BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

1. Hipertensi

1.1 Pengertian Hipertensi

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Sheps,2005).

Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg. Hipertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah perifer dan kardiak output (Wexler, 2002)

1.2 Klasifikasi Hipertensi

1.2.1 Berdasarkan penyebab dikenal dua jenis hipertensi, yaitu :

Hipertensi primer (esensial) Adalah suatu peningkatan persisten tekanan arteri yang dihasilkan oleh ketidakteraturan mekanisme kontrol homeostatik normal, Hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya dan mencakup + 90% dari kasus hipertensi (Wibowo, 1999).

Hipertensi sekunder Adalah hipertensi persisten akibat kelainan dasar kedua selain hipertensi esensial. Hipertensi ini penyebabnya diketahui dan ini menyangkut + 10% dari kasus-kasus hipertensi. (Sheps, 2005).

Universitas Sumatera Utara

(Gunawan. Peningkata preload biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan sistolik ( Amir.2. Peningkatan volume plasma akan menyebabkan peningkatan volume diastolik akhir sehingga terjadi peningkatan volume sekuncup dan tekanan darah. Hipertensi diastolik (diastolic hypertension) yaitu peningkatan tekanan diastolik tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik. Umumnya ditemukan pada usia lanjut.Hipertensi campuran (sistol dan diastol yang meninggi) yaitu peningkatan tekanan darah pada sistol dan diastol.2002) Universitas Sumatera Utara .yaitu hipertensi diastolic.2 Berdasarkan bentuk hipertensi. Biasanya ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda.campuran.1. Peningkatan pelepasan renin atau aldosteron maupun penurunan aliran darah ke ginjal dapat mengubah penanganan air dan garam oleh ginjal.dan sistolik. Peningkatan kecepatan denyut jantung dapat terjadi akibat rangsangan abnormal saraf atau hormon pada nodus SA. volume sekuncup dan Total Peripheral Resistance (TPR). 2001) 1.3 Etiologi hipertensi Corwin (2000) menjelaskan bahwa hipertensi tergantung pada kecepatan denyut jantung. akibat gangguan penanganan garam dan air oleh ginjal atau konsumsi garam yang berlebihan. Peningkatan kecepatan denyut jantung yang berlangsung kronik sering menyertai keadaan hipertiroidisme.2002) Peningkatan volume sekuncup yang berlangsung lama dapat terjadi apabila terdapat peningkatan volume plasma yang berkepanjangan. sehingga tidak meninbulkan hipertensi (Astawan. Namun. Maka peningkatan salah satu dari ketiga variabel yang tidak dikompensasi dapat menyebabkan hipertensi. peningkatan kecepatan denyut jantung biasanya dikompensasi oleh penurunan volume sekuncup atau TPR. Hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension) yaitu peningkatan tekanan sistolik tanpa diikuti peningkatan tekanan diastolik.

dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. atau responsivitas yang berlebihan dari arteriol terdapat rangsangan normal. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. Pada peningkatan Total Periperial Resistence. Apabila peningkatan afterload berlangsung lama. yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Hal ini disebut peningkatan dalam afterload jantung dan biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan diastolik. Pada titik ini. Pada hipertrofi. jantung harus memompa secara lebih kuat dan dengan demikian menghasilkan tekanan yang lebih besar. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis.( Hayens. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis.4 Patofisiologi hipertensi Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor. Kedua hal tersebut akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dengan hipertrofi. 2003 ) 1. kebutuhan ventrikel akan oksigen semakin meningkat sehingga ventrikel harus mampu memompa darah secara lebih keras lagi untuk memenuhi kebutuhan tesebut. serat-serat otot jantung juga mulai tegang melebihi panjang normalnya yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kontraktilitas dan volume sekuncup. Universitas Sumatera Utara . pada medula di otak. untuk mendorong darah melintas pembuluh darah yang menyempit. maka ventrikel kiri mungkin mulai mengalami hipertrifi (membesar).Peningkatan Total Periperial Resistence yang berlangsung lama dapat terjadi pada peningkatan rangsangan saraf atau hormon pada arteriol.

Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin. 1996 ) Perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada lanjut usia. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II. Medula adrenal mengsekresi epinefrin yang menyebabkan vasokontriksi. meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi (Corwin. mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer (Corwin. menyebabkan pelepasan renin.Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokontriktor. yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. yang dapt memperkuat respon vasokontriktor pembuluh darah. suatu vasokonstriktor kuat. hilangnya elastisitas jaringan ikat. yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis. Universitas Sumatera Utara . Konsekuensinya. aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup). Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal.2001) Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi. Korteks adrenal mengsekresi kortisol dan steroid lainnya. dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah.2001). Semua faktor tersebut cenderung mencetus keadaan hipertensi ( Dekker. kelenjar adrenal juga terangsang mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. Vasokontriksi yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal.

sakit kepala.Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan kapiler.2000 ). dengan manifestasi yang khas sesuai sistem organ yang divaskularisasi oleh pembuluh darah bersangkutan. Keterlibatan pembuluh darah otak dapat menimbulkan stroke atau serangan iskemik transien yang bermanifestasi sebagai paralisis sementara pada satu sisi (hemiplegia) atau gangguan tajam penglihatan (Wijayakusuma.Nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerolus.5 Tanda dan Gejala Hipertensi Pada pemeriksaan fisik. kadang-kadang disertai mual dan muntah.Penglihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi. muka merah. akibat peningkatan tekanan darah intrakranial. edema pupil (edema pada diskus optikus). Perubahan patologis pada ginjal dapat bermanifestasi sebagai nokturia (peningkatan urinasi pada malam hari) dan azetoma [peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin]. seperti perdarahan. dan pada kasus berat. tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi. Individu yang menderita hipertensi kadang tidak menampakan gejala sampai bertahun-tahun.Ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat. tengkuk terasa pegal dan lain-lain (Wiryowidagdo. keluaran darah dari hidung secara tiba-tiba. tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina. eksudat (kumpulan cairan). Crowin (2000: 359) menyebutkan bahwa sebagian besar gejala klinis timbul setelah mengalami hipertensi bertahun-tahun berupa :Nyeri kepala saat terjaga. Gejala bila ada menunjukan adanya kerusakan vaskuler. Universitas Sumatera Utara .2002).1. penyempitan pembuluh darah. Gejala lain yang umumnya terjadi pada penderita hipertensi yaitu pusing.

ketika seorang wanita mengalami menopause (Depkes@gmail.2002 ) Universitas Sumatera Utara . Jika seorang dari orang tua kita memiliki riwayat hipertensi maka sepanjang hidup kita memiliki kemungkinan 25% terkena hipertensi ( Astawan. pembuluh darah dan hormon. Ini sering disebabkan oleh perubahan alamiah di dalam tubuh yang mempengaruhi jantung.5% pada pria dan 10. ternyata wanita lebih banyak menderita hipertensi. 2005). Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia.6 pada pria dan 13.4% wanita. Riwayat keluarga juga merupakan masalah yang memicu masalah terjadinya hipertensi hipertensi cenderung merupakan penyakit keturunan.6% pada pria dan 17. Di daerah perkotaan Semarang didapatkan 7.6 Faktor-faktor Resiko Hipertensi Faktor resiko hipertensi meliputi : Faktor usia sangat berpengaruh terhadap hipertensi karena dengan bertambahnya umur maka semakin tinggi mendapat resiko hipertensi.1. Sedangkan di daerah perkotaan Jakarta didapatkan 14.7% pada wanita (Gunawan.9% pada wanita. Dari laporan sugiri di Jawa Tengah didapatkan angka prevalensi 6% dari pria dan 11% pada wanita. 2001). Laporan dari Sumatra Barat menunjukan 18.com) Perbandingan antara pria dan wanita. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun akan menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian prematur (Julianti. Jenis kelamin juga sangat erat kaitanya terhadap terjadinya hipertensi dimana pada masa muda dan paruh baya lebih tinggi penyakit hipertensi pada laki-laki dan pada wanita lebih tinggi setelah umur 55 tahun.

Hipertensi hampir tidak pernah ditemukan pada suku bangsa dengan asupan garam yang minimal. Garam berhubungan erat dengan terjadinya tekanan darah tinggi gangguan pembuluh darah ini hampir tidak ditemui pada suku pedalaman yang asupan garamnya rendah. Jika asupan garam kurang dari 3 gram sehari prevalensi hipertensi presentasinya rendah. Garam mengandung 40% sodium dan 60% klorida. adapun hubungan merokok dengan hipertensi adalah nikotin akan menyebabkan peningkatan tekana darah karena nikotin akan diserap pembulu darah kecil dalam paru-paru dan diedarkan oleh pembulu dadarah hingga ke otak. Garam mempunyai sifat menahan air. yang menimbulkan retensi cairan dan peningkatan tekanan darah (Sheps. Hal ini tidak berarti menghentikan pemakaian garam sama sekali dalan makanan. tetapi jika asupan garam 5-15 gram perhari. prevalensi hipertensi meningkat menjadi 15-20%. 2004). Sebaliknya jumlah garam yang dikonsumsi batasi (Wijayakusuma. curah jantung dan tekanan darah (Basha. Mengkonsumsi garam lebih atau makanmakanan yang diasinkan dengan sendirinya akan menaikan tekanan darah. Hindari pemakaian garam yang berkebih atau makanan yang diasinkan. Orang-orang peka sodium lebih mudah meningkat sodium. 2004).Garam dapur merupakan faktor yang sangat dalam patogenesis hipertensi. Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya hipertensi terjadai melalui peningkatan volume plasma. Merokok merupaka salah satu faktor yang dapat diubah. otak akan bereaksi terhadap nikotin dengan member sinyal pada Universitas Sumatera Utara . akan meningkat prevalensinya 15-20% (Wiryowidagdo. 2000). Asupan garam kurang dari 3 gram tiap hari menyebabkan hipertensi yang rendah jika asupan garam antara 5-15 gram perhari. 2000).

Stress juga sangat erat merupakan masalah yang memicu terjadinya hipertensi dimana hubungan antara stress dengan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis peningkatan saraf dapat menaikan tekanan darah secara intermiten (tidak menentu). atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan tinggi. 1. Stress yang berkepanjangan dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang.Makin keras dan sering otot jantung memompa maka makin besar tekanan yang dibebankan pada arteri ( Amir. 2001). Aktivitas sangat mempengaruhiterjadinya hipertensi. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota (Dunitz.7. Hormon yang kuat ini akan menyempitkan pembulu darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi. Hal ini akan menagakibatkan tekana darah karena jantung dipaksa memompa untuk memasukkan oksigen yang cukup kedalam orga dan jaringan tubuh ( Astawan. 2002 ). Komplikasi Hipertensi Stroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak. Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otak mengalami hipertropi dan menebal. Walaupun hal ini belum terbukti akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan.kelenjar adrenal untuk melepas efinefrin (Adrenalin).Selain itu. 2002 ). Universitas Sumatera Utara . dimana pada orang yang kuan aktvitas akan cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tingi sehingga otot jantung akan harus bekerja lebih keras pada tiap kontraksi. karbon monoksida dalam asap rokokmenggantikan iksigen dalam darah.

hipoksia jantung. Infark Miokard dapat terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerosis tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut. tidak dapat berbicara secara jelas) serta tidak sadarkan diri secara mendadak (Santoso. salah satu bagian tubuh terasa lemah atau sulit digerakan (misalnya wajah. Dengan rusaknya glomerolus. Dengan rusaknya membran glomerolus. nefron akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. Gagal jantung atau ketidakmampuan jantung dalam memompa darah yang kembalinya kejantung dengan cepat mengakibatkan cairan terkumpul di paru. seperti.Arteri-arteri otak yang mengalami arterosklerosis dapat melemah sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma (Corwin. darah akan mengalir keunit-unit fungsional ginjal. 2006). glomerolus. atau lengan terasa kaku. 2000). Karena hipertensi kronik dan hipertensi ventrikel. Gejala terkena stroke adalah sakit kepala secara tiba-tiba. 2000). limbung atau bertingkah laku seperti orang mabuk. 2000). mulut.Cairan didalam paru – paru menyebabkan sesak Universitas Sumatera Utara . Demikian juga hipertropi ventrikel dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia.kaki dan jaringan lain sering disebut edma. menyebabkan edema yang sering dijumpai pada hipertensi kronik (Corwin. protein akan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang. Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kepiler ginjal. dan peningkatan resiko pembentukan bekuan (Corwin. maka kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat terpenuhi dan dapat terjadi iskemia jantung yang menyebabkan infark. orang bingung.

mengurangi kelebihan berat badan. Dan yang mencakup psikis antara lain mengurangi sres. 2002 ). Hal ini menyebabkan kerja jantung semakin meningkat untuk memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah yang sempit. Tekanan yang tinggi pada kelainan ini menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan mendorong cairan ke dalam ruang intertisium diseluruh susunan saraf pusat. Nikotin diserap oleh pembuluh-pembuluh darah didalam paru dan diedarkan keseluruh aliran darah lainnya sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah. hal ini disebabkan oleh nikotin yag terdapat didalam rokok yang memicu hormon adrenalin yang menyebabkan tekana darah meningkat. Neronneron disekitarnya kolap dan terjadi koma serta kematian (Corwin. dan istirahat (Amir. Adapun cakupan pola hidup antara lain berhenti merokok. 2002) Ensefalopati dapat terjadi terjadi terutama pada hipertensi maligna (hipertensi yang cepat). Perawatan Penderita Hipertensi di Rumah Perawatan penderita hipertensi pada umumnya dilakukan oleh keluarga dengan memperhatikan pola hidup dan menjaga psikis dari anggota keluarga yang menderita hipertensi. modifikasi diet. 2001 ). Merokok sangat besar perananya meningkatkan tekanan darah. olahraga. Universitas Sumatera Utara . Pengaturan pola hidup sehat sangat penting pada klien hipertensi guna untuk mengurangai efek buruk dari pada hipertensi.napas. 2000). menghindari alkohol. Dengan berhenti merokok tekanan darah akan turun secara perlahan .timbunan cairan ditungkai menyebabkan kaki bengkak atau sering dikatakan edema (Amir. 2. disamping itu jika masih merokok maka obat yang dikonsumsi tidak akan bekerja secar optimal dan dengan berhenti merokok efektifitas obat akan meningkat ( Santoso.

Adapun yang disebut rendah garam bukan hanya membatasi konsumsi garam dapur tetapi mengkonsumsi makanan rendah sodium atau natrium ( Na). Diet rendah garam diberikan kepada pasien dengan edema atau asites serta hipertensi. Universitas Sumatera Utara . Minum-minuman yang beralkohol yang berlebih juga dapat menyebabkan kekurangan gizi yaitu penurunan kadar kalsium.Mengurangi berat badan juga menurunkan resiko diabetes. mineral maupun vitamin dan rendah sodium dan natrium ( Gunawan. Modifikasi diet atau pengaturan diet sangat penting pada klien hipertensi. diet rendah kolestrol.Mengurangi alkohol dapat menurunkan tekanan sistolik 10 mmhg dan diastolik 7 mmhg. Alkohol dalam darah merangsang adrenalin dan hormone –hormon lain yang membuat pembuluh darah menyempit atau menyebabkan penumpukan natrium dan air. yakni : diet rendah garam . ada empat macam diet untuk menanggulangi atau minimal mempertahankan keadaan tekana darah . semakin berat tubuh semakin tinggi tekanan darah. dan kanker .2002 ). jika menerapkan pola makan seimbang maka dapat mengurangi berat badan dan menurunkan tekanan darah dengan cara yang terkontrol .Secara umum. protein. penyakit kardiovaskular. lemak terbatas serta tinggi serat. baik kalori. tujuan utama dari pengaturan diet hipertensi adalah mengatur tentang makanan sehat yang dapat mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi penyakiit kardiovaskuler. Tujuan diet rendah garam adalah untuk menurunkan tekanan darah dan untuk mencegah edema dan penyakit jantung ( lemah jantung ). dan rendah kalori bila kelebihan berat baadan ( Astawan. Secara garis besar. 2001).Oleh karena itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam melakukan diet rendah garam adalah komposisi makanan yang harus mengandung cukup zat – zat gizi.

2005 ). baking powder. Bagi penderita hipertensi. Keadaan ini dapat dicapai jika makanan yang dikonsumsi mengandung serat kasar yang cukup tinggi ( Mayo. peningkatan kolestrol dapat terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolestrol tinggi dan tubuh akan mengkonsumsi sekitar 25 – 50 % dari setiap makanan ( Amir. trigeserida.MSG( Mono Sodium Glutamat ). perlu diperhatikan hal – hal berikut : Universitas Sumatera Utara . makanan yang dibuat dari mentega serta obat yang mengandung natrium ( obat sakit kepala ). pengawet makanan atau natrium benzoat ( Biasanya terdapat didalam saos. kecap. Dalam perencanaan diet. biasakan penggunaan obat dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. serat terdiri dari dua jenis yaitu serat kasar ( Crude fiber ) dan serat kasar banyak terdapat pada sayuran dan buah – buahan.Sumber sodium antara lain makanan yang mengandung soda kue. Serat kasar dapat berfungsi mencegah penyakit tekanan darah tinggi karena serat kasar mampu mengikat kolestrol maupun asam empedu dan selanjutnya membuang bersama kotoran. Kolestrol dapat berbahaya jika dikonsumsi lebih banyak dari pada yang dibutuhkan oleh tubuh. singkong dan kacang hijau. Demikian juga dengan orang yang berusia 40 tahun mudah terkena hipertensi. dan pospolipid. sedangkan serat makanan terdapat pada makanan karbohidrat yaitu : kentang. selai.Kelebihan berat badan atau obesitas akan berisiko tinggi terkena hipertensi. beras.Tubuh memperoleh kolestrol dari makanan sehari – hari dan dari hasil sintesis dalam hati. Di dalam tubuh terdapat tiga bagian lemak yaitu : kolestrol. 2002 ). jelly ). Diet tinggi serat sangat penting pada penderita hipertensi. 2003 ). Diet rendah kolestrol dan lemak terbatas. ( Hayens. Diet rendah kalori dianjurkan bagi orang yang kelebihan berat badan.

Istirahat merupakan suatu kesempatan untuk memperoleh energi sel dalam tubuh. Pada olah raga isotonik mampu menyusutkan hormone noradrenalin dan hormone – hormone lain penyebab naiknya tekanan darah. Manfaat olah raga yang sering di sebut olah raga isotonik seperti jalan kaki. Hindari olah raga Isometrik seperti angkat beban. 2. karena justru dapat menaikkan tekanan darah ( Mayer. Perlu dilakukan aktifitas olah raga ringan. jantung dan ginjal sama halnya seperti yang menetap ( Amir. Asupan kalori dikurangi sekitar 25% dari kebutuhan energi atau 500 kalori untuk penurunan 500 gram atau 0. 3.istirahat dapat dilakukan dengan meluangkan waktu. jogging. Bersantai juga bukan berarti melakukan rekreasi yang melelahkan. Jika periode stress sering terjadi maka akan mengalami kerusakan pada pembuluh darah. Stres tidak menyebabkan hipertensi yang menetap.1.Meluangkan waku istiraha itu perlu dilakukan secara rutin diantara ketegangan jam sibuk bekerja sehari – hari. Menu makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan zat gizi. berenang dan bersepeda sangat mampu meredam hipertensi.5 kg berat badan per minggu.2002). Meluangkan waktu tidak berarti minta istirahat lebih banyak dari pada bekerja produktif samapai melebihi kepatuhan.2002). tetapi stress berat dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah yang nersifat sementara yang sangat tinggi. Universitas Sumatera Utara .1980).tetapi yang dimaksudkan dengan istirahat adalah usaha untuk mengembalikan stamina tubuh dan mengembalikan keseimbangan hormon dan dalam tubuh ( Amir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful