You are on page 1of 12

Mekanika Fluida

I. Pengantar Mekanika Fluida

BAB I
PENGANTAR MEKANIKA FLUIDA
1.1. Pendahuluan Mekanika fluida sering dijumpai pada banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena aliran darah yang melalui pembuluh darah, perahu di atas air dan aliran air di sungai, bendungan yang menahan/menampung air, dan lain-lain merupakan sebagian contoh dari cakupan mekanika fluida. Disiplin ilmu teknik khususnya teknik sipil memerlukan keahlian di bidang mekanika fluida. Buku ini akan membahas mengenai elemen-elemen mekanika fluida yang memungkinkan kita untuk menyelesaikan permasalahan seperti aliran melalui pipa dan saluran. Namun untuk bagian pertama, akan dibahas mengenai perhitungan dari sifat-sifat fluida dan statika fluida. 1.2. Dimensi, Satuan, dan Parameter Fisika Mekanika fluida sebagaimana bidang teknik lainnya mencakupi parameter fisika, dimana parameter fisika tersebut mempunyai dimensi dan satuan. Terdapat sembilan dimensi dasar diantaranya adalah massa, panjang, waktu, temperatur, jumlah unsur, aliran listrik, intensitas cahaya, sudut bidang, dan sudut benda padat. Semua parameter fisika dapat diekspresikan dalam dimensi dasar, misalnya gaya dapat diekspresikan menggunakan hukum Newton II, yaitu:
F = ma

(1.1)

Dalam bentuk dimensi persamaan di atas ditulis sebagai:

F=M

L T2

(1.2)

Dimana F, M, L, dan T adalah dimensi dari gaya, massa, panjang, dan waktu. Persamaan (1.2) juga dapat ditulis sebagai:
M =F T2 L

(1.3)

Satuan dapat diterapkan pada persamaan (1.1) dengan pengertian bahwa dibutuhkan 1 N untuk menggerakkan benda dengan massa 1 kg pada percepatan 1 m/det2 yang dapat ditulis sebagai:

N = kg.m/det 2
M. Baitullah Al Amin

(1.4) I-1

2. Baitullah Al Amin I-2 . bukan kilogram yang diekspresikan sebagai: W = mg (1.5) di atas digunakan untuk menghitung berat dalam newton terhadap massa dalam kilogram. Dimensi dasar dan satuannya Tabel 1. Dalam satuan SI (Sistem Internasional). Berat merupakan salah satu bentuk gaya. Awalan (prefixes) dalam satuan yang umumnya digunakan dalam sistem SI ditunjukkan dalam Tabel 1.2. Turunan dimensi dan satuannya yang akan banyak digunakan dalam mekanika fluida ditunjukkan dalam Tabel 1. Pengantar Mekanika Fluida Hubungan seperti di atas akan sering digunakan dalam pembahasan fluida selanjutnya.Mekanika Fluida I. Lima dari sembilan dasar dimensi dan satuannya ditunjukkan dalam Tabel 1.81 m/det2.1. massa akan selalu bersatuan kilogram dan gaya akan selalu bersatuan newton.1.77 sampai dengan 9. Gaya gravitasi pada dasarnya konstan di atas permukaan bumi yang bervariasi dari 9. Dimensi turunan dan satuannya M.3. dimana g = 9.83 m/det2. sehingga terukur dalam satuan newton. Tabel 1.5) Persamaan (1.

sehingga: ∑ F = ma F − mg = ma F − 0. Awalan satuan dalam sistem SI Contoh 1.4 kg dengan percepatan awal 40 m/det2. Pengantar Mekanika Fluida Tabel 1.81 = 0.Mekanika Fluida I.1 Hitung gaya yang dibutuhkan untuk menaikkan roket seberat 0.4 x 40 ∴ F = 19. Tekanan dan Temperatur Tekanan dihasilkan dari gaya kompresif yang bekerja pada suatu luasan.1 menunjukkan gaya sebesar ∆Fn bekerja pada suatu luasan ∆A yang menghasilkan tekanan dan dapat ditulis sebagai: M. Baitullah Al Amin I-3 . Penyelesaian Gaya dijumlahkan terhadap arah vertikal. Gambar 1.92 N 1.3.4 x 9.3.

Tekanan selalu diasumsikan sebagai tekanan ukur.64 kPa. Sebagai contoh. Temperatur atau suhu dapat dinyatakan dalam dua satuan. maka dapat diasumsikan berada pada kondisi standar dan digunakan patmosfer = 100 kPa. dapat digunakan persamaan p = ρgh . Gaya normal yang menghasilkan tekanan Tekanan diukur relatif terhadap tekanan atmosfer yang disebut sebagai tekanan ukur (gauge pressure). Tekanan absolut (absolute pressure) adalah tekanan sebesar nol dalam suatu volume ruang hampa ideal. Harus dicatat bahwa tekanan kadang-kadang diekspresikan dengan satuan milimeter merkuri (umumnya oleh ahli meteorologi) atau meter air. Pengantar Mekanika Fluida p = lim ∆Fn ∆A→ 0 ∆A (1. Gambar 1. dimana ρ adalah massa jenis fluida dengan ketinggian h . Jika tekanan atmosfer maupun elevasi tidak diberikan.Mekanika Fluida I.1. Permukaan Gambar 1. Persamaan berikut digunakan dalam konversi satuan temperatur: M. pada suatu lokasi dengan elevasi 4.2 menunjukkan ilustrasi hubungan antara tekanan absolut dan tekanan ukur.3 kPa atau umumnya disederhanakan menjadi 100 kPa.2.4. tekanan atmosfer adalah 61. yaitu satuan Celcius dan Farenheit. Tekanan atmosfer pada permukaan laut adalah 101. Tekanan negatif sebesar -30 kPa dapat dinyatakan sebagai tekanan absolut sebesar 70 kPa apabila diasumsikan tekanan atmosfer adalah 100 kPA.6) Satuan tekanan dihasilkan dari gaya dibagi dengan luasan. Tekanan negatif dapat terjadi sebagaimana pada titik B pada Gambar 1. Baitullah Al Amin I-4 .000 m di atas permukaan laut. Satuan absolut ketika menggunakan temperatur dalam derajat Celcius adalah satuan Kelvin (K) dan satuan absoulut ketika menggunakan temperatur dalam derajat Farenheit adalah satuan Rankine. Tekanan atmosfer tersebut bervariasi terhadap elevasi dan diberikan dalam Tabel 1. yaitu N/m2 atau Pa (pascal). Hubungan tekanan absout dengan tekanan ukur dinyatakan sebagai: pabsolut = pukur + patmosfer (1. Tekanan sebesar 1 Pa adalah tekanan yang sangat kecil.7) dimana patmosfer adalah tekanan atmosfer pada lokasi dimana pengukuran tekanan dilakukan. sehingga tekanan umumnya ditulis sebagai kilopascal atau kPa. Untuk mengkonversikan satuan.

Mekanika Fluida I.8) Tabel 1. Tekanan absolut dan tekanan ukur M.2. Baitullah Al Amin I-5 .4.67 (1.15 ° R = ° F + 459. Pengantar Mekanika Fluida K = °C + 273. Sifat tekanan atmosfer ( p A ) ukur Standar atmosfer Tekanan atmosfer pukur = 0 ( p A )absolut ( p B ) ukur ( p B )absolut Tekanan absolut nol pabsolut = 0 Gambar 1.

11) Sebagi contoh. Dengan cara interpolasi linier. diperoleh patmosfer = 70. Jadi.10) dimana g adalah percepatan gravitasi.9). Untuk air.000 = 13. Berapa tekanan absolutnya? Penyelesaian Tabel 1.6 kali lebih berat daripada air. Temperatur sebesar 100 K dibaca sebagai 100 kelvin dalam sistem SI.4 digunakan untuk menentukan tekanan atmosfer pada elevasi 3. ρ merkuri = 13.6 kPa. Massa per satuan volume atau massa jenis (densitas) dinyatakan dalam persamaan (1.6 − 23 = 47. Hubungan antara aliran satu dimensi terhadap kecepatan melalui tegangan geser τ dinyatakan sebagai: τ =µ M. dimana digunakan massa jenis air yaitu 1.000 kg/m3. Viskositas didefinisikan sebagai kekentalan fluida yang menghasilkan gaya tegangan geser dalam aliran dan mengakibatkan kehilangan energi dalam pipa.6 x 1.000 m. berat spesifik adalah 9810 N/m3. Perlu dicatat bahwa tidak digunakan simbol derajat ketika menyatakan temperatur dalam derajat dan tidak pula menggunakan huruf kapital untuk kata “kelvin”. berat spesifik merkuri adalah 13. sehingga: pabs = patm + p = 70.6 kPa 1.6 yang berarti 13.12) I-6 . Sifat-Sifat Fluida Beberapa sifat-sifat fluida perlu dipahami dalam mekanika fluida. Pengantar Mekanika Fluida Dalam persoalan keteknikan. Baitullah Al Amin du dr (1. Rapat relatif S adalah perbandingan antara massa jenis atau berta spesifik suatu zat (umumnya cairan) dengan massa jenis atau berat spesifik air yang dinyatakan sebagai: S= ρ zat cair ρ air S= γ zat cair γ air (1. Contoh 1.4.000 m.9) Berat per satuan volume atau berat spesifik dinyatakan sebagai: γ = ρg (1.Mekanika Fluida I.2 Suatu tekanan diukur sebesar -23 kPa pada suatu lokasi dimana elevasinya adalha 3.600 kg/m3. sering digunakan angka 273 dan 460 sebagai penyederhanaan. ρ= m V (1.

sebagaimana dalam persamaan (1. suatu torka T harus diterapkan.13). Kecepatan dari silinder pertama adalah RΩ dan kecepatan dari silinder kedua adalah nol. Silinder pertama Silinder kedua Gambar 1.13) Hubungan antara tegangan geser dengan torka adalah: T = tegangan geser x luasan x momen lengan = τ x 2πRL x R RΩ R 3ΩLµ =µ x 2πRL x R = 2π (1. Fluida non-Newton yang diklasifikasikan sebagai dilatant. dan oli adalah fluida Newton. air. Fluida bergeser diantara dua silinder Untuk mengukur viskositas. sehingga: τ =µ du RΩ =µ dr h (1.4. Untuk memutar silinder pertama dengan kecepetan putar Ω . sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar 1.3. Dengan memperhatikan satuan pada persamaan (1. Buku ini hanya akan fokus pada fluida Newton yang menunjukkan hubungan linier antara tegangan geser dan gradien kecepatan.12) dan (1. Baitullah Al Amin I-7 . sehingga viskositas mempunyai satuan N. Beberapa jenis fluida seperti udara (gas). Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas disebut sebagai viskometer.det/m2. pseudoplastic. dan ideal plastic juga ditunjukkan pada Gambar 1.3.12): tegangan (gaya dibagi dengan luasan) mempunyai satuan N/m2. yaitu celah berjarak h adalah distribusi linier.Mekanika Fluida I.3. dimana r diukur tegak lurus terhadap permukaan dan u diukur tangensial terhadap permukaan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar 1. dan ditunjukkan dalam Gambar 1.14) h h Dimana tegangan geser yang bekerja pada ujung silinder diabaikan. Distribusi kecepatan diantara dua silinder. M. perhatikan suatu silinder panjang (pertama) yang berputar di dalam silinder kedua.5. Pengantar Mekanika Fluida dengan µ adalah viskositas dan du / dr adalah gradien kecepatan.

Fluida Newton dan non-Newton Pengaruh yang paling penting dari viskositas adalah menyebabkan fluida menempel pada permukaan. Jika perubahan kecil volume (atau perubahan massa jenis) adalah penting. Jika suatu fluida bergerak dengan sangat cepat.15) dengan υ adalah viskositas kinematik dalam m2/det. namun dalam gas terjadi karena pencampuran molekul. volume juga sedikit dipengaruhi oleh tekanan. Gambar 1. namun viskositas dari suatu gas akan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur. maka akan terjadi tegangan geser yang sangat besar pada permukaan. Baitullah Al Amin I-8 .5.Mekanika Fluida I. Volume gas dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur. Viskositas sangat tergantung pada temperatur. viskositas kinematik dipengaruhi oleh tekanan karena massa jenis gas tergantung pada temperatur dan tekanan.16) M. maka modulus bulk ditulis sebagai: B =V ∆p ∆V =ρ T ∆p ∆ρ T (1. Dalam cairan. Viskositas dibagi dengan massa jenis didefinisikan sebagai viskositas kinematik yang dapat ditulis sebagai: υ= µ ρ (1. Pengantar Mekanika Fluida plastik ideal dilatant fluida Newton pseudoplastic Gambar 1.6 menunjukkan viskositas dari suatu cairan akan menurun seiring dengan meningkatnya temperatur. Dalam cairan. Dalam gas. viskositas ada karena gaya kohesif. sehingga viskositas hanya tergantung pada temperatur baik untuk cairan maupun gas yang dapat ditulis sebagai µ = µ (T ) . Tegangan geser yang sangat besar dalam pipa akan menyebabkan penurunan tekanan fluida sehingga membutuhkan pompa untuk tetap dapat mengalirkan fluida dengan tekanan yang cukup. Kedua fenomena tersebut tidak terpengaruh oleh tekanan.

Pada temperatur 20°C. hal tersebut menyatakan bahwa air adalah incompressible.6.000 kPa.5 menunjukkan nilai modulus bulk untuk air. M.Mekanika Fluida I. Untuk air pada temperatur 20°C. Baitullah Al Amin I-9 . Tabel 1.100 Mpa. Viskositas sebagai fungsi dari temperatur Modulus bulk mempunyai satuan yang sama dengan tekanan. c = 1. Jadi. Modulus bulk juga digunakan untuk menentukan kecepatan suara di dalam air yang dinyatakan sebagai: c = B/ρ (1. modulus bulk air adalah 2. yang berarti untuk menyebabkan terjadinya perubahan volume air sebesar 1% dibutuhkan tekanan sebesar 21.450 m/det.17) dimana c adalah kecepatan suara. Pengantar Mekanika Fluida Gliserin Minyak jarak Raksa Minyak tanah Karbon tetraklorida Air Oktan Heptan Helium Karbondioksida Udara Metana Gambar 1.

Mekanika Fluida I. Pengantar Mekanika Fluida Tabel 1. yang dihasilkan akibat gaya tarik antar molekul.7.19) I . Tegangan permukaan menyebabkan terjadi fenomena seperti pembentukan butiran hujan. Sifat-sifat air Sifat fluida yang lain adalah tegangan permukaan σ .10 .18) Gambar 1. Baitullah Al Amin 4σ r (1. dan butiran serta gelembung air dapat berbentuk bulat.5. Perhatikan diagram butiran dan gelembung air seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.7. Gaya tekanan di dalam butiran menyeimbangkan gaya akibat tegangan permukaan di sekitar lingkaran butiran yang dinyatakan sebagai: pπr 2 = 2πrσ ∴p = 2σ r (1. Diagram (a) butiran air dan (b) gelembung air Perhatikan bahwa pada gelembung air terdapat dua permukaan sehingga keseimbangan gaya menjadi: p= M.

8. yang kemudian disebut sebagai kapitasi (cavitation). Baitullah Al Amin I . Pengantar Mekanika Fluida Jadi. Tekanan uap adalah tekanan yang terdapat kesetimbangan antara molekul yang keluar dan masuk. Jika tekanan lokal menurun sampai dengan tekanan uap. Molekul akan keluar dan masuk kembali dalam cairan yang kontak dengan gas.11 . yang disebut sebagai mendidih (boiling) yaitu ketika air dipanaskan pada temperatur dimana tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer.3. Penjumlahan gaya pada kolom cairan ditulis sebagai: σπD cos β = ρg πD 2 4 h (1. sehingga tekanan menjadi cukup kecil.20) dimana sisi kanan adalah gaya berat W. molekul akan keluar dari cairan. Suatu plat datar berukuran 0.21) Udara Cairan Gambar 1. Aplikasi berikutnya dimana tegangan permukan menyebabkan fenomena yang menarik adalah naiknya suatu cairan dalam sebuah tabung kapiler.5. Distribusi kecepatan anatara M. untuk menentukan tekanan internal.Mekanika Fluida I.8. penguapan juga akan terjadi. Tinggi cairan akan naik dalam tabung yang dinyatakan sebagai: h= 4σ cos β γD (1. baling-baling turbin. Kenaikan cairan dalam tabung kapiler akibat tegangan geser Sifat terakhir fluida yang dibahas pada bagian ini adalah tekanan uap. Tekanan uap untuk air ditunjukkan pada Tabel 1. Hal ini dapat terjadi ketika cairan mengalir melalui katup. Jika tekanan di bawah tekanan uap. Diagram air dalam tabung ditunjukkan pada Gambar 1. elbow. Contoh 1.5 m x 2. seperti air yang kontak dengan udara. perlu diketahui apakah tekanan tersebut bekerja pada suatu butiran atau gelembung air.0 m diseret pada kecepatan 5 m/det di atas lapisan oli jenis SAE-30 dengan tebal 2 mm pada temperatur 38°C.

Tekanan terukur sebesar -25 kPa pada lokasi dimana elevasinya adalah 3.500 x 0.2 adalah benar menggunakan (a) satuan SI. dan (b) satuan Inggris. dan waktu sebagai tiga dimensi dasar.5 x 2.0 = 250 N dy Contoh 1.6. Gelembung air mempunyai dua permukaan. 5. 3. Sudut tabung gelas adalah 0° arah vertikal ( β = 0 ).Mekanika Fluida I.0005 Latihan Soal 1. Berapa tekanan absolut? 4. Pengantar Mekanika Fluida plat dan permukaan oli diasumsikan linier. Dengan demikian gaya yang dibutuhkan adalah tegangan geser dikali dengan luasan permukaan plat: F =τ x A = µ du x A = 0.4 Sebuah mesin menciptakan gelembung air dengan diameter 0. Perkirakan tekanan yang yang terjadi di dalam gelembung. Berapa ketinggian air yang menaiki tabung? M.0736 N/m . Tunjukkan bahwa satuan untuk viskositas seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. yaitu µ = 0. Penyelesaian Tegangan permukaan pada temperatur 20°C diperoleh dari Tabel 1. Berapa gaya yang dibutuhkan jika plat dan permukaan adalah horisontal? Penyelesaian Gradien kecepatan dihitung sebagai: du ∆u 5 − 0 = = = 2.000m. yaitu σ = 0.0736 = = 589 Pa r 0.1 x 2. Baitullah Al Amin I . Menggunakan gaya.2 mm akibat tegangan permukaan.000 m/(det.det/m2. Tentukan persentase perubahan volume dalam 10 m3 air pada temperatur 15°C jika diberikan tekanan sebesar 12 Mpa.m) dy ∆y 0. sehingga tekanan internalnya adalah: ρ= 4σ 4 x 0. jarak.5 mm pada temperatur air 20°C. Air pada temperatur 30°C mampu menaiki tabung gelas kecil berdiameter 0.1 N.002 Viskositas oli pada temperatur 38°C diperoleh dari Gambar 1.5. 2. tentukan dimensi untuk massa.12 .