Hikayat Panji Semirang

Selang berapa hari Galuh Ajeng mendapat kabar bahwa Galuk candra kirana sudah bertunangan dengan Raden Inu Kartapati itu, Galuh Ajeng pun semakin hari semakin bertambah – tambah sakit hatinya kepada Galuh candra Kirana, tambahan pula sang ratu menaruh kasih dan saying pada candra kirana itu. Pada masa itu Galuh Ajeng pun menangislah, hingga matanya balut dan sembah karena pada pikirnya “ Mengapakah kakak cendera kirana dipinang dan aku tiada ? Dan bukankah aku ini anak sang nata juga? Galu Ajeng pun tiada berhenti dari pada berfikir yang demikian itu, serta menangis dengan tangis yang amat sangat setiap pagi dan petang Paduka Ilmu melihat hal anaknya Galuh Ajeng itu matanya balut bekas menangis sakitlah hatinya teramat sangat, lalu menghadap ke bawah duli Sang Nata. Paduka liku itu lalu duduk berderet dengan mahadewi di hadapan sang Nata itu Pada Masa itu Galuh Candra Kirana duduk jauh tanda menghormati pada Ibunya Baginda Sang Ratu Melihat tingkah laku paduka Anan da sangat hormat dan ta’lim itu bertambah – tambahlah belas kasihan hatinya, sebab dilihatnya bahwa puteranya itu mengetahui akan derajat dirinya lemah lembtu segala barang lakun Baginda Sang Nata memanggil candra kirana diajaknya santap, ia pun datanglah dengan ta’limnya menyembah. Lalu santap bersama – sama dengan Sang Nata dan Maha dewi itu setelah sudah santap lalu kembalilah dan masing – masing dirinya oleh dayang – dayangnya setelah masing – masing

disuruh Paduka Liku persembahan ke bawah duli tuanmu Tiada berapa lamanya sampailah ia ke istana itu lalu masuk dengan diam – diam hendak mendapatkan paduka liku itu.sudah tiba ke dalam istanya Paduka luka tiada juga hilang sakit hatinya dan tiada mengetahui apa yang akan dibuatnya Dayang – dayang itu permai itu sehingga tiada tersangka bahwa telah bercampur dengan racun Dayang – dayang itupun berjalan menuju ke istana permaisuri. seraya berdatang sembah katanya : Inilah persembahan Paduka Liku yang tiada dengan sepertinya yang diiringkan dengan sembah sujud. Setelah berjumpa Lalu diberikannya seperti Sirih itu dan dikatakannya segala pesan pertapa . Setelah sampai lalu di persembahkannya persembahan itu dengan manis mukanya.

Betapa Jernih Betapa Suci dan Putih Ku pandang ke dalam O. Sebutir Embun ! O. O.Rindu Dendam Semalam dingin Sekali Kini pagi terang cemerlang Ku angkat kaki melangkah masuk ke dalam taman Udara yang segar Alam yang indah Semua Hijau Semua Hidup Apakah Yang terang cemerlang Tergantung – gantung di ujung bunga bakung itu ? Ku hampin. Keindahan Aku meninjau ke dalam alam Yang tak terbatas jauhnya Langit bercermin dalamnya Matahari berpancaran dalamnya Makin tinggi matahari naik Makin benderang embun itu memancarkan Terang itu keluar Makin kecil juga la Akhirnya lenyap dari pandangan mataku O’Tuhanku Biarlah aku menjadi embunmu Memancarkan terangmu Sampai aku hilang Lenyap Olehnya .

000 maaf terucap untuknya karena aku meninggalkannya tetapi memang itulah inginnya selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah maafkanlah segalanya pernah ku lakukan padamu . Musnah dan Seluruh isi hati brantakan berlahan dia tahu bahwa aku telah mengetahui penyakitnya dia menyuruhku untuk menjauhinya. hingga pada suatu hari ku mengetahui bahwa penyakit yang dirasakannya slama ini merupakan penyakit berbahaya dan menular hanya bias dia dan menangis di belakang Semua terasa hampa. hujan terik kami lewati berdua sehingga pada suatu saat dia jatuh sakit dan sangat membutuhkanku sementara aku harus menyelesaikan akhir studyku dimana banyak tugas – tugas menumpuk yang hancur aku selesaikan semuanya sementara dia sangat membutuhkanku selalu ada disisinya setiap saat ku luangkan waktu curi – curi kesempatan walau hanya beberapa saat tuk menemuinya dan turut merasakan sakit yang dia rasakan walau otakku penuh oleh tugas – tugas studi yang menumpuk aku selalu terlihat tersenyum berusaha tabah menjaga. meninggalkan dan melupakannya untuk selamanya aku tidak dapat menuruti permintaannya aku hanya bias menangis dan menangis Dia berubah sikap selalu marah menyakitiku dan menghancurkan hatiku berharap aku akan meninggalkannya itu yang selalu di harapkan dariku perpisahan di akhir 2011 adapun yang dia inginkan ternyata terjadi juga aku mulai jenuh dengan sikapnya gak tahan dengan kata – kata kasarnya sehingga ku menemukan seseorang yang melepaskanku dari kesakitan ku seseorang yang dapat ku cintai di awal 2012. 1.Awal dan Akhir 2011 Awal 2011 aku mengenal seseorang yang menyayangi dan mencintaiku apa adanya. Baik suka maupun duka selalu ada saat ku butuhkan tertawa. menangis bersama kami rasakan. memenuhi apa yang diinginkannya.

Love Is Cinta Cinta adalah Anugrah Cinta adalah sesuatuyang tak bias dilih at Tak bisa di dengan Tak bisa di raba Tapi cinta hanya bisa dirasakan oleh hati Iman dan cinta harus di terapkan dalam hati Cinta juga jauh di mata dekat dihati Namun tanpa cinta Hidup ini terasa hampa Ya .. Allah Kuatkanlah cintaku padamu Cinta bukanlah saling memandang saja Tetapi melihat keluar bersama – sama Menuju arah yang sama Cintailah agamamu Cintailah Dirimu Cintailah Keluargamu Serta sayangilah kaum mu .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful