P. 1
Tugas PPD Untuk UTS Bulan Juni 2012

Tugas PPD Untuk UTS Bulan Juni 2012

|Views: 136|Likes:
Published by Agostinho G. Ramos

More info:

Published by: Agostinho G. Ramos on Aug 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

AGOSTINHO G.

RAMOS 243110023
PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2011-2012

MATA KULIAH : PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Soal 1: Pengertian tentang pembangunan
a. Makna Pembangunan 1) Pengertian Pembangunan adalah suatu proses, perubahan dari keadaan menjadi suatu keadaan yang lebih sesuai dengan tujuan, secara umum pembangunan merupakan sebuah proses terencana yang dilaksanakan secara sadar oleh manusia yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup untuk mencapai kesejateran, pembangunan mengalami perkembangan dan perluasan arti menjadi pertumbuh dengan perubahan. Pembangunan secara luas sebagai proses perbaikan yang berkeseinambungan dari suatu masyarakat atau sistem sosial secara keseluruhan menuju kehidupan yang lebih baik atau lebih manusiawi yang memiliki nilai kecukupan, harga diri dan kebebasan, dapat disimpulkan bahwa pembangunan merupakan suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin, melalui serangkaian proses sosial, ekonomi dan institusional.

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 1

2) Demensi/aspek yang harus diperhatikan dalam pembangunan Pembangunan yang sering menandai pemerataan, kemiskinan, pembberdayaan, bahkan kemudian berkembangan ke aspek lingkungan hidup sehingga dikenal sustainable Development dan seterusnya, pembangunan dapat dilihat dari aspek ekonomi dan lingkungan hidup, aspek sosial Pertumbuhan ekonomi dan lingkungan hidup , Ekonomi, pembangunan merupakan proses menuju kemandirian, keseimbangan dan berkelanjutan (sustainable) kemajuan keadaan sosial; Sosial, pembangunan merupakan proses perbaikan kualitas kehidupan bagi masyarakat secara luas/keseluruhan, dua hal penting dari kemajuan sosial yaitu,

distribusi asset( faktor produksi) yang lebih merata dan meningkatkan partisipsi masyarakat dalam kehidupan ekonomi dan politik,

Beberapa permasalah yang harus diperhatikan adalah : Permasalahan berskala global diantaranya: Poverty, Education, Gender Equality, Infant and Child Mortality, Maternal Mortality dan Reproductive Health Permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh dunia ketiga adalah : Kemiskinan, Ketimpangan, kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan hidup, stabilitas, partisiapasi masyarakat dan lain-lain

3) Siapakah yang berperanan dalam pembangunan, beri argumentasinya

Berperanan dalam pembangunan dapat kita perhatikan pada Komponen Inti pembangunan yaitu Folk, Place and Work, sasaran dari pembangunan adalah hasil kenyataan fisik, melalui serangkaian proses sosial dan institusional, hal ini tingkat partisipasi Penduduk/masyarakat dan kelembagaan merupakan engine Pembangunan atau penduduk

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 2

dan institusi merupakan motor pengerak dalam proses pembangunan, hal dapat perhatikan pada gambar berikut ini:

Sosial Prespektives

Sustainable Development
Economic Prespectives

Environmental prespectives

. Argumentasinya adalah :

Pokok

Pembangunan

secara

luas

adalah

sebagai

proses

perbaikan

yang

berkeseinambungan dari suatu masyarakat atau sistem sosial secara keseluruhan menuju kehidupan yang lebih baik atau lebih manusiawi yang memiliki nilai kecukupan, harga diri dan manusiawi kecukupan kebebasan melalui hasil-hasil dicapai dari proses pembanguna itu sendiri, dengan dengan demikian hasil peranan penduduk dan institusi sangat penting dalam proses pembangunan. dalam

b. Perencanaan Pembangunan dan perencanaan pembangunan daerah 1) Pengertian erencanaan Perencanaan pembangunan adalah Sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan kebijakan atau pilihan-pilihan mengenai alternatif dengan cara dalam menggunakan sumberdaya pilihan s yang tersedia dengan tujuan mencapai cita cita/sasaran khusus di masa depan sebagai penjabaran cita-cita/sasaran dari visi dan misi yang telah ditentukan . Perencanaan Pembangunan adalah satu kesatuan tata

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 3

cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah. 2) Jenis, hasil Blue Print mode of Planning; Model perencanaan yang deterministic, dengan pendekatakan rational penuh certainty, tahapan serta langkah sangat jelas dan pasti, yang mengandung sifat; RationalComprehensive Disjointed- Incrementalist, Normative dengan Functional Process mode of planning; Model perencanaan yang menganggap perubahan sangat sering dan tentu terjadi saat proses implementasi berjalan sehingga pada setiap waktu yang relative singkat selalu ada penyesuaian, model ini memiliki sifat Participatory process yaitu; public participation Vertical dimension yaitu top-down atau sebaliknya bottom-up, Rationalmanagement process yaitu; pengumpulan data-menganalisa Analisis data membuat sintesa dan melakukan evaluasi. Secara ringkas bahwa Perencanaan yang dilakukan oleh perencana profesional, atau oleh lembaga / unit organisasi yang secara fungsional melakukan dengan Proses Partisipatif dan Proses Bottom-Up dan Top-Down : Perencanaan yang aliran prosesnya dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas dalam hirarki pemerintahan, dari sisi : Government dalam arti luas; sikap mental SDM, kelembagaan, soft instrument dan sistim yang telah berjalan, artinya …… Masyarakat; dalam arti luas; value, conscioussness dan skills Lingkungan; lembaga, SDM secara sukarela Partisipasi adalah sautu proses yang melibatkan pemangku kepentingan untuk peran serta dan ikut mengendalikan dan penentuan keputusan mempegaruhi sumberdaya yang menjadi

konsekuensinya secara positif maupun negative. Hasil yang ingin dicapai dalam perencanaan pembangunan yaitu melalui strategi sebagai serangkain rumusan secara garis besar untuk

mewujudkan sasaran dengan tahapan-tahapannya. Sasaran merupkan bagian operasional dari

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 4

tujuan, dan tujuan merupakan titik penghubung mencapai Visi yang telah ditentukan, bila hasilhasil pembangunan yang diperoleh sudah mencapai pada sasaran maka dapat dikatakan bahwa perencanaan pembangunan sudah sesuai dengan Visi dan misi.

3) Proses Normatif (tahapan seperti apa)

Perencanaan Pembangunan dilihat dari Aspek-aspeknya adalah aspek waktu (masa lalu, saat ini dan akan datang), substansi (Folk, Work dan Place), aspek lain adalah (Ekonomi, sosial, budaya, kelembagaan danlain-lain) Proses dan tahap-tahapannya adalah; 1. Tahapan perumusan dan seleksi Perencanaan • • • • 2. • • • • • • • • • • Pengumpulan data Analisis data Synthesis Evaluasi

Tahapan berikut Penetapan dan pelaksana program Peninjauan Keadaan data dan hasil analisis Membuat Prediksi/forecasting) Menetapkan tujuan dan Sasara Penetapan dan usaha implementasinya

3. Tahapan Evaluasi dari hasil pelaksana Problem diagnosis Goals articulatian Prediction and projection Alternative development Feasibility study Evaluation

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 5

Apabila dirumuskan ke dalam proses penyusunan Visi-Misi strategi sebagai berikut: Strategi tingkat konpse Analisa Lingk • Internal • Eksternal Visi Misi Sasaran Strategi Kebijakan pelaksana Strategi pelaksana Konsep

Pelaksana Program

Strategi perencanaan diformulasi ke dalam program-program yang lebih ke operasional yang dijabarkan lagi ke dalam proyek-proyek yang seharusnya mengandung; Prosedur, anggaran, jadwal, penanggungjawab, dan lain-lain sesuai dengan definisi atau pengertian pada proyek tersebut.

c. Aspek Demografi

1) Mengapa penting menganalisa aspek ini Aspek Demografi penting dianalisa agar dapat mengetahui dinamika kependudukan baik aspek jumlah, struktur, pnyebaran dan perubahan sementara maupun spasial yang selalu terkait dengan isu-isu : politik, ekonomi, sosial, lingkunga hidup dan perlindungan hidup yang selalu diakhir dengan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui berbagai indikator dan Indeks seperti : indeks harapan hidup, indeks pendidikan dan indeks pendapatan berdasarkan tujuan dan

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 6

sasaran yaitu masyarakat terlindungi, maju dan cerdas yang memiliki visi human development as key to sustaining social and economic progress in all countries. Setiap Negara menghadapi masalah kependudukan seperti Negara Indonesia memiliki masalah-masalah kependudukan yang serius dan harus segera di atasi adalah sebagai berikut: Jumlah penduduk yang bersar Pertumbuhan penduduk cepat Persebaran penduduk yang tidak merata Kualitas Sumber daya manusia dengan pengangguran Jumlah penduduk yang besar tentu perlu sekali peningkatan kualitas sumber daya

manusia dan penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai atas kerja sama pihak pemerintah dan swasta sebagai tanggungjawab bersama terhadap Negara untuk mengatasi kependudukan di Indonesia.

2) Kemukakan variabel/butir penting yang harus dicermati, beri argumentasi mengapa demikian Dinamika kependudukan yang selalu diwarnai rincian tingkat pendidikan, agama, etnis dan sebagainya bisa digunakan untuk analisis perekonomian wilayah, lingkungan, sosial, politik dan lain-lain, hal-hal penting dan peristiwa penting dalam Demografi seperti berikut: Hal-hal penting; • • • • Fertility Mortality Ekonomic Demograph Migration Beberapa peristiwa penting dalam kependudukan adalah Lahir Melahirkan Migrasi Menarik immigrasi.

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 7

Hal-hal dan peristiwa penting tersebut di atas harus dicermati karena dengan argumentasi bahwa kebijakan sosial dan kebutuhan pelayanan sosial berbagai aspek sangat bervariasi, dapat pula perhatikan beberapa pernyataan sebagai berikut: 1. Lantas berapa jauh pertumbuhan penduduk cepat akan menyulitkan upaya-upaya pemerintah mengadakan pelayanan dari berbagai fasilitas mendasar, seperti; perumahan, pendidikan, saranan transportasi, sanitasi dan perlindungan hidup/keamanan 2. Apakah akan tersedia cukup banyak lapangan kerja dan sejauhmana menangani tingkat penganguran dan tingkat kemiskinan 3. Sejauh mana kemampuan negara dalam meningkatkan kualitas SDM, usaha-usaha keseimbangan pengelolaan Sumber daya alam dan pencapain kemakmuran negara.

3) Beberapa Metode/teknik dan contohnya

Metode-metode yang memproyeksi penduduk Metode dasar perubahan pendudukan

=

+

)+|

)

=

)−

)| )

Formula ini digunakan untuk mengukur total populasi di suatu wilayah pada periode tertentu. Metode Indek Pembangunan Manusia (IPM) melalui pertumbuhan pendapatan per kapita adalah =

Dimana G : Growt, yp : Pendapatan Perkapita, t1 =tahun ini, t : tahun sebelumya

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 8

Indeks Pemmbangunan Manusia melalui berbagai indikator dan perhatikan diagram berikutb ini:

Dimensi

Umur panjang dan sehat

Pengetahuan

Kehidupan yang

Indikator

Angka harapan hidup pada saat lahir

Angka melek huruf

Angka melek huruf

Pengeluaran per Kapita riil (PPP)

Indeks

Indeks Harapan Hidup

Indeks pendidikan

Indeks pendapatan

Indeks Pemb Msnudis (IPM)
Gambar :…… Diagram Perhitungan IPM

Contoh : Model pertumbuhan Pendapatan per kapita :

Pendapatan per kapita tahun 2010 adalah 8 Rupiah dan tahun 2011 menjadi 10 Rupiah makan masukan ke dalam model adalah berikut : =
%

= 20%

Maka dapat dikatakan bahwa indeks pembangunan Manusia (IPM) dari segi pendapatan per kapita meningkat 20% pada tahun 2011, artinya indeks adalah baik dari hasil pembagunan itu

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 9

tahun tersebut sehingga akan mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam perencanaan pembangunan selanjutnya.

d. Aspek Kegiatan (pada aspek ekonomi)

1) Mengapa penting menganalisa aspek ini?

Kegiatan Aspek ekonomi sangat penting dianalisa karena sebagaimana dalam tujuan pembangunan adalah proses perbaikan sosial, ekonomi dan pelestarian lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses perkembangan perekonomian masyarakat di suatu wilayah telah dicapai. Arti penting dari analisis kegiatan ekonomi adalah untuk mengetahui kegiatan ekonomi dapat digunakan sebagai indikator tingkat produksi total nasional (GNI, GDP) tingkat Invetasi nasional, penyerapan tenaga kerja, sektor keunggulan dalam perekonomian masyarakat di wilayah/Negara tersebut. GNI/GDP/PDB/PDRB adalah merupakan jumlah nilai tambah produksi

nasional(regional) yang dihasilkan oleh semua sektor ekonomi, analisis PDB atas harga berlaku digunakan untuk mengetahui bergeseran dan struktur ekonomi, sedangkan PDB atas harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

2) Kemukakan variabel/butir penting yang harus dicermati, beri argumentasi mengapa demikian? Beberapa butir yang perlu dicermati adalah Gross National Income (GNI), Gross

Domestic Product (GDP), Labor, Location Quotient (LQ) Investment Analysis dalam perekonomian masyarakat di wilayah/Negara yang bersangkutan, dapat perhatikan pada grafik berikut ini:

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 10

Analisa kegiatan ekonomi Nasional
PDB/PN ICOR Investasi Income Per kapita Political Economy for social benefit/ state benefit or Government policy Labor Places

Perkiraan GDP/GNP

Political Economy

Sebagaimana pada gambar grafik di atas menunjukkan beberapa butir penting yang harus dicermati dalam analisis kegiatan ekonomi suatu wilayah/Negarasebagai indikator untuk kepentingan bangsa dan Negara. Argumentasi; Analisis kegiatan ekonomi baik Produksi Domestik Bruto (PDB) atau pendapatan

nasional (PN) dan perkiraan atau prediksi PDB/PN dilakukan agar dapat mengetahui perkembangan perekonomian nasional sebagai nilai tambah yang dihasilkan seluruh unit usaha produksi total yang ada diwilayah tersebut. Tujuan akhir dari analisis ini adalah untuk mengetahui : 1. Bagaimana pertumbuhan ekonomi pada wilayah/Negara yang bersangkutan 2. Bagaimana partisipasi investasi dalam perekonomian pada wilayah /Negara yang bersangkutan 3. Sekto-sektor ekonomi yang unggul di wilayh /Negara yang bersangkutan 4. Berapa besar penyerapan tenaga kerja pada wilayh /Negara yang bersangkutan 5. Bagainama Pendapatan per kapita pada wilayah/Negara yang bersangkutan 6. Dan lain-lain yang relevan dengan pembangunan ekonomi

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 11

Dari berbagai pernyataan tersebut di atas maka menjadi dasar bagi pemerintah atau institusi untuk mengambil lankgah-langkah kebijakan dalam perekonomian Negara dan kebijakan sosial dalam berpartisipasi pembangunan ekonomi. Negara Indonesia adalah Negara berkembangan dan memiliki wilayah propinsi sehingga analisis untuk pendapatan nasional/wilayah yang digunakan adalahs Produksi Domestik Bruto (PDB) untuk nasional sedangan untuk wilayah propinsi mengunakan Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB).

3) Beberapa metode/teknik dan contonhya Beberapa metode yang digunakan adalah: Metode untuk memperkirakan dampak sektor basis pada perekonomian lokal disebut Base-Multiplier, yang dihitung dengan menggunakan persamaan: = dengan cara ini dapat diperkirakan

kesempatan kerja non basic yang dapat diciptakan oleh kesempatan kerja di sektor basis. Misalnya Total para pekerja tahun 2012 adalah 20.000 dan basic para pekerja adalah 15.000, maka hasilnya adalah =
, ,

= ,

Namun secara akurat berdasarkan economic base analysis, ada beberapa teknik untuk mengambarkan kekuatan/kelemahan, specialisasi, dan karakteristik perekonomian daerah lainnya, dan metode yang sering digunakan adalah : 1. Economic base Analysis techniques Assumption Techniques; yaitu mengasumsikan untuk sektor basisi (basic sectors) Location Quotient Techniques; yaitu menentukan tingkat ketenagakerjaan basic sector dengan membandingkan dengan wilayah yang lebih besara atau nasional Minimum Requirements Techniques, membandingkan dengan beberapa sample daerah yang mirip/hamper sama

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 12

2. Economic Base Projection techniques : Constant-Share Projection Techniques, berasumsi share/sumbangan kegiatan sektor

tertentu prosentasenya tetap sama dimasa mendatang Shift-Share projection technique; teknik ini untuk menentukan ketenagakerjaan yang masuk atau keluar karena faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian daerah. Salah satu contoh : Shift-Share projection technique dan persamaan berikut ini

= − = −

4) Bagaimana memperkirakan/kalkulasi kemampuan pendanaan pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang direncanakan

Berdasarkan kalkukasi pendapatan nasional dari segi pengeluaran komponen adalah pada persamaan berikut : / = + + +

Dimana GDP(Y) adalah pendapatan nasional, C ;konsumsi rumah tangga, I : investasi, G:Pengeluran Pemerintah dan NX adalah Eksport Netto

Target pendapatan nasional yang tinggi atau Gross Domestic Product (GDP/Y) naik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, aksi adalah perlu sekali investasi pemerintah lebih besar pada pengeluaran pembangunan di sektor produktif dalam hal medorong sektor riil. Selain dari pengeluaran pemerintah perlu sekali partisipatif investasi dari berbagai pelaku ekonomi dalam berbagai sektor ekonomi, dan peningkatan surplus perdagangan internasional. sektor ekspor pada kegitan

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 13

= Negara Indonesia telah memiliki

– pola

% perencanaan yang dikenal dengan

PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL yaitu melalui rencana pembangunan jangkan panjang dan menengah pada tingkat nasional maupun tingkat daerah (RPJP/M), dalam perencanaan tersebut maka pemerintah akan menganggaran melalui APBN/APBD, realisasi APBN/APBD akan mencapai tingkat perkembangan perekonomian nasional dengan indaktor perekonomian pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan atau penurunan selama periode tersebut.

e. Aspek Fisik

1.

Mengapa penting menganalisa aspek ini ini!

Analisis aspek fisik ini penting dalam pembangunan karena lihat dari tiga Komponen inti Pembangunan adalah Folk, Place and Work merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dapat perhatikan pada diagram berikut ini : ,

Folk

Work

Place

Tiga Komponen inti Pembangunan Dari Tiga hal tersebut di atas merupakan komponen inti pembangunan sehingga perencanaan pemabngunan suatu wilayah/daerah yang penting untuk dianalisis yaitu; analisis Demografi, analisis Activitas dan analisis fisik. Analisis fisik fisik. dilakukan untuk menganalisa Kualitas,

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 14

kuantitas dan spasial (keruangan) yang akan dipergunakan sebagai dasar analisis pengembangan dan dasar rencana pengembangan perencanaan pembangunan pada suatu wilayah/daerah karena memiliki hubungan erat dengan analisis demografi, analisis ekonomi, sosial dan budaya dan lainlain .

2. Kemukakan variabel/butir penting yang harus dicermati, beri argumentasi mengapa demikian? Komponen penting Analisi fisik adalah, kualitas, kuantitas dan keruangan. analisis fisik memiliki karakteristik yang mempengaruhi Kualitas, kuantitas dan spasial (keruangan) di anataranya adalah : Iklim diwilayah tersebut Secara Geografi Keadaan Geografinya Sistem penyediaan air Keadaan tanah Tumbuh-tumbuhan dan keadaan alam Keadaan masyarakat Perumahan Transportasi Infrastruktur Bagaimana keadaan wilayah tersebut Penataan wilayah

3. Berapa motode/teknik yang dikemukakan dan contoh Berbagai tool analisis yang lazim digunakan dalam perencanaan pembangunan seringkali langsung berhubungan dengan indikator yang ada. Misalnya dengan menggunakan indikator investasi ingin dilakukan analisis mengenai efisiensi investasi di suatu wilayah . tools analisis

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 15

yang akan ditampilkan adalah tools yang sederhana dan umum digunakan dalam pembuatan perencanaan pembangunan, antara lain : • LQ (location quotient); adalah suatu metode untuk menghitung perbandingan relatif sumbangan nilai tambah sebuah sektor di suatu region (kabupaten/Kota) terhadap sumbangan nilai tambah sektor yang bersangkutan secara propinsi /nasional. • ICOR (Incremental Capital Output Ratio); Konsep capital-output ratio (COR) atau sering juga disebut koefisien modal menunjukkan hubungan antara besarnya investasi (modal) dengan nilai output.

• Shift Share; Analisis shift–share dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui pergeseran dan peranan perekonomian di daerah secara cepat atau lamban • Analisis Ketenagakerjaan • dll Selain itu dalam modul ini juga akan diberikan metode perhitungan beberapa indeks yang terkait dengan ukuran kemajuan pembangunan, seperti • IPM (Indeks Pembangunan Manusia), melalui indeks harapan hidup, indeks pendidikan indeks pendapatan per kapita, • IPD (Indeks Pembangunan Daerah); mencakup Keberdayaan Pemerintah, Perkembangan Wilayah dan Keberdayaan Masyarakat

Contoh, pengembangan sebuah industri dalam rangka pembangunan berkeseinambungan dan ramah lingkungan, pembuangan limbah yang membahayakan lingkungan, pola

pemnafaatan ruangan, keindahan ruangan, pemanfaatan perkotaan, pemukiman, dan pertanian. Dan perlu pengembangan kawasan dan pemanfaatan lingkungan serta

pengembangan ekonomi masyarakat dan mengembangkan nilai-nilai sosial ada di wilayah tersebut.

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 16

f.

Sistem Perencanaan pembangunan daerah di Indonesia

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004, Bab I Pasal 1.3). Sebelum UU no. 25 tahun 2004 diuraikan dalam grafik

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional berdasarkan UU no. 25 tahun 2004 adalah ada pada diagram perencanaan berikut ini:

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 17

Sisteim Perencanaan Pembangunan Nasional (UU No. 25 tahun 2004

Keuangan Negara (UU No. 17 tahun 2003 1) Berbagai jenis rencana dan kaitannya satu sama lain (berdasarkan konstitusi) sama Sistem Perencanaan Nasional sebagai tuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun undang 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 UU no. 25 2003, tahun 2004 tentang sisitem perencanan Pembangunan nasioanl merupakan penjabaran dari nilainilai melekat pada Pasal 3 Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 33, a 1945. Dalam pasal 5 (2) Undang Undang No. 25 Tahun 2004 menyatakan bahwa: RPJM Undang-Undang Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program pembangunan nasional yang penyusunannya berpedoman pada RPJP nasional. Pembangunan daerah, penyusunannya pada berpedoman pada RPJP daerah dengan memperhatikan RPJM Nasional

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 18

Alur Penyusunan perencanaan Pembangunan
Tata cara penyusunan RPJP Nasional, RPJM Nasional, Renstra-KL, RKP, Renja-KL, dan diatur pelaksanaan dengan

Rencana pembangunan jangka Panjang (RPJP) nasionnal Rencana Pembangunan jangka Menengah nasional Rencana Pembangunan tahunan nasional Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

Musrenbang

Peraturan Pemerintah.

RKP menjadi

pedoman RAPBN

Ditentukan dalam Undang-Undang

Rencana pembangunan jangka Panjang (RPJP) Daerah Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah Rencana Pembangunan tahunan Daerah

Rencana Kerja Daerah (RKPD)

RKPD menjadi pedoman RAPBD

Ditentukan dengan Peraturan daerah/Prop/kab

Tata cara penyusunan RPJP Daerah, RPJM Daerah, Renstra-SKPD, RKPD, Renja-SKPD dan pelaksanaan Musrenbang Daerah diatur dengan Peraturan Daerah.

2)

Beri satu ilustrasi proses penyusunan rencana pembangunan daerah (paling satu) dengan diagram, tahapan, uraian dsb) Pengembangan Industri di Kawasan Timur Indonesia (KTI) : Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Upaya meningkatkan pemeratan pembangunan ke daerah perlu dilakukan perbaikan pembangunan sarana dan prasarana seperti pelabuhan, jalan, jembatan, sarana komunikasi, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya dan pemberian intensif fiscal untuk jenisjenis industri tertentu yang merupakan sektor core development, hubungan kinerja pembangunan Nasional dan Daerah perhatikan diagram berikut ini:

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 19

Hubungan dan Kinerja Pembangunan Daerah -Nasional
Kinerja Pembangunan Kabupaten/Kota Kinerja Pembangunan Kabupaten/Kota

Kinerja pembangunan Propinsi

Kinerja Pembangunan Nasional

Kinerja Pembangunan Kabupaten/Kot Kinerja Pembangunan Kabupaten/Kota

Kinerja pembangunan Propinsi

Untuk mendukung visi, misi dan tujuan tersebut diatas perlu melalui tahapan-tahapan: Secara garis besar Pengembangan kawasan Timur Indonesia (KTI)
Penyusunan Rencana Pengembangan wilayah
Rancangan Rencana Pembangunan Wilayah Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKP Musyawarah Perencanaan Pembangunan wilayah Rancangan Akhir Rencana Pembangunan wilayah

an

• Tingkat wilayah oleh pusat/Nasional • Tingkat daerah oleh setiap kepala daerah yang bersangkutan

Penetapan Rencana
RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah

Pengendalian Pelaksanaan Rencana Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Dituangkan dalam Dokumen Nasional/pusat dan ataupun dokuemen di setiap Daerah yang bersangkuatn

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 20

Secara garis Khusus

Pengembangan kawasan Timur Indonesia (KTI) Penyelengaraan

penyusunan Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di daerah Nusa Tengara Timur (Prop. NTT) dalam rangka pengembangan daerah-daerah batas luar yang berbatasan dengan Negara tetanga, dengan tahapan sebagai berikut: 1. Penyiapan rancangan awal rencana pembangunan; 2. Penyiapan rancangan rencana kerja; 3. Musyawarah perencanaan pembangunan; 4. Penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tahapan-tahapan penting dalam proses penyusunan rencana pembangunan jangka panjang, menengah, dan tahunan di tingkat nasional dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Selama berlangsungnya Musrenbang diharapkan dapat dipertemukan hasil-hasil perencanaan teknokratis-birokratis yang dilakukan kementerian/lembaga (K/L) dengan aspirasi dari para pemangku kepentingan (stakeholders), serta dilakukan sinkronisasi dan koordinasi vertikal antara perencanaan di tingkat nasional dan Daerah agar merumuskan serta menetapkan terutama isu strategis perioritas Provinsi.

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 21

Dapat pula perhatikan pada Diagram berikut ini : Persiapan Penyusunan awal RPJMD Rancangan VISI, MISI, Tujuan, dan Program Saran, tanggapan, rekomendasi stakeholders Rumusan hasil kesepakatan &Komitemen

Prediksi Kondisi Umum Daerah

Merumuskan visi, misi, sasaran dan tujuan RPJMD

Sosialisasi, konsultasi publik dan lembaga sosial

Musrenbang RJPPD

Racangan akhir RPJPD: Visi, misi arahan pembagunan Arahan Umum, fungsi dan peran subwilayah/kawasan

-

Geomorfologi &lingkungan Ekonomi &SDA Demografi Saran dan aprasarana dll

Rencana arah pembanguna /tata ruang

Penetapan peraturan RPJM Daerah Peraturan Daerah (PERDA) tentang RPJMD di propinsi NTT

Setelah adanya penetapan peraturan daerah tentang RPJMD sehingga setiap pemangku kepentingan dapat menjalankan PERDA menjadi pedoman program kerja di Propinsi NTT untuk periode yang bersangkutan.dalam pengembangan daerah-daerah batas luar yang berbatasan

dengan Negara tetangga, Misalnya program sektot-sektor ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan lain-lain.

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 22

Soal 2: Perencanaa Pembangunan di Indonesia (bebas secara filosofi, konsep, teknik, proses, hasil/output, dsb; berdasarkan pandangan pribadi, apa sarannya untuk memperbaikinya (berdasarkan argumentasi akademik)

Perencanaan Pembangunan ada beberapa Polimika secara konseptual sudut pandang diantaranya; (1) Pemahaman tentang teori perencanaan pembangunan dan cakupan wilayah perencanaan (2) Pemahaman tentang bidang sektoral perencanaan, substansi dan ukuran perencanaan. (3) Pemahaman tentang sumber/bentuk pembiayaan perencanaan (4) ) Pemahaman tentang penyelenggara perencanaa dan bentuk pembangunan. (5) Pemahaman tentang rencana pelaksanaan perencanaan pembangunan dan instrumen perencanaan. (6) Pemahaman tentang pengambilan keputusan strategis dan alur perencanaan. (7) Pemahaman tentang pemantauan, pengendalian, evaluasi hasil perencanaan dan pengawasan pembangunan. Dasar alasan bawah optimalisasi penyelenggaraan fungsi perencanaan nasional dan fungsi penganggaran sangat diperlukan demi terwujudnya visi, misi, dan program-program pemerintah untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah UUD 1945. Namun, kendala yang masih dihadapi oleh Indonesia adalah : 1. Cakupan geografis, populasi tinggi dan ragam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya, upaya proses pembangunan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyatnya pasti menghadapi berbagai permasalahan dan kendala yang kompleks. 2. Perencanaan pembangunan, baik dalam bentuk program, kebijakan maupun kegiatan hanya akan tinggal sebagai dokumen administratif bila tidak dikaitkan dengan pembiayaannya. 3. Perubahan dan pembaharuan dalam pengelolaan keuangan dan sistem perencanaan pembangunan nasional semakin diperlukan dan harus menjadi sinergi dalam peraturan penjelasnya. perundang-undangan dan

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 23

Saran perbaikan

Perencanaan pembangunan di Indonesia adalah didasarkan

paradigma

pembangunan nasional, kebijaksanaan pembangunan, orientasi pembangunan, kewenangan pengelolaan dana pembangunan, mekanisme penyaluran dana pembangunan, mekanisme perencanaan pembangunan, arah kebijaksanaan program pembangunan menjadi lebih fokus pada paradigma pemerataan menekankan pada pemerataan kesejahteraan kepada seluruh warga negara yang diukur oleh angka Index Pembangunan Manusia (Human Development Index) dari hasil tersebut merupakan cita-cita Mukadimah Udang-Undang Dasar 1945 dan pancasila pada sila kelima mengandung makna berkehidupan kebangsaan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Diagram : Perbandingan Pradigma pembangunan Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi (PDB) dari pelaku ekonomi

Pradigma pembangunan Indonesia

Pradigma pertumbuhan

Pradigma pemerataan

Kesejateraan dan Keadial Sosial bagi seluruh rakyat Indoensia

Pradigma pemerataan mengarah pada Pembangunan manusia dan pemanfaatan SDA secara optimal dan berkelanjutan

Paradigma pemerataan ini merupakan Inti dari Tujuan cita-cita bangsa Indonesia yaitu keadailan sosial bagi seluruh rakyat indoneisa sebagaimana dalam mukadimah UUD 1945 yang dituangkan dalam sila kelima pancasila, perencanaan pembagunan berpedoman pada pradigma Pemerataan yaitu harus : 1. Mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan; 2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antarDaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah;

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 24

3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; 4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan

Misal;

Kebijaksanaan pembangunan sering bertumpu pada pembangunan pertanian.

Orientasi pembangunan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan pokok –yang kemudian dimasukkan sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan—yang diikuti oleh kewenangan pengelolaan dana pembangunan yang pada awalnya dikelola secara sentralistik oleh Departemen Teknis (Pemerintah Pusat) lalu bergeser menjadi dikelola secara desentralistik oleh Pemerintah Daerah sendiri. Mekanisme penyaluran dana pembangunan pun bergeser dari bantuan khusus yang bersifat sektoral (disebut specific grant) menjadi bantuan langsung yang bersifat umum (disebut block grant). Ketika kewenangan Pemerintah Pusat masih cukup besar maka mekanisme perencanaan pun masih bersifat sentralistik yang dikembangkan dalam bentuk mekanisme top-down planning. Sedangkan era sekarang yang sangat diperlukan adalah menjadi bottom-up ini kemudian mempengaruhi arah kebijaksanaan program pembangunan yang bergeser dari pembangunan sektoral nasional menjadi pembangunan daerah yang diterjemahkan sebagai pembangunan sektoral di daerah-daerah. Berdasarkan proses perencanaan yaitu; participatory process dimana terdapat public participation dan vertical demensiona antara garis top-down dengan bottom-up, pandangan paradigma pemerataan dari segi participatory process yaitu public

participation dan bottom-up lebih Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Tulisan ini adalah benar-benar karya saya dan kutipan yang ada telah sesuai dengan Norma Akademik”

1. Materia Kuliah Perencanaan Pembangunan Daeah “UPN Veteran Yogyakarta A/X 2. UU No. 25 tahun 2004 Page 25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->