judul2 skripsi

1. ANEMIA DEFISIENSI BESI: MANISFETASI DAN PERAWATANNYA 2. ANESTESI DAN TEKNIK PELAKSANAAN ANESTESI MANDIBULA 3.

ANESTESI LOKAL PADA KEDOKTERAN GIGI ANAK 4. ANEURYSMAL BONE CYST PADA MANDIBULA DAN PERAWATANNYA 5. ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK 6. ANKILOGLOSIA DAN PERAWATANNYA 7. ANKILOSIS SENDI RAHANG 8. ANOMALI CELAH BIBIR DAN PALATAL SERTA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 9. ANTIKANDIDA PADA SALIVA SEBAGAI PERTAHANAN TERHADAP KANDIDIASIS MULUT 10. APEKSIFIKASI PADA GIGI INSISIVUS SATU ATAS PERMANEN MUDA 11. APEKS RESEKSI DAN ORTOGRAD FILLING 12. APIKOEKTOMI SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR 13. APLIKASI METODE-METODE INOVATIF DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI 14. APLIKASI SPLIN UNTUK STABILITASI GIGI TRAUMATIK PADA ANAK 15. APLIKASI WAX SEBAGAI SALAH SATU MATERIAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 16. ARTHRITIS REUMATOID SENDI TEMPOROMANDIBULAR 17. ASPEK-ASPEK PENTING PADA PENGGUNAAN FISUR SILEN 18. ASPEK FISIOLOGIS PENGUNYAHAN DAN PENELANAN PADA SISTEM STOMATOGNASI 19. ASPEK IMUNOLOGI STOMATITIS AFTOSA REKUREN 20. ASPEK KLINIS DI RONGGA MULUT PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK 21. ATROFI PAPILA PADA LIDAH 22.

AVULSI GIGI SULUNG ANTERIOR 23. BAHAN-BAHAN PEMBENTUK DENTIN SEKUNDER DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 24. BAHAN DAN TEKNIK CORE BUILDUP DIRECT PADA GIGI MOLAR 25. BAHAN RESTORASI COMPOMER 26. BAHAN SEMEN SALURAN AKAR BERBASIS KALSIUM HIDROKSIDA PADA PERAWATAN SALURAN AKAR 27. BEBERAPA ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK DISTALISASI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MAKSILA PADA PASIEN KURANG KOOPERATIF 28. BEBERAPA ANOMALI KONGENITAL PADA LIDAH 29. BEBERAPA ANOMALI YANG DISEBABKAN PERSISTENSI GIGI SERTA PERAWATANNYA 30. BEBERAPA CARA PERAWATAN ANOMALI KELAS III 31. BEBERAPA CARA PERAWATAN GIGITAN TERBALIK TIPE DENTAL 32. BEBERAPA CARA PERAWATAN KLAS I ANGLE DENGAN KELAINAN DIASTEMA PADA MASA GIGI PERMANEN 33. BEBERAPA CARA PERAWATAN KLAS II DIVISI I PADA MASSA GIGI PERMANEN 34. BEBERAPA KASUS DARURAT DALAM BIDANG BEDAH MULUT 35. BEBERAPA METODE DALAM MENGANALISIS JARINGAN LUNAK WAJAH SEBAGAI SALAH SATU PROSEDUR DIAGNOSIS ORTODONTI BERDASARKAN FOTOGRAFI 36. BEBERAPA PENGGUNAAN ZIRCONIA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 37. BEBERAPA PERAWATAN GUMMY SMILE 38. BEBERAPA PERTIMBANGAN YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERAWATAN ENDODONTI PADA PASIEN ENDOKARDITIS 39. BEBERAPA SIFAT DAN KEGUNAAN DARI BAHAN GYPSUM 40. BEBERAPA TIPE SEKRUP EKSPANSI YANG DAPAT DIGUNAKAN PADA PESAWAT ORTODONTI 41. BERBAGAI KENDALA PADA RADIOGRAFI PERIAPIKAL DAN CARA-CARA MENGATASINYA

42. BERBAGAI METODE ANALISIS BIAYA YANG MENUNJANG INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 43. BERBAGAI SIFAT DAN KEGUNAAN DENTAL PORCELAIN DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 44. BERBAGAI SIFAT DAN PENGGUNAAN GUTTA PERCHA POINT DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 45. BIOKOMPATIBILITAS BIOKERAMIK 46. BIOKOMPATIBILITAS GELAS IONOMER MODIFIKASI RESIN 47. BIOKOMPATIBILITAS SEMEN RONOMER KACA TERHADAP KEHIDUPAN JARINGAN GIGI MERUPAKAN PERTIMBANGAN UTAMA DALAM PEMAKAIANNYA SEBAGAI BASIS PADA RESTORASI SANDWICH. ION FLUOR YANG DIKANDUNG SEMEN IONOMCR KACA MCRUPAKAN UNSUR KIMIA PALING PENTING YANG DIHARAPKAN B 48. IOKOMPATIBILITAS SEMEN ZINC OXIDE EUGENOL 49. BIOKOMPATIBILITAS TITANIUM DALAM PENGGUNAANNYA DI KEDOKTERAN GIGIL 50. BIOLOGI RADIASI 51. BIOMEKANIK PERAWATAN KLAS III DENGAN CHIN CUP 52. BLEACHING DENGAN TEKNOLOGI LASER 53. BLEACHING : PERAWATAN DISKOLORASI PADA GIGI ANTERIOR TETAP ANAK 54. BLOK ANESTESI UNTUK RAHANG ATAS 55. BRANEMARK TITANIUM IMPLANT SEBAGAI SALAH SATU PILIHAN IMPLAN TIPE SCREW 56. BRUXIMS DAN PENGARUHNYA PADA WAJAH DAN MULUT ANAK 57. CAIRAN SULKUS GINGIVA DAN PERANANNYA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 58. CARA PEMBUATAN PIRANTI FRANKEL 2 PADA MALOKLUSI KELAS II ANGLE DIVISI 2 59. CARBAMAZEPINE (ANTI KONVULSI) DALAM TERAPI EPILEPSI SEBAGAI PENYEBAB ERITEMA MULTIFORMIS MAYOR (LAPORAN KASUS) 60.

CIRI PATOLOGIS DAN PENGOBATAN LESI ULSERATIF DI RONGGA MULUT PADA PASIEN PENDERITA TUBERKULOSIS 61. CLEIDOCRANIAL DYSPLASIA 62. CORAK GAMBARAN PANORAMIK DARI INFRA ORBITAL CANAL DAN ANTERIOR SUPERIOR DENTAL PLEKSUS 63. CORONAL LEAKAGE PADA RESTORASI GIGI DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 64. CORONAL LEAKAGE PADA RESTORASI GIGI DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 65. CROSSBITE PADA MASA GIGI BERCAMPUR PADA MURID-MURID SD IMMANUEL MEDAN 66. DEEP OVERBITE DAN CARA PENANGGULANGANNYA 67. DEFISIENSI ZAT BESI, ASAM FOLAT, VITAMIN B12 SEBAGAI SALAH SATU PREDISPOSISI STOMATITIS AFTOSA REKUREN 68. DEN EVAGINATUS ANTERIOR PADA GIGI PERMANEN ANAK 69. DENS IN DENTE 70. DENS INVAGINATUS 71. DENTAL IMPLAN IMIDIAT SEBAGAI PENYANGGA MAHKOTA GIGI ANTERIOR 72. DENTAL IMPLANT MENURUT KONSEP DAN TEKNIK ITI 73. DENTINOGENESIS IMPERFEKTA 74. DERAJAT KEASAMAN (PH) SALIVA PADA RONGGA MULUT BERKARIES DAN TIDAK BERKARIES 75. DESAIN ARAH PASANG ROTASI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN UNILATERAL DENGAN MOLAR MANDIBULA YANG MIRING 76. DESAIN CANGKOLAN KAWAT PADA KASUS GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS DI KLINIK BAGIAN PROSTODONSIA FKG-USU TAHUN 1999 S/D 2000 77. DESAIN CANGKOLAN PADA GIGITIRUAN KERANGKA LOGAM DALAM USAHA MENDAPATKAN RETENSI GIGITIRUAN 78. DETEKSI DINI LEUKOPLAKIA PRAGANAS 79.

DETEKSI RADIOLOGI TERHADAP RESORPSI INTERNAL GIGI-GELIGI 80. DIAGNOSA DINI KARSINOMA SEL SKUAMOSA DI RONGGA MULUT 81. DIAGNOSA PEMBENGKAKAN DASAR MULUT YANG DISEBABKAN RANULA, KISTA DERMOID, DAN SIALOLITHIASIS 82. DISAIN PREPARASI KLAS II RESIN KOMPOSIT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS RESTORASI 83. DISFUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA AKIBAT PENCABUTAN GIGI POSTERIOR DAN PERAWATANNYA 84. DISFUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA DILIHAT MELALUI GAMBARAN RADIOGRAFI 85. DISTRIBUSI DAN FREKUENSI MANIFESTASI ORAL PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALIS DI RUMAH SAKIT H. ADAM MALIK (AGUSTUS – DESEMBER 2007) 86. DISTRIBUSI DENTURE STOMATITIS DAN FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSISI PADA PENDERITA YANG BEROBAT DI LABORATORIUM ILMU PENYAKIT MULUT FKG-USU MEDAN TAHUN 1999 S/D 2001 87. DISTRIBUSI FREKUENSI JENIS RESTORASI DI BAGIAN ILMU KONSERVASI GIGI USU MEDAN TAHUN 1996 S/D 2000 88. DISTRIBUSI FREKUENSI RECURRENT APHTHOUS STOMATITIS DI BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI-USU OKTOBER 1998 – OKTOBER 1999 89. DUKUNGAN RADIOGRAFI DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSA SIALOLITIASIS PADA ANAK-ANAK 90. DUKUNGAN RADIOLOGI UNTUK PENYINGKIRAN SIALOIT SECARA NON BEDAH 91. UPLIKASI GIGITIRUAN PENUH DENGAN TEKNIK SEKSIONAL DAN MENGGUNAKAN SENDOK CETAK RAHANG ATAS 92. EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) 93. EFEK ANTIBAKTERI BERBAGAI SEDIAAN DARI BUAH LERAK TERHADAP STREPTOCOCUS MUTANS (PENELITIAN IN VITRO) 94. EFEK ANTIBAKTERI KITOSAN BLANGKAS (LYMULUS POLYPHEMUS) BERMOLEKUL TINGGI TERHADAP FUSOBACTERIUM NUCLEATUM (PENELITIAN IN VITRO) 95. EFEK BAHAN PEMUTIH GIGI

96. EFEK IMBIBISI PERENDAMAN BAHAN CETAK IRREVERSIBLE HYDROCOLLOID ALGINATE DALAM DESINFEKTAN SODIUM HYPOCHLORITE 0.5% 97. EFEK KERJA INCLINED BITE PLANE PADA MALOKLUSI KLAS II ANGLE DIVISI I 98. EFEK MENYIRIH TERHADAP GIGI DAN JARINGAN LUNAK MULUT 99. EFEK MONOMER SISA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DARI BASIS GIGITIRUAN TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT DAN USAHA PENANGGULANGANNYA 100. EFEK PENAMBAHAN FLUORIDA PADA BAHAN RESTORASI DENTAL AMALGAM 101. EFEK PENGGUNAAN SIWAK PADA GIGI DAN GINGIVA 102. EFEK PENYULUHAN DAN PELATIHAN DALAM PENURUNAN INDEKS PLAK PADA MURID-MURID KELAS IV DAN V DI DUA SD NEGERI JL. SETIA BUDI NO. 6 MEDAN 103. EFEK PENYULUHAN PELATIHAN PENYIKATAN GIGI PADA ANAK-ANAK CACAT MENTAL USIA 12-13 TAHUN DI YPAC MEDAN DAN MURID-MURID KELAS VI SD BUDI MURNI 2 MEDAN 104. EFEK RADIOTERAPI PADA PENGOBATAN KANKER MULUT 105. EFEK SAMPING MERKURI DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT 106. EFEK SAMPING PENGGUNAAN BUR KECEPATAN TINGGI PADA PREPARASI GIGI PENYANGGA GIGITIRUAN CEKAT 107. EFEK SAMPING PENGGUNAAN KHLORHEKSIDIN 0,2% PADA PENDERITA GINGIVITIS 108. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI DI DAERAH KEPALA DAN LEHER TERHADAP JARINGAN SEKITARNYA 109. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI PADA RONGGA MULUT 110. EFEK SAMPING TERAPI RADIASI TERHADAP PENDERITA KANKER TIROID SERTA TATALAKSANA PENANGGULANGAN 111. EFEK TERHADAP BERBAGAI SEDIAAN DARI BUAH LERAK TERHADAP CANDIDA ALBICANS (PENELITIAN IN VITRO) 112. EFEKTIFITAS ANTIMIKROBIAL EKSTRAK KAYU SIWAK TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS MUTANS PADA KARIES GIGI

113. EFEKTIFITAS PENAMBAHAN FLOUR PADA BAHAN RESTORASI SEMEN IONOMER KACA 114. EFEK TRAUMA PADA GIGI TETAP ANTERIOR DITINJAU SECARA RADIOGRAFIS 115. EFEK WATERMELON FROST TERHADAP PENURUNAN PROSTAGLANDIN E2(PGE2) PADA INFLAMASI JARINGAN PULPA 116. ENDOKARDITIS BAKTERIAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 117. ERITEMA MULTIFORM DI RONGGA MULUT 118. ERITEMA MULTIFORMIS YANG DIPICU OLEH VIRUS HERPES SIMPLEKS 119. EROSI GIGI YANG DISEBABKAN KANDUNGAN ASAM DALAM MINUMAN RINGAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA 120. ERUPSI EKTOPIK GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA ANAK 121. ERUPSI GIGI 122. ETIOLOGI FIBROSIS SUBMUKOSA MULUT YANG DIHUBUNGKAN DENGAN KEBIASAAN MENYIRIH 123. EVALUASI KEBOCORAN MIKRO (MICROLEAKAGE) SEALER RESIN DAN SEALER KALSIUM HIDROKSIDA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PASTA SALURAN AKAR (PENELITIAN IN VITRO) 124. EXFOLIATIVE CHEILITIS PADA AIDS DAN HUBUNGANNYA DENGAN INFEKSI KANDIDA 125. FAKTOR-FAKTOR PERTAHANAN YANG TERDAPAT DALAM CAIRAN RONGGA MULUT 126. FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENATALAKSANAAN PASIEN DOWN SYNDROME DALAM PERAWATAN ENDODONTI 127. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGIRIMAN ORDER PEMBUATAN FOTO RONTGEN KE FKG USU 128. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERLEKATAN BAHAN ADHESIF BERBASIS RESIN TERHADAP STRUKTUR PERMUKAAN GIGI 129. FIBROUS DISPLASIA PADA MAKSILA 130. FISIOLOGI DAN MEKANISME PERGERAKAN GIGI SECARA ORTODONTI 131.

FLOUR DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI 132. FLUOROSIS PADA ANAK AKIBAT KELEBIHAN FLUOR DALAM PASTA GIGI ANAK 133. FRAKTUR ANGULUS MANDIBULA YANG DISEBABKAN PENGAMBILAN GIGI MOLAR TIGA BAWAH TERPENDAM 134. FRAKTUR GREENSTICK PADA MANDIBULA DAN PERAWATANNYA 135. FRAKTUR MAHKOTA GIGI ANTERIOR DAN PERAWATANNYA PADA MURIDMURID SMU NEGERI 1 MEDAN 136. FUSI GIGI PADA PASIEN ANAK 137. GAMBARAN FOTO RONTGEN GIGI PADA PASIEN KELAINAN KRANIOFASIAL 138. GAMBARAN KLINIS ANOMALI ORTODONTI PADA PENDERITA DOWN SYNDROME 139. MBARAN KLINIS DAN RADIOLOGIS MIKSOMA ODONTOGENIK TULANG RAHANG 140. GAMBARAN LESI-LESI RADIOLUSEN BERKLASIFIKASI PADA DAERAH PERIKORONAL 141. GAMBARAN MORFOLOGI PERMUKAAN EMAIL DAN DENTIN SETELAH APLIKASI TOTAL ETCHING DAN SELF ETCHING PRIMER 142. GAMBARAN ORAL HIGIENE DAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH TUNARUNGU DAN TIDAK TUNARUNGU KELOMPOK USIA 11-12 TAHUN DAN 14-16 TAHUN 143. GAMBARAN PERAWATAN SALURAN AKAR YANG DILAKUKAN OLEH DOKTER GIGI DI KOTA MEDAN 144. GAMBARAN RADIOGRAFI ADENOMA PLEOMORFIK PADA KELENJAR SALIVA 145. GAMBARAN RADIOGRAFI DARI KISTA ODONTOGENIK GLANDULAR PADA RAHANG 146. GAMBARAN RADIOGRAFI DARI ODONTOMA COMPLEX MULTIPLE YANG BERGABUNG DENGAN KISTA DENTIGEROUS 147. GAMBARAN RADIOGRAFI DIABETES MELLITUS DI RONGGA MULUT 148. GAMBARAN RADIOGRAFI GANGGUAN ARTIKULASI DARI SENDI TEMPOROMANDIBULAR 149.

GAMBARAN RADIOGRAFI GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA DAN PERAWATANNYA 150. GAMBARAN RADIOGRAFI PENDERITA MIKROSOMIA HEMIFASIAL 151. GAMBARAN RADIOGRAFI RONGGA MULUT DAN WAJAH PADA PENDERITATHALASEMIA ? MAYOR 152. GAMBARAN RADIOGRAFI RONGGA MULUT PADA PENDERITA SICKLE CELL ANEMIA 153. GAMBARAN RADIOGRAFIS PENYAKIT PAGET DI RAHANG 154. GAMBARAN RADIOLOGIS DAN DISTRIBUSI KLINIK PSEUDOKISTA PADA SINUS MAKSILARIS 155. GAMBARAN ROENTGENOLOGI DIFFUSE SCLEROSING OSTEOMYELITIS PADA MANDIBULA 156. GAMBARAN ROENTGENOLOGI PADA RESORPSI TULANG ALVEOLAR 157. GANGGUAN FUNGSI SENDI TEMPOROMANDIBULA DISEBABKAN BRUKSISM DAN PERAWATANNYA 158. GANGGUAN STRUKTUR EMAIL 159. GEOGRAPHIC TONGUE 160. GIGI DAN RAHANG SEBAGAI SUMBER NYERI KEPALA DAN WAJAH 161. GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SEKSIONAL SEBAGAI ALTERNATIF DESAIN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 162. GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SEKSIONAL YANG DIHUBUNGKAN DENGAN OBTURATOR MENGGUNAKAN MAGNET PADA CACAT MAKSILA DISERTAI GERONG YANG PARAH 163. GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN SWINGLOCK SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF DESAIN PADA PASIEN DENGAN KELAINAN MOBILITI GIGI 164. GINGIVAL OVERGROWTH PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL 165. HAL-HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM MELAKUKAN PERAWATAN SERI EKSTRAKSI PADA GIGI BERJEJAL ANTERIOR 166. HALITOSIS 167. HEPATITIS DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEDOKTERAN GIGI ANAK 168.

HERPES SIMPLEKS DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEDOKTERAN GIGI ANAK 169. HERPES ZOSTER SEBAGAI SALAH SATU ETIOLOGI PARALISIS NERVUS FASIALIS 170. HIPOPLASIA ENAMEL PADA PENDERITA PENYAKIT EKSANTEMA 171. HIPOTIROIDISME DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 172. HUBUNGAN DETEKTOR KARIES DAN DAYA ADESIF BAHAN RESTORASI TERHADAP RESTORASI A-TRAUMATIK 173. HUBUNGAN GIGI IMPAKSI MOLAR TIGA MANDIBULA DENGAN AMELOBLASTOMA SERTA PERAWATANNYA 174. HUBUNGAN STRESS DENGAN PENYAKIT DAN PERAWATAN PERIODONTAL 175. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KARIES GIGI PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA USIA 20 SAMPAI 45 TAHUN DI KELURAHAN SIMPANG SELAYANG KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN 176. UBUNGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN FREKUENSI DAN DISTRIBUSI STOMATITIS AFTOSA REKUREN MINOR PADA PASIEN PENGUNJUNG KLINIK GIGI DAN MULUT FKG USU MEDAN JUNI 2001-MEI 2002 177. HUBUNGAN VSC DENGAN ORAL MALODOR DAN PENYAKIT PERIODONTAL 178. IMUNISASI PASIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI 179. IMUNOLOGI KARIES GIGI 180. INFEKSI ENDODONTI 181. INFEKSI NOSOKOMIAL DI KLINIK GIGI 182. INFEKSI RUANG FASIAL PADA KEPALA DAN LEHAR 183. INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI 184. INSIDEN RASA SAKIT SELAMA PERAWATAN SALURAN AKAR PADA PASIEN DI KLINIK ILMU KONSERVASI GIGI FKG USU MEDAN PERIODE JANUARI SAMPAI MARET 2004 185. INSTRUMEN ROTATIF PROTAPER PADA PREPARASI SALURAN AKAR 186. INTRAORAL ROENTGENOGRAM SEBAGAI SARANA DIAGNOSA DAN KEGAGALAN-KEGAGALANNYA

187. INTRAOSSEUS ANESTESI SEBAGAI SALAH SATU INFILTRASI ANESTESI DI KEDOKTERAN GIGI 188. KANDIDIASIS MULUT AKIBAT PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA (LAPORAN KASUS) 189. KANDIDIASIS RONGGA MULUT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 190. KARAKTERISTIK DAN PERAWATAN ANOMALI ORTODONTI PADA PENDERITA CLEIDOCRANIAL DYSOSTOSIS 191. KARAKTERISTIK GAMBARAN PADA RADIOLOGI DENTAL 192. KARIES DINI DAN PENCEGAHAN KARIES SECARA UMUM 193. KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA ANAK”, PERMASALAHAN DAN PENANGGULANGANNYA 194. KARSINOMA SEL BASAL PADA WAJAH 195. Gambaran KEADAAN ORAL HYGIENE ANAK-ANAK DI SD NEGERI 060884 KECAMATAN MEDAN BARU 196. KEADAAN ORAL HYGIENE DAN GINGIVITIS SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA ANAK SD MUHAMMADIYAH 28 KECAMATAN MEDAN TIMUR 197. KEADAAN ORAL HYGIENE PADA ANAK CACAT MENTAL BERDASARKAN TINGKAT IQ 198. KEAKURATAN HASIL CETAKAN ALGINAT DALAM PEMBUATAN GIGITIRUAN 199. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN POLYACID MODIFIED COMPISITE RESIN (COMPOMER) SERTA PENGGUNAANNYA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN 200. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN ZINC PHOSPHATE CEMENT SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 201. KEBERHASILAN RETRAKSI GINGIVA MENGGUNAKAN BENANG DAN BAHAN KIMIA PADA PROSEDUR PENCETAKAN PEMBUATAN GIGITIRUAN CEKAT 202. KEBIASAAN BURUK BERNAFAS MELALUI MULUT PADA ANAK DAN PERAWATANNYA 203. KEBIASAAN MENGHISAP JARI SALAH SATU PENYEBAB MALOKLUSI KELAS I TIPE 3 204.

KEBIASAAN MENGUNYAH SIRIH DAN LESI YANG DIJUMPAI PADA MUKOSA ORAL MASYARAKAT BATAK KARO 205. KEBIASAAN MENJULURKAN LIDAH DAN CARA PENANGGULANGANNYA 206. KEBIASAAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI MEDAN 207. KEGAGALAN ADAPTASI FONETIK PADA PASIEN PEMAKAI GIGITIRUAN LEPASAN DAN PENANGGULANGANNYA 208. KEGAGALAN PEMAKAIAN GIGITIRUAN JEMBATAN DUKUNGAN GIGI DAN IMPLAN DITINJAU DARI ASPEK BIOMEKANIS DAN USAHA PENCEGAHANNYA 209. KEGAGALAN PERAWATAN ENDODONTI DAN PERTIMBANGAN DALAM MENGATASINYA AGAR GIGI TETAP BERFUNGSI DI DALAM MULUT 210. KEGUNAAN DAN EFEK SAMPING OBAT KUMUR DALAM RONGGA MULUT 211. KEHILANGAN GIGI INSISIVUS RAHANG ATAS PADA PENDERITA CELAH BIBIR DAN LANGIT-LANGIT DAN PERAWATANNYA 212. KEILITIS AKTINIK YANG DIPICU OLEH PERNAFASAN MELALUI MULUT YANG KRONIS 213. KEKUATAN TARIK PERLEKATAN (TENSILE BOND STRENGTH) ANTARA DENTIN DAN KOMPOSIT RESIN DENGAN MEMAKAI BAHAN ADHESIF YANG BERBEDA 214. KELAINAN JARINGAN MULUT AKIBAT KEBIASAAN MENGUNYAH DAN MENGHIRUP TEMBAKAU 215. KELAINAN JARINGAN RONGGA MULUT PADA MANULA 216. KELAINAN RONGGA MULUT AKIBAT PENGGUNAAN PESAWAT ORTHODONTI 217. KEMAMPUAN FOTO PANORAMIK DALAM MENDETEKSI RISIKO STROKE 218. KEMUNGKINAN PENULARAN HIV/AIDS DI PRAKTEK DOKTER GIGI MELALUI SALIVA 219. KERATOACANTHOMA DAN PERAWATANNYA 220. KESELAMATAN KERJA DI RUANG RADIASI 221. KESELAMATAN OPERATOR PENGGUNA ALAT SINAR X GIGI DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA MEDAN 222.

KETAHANAN FRAKTUR OVERLAY PORCELAIN-FUSED TO METAL TERHADAP KEKUATAN TEKAN PADA KAVITAS MOD PASCA PERAWATAN ENDODONTI DENGAN CAVOSURFACE MARGIN BERBENTUK SHOULDER DAN CHAMFER 223. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMAKAIAN METAL FRAME DENGAN RESIN PADA BASIS PROTHESA 224. KISTA DUKTUS NASOPALATINUS 225. KISTA NASOLABIAL (NASOALVEOLAR) DAN PERAWATANNYA 226. KISTA NON-ODONTOGENIK DAN TINJAUANNYA SECARA RADIOGRAFI 227. KISTA ODONTOGENIK GLANDULA PADA RAHANG 228. KISTA ONDONTOGENIK BERKALSIFIKASI (KISTA GORLIN) 229. KISTA PALATAL MEDIANA 230. KISTA PARADENTAL DAN PERAWATANNYA 231. KISTA TIROGLOSUS 232. KOLONISASI BAKTERI PADA RONGGA MULUT 233. KOMPENSASI GYPSUM BONDED INVESTMENT TERHADAP PENYUSUTAN LOGAM CAMPUR EMAS PADA SAAT PENGECORAN 234. KOMPLIKASI BULIMA NERVOSA DI TUBUH DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT 235. KOMPLIKASI INFEKSI DAN PENJALARANNYA DISEBABKAN PENGAMBILAN GIGI MOLAR TIGA TERPENDAM 236. KOMPLIKASI ODONTEKTOMI PADA MOLAR TIGA RAHANG ATAS SERTA PERAWATANNYA 237. KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA DOKTER GIGI DAN PASIEN DI RUANG PRAKTEK 238. KONDISI KESEHATAN RONGGA MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK AGUSTUS-SEPTEMBER 2007 239. KONDISI RUANGAN INSTALASI KESEHATAN GIGI DALAM HAL UKURAN RUANGAN DAN KETEBALAN DINDING DENGAN FASILITAS RADIOGRAFI PADA PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA MEDAN 240.

KONSEP LENGKUNG GIGI YANG PENDEK SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN PASIEN EDENTULUS SEBAGIAN BERDASARKAN EVIDENCEBASED DENTISTRY 241. KONSEP PERAWATAN FRAKTUR MANDIBULA 242. KOREKSI CROSSBITE ANTERIOR DENGAN STAINLESS STEEL CROWN 243. LASER KARBON DIOKSIDA : APLIKASINYA DALAM TERAPI PENYAKIT JARINGAN LUNAK MULUT 244. LESI ENDODONSI-FERIODONSI SECARA RADIOGRAFI 245. LESI-LESI RADIOLUSEN PERIKORONAL TANPA KALSIFIKASI 246. LESI LIKENOID ORAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESTORASI AMALGAM DAN PERAWATANNY 247. LIMBAH BAHAN-BAHAN PROSESING DI LABORATORIUM RADIOLOGI MEDAN 248. LIMFOMA BURKITT PADA RONGGA MULUT 249. LOKASI PENEMPATAN PREPARASI AKHIRAN SERVIKAL PADA PEMBUATAN RESTORASI MAHKOTA PENUH 250. MACAM-MACAM PESAWAT HEADGEAR YANG DIGUNAKAN PADA MALOKLUSI KLAS II DIVISI I 251. MAHKOTA STAINLESS STEEL SEBAGAI PERAWATAN PENDAHULUAN PADA GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MUDA 252. MAKROGLASIA DAN TEKNIK PEMBEDAHANNYA 253. MAKROGLOSIA : PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK 254. MALOKLUSI AKIBAT GANGGUAN PERTUMBUHAN DENTOFASIAL 255. MANAJEMEN GIGI MOBILITI AKIBAT PENYAKIT PERIODONTAL 256. MANAJEMEN PASIEN DAN MASALAH-MASALAH YANG TERJADI PADA SAAT PENGAMBILAN FOTO RONTGEN 257. MANFAAT MIDZOLAM SEBAGAI SEDATIF-HIPNOTIKA DALAM BIDANG BEDAH MULUT 258. MANIFESTASI ALKOHOLIK DI RONGGA MULUT, 259. MANIFESTASI ANEMIA PERNISIOSA DI RONGGA MULUT

260. MANIFESTASI HIPETIROIDISME DALAM RONGGA MULUT DAN PENANGGULANGANNYA 261. MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT 262. MANIFESTASI KEHAMILAN DI RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 263. MANIFESTASI KHEMOTERAPI DI RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 264. MANIFESTASI KLINIS GANGGUNAN HORMON PERTUMBUHAN DI RONGGA MULUT 265. MANIFESTASI KLINIS INFEKSI VIRUS PADA KELENJAR SALIVA DAN PERAWATANNYA 266. MANIFESTASI, MEKANISME IMUNOLOGI DAN DIAGNOSA LABORATORIUM INFEKSI VIRUS DAN JAMUR KANDIDA DI RONGGA MULUT 267. MANIFESTASI PENYAKIT SISTEMATIK DAN INFEKSI SPESIFIK PADA FOTO PANORAMIK 268. MANIFESTASI RADIOGRAFI KANKER PAYUDARA PADA MANDIBULA 269. MANIFESTASI SJOGREN SINDROM PADA RONGGA MULUT 270. MANIFESTASI TUBERKULOSA PADA TULANG RAHANG 271. MANISFESTASI REAKSI ALERGI TERHADAP OBAT-OBATAN PADA TINDAKAN BEDAH MULUT 272. MANISFETASI PADA RONGGA MULUT DAN GAMBARAN RADIOGRAFI DARI NEUFIBROMATOSIS 273. MASALAH GIGI SUPERNUMERARI PADA BIDANG KEDOKTERAN GIGI ANAK 274. MASALAH KARIES BOTOL: TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN DAN FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA 275. MASALAH KARIES RAMPAN PADA ANAK : PENCEGAHAN DAN PERAWATANNYA 276. MASALAH RASA TAKUT PADA KEDOKTERAN GIGI ANAK 277. MATERIAL RESTORASI DIREK YANG SERING DIPAKAI PADA BIDANG KEDOKTERAN GIGI 278. MELANOMA MALIGNA PADA RONGGA MULUT DAN PERAWATANNYA 279. MEMPERKENALKAN XERORADIOGRAFI DIBIDANG KEDOKTERAN GIGI

280. MENANAMKAN KEBIASAAN PLAK KONTROL PADA ANAK-ANAK GUNA MENDAPATKAN RONGGA MULUT YANG BERSIH DAN SEHAT 281. MENGEMBALIKAN SENYUM ALAMI DENGAN KONSEP DENTOGENIK BAGI PEMAKAI GIGITIRUAN 282. MENGENAL PENGGUNAAN SINAR LASER DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI PENCEGAHAN 283. MENGETAHUI POSISI FORAMEN MENTAL MELALUI RADIOGRAF 284. MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT PERIODONTAL 285. METODE ALTERNATIF PEMASANGAN KEMBALI GIGITIRUAN PENUH PADA ARTIKULATOR 286. METODE MILLARD SEBAGAI SALAH SATU TEKNIK PENUTUPAN CELAH BIBIR 287. METODE PENGUKURAN SALIVA DAN PEMERIKSAAN KELENJAR SALIVA 288. MIKROGNASIA 289. MIKROORGANISME DIHUBUNGKAN DENGAN PEMBENTUKAN KARIES 290. MIKROORGANISME YANG DAPAT DIISOLASI DARI SIKAT GIGI YANG TELAH DIPERGUNAKAN SELAMA LEBIH KURANG TIGA BULAN 291. MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM ENDODONTI 292. MINI-IMPLANT SEBAGAI PENJANGKAR DALAM PERAWATAN ORTODONTI 293. MIXTURE OF TETRACYCLINE ISOMER, AN ACID AND DETERGENT (MTAD) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR 294. MODIFIKASI JEMBATAN SEMENTARA RESIN AKRILIK UNTUK PEMAKAIAN JANGKA PANJANG 295. MOLAR TIGA IMPAKSI PENYEBAB TERJADINYA OSTEOMYELITIS 296. MOTTLED ENAMEL 297. MUKOKEL PADA SINUS MAKSILARIS 298. MUKOSITIS ORAL SEBAGAI AKIBAT TERAPI RADIASI KANKER PADA DAERAH KEPALA DAN LEHER 299. MUKOSITIS SEBAGAI SALAH SATU EFEK SAMPING TERAPI RADIASI

300. MUKOTIS ORAL PADA PENDERITA KANKER NASOFARING YANG MENDAPAT KEMOTERAPI 5-FLUOROURACIL (LAPORAN KASUS) 301. NEURALGIA TRIGEMINAL 302. NYERI WAJAH ATIPIKAL DAN PENATALAKSANAANNYA 303. ODONTOGENIK FIBROMA PADA RONGGA MULUT 304. ODONTOGENIK MIKSOMA DAN PERAWATANNYA 305. ORAL KANDIDIASIS PADA PENDERITA HIV/AIDS 306. OSTEOPOROSIS DAN KEHILANGAN TULANG DI RONGGA MULUT 307. OVERDENTURE DENGAN RETENSI MAGNIT 308. PANJANG RATA-RATA GIGI INSISIVUS SENTRALIS PERMANEN MAKSILA DAN GIGI KANINUS PERMANEN MAKSILA PADA MAHASISWA SUKU BATAK FKG USU MEDAN 309. PANORAMIK RADIOGRAFI SEBAGAI ALAT BANTU UNTUK DIAGNOSA FRAKTUR MANDIBULA 310. PARALISIS NERVUS FASIALIS DAN KAITANNYA DENGAN BIDANG KEDOKTERAN GIGI 311. PATOGENESE KANDIDIASIS ORAL PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 312. PATOGENESIS KELAINAN JARINGAN MULUT DISEBABKAN KEBIASAAN MEROKOK 313. PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT 314. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA 315. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA 316. PEMAKAIAN BAHAN ADHESIF DALAM OBTURASI SALURAN AKAR 317. PEMAKAIAN BAHAN BONDING DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI 318. PEMAKAIAN FACE MASK UNTUK PERAWATAN ANOMALI KLAS III 319. PEMAKAIAN INVESTMENT MATERIAL PADA PENGECORAN LOGAM TUANG 320. PEMAKAIAN PESAWAT PENDULUM UNTUK DISTALISASI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN MAKSILA PADA MALOKLUSI KLAS II

321. PEMAKAIAN PESAWAT TRUITT KLAS III UNTUK MENGOREKSI ANOMALI KLAS III SKELETAL 322. PEMAKAIAN PIT DAN FISUR SILEN PADA GIGI PERMANEN DEWASA 323. PEMAKAIAN RESIN KOMPOSIT PADA REPARASI RESTORASI GIGI PORSELEN 324. PEMANIPULASIAN PADA AMALGAM 325. PEMASANGAN IMPLAN GIGI DENGAN SISTEM ITI 326. PEMBERIAN MINOSIKLIN PADA PERAWATAN PERIODONTAL 327. PEMBERSIHAN INTERDENTAL SEBAGAI PENUNJANG PEMELIHARAAN HIGIENE ORAL 328. PEMBUATAN OVERDENTURE IMIDIAT DALAM USAHA MENGATASI RESORPSI LINGGIR DAN ESTETIS 329. PEMBUATAN PONTIK OVATE UNTUK JEMBATAN ANTERIOR RAHANG ATAS 330. PEMBUATAN RESERVOIR SALIVA TIRUAN PADA GIGITIRUAN PENUN RAHANG ATAS UNTUK PASIEN XEROSTOMIA 331. PEMBUATAN RESTORASI SEMENTARA GIGITIRUAN CEKAT DENGAN MENGGUNAKAN DAI FLEKSIBEL 332. PEMERIKSAAN KOMPOSISI SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 333. PEMFIGUS VULGARIS RONGGA MULUT : PATOGENESIS, GAMBARAN KLINIS DAN PENANGGULANGANNYA 334. PEMILIHAN ANASTETIKUM LOKAL PADA PENDERITA KARDIOVASKULER UNTUK PENCABUTAN GIGI 335. PEMILIHAN BAHAN ALLOY UNTUK KONSTRUKSI GIGITIRUAN 336. PENALAKSANAAN GIGI MOLAR SULUNG YANG BERFISTEL 337. PENANGANAN AWAL SEBELUM PERAWATAN ORTODONTI TERHADAP PASIEN TURNER SYNDROME DENGAN KELAINAN KRANIODENTAL 338. PENANGANAN FRAKTUR KOMPOUND PADA MANDIBULA 339. PENANGANAN GIGI DAN MULUT PASIEN DENGAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR 340.

PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN TRAUMA MAKSILOFASIAL 341. PENANGANAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT PADA PASIEN USIA LANJUT YANG MENDERITA DEPRESI MAYOR 342. PENANGGULANGAN ABSES RONGGA MULUT PADA IBU HAMIL 343. PENANGGULANGAN GIGI DAN MULUT PASIEN SINDROMA DOWN 344. PENANGGULANGAN GIGI PENYANGGA PASCA PEMASANGAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 345. PENANGGULANGAN KELAINAN KLINIS PASCA PEMASANGAN GIGITIRUAN PENUH 346. PENANGGULANGAN MASALAH GANGGUAN KECEMASAN TERHADAP RASA SAKIT PADA TINDAKAN BEDAH MULUT 347. PENANGGULANGAN PERILAKU PENDERITA AUTISME PADA PERAWATAN GIGI DAN RONGGA MULUT 348. PENANGGULANGAN RASA TAKUT ANAK SECARA FARMAKOLOGI DI BIDANG PERAWATAN GIGI DAN MULUT 349. PENANGGULANGAN RASA TAKUT TERHADAP INJEKSI PADA PENCABUTAN GIGI ANAK 350. PENATALAKSANAAN BAND LOOP SEBAGAI SPACE MAINTAINER PADA PREMATURE LOSS GIGI MOLAR SUSU 351. PENATALAKSANAAN BATU KELENJAR LUDAH 352. PENATALAKSANAAN DISLOKASI MANDIBULA KRONIS 353. PENATALAKSANAAN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN FIKSASI INTERNAL 354. PENATALAKSANAAN FRAKTUR NASAL KOMPLEKS 355. PENATALAKSANAAN GIGI ANKILOSIS PADA PERAWATAN ORTODONTI 356. PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT PADA PENDERITA SKLERODERMA 357. PENATALAKSANAAN GIGI DAN MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS 358. PENATALAKSANAAN GIGI INSISIVUS SATU TETAP ATAS YANG AVULSI 359. PENATALAKSANAAN GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN MENJADI GIGI TIRUAN PENUH KONVERSI 360.

PENATALAKSANAAN INJURI TRAUMATIK KLAS III PADA GIGI DEPAN SUSU 361. PENATALAKSANAAN JEMBATAN MENJADI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KONVERSI 362. PENATALAKSANAAN KASUS BEDAH MULUT MINOR PADA PENDERITA HIPOPROTROMBINEMIA AKIBAT DEFISIENSI VITAMIN K 363. PENATALAKSANAAN KISTA DI DALAM SINUS MAKSILARIS 364. PENATALAKSANAAN NEURALGIA TRIGEMINAL DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 365. PENATALAKSANAAN PASIEN HIPERTENSI DI PRAKTEK DOKTER GIGI 366. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA IBU HAMIL 367. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PECANDU NARKOTIKA 368. PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA PASCA STROKE 369. PENATALAKSANAAN PENDERITA CHRISTMAS DISEASE DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 370. PENATALAKSANAAN PENDERITA KANDIDIASIS ORAL 371. PENATALAKSANAAN PENDERITA VON WILLEBRAND`S DISEASE DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 372. PENATALAKSANAAN PERADANGAN KELENJAR LUDAH MAYOR 373. PENATALAKSANAAN PERILAKU ANAK PRA SEKOLAH PADA PERAWATAN GIGI DENGAN MODELING DAN DESENSITISASI 374. PENATALAKSANAAN PERILAKU ANAK TIDAK KOOPERATIF DENGAN GEJALA HIPERAKTIVITAS SECARA TEKNIK HOME 375. PENATALAKSANAAN RESTORASI TUNEL PADA PASIEN ANAK 376. PENATALAKSANAAN SALURAN AKAR UNTUK MENDAPATKAN RETENSI DAN RESISTENSI PASAK PADA GIGI ANTERIOR 377. PENATALAKSANAAN SPACE MAINTAINER LEPASAN PADA KEHILANGAN GIGI MOLAR SUSU BILATERAL 378. PENATALAKSANAAN TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN HEMODIALIS 1. PENATALAKSANAAN TINDAKAN EKSTRASI YANG AMAN PADA PASIEN AIDS DAN HIV POSITIF

2. ABSES ALVEOLAR AKUT PADA ANAKD 3. ABSES PERIAPIKAL SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB TERJADINYA OSTEOMYELITIS SUPURATIF AKUT 4. ADAPTASI PERLEKATAN TAMBALAN RESIN KOMPOSIT PADA GIGI 5. ALVEOLEKTOMI SETELAH EKSTRASI MULTIPEL 6. ALVEOPLASTI 7. MELOGENESIS IMPERFEKTA PADA ANAK 8. AMELOGRENESIS IMPERFEKTA HEREDITER 9. ANALISA KONVEKSITAS WAJAH JARINGAN LUNAK SECARA SEFALOMETRI LATERAL PADA MAHASISWA DEUTRO MELAYU FKG USU USIA 20-25 TAHUN 10. ANALISA KONVEKSITAS WAJAH JARINGAN LUNAK SECARA SEFALOMETRI LATERAL PADA MAHASISWA DEUTRO-MELAYU FKG USU USIA 20-25 TAHUN (TAHUN 1999-2005) 11. ANALISA RADIOGRAFI MENGENAI POLA KERUSAKAN JARINGAN PERIODENTAL DIHUBUNGKAN DENGAN FRAKTUR AKAR INKOMPLIT 12. ANALISA RADIOGRAFI PERGELANGAN TANGAN SEBAGAI DIAGNOSA PENDUKUNG DALAM PERAWATAN ORTODONTI 13. ANALISA RADIOGRAFI VERTEBRATA SERVIKALIS SEBAGAI DIAGNOSA PENDUKUNG DALAM PERAWATAN ORTODONTI 14. ANALISA SIKAP DOKTER GIGI TERHADAP BAHAYA RADIASI PADA ORAL RADIOLOGI 15. ANALISIS DESAIN PASAK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DAYA TAHAN TERHADAP FRAKTUR AKAR 16. ANALISIS MODEL STUDI DALAM MENDUKUNG RENCANA PERAWATAN ORTODONTI 17. ANALISIS PENENTUAN HUBUNGAN RAHANG PADA PEMBUATAN GIGI TIRUAN PENUH 18. ANALISIS POLA PASAK DAN INTI METODA LANGSUNG BERDASARKAN BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN 19. ANALISI SWOT TERHADAP MANAJEMEN RUMAH SAKIT 20.

PENATALAKSANAAN TORUS PALATINUS UNTUK PERSIAPAN PEMBUATAN GIGI TIRUAN 21. PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA DEFISIENSI KONGENITAL STABILIZING FIBRIN FAKTOR (FAKTOR XIII) 22. PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA RETARDASI MENTALPENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA STRUMA 23. PENCEGAHAN INFEKSI SILANG KEPADA DOKTER GIGI DALAM PENATALAKSANAAN PASIEN AIDS 24. PENCEGAHAN KARIES GIGI SULUNG PADA ANAK 25. PENCEGAHAN KARIES SELAMA PERAWATAN ORTODONSIA DENGAN PESAWAT CEKAT 26. PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS HEPATITIS DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 27. PENCETAKAN TUNGGAL SELECTIVE – PRESSURE UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS 28. PENDAYAGUNAAN INSTRUMEN ULTRASONIK DALAM BIDANG ENDODONTI 29. PENDEKATAN BARU PERMUKAAN OKLUSAL PADA GIGITIRUAN LEPASAN 30. ENELITIAN KEBUTUHAN FISUR SILEN DAN PENGALAMAN KARIES GIGI POSTERIOR PADA MURID DI DUA SD NEGERI MEDAN 31. PENELITIAN KEBUTUHAN PERAWATAN KARIES GIGI PADA ANAK-ANAK USIA 12 DAN 15 TAHUN DI SD NEGERI 060924 DAN SLTP NEGERI 36 KECAMATAN MEDAN JOHOR 32. PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG PEMAKAIAN OBAT KUMUR PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUKARAMAI I KECAMATAN MEDAN AREA KOTAMADYA MEDAN 33. PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN KEBUTUHAN PERAWATAN MALOKLUSI PADA MURID-MURID SMPN 1 DAN SMUN 1 MEDAN 34. PENELITIAN TENTANG KEBIASAAN MENGUNYAH SIRIH DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PENYAKIT PERIODONTAL PADA WANITA DI KECAMATAN LAU BALENG KABUPATEN KARO 35. PENELITIAN TENTANG STATUS PENYAKIT PERIODONTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK

PADA PEGAWAI KANTOR DINAS PERTANIAN TINGKAT I SUMATERA UTARA DAN LINGKUP UNIT PELAKSANA TEKNIS. 36. PENELITIAN TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN PRIMER TERHADAP KARIES GIGI, PENYAKIT PERIODONTAL DAN MALOKLUSI GIGI OLEH DOKTER GIGI DI PRAKTEK PRIBADI DI KOTA MEDAN 37. PENGALAMAN KARIES GIGI ANAK USIA 12 SAMPAI 15 TAHUN YANG MINUM AIR SUMUR BOR DAN AIR PAM PADA MASYARAKAT NELAYAN DAN UNI KAMPUNG DI BELAWAN 38. PENGALAMAN KARIES GIGI PADA ANAK-ANAK SD NEGERI 060901 (PROYEK INPRES 91/92) DAN SWASTA BHAANGKARI I MEDAN 39. PENGAMATAN KEBOCORAN MIKRO RESTORASI SANDWICH TEKNIK OPEN DAN CLOSED PADA RESTORASI KELAS V (PENELITIAN IN VITRO) 40. PENGARUH BAKING SODA DALAM MENAIKKAN PH CAIRAN MULUT UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KARIES GIGI 41. PENGARUH DAN PENATALAKSANAAN RASA SAKIT DAN RASA TAKUT ANAK TERHADAP PENCABUTAN GIGI 42. PENGARUH DAYA ANTIBAKTERIAL TEH HIJAU DALAM MENCEGAH KARIES GIGI 43. PENGARUH DISAIN PREPARASI GIGI TERHADAP KEKUATAN LEKAT JEMBATAN ADHESIF 44. PENGARUH FAKTOR HORMONAL PADA KEHAMILAN TERHADAP KESEHATAN JARINGAN MULUT 45. PENGARUH KEHILANGAN DINI GIGI DESIDUI TERHADAP PERTUMBUHAN LENGKUNG GIGI 46. PENGARUH KEKURANGAN ZAT BESI PADA MUKOSA RONGGA MULUT 47. PENGARUH KETERGANTUNGAN OBAT TERLARANG TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT 48. PENGARUH KETIDAKSERASIAN OKLUSI GIGITIRUAN CEKAT TERHADAP KOMPONEN STOMATOGNASI 49. PENGARUH MASTIKAL TERHADAP KECEPATAN ALIRAN SALIVA 50. PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP PENURUNAN KARIES GIGI 51. PENGARUH METABOLISME PLAK GIGI TERHADAP DEMINERALISME ENAMEL

52. PENGARUH MINERAL DAN VITAMIN TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN GIGI 53. PENGARUH OSTEOPOROSIS TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT PADA WANITA MENOPAUSE 54. PENGARUH PEMAKAIAN ANESTESI PADA PENDERITA HIPERPIREKSIA MALIGNAN 55. PENGARUH PEMAKAIAN BAKING SODA DALAM PASTA GIGI TERHADAP PH SALIVA 56. PENGARUH PEMAKAIAN HOME BLEACHING TERHADAP JARINGAN DAN RESTORSASI GIGI 57. PENGARUH PEMAKAIAN OBAT KOMBINASI ANTIRETROVIRUS TERHADAP FREKUENSI KANDIDIASIS ORAL PADA PASIEN HIV/AIDS 58. PENGARUH PEMAKAIAN TETRASIKLIN TERHADAP PERUBAHAN WARNA PADA GIGI-GELIGI 59. PENGARUH PEMBERIAN ANESTESI LOKAL TERHADAP GANGGUAN PENDERITA EMOSI 60. PENGARUH PENUMPUKAN PLAK PADA PEMAKAIAN GIGITIRUAN LEPASAN AKRILIK SERTA USAHA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGANNYA 61. PENGARUH PERAWATAN AKTIVATOR PADA MALOKLUSI KLAS II DIVISI I TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN MANDIBULA 62. PENGARUH PERAWATAN ORTODONTI CEKAT TERHADAP ASPEK BILOGIS JARINGAN PERIODONTAL 63. PENGARUH PERENDAMAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DALAM REBUSAN DAUN SIRIH (FAMILIA PIPERACEAE) 25% DAN KLORHEKSIDIN TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS 64. PENGARUH PERMEN KARET MENGANDUNG XILITOL TERHADAP KARIES GIGI 65. PENGARUH PLAK DENTURE TERHADAP TERJADINYA DENTURE STOMATITIS 66. PENGARUH RADIOGRAFI DENTAL TERHADAP KELAHIRAN BAYI DENGAN BERAT BADAN RENDAH 67. PENGARUH RASA CEMAS IBU TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK WAKTU PERAWATAN GIGI 68.

PENGARUH SIFAT-SIFAT FISIK RESIN AKRILIK TERHADAP BASIS PROTESA 69. PENGARUH SINAR LASER TERHADAP SMEAR LAYER DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR 70. PENGARUH SISA BAHAN DRESSING KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP KEPADATAN PENGISIAN SALURAN AKAR 71. PENGARUH SUHU AIR PADA WAKTU PENGERASAN DAN KETEPATAN CETAKAN ALGINAT 72. PENGARUH TETRASIKLIN TERHADAP PERUBAHAN WARNA GIGI ANAK 73. PENGARUH TRAUMA OKLUSI TERHADAP PENYEMBUHAN PERIAPIKAL 74. PENGARUH WAKTU PENGISIAN CETAKAN ALGINATE TERHADAP KETEPATAN MODEL HASIL CETAKAN 75. PENGASAHAN SELEKTIF PADA GIGITIRUAN PENUH YANG BARU SELESAI DIPROSES UNTUK MENCAPAI OKLUSI DAN ARTIKULASI SEIMBANG 76. PENGENALAN PIRANTI CEKAT TIPE LINGUAL 77. PENGENDALIAN PENYEBARAN INFEKSI DI BIDANG RADIOLOGI DENTAL 78. PENGETAHUAN DAN PEMILIHAN SIKAT GIGI PADA IBU-IBU PKK KECAMATAN MEDAN AREA KOTAMADYA MEDAN 79. PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT PENGUNJUNG SUPERMARKET MANDIRI PASAR MERAH MEDAN TERHADAP PENYAKIT MULUT 80. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PERANAN DOKTER GIGI DALAM MENANGANI PENYAKIT JARINGAN LUNAK MULUT DI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN MEDAN HELVETIA KOTAMADYA MEDAN 81. PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MENGENAI PEMILIHAN PASTA GIGI DIKAITKAN DENGAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUTNYA 82. PENGGUNAAN AKUNTANSI PADA INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT 83. PENGGUNAAN ALAT BANTU NUTRISI PADA BAYI CELAH LANGITAN 84. PENGGUNAAN BAHAN CETAK ELASTOMER DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 85.

PENGGUNAAN BAHAN PELAPIS LUNAK UNTUK MEMPERTAHANKAN RETENSI DAN STABILITAS GIGITIRUAN LEPASAN PADA LINGGIR ALVEOLUS YANG MEMILIKI DAERAH GERONG 86. PENGGUNAAN BAHAN RESTORASI COMPOMER DI KEDOKTERAN GIGI 87. PENGGUNAAN BAHAN RESTORASI SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BONDING PADA GIGI YANG EROSI 88. PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN RESIN KOMPOSIT DENGAN PROSEDUR ETSA ASAM 89. PENGGUNAAN BEDAH KRIO DALAM BEDAH MULUT 90. PENGGUNAAN CERVICAL HEADGEAR DALAM PERAWATAN ORTODONTI 91. PENGGUNAAN DAN SIFAT-SIFAT ALOI EMAS TIPE III 92. PENGGUNAAN DENTAL PANORAMIK RADIOGRAFI DALAM MENGIDENTIFIKASI OSTEOPOROSIS PADA WANITA POSTMENOPAUSAL 93. PENGGUNAAN ELASTIK PADA PERAWATAN ORTODONTI 94. PENGGUNAAN HIDROKSIAPATIT SEBAGAI BAHAN DENTAL IMPLAN 95. PENGGUNAAN KAITAN PRESISI UNTUK MENDUKUNG RETENSI GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 96. PENGGUNAAN LENGKUNG TRANSPALATAL DALAM PERAWATAN ORTODONTI 97. PENGGUNAAN LOGAM CAMPUR KROMIUM SEBAGAI BAHAN UNTUK DENTAL CASTING 98. PENGGUNAAN NITROUS OXIDA (N2O) SEBAGAI ANESTESI UMUM DI BEDAH MULUT 99. PENGGUNAAN PELAPIS LUNAK PADA GIGITIRUAN LEPASAN UNTUK MENGATASI RASA SAKIT AKIBAT TEKANAN PENGUNYAHAN TERHADAP LINGGIR ALVEOLUS YANG TAJAM 100. PENGGUNAAN PIRANTI BIONATOR DALAM PERAWATAN MALOKLUSI KLAS III 101. PENGGUNAAN POLYETHER SEBAGAI BAHAN CETAK DI KEDOKTERAN GIGI 102. PENGGUNAAN RADIOGRAFI DI KEDOKTERAN GIGI UNTUK MENDETEKSI EAGLE’S SYNDROME 103.

PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE SEBAGAI BAHAN RESTORASI GIGI 104. PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN PASAK DAN INTI 105. PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT YANG DIMODIFIKASI POLIASAM UNTUK MENGATASI PERFORASI AKAR 106. PENGGUNAAN ROENTGENOGRAFI PADA TINDAKAN IMPLANTASI GIGI 107. PENGGUNAAN SEDASI INHALASI NITROUS OXIDE-OXIGEN PADA PERAWATAN GIGI ANAK 108. PENGGUNAAN SEMEN SILIKOFOSFAT DI KEDOKTERAN GIGI 109. PENGGUNAAN TITANIUM SEBAGAI BAHAN DENTAL IMPLAN 110. PENGOBATAN XEROSTOMIA PADA PASIEN GIGI TIRUAN DENGAN MENGGUNAKAN TITIK-TITIK LOKAL AKUPUNTUR PADA WAJAH 111. PENGUJIAN ANALISA BOLTON PADA MAHASISWA FKG-USU RAS DEUTROMELAYU 112. PENGUKURAN RISIKO KARIES SEBAGAI SUATU STRATEGI PENCEGAHAN KARIES 113. PENILAIAN DAN PENGONTROLAN FAKTOR RESIKO DALAM PERKEMBANGAN LESI AWAL KARIES 114. PENTINGNYA DATARAN PENUNTUN DAN ARAH PASANG PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN UNTUK STABILITAS 115. PENUTUPAN AKAR GIGI YANG TERSINGKAP DENGAN MENGGUNAKAN ALOGRAF ACELLULAR DERMAL MATRIX (ADM) 116. PENYAKIT GASTROINTESTINAL SEBAGAI PENYEBAB TIMBULNYA HALITOSIS 117. PENYAKIT PARKINSON SEBAGAI SALAH SATU ETIOLOGI TERJADINYA SIALORROE 118. PENYAKIT TANGAN KAKI DAN MULUT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS COXSACKIE 119. PENYEBAB, AKIBAT DAN PERAWATAN GIGI BERLEBIH 120. PENYESUAIAN OKLUSAL GIGI GELIGI SEBELUM PEMBUATAN GIGITIRUAN 121. PENYULUHAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK 122.

PERANAN DOKTER GIGI DALAM PENCEGAHAN INJURI OROFASIAL AKIBAT OLAHRAGA 123. PERANAN FOTO RONTGEN DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK 124. PERANAN GIGITIRUAN SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI PADA KEDOKTERAN GIGI FORENSIK 125. PERANAN KALSIUM TERHADAP GIGI DAN RESIKO PENYAKIT PERIODONTAL 126. PERANAN KLORHEKSIDIN SEBAGAI BAHAN PERAWATAN PENYAKIT PERIODONTAL 127. PERANAN LISOZIM TERHADAP BAKTERI RONGGA MULUT 128. PERANAN PREPARASI GIGI PENYANGGA DALAM KAITANNYA DENGAN RETENSI GIGI TIRUAN JEMBATAN 129. PERANAN PROFESI DOKTER GIGI DALAM PENEGAKAN HUKUM 130. PERANAN RADIOGRAFIK PADA DIAGNOSTIK KLINIS DARI CALCIFYING ODONTOGENIC CYST 131. PERANAN RONSEN FOTO DALAM PERAWATAN ENDODONTIK GIGI ANAK 132. PERANAN SALIVA DALAM MELINDUNGI GIGI TERHADAP KARIES 133. PERANAN SALIVA PENGGANTI PADA PENDERITA XEROSTOMIA 134. PERANAN SALIVA SEBAGAI MEDIA DIAGNOSA 135. PERANAN SEMEN IONOMER KACA DALAM PENINGKATAN REMINERALISASI 136. PERANAN SIKAP, PERILAKU DAN MOTIVASI PASIEN TERHADAP KEBERHASILAN PERAWATAN PROSTODONTIK 137. PERANAN SITOKIN TERHADAP REAKSI RADANG DI RONGGA MULUT 138. PERANAN VITAMIN A DAN BETA KAROTEN SEBAGAI PERAWATAN ALTERNATIF LEUKOPLAKIA MULUT 139. PERANAN VITAMIN C TERHADAP KESEHATAN TUBUH DAN RONGGA MULUT 140. PERANAN VITMIN K DIBIDANG KEDOKTERAN GIGI 141. PERAN DOKTER GIGI DALAM MENDETEKSI DINI LEUKEMIA MELALUI MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT (LAPORAN KASUS)

142. PERAN TEH HIJAU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA PLAK GIGI 143. PERAWATAN ANOMALI ORTODONTI AKIBAT KEBIASAAN BERNAFAS MELALUI MULUT 144. PERAWATAN AVULSI PADA GIGI ANTERIOR TETAP DENGAN AKAR YANG SUDAH TERBENTUK SEMPURNA 145. PERAWATAN CELAH ALVEOLAR DENGAN MENGGUNAKAN CANGKOK TULANG 146. PERAWATAN CELAH LANGIT-LANGIT PRIMER DENGAN PENCANGKOKAN TULANG ALVEOLAR SEKUNDER 147. PERAWATAN DARURAT PADA CEDERA MAKSILOFASIAL OLEH DOKTER GIGI 148. PERAWATAN DASAR GINGIVITIS PADA ANAK 149. PERAWATAN DEEP OVERBITE DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR 150. PERAWATAN DEFISIENSI TRANSVERSAL MAKSILA DENGAN KOMBINASI RAPID PALATAL EXPANSION DAN BEDAH 151. PERAWATAN DENGAN GIGITIRUAN PENUH SECARA KONVENSIONAL PADA RESORPSI LINGGIR ALVEOLUS YANG PARAH 152. PERAWATAN DISLOKASI MANDIBULA AKUT DENGAN METODE JOHNSON 153. 8PERAWATAN EKSTRUSI DAN INTRUSI GIGI PERMANEN ANAK AKIBAT TRAUMATIK INJURI 154. PERAWATAN ENDODONTI PADA GIGI DENS IN DENTE YANG DISERTAI LESI PERIAPIKAL 155. PERAWATAN FRAKTUR KLAS III ELLYS DAN DAVEY PADA ANAK DENGAN PULP CAPPING DIRECT 156. PERAWATAN FRAKTUR VERTIKAL GIGI POSTERIOR SECARA REPLANTASI INTERNASIONAL MENGGUNAKAN RESIN KOMPOSIT 157. PERAWATAN GIGI BERJEJAL PADA MALOKLUSI KELAS I DENGAN PIRANTI CROZAT 158. PERAWATAN GIGI DAN MULUT YANG AMAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER 159. PERAWATAN GIGI INSISIVUS PERMANEN MUDA NON VITAL

160. PERAWATAN GIGITAN TERBALIK ANTERIOR DENGAN MENGGUNAKAN INCLINED PLANE 161. PERAWATAN GIGITAN TERBALIK PADA CELAH BIBIR DAN PALATUM MASA GIGI BERCAMPUR DENGAN PESAWAT LEPAS DAN PEMAKAIAN CHINCAP 162. PERAWATAN GIGITAN TERBUKA DENGAN SPLINT OKLUSAL PADA PENDERITA MIKROSOMIA HEMIFASIAL 163. PERAWATAN KARIES RAMPAN PADA ANAK DENGAN STAINLESS STEEL CROWN 164. PERAWATAN KEILITIS GLANDULARIS DENGAN VERMILIONEKTOMI 165. PERAWATAN MALOKLUSI KELAS II DIVISI I DENGAN PESAWAT FUNGSIONAL TWIN BLOCK 166. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN MANDIBULAR ANTERIOR REPOSITIONING APPLIANCE (MARA) 167. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN PESAWAT FORSUS FATIGUE RESISTANT DEVICE EZ MODULE 168. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 DENGAN PESAWAT FRANKEL I C 169. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI 1 MENGGUNAKAN JASPER JUMPER 170. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS II DIVISI I DENGAN PESAWAT HERBST 171. PERAWATAN MALOKLUSI KLAS III TIPE SKELETAL DENGAN MENGGUNAKAN CHIN CAP 172. PERAWATAN MALOKLUSI PSEUDO KLAS III DENGAN PESAWAT BIONATOR TIPE III 173. PERAWATAN MALUKLOSI KLAS III ANGLE DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT AKTIVATOR 174. PERAWATAN OPEN BITE SKELETAL DENGAN RAPID MOLAR INTRUSI 175. PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PENCABUTAN GIGI MOLAR KEDUA PERMANEN 176. PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PIRANTI INVISALIGN 177. PERAWATAN ORTODONTI DINI

178. PERAWATAN ORTODONTI PADA GIGI ANTERIOR MAKSILA YANG IMPAKSI DENGAN PEMBEDAHAN 179. PERAWATAN ORTODONTI PADA KASUS GIGI BERJEJAL DENGAN MENGGUNAKAN LIP BUMPER PADA RAHANG BAWAH 180. PERAWATAN ORTODONTI UNTUK PENDERITA SNORING DAN OBSTRUKSI SALURAN PERNAFASAN 181. PERAWATAN PROGNASI MANDIBULA DENGAN SAGITAL SPLIT OSTETOMI 182. PERAWATAN PULPA GIGI SULUNG DISERTAI ABSES DENTO ALVEOLAR 183. PERAWATAN PULPOTOMI VITAL DENGAN FORMOKLESOL BUCKLEY PADA GIGI SULUNG 184. PERAWATAN RESESI GINGIVA DENGAN CANGKOK JARINGAN IKAT 185. PERAWATAN SALURAN AKAR DENGAN SISTEM EZ-FILL 186. PERAWATAN SECARA INTRAORAL DARI ABSES SUBLINGUAL BILATERAL 187. PERBANDINGAN ANTARA DIGITAL DAN KONVENSIONAL INTRAORAL RADIOGRAFI DALAM MENDETEKSI KEHILANGAN TULANG ALVEOLAR 188. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SIKAT GIGI ELEKTRIK DAN MANUAL PADA PROGRAM KONTROL PLAK 189. PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PERLEKATAN DARI RESIN KOMPOSIT TERHADAP DENTIN DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ADHESIF BERBASIS ETHANOL DAN ACETONE 190. PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK RESTORASI SANDWICH KELAS V ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM ADHESIF YANG BERBEDA 191. PERBANDINGAN ORAL HIGIENE DAN KARIES GIGI PADA ANAK TUNA NETRA DAN TIDAK TUNA NETRA USIA 12 DAN 15 TAHUN 192. PERBANDINGAN PH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH KUMUR-KUMUR DENGAN LARUTAN SUKROSA, SORBITOL DAN XYLITOL PADA MAHASISWA FKG USU 193. PERBEDAAN BAHAN CETAK SILICONE DAN POLYETER 194. PERBEDAAN CELAH MIKRO ANTARA GIGI DAN RESTORASI SEMENTARA CAVITON YANG DILETAKKAN PADA KAVITAS KLAS II TANPA ALAT BANTU, DENGAN MATRIKS BAND DAN SELULOID STRIP (PENELITIAN IN VITRO) 195.

PERBEDAAN CELAH MIKRO DENGAN METODE PEREMBESAN ZAT WARNA PADA TUMPATAN SEMENTARA CAVIT G, IRM DAN DENTORIT (PENELITIAN IN VITRO 196. PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF BATANG KEMUNING (MURAYA PANICULATA (L) JACK) DENGAN BATANG SIWAK (SALVADORA PERSICA) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCUS MUTANS (PENELITIAN IN VITRO) 197. PERBEDAAN DAYA HAMBAT KITOSAN BLANGKAS (LYMULUS POLYPHEMUS) BERMOLEKUL TINGGI DENGAN PELARUT GLISERIN DAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP FUSOBACTERIUM NUCLEATUM ATCC 25586 (PENELITIAN IN-VITRO) 198. PERBEDAAN DAYA HAMBAT SODIUM HIPOKLORIT (NAOCI) DAN KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DENGAN BERBAGAI PELARUT TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (PENELITIAN IN VITRO) 199. ERBEDAAN DAYA TAHAN FRAKTUR RESTORASI MOD AMALGAM KORONAL-RADIKURAL DENGAN CAVOSURFACE MARGIN YANG BERBEDA PADA GIGI MOLAR PASCA PERAWATAN ENDODONTI (PENELITIAN IN VITRO) 200. PERBEDAAN JUMLAH DEBRIS YANG TERDORONG KELUAR APEKS GIGI PADA PREPARASI SALURAN AKAR TEKNIK STEP BACK DAN CROWN DOWN 201. PERBEDAAN KEKUATAN TARIK PERLEKATAN ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN PERMUKAAN GIGI DENGAN APLIKASI SINGLE, DOUBLE, DAN TRIPLE SISTEM ADHESIF 202. PERBEDAAN LEUKOPLAKIA DAN HAIRY LEUKOPLAKIA DI RONGGA MULUT 203. PERBEDAAN LEUKOPLAKIA DAN HAIRY LEUKOPLAKIA DI RONGGA MULUT 204. PERBEDAAN MARGINAL GAP CAVSURFACE MARGIN BERBENTUK SHOULDER DAN CHAMFER OVERLAY PORCELAIN FUSED TO METAL DENGAN COPING COLLARLESS PADA GIGI PASCA ENDODONTI (PENELITIAN IN VITRO) 205. PERBEDAAN PENGARUH WAKTU APLIKASI DAN ZAT AKTIF BAHAN PEMUTIH GIGI VITAL TERHADAP PERUBAHAN WARNA DAN MORFOLOGI PERMUKAAN EMAIL 206. PERBEDAAN RESIN KOMPOSIT SELF CURE DAN LIGHT CURE 207. PERBEDAAN RETENSI AMALGAM DAN RESIN KOMPOSIT 208.

PERBEDAAN UKURAN KON GUTA STANDAR DIBANDINGKAN DENGAN MENURUT INTERNATIONAL STANDART ORGANIZATION 209. PERDARAHAN SEBAGAI KOMPLIKASI TINDAKAN BEDAH MULUT DAN PENATALAKSANAANNYA 210. PERILAKU PENCEGAHAN YANG DILAKUKAN IBU TERHADAP MASALAH GIGI DAN MULUT ANAKNYA DI KELURAHAN GANG BUNTU MEDAN TIMUR 211. PERILAKU PENGGUNAAN SIRIH PADA SUKU KARO : STUDI KASUS DI DESA RUMAH BERASTAGI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO 212. PERIODONTITIS SEBAGAI SUATU FAKTOR RESIKO TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG KORONER 213. PERKEMBANGAN GIGI GELIGI DAN KELAINAN-KELAINAN BAWAANNYA 214. PERKIRAAN USIA BERDASARKAN PERKEMBANGAN DAN ERUPSI GIGIGELIGI DENGAN BANTUAN FOTO ROENTGEN DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK 215. PERSENTASE DISTRIBUSI DATA-DATA LESI RONGGA MULUT YANG DIJUMPAI DI BEBERAPA LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI MEDAN TAHUN 1995 S/D 2002 216. PERSIAPAN GIGI-GELIGI YANG TINGGAL UNTUK MENERIMA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN 217. PERSIAPAN GIGI PENYANGGA UNTUK MENERIMA SANDARAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN KERANGKA LOGAM 218. PERSIAPAN JARINGAN LUNAK PENDUKUNG GIGITIRUAN PENUH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS 219. PERSIAPAN JARINGAN PENDUKUNG GIGITIRUAN PENUH UNTUK MENINGKATKAN RETENSI DAN STABILITAS PADA PASIEN GERIATRIK 220. PERSIAPAN TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN GERIATRI 221. PERSIAPAN UNTUK MENENTUKAN PERAWATAN PULPA PADA GIGI SULUNG 222. PERTIMBANGAN ESTESIS DAN KEBERSIHAN MULUT DALAM PEMILIHAN GIGI PENYANGGA ANTERIOR OVERDENTURE RAHANG ATAS 223. PERTIMBANGAN PEMILIHAN PERAWATAN ULANG SALURAN AKAR SECARA NON BEDAH 224. PERTIMBANGAN PENGOBATAN DAN PERAWATAN GIGI PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS 225.

PERTIMBANGAN PRINSIP BIOMEKANIK DALAM PENENTUAN DESAIN GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN BERUJUNG BEBAS 226. PERTIMBANGAN YANG MENDASARI SEGI ESTETIK PADA TUMPATAN KOMPOSIT GIGI ANTERIOR 227. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GIGI GELIGI PADA MASA EMBRIONAL 228. PERTUMBUHAN LENGKUNG BASAL MAKSILA PADA MASA PUBERTAS 229. PERTUMBUHAN LENGKUNG BASAL MANDIBULA PADA ANAK-ANAK MASA PUBERTAS 230. PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN INFEKSI YANG TERDAPAT PADA MUKROSA MULUT 231. PERUBAHAN DIMENSI PADA DENTAL AMALGAM 232. PERUBAHAN MANAJEMEN DALAM MENGHADAPI KRISIS MONETER DALAM BIDANG PELAYANAN KESEHATAN GIGI 233. PERUBAHAN MUKOSA MULUT AKIBAT PROSES MENUA 234. PERUBAHAN PADA MIKROSIRKULASI PULPA GIGI SEHUBUNGAN TERJADINYA INFLAMASI 235. PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA DENTINOGENESIS 236. PERUBAHAN PH PADA PREPARAT KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DENGAN PELARUT GLISERIN DAN CHLORHEXIDINE 2 % DALAM RENTANG WAKTU YANG BERBEDA (PENELITIAN IN VITRO) 237. PIRANTI FUNGSIONAL SEDERHANA DAN CARA PEMBUATANNYA 238. PIT DAN FISUR SILEN PADA PASIEN ANAK 239. PLAK GIGI 240. POLIMERISASI SINAR RESIN KOMPOSIT 241. POLISITEMIA VERA: MANISFESTASI DAN PERAWATANNYA 242. PORCELAIN VENEERS SEBAGAI BAHAN KOSMETIK DI KEDOKTERAN GIGI 243. 0POSTHERPETIC NEURALGIA SETELAH MENDERITA HERPES ZOSTER ORIS (LAPORAN KASUS) 244. PREPARASI MINIMAL BOKS PADA KARIES PROKSIMAL GIGI MOLAR SUSU 245.

PREPARASI SALURAN AKAR DENGAN BEBERAPA SISTEM MANUAL DAN SISTEM MASINAL 246. PREPARASI SALURAN AKAR DENGAN MEMAKAI FILE NIKEL-TITANIUM (NITI) SECARA MANUAL 247. PREVALENSI DENTURE STOMATITIS YANG DISEBABKAN KENDIDA ALBIKANS PADA PASIEN GIGI TIRUAN PENUH RAHANG ATAS DI KLINIK FKG USU MARET-MEI 2007 248. PREVALENSI DENTURE STOMATITIS YANG DISEBABKAN STAFILOKOKUS AUREUS PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN RAHANG ATAS 249. PREVALENSI GIGI TERPENDAM PADA MAHASISWA FKG USU SEMESTER 3 DAN SEMESTER 5 T.A. 2004/2005 250. PREVALENSI TERJADINYA STOMATITIS AFTOSA REKUREN (SAR) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA YANG BERPENGALAMAN SAR 251. PRINSIP-PRINSIP PREPARASI DAN PENYEBAB KEGAGALAN RESTORASI KLAS II AMALGAM PADA GIGI SULUNG 252. PROBLEMA PEMAKAIAN GIGITIRUAN PENUH AKIBAT MENDERITA PARKINSON DAN PENANGGULANGANNYA 253. PROSEDUR PENCATATAN INTEROKLUSAL KOMBINASI MALAM DAN RESIN AKRILIK PADA GIGITIRUAN CEKAT 254. PROSES ABRASI DALAM KEDOKTERAN GIGI 255. PROSES MENUA PADA JARINGAN LUNAK MULUT 256. PROSES PEMBENTUKAN KARIES DINI 257. PROTEKSI RADIASI SECARA UMUM SERTA HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBU HAMIL 258. PROYEKSI SCHULLER UNTUK PEMOTRETAN TMJ DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU CONDY-RAY DAN PEMANFAATAN FILM PERIAPIKAL 259. RADIOGRAFI DIGITAL DALAM BIDANG ENDODONTI 260. RADIOGRAFI PEMBENTUKAN TULANG SETELAH PEMBEDAHAN AMELOBLASTOMA DAN KRISTA RAHANG 261. RADIOLOGI DENTAL DIGITAL 262. RADIOLOGI OROFASIAL PADA LANSIA

263. RASA SAKIT PADA PULPA GIGI DAN DENTIN 264. RASA SAKIT PADA SENDI TEMPOROMANDIBULA AKIBAT STRES 265. RASA TAKUT TERHADAP PERAWATAN GIGI (DENTAL FOBIA) DAN PENANGGULANGANNYA 266. REAKSI HIPERSENSITIFITAS STANNOUS FLUORIDA 267. REAKSI JARINGAN PERIODONTAL TERHADAP PERGERAKAN GIGI PADA PERAWATAN ORTODONTI 268. REAKSI LIKENOID KARENA PEMAKAIAN OBAT-OBATAN 269. REPOSISI GIGI DEPAN PERMANEN PADA TRAUMA KELAS VII ELLIS DAN DAVEY PADA ANAK 270. RESIN ADHESIF SEBAGAI BAHAN KAPING PULPA SECARA LANGSUNG 271. RESIN KOMPOSIT DAN BAHAN SILANE SEBAGAI BAHAN PREVENTIF KARIES DI KEDOKTERAN GIGI 272. RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN DIREK RESTORASI PADA GIGI POSTERIOR 273. RESPON JARINGAN PULPA TERHADAP PERGERAKAN GIGI PADA PERAWATAN ORTODONTI CEKAT 274. RESTORASI AMALGAM ADHESIF 275. RESTORASI GIGI ANTERIOR DENGAN LAMINATE VENEER PORSELEN 276. RESTORASI GIGI ANTERIOR DENGAN PEMBUATAN VENEER 277. RESTORASI GIGI INSISIVUS SULUNG MENGGUNAKAN RESIN VENEER MAHKOTA STAINLESS STEEL 278. RESTORASI INTRAKORONAL PORSELEN PADA GIGI POSTERIOR 279. RESTORASI PREVENTIF RESIN PADA GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN BAWAH ANAK 280. RESTORASI RIGID RESIN KOMPOSIT PADA GIGI POSTERIOR 281. RESTORASI STAINLESS STEEL CROWN OPEN FACE PADA GIGI MOLAR SULUNG 282. RESTORASI VINIR PORSELEN LAMINASI PADA GIGI DENGAN HIPOPLASIA EMAIL

283. RETARDASI MENTAL, HUBUNGANNYA DENGAN PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 284. SALIVA PADA MANULA 285. SALIVA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA DALAM MEMBANTU DIAGNOSA PENYAKIT 286. SEKRETORI IGA DAN FUNGSI BIOLOGISNYA DALAM RONGGA MULUT 287. SEMEN BASIS SEBAGAI INSULATOR TERHADAP THERMA SHOCK DI BAWAH RESTORASI LOGAM 288. SEMEN IONOMER KACA DAN RESIN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN RESTORASI SANDWICH UNTUK KELAS II MOLAR DESIDUI 289. SEMEN IONOMER KACA DITINJAU DARI KELEBIHANNYA TERHADAP BAHAN TUMPATAN PASTIS LAINNYA 290. SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN SEBAGAI BAHAN RESTORASI 291. SEMEN IONOMER KACA PADA GIGI SULUNG 292. SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN PELAPIK PADA RESTORASI SANDWICH 293. SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI PENUTUP PIT DAN FISUR PADA PRAKTEK KEDOKTERAN GIGI ANAK 294. SENDOK CETAK INDIVIDUAL RESIN KURING SINAR TAMPAK PADA PEMBUATAN GIGITIRUAN CEKAT 295. SERESTOMIA AKIBAT TERAPI RADIASI PADA LEHER DAN KEPALA 296. SERESTOMIA SEBAGAI KOMPLIKASI ANESTESI LOKAL DAN PERAWATANNYA 297. SIFAT FISIK, BIOKOMPATIBILITAS DAN SIFAT BIOLOGI MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE 298. SIFAT-SIFAT BAHAN CETAK SILOXANE DAN PENGGUNAANNYA DI KEDOKTERAN GIGI 299. SIFAT-SIFAT DAN PENGGUNAAN KERAMIK GIGI DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI 300. SIFAT-SIFAT FISIK DAN MEKANIS SERTA PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE DALAM KEDOKTERAN GIGI 301.

SIFAT-SIFAT WAX DALAM KEDOTERAN GIGI 302. SIKAT GIGI ELEKTRIK SEBAGAI ALAT PEMBERSIH 303. SINDROMA MULUT TERBAKAR SEBAGAI AKIBAT PENYAKIT HORMONAL DAN PENYAKIT DEFISIENSI NUTRISI 304. SISTEM ADHESIF ALL-IN-ONE PADA RESTORASI RESIN KOMPOSIT 305. SISTEM IMUN TUBUH TERHADAP KARIES 306. SISTEM MATRIKS ELASTOMER SEBAGAI TEKNIK ALTERNATIF DALAM PENCETAKAN GIGITIRUAN CEKAT 307. SISTEM PENGELOLAAN PERBEKALAN OBAT DI RUMAH SAKIT : STUDI KASUS DI RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM 308. STABILITAS DIMENSI PADA GIPS STONE HASIL PENGISIAN CETAKAN SETELAH PERENDAMAN HASIL CETAKAN DALAM LARUTAN DESINFEKTAN IODINE 1% DAN ISOPROPHYL ALKOHOL DENGAN WAKTU BERBEDA 309. STATUS KESEHATAN GIGI DAN MASALAH KESEHATAN GIGI YANG DIKELUHKAN IBU-IBU RUMAH TANGGA KELURAHAN HARJOSARI KECAMATAN MEDAN AMPLAS 310. STATUS ORAL HIGIENE DAN KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA MURID TK AN-NIDA MEDAN 311. 8STRENGTH PADA AMALGAM 312. STRESS DAN MANIFESTASINYA DI RONGGA MULUT SERTA PERAWATANNYA 313. SURVEI PADA IBU TERHADAP GEJALA-GEJALA YANG MENYERTAI ERUPSI GIGI SUSU 314. SURVEI PADA TENAGA MEDIS POROFESIONAL TERHADAP TANDA DAN GEJALA YANG MENYERTAI ERUPSI GIGI SUSU 315. SYNERESIS DAN IMBIBISI PADA BAHAN CETAK HIDROKOLOID ALGINAT 316. TATALAKSANA PENCABUTAN GIGI PADA PENDERITA TALASEMIA 317. TEKNIK FOTOGRAFI WAJAH PASIEN ORTODONTI DARI PANDANGAN FRONTAL DAN LATERAL 318. TEKNIK PEMBUATAN OBTURATOR BERONGGA TIPE TERTUTUP DALAM MENGATASI CACAT PALATUM 319.

TEKNIK PENCETAKAN PADA LINGGIR ALVEOLUS DATAR RAHANG BAWAH UNTUK MENINGKATKAN RETENSI DAN STABILITAS GIGITIRIUAN PENUH 320. TEKNIK PENENTUAN WARNA DENGAN SISTEM MUNSELL PADA RETORASI PORSELEN 321. TINDAKAN BEDAH KRIO PADA PERAWATAN HEMANGIOMA 322. TINDAKAN BEDAH MULUT MULUT MINOR PADA PENDERTA DIABETES MELLITUS 323. TINDAKAN BEDAH MULUT PADA PASIEN MENOPAUSE 324. TINDAKAN BEDAH MULUT PENDAHULUAN PADA PERAWATAN ORTODONTI 325. TINDAKAN PENCEGAHAN TERJADINYA DRY SOCKET SETELAH PENCABUTAN GIGI 326. TINDAKAN PENYESUAIAN KETIDAKSEIMBANGAN OKLUSI PADA GIGITIRUAN PENUH SECARA INTRAORAL 327. TINJAUAN BERBAGAI GAMBARAN HIPERSEMENTOSIS PADA FOTO RONTGEN 328. TINJAUAN RADIOGRAFI DALAM MENDIAGNOSA CEMENTO-OSSIFYING FIBROMA PADA RAHANG 329. TINJAUAN RADIOGRAFI KASUS KHONDROSARKOMA PADA TULANG RAHANG 330. TINJAUAN RADIOGRAFI KASUS OSTEOBLASTOMA PADA TULANG RAHANG 331. TINJAUAN RADIOGRAFI OSTEOPOROSIS 332. TINJAUAN RADIOLOGI KASUS GARRE’S OSTEOMYELITIS PADA RAHANG 333. TINJAUAN RADIOLOGIS KISTA PARADENTAL PADA GIGI MOLAR MANDIBULA 334. TOKSIKASI FLUORIDA SECARA KRONIK DAN AKUT 335. TOKSISITAS MERKURI PADA TUMPATAN AMALGAM TERHADAP KESEHATAN 336. TONGUE PIERCING 337. TOPIKAL APLIKASI PADA GIGI PERMANEN ANAK 338. TUBERKULOSIS DAN MANISFESTASINYA PADA RONGGA MULUT 339.

TUMPATAN GELAS IONOMER CEMENT PADA ATRAUMATIC RESTORATIVE TREATMENT DAN TUNNEL PREPARATION 340. UJI COBA PEMAKAIAN TABEL PROBABILITI NAWRATH-BERENDONK PADA PASIEN ORTODONTI DI BALAI PENGOBATAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI USU MEDAN 341. UJI KEPEKAAN MIKROORGANISME YANG DIISOLASI DARI ABSES DI RONGGA MULUT TERHADAP ANTIMIKROBA 342. UKURAN DAN BENTUK LENGKUNG GIGI RAHANG BAWAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 343. UPAYA DOKTER GIGI MENINGKATKAN PASIEN BEROBAT 344. UPAYA PENCEGAHAN KANKER RONGGA MULUT 345. UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA PIT DAN FISUR YANG DALAM DENGAN TEKNIK PIT DAN FISSURE SEALANT 346. VARNISH FLUORIDA DENGAN NAF SEBAGAI BAHAN TOPIKAL APLIKASI PADA GIGI ANAK 347. XEROSTOMIA AKIBAT EFEK SAMPING OBAT AMLODIPINE BESYLATE SEBAGAI PEMICU TERJADINYA PENYAKIT DI RONGGA MULUT 348. XEROSTOMIA AKIBAT PENGGUNAAN TRAMADOL 349. XEROSTOMIA SEBAGAI AKIBAT TERAPI RADIASI PADA PENDERITA KANKER TIROID 350. XEROSTOMIA SEBAGAI SALAH SATU EFEK SAMPING TERAPI RADIASI 379.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful