P. 1
Makalah PAI

Makalah PAI

|Views: 178|Likes:
Published by Elsa Lia Apriiliaa

More info:

Published by: Elsa Lia Apriiliaa on Aug 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2015

pdf

text

original

MAKALAH

Ruang Lingkup Aqidah dengan Permasalahan yang Diambil adalah Syirik
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Dosen Pengampu : Dr. Ali Sunarso, M.Pd.


Oleh :
Elsa Pradani Aprilia 1401411051

Rombel 57


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aqidah adalah salah satu pembahasan yang ada dalam mata kuliah Pendidikan
Agama Islam. Aqidah merupakan suatu keyakinan dan itu adalah dasar agama Islam.
Jika aqidah yang dimiliki mendalam maka syariah dan akhlak akan baik. Aqidah
terbagi menjadi beberapa ruang lingkup pembahasan dan hal itu perlu dipelajari agar
pemahaman tentang aqidah lebih mendalam.
Iman kepada Allah adalah salah satu ruang lingkup aqidah. Beriman berarti
menyakini sepenuh hati. Tetapi terkadang kita tidak menyadari bahwa perbuatan-
perbuatan kita ada yang mendekati hal yang mengingkari Allah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja ruang lingkup aqidah?
2. Apa yang dimaksud dengan syirik?
3. Bagaiman menghindari syirik?

C. Tujuan
1. Memahami ruang lingkup aqidah
2. Memahami tentang syirik
3. Mengetahui cara menghindari syirik









BAB II
PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup Aqidah
Hassan al-Banna pernah membuat sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah
yang meliputi:
1. Ilahiyat
Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah (Allah),
seperti wujud Allah, nama-nama dan sifat-sifat Allah, perbuatan-perbuatan
Allah dan lain-lain
2. Nubuwat
Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul,
termasuk pembicaraan mengenai Kitab-Kitab Allah, mukjizat, keramat dan
sebagainya.
3. Rukhaniyat
Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik
seperti malaikat, jin, iblis, setan, roh, dan lain sebagainya.
4. Sam‟iyat
Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui oleh sam‟i,
yakni dalil naqli berupa Al-Qur‟an dan al-sunnah.
Selain sistematika di atas, pembahasan tentang ruang lingkup aqidah juga bisa
mengikuti sistematika arkanul iman.
a. Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah adalah suatu keniscayaan. Inti dari beriman kepada Allah
yaitu tauhid: mengesakan Allah baik dalam zat, sifat dan af‟alNya. Allah
memiliki al-asma‟ al-husna dan ash-shifah. Yang menunjukkan kenaha
sempurnaan-Nya. Ada dua metode untuk mengimani hal tersebut. Pertama
adalah metode itsbat; mengimani bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat-
sifat yang menunjukkan kemaha semburnaan-Nya. Kedua adalah metode nafy;
yaitu menafika atau menolak segala nama-nama dan sifat-sifat yang
menunjukkan ketidak sempurnaan-Nya.
Islam menganjurkan umatnya untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Ada
pula larangan untuk mentamsilkan atau mentasybihkan Allah dengan sesuatu.
Dengan usaha ini maka umat Islam akan beriman kepada Allah dengan
semurni-murninya.

b. Iman kepada malaikat-malaikat Allah
Makhluk Allah dapat dibedakan menjadi dua yaitu makhluk ghaib dan
makhluk syahadah (nyata). Malaikat merupakan makhluk ghaib. Jadi beriman
kepada malaikat merupakan salah satu cara beriman kepada yang ghaib.
Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya atau Nur dengan wujud dan sifat-
sifat tertentu. Malaikat sangat taat kepada Allah. Tak pernah membangkang.
Adapun beberapa malaikat yang patut diketahui dan diimani adalah:
1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul
2. Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal yang berkaitan dengan alam
3. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat
4. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa manusua dan makhluk hidup
5. Malaikat Raqib dan „Atid bertugas mencatat amal manusia
6. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyai mayat dalam kubur
7. Malaikat Ridwan bertugas menjaga Surga
8. Malaikat Malik bertugas menjaga Neraka

c. Iman kepada Kitab Allah
Kitab Allah adalah kitab yang diturunkan kepada nabi dan Rasul Allah. Kitab
yang patut diimani keberadaanya adalah Al-Qur‟an yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad, kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as, kitab Taurat
yang diturunkan ke Nabi Musa as, dan kitab Zabur yang dirurunkan pada Nabi
Daud as.
Kitab-kibab yang diturunkan sebelum Al-Qur‟an kita hanya diwajibkan
mengimani keberadaan dan kebenarannya saja. Sedangkan kepada Al-Qur‟an
disampig mengimani keberadaanya gan kebenarannya juga diwajibkan
mempelajari, menghayati, mengamalkan, dan mengajarkannya.



d. Iman kepada Nabi dan Rasul
Pada hakekatnya nabi dan rasul adalah manusia biasa seperti umumnya. Yang
membedakan adalah karena ia menerima wahyu dari Allah. Nabi hanya
menerima wahyu saja sedangkan rasul selain menerima wahyu ia juga
bertugas menyapaikan wahyu tersebut.
Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah nabi dan rasul yang ada. Setiap
kurun waktu tertentu diutus nabi dan rasul. Semuanya mengemban tugas yang
sama yaitu menegakkan kalimat tauhid.

e. Iman kepada Hari Akhir
Hari akhir adalah kehidupan kekal dan abadi setelah kehidupan dunia yang
fana ini. Lalu kapan terjadinya hari kiamat? Al-Qur‟an menjelaskan bahwa tak
ada seorangpun yang tahu termasuk nabi dan rasul, kecuali Allah.
Hari akhir merupakan bukti bagi kenyataan bahwa Allah adalah Tuhan Yang
Awal dan Yang Akhir.

f. Iman kepada Qadha dan Qadar Allah
Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa
pengertian yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan,
penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah
ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala
sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut
bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar
perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam
kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.

B. Syirik
Syirik adalah kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan
tertentu. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik.
Syirik adalah perbuatan dosa yang sangat besar. Karena dosa dari perbuatan syirik
tidak diampuni oleh Allah, seperti disebutkan dalam Q.S An Nisa : 48

¿¸| ´<¦ ¸ `¸¸±-, ¿¦ ì´¸:¸ .¸«¸, `¸¸±-,´ ¸ !. ¿¸: ,¸l : _.¸l ',!:¸ _.´¸ 츸:¸ ¸<!¸, ¸.1 ·
´_´¸ .·¦ !..¸| !.,¸Ls ¸__¸
48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang
besar.

Pada ayat 116 surah An Nisa disebutkan pula

¿¸| ´<¦ ¸ `¸¸±-, ¿¦ ì´¸:¸ .¸«¸, `¸¸±-,´ ¸ !. _¸: ¸l : _.¸l ',!:¸ _.´¸ 츸:¸ ¸<!¸,
.1 · _. ¸.l. ¦.,¸-, ¸¸¸_¸
116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia
telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tepat sekali ayat di atas yang mengancam orang-orang musyrik. Sebab
manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna. Sungguh
keterlaluan jika manusia kemudian mempercayai kekuatan dan kekuasaan lain di
samping Allah.

Macam-Macam Syirik
1. Menyembah selain Allah
a. Menyembah Berhala
`,.,´,¸·¦ ¸.ll¦ _¸`-l¦´ ¸ ¸¸_¸ :¡´..´¸ «.¸l!.l¦ ´_¸>¸¦ ¸_¸¸
19. Maka Apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap Al Lata
dan Al Uzza,
20. dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak
perempuan Allah)?

b. Menyembah matahari dan bulan
_¸.´¸ ¸«¸..,¦´, `_,l¦ '¸! ¸.l¦´ ¸ _.:l¦´¸ `¸.1l¦´ ¸ ¸ ¦¸.>`.· ¸_.:l¸l ¸´¸ ¸¸.1l¸l
¦¸.>`.¦´ ¸ ¸< _¸¦ _¸ 1 l> ¿¸| ¯¡..é :!`,¸| _¸.,- . ¸__¸
37. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari
dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah
yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.


c. Menyembah jin dan setan
¤ `¸l¦ .¸s¦ ¯¡>¯,l¸| _¸.,., ¸:¦´, _¦ ¸ ¦¸.,- . ´_.L,:l¦ .«.¸| ¯>l ´¸.s _,¸,¯. ¸_¸¸
60. Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya
kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang
nyata bagi kamu",


d. Menyembah atau percaya pada jimat

2. Bertuhan lebih dari satu
¤ _! ·´¸ ´<¦ ¸ ¦¸.¸>`. . ¸_,¸.l¸| ¸_,´..¦ !..¸| ´¡> «.l¸| .¸>´ ¸ ´_.`,¸|· ¸¿¡,>¯¸!· ¸_¸¸
51. Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua Tuhan; Sesungguhnya
Dialah Tuhan yang Maha Esa, Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut".

3. Sihir
Dalam sebuah hadist dikatakan yang artinya
“Barang siapa yang mengikat suatu ikatan, kemudian menghembuskannya, maka
sungguh ia telah menyihir dan barang siapa yang menyihir maka sungguh ia
musyrik” (HR. An-Nasa‟i)

4. Tenung
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim
yang artinya
“Barang siapa yang mendatangi tukang tenung, lelu ia menanyakan sesuatu
kepadanya, lentas dibenarkannya apa yang diucapkannya itu, tidaklah diterima
salatnya selama 40 hari”

5. Percaya kepada ramalan nasib
Biasanya orang-orang sering mempercayai hal-hal seperti ini. Di majalah-majalah
maupun bacaan lainnya kebanyakan menyertakan ramalan nasib berdasarkan
zodiak. Hal ini bisa menjerumuskan kita kepada syirik jika kita mempercayai hal
tersebut. Seperti hadist Rasulullah SAW yang artinya “Barang siapa yang hajatnya
digagalkan oleh kepercayaan menentukan nasib dengan burung dan lain-lain, maka
sungguh ia telah syirik”(HR. Ahmad)

6. Syirik nafsu atau aku
Jenis syirik ini amat berbahaya karena manusia sudah dikuasai oleh hawa nafsunya.
Sehingga ia merasa bahwa dirinya ada di atas segalanya, bahkan ada yang
mengaku dirinya adalah Tuhan.

¸,´,¸·¦ ¸_. .>´¦ .«¸.l¸| «´¡> `.¦´ ¸ ´<¦ _ls ¸¸l¸. ,.>´¸ _ls .¸«¸-.- .¸«¸,l·´ ¸ _->´ ¸
_ls .¸:¸¸ ., :´¡.:¸s _.· ¸«,¸.¯¸´¸ _¸. ¸.-, ¸<¦ ¸·¦ ¿¸`¸´. . ¸__¸ ¦¡l!·´ ¸ !. ´_¸> ¸¸|
!´..!´,> !´,.´.l¦ ,¡.. !´,>´´¸ !.´¸ !´.>¸l¯¸¸ ¸¸| `¸>¦ ! .´¸ ,> ,¸l.¸, _¸. ¸¸l¸. ¿¸| ¯,= ¸¸|
¿¡´.´L, ¸__¸
23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah
(membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
24. dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia
saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain
masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka
tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

7. Syirik kecil
Contoh dari syirik kecil adalah Riya‟, yaitu beramal bukan karena Allah, tetapi
karena ingin dipuji atau dilihat orang.

C. Menghindari Syirik
Perlu kita ketahui bahwa kita sering sekali tidak menyadari bahwa ada
perbuatan-perbuatan kita yang bisa dikatagorikan sebagai syirik. Oleh sebab itu kita
harus selalu berhati-hati dalam bertindak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan
untuk menghindari syirik antara lain:
1. Memahami ajaran-ajaran prinsip dasar islam,agar dapat mengetahui hal-hal di
larang dan yang di perbolehkan.
2. Menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mengarahkan pada kemusyrikan
dan senantiasa mengarahkan diri sendiri melakuka hal-hal positif sesuai dengan
syari‟at islam.
3. Memperbanyak ibadah kepada Allah.
4. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar selalau dibimbing ke jalan
yang benar.
5. Memperbanyak amal kebajikan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hassan al-Banna pernah membuat sistematika ruang lingkup pembahasan
aqidah yang meliputi: Ilahiyat, Nubuwat, Rukhaniyat, Sam‟iyat. Ruang lingkup
aqidah juga dapat mengikuti sistematika arkanul iman.
Syirik adalah salah satu masalah tentan iman kepada Allah. Syirik adalah
kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu. Orang
yang melakukan syirik disebut musyrik. Syirik adalah perbuatan dosa yang sangat
besar. Karena dosa dari perbuatan syirik tidak diampuni oleh Allah.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari syirik antara lain:
memahami ajaran-ajaran prinsip dasar islam, menahan diri untuk tidak melakukan
hal-hal yang mengarahkan pada kemusyrikan dan senantiasa mengarahkan diri
sendiri melakuka hal-hal positif sesuai dengan syari‟at islam, memperbanyak
ibadah kepada Allah, senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar selalau
dibimbing ke jalan yang benar, dam memperbanyak amal kebajikan.

B. Saran
Sebagai manusia, mahkluk ciptaan Allah, kita perlu berhati-hati agar jangan
terkena syirik. Sebab syirik bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, juga kepada
siapa saja.
Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari segala macam perbuatan syirik.
Amiin.












DAFTAR PUSTAKA

Elmubarok, Zaim.,dkk.2011.ISLAM RAHMATAN LIL‟ALAMIN.Semarang: Pusat
Pengembangan MKU dan MKDK LP3 Universitas Negeri Semarang

Drs. H. Hasan AF, M.Pd.2009.AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH
Kelas VII.Semarang:PT. Karya Toha Putra

Memahami ruang lingkup aqidah 2. Mengetahui cara menghindari syirik . Tujuan 1. Jika aqidah yang dimiliki mendalam maka syariah dan akhlak akan baik. Apa yang dimaksud dengan syirik? 3. Bagaiman menghindari syirik? C. Rumusan Masalah 1. Iman kepada Allah adalah salah satu ruang lingkup aqidah. Aqidah merupakan suatu keyakinan dan itu adalah dasar agama Islam. Aqidah terbagi menjadi beberapa ruang lingkup pembahasan dan hal itu perlu dipelajari agar pemahaman tentang aqidah lebih mendalam. B. Memahami tentang syirik 3. Apa saja ruang lingkup aqidah? 2.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aqidah adalah salah satu pembahasan yang ada dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Beriman berarti menyakini sepenuh hati. Tetapi terkadang kita tidak menyadari bahwa perbuatanperbuatan kita ada yang mendekati hal yang mengingkari Allah.

mukjizat. roh. Ada dua metode untuk mengimani hal tersebut. pembahasan tentang ruang lingkup aqidah juga bisa mengikuti sistematika arkanul iman. Selain sistematika di atas. Inti dari beriman kepada Allah yaitu tauhid: mengesakan Allah baik dalam zat. yakni dalil naqli berupa Al-Qur‟an dan al-sunnah. Ruang Lingkup Aqidah Hassan al-Banna pernah membuat sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah yang meliputi: 1. nama-nama dan sifat-sifat Allah. dan lain sebagainya. setan. Allah memiliki al-asma‟ al-husna dan ash-shifah. iblis. perbuatan-perbuatan Allah dan lain-lain 2. 3. termasuk pembicaraan mengenai Kitab-Kitab Allah. seperti wujud Allah.BAB II PEMBAHASAN A. Rukhaniyat Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti malaikat. Nubuwat Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul. keramat dan sebagainya. Iman kepada Allah SWT Iman kepada Allah adalah suatu keniscayaan. yaitu menafika atau menolak segala nama-nama dan sifat-sifat yang menunjukkan ketidak sempurnaan-Nya. sifat dan af‟alNya. . mengimani bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifatsifat yang menunjukkan kemaha semburnaan-Nya. Yang menunjukkan kenaha sempurnaan-Nya. Ilahiyat Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah (Allah). 4. a. Sam‟iyat Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui oleh sam‟i. Kedua adalah metode nafy. Pertama adalah metode itsbat. jin.

Kitab-kibab yang diturunkan sebelum Al-Qur‟an kita hanya diwajibkan mengimani keberadaan dan kebenarannya saja. Malaikat Ridwan bertugas menjaga Surga 8. dan kitab Zabur yang dirurunkan pada Nabi Daud as. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul 2. Jadi beriman kepada malaikat merupakan salah satu cara beriman kepada yang ghaib. kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as. dan mengajarkannya. Dengan usaha ini maka umat Islam akan beriman kepada Allah dengan semurni-murninya. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat 4. Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya atau Nur dengan wujud dan sifatsifat tertentu. Iman kepada Kitab Allah Kitab Allah adalah kitab yang diturunkan kepada nabi dan Rasul Allah. b. Tak pernah membangkang. Sedangkan kepada Al-Qur‟an disampig mengimani keberadaanya gan kebenarannya juga diwajibkan mempelajari. Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal yang berkaitan dengan alam 3. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyai mayat dalam kubur 7. menghayati. Ada pula larangan untuk mentamsilkan atau mentasybihkan Allah dengan sesuatu. Malaikat Malik bertugas menjaga Neraka c. . mengamalkan. Iman kepada malaikat-malaikat Allah Makhluk Allah dapat dibedakan menjadi dua yaitu makhluk ghaib dan makhluk syahadah (nyata). Kitab yang patut diimani keberadaanya adalah Al-Qur‟an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.Islam menganjurkan umatnya untuk berdoa dan memohon kepada Allah. Adapun beberapa malaikat yang patut diketahui dan diimani adalah: 1. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa manusua dan makhluk hidup 5. Malaikat merupakan makhluk ghaib. Malaikat sangat taat kepada Allah. kitab Taurat yang diturunkan ke Nabi Musa as. Malaikat Raqib dan „Atid bertugas mencatat amal manusia 6.

yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. f. Nabi hanya menerima wahyu saja sedangkan rasul selain menerima wahyu ia juga bertugas menyapaikan wahyu tersebut. Adapun menurut Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.S An Nisa : 48 . Iman kepada Hari Akhir Hari akhir adalah kehidupan kekal dan abadi setelah kehidupan dunia yang fana ini. kecuali Allah. Yang membedakan adalah karena ia menerima wahyu dari Allah. peraturan. kehendak. Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah nabi dan rasul yang ada. Iman kepada Nabi dan Rasul Pada hakekatnya nabi dan rasul adalah manusia biasa seperti umumnya. e. Lalu kapan terjadinya hari kiamat? Al-Qur‟an menjelaskan bahwa tak ada seorangpun yang tahu termasuk nabi dan rasul. ketetapan. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Syirik Syirik adalah kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu. Iman kepada Qadha dan Qadar Allah Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum.d. Karena dosa dari perbuatan syirik tidak diampuni oleh Allah. seperti disebutkan dalam Q. Menurut istilah Islam. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa adalah: kepastian. Hari akhir merupakan bukti bagi kenyataan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Awal dan Yang Akhir. penciptaan. Semuanya mengemban tugas yang sama yaitu menegakkan kalimat tauhid. Setiap kurun waktu tertentu diutus nabi dan rasul. ukuran. Syirik adalah perbuatan dosa yang sangat besar. pemberitahuan.pemerintah. B.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.                      48. Sungguh keterlaluan jika manusia kemudian mempercayai kekuatan dan kekuasaan lain di samping Allah. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah. Sebab manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia. Menyembah selain Allah a. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Pada ayat 116 surah An Nisa disebutkan pula                       116. Menyembah Berhala         . Macam-Macam Syirik 1. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah. Tepat sekali ayat di atas yang mengancam orang-orang musyrik. Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

janganlah sembah matahari maupun bulan. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam. Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". 20. c. d. Menyembah jin dan setan                 60. Bertuhan lebih dari satu                 51.19. . tapi sembahlah Allah yang menciptakannya. yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? b. Maka Apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap Al Lata dan Al Uzza. matahari dan bulan. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut". Menyembah matahari dan bulan                      37. Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua Tuhan. jika ialah yang kamu hendak sembah. Menyembah atau percaya pada jimat 2. dan Manah yang ketiga. Sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Esa. siang.

maka sungguh ia telah menyihir dan barang siapa yang menyihir maka sungguh ia musyrik” (HR. Di majalah-majalah maupun bacaan lainnya kebanyakan menyertakan ramalan nasib berdasarkan zodiak. Syirik nafsu atau aku Jenis syirik ini amat berbahaya karena manusia sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Tenung Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya “Barang siapa yang mendatangi tukang tenung. Sehingga ia merasa bahwa dirinya ada di atas segalanya.                               . tidaklah diterima salatnya selama 40 hari” 5. An-Nasa‟i) 4. maka sungguh ia telah syirik”(HR. kemudian menghembuskannya. lelu ia menanyakan sesuatu kepadanya. Seperti hadist Rasulullah SAW yang artinya “Barang siapa yang hajatnya digagalkan oleh kepercayaan menentukan nasib dengan burung dan lain-lain. Hal ini bisa menjerumuskan kita kepada syirik jika kita mempercayai hal tersebut. Ahmad) 6. bahkan ada yang mengaku dirinya adalah Tuhan. Sihir Dalam sebuah hadist dikatakan yang artinya “Barang siapa yang mengikat suatu ikatan.3. lentas dibenarkannya apa yang diucapkannya itu. Percaya kepada ramalan nasib Biasanya orang-orang sering mempercayai hal-hal seperti ini.

Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? 24. 7. tetapi karena ingin dipuji atau dilihat orang. dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. yaitu beramal bukan karena Allah. Menghindari Syirik Perlu kita ketahui bahwa kita sering sekali tidak menyadari bahwa ada perbuatan-perbuatan kita yang bisa dikatagorikan sebagai syirik. Memahami ajaran-ajaran prinsip dasar islam. Menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mengarahkan pada kemusyrikan dan senantiasa mengarahkan diri sendiri melakuka hal-hal positif sesuai dengan syari‟at islam. 3. mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. 5. kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa". Syirik kecil Contoh dari syirik kecil adalah Riya‟. C. Memperbanyak amal kebajikan. 2. dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. 4. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari syirik antara lain: 1. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar selalau dibimbing ke jalan yang benar. Memperbanyak ibadah kepada Allah. Oleh sebab itu kita harus selalu berhati-hati dalam bertindak.                    23.agar dapat mengetahui hal-hal di larang dan yang di perbolehkan. . Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).

Rukhaniyat. Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari segala macam perbuatan syirik. memperbanyak ibadah kepada Allah. Sebab syirik bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. dam memperbanyak amal kebajikan. Amiin.BAB III PENUTUP A. menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mengarahkan pada kemusyrikan dan senantiasa mengarahkan diri sendiri melakuka hal-hal positif sesuai dengan syari‟at islam. Sam‟iyat. . Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Ruang lingkup aqidah juga dapat mengikuti sistematika arkanul iman. kita perlu berhati-hati agar jangan terkena syirik. Syirik adalah kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu. B. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari syirik antara lain: memahami ajaran-ajaran prinsip dasar islam. Nubuwat. Saran Sebagai manusia. Kesimpulan Hassan al-Banna pernah membuat sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah yang meliputi: Ilahiyat. juga kepada siapa saja. senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar selalau dibimbing ke jalan yang benar. Syirik adalah salah satu masalah tentan iman kepada Allah. Syirik adalah perbuatan dosa yang sangat besar. Karena dosa dari perbuatan syirik tidak diampuni oleh Allah. mahkluk ciptaan Allah.

Semarang:PT.AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH Kelas VII.Semarang: Pusat Pengembangan MKU dan MKDK LP3 Universitas Negeri Semarang Drs.2011. Hasan AF.DAFTAR PUSTAKA Elmubarok. Zaim.Pd.ISLAM RAHMATAN LIL‟ALAMIN.2009.dkk. M. Karya Toha Putra . H..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->