Tajuk: Apakah aku orang Kristen yang cemerlang? 1.

MENEPATI waktu Tuhan Paulus memberikan nasihat dalam Ef 5:15-17 agar kita tidak hidup sebagai orang bebal tetapi sebagai orang arif. Kita memerlukan hikmat untuk menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya dan pertanyaannya adalah hikmat seperti apakah yang kita perlukan untuk dapat hidup berkenan kepada Tuhan. Musa memberikan nasihat kepada kita untuk menghitung hari-hari kita, yang berarti kita harus memikirkan, merenungkan tentang waktu dan hubungannya dengan hidup kita dimana tujuannya adalah untuk mendapatkan pengertian akan, apakah itu waktu, apakah itu makna dan apakah hikmat yang dibutuhkan untuk menjalani hidup ini. Waktu merupakan media dimana manusia membentuk sejarah hidupnya. Manusia adalah pelaku sejarah. Melalui tindakan-tindakannya di dalam waktu yang diberikan Tuhan maka ia membentuk kisah hidupnya. Waktu yang kita jalani adalah waktu yang sama tetapi waktu yang sama ini akan kita responi, tanggapi dan kita isi dengan sikap dan tindakan yang berbeda. Dan melalui semua ini akan terbentuklah satu pribadi dengan karakter yang unik, yang satu mulia dan yang satu hina. Salah satu penghukuman di sorga adalah penyesalan karena kita salah menjalani hidup dengan suatu kualiti yang amat rendah. Di dalam kekekalan, ada orang yang menyesal mengapa di dalam hidup ini mereka menolak Kristus dan menjalani hidup yang jahat sehingga hidup mereka hancur di kekekalan dan tidak dapat diperbaiki lagi. Tetapi orang-orang Kristen pun mungkin juga menyesal di kekekalan karena mereka tidak maksimal di dalam kehidupan di dunia ini. Waktu dan sejarah adalah pelaksanaan maksud Allah di dalam dunia ini. sebelum Allah menciptakan manusia, Ia terlebih dahulu menciptakan ruang dan waktu, dimana manusia tidak dapat lepas dari kedua hal ini. Ketika kita masih hidup, itu bererti kita masih mempunyai waktu, ketika kita tidak mempunyai waktu lagi maka itu bererti kehidupan kita sudah lewat. Kita menolak dengan tegas akan konsep-konsep waktu yang salah, seperti misalnya falsafah Hindu yang melihat waktu sebagai pengulangan. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan maksud dan Allah yang menciptakan waktu juga akan mengakhiri waktu. Di dalam waktu-waktu yang kita lalui tidak ada hal yang KEBETULAN. Maksud Tuhan terkandung di dalam semuanya itu sehingga kita tidak pernah boleh berkata bahwa hidup kita ini tidak berarti dan hanya dikuasai oleh NASIB yang tak terkendalikan. Biarlah ini mendorong kita untuk mencari tahu apakah maksud Tuhan di dalam kehidupan kita. Biarlah kita tidak meremehkan kehidupan kita yang sekarang ini. Banyak orang bermimpi untuk menjadi bintang, tetapi hal itu tidak akan terjadi tanpa harus melalui saat-saat yang biasa, iaitu saat mereka di kamar dan belajar atau saat mereka berada di sekolah. Semua moment yang begitu mengagumkan terjadi melalui persiapan yang mereka jalani saat mereka sedang studi dan saat mereka belum ada apa-apanya. Luk 9:57-62 Tuhan Yesus memberikan 3 contoh negatif agar kita semua pengikutnya secara serius supaya mampu menepati masa dan panggilsn Allah bagi Kita Konteks cerita ini dimulai dengan pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus (Luk 9:43b-45). Ketika menyampaikan berita tentang penderitaanNya, Tuhan Yesus sedang berbeban berat dan bersusah hati. Namun para muridNya tidak menghiraukan kesusahan dan penderitaan Sang Guru melainkan mulai mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka. Seterusnya dengan cerita seseorang yang bukan murid Yesus tapi mampu mengusir setan seperti yang dilakukan oleh para murid (Luk 9:49-50) sehingga melihat kenyataan tersebut, mereka menjadi kebingungan dan berkata, “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi namaMu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” 1

Kemudian Lukas menceritakan 3 contoh yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk menunjukkan bahwa kedua di atas tidak sesuai dengan model pengikut Yesus yang cemerlang supaya semua orang Kristen dapat mengevaluasi diri karena sesungguhnya mengikut Yesus menyangkut keseluruhan integriti seseorang. Dikatakan dalam Luk 9:57, “Ketika Yesus dan murid-muridNya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi.” Komitmen yang ditunjukkan dengan bersemangat seperti sangat baik namun Tuhan Yesus yang telah mengetahui maksud dan tujuannya, memberikan respon negatif dengan mengatakan, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya” (Luk- 9:58) yang bererti bahwa tidak ada yang dapat diharapkan dariNya karena Ia tidak dapat dimanipulasi oleh siapapun. Contoh pertama ini memperlihatkan adanya masalah motivasi dalam mengikut Yesus. Banyak orang telah menyaksikan berbagai mukjizat yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus dan sebagian besar dari mereka berpikir bahwa mengikut Dia merupakan suatu keuntungan besar karena Ia sanggup memberikan kenikmatan hidup di dunia ini. Dengan kata lain, mereka bersedia mengikut Dia karena adanya prospek yang dikejar iaitu harapan mereka bahwa suatu saat nanti Tuhan Yesus akan menjadi raja atas bangsa Israel dan salah satu di antara mereka akan diangkat menjadi perdana menteri, sedang murid yang lain akan mendapatkan posisi di senat. Motivasi semacam ini mutlak salah dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga perlu dimurnikan dari penyelewengan motivasi yang disebabkan oleh keinginan pribadi. Kes seperti ini terjadi tidak hanya pada zaman dulu tapi hingga saat ini. Banyak orang Kristen mengikut Yesus dengan motivasi yang salah antara lain untuk mencari kenikmatan hidup dan menghindari kesusahan, masalah serta penderitaan dan sebagainya. Luk 9:59 dicatatkan bahwa Tuhan Yesuslah yang berinisiatif kali ini dengan berkata, “Ikutlah Aku.” Tetapi orang yang diajakNya memperlihatkan keberatan dengan menjawab, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”. “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana” (Luk 9:60). Ungkapan ‘menguburkan bapaku’ bukan bererti ayahnya telah meninggal tapi menunjukkan bahwa seorang anak dianggap sudah menyelesaikan tanggung jawabnya kepada orangtua setelah mereka meninggal. Jika mereka masih hidup maka si anak harus taat mutlak kepadanya(bapanya). Menurut logika manusia, budaya ini memang wajar namun dalam prinsip kebenaran firman Tuhan, konsep ini sangat tidak wajar dan bersifat merusak karena Kekristenan menuntut setiap anak Tuhan untuk mengetahui dan memahami ordo secara tepat. Sudah selayaknya, seorang anak harus tunduk kepada orangtua tapi ia harus lebih tunduk kepada Tuhan daripada orangtuanya karena otoritas Tuhan berada di posisi yang lebih tinggi daripada orangtua. Sedangkan ungkapan ‘orang mati menguburkan orang mati’ secara esensial mempunyai pengertian bahwa biarlah orang yang binasa karena melawan Tuhan, menguburkan sesamanya. Selanjutnya, Tuhan memerintahkan, “Pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah” sebagai bukti keselamatan seorang anak Tuhan. Tuhan Yesus tidak lagi berinisiatif mengajak melainkan manusia kembali menunjukkan inisiatifnya untuk mengikut Dia namun masih disertai dengan suatu keberatan, “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku” (Luk 9:61). Maka respon negatif segera diberikan oleh Tuhan Yesus, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:61). Kebiasaan minta izin ini seringkali membahayakan Kekristenan sehingga harus diwaspadai. Jika mau mengikut Dia, Tuhan Yesus menuntut jemaatNya untuk tidak menengok ke kanan dan kiri lalu minta izin untuk berhenti sejenak, 2

karena banyaknya godaan di sekeliling yang sanggup memancing mereka untuk keluar dari jalur Tuhan. Jadi, pengikut Yesus cemerlang adalah mereka yang mengikut Dia dengan motivasi murni iaitu menyedari bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan dan perlu berjalan seiringan dengan panggilan. Motivasi ini harus disertai dengan keseriusan, penuh kesediaan dan menepati masa terhadap panggilan Tuhan. Semua ini dapat dicapai dengan berjalan lurus dan mengikut Dia dan melihat kepada perkembagan dunia dan berjalan seiringan dengan waktu Tuhan dan arus dunia. 2. MERELAKAN diri dipakai Tuhan Kerelaan melepaskan hak dan milik yang harus dipertahankan hingga menimbulkan suatu kerendahan hati. Alkitab memberikan suatu paradoks yang berlawanan dengan konsep dunia iaitu bahwa jika sesuatu itu dipertahankan maka hal itu akan hilang tapi sesuatu yang dilepaskan akan didapat. Di dalam kebenaran, setiap hal yang dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan hak yang dengan rela dilepaskan maka saat itulah semuanya akan dapat diperoleh. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan bahwa jika seseorang mempertahankan nyawanya maka ia akan kehilangan nyawanya. Kalau ia rela melepaskan nyawanya karena Tuhan maka ia akan mendapatkan nyawanya. Kristus pun telah memberi teladan yang cemerlang dengan melepaskan hak keallahanNya dengan kemurnian dan ketulusan jiwa pelayanan karena BapaNya akan meninggikan Dia hingga semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Dialah Tuhan demi kemuliaan Allah Bapa. Tapi ini bukan berarti Kristus melepaskan hakNya demi mendapatkan peningkatan itu. Justru ketika seseorang dengan kerelaan yang murni bersedia merendahkan dirinya maka pada saat itulah orang lain, yang mengerti akan kebenaran, menghormatinya dan Tuhan sendiri akan melihat kebaikan kita sebagai anakNya dan menghargainya serta memberikan suatu imbal balik dan mengembalikannya pada posisi/keadaan yang seharusnya karena keadilan Tuhan tetap berjalan secara seimbang. Tidak seharusnya manusia mencari identiti diri tetapi biarlah Tuhan yang memposisikannya pada identiti yang seharusnya. Kerelaan untuk melayani demi tercurahnya berkat Tuhan atas orang lain dan demi kemuliaan Tuhan. Dalam Yoh 5, kedatangan Tuhan Yesus datang ke dunia ini bukan untuk menjalankan pekerjaan dan keinginanNya sendiri tapi untuk menyenangkan hati BapaNya dengan menggenapkan perintah Bapa kepadaNya walaupun sesungguhnya Ia tidak menyukai penderitaan bahkan Ia harus mati untuk menebus dosa orang banyak. Jikalau semua orang Kristen mempunyai jiwa seperti ini maka kehidupan mereka akan kembali pada citra Tuhan yaitu hidup untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi pertumbuhan iman banyak orang. Terkadang ada anak anak Tuhan berhenti melayani karena merasa kesal, kecewa dengan sifat sifat teman pelayanan. Ketika muncul tekanan/kekecawaan yang berat maka ia langsung berhenti karena tidak rela berkorban dan berjuang demi pelayanan. Seringkali manusia tidak rela untuk menjalani kehidupan yang sengsara sepanjang umurnya dengan segala kesulitan, masalah dan tantangan karena ia telah kehilangan integritasnya dan tidak siap hati lalu pada akhirnya mengganggu kesetiaan dan mulai bermain-main dengan dosa, nafsu dan keduniawian. Sebenarnya, jiwa seorang hamba harus memiliki kerelaan untuk bertahan sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk dapat melayani Tuhan, diperlukan kesetiaan dan integritas hidup. Alkitab mengatakan, jika seseorang sedang menjalankan suatu pelayanan maka hendaklah melayani dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya di hadapan pimpinan. Ketika belajar melayani Tuhan dan bekerja di tengah dunia ini, biarlah jiwa hati hamba seperti TuhanYesus menjadi suatu spirit kerja, baik di dalam pekerjaan Tuhan maupun di dalam pekerjaan 3

sehari hari. Bekerja di mana pun, belajar dimana pun seharusnya orang Kristen mengerjakan sesuatu yang sangat bermanfaat dan bernilai tinggi, berdaya saing hingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan mengajarkan jiwa seorang pelayan karena justru semangat itu akan menjadikan hidup manusia semakin berbuah limpah. Tapi jika berkat-berkat itu mulai diperhitungkan maka berhentilah semua berkat. 3. MEMBERI untuk Tuhan Setiap janji Tuhan Allah adalah "Ya dan "Amin". Janji Tuhan itu akan tergenapi bilamana kita melakukan bagian-bagian yang harus kita laksanakan seperti yang tertulis dalam Firman-Nya. Hal ini sangatperlu bagi anak-anak Tuhan untuk mengerti akan kebenaran Firman Allah mengenai hidup berkelimpahan dalam Tuhan, karena Firman Allah tidak pernah gagal dan pasti tergenapi. Bukan hanya berkelimpahan dalam rohani saja, tetapi juga jasmani. Apa yang anda tabur, itu juga yang akan anda tuai. Bawalah persembahan perpuluhan dan kembalikan pada Tuhan (Maleakhi3: 8-10). a. Perpuluhan itu milik Allah (bukan memberi perpuluhan tetapi mengembalikan milik Tuhan), oleh karena itu kita perlu mengembalikan-nya. Kita tidak akan diberkati Tuhan jika kita tidak mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Tetapi kalau kita mengembalikannya maka Tuhan akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-berkatNya sampai berkelimpahan. b. Perpuluhan harus diberikan kedalam rumah perbenda-haraan. Di dalam konteks ayat ini , rumah perbendaharaan adalah tempat dimana saudaramenerima makanan rohani , pelayanan , danpertumbuhan yaitu di Gereja Lokal dimana saudara berbakti, oleh karena itu persembahan saudara dapat disalurkan lewat gerja saudara. Memberi untuk membangun rumah Tuhan mendatangkan berkat. (Hagai 2:16-20). Berkat turun atas orang-orang yang memperhatikan keadaan rumah Tuhan dan membangun rumahNya. (Daud dan Salomo diberkati karena Tuhan berkenan atas pembangunan Bait Suci) . Sudahkah saudara mengambil bagian dalam pembangunan Gereja Tuhan?. Memberi persembahan khusus, (Maleakhi 3:8b) a. Persembah ucapa dan syukur, (Mazmur 116: 17). b. Persembahan bagi janda-janda dan yatim piatu (di -akonia). (Ulangan24:19-22) . c. Persembahan ketika datang dihadirat Allah (kolekte dalam setiap persekutuan, juga persekutuan (Ulangan 16: 16c). Cara memberi: Dengan rela (2 Kor8:12), dengan sukacita, jangan dengan sungut sungut, tetapi biarlah walaupun dengan cucuran airmata, tapi pasti menuai dengan sorak sorai (Maz 126:6) Prinsip Alkitab: 'lebih berbahagia memberi daripada menerima" Mari kita mengembalikan perpuluhan sehingga berarti Allah dapat membuka tingkap-tingkap langit bagi saudara. Korban persembahan saudara menentukan ukuran pemberian Allah kembali kepada saudaramelalui tingkap-tingkap langit yang sudah terbuka, (Lukas 6:3 8b) . Lakukan hukum-hukum tabur, dan menuai ini, maka saudara pasti akan diberkati dengan berlimpah-limpah.

4

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful