P. 1
Referat Psikiatri Kleptomania

Referat Psikiatri Kleptomania

|Views: 299|Likes:
Published by Sarrah Kusuma Dewi

More info:

Published by: Sarrah Kusuma Dewi on Aug 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

HALAMAN SAMPUL KLEPTOMANIA

REFERAT

Oleh Nita Crishnawati Rizka Arifani Sarrah Kusuma Dewi NIM 07700202 NIM 072011101050 NIM 072011101028

Dokter Pembimbing: dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.KJ dr. Alif Mardijana, Sp.KJ

SMF ILMU KESEHATAN JIWA RSD DR. SOEBANDI JEMBER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

2012 ii .

Justina Evy Tyaswati.Fakultas Kedokteran Universitas Jember Oleh Nita Crishnawati Rizka Arifani Sarrah Kusuma Dewi NIM 07700202 NIM 072011101050 NIM 072011101028 Dokter Pembimbing: dr. Sp.KJ dr. Alif Mardijana. Soebandi Jember . SOEBANDI JEMBER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2012 iii .HALAMAN JUDUL KLEPTOMANIA REFERAT diajukan guna melengkapi tugas kepaniteraan Klinik Madya Lab/SMF Ilmu Kesehatan Jiwa RSD dr. Sp.KJ SMF ILMU KESEHATAN JIWA RSD DR.

...............iii DAFTAR ISI............... PENUTUP......................................................................................3 BAB 3.................................................14 DAFTAR PUSTAKA................................................................................iv BAB 1..............DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL..................... PENDAHULUAN.......i HALAMAN JUDUL....................15 iv ...................................................................................1 BAB 2.................................................................................................................................. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................

3 1 .2 Meskipun tidak ada data epidemiologi yang dilaporkan. akibatnya dorongan mencuri merupakan salah satu cara untuk mengembalikan masa tersebut. ia akan merasa tidak nyaman. ia akan kembali mencuri. ketika dorongan untuk mencuri itu muncul. Secara pasti sebab-sebab kemunculan kleptomania masih dalam perdebatan. akan tetapi penyesalan tersebut tidak dapat menghentikan kebiasaan buruk tersebut. justru ketika muncul dorongan itu kembali. Pada saat-saat tertentu individu dapat merasakan penyesalan terhadap kebiasaan tersebut.8-24 persen ditangkap karena mencuri di toko. setelah perilaku tersebut tersalurkan. DSM– IV menyebutkan bahwa kleptomania muncul kurang dari 5% dari kasus pencurian toko yang teridentifikasi.1 Individu yang mempunyai gangguan kleptomania ditandai oleh kegagalan menahan dorongan yang timbul untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang. gelisah dan dorongan tersebut akan semakin kuat. individu tersebut akan merasakan kepuasaan.1. dimana 3. namun diperkirakan ketidakseimbangan zat kimia serotonin di dalam otak diduga menjadi penyebab bentuk abnormalitas ini. PENDAHULUAN Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls yang tidak terkendalikan (impulse control disorder). Kleptomania diartikan sebagai bentuk gangguan impuls yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri. Prevalensi kleptomania diperkirakan sekitar 0.2 Beberapa penelitian psikoanalisa menyebutkan bahwa kleptomania disebabkan oleh berbagai permasalahan dan fase masa anak-anak yang tidak berjalan dengan semestinya.BAB 1. Gangguan ini dilakukan secara berulang (kompulsi) dengan berbagai alasan yang tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut. tampaknya kleptomania lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki dengan rasio laki-laki-perempuan adalah 1:3.6 persen.

4 1 . dan 9. Dalam studi pada 102 remaja yang dirawat karena berbagai macam gangguan jiwa ditemukan bahwa 8.8% ditemukan gejala kleptomania yang konsisten.8% (n=16) terdapat gejala konsisten dengan diagnosis kleptomania.3% (n=19) mempunyai diagnosis kleptomania seumur hidup.Sebuah studi terkini pada pada pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan gangguan jiwa multipel (n=240) ditemukan bahwa 7. dilaporkan 3. Karena angka kejadian pada remaja dan dewasa hampir sama.7% nya menderita kleptomania. Hasil temuan ini sesuai dengan studi selanjutnya. Suatu studi dimana diperiksa 107 pasien dengan depresi ditemukan 3.8% (n=9) menderita kleptomania. Dalam studi pada pasien dengan ketergangtungan alkohol. menunjukkan bahwa jika kleptomania tidak ditanganin maka akan menjadi kronis.

Benda-benda yang diambil seringkali dibuang. diikuti oleh pemuasan dan peredaan ketegangan dengan atau tanpa rasa bersalah.2 Ciri penting dari kleptomania adalah kegagalan rekuren untuk menahan impuls untuk mencuri benda-benda yang tidak diperlukan untuk pemakaian pribadi atau yang memiliki arti ekonomi. konflik yang tidak diselesaikan.BAB 2. atau depresi selama tindakan. TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada 1838. atau dorongan seksual. Lebih lanjut mereka menyadari bahwa itu merupakan perilaku kriminal. kleptomania ditandai oleh ketegangan yang memuncak sebelum tindakan. penyesalan.1. Sebagai tambahan. naluri yang terlarang. atau disimpan bahkan disembunyikan. diskusi tentang kleptomania menjadi perdebatan terus menerus dalam bidang kedokteran. dikembalikan secara rahasia. beberapa penulis menghubungkan kleptomania dengan intoksikasi suasana dari penemuan terbaru pusat perbelanjaan di perkotaan. membuat istilah “kleptomania”. Beberapa orang dapat mengidentifikasi pemicu spesifik terhadap dorongan untuk mencuri.2. Esquirol melaporkan bahwa individu dengan gangguan ini sering mencoba untuk menghindari perilaku mencuri.1. pada saat itu disebut dengan “klopemanie” yang yang dijelaskan sebagai suatu tindakan mencuri kompulsif barang tidak berharga dan tidak dibutuhkan.3 Kebanyakan orang dengan kleptomania tidak mencuri untuk kebutuhan pribadi dan seirngkali mempunyai uang yang cukup untuk membeli barang barang yang mereka beli. peningkatan ketegangan dan tekanan 3 . Psikoanalis menginterpretasikan gejala-gejala kleptomania sebagai refleksi dari pertahanan ego bawah sadar terhadap kecemasan. Pada akhir 1800an. dalam menggambarkan sebuah kasus.1 Definisi Kleptomania pertama kali dijelaskan pada tahun 1816 oleh Andre Matthey seorang psikiater dari Swiss. Biasanya mecuri pada kleptomania adalah tidak direncanakan dan tidak melibatkan orang lain. Pada abad ke 19 dan awal abad 20. Marc dan Esquirol.2 Seperti gangguan pengendalian impuls lainnya.

1 Walaupun etiologi kleptomania masih belum jelas namun ada beberapa hipotesis yang menyatakan adanya disfungsi serotogenik pada korteks prefrontal ventromedial yang mendasari kegagalan pengendalian impuls pada individu kleptomania. tampaknya kleptomania lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. mereka juga sering mengalami perasaan bersalah dan malu.untuk mencuri diikuti dengan kepuasan atau kelegaan segera.3 Etiologi Etiologi kleptomania pada dasarnya belum diketahui.5 Pada dasarnya pencurian bisa terdapat dalam episode tertentu atau lebih kronis. akibatnya dorongan mencuri merupakan salah satu cara untuk mengembalikan masa tersebut. mereka hanya pergi berbelanja jika ada yang menemani atau bahkan berhenti pergi berbelanja sama sekali. beberapa penelitian psikoanalisa menyebutkan bahwa kleptomania disebabkan oleh berbagai permasalahan dan fase masa anak-anak yang tidak berjalan dengan semestinya. Meskipun tidak ada data epidemiologi yang dilaporkan. Banyak penderita kleptomania membuat strategi tersendiri dalam usahanya untuk menahan diri dari perilaku tersebut.2 Epidemiologi Tidak ada data epidemiologi yang dilaporkan.2 Faktor Psikososial 4 . Selain itu juga ada periode remisi yang lama antar episode pencurian. Mereka biasanya menghindari pusat perbelanjaan. Pada suatu studi yang meneliti individu kleptomania dilaporkan bahwa jumlah dari 5-HT transporter pada individu kleptomania adalah lebih sedikit jika dibandingkan dengan individu yang normal.5 2. 2. Mereka juga bisa menjauhkan diri secara sosial sebagai usaha untuk mengurangi kesempatan dalam mencuri.

Sebagai suatu pertahanan melawan rasa takut dilukai. Dalam sebuah penelitian pengangkutan platelet serotonin. 7. dan pembesaran ventrikel lateral ditemukan pada beberapa pasien kleptomania. 2. Sebagai cara mencari hukuman. penulis lainnya menemukan adanya aspek dari libido.6 Sebuah laporan kasus menemukan bahwa kerusakan jaras orbitofrontalsubkortikal dapat mengakibatkan kleptomania. perpisahan.Gejala kleptomania cenderung muncul pada saat adanya stress berat. hanya ada sejumlah kecil penelitian tentang kemungkinan neurobiologi kleptomania. Beberapa psikoanalis menekankan munculnya impuls yang agresif pada kleptomania. dan tidak diinginkan. khususnya serotonin. Berhubungan dengan dan sebagai reaksi terhadap rahasia keluarga. dan berakhirnya sebuah hubungan yang penting. 4. Sebagai cara memulihkan hubungan ibu dan anak yang hilang. Sebagai cara memulihkan atau menambah harga diri. yaitu :3 1.3 Penulis psikoanalisis memfokuskan pada pencurian yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja. disfungsi yang sama terlihat pada subjek dengan dibandingkan individu dengan gangguan obsesif-kompulsif. Anna freud menemukan bahwa pencurian pertama dari dompet ibu mengindikasikan semua pencurian berasal dari hubungan ibu dan anak.3 Meskipun patogenesis neurobiologi bisa dibilang indikator paling valid dari gangguan terkait. dimana juga berhubungan dengan gangguan kontrol impuls lainnya. Sebagai suatu tindakan yang agresif. Faktor Biologis Penyakit pada otak dan retardasi mental telah dihubungkan dengan kleptomania. atrophy cortical. Sebagai rangsangan dan pengganti untuk tindakan seksual. disakiti. seperti kehilangan. 6. 5. Tanda-tanda neurologis fokal. Laporan kasus lain menemukan kleptomania 5 . 3. Telah ditemukan juga teori mengenai gangguan pada metabolisme monoamin. Sebuah teori membuat tujuh kategori mencurian pada anak-anak yang dilakukan secara kronis. Karl Abraham menulis adanya perasaan anak yang diabaikan.

6 .6 Alasan kekurangan kemungkinan obsesif model spektrum kompulsif seperti berkaitan dengan kleptomani mungkin karena heterogenitas kleptomania. respon terhadap intervensi farmakologi juga dapat menginformasikan tentang kemungkinan yang mendasari mekanisme biologi dari kleptomania. Mungkin hanya beberapa orang dengan kleptomani berbagi fitur umum dengan gangguan obsesif kompulsif. Selain itu juga ditemukan adanya mood yang meningkat pada anggota keluarga pasien kleptomania. dengan beberapa kasus menunjukkan kleptomani yang merespon obat serotonergik dan lain-lain tidak mendukung hipotesis. Selain itu. penelitian baru-baru ini memeriksa mikrostruktur materi putih lobus frontal yang menemukan bahwa penderita kleptomania integritas materi putih di daerah frontal inferiornya telah menurun signifikan dan karena itu berakibat gangguan konektivitas pada traktus dari limbik ke daerah thalamus dan prefrontal. Hanya pada penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol. Dua penelitian tanpa kontrol menemukan bahwa 7% sampai 25% anggota keluarga penderita kleptomania bisa menderita gangguan obsesif kompulsif. Semula ada saran yang kleptomani. Konseptualisasi semua individu dengan kleptomani sebagai kesamaan bisa terlalu luas.3 Hubungan antara kleptomania dengan gangguan obsesif-kompulsif bisa juga diperlihatkan dengan meenunujukkan bahwa gangguan obsesif-kompulsif biasanya berhubungan dengan penderita kleptomania.6 Selain itu. telah dapat disimpulkan. Data dari laporan kasus. seperti gangguan obsesif kompulsif. 7% dari keluarga pasien generasi pertama mempunyai gangguan obsesive kompulsif.6 Faktor Genetik dan Keluarga Dalam sebuah penelitian. mungkin menunjukkan respon khusus terhadap serotonin reuptake inhibitor (SRIS). Namun. sedangkan subtipe kleptomani lain memiliki lebih banyak umum dengan gangguan adiksi atau suasana hati. akan ada subtipe kleptomani yang lebih seperti gangguan obsesif kompulsif. Penelitian tentang riwayat keluarga kleptomania sangat terbatas. Selain itu.kleptomania berasal dari trauma kepala dan defisit perfusi pada lobus temporal kiri.

malu dan kerahasiaan yang terlibat dalam gangguan ini. Wanita biasanya memperlihatkan evaluasi pada usia yang lebih muda daripada pria.6 2.2% individu dilaporkan bahwa nilai barang curian meningkat diatas durasi gangguan dengan toleransi.tidak ditemukan perbedaan yang berarti pada rasio gangguan obsesif–kompulsif antara keluarga generasi pertama dari penderita kleptomania dibandingkan kontrol. Pasien kleptomania mungkin juga mengalami depresi atau kecemasan. Usia yang penting untuk evaluasi adalah paling lambat pada usia 30 tahun. Dalam sebuah penelitian. Sebagian besar pasien kleptomania mencuri dari toko. Penderita mungkin bisa menghindar saat tertangkap. penderita akan mengalami perasaan bersalah. Setelah mencuri barang tersebut.2. tetapi mereka juga dapat mencuri dari anggota keluarga atau teman mereka sendiri.6 Mayoritas luas individu dengan kleptomania mencuri di toko.1. atau menghadiahkannnya kepada orang lain.3. penderita kemudian akan membuang. Sebagian besar individu dengan kleptomania 7 .6 Rata-rata onset usia perilaku mencuri adalah selama masa remaja. Pasien kleptomania tidak selalu mempertimbangkan kemungkinan penangkapan mereka. mengembalikan secara sembunyisembunyi. 68. depresi atau penyesalan segera. intrusif dan tidak dapat ditahan untuk mencuri benda-benda yang tidak diperlukan. Panjangnya masa antara onset dan waktu evaluasi memperkuat rasa bersalah.4 Gambaran Klinis Ciri penting dari kleptomania terdiri dari dorongan atau impus yang rekuren. menimbun.4 Individu dengan kleptomania menyebutkan bahwa barang curian biasanya dengan nilai yang kecil dan mudah didapat. meskipun ada laporan baru bahwa onset usia perilaku mencuri terjadi paling cepat saat usia 4 tahun dan paling lambat pada usia 77 tahun. Pasien kleptomania mungkin merasa bersalah dan cemas setelah mencuri namun hal ini tidak dapat menghentikannya. kepuasan atau pembebasan pengalaman dialami pada waktu mencuri. Meskipun perasaan senang. kendatipun penahanan yang berulang menyebabkan penderitaan dan rasa malu. tetapi tantangan biasanya tidak sepenuhnya dalam jumlah.

5 Diagnosis Kriteria untuk mendiagnosa kleptomania berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. atau redanya rasa ketegangan pada saat bersamaan melakukan pencurian. Rasa senang. transmisi keluarga dan respons baik farmakologi dan pengobatan intervensi psikososial. pencurian. Ketidakmampuan menghentikan perilakunya membawa penderita pada perasaan malu dan rasa bersalah. Meningkatnya perasaan ketegangan segera sebelum melakukan 8 . edisi keempat. dan bukan sebagai respon suatu waham atau halusinasi. Selain itu. Banyak penderita kleptomania (64-87%) kadang-kadang telah mengerti akibat dari perilaku mencuri mereka. merupakan bagian dari spektrum obsesif-kompulsif.selalu tidak berhasil dalam menghentikan perilakunya. Hasil penelitian ini adalah lebih rinci pemahaman kleptomania dan gambaran kompleks dihubungkan dengan gangguan obsesif-kompulsif.6 2. puas. 2. Kegagalan berulang dalam menahan impuls untuk mencuri bendabenda yang tidak diperlukan untuk keperluan pribadi atau untuk nilai ekonominya. dengan presentase sedikit (15-23%) masuk penjara. telah terjadi peningkatan dramatis dalam penelitian tentang kleptomania. 3. model lain untuk memahami kleptomani telah disarankan dan penelitian menunjukkan bahwa diagnosa perilaku kleptomania mungkin jauh lebih heterogen dari pikiran awal. Selama 5 tahun terakhir. Konsep ini didasarkan pada apa yang kemudian dikenal tentang karakteristik klinis dari gangguan. para peneliti menyarankan bahwa salah satu cara untuk memahami gangguan kontrol impuls seperti kleptomania. teks revisi (DSM-IV-TR). yaitu :3 1. Mencuri tidak dilakukan untuk mengekspresikan kemarahan atau balas dendam. 4.6 Sekitar sepuluh tahun yang lalu.

2.6 Diagnosis Banding Perbedaan utama antara kleptomania dengan bentuk mencuri lainnya adalah untuk suatu diagnosis kleptomania. 4. dimana berulang kali gagal untuk membayar belanjaan sebagai konsekuensi berkurangnya daya ingat dan kemerosotan fungsi intelektual lain 3. murung dan rasa bersalah pada waktu diantara episode pencurian tetapi hal ini tidak mencegahnya mengulangi perbuatan tersebut. dan bendabenda yang dicuri tidak dipergunakan dan tidak memiliki arti ekonomi.1 9 . Adanya peningkatan rasa tegang sebelum. tetapi tidak setiap kesempatan yang ada digunakan.5. Gangguan mental organik (F00-F09). Kriteria untuk mendiagnosa kleptomania (curi patologis) berdasarkan PPDGJ-III. yaitu :7 1. mencuri harus selalu mengikuti kegagalan untuk menahan impuls dan harus merupakan tindakan yang tersendiri. dan rasa puas selama dan segera sesudah melakukan tindakan pencurian Meskipun upaya untuk menyembunyikan biasanya dilakukan. 2. 2. Mencuri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan konduksi. tidak bersama-sama dengan pembantunya. Gangguan depresif dengan pencurian (F30-F33). Pada mencuri tanpa gangguan jiwa biasanya tindakan itu direncanakan dan benda yang dicuri biasanya untuk digunakan atau memiliki nilai ekonomi. beberapa penderita depresi melakukan pencurian dan mungkin akan tetap mengulanginya selama gangguan depresif masih ada. atau gangguan kepribadian antisosial. dimana perbuatannya direncanakan dengan lebih hati-hati dan terdapat motif keuntungan pribadi yang jelas. Pencurian basanya dilakukan sendiri (solitary act). Individu mungkin tampak cemas. Pencurian berulang di toko tanpa gangguan jiwa yang nyata. 3. Curi patologis harus dibedakan dari: 1. episode manik.

Pencurian psikotik merupakan hasil dari peningkatan atau penurunan patologis dari mood atau perintah dari halusinasi atau delusi.3 2. Intoksikasi akut obat dan alkohol bisa memicu pencurian pada individu dengan gangguan jiwa lainnya atau tanpa psikopatologi yang berat. seperti pada episode manik akut.Episode pencurian kadang-kadang terjadi pada masa gangguan psikotik.7 Penatalaksanaan Kebanyakan pasien menolak untuk mendapatkan bantuan sampai mereka terlibat dalam proses hukum. fluvotamine. dengan beberapa tingkat persiapan dan perencanaan. dan proxetine telah digunakan sebagai monoterapi dalam pengobatan kleptomania.2 a. Terapi yang dapat diberikan adalah secara farmakologis dan psikoterapi.1. Psikofarmaka Ada beberapa obat yang dilaporkan berhasil dan dapat digunakan pada penderita kleptomania.6 Fluoxentine. Rasa bersalah dan penyesalan jarang sekali muncul. Pasien dengan Alzheimer atau penyakit organik demensia lainnya bisa saja meninggalkan toko tanpa membayar. atau pasien selalu berbohong. biasanya dilakukan dengan orang lain. pendekatan farmakologis pertama adalah penggunaan Selective Serotonin Reuptake inhibitors (SSRIs). Tidak ada terapi yang paling efektif dalam penyembuhan gangguan ini. khususnya menghindari penangkapan. atau skizoprenia. Pemilihan penggunaan SSRIs pada pengobatan kleptomania karena diyakini bahwa pada penderita kleptomania terjadi disfungsi 10 . yang lebih mengarah pada kelalaian daripada pencurian. Beberapa laporan kasus menunjukkan SSRIs mempunyai beberapa kamanjuran dalam pengobatan kleptomania. depresi berat dengan gejala psikotik. walaupun demikian beberapa terapi dapat diberikan. Pencurian antisosial biasanya melibatkan perilaku yang membahayakan atau kekerasan. Pencurian pada individu dengan gangguan kepribadian antisosial merupakan suatu yang sengaja dilakukan untuk meningkatkan percaya diri. yaitu : 1) Antidepressant Karena kleptomania pada awalnya merupakan suatu bentuk gangguan obsesif kompulsif.

6 Dannon et al melaporkan dua pasien kleptomania yang memberi respon terhadap naltrexone.6 11 . Pasien merupakan pasien yang tidak dirawat inap. dengan remisi 3 dan 11 bulan (McElroy et al. 1991) dan pada 4 pasien mengalami remisi 7. dan peningkatan fungsi social serta fungsi pekerjaan. Dosis rata-rata untuk naltrexone yang efektif adalah 148mg/hari.2 2) Atypikal antipsikotik 3) Mood stabilizers Obat ini memberikan ketenangan bila terjadi perubahan mood berupa dorongan dorongan kuat untuk mencuri timbul secara mendadak. satu pasien diberikan 50mg/hari. kedua pasien ini melaporkan adanya pengurangan gejala kleptomania. Pasien yang mendapatkan naltrexone sering melaporkan berkurangnya keinginan yang mendesak untuk mencuri. Lepkifker et al. 1999). Laporan kasus lainnya pada remaja dengan kleptomania menunjukkan bahwa naltrexone 50mg/hari efektif untuk mengurangi dorongan untuk mencuri. Keinginan mencuri yang mendesak tidak mungkin hilang tetapi berkurang sehingga pasien dapat menolak/menekan keinginan tersebut dengan lebih mudah. 1999). dengan remisi selama 9 bulan (Chong and Low 1996). khususnya pada reseptor mu. 12. dan juga reseptor kappa dan lamba. Naltrexone digunakan dalam studi pengobatan pertama kleptomani dan menunjukkan penurunan yang signifikan dalam intensitas dorongan untuk mencuri dan perilaku mencuri. dan 20 bulan (Lepkifker et al. khususnya pengurangan dorongan untuk mencuri.2. 18. dengan remisi selama 3 bulan (Krause 1999. 4) Naltrexone Merupakan opioid antagonis competitif kerja lama.serotogenik. dan paroxetine. yang lainnya 100mg/hari. Dalam satu sampai tiga minggu.6 Beberapa SSRIs telah dilaporkan keberhasilannya pada beberapa kasus : fluoxentine pada 2 dari 10 pasien. perilaku mencuri. fluvotamine. Respon penggunaan SSRIs pada pasien kleptomania berupa penurunan keinginan mencuri.

Systematic desensitization. sertraline 50mg/hari.7 Penatalaksanaan yang mengkombinasikan CBT dengan obat telah menunjukkan keuntungan pada pasien dalam suatu laporan kasus. Psikoterapi Terapi yang digunakan dalam penyembuhan kleptomania adalah CognitiveBehavioral Therapy (CBT).b. Aversion therapy merupakan sesi dimana individu berusaha mengatur pernafasan secara tepat.anak dan remaja yang mencuri tidak akan menjadi kleptomania pada saat dewasa. Seorang pasien wanita 77 tahun dengan onset kleptomania yang lambat (usia 73 tahun) dilaporkan berhentinya semua pencurian yang dilakukan setelah terapi dengan pemberian kombinasi CBT. dan membuat larangan sendiri dalam berbelanja. Onset gangguan ini sering muncul pada masa remaja akhir. Seorang pasien pria 43 tahun dengan cedera tumpul pada regio fronto temporal kepala yang menyebabkan timbulnya gejala mirip kleptomania diterapi dengan citalopram dan CBT dan dilaporkan adanya pengurangan dari seluruh gejala kleptomania. juga menyarankan bahwa pasien lebih baik mengontrol dorongan untuk mencuri dengan mengontrol kecemasan. walaupun kebanyakan anak. Pada Cognitive-Behavioral Therapy diberikan beberapa perlakuan seperti covert sensitization. dimana individu diminta untuk membangkitkan hal-hal yang tidak mengenakkan saat akan mencuri misalnya pasien di intruksikan untuk membayangkan jika diri nya mencuri dan membayangkan efek negatifnya seperti tertangkap atau perasaan mual dan sesak nafas. terapi menasehati diri sendiri. 12 .7 2.8 Prognosis Kleptomania dapat mulai muncul pada masa anak-anak. menahan nafas untuk beberapa saat ketika rasa tidak nyaman muncul yang akan melawan dorongan-dorongan untuk mencuri tersebut untuk kembali muncul. membantu pasien untuk mencapai keadaan relaksasi melalui relaksasi otot dan memerintahkan pasien untuk membayangkan tindakan selain episode mencuri. pikiran negatif dan mengubah pikiran dan perilaku tersebut secara lebih sehat. Pada CBT individu diharapkan dapat mengindentifikasi perilaku yang salah.

Wanita lebih sering mencari pertolongan psikiatri daripada pria. Prgonosis dengan pengobatan bisa baik. Pria cenderung memeperlihatkan gangguan ini pada usia 50 tahun dan wanita usia 35 tahun. Angka kesembuhan spontan tidak diketahui.3 13 . Pria lebih sering dimasukkan ke penjara. tapi sedikit pasien yang datang secara sadar untuk mencari pertolongan.3 Perjalanan penyakit ini bisa bertambah dan berkurang tapi cenderung menjadi kronis. Kebanyakan pasien biasanya secara sadar mempertimbangkan konsekuensi dari perilaku mereka. Pada pasien dengan penyakit yang serius biasanya sering tertangkap dan ditahan.

3. . Diagnosis kleptomania ditegakkan berdasarkan PPDGJ-III atau DSM IV. atau pada pasien Alzheimer. sedangkan psikoterapi yang digunakan adalah Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). mood stabilizer. 5. Psikofarmaka yang dapat digunakan adalah antidepresan SSRIs. Ciri penting dari kleptomania terdiri dari dorongan atau impus yang rekuren. Pencurian pada kleptomania harus dibedakan dengan pencurian lain seperti pencurian pada gangguan psikotik. 4. Pasien kleptomania mungkin merasa bersalah dan cemas setelah mencuri namun hal ini tidak dapat menghentikannya. 2. PENUTUP 1. intrusif dan tidak dapat ditahan untuk mencuri benda-benda yang tidak diperlukan. Kebanyakan pasien menolak untuk mendapatkan bantuan sampai mereka terlibat dalam proses hukum.BAB 3. gangguan kepribadian antisosial. dan naltrexone.

Psiquiatr. Virginia A. 2007. Grant. Kleptomania.com/doc/43614579/Kleptomania 6. Kleptomania. 3. Kaplan & Sadock.15 DAFTAR PUSTAKA 1. dan Odlaug. Lippincott Williams & Wilkins Publishers. Yuva. 10th Edition : Jilid 1. Sadock. 2002. 4. dan Sadock.scribd. Kaplan & Sadock's Comprehensive Textbook of Psychiatry 7th edition. Brian L.com/doc/57561602/Kleptomania 5. Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. http://www. Rusdi. Raja.com/doc/56233521/Kleptomania 7.scribd. Jon E. Rev. Jakarta. 2008. Sudibio. Bras. Kleptomania: Clinical Characteristics and Treatment. http://www. 30 (S11-5). Kleptomania.scribd. Maslim. Benjamin J. 2000. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas Dari PPDGJ-III. Basyaruddin. . Penerbit : Lippincott Williams & Wilkins 2. http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->