BAB II

Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan adalah salah satu fasilitas yang dimiliki oleh BATAN. Kedudukannya di bawah Debuti Bidang Penelitian Dasar Terapan dan dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada Debuti Bidang Penelitian Dasar Terapan. Dalam melaksanakan tugasnya, kepala PTAPB dibantu oleh 6 (enam) orang staff eselon III antara lain : seorang kepala bagian dan kepala balai, 4 orang kepala bidang,dan seorang staf eselon IV yaitu Kepala Unit Pengamanan. 1. Sejarah Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan menurut sejarah awalnya tahun 1960 sampai februari 1967 merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan lembaga tenaga atom (sekarang Batan) dalam bidang penelitian nuklir. Proyek ini diberi nama PROYEK GAMA dan bertempatan di Fakultas Matematika Ilmu Pasti dan Alam (FMIPA) UGM. Berdasarkan KEPRES no. 299 Tanggal 16 Oktober 1968 di Yogyakarta, pemerintah mendirikan Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama (Puslit GAMA) dibawah BATAN yang bertempatan di FMIPA. Tanggal 15 Desember 1974 Puslit GAMA dipindahkan ke jalan Babarsari dan diresmikan oleh direktur jendral BATAN Prof.Ahmad Baiquni, MSc. Tanggal 1 maret 1979, Presiden Suharto meresmikan penggunaan reactor nuklir hasil perencanaan putra-putri Indonesia dan Komplek Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama (Puslit GAMA) di Babarsari, dan reactor ini diberi nama Reaktor Atom Kartini, diambil dari nama seorang pahlawan telah berhasil mengunggah emansipasi kaum wanita Indonesia untuk berperan aktif dalam pembangunan. Berdasarkan KEPRES No.14 tanggal 20 februari 1980 dan SK Dirjen BATAN No.31 /DJ/13/IV/81 tanggal 13 april 1981, maka Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama diubah namanya menjadi Pusat Penelitian Bahan Murai Instrumentasi (PPBMI). Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden Nomer 82 tanggal 331 desember 1985 dan SK Dirjen BATAN Nomer 127/DJ/XXI/86 tanggal 10 desember 1986 pusat Pusat Penelitian Bahan dan Murni Instrumentasi diubah namanya menjadi Pusat penelitian Nuklir Yogyakarta (PPNY). Penelitian Nuklir Yogyakarta (PPNY) berubah nama nama menjadi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Maju (P3TM) berdasarkan Surat Keputusan Kepala BATAN

No.73/KA/IV/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional. Berdasarkan peraturan Kepala BATAN No.392/KA/IX/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional maka nama P3TM berubah menjadi Pusat Tenaga Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB). 2. Tugas dan Fungsi PTAPB

Pelaksanaan pengamanan nuklir. Pelaksanaan pelayanan pendayagunaan reactor riset d. Pelaksanaan urusan tata usaha f. Struktur Organisasi a. c. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi akselerator dan fisika nuklir. Pelaksanaan pengendalian keselamatan kerja dan pelayanan kesehatan e. 3. Pelaksanan penelitian dan pengembangan di bidang kimia dan teknologi proses bahan industry nuklir. Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administrative kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan PTAPB. Dalam melaksanakan tugasnya bagian tata usaha menyelenggarakan tugasnya : 1) Pelaksanaan urusan persuratan dan kepegawaian 2) Pelaksanaan urusan keuangan 3) Pelaksanaan urusan perlengkapan dan urusan rumah tangga 4) Pelaksanaan urusaan administrasi kegiatan ilmiah dokumentasi dan publikasi serta pengelolaan perpustakaan Bagian Tata Usaha terdiri dari : 1) Subbagian persuratan dan kepegawaian Mempunyai tugas melakukan urusanpersyaratan dan kepegawaian 2) Subbagian Keuangan Melakukan urusan keuangan 3) Subbagian Perlengkapan Melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga 4) Subbagian Dokumentasi Ilmiah . b. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Tenaga Akselerator dan Proses Bahan menyelenggarakan fungsi : a.Pusat Tenaga Akselerator dan Proses Bahan mempunyai tugas melaksnakan penelitian dan pengembangan di bidang akselerator dan fisika nuklir kimia dan teknologi proses bahan industry nuklir . pelayanan pendayagunaan reactor riset serta melaksanakan pelayanan pengendalian keselaman kerja dan pelayanan kesehatan.

Bidang Teknologi Akselerator dan Fisika Nuklir Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan masing-masing terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam beberapa kelompok. Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan Bidang ini mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan Industri Nuklir. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebuuhan dan beban kerja. Bidang Reaktor Bidang Reaktor mempunyai tugas melaksanakan pendayagunaan reactor riset dalam melaksanakan tugasnya bidang reactor menyelenggarakan fungsi : 1) Perencanaan operasi dan pengelolaan elemen bahan reactor. Bidang Teknologi Akselerator dan Fisika Nuklir Bidang Akselerator mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang Teknologi Akselerator dan Fisika Nuklir.Dalam melaksanakan tugasnya bidang keselamatandan kesehatan menyelenggarakan fungsi : 1) Pelaksanaan kegiatan proteksi radiasi dan pengendalian keselamatan kerja 2) Pelaksanaan pengelolaan limbah dan pengendalian keselamatan lingkungan 3) Pelaksanaan pelayanaan dan dokumentasi kesehatan Bidang keselamatan dan kesehatan terdiri dari : . dan akuntansi bahan nuklir 2) Pengoperasian dan perawatan reactor Bidang reactor terdiri dari : 1) Bidang Perencanaan Operasi dan Akuntasi Bahan Bakar Mempunyai tugas melakukan perencanaan operasi serta pengelolaan elemen bahan reactor dan akuntasi bahan nuklir 2) Subbidang Fisika dan Teknologi Reaktor Mempunyai tugas melakukan pengoperasian perawatan dan pendayagunaan reactor.Bertugas melakukan administrasi kegiatan illmiah. dokumentasi dan publikasi serta melakukan pengelolaan perpustakaan. Bidang Keselamatan dan kesehatan Bidang ini bertugas melaksanakan pengendalian keselamatan kerja dan pelayanan kesehatan. e. c. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh kepala jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. b. d.

Balai Elektromekanik Organisasi dan tata kerja Balai Elektromekanik ditetapkan berdasarkan dengan peraturan kepala BATAN Nomor 393/KA/XI/2005 tanggal 24 November 2005. lingkungan dan personal di lingkungan PTAPB dan STTN. BEM mempunyai tugas memberikan pelayanan rancang bangunan dan konstruksi . Unit Pengamatan Nuklir Unit Pengamanan Nuklir mempunyai tugas melakukan pengamanan instansi nuklir. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. BEM terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam beberapa kelompok. g. Kepala Kelompok dan Tenaga Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan BATAN sesuai dengan tugas masing-masing. Balai Elektronika terdiri : 1) petugas Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai BEM. 2) Kelompok Jabatan Fungsional Dalam melaksanakan tugasnya. Balai Elektromekanik adalah pelaksana teknik yang dipimpin oleh seorang kepala yang kedudukanya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala PTAPB. Kepala Balai elektromekanik. Petugas Tata Usaha. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh kepala BATAN. . perbaikan dan perawatan elektronika dan elektromagnetikserta sarana prasarana penelitian dan pengembangan. Jenis dan jenjang tenaga fungsional diatur sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.1) Subbidang Proteksi Radiasi dan Keselamatan Kerja Mempunyai tugas melakukan kegiatan proteksi radiasi dan pengendalian keselamatan kerja 2) Subbidang Pengelolaan Limbah dan Keselamatan Lingkungan Mempunyai tugas melaksanaan kegiatan pengelolaan limbah dan pengendalian keselamatan lingkungan 3) Subbidang Pelayanan Kesehatan 4) Mempunyai tugas melakukan kegiatan pelayanan dan dokumentasi kesehatan f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful