BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 MOTIVASI 2.1.1 Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata Latin Movere yang berarti dorongan atau menggerakan. Motivasi ( motivation ) dalam manajemen hanya ditunjukan pada Sumberdaya Manusia umumnya dan bawahan pada khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi, karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Motivasi semakinpenting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan denagn baik dan terintergrasi pada tujuan yang diinginkan. Adapun beberapa pengertian Motivasi menurut para ahli antara lain : Menurut Ernest J. McCormick yang dikutip oleh A.A Prabu Mangkunegara ( 2005 : 94 ) menyatakan bahwa : “ Work Motivation is defined as conditions which influences the arqusal, direction, and maintance of behaviors relevant in work setting”. “ Motivasi kerja didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja”. Sedangkan pengertian motivasi menurut Edwin B. Flippo yang dikutip dari

Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas – tugasnya i. krestivitas dan partisipasi karyawan g. Hadari Nawawi ( 2001 : 351 ) menyatakan bahwa. dapat disimpulkan bahwa motivasi .ployee and organization interest so that behavior result in achivement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives “. “ suatu keahlian.11 Hasibuan ( 2006 : 143 ) yaitu : “ Direction or motivation is essence. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan d. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan h. : “ motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu perbuatan ( kegitatan )”. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan c. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan b. dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat – alat dan bahan baku. it is a skill in aligning e. Meningkatkan loyalitas. Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut. Meningkatkan kedisiplinan karyawan e.1.2 Tujuan Motivasi Tujuan motivasi menurut Suwatno ( 2001 : 147 ) adalah sebagai berikut : a. bahwa dapat disimpulkan dorongan yang dimiliki individu yang merangsang untuk melakukan tindakan ( kegiatan ) dalam mencapaui tujuan yang diharapkan. H. sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai”. Dari tujuan – tujuan motivasi diatas. Mengefektifkan pengadaan karyawan f. 2.

2. Azas Mengikutsertakan Maksud mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengajukan ide – ide. Azas Perhatian Timbal Balik Adalah memotivasi bawahan dengan mengemukakan keinginan /harapan kita kepada mereka dan memahami serta berusaha memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang diharapkan bawahan dari perusahaan.1.akibatnya prestasi karyawan meningkat.12 memiliki peranan yang sangat penting bagi karyawan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Azas komunikasi Menginformasikan secara jelas tujuan yang ingin dicapai. c. sehingga motivasi kerja bawahan tinggi karena merasa dihargai. Azas Pengakuan Memberikan penghargaan dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas presatasi kerja yang dicapainya. dan balas jasapun meningkat Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa azas motivasi yang diimplementasikan harus meningkat produktivitas kerja dan memberikan . sehingga karyawan bekerja dengan rajin. b. d. laba meningkat. cara mengerjakannya dan kendala – kendala yang dihadapi. Sehingga karyawan ikut bertanggung jawab untuk mencapai tujuan perusahaan dengan meningkatnya gairah kerja. rekomendasi dalam proses penagmbilan keputusan.3 Azas – azas Motivasi Azaz motivasi menurut Hasibuan ( 2006 : 146 ) adalah : a.

ruangan yang nyaman dan terang. Motivasi langsung ( direct motivation ) Yaitu baik material maupun non material yang deberikan langsung kepada karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan tercapainya kepuasan.5 Model – Model Motivasi Model – model motivasi menurut Hasibuan ( 2006 : 148 ) terdiri dari : . 2. penghargaan. tunjangan hari raya ataupun bonus. b. Pemberian motivasi langsung ini bias dilakukan dalam bentuk ucapan. Misalnya menyediakan mesin – mesin yang baik.4 Metode Motivasi. Motivasi tidak langsung ( indirect motivation ) Yaitu pemberian motivasi dalam bentuk fasilitas – fasilitas pendukung dalam menunjanga direct kerja atau kelancaran tugas agar karyawan senang/betah dan bersemangat dalam kerjanya.13 kepuasaan kepada karyawan. pujian.1. 2. Ada dua Metode Motivasi menurut Hasibuan ( 2006 : 149 ) yaitu : a. penempatan yang tepat dan lain – lain.1. Sehingga dapat merangsang karyawan untuk bekerja dengan semangat dan meningkatkan produktivitas kerja.

c. Model Sumber Daya Manusia Bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak factor. maka dibuat gambar Konsep model . Model Hubungan Manusia Mengemukakan bahwa motivasi karyawan supaya gairah kerjanya meningkat ialah dilakukan dengan mengakui kebutuhan social mereka dan membuat mereka berguna dan menjadi penting. motivasi moral/ gairah bekerja seseorang akan meningkat. Jika kepada mereka diberikan kepercayaannya dan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya untuk memperjelas model motivasi diatas. Menurut model SDM memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil keputusan atau kebijaksanaan dalam menyelsaikan pekerjaannya. Model tradisional Mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar gairah kerjanya meningkat ialah dilakukan dnegan system insentif. Dimana karyawan diberikan kebebasan membuat keputusan dan kreativitas dalam kerjanya. Gairah kerja karyawan meningkat karena diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk membnuktikan kemampuannya. Akhirnya karyawan memperoleh kepuasan dari prestasi yang baik. Jadi. bukan hanya uang/barang atau keinginan akan kepuasan tapi juga akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti. yaitu memberikan insentif baik berupa ung atau barang kepada karyawan yang berprestasi baik.14 a. b. untuk memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil keputusan / kebijaksanaan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Menetapkan tujuan organisasi terlebih dahulu.1 KONSEP MODEL MOTIVASI Sumber : Hasibuan ( 2006 : 148 ) Penjelasan dari konsep model Motivasi ini bahwa konsep model motivasi terdiri dari model tradisional yang memberiakn insentif dan model hubungan manusia dengan mempertimbnagkan kebutuhan social karyawan.1. 2. kemudian para .6 Proses Motivasi Proses Motivasi menurut Suwatno ( adalah sebagai berikut : a. sedangkan model Sumberdaya Manusia dengan menawarkan tanggung jawab yang bertambah.Model Model Tradisional Sumberdaya Manusia Model Hubungan Manusia 15 Motivasi sebagai berikut: Memberikan Insentif Mempertimbangkan Kebutuhan Karyawan Menawarkan Tanggung Jawab Yang Bertambah Gambar 2.

b. Melakukan integrasi tujuan. misalnya : memberikan kendaraan pada selesman. sedangkan tujuan karyawan adalah sepenuhnya kebutuhan kepuasaan.7 Teori – Teori Motivasi Teori Motivasi menurut Hasibuan ( 2006 : 152 ) yaitu : 1) Teori Motivasi Klasik Frederik Winsow Taylor mengemukakan teori motivasi klasik atau teori motivasi kebutuhan tunggal. d. yaitu menyatukan tujuan organisasi dan tujuan kepentingan karyawan. Perusahaan membentuk team work yang terkoordinasi baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Teori ini berpendapat bahwa manusia mau bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik/ biologisnya. sehingga bawahan sehingga bawahan mengetahui apa yang diperoleh dengan syarat apa saja yang harus dipenuhi supaya insentif tersebut diperolehnya. Mengetahui kepentingan karyawan dan tidak hanya melihat kepentingan pimpinan perusahaan saja.1. f. c. Tujuan organisasi adalah memperoleh laba dan perluasan perusahaan. e. Melakukan komunikasi yang efektif dangan bawahan. 2. .16 karyawan dimotivasi ke arah tujuan tersebut. Memberikan fasilitas kepada organisasi dan individu karyawan yang akan mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan. berbentuk uang/ barang dari hasil pekerjaannya.

Pekerja hanya dapat dimotivasi dengan memberiakn imbalan materi dan jika balas jasanya ditingkatkan maka dengan sendirinya gairah bekerja meningkat. 2 ) Maslow’s Need Hieraechy Theory Maslow ( 1943 ) mengemukakan teori motivasi yang dinamakan Maslow’s Need Hierarchy Theory. Ia . Artnya. Maslow berpendapat . Dasar Teori Hierarki Kebutuhan : a. Manajer menentukan bagaimana tugas dikerjakan dengan menggunkan system insentif untuk memotivasi para pekerja. A Theory of Human Motivation atau teori Hierarki Kebutuhan dari Maslow. Hierarki Kebutuhan dari Maslow ini dilihami oleh Human Science Theory dari Elton Mayo. bilamana ia mendapat imbalan materi yang mempunyai kaitan dengan tugas – tugasnya. jika kebutuhan yang pertama telah terpenuhi. Manusia adalah mahluk social yang berkeinginana. kebutuhan tingkat kedua akan muncul kebutuhan tingkat ketiga dan seterusnya sampai tingkat kebutuhan kelima. Semakin banyak mereka berproduksi. semakin besar pengahasilan mereka. Hierarki Kebutuhan mengikuti teori jamak yakni seseorang bekerja.17 Konsep dasar teori ini adalah orang akan bekerja giat. karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam – macam kebutuhan. kebutuhan yang diinginkan seseorang itu berjenjang. Manajer mengetahui bahwa kemampuan pekerja tidak sepenuhnya dikerahkan untuk melaksanakan pekerjaannya.

Safety and Security Needs ( kebutuhan . Keinginan ini terus – menerus dan hanya akan berhenti bila akhir hayatnya tiba. minum. c. tidak ada seorang pun yang memikirkan kebutuahn akan udara. yakni : 1. hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang akan menjadi motivator. udara dan sebagainya. 2. pemenuhan kebutuhan seperti ini sudah seharusnya ada. maslow memperingatkan bahwa kebutuhn ini mempunyai kekuatan untuk menarik individu kembali kesuatu pola kelakuan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan. Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan dan tidak menjadi alat motivator bagi pelakunya. apabila karena sesuatu hall tidak bias mengambil napas. Misalnya. kita akan berusaha memenuhi kebutuahn tersebut tanpa memperhatikan kebutuhan lainnya. Keinginnan untuk memenuhi kebutuhan ini merngsang seseorang berperilaku atau bekerja giat. b. Dalam dunia perusahaan. Physiological Needs ( kebutuhan fisik dan biologis ) Physiological Needs yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup./ hierarki. Kebutuhan manusia tersusun dalam suatu jenjang. perumahan. Akan tetapi. Yang termasuk ke dalam kebutuhan ini adalah kebutuhan makan. industri atau pemerintahan. Akan tetapi. Pemenuhan kebutuhan terus dianggap sudah semestinya.18 selalu menginginkan lebih banyak.

setiap manusia membutuhkan keamanan dan keselamatan. Pentingnya memuaskan kebutuhan – kebutuhan ini jelas terlihat pada organisasi modern.mengutamkan keamanan 3. sudah jelas ia mempunyai kebutuhan – kebutuah social yang terdiri empat golongan. Ia selalu membutuhkan kehidupan berkelompok. Pada dasarnya manusia normal tidak akan mau hidup menyendiri seorang diri di tempat terpencil.Affiliation or Acceptance Needs or Belongingness ( kebutuhan sosial ) Affiliation or Acceptance Needs or Belongingness adalah kebutuhan social. Bentuk lain dari pemuasan kebutuhan adalah denagn memberikan perlindungan asuransi kepada karyawan. dicintai serta diterima dalam pergaulan kelompok pekerja dan masyarakat lingkungannya.19 keselamatan dan keamanan ) Physiological Needs adalah kebutuhan akan kebebasan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan. Para pekerja membutuhkan alat pelindung seperti masker bagi tukang las yang harus dipenuhi oleh manajer. Pertama : kebutuhann akan keamanan jiwa terutama keamanan jiwa ditempat pekerjaan pada saat mengerjakan pekerjaan di waktu jam – jam kerja. Pertama : Kebutuhan akan perasaan diterima orang lain di lingkungan tempat . afiliasi. temen. Karena manusia adalah mahluk social. Organisasi selaku dengan menggunkan alat – alat canggih atau pengawalan untuk tempat pimpinan. Dalam arti luas. Kebutuhan ini mengarah kepada dua bentuk. seperti motor yang disimpan jangan sampai hilan. Kedua : kebutuhan akan keamanan harta ditempat pekerjaan pada waktu jam – jam kerja. interaksi.

Self Actualization ( Aktualisasi Diri ) . harta. dalam memotivasi bawahan. ia tetap merasa dirinya penting. jabatan. 5. Setiap orang senang akan kemajuan dan tidak seorang pun yang menyenangi kegagalan. baik dalam bidang karier. pimpinan harus dapat melakukan tindakan yang menimbulkan kesan bahwa tenaga mereka diperlukan dalam mencapai tujuan perusahaan. Kemajuan. perlu juga deperhatikan oleh pimpinan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang dalam masyarakat atau posisi seseorang dalam organisasi. Akan tetapi. 4. tetapi tidak selamyanya demikian. Prestise dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai symbol status itu. Serendah – rendahnya pendidikan dan kedudukan seseorang. Setiap individu anggota organisasi akan merasa senang jika ia diikutsertakan dalam berbagai kegiatan organisasi.20 tinggal dan bekerja ( sense of bilonging ) Kedua : Kebutuhan akan perasaan dihormatikarena setiap manusia merasa dirinya penting ( sense of imfortance ). dan sebagainya merupakan kebutuhan serta idaman setiap orang. dalam arti diberi kesempatan untuk memberikan saran – saran atau pendapat – pendapatnya kepada pimpinan mereka. Idealnya prestise timbul karena adanya prestasi.Esteem or status Needs ( Kebutuhan akan Penghargaan ) Esteem or status needs adalah kebutuhan akan penghargaan didi dan pengakuan serta penghargaan presrise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya. semakin tinggi pula prestisenya. Keempat : Kebutuhan akan perasaan ikut serta ( sense of participation ). Oleh karena itu. Ketiga : Kebutuhan akan kemajuan dan tidak gagal ( sense of achievement ).

Clelland mengemukakan teorinya yaiu Mc. 3 ) Mc Clelland’s Achivement Motivation Theory Mc. keterampilan. Teori ini berpendapat bahwa karyawan mempunyai cadangan energi potensia. ingin . Kebutuhan akan prestasi ( need for achievement ) Merupakan dorongan seseorang untuk bias mengembangkan kreativitas dan mengarahkan kemampuanya serta energi yang dimilikinya untuk mencapai tujuan yang maksimal. dan potensi optimal utuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan/luar biasa. Keinginan seseorang untuk mencapai kebutuhan sepenuhnya dapat berbeda satu dengan lainnya. Bagaimana energi dilepaskan dan digunakan tergantung pada kekeuatan – doronganmotivasi seseorang dan situasi serta peluang yang tersedia.21 Self actualization adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kemampuan. Clelland. karena menginginkan untuk bersahabat dengan orang lain dilingkungan kerjanya. Energi akan dimanfaatkan oleh karyawan karena didorong oleh : a.Clellands’s Achievement Motivation Theory atau teori motivasi Prestasi Mc. b. Kebutuan akan affiliasi ( need for affiliation ) Merupakan dorongan seseorang untuk bergairah dalam bekerja. Kebutuan ini sangat realisasi lengkap potensi seseorang secara penuh. Pemenuhan kebutuhan dapat dilakukan pimpinan perusahaan dengan menyelenggarakan pendidikan dan latihan.

Selanjutnya. Prabu Mangkunegara ( 2005: 67 ) menyatakan bahwa preatasi kerja adalah : “ Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. maka akan lebih mudah untuk menempatkan karyawan pada posisi yang paling tepat sehingga ia semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya.1 Pengertian Prestasi Kerja Mengingat bahwa setiap individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda – beda. c. apa bakat dan keterampilan yang dimiliki serta bagaimana rencana karyawan tersebut pada masa mendatang. ingin maju dan kebutuhan akan perasaan ikut serta. 2. Karena itu. Kebutuhan akan kekuasaan ( need for fower ) Merupakan dorongan seseorang untuk semangat bekerja karena ingin mencapai kekuasaan atau kedudukan yang terbaik.2. ia selalu aktif dan senang membantu orang lain dalam rangka pendekatan dan mempengaruhi orang lain sehingga terkesan selalu menjaga prestasi.22 dihormati. Teori mengenai prestasi kerja yang diungkapkan oleh A. Sedangkan Hasibuan ( 2006 : 94 ) menyatakan bahwa prestasi kerja adalah : “ Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas – tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan . Jika perusahaan dapat mengetahui hal – hal tersebut. dan kesungguhan serta waktu”.A. Marihot Tua ( 2002 : 195 ) mendefinisikan prestasi kerja adalah : . maka sangat penting bagi perusahaan untuk melihat apa kebutuhan dan harapan karyawannya.2 Prestasi Kerja 2. pengalaman. reputasi dan posisi.

pegawai perlu ditempatkan pada pekerja yang sesuai dengan keahliannya ( the right man on the right place.A Prabu Mangkunegara diantaranya : a. Faktor Motivasi Motivasi terbentuk dari sikap kerja. Prestasi kerja sangat penting bagi perusahaan karena dapat mengetahui sejauh mana kemajuan yang dimiliki oleh para karyawannya. maka ia akan lebih mudah mencapai prestasi kerja yang diharapkan.23 “ Hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan peranannya dalam organisasi “. Faktor Kemampuan ( UQ ) Secara psikologis.2. b. the right man on the right job ). 2. juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang. (attitude) Motivasi seorang merupakan pegawai kondisi dalam yang menghadapisituasi (situation) . kemampuan ( ability ) pegawai terdiri dari kemampuan potensi dan kemempuan reality ( knowlwdge + skill ) artinya. Oleh karena itu.2 Faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi kerja Yang menjadi faktor – faktor prestasi kerja menurut A. Dengan mengacu pada teori – teori diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang biasa ditunjukan oleh seseorang karyawan baik itu dalam bentuk kuantitas maupun kualitas dari pekerjaannya pada perusahaan. pegawai yang memiliki IQ diatas rata – rata ( IQ 110 – 120 ) dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakannnya pekerjaan sehari – hari.

teknologi. mampu 2. Sumber daya manusia tersebut terdiri dari manusia. sumber daya alam. Sikap mental seorang pegawai harus sikap mental yang siap secara psikofisik ( siap secara fisik. manusia merupakan sumber daya utama yang menggerakan sumber daya yang lainya. menurut A. memahami tujuan utama dan target kerja yang akan dicapai ( memanfaatkan dan menciptakan situasi kerja ).3 Hubungan Motivasi dan Prestasi Kerja Sumber daya manusia merupakan faktor yang digunakan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Didalam perusahaan tugas manager untuk mendorong dan merangsang para karyawan untuk mengarahkan segenap kemampuanya dalam mencapai tujuan utama perusahaan. Anwar Prabu Mangkunegara ( 2005 : 104 ) menyatakan bahwa : “ ada hubungan antara motivasi berprestasi dengan pencapaian prestasi. Setiap manusia mempunya kemampuan potensi masing – masing. tujuan dan situasi ) Artinya seorang pegawai harus siap mental. mampu secara fisik. artinya manager yang mempunyai motivasui berprestasi tinggi cenderung memiliki prestasi kerja yang tinggi dan sebaliknya mereka yang prestasinya rendah kemungkinan karena motivasinya rendah. Selain itu manager harus dapat mengarahkan kemampuan dan kemauan karyawan untuk dapat melaksanakan dengan baik dan efisien sehingga sasaran dapat tercapai.” . Hubungan Motivasi dan Prestasi Kerja.24 menggerakan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja) Sikap sentral merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal.mental.

Dari uraian tersebut penulis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi terhadap prestasi kerja.25 Sedangkan menurut David. Mc. Anwar Prabu Mangkunegara ( 2005 : 68 ) menyatakan : “ ada hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja”. . Clelland ( 1987 ) yang dikutip dari A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful