Hari itu, Jumat 30 September 2005 sekitar pukul 15.

30 WITA, disamping laboratorium Fisika Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, ketika itu kami (mahasiswa baru) yang hendak diberangkatkan ke Camplong (salah satu nama tempat di Kupang-NTT) untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Iman dan Diri (PINDIRI) berkumpul untuk mendengarkan arahan, saya melihat seorang “Kakek” berambut putih (uban), berkacamata, mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana coklat dan bersepatu hitam yang juga memegang sebuah kamera untuk mengambil beberapa gambar dari kami. Dalam hati saya bertanya” Kakek ini siapa??? Mengapa ada di sini???”. Setelah beberapa saat kemudian ketua panitia memperkenalkan kepada kami bahwa “kakek” itu adalah Bapak Drs. Hiskia Achmad dosen ITB (menjadi dosen luar biasa UNWIRA) yang akan memberikan kuliah kepada kami setelah kegiatan PINDIRI. Ketika mendengar itu saya merasa kagum terhadap Beliau, walaupun sudah tua, tetapi Ia masih aktif memberikan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya. Setelah kegiatan PINDIRI, kami kembali ke kampus dan mengikuti perkuliahan dengan Bapak Drs. Hiskia Achmad. Jujur, hari pertama kuliah saya merasa bosan, kerena tidak mengerti apa yang disampaikan Beliau. Tetapi pada hari-hari selanjutnya justru saya merasa tertarik mengikuti kuliah terutama cerita dan dongeng yang berkaitan dengan ilmu kimia yang disampaikan Beliau. Selama kuliah di UNWIRA kami mahasiswa selalu melakukan kegiatan kemahasiswaan dimana mahasiswa turun ke Kabupaten-Kabupaten untuk memberikan praktikum pada siswa dan pelatihan bagi guru-guru, seminar dan demonstrasi kimia, yang dipelopori oleh bapak Drs. Hiskia Achmad. Kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2000 yang selalu dihadiri oleh Bapak Drs.Hiskia Achmad. Kegiatan kemahasiswaan pertama yang saya ikuti yaitu pada bulan Maret tahun 2007 di Kefa, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Atambua, kabupaten Belu. Beliau hadir untuk membawakan seminar dan juga demonstrasi yang dibantu oleh mahasiswa. Saya semakin kagum ketika menyaksi Beliau melakukan atraski-atraksi ketika demonstrasi. Beliau begitu hebat. Itulah pertama kali saya merasa bahwa ilmu kimia begitu indah dan menarik. Tetapi sejak tahun 2008 Bapak Hiskia tidak lagi membawakan demonstrasi, Beliau menginginkan agar kami mahasiswa sendirilah yang melakukan demo tanpa kehadirannya, Beliau hanya melatih dan membimbing mahasiswa. Beliau hadir di tempat kegiatan hanya untuk membawakan seminar dan ceramah bagi guru-guru. Ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami sebagai mahasiswa. Beliau memberikan pelajaran yang sangat “mahal” Ia mengingikan agar apa yang Ia ketahui dan miliki dapat diketahui dan dimiliki pula oleh orang lain. Sampai sekarang, Beliau masih membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, dan hampir semua kabupaten di NTT telah kami kunjungi. Bahkan Beliau selalu mengirimkan zat-zat dan alat-alat yang dipakai dalam kegiatan demostrasi dan praktikum yang tidak murah harganya. Yang Ia inginkan adalah supaya semua orang bisa mengenal dan menciatai sains terutama ilmu kimia, sehingga Ia tidak pernah memikirkan berapapun biayanya. Bagi kami mahasiswa KIMIA-FKIP UNWIRA, Bapak Hiskia adalah seorang dosen dan Guru yang sangat luar biasa, patut ditiru, dihargai dan dihormati. Kami sangat kagum dan bangga memiliki seorang Guru seperti Beliau. Kami sangat bersyukur karena Tuhan memberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Beliau.

Beliau sangat ramah, dan sangat memperhatikan mahasiswa. Ia selalu menyedikan waktu ketika mahasiswa ingin berdiskusi, Ia bahkan tidak pernah menolak mahasiswa, walaupun ketika ia sangat lelah. Beliau juga tidak segan-segan mengajak mahasiswa berapa pun jumlahnya untuk makan bersamanya. Sungguh suatu kebanggaan yang tiada taranya bagi seorang mahasiswa ketika diajak makan bersama dengan seorang tokoh dan ilmuwan yang sangat terkenal dan hebat. Ia merupakan pribadi yang unik. Setiap orang yang dijumpainya selalu disapa dan berbagai cerita seketika meluncur dari mulutnya, membuat orang yang disapa merasa kagum dan senang. Tidak heran, hampir semua orang mengenal Beliau mulai dari tukang parkir, pelayan toko, pemilik rumah makan hingga tokoh-tokoh dan ilmuwan terkenal. Bapak Hiskia selalu datang ke UNWIRA untuk memberikan kuliah selama 1-2 minggu setiap semester sampai sekarang. Setelah tamat, saya melamar kembali di UNWIRA, dan ketika itu saya merasa lebih dekat dengan Beliau. Beliau selalu mendorong dan memotivasi saya untuk selalu dan terus belajar. Beliau selalu mengikutsertakan kami dalam berbagai kegiatannya. September 2010 saya, dan teman saya marni tukan, ibu yoram (guru SMA Geovani), ibu regina (salah satu cucu bapak Hiskia, guru SD) diikutsertakan oleh Beliau ke Ende dan Nagakeo dalam salah satu kegiatan. Yang sangat membuat saya sangat terkesan adalah bahwa seluruh akomodasi kami ditanggung Beliau. Dan bukan hanya itu tetapi semua alat dan bahan untuk demonstrasi ditanggung oleh Beliau sendiri dan ternyata sudah dikirim ketika Beliau masih di Bandung. Februari 2012 saya dan teman saya Inda tinenti, diajak beliau untuk mengikuti seminar Kimia Nasional di salah satu Universitas Negri di Surabaya, beliaulah yang memberikan informasi tentang seminar tersebut via telpon, ia juga mengatakan bahwa banyak ilmu yang ia dapatkan melalui seminar oleh karenanya Beliau menginginkan kami untuk menghadiri seminar tersebut dan Seluruh biaya ditanggung beliau. Sungguh suatu pengorbanan yang sangat tulus. Beliau juga mengajak kami mengujungi salah satu Universitas swasta di Surabaya karena ia ingin mencaritahu apakah di Universitas tersebut terdapat programstudi pendidikan Kimia, jika ada Beliau ingin agar UNWIRA dapat bekejasama sehingga mahasiswa pendidikan Kimia UNWIRA dapat belajar (mengambil semester pendek) di Universitas tersebut, sayangnya di universitas yang kami kunjungi tidak terdapat Prodi pendidikan Kimia. Beliau juga memperkenalkan kami dengan Rectornya. Ia juga mengikut sertakan kami ketika Ia diajak makan malam di sebuah restoran oleh mantan mahasiswanya (sekarang dosen ITS). Beliau sungguh sangat rendah hati. Bapak Hiskia juga merupakan inspirator bagi kami. Beliau-lah yang memperkenalkan Hari Mol se-dunia yang lazimnya telah dilaksanakan di Canada setiap tahunnya, sehingga pada tanggal 23 Oktober 2010 untuk pertama kalinya di UNWIRA dan di Indonesia kami turut merayakan Hari Mol se-dunia mulai dari pukul 06.02 pagi hingga pukul 06.02 sore yang juga dihadiri oleh Bapak Hiskia, sebagi pemateri dalam seminar. Ia memperkenalkan Konsep Mol dan sejarah perayaan Hari Mol, dan pada tanggal 23 Oktober 2011 kami masih merayakan Hari Mol untuk kedua kalinya. Di usia yang hampir 80 tahun, Beliau masih mempunyai cita-cita untuk mengumpulkan alumni kimia-FKIP UNWIRA dari daerah-daerah untuk memberi pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan terutama Kimia di NTT. Beliau mempunyai perhatian yang sungguh luar biasa terhadap daerah-daerah yang masih jauh tertinggal. Cita-citanya begitu luhur dan suci. Pengabdiannya terhadap dunia pendidikan sungguh tanpa pamrih.

Bagi saya, Bapak Hiskia bukan hanya seorang Dosen, tetapi juga Orangtua dan seorang Kakek. Ia mengajarkan banyak hal melalui tindakan dan sikapnya, bahkan Ia perna berkata “apa yang saya lakukan untuk anda tidak berarti supaya nantinya anda lakukan juga terhadap saya, tetapi supaya anda juga bisa berbuat hal yang sama untuk orang lain.” Ia banyak memberikan nasehat dan petuah. Ia juga banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Ia menekankan untuk selalu bekerjasama, selalu menghargai orang lain, jujur, jangan sombong, berani mengakui kekurangan kita dan menerima kelebihan orang dan jangan iri, serta membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dan hal ini tercermin dalam sikap hidup Beliau setiap hari. Bapak Hiskia memang orang yang “aneh” Ia merasa bahagia apabila orang lain bahagia dan puas dengan apa yang Ia lakukan. Semua yang Ia lakukan hanya untuk satu tujuan yaitu agar orang lain merasa bahagia. Perilaku hidupnya benar-benar menggambarkan nama Hiskia yang disandangnya. Hal menarik lain yang saya rasakan adalah beliau dapat menyesuaikan diri dengan setiap generasi yang berbeda dan hal inilah yang membuat kami (saya dan teman-teman) merasa nyaman dan selalu merindukan Beliau. Saya sangat kagum dan terkesan dengan salah satu sikap Beliau yaitu bahwa Ia tidak mau merepotkan orang lain. Ini terbukti dari keseharian hidupnya. Ia tinggal hanya seorang diri sampai pada usia yang hampir 80. Saya bahkan tidak percaya ketika mengetahui bahwa ternyata Beliau menyiapkan sendiri semua. Bapak hiskia sungguh sangat hebat. Bapak Hiskia adalah seorang Great Teacher (Guru Agung dan bukan guru besar). Beliau adalah seorang motivator, inspirator dan juga seorang pembelajar. Seluruh hidupnya diabdikan untuk pendidikan. Terimakasih banyak Bapak Hiskia, semoga Tuhan memberikan kesehatan yang baik dan umur yang panjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful