You are on page 1of 37

KELOMPOK K3 X/TEK 2

Ayu Ratna P R Dika Mahastuti U Dila Ananda P R Maratus Solikhah ( ( ( ( 08 12 13 24 ) ) ) )

KESEHATAN KERJA
• Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakitpenyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.

KESELAMATAN KERJA
• Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta caracara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).

TUJUAN K3
• Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. • Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) : a. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. b. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.

KECELAKAAN KERJA
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda.

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)
Keilmuan Ilmu dan penerapan teknologi pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

PENYEBAB KECELAKAAN :
A. TINDAKAN/PERBUATAN TIDAK AMAN (BERBAHAYA)
B. KONDISI YANG TIDAK AMAN (BERBAHAYA)

TINDAKAN TIDAK AMAN
Adalah suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan

KONDISI TIDAK AMAN
Adalah suatu kondisi fisik atau keadaan yang berbahaya yang mungkin dapat langsung mengakibatkan terjadinya kecelakaan

KENAPA PERBUATAN TIDAK AMAN DILAKUKAN ?
o
o o o o o o

Kurang Pengetuhan Kurang Trampil / Pengalaman Tidak ada Kemauan Faktor Kelelahan Jenis Pekerjaan yang tidak sesuai Gangguan Mental Kesalahan dalam Sifat dan Tingkah Laku Manusia

PERBUATAN BERBAHAYA
(UNSAFE ACTION)

Menjalankan Mesin/ Peralatan tanpa wewenang Menjalankan Mesin/ Peralatan dgn kecepatan yg tidak semestinya Membuat Alat Pengaman tidak berfungsi Lalai menggunakan APD Mengangkat barang dengan cara yg salah

Mengambil posisi pada tempat yang berbahaya Membetulkan mesin dalam keadaan jalan Lalai memberikan peringatan atau lupa mengamankan tempat kerja Bersenda gurau tidak pada tempatnya Memaksakan diri untuk bekerja walaupun sakit Merancang /memasang peralatan tanpa pengaman

KONDISI BERBAHAYA
(UNSAFE CONDITION)

Pelindung atau pembatas/pengaman yang tidak memadai Peralatan/ perkakas dan bahan yang rusak tetap digunakan Penempatan barang yang salah Sistem peringatan yang tidak memadai Pengabaian terhadap perkiraan bahaya kebakaran/peledakan

Kebersihan lingkungan kerja yang jelek Polusi udara di ruangan kerja (gas, uap, asap, debu, dsb.)

Kebisingan yang berlebihan
Pemaparan Radiasi

 

Ventilasi yang tidak memadai
Penerangan yang tidak memadai

PENYEBAB DAN AKIBAT KERUGIAN

LEMAHNYA KONTROL
PROGRAM TAK SESUAI STANDAR TAK SESUAI KEPATUHAN PELAKSANAAN

SEBAB DASAR
FAKTOR PERORANGAN FAKTOR KERJA

PENYEBAB TAK LANGSUNG
PERBUATAN TAK AMAN & KONDISI TAK AMAN

INSIDEN (Kontak)
<KEJADIAN> KONTAK DENGAN ENERGI ATAU BAHAN/ ZAT

KERUGIAN

KECELAKAAN ATAU KERUSAKAN YANG TAK DIHARAPKAN

LEMAHNYA KONTROL

PENYEBAB DASAR

PENYEBAB TAK LANGSUNG

INSIDEN

KERUGIAN

l STRUCK AGAINST menabrak/bentur benda diam/bergerak l STRUCK BY terpukul/tabrak oleh benda bergerak l FALL TO jatuh dari tempat yang lebih tinggi l FALL ON jatuh di tempat yang datar l CAUGHT IN tusuk, jepit, cubit benda runcing l CAUGHT ON terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar l CAUGHT BETWEEN terpotong, hancur, remuk l CONTACT WITH listrik, kimia, radiasi, panas, dingin l OVERSTRESS terlalu berat, cepat, tinggi, besar l EQUIPMENT FAILURE kegagalan mesin, peralatan l EVIRONMENTAL RELEASE masalah pencemaran

INSIDEN

LEMAHNYA KONTROL

PENYEBAB DASAR

PENYEBAB TAK LANGSUNG

INSIDEN

KERUGIAN

PERBUATAN TAK AMAN
l l l l l l l l l l l l l l l OPERASI TANPA OTORISASI GAGAL MEMPERINGATKAN GAGAL MENGAMANKAN KECEPATAN TIDAK LAYAK MEMBUAT ALAT PENGAMAN TIDAK BERFUNGSI PAKAI ALAT RUSAK PAKAI APD TIDAK LAYAK PEMUATAN TIDAK LAYAK PENEMPATAN TIDAK LAYAK MENGANGKAT TIDAK LAYAK POSISI TIDAK AMAN SERVIS ALAT BEROPERASI BERCANDA, MAIN-MAIN MABOK ALKOHOL, OBAT GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR

KONDISI TAK AMAN
l PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK l APD KURANG, TIDAK LAYAK l PERALATAN RUSAK l RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS l SISTEM PERINGATAN KURANG l BAHAYA KEBAKARAN l KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG l KEBISINGAN l TERPAPAR RADIASI l TEMPERATUR EXTRIM l PENERANGAN TIDAK LAYAK l VENTILASI TIDAK LAYAK l LINGKUNGAN TIDAK AMAN

SEBAB LANGSUNG

LEMAHNYA KONTROL

PENYEBAB DASAR

PENYEBAB TAK LANGSUNG

INSIDEN

KERUGIAN

FAKTOR PRIBADI
l KEMAMPUAN FISIK ATAU PHISIOLOGI TIDAK LAYAK l KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK l STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI l STRESS MENTAL l KURANG PENGETAHUAN l KURANG KEAHLIAN l MOTIVASI TIDAK LAYAK

FAKTOR KERJA
l l l l l l l PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN ENGINEERING PENGADAAN (PURCHASING) KURANG PERALATAN MAINTENANCE STANDAR KERJA SALAH PAKAI/SALAH MENGGUNAKAN

SEBAB DASAR

LEMAHNYA KONTROL

PENYEBAB DASAR

PENYEBAB TAK LANGSUNG

INSIDEN

KERUGIAN

LEMAHNYA PENGENDALIAN
LACK OF CONTROL

l PROGRAM TIDAK SESUAI l STANDARD TIDAK SESUAI l KEPATUHAN TERHADAP STANDAR

Faktor-faktor yg mempengaruhi kesehatan tenaga kerja
Beban kerja
-Fisik -Mental

Lingkunga n kerja
-Fisik -Kimia

Kapasitas kerja
- Ketrampilan

-Biologi -Ergonomi -Psikologi

-

Kesegaran jasmani & rohani Status kesehatan/gizi Usia Jenis kelamin Ukuran tubuh

TUJUAN PENGAWASAN LINGKUNGAN KERJA
Upaya perlindungan kepada : • Tenaga Kerja • Orang Lain Dari potensi bahaya yang berasal dari :

1. 2. 3. 4. 5.

Mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan energi Lingkungan kerja Sifat pekerjaan Cara kerja Proses produksi

Faktor-Faktor Lingkungan Kerja
Faktor Fisika bising, getaran, radiasi, Penerangan kurang baik, temperature extremes

Faktor Biologi virus, bakteri, jamur, parasites, insects, dll

Faktor Kimia

debu, gas, uap, asap, kabut, dll.
Faktor Ergonomi Tenaga terlalu diporsir, berdiri lama/berlebihan, salah gerakan, angkat beban terlalu berat, job monotony, dll

Faktor Psikologi Hub dg : orang, pekerjaan, dan lingk. kerja

1). Faktor Fisika
a.

Kebisingan (Noise) b. Iklim Kerja c. Ventilasi d. Penerangan (Illumination) e. Getaran

2). Faktor Kimia
Bahan Kimia : semua bahan baku yg digunakan dlm proses produksi dan atau proses kerja, serta sisa-sisa proses produksi dan atau proses kerja
Dpt berbentuk padatan, gas/uap, cairan Padat : debu, serat, atau partikel yang dapat berasal dari debu rokok, debu logam, debu mineral (silika, asbes). Cair : misalnya semprotan pembasmi seranggga.

3). Faktor Biologi
Virus Bakteri Jamur Cacing

Microorganisme yang dapat berinteraksi dengan manusia adalah : Bakteri, Jamur, Virus dan Protozoa.

4). Faktor Psikologi
Stress kerja, karena : - Hubungan dengan orang (Relationship) - Hubungan dengan pekerjaan - Hubungan dengan lingkungan kerja

5). Faktor Ergonomi
Posisi Kerja Cara Kerja Tata Letak Beban Kerja

BUDAYA KERJA YANG HARUS DIKEMBANGKAN
MENINGKATKAN :
1. 2.

KINERJA PERUSAHAAN SEBAGAI CONTOH PADA “ANAK”

NILAI-NILAI BUDAYA KERJA

Integritas apa yang dilakukan sama dengan apa yang diucapkan. Profesionalisme Kepuasan konsumen

 

Keteladanaan

CIRI-CIRI PROFESIONAL
• Memiliki keahlian khusus dibidangnya • Kemampuan mengkonversikan keahlian tersebut dalam praktek • Bekerja berdasarkan SOP • Mencari cara untuk membuat berbagai hal menjadi lebih mudah • Antisipasi dan inisiatif • Memahami orang yang dilayani • Bertanggung jawab

BUDAYA KERJA
    

SEMANGAT KERJA PROFESIONALISME MEMILIKI SIFAT ULET ASPEK KETELADANAN SUKA MENOLONG


 

BEKERJA SECARA OPTIMAL
KOMITMEN TERHADAP PEKERJAAN INOVATIF DAN KREATIF


 

SERIUS DAN TUNTAS DALAM PEKERJAAN
POSITIF THINKING LOYALITAS

Kerja adalah rahmat bangga dan bersyukur

Kerja adalah amanah sehingga harus jujur dan dapat dipercaya
Kerja adalah kesempatan penampilan diri SEMANGAT KERJA kompak dan sinergi Kerja adalah ibadah Kerja adalah kehormatan proaktif dan inovatif Kerja adalah pengabdian berjuang dan berkorban Kerja adalah pelayanan melayani dan menolong

   

PROFESIONALISME

Perhatian dan menaruh kepercayaan terhadap perusahaan Peduli dan tanggung jawab Rasa memiliki

 

SIFAT ULET YANG HARUS DIMILIKI

Tidak mudah putus asa dalam melakukan pekerjaan
Bekerja keras tekun, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dan kendala

ASPEK KETELADANAN

Aspek moral yang bisa dijadikan panutan pekerja memiliki standar moral yang tinggi Aspek prestasi kerja

Aspek sikap yang berkaitan dengan interaksi sesama pekerja
Aspek penampilan

SUKA MENOLONG

Membantu rekan kerja atau bagian lain apabila dibutuhkan Menjawab pertanyaan dari rekan kerja berkaitan penyelesaian pekerjaan Membagi informasi dan pengalaman yang bermanfaat

BEKERJA SECARA OPTIMAL

Menggunakan seluruh pengetahuan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki untuk bekerja Meningkat hasil kerja diatas standar Menjalankan proses kerja dengan cermat dan teliti

 

KOMITMEN TERHADAP PEKERJAAN
  

Menjaga dan mempertahankan prestasi kerja

Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP
Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan

INOVATIF

Melakukan pekerjaan dengan menghasilkan ideide dan metode-metode baru Mencari metode yang lebih baik yang ada pada saat ini Mengimplementasikan metode-metode terbaru untuk menghadapi daya saing

KREATIF
 

Mencari jalan keluar terhadap permasalahan Mencari cara menyelesaikan pekerjaan dengan seefisien mungkin

SERIUS DALAM MELAKSANAKAN PEKERJAAN

Melaksanakan pekerjaan dengan sungguhsungguh, konsentrasi penuh dan fokus Berpikir sebelum memulai pekerjaan Melakukan detail pekerjaan dengan benar

 

TUNTAS DALAM MELAKSANAKAN PEKERJAAN

Tidak setengah-setengah dalam menyelesaikan pekerjaan
Menyelesaikan pekerjaan setiap bagian pekerjaan secara menyeluruh

Melakukan pekerjaan dari awal sampai selesai

POSITIVE THINKING
 

Tidak menduga-duga sesuatu tanpa fakta jelas Mengkonfirmasi bila mendengar berita negatif

Tidak berprasangka atau melakukan penilaian buruk terhadap rekan kerja dan atasannya

LOYALITAS
  

Membela/cinta terhadap perusahaan Mempertahankan apabila ada gangguan Mencari informasi dan inovasi untuk kemajuan perusahaan

Undang – Undang Keselamatan Kerja
UU Keselamatan Kerja yang digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, menjamin suatu proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan mengatur agar proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan mengatur agar proses produksi tidak merugikan semua pihak.

UU Keselamatan Kerja yang berlaku di Indonesia
• UU Keselamatan Kerja (UUKK) No. 1 tahun 1970. Undang-undang ini merupakan undangundang pokok yang memuat aturan-aturan dasar atau ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja di segala macam tempat kerja yang berada di wilayah kekuasaan hukum NKRI.

Dasar hukum UU No. 1 tahun 1970
UUD 1945 pasal 27 (2) dan UU No. 14 tahun 1969. Pasal 27 (2) menyatakan bahwa: “Tiaptiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Ini berarti setiap warga negara berhak hidup layak dengan pekerjaan yang upahnya cukup dan tidak menimbulkan kecelakaan/ penyakit.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH