MODUL PRODUKTIF PERBANKAN

PERUSAHAAN MODAL VENTURA

Untuk Kelas XII SMK Kompetensi Keahlian Perbankan

Disusun oleh: HAFIS MUADDAB, S.Pd.

MODUL INI HANYA UNTUK KALANGAN SENDIRI DAN TIDAK DIPUBLIKASIKAN SECARA UMUM

TELAH DISAHKAN DAN DIVERIFIKASI MODUL PEMBELAJARAN

Pada Tanggal __________________ Oleh Ketua Kompetensi Kejuruan (K3) PERBANKAN

Guru Mata Pelajaran

TUTIK HARIATI, S.Pd NIP.196809162000122003

HAFIS MU'ADDAB, S.Pd NIP. 198210222011011005

Mengetahui, Kepala Sekolah

Menyetujui, Waka Kurikulum

Drs. SUPRIYADI, M.Kes NIP. 19620610 198710 1 004

Drs. SUPRAYITNO NIP. 19690112 199201 1 001

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

1

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya modul ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam modul ini kami membahas “Perusahaan Modal Ventura” suatu komponen kompetensi kejuruan yang harus dikuasai siswa SMK Kelas XII Kompetensi Keahlian Perbankan di semester kedua. Besar harapan modul ini dapat dimanfaatkan siswa untuk meningkatkan pemahaman akuntansi khususnya dalam mengikuti mata pelajaran perusahaan modal ventura. Terlebih siswa di SMK yang senantiasa dituntut memiliki ketrampilan selain pengetahuan dibidang kompetensi yang diampunya. Sehingga keberadaan modul ini diharapkan mampu membantu siswa untuk mencapai hal tersebut. Dalam proses penyusunan modul ini pula, bimbingan, arahan, koreksi dan saran telah pula diberikan oleh berbagai pihak, dan untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan:     Drs. Supriyadi, M.Kes, selaku Kepala SMK Negeri 1 Jombang Tutik Hariati, S.Pd selaku Ketua Kompetensi Kejuruan Perbankan Rekan-rekan guru yang telah banyak memberikan masukan untuk modul ini. Istri dan anakku yang senantiasa memberika motivasi dan inspirasi

Semoga kritik dan saran tetap hadir sebagai penyempurna modul ini, sehingga mampu menjadi lebih sempurna pada perkembangan selanjutnya. Dan selanjutnya, demikian modul ini saya buat, semoga bermanfaat.

Jombang, 14 Januari 2012 Penyusun

Hafis Mu’addab, S.Pd. NIP. 198210222011011005

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

2

DAFTAR ISI
Halaman Judul ........................................................................................................................................ Lembar Pengesahan ............................................................................................................................... Kata Pengantar ....................................................................................................................................... Daftar Isi .................................................................................................................................................. KONSEPSI DASAR PERUSAHAAN MODAL VENTURA A. Pengertian Modal Ventura ........................................................................................................... B. Karakteristik Modal Ventura ....................................................................................................... C. Pengertian Perusahaan Modal Ventura ...................................................................................... D. Dasar Hukum dan Sumber Dana Modal Ventura ................................................................... E. Jenis Pembiayaan Modal Ventura ............................................................................................... SEJARAH PEMBIAYAAN MODAL VENTURA A. Sejarah Pembiayaan Modal Ventura Internasional .................................................................. B. Sejarah Pembiayaan Modal Ventura di Indonesia .................................................................... C. Perkembangan Perusahaan Modal Ventura .............................................................................. KOSEP KELEMBAGAAN DAN MEKANISME MODAL VENTURA A. Mekanisme Modal Ventura .......................................................................................................... B. Tujuan dan Manfaat Modal Ventura .......................................................................................... C. Perbedaan Modal Ventura dengan Jenis Pembiayaan Lainnya .............................................. ANALISIS PENILAIAN PEMBIAYAAN MODAL VENTURA A. Tahap-tahap Pembiayaan Modal Ventura ................................................................................. B. Prosedur Penilaian Proposal Pembiayaan Modal Ventura ..................................................... C. Prosedur Pemanfaatan Modal Ventura ...................................................................................... DIVESTASI MODAL VENTURA A. Mekanisme Divestasi Modal Ventura......................................................................................... B. Hambatan Usaha Modal Ventura ............................................................................................... C. Kunci Keberhasilan Pengelolan Perusahaan Modal Ventura ................................................. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................ Proposal Pembiayaan Modal Ventura ............................................................................................... Daftar Alamat Perusahaan Modal Ventura i 1 2 3

4 6 9 10 12 15 16 18 23 25 27

30 32 32

35 37 38 41 43

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

3

KONSEPSI DASAR PERUSAHAAN MODAL VENTURA

Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menjelaskan konsepsi modal ventura 2. menjelaskan karakteristik modal ventura 3. menjelaskan pengertian perusahaan modal ventura; 4. menjelaskan dasar hukum dan sumber dana perusahaan modal ventura 5. menjelaskan jenis pembiayaan perusahaan modal ventura Uraian Materi: A. Pengertian Modal Ventura Modal Ventura pada dasarnya adalah kumpulan modal (pool of fund) yang berasal dari investor untuk dikelola secara profesional oleh perusahaan manajemen dan di investasikan pada PPU. Dana yang di investasikan dalam Modal Ventura merupakan dana investasi yang memiliki risiko tinggi dan bersifat jangka panjang. Walaupun demikian investor akan tetap tertarik pada jenis investasi ini asalkan dapat memberikan return yang tinggi dan risikonya dapat dikelola secara profesional. Untuk mendukung hal tersebut yang perlu dilakukan pemerintah adalah mendukung instrumen atau kebijakan berinvestasi pada lembaga keuangan Modal Ventura. Sehingga Modal Ventura lebih populer dan memiliki integritas yang tinggi serta menjadi bagian penting dari dinamika pertumbuhan lembaga keuangan non bank di Indonesia. Kata modal ventura dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) digolongkan sebagai nomina (kata benda) yang dikenal dalam bidang ekonomi. Dilihat dari pembentukan kata, modal ventura berasal dari dua kata yaitu kata “modal” dan kata “ventura”. Kata modal sebagai nomina (kata benda), menurut KBBI memiliki pengertian uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dsb; harta benda (uang, barang, dsb) yg dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yg menambah kekayaan dsb. Kata “ventura” yang merupakan serapan dari kata venture dalam bahasa Inggris secara harafiah diartikan sebagai usaha; perusahaan; spekulasi; perbuatan yang mengandung resiko; pekerjaan yang berbahaya. Gabungan kata modal dan ventura menjadi modal ventura oleh

KBBI kemudian diartikan sebagai modal patungan.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

4

Istilah modal ventura oleh The Encyclopedia of Private Equity and Venture Capital dapat diartikan sebagai serangkaian kesempatan untuk melakukan investasi; bisnis yang menjanjikan; modal dan pendampingan manajemen yang disediakan oleh individu maupun perusahaan. Neil Cross, mantan chairman dari European Ventura Capital Association mengartikan modal ventura sebagai salah satu pembiayaan yang mengandung resiko, biasanya dilakukan dalam bentuk partisipasi equity, terhadap perusahaan-perusahaan yang mempunyai potensi beberapa nilai tambah dalam bentuk advis manajemen dan memberikan kontribusinya terhadap keseluruhan strategi perusahaan yang bersangkutan. Resiko yang relatif tinggi ini akan dikompensasikan dengan kemungkinan return yang tinggi pula, yang biasanya didapatkan melalui capital gains yang bersifat medium term (Chris Bovard, 1991:3). Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan dalam Pasal 1 ayat (11) sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009, mendefinisikan lembaga modal ventura sebagai “usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (inverstee company) untuk jangka waktu tertentu. Definisi yang sama diulang kembali oleh KeputusanMenteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988, tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pembiayaan via Pasal 1 ayat (h). Perusahaan yang memperoleh pembiayaan modal ventura disebut Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) atau investee company. Instrumen yang dapat digunakan dalam rangka modal ventura adalah obligasi konversi (convertible bond) yang memiliki hak opsi untuk ditukarkan dengan saham PPU. Umumnya, pembiayaan modal ventura hampir selalu disertai dengan persyaratan keterlibatan dalam manajemen PPU, yang biasanya disepakati dalam perjanjian modal ventura. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa modal ventura merupakan pembiayaan yang memiliki risiko tinggi. Pembiayaan modal ventura berbeda dengan bank yang memberikan pembiayaan berupa pinjaman atau kredit, karena modal ventura memberikan pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan langsung ke dalam perusahaan yang dibiayainya. Jangka waktu penyertaan bersifat sementara, di beberapa negara berada diantara 3-10 tahun. Di Indonesia sendiri, jangka waktu tersebut menurut Keppres No. 61/1988 adalah sudah harus diinvestasi maksimum 40 tahun, ciri inilah pula yang membedakannya dengan investasi biasa.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

5

B. Karakteristik Modal Ventura Keberadaan modal ventura secara resmi di mulai sejak akhir perang dunia kedua yang ditandai dengan berdirinya American Research and Development Corporation (ARDC). Perusahaan ini melakukan investasi perusahaan yang baru berkembang dan belum dikenal oleh masyarakat luas. Dalam operasionalnya, ARDC melakukan investasi pada perusahaan (PPU) yang memiliki kriteria sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. memiliki teknologi baru atau konsep-konsep pemasaran yang baru atau inovasi terbaru; mengizinkan campur tangan signifikan dari investor dalam pengelolaan perusahaan; operasional PPU dilakukan oleh pekerja yang memiliki kompetensi terbaik dan berintegritas. produk atau proses yang dimiliki setidaknya telah melewati tahap prototipe awal dan dilindungi oleh hak paten, hak cipta, atau perjanjian perdagangan-rahasia. menunjukkan kondisi yang memungkinkan untuk dilakukannya divestasi pada waktu yang tidak terlalu lama. berpeluang untuk memberikan nilai tambah atas investasi yang sudah ditanamkan.

Perilaku berinvestasi yang dilakukan oleh ARDC memberikan gambaran awal mengenai pola kerja dalam industri modal ventura. Aturan investasi yang diterapkan banyak diterapkan oleh perusahaan modal ventura lain karena dianggap berhasil memberikan imbal hasil yang memuaskan investor. 1. Karakteristik Modal Ventura Dalam Negeri menjalankan kegiatannya, modal ventura di Indonesia memberikan fasilitas

Dalam

pembiayaan dan pendampingan manajemen pada perusahaan pasangan usaha (PPU). ke dalam perusahaan yang dibiayainya. Pola pembiayaan perusahaan dilakukan dengan mengadopsi teknik investasi yang dilakukan oleh ARDC. Munir Fuadi dalam bukunya Hukum tentang Pembiayaan Dalam Teori dan Praktik menyebutkan ciri modal ventura sebagai berikut : (Munir Fuady, 1999: 110-112). 1. 2. 3. Pemberi bantuan finansial dalam bentuk modal ventura ini tidak hanyamenginvestasikan modalnya saja. Tetapi juga ikut terlibat dalam manajemen perusahaan yang dibentuknya. Investasi yang dilakukan tidaklah bersifat permanen, tetapi hanyalah bersifat sementara, untuk kemudian sampai masanya dilakukanlah diinvestasi. Motif dari modal ventura adalah motif bisnis yaitu mendapatkan keuntungan setinggitingginya, walaupun dengan resiko yang relatif tinggi pula.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 6

4.

Investasi dengan bentuk modal ventura yang dilakukan ke perusahaan pasangan usahanya bukan investasi jangka pendek, tetapi merupakan investasi jangka menengah atau jangka panjang.

5. 6.

Modal ventura merupakan investasi tanpa jaminan collateral sehingga dibutuhkan kehatihatian dan kesabaran. Investasi tersebut bukan bersifat pembiayaan dalam bentuk pinjaman, tetapi dalam bentuk partisipasi equity, atau setidak-tidaknya loan yang dapat dilakukan ke equity. Sehingga return yang diharapkan oleh perusahaan modal ventura bukanlah bunga atas modal yang ditanam, melainkan deviden dan capital again.

7.

Prototype dari pembiayaan dengan modal ventura adalah pembiayaan yang ditujukan kepada perusahaan kecil atau perusahaan baru, tetapi memiliki potensi untuk berkembang.

8.

Investasi modal ventura biasanya dilakukan terhadap perusahaan yang tidak punya akses untuk mendapatkan kredit perbankan.

2. Karakteristik Modal Ventura Luar Negeri Mekanisme modal ventura yang diterapkan di beberapa negara dibedakan dalam dua bentuk: a. Membentuk modal ventura yang langsung dikelola oleh manajemen perusahaan modal ventura itu sendiri, mekanisme ini disebut juga modal ventura konvensional (single tier approach). b. Membentuk modal ventura yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan manajemen investasi yang memang memiliki keahlian di bidang modal ventura, pendekatan ini disebut two tier approach. Pada modal ventura bentuk konvensional (single tier approach), seperti tampak pada Gambar 1, pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan investasi dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan modal ventura itu sendiri sebagai badan hukum, atau dengan kata lain perusahaan modal ventura pada saat yang sama menjadi venture capital fund sekaligus menjadi management venture capital company. Oleh karena itu kebijakan dan analisis investasi, pelaksanaan monitoring, dan keterlibatan pada manajemen investee company serta pelaksanaan dalam proses divestasi dilakukan oleh perusahaan modal ventura yang bersangkutan. Mekanisme inilah yang diterapkan di Indonesia karena dalam peraturan perundangan modal ventura tidak dikenal konsep pemisahan antara venture capital fund dan management venture capital company.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 7

Pada modal ventura bentuk two tier approach, seperti tampak pada Gambar 2, pelaksanaan semua kebijakan dan strategi investasi mulai dari analisis, monitoring, sampai pada proses divestasi dan review merupakan tugas dan tanggung jawab management venture capital company. Semua tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya tersebut berdasarkan kesepakatan yang telah diatur dalam perjanjian kontrak manajemen. Atas tanggung jawabnya tersebut, perusahaan manajemen mendapatkan contract fee atau management fee dan success fee.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

8

C. Pengertian Perusahaan Modal Ventura Perusahaan Modal Ventura merupakan salah satu bentuk usaha di bidang lembaga pembiayaan non bank yang mempunyai peran penting dalam pengelolaan sumber pembiayaan pembangunan. Kegiatan usaha Modal Ventura di Indonesia diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan.Sebagai salah satu sumber pembiayaan perusahaan modal ventura dapat diarahkan untuk lebih menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi suatu negara. Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital Company) merupakan badan usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu. Adapun tujuan utama penyertaan modal terhadap perusahaan pasangan usaha (PPU) menurut Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1251/KMK.013/1988 pasal 1 huruf h adalah: a. Pengembangan suatu penemuan baru; b. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana; c. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan; d. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha; e. Pengembangan proyek penelitian dan rekayasa; f. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru, dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri; g. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan. Penyertaan modal usaha yang dilakukan Modal ventura memiliki keunikan dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya seperti bank, Asuransi, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan (multifinance) lainnya. Keunikan tersebut terlihat dari pembiayaan yang dilakukan melalui berbagai instrumen pembiayaan dalam bentuk temprary equity juga aktivitas pemberian bantuan manajemen, baik secara langsung dengan menempatkan wakilnya untuk aktif dalam perusahaan ataupun bekerjasama dengan lembaga manajemen lainnya. Dari keunikan tersebut diharapkan tercipta kreatifitas dan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah yang lebih kepada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) karena dapat menciptakan perubahan terhadap kemajuan proses bisnis yang lebih baik. yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

9

Sementara perkembangan usaha Modal Ventura di Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa perusahaan Modal Ventura dalam negeri terdapat 74 perusahaan per Desember 2009, terdiri dari 36 perusahaan swasta nasional, 11 perusahaan patungan, dan 27 perusahaan daerah. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 66 perusahaan. Dari data tersebut, terlihat periode tahun 2005 hingga 2009 kondisi jumlah Perusahaan Modal Ventura cenderung sedikit mengalami peningkatan, yang diikuti pula oleh perusahaan pasangan usaha (PPU) yang mengalami peningkatan dimulai tahun 2006, sementara periode 2005-2006 terjadi penurunan yang relatif besar. Sementara untuk kinerja perusahaan Modal Ventura terlihat seiring dengan kondisi jumlah perusahaan pasangan usaha (PPU). Hal ini dapat dilihat pada periode tahun 2005-2008, jumlah PPU yang meningkat berdampak kepada peningkatan rugi/laba Modal Ventura, tetapi pertumbuhan PPU berbanding terbalik dengan peningkatan rugi/laba terjadi ditahun 2009. Pada sisi pembiayaan dan aset terlihat kondisi yang relatih terus tumbuh walaupun relatif kecil. Dari gambaran kondisi di atas, industri Modal Ventura cenderung lamban dalam

berkembang bahkan pada tahun-tahun terakhir sedikit mengalami penurunan dalam pertumbuhan. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan industri modal ventura di Indonesia (R. Hartono, 2005), yaitu:  Good Corporate Governance Dalam perkembangannya banyak perusahaan Modal Ventura menggunakan bottom line financial sebagai tolak ukur kesuksesan yang berakibat pada persaingan pasar secara langsung terhadap lembaga keuangan bank.  Funding Lembaga Keuangan Modal Ventura masih begitu inferior dimata pasar dibandingkan Lembaga Keuangan lain, sehingga venture fund menjadi salah satu tantangan terberat dalam upaya pengembangan Modal Ventura. D. Dasar Hukum dan Sumber Dana Modal Ventura Peraturan perundang-undangan di bidang modal ventura sampai saat ini: a. b. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 61 tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Lembaga Pembiayaan; Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Keuangan;

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

10

c.

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 250/KMK.04/1995 tanggal 2 Juni 1995 tentang Perusahaan Kecil dan Menengah Pasangan Usaha dari Perusahaan Modal Ventura dan Perlakuan Perpajakan atas Penyertaan Modal Perusahaan Modal Ventura;

d. e.

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 469/KMK.017/1995 tanggal 3 Oktober 1995 tentang Pendirian dan Pembinaan Perusahaan Modal Ventura; Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 58/KMK.017/1999 tanggal 15 Februari 1999 tentang Pengawasan Kegiatan Perusahaan Modal Ventura Daerah.

Secara umum sumber dana modal ventura dibagi menjadi dua, berasal dari dalam perusahaan sendiri dan berasal dari luar perusahaan. Sumber dana modal ventura dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain sebagai berikut: 1. Investor Perseorangan Umumnya, investor perseorangan lebih menyukai dan cenderung melakukan investasi pada usaha yang telah berjalan lancar dan bersifat jangka pendek. Investor individu yang memiliki kesabaran dan kesiapan untuk menerima dan menanggung risiko tinggi dalam suatu usaha dianggap sebagai seorang venture capitalist murni karena dalam usaha modal ventura sulit diharapkan akan memberi hasil yang besar atas investasi yang ditanam dalam kurun waktu satu atau dua tahun. 2. Investor Institusi Biasanya perusahaan-perusahaan besar, terutama di negara-negara industri, memiliki suatu divisi tersendiri yang khusus menangani bisnis modal ventura. Tugas divisi khusus ini adalah menampung dan mengevaluasi suatu ide-ide, terutama dalam bidang teknologi, yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk teknologi baru yang dapat dipasarkan. Keikutsertaan investor institusi ini merupakan alternatif sumber dana modal ventura. 3. Perusahaan Asruransi dan Dana Pensiun. Lembaga keuangan non-bank ini merupakan sumber dana modal ventura yang cukup besar. Potensi lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura didukung oleh sumber dananya yang berjangka panjang. 4. Perbankan Sumber dana modal ventura dapat diperoleh dari bank-bank yang tertarik melakukan bisnis modal ventura. Namun, perlu dipertimbangkan mengenai dana bank yang bersifat jangka pendek, sementara modal ventura bersifat jangka panjang. Dana-dana yang berasal dari bank sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan pola bagi hasil yang berjangka waktu pendek.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 11

5. Lembaga Keuangan Internasional Lembaga keuangan internasional dapat menjadi sumber dana modal ventura, terutama yang berkaitan dengan upaya untuk membantu pengembangan sektor-sektor tertentu. Kelebihan sumber dana ini, di samping berbiaya murah, juga biasanya memiliki jangka waktu panjang dengan masa tenggang waktu. E. Jenis Pembiayaan Modal Ventura Pembiayaan modal ventura yang selama ini dikenal adalah pembiayaan kepada perusahaanperusahaan yang telah memiliki badan hukum perseroan dalam bentuk penyertaan saham. Jenis pembiayaan ini merupakan kendala utama dalam operasional modal ventura dibandingkan dengan pembiayaan kredit yang diberikan sektor perbankan. Adanya keharusan bentuk hukum PT bagi perusahaan pasangan usaha mengakibatkan terbatasnya pangsa pasar modal ventura. Di sisi lain, bagi perusahaan-perusahaan masih terdapat keengganan untuk menggunakan modal ventura sebagai sumber pembiayaan, karena umumnya, mereka tidak berminat atau tidak bersedia apabila sebagian saham perusahaan berpindah kepada pihak lain. Untuk mengatasi kendala tersebut, Departemen Keuangan memberikan alternatif pembiayaan berdasarkan pola bagi hasil. Dengan pembiayaan bagi hasil ini memungkinkan semua bentuk usaha dapat memperoleh pembiayaan melalui modal ventura, termasuk usaha kecil. Pembiayaan yang dapat diberikan perusahaan modal ventura dapat dilakukan dalam beberapa cara, yaitu sebagai berikut: 1. Equity Financing (pembiayaan langsung/penyertaan modal langsung) Penyertaan modal langsung adalah penyertaan modal perusahaan modal ventura (PMV) pada perusahaan pasangan usaha, dengan cara mengambil sejumlah tertentu dari saham perusahaan pasangan usaha (PPU) yang bersangkutan. Karena pembiayaannya berupa penyertaan saham, maka perusahaan pasangan usaha haruslah berbentuk badan hukum perseroan terbatas. Penyertaan modal dalam bentuk saham dapat dilakukan dengan cara: a) Bersama-sama mendirikan suatu perusahaan. Dalam pembiayaan modal ventura yang dilakukan dengan cara mendirikan PT bersama. b) Penyertaan modal PMV dalam bentuk pengambilan sejumlah portofolio saham PPU. Penyertaan ini dilakukan oleh PMV, dalam hal, suatu PPU yang hendak dibiayai telah berbentuk badan hokum.

2. Pendirian Perusahaan Baru
Perusahaan modal ventura bersama-sama dengan perusahaan pasangan usahamendirikan usaha yang baru sama sekali.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 12

3.

Semi Equity Financing Pembiayaan dalam bentuk semi equity dilakukan dengan membeli obligasi konversi atau convertible bond yang diterbitkan oleh perusahaan pasangan usaha. Cara ini banyak disukai oleh perusahaan modal ventura maupun perusahaan pasangan usaha, karena sifatnya yang lebih fleksibel. Obligasi konversi lebih menarik bagi perusahaan modal ventura karena dalam periode pembiayaan tersebut, perusahaan modal ventura memiliki pendapatan tetap dalam bentuk bunga sementara apabila kinerja perusahaan semakin membaik sehingga nilai perusahaan yang dibiayai tersebut semakin baik, maka perusahaan modal ventura akan menggunakan hak konversinya (call option).

4.

Pembiayaan Bagi Hasil Instrumen pembiayaan ini dilakukan, dalam hal usaha yang akan dibiayai tidak berbentuk badan hukum atau syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk penyertaan langsung belum atau tidak dipenuhi oleh PPU. Bentuk instrumen pembiayaan ini menekankan pada aspek bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dibiayai. Pola bagi hasil yang mungkin dilakukan adalah sbb: a. Bagi hasil berdasarkan pendapatan yang diperoleh (revenue sharing). b. Bagi hasil berdasarkan keuntungan bersih (net profit sharing). c. Bagi hasil berdasarkan perjanjian.

Ketentuan-ketentuan atas pelaksanaan Pembiyaaan dengan Pola Bagi Hasil, a. Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) dan Perusahaan Modal Ventura (PMV) menyertakan modal, baik berupa uang tunai maupun asset-asset yang relevan dengan aktifitas suatu usaha/proyek yang akan dijalankan. b. PPU dan PMV secara bersama-sama akan menikmati setiap keuntungan dan menanggung kerugian yang ditimbulkan atas usaha/proyek yang dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan bersama. c. Pencerminan yang diperoleh oleh PMV atas pembiayaan ini adalah : • • d. Bagi Hasil dari laba usaha/proyek yang dijalankan Pengembalian modal yang disertakan (divestasi)

Besarnya prosentase Bagi Hasil yang diteruma oleh PMV, berdasarkan kepada kesepakatan bersama antara PPU dan PMV. Prosentase Bagi Hasil yagn diteruma oleh PMV dengan ketentuan • Prosentase Bagi Hasil tidak melebihi dari 50% laba usaha/proyek
13

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

• • e.

Perhitungan porsi Bagi Hasil PMV memenuhi ketentuan IRR yang diharapkan PMV Prosentase Bagi Hsil akan dikoreksi setiap tahunnya atau di akhir usia pembiyaaan, sehingga IRR yang diharapkan dapat tercapai

Jangka waktu Pembiyaan sesuai dengan SK Men Keu, No : 125/KMK.013/1988 Jo. SK No. 468/KMK.017/1995, yaitu maksimal selama 5 (lima) tahun.

Pembiayaan modal ventura dalam bentuk penyertaan langsung, baik dengan cara bersamasama mendirikan perusahaan baru maupun dengan cara mengambil bagian atau membeli sejumlah saham perusahaan target, umumnya dilakukan oleh PMV terhadap PPU yang telah berbentuk badan hukum perseroan. Umumnya, PMV lebih suka membiayai perusahaan yang telah berjalan, namun membutuhkan tambahan pembiayaan. Sedangkan pembiayaan dengan pola bagi hasil terutama disediakan bagi usaha kecil atau perusahaan yang belum berstatus badan hukum PT. Pembiayaan modal ventura berbeda dengan kegiatan pembiayaan melalui sektor perbankan (debt financing).Modal ventura tidak menentukan besarnya return yang akan diperoleh sehingga perusahaan yang dibiayai, yang disebut perusahaan pasangan usaha (PPU), tidak memiliki suatu kewajiban pembayaran keuntungan secara tetap kepada perusahaan modal ventura, sebagaimana halnya dengan bank. Keuntungan yang diharapkan terutama dalam bentuk capital gain.

LATIHAN SOAL 1. Jelaskan konsepsi modal ventura dalam definisi yang sederhana ! 2. Jelaskan karakteristik modal ventura menurut pengetahuan Anda ! 3. Jelaskan pengertian perusahaan modal ventura berdasarkan keputusan menteri keuangan RI! 4. Jelaskan dasar hukum dan sumber dana perusahaan modal ventura yang berkembang di Indonesia ! 5. Sebutkan jenis-jenis pembiayaan perusahaan modal ventura yang ada !

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

14

SEJARAH PEMBIAYAAN MODAL VENTURA

Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menjelaskan sejarah pembiayaan modal ventura Internasional 2. menjelaskan sejarah pembiayaan modal ventura di Indonesia 3. menjelaskan perkembangan perusahaan modal ventura; A. Sejarah Pembiayaan Modal Ventura Internasional Modal ventura sesungguhnya memiliki catatan sejarah yang cukup panjang; dan dalam perkembangannya mempunyai peran dalam perkembangan ekonomi modern (DR. Sofyan Djalil, 1997). Salah satu contohnya adalah pembiayaan yang diberikan oleh Ratu Isabela dari Spanyol untuk ekspedisi Christopher Columbus ke dunia baru pada abad ke lima belas yang hasil ekspedisinya luar biasa, karena benua Amerika sangat kaya kekayaan alam sehingga memungkinkan Spanyol mendominasi Eropa selama lebih dari satu abad. Ada tiga faktor yang memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi Eropa dan proses industrialisasi di Barat pada beberapa abad yang lalu, yaitu: a. Adanya kelompok entrepreneur/inventor yang memiliki ide, mencipta, dan memelopori hal-hal yang baru, b. Adanya kelas merchant (pedagang) yang senang mengambil risiko dalam perdagangan, dan c. Adanya pasar modal yang memungkinkan terjadinya penyebaran risiko usaha kepada masyarakat. Pasar modal yang dimaksudkan di sini adalah mekanisme yang memungkinkan terkumpulnya dana dalam jumlah yang memadai dari banyak investor yang digunakan untuk mendukung berbagai proyek yang digagaskan oleh para entrepreneur dan pedagang. Bentuk awal dari mekanisme ini adalah bentuk usaha modal ventura sebagaimana yang kita kenal sekarang. Munculnya konsep pembiayaan dengan modal ventura diawali antara tahun 1920-1930 pada saat keluarga kaya di Amerika Serikat seperti Ford, Rockefeller,Payson dan lain-lain membentuk suatu pendanaan. Pendanaan ini diarahkan untuk menolong usaha-usaha individu yang sedang mengalami kesulitan modal dalam suatu kegiatan investasi yang potensial. Kegiatan ini terus berkembang ke seluruh dunia.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 15

Ada yang mengatakan bahwa Georges Doriot dikenal sebagai penemu dari industri modal ventura karena pada tahun 1946, Doriot mendirikan American Research and Development Corporation (AR&D), dimana investasinya pada perusahaan Digital Equipment Corporation adalah merupakan sukses terbesar. Pada Tahun 1968 sewaktu Digital Equipment melakukan penawaran sahamnya kepada publik, dan ini memberikan imbal hasil investasi (return on investment-ROI) sebesar 101% kepada AR&D . Investasi ARD's yang senilai $70.000 USD pada Digital Equipment Corporation pada tahun 1957 tersebut telah bertumbuh nilainya menjadi $355 juta USD. Ada sebagian yang beranggapan bahwa modal ventura yang pertama kali adalah investasi yang dilakukan pada tahun 1959 oleh Venrock Associates pada perusahaan Fairchild Semiconductor. Awal mula tumbuhnya industri modal ventura ini adalah dengan diterbitkannya Undang-undang investasi usaha kecil (Small Business Investment Act) di Amerika pada tahun 1958 dimana secara resmi diperbolehkannya Kantor Pendaftaran Usaha Kecil (Small Business Administration (SBA)) untuk mendaftarkan perusahaan modal kecil untuk membantu pembiayaan dan permodalan dari usaha wiraswasta di Amerika. B. Sejarah Pembiayaan Modal Ventura Di Indonesia Pengembangan modal ventura di Indonesia dimulai dengan didirikannya PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (PT. BPUI) pada tahun 1973, dengan modal dasar dari Departemen Keuangan (80%) dan Bank Indonesia (20%). Sejalan dengan perubahan drastis dan startegis yang dilakukan pemerintah sejak Februari 1993, pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan kontrak manajemen pengelolaan BPUI kepada PT. Arta Investa Argha (AIA) dan memperluas bidang usaha BPUI ke sektor pembiayaan (multi finance). Melalui afiliasi, BPUI mengembangkan sayap bisnisnya, antara lain dalam spesialis pengembangan modal ventura di daerah-daerah melalui pendirian PT. Bahana Artha Ventura. PT. BAV didirikan pada tahun 1997 dengan hutang dari Rekening Dana Investasi (RDI) Departemen Keuangan sebesar Rp 100 Milyar dan pinjaman dari Japan EXIM Bank (JEXIM)17 sebesar Y 21 Milyar (US$ 180 juta). Per Desember 2000, lebih dari Rp 1,2 Trilyun dana JEXIM dikucurkan kepada PT. BAV. Kemudian untuk memperluas jangkauan pembiayaan perusahaan modal ventura kepada UKM yang berada di daerah, maka telah didirikan 27 PMVD di Ibukota Propinsi18. Pendirian PMVD merupakan kerjasama antara PT. BAV dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan pengusaha setempat atau pengusaha yang berasal dari daerah dimana perusahaan
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 16

modal ventura berada. Modal disetor dari pendirian sebuah PMVD minimum Rp 3 Milyar, dimana PT. BAV menjadi salah satu pemegang saham di seluruh PMVD dengan melakukan penyetoran modal sebesar Rp 1 Milyar, atau rata-rata sekitar 30-40% Disamping ikut menjadi pemegang saham pada PMVD, PT. BAV juga berkewajiban memberikan pelatihan manajemen mengenai pengelolaan perusahaan modal ventura. Dari sejumlah Rp 1,2 Trilyun dana JEXIM yang dikucurkan kepada PT. BAV, per Desember 2000 telah disalurkan sejumlah Rp 855,5 Milyar kepada 26 PMVD Dasar pendirian modal ventura di Indonesia adalah Keppres Nomor 61/1998 tentang Lembaga Pembiayaan dimana usaha modal ventura secara hukum merupakan bagian kegiatan yang dapat dilakukan oleh lembaga pembiayaan. Ketentuan pelaksanaannya diatur berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1989 tanggal 18 Nopember 1989 yang merupakan penyempurnaan dari SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1998 tanggal 20 Desember 1988. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 62 Tahun 1992 tentang sektorsektor usaha perusahaan pasangan usaha (PPU) dari perusahaan modal ventura yang ditindaklanjuti dengan dengan SK Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.01/1994, tanggal 9 Juni 1994.14 diatur mengenai sektor-sektor usaha yang akan menjadi PPU. Berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995, tanggal 3 Oktober 1995, dijelaskan tentang pendirian dan pembinaan perusahaan modal ventura. Hal yang terpenting dari peraturan ini bahwa modal ventura tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan pembiayaan, dan sejak saat itu kegiatan usaha modal ventura dilakukan secara terpisah dengan badan hukum sendiri15. Adanya ketentuan ini menjadikan kegiatan modal ventura mulai dikembangkan di setiap propinsi yang pada prinsipnya bertujuan untuk menyediakan sarana pembiayaan dalam rangka membantu UKM yang sulit memenuhi kredit perbankan. Disamping itu, pendirian Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) juga dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dan pembinaan terhadap PPU. Melalui PP Nomor 4/1995 tentang Pajak Penghasilan PMV, dijelaskan bahwa penghasilan PMV yang merupakan bagian keuntungan yang diterima dari penyertaan modal kepada PPU dalam jangka waktu 10 tahun, dan keuntungan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dari pengalihan penyertaan modal pada PPU dalam jangka waktu 10 tahun, bukan merupakan objek pajak penghasilan.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

17

C. Perkembangan Perusahaan Modal Ventura 1. Perkembangan Perusahaan Modal Ventura di Indonesia Keberadaan Modal Ventura di Indonesia diawali dengan didirikannya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1973 tentang penyertaan modal negara untuk mendirikan perusahaan perseroan yang usahanya bergerak dalam bidang penyertaan modal pada tahun 1973 yang ditugasi untuk membiayai pengembangan usaha. Dalam praktiknya, pembiayaan BPUI dilakukan dalam bentuk equity financing pada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) dengan tujuan agar rasio hutang terhadap ekuitas lebih sehat dan layak dibiayai bank. Guna meminimalisir risiko pembiayaan yang mungkin terjadi, BPUI juga ikut terlibat dalam manajemen PPU. Selanjutnya, guna meningkatkan perkembangan industri modal ventura maka usaha modal ventura pada tahun 1988 diperkenalkan secara luas melalui Pakdes 20/1988 yakni dengan ditetapkannya Keppres No. 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan dan agar BPUI dapat terkonsentrasi memberikan pembiayaan modal ventura bagi usaha kecil maka didirikanlah PT Bahana Artha Ventura. Kepress No.61/1988 kemudian disusul dengan ketentuan pelaksanaannya berupa Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988. Selanjutnya, PT Bahana Artha Ventura bersama dengan investor lain mendirikan perusahaan modal ventura daerah agar dapat memiliki akses pembiayaan yang lebih luas. Di dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan kepada perusahaan lembaga pembiayaan diberikan izin untuk melakukan kegiatan di bidang modal ventura dan juga usaha leasing, anjak piutang, pembiayaan konsumen serta kartu kredit. Namun demikian, sebagian besar perusahaan yang memperoleh semua izin usaha tersebut tidak melakukan izin usaha modal ventura dengan berbagai alasan antara lain disebabkan oleh karakteristik bisnis modal ventura ini sangat berbeda dengan sifat dan usaha pembiayaan lainnya. Akibatnya, beberapa waktu lama kemudian, usaha modal ventura masih belum berkembang. Langkah berikutnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah memisahkan kegiatan usaha Modal Ventura dari kegiatan lembaga pembiayaan lainnya melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995 tentang Pendirian dan Pembinaan Usaha Modal
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 18

Ventura. Dengan pemisahan itu tersebut minat investor untuk mendirikan perusahaan modal ventura pun meningkat. 2. Perkembangan Modal Ventura di Beberapa Negara Sejarah modal ventura dimulai pada tahun 1946 yang didorong oleh peraturan perbankan yang ketat mengenai jaminan atas kredit yang diberikan. Hal ini menjadi penghalang bagi pengusaha baru yang tidak memiliki jaminan maupun rekam jejak dalam berusaha sehingga kesulitan mendapatkan dana dari bank. Melihat hal ini, George Doriot membidik peluang usaha untuk membiayai pengusaha-pengusaha tersebut dengan mendirikan American Research and Development Corporation yang beroperasi pada tahun 1946. Saat ini, hampir setengah dari perusahaan modal ventura yang ada di dunia berada di Amerika Serikat (Venture Capital & The Finance Of Innovation, Andrew Metrick & Ayako Yasuda, 2010) Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kuntara Pukthuanthong, Dolruedee Thiengtham, dan Thomas Walker (Why venture capital markets are well developed in some countries but comparatively small in others: Evidence from European) beberapa faktor yang memberi pengaruh positif dalam perkembangan modal ventura adalah sistem common law dan sistem hukum dimana penjurian independen, fleksibel serta dinamis; memiliki pasar modal yang maju; dan sistem legal yang menegakkan kontrak secara efektif. Berikut adalah pembahasan beberapa negara yang memilikiperkembangan industri modal ventura yang relatif lebih maju dibanding negara lain dan tahapan-tahapan yang dilaluinya hingga saat ini. 1. Amerika Serikat Walaupun telah menjadi perintis modal ventura di dunia, perkembangan modal ventura di Amerika Serikat tidak berjalan mulus. Setelah George Doriot mendirikan American Research and Development Corporation tahun 1946, industri modal ventura di Amerika Serikat berjalan ditempat. Baru setelah diberlakukannya Undang-undang Usaha Kecil tahun 1958 (Small Business Act 1958) yang menjadi cikal bakal didirikannya Small Business Investment Companies (SBIC) modal ventura kembali berkiprah. SBIC hingga saat ini masih aktif berusaha namun pembatasan ketentuan oleh pemerintah terkait SBIC telah menahan bentuk usaha ini berkembang pesat.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 19

Selanjutnya pada tahun 1970an mulai dijalankan penyertaan terbatas (limited partnership) untuk investasi modal ventura. Dalam bentuk kerjasama ini, para investor bersama-sama memasukkan modal dimana sebagian kecil dari modal tersebut dibayarkan sebagai biaya sukses akan manajemen sementara sisa modal lainnya di investasikan. Investasi yang dijual melalui penjualan privat maupun penawaran umum. Tidak lepas dari perkembangan regulasi yang mendorong pertumbuhan modal ventura di Amerika Serikat, industri modal ventura terus maju seiring perhatian pemerintah terhadap kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Ini sejalan dengan temuan Megginson (Towards A Global Model Of Venture Capital?, William L. Megginson, 2001) yang menyinggung bahwa salah satu faktor sukses sebuah modal ventura adalah melakukan investasi dalam industri dimana manajemen perusahaan modal ventura memiliki keunggulan kompetitif serta brand of inactive involvement manajemen perusahaan modal ventura di dalam perusahaan investee menciptakan nilai ekonomis. Pada periode 1987-1996, 15-32% dari dana modal ventura diinvestasikan dalam usaha teknologi komputer baik perangkat lunak maupun keras. (Venture Capital Investmen Trends in the United States and Europe, Lawrence M. Rausch,1998). Pada periode 1998 hingga kuartal ke tiga 2001, investasi yang dilakukan di bidang usaha internet dan komputer meningkat dari 35% menjadi 44% (Maggison, 2001). Dari GDP sendiri, porsi investasi modal ventura mengalami periode turun naik dimana

mencapai posisi terendah pada tahun 0,036% pada tahun 1991 hingga mencapai titik tertinggi 1,045% pada tahun 2000. Pada tahun 2002-2008, rasio investasi modal ventura terhadap lain: - Tradisi kewirausahaan dan pengambilan risiko; - Sistem legal yang mapan dengan perlindungan yang baik bagi investor; - Pemerintah yang mendukung (bukan hanya melakukan intervensi); - Pasar tenaga kerja yang bebas dan kaya akan kemampuan rekayasa; - Rezim perpajakan yang mengijinkan opsi stock; - Budaya research and development yang kuat; dan - Pasar penawaran umum yang mendukung. GDP berkisar pada 0,2%. Mengginson (2001) menyebutkan bahwa beberapa karakter penentu keberhasilan sebuah negara melaksanakan sistem modal ventura yaitu antara

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

20

2. China Industri modal ventura di China dimulai dengan adanya regulasi pemerintah yang mendukung kebijakan pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1984,

National Research Center of Science and Technology Commissionmelakukan penelitian mengenai Teknologi Baru dan Cara China Mengatasinya (New Technology and China’s Countermeasures) dan menyimpulkan perlunya sistem modal ventura dibentuk guna meningkatkan pengembangan teknologi tinggi dan baru. Selanjutnya, tahun 1985 China membentuk China New Technology Venture Investment Corp. yang merupakan perusahaan pertama yang bergerak di bidang Modal Ventura. Kemudian, pada tahun 1986 dimulailah pengembangan 863 program berteknologi tinggi. Di tahun-tahun berikutnya, pemerintah pusat di China mengeluarkan regulasi-regulasi baru yang mendorong didirikannya Technology Venture Development Center yang kemudian diikuti dengan dibentuknya Technology Development Corporation oleh beberapa pemerintah daerah di Shenyang, Shanzi, Guangdong, Shanghai dan Zheijiang. Pada tahun 1997, sebuah perusahaan mainan yang menerima dana investasi dari China Vest pada tahun 1993 terdaftar di NASDAQ. Kemudian, pada tahun 1999 Perdana Menteri China mengarahkan agar modal ventura untuk lebih utama mendukung UKM di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tahun 2002 terdapat sekitar 160 perusahaan modal ventura lokal dan 50 perusahaan modal ventura asing di China (China’s Venture Capital Industry: Institutional Trajectories and System Structure, Steve White, Jian Gao & Wei Zhang, 2002). 3. India Awal mula berdirinya modal ventura di India disebabkan oleh adanya Bhatt Committee tahun 1972 yang ditugasi untuk menemukan cara agar UKM dapat berkembang (Venture Capital, Islamic Finance and SMEs Valuation, Structuring and Monitoring Practices in India Mansoor Durrani and Grahame Boocock, 2006). Perkembangan UKM bagi India sangat penting karena dianggap telah menyediakan pekerjaan, menambah devisa dan berkontribusi menciptakan basis manufaktur. Komite tersebut menyarankan agar dibentuk dana modal ventura dengan dana awal sebesar 1 juta Rupee. Pada tahun 1975, Industrial Finance Corporation of India (IFCI) membentuk Risk Capital Foundation sebagai bentuk jawaban atas saran Bhatt Committee. Tujuan dari Risk Capital Foundation adalah untuk menyediakan dana awal dan mendorong para profesional yang berbakat untuk menciptakan ventura. Pada

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

21

1976,

Industrial Development Bank of India (IDBI) ikut serta dengan membentuk sebuah

divisi yang menyediakan dana awal untuk proyek inovasi. Tahapan awal terbentuknya kegiatan modal ventura yang sebenarnya terjadi dalam periode 1986 hingga 1995. Di pertengahan tahun1980an, hanya terdapat lembaga pemerintah yang melaksanakan kegiatan modal ventura dan tidak terdapat peraturan formal yang mengatur tentang kegiatan tersebut. Tahun 1988 mulai diterapkan beberapa panduan tentang pembentukan dan pelaksanaan perusahaan modal ventura. Namun demikian, jumlah perusahaan modal ventura tidak bertambah dengan pesat karena terdapat beberapa penghalang dalam ketentuan yang ada yaitu jumlah investasi yang terlalu kecil (kurang dari 100 juta Rupee dan bentuk usaha yang boleh diinvestasikan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi “baru, relatif belum pernah dicoba dan berada dalam tahap dapat dikomersialkan”. Selain itu, pemerintah juga menyaratkan bahwa sang wirausaha untuk telah berpengalaman terlebih dahulu. Pada tahap selanjutnya, di tahun 2000 telah dilakukan perbaikan terhadap ketentuan ketentuan yang dinilai menghambat. Hingga tahun 2006 terdapat 42 perusahaan modal ventura di India dimana sebagian besar merupakan perusahaan asing. Perusahaanperusahaan modal ventura tersebut lebih banyak berinvestasi dalam tahap akhir pengembangan usaha dibandingkan dalam tahap awal. Adapun bidang-bidang usaha yang menjadi pilihan utama dalam berinvestasi antara lain adalah manufaktur elektronik, sektor media/entertaiment dan bioteknologi serta farmasi. LATIHAN 1. Jelaskan sejarah modal ventura Internasional yang Anda ketahui ! 2. Jelaskan sejarah modal ventura di Indonesia ! 3. Jelaskan perkembangan perusahaan modal ventura di Indonesia !

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

22

KONSEP KELEMBAGAAN DAN MEKANISME MODAL VENTURA
Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menjelaskan mekanisme modal ventura 2. menjelaskan tujuan dan manfaat modal ventura 3. menjelaskan perbedaan modal ventura dengan jenis pembiayaan lainnya A. Mekanisme Modal Ventura Ciri-ciri utama modal ventura adalah pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal saham (equity financing) dengan jangka waktu tertentu. Dalam perkembangannya, penyertaan modal tersebut, lebih lanjut, dapat dimodifikasi menjadi semi equity financing. Di samping itu, karakteristik lain modal ventura adalah tingginya risiko yang mungkin dihadapi oleh pemodal. Mekanisme modal ventura, dimulai dari masuknya pemodal dengan membentuk suatu pool of funds, proses pembiayaan pada perusahaan pasangan usaha, sampai proses penarikan kembali penyertaan tersebut (divestasi). Modal ventura adalah kumpulan dana (pool of funds) yang berasal dari investor, dan dikelola secara profesional untuk diinvestasikan kepada perusahaan yang membutuhkan modal. Oleh karena itu, dalam mekanisme modal ventura, paling sedikit ada tiga unsur yang terlibat secara langsung, yaitu: a. Pemilik modal yang menginginkan keuntungan yang tinggi dari modal yang dimilikinya. Modal dari berbagai sumber atau investor tersebut dihimpun dalam suatu wadah atau lembaga khusus yang dibentuk untuk itu; atau disebut venture capital funds. b. Profesional yang mempunyai keahlian dalam mengelola investasi dan mencari jenis investasi potensial. Profesional ini dapat berupa lembaga yang disebut perusahaan manajemen atau management venture capital fund company c. Perusahaan yang membutuhkan modal untuk pengembangan usahanya. Perusahaan yang dibiayai ini disebut investee company atau perusahaan pasangan usaha. Mekanisme modal ventura yang diterapkan di beberapa negara dibedakan dalam dua bentuk. Pertama, pembentukan modal ventura yang langsung dikelola oleh manajemen perusahaan modal ventura itu sendiri. Mekanisme modal ventura sejenis ini disebut modal ventura konvensional atau single tier approach, seperti pada gambar dibawah ini.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 23

Mekanisme modal Ventura Konvensional

Kedua, pembentukan modal ventura yang pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan manajemen investasi, yang memang memiliki keahlian di bidang modal ventura. Pendekatan kedua ini disebut two tier approach seperti gambar berikut.

Mekanisme modal Ventura dengan konsep

Di Indonesia, mekanisme modal ventura dengan konsep pemisahan antara venture capital fund dengan management venture capital company tidak dikenal dalam aturan perundangan modal ventura. Pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan investasi modal ventura dalam mekanisme modal ventura konvensional, sebagaimana dijelaskan pada Gambar pertama. dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan modal ventura itu sendiri sebagai badan hukum, atau dengan kata lain, suatu perusahaan
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 24

modal ventura dapat sebagai venture capital fund dan dalam waktu yang sama menjadi management venture capital company. Oleh karena itu kebijakan dan analisis investasi: pelaksanaan monitoring; keterlibatan pada manajemen perusahaan pasangan usaha; serta pelaksanaan dalam proses divestasi, dilakukan oleh perusahaan modal ventura yang bersangkutan. Mekanisme modal ventura dengan pendekatan venture capital fund company sebagaimana dijelaskankan pada Gambar kedua, berbeda dengan metode pertama, seperti yang telah dijelaskan di atas. Pelaksanaan semua kebijakan dan strategi investasi mulai dari analisis, monitoring, sampai pada proses divestasi dan review merupakan tugas dan tanggung jawab perusahaan manajemen investasi. Semua tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya tersebut didasarkan pada kesepakatan yang telah diatur dalam perjanjian kontrak manajemen. Atas tanggung jawabnya tersebut, perusahaan manajemen mendapatkan contract fee atau management fee dan success fee. B. Tujuan Dan Manfaat Modal Ventura Pembiayaan modal ventura, di samping berorientasi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula, juga bertujuan antara lain untuk: a. Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru. b. Membantu pembiayaan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam pengembangan usahanya, terutama pada tahap-tahap awal. c. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun pada tahap mengalami kemunduran. d. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. e. Memperlancar mekanisme investasi di dalam dan luar negeri. f. Mendorong pengembangan proyek research and development. g. Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih teknologi. h. Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan. Dari sisi perusahaan pasangan usaha (investee company), masuknya modal ventura sebagai sumber pembiayaan pada perusahaan akan memberi manfaat bagi perusahaan yang bersangkutan antara lain sebagai berikut: 1. Kemungkinan Berhasilnya Usaha Lebih Besar Dalam kenyataannya, seseorang yang menemukan suatu ciptaan baru belum tentu mampu memproduksi dan sekaligus memasarkan produknya tersebut dengan berhasil, Pelaksanaan
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 25

produksi dan pemasaran membutuhkan suatu keahlian, pengalaman, dan jaringan yang memadai sehingga akan menjamin kelancaran usaha. Dengan masuknya modal ventura yang memiliki kemampuan manajemen dan latar belakang bisnis yang kuat sebagai partner usahanya, maka risiko usaha tersebut dapat dikurangi. 2. Meningkatkan Efisiensi Pendistribusian Produk Pada awal dilakukannya produksi, biasanya jumlah produksi tidak akan efisien apabila pendistribusian ditangani sendiri karena volume produksi belum ekonomis untuk dilakukan distribusi sendiri. Untuk mengatasi keterbatasan ini, perusahaan modal ventura, yang memiliki jaringan distribusi atau pemasaran yang luas, dapat diajak serta untuk memberi pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan pada perusahaan pasangan usaha. 3. Meningkatkan Bankabilitas Perusahaan baru sering mengalami kesulitan untuk memperoleh pembiayaan, antara lain karena perusahaan bersangkutan biasanya memiliki tim manajemen yang lemah, di samping struktur permodalan yang kurang kuat menyebabkan bank menjadi kurang berminat untuk memberi pinjaman kepada perusahaan baru. Masuknya perusahaan modal ventura ke dalam perusahaan tersebut jelas akan meningkatkan kepercayaan para calon kreditor pada perusahaan tersebut, di samping adanya perbaikan dalam struktur permodalan. 4. Meningkatkan Kemampuan Memperoleh Keuntungan Pembiayaan modal ventura merupakan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya rutin dalam bentuk bunga dan cicilan pokok. Di samping itu, jangka waktu pembiayaan modal ventura relatif berjangka panjang sehingga perusahaan akan dapat menggunakan dana tersebut untuk investasi jangka panjang pula. Penambahan modal sendiri perusahaan yang bersumber dari penyertaan saham modal ventura akan semakin memperkecil debt equity ratio perusahaan, yang tentunya secara langsung akan mengurangi atau memperkecil beban biaya bunga. Kecilnya beban biaya bunga yang ditanggung tersebut jelas akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperbesar perolehan laba operasinya. 5. Meningkatkan Likuiditas Likuiditas perusahaan tidak perlu terganggu karena perusahaan tidak memiliki beban pembayaran bunga dan cicilan pokok pinjaman seperti halnya dalam kredit bank sebagaimana telah disebutkan di atas.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

26

Jenis usaha atau kegiatan bisnis yang menjadi sasaran dari perusahaan Modal Ventura cukup luas. Beberapa kegiatan usaha yang dapat dimasuki modal ventura antara lain : 1. 2. Perusahaan yang berusaha dalam pasar yang sedang tumbuh dan bersifat inovatif, serta mempunyai potensi untuk berkembang dimasa akan datang. Perusahaan perbankan 3. Perusahaan yang telah memiliki pangsa pasar yang baik, namun perlu mengganti fasilitas produksi agar menjadi lebih canggih untuk memenuhi tuntutan kualitas yang lebih baik, namun perlu mengganti kualitas yang lebih baik 4. Perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya dan posisinya sudah sangat mengganggu tingkat kesehatan perusahaan tersebut. C. Perbedaan Modal Ventura dengan Jenis Pembiayaan Lainnya Pembiayaan modal ventura memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis pembiayaan lainnya seperti perbankan, perusahaan pembiayaan: leasing, factoring, dan pembiayaan konsumen. Karakteristik modal ventura tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Pembiayaan Modal Ventura Merupakan Equity (Quasi Equity Financing) Bentuk pembiayaan oleh perusahaan modal ventura dilakukan dengan penyertaan modal langsung pada perusahaan pasangan usaha. Di samping itu, pembiayaan modal ventura dapat pula dilakukan dengan menggunakan instrumen obligasi konversi atau convertible bond. Bentuk pembiayaan ini dikenal sebagai semi equity financing. 2. Modal Ventura Merupakan Investasi dengan Perspektif Jangka Panjang (Long-term Perspective) Modal ventura tidak mengharapkan perolehan keuntungan dengan memperdagangkan sahamnya secara jangka pendek, akan tetapi mengharapkan capital gain setelah jangka waktu tertentu. Hal ini berarti pembiayaan atau bisnis modal ventura, pada prinsipnya, memiliki perspektif yang bersifat jangka panjang. 3. Modal Ventura Merupakan Pembiayaan yang Bersifat Risk Capital Dikatakan berisiko tinggi karena pembiayaan modal ventura tidak disertai dengan jaminan, seperti halnya dengan kredit perbankan. Akan tetapi hanya didasarkan pada keyakinan atas gagasan yang diusulkan tersebut dengan harapan untuk mendapatkan return yang lebih besar. 4. Pembiayaan Modal Ventura Bersifat Aktif (Active Investnaent)
27

yang

ingin belum

melakukan dapat

ekspansi

usaha,

namun

karena pinjaman

beberapa kepada

keterbatasannya

menghimpun

dana/melakukan

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

Pembiayaan modal ventura selalu disertai dengan keterlibatan perusahaan modal ventura dalam manajemen perusahaan yang dibiayai, meliputi: manajemen keuangan, pemasaran dan pengawasan operasional. 5. Modal Ventura Bersifat Sementara Meskipun pembiayaan modal ventura berupa penyertaan saham, namun pada prinsipnya, tetap bersifat sementara, misalnya, ketentuan jangka waktu penyertaan modal ventura di Indonesia maksimum 10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, diharapkan perusahaan yang dibiayai sudah mencapai tingkat pertumbuhan yang diinginkan, dan selanjutnya perusahaan modal ventura akan menarik diri dengan menjual sahamnya (divestasi) pada perusahaan pasangan usahanya. 6. Keuntungan Berupa Capital Gain dan Dividen Keuntungan yang diharapkan diperoleh perusahaan modal ventura melalui capital gain atau apresiasi nilai saham di samping dividen. 7. Rate of Return yang Tinggi Bidang usaha yang umumnya dibiayai oleh modal ventura adalah yang bersifat terobosanterobosan baru yang menjanjikan keuntungan yang tinggi. MODAL VENTURA vs DEBT FINANCING Perbedaan pembiayaan modal ventura dengan pembiayaan dalam bentuk pinjaman (debtfinancing) dapat pula dijelaskan dalam tabel dibawah.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

28

Karakteristik pembiayaan modal ventura, sebagaimana telah dijelaskan di atas berbeda dengan pembiayaan yang diberikan oleh berbagai jenis pembiayaan, misalnya: perbankan, factoring, leasing, dan sebagainya yang pada dasarnya merupakan bentuk pinjaman. Di samping itu, pembiayaan modal ventura berbeda dengan kegiatan penyertaan modal dalam rangka holding company, terutama dalam hal tujuan dan sifat penyertaannya. LATIHAN Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. Jelaskan mekanisme modal ventura yang Anda ketahui ! 2. Jelaskan tujuan dan manfaat modal ventura ! 3. Jelaskan 4 (empat) perbedaan modal ventura dengan jenis pembiayaan lainnya !

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

29

ANALISIS PENILAIAN PEMBIAYAAN MODAL VENTURA
Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menjelaskan tahap-tahap pembiayaan modal ventura 2. menjelaskan prosedur penilaian proposal pengajuan modal ventura 3. menjelaskan prosedur pemanfaatan modal ventura; A. Tahap-Tahap Pembiayaan Modal Ventura Tahap-tahap pembiayaan modal ventura dapat dibagi dalam 3 (tiga) tahap sebagai berikut: 1. Early Stage Financing Pembiayaan pada tahap awal ini merupakan tahap yang paling sulit karena perusahaan yang dibiayai tersebut baru berdiri sehingga tingkat risiko kegagalan usaha sangat tinggi. 2. Seed Financing Pembiayaan perusahaan modal ventura pada tahap ini adalah membiayai kegiatan perusahaan pasangan usaha, yang baru melakukan penelitian dan riset untuk mengukur viability suatu gagasan, yang nantinya akan menjadi suatu proyek atau objek pembiayaan. Pada tahap embrio tersebut, biasanya perusahaan belum memiliki struktur organisasi formal dan kegiatan pokok.. Pada tahap tersebut, perusahaan belum memiliki keuntungan usaha sama sekali. 3. Start-up Financing Pembiayaan yang diberikan perusahaan modal ventura pada tahap ini adalah untuk membiayai pekerjaan yang masih berkisar pada pengembangan produk. Sementara itu, perusahaan modal ventura bersama dengan perusahaan pasangan usaha bersiap-siap untuk mulai melalcukan pemasaran. Pada tahap ini, tim manajemen perusahaan telah memulai perencanaan kegiatan untuk diarahkan pada program pemasaran produk untuk memasuki tahap komersial. 4. First Round Financing Pada tahap ini seluruh usaha dan kemampuan dikerahkan untuk menyukseskan peluncuran komersial prototipe produk. Oleh karena itu, pada kondisi ini sumber-sumber bahan baku benar-benar harus terjaga kontinuitasnya. Dalam tahap ini pula, biasanya dana atau modal perusahaan sudah menipis, sehingga tambahan modal sangat dibutuhkan. 5. Expansion Stage Pada tahap ekspansi ini, pembiayaan modal ventura yang dibutuhkan adalah sebagi berikut:

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

30

6. Second Round Financing Pada tahapan pembiayaan ini, gagasan telah terbukti menjadi suatu kenyataan dengan berhasilnya menciptakan suatu prototipe produk disertai dengan analisis pasar. Pada tahap ini, cadangan bahan baku perlu diperbesar untuk menjamin kontinuitas produk. 7. Third Round Financing Pada tahap pembiayaan ini, perusahaan dapat dikatakan telah menjalankan operasinya dengan struktur formal. Perusahaan dipacu untuk mempertinggi turnover-nya untuk menutup biaya operasi yang tinggi. Oleh karena itu, perencanaan strategis dalam tahap ini sangat penting. Di pihak lain, kegiatan usaha semakin kompleks, karena itu desentralisasi perlu dilaksanakan. Perusahaan perlu mengembangkan produk baru dan memperluas jaringan bisnis termasuk terobosan ekspor. Keadaan keuangan perusahaan telah berada di atas titik pulang pokok dan memperoleh laba. 8. Bridge Financing (Mezzanine) Begitu perusahaan memasuki tahap ketiga (third round) seperti telah dibahas di atas, maka untuk memenuhi kebutuhan dananya, perusahaan dapat melakukan initial public offering (IPO). Pembiayaan yang dibutuhkan pada tahap ini adalah memperbaiki kondisi keuangan perusahaan agar dapat lebih visible, sehingga memenuhi persyaratan untuk go public dalam waktu dekat. Sumber pengembalian pembiayaan modal ventura tersebut diambil dari hasil go public. 9. Acquisition and Management Buy Out Financing Acquisition financing merupakan pembiayaan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang telah berkembang dan memerlukan dana untuk membeli atau mengakuisisi perusahaan lain. Sedangkan management buy-out, pada dasarnya merupakan kebutuhan dana atau modal oleh pihak manajemen perusahaan yang akan digunakan untuk membeli atau memiliki sejumlah saham perusahaan yang bersangkutan. 10. Turn Around Situations Beberapa perusahaan modal ventura membiayai perusahaan yang berada dalam posisi kesulitan atau bahkan dalam kondisi bangkrut. Perusahaan yang mengalami kondisi seperti ini disebut turn around situations. Dalam kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan bantuan, baik dana maupun bantuan manaiemen. Umumnya perusahaan yang mengalami kondisi seperti itu sulit untuk memperoleh sumber pembiayaan dan hanya beberapa perusahaan modal ventura yang memiliki spesialisasi dalam kegiatan pembiayaan untuk perusahaan yang mengalami kondisi keuangan seperti tersebut.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

31

B. Prosedur Penilaian Proposal Pembiayaan Modal Ventura Sebagaimana halnya proses pemberian kredit dalam perbankan, maka proses awal pembiayaan modal ventura dimulai dengan melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha calon perusahaan pasangan usaha (CPPU) yang akan dibiayai. Proses penilaian terhadap CPPU tersebut, pada dasarnya merupakan penilaian terhadap semua aspek usaha CPPU untuk menentukan apakah layak atau tidak untuk dibiayai. Penelitian mengenai kondisi usaha CPPU tersebut dilakukan oleh venture capital account. Kemudian untuk memutuskan apakah suatu permohonan pembiayaan disetujui akan diputuskan oleh venture capital committee dan seterusnya, seperti yang dapat dilihat pada bagan berikut ini:

C. Prosedur Pemanfaatan Modal Ventura Prosedur pemanfaatan modal ventura dibagi menjadi dua kelompok usaha yaitu Usaha Perorangan/Kelompok dan Usaha Berbadan Hukum Perseroan Terbatas. 1. USAHA PERORANGAN/KELOMPOK Untuk memperoleh modal ventura, calon PPU dapat menyampaikan langsung permohonannya kepada PMV. Permohonan yang disampaikan kepada PT. Bahana Artha

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

32

Ventura. 1. 2. 3. 4.

Pada dasarnya tata cara untuk mendapatkan bantuan penyertaan modal ventura

bagi PPU Perorangan/kelompok dan berbadan hukum adalah sebagai berikut: Penyampaian Usulan Usaha (Proposal) Calon PPU menyampaikan proposal usaha kepada PMV Pusat Pembiayaan Pertanian akan melakukan evaluasi proposal dari aspek teknis dan merekomendasikan kepada PT. Bahana Artha Ventura. Seleksi PMV akan melakukan seleksi atas usulan rencana usaha yang disampaikan oleh PPU. Evaluasi Rencana usaha yang mempunyai prospek baik akan dievaluasi lebih mendalam. Evaluasi meliputi kelayakan usaha pasar, karakter pengusaha, kondisi lapangan (tempat usaha) dan lain-lain. 5. Musyawarah (Negosiasi) Musyawarah antara PMV dan PPU meliputi hal-hal jangka waktu kerjasama, jumlah penyertaan modal, pembinaan manajemen, pemantauan, sistem bagi hasil, asuransi, pelaporan, pajak dan lain-lain. 6. 7. Perjanjian dibuat berdasarkan hasil musyawarah (negosiasi ), yang telah disepakati seperti pada butir 5. Realisasi/Pencairan. Pada tahap ini PMV akan mencairkan modal ventura yang telah disepakati dalam bentuk uang tunai. 8. Pengembalian (Divestasi). Penarikan kembali modal Ventura (divestasi) oleh PMV dari PPU dapat dilakukan dengan cara mengangsurkan setiap bulan atau persiklus selama jangka waktu kerjasama atau melunasi sekaligus pada saat kerjasama berakhir. 2. USAHA BERBADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS

Tatacara untuk mendapatkan bantuan penyertaan modal ventura bagi Usaha Berbadan Hukum Perseroan Terbatas adalah sebagai berikut : 1. Penyampaian Proposal Usaha. Proposal Usaha agar disampaikan kepada PMV dan penyusunannya supaya mengacu kepada contoh format proposal yang dapat dilihat Lampiran 1 sedangkan alamat PMV di Indonesia dapat dilihat pada Lampiran 2.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

33

Proposal dilampirkan antara lain dengan akte pendirian perusahaan, SIUP, Tanda Daftar Perusahaan NPWP serta dokumen-dokumen lain yang diperlukan. 2. Seleksi Proposal usaha tersebut selanjutnya akan diseleksi oleh PMV. Usaha yang mempunyai prospek cukup baik akan dapat dipertimbangkan untuk mendapat bantuan modal ventura. 3. Evaluasi Rencana usaha yng mempunyai prospek cukup baik akan dievaluasi secara lebih mendalam. Evaluasi yang dilakukan antara lain meliputi riwayat perusahaan, aspek teknis, aspek keuangan, aspek legal, aspek pasar, kemitraan, karakter pengusaha dan kunjungan lapangan (lokasi usaha). 4. Negosiasi Negosiasi meliputi hal jangka panjang waktu kerjasama, jumlah penyertaan modal, pembinaan monitoring, asuransi, pelaporan dan lain lain. 5. Realisasi (investasi) Pada tahap ini PMV akan menanamkan modalnya dalam bentuk penyertaan saham langsung. 6. Divestasi. Setelah waktu kerjasama berakhir, diharapkan PPU telah mampu mandiri untuk menjalankan usahanya tanpa penyertaan modal ventura. Bersamaan dengan itu maka PMV akan menarik modalnya (Divestasi) dengan menjual sahamnya kepada PPU atau pemodal lainnya.

LATIHAN SOAL 1. Jelaskan tahap-tahap pembiayaan modal ventura ! 2. Jelaskan prosedur penilaian proposal pengajuan modal ventura ! 3. Jelaskan prosedur pemanfaatan modal ventura!

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

34

DIVESTASI MODAL VENTURA
Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menjelaskan mekanisme divestasi modal ventura 2. menjelaskan hambatan pengelolaan modal ventura 3. menjelaskan kunci keberhasilan pengelolaan perusahaan modal ventura; Divestasi atau divestment merupakan tahapan akhir dari pembiayaan modal ventura, di mana perusahaan modal ventura menarik kembali penyertaan sahamnya pada PPU. Filosofi usaha modal ventura bukan untuk memiliki saham suatu perusahaan untuk selama-lamanya. Karena modal ventura bukan dalam posisi untuk memiliki atau mengoperasikan perusahaan pasangan usahanya, maka perusahaan modal ventura semata-mata hanya melakukan investasi atau penyertaan untuk suatu periode tertentu, kemudian menjual kembali penyertaan tersebut dalam rangka memperoleh capital gain. Dalam hal divestasi, permasalahan yang paling pokok adalah penetapan harga saham (pricing) milik perusahaan modal ventura. Penentuan harga oleh pemodal ventura biasanya sangat tergantung pada nilai perusahaan pasangan usahanya. Apabila suatu perusahaan pasangan usaha masih berada pada tahap-tahap awal, dan memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan, pemodal ventura tidak akan cepat-cepat melakukan divestasi, tetapi menunggu sampai perusahaan tersebut benar-benar telah memiliki company value yang tinggi, sehingga diharapkan akan memberikan gain yang lebih besar. A. Mekanisme Divestasi Modal Ventura Pelaksanaan divestasi dapat dilakukan dengan memilih salah satu cara dari berbagai alternatif yang umum digunakan dalam mekanisme divestasi. Kemampuan mempergunakan cara tersebut akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan modal ventura. Berbagai alternatif yang umum digunakan dalam mekanisme divestasi 1. Penawaran Umum Melalui Pasar Modal (Initial Public Offering) Divestasi dapat dilakukan dengan cara melakukan penawaran umum melalui pasar modal atau initial public offering (IPO). Masalah yang perlu diperhatikan di sini adalah apakah perusahaan pasangan usaha memang benar-benar telah memenuhi ketentuanketentuan emisi dan pencatatan saham (listing).

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

35

2. Menjual Kembali Kepada Perusahaan Pasangan Usaha (Buy Back) Penjualan saham perusahaan modal ventura kepada pemegang saham pendiri perusahaan dapat dilakukan sebagai alternatif divestasi apabila ada penyesuaian harga. Mekansime dan tata cara penjualan saham ini diatur dalam perjanjian pembiayaan modal ventura. Ketika perusahaan kekurangan dana, ia dapat memanfaatkan kredit bank atau menerbitkan promes (promissory notes) jangka panjang dengan tingkat bunga tertentu. Cara ini akan dapat memecahkan masalah divestasi dan sekaligus menyelesaikan masalah likuiditas. Alternatif lain adalah dengan stock atau share swap, yaitu saham pemilik perusahaan pasangan usaha pada perusahaan lain akan ditukarkan dengan saham perusahaan modal ventura pada perusahaan pasangan usaha yang bersangkutan. Perjanjian pembelian kembali (buy back) penyertaan saham perusahaan modal ventura tersebut, dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara; 3. Put adalah hak yang diberikan kepada perusahaan modal ventura untuk meminta perusahaan pasanban usaha untuk membeli kembali bagian saham yang dimiliki perusahaan modal ventura dengan harga sesuai dengan formula yang ditetapkan dalam perjanjian pembiayaan modal ventura. 4. Call adalah hak yang diberikan kepada perusahaan pasangan usaha untuk membeli kembali bagian penyertaan saham perusahaan modal ventura dengan formula yang sama dengan cara Put. 5. Menjual Perusahaan Kepada Perusahan Lain Perusahaan modal ventura dan perusahaan pasangan usaha dapat memutuskan secara bersama untuk menjual keseluruhan saham perusahaan pada perusahaan lain atau kepada individu. Mekanisme divestasi ini juga disebut dengan private placement. Penjualan perusahaan ini akan menyebabkan masing-masing pihak terlepas dari kepengurusan atau kepemilikan perusahaan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dengan divestasi seperti ini: a. menjual perusahaan secara tunai kepada pihak lain; b. menjual perusahaan dengan menerima pembayaran dalam bentuk promes; c. melakukan share swap; dan d. menjual semua aset perusahaan untuk memperoleh uang tunai.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

36

6. Menjual Perusahaan kepadu Investor Baru Perusahaan pemodal ventura dapat mencari investor baru atau pihak ketiga yang bersedia membeli penyertaan perusahaan modal ventura. 7. Melikuidasi Perusahaan Banyak perusahaan modal ventura melakukan divestasi dengan cara melikuidasi perusahaan. Melikuidasi perusahaan dapat digunakan sebagai alternative divestasi apabila perusahaan pasangan usaha tidak dapat berkembang sebagaimana diharapkan. Likuidasi yang dipaksakan biasanya menyebabkan nilai aset perusahaan akan lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang tercantum dalam neraca perusahaan. B. Hambatan Usaha Modal Ventura Meskipun bisnis modal ventura sudah dimulai sejak satu dekade yang lalu, namun dilihat dari total pembiayaan yang disalurkan kepada sektor usaha masih relatif kecil dibandingkan dengan lembagalembaga keuangan lain. Lambannya perkembangan usaha modal ventura, terutama dari kemampuannya menya(urkan dana, pada prinsipnya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut: a. Modal ventura merupakan usaha yang memiliki risiko tinggi. b. Modal ventura merupakan konsep pembiayaan baru sehingga fungsi dan peranannya belum banyak dipahami oleh kalangan dunia usaha, pemodal, maupun kalangan pengusaha. c. Adanya keengganan pengusaha atas penyerahan sebagian saham pada perusahaan modal ventura. d. Banyaknya pengusaha (entrepreneur) yang kurang berminat atau bersedia atas keterlibatan modal ventura dalam manajemen perusahaan. e. Sulitnya perusahaan modal ventura menemukan perusahaan pasangan usaha yang memenuhi kriteria untuk dibiayai. f. Investor lebih tertarik pada pembiayaan berjangka pendek. g. Perangkat pengaturan mengenai kegiatan usaha modal ventura dirasa masih sangat kurang memadai dan kurang mendukung. h. Pasar modal sebagai salah satu sarana divestasi masih kurang mendukung. i. Kurangnya tenaga profesional yang berpengalaman dalam bidang tersebut.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

37

Permasalahan Kerja Sama Timbulnya kasus-kasus dalam kerja sama antara PMV dengan PPU yang ditemukan di lapangan disebabkan oleh beberapa faktor yang pada gilirannya mempengaruhi keberhasilan kerja sama tersebut. Secara umum, kasus-kasus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Faktor intern. Faktor intern yang sangat potensial dalam mempengaruhi keberhasilan PPU adalah masalah kemampuan pengelolaan (manajemen) kegiatan usaha yang dijalankan oleh direksi atau pengurus yang merupakan mitra bisnis PMV. Kegagalan kerja sama yang diakibatkan oleh faktor manajemen tersebut, pada umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut: a) adanya keterbatasan kemampuan dalam mencari atau mengantisipasi pasar b) tidak mampu memperoleh bahan baku yang relatif murah c) kurang mampu membaca laporan keuangan sehingga tidak dapat mengetaui penyebab lemahnya kemampuan keuangannya d) kegiatan usaha cenderung dilakukan sendiri atau one man show e) lemahnya pengetahuan di bidang ketentuan perundangan misalnya perpajakan f) pencampuran keperluan pribadi dengan pengelolaan perusahaan, khususnya masalah keuangan g) sumber dan besarnya pendapatan yang terbatas h) kurangnya keterbukaan dan kejujuran mengungkapkan permasalahan perusahaan i) latar belakang pendirian usaha berawal dari bisnis keluarga yang tertutup bagi pihak lain j) perselisihan di antara pemegang saham non-PMV

Faktor ekstern. Faktor ekstern yang sangat berpengaruh pada keberhasilan kerja sama pembiayaan ini terutama disebabkan oleh faktor ekonomi makro, antara lain meliputi: a) kompetisi pasar yang sangat tajam b) terjadinya resesi atau depresi ekonomi c) kebijakan pemerintah yang kurang kondusif terhadap usaha PPU d. dukungan lembaga regulator C. Kunci Keberhasilan Pengelolaan Perusahaan Modal Ventura Beberapa faktor perlu untuk keberhasilan modal ventura, yaitu: 1. Keuntungan Merupakan Prioritas Tinggi Sasaran utama modal ventura haruslah memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, perusahaan modal ventura dalam melakukan investasi akan memperoleh keuntungan yang
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 38

lebih menarik. Modal ventura yang berhasil adalah yang dapat menikmati keuntungan yang diterima dari perusahaan pasangan usahanya setelah divestasi. 2. Peraturan yang Fleksibel Ketentuan investasi dan operasi perusahaan modal ventura harus fleksibel sehingga arus modal dapat lebih lancar dalam memanfaatkan setiap peluang. 3. Kualitas Investasi Akses pada peluang investasi yang berkualitas tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan modal ventura. Perusahaan yang berada pada posisi atas, dengan prospek yang bagus dan dikelola secara baik, merupakan pasangan usaha yang ideal untuk dibiayai. Namun untuk memperoleh akses pada perusahaan seperti ini sering mengalami kesulitan karena alasan alasan tertentu. a. Pertama, perusahaan yang berkualitas baik biasanya perusahaan keluarga, yang umumnya hampir tidak menghendaki pembiayaan dalam bentuk penyertaan saham dari pihak luar. b. Kedua, pengusaha tidak tertarik menyerahkan sebagian sahamnya kepada orang-orang luar karena dengan demikian, akan membuka kesempatan untuk ikut eampur menentukan kebijakan operasional perusahaan. c. Ketiga, perusahaan yang telah mapan sulit untuk diyakinkan mengenai nilai tambah yang berkaitan dengan investasi modal ventura pada perusahaannya karena mereka yakin bahwa mereka sendirilah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi perusahaannya. 4. Perusahaan Modal Ventura Harus Memiliki Keahlian Manajerial Pembiayaan modal ventura tidak diikat dengan jaminan apa pun dari pasangan usaha dan tidak mendapatkan pendapatan bunga sebagaimana halnya dengan kredit bank. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh perusahaan modal ventura setelah waktu yang cukup lama sangat tergantung pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan nilainya. 5. Perusahaan Modal Ventura Harus Mampu Menggunakan Berbagai Instrumen Keuangan Pembiayaan modal ventura harus dapat memanfaatkan beberapa bentuk instrumen keuangan, misalnya saham biasa, saham preferen, dan atau obligasi konversi dalam rangka mengoptimalkan investasinya. Instrumen keuangan tersebut masing-masing memiliki karakteristik sendiri. Perusahaan modal ventura harus mampu memutuskan jenis instrumen mana yang paling menjanjikan prospek keuntungan untuk suatu investasi.

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

39

Dalam perjanjian modal ventura antara lain meliputi: a. c. e. f. g. h. i. j. bentuk pembiayaan/penyertaan jangka waktu pembiayaan hasil dan imbaljasa pembiayaan cara divestasi termasuk divestasi yang dipercepat ketentuan put option, yaitu setelah jangka waktu tertentu, PPU diharuskan membeli kembali saham PMV dengan harga tertentu ketentuan call option, yaitu hak PPU untuk membeli kembali bagian penyertaan PMV setelah jangka waktu yang disepakati opsi pembelian saham antidilusi, yaitu perusahaan modal ventura meminta kepastian PPU untuk tidak melibatkan investor baru, yang dapat menyebabkan berkurangnya persentase penyertaan perusahaan modal ventura k. ketentuan unlocking provision, yaitu PMV tidak diperkenankan mengalihkan penyertaan modalnya kepada pihak ketiga. Untuk PPU harus membeli kembali penyertaan modal perusahaan modal ventura tersebut sestiai harga penawaran. b. besarnya jumlah penyertaan modal d. penggunaan pembiayaan

LATIHAN SOAL 1. 2. 3. 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan divestasi modal ventura ! Jelaskan teknik-teknik alternative dalam divertasi modal ventura ! Sebutkan permasalahan-permasalahan yang sering dialami perusahaan modal ventura Sebutkan kunci keberhasilan pengelolaan perusahaan modal ventura !

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

40

DAFTAR PUSTAKA

BKPM., Foreign and Domestic Investment Realization, http://www.bkpm.go.id/(10/12/2011, 10:30:00) Fuady, Munir, Hukum tentang pembiayaan dalam teori dan praktek (leasing,factoring, modal ventura, pembiayaan konsumen, kartu kredit) cet ke-2 Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999 Jones, Charles P., Investment, 8th Ed., John Wiley & Son, Inc., NewMansoorDurrani and Grahame Boocock,Venture Capital, Islamic Finance and SMEs Valuation, Structuring and Monitoring Practices in India, Palgrave Macmillan, New York, 2006 Megginson, William L., Towards a Global Model of Venture Capital, Journal of Applied Corporate Finance, Vol. 16, No 1, Winter 2004. Available at SSRN: http://ssrn.com/abstract=321962 or doi:10.2139/ssrn.321962, (13/12/2011 09:23:03) Metrick, Andrew and Yasuda, Ayako, Venture Capital and the Finance of Innovation (Desember 2011). VENTURE CAPITAL AND THE FINANCE OF INNOVATION, 2nd Edition, Andrew Metrick and Ayako Yasuda, eds., John Wiley and Sons, Inc., 2010. Available at SSRN: http://ssrn.com/abstract=929145 (12/12/2011 14:33:43) Pukthuanthong, Kuntara., Thiengtham,Dolruedee., and Walker, Thomas; Why Venture Capital Markets Are Well Developed in Some Countries But Comparatively Small in Others: Evidence from Europe, in Venture Capital in Europe, Greg N. Gregoriou, Maher Kooli and Roman Kräussl (eds.), http://wwwrohan.sdsu.edu/~kpukthua/publications/HB4_Why%20Venture%20Capital%20Mark ets%20Are%20Well%20Developed%20in%20Some%20Countries%20But%20Compar atively%20Small%20in%20Others%20Evidence%20from%20Europe%20%282%29.pd f., (14/12/2011, 09:39:12) Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia 11:00:07) Rausch, Lawrence M. Venture Capital Investment Trends in the United States and Europe, NSF 99-303 October 16, 1998, http://www.nsf.gov/statistics/issuebrf/sib99303.htm (14/12/2011 09:27:14)ix Reilly, F & Brown, K 2006, Investment Analysis and Portfolio Management, 8 th edn, Thomson, Melbourne.
Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura 41

(KBBI),

http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

(2/12/2011,

Sunaryo, Hukum Lembaga Pembiayaan, cet ke-1 Sinar Grafika, Jakarta, 2008 Steve White, JianGao& Wei Zhang,China’s Venture Capital Industry: Institutional Trajectories and System Structure, http://www.insme.org/documents/white_1.pdf (14/12/2011 09:31:25)VC Experts, What Is Venture Capital? The Encyclopedia of Private Equity and Venture Capital, http://vcexperts.com/vce/library/encyclopedia/documents_view.asp?document_id=15 (8/12/2011, 10:13:34) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Lembaga PembiayaanKMK No.250/KMK.04/1995 tentang Perusahaan Kecil dan Menengah Pasangan Usaha Dari Modal Ventura dan Perlakuan Perpajakan Atas Penyertaan Modal Perusahaan Modal Ventura KMK No.469/KMK.017/1995 tentang Pendirian dan Pembinaan Usaha Modal Ventura

Modul Produktif Perbankan Kelas XII: Perusahaan Modal Ventura

42

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful