Bagi Perguruan Tinggi Negeri

PEDOMAN

PROGRAMMAHASI WAWIRAUSAHA(PMW)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT KELEMBAGAAN TAHUN 2010

Bagi Perguruan Tinggi Negeri

PANDUAN

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT KELEMBAGAAN 2010

.

Diharapkan panduan ini khususnya dapat membantu PTN untuk merencanakan dan mengimplementasikan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada tahun 2010 dengan lebih efektif dan efisien dengan capaian optimal. Dalam rangka keberlanjutan. Program tersebut dilaksanakan diseluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diseleksi oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dengan alokasi dana yang berbeda-beda. program ini juga bertujuan mengembangkan kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Keberhasilan program ini setidak-tidaknya dilihat dari tiga indikator.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) i KATA PENGANTAR Pada tahun anggaran 2009. Sebagai hasil akhir. Jakarta. . diharapkan terjadinya penurunan angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi yang pada kenyataannya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. (b) terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. dan (c) terbentuknya lembaga pengembangan pendidikan kewirausahaan yang tangguh dan mandiri yang mengkordinasikan berbagai kegiatan terkait kewirausahaan di perguruan tinggi yang bersangkutan. yaitu (a) jumlah mahasiswa yang berhasil menjalankan usaha (sebagai wirausaha). Panduan ini disusun berdasarkan hasil revisi sesuai dengan berbagai masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak serta pengalaman pelaksanaan PMW tahun 2009 di berbagai PTN. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. keterampilan dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Januari 2010 Direktur Kelembagaan Hendarman. Kementerian Pendidikan Nasional telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. yang sekaligus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan alokasi dana berbasis kinerja pada tahun anggaran berikutnya. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan.

.

................................................ 16 ............................................................................................................................................................................. BAB VI Pihak Yang Terlibat Dan Peran Masing-Masing BAB VII Indikator Keberhasilan Program BAB VIII Pelaporan.......................................... Kedudukan .......... 11 ............... ..... 10 .........................PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR Daftar Isi BAB I Latar Belakang BAB II Landasan Program BAB III Tujuan Dan Manfaat BAB IV Konsep Program ........................... Persyaratan bagi mahasiswa ............................................................... ................... Skema Pembiayaan C........................... Sifat Dana ........................................ B...................................................................... 17 ................................................ ..................................... Pelaksanaan B............. .............. Skema Pembiayaan Dan Sifat Dana A................................................................................... ... Mekanisme . . BAB V Pelaksanaan........................................................... . C.................... i iii 1 1 3 5 6 6 7 8 8 8 9 A................. 12 ........................................................................................... . Monitoring Dan Evaluasi BAB IX Keberlanjutan Program Lampiran .....................................................

.

1 Mastering Business in Asia: Entrepreneurship |Chris Boulton & Patrick Turner | Wiley MBA Publications Reproduced . 2005)1. Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja. diploma. Untuk pekerja dengan pendidikan diploma hanya sebesar 2. Atas dasar pemikiran tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan Program Mahasiswa Wirausaha PMW. Entrepreneurial Activity diterjemahkan sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persen total penduduk aktif bekerja. dengan tujuan untuk membentuk wirausaha melalui pendidikan tinggi.dan universitas. program Co-op di UKM telah diikuti sebanyak 1196 mahasiswa dari 34 perguruan tinggi. 2009) menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7.44 persen. aktivitas kewirausahaan (Entrepreneurial Activity) yang relatif masih rendah. Hal ini kemungkinan disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan. mulai tahun 2003 dikembangkan program Co-op yang memberikan kesempatan belajar bekerja secara terpadu pada UKM.79 juta orang atau sekitar 2. dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya tercatat sebesar 4. Semakin tinggi indek Entrepreneurial Activity maka semakin tinggi entrepreneurship level suatu negara (Boulton dan Turner. Data lain dari sumber yang sama mengindikasikan adanya kenaikan jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk golongan SMK.87%. Disamping itu. Kemudian. Salah satu program yang telah dikembangkan adalah program Co-op (Cooperative Education Program) sejak tahun 1998. bukannya lulusan yang siap menciptakan pekerjaan.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 1 BAB I LATAR BELAKANG Data dari Badan Pusat Statistik (BPS.55 persen.66 juta orang atau mencapai 4. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program. Dalam keadaan seperti ini maka masalah pengangguran khusunya yang berpendidikan tinggi akan berdampak negatif terhadap stabilitas sosial dan kemasyarakatan. Sampai dengan tahun 2009. Kondisi tersebut di atas didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Kebijakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis IPTEKS sangat diperlukan.

teknologi dan seni. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi.2 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) Pada tahun anggaran 2009. dukungan permodalan dan pendampingan usaha. penyusunan rencana bisnis. . program ini telah dilaksanakan di 83 (delapan puluh tiga) perguruan tinggi negeri dan 179 (seratus tujuh sembilan) perguruan tinggi swasta dibawah koordinasi Kopertis. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang. dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.

menciptakan. sikap. dilatihkan. b. menerapkan cara kerja. Teori yang mengutamakan Tanggapan orang terhadap Peluang. Ciri-ciri 2 1985 Drucker (1985) dalam Innovation and Entrepreneurship . Teori yang mengutamakan Peluang Usaha.New York: Harper and Row. Teori ini disebut teori Ekonomi. Disebut dengan teori perilaku. Teori yang mengutamakan hubungan antara perilaku wirausaha dengan hasilnya. karena semua kegiatan dapat dipelajari. perilaku kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. mitos/kepercayaan bahwa “orang Indonesia itu tidak dapat menjadi wirausaha dan tidak dapat menjadi manajer” dapat diruntuhkan. Kewirausahaan dapat dipelajari dan dikuasai. karena kewirausahaan pilihan kerja dan pilihan karir. b. yaitu yang mencoba memahami pola perilaku wirausaha. Strategi pendidikan yang diwujudkan dalam PMW bertujuan membentuk softskill agar berperilaku sesuai karakter wirausaha.2.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 3 BAB II LANDASAN PROGRAM Pengertian Kewirausahaan adalah semangat.1. Ada tiga tahapan dalam perkembangan teori kewirausahaan: 2 a. . teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Kewirausahaan itu dapat dipelajari walaupun ada juga orang-orang tertentu yang mempunyai bakat dalam hal kewirausahaan. Teori Sosiolog Mencoba menerangkan mengapa beberapa kelompok sosial menunjukkan tanggapan yang berbeda terhadap peluang usaha b. yaitu wirausaha akan muncul dan berkembang apabila ada peluang ekonomi. Kewirausahaan adalah suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai risiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan. Dari ketiga teori diatas. Teori Psikologi Mencoba menjawab  Karakateristik perorangan yang membedakan wirausaha dan bukan wirausaha  Karakteristik perorangan yang membedakan wirausaha berhasil dan tidak berhasil c. dan dapat dikuasai.

mengembangkan pemasaran. meningkatkan pengelolaan keuangan dan permodalan. Berpandangan luas dan memiliki visi ke depan f. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan g. Mampu bekerja keras e. dan mengembangkan jalinan kemitraan usaha. mengelola produksi. Tanggap terhadap saran dan kritik Ciri tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai kemampuan seperti dalam memilih jenis usaha. Memiliki rasa percaya diri dan mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungannya b. . keuletan. Memiliki inisiatif.4 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) seorang wirausaha meliputi : a. mengorganisasikan dan mengelola kelompok usaha. kegigihan. Berperilaku pemimpin c. berperilaku kreatif dan inovatif d.

Bagi Perguruan Tinggi :  Meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan  Mempererat hubungan antara dunia akademis dan dunia usaha. B. Bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) :  Mempererat hubungan antara UKM dengan dunia kampus. Tujuan 1. Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi 2.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 5 BAB III TUJUAN DAN MANFAAT A. . Bagi Mahasiswa :  Memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dengan kondisi dunia kerja guna meningkatkan soft skill.  Memberikan kesempatan langsung untuk terlibat dalam kegiatan nyata di UKM guna mengasah jiwa wirausaha. 2.  Memberikan akses terhadap informasi dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi 3. Manfaat: 1. Mendorong terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi 3. khususnya UKM  Membuka jalan bagi penyesuaian kurikulum yang dapat merespon tuntutan dunia usaha  Menghasilkan wirausaha-wirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan.  Menumbuhkan jiwa bisnis (sense of business) sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelembagaan pengelola kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi.

penyusunan rencana bisnis sambil magang di sebuah UKM. UKM. Kelayakan recana bisnis ditentukan oleh tim seleksi yang dapat terdiri dari unsur perbankan. Program Co-op. pembekalan kewirausahaan.000. penyusunan rencana bisnis. KKU. mulai dari pendidikan dan pelatihan. 2.000. antara lain. baik UKM. Selama program berjalan perguruan tinggi bekerja sama dengan para pengusaha. Pengusaha dilibatkan secara aktif untuk memberikan bimbingan praktis wirausaha. 5. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pendirian usaha baru dapat dilakukan secara perorangan (individu) atau secara berkelompok. dan perguruan tinggi pelaksana. . magang. Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lain. Mahasiswa yang pernah mengikuti program magang kewirausahaan (Program Co-op. Pada tahap pertama perguruan tinggi pelaksana program melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa. koperasi maupun perusahaan besar. 3.6 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) BAB IV KONSEP PROGRAM A. dan pendampingan terpadu. Diperlukan terjadinya sinergi atau komplementaritas antara jenis usaha yang dikembangkan mahasiswa tersebut dan jenis usaha UKM pendamping. dan program kewirausahaan lain) atau telah menjalankan usaha dapat dibebaskan dari kewajiban magang. Kedudukan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) merupakan salah satu program dalam sistem pendidikan yang ada di perguruan tinggi.000. Mekanisme 1. 40.000. Jumlah modal kerja yang disediakan untuk pendirian usaha maksimal Rp 8. PMW harus terintegrasi dengan pendidikan kewirausahaan yang sudah ada.00 (delapan juta rupiah) per mahasiswa. PMW hendaknya disinergikan dengan program-program yang sudah ada. Apabila berkelompok maka jumlah anggota maksimal 5 (lima) orang dengan jumlah modal kerja maksimal Rp. Pelaksanaan pendampingan usaha dilakukan dengan kerjasama antara perguruan tinggi dan UKM hingga usaha mahasiswa berkembang dengan baik. 4. identifikasi dan seleksi mahasiswa.00 (empat puluh juta rupiah). Harus dihindari terjadinya persaingan yang tidak sehat antara mahasiswa dan UKM pendamping. B. Dengan demikian. Pada tahap kedua dalam rangka mendapatkan dukungan permodalan dalam rangka pendirian usaha baru (business start-up) mahasiswa harus menyusun rencana bisnis yang layak.

Model Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) C.000. PERGURUAN TINGGI Mahasiswa I N P U T Wirausaha berpendidikan tinggi DIKLAT PENDIRIAN USAHA BARU Max Rp 8 juta/mhs MAGANG Perencanaan Bisnis PENDAMPINGAN USAHA TERPADU BERKELANJUTAN O U T P U T “lembaga pengelola kewirausahaan mahasiswa” UKM Basis IPTEKS Skema 1. Mahasiswa program diploma dan politeknik yang telah menyelesaikan kuliah 3 semester atau minimal telah menempuh 60 SKS. Hasil akhir yangakhirdiharapkan adalah : : Hasil yang6.terangkum dalam Skema 1 di bawah Model program seperti diuraikan diatas terangkum dalam Skema 1 di bawah ini.000. sedangkan UKM merupakan tempat magang dan yang mempunyai pengalaman praktis berusaha.000. Terbentuknya dan berkembangnya wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi berpendidikan tinggipendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi b. Persyaratan bagi mahasiswa 1. a. 3. Model Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Skema 1.00 (empat puluh juta rupiah).pendirian usaha maksimal Rp 8. UKM. 4. Seleksi dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari unsur perguruan tinggi. Keterlibatan pihak-pihak tersebut penting mengingat mahasiswa harus didampingi oleh mentor dari perguruan tinggi yang terlibat langsung dalam proses pendidikan kewirausahaan. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa S1 Universitas / Institut / Sekolah Tinggi yang telah menyelesaikan kuliah 4 semester atau minimal telah menempuh 80 SKS. dan perbankan merupakan fihak yang terkait serta berpengalaman dalam hal kelayakan finansial. 40. Bertumbuhkewirausahaanberkembangnya kelembagaan pengelola kewirausahaan dan mahasiswa di perguruan tinggi. 9 2. dan perbankan.000. Apabila berkelompok maka jumlah anggota maksimal 5 (lima) orang dengan jumlah modal kerja maksimal Rp. ini. Panduan PMW PTN 2010 . PEDOMAN perguruanPENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 7 6. Mahasiswa yang telah memenuhi syarat di atas diharapkan menempuh seleksi yang meliputi aspek minat. 5.00 (delapan juta rupiah) per mahasiswa. motivasi berwirausaha. Terbentuknya dan berkembangnya wirausaha-wirausaha baru yang a. Pelaksanaan pendampingan usaha dilakukan dengan kerjasama antara hingga usaha mahasiswa berkembang dengan baik. kelayakan usaha dan soft skills. Terbentuknya model b. Bertumbuh dan berkembangnya kelembagaan pengelola c. mahasiswa diatasModel program diseperti diuraikan perguruan tinggi. Terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi c.

Pendampingan terpadu oleh tim Pembina/pembimbing dari Perguruan Tinggi dan UKM guna membantu berbagai kesulitan yang dihadapi. dan (3) modal usaha.Monitoring dan Evaluasi program Jangka Waktu Maksimal 2 bulan Keterangan 2 Maksimal 3 bulan 3 Minimal 5 bulan .pencairan modal kerja . Skema Pembiayaan Pembiayaan program berasal dari Pemerintah dengan alokasi bantuan antara lain untuk : (1) pengelolaan.seleksi rencana bisnis yang dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga (perbankan. hal ini untuk membantu keberhasilan program. Tabel 1. Rincian masing-masing adalah sebagai berikut: 1.Identifikasi dan seleksi mahasiswa peserta program . maka tahapan yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi minimal mencakup tahapan: (1) persiapan. PMW harus menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa selama masa studi di Perguruan Tinggi. . Tahapan Pelaksanaan Program Mahasiswa Wirausaha No Tahap/Kegiatan 1 Persiapan . meliputi antara lain : a) Kesekretariatan (ATK) . Pelaksanaan : Sebagai strategi pendidikan. Agar PMW dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada mahasiswa.Penyiapan tim pelaksana dan materi pembekalan Pembekalan .Penyusunan rencana bisnis (business plan) .Sosialisasi program kepada para mahasiswa . (2) pendidikan dan pelatihan. perusahaan) .8 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) BAB V PELAKSANAAN.pendidikan dan pelatihan kewirausahaan .magang ke UKM Tahap pelaksanaan dan Monitoring .selesai Terhitung sejak dana diterima oleh mahasiswa B. Pendampingan perlu secara berkelanjutan dan tidak tergantung tahun anggaran.Mahasiswa atau kelompok mahasiswa memulai bisnis (start – up business) baru yang dipilih sesuai dengan rencana bisnisnya . SKEMA PEMBIAYAAN DAN SIFAT DANA A. (2) pembekalan dan (3) pelaksanaan program (lihat tabel 1). Pengelolaan program oleh Perguruan Tinggi (10%).

8.000. perguruan tinggi yang paling efisien dalam penggunaan dana dan dengan jumlah mahasiswa peserta program yang lebih banyak terlibat akan mendapatkan jumlah hibah yang lebih besar secara proporsional. 3.8.(delapan juta/mahasiswa) atau berkelompok yang terdiri dari maksimum 5 orang/kelompok dengan dana maksimum 40 juta/kelompok usaha. Skema penyediaan modal kerja dan mekanisme pencairan dana kepada para mahasiswa diatur secara tersendiri oleh perguruan tinggi pengelola program. Setiap perguruan tinggi diberikan kewenangan untuk mengelola dana modal usaha tersebut secara bertanggung jawab. maka setelah bulan ke-5 mahasiswa peserta program diwajibkan memulai melaporkan perkembangan usahanya secara lebih terperinci kepada perguruan tinggi pengelola program. perguruan tinggi yang tidak efisien dalam penggunaan dana akan dikurangi jumlah hibahnya secara proporsional pula.. Bantuan modal usaha untuk memulai bisnis (start-up business) (70%) yang besarnya maksimum Rp.000.000. Sebagai bahan evaluasi keberlanjutan dukungan program dari pemerintah untuk tahun-tahun berikutnya. yang akan dipergunakan untuk modal usaha kepada para mahasiswa.000. Penentuan kinerja akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang dirumuskan oleh suatu tim yang dibentuk oleh Direktorat Kelembagaan. 2. Sebaliknya. Bantuan modal usaha sebesar maksimum Rp.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 9 b) Sosialisasi program kepada Mahasiswa dan pengusaha UKM c) Seleksi Mahasiswa d) Seleksi UKM mitra e) Lokakarya-lokakarya f) Monitoring (sedang dan pasca magang) g) Evaluasi pelaksanaan program 2. 4.00 (delapan juta rupiah/mahasiswa) dalam Program Mahasiswa Wirausaha ini merupakan hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). C. Besarnya dana tergantung pada jenis usaha dan rencana bisnis yang diajukan mahasiswa. efektif dan efisien. . Sifat Dana 1. Untuk menunjang keberlanjutan program dan modal kerja yang telah diberikan. meliputi antara lain : a) Pelatihan Kewirausahaan b) Seleksi Rencana Bisnis (Business Plan) c) Pendampingan oleh Mentor Perguruan Tinggi d) Pendampingan usaha oleh UKM 3. Pendidikan dan pelatihan Kewirausahaan serta Magang (20%).

Mahasiswa peserta PMW wajib: a. memberikan saran-saran pengembangan usaha 5. membuat laporan reguler mengenai perkembangan usaha 3. Pemerintah Daerah cq. konsultasi mahasiswa 4. Perguruan Tinggi. Pengusaha: a. melaksanakan magang di UKM d.10 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) BAB VI PIHAK YANG TERLIBAT DAN PERAN MASING-MASING Dalam program ini terdapat 5 (lima) pihak yang terlibat secara aktif dengan peran sebagai berikut: 1. mendirikan dan menjalankan usaha f. memfasilitasi pelaksanaan PMW b. mengikuti pembekalan c. kegiatan pembekalan kewirausahaan d. melakukan bimbingan dan pendampingan usaha secara praktis b. dsb. kegiatan monitoring dan evaluasi program e. mediasi antara UKM dan mahasiswa c. memfasilitasi pengembangan jejaring bisnis . sosialisasi program kepada mahasiswa dan UKM b. melakukan : a. pendampingan b. dinas yang membidangi koperasi dan UKM: a. identifikasi dan seleksi mahasiswa dan UKM c. manajemen. menandatangani perjanjian dengan perguruan tinggi pelaksana untuk memberikan bantuan modal kerja bagi mahasiswa PMW selanjutnya g. perijinan. informasi pasar. pelaporan kegiatan 2. monitoring dan evaluasi kegiatan mahasiswa d. sebagai pengelola program. membantu mahasiswa peserta PMW dalam memulai dan mengembangkan usaha baik dari segi teknis. menyusun rencana bisnis e. Dosen / Mentor melakukan: a. c. mengikuti seleksi b.

jumlah mahasiswa yang terlibat b. jumlah mahasiswa yang memulai bisnis (wirausaha) c. keterlibatan berbagai pihak yang relevan dalam pelaksanaan program 3. jumlah unit bisnis yang berhasil diciptakan dan dikelola d. (3) terbentuk dan berkembangnya kelembagaan pengelola kewirausahaan. 1. (2) terbentuk dan berkembangnya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Mahasiswa Wirausaha 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa 2) terbentuknya jejaring bisnis b. Model Pendidikan Kewirausahaan a. pendidikan dan pelatihan kewirausahaan b. Lembaga Pengelola Kewirausahaan Perguruan Tinggi a. jumlah pengusaha yang terlibat dan tingkat kepuasan mereka terhadap pelaksanaan PMW f.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 11 BAB VII INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM Keberhasilan program dapat dilihat tercapai-tidaknya tujuan program yang terdiri dari : (1) mahasiswa yang terlibat dan unit bisnis yang berhasil dikembangkan. efektifitas dan efisiensi penggunaan dana g. eksistensi lembaga pengelola kewirausahaan . keberlanjutan program e. Unit Bisnis 1) meningkatnya jangkauan pasar 2) terkendalinya kelancaran cash flow 3) meningkatnya jumlah dan kualitas tenaga kerja 4) meningkatnya omzet dan aset 5) meningkatnya jumlah dan variasi inventori kewirausahaan 2. Mahasiswa Wirausaha dan Unit Bisnis a.

Garis besar Laporan Garis besar laporan mengikuti tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi : a) persiapan (sosialisasi. Tujuan Pelaporan Laporan pelaksanaan PMW bertujuan untuk mengetahui : 1. mentor. model / pola pelaksanaan PMW di setiap Perguruan Tinggi. mahasiswa dan pengusaha. B. A. Garis besar selengkapnya disajikan pada lampiran . C. Garis Besar Dan Format Laporan 1. Laporan Kemajuan menjelaskan perkembangan kinerja dan kegiatan semester pertama tahun berjalan. tingkat kesiapan dan kemampuan Perguruan Tinggi pelaksana dalam implementasi program. tim pelaksana PMW. pencairan modal kerja. 2. Jenis Pelaporan Laporan kegiatan terdiri atas dua laporan sesuai dengan waktu pelaksanaannnya yaitu (1) Laporan Kemajuan dan (2) Laporan Akhir. Inspektorat Jenderal dan pimpinan serta staf pada Direktorat Kelembagaan dan Direktorat lainnya untuk melakukan monitoring dan evaluasi baik yang didasarkan atas laporan maupun melalui tinjauan lapang. kinerja pelaksanaan PMW. khususnya UKM. Laporan Akhir menjelaskan perkembangan kinerja dan tingkat keberhasilan secara menyeluruh sampai akhir tahun pelaksanaan program. dan 4.12 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) BAB VIII PELAPORAN. monitoring dan evaluasi). 3. seleksi dan tim pelaksana) b) pembekalan (Pendidikan dan Pelatihan kewirausahaan. umpan balik (feed back) pelaksanaan PMW oleh Pimpinan perguruan tinggi. pendampingan terpadu. Direktorat Kelembagaan akan membentuk tim yang terdiri dari unsur pakar. c) seleksi rencana bisnis dan d) magang e) pelaksanaan (start-up bisnis. MONITORING DAN EVALUASI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan akan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PMW yang dilakukan perguruan tinggi pelaksana.

Format Laporan a. Sampul Muka Laporan ditulis pada kertas ukuran A4 dengan sampul muka berwarna biru dengan format sebagai berikut : Laporan Kemajuan/Akhir PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) ----nama perguruan tinggi--- Nama Ketua Pelaksana Program Unit Pelaksana Program di Perguruan Tinggi Logo Perguruan Tinggi ----Nama Perguruan Tinggi----Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional 2010 .PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 13 2.

............. : …………........ Ketua Tim Pelaksana a...................... Kota. Jumlah usaha kelompok d.............14 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) b........... Jumlah usaha individual c... Telp/HP/Faks/E-mail : : : : : :. : ....modal kerja mahasiswa ... Perguruan Tinggi f... NIP . Jumlah dana PMW dari DIKTI e. Jumlah dana PMW yang digunakan: .... Unit Pelaksana e... Nama b..... tanggal bulan tahun Ketua Tim Pelaksana Tanda tangan Nama jelas.. : ......... Alamat Kantor g..... ……………………. : …………........... 2............pengelolaan program Kepala Satuan Pelaksana tanda tangan Nama jelas..................... Lembar Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN 1............. : ………….. : . Jabatan/Golongan d....... NIP c......... NIP Mengetahui Pimpinan Perguruan Tinggi Cap dan tanda tangan Nama Jelas.. Jumlah mahasiswa peserta b................... NIP : …….. Pelaksanaan a............ : ………………….....

. Masing-masing laporan diserahkan rangkap 3 (tiga) dan disertai dengan soft copy laporan dalam bentuk CD. Laporan Akhir dikirimkan paling lambat tanggal 30 November 2010. E.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 15 D. 2. Wawancara dengan pimpinan perguruan tinggi. Tindak Lanjut Sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program. mahasiswa peserta dan mentor. Hasil evaluasi laporan dan kunjungan lapang menjadi dasar bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan untuk menilai tingkat kinerja perguruan tinggi dalam melaksanakan program ini yang berimplikasi pada pengalokasian anggaran pada tahun berikutnya. Tim DIKTI akan melakukan kunjungan lapangan. Jadwal Penyerahan Laporan Laporan Kemajuan dikirimkan ke Direktorat Kelembagaan Direktorat Pendidikan TinggaI paling lambat tanggal 31 Juli 2010. Jadwal pelaksanaan kunjungan lapangan akan diberitahukan kemudian. pelaksana program. Dalam kunjungan lapang dilakukan: 1. Peninjauan ke lokasi usaha mahasiswa.

pelaksanaan. pengorganisasian. perguruan tinggi pelaksana harus mempunyai lembaga yang tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) mengelola (perencanaan. . Lembaga dimaksud dapat bersifat formal struktural ataupun fungsional yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan perguruan tinggi. Keberadaan kelembagaan yang bertanggungjawab atas program-program pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu pertimbangan penting bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk memberikan dukungan kepada Perguruan Tinggi yang bersangkutan. pengawasan dan evaluasi) dan mengembangkan (penelitian dan pengembangan) program-program pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa serta program lain yang terkait dengan hubungan antar lembaga.16 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) BAB IX KEBERLANJUTAN PROGRAM Untuk lebih menjamin keberhasilan dan keberlanjutan PMW.

Tim pelaksana 1 Nama Lembaga Pelaksana 2 Struktur dan fungsi Lembaga Pelaksana di PT (disertai bagan) 3 Anggota (jumlah. Garis Besar Laporan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) HALAMAN PENGESAHAN : Ditandatangani oleh Pimpinan Perguruan Tinggi PENGANTAR : Memuat antara lain Visi. dll) II. Mahasiswa dll) peserta yang diundang 6 Respon peserta menurut kategori B. Pendidikan dan Pelatihan kewirausahaan . UKM. PERSIAPAN A. kualifikasi/keahlian. institusi asal) 4 Pihak lain yang dilibatkan (bank. Sosialisasi program : 1 Tujuan sosialisasi 2 Isi / materi sosialisasi 3 Nara sumber 4 Jadwal pelaksanaan sosialisasi 5 Jumlah dan Kategori (Dosen. I. Misi dan Kebijakan PT dalam pengembangan program Kewirausahaan dan posisi PMW ini dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi. institusi asal) 5 Hasil seleksi (rasio pelamar / lolos) C. UKM. Seleksi Mahasiswa 1 Sistem seleksi 2 Metode seleksi 3 Instrumen 4 Pelaksana seleksi (kualifikasi/keahlian. PEMBEKALAN PESERTA A.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 17 Lampiran 1.

kelompok. Magang 1 Ada magang atau tidak (jelaskan alasannya) 2 Kriteria pemilihan tempat magang (UKM. Start-up bisnis 1 Bidang usaha 2 Peran/muatan Ipteks dalam usaha 3 Jenis inovasi (jika ada) 4 Besaran Modal usaha per unit usaha 5 Format usaha (individual. PELAKSANAAN A.18 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 1 Materi pembekalan 2 Lama waktu dan Jadwal pembekalan 3 Instruktur / nara sumber (kualifikasi/keahlian. jumlah anggota/program studi) 6 Lokasi usaha B. Monitoring 1 Tujuan dan jadwal monitoring 2 Instrumen monitoring Pelaksana program kepada mahasiswa PMW . institusi asal) 2 Kriteria seleksi 3 Metode seleksi C. institusi asal) B. dll) 3 Lama pelaksanaan magang III. laboratorium. Pencairan modal kerja 1 Aturan dan Prosedur pencairan dana modal kerja (disertai bagan) 2 Keterlibatan perbankan (jika ada jelaskan) 3 Keterlibatan Mentor dan pihak lain (jika ada jelaskan) C. Seleksi rencana bisnis 1 Tim seleksi (kualifikasi/keahlian. Pendampingan terpadu 1 Kriteria pemilihan mentor 2 Metode pendampingan 3 Peran mentor dari PT dan dari Tempat magang D.

Fakultas 2. Keterlibatan Lembaga/Unit dalam PT 1. Jumlah tenaga kerja h. Pendidikan/pelatihan/magang 3. Perbankan 4.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 19 3 Pelaksana monitoring 4 Hasil Monitoring kepada Mahasiswa PMW. Program studi 3.) H. meliputi antara lain : a. Pemerintah daerah 3. Persiapan 2. Kelancaran Cash flow g. Unit lain (LPPM. Jumlah dan variasi inventori j. Pelaksanaan G. Skema Pembiayaan (diperinci ) : 1. Jangkauan pasar lebih luas f. Jejaring bisnis E. Keterlibatan Lembaga / Pihak di luar PT 1. Perkembangan bisnis e. Keterampilan dan sikap Wirausaha c. Pengelolaan program 2. Jumlah omzet dan aset i. Jadwal pelaksanaan : 1. Asosiasi 5. Pengetahuan Kewirausahaan b. Pembekalan 3. Kemampuan mengelola bisnis d. Lembaga lain . Modal kerja / start-up bisnis F. dsb. Pengusaha 2.

20 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) I. Keberlanjutan Menjelaskan (i) ada tidaknya lembaga khusus yang menangani PMW sesuai dengan tupoksinya atau upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pembentukan lembaga tersebut. (ii) konsep penanganan UKM Mahasiswa pasca PMW ini. V. jelaskan berbagai permasalahan yang dihadapi mulai dari persiapan awal sampai dengan pelaksanaan dan pelaporan. . dan (iii) Konsep pengembangan PMW supaya menjadi bagian integral dalam pembinaan soft skill dan kewirausahaan mahasiswa IV. dan deskripsikan faktor-faktor yang turut mempengaruhi permasalahan tersebut muncul. PENUTUP Berisi kesimpulan pelaksanaan program dan rekomendasi perbaikan pelaksanaan PMW di waktu yang akan datang. Deskripsikan pula solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut. Daftar permasalahan beserta alternatif solusinya disusun dalam bentuk tabel. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DAN ALTERNATIF SOLUSI Dalam bab ini.

) 6. Daftar Mentor 5. Tabel mahasiswa PMW yang lolos seleksi/dibiayai dan menjalankan bisnis (contoh Tabel) 3.PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) 21 Lampiran 2. Daftar Mitra lain yang terlibat (UKM. Kelengkapan lampiran yang diperlakukan 1. Contoh Kontrak kerja antara PT dengan mahasiswa 4. Daftar permasalahan dan alternatif solusi . Tabel jumlah mahasiswa : · yang mendaftar · peserta pelatihan kewirausahaan · peserta magang · lolos seleksi rencana bisnis · memulai bisnis (business start-up) 2. Dinas. SK Penetapan Mahasiswa sebagai penerima dana PMW 8. Perbankan. dll. SK Tim pelaksana 7.

Kampus/Desa/ Kota) Mentor Kondisi bisnis * (A/B/C) * Kondisi bisnis : A = belum mulai (mahasiswa belum melaksanakan rencana bisnisnya) B = persiapan (mahasiswa sudah mulai melaksanakan tahap awal rencana bisnis) C = sudah berjalan (mahasiswa sudah melaksanakan rencana bisnisnya dan menghasilkan barang/jasa) Tabel Daftar Mentor No Nama Bidang Keahlian Jumlah Kelompok yang Ditangani Bidang usaha dari UKM Mahasiswa Tabel Daftar Mitra Kerja No Nama Lembaga Peran dalam Pelaksanaan PMW . Contoh tabel-tabel Tabel Jumlah Mahasiswa Pendaftar Peserta Pelatihan Magang Lolos seleksi rencana bisnis Memulai bisnis Tabel Peserta PMW yang sudah melaksanakan rencana bisnis No Nama Kelompok Nama Peserta Jabatan Pr / Lk Bidang Usaha Program Studi/ Fakultas Lokasi Usaha (Nama Tempat.22 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) Lampiran 3.