P. 1
REFERAT KEDARURATAN PSIKIATRI

REFERAT KEDARURATAN PSIKIATRI

|Views: 1,121|Likes:
Published by Deasy Fatimah Aulia

More info:

Published by: Deasy Fatimah Aulia on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Tindakan bunuh diri, kekerasan dan penyalahgunaan zat merupakan masalah-masalah serius yang perlu intervensi segera. Ketiga kondisi tersebut merupakan sebagian dari pelbagai kondisi kedaruratan psikiatrik. Pemahaman kesehatan masyarakat bahwa kasus-kasus tersebut merupakan keadaan yang perlu pertolongan segera, menyebabkan dokter akan lebih banyak menemui kassus-kasus kedaruratan psikiatrik tersebut. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan pemahaman bahwa perubahan status mental seseorang dapat disebabkan oleh penyakit organik (sesuai dengan konsep hierarki dalam pemehaman diagnosis gangguan jiwa). Sebagai ujung tombak di lapangan, peran dokter umum sangat penting dalam hal ini adalah sebagai bagian dari pelayanan kedaruratan medik yang terintegrasi. Diperlukan keterampilan dalam assesment dan teknik evaluasi untuk membuat diagnosis kerja. Dalam pelaksanaannya sering diperlukan pemeriksaan fisik serta laboratorium yang sesuai dan memadai. Kerja sama dalam suatu tim adalah bentuk pelayanan yang paling diharapkan untuk hasil optimal. Pendekatan Consultation-Liaison Psychiatry bermanfaat untuk beberapa penanganan kasus-kasus kedaruratan, seperti tindakan bunuh diri, delirium, sindrom neuroleptik maligna, dll. Dalam referat ini akan lebih mendalam dibahas mengenai bunuh diri sebagai kedaruratan psikiatrik.

BAB II
1 | KEDARURATAN PSIKIATRI

KEDARURATAN PSIKIATRI
Kedaruratan psikiatri merupakan cabang ilmu kedokteran jiwa dan kedokteran kedaruratan, yang dibuat untuk menghadapu kasus kedaruratan yanng memerlukan intervensi psikiatrik. Dokter masa kini harus mengembangkan perannya untuk menjadi bagian dari ruang gawat darurat psikiatrik. Kasus yang datang minta pertolongan sangat bervariasi. Ada yang sekedar ingin minta resep, ada yang memerlukan teman bicara, hingga yang merupakan kasuskasus psikiatrik, seperti : panik, kondisi medik umum (delirium, intoksikasi, gejala putus zay, dll), krisis perkawinan, skizofrenia atau psikosis akut, dll. Kasus kedaruratan psikiatrik meliputi gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku yang memerlukan intervensi terapeutik segera, antara lain: Kondisi gaduh gelisah Dampak tindak kekerasan Bunuh diri Gejala ekstrapiramidal akibat penggunaan obat Delirium

2.1 Evaluasi Menilai kondisi pasien yang sedang dalam krisis secara cepat dan tepat adalah tujuan utama dalam melakukan evaluasi kedaruratan psikiatrik. Tindakan segera dengan pendekatan pragmatis, yang harus dilakkan secara tepat adalah:
1. Menentukan diagnosis awal, 2. Melakukan identifikasi faktor-faktor presipitasi dan kebutuhan segera sang pasien,

3. Memulai terapi atau merujuk pasien ke fasilitas yang sesuai.

2 | KEDARURATAN PSIKIATRI

adalah untuk mencegah perilaku yang melukai diri sendiri atau orang lain. Hal ini membuat pasien mengerti bahwa dokter memegang kendali. fokus wawancara ditujukan pada keluhan pasien dan alasan dibawa ke unit gawat darurat. dan ini dilakukan dalam waktu yang cepat. teman ataupun polisi dapat melengkapi informasi. tidak kooperatif atau inkoheren.Dalam kondisi tertentu. serta keterbatasan waktu. baik medis. negativistik. dan pemeriksaan penunjang. terkadang pasien tidak diharapkan berada terlalu lama di unit gawat darurat. Sikap yang tenang dan jujur akan sangat diperlukan dalam proses wawancara. 2. dan bahwa keputusan untuk melakukan setiap tindakan. Tekanan darah. pemeriksaan status mental. klinis maupun psikiatris. banyaknya pasien dengan keluhan-keluhan fisik dan emosional. Wawancara Kedaruratan Psikiatrik Wawancara dilaksanakan dengan lebih terstruktur. keluarga. Secara umum. Tujuan utama dalam evaluasi kedaruratan psikiatrik adalah: menilai kondisi pasien yang sedang dalam krisis sacara cepat dan tepat. dan pemeriksaan penunjang. pemeriksaan status fisik/neurologik. terbatasnya waktu. Kadang-kadang lebih baik bagi pasien untuk tidak terlalu lama berada di unit gawat darurat. Dalam proses evaluasi dilakukan: 1. terutama pada pasien mutisme. Karenanya diperlukan kemampuan mendengar. diperlukan pendekatan yang pragmatis bagi pasien. suhu. ruang. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan psikiatrik standar meliputi: riwatyat perjalanan penyakit. antara lain karena sifat kegawatdaruratan yang tidak terduga. hubungan dokterpasien sangat berpengaruh terhadap informasi yang diberikan dan yang diinterpretasikan. Keterangan tambahan dari pihak pengantar. ruang. dan kalau perlu pemeriksaan penunjang. Yang pertama dan terpenting yang harus dilakukan oleh dokter di unit gawat darurat adalah menilai tanda-tanda vital pasien. Dengan tugas di unit gawat darurat yang sifatnya sering tak terduga. melakukan observasi dan melakukan interpretasi terhadap apa yang dikatakan ataupun yang tidak dikatakan olh pasien. Seperti halnya wawancara psikiatrik yang biasa dilakukan. nadi adalah sesuatu 3 | KEDARURATAN PSIKIATRI .

tanda-tanda vital dapat membantu dokter untuk memilih alur diagnosis yang benar karena pemeriksaan ini saja sudah banyak yang bisa kita simpulkan atau kita singkirkan. frekuensi nadi 120 per menit. neurologik Pemeriksaan laboratorium Triage psikiatrik Evaluasi medik Evaluasi psikiatrik. dan tekanan darah meningkat. organik atau fungsional 4 | KEDARURATAN PSIKIATRI . demam. kemungkinan besar mengalami delirium dibandingkan dengan suatu gangguan psikiatrik Apapun penyakit pasien yang sesungguhnya. Misalnya seseorang yang gaduh gelisah dan mengalami halusinasi. Bagan alur evaluasi dan penatalaksanaan pasien gawat darurat psikiatri Pasien rujukan Datang sendiri Pasien diantar oleh polisi Pelayanan gawat darurat psikiatrik Triage Tanda vital Kesadaran Pemeriksaan medik.yang mudah diukur yang dapat memberikan suatu informasi yang bermakna secara cepat. dapat dilihat salah satu model alur evaluasi dan penatalaksanaan pasien darurat psikiatrik. Pada bagan.

tumor. seringkali menyebabkan gangguan fungsi mental yang menyerupai gangguan psikiatrik pda umumnya. meskipun sebelumnya secara mesik telah dinyatakan tak ada kelainan oleh dokter lain. Perhatian perlu diberikan terhadap kemungkinan timbulnya agitasi atau perilaku merusak. serta jumlah pasien dalam ruangan tersebut cukup aman bagi pasien. dalam bahasa yang dapat 5 | KEDARURATAN PSIKIATRI . intoksikasi atau gejala putus zat. Kominikasi dengan pasien psikosis harus luwes dan tidak bertele-tele. Medik atau psikiatrik? Penting sekali bagi dokter untuk menilai apakah kasusnya medik. Semua intervensi klinis harus dijelaskan secara singkat dan jelas. pola pelayanan dan kominikasi antar staf. Hal ini dapat mempengaruhi sikapnya terhadap pertolongan yang kita berikan serta kepatuhannya dalam berobat. baik secara fisik maupun emosional. Psikosis Yang penting disini bukanlah penegakan diagnosisnya. Keamanan pasien Sebelum mengevaluasi pasien.Rawat bersama dengan disiplin ilmu lain Rawat inap psikiatrik Rawat jalan Lima hal yang harus ditentukan sebelum menangani pasien selanjutnya: 1. Karena itu dokter gawat darrurat tetap arus menelusuri semua kemungkinan penyebab gangguan fungsi mental yang tampak. perlu dipikirkan pemberian obat atau pengekangan. atau kombinasi keduanya. infeksi berat dengan demam tinggi. Jika intervensi verbal tidak cukup atau merupakan kontraindikasi. 2. dapat menyebabkan kematian. kelainan metabolisme. 3. AIDS. Bila konsisi ini tidak ditangani semestinya. psikiatrik. sebab penanganannya akan jauh berbeda. Kondisi-kondisi medik umum seperti trauma kepala. dokter harus dapat memastikan bahwa situasi di ruang gawat darurat. tetapi seberapa jauh ketidakmampuannya dalam menilai realita dan buruknya tilikan mempengaruhi hidupnya.

sampai terbukti hal itu tidak benar. 5. Indikasi rawat inap adalah: - Bila pasien membahayakan diri sendiri atau orang lain. mampu menjalankan saran yang dianjurkan. pikiran atau sikap yang menunjukkan adanya kecenderungan bunuh diri. misalnya penapisan 6 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Perlu observasi lebih lanjut. Bila perawatan di rumah tidak memadai. Jangan pernah menyepelekan semua ancaman. namun ada beberapa hal yang harus dilakukan sesegera mungkin untuk keakuratan data. Semua pasien dengan kecenderungan bunuh diri harus diobservasi secara ketat. Kemampuan merawat diri sendiri Sebelum memulangkan pasien. 4. Suicidal atau homicidal Pasien-pasien dengan kecenderungan ini sangat membehayakan dirinya atau orang lain. Diagnosis Meskipun pemeriksaan gawat darurat tidak harus lengkap. 2. Ketidakmampuan pasien dan atau keluarganya untuk merawat pasien di rumah merupakan salah satu indikasi rawat inap. Perasaan-perasaan yang berkaitan dengan tindak kekerasan atau pikiran bunuh diri harus selalu ditanyakan pada pasien.dimengerti. Jangan mengharapkan pasien mempercayai atau mengharapkan bantuan kita.2 Pertimbangan Dalam Penegakan Diagnosis dan Terapi Beberapa hal yang perludipertimbangkan dalam penegakan diagnosis dan terapi antara lain: 1. harus dipertimbangkan apakah pasien mampu merawat dirinya sendiri. Dokter harus siap untuk melakukan wawancara terstruktur atau menghentikan wawancara sewaktu-waktu untuk membatasi kemungkinan terjadinya agitasi atau regresi.

Haloperidol terdapat dalam kemasan injeksi dan tetes (cairan) sehingga memudahkan pemberian. dll) juga dikumpulkan sebelum kita menentukan tindakan. olanzapine. Tujuannya adalah untuk: . Kombinasi antipsikotik dengan benzodiazepin kadang sangat efektif. perphenazine. Terapi Pemberian terapi obat atau pengekangan (bila memang diperlukan) harus mengikuti prinsip terapi: maximum tranquilization with minimum sedation.Mengurangi/menghilangkan penderitaannya. Kesalahan yang sering dilakukan oleh para dokter adalah: 7 | KEDARURATAN PSIKIATRI .Membantu pasien untuk dapat mengendalikan dirinya kembali . informasi dari sumber luar (alloanamnesis dari keluarga. kanabis. karena batas keamanannya cukup luas. seperti haloperidol. namun hal ini jangan sampai menunda penegakan diagnosis. tes laboratorium. Pasien yang tidur memang tidak dapat membahayakan orang lain.seperti risperidone. tetapi kita pun tidak dapat melakukan pemeriksaan status mental pada pasien tersebut.Agar evaluasi dapat dilanjutkan sampai didapat kesimpulan akhir. Obat-obatan yang sering digunakan adalah: - Low-dose high-potency anti psychotics. amfetamin. polisi. - Injeksi benzodiazepin. - Atypical anti psychotics. Prioritas utama memang kemanan. Sedapat mungkin pemeriksaan dan konsultasi medik untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab organik dilakukan di ruang gawat darurat. quetiapine. benzodiazepin. dsb). trifluoperazine. 2. Olanzapine juga terdapat dalam bentuk injeksi.toksikologi (tes urin untuk opioid. Data penunjang seperti catatan medik sebelumnya. dsb. pemeriksaan radiologi. EKG. .

reaksi stres akut. Penemuan positif maupun negatif serta informasi yang belu 8 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Dengan demikian pasien mungkin tidak perlu dirawat di instalasi rawat inap psikiatrik yang dapat menimbulkan stigma atau trauma baginya. sehingga evaluasi atau pemulangan menjadi terlambat. misalnya psikosis akibat zat. 2. dan hukum. 3.3 Rujukan/Pemindahan Pada beberapa keadaan. Pemberian dosis yang kurang atau pemberian preparat yang kurang tepat (undermedication). akan lebih baik pasien tidak langsung dirawat atau dipulangkan. Catatan medik harus dapat menggambarkan keadaan pasien. dekompensasi psikologik sementara pada pasien dengan gangguan kepribadian tertentu. misalnya.4 Dokumentasi Semua penemuan dan tindakan harus didiskusikan dan dicatat dengan baik untuk kepentingan pasien. Bila pasien memang membahayakan diri sendiri atau lingkungannya. Pemberian dosis yang terlalu besar atau penggunaan preparat yang terlalu kuat (overmedication). Selain itu keadaan pasien juga akan membaik bila berada di tempat yang aman. juga mengurangi kapasitas tempat tidur yang mungkin dapat diberikan pada orang lain yang benar-benar membutuhkannya. juga dapat dilakukan pada fasilitas observasi ini. 2. sebaiknya hal itu dilakukan dengan persetujuan pasien sehingga ia merasa dapat mengendalikan hidupnya dan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan pengobatannya. Bila pasien dianggap perlu untuk dirawatinapkan. 2. Penggantian obat yang terlalu cepat. asuransi/pembayaran. Penempatan di ruang observasi berkelanjutan akan memberikan waktu bagi dokter untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan mentalnya. maka hal itu dapat dilakukan tanpa persetujuannya. dokter dan RS. Intervensi krisis pada korban perkosaan atau korban trauma lainnya.1.

1 Definisi Bunuh Diri (Suicide) Bunuh diri merupakan kematian yang ditimbulkan oleh diri sendiri dan disengaja dimana bukan tindakan yang acak dan tidak bertujuan. Sebaliknya. Menurut Keliat (1994) bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan dan merupakan keadaan darurat psikiatri karena individu berada dalam keadaan stres yang tinggi dan menggunakan koping yang maladaptif. dilakukan tanpa perhitungan yang salah (miscalculation). Nama-nama serta alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi wajib dicatat. Lebih lanjut menurut Keliat. 9 | KEDARURATAN PSIKIATRI . bunuh diri merupakan tindakan merusak integritas diri atau mengakhiri kehidupan. dimana keadaan ini didahului oleh respon maladaptif dan kemungkinan keputusan terakhir individu untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Bunuh diri adalah pengambilan tindakan untuk melukai diri sendiri yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang.didapat sebaiknya dicatat. BAB III BUNUH DIRI 3. Para klinikus menemukan adanya perbedaan antara bunuh diri yang asli (genuine suicide) dengan bunuh diri yang dimanipulasi (manipulative suicide). 2001). Bunuh diri merujuk kepada perbuatan memusnahkan diri karena enggan berhadapan dengan suatu perkara yang dianggap tidak dapat ditangani. Bunuh diri asli adalah bunuh diri yang dilakukan oleh orang yang benar-benar ingin mati dan tindakan yang dilakukan untuk merealisasikan bunuh dirinya tersebut. bunuh diri merupakan jalan keluar dari masalah atau krisis yang hampir selalu menyebabkan penderitaan yang kuat. Orang yang melakukan tindakan bunuh diri mempunyai pikiran dan perilaku yang merupakan perwakilan (representing) dari kesungguhan untuk mati dan juga merupakan manifestasi kebingungan (ambivalence) pikiran tentang kematian (Hoeksema. Rencana penatalaksanaan awal dilakukan sesuai diagnosis kerja saat itu.

Italia.000. Sementara usaha bunuh diri (parasuicide) merujuk pada tindakan menyakiti diri sendiri yang dilakukan dengan pertimbangan yang mendalam yang biasanya tidak berakibat fatal.000 kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh bunuh diri. biasanya juga digambarkan sebagai percobaan bunuh diri (attempted suicide). Mesir. penyakit serebrovaskular. Antara tahun 1970 dan 1980 lebih dari 230. angka bunuh diri yang lebih dari 25 per 100. 75 bunuh diri dalam sehari. kanker. Swiss. Heeringan (2001) menyebutkan jika perilaku bunuh diri merupakan istilah yang digunakan untuk mewakili istilah bunuh diri itu sendiri dan usaha bunuh diri sebagai suatu perbuatan yang menghasilkan kejadian fatal maupun tidak fatal. 2002). Irlandia. jumlah usaha bunuh diri diperkirakan 8 sampai 10 kali lebih besar dari angka tersebut. dan Jepang. kira-kira satu dalam setiap 20 menit. Angka tersebut adalah untuk bunuh diri yang berhasil. diabetes melitus.Sementara orang yang melakukan bunuh diri yang dimanipulasi tidak sungguh-sungguh ingin membunuh dirinya. yang dilakukan untuk memanipulasi orang lain (Landis & Meyer. Wilkinson menyebutkan jika bunuh diri (suicide) sebagai tindakan fatal untuk mencederai diri sendiri yang dilakukan dalam kesadaran untuk merusak diri yang kuat atau secara sungguh-sungguh (conscious self-destructive intent).000 orang terjadi di Spanyol. Sedangkan yang kurang dari 10 per 100. Austria. setelah penyakit jantung. Jerman. Usaha bunuh diri (parasuicide).000 orang melakukan bunuh diri di Amerika Serikat. pneumonia.3 per 100. Secara internasional. Lyttle (1986) juga membedakan antara bunuh diri (suicide) dengan usaha bunuh diri (parasuicide). 3. Tempat bunuh diri 10 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Di tahun 1977 bunuh diri berada dalam puncaknya yaitu 13. bunuh diri berada dalam urutan kedelapan dari semua penyebab kematian di Amerika Serikat. dan Belanda. Sekarang. Angka bunuh diri total agak tetap setiap tahunnya. Shneidman. kecelakaan. dan sirosis.000 orang terjadi di Skandinavia.2 Epidemiologi Tiap tahun kira-kira 30. Negara-negara Eropa Timur. dalam Barlow & Durand. tindakan mereka (bunuh diri) adalah percobaan yang terkontrol. Insiden bunuh diri di Amerika Serikat terjadi pada usia 15-24 tahun sedangkan dalam survey nasional baru-baru ini terhadap siswa senior sekolah lanjutan 27% dari mereka pernah memikirkan secara serius untuk bunuh diri dan salah satunya pernah mencobanya.

Durkheim membagi bunuh diri menjadi tiga kategori sosial : egoistik. Orang tersebut merasa tidak punya apa-apa dan ini berarti berada dalam keadaan tanpa norma dan peraturan yang membimbing dalam kehidupan sosial sehari-hari. 3. Masyarakat perkotaan memiliki lebih banyak integrasi sosial dibandingkan dengan daerah pedesaan. hampir seperti bunuh diri ritual Jepang “Seppuku” yang dilakukan ketika kekacauan melada masyarakat.nomor satu di dunia adalah Jembatan Golden Gate di San Francisco. Hal 11 | KEDARURATAN PSIKIATRI .3 Etiologi Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab bunuh diri. dengan lebih dari 800 bunuh diri sejak di buka tahun 1937.  Bunuh Diri Altruistik terjadi dalam masyarakat yang mempunyai ikatan sosial yang kuat.  Bunuh Diri Egoistik diterapkan pada mereka yang tidak terintegrasi secara kuat ke dalam kelompok sosial.  Bunuh Diri Anomik terkait dengan apa yang disebut “Anomie” atau keadaan dimana anda tidak tahu tempat yang tepat bagi seseorang seperti menjadi tunawisma atau yatim piatu. Sumbangan pertama yang besar untuk penelitian pengaruh sosial dan kultural terhadap bunuh diri dilakukan pada akhir abad yang lalu oleh ahli sosiologi Perancis Emile Durkheim. Tidak adanya integrasi keluarga dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa orang yang tidak menikah adalah lebih rentan terhadap bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang menikah dan mengapa pasangan dengan anakanak adalah kelompok yang paling terlindung dari semua kelompok. altruistik. jadi lebih sedikit bunuh diri. diantaranya adalah: Faktor Sosial • Teori Durkheim. Dalam upaya menjelaskan pola statistikal. dan anomik. Bunuh diri ini dimaksudkan demi kelompok.

Khayalan tersebut sering kali termasuk keinginan untuk balas dendam. kelahiran kembali. Freud menyatakan keyakinannya bahwa bunuh diri mencerminkan agresi yang dibelokkan ke dalam objek cinta yang terintroyeksi. keinginan untuk dibunuh dan keinginan untuk mati. atau pemulihan. Faktor Psikologis • Teori Freud Tilikan psikologis pertama yang paling penting ke dalam bunuh diri berasal dari Sigmund Freud. Tetapi mereka telah menulis bahwa banyak yang dipelajari tentang psikodinamika pasien bunuh diri dari khayalan mereka seperti apa yang akan terjadi dan apa akibatnya jika mereka melakukan bunuh diri. Ia menggambarkan tiga komponen permusuhan dalam bunuh diri : keinginan untuk membunuh. • Teori Menninger Berdasarkan konsep Freud. kekuatan. yang dibalikkan pada diri sendiri atau digunakan sebagai pengampunan akan hukuman. Karl Menninger menyimpulkan bahwa bunuh diri adalah pembunuhan yang di retrofleksikan. dan ditangkap secara ambivalen. berkumpul kembali dengan orang yang telah meninggal 12 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Anomik juga dimaksudkan pada ketidakstabilan sosial. Dalam tulisannya “Mourning and Melancholia”. untuk meloloskan diri atau untuk tidur. dengan kehancuran standar dan nilai-nilai masyarakat.ini dapat menjelaskan mengapa mereka dengan situasi ekonomi yang berubah secara drastik lebih rentan dibandingkan mereka sebelum perubahan keberuntungan mereka. • Teori-teori Baru Peneliti bunuh diri kontemporer tidak yakin bahwa struktur psikodinamika atau kepribadian spesifik berhubungan dengan bunuh diri. pengendalian atau hukuman. Ia menggambarkan hanya satu pasien yang mencoba bunuh diri. pembunuhan yang dibalikkan sebagai akibat kemarahan pasien kepada orang lain. Ia juga menggambarkan insting kematian yang diarahkan kepada diri sendiri (konsep Thanatos dari Freud). atau untuk pembebasan. pengorbanan. tetapi ia melihat banyak pasien depresi. untuk pertobatan.

Selain itu. Dinamika kelompok mendasari bunuh diri massal seperti yang terjadi di Masada dan Jonestown. Penelitian menunjukan bahwa bunuh diri cenderung berjalan di dalam keluarga. resiko bunuh diri pada sanak saudara pasien psikiatri yang melakukan bunuh diri adalah empat kali lebih tinggi dibandingkan pada sanak saudara pasien psikiatri yang tidak melakukan bunuh diri. Satu penelitian terbesar menemukan bahwa resiko bunuh diri untuk sanak saudara dari pasien psikiatri hampir delapan kali lebih tinggi dibanding sanak saudara dari kontrol. diukur sebagai penurunan metabolisme 5-hydroxyindo-leacetic acid (5-HIAA). atau yang teridentifikasi dengan seorang korban bunuh diri. Sebagai contohnya. pembakar rumah dan mereka dengan ketergantungan alkohol. pada orang yang mencoba bunuh diri ditemukan adanya riwayat bunuh diri dalam keluarga lebih banyak secara bermakna daripada orang yang tidak pernah melakukan bunuh diri. Pasien depresi yang mencoba bunuh diri dengan cara keras (contoh. yang mengalami efek berat seperti kemarahan dan rasa bersalah. Faktor Fisiologis • Genetika Teori faktor genetik dalam bunuh diri telah diajukan.atau untuk hidup baru. Beberapa penelitian terhadap binatang dan manusia telah menyatakan suatu hubungan antara defisiensi sistem serotonin sentral dan pengendalian impuls yang buruk. senjata api atau meloncat) memiliki kadar 5-HIAA yang lebih rendah di dalam cairan serebrospinalisnya dibandingkan pasien depresi yang tidak melakukan bunuh diri atau yang mencoba bunuh diri dengan cara yang kurang keras (overdosis zat). telah ditemukan dalam kelompok pasien depresi yang mencoba bunuh diri. Beberapa peneliti telah memandang bunuh diri sebagai salah satu tipe perilaku impulsif. Pasien bunuh diri yang paling mungkin melakukan khayalan bunuh diri adalah mereka yang telah menderita kehilangan objek cinta atau menderita cedera narsisistik. Kelompok pasien lain yang diperkirakan memiliki masalah dengan pengendalian impuls adalah pelaku kekerasan. • Neurokimia Defisiensi serotonin. 13 | KEDARURATAN PSIKIATRI .

Usia Angka bunuh diri meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Sedangkan wanita lebih mungkin menggunakan zat psikoaktif secara overdosis atau memotong pergelangan tangannya. 3. 4. Metode Lebih tingginya angka bunuh diri yang berhasil pada laki-laki adalah berhubungan dengan metode yang digunakan dimana laki-laki menggunakan pistol. Orang lanjut usia kurang sering melakukan usaha bunuh diri dibandingkan orang muda tetapi lebih sering berhasil. Pada laki-laki. menggantung diri.4 Faktor yang terkait Adapun faktor-faktor yang terkait dengan tindakan bunuh diri adalah: 1. Sampel darah dari kelompok sukarelawan normal yang dianalisis untuk monoamin oksidase trombosit menemukan bahwa orang dengan kadar enzim yang terendah didalam trombositnya memiliki prevalensi bunuh diri delapan kali lebih besar didalam keluarganya. atau lompat dari tempat yang tinggi. 3. dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar enzim yang tinggi. tetapi mereka mulai lebih sering menggunakan pistol dibandingkan sebelumnya. jumlah terbesar bunuh diri yang berhasil adalah diatas 55 tahun. pada wanita. 2. puncak bunuh diri adalah usia 45 tahun. Ras 14 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Akan tetapi wanita adalah empat kali lebih mungkin berusaha bunuh diri dibandingkan laki-laki.Beberapa peneliti telah menemukan pembesaran ventrikular dan elektroensefalogram (EEG) yang abnormal pada beberapa pasien bunuh diri. Angka untuk mereka yang berusia 75 tahun atau lebih adalah lebih dari tiga kali dibandingkan angka untuk orang muda. Jenis Kelamin Laki-laki tiga kali lebih sering melakukan bunuh diri dibandingkan wanita.

Bunuh diri lebih sering pada orang yang memiliki riwayat bunuh diri dalam keluarganya dan yang terisolasi secara sosial. 50% orang dengan kanker yang melakukan bunuh diri melakukannya dalam satu tahun setelah mendapatkan diagnosis. Orang yang hidup sendirian dan tidak pernah menikah memiliki angka hampir dua kali lipat angka untuk orang yang menikah. petugas hukum. Pekerjaan Semakin tinggi status sosial seseorang. semakin besar resiko bunuh diri. tetapi penurunan status sosial juga meningkatkan risiko. pekerjaan menghalangi bunuh diri. Yang disebut bunuh diri ulang tahun (anniversary suicide) adalah bunuh diri yang dilakukan oleh orang yang mencabut hidupnya pada hari yang sama seperti yang dilakukan oleh anggota keluarganya.Angka bunuh diri diantara orang kulit putih adalah hampir dua kali lebih besar dari angka bulan kulit putih. Kesehatan Fisik Hubungan antara kesehatan fisik dan bunuh diri sangat bermakna. dokter gigi. dan AIDS. pengacara dan agen asuransi. orang yang sebelumnya pernah menikah menunjukan angka yang jelas lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah menikah. 7. angka bunuh diri menjadi meningkat. Tujuh penyakit sistem saraf pusat yang meningkatkan risiko bunuh diri : epilepsi. 6. Tetapi. 15 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Selama waktu tingginya pekerjaan dan selama perang. demensia. Status perkawinan Perkawinan yang diperkuat oleh anak tampaknya secara bermakna menurunkan risiko bunuh diri. penyakit kardiovaskular. Pada umumnya. karena angka bunuh diri pada kulit hitam adalah meninggi. Selama resesi ekonomi dan depresi. sklerosis multipel. Bunuh diri lebih tinggi pada orang yang pengangguran dibandingkan orang yang bekerja. Dokter secara tradisional dianggap memiliki risiko terbesar untuk bunuh diri. Populasi yang berada dalam risiko khusus adalah musisi. 5. Penelitian postmortem menunjukan bahwa suatu penyakit fisik ditemukan pada 25 sampai 75 persen dari semua korban bunuh diri. penyakit Huntington. Semua adalah penyakit dimana diketahui terjadi gangguan mood yang menyertai. angka bunuh diri menurun. Dokter psikiatri dianggap memiliki risiko yang paling tinggi. cedera kepala. tetapi angka tersebut masih diragukan.

Diagnosis psikiatrik yang memiliki resiko tertinggi untuk bunuh diri pada kedua jenis kelamin adalah gangguan mood. 8. dan rasa sakit kronis yang tidak dapat diobati. kecacatan. dan gangguan mental lainnya. terutama pada wanita. Perawatan psikiatrik sebelumnya untuk alasan apapun meningkatkan resiko bunuh diri.5 Gangguan-gangguan yang beresiko terjadinya bunuh diri : 1. Hampir 95 persen dari semua pasien yang melakukan bunuh diri atau berusaha bunuh diri memiliki gangguan mental yang terdiagnosis. Kesehatan Menal Faktor psikiatrik yang sangat penting dalam bunuh diri adalah penyalahgunaan zat. jenis kelamin. antihipertensi (propanolol/Inderal). Diantara obat-obat tersebut adalah reserpine (Serpasil). Pasien Psikiatrik Resiko pasien psikiatrik untuk melakukan bunuh diri adalah 3 sampai 12 kali lebih besar dibandingkan bukan pasien psikiatrik. Gangguan mood 16 | KEDARURATAN PSIKIATRI . gangguan depresif. Pasien yang menderita depresi delusional berada pada resiko tertinggi untuk bunuh diri sebesar 80%. 25 persen dari semua pasien yang memiliki riwayat perilaki impulsif atau tindakan kekerasan juga berada dalam resiko untuk bunuh diri. dan beberapa obat antikanker. kortikosteroid. skizofrenia dan gangguan depresif yang berat rekuren berjumlah lebih dari setengah dari semua bunuh diri tersebut. Obat tertentu dapat menyebabkan depresi. 3. Derajat resikonya adalah bervariasi tergantung usia.Faktor yang berhubungan dengan penyakit dan terlibat didalam bunuh diri dan usaha bunuh diri adalah hilangnya mobilitas pada orang yang aktivitas fisiknya memiliki kepentingan pekerjaan atau rekreasional. skizofrenia. diagnosis. dan status rawat inap atau rawat jalan. yang dapat menyebabkan bunuh diri pada beberapa kasus. Relatif mudanya korban bunuh diri sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa dua gangguan mental kronis yang memiliki onset awal. 9.

Jadi. dengan demikian pasien skizofrenia yang melakukan bunuh diri cenderung relatif muda. diceraikan. Kelompok terbesar pasien laki-laki yang ketergantungan alkohol adalah mereka dengan gangguan kepribadian antisosial. 3. 4. jenis kelamin laki-laki. Korban bunuh diri yang tergantung alkohol cenderung merupakan golongan kulit putih. 2. Pasien laki-laki lebih banyak yang melakukan bunuh diri dibanding pasien wanita. dipisahkan. status tidak menikah. Usia onset skizofrenia biasanya pada masa remaja atau dewasa awal dan sebagian besar pasien skizofrenik yang melakukan bunuh diri melakukannnya selama tahun-tahun pertama penyakitnya. faktor resiko untuk bunuh diri diantara pasien skizofrenik adalah usia yang muda. Ketergantungan Alkohol 15 persen orang yang ketergantungan alkohol melakukan bunuh diri. tidak menikah. usaha bunuh diri sebelumnya. sampai 10 persen meninggal akibat bunuh diri. terisolasi secara sosial dan baru saja mulai minum. Skizofrenia Resiko bunuh diri tinggi diantara pasien skizofrenik. 17 | KEDARURATAN PSIKIATRI . tidak memiliki teman. usia pertengahan. Kira-kira 80 persen dari semua korban bunuh diri yang tergantung alkohol adalah laki-laki. kerentanan terhadap gejala depresif. dan baru dipulangkan dari rumah sakit. Gejala depresif berhubungan erat dengan bunuh diri mereka. Ketergantungan Zat Lain . janda atau baru saja mengalami kehilangan. Hanya sejumlah kecil yang melakukan bunuh diri karena instruksi halusinasi atau untuk melepaskan waham penyiksaan. Kemungkinan orang terdepresi yang melakukan bunuh meningkat jika tidak menikah.Gangguan mood adalah diagnosis yang paling sering berhubungan dengan bunuh diri.

berusia lebih tua. Menderita suatu gangguan kepribadian mungkin merupakan suatu determinan perilaku bunuh diri dalam beberapa cara : dengan mempredisposisikan pada gangguan mental berat seperti gangguan depresif atau ketergantungan alkohol. Jika orang yang melakukan usaha bunuh diri dinyatakan sebagai memiliki maksud bunuh diri yang tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki maksud bunuh diri yang rendah.6 Terapi Tidak semua pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Kesimpulan dari korelasi tersebut adalah bahwa pasien depresi yang melakukan usaha bunuh diri yang serius lebih menyerupai korban bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang berusaha bunuh diri. Angka bunuh diri untuk orang yang tergantung heroin kira-kira 20 kali lebih besar dibandingkan angka untuk populasi umum. mereka secara bermakna lebih banyak adalah laki-laki. Depresi adalah berhubungan tidak hanya dengan bunuh diri yang dilakukan tetapi juga dengan usaha bunuh diri yang serius. Gangguan Kepribadian Sejumlah besar korban bunuh diri memiliki berbagai macam gangguan kepribadian yang menyertai. dengan menyebabkan kesulitan dalam hubungan dan penyesuaian sosial. beberapa dapat diobati dengan rawat jalan. termasuk anggota keluarga. klinisi harus menggunakan pendekatan klinis yang langsung meminta pasien yang diduga bermaksud bunuh diri untuk setuju menelepon segera jika mencapai titik dimana mereka tidak yakin akan kemampuan mereka untuk mengendalikan impuls bunuh dirinya. 3. 5. dokter dan anggota staf rumah sakit.Penelitian di berbagai negara telah menemukan peningkatan resiko bunuh diri diantara penyalahgunaan zat. tidak menikah atau bercerai dan hidup sendirian. dengan mencetuskan peristiwa kehidupan yang tidak diinginkan. Untuk menentukan apakah dimungkinkan terapi rawat jalan. dengan mengganggu kemampuan untuk mengatasi gangguan mental atau fisik dan dengan menarik orang ke dalam konflik dengan orang disekitar mereka. Pasien yang dapat membuat persetujuan tersebut memperkuat keyakinan bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup 18 | KEDARURATAN PSIKIATRI .

Sebagai contohnya. Tindakan terapeutik lain tergantung pada diagnosis dasar pasien. situasi hidup pasien. Terapi elektrokonvulsif (ECT) mungkin diperlukan untuk beberapa pasien yang terdepresi parah yang mungkin memerlukan beberapa kali pengobatan. Keputusan untuk merawat pasien di rumah sakit tergantung pada diagnosis. terapi harus diarahkan untuk menghilangkan kondisi tersebut. kemampuan pasien dan keluarga untuk mengatasi masalah. pasien menjadi memiliki energi dan mampu untuk melakukan rencana bunuh dirinya. Saat depresi menghilang. perusahaan atau teman. keparahan depresi dan gagasan bunuh diri. Pasien yang sedang pulih dari depresi bunuh diri berada pada resiko khusus. maka perawatan di rumah sakit menjadi indikasi yang harus diambil. kadang-kadang pasien depresi dengan atau tanpa terapi secara tiba-tiba tampak 19 | KEDARURATAN PSIKIATRI . pasien rawat inap yang mencoba bunuh diri dan mengalami depresi harus diobati dalam bangsal yang terkunci dimana jendela dipasang terali dan ruangan pasien harus berlokasi dekat dengan tempat perawat untuk memaksimalkan pengamatan oleh staf perawat. Menawarkan alternatif terhadap bunuh diri. Tim yang mengobati harus memeriksa secara berulang atau terus menerus mengawasi secara langsung. 2. menuliskan bantuan dari pasangan. Dalam rumah sakit pasien mungkin menerima medikasi antidepresan atau antipsikotik sesuai dengan indikasi. Hal ini bertujuan untuk mencari benda-benda yang dapat digunakan untuk bunuh diri dan secara berulang mencari eksaserbasi gagasan bunuh diri. Menurunkan penderitaan psikologi dengan memodifikasi lingkungan pasien yang penuh dengan stress. terapi individual. klinisi memiliki beberapa tindakan preventif praktis untuk menghadapi orang yang ingin bunuh diri seperti : 1. Tindakan yang berguna untuk terapi pasien rawat inap yang mencoba bunuh diri dan mengalami depresi adalah memeriksa barang-barang pasien dan orang yang berkunjung ke bangsal. Membangun dukungan yang realistik dengan menyadari bahwa pasien mungkin memiliki keluhan yang masuk akal. jika ketergantungan alkohol adalah masalah yang berhubungan. tersedianya dukungan sosial dan ada atau tidaknya faktor resiko untuk bunuh diri. terapi kelompok dan pasien mendapatkan dukungan sosial rumah sakit dan rasa aman. 3. Menurut Schnedman. Idealnya. Jika pasien tidak dapat memenuhi komitmen ini. Terapi yang efektif dengan medikasi antidepresan harus dimulai.untuk mengendalikan impuls tersebut dan berusaha mencari bantuan.

Obat pilihannya adalah golongan benzodiazepine misalnya lorazepam 3 x 1 mg sehari. meskipun biasanya terapi definitif pasien-pasien yang mempunyai kecenderungan bunuh diri adalah antidepresan. Pemberian antidepresan biasanya tidak dimulai di ruang gawat darurat. Terapi Psikofarmaka Seseorang yang sedang dalam krisi karena baru ditinggal mati atau baru mengalami suatu kejadian yang jangka waktunya tak lama. yang mungkin meramalkan usaha bunuh diri. 20 | KEDARURATAN PSIKIATRI . selama 2 minggu. Hati-hati memberikan benzodiazepine pada pasien yang hostile.damai dengan dirinya sendiri karena mereka telah mengambil keputusan rahasia untuk melakukan bunuh diri. Jangan memberikan obat dalam jumlah banyak sekaligus kepada pasien (resepkan sedikit-sedikit saja) dan pasien harus kontrol dalam beberapa hari. Antidepresan boleh diberikan di instalasi gawat darurat asal dibuat perjanjian kontrol keesokan harinya secara pasti. biasanya akan berfungsi lebih baik setelah mendapatkan tranquilizer ringan. karena penggunaan benzodiazepine yang teratur dapat meningkatkan iritabilitas pasien. Klinisi harus secara khusus mencurigai perubahan klinis yang dramatis tersebut. terutama bila tidurnya terganggu.

Berdasarkan teori Psikodinamika oleh Sigmund Freud. Bunuh diri menjadi tindakan yang diambil pada orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi akibat Ego tidak cukup kuat menahan desakan ataupun dorongandorongan yang muncul dari dalam dirinya sehingga ia akan mengembangkan mekanisme pertahanan diri. fungsi Ego sangat berhubungan erat dengan pertimbangan yang melibatkan kemampuan menghadapi akibat dari suatu tindakan seseorang. Ego dipakai dalam memecahkan masalah pribadi orang tersebut. Selain itu juga mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari suatu tindakan. sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dimana depresi menjadi gangguan paling sering yang menyebabkan seseorang untuk melakukan bunuh diri.BAB IV PENCEGAHAN BUNUH DIRI Sebagian besar bunuh diri pada psikiatri dapat dicegah. khususnya bila terjadi konflik dengan dunia realitas atau bila terdapat ketidaksesuaian antara keinginan yang tidak sinkron secara internal. Mekanisme pertahanan diri ini sebenarnya upaya ego untuk menyalurkan 21 | KEDARURATAN PSIKIATRI .

Peran Ego yang terpenting adalah sebagai eksekutif organisasi kepribadian dimana energi digunakan untuk menciptakan integrasi diantara ketiga sistem. maka hal ini dapat menimbulkan perilaku yang tidak adaptif dan tidak realistis seperti keinginan untuk bunuh diri. sehingga terbentuklah suatu rangkaian asosiasi yang kontinyu dari awal hingga akhir. yaitu : 1. Metode asosiasi bebas (free association). Tetapi jika mekanisme pertahanan diri ini dipergunakan secara kaku. teratur dan penuh arti. Adapun cara yang digunakan oleh Sigmund Freud untuk terapi sekaligus untuk mengumpulkan data. Mimpi-mimpi yang dilaporkan dan asosiasi bebas yang mengiringnya merupakan sumber informasi yang kaya tentang dinamika kepribadian manusia. 22 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Apabila Id menguasai sebagian besar energi. tetapi pada akhirnya sejarah kejiwaan pasien dapat sampai kepada pendengar (terapis) dengan mengikuti rangkaian asosiasi melalui lika-liku ungkapan verbal. Analisis tentang mimpi (dream interpretation). biasanya pasien disuruh berbaring diatas dipan dalam ruangan yang tenang. maka penanganannya dengan memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk mengeluarkan seluruh isi pikiran atau perasaannya yang muncul di dalam dirinya secara verbal. 2. Caranya. Untuk mencegah terjadinya bunuh diri tersebut. Mungkin banyak ucapan yang menyesatkan maupun hambatan-hambatan. Untuk menjaga agar pengaruh gangguan yang datang dari luar tetap minimal. terus menerus dan berkepanjangan. Ucapan-ucapan pasien yang serba tidak teratur ini merupakan pernyataan yang memiliki hubungan dinamik dan penuh arti dengan pernyataan sebelumnya. Ego harus mengendalikan Id dan Superego agar Ego mampu mengarahkan kepribadian secara bijak supaya bisa berhubungan dengan dunia luar. Dimana Ego akan lebih bebas dan tidak harus terus berlindung di balik mekanisme pertahanan diri yang dikembangkannya. dimana pasien diminta secara spontan teringat tentang mimpi-mimpi mereka dan selanjutnya melakukan asosiasi bebas tentang mimpi-mimpi tersebut. dimana pasien diminta untuk berbicara tentang segala sesuatu dan apa saja yang terjadi pada dirinya dengan leluasa dan tanpa perlu berusaha membuat uraian yang logis.dorongan dari dalam dirinya dan bisa tetap berhadapan dengan lingkungan. Tujuan dari fungsi integrasi Ego adalah untuk menciptakan keselarasan batin dalam kepribadian antara Ego dengan lingkungan sehingga dapat berjalan lancar dan efektif.

Antikateksis (daya kekang) suara hati bisa membelenggu Ego dengan nilai moral dan menghalangi tindakan apapun sementara kateksis (daya dorong) Ego ideal bisa menentukan norma-norma yang sangt tinggi bagi Ego sehingga pribadi terus menerus dikecewakan dan akhirnya mengalami perasaan gagal yang membuat depresi. depresi dan kelelahan Tersedia alat-alat untuk bunuh diri Riwayat bunuh diri dalam keluarga Gagasan bunuh diri yang diungkapkan 23 | KEDARURATAN PSIKIATRI . menyempitnya pilihan yang dirasakan dan keinginan untuk melarikan diri. tanda dan gejala kearah bunuh diri.maka tingkah laku akan menjadi impulsif dan primitif. konflik ambivalen antara keinginan hidup dan tekanan yang tidak dapat ditanggung. BAB V KESIMPULAN Bunuh diri merupakan perasaan putus asa dan ketidak berdayaan. bisa dikatakan bunuh diri merupakan cara keluar dari masalah atau krisis yang hampir selalu menyebabkan penderitaan yang kuat. seperti : Upaya atau khayalan bunuh diri sebelumnya Kecemasan. Orang yang mau melakukan bunuh diri memiliki riwayat. bila Superego yang menguasai sebagian besar energi maka fungsi kepribadian akan didominasi oleh pertimbanganpertimbangan moralistik dari pada pertimbangan-pertimbangan realistik.

Disertasi Gelar Doktor FKUI. struktur kepribadian Ego sangat mempengaruhi tindakan yang akan diambil seseorang. 3. (online). Dimana peran Ego sebagai organ pelaksana (executive) dari jiwa yang mengontrol pergerakan. A. 2010.- Krisis hidup seperti duka cita Pesimisme atau keputusan yang pervasif Menurut teori Psikodinamika dari Sigmund Freud. 24 | KEDARURATAN PSIKIATRI .F. pemberian obat-obat seperti antidepresan atau antipsikosis. Rumah Sakit Jiwa Lawang. Diakses 7 Juni2011 5. maka dapat terjadi gangguan kejiwaan yang nantinya mengarah ke bunuh diri. persepsi. kontak dengan kenyataan dan melalui mekanisme pertahanan yang ada padanya akan memperlambat dan memodifikasi dorongan ekspresi atau denagn kata lain Ego menjadi tidak bebas dan terus berlindung dibalik mekanisme pertahanan diri yang dikembangkannya. (online). D. Percobaan Bunuh Diri di Jakarta. Surabaya : Airlangga University Press.com/dokter- online/dokter15/index. Hawari.php? Diakses 7 Juni 2011. DAFTAR PUSTAKA 1. W. 2005. maka pasien harus mendapatkan terapi seperti rawat inap dan rawat jalan. Maramis. available : http://ezcobar. 1984. 2. Selain itu pasien juga membutuhkan terapi individu atau terapi kelompok sesuai indikasi dari diagnosis dasar yaitu gangguan kejiwaan yang mencetuskan terjadinya bunuh diri. Balai penerbit FKUI . 2009. 4.. Selain itu bila pencegahannya dengan Psikodinamika tidak dijalankan. Jakarta. Cetakan kesembilan. Bila hal ini terjadi. Suwanto. Dalam Hubungannya Dengan Diagnosis Psikiatri dan Faktor Sosiokultural. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Untuk mengatasinya maka Sigmund Freud menggunakan metode free association dan dream interpretation untuk membebaskan Ego supaya keluar dan tidak berada dibalik mekanisme pertahanan. Psikopatologi Bunuh Diri . Membangun Kesadaran-Mengurangi Resiko Gangguan Mental dan Bunuh Diri.html Diakses 7 Oktober 2009. .com/artikel_070309a. 2007. Prayitno. Bunuh Diri.. available : http://rsjlawang.

25 | KEDARURATAN PSIKIATRI . Klinis Edisi Ketujuh. I. Binarupa Aksara. Hal 353-367. Kaplan dan Sadock. 1997.J Sinopsis Psikiatri : Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri. Jilid Dua. Jakarta. Kaplan H. Sadock B.6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->