P. 1
Hormat

Hormat

|Views: 13|Likes:
Published by Ding Emang Jau

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Ding Emang Jau on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2013

pdf

text

original

Hormat

Alkitab mengatakan bahwa pada akhir zaman, ada perubahan sikap pada manusia. Manusia jadi mencintai dirinya sendiri, tidak menghormati sesama, menghalalkan cara-cara instan dan lain sebagainya. Penting bagi kita untuk menjadi terang untuk dunia walaupun kita hidup di dalam dunia. Alkitab mengajarkan banyak sekali tentang menghormati. Roma 13:7 mengatakan "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat." Apa itu hormat? Hormat adalah respek yang dimanifestasikan atau diwujudkan. Kita tidak bisa menghormati orang lain hanya dengan diam. Keluaran 20:12 berkata "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Segala sesuatu yang Tuhan perintahkan kepada kita adalah untuk keuntungan kita karena tuhan tidak bisa rugi. Apabila kita ingin umur kita lebih panjang, maka salah satu caranya adalah dengan menghormati orang tua. Ingat bahwa suatu hari kita akan menjadi orang tua. Dan juga hormat bukan berarti Anda setuju dengan semua yang mereka lakukan dan ucapkan, tetapi Anda menghormati mereka karena posisi dan kedudukan mereka karena mereka memiliki otoritas yang lebih daripada Anda. Misalkan seorang tamu negara masuk ke dalam rumah Anda. Anda pasti menghormati beliau dengan cara berdiri terlepas apakah Anda setuju atau tidak dengan kebijakan-kebijakan yang ia ambil. Timotius adalah murid dari Paulus dan Timotius begitu menghormati Paulus sebagai mentornya, oleh karena itu di dalam 1 Timotius 5:17, dia menulis "Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar." Ini adalah bentuk penghormatan yang ia berikan kepada Paulus sebagai mentor-nya. Timotius menginginkan kita juga memiliki sikap hormat yang benar. Dan juga kita harus memiliki standar hidup yang lebih tinggi di dunia ini. Amsal 3:9-10 (BIS) 3:9 Hormatilah TUHAN dengan mempersembahkan kepada-Nya yang terbaik dari segala harta milik dan hasil tanahmu, 3:10 maka lumbung-lumbungmu akan penuh gandum, dan air anggurmu akan berlimpahlimpah sehingga tidak cukup tempat untuk menyimpannya.

Persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, baik itu persembahan sulung, perpuluhan adalah salah satu bentuk dan cara kita menghormati Tuhan. Persembahan juga mengajarkan kita untuk disiplin dan juga mengajarkan kepada kita sikap untuk mau memberi. Contoh lain dari hormat adalah tepat waktu. Apabila kita tepat waktu maka kita menghormati orang yang sudah datang. Kebanyakan dari kita tidak memulai acara karena orang yang hadir belum datang. tahukah Anda bahwa ketika kita memilih untuk menunggu mereka yang belum tentu hadir, maka Anda lebih menghormati mereka yang belum tentu hadir, belum tentu memiliki komitmen untuk hadir dibanding mereka yang jelas-jelas sudah hadir dan sudah berkomitmen untuk hadir. Honor / hormat dalam bahasa aslinya adalah Kabad. Yang artinya to be weighty / to be heavy. Dalam bahasa indonesianya kita bisa katakan "lebih berbobot" Dari kata honor ini kita dapatkan kata honorarium yang artinya adalah gaji/upah. Jadi upah kita adalah manifestasi dari bobot atau nilai kita. Apabila kita menginginkan gaji kita naik, maka kita juga harus menambah nilai kita. Bukan dengan demo. Markus 6:1-6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-muridNya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Bayangkan, awalnya jemaat itu takjub, lalu mereka kecewa dan menolak Yesus dalam waktu yang sebentar. Jemaat yang besar itu kehilangan kesempatan untuk menerima berkat dan pengetahuan yang Yesus akan berikan karena mereka gagal menerima dan menghormati Yesus. Mereka gagal untuk bisa menilai bobot dan nilai daripada Yesus. Kenapa jemaat itu gagal untuk menghormati Yesus? karena mereka merasa gengsi / sombong / mengakui bahwa Yesus bisa membantu mereka apalagi setelah mereka tahu bahwa saudara-saudara Yesus bukanlah "siapa-siapa". Bukankah kita terkadang seperti jemaat itu? Kita malu untuk bercerita tentang masalah kita kepada orang terdekat kita. Kita lebih cenderung mencari orang yang tidak terlalu mengenal kita dan kemudian mencurahkan masalah kita kepada mereka. Tahukah Anda bahwa yang bisa menolong kita sebenarnya adalah orang-orang terdekat kita?

Ada sebuah sistem yang bermain yaitu ini : sadarkah Anda apabila mau mendapatkan yang terbaik dari orang lain, belajarlah untuk menghormati orang lain. Ambil contoh seorang diva. Anda menjemput diva tersebut dengan mobil pick-up dan Anda memberikan sebuah penginapan bintang dua kepada diva tersebut. Ya benar bahwa diva tersebut akan menjalani apa yang dikontrak saja. setelah selesai, ia akan pergi. Tetapi apabila Anda menghormati benar diva tersebut, anda memperlakukan diva tersebut dengan perlakuan yang sesuai dengan nilainya secara baik dan benar. Diva tersebut akan memberikan yang terbaik. Bisa jadi di kontrak ia hanya bernyanyi 10 lagu, namun karena ia puas dengan servis yang Anda berikan, ia bernyanyi hingga 15 lagu. Yesus menyadari benar akan sistem ini. Mari kita baca di kitab Lukas. Lukas 19:1-8 19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Hanya karena Yesus bertemu dan menghormati Zakheus yang sudah bersusah payah memanjat pohon untuk melihat diriNya, Zakheus berubah sikap. Ia mau mengembalikan setengah dari hartanya. Kita tidak bisa mendapatkan yang terbaik dari seseorang dengan cara menjatuhkan orang tersebut, atau menggosipkan yang tidak benar dari orang tersebut. Hormat adalah sikap hati terlebih dahulu baru kemudian tindakan. Amsal 15:33 " Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan." Balik lagi ke jemaat di kitab Markus di atas. Jelas bahwa jemaat di kitab tersebut tidak memiliki kerendahan hati untuk mau menerima Yesus. Yesus terlalu besar dan tidak selevel dengan mereka. Dan buruknya jemaat itu ingin agar Yesus menurunkan levelnya agar Yesus selevel dengan mereka. Yesus tidak bisa berbuat apa-apa karena memang levelnya jauh diatas mereka. jadi, kita tidak bisa menghormati orang lain apabila kita juga tidak memiliki kerendahan hati untuk mengakui orang tersebut lebih tinggi levelnya dari kita. Maukah Anda datang ke pesta yang di khususkan untuk adik Anda yang posisinya adalah direktur, sedangkan Anda hanya staff? Kebanyakan dari kita menghindari pesta tersebut, karena harga diri kita. Kita tidak mau mengakui bahwa adik kita yang direktur itu sudah

melampaui level kita. Kita cenderung ingin adik kita ada di bawah level kita hanya karena kita lebih tua daripadanya. Bisakah Anda merendahkan hati Anda untuk menghormati orang lain? Karena apabila Anda mau yang terbaik dari Yesus, yang perlu Anda lakukan adalah menghormatiNya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->