You are on page 1of 16

Nama : Aprilia Rahmawati NPM : 0718011044

REHABILITASI MEDIK

A. Definisi

Menurut WHO, Rehabilitasi Medik adalah ilmu pengetahuan kedokteran yang mempelajari masalah atau semua tindakan yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan dampak keadaan sakit, nyeri, cacat dan atau halangan serta meningkatkan kemampuan pasien mencapai integrasi sosial.

Menurut Depkes,

rehabilitasi adalah proses pemulihan untuk memperoleh fungsi

penyesuaian diri secara maksimal atau usaha mempersiapkan penderita cacat secara fisik, mental, sosial dan kekaryaan untuk suatu kehidupan yang penuh sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. (Depkes RI, 1983). Sedangkan pelayanan Rehabilitasi Medik adalah pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medic, keterapian fisik dan atau rehabilitative untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

B. Ruang Lingkup Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit

Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit meliputi seluruh upaya kesehatan pada umumnya, yaitu upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. 1. Upaya Promotif Penyuluhan, informasi dan edukasi tentang hidup sehat dan aktivitas yang tepat untuk mencegah kondisi sakit 2. Upaya preventif Edukasi dan penanganan yang tepat pada kondisi sakit/ penyakit untuk mencegah dan atau meminimalkan gangguan fungsi atau risiko kecacatan. 3. Upaya kuratif

. Memberikan alat bantu jalan. kehilangan harapan.Penanganan melalui paduan intervensi medik. 4. Mencegah kontraktur dan mengembalikan fungsi pasien pasca operasi dan patah tulang. korset. dll. antara lain: 1. Rehabilitasi tidak hanya memperpanjang usia tapi juga menambah makna/kualitas dalam hidup (rehabilitation is not only to add years to life but also add life to years). keterapian fisik. splint. keterlambatan perkembangan 6. senam hamil 4. autism. meningkatkan aktivitas dan peran serta/ partisipasi di masyarakat. keteknisan medik dan upaya rehabilitatif lainnya melalui pendekatan psiko-sosio-edukasi-okupasi-vokasional untuk mengatasi penyakit/kondisi sakit yang bertujuan mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi. Filosofi Pelayanan Rehabilitasi Medik dilakukan dengan menjunjung filosofi-filosofi berikut: 1. Mengembalikan fungsi pasien pasca stroke 2. 5. Mengurangi nyeri. hopelessness – hopefulness) 2. C. kaku diberbagai bagian tubuh. Melatih bicara dan gerak motorik anak dengan CP. Senam nafas sehat. dan upaya rehabilitatif untuk mengatasi penyakit/kondisi sakit untuk mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi. Bentuk Pelayanan: Beberapa bentuk Pelayanan Rehabilitasi Medik. ortesa. Upaya rehabilitatif Penanganan melalui paduan intervensi medik. protesa. keterapian fisik.berpengharapan (Rehabilitation is a bridge spanning the gap between uselessness-usefulness. 3. Rehabilitasi merupakan ‘jembatan’ yang menjangkau perbedaan antara kondisi tidak berguna-berguna. D.

Mempertahankan kualitas hidup dan mengupayakan kehidupan yang berkualitas. memeriksa dan mengevaluasi gangguan motorik dan sensorik yang mempengaruhi fungsi dan menyesuaikan program fisioterapi secara individu sesuai keadaan pasien. Memaksimalkan kemampuan fungsi. Okupational Terapist. membersihkan diri sendiri. 6. di rumah dan di masyarakat serta sumber daya yang dipunyainya. Latihan buang air besar/kecil. 2. transfer. Pekerja sosial medik. Mencegah komplikasi akibat tirah baring dan atau dampak penyakitnya yang mungkin membawa kecacatan. Speech therapist (terapi wicara) yaitu mengevaluasi masalah-masalah komunikasi. E. Dokter rehabilitasi medik sebagai ketua tim yang menyusun program rehabilitasi. 3.7. keteknisian medic dan tenaga lain yang terkait. 4. Fisioterapist. 5. F. Dan lain-lain. Tujuan Rehabilitasi Adapun tujuan rehabilitasi medik adalah 1. dll. memeriksa. mobilisasi bersama fisioterapis dan terapi okupasi dilakukan di bangsal 3. . Perawat rehabilitasi. untuk mencegah komplikasi sarta memperpendek masa pemulihan. berpakaian. 4. melakukan positioning yang benar. meningkatkan aktifitas dan partisipasi pada difabel. 2. Tim Rehabilitasi Medik Tim rehabilitasi medik dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu : 1. Mengatasi keadaan/kondisi sakit melalui paduan intervensi medic. mengadakan penilaian terhadap kebutuhan penderita dan keluarganya selama dirawat. mengevaluasi dan menyusun program yang berhubungan dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) misalnya cara makan. aktivitas seharihari. menulis. keterapian fisik.

Ortotik prostetik. sosial.Handicap. Pelayanan dalam Rehabilitasi Medik  Pelayanan Fisioterapi Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan. yang menyebabkan bagian tersebut terganggu.Impairment.Disability. Diskusi yang memadai mengenai penyakit dan deficit neurologic adalah penting untuk mengetahui gangguan fungsional yang sebenarnya. akibat impairment dan disability maka. Penderita dan keluarga. disability. penanganan bersifat komprehensif.7. Bertitik tolak dari kerangka pemikiran upaya rehabilitasi fisik tersebut maka. Psikologi. Upaya rehabilitasi fisik merupakan upaya medik untuk mencegah terjadinya impairment. 8. mengevaluasi keadaan psikologi penderita secara tuntas. atau anggota tubuh tertentu lumpuh. hubungan sosial ataupun kegiatan sosial masyarakat mengalami hambatan. bila ada gangguan fisik atau organ tubuh seperti luka otak. memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi . edukasi dan kekaryaan untuk melatih sesseorang kearah tercapainya kemampuan fungsional semaksimal mungkin. G. dan handicap dengan memanfaatkan kemampuan yang ada. akibat adanya impairment mengakibatkan gangguan fungsi sehingga berkurangnya kemampuan fisik . melengkapi tim rehabilitasi. H. . Gannguan Fungsi Menurut WHO Tingkatan gangguan fungsi dapat dikategorikan sebagai berikut: . orgam mata atau organ telinga rusak. 9. sehingga layanan rehabilitasi dapat diartikan sebagai upaya terkoordinasi yang bersifat medik. mengevaluasi dan mengadakan alat-alat bantu yang telah disesuaikan guna memperbaiki aktivitas. termasuk keluarganya. dan menjadikan individu sebagai anggota masyarakat yang berswasembada dan berguna.

Tidak ada seorang pun yang boleh berbaring lebih lama dari yang diperlukan. Rehabilitasi merupakan terapi multidisipliner terhadap seorang penderita 4.  Pelayanan Terapi Wicara Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk memulihkan dan mengupayakan kompensasi / adaptasi fungsi komunikasi. bahkan segera sejak dokter melihat penderita untuk pertama kalinya. stimulasi dan fasilitasi  Pelayanan Terapi Okupasi Adalah bentuk pelayanan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan. yaitu : 1. bicara dan menelan dengan latihan remediasi. ada beberapa prinsip rehabilitasi. Faktor yang terpenting adalah kontinuitas perawatan 5. I. pelatihan fungsi dan komunikasi. memulihkan fungsi atau mengupayakan kompensasi/adaptasi untuk aktifitas seharti-hari. Rehabilitasi dimulai sedini mungkin. peralatan. produktifitas dan waktu luang melalui pelatihan remediasi. 2. karena dapat mengakibatkan komplikasi. bukan sekedar objek. membuat dan mengepas alat bantu guna pemeliharaan dan pemulihan fungsi . 3. Perhatian untuk rehabilitasi diutamakan kepada sisa kemampuan yang masih dapat diperbaiki dengan latihan 6. Fungsi lain rehabilitasi adalah pencegahan serangan berulang 7. stimulasi dan fasilitasi. Penderita merupakan subjek rehabilitasi. peningkatan gerak. memelihara. Prinsip Rehabilitasi Menurut Harsono (1996).tubuh seoanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual.  Pelayanan Ortotis Prostetis Adalah salah satu bentuk pelayanan keteknisian medic yang ditujukan kepada individu untuk merancang. . atau pengganti anggota gerak.

Kegiatan berpusat pada anak Kegiatan rehabilitasi yang dilakukan. baik pada aspek fisik. e. sedini mungkin ditangani bidang rehabilitasi medic tidak terbatasl kepada mempercepat penyembuhan luka-penguatan ptot. Seorang anak yang mengalami amputasi. sudah tentu setelah mereka memperoleh penjelasan secukupnya dari provider. melatih ketrampilan sesuai dengan kemampuan yang ada. mempersiapkan mental agar yang bersangkutan menerima alat tersebut. Prinsip menyeluruh Kegiatan rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh atau lengkap. psikhis.Prinsip . prinsip dasar kegiatan rehabilitasi adalah: a. d. Ditinjau dari tujuan rehabilitasi Tujuan rehabilitasi bagi anak berkebutuhan khusus adalah agar mereka mampu mengikuti pendidikan dengan baik. tetapi juga pembuatan kaki palsu. maka kegiatan rehabilitasi medik bagi anak yang memerlukan. perlu didahulukan/mendahului kegiatan rehabilitasi yang lain. memecahkan masalahnya sendiri serta melakukan latihan sendiri. atau agar mereka mampu melaksanakan fungsi sosial secara wajarn dalam kehidu-pan masyarakat. perlu memperoleh prioritas dalam rehabilitasi. Prinsip prioritas Kondisi kesehatan atau kecacatan yang menimbulkan rasa sakit dapat mengganggu setiap aktivitas anak. c. kesempatan kepada anak/peserta didik lebih untuk banyak mencoba memberikan sendiri. Untuk mewujudkan tujuan rehabilitasi tersebut. Prinsip pelayanan segera atau pelayanan dini Pelayanan rehabilitasi dilakukan mulai sejak usia dini atau segera setelah diketahui kebutuhan rehabilitasi yang diperlukan masing-masing anak. pada kasus-kasus tertentu yang memerlukan pelayanan segera. dsb.prinsip dasar kegiatan rehabilitasi anak Ada beberapa prinsip dasar kegiatan rehabilitasi anak berkebutuhan khusus. diantaranya: 1. Prinsip konsisten Setiap kegiatan rehabilitasi didasarkan pada program yang telah disiapkan . sosial maupun ketrampilan (total care concept rehabilitation). b.

terus menerus. kegiatan rehabilitasi di bidang pendidikan dengan tulisan braille. h. berulang-ulang. g. berulang dan terus menerus. menjadi berkurang kesulitan dan hambatannya. Artinya bahwa kegiatan rehabilitasi dimulai dari kegiatan yang minimal (kecil. mudah) sampai pada yang maksimal (luas. Setiap anak berkelainan memiliki dampak primer tertentu sesuai dengan jenis kecacatannya. Prinsip terintegrasi Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi tidak selalu terpisah dengan kegiatan proses belajar mengajar dalam suatu bidang studi tertentu. peragaan dengan bendy yang dapat diraba. Prinsip pentahapan. sukar). Misalnya: tunanetra. besar. dsb. Prinsip efektivitas dan penghargaan Memberikan pujian dan penghargaan atas keberhasilan dan kemajuan kemampuan anak/peserta didik. dan jika tidak mungkin dialihkan pada fungsi organ tubuh yang lain/ketrampilan tertentu yang dapat menggantikan fungsi organ yang berkelainan. dsb. Dampak primer tersebut sedapat mungkin dikembalikan fungsinya. Pinsip individualisasi Kegiatan rehabilitasi berorientasi pada ketidakmampuan dan kemampuan setiap . sederhana. Jadi tidak berhenti sebelum terlihat hasilnya yang lebih baik. dsb. b. menjadi bertambah meningkat kemampuannya. misalnya ketrampilan. 2.sebelumnya. Orientasi pada pengembalian fungsi Kegiatan rehabilitasi dilakukan dengan berorientasi pada pengembalian fungsi. Anak tunadaksa jenis folio. f. dampak primer ambulasi terbatas. brace. PMP. Artinya kegiatan terapi agar mencapai hasil maksimal perlu dilakukan berkesinambungan. olahraga. agama. kegiatan rehabilitasi melatih penggunaan kursi roda. kesenian. Ditinjau dari jenis dan macam kelainan a. kruk. dampak primer tidak dapat melihat. Prinsip kesinambungan. dsb. baik yang berhubungan dengan bentuk. sifat maupun hasil yang diharapkan. dan dievaluasisetiap kemajuan yang dicapai anak/peserta didik secara konsisten. i.

. Seluruh program rehabilitasi berada di bawah tanggung jawab ketua tim yang dibantu oleh tiga ahli di bidang medik. macam kasus. Prinsip kerja tim Pekerjaan rehabilitasi dilakukan oleh suatu tim yang masing-masing bekerja sesuai dengan profesi dan kemampuannya.anak/peserta didik. Ditinjau dari kemampuan pelaksana ( provider ) a. terlebih dahulu difahami batas-batas kewenangan masing-masing dan disusun pembagian togas secara tertulis atas dasar kesepakatan pihak-pihak yang tergabung dalam tim rehabiliasi yang ada di sekolah masing-masing. Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi diperlukan pendekatan individual. semua anak tuna grahita dan tunadaksa memerlukan latihan ADL. Orientasi pada jenis kecacatan dan kasus Ada kegiatan rehabilitasi yang dapat dilakukan secara kelompok berdasarkan atas jenis kecacatan. tingkat kelas. kelompok usia. Kerjasama yang baik entar anggota tim rehabilitasi akan sangat menentukan keberhasilan program rehabilitasi. Tidak semua anggota tim rehabilitasi memiliki profesi yang sama. MisaInya: semua anak tunanetra memerlukan latihan orientasi dan mobilitas. demi kelancaran kegiatan rehabilitasi dan menghindari kesalahan dalam memberikan pelayanan rehabilitasi yang dapat menimbulkan parahnya permasalahan atau kecacatan yang disandang oleh anak/peserta didik yang memperoleh pelayanan. semua anak tunarungu memerlukan latihan komunikasi. Prinsip kerja atas dasar profesi. Sebelum kegiatan rehabilitasi dimulai. c. dsb. b. itulah sebabnya bekerja atas dasar profesi akan lebih mampu mengurangi resiko kesalahan. Tindakan konsultatif dan penyelenggaraan pertemuan tim rehabilitasi secara periodik perlu ditempuh di setup sekolah. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan oleh beberapa pelaksana rehabilitasi sesuai dengan kemamputan dan kewenangannya. di samping itu juga akan memperbesar efektivitas kerja. social psikologis dan ketrampilan. dsb 3.

Misalnya operasi ortopedi harus dilakukan di rumah sakit. sebaiknya setelah menguasai orientasi mobilitas. agar anak segera terpecahkan permasalahannya. Prinsip keluwesan tempat dan waktu Tempat pelaksanaan rehabilitasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan raja. Prinsip integritas Kegiatan rehabilitasi pada dasarnya dapat dilakukan secara ber-saina-sama. Pinsip ini juga menggariskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi juga dapat dilakukan bersama-sama saat penyafnpaian materi bidang studi tertentu di sekolah. terkecuali pada kasus-kasus tertentu. Dalam hal ini perlu disertai administrasi seperlunya (buku rujukan). d. mudah didapat. Ditinjau dari tempat. Prinsip keterlibatan orangtua dan masyarakat Artinya kegiatan rehabilitasi perlu menyertaka orangtua atau pembina asrama atau masyarakat. seperti alat bantu untuk mendengar. pengawasan dan pembinaan anak. alat bantu untuk melihat. prothese. waktu dan sarana rehabilitasi a. 4. murah harganya dan disesuaikan dengan kemampuan lembaga/sekolah. baik dalam melakukan pelatihan. b. kecuali pada kasusskasus tertentu. mengingat jumlah waktu anak kesehariannya lebih banyak di rumah atau diasrama. kecuali rehabilitasi ketrampilan sebaiknya dilakukan setelah anak/peserta didik selesai mengikuti rehabilitasi medik dan sosial. . dsb. c.Tindakan rujukan ke ahlinya perlu dilakukan oleh para guru dan petugas rehabilitasi lainnya. Misalnya anak tunanetra untuk mengikuti latihan ketrampilan massage. Prinsip kesederhanaan Sarana rehabilitasi diutamakan yang sederhana. tidak sakit. dan setelah memiliki motivasi untuk bekerja bidang keahlian massage.