Wallahu a’lam bisshawab.

Tips Menghadapi Musibah
Assalamualaikum… Ustadz, manusia memang selalu diuji oleh Allah dengan beberapa cara. Salah satunya adalah musibah. Seringkali kita diharuskan sabar ketika menghadapi musibah, tapi pada praktiknya menerapkan sabar ketika menerima musibah itu sangat sulit. Moho Ustadz berkenan memberikan tips bagaimana sikap yang benar dan etika ruhani ketika menghadapi musibah. Demikian, terima kasih. Ahmad Roni, Kapasari Surabaya Wa-alaikumussalam wa-rahmatullahi wa-barakatuh. Islam memang telah memberi tuntunan mengenai cara dan amalan dalam menghadapi musibah. Hal ini antara lain dijelaskan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW. Jika dirangkum, berikut inilah �ps dalam menghadapi musibah: 1. Mengintrospeksi diri. Apakah ada perbuatan yang salah selama ini? Baik itu salah kepada Allah SWT atau kepada sesama manusia? 2. Bertaubat. Jika ada perbuatan dosa yang dilakukan, segera bertaubat dengan cara berhen� dari perbuatannya, menyesal, berikrar untuk �dak mengulangi dan perbanyaklah ibadah dan amal shaleh. 3. Menguatkan ha�. Jika musibah datang, sedangkan Anda �dak termasuk orang ahli maksiat maka bergembiralah karena berar� Anda adalah hamba Allah yang dicintai-Nya. Sebab musibah itu merupakan ujian keimanan dari Allah SWT untuk meningkatkan derajat hamba-Nya yang dicintai. 4. Berha�-ha�. Dalam melakukan pekerjaan, jangan sampai jatuh dua kali ke dalam jurang yang sama. Jika terus terjadi, maka usahalah pekerjaan di tempat lain yang lebih aman dan menguntungkan. 5. Berdo’a. Mulailah dengan membaca dzikir, shalawat, dan kalimat thayibah se�ap saat dan kesempatan. Di antaranya, ke�ka terkena mushibah perbanyaklah membaca; “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun, Allahumma jurnii fi mushiba� wa akhlifli khairan minha” Demikian yang dapat Pengasuh sampaikan kepada Anda, semoga bermanfaat. Aamiin ya mujibassailin. []

12

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Konsultasi syariah diasuh oleh KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI., Pengasuh Ponpes Nurul Huda Surabaya, Komisi Fatwa MUI Jawa Timur dan Pengurus BAZ Ja�m Sampaikan pertanyaan Anda melalui wartabazja�m@yahoo.co.id atau SMS Centre 08563313133 (ke�k Konsultasi Agama # Isi pertanyaan # Nama dan kota)

DO’A DAN HIKMAH

Doa Ketika Lailatul Qadar
Aisyah RA bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anny
“Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaa�an, maka maa�anlah kesalahanku” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya).

Kapan Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah malam mulia yang �ada bandingnya. Ia lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril. Dengan izin Allah mereka (untuk membawa) segala urusan. Selamatlah malam itu hingga terbit fajar (QS. Al-Qadar).

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan” (HR. Bukhari). “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari). []

EDISI 125 AGUSTUS 2012

13

REFLEKSI

Takut
Jangan Latah!

Jangan

Berkata ‘Jangan!’
Benarkah ’resep’ yang sepintas tampak memikat itu? Mari kita buka kisah Luqman. Bacalah QS Luqman [31]: 12: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman”. Maka, kitapun tahu bahwa Luqman itu orang yang diberi hikmah oleh Allah. Luqman bukan Nabi, tetapi dia adalah lelaki shalih dan bijaksana yang kita diperintahkan untuk meneladaninya. Perha�kanlah saat Luqman mendidik anaknya dan untuk itu dia menggunakan kata ‘jangan’. Cerma�lah! “Dan (ingatlah) ke�ka Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS Luqman [31]: 13). Di ayat berikutnya, kembali Luqman mendidik anaknya dan tetap memilih kata ’jangan’. Cerma�lah! “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah

Al-Qur’an –yang merupakan pedoman hidup- memuat ratusan ayat berupa larangan. Ayat-ayat itu menggunakan kata ’jangan’. Tetapi, aneh, belakangan ini banyak orang tua atau guru yang seperti mengharamkan kata ’jangan’ dalam mendidik anak atau murid mereka.

K

ini, banyak guru yang seperti alergi jika harus menggunakan kata ’jangan’ di saat mendidik murid-muridnya. Alasan mereka? Pertama, kata ‘jangan’ atau ‘tidak’ bertentangan dengan cara kerja otak. Kata-kata negatif (seperti ‘jangan’ atau ‘tidak’) dinilai tak mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Terkait alasan ini, ada ‘resep’ begini: Hindarilah penggunaan kata negatif. Sebab, jika ada kata negatif, maka yang diterima anak atau murid adalah kata di belakang kata negatif itu. Sementara, kata negatifnya diabaikan. Misalnya, pada kalimat “Jangan ramai” maka yang ditangkap anak atau murid adalah “ramai” .

Kedua, kata ‘jangan’ atau ‘�dak’ terasa �dak humanis. Penggunaan kata-kata nega�f itu bisa melukai rasa kemanusiaan, menjatuhkan harga diri, menutup pintu dialog, dan menempatkan anak atau murid pada posisi bersalah. Untuk itu, mereka lebih merekomendasikan pemberian mo�vasi dan pilihan kepada anak atau murid. Gunakanlah kata-kata posi�f, kata mereka.

14

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang �dak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengiku� keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Dan iku�lah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS Luqman [31]: 14-15). Sementara, salah satu in� ajaran Islam adalah kewajiban beramar ma’ruf nahi munkar. Maka, ke�ka amar ma’ruf nahi munkar kita lakukan, mustahil jika kita membuang kata ’jangan’ dari perbendaharaan kata-kata kita. Rasakanlah, mantapnya Luqman dalam beramar ma’ruf nahi munkar berikut ini. Berkali-kali Luqman menggunakan kata ’jangan’. Cerma�lah! “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah �dak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS Luqman [31]: 17-18). Tampak, Luqman �dak merasa perlu menggan� kalimat “Jangan menyekutukan Allah” dengan –misalnya- “Esakanlah Allah”. Pun demikian dengan kalimat “Jangan angkuh“ tak perlu dilunakkan menjadi -misalnya“Sebaiknya ramah”. Berikut ini sekadar tambahan contoh sebagai bagian dari ratusan ayat Allah yang menggunakan kata “jangan” terkait (perintah dan) larangan kepada manusia. “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang ba�l dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]: 42). “Dan janganlah kamu mendeka� zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Israa’ [17]: 32). “Hai

orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang ba�l, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS An-Nisaa’ [4]: 29). “Dan janganlah kamu iri ha� terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain” (QS AnNisaa’ [4]: 32). Melengkapi ayat-ayat Allah, di dalam banyak hadits, Rasulullah SAW juga menggunakan kata “jangan” terkait dengan berbagai aturan hidup. Berikut ini sekadar menyebut beberapa contoh: “Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri” (HR Muslim). “Janganlah engkau mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali bagi orang yang terbiasa berpuasa, maka bolehlah ia berpuasa” (Mu�afaq Alaihi). “Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya” (Mu�afaq Alaihi). Sekarang, beranikah kita lebih mendahulukan ahli psikologi atau bahkan sekadar trainer di berbagai pela�han paren�ng ke�mbang Luqman yang materi pendidikan dan cara menyampaikannnya telah dimuliakan Allah dengan mengabadikannya di dalam Al-Qur’an? Luqman bukan Nabi, tetapi ke�nggian ilmunya yang didasarkan pada tauhid tak pantas kita nomorduakan. Luqman jauh tak tertandingi oleh psikolog sekular bergelar apa saja dan –apalagi- oleh trainer paren�ng yang baru menamatkan beberapa buku saja.

Pilihan Itu Alhasil, kita �nggal memilih. Di dalam pola mendidik anak atau murid, akankah kita akan ikut Luqman ‘Sang Pendidik dan Ahli Hikmah’ yang nama dan caranya mendidik ada di dalam Al-Qur’an ataukah kita bersedia mengekor kalangan ahli psikologi yang tak kita kenal dengan baik akhlaqnya seper� apa? [] Abu Azhar F. Muhammad
EDISI 125 AGUSTUS 2012

15

ILMU PENGETAHUAN

S

Bahaya Softdrink
1. Menguras kadar air dalam tubuh. Softdrink seperti diuretik yang malah menghisap kadar air dalam tubuh. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink dapat diatasi dengan cara meminum 8-12 gelas air untuk setiap botol softdrink yang diminum. 2. Tidak bisa menghilangkan rasa haus Ini disebabkan softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus-menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. 3. Menghancurkan mineral penting dalam tubuh Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi. 4. Dapat membersihkan karat Softdrink bisa membersihkan karat pada bumper mobil dan benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya. 5. Mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. []

oftdrink atau minuman ringan bersoda, memang enak dan terasa segar apalagi kalau dingin. Beberapa di antara kita juga gemar meminumnya ketika berbuka puasa. Hanya saja di balik kesegaran yang ditawarkannya, minuman ini sangat berisiko. Softdrink mengandung zat pewarna buatan, berbau kimia karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet dan kafein. Kandungan gulanya rata-rata sebesar 8 -12 sendok teh, jumlah yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Agar tidak penasaran dan bisa menjaga kesehatan sejak sekarang, berikut fakta-fakta tersembunyi dari kenikmatan sebotol Softdrink yang dilansir Ghiboo.com :

16

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

DAFTAR DONATUR

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Juni 2012
No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58

Nama
Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai

Instansi/ Jabatan

Personal Sebesar
1 1 7 6 24 11 24 18 21 1 1 2 16 20 24 28 6 9 9 12 3 9 1 1 3 1 2 1 6 7 6 1 1 2 1 4 20 20 4 5 24 11 5 15 6 15 3 17 11 4 2 1 2 1 13 3 4 5 250,000 10,000 95,000 135,000 1,315,000 1,070,000 700,000 470,000 460,000 50,000 50,000 75,000 1,002,500 8,225,000 1,305,000 1,388,500 360,000 575,000 725,000 375,000 135,000 270,000 50,000 60,000 50,000 50,000 35,000 25,000 310,000 340,000 420,000 20,000 50,000 40,000 50,000 125,000 315,000 420,000 260,000 230,000 1,300,000 305,000 220,000 1,025,000 480,000 950,000 180,000 395,000 317,000 550,000 40,000 15,000 120,000 50,000 620,000 65,000 45,000 350,000

No.
59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117

Nama
Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Karyawan-karyawa� Pegawai Hamba Alloh

Instansi/ Jabatan
Klinik Al-Ikhlas Klinik BDS KPP Pratama Surabaya Gubeng KPP Pratama Surabaya Rungkut KPP Pratama Surabaya Wonocolo KPP Simokerto Surabaya KPP Surabaya Kerembangan KPP Tegalsari Lab. Kedungdoro Lab. Prospek Litbang Prov. Ja�m Majelis Ta’lim Masjid ‘’Si� Aminah’’ Makodam Brawijaya MT. Annisa Natasya Skin Care P3B FIS UNESA Palem Inn Pengadilan Negeri Surabaya Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Peradilan Militer Surabaya Perum ITS Pramita Lab. Mulyosari PT OCHI PT. Adhi Karya (Persero) PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi PT. ANZ Panin Bank, Plaza BRI PT. Asuransi Jiwasraya PT. Citra Gading Asri Tama PT. Dok dan Perkapalan Surabaya PT. Gaharu Sejahtera PT. Ja�m Petroleum Transport PT. LKML PT. MPM Honda PT. Olympindo Mul� F. PT. PG Rajawali I PT. Pitamas PT. Roda Mas PT. Taspen PT. Varia Usaha Beton PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Ja�m PUSKUD Mina Rabbani Dharma Wangsa Ramayana RRI RSJ Menur RSU Haji Surabaya RSU Usada RSUD DR. Soetomo Satuan Polisi Pamong Praja Shangri-La Hotel Surabaya SMA Saripraja SMK Rajasa Surabaya SMP Jalan Jawa Staf Ahli Gubernur Ja�m STIESIA Surabaya Surabaya In Group UFO Manukan UPT Surabaya Bina Marga Prop. Ja�m Umum

Personal Sebesar
2 6 1 50 43 7 61 35 1 2 1 5 2 9 1 13 2 4 10 15 1 4 1 41 1 12 11 2 3 5 2 2 3 1 4 89 12 2 1 53 7 1 35 1 10 7 1 504 3 22 1 21 11 1 49 1 23 3 317 80,000 100,000 50,000 652,500 635,000 355,000 755,000 625,000 50,000 30,000 100,000 105,000 30,000 200,000 150,000 165,000 20,000 85,000 265,000 405,000 10,000 80,000 60,000 2,451,850 20,000 210,000 350,000 225,000 180,000 60,000 100,000 40,000 320,000 20,000 200,000 550,000 260,000 100,000 350,000 1,125,000 185,000 100,000 400,000 40,000 500,000 635,000 200,000 7,625,000 80,000 1,550,000 200,000 280,000 160,000 50,000 430,000 250,000 405,000 120,000 7,243,000

Ruko Grand Flower Regency (Kedung Doro) ARMINA Surabaya Astra Interna�onal (Isusu) AUTO 2000 Part Center Badan Diklat Prov. Ja�m Badan Kepegawaian Daerah Prov. Ja�m Badan Kesatuan Bangsa & Poli�k Prov. Ja�m Badan Ketahanan Pangan Badan Lingkungan Hidup Prov. Ja�m Badan Metrologi & Geofisika Prov. Ja�m Badan Narko�ka Provinsi Badan Penanaman Modal BAPEMAS Prov. Ja�m Bappeprop Ja�m Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Ja�m Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Ja�m Biro Administrasi Pembangunan Biro Administrasi Perekonomian Biro Hukum Biro Kesra Biro Organisasi Biro Pemerintahan Umum Biro Sumber Daya Alam Biro Umum BKKBN Prov. Ja�m BNI’46 Graha Pangeran BP2TKI BPBD Prov. Ja�m BPKAD BPSBTPH Bumi Jaya CV. Sonara Indah Diklat PU Wil IV Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Ja�m Dinas Kehutanan Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Ja�m Dinas Kominfo Prov. Ja�m Dinas Koperasi & PKM Dinas P dan K Prov. Ja�m Dinas Perhubungan & LLAJ Prov. Ja�m Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Ja�m Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Prov. Ja�m Dinas Peternakan Prov. Ja�m Dinas PU Bina Marga Prov. Ja�m Dinas PU Pengairan Prov. Ja�m Dinas Sosial Prov. Ja�m Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Ja�m DPRD Ja�m Galaxi Maal Gedung GOZCO Hotel Majapahit IAIN Sunan Ampel Sby Inspektorat Prov. Ja�m Ins�tut Pembangunan (IP) K-24 Boulevard Kanwil Kementrian Agama

EDISI 125 AGUSTUS 2012

17

DAFTAR DONATUR

Daftar Penerimaan Zis Unit Pengumpul Zakat (Upz) Baz Prov. Jatim Bulan Juni 2012
No. Unit Kerja Jumlah No. Unit Kerja Jumlah No. Unit Kerja Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

MADA LVRI Badan Kesatuan Bangsa & Politik Diklat PU Wil. IV Prov. Jatim BPBD Akademi Gizi BPKP Prov. Jatim Dinas Kesehatan Prov. Jatim BKKBN Prov. Jatim Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim PT. ASDP Kanwil Ditjen Pajak Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Jatim KPP Sby Gubeng RRI DPRD Tk. I Prov. Jatim PT. Jamsostek Badan Penanaman Modal PT. Dok & Perkapalan PUSKUD Jatim UPT Bina Marga Surabaya KPP Sby Pabean Cantikan UPZ Biro Kesra Biro Administrasi Kemasyarakatan Perum Perhutani II Bapedal Prov. Jatim BAPEMAS Prov. Jatim Badan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Balai Diklat Keagamaan Dinas Perkebunan Prov. Jatim PUSVETMA Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Kehutanan Prov. Jatim Badan Diklat Badan Perpustakaan & Kearsipan Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim PU Cipta Karya & Tata Ruang

205,000 289,125 311,250 363,800 465,000 500,000 500,000 507,000 529,000 566,250 600,000 604,000 657,000 700,000 716,800 745,000 800,000 800,000 810,000 832,500 860,000 875,000 1,000,000 1,029,083 1,038,750 1,080,000 1,250,000 1,290,000 1,400,000 1,421,000 1,500,000 1,503,750 1,812,000 2,000,000 2,140,000 2,321,500 2,437,500 2,598,000 2,621,250

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73

Prov. Jatim Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim RSJ Menur Prov. Jatim Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Universitas Airlangga RSU Haji Dinas PU Pengairan Dinas Pendapatan Prov. Jatim RSUD Dr. Soetomo KPID Prov. Jatim PT. Perikanan Nusantara Biro Humas & Protokol Kanwil Kementrian Agama PT. Perkebunan Nusantara XII PTPN X Bea & Cukai Inspektorat Prov. Jatim PT. Perkebunan Nusantara XII Disperindag Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim Dinas Pendidikan Prov. Jatim KPP Genteng Kali Balitbang Bank Jatim Bappeda Biro Hukum Biro Organisasi Biro Umum BNI Surabaya BPH Madiun BPJ BPJ Banyuwangi

2,745,000 2,857,500 3,030,000 3,768,750 4,174,875 5,704,000 6,000,000 6,971,250 7,345,000 8,013,000 26,290,500 214,000 387,000 622,500 645,000 688,000 717,000 1,192,500 1,286,250 1,653,350 3,026,250 3,500,000 7,350,000 165,000 937,500 1,472,050 2,175,000 1,830,000 570,000 1,980,000 500,000 281,000 798,800 199,000

74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109

BPJ Jember BPJ Pacitan BPJ Pamekasan BPKAD BPKAD Bulog Jawa Timur Dinas Pendapatan Dinas Rehabilitas Psikologi Klinik Al Fajar Masjid Sabilinnajah Matahari CITO Pengadilan Tinggi Surabaya PSAA PSLU Banyuwangi PSLU Blitar PSPA Bima Sakti Batu PT. Jasa Marga PT. Kertas Leces RS Paru-paru Batu RSUD DR. Soedono RSUD DR. Soedono RSUD DR. Soetomo TVRI Stasiun Surabaya UPT Materia Medica UPT PSAA Nganjuk UPT PSAA Situbondo UPT PSLU Jember UPT PSRT Jombang UPT PSW Pasuruan UPT Resos Anak UPT RSCG Tuban UPT RSCN Malang UPT RSCT UPT RSEP Pasuruan UPT RSTS Tanpa Keterangan

1,440,000 120,000 2,595,000 1,185,000 1,192,500 250,000 8,013,000 285,000 400,000 350,000 225,000 276,000 98,250 89,250 98,250 341,300 3,776,250 100,000 1,225,000 6,813,000 1,290,000 26,290,500 2,583,750 153,700 66,750 69,500 250,000 223,125 243,800 138,750 70,875 140,000 408,000 24,000 70,125 25,907,375

Baz Propinsi Jawa Timur Daftar Penerimaan Dana Konsolidasi Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 1 2 3 4 DANA ZAKAT DANA INFAQ/SHADAQAH DANA INFAQ/SHADAQAH PRODUKTIF DANA JASA BANK JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp 81,209,300.00 232,503,900.00 55,000,000.00 6,721,526.74 375,434,726.74

18

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Baz Propinsi Jawa Timur Daftar Penyaluran Dana Konsolidasi untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012
1 DANA ZAKAT • Ibnu Sabil • Biaya Hidup Fakir Jumlah 2 DANA INFAQ/SHADAQAH • Bantuan Ekonomi • Fasilitator Ekononomi • Bantuan Bimbingan Belajar Dhuafa • Beasiswa SMU/SMK • Bantuan Sarana Pendidikan • Bantuan Sosial Keagamaan • Bantuan Kesehatan (Pengobatan) Dhuafa • Layanan Kesehatan Ambulance • Pengobatan Gratis • Peningkatan Kinerja Fasilitator/Amil • Fasilitator Div. Pendistribusian • Fasilitator Div. Pengumpulan • Fasilitator Div. Umum • Fasilitator Div. Pengembangan • Perawatan Peralatan • Media Dakwah Bil Qalam • Layanan Penerangan Zakat • Sosialisasi Zakat • Layanan Klinik Dhuafa (Al Ikhlas & Al Haromain) Jumlah 3 DANA JASA BANK • Administrasi & Pajak Juni 2012 • Sekretariat Jumlah TOTAL PENYALURAN
1. Laporan ini disusun berdasarkan setoran dana ZIS per tanggal 20 setiap bulan. Bagi UPZ yang belum dimuat mohon konfirmasi ke 031-5613661 2. UPZ yang menyetorkan dana ZIS melalui bank, mohon konfirmasi dengan mengirimkan bukti transfer melalui Fax

Rp Rp

390,000.00 63,992,000.00 Rp 64,382,000.00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

365,530,000.00 2,750,000.00 300,000.00 4,869,080.00 1,484,000.00 2,695,000.00 2,710,000.00 2,825,840.00 10,521,000.00 25,500,000.00 4,330,000.00 3,150,000.00 4,575,000.00 4,200,000.00 4,137,500.00 16,590,000.00 3,895,713.00 3,040,000.00 24,685,138.00 Rp487,788,271.00

Rp Rp

1,466,588.14 4,018,200.00 Rp 5,484,788.14 Rp557,655,059.14

Turut berbela-sungkawa atas wafatnya

(Suami dari Ibu Ayu/donatur BAZ Ja�m di PT Roda Mas Surabaya)
Mari kita doakan semoga almarhum diampuni dosanya dan dikasihi oleh Allah SWT
EDISI 125 AGUSTUS 2012

Moh Irfan

19

TEKA TEKI SILANG

Muslimah Hebat Sepanjang Masa
Adik-adik, tahukah kamu, sejak dahulu, umat Islam memiliki para muslimah yang berhati luhur, lho! Mereka tangguh dan gigih berjuang mendampingi kaum Muslim dalam menegakkan agama Islam. Para muslimah ini juga sabar dan tidak mengeluh ketika mengalami kesusahan. Siapa sajakah para muslimah teladan ini? Ayo, cobalah mengisi teka-teki silang ini! Gunakan kata dalam kotak daftar kata untuk mengisi TTS. Petunjuk lain, cobalah untuk menjawab pertanyaannya.

Teka Teki Silang :

• • • • •
Pertanyaan : Mendatar 1. Dia adalah sahaya Firaun.Firaun mengancam menghukumnya dan keluarganya karena beriman kepada Allah dan RasulNya. Namun, dia tetap teguh memegang keimanannya. Pengorbanannya dilandasi oleh keikhlasan dan keimanan pada Allah. 3. Dia adalah istri Firaun, seorang raja Mesir lalim dan menganggap dirinya Tuhan. Tetapi walaupun di bawah kekuasaan suami yang zalim, dia tetap bertahan menjadi hamba Allah yang shalehah. 5. Dia adalah ibunda Nabi Isa AS. Dia menerima cobaan Allah untuk mengandung dan melahirkan bayinya sendirian. Namun semua dilaluinya dengan pasrah dan berserah-diri kepada Allah. 8. Dia adalah istri Nabi Ibrahim AS dan juga Ibunda Nabi Ismail AS. Dia menghadapi ujian berada di gurun tandus bersama Nabi Ismail AS tanpa makanan dan minuman. Semua dihadapinya dengan penuh tawakkal tanpa sangsi sedikitpun akan Kehebatan dan Maha Pengasih-nya Allah. 9. Dia adalah isteri pertama Nabi Muhammad. Dialah orang yang pertama beriman dan langsung mempercayai kerasulan Muhammad SAW di saat yang lain masih mengingkari dan mencemoohnya. Dia rela mengorbankan jiwa dan hartanya untuk dakwah Rasullullah SAW.

Sarah Aisyah Sumayyah Masyitoh Khadijah

Daftar Kata
• • • •

Rahmah Maryam Hajar Asiya

Menurun 2. Dia berasal dari keluarga miskin. Dia dan keluarganya disiksa oleh kaum musyrikin Mekkah saat itu karena mempertahankan keimanannya. Dialah wanita pertama yang mati syahid dalam Islam. 4. Dia adalah istri Nabi Ibrahim AS. Dia dikenal akan kesetiaan yang luar biasa pada suaminya dan sangat ramah terhadap para tamu. 6. Dia adalah istri Nabi Ayub AS. Dia seorang isteri yang sabar. Dia tetap setia menjaga Nabi Ayub AS khususnya ketika Nabi Ayub AS ditimpa penyakit yang dideritanya begitu lama. 7. Dia adalah istri Rasulullah SAW yang sangat cerdas dan hebat. Dia hapal ribuan hadits. Dia jualah yang merawat Rasulullah SAW ketika sakit hingga menjelang wafatnya. (belajardanbermain.com)

20

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

CERITA ANAK

D

i pinggiran kota Surabaya, ada keluarga yang hidupnya sangat sederhana. Mereka tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Setiap hari mereka makan dengan lauk seadanya. Kadang sehari tiga kali dan kadang juga cuma dua kali sehari. Itulah keluarga Suhar. Ia adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik ataupun kakak. Ia berusia 10 tahun dan sekolah di kelas 4 SD Negeri di dekat rumahnya. Ayah Suhar bekerja sebagai kuli bangunan. Kadang ayahnya juga tidak bekerja ketika tidak ada orang yang membutuhkan jasanya. Karena penghasilan ayahnya cuma cukup untuk makan, Suhar jarang sekali bepergian untuk sekedar berjalan-jalan atau pulang ke kampung halaman. Meskipun hidup serba kekurangan, Suhar tetap semangat dalam belajar dan sekolah. Dengan rajin belajar dan selalu berprilaku baik, ia ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses agar keadaan keluarganya bisa lebih baik. Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, Suhar dan keluarganya ingin sekali pulang ke rumah kakek dan neneknya yang jauh dari Surabaya. Tapi mereka terpaksa tidak mudik karena tidak memiliki uang. Suhar hanya bisa pasrah. Tapi ia tidak berhenti berdoa semoga ayahnya diberi rezeki oleh Allah sehingga bisa pulang ke rumah kakek dan neneknya. Akhirnya, Idul Fitri-pun tiba. Gema takbiran sudah terdengar di mana-mana. Tapi ayah Suhar belum juga memiliki uang yang cukup. Tiba-tiba ada tiga orang yang datang ke rumahnya. Mereka membawa kue yang banyak dan memberikan uang sebesar Rp. 500 ribu. Suhar dan keluarganya sangat bersyukur kepada Allah. Akhirnya doa mereka terkabul dan bisa bersilaturahmi dengan kakek di desa. Keesokan harinya, setelah Shalat Idul Fitri, keluarga Suhar segera berangkat ke kampung halaman dan membawa kue pemberian orang semalam sebagai oleh-oleh. Tapi, siapakah orang baik yang memberikan kue dan uang kepada Suhar? Ternyata mereka adalah keluarga Pak Karim yang bertemu Suhar

Hadiah Istimewa di Hari Raya

ketika rekreasi di Taman Safari Indonesia II di Pasuruan. Suhar bersama ayah dan ibunya memang sempat rekreasi ke tempat itu pada saat liburan menjelang bulan Ramadhan yang lalu. Mereka mendapatkan hadiah paket liburan dari sekolah Suhar karena ia berhasil menjadi juara kelas. Waktu itu Pak Karim datang bersama istri dan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Saat istirahat di sebuah lapangan di Taman Safari, anak Pak Karim menangis karena terus-terusan ingin mendekat ke area tempat binatang. Tentu saja Pak Karim melarangnya karena itu bisa berbahaya. Sebagai anak yang baik, dengan spontan Suhar berusaha mendekati anak itu meskipun tidak mengenalnya. Ia berusaha menenangkan anak itu dengan gayanya yang lucu. Dalam sekejap mereka berubah menjadi sahabat yang sangat dekat. Mereka bermain bersama seperti sahabat yang sudah lama saling mengenal. Pak Karim-pun mengucapkan terima kasih kepada Suhar dan keluarganya. Dua keluarga itu kemudian berkenalan dan saling berbagi cerita. Sementara Suhar dan anak itu terus bermain bersama. Itulah sebabnya kenapa Pak Karim memberikan hadiah kepada keluarga Suhar ketika Hari Raya. Sikap Suhar yang baik mendapatkan perhatian dari Allah dan dihadiahi balasan yang baik pula. Itulah keadilan Allah. Semua perbuatan manusia pasti diawasi dan ada balasannya. Siapa yang berbuat baik, maka ia akan mendapatkan balasan yang baik. Dan siapa yang berbuat nakal,maka ia juga akan mendapatkan balasan yang tidak baik dari Allah. Jadi, selalu berbuat baiklah di manapun, kapanpun dan kepada siapapun. (Fif)
EDISI 125 AGUSTUS 2012

21

UANG DAN SAYA

Larkin
T
Sesampai di peron saya tersadar bahwa hari ini adalah hari Ahad sekaligus hari-hari liburan akhir semester sekolah. Peron dipenuhi calon penumpang. Se�ap ada bus yang datang, mereka berlarian menyerbunya. Berjubel di depan pintu berebut masuk. Hukum rimba berlaku. Siapa yang kuat dia yang dapat. Hukum rimba terjadi untuk se�ap bus yang datang. Saya menyaksikannya dengan ha� miris. Walaupun berat ha�, saya terpaksa melakukannya manakala bus yang saya tunggu datang. Walaupun le�h, saya beruntung dikarunia badan langsing dan biasa lari
erminal Tirtonadi Solo awal Juli 2012. Badan saya benar-benar lelah saat menuju peron selepas sholat magrib itu. Perjalanan darat panjang dari JakartaPurwokerto-Salatiga untuk urusan pekerjaan selama tiga hari telah menguras energi. Berharap segera bisa naik sebuah bus berpendingin udara untuk mengistirahatkan badan dalam perjalanan menuju Surabaya malam itu.

Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Oleh: Iman Supriyono,

pagi lima kilometer sepekan dua kali. Barang bawaan-pun masuk tas punggung kecil. Siap lari dan berebut masuk pintu bus. Tetapi bagaimana halnya dengan ibu-ibu, mereka yang berbadan tambun, yang �dak biasa lari pagi, atau yang membawa barang bawaan bertumpuk? Tentu mereka akan mengalami kesulitan luar biasa. Akan kalah berebut dengan orang-orang yang kondisinya seper� saya. ♦♦♦♦ Terminal Bus Larkin Johor Bahru. Se�ap berada di terminal ini untuk menyeberang ke Singapura langganan saya adalah bus SBS 170. Seper� layaknya kendaraan umum di manapun, pada momen-momen tertentu penumpang bus yang diopersikan oleh BUMN Singapura ini akan padat. Saat-saat padat penumpang seper� itu, ada yang saya sangat sukai dengan kota yang berbatasan dengan negeri Singa ini: keter�ban antriannya. Saat padat, penumpang harus menunggu bus datang. Nah...pada saat seper� ini kita akan menyaksikan nikmatnya menghargai orang lain. Yang datang duluan akan berdiri di ��k �dak jauh dari tempat dimana posisi pintu depan bus akan berada. Yang datang berikutnya berdiri di belakangnya. Se�ap orang yang baru datang akan selalu berdiri persis di belakang orang yang telah terlebih dulu datang. Demikian seterusnya sampai terjadi antrian panjang rapi. Tetap rapi bahkan ke�ka antrian harus panjang mengular. Begitu bus datang, penumpang naik bus satu

22

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

demi satu. Dimulai dari yang berdiri paling depan disusul yang di belakangnya dan seterusnya sampai bus penuh. Jika bus penuh dan pintu bus ditutup, penumpang yang belum kebagian tempat akan tetap berdiri ter�b berbaris menunggu bus berikutnya. Indah sekali. Menghargai siapapun yang datang duluan. ♦♦♦ Pembaca yang baik, dua terminal di dua negeri yang berbeda memberikan pelajaran hidup yang luar biasa. Tirtonadi di Indonesia dan Larkin di Malaysia memberikan pelajaran tentang bagaimamana semes�nya kita menghargai hak orang lain. Siapa yang datang lebih awal tentu lebih berhak naik bus lebih dahulu. Maka, yang datang terlebih dahulu, siapapun juga, diberikan haknya untuk naik terlebih dahulu. Dan sebaliknya, yang datang belakangan, siapapun orangnya, harus menghargai hak yang datang terlebih dahulu. Muncul pertanyaan, bagaimana memunculkan kesadaran masyarakat seper� yang terjadi di terminal Larkin? Di sinilah kita membutuhkan peran banyak pihak. Yang paling bisa berperan tentu saja adalah pemerintah melalui berbagai instansi yang melayani masyarakat yang berpotensi menimbulkan antrian seper� terminal bus tadi. Apa perannya? Sederhana. Menyediakan sarana antrian berupa lorong memanjang yang hanya bisa dilalui satu orang. Yang sudah sering kita lihat, misalnya, adalah lorong antrian dari �ang

dan tali di konter layanan perbankan. Yang seper� ini harus dibuat di terminal-terminal bus dari bahan yang lebih kuat seper� dari pipa baja stainless steel. Di Singapura dan Malaysia lorong seper� ini disediakan di tempat-tempat antrian publik. Bahkan di beberapa terminal, pagar dari staninless steel ini ditambahi pipa yang bisa menjadi tempat duduk darurat sambil tetap dalam barisan satu-satu. Fasilitas sepe� ini akan menjadi sarana pemaksa masyarakat untuk ter�b antri. Dalan jangka panjang, nan�nya masyarakat akan terbiasa antri walaupun lorong seper� itu �dak tersedia. Di terminal Larkin, lorong antrian seper� itu �dak tersedia. Tetapi karena masyarakat sudah terbiasa ter�b antri di mana-mana, akhirnya mereka tetap ter�b antri memanjang seolah olah ada pagar lorong yang membatasi mereka. Pihak lain yang bisa berperan besar di antaranya adalah sekolah dan kampus-kampus. Di ��k-��k antraian seper� kan�n atau perpustakaan, misalnya, bisa disediakan lorong antrian semacam di konter kasir bank atau terminal-terminal bus di Singapura. Ini akan menjadi proses pembelajaran bagi masyarakat. Harapannya, pada masa yang akan datang, budaya main serobot dan “hukum rimba” seper� yang saya rasakan di terminal Tirtonadi atau terminal-terminal lain di negeri ini akan hilang. Bergan� menjadi budaya ter�b antri yang menyenangkan. Seper� di Larkin!

EDISI 125 AGUSTUS 2012

23

KONSULTASI PSIKOLOGI

Ketika Kesetiaan Suami-istri Diuji
alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial kemasyarakatan www.anandyah.com

Pengasuh: Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi.

Pertanyaan: Saya wanita usia 32 tahun dan sudah menikah selama 4 tahun. Sampai sekarang kami belum dikaruniai keturunan. Harus diakui itu membuat hidup kami hampa. Suatu saat saya bertemu dengan mantan kekasih. Ternyata, rasa cinta itu datang lagi dan terbersit keinginan untuk hidup bersama dia. Atas nama kejujuran, apakah hal ini perlu diceritakan kepada suami? Apa yang harus saya lakukan jika suami mengetahuinya? Dan bagaimana kiatnya supaya saya bisa mengontrol emosi dan kelanggengan pernikahan kami? Shofiyah (Surabaya)
Jawaban: Ibu Shofiyah yang sholihah, sebelum Anda melangkah terlalu jauh, Anda perlu untuk merenungkan kembali makna dan hakikat dari pernikahan yang saat ini sudah Anda jalani. Setiap orang tentu memiliki pemahaman yang berbedabeda mengenai makna pernikahan, namun saya sarankan karena kita sebagai orang Islam tentunya kita harus kembali kepada ajaran Islam dalam memaknai sebuah pernikahan agar keberkahan selalu melingkupi kita. Dalam ajaran Islam, pernikahan bukan hanya sekedar tradisi atau sebuah formalitas untuk menghalalkan hubungan pria dan wanita. Melainkan sebuah bagian dari cara Allah untuk menjadikan hamba-Nya memiliki kemuliaan. Pernikahan merupakan bagian dari nikmat Allah yang diberikan kepada umat manusia. Dengan menikah berarti manusia telah mempertahankan kelangsungan hidup secara turun-temurun serta melestarikan agama Allah di persada bumi ini. Apabila kita merenungkan QS. Ar-Rum ayat 21 kita bisa melihat makna yang dalam dari tujuan yang agung sebuah pernikahan. Agar manusia mendapatkan ketentraman hidup. Bukanlah sekedar ketentraman dari syahwat yang bergejolak , tapi ketentraman dari kebingungan yang timbul dalam jiwa oleh sebab banyaknya ujian dalam hidup. Susah senang sudah menjadi bagian dari kehidupan pernikahan yang harus dipikul bersama. Apabila orientasi kita benar maka Allah akan menumbuhkan dan menyuburkan kasih sayang dalam pernikahan kita. Namun, apabila tujuan pernikahan hanya untuk mencari kepuasan nafsu, maka kelak yang terjadi adalah kawin-cerai. Orang-orang yang seperti ini akan terjauhkan dari rahmat Allah dan tidak akan pernah merasakan kasih sayang sejati. Ibu Shofiyah yang sholihah, setiap manusia tidak pernah lepas dari ujian Allah. Mengapa Allah memberikan ujian? Agar manusia melakukan ikhtiar (usaha). Allah juga hendak melihat sejauh mana tawakkal kita kepada Allah. Belum diberikannya putra kepada Anda, belum tentu berarti Anda tidak bisa memiliki keturunan. Hal tersebut tidak lepas dari ketentuan Allah, hanya masalah waktu. Anda perlu mencari tahu penyebab Anda belum mengandung. Mulailah dengan memeriksakan diri dan juga suami ke dokter, melakukan terapi apabila ternyata memang terdapat hambatan, menjauhi hal-hal yang dapat menghambat usaha Anda memperoleh keturunan, dsb. Yang terpenting dalam berikhtiar adalah doa ditunjang kekompakan Anda dengan suami, keistiqomahan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi Anda dan suami. Supaya hidup Anda berdua tidak hampa, saya menyarankan Anda mengisi hari-hari Anda dengan banyak ibadah dan kegiatan-kegiatan positif, seperti membaca buku, membuat handmade, memperbanyak sedekah, mengikuti aktifitas sosial, di samping melayani suami dengan sebaik-baiknya, sehingga waktu-waktu

24

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

penantian menunggu buah hati memiliki nilai manfaat. Senantiasa berpikir positif terhadap suami Anda maupun kepada Sang Pencipta. Dengan demikian Anda akan terhindar dari stress dan terhindar dari berpikir pada hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas rumah tangga Anda, seperti ingin hidup bersama dengan mantan kekasih. Sangat disayangkan apabila alasan belum mendapatkan keturunan membuat Anda berpaling dari suami Anda. Apakah Anda memiliki jaminan apabila hidup dengan mantan kekasih, Anda akan memiliki keturunan dan hidup bahagia? Ibu Shofiyah yang sholihah, ini adalah bagian dari skenario Allah untuk menguji Anda dalam hal kesetiaan pada pasangan. Seandainya Anda pada posisi suami Anda, tidakkah perasaan Anda sakit apabila suami Anda jatuh cinta pada wanita lain? Saya yakin lukanya hati kita sangat perih apabila kesetiaan kita dikhianati. Demikian pula dengan suami Anda. Jujur itu baik, namun apabila dengan kejujuran itu dapat mengakibatkan masalah dan dampak yang lebih besar maka lebih baik Anda tidak menceritakan hubungan Anda dengan mantan kekasih kepada suami Anda. Karena hal tersebut sudah pasti akan membuat sakit hati suami Anda. Seorang istri yang baik hendaknya bisa menyembunyikan hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu kemesraan hubungan dengan suaminya. Seandainya pada akhirnya suami Anda mengetahui, sampaikanlah bahwa hal tersebut merupakan sebuah kelalaian Anda di saat Anda lemah iman. Mohonlah ampun kepada Allah dan minta maaflah pada suami Anda dan berjanjilah tidak akan mengulanginya kembali. Untuk menebus kesalahan Anda, bahagiakanlah suami Anda dengan memberikan pelayanan sebaikbaiknya. Dalam rangka menyelamatkan rumah tangga Anda, saya menyarankan agar Anda tidak berhubungan kembali dengan mantan kekasih Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti pepatah jawa “Witing tresno jalaran soko kulino” apabila Anda membuka , peluang bagi diri Anda untuk selalu berhubungan dengan mantan kekasih Anda, perasaan cinta

dan keinginan untuk hidup bersama akan semakin kuat. Dalam Islam, apabila dua orang bukan mahram berduaan, maka yang ketiganya adalah syaithon. Dan sesungguhnya syaithon itu mengajak kita pada sebuah kenistaan. Oleh sebab itu maka jauhkan diri Anda dari peluang syaithon untuk menggoda Anda. Kunci utama sebuah pernikahan agar langgeng adalah senantiasa memperbaharui niat yaitu untuk ibadah kepada Allah dan menumbuhkan serta meningkatkan kepercayaan antara suami-istri. Dengan niat ibadah, maka kita punya rambu-rambu yang jelas dalam menjalani rumah tangga kita. Allah akan senantiasa membimbing kita untuk menuju pada jalan yang haq dan melindungi kita dari kebathilan. Demikian pula apabila rasa kepercayaan kita besar kepada pasangan kita, maka akan menguatkan rasa sayang dan cinta dalam rumah tangga kita dan kehidupan yang sakinah akan dapat kita gapai. Ibu Shofiyah yang dirahmati Allah, yakinilah bahwa suami Anda adalah jodoh yang terbaik yang Allah berikan kepada Anda. Insyaallah, segala kebaikan akan Anda dapatkan bersama suami Anda manakala Anda ridho dengan takdir Allah ini. Sesungguhnya Allah yang Maha Mengetahui akan urusan-urusan manusia. Boleh jadi kita menganggap pilihan kita adalah baik bagi kita, padahal sedikitpun hal tersebut tidak membawa kebaikan bagi kita di Hadapan Allah. Wallahu A’lam. []
EDISI 125 AGUSTUS 2012

Silakan email pertanyaan Anda ke wartabazja�m@yahoo.co.id atau kirim SMS ke 08563313133 ke�k Konsultasi Psikologi # Isi pertanyaan # Nama dan kota

25

TIPS SEHAT

Menjaga Asupan Air Minum

Saat Berbuka Puasa

S

elamat datang bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh hikmah dan penuh ampunan bagi ummat muslim. Dikatakan sebagai bulan yang penuh hikmah karena pada bulan tersebut Allah SWT menurunkan permulaan Al Qur’an sebagai Kitab Suci ummat Islam yang memberikan petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil. Di bulan suci Ramadhan, Allah SWT mewajibkan orang-orang beriman yang telah dewasa untuk melaksanakan ibadah puasa, yaitu tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan hubungan seksual sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Perintah untuk melaksanakan ibadah puasa terdapat dalam kitab suci Al Qur’an pada surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Pada saat berpuasa terasa lapar dan haus. Meskipun demikian perasaan ini terabaikan karena iman dan kepatuhan pada perintah Allah SWT. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Oleh karena itu hukumnya sunnah untuk menyegerakan berbuka puasa dengan minum dan makan makanan ringan atau kurma. Pada saat berbuka puasa sampai saat sahur selain makanan , asupan air minum harus mencukupi kebutuhan tubuh, yaitu 2 liter sehari atau 8 gelas sehari agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik dan normal kecuali untuk penderita gagal ginjal asupan air minum sangat dibatasi. Mengapa demikian? Karena tubuh manusia 80% terdiri dari air. Air minum diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Kehilangan air dari tubuh lebih banyak pada orang yang mengalami demam dan pada orang yang banyak beraktifitas. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak

memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95% sehingga air mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Anbiyaa’ ayat 30, yang artinya …….”Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. Fungsi air di dalam tubuh, antara lain: • Membantu proses pencernaan makanan. Mencegah sembelit dan membantu pembakaran kalori. • Membantu proses pernapasan. • Sebagai komponen utama darah (83 %). Darah berfungsi sebagai pengedar zat-zat makanan dan oksigen yang diperlukan oleh seluruh jaringan tubuh serta membuang zat-zat beracun keluar tubuh. • Sebagai pengatur suhu badan. Minum 8 gelas sehari pada saat tidak berpuasa lebih mudah karena waktunya 24 jam dibandingkan dengan pada saat berpuasa yang waktu boleh minum dan makan hanya 10,5 jam. Bagaimana supaya kita dapat menghabiskan 8 gelas air minum sejak berbuka sampai waktu sahur yang waktunya terbatas dibandingkan pada saat tidak berpuasa? Maka diperlukan pengaturan waktu. Misalnya saat berbuka minum 1 gelas teh manis atau blewah bagi yang tidak menderita diabetes. Kemudian 1 gelas air putih setelah makan makanan ringan. Setelah sholat magrib, makan dan setelah makan minum 1 gelas air putih. Setelah sholat isya dan sholat tarawih minum 1 gelas air putih. Sebelum tidur malam minum 1 gelas air putih. Sebelum makan sahur minum 1 gelas air putih. Setelah makan sahur minum 2 gelas air minum. Sehingga dapat menghabiskan 8 gelas air per hari. Manfaat minum air putih: • Mencegah timbulnya batu ginjal. • Untuk menjaga kecantikan. Kekurangan air putih dapat mengakibatkan kulit kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, melembabkan dan menyehatkan kulit.

26

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

• Meningkatkan kesuburan. Air putih dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. • Minum air putih dalam jumlah cukup dapat menguruskan badan. Jika ingin menurunkan berat badan, minumlah air hangat sebelum makan sehingga jumlah makanan yang dimakan berkurang. Yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. • Tubuh lebih bugar dan sehat. Sekitar 80% tubuh terdiri dari air dan jika konsumsi air cukup, maka tubuh akan bugar dan sehat. • Menyehatkan jantung. Minum air putih dapat memperingan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll. Jika kadar air dalam tubuh menurun maka kondisi tubuh juga akan menurun apabila kebutuhan air tidak segera terpenuhi. Kekurangan air minum dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh berupa pengeluaran cairan dari tubuh (urine, keringat, akibat muntah atau diare) lebih banyak dari pada air yang diminum. Gangguan kehilangan cairan tubuh disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. Dehidrasi menyebabkan beberapa fungsi tubuh terganggu antara lain fungsi ginjal dapat terganggu. Jika konsumsi air minum kurang dari 8 gelas, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri di antaranya dari darah. Kekurangan air bagi darah amat berbahaya bagi tubuh, sebab darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan bisa terganggu. Ginjal berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Jika ginjal harus menyaring darah lebih kental dari normal maka ginjal harus kerja ekstrakeras sehingga jika berlangsung lama dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal/gagal ginjal. Darah membawa zat-zat makanan dan oksigen untuk sel-sel otak. Jika keadaan darah lebih kental dari normal maka alirannya ke otak akan lambat sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan dapat memicu timbulnya stroke. Jadi, konsumsi air harus benar-benar kita perhatikan. [] Yuli Achtien
EDISI 125 AGUSTUS 2012

27

KAJIAN

‘Hari Kemenangan’
Tahun ini tergolong istimewa. Idul Fitri sangat berdekatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Jika yang disebut pertama adalah untuk merayakan kemenangan kita atas hawa nafsu dengan menundukkannya, maka yang kedua untuk merayakan kemenangan kita atas penjajah dengan mengusirnya. Atas situasi menarik ini, adakah pelajaran berharga di baliknya?
Sejumput Catatan
ibadah puasa Ramadhan. Kita bersyukur bahwa Allah –untuk kali ke sekian- telah memberi kita kesempatan menikmati sekolah hebat bernama ‘Madrasah Ramadhan’. Dulu, ‘Madrasah Ramadhan’ telah meluluskan sosok bernama Abu Dzar Al-Ghifari, “Tokoh gerakan hidup sederhana” Ada juga . yang bernama ‘Ubadah bin Shamit, “Tokoh yang gigih menentang penyelewengan” Keduanya, . sangat patut menjadi teladan bagi warga di sebuah negeri yang tingkat korupsinya sangat memalukan. Dulu, ‘Universitas Ramadhan’ telah melahirkan alumnus berkategori intelektual penjaga kebenaran, yang menjadi penerang bagi sekitarnya. Mereka, antara lain, bernama Mu’adz bin Jabal, “Cendekiawan yang paling tahu mana yang halal dan mana yang haram” . Ada pula yang bernama Abu Hurairah, yang “Otaknya menjadi gudang perbendaharaan pada masa wahyu” Keduanya, perlu dijadikan . sumber inspirasi, terutama bagi sebuah negeri yang sebagian warganya sedang mabuk kepayang dengan apa yang disebut dengan “Liberalisme Pemikiran Islam” Hal yang disebut . terakhir ini telah dengan berani diasongkan

Raih Hikmah di Sekitar

I
28

dul Fitri merupakan salah satu syi’ar Islam. Hari Raya ini adalah sebuah momentum agung, sebagai penanda bahwa kita telah selesai melewati proses pendidikan dan pelatihan untuk menjadi insan taqwa di ‘Madrasah Ramadhan’. Di Idul Fitri, takbir-tahlil-tahmid yang kita lantunkan sambil menahan haru adalah sebentuk pernyataan syukur bahwa di tahun ini kita telah disempatkan Allah menyempurnakan

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

oleh kaum liberalis lewat berbagai ‘menu’ seperti relativisme, sekularisme, pluralisme agama, feminisme, kesetaraan gende’ dan lain-lain yang serupa dengan itu. Dulu, ‘Sekolah Ramadhan’ telah menghasilkan lulusan berkarakter mujahid pembela agama Allah. Mereka, antara lain, bernama Khalid ibnul Walid, lelaki yang “Selalu waspada dan tidak membiarkan orang lengah dan alpa” Ada juga yang bernama ‘Amr bin . ‘Ash, sang “Pembebas Mesir dari cengkeraman Romawi” Keduanya, sungguh perlu dijadikan . teladan dalam hal keberanian ber-amar ma’ruf nahi munkar, terutama bagi sebuah negeri yang warganya masih relatif ‘tak melakukakan apa-apa’ atas bermunculannya berbagai aliran sesat seperti -antara lain- Ahmadiyah. Dulu, ‘Ma’had Ramadhan’ telah melahirkan manusia yang sabar, antara lain bernama ‘Ammar bin Yasir, “Seorang tokoh penghuni surga” Kesabaran dia –bersama kedua ayah . dan ibunya (yaitu Yasir dan Sumayyah)- dalam menjalani hidup dan kehidupan sangat pantas menjadi teladan bagi sebuah negeri yang (sebagian) warganya berperilaku tak sabar dalam menggapai kebahagiaan, seperti dengan mempraktikkan seks bebas. Perilaku yang disebut terakhir itu adalah sebuah bentuk ketidaksabaran menunggu proses ‘ikatan suci’ yang bernama pernikahan. Dulu, ‘Pesantren Ramadhan’ telah meluluskan pemimpin teladan, antara lain, seperti Umar bin Abdul Aziz, yang kerja kerasnya menjalankan amanah sebagai pemimpin telah menjadikan warga negerinya sangat sejahtera, sedemikian rupa terjadi kesulitan saat membagi zakat lantaran tak ada yang berstatus sebagai mustahiq. Umar bin Abdul Aziz sangat patut dijadikan contoh dalam hal tanggung-jawab seorang pemimpin dalam menyejahterakan warganya, terutama bagi sebuah negeri yang kaya tapi puluhan juta warganya masih tergolong miskin. Dulu, ‘Madrasah Ramadhan’ telah menghasilkan lulusan yang gagah berani dalam menegakkan dakwah Islam dengan sematamata mengharap ridha Allah. Mereka, antara lain, bernama Thoriq bin Ziyad. Dari Afrika dia bersama pasukannya menyeberangi laut menuju Eropa. Setelah sampai di bibir pantai Spanyol, Thoriq bin Ziyad meminta agar seluruh

kapal yang membawa mereka dibakar. Lalu, dengan tegas dia berkata: “Jika Anda takut menghadapi tantangan dakwah, maka jalan kembali ke kampung halaman sudah tak ada. Andai Anda memaksa diri untuk pulang, Anda –boleh jadi- akan menemui kematian yang sia-sia sebagai seorang pengecut. Sementara, di depan Anda terbentang jalan dakwah, jalan jihad. Jika kita berani bergerak maju, akan ada dua kemungkinan yang sama-sama baik dan membahagiakan. Pertama, kita menang, maka kita akan hidup mulia, Izzul Islam wal Muslimin akan tegak di Bumi Spanyol. Kedua, andaikata maut menjemput di saat kita berjihad fii sabilillah, maka itulah kematian yang indah lantaran Allah ridha. Dan, kitapun tahu, sejak itu Spanyol berada di bawah naungan peradaban Islam yang agung selama ratusan tahun. Kegagah-beranian Thoriq bin Ziyad dalam mengemban amanat dakwah sangat kita perlukan terutama bagi sebuah negeri yang sebagian (untuk tak menyebut sebagian besar) warganya sudah dihinggapi penyakit “cinta dunia dan takut mati” .

Kesaksian Itu
Di tahun ini, kita merayakan Idul Fitri hampir bersamaan waktunya dengan perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia. Kita berharap, bahwa dua momentum yang sama-sama menyimpan ‘energi’ kemenangan ini mampu mengubah potret Indonesia yang buram menjadi cemerlang. Potret baru itu semoga lalu menjadi kebanggaan yang memang patut disandang oleh “sebuah negeri berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia” Bagaimana caranya? . Sebagaimana yang telah diajarkan ‘Madrasah Ramadhan’, hadirkanlah Allah di manapun kita berada. Tapi, sayang, setidaknya sampai sebelum kita masuk Ramadhan tahun ini, jujur kita terpuruk karena telah meninggalkan Allah. Misalnya, saat seorang hakim menangani perkara, Allah tak dia ‘hadirkan’. Akibatnya, terjadilah jual-beli perkara dan si penegak hukum lalu berlabel ‘Hakim Nakal’. Setidaknya sampai sebelum kita masuk Ramadhan tahun ini, jujur kita terpuruk karena telah meninggalkan Allah. Misalnya, lihatlah performa kebanyakan pemimpin kita. Memrihatinkan, karena mereka tak amanah. Salah satu bentuk tak amanah adalah suka korupsi. Berita menyebut, bahwa ada 170-an
EDISI 125 AGUSTUS 2012

29

KAJIAN
Kepala Daerah yang terlibat korupsi. Setidaknya sampai sebelum kita masuk Ramadhan tahun ini, jujur kita terpuruk karena telah meninggalkan Allah. Misalnya, kita tak punya visi-misi untuk beramar makruf nahi munkar. Kita tak punya ghirah. Sekalipun –misalnya- ajaran agama kita diacak-acak oleh kaum sekular-liberal, ternyata sebagian (besar) di antara kita diam seribu bahasa. Pendek kata, setidaknya sampai sebelum kita masuk Ramadhan tahun ini, telah lama kita tak menjadikan Allah sebagai ukuran. Kita lebih mencintai dunia ketimbang kepada Allah, Sang Pemilik Dunia. Kita lebih takut kepada kematian ketimbang kepada Allah Sang Penentu Kematian. Jika kita telah meninggalkan Allah, maka mestinya kita malu besar karena tak mampu memegang kata-kata kita sendiri. Ingatlah! Kita dulu hidup terjajah ratusan tahun. Saat merdeka di 1945, kita menyampaikan pengakuan, bahwa “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Jadi, ini sebuah pengakuan jujur dari bangsa Indonesia lewat paragraf ketiga UUD 1945 bahwa kemerdekaan negeri yang sangat kaya ini karena karunia Allah. Baiklah! Semoga ‘pergerakan’ potret-potret buram dari negeri ini berhenti sampai sebelum kita masuk Ramadhan di tahun ini. Selebihnya, mari kita berbaik sangka bahwa di tahun ini puasa Ramadhan telah kita amalkan dengan baik dan benar sedemikian rupa predikat taqwa patut kita sandang. Taqwa? Bagi yang ‘lulus’ dari ‘Madrasah Ramadhan’ memang berhak berpredikat ‘Manusia Bertaqwa’. “Hai orang-orang yang Di Tafsir ‘Al-Azhar’, HAMKA menulis bahwa taqwa itu memelihara. Maknanya, memelihara hubungan baik dengan Allah. Memelihara diri dari perbuatan yang tak diridhai Allah. Tampak, taqwa itu adalah sikap untuk selalu berhati-hati. Sebagai pembanding, lihatlah penjelasan Abu Hurairah RA saat ditanya oleh seseorang tentang makna taqwa. Abu Hurairah RA malah balik bertanya: “Pernahkah Anda bertemu jalan dengan seonggok duri di tengahnya, dan bagaimana tindakan Anda ketika itu?” Dijawab oleh si penanya tadi, “Saya akan berhati-hati dengan cara mengelaknya. Bisa dengan melangkahinya, atau memilih jalan di kanannya atau di kirinya.” Abu Hurairah RA lalu menjawab, “Itulah taqwa.” Sejauh kita telah berusaha berpuasa Ramadhan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, maka kita patut optimis bahwa hari ini dan esok akan jauh lebih baik ketimbang hari-hari kemarin. Mari songsong masa depan kita dengan optimisme. Jalanilah hidup dengan ‘ruh’ taqwa. Arungi hidup dengan penuh kehatihatian. Hidup hati-hati adalah sebuah situasi di mana kita selalu merasa di bawah kontrol Allah, kapan dan di manapun. Setiap kita akan mengerjakan sesuatu, kita merenung sejenak: “Fa-Ainallah (Bagaimana dengan Allah yang Mahamelihat)?” Sungguh, di titik ini, kita telah ‘menghadirkan’ Allah di manapun kita berada. Jika hal itu selalu kita kerjakan, kita tergolong berhati-hati dan itulah pribadi taqwa. Nafsu kita sudah muthmainnah, yaitu selalu berada dalam kendali kita. Untuk itu, berbahagialah saat Allah memanggil mesra. “Hai jiwa yang tenang

beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS
Al-Baqarah [2]: 183). Siapakah orang bertaqwa itu? Ada yang mengartikan taqwa sebagai takut. Hanya saja –kata Prof. Dr. HAMKA- taqwa jangan selalu diartikan takut. Sebab, takut adalah sebagian kecil dari makna taqwa. Di dalam taqwa terkandung cinta, kasih, harap, cemas, tawakkal, ridha, sabar, berani, dan sebagainya. Taqwa itu buah dari iman dan amal shalih.

(muthmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ha� yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]: 27-30). Nomor Satu Semoga, dua ‘Hari Kemenangan’ yang kita rayakan secara hampir bersamaan sekarang ini mampu memicu kesadaran kita bahwa Allah memang harus selalu kita nomorsatukan dan bukan nafsu. Allahu-Akbar! []

30

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Program Ramadhan
1. Buka puasa bersama 2.000 ya�m dan dhuafa, serentak di 10 kecamatan di Surabaya (1.000 orang terpusat di Hotel Novotel Surabaya) 2. Paket berkah buka puasa bersama ya�m dan dhuafa se-Ja�m 3. Paket berkah parcel Idul Fitri untuk ya�m dan dhuafa se-Ja�m 4. Gerakan dakwah Jawa Timur Berzakat 5. Safari dakwah Ramadhan (Sadar) di intansi/perusahaan dan media massa 6. Counter Zakat : Graha Amertha RSUD Dr Soetomo, RS Haji, Sekretariat Pemprov Ja�m, Bank BNI, Bank Ja�m, Matahari di Cito Mall, dan beberapa pusat keramaian lainnya. 7. Java Overland se-Ja�m : silaturahmi dan pemberian bantuan modal ke beberapa pesantren yang memiliki program pembibitan dan pengembangan enterpreneur

0813303

m Info Progra 3661 031-56190791

LAYANANAN AMBULAN BAZ JATIM

(Gra�s untuk Dhuafa, Diskon untuk Donatur & Murah untuk Umum) 24 Jam Non Stop untuk Tujuan Dalam dan Luar Kota 125 EDISI
AGUSTUS 2012 Informasi hubungi (031) 5613661 / 085850312621

31

SEKITAR KITA

Gundah, Saat Ghirah Enyah
Oleh M. Anwar Djaelani

Jika kita ‘tak ridha’ saat menyaksikan (berbagai) kemunkaran berlangsung di sekitar kita, maka perasaan apakah itu? Jika kita ‘tak rela’ ketika melihat (aneka) kemaksiatan terjadi di hadapan kita, maka normalkah perasaan itu?

P

Siapa Cemburu erasaan seper� yang dimaksud pada kalimat pertama pada paragraf di atas bisa disebut sebagai ghirah. Perasaan tersebut sangat normal ada pada se�ap kaum yang beriman. Tentang ghirah, (almarhum) HAMKA menulis buku: “Ghirah dan Tantangan terhadap Islam”. Lalu, di bawah judul “Ghirah Sang Buya”, Akmal Sjafril menulis catatan atas buku itu di www. akmal.mul�ply.com 08/04/2010. Disebutkan, bahwa sejumlah suku bangsa Indonesia dikenal memiliki semangat �nggi dalam menebus kehormatan. Misal, mudah bagi orang Bugis untuk membunuh orang kalau kehormatan mereka disinggung. Atau, lihatlah orang Madura! Jika suatu saat harus masuk penjara karena membela kehormatan, maka setelah bebas dia akan disambut hangat oleh keluarganya. Ada contoh menarik di zaman Rasulullah SAW. Suatu saat, seorang Muslimah membawa perhiasannya ke seorang tukang sepuh Yahudi dari Bani Qainuqa’. Sementara si tukang sepuh bekerja, si muslimah duduk menunggu. Tak berselang lama, datang sejumlah orang Yahudi lainnya dan meminta perempuan itu membuka penutup mukanya. Si Muslimah tentu saja menolak. Lalu, si tukang sepuh diamdiam menyangkutkan pakaian si Muslimah. Akibatnya, aurat si Muslimah tadi terbuka seke�ka dia berdiri. Spontan si Muslimah

menjerit, sementara orang-orang Yahudi tertawatawa kesenangan. Kejadian tak patut itu didengar seorang pemuda Muslim. Lalu, dengan sigap dia membunuh si tukang sepuh. Tapi, pemuda itupun kemudian dibunuh pula oleh orang-orang Yahudi lainnya. Atas kejadian itu, Rasulullah SAW langsung memerintahkan untuk mengepung Bani Qainuqa’ sampai mereka menyerah dan semuanya diusir dari Madinah. Peris�wa di atas dahsyat. Kaum beriman memeragakan ghirahnya! Padahal -bagi kebanyakan orang-, awal dari peris�wa itu termasuk sesuatu yang sepele yaitu tak lebih dari sekadar ‘insiden kecil’ saja. Tapi, itulah ghirah, yang diterjemahkan oleh HAMKA sebagai “kecemburuan”. Ghirah adalah sebentuk kecemburuan yang ‘dibakar’ oleh ‘api’ pembelaan kepada agamanya, Islam. Ghirah itu merupakan bagian dari ajaran Islam. Pemuda Muslim yang membela saudarinya dari gangguan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ tergerak karena adanya ikatan aqidah yang kuat. Menghina seorang Muslimah sama saja dengan merendahkan semua umat Islam. Ghirah adalah buah dari iman. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina. Dalam banyak contoh, keselamatan diri seorang Muslim akan ‘dinomorsekiankan’ dan dia akan lebih mendahulukan kepen�ngan/kehormatan agamanya.

32

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Kini, ke Mana?
Pada 10/07/2012 sejumlah media –termasuk www.kompas.com- mengabarkan bahwa Ketua Mahkamah Kons�tusi (MK) Mahfud MD menyatakan: “Semenjak ada MK, kebebasan individu ateis dan komunis bebas menjalankan apa yang dianutnya di Indonesia. Tapi mereka �dak boleh mengganggu kebebasan orang lain, terutama orang yang menganut agama tertentu. Kebebasan harus dianggap sama.” Pernyataan Mahfud MD yang memerbolehkan seorang ateis dan komunis hidup di Indonesia didasarkan pada pertanyaan eksplisit Kanselir Jerman Angela Merkel saat keduanya bertemu di Jakarta, yang menyinggung kebebasan beragama dan proses demokra�sasi di Indonesia. Pernyataan Mahfud MD di atas membuat terhenyak banyak orang. Sebab, terutama dalam konteks Indonesia, publik tak akan pernah lupa berbagai pengkhianatan dan bahkan kekejaman dari kaum komunis terhadap bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Dulu, kaum komunis menghimpun diri dalam Partai Komunis Indonesia (PKI). Apa yang dikerjakannya? Kemunkaran! Tak jarang mereka melecehkan Islam, termasuk dengan aksi pembakaran-pembakaran Al-Qur’an. Pada 1948 PKI membantai umat Islam di Madiun. Mereka melakukan pembunuhan massal, merampas harta benda, mengin�midasi dan menculik ulama yang dianggap menghalangi kepen�ngannya, serta melakukan percobaan kudeta. Lalu, pada 1965 –untuk kali kedua- PKI melakukan makar yaitu ingin mengubah dasar negara menjadi komunisme. Di antara aksinya waktu itu, mereka menculik, menyiksa dan membunuh sejumlah jenderal. Jika Mahfudz MD berbicara bahwa ateis (orang-orang yang �dak mengakui adanya Tuhan) dan komunis bebas menjalankan apa yang dianutnya di Indonesia, maka pantas jika kita bersedih. Rupanya, ghirah telah tercerabut di banyak pribadi muslim.

Terkait ini, renungkanlah: “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orangorang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orangorang yang zalim” (QS Al-Mumtahanah [60]: 9). Mari kita buka Tafsir Al-Azhar. Kita iku� saat HAMKA menjelaskan makna QS Al-Mumtahanah [60]: 9 itu. Kata HAMKA, dilarang keras oleh Allah berteman, berkawan karib, mengharapkan pertolongan dari orang yang telah nyata-nyata memusuhi, memerangi dan hendak menghapuskan Islam, hendak mengusir kita. HAMKA lalu menekankan ayat ini: “Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orangorang yang zalim”. Orang yang membuat hubungan baik dengan musuh yang nyata –urai HAMKA- dia zalim sebab dia telah merusak strategi perlawanan Islam terhadap musuh. Orang yang seper� itu– simpul HAMKA- �dak teguh imannya, �dak ada gairahnya dalam mempertahankan agama. Memang, secara umum, terasakan bahwa dewasa ini ghirah mulai tercerabut dari (se�daknya sebagian) kita. Misalnya, kini banyak orang tua yang tak peduli dengan siapa anak-anaknya bergaul dan bahkan dengan siapa menjalin ‘hubungan dekat’. Atau, contoh yang lebih umum. Misalnya, rata-rata kita diam saat ajaran munkar seper� sekularisme, pluralisme dan liberalisme gencar dikampanyekan di hadapan kita.

Ghirah dan Gairah
Sungguh, janganlah sekali-kali terpesona dengan ‘sihir’ kaum liberal bahwa “Tuhan tak perlu dibela”. Sikap kita yang benar adalah: Agar ghirah tak musnah, kita harus bergairah dalam menegakkan agama. Jadilah penolong agama Allah! []
EDISI 125 AGUSTUS 2012

33

RAMADHAN CERIA

Buka Puasa 1000 Yatim/ dhuafa di Hotel Berbintang

M

eski ditutup untuk umum, Rabu (25/07/12) sore itu suasana di Hotel Novotel Surabaya tetap ramai. Perlahan, lebih dari seribu orang memasuki hotel berbintang empat itu. Di balik gedung utama hotel, lahan terbuka yang asri dan hijau di area kolam renang “disulap” menjadi ruang pertemuan yang menyenangkan. Panggung berukuran 9 x 3 meter sudah terpasang di atas jernihnya air kolam renang.

sebesar Rp. 5 juta, dan masing-masing Rp. 2 juta dari Pak Edi Purwinarto, Pak Sudjak dan Pak Thoriq.

Pertama dan Terbesar
Menurut Zulkarnaen, kesediaannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari komitmen sosial Novotel yang selalu peduli dan berbagi untuk saudara-saudara yang kurang mampu. Apalagi, sejak Juni lalu, Novotel telah diresmikan menjadi UPZ pertama di Jatim yang berasal dari intansi hotel. Dan sejak saat itulah sudah beberapa kali Novotel dan BAZ Jatim bekerja sama mengadakan kegiatan sosial. “Saya adalah orang baru di Surabaya. Dan Alhamdulillah kami dipertemukan oleh Allah dengan BAZ Jatim sehingga kami sangat dimudahkan ketika mengadakan kegiatan sosial. Dan hari ini saya bersama seluruh staf Novotel merasa sangat terhormat bisa menjamu Pak Wagub beserta para undangan dan seribu anakanak yatim dan dhuafa. Saya juga berterima kasih kepada semua staf Novotel yang hari ini bekerja dengan tulus dan ikhlas. Tanpa disuruhpun mereka semua bekerja sama menyukseskan acara ini,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin. Bagi Zulkarnaen, hotel mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak yatim itu sudah biasa. Umumnya jumlah peserta sekitar 100 orang. Tapi, apa yang dilakukan oleh BAZ Jatim ini benarbenar luar biasa. Baru pertama kali ini Hotel Novotel, atau bahkan seluruh hotel di Indonesia, mengadakan kegiatan buka puasa bersama seribu yatim/dhuafa dan dikonsep di ruang terbuka. Maka dari itu, ia berharap agar hotelhotel yang lain bisa mengikuti jejak Novotel dengan menjadi UPZ BAZ Jatim dan menjadi tempat acara yang serupa.

Di situlah, semua mata tertuju untuk menyaksikan puncak acara Buka Puasa BAZ Ja�m bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf dan 2000 Ya�m/Dhuafa di Hotel Novotel Surabaya dan serentak di 10 Kecamatan se-Surabaya. Sepuluh kecamatan tersebut adalah Genteng, Mulyorejo, Gubeng, Tambaksari, Sukomanunggal, Lakarsantri, Semampir, Gayungan, Dukuh Pakis, dan Sawahan yang masing-masing diiku� oleh 100 anak.

Selain Wagub Jatim, hadir pula Asisten Gubernur Jatim Bidang Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Edi Purwinarto, Kakanwil Kementerian Agama Jatim Drs. H. Sudjak, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan Sekdaprov Jatim H. Thoriq Afandie, SH, MM dan General Manager Hotel Novotel Surabaya, Zulkarnaen serta perwakilan LAZIS PLN Distribusi Jawa Timur bersama beberapa pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Jatim dari intansi pemerintah, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta. Kepada anak-anak yatim dan dhuafa, BAZ Jatim juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis serta uang saku yang sebagian merupakan partisipasi dari LAZIS PLN Distribusi Jawa Timur. Di tengah kegiatan bertema “Bahagiakan Hati dengan Berbagi” itu, BAZ Jatim juga mendeklarasikan gerakan “Ayo Zakat ke BAZ Jatim” yang dilanuching oleh Wagub Jatim. Bahkan di saat itu juga hadirin langsung menyerahkan zakat maal, yakni Wagub Jatim

BAZ Jatim adalah Solusi
Dalam kesempatan itu, Wagub Jatim yang juga Ketua Umum Badan Pelaksana BAZ Jatim

34

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Suasana area swimming pool Hotel Novotel Surabaya

Reporter TV One bersiap melakukan live report

GM Novotel Surabaya Zulkarnaen menyerahkan bantuan alat sekolah

hadir sebagai “Tokoh yang ditunggu-tunggu” . Ketika pria yang akrab disapa Gus Ipul itu naik panggung, hadirin terlihat antusias menyimak setiap kalimat yang disampaikannya. Apalagi, Gus Ipul mampu memikat para hadirin dengan mengajak mereka mengumandangkan shalawat. Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Novotel yang telah bersedia menjadi tuan rumah. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena BAZ Jatim terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat sehingga bisa memberi manfaat besar kepada fakir dan miskin melalui program pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. “Memang, masyarakat selama ini kadang kesulitan ketika mau menyalurkan zakat dan

sedekahnya di tengah banyaknya lembaga yang kurang amanah. Alhamdulillah, saya bersyukur BAZ Jatim hadir menjadi solusi sebagai lembaga pengelola zakat dan sedekah yang amanah dan profesional. Karena itulah, ayo masyarakat Jawa Timur salurkan zakat dan sedekah Anda lewat BAZ Jatim,” pungkas Gus Ipul. Keistimewaan buka puasa bersama ini juga makin lengkap dengan hadirnya insan pers yang siap menyosialisasikan pesan dari acara ini. Bahkan, TV One dan Radio Suara Muslim Surabaya menyiarkannya secara langsung. Lalu keesokan harinya, masyarakat juga dapat memantau kesuksesan acara ini melalui Metro TV, beberapa media online dan media cetak seperti Harian Surya, Republika, Koran Sindo, Bhirawa, Duta Masyarakat dan Surabaya Post. [Fif]

• Wagub Ja�m bersama masyarakat mendeklarasikan gerakan “Ayo Zakat ke BAZ Ja�m”

EDISI 125 AGUSTUS 2012

35

INFO BAZ

P

BAZ Jatim-Satpol PP Gelar Baksos di Pujon
“Saya menghimbau agar Ramadhan bukan menjadi penghambat kita dalam meningkatkan kinerja, tapi justru memompa semangat kita agar semakin giat bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Jangan lupa juga tunaikan kewajiban zakat dan tingkatkan amal baik kita melalui sedekah,” katanya. Kemudian setelah semua prosesi pembukaan usai, Pak Rasiyo membagikan santuan tunai, beasiswa dan alat sekolah kepada para dhuafa sebagai bagian dari kegiatan bhakti sosial yang diadakan oleh BAZ Jatim dan Satpol PP Jatim. Dalam kegiatan itu BAZ Jatim mendistribusikan beberapa bantuan yang diterima oleh para dhuafa. Di antaranya: 1. Pengobatan gratis untuk 268 pasien 2. Bantuan dana beasiswa untuk 5 siswa dari SMK 1 Pujon dan SMA Al-Islam Pujon, masing-masing sebesar Rp. 800 ribu 3. Bantuan alat sekolah berupa tas dan alat tulis untuk 25 siswa SD dan 25 siswa SMP 4. Santunan tunai untuk 10 dhuafa fakir, masing-masing sebesar Rp. 200 ribu tiap bulan. []

agi itu, kabut tebal menyelimuti area wisata Cuban Rondo yang terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupetan Malang. Akibatnya, jarak pandang menyempit hanya beberapa meter. Suhu dinginpun menyusup di sela pori-pori kulit hingga menusuk ke dalam tubuh. Meski demikian, ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Jawa Timur yang berbaris di area perkemahan tetap tegap. Mereka bertahan di tengah situasi yang kelewat dingin itu, guna mengikuti apel bersama dalam rangka pembukaan Jambore Satpol PP se-Jatim yang ke-10 pada Selasa (10/07/12). Tepat pukul 09.30 WIB, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H Rasiyo, MM tiba di hadapan mereka dan langsung mengambil tempat sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Pak Rasiyo itu mengamanatkan kepada semua anggota untuk bersiap menyambut Ramadhan dengan meningkatkan kualitas kinerja dan kegiatan sosial.

36

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

INFO BAZ

Semarak Sadar Lintas Instansi
donatur. BAZ Jatim siap memfasilitasi hadirnya seorang ustadz untuk mengisi kegiatan dakwah bagi instansi dan komunitas muslim lainnya. Sedangkan mitra BAZ Jatim cukup mengalokasikan waktu dan tempat pengajian serta memobilisasi karyawan di instansinya untuk mengikuti pengajian tersebut. Selain berorientasi untuk meningkatkan iman dan takwa peserta pengajian, kegiatan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran berzakat masyarakat Jatim. “Pada bulan Ramadhan tahun ini antusiasme mitra BAZ Jatim sangat tinggi. Ketika awal Ramadhan, sudah tercatat ada 60 forum yang sudah disiapkan oleh mitra BAZ Jatim. Tentu di tengah dan akhir Ramadhan jumlahnya akan terus meningkat. Beberapa di antara pengajian itu tidak hanya diselenggarakan di Surabaya. Tapi juga dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Jatim, baik itu di Bakorwil, UPT, BUMN, BUMD dan SKPD lainnya,” jelas staf bidang pengembangan BAZ Jatim Abdul Hamid, ST. []

Safari Dakwah Ramadhan (‘SADAR’) BAZ Jatim kembali menggeliat seiring dengan datangnya bulan Ramadhan. Sejumlah instansi secara proaktif melakukan koordinasi dengan BAZ Jatim untuk mengadakan kegiatan dakwah untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatankegiatan positif di kantor masing-masing. Program ini adalah salah satu layanan yang diberikan oleh BAZ Jatim kepada masyarakat, khususnya mitra BAZ Jatim dari UPZ dan para

Gebrakan Hebat UPZ Novotel
Keseriusan UPZ baru di Hotel Novotel Surabaya benar-benar menggembirakan. Belum genap sebulan dikukuhkan, UPZ di hotel bintang empat ini langsung menunjukkan gebrakan hebat. Pada Senin (25/06/12) pagi UPZ Novotel mengadakan khitan massal bekerjasama dengan BAZ Jatim. Tidak hanya khitan massal, 25 peserta dari warga sekitar hotel itu juga mendapat paket busana muslim, santunan tunai dan hadiah tas sekolah. Di sela-sela kegiatan itulah, diambil kesepakatan bahwa Novotel siap menjadi tuan rumah pelaksanaan buka bersama 1000 yatim dan dhuafa yang diadakan oleh BAZ Jatim pada 25 Juli 2012. Bahkan untuk melancarkan kegiatan ini, pada tanggal tersebut hotel yang terletak di Jl. Raya Ngagel Surabaya ini siap berkorban untuk menghentikan sementara kegiatan bisnis dan mendesain area kolam renang sebagai pusat kegiatan. Gebrakan baru ini memang tak lepas dari peran General Manager Novotel, Zulkarnaen, sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi di tingkat manajemen Novotel. Hal ini dilatarbelakangi

oleh karakter Zulkarnaen yang memang gemar berbagi dengan kaum dhuafa. “Ini adalah kegiatan sosial jadi kami tidak akan merasa rugi sedikitpun. Justru kami berterima kasih kepada BAZ Jatim diberi kepercayaan yang mulia ini. Dan kami akan menyambut semua peserta dengan standart pelayanan hotel layaknya tamu yang biasa menjadi customer kami,” terang Zulkarnaen yang baru tiga bulan bertugas di Surabaya ini. []
EDISI 125 AGUSTUS 2012

37

INFO BAZ

Optimalisasi Dakwah Zakat

S

bersama Media Massa

media massa yang etelah bulan Juni diajak kerja sama lalu menjalin menyambut dengan komunikasi tangan terbuka. Mereka dengan Jawa Pos, siap mendukung selama bulan Juli melalui sosialisasi dan ini BAZ Jatim terus pemberitaan tentang melakukan optimalisasi program-program dakwah zakat dengan BAZ Jatim kepada menggandeng media masyarakat luas. massa. Beberapa media “Harapan kami, semoga massa itu antara lain dengan sosialisasi Harian Surya, Radio • Pemimpin Redaksi Harian Surya, Sunarko itu masyarakat bisa Suara Surabaya, Radio (kiri), saat berdialog dengan BAZ Ja�m dengan mudah Suara Muslim Surabaya mendapatkan akses dan TV9 Surabaya. informasi tentang BAZ Jatim guna semakin Menurut Kepala Bagian Pengembangan meningkatkan kesadaran berzakat,” katanya. [] dan Pendistribusian BAZ Jatim, Kholik, semua

kepada
Donatur
se-Jawa Timur Yang telah menyukseskan bhak� sosial untuk ODK di Desa Sidoharjo, Kec. Jambon, Kab. Ponorogo Sabtu, 7 Juli 2012 Berkat kepedulian Anda, Alhamdulillah BAZ Ja�m bisa merenovasi 41 rumah dhuafa, Memberikan bantuan paket sembako dan alat kebersihan serta layanan pengobatan gra�s untuk 250 warga miskin. Semoga menjadi amal yang bermanfaat!

38

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

EDISI 125 AGUSTUS 2012

39

Wagub Ja�m usai memberikan bantuan dana beasiswa, santunan tunai dhuafa fakir dan bantuan modal usaha

Wagub Jatim ketika menyapa anak- anak yatim/dhuafa

Outdoor and Fun Permormance untuk anak yatim/dhuafa

Grup musik karyawan Novotel saat menunjukkan aksinya

Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur beserta semua pihak yang telah mendukung kesuksesan Buka Puasa BAZ Jatim bersama Wakil Gubernur Jawa Timur dan 2000 Yatim/Dhuafa di Hotel Novotel Surabaya dan Serentak di 10 Kecamatan se-Surabaya. Jazakumullah Ahsanal Jaza’

Trainer anak Ustadz Qomarul Huda sedang mengajak anak ya�m/dhuafa bermain dan belajar

Wagub Ja�m bersama GM Novotel (kiri) dan Sekretaris BAZ Ja�m saat melakukan live report bersama Radio Suara Muslim Surabaya

Wagub Jatim ketika melayani wawancara insan pers

Acara ini terselenggara berkat kerjasama BAZ Jatim dengan Hotel Novotel Surabaya, LAZIS PLN Distribusi Jatim, UPZ BAZ Jatim, para donatur, beberapa Takmir Masjid/Mushola, Pengelola Panti Asuhan Anak Yatim serta mahasiswa Unair, Unesa dan ITS.

40

Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful