PMD D3 Sperisa Distantina

ALAT TRANSFER MASSA ABSORBER DAN STRIPPER Silabi D3 Teknik Kimia: 1. Prinsip dasar alat transfer massa absorber dan stripper. 2. Variabel-variabel proses alat absorber dan stripper. 3. Hubungan arus-arus di sekitar alat. 4. Hubungan arus-arus di dalam alat menara plat. Sumber Pustaka : Geankoplis, C.J., 1985, “Transport Processes and Unit Operation”, Prentice Hall, Inc., Singapore. Wankat, P.C., 1988, “Equilibrium Staged Separation”, Prentice Hall, New Jersey. Perry, R.H abd Green, D., “Perry’s Chemical Engineers’ Handbook, 6th ed.”, 1984, McGraw-Hill Book Co., Singapore.

PENGANTAR Di industri kimia maupun dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai operasi pemisahan suatu bahan atau lebih dari campurannya menggunakan dasar transfer massa antar fase (difusi antar fase), misalnya : 1. transfer solut dari fase gas ke fase cair, dijumpai pada absorpsi, dehumidifikasi, distilasi, 2. transfer solut dari fase cair ke fase gas, dijumpai pada desorpsi, humidifikasi, 3. transfer solut dari cairan satu ke cairan lain yang tidak saling larut, dijumpai pada ekstraksi cair-cair, 4. transfer solut dari padatan ke fase cair, dijumpai pada drying dan leaching, 5. transfer solut dari cairan ke permukaan padatan, dijumpai pada adsorpsi dan ion exchange. Absorber dan Stripper Absorber dan stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Solut adalah komponen yang dipisahkan dari campurannya sedangkan pelarut (solvent ; sebagai separating agent) adalah cairan atau gas yang melarutkan solut. Karena perbedaan kelarutan inilah, transfer massa solut dari fase satu ke fase yang lain dapat terjadi. Absorbsi adalah operasi pemisahan solut dari fase gas ke fase cair, yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solut dengan pelarut cair (solven / absorben ) yang tidak menguap. Stripping adalah operasi pemisahan solut dari fase cair ke fase gas, yaitu dengan mengontakkan cairan yang berisi solut dengan pelarut gas ( stripping agent) yang tidak larut ke dalam cairan. Ada 2 jenis absorbsi, yaitu kimia dan fisis. Absorbsi kimia melibatkan reaksi kimia antara pelarut cair dengan arus gas dan solut tetap di fase cair. Dalam absorbsi fisis, solut dalam gas mempunyai kelarutan lebih besar dalam pelarut cairan, sehingga solut berpindah ke fase cair. Absorbsi dengan reaksi kimia lebih menguntungkan untuk pemisahan. Meskipun demikian, absorbsi fisis menjadi penting jika pemisahan dengan reaksi kimia tidak dapat dilakukan. Absorber dan stripper seringkali digunakan secara bersamaan. Absorber digunakan untuk memisahkan suatu solut dari arus gas. Stripper digunakan untuk memisahkan solut dari cairan sehingga diperoleh gas dengan kandungan solut lebih pekat. Hubungan absorber dan stripper ditunjukkan dalam gambar 1.

terutama termodinamika telah menyajikan data keseimbangan untuk sistem tertentu. misalnya menara menggunakan plat atau tray. meskipun penelitian tentang hal ini masih perlu dilakukan. 3-101 – 3-103. sesorang harus mengetahui dan menentukan : 1. alat transfer massa difusional dibagi menjadi 2 jenis. misal data kelarutan gas di Perry ( 6th ed. pp. 3. Oleh karena itu. banyak solut yang harus dipisahkan. di batas antar fase terdapat keseimbangan fase. kondisi bahan yang akan dipisahkan (umpan). VARIABEL-VARIABEL EVALUASI Di dalam mengevaluasi absorber atau stripper. proses dikontrol kecepatan transfer massa. yaitu alat dengan kontak kontinyu ( continuous contact ). yaitu : 1. yaitu alat dengan kontak bertingkat ( stage wise contact / discreet ). proses keseimbangan dimana operasi dengan keseimbangan antar fase. dan dirancang sedemikian sehingga diperoleh kontak yang baik antara kedua fase tersebut. suhu dan tekanan alat. dan tekanan 2. komposisi. Beberapa buku.. Keseimbangan Menurut teori lapisan film.Gambar 1. 13-16 -13-22 ). Tujuan utama perancangan alat transfer massa secara sederhana adalah menentukan tinggi kontak kedua fase itu. korelasi atau data-data di lapisan batas fase ini sangat perlu diketahui. Catatan kuliah ini hanya akan membahas bagaimana mengevaluasi kinerja suatu alat. Data-data keseimbangan telah banyak tersedia. Menara vertikal dipilih untuk operasi ini. Diagram alir proses absorbsi-stripping Pekerjaan seorang teknik kimia dalam mengevaluasi suatu alat adalah mengevaluasi kinerja alat. yaitu kecepatan arus fluida umpan. Berdasarkan cara kontak antar fase. gelembung atau menggunakan bahan isian (packing). jenis solven yang akan digunakan. . 4. 2. jika dua fase dikontakkan. misalnya menara sembur.

tekanan dan suhu akan mempengaruhi sifat fisis fluida.5. . Hal ini dapat memperkecil jumlah stage dan kebutuhan solven cair. diinginkan tekanan rendah atau operasi vakum. 6. solven gas tidak larut dalam cairan. c. sebaliknya kelarutan bahan di dalam gas semakin kecil jika suhu sistem semakin tinggi. Demikian pula suhu dan tekanan fluida umpan ini. waktu tinggal cairan singkat. e. d. seperti fluida yang berasal dari alat sebelumnya. untuk stripper. f. Evaluasi yang dilakukan adalah membandingkan jumlah stage teoritis dengan jumlah stage terpasang. untuk absorber. tersedia dan tidak mahal. Jenis absorber Menara packing biasanya dipilih terutama jika : a. Diameter absorber. Sedangkan stripper dirancang beroperasi pada tekanan rendah dan temperatur tinggi. dan packing yang digunakan tahan korosif seperti keramik atau bahan polimer. 8. Jenis absorber. % recovery of solute = massa solut terserap 100% massa solut dalam umpan Jenis solven Sifat-sifat solven yang dipilih antara lain : a. diameter menara kurang dari 2 ft. memiliki kelarutan yang besar untuk solut. kecepatan arus solven. serta memperkecil volum menara yang menampung aliran gas. chapter 12 & 13). Beberapa cara penentuan diameter telah dipublikasi di buku-buku (seperti di Wankat. fluida bersifat korosif . memiliki viskositas yang rendah agar perbedaan tekanan dalam menara kecil. Banyaknya solut yang dipisahkan Jumlah solut yang akan dipisahkan biasanya ditentukan oleh perancang. Buku ini hanya membahas pemisahan pada kondisi isothermal dan isobaris. Jumlah stage ideal dan tinggi menara. b. Pada umumnya tekanan operasi absorber dirancang tinggi dan suhunya rendah. d. Diamater menara Diameter menara dapat diprediksi dengan banyak cara. tidak beracun. Kecepatan arus fluida dan komposisi umpan Komposisi gas umpan ( absorber ) atau cairan umpan ( stripper ) dan kecepatannya biasanya telah diketahui. kelarutan bahan dalam gas semakin tinggi. c. Suhu dan Tekanan alat Pada dasarnya. b. 7. agar jumlah stage sedikit dan memperkecil kebutuhan solven gas. Pada suhu rendah. solven cair tidak mudah menguap agar dapat mengurangi solven yang hilang. Jumlah ini disesuaikan dengan persyaratan kemurnian produk atau persyaratan sebagai umpan alat lain. biasanya diturunkan dari korelasi bilangan Sherwood.

Umumnya. yang digunakan untuk menentukan penurunan tekanan di dalam menara. keseimbangan di batas antar fase. Skema kontak gas-cair dalam menara plat. menara plat kontak gas-cair menggunakan aliran berlawanan arah ( countercurrent ). . neraca massa dan neraca panas.611 atau Wankat. Ditinjau sebuah absorber countercurrent: Gas C membawa B dan B larut dalam pelarut cair S. MENENTUKAN JUMLAH STAGE TEORITIS MENARA PLAT ABSORBER ISOTERMAL Jenis-jenis tray/plate dapat dilihat di buku Geankoplis. 2. dan 4. p.Ada 4 (empat) konsep teknik kimia yang diperlukan dalam merancang alat transfer massa. Skema neraca massa solut ( B) dalam menara plat. kecepatan transfer massa.. kecepatan transfer momentum. 3. chapter 12. yaitu : 1. Gambar 2. Skema: Y1 Xo 1 Y2 X1 2 Y3 X2 J Yj+1 Xj Gambar 3. yang mengikuti hukum konservasi massa dan energi. 3 th ed.

x = fraksi mol ( atau massa ) di fase cair.Asumsi: 1. YN+1 = L. isobaris. 2. dan adiabatis. maka : kecepatan gas C bebas solut ( G ) adalah tetap. XN + G. X= x 1− x y Y= 1− y dengan. Y1 (1) . Kadar solut dinyatakan perbandingan ( rasio ) banyaknya solut dan banyaknya bahan bebas solut. y=fraksi mol di fase gas. yaitu : kecepatan solut masuk = kecepatan solut keluar L. mol solut/( mol gas bebas solut). mol solut/(mol cairan bebas solut) mol S mol B Y= . maka data itu harus dirubah menjadi rasio mol atau rasio massa. Xo + G. Banyaknya bahan dapat dinyatakan dalam satuan massa atau satuan mol. Berdasarkan asumsi di atas. di setiap stage keadaan seimbang telah tercapai. mol C Jika data yang tersedia adalah fraksi mol atau fraksi massa. 3. pelarut S adalah komponen non volatil. Gas C dan pelarut S tidak saling larut. mol solute/( mol gas total).dan kecepatan pelarut S bebas solut ( L ) adalah tetap. Contoh: mol B X= . 4. Neraca eksternal Hubungan arus-arus di sekitar menara dinyatakan dengan neraca massa solut di sekitar menara ( loop A ). mol solute/(mol cairan total). Operasi isothermal.

yaitu : Y1 = f ( X1. Hubungan persamaan garis operasi dengan garis keseimbangan.Y 1 ) TOP (X 1 . fungsi keseimbangan ). Persamaan-persamaan di atas berlaku juga untuk stripper.Y 2 ) BO TTOM b s o rb a o p G G a ri s TOP S tri p pe r (X o . Yj = f ( Xj. persamaan (3) di atas merupakan persamaan garis operasi.Y N + 1 ) G O P k e X Gambar 4. Y1 + L Xj L L Y j+1 = Xj + ( Y1 − Xo ) G G Loop B (3) Loop A Di dalam grafik YX. Jika dipilih loop B maka neraca massa solut adalah : J Yj+1 Xj G. Nilai j= 1 sampai dengan N.Neraca internal Hubungan arus-arus keluar dari setiap stage dinyatakan dengan hubungan keseimbangan solut.Xo = G . Y 1 ) (X 1 . fungsi keseimbangan ).Y 1 ) BOTTOM (X N . (2) Y1 Xo 1 Y2 X1 2 Y3 X2 Hubungan arus-arus di antara stage yang berurutan dinyatakan dengan neraca massa solut di sekitar stage ke j sampai bagian atas menara (loop B ) atau sampai bagian atas menara ( loop C ). Hubungan ketiga persamaan di atas. s e im b a n e r . dapat dilihat dari grafik YX ( diagram McCabe Thiele ) sebagai berikut : g a n (X o .Yj+1 + L.

Jumlah stage ditunjukkan dengan banyaknya titik potong pada garis keseimbangan. demikian seterusnya. susun NM disekitar alat. Selanjutnya Y2 dapat ditentukan dari X1 menggunakan korelasi garis operasi. X1 berkeseimbangan dengan Y1. telah diketahui Y1. GOP. susun pers. keseimbangan. 6. 4. tentukan efisiensi stage. Y2 dicari dengan membuat perpotongan garis X= X1 dengan garis operasi. Y3 X2 J Yj+1 GOP Perhitungan stage by stage menggunakan persamaan garis keseimbangan dan persamaan garis operasi secara bergantian sampai konsentrasi bagian bawah menara seperti yang diinginkan. Y1 GOP Xo keseimbangan 1 X1 2 Y2 GOP keseimbangan Contoh untuk j=1. . Secara grafis. seperti yang ditunjukkan di gambar 4. maka X1 dicari dengan membuat perpotongan garis Y = Y1 dengan kurva keseimbangan. sket sistem yang dilengkapi asumsi yang diambil serta data kualitatif dan kuantitaif yang diketahui. 3. cara ini dikenal sebagai metode Sorel. Secara grafis ( metode McCabe-Thiele). 5. perhitungan jumlah stage ideal dapat dilakukan dari atas ke bawah menara atau dari bawah ke atas.Menentukan jumlah stage ideal/teoritis Perhitungan jumlah stage ideal dapat dilakukan jika semua persamaan di atas telah diketahui. Xj Menentukan efisiensi stage. Eo = jumlah stage ideal jumlah stage aktual (7) Ringkasan langkah-langkah penentuan jumlah stage ( metode McCabe Thiele ): 1. Efisiensi keseluruhan ( overall = Eo ). tentukan jumlah stage ideal ( stage by stage ). susun pers. Jumlah stage ideal dapat dihitung secara grafis atau analitis (persamaan aljabar). 2.

2.008888 mol C02/mol N2.9 Y1 = 0. kelarutan N2 dalam air diabaikan.008/0. Diinginkan menyerap CO2 menggunakan air. 1 mol/j ) = 0.008888 − 134 . Berdasarkan asumsi di atas. sehingga perlu dinyatakan dalam rasio mol: X0=0.0. 0. berapa jumlah stage ideal yang dibutuhkan untuk menyerap 92% CO2.00069 3. Air murni pada suhu 50C diumpankan. Xo + G.1111 .1111 = 134.9 mol/j. Hubungan arus-arus di antara 2 stage berurutan = GOP : NM CO2 di bagian atas menara : Y j+1 = L L Xj + ( Y1 − Xo ) G G GOP : Yj + 1 = 134 Xj + ( 0. XN +0. Menara penyerap dirancang isotermal dan tekanan operasi pada 10 atm.1 )=0. Sket CO2 diserap menggunakan air dalam absorber. Penyelesaian : 1. Jika terpasang 7 stage. Hubungan arus-arus di sekitar menara : NM CO2 di sekitar menara: L.008888 . Y1 134.Contoh : penentuan jumlah stage ideal.0 +0. 92% CO2 terserap = 92%. Data yang tersedia adalah fraksi mol CO2. YN+1 = L. asumsi : a. berapakah efisiensi alat ini. Kasus: Suatu arus gas dengan kecepatan 1 mol/jam berisi 90% mol N2 dan 10% mol CO2. ( 10%.0089 XN= 0.092 )/( 90%. G = kecepatan N2 konstan = 0.9. XN + G. c. CO2 dalam gas input : YN+1=0.092 mol CO2/j rasio mol CO2 dalam gas keluar =( 0. maka: L = kecepatan air konstan = 134 mol/j.1 – 0. b. 0 ) Yj+1 = 134 Xj + 0. ( CO2 dalam gas umpan ) = 92% .9 . Jika digunakan air dengan kecepatan 134 mol/j. tidak ada air yang menguap. isotermal 50C dan isobar 10 atm.

6 1+ Y 1+ X 87.0001 0. Menentukan efisiesi stage: Efisiensi stage = (3.0004 0.0006 0. Y1) 0.0014 Perhitungan stage dimulai dari j=0.0012 0.0006 X 0.0012 0.6 x 0 0 0 0.0876 0.Y1) dan ( XN.6 − 1)YJ +1 0.0010 0.0004 0. 75.00350 0.6 + (87.00876 0.0010 0.02 0 0 0. titik ( X0 .6 − 1)Y 5.0008 0. Dari gambar 9.75 / 7) = 53.6 + (87.0701 0.6)X atau.0004 0.1175 Y X = 87. Secara grafis. Xj + 1 = Y j+1 87.14 0.10512 atau dinyatakan dalam persamaan : y = 87. Menentukan jumlah stage ideal ( stage by stage ): Persamaan keseimbangan.6X Y= 1 + (1 − 87.4.0754 0.001 0. YN+1) GOP Top (Xo.1 0. Ptot ) / ( x ) y= H x 876 = x = 87. H = ( PC02 di fase gas ) / (fraksi mol CO2 di fase cair ) H = ( y. 10 atm : H = 876 atm/fraksi mol maka.12 0.0363 0.08 Y 0.0960 0.57% .0012 0.00884 0. diperoleh jumlah stage ideal =3. 6.6 x Ptot 10 maka data keseimbangan : x X y=87.0001 0.6x Y 0 0.06 0.0002 0. X = Y 87.04 Grs keseimbangan Plot GOP dan Pers keseimbangan: Bottom (XN. Hubungan arus-arus keluar setiap stage : keseimbangan CO2 di kedua fase: Konstanta Henry untuk CO2 di air ( Perry) pada suhu 5 oC .0006 0. YN+1) terletak di GOP.

0164 0. Umpan cairan 100 mol/j terdiri atas 20% mol Q dan 80% minyak. Data keseimbangan ammonia dalam air dan dalam udara pada 68oF.5 x Diinginkan konsentrasi Q dalam minyak mennjadi 1% mol Q. Gas dan cairan dikontakkan secara berlawanan arah.0252 0.0455 0. 1 atm adalah sbb. Diketahui pada kondisi alat itu (60oC. (fraksi mol Q di fase cair). Apabila konsentrasi ammonia berkurang dari 3.032 0. Amonia dalam udara diabsorbsi menggunakan air di dalam menaraplat pada suhu 68oF dan tekanan atmosferis.021 0.29% volum. 2. 1.: (fraksi mol Q di dalam gas) = 1. 1 atm) hubungan keseimbangan Q adalah sbb. tentukan jumlah stage ideal yang dibuuhkan.Soal latihan. Atau.08 lbmol udara .042 0. Solut Q dalam arus minya akan diserap menggunakan udara di dalam kolom stripper.0722 lbmol H2O Y lbmol NH3 : 0.0349 0.5. Tentukan jumlah stage ideal yang dibutuhkan.52% menjadi 1. y = 1. Kecepatan gas total masuk menara 1540 ft3/j dan kecepatan air bebas ammonia 75 lb/j.: X lbmol NH3 : 0. Arus umpan udara tidak mengandung Q dan kecepatannya 100 mol/j.053 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful