P. 1
Stroke

Stroke

|Views: 6|Likes:
Published by hamsterfrenzy

More info:

Published by: hamsterfrenzy on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2015

pdf

text

original

Stroke adalah gangguan fungsional otak fokal maupun global akut, lebih dari 24 jam, berasal dari gangguan

aliran darah otak dan bukan di- sebabkan oleh gangguan peredaran darah otak sepintas, tumor otak, stroke sekunder karena trauma maupun infeksi (WHO MONICA, 1986). Stroke dengan defisit neurologik yang terjadi tiba-tiba dapat disebabkan oleh iskemia atau perdarahan otak. Stroke iskemik disebabkan oleh oklusi fokal pembuluh darah otak yang menyebabkan turunnya suplai oksigen dan glukosa ke bagian otak yang mengalami oklusi (Hacke, 2003). Munculnya tanda dan gejala fokal atau global pada stroke disebabkan oleh penurunan aliran darah otak. Oklusi dapat berupa trombus, embolus, atau tromboembolus, menyebabkan hipoksia sampai anoksia pada salah satu daerah percabangan pembuluh darah di otak tersebut. Stroke hemoragik dapat berupa perdarahan intraserebral atau perdarahan subrakhnoid(Bruno et al.,2000). PATOLOGI STROKE Infark Stroke infarct terjadi akibat kurangnya aliran darah ke otak. Aliran darah ke otak normalnya adalah 58 mL/100 gram jaringan otak per menit; jika turun hingga 18 mL/100 gram jaringan otak per menit, aktivitas listrik neuron akan terhenti meskipun struktur sel masih baik, sehingga gejala klinis masih reversibel. Jika aliran darah ke otak turun sampai <10 mL/100 gram jaringan otak per menit, akan terjadi rangkai- an perubahan biokimiawi sel dan membran yang ireversibel membentuk daerah infark. Perdarahan Intraserebral Kira-kira 10% stroke disebabkan oleh perdarah- an intraserebral. Hipertensi, khususnya yang tidak terkontrol, merupakan penyebab utama. Penyebab lain adalah pecahnya aneurisma, malformasi arterivena, angioma kavernosa, alkoholisme, diskrasia darah, terapi antikoa- gulan, dan angiopati amiloid. Perdarahan Subaraknoid Sebagian besar kasus disebabkan oleh pecahnya aneurisma pada percabangan arteriarteri besar. Penyebab lain adalah malformasi arteri- vena atau tumor. FAKTOR RISIKO STROKE Beban akibat stroke mencapai 40 miliar dollar setahun, selain untuk pengobatan dan pera- watan, juga akibat hilangnya pekerjaan serta turunnya kualitas hidup (Currie et al., 1997). Kerugian ini akan berkurang jika pengendalian faktor risiko dilaksanakan dengan ketat (Cohen, 2000). (Tabel 2 ).

kan defisit neurologis yang bersifat akut (De Freitas et al.lasi Rawat Darurat dan merupakan tindakan resusitasi serebro-kardio-pulmonal bertujuan agar kerusakan jaringan otak tidak meluas. pasien diberi oksigen 2 L/menit dan cairan kristaloid/koloid. 2007 ): STADIUM HIPERAKUT Tindakan pada stadium ini dilakukan di Insta. . 2009) (Tabel 3).. Pada stadium ini. hindari pemberian cairan dekstrosa atau salin dalam H2O. PENATALAKSANAAN ( PERDOSSI.TANDA DAN GEJALA STROKE Serangan stroke jenis apa pun akan menimbul.

dan obat yang direkomendasikan: natrium nitro. protrombin time/INR. dilakukan penanganan faktor.trolit sesuai kebutuhan. kimia darah (termasuk elek. Hipoglikemia (kadar gula darah < 60 mg% atau < 80 mg% dengan gejala) di. bebaskan jalan napas.gen 1-2 liter/menit sampai didapatkan hasil analisis gas darah. gagal jantung kongestif serta gagal ginjal. yaitu tekanan darah sistolik masih < 90 mmHg. Selanjutnya. wicara dan psikologis serta telaah sosial untuk membantu pemulihan pasien.trolit).kardiografi. dianjurkan melalui slang nasogastrik. Nyeri kepala atau mual dan muntah diatasi dengan pemberian obat-obatan sesuai gejala. Pemberian nutrisi dengan cairan isotonik. dilakukan intubasi. diastolik ≥120 mmHg. dilanjutkan 500 mL selama 4 jam dan 500 mL selama 8 jam atau sampai hipotensi dapat diatasi. ubah posisi tidur setiap 2 jam. dilakukan analisis gas darah. Jika terjadi hipotensi. dapat diberi dopamin 2-20 μg/kg/menit sampai tekanan darah sistolik ≥ 110 mmHg. hindari cairan mengan. diberi NaCl 0.atasi segera dengan dekstrosa 40% iv sampai kembali normal dan harus dicari penyebabnya. Penurunan tekanan darah maksimal adalah 20%. okupasi. kemudian dicari penyebabnya. Pemberian nutrisi per oral hanya jika fungsi menelannya baik. Tindakan lain di Instalasi Rawat Darurat adalah memberikan dukungan mental kepada pasien serta memberikan penjelasan pada keluarganya agar tetap tenang. jika didapatkan gangguan menelan atau kesadaran menurun. kristaloid atau koloid 1500-2000 mL dan elek.Dilakukan pemeriksaan CT scan otak. Jika perlu. penyekat ACE. yaitu tekanan sistolik ≤90 mm Hg. dikosongkan (sebaiknya dengan kateter intermiten). Jika belum ter. STADIUM AKUT Pada stadium ini. kepala dan dada pada satu bidang. Juga dilakukan tindakan terapi fisik. atau didapatkan infark miokard akut. Demam diatasi dengan kompres dan antipiretik. beri oksi. atau antagonis kalsium. glukosa darah.9% 250 mL selama 1 jam. APTT. elektro. Tekanan darah tidak perlu segera diturunkan. darah perifer lengkap dan jumlah trombosit. jika kandung kemih penuh. diastolik ≤70 mmHg.koreksi. kecuali bila tekanan sistolik ≥220 mmHg.faktor etiologik maupun penyulit. foto toraks.prusid.dung glukosa atau salin isotonik. Stroke Iskemik Terapi umum: Letakkan kepala pasien pada posisi 300. jika hipoksia. penyekat reseptor alfa-beta. Penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien perlu. menyangkut dampak stroke terhadap pasien dan keluarga serta tata cara perawatan pasien yang dapat dilakukan keluarga. . Mean Arterial Blood Pressure (MAP) ≥ 130 mmHg (pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 30 menit). Kadar gula darah >150 mg% harus dikoreksi sampai batas gula darah sewaktu 150 mg% dengan insulin drip intravena kontinu selama 2-3 hari pertama. mobilisasi dimulai bertahap bila hemodinamik sudah stabil.

dilanjutkan pemberian antikonvulsan per oral (fenitoin.sefalus akut akibat perdarahan intraventrikel atau serebelum. tekanan darah harus segera diturunkan dengan labetalol iv 10 mg (pemberian dalam 2 menit) sampai 20 mg (pemberian dalam 10 menit) maksimum 300 mg.an lobar >60 mL dengan tanda peningkatan tekanan intrakranial akut dan ancaman herniasi. Jika kejang muncul setelah 2 minggu.Dapat juga diberi agen neuroproteksi. Terapi khusus: Ditujukan untuk reperfusi dengan pemberian antiplatelet seperti aspirin dan anti koagulan. Jika didapatkan tanda tekanan intrakranial meningkat.25 mg per 6 jam. dan perdarah.toma bertambah. Pada perdarahan subaraknoid.25-25 mg per oral. Tekanan darah harus diturunkan sampai tekanan darah premorbid atau 15-20% bila tekanan sistolik >180 mmHg. diastolik >120 mmHg. hidro.risma atau malformasi arteri-vena (arteriove.25g/kgBB per 30 menit setiap 6 jam selama 3-5 hari. yaitu sitikolin atau pirasetam (jika didapatkan afasia).lanjutkan 0.25 sampai 1 g/kgBB per 30 menit.625-1.bitor pompa proton. Stroke Hemoragik Terapi umum Pasien stroke hemoragik harus dirawat di ICU jika volume hematoma >30 mL. embolisasi. sebagai alter. atau inhi. diberikan antikonvulsan peroral jangka panjang. dan volume hema. karbamazepin). MAP >130 mmHg. posisi kepala dan dada di satu bidang. Bila terdapat gagal jantung. dan ke. Tindakan bedah mempertimbangkan usia dan letak perdarahan yaitu pada pasien yang kondisinya kian memburuk dengan perdarahan serebelum berdiameter >3 cm3. dilakukan VP-shunting. dapat digunakan antagonis Kalsium (nimodipin) atau tindakan bedah (ligasi. . dapat diberikan larutan hipertonik (NaCl 3%) atau furosemid.pelan selama 3 menit. diberi manitol bolus intravena 0. atau yang dianjurkan dengan trombolitik rt-PA (recombinant tissue Plasminogen Activator).sifat vasodilator.adaan klinis cenderung memburuk. AVM). perdarahan intraventrikuler dengan hidrosefalus. tukak lambung diatasi dengan antagonis H2 parenteral.Jika kejang. pemberian manitol (lihat penanganan stroke iskemik). Terapi khusus Neuroprotektor dapat diberikan kecuali yang ber.natif. maupun gamma knife) jika penyebabnya adalah aneu. di.nous malformation. komplikasi saluran napas dicegah dengan fisioterapi dan diobati dengan antibiotik spektrum luas. dan hiperventilasi (pCO2 20-35 mmHg). enalapril iv 0. diberi diazepam 5-20 mg iv pelan. sukralfat. Jika didapatkan tekanan intrakranial meningkat. Harus dilakukan pemantauan osmolalitas (<320 mmol). ekstirpasi. dan jika dicurigai fenomena rebound atau keadaan umum memburuk. posisi kepala dinaikkan 300. kaptopril 3 kali 6. maksimal 100 mg per hari. Penatalaksanaan umum sama dengan pada stroke iskemik.

dan bladder training (termasuk terapi fisik). . dibutuhkan penatalaksanaan khusus intensif pasca stroke di rumah sakit dengan tujuan kemandirian pasien. Mengingat perjalanan penyakit yang panjang.pun medik. terapi kognitif.Edukasi keluarga dan Discharge Planning SIMPULAN Tujuan penatalaksanaan komprehensif pada kasus stroke akut adalah: (1) meminimalkan jumlah sel yang rusak melalui perbaikan jaringan penumbra dan mencegah perdarahan lebih lanjut pada perdarahan intraserebral. dan terapi okupasi. Terapi fase subakut: . menelan. . terapi wicara. prog.Melanjutkan terapi sesuai kondisi akut sebelumnya. dan (3) mempercepat perbaikan fungsi neurologis secara keseluruhan. . mengerti.Penatalaksanaan komplikasi. .STADIUM SUBAKUT Tindakan medis dapat berupa terapi kognitif. (2) mencegah secara dini komplikasi neurologik mau. memahami dan melaksanakan program preventif primer dan sekunder. Pengenalan tanda dan gejala dini stroke dan upaya rujukan ke rumah sakit harus segera dilakukan karena keberhasilan terapi stroke sangat ditentukan oleh kecepatan tindakan pada stadium akut.Restorasi/rehabilitasi (sesuai kebutuhan pasien). yaitu fisioterapi. tingkah laku.Prevensi sekunder . makin buruk prognosisnya. makin lama upaya rujukan ke rumah sakit atau makin panjang saat antara serangan dengan pemberian terapi.nosis pasien diharapkan akan lebih baik. terapi wicara. Jika secara keseluruhan dapat berhasil baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->