P. 1
PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI

PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI

|Views: 3,925|Likes:
Published by Dini Rizki Amalia

More info:

Published by: Dini Rizki Amalia on Aug 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2015

pdf

text

original

PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI Pengelolaan perbekalan farmasi atau sistem manajemen perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan

yang dimulai dari perencanaan sampai evaluasi yang saling terkait antara satu dengan yang lain. Pengelolaan perbekalan farmasi harus dikelola secara efektif karena merupakan komponen terbesar dalam pengeluaran rumah sakit (±40-50%) dan dana kebutuhan obat rumah sakit tidak selalu sesuai dengan kebutuhan. Pengelolaan perbekalan farmasi yang efektif dan efisien akan mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Keberhasilan pengelolaan perbekalan farmasi tergantung pada kondisi, ketaatan, kebijakan, tugas pokok dan fungsi. Tugas pokok pengelolaan perbekalan farmasi : 1. Mengelola perbekalan farmasi yang efektif dan efisien 2. Menerapkan farmakoekonomi dalam pelayanan 3. Meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga farmasi 4. Mewujudkan sistem informasi manajemen berdayaguna dan tepatguna 5. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan Fungsi pengelolaan perbekalan farmasi : 1. Memilih perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit 2. Merencanakan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal 3. Mengadakan perbekalan berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat sesuai ketentuan yang berlaku 4. Memproduksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan rumah sakit 5. Menerima perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku 6. Menyimpan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan kefarmasian 7. Mendistribusikan perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan di rumahsakit 8. Melakukan pencatatan dan pelaporan persediaan farmasi di rumahsakit 9. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap persediaan perbekalan farmasi di rumah sakit

1.

Perencanaan Perencanaan adalah seluruh proses pemilihan dan penentuan secara matang tentang halhal yang akan dikerjakan di masa yang akan dating dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan perencanaan perbekalan farmasi adalah untuk menetapkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tahapan perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi meliputi: 1. Pemilihan Fungsi pemilihan adalah untuk menentukan apakah perbekalan farmasi benar-benar diperlukan sesuai dengan jumlah pasien atau kunjungan dan pola penyakit dirumah sakit. Kriteria pemilihan kebutuhan obat yang baik meliputi :  Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin dengan menghindari kesamaan jenis  Hindari penggunaan obat kombinasi kecuali obat kombinasi mempunyai efek yang lebih baik dibanding obat tunggal  Apabila jenis obat banyak, maka dipilih berdasarkan obat pilihan (drug of choice) dari penyakit yang prevalensinya tinggi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi merupakan rumah sakit tipe B yang pemilihan obat-obatnya merujuk pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) sesuai dengan kelas masing-masing rumah sakit, Formularium RS, Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) Askes dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Sedangkan untuk pemilihan alat kesehatan di RSSN dapat didasarkan pada data pemakaian, standar ISO, daftar harga alat, daftar alat kesehatan yang dikeluarkan oleh Ditjen Binfar dan Alkes serta spesifikasi yang ditetapkan oleh rumah sakit.

2. Kompilasi penggunaan Kompilasi penggunaan perbekalan farmasi berfungsi untuk mengetahui penggunaan bulanan masing-masing jenis perbekalan farmasi di unit pelayanan selama setahun dan sebagai data pembanding bagi stok optimum.

Penyesuaian jumlah kebutuhan perbekalan farmasi dan alokasi dana Data yang diperlukan untuk menyusun perencanaan dengan metoda konsumsi adalah:  Pemakaian tahun lalu  Stok on hand  Waktu tunggu  Harga obat dan alat kesehatan  Dana yang tersedia Ada 9 langkah untuk menghitung perencanaan obat dengan metoda konsumsi yaitu : 1. Metoda konsumsi Metoda yang didasarkan pada data riil konsumsi perbekalan periode yang lalu dengan berbagai penyesuaian dan koreksi. Penghitungan kebutuhan Penghitungan kebutuhan dapat dilakukan dengan beberapa metoda meliputi : a.Kompilasi penggunaan perbekalan farmasi. memberikan informasi bahwa :  Jumlah penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi pada masing-masing unit pelayanan  Presentase penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi terhadap total penggunaan setahun seluruh unit pelayanan  Penggunaan rata-rata untuk setiap jenis perbekalan farmasi 3. Perhitungan perkiraan kebutuhan perbekalan farmasi 4. Pengumpulan dan pengolahan data 2. Menghitung Pemakaian Nyata pertahun adalah jumlah obat yang dikeluarkan untuk jangka waktu 1 tahun (datanya bisa didapat dari laporan bulanan atau tahunan) Rumus : . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung jumlah perbekalan farmasi yang dibutuhkan adalah : 1. Analisa data untuk informasi dan evaluasi 3.

date) 2.Pemakaian = (Stock awal tahun + penerimaan) – (sisa stock akhir tahun . Menghitung kebutuhan obat tahun yang akan datang merupakan ramalan kebutuhan obat yang sudah mempertimbangkan peningkatan jumlah pelanggan yang akan dilayani. Menghitung Pemakaian Rata-rata perbulan Rumus : Pemakaian rata-rata 1 bulan = 3. Menghitung Pemakaian Obat Sesungguhnya Rumus : Pemakaian obat sesungguhnya = Pemakaian nyata + kekurangan obat 5. Menentukan buffer stock Buffer stock ditentukan dengan 2 cara:  Berdasarkan waktu tunggu Waktu tunggu 1 bulan 2 bulan 3 bulan Stock Pengaman 2 minggu 4 minggu 5 minggu . maka : Kebutuhan obat yang akan datang=kebutuhan sesungguhnya+(kebutuhan sesungguhnya x A%) 6. Rumus : Kebutuhan lead time = Pemakaian rata-rata/bulan x waktu tunggu (bulan) 7. Rumus : Misalkan tren peningkatan kunjungan adalah A%. Menghitung Kekurangan Obat merupakan jumlah obat yang diperlukan selama bulan yang kosong Rumus : Kekurangan obat = pemakaian rata-rata/bulan x jumlah bulan yang kosong 4. Menghitung kebutuhan Lead Time (Waktu tunggu) Lead time adalah jangka waktu mulai dari perencanaan diajukan sampai barang diterima. Jumlah pelanggan dihitung dengan persamaan regresi dari data peningkatan minimal dari 5 tahun sebelumnya.jumlah obat yang hilang/rusak/exp.

obat yang digunakan paling banyak dalam pengobatan penyakit terbanyak => kekosongan dapat ditolerir < 48 jam) N : Non-Esensial => 0-5% stock kerja (obat penunjang agar jadi lebih baik => kekosongan dapat ditolerir > 48 jam) 8. untuk mengatasi penyebab kematian ataupun pelayanan pokok kesehatan => stock tidak boleh kosong) E : Esensial => 10% stock kerja (obat yang bekerja pada sumber penyakit. Menghitung jumlah obat yang akan dianggarkan Rumus : Jumlah obat yang dianggarkan = Jumlah obat yang diprogramkan – stock akhir tahun b. Menghitung jumlah obat yang diprogramkan tahun yang akan datang Rumus : Jumlah obat yang diprogramkan = Kebutuhan obat tahun yang akan datang + lead time + buffer stock 9.4 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan 6 minggu 8 minggu 9 minggu 12 minggu  Berdasarkan sistem VEN V : Vital / very essential => 20% stock kerja (kelompok obat untuk memperpanjang hidup. Metoda morbiditas/epidemiologi .

4. perencanaan dan pengadaan  Lebih mudah dan cepat dalam perhitungan  Kurang penentuan jenis dan jumlah  Mendukung ketidakrasionalan dalam penggunaan sepuluh besar pola penyakit. Metoda konsumsi memiliki kelemahan yaitu sulitnya menentukan obat yang prioritas karena tidak adanya standard obat yang seragam dan formularium rumah sakit yang tidak menentukan nama paten obat yang diresepkan sehingga akan terjadi banyak permintaan untuk satu jenis obat yang mengakibatkan seringnya terjadi ketidakefektifan obat. persentase dewasa dan anak) Untuk Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi metoda yang digunakan adalah metoda konsumsi.Untuk menyusun perencanaan dengan metoda epidemiologi selain membutuhkan data dengan perhitungan metoda konsumsi juga dibutuhkan data-data berikut :  Pola penyakit  Standard terapi  Jumlah kunjungan Perbandingan metoda konsumsi dan epidemiologi: Konsumsi  Pilihan pertama dalam Morbiditas/Epidemiologi  Lebih akurat dan mendekati kebutuhan sebenarnya  Pengobatan lebih rasional  Perhitungan lebih rumit tepat dalam  Tidak dapat digunakan untuk semua penyakit  Data yang diperlukan lebih banyak (kunjungan pasien. Evaluasi perencanaan .

pengiriman barang terjamin dan tepat waktu. khusus untuk alat kesehatan harus mempunyai certificate of origin. waktu dan tempat. bila tidak teliti dapat menjadikan “biaya tinggi”  Penyusunan dan persyaratan kontrak kerja sangat penting untuk menjaga agar pelaksanaan pengadaan terjamin mutu (misalnya persyaratan masa kadaluarsa. tapi memerlukan staf yang kuat. dengan mutu yang baik. Ada 4 metoda pada proses pembelian :  Tender terbuka Tender terbuka berlaku untuk seluruh rekanan yang terdaftar dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. harus mempunyai Material Safety Data Sheet (MSDS). waktu yang lama dan perhatian penuh. Pengadaan perbekalan farmasi dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu : 1. waktu dan kelancaran bagi semua pihak dan lain-lain. proses berjalan lancar dan tidak memerlukan tenaga serta waktu berlebihan. Beberapa jenis obat. harus dihinari pengadaan dalam jumlah besar. Pembelian Pembelian merupakan rangkaian proses pengadaan untuk mendapatkan perbekalan farmasi. yang mempunyai masa kadaluarsa relatif pendek harus diperhatikan waktu pengadaannya. Pada penentuan harga.Jumlah kebutuhan yang telah diperoleh pada perhitungan idealnya diikuti dengan evaluasi. untuk bahan berbahaya. Tujuan pengadaan adalah untuk mendapatkan perbekalan farmasi dengan harga yang layak. .  Order pemesanan agar barang dapat sesuai maca. Untuk itu. Proses pengadaan ada 3 elemen penting yang harus diperhatikan:  Pengadaan yang dipilih. sertifikat analisa/standar mutu. bahan aktif. Cara evaluasi yang dapat dilakukan antara lain :  Analisa nilai ABC untuk evaluasi aspek ekonomi  Pertimbangan kriteria VEN untuk menganalisa aspek medik/terapi  Kombinasi ABC dan VEN  Revisi daftar perbekalan farmasi 2. metoda ini lebih menguntungkan. Pengadaan Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui.

Harga masih dapat dikendalikan. 2. Produksi/pembuatan sediaan farmasi Produksi sediaan farmasi dirumah sakit merupakan kegiatan membuat. Kriteria perbekalan farmasi yang diproduksi dirumah sakit adalah:  Sediaan farmasi dengan formula khusus  Sediaan farmasi dengan mutu sesuai standard dengan harga lebih murah  Sediaan farmasi dengan kemasan yang lebih kecil  Sediaan farmasi yang tidak tersedia dipasaran  Sediaan farmasi untuk penelitian  Sediaan nutrisi parenteral  Rekonstruksi sediaan obat kanker  Sediaan farmasi yang harus selalu dibuat baru Jenis sediaan farmasi yang diproduksi : a. Biasanya dilakukan pendekatan langsung untuk item tertentu.  Pembelian dengan tawar menawar Pembelian tawar menawar dilakukan bila item tidak penting dan tidak banyak. Di bagian ini lakukan sterilisasi terhadap alat kesehatan. Hanya dilakukan pada rekanan tertentu yang sudah terdaftar dan mempunyai riwayat yang baik. . tenaga dan beban kerja lebih ringan bila dibandingkan dengan tender terbuka. Produksi steril Kegiatan Sterilisasi alat kesehatan dan lainnya di RSSN. berada dibawah taggung jawab instalasi farmasi. Tender terbatas Tender terbatas dikenal juga dengan lelang tertutup. mengubah bentuk dan pengemasan kembali sediaan farmasi steril atau non-steril untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dirumah sakit. Harga tertentu dan realtif lebih mahal.  Pembelian langsung Pembelian langsung biasanya dilakukan untuk pembelian dalam jumlah kecil dan perlu segera tersedia.

Kegiatan produksi dilakukan untuk obat yang diracik atau recentus parantus.9 % dibuat dengan menggunakan larutan aquadest. SDM: petugas terlatih Unit Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Stroke Nasional Bukittinggi memiliki empat sub-unit yang masing-masingnya dikepalai oleh apoteker. Farmasi klinis dan pendidikan yang menitikberatkan pada konseling. Sub-unit yang dimaksud adalah : 1. b.pembuatan aquadest. Logistik (gudang farmasi). Ruangan khusus untuk pembuatan b. sedangkan pembuatan NaCl 0. Apotek rawat jalan. 3. Kegiatan farmasi digudang meliputi perencanaan. untuk pembuatan aquadest digunakan alat destilasi. pendistribusian. oven. OBP) Pengemasan kembali (contoh: alkohol.9 % dengan mengunakan peralatan yang menunjang pelaksanaannya. H2O2) Pengenceran (contoh: antiseptik. 2. Sterilisasi. pelaporan. alat pelindung diri c. autoclave. penerimaan penyimpanan. Ruangan aseptis b. Gudang juga berada di bawah instalasi farmasi yang dikepalai oleh seorang Apoteker. terdiri dari apotek rawat jalan umum dan apotek rawat jalan askes. pendidikan dan penyuluhan. Peralatan: peracikan. pengemasan . produksi dan apotek rawat inap. 4. Peralatan: contohnya Laminar air flow. desinfektan) Persyaratan teknis produksi nonsteril: a. Produksi non-steril     Pembuatan puyer Pembuatan sirup (contoh: OBH. Untuk sterilisasi digunakan autoklaf. Persyaratan teknis untuk produksi steril: a. NaCI 0.

menghindari penggunaan yang tidak bertanggungjawab. Idealnya. Tujuan penyimpanan adalah memelihara mutu sediaan farmasi. Semua perbekalan farmasi yang diterima harus diperiksa dan disesuaikan dengan spesifikasi pada order pembelian rumah sakit. Inovasi produk baru dan kemasan. TBC. konsinyasi atau sumbangan. dan hepatitis B. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerimaan:    Harus mempunyai Material Safety Data Sheet (MSDS) untuk bahan berbahaya Khusus untuk alat kesehatan harus mempunyai certificate of origin Sertifikat Analisa Produk 4. telah meningkatkan . Tujuan penerimaan adalah untuk menjamin perbekalan farmasi yang diterima sesuai kontrak baik spesifikasi mutu. Pertimbangkan hal berikut ketika merancang sebuah fasilitas penyimpanan: Kapasitas / ruang: fasilitas penyimpanan harus memiliki kapasitas yang cukup untuk penyimpanan dan penanganan. Penerimaan perbekalan farmasi harus dilakukan oleh petugas yang bertanggung jawab. ruang harus merata dibagi antara keduanya. Metode penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi. tender.c. menurut bentuk sediaan dan alfabetis dengan menerapkan prinsip FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out). Sumbangan/dropping/hibah Pada prinsipnya pengelolaan perbekalan farmasi dari hibah mengikuti kaidah umum pengelolaan perbekalan farmasi regular. 3. 3. melalui pembelian langsung. serta peningkatan produk yang berhubungan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit seperti HIV / AIDS. Penyusunan obat-obatan hendaklah berdasarkan susunan alphabet. Penerimaan Penerimaan adalah kegiatan untuk menerima perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai dengan aturan kefarmasiaan. menjaga ketersediaan dan memudahkan pencarian dan pengawasan. malaria. jumlah maupun waktu kedatangan. Penyimpanan Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan perbekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. SDM: petugas terlatih.

merencanakan area persiapan terpisah yang bersih untuk melakukan pengemasan ulang.8 ° C) untuk produk yang memerlukan pendinginan. Ventilasi: lokasi dan desain harus memastikan sirkulasi udara yang maksimum untuk menghindari konsentrasi uap atau gas dan untuk mencegah kondensasi uap lembab pada produk atau dinding. Cobalah untuk menemukan area dekat dengan daerah yang ditetapkan. gas. Penyimpanan dingin: dalam fasilitas yang lebih besar lebih efisien untuk menggunakan ruangan dingin dibandingkan lemari es atau freezer banyak (dimana dapat menghasilkan panas). Rencanakan toko medis dengan pementasan daerah untuk mempersiapkan pengiriman (mengeluarkan) dan mengisi pengiriman (menerima). . mungkin memerlukan lemari besi atau pagar. Jika fasilitas akan dilakukan pengemasan ulang produk. Atap: rancang atap miring untuk memungkinkan air turun ke bawah. Gunakan kipas ekstraktor untuk menghilangkan asap. jangan meremehkan persyaratan penyimpanan. Penyimpanan yang terjaga: Semua toko medis harus memiliki area penyimpanan yang terjaga untuk produk yang kemungkinan akan mencuri atau disalahgunakan. Ketika merancang sebuah fasilitas baru. Perpanjangan atap di atas jendela untuk memberikan perlindungan ekstra dari hujan dan sinar matahari langsung.volume produk dan bahan habis pakai medis yang mengalir melalui gudang. Sebuah lemari terkunci atau lemari mungkin cukup untuk beberapa fasilitas. dan kelembaban. Ini termasuk barang-barang seperti kelambu dan insektisida untuk mencegah malaria dan lebih banyak obatobatan untuk mengobati TB karena meningkatnya jumlah kasus TB karena HIV / AIDS. fasilitas yang lebih besar harus memiliki satu ruangan dengan suhu negatif untuk produk beku (-20 ° C) dan ruangan lain dengan suhu positif tetapi dingin (2 . Langit-langit: memasang plafon ganda untuk memberikan isolasi dan memastikan bahwa pasokan disimpan dingin. Pisahkan daerah penerima dan pengiriman untuk menghindari kebingungan dan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. sedangkan fasilitas lainnya. idealnya.

. Hal ini harus dilakukan dengan panduan seorang insinyur. Jendela: Rencana jendela yang tinggi dan lebar untuk memungkinkan ventilasi yang memadai. Rak: Atur rak dan rak di baris dengan jalan dengan lebar tidak kurang dari 90 cm. yang mensia-siakan banyak ruang. Lampu pijar memancarkan panas.Dinding dan lantai: dinding dan lantai toko medis harus bersifat permanen dan halus untuk memudahkan pembersihan. dan menginstal grill logam untuk perlindungan ekstra. Pastikan itu jelas ditandai dan bahwa seluruh karyawan sadar akan lokasi dan isinya. Lemari: Menyediakan lemari untuk penyimpanan produk tertentu yang harus dijaga agar bebas dari debu atau cahaya. Fasilitas besar. Lampu fluorescent memancarkan sinar ultraviolet. Dinding sebaiknya harus untuk balok batu bata atau beton. sering menggunakan forklift dan peralatan penanganan lainnya. harus berhati-hati untuk memastikan produk yang tidak terkena sinar matahari langsung. Mereka harus cukup tinggi untuk tidak diblokir oleh rak. Hindari menempatkan rak hanya sekitar tepi ruang. Pintu: pintu direncanakan cukup lebar untuk memungkinkan gerakan bebas dan mudah dari persediaan dan penanganan peralatan. seperti yang di tingkat pusat. memiliki jaring kawat untuk mencegah serangga. Pastikan pintu yang kuat dan diperkuat untuk memberikan keamanan yang memadai. Pada saat yang sama. Tempatkan perlengkapan pertolongan pertama di lokasi pusat yang mudah diakses untuk semua karyawan. Listrik: rencana gudang dengan sebanyak mungkin cahaya alami (sinar matahari) pada hari mungkin untuk menghindari penggunaan baik pencahayaan lampu neon atau lampu pijar. yang memiliki efek negatif pada produk tertentu. batu bata berlubang mungkin dapat digunakan untuk bagian atas dari dinding untuk memungkinkan ventilasi. tetapi ini harus diskrining untuk mencegah masuknya tikus dan hama lainnya. Pertolongan pertama: simpan perlengkapan pertolongan pertama yang lengkap untuk karyawan atau pengunjung yang terluka di fasilitas anda. Lengkapi pintu dengan dua kunci yang kuat. Membangun atau merawat lantai fasilitas yang lebih besar untuk memastikan mereka dapat menahan gerakan sering produk berat dan peralatan. dan mengantisipasi pencuri.

. Fasilitas yang lebih kecil mungkin memiliki palet yang tersisa di tempat untuk memastikan sirkulasi udara dan menjaga produk dari lantai.Tempatkan rak 90 cm dari dinding gudang untuk memastikan mereka rak 90 cm dari dinding gudang untuk memastikan mereka rak 90 cm dari dinding gudang untuk memastikan mereka dapat diakses dari kedua sisi. Penanganan Bahan Peralatan Dan Media Penyimpanan: a. gunakan rak yang dapat disesuaikan. ingatlah untuk: • Selalu periksa palet sebelum memuat mereka dengan materi. Palet yang rusak dapat patah saat diangkat dan menyebabkan cedera serius dan kerusakan produk. Pastikan bahwa palet yang kuat dan kokoh tanpa papan longgar atau pecah-pecah dan tidak ada paku menonjol. b. Palet pada umumnya hanya dilakukan di fasilitas yang lebih besar karena menyimpan dan memindahkan palet bisa mahal. Idealnya. • Jika mungkin. jauh dari unsur-unsur yang secara bertahap dapat memecah kayu. Mereka menjaga barang-barang dari lantai dan dapat menggunakan forklift atau dollys untuk memindahkan kelompok barang yang lebih besar. gunakan penyesuaian yang dapat diakses dari kedua sisi. menjaga palet dalam ruangan. • Susun palet kosong dengan rapi dan di luar gang. c. Tabel di area pengepakan Sediakan meja besar di area pengemasan untuk staf untuk digunakan saat pemasangan dan pengepakan kiriman. Jika Anda menggunakan fasilitas palet. Rak dan lemari Gunakan rak dan lemari untuk menyimpan produk yang lebih kecil. Rancang rak sesuai kebutuhan untuk memungkinkan paket yang berbeda ukuran. Jaga meja tetap bersih. Idealnya. Palet Palet digunakan untuk menyimpan barang-barang besar dan karton yang lebih besar.

atau jamur. stainless steel. lemari. Ini cenderung lebih mahal. dan palet dapat dibuat dari kayu. tetapi lebih kuat. Juga. penyimpana ini biasanya untuk penyimpanan jangka panjang pada fasilitas dengan level yang lebih tinggi. Rak. dan kurang mudah terbakar dari plastik atau kayu. o Pada suhu ruangan: disimpan pada suhu 15-25°C. palet meningkatkan resiko kebakaran karena mereka memberikan ruang terbuka untuk oksigen untuk bahan bakar api dan area permukaan besar untuk api untuk membakar. meja. Faktorfaktor yang diperlukan dalam merancang bangunan gudang adalah sebagai berikut :  Kemudahan bergerak  Sirkulasi udara yang baik  Rak dan pallet  Kondisi penyimpanan khusus  Pencegahan kebakaran  Perlindungan terhadap hama/tikus  Pengaturan suhu dan temperatur  Perlindungan terhadap sinar matahari dan panas  Penyimpana produk-produk tertentu yang sensitif dalam refrigerator dan freezer: o Disimpan dalam kondisi beku: beberapa produk seperti vaksin tertentu disimpan pada suhu -20°C. o Suhu dingin/sejuk: disimpan pada suhu 8-15°C.Terlepas dari materi yang mereka terbuat dari. diperlukan pengaturan tata ruang gudang dengan baik. penyusunan dan pencarian serta pengawasan perbekalan farmasi. mereka tidak rentan terhadap masalah serangga. lebih tahan lama. dan plastik. lemari. Logam rak. Penyusunan stok perbekalan farmasi: . dan palet mungkin baja. atau aluminium. Untuk mendapatkan kemudahan dalam penyimpanan. o Disimpan pada suhu 2-8°C: beberapa produk yang sangat sentitif terhadap panas tapi tidak boleh dibekukan. logam. hewan pengerat.

Tujuan pendistribusian adalah tersedianya perbekalan farmasi di unit – unit pelayanan secara tepat waktu. Dalam sistem ini perbekalan farmasi disiapkan dan didistribusikan oleh IFRS sesuai yang tertulis pada resep. cahaya. Gunakan prinsip FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out). maka biarkan perbekalan farmasi tetap dalam boks masing-masing. 7. Untuk memudahkan pengendalian stok maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. udara. Perbekalan farmasi yang mempunyai batas waktu penggunaan perlu dilakukan rotasi stok agar perbekalan farmasi tersebut tidak selalu berada di belakang sehingga dapat dimanfaatkan sebelum masa kadaluarsa habis. 2. Gunakan lemari khusus untuk menyimpan narkotika. Apabila persediaan perbekalan farmasi cukup banyak. 5. Simpan perbekalan farmasi dalam rak dan berikan nomor kode. dan jumlah.Perbekalan farmasi disusun menurut bentuk sediaan dan alfabetis. 6. Distribusi Distribusi adalah kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di rumahsakit. Cantumkan nama masing-masing perbekalan farmasi pada rak dengan rapi. sesuai. 5. untuk pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta untuk pelayanan medis. seperti 1. pisahkan perbekalan farmasi dalam dengan perbekalan farmasi untuk penggunaan luar. Ada beberapa metoda yang digunakan oleh IFRS dalam mendistribusikan perbekalan farmasi di lingkungannya. 8. 9. Keuntungan resep perorangan yaitu: . 4. tepat jenis. Susun perbekalan farmasi dalam kemasan besar diatas pallet secara rapi dan teratur. Item perbekalan farmasi yang sama ditempatkan pada satu lokasi walaupun dari sumber anggaran yang berbeda. 3. IDD ( Induvidual Dose Dispensing)/ individual prescription IDD adalah order atau resep yang dituliskan dokter untuk tiap pasien. Simpan perbekalan farmasi yang dapat dipengaruhi oleh temperatur.

dokter. Menghindari pengembalian perbekalan farmasi yang tidak terpakai ke IFRS c. Kesalahan perbekalan farmasi sangat meningkat karena order perbekalan farmasi tidak dikaji oleh apoteker b. Mengurangi penyalinan order Kelemahan: a. Diperlukan waktu tambahan bagi perawat untuk menangani perbekalan farmasi e. Mempermudah penagihan biaya perbekalan farmasi bagi pasien Kelemahan : a. Keuntungan: a. c. Semua resep atau order dikaji langsung oleh apoteker yang kemudian memberikan keterangan atau informasi kepada pasien secara langsung b. Sistem distribusi dosis unit (UDD) . perawat. Memerlukan waktu yang lama b. disiapkan oleh perawat dengan mengambil dosis atau unit secara langsung dan diberikan kepada pasien di ruang tersebut. Sistem floor stock lengkap Yaitu suatu sitem distribusi dimana semua obat yang dibutuhkan pasien tersedia dalam ruang penyimpanan obat di ruang tersebut. Persedian perbekalan farmasi di unit pelayanan meningkat.a. Memberikan kesempatan interaksi professional antara apoteker. Penambahan modal investasi. Meningkatnya kerugian dan bahaya karena kerusakan perbekalan farmasi 3. untuk menyediakan fasilitas penyimpanan perbekalan farmasi yang sesuai disetiap ruangan perawatan pasien d. dan pasien. Pelayanan lebih cepat b. dengan fasilitas ruangan yang sangat terbatas. c. Memungkinkan pengendalian yang lebihdekat d. Pasien membayar obat yang kemungkinan tidak digunakan 2.

Adanya kesempatan interaksi professional c. Peningkatan pengendalian dan pemantauan penggunaan perbekalan farmasi menyeluruh k. Apoteker dapat dating ke unit perawatan. Pasien hanya membayar perbekalan farmasi yang dikonsumsi saja b. Meningkatnya kebutuhan tenaga farmasi b. Semua dosis yang diperlukan pada unit perawatan telah disiapkan oleh IFRS c. Memperluas cakupan dan pengendalian IFRS h. untuk melakukan konsultasi dan membantu memberikan masukan pada tim j. Mengurangi kesalahan pemberian perbekalan farmasi d. Keuntungan: a. Perbekalan farmasi yang dibutuhkan dapat segera tersedia . Keuntungan: a. Meningkatkan pemberdayaan petugas professional dan nonprofessional yang lebih efisien f.Yaitu resep dokter yang disiapkan yang terdiri atas beberapa jenis obat yang masingmasingnya dalam kemasan dosis unit tunggal dalam jumlah persediaan yang cukup untuk satu waktu tertentu. Semua resep atau order perorangan dikaji langsung oleh apoteker b. Sistem distribusi kombinasi Yaitu kombinasi resep perorangan dengan distribusi persediaan di ruangan (floor stock). Mengurangi resiko kehilangan dan pemborosan perbekalan farmasi g. Menghindari duplikasi order perbekalan farmasi yang berlebihan e. Meningkatnya biaya operasional 4. Memberipeluanguntukprosedurkomputerisasi Kelemahan: a. System komunikasi pengorderan dan distribusi bertambah baik i.

yang merupakan salah satu komponen biaya operasional yang besar dari seluruh biaya operasional rumahsakit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengawasan dan pengendalian. Pengendalian Salah satu pelayanan penunjang medik yang terpenting dalam proses pelayanan pasien adalah pelayanan farmasi. sehingga harus dikelola dengan efisien agar rumah sakit tidak mengalami kerugian. Pemberian Obat   Melalui apotek rawat inap yang diserahkan ke perawat dan kemudian dibagikan kepada pasien Melalui apotek rawat jalan yang menyerahkan langsung ke pasien. 7. Menentukan stok pengaman di gudang 3. Memperkirakan/menghitung pemakaian rata rata periode tertentu 2. Tujuan: supaya tidak terjadi kelebihan dan kekosongan perbekalan farmasi di unit unit pelayanan.Permintaan dari unit yang membutuhkan (ada buku bon) Petugas gudang melayani sesuai permintaan Menyerahkan barang (bukti tanda terima) entry data mutasi pada komputer Petugas menyalin permintaan barang pada buku mutasi Memberikan informasi tertulis apabila ada yg tak terlayani Alur distribusi perbekalan 6. Menentukan waktu pemesanan sampai obat diterima . Kegiatan pengendalian yang dilakukan adalah: 1.

. a. rusak. beberapa pengendalian yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kefarmasian adalah sebagai berikut:  Rekaman pemberian obat o Rekaman/ catatan pemberian obat adalah formulir yang digunakan perawat untuk menyiapkan obat sebelum pemberian. Dengan formulir ini perawat dapat langsung merekam/ mencatat waktu pemberian dan aturan yang sebenarnya sesuai petunjuk.  Pengembalian obat yang tidak digunakan  Pengendalian obat dalam ruang 8. dan dilapisi dengan substansi permebeabilitas rendah seperti: tanah liat. dengan kedalaman 3-5 m.5 m di atas permukaan air. Penghapusan akan mengurangi beban penyimpanan maupun mengurangi resiko terjadinya penggunaan obat sub standar. mutu tidak memenuhi standar. Penghapusan Merupakan kegiatan penyelesaian terhadap perbekalan farmasi yang tidak terpakai karena kadaluarsa.Selain itu. Metode Pemusnahan: Penimbunan dan enkapsulasi tepat pada lokasi tanpa sumber air yang dangkal dan untuk sampah dengan volume kecil. Penghapusan perbekalan farmasi yang tidak terpakai di RSUD Kota dilaksanakan di Instalasi Sanitasi dengan menggunakan alat insenerator limbah medis sesuai prosedur yang berlaku. Tujuannya adalah menjamin perbekalan farmasi yang sudah tidak memenuhi syarat dikekola sesuai dengan standar yang berlaku. Kelilingi permukaan lubang dengan gundukan untuk mencegah air memasuki lubang. Lubang penimbunan: dasar lubang seharusnya 1. tutupi permukaan dengan 10-15 cm tanah. kemudian Dimintakan ijin penghapusan ke Walikota dan dikeluarkan Surat Keputusan Penghapusan dan Tim Pelaksana Penghapusan dari Walikota. Secara berkala. dan bangun pagar di sekitar area. Selanjutnya dibuat berita acara penghapusan perbekalan farmasi.

Mengurangi volume sampah. d. pasir. tanah liat untuk menghentikan pergerakan sampah. insenerasi merupakan suatu peralatan yang dapat berguna sebagai: Menghancurkan secara sempurna jarum dan syringe.b. dan lubang pembakara. Insenerasi: Peralatan insenerasi temperatur medium dan tinggi memerlukan suatu modal investasi dan suatu dana operasi pemeliharaan. Membunuh mikroorganisme. Pagar seharusnya mengelilingi lubang untuk . Mereka beroperasi dengan bahan bakar. pada umumnya mempunyai design dua ruang atau insenerator pirolitik. Ketika dioperasikan oleh staf yang terlatih pada penggunaan dan pemeliharaan yang tepat. Sampah yang dienkapsulasi kemudian dibuang pada daerah pembuangan atau ditinggalkan di tempat dimana penampung itu dikonstruksikan di tanah. Mereka tidak terbakar secara sempurna tidak menghancurkan sampah sepenuhnya. kayu. Insenerator temperature medium. semen. Abu bersifat toksik dan harus dikuburkan dalam lubang yang dilindungi. c. bekerja pada proses pembakaran temperature medium (8001000°C). drum pembakaran. diisi hingga 75% dari kapasitasnya dengan pembuangan yang memperhatikan kesehatan. atau material lain yang mudah terbakar dan memproduksi abu dan gas. e. Suhu yang tinggi dapat membunuh mikroorganisme. Pembakaran temperature rendah: Alat pembakaran tidak lebih dari 400°C terdiri dari tungku bata beruang satu. Mereka mungkin tidak membunuh mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan bervariasi. Menghasilkan lebih sedikit polusi udara dibandingkan dengan pembakaran temperature rendah. Pemampung kemudian diisi dengan plastik busa. yang direkomendasikan oleh WHO. Pembakaran temperature rendah seharusnya digunakan sebagai solusi jangka pendek. Sedangkan insenerator etemperatur tinggi. diperlakukan dengan pembuangan yang memperhatikan kesehatan ada temperature > 1000°C. Sampah mudah terbakar dapt menjadi sampah tidak mudah terbakar dengan suatu penurunan volume. Enkapsulasi: Lubang yang dilapisi semen atau penampung plastic densitas rendah atau drum. Pembakaran dan penguburan: Lubang pembakaran memppunyai biaya rendah tapi tidak efektif untuk memusnahkan sampah.

biasanya dimulai dengan bahan bakar berdasarkan petroleum. baterai yang telah terpakai dan panel kayu berlapis timah. Produk yang tidak terinsenerasi dengan tepat dapat melepaskan polutan yang toksik ke udara. seperti penghapusan/penghancuran jarum. Sampah yang tidak bisa diinsenerasi: Penampung yang diberi tekanan udara. Ampul bersegel atau ampul ynag mengandung logam berat. Garam perak dan sampah fotografik atau radiografik. Lokasi lubang seharusnya menghindari jalan. Api.. Plastik terhalogenasi seperti polivinil klorida (PVC). Sejumlah besar sampah kimia reaktif. dan yang lain untuk berkontak dengan sampah. binatang. f. Api temperature rendah menghasilkan polutan dan abu dan material yang tersisa harus ditutupi dengan 10-15 cm tanah. dan microwave (dengan penggirisan).mencegah anak-anak. Sampah dengan kandungan merkuri atau cadmium tinggi. seperti thermometer rusak. Metode lain: Metode lain yang digunakan dalam beberapa peengaturan. Disversi dan penjualan obat yang kadaluarsa ataui tidak aktif. Pemusnahan yang tidak tepat dapat menyebabkan: Sumber air terkontaminasi. Tabel berbagai kategori metode pemusnahan: Kategori Padat Semi solid Serbuk Metode Pemusnahan Daerah pembuangan Enkapsulasi sampah Pelembaman sampah Insenerasi temperatur medium Komentar Tidak lebih dari 1% sampah kota bisa dibuang tanpa pengolahan di daerah pembuangan. sterilisasi uap (autoklaf dan hidroklaf). harus disupervisi oleh staf dan dilokasikan pada dengan angin yang rendah dari fasilitas dan area pemukiman. pelelehan syringe. .

dan tinggi (insenerator berbahan semen) Cairan Saluran pembuangan air Insenerasi temperatur medium dan tinggi Antineoplastik tidak boleh dibuang di saluran pembuangan air Ampul Hancurkan ampul dan siram cairan yang telah diencerkan ke dalam saluran pembuangan air Antineoplastik tidak boleh dibuang di saluran pembuangan air Obat antiinfeksi Enkapsulasi sampah Pelembaman sampah Insenerasi temperatur medium dan tinggi (insenerator berbahan semen) Antibiotik cair dapat diencerkan dengan air. dibiarkan beberapa minggu dan dialirkan ke saluran pembuangan air Antineoplastik Kembalikan kepada pabriknya Enkapsulasi sampah Pelembaman sampah Insenerasi temperatur medium dan tinggi (insenerator berbahan semen) (dekomposisi kimia) Tidak dibuang di derah pembuangan kecuali dienkapsulasi Tidak dibuang di saluran air Tidak diinsenerasi pada temperature medium Obat yang diawasi Enkapsulasi sampah Pelembaman sampah Insenerasi temperatur medium dan tinggi (insenerator berbahan semen) Tidak dibuang di daerah pembuangan kecuali dienkapsulasi .

bakar. 9. kartu nama Daur ulang. obat toksik. Jangan membuang disinfektan pada air yang mengalir lambat atau tidak mengalir. Obat antiinfektif Antineoplastik Obat antikanker sitotoksik. Pelaporan .Caniste aerosol Dibuang di daerah pembuangan Enkapsulasi sampah Tidak boleh dibakar: dapat meledak Disinfektan Gunakan Dibuang di saluran pembuangan air atau aliran air yang cepat: kuantitas kecil dari disenfektan yang telah diencerkan (maksimum 50 liter perhari dibawah pengawasan) Jangan membuang disinfektan yang belum dencerkan pada saluran pembuangan air atau aliran air. Antiseptik dan disinfektan. dibuang di daerah pembuangan sampah Perhatian khusus harus diberikan untuk memusnahkan kategori farmaceutikal seperti: Bahan yang diawasi seperti obat narkotika dan psikotropik. Plastik PVC. kaca Daerah pembuangan sampah Jangan dibakar pada penampung yang terbuka Kertas.

Pelaporan Kumpulan catatan dan pendataan kegiatan administrasi perbekalan farmasi Tujuannya adalah:  Tersedianya data yang akurat untuk bahan evaluasi  Tersedianya informasi yang akurat  Tersedianya data yang lengkap untuk membuat perencanaan Jenis laporan yang dibuat di gudang perbekalan farmasi 1. Laporan ketersediaan obat 8. Laporan stok opname 10. Laporan pembelian 2. Laporan perbekalan farmasi yang hampir kadaluarsa( maksimal 6 bulan sebelum kadaluarsa) untuk di informasikan ke dokter penulis resep 6. Pencatatan  Pencatatan bertujuan memonitor transaksi perbekalan farmasi yang masuk dan keluar  Pencatatan secara manual (buku & kartu Stok) dan komputerisasi b. Evaluasi Merupakan salah satu upaya untuk terus mempertahankan mutu pengelolaan perbekalan farmasi dan sebagai masukan dalam penyusunan perencanaan dan pengambilan keputusan. Laporan perbekalan farmasi yang stagnan (jarang/tidak di tulis dokter) 5. Laporan permintaan perbekalan farmasi tidak terlayani 4. Laporan mutasi 3. . Laporan perbekalan farmasi yang kadaluarsa 7.a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->